ETOS KERJA DALAM BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT

[wpdevart_youtube]wW5go47zKWM[/wpdevart_youtube]

“Etos adalah kemampuan seseorang dengan keahliannya yang memiliki kredibilitas dan reputasi andal, sehingga dia mendapatkan kepercayaan penuh dari banyak orang.”~Djajendra

Etos (Ethos) merupakan sebuah kata yang dikenalkan oleh seorang filsuf Yunani kuno bernama Aristoteles. Kata Etos bermakna kepada penampilan karakter diri yang selaras dengan etika, kredibilitas, kepercayaan, keunikan, kewenangan, pengalaman, wawasan, pengetahuan, kemampuan, keandalan, integritas, akuntabilitas,  serta sikap dan perilaku yang dipercaya sepenuhnya oleh orang lain. Intinya, seseorang yang memiliki etos dianggap terpercaya dan mampu melakukan pekerjaannya dengan andal dan berkualitas.

Biasanya, di tempat kerja, etos menggambarkan kemampuan seseorang bersama profesi, pekerjaan, dan keahliannya. Sebagai contoh: seorang customer service dipercaya mampu melayani dan membantu pelanggan dengan penuh kualitas. Dalam hal ini, customer service dianggap memiliki pengetahuan, pengalaman, kemampuan, dan kepribadian yang dapat dipercaya dan diyakini untuk melayani beragam karakter dan kebutuhan orang lain dengan sempurna.

Etos tidak tergantung kepada tingginya pendidikan seseorang, atau banyaknya gelar akademis yang dimiliki seseorang. Etos adalah tentang kemampuan bertindak, mengeksekusi, melakukan, menghasilkan yang terbaik, dan kerja lapangan yang penuh kualitas. Etos adalah tentang karakter diri yang hebat, andal, berkualitas, produktif, berkinerja, dan selalu bergembira dengan pekerjaannya di wilayah tindakan.

Dalam budaya organisasi yang kuat; etos dihasilkan dari konsep budaya yang dilembagakan oleh perusahaan melalui nilai-nilai, keyakinan, tata kelola, moral, sistem, prosedur, aturan, kepemimpinan, visi, misi, kemampuan, pengalaman, standar, pengetahuan, dan perilaku kerja. Hasil akhirnya, etos muncul sebagai gaya kerja, kebiasaan kerja, pola kerja, karakter kerja, motivasi kerja. Di mana, etos menjadi seperti sebuah kepribadian kerja perusahaan yang diwakili oleh setiap insan perusahaan dengan sepenuh hati. Jadi, etos menghasilkan gambaran ataupun model karyawan yang diimpikan oleh perusahaan untuk membantu rutinitas dan mewujudkan visi.

Karyawan dengan etos kerja profesional berarti sedang menyajikan dirinya sendiri kepada stakeholders sebagai pribadi kredibel, dapat dipercaya, jujur, bertanggung jawab, andal, etis, produktif, berkinerja dan berkualitas. Perlu diingat bahwa seseorang yang memiliki etos kerja profesional berarti dia adalah sumber yang dapat dipercaya. Etos adalah kesempurnaan kredibilitas yang dirasakan oleh stakeholders. Etos adalah tentang kesempurnaan kredibilitas dalam menjalankan etika bisnis dan kode etik kerja perusahaan.

Mengutip kata-kata Menteri Kelautan dan Perikanan Ibu Susi Pudjiastuti dari sebuah koran nasional,”Cari pekerjaan yang Anda suka, berkarier dengan gembira. Kalau Anda gembira, tenaga Anda besar. Kalau tenaga dan energi Anda besar, niat mengubah juga besar. Kegembiraan adalah energi. Energi adalah keberhasilan.” Kata-kata dari Ibu menteri asal Pangandaraan, Jawa Barat ini, merupakan sebuah ekspresi tentang cara membangun etos pribadi yang andal dan profesional. Intinya, kalau Anda gembira dengan pekerjaan Anda, dan Anda ahli dibidang Anda, maka Anda memiliki energi yang luar biasa untuk menghasilkan kinerja melampaui target.

Etos kerja dalam budaya perusahaan yang kuat menciptakan roh kerja untuk mengasilkan kinerja yang luar biasa. Dari pengalaman dan pengamatan penulis, dalam budaya perusahaan yang kuat, setiap insan perusahaan memiliki derajat komitmen kerja yang sangat tinggi. Mereka membangun rasa saling percaya yang sangat tinggi, meningkatkan kualitas moral kerja, serta jiwa yang ikhlas berkorban demi pencapaian visi dan tujuan perusahaan.

Faktor-faktor yang memperkuat etos karyawan dalam budaya perusahaan yang kuat adalah moral, komitmen tanpa pamrih, setia tanpa pamrih, keberanian, keikhlasan, disiplin, integritas, kepemimpinan diri sendiri yang unggul, menghormati orang lain, bertanggung jawab penuh, menjaga kualitas kerja dengan mematuhi standar operasional kerja, belajar dari pengalaman, rendah hati, mengembangkan kualitas diri dengan kompetensi yang dibutuhkan oleh perusahaan, hormat dan mematuhi nilai dan standar kerja dari perusahaan, patuh pada struktur dan rantai komandonya, berjiwa kesatria, bermental baja, dan selalu bekerja dalam kesadaran tertinggi.

Etos kerja tidaklah dapat dibangun dalam semalam, tetapi merupakan pekerjaan bersama seumur hidup. Kesadaran dan kecerdasan bersama di internal perusahaan memudahkan pembentukan etos kerja yang andal, dan sekaligus budaya perusahaan yang kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMIMPIN BERTANGGUNG JAWAB PENUH UNTUK PENGUATAN BUDAYA PERUSAHAAN

[wpdevart_youtube]MiAGoOpuUco[/wpdevart_youtube]

“Budaya perusahaan yang kuat adalah kendaraan pemimpin untuk menghasilkan prestasi besar.”~Djajendra

Budaya organisasi yang kuat mampu menghasilkan etos kerja, perilaku, sikap, karakter dan kebiasaan kerja yang produktif. Budaya yang kuat mampu mendorong karyawan untuk menjadi lebih kreatif, inovatif, kolaboratif, solid, dan fokus pada kinerja tertinggi. Pemimpin menjadi sangat beruntung, dan karirnya semakin cemerlang saat dia mampu menciptakan budaya kuat. Budaya perusahaan yang kuat menempatkan karyawan dalam tindakan produktif. Pemimpin cukup melemparkan kata-kata motivasi di sekitarnya, dan semua karyawan dalam budaya kuat secara otomatis terdorong untuk berkarya dan berkinerja dengan cara-cara luar biasa produktif.  Dalam budaya kuat, karyawan bekerja untuk menang, untuk sukses bersama kinerja terbaik. Karyawan hadir ke kantor untuk sukses, untuk memenangkan setiap momen dengan penuh kualitas terbaik.

Rutinitas kerja yang produktif, bahagia, senang, efektif, efisien, dan kaya kinerja dihasilkan dari etos kerja karyawan-karyawan unggul. Karyawan-karyawan unggul dihasilkan dari keandalannya untuk menampilkan akuntabilitas pribadi yang tinggi. Akuntabilitas pribadi yang tinggi merupakan fondasi untuk lingkungan kerja yang bahagia, menyenangkan, produktif dan berkinerja hebat. Dan, semua ini hanya bisa didapatkan, bila budaya perusahaan terus-menerus dikuatkan dan diunggulkan oleh setiap insan perusahaan.

Pemimpin yang hebat selalu sadar untuk mengembangkan budaya kuat di perusahaannya. Dia tahu bahwa budaya kuat mampu menciptakan sikap dan perilaku kerja yang sangat kolaboratif, inovatif, kreatif, umpan balik yang positif, akuntabilitas yang tinggi, percaya diri, saling percaya, dan loyalitas yang tak diragukan. Budaya kuat memungkinkan setiap karyawan bersinar melalui etos kerja yang profesional dan bekerja dari hati nurani. Budaya kuat menjadikan perusahaan sebagai tempat yang produktif dan kaya kinerja. Karyawan selalu terdorong untuk menuntaskan tugas dan tanggung jawabnya dengan kualitas terbaik.

Pemimpin terbaik selalu sadar bahwa untuk menciptakan budaya perusahaan yang kuat membutuhkan upaya terus-menerus di sepanjang jaman. Tidak mungkin bisa menciptakan budaya kuat secara instan dalam semalam. Membutuhkan proses panjang untuk membentuk sikap, perilaku, dan karakter kerja yang selaras dengan nilai-nilai dan visi perusahaan. Diperlukan kecerdasan kepemimpinan yang mampu mengikuti maunya karyawan sambil memberdayakan karyawan ke arah budaya kuat. Bila kepemimpinan perusahaan sudah sadar dan mengerti tentang pola pikir dan realitas karyawannya, maka menjadi lebih mudah untuk melibatkan dan memberdayakan karyawan di sepanjang proses pembentukan budaya kuat. Pemimpin yang kuat selalu memiliki strategi dan taktik agar bisa mengikuti maunya karyawan, bukan memaksakan maunya dia sebagai pemimpin kepada karyawan. Intinya, saat pemimpin bisa mengikuti maunya karyawan, maka dititik tersebut dia mampu mengkoordinasikan karyawan dan meningkatkan semangat mereka untuk sebuah organisasi yang lebih kuat dan lebih solid dalam mencapai kinerja.

Tidaklah mungkin bisa menciptakan budaya perusahaan kuat tanpa keterlibatan karyawan secara total. Karyawan yang unggul adalah orang-orang dengan kompetensi, kualitas, pengetahuan, pengalaman, dan kesadaran yang mudah dilibatkan dalam meningkatkan kekuatan budaya perusahaan. Pelatihan dan pembinaan yang berkelanjutan dan terus-menerus merupakan salah satu syarat mutlak, untuk memotivasi kesadaran karyawanan agar bisa terlibat dalam pembentukan budaya kuat. Intinya, budaya perusahaan yang kuat harus tumbuh dan berkembang dari akar rumput organisasi. Untuk itu, diperlukan dukungan dan dorongan dari kepemimpinan dalam penguatan di semua bidang kehidupan kerja karyawan.

Selain dukungan penuh dari fungsi kepemimpinan, diperlukan juga dukungan penuh dari fungsi manajemen. Walaupun manajemen dan kepemimpinan mungkin diperankan oleh orang-orang yang sama, tetapi mereka harus bisa memisahkan apa itu fungsi manajemen dan apa itu fungsi kepemimpinan. Kedua fungsi ini berbeda, dan perbedaan ini harus dapat diperankan secara sempurna agar karyawan mendapatkan kekuatan, untuk mengembangkan budaya perusahaan yang lebih kuat.

Pemimpin yang hebat selalu sadar bahwa mayoritas diperusahaan bukan kepemimpinan, tetapi karyawan. Karyawanlah yang menentukan kualitas budaya. Karyawanlah yang menghidupkan dan menguatkan budaya perusahaan dengan energi positif mereka. Dalam hal ini, pemimpin harus memiliki jiwa besar dan empati untuk mendengarkan suara karyawan. Pemimpin yang andal selalu sadar untuk mendapatkan umpan balik dari karyawannya. Pemimpin yang andal selalu sadar bahwa akumulasi dari sikap, perilaku, karakter, etos, kepribadian, dan kompetensi karyawanlah yang membentuk budaya kuat perusahaan. Oleh karena itu, dia sangat cepat bereaksi terhadap isu-isu karyawan. Dia sangat peduli menjaga suasana hati dan semangat kerja karyawan. Pemimpin yang andal selalu menjadikan karyawan sebagai anak-anak kandungnya, serta selalu ada untuk mendengarkan dan membantu mereka agar tetap kuat dan andal dalam proses kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERCERMIN DARI KARAKTER KARNA DALAM KISAH MAHABHARATA

DJAJENDRA MOTIVATION“Karna sesungguhnya seorang kesatria yang penuh tanggung jawab dengan integritas pribadi yang tinggi, tetapi dia mengabdi dan tunduk pada kekuatan Kurawa, sehingga semua yang baik dari integritasnya hilang dalam benci dan dendam.”~Djajendra

Karna adalah salah satu karakter yang memperkaya kisah Mahabharata. Karakter Karna tumbuh dan hidup dalam kebencian, kepahitan, dendam, marah, dan mengabdi pada energi negatif. Walaupun Karna berjiwa kesatria dan bermental baja, tetapi jiwanya tidak besar dan toleransinya nol besar. Semua pangkat dan kebesaran jabatan yang melekat dalam identitas dirinya menjadi tidak berguna bagi kekuatan baik. Karna kehilangan cinta dan keikhlasan, sehingga hidupnya di sepanjang kisah Mahabharata terlihat sangat pahit. Karna gagal menjadi cahaya bagi kehidupan, dia membawa gelap untuk menutupi cahaya kehidupan.

Dari karakter Karna, semua orang bisa belajar tentang pentingnya cinta dan keikhlasan; tentang pentingnya melepaskan dendam masa lalu dan memulai hari ini dengan memaafkan masa lalu. Ini artinya, siapapun dia, sehebat apapun dia, setinggi apapun ilmunya, bila dia kehilangan cinta, maka dia menjadi pribadi yang pahit hidupnya. Karna sudah memberikan contoh dan pembelajaran bahwa bila seseorang menginvestasikan semua waktu dan energi hidupnya dalam kepahitan, kemarahan, dendam, kesal, kebencian, anti toleransi, berjiwa kerdil. Maka, orang tersebut hanya akan memanen hal-hal buruk di sepanjang hidupnya.

Sebagai seorang panglima besar dan kesatria yang diandalkan oleh kaum Kurawa, Karna selalu bersepakat untuk menolong Duryodana. Duryodana yang sangat membenci Pandawa, dan penuh ambisi untuk mengalahkan Pandawa, merasa beruntung memiliki Karna yang juga sangat membenci Pandawa. Duryodana dan Karna terjebak dalam kepahitan dan dendam seumur hidup. Mereka berdua bersahabat sampai mati, mereka berdua pun mati dengan cara buruk di pertempuran yang menggagalkan niat mereka. Ini semua disebabkan oleh ketidakmampuan mereka berdua untuk mentransformasikan kepahitan masa lalu dan ambisi masa depan menjadi sebuah keikhlasan yang menghasilkan kedamaian hidup.

Karna marah karena dia mendapatkan diskriminasi sosial. Walaupun dia seorang kesatria dan petinggi penting kerajaan, dia tetaplah dianggap masyarakat sebagai anak seorang kusir. Derajatnya tidak naik, walau jabatan dan pangkat sudah tinggi. Dia dianggap bukan turunan raja, tetapi karena prestasinya hebat, diapun diberi pangkat dan kekuasaan dalam kerajaan. Realitas ini membuat Karna mengeluh di sepanjang hidupnya, dia terus-menerus memelihara kepahitan dan benci di dalam dirinya. Seharusnya Karna bangga dan bersyukur dengan prestasi yang dia capai, tetapi dia merasa malu dan tidak ikhlas menjadi anak seorang kusir.

Karna adalah contoh pribadi yang tidak mau menerima realitas dengan ikhlas dan jiwa besar. Dia seharusnya benar-benar bahagia. Apalagi sebagai seorang anak yang ditemukan mengambang di atas air oleh orang tua angkatnya, yang mampu tumbuh menjadi seorang kesatria kerajaan.

Ketika Krishna memberitahu Karna tentang orang tua kandungnya siapa, maka rasa marah Karna semakin menjadi-jadi. Semakin tinggi benci dan dendam Karna kepada Pandawa, sebab dia sekarang tahu bahwa Kunti ibunya Pandawa adalah Ibu Kandung dia. Karna pun semakin marah dengan nasibnya setelah tahu bahwa ayahnya adalah Dewa Surya. Bagaimana mungkin anak seorang Dewa menjadi anak seorang kusir rendahan? Karna sangat kecewa dan marah setelah mendengar kebenaran tentang dirinya, rasa pahitnya semakin pahit. Dia semakin memelihara kebencian terhadap lima Pandawa, meskipun lima Pandawa adalah saudara satu ibu.

Walaupun sudah mengetahui kebenaran yang dia cari selama ini, Karna tidak melepaskan marah dan benci. Dia tetap menganggap ayah dan ibunya sudah membuat kesalahan besar, sehingga mereka dipilihnya menjadi musuh dalam pertempuran antara Kurawa dengan Pandawa. Walaupun sekarang dia tahu bahwa Pandawa lima adalah adik-adiknya, dia tetap semakin setia membantu Duryodana untuk mengalahkan Pandawa.

Karna tidak bisa mengkhianati kebaikan dan cinta yang diberikan oleh Duryodana kepada dirinya. Duryodana telah mengangkat seorang anak kusir menjadi kesatria tinggi di kerajaan. Di sisi lain, rasa pahitnya terhadap perbuatan orang tuanya belum bisa dia maafkan.

Kebaikan selalu menang atas keburukan, walaupun dibutuhkan kesabaran dan keikhlasan untuk kemenangan tersebut. Pada akhirnya, Karna bertemu kematiannya dari panah Arjuna dalam perang besar antara Pandawa dan Kurawa di Kurukshetra. Semua investasi Karna dalam kepahitan dan ketidakikhlasan telah menghasilkan kekalahan. Karna adalah karakter yang kalah oleh hal-hal yang sifatnya emosional. Dia adalah pribadi cerdas dan pemenang di dalam karir profesionalnya, tetapi dia adalah pribadi yang kalah dalam cinta. Dia pribadi yang dikuasai oleh pikiran negatif dan gagal menguatkan pikiran positif. Karna adalah sosok yang perlu dipelajari oleh siapapun, agar mampu memahami bahaya dari pikiran negatif atau pun ketidakcerdasan emosional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 28102015

Jiwa selalu bertransformasi untuk tumbuh, dan pikiran yang menemukan berbagai cara untuk pertumbuhan jiwa.~Djajendra

Semua orang dapat memperoleh pengetahuan apapun yang diinginkan. Semua orang dapat mengetahui apapun yang diinginkan. Tetapi, tidak semua orang bisa mendapatkan kebijaksanaan dari pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki.~Djajendra

Kurangnya rasa syukur menyebabkan penderitaan tak berujung, penderitaan seumur hidup.~Djajendra

Jika tubuh dan pikiran mengambil instruksi dari Anda, untuk menjadi sehat, menjadi damai, untuk menjadi gembira, adalah konsekuensi alami.~SadhGuru

Keberanian untuk menerima tanggung jawab meningkatkan harga diri, kehormatan diri, dan kepercayaan orang kepada Anda.~Djajendra

Jika Anda mengambil tanggung jawab untuk diri sendiri, Anda akan mengembangkan rasa lapar untuk mencapai impian Anda.~Les Brown

Harga kebesaran adalah tanggung jawab.~Sir Winston Churchill

Kami bertanggung jawab hanya untuk diri kami sendiri atas apa yang terjadi dalam hidup kami.~Mildred Newman

Anda tidak bisa melepas tanggung jawab besok dengan menghindarinya hari ini.~Abraham Lincoln

Kebijaksanaan hanyalah gerakan dari pertempuran hidup untuk merangkulnya.~ Rasheed Ogunlaru

Pertumbuhan dimulai ketika Anda mulai menerima kelemahan diri sendiri.~Jean Vanier

Rasa syukur membuat masa lalu kita masuk akal, membawa perdamaian untuk hari ini, dan menciptakan visi untuk besok.~Melody Beattie

Saya tidak hidup di dunia ini untuk memenuhi harapan Anda dan Anda tidak hidup di dunia ini untuk bergantung pada saya.~Bruce Lee

Orang sukses hidup sejahtera, sering tertawa dan mencintai banyak hal.~Robert Louis Stevenson

Bersahabatlah dengan diri sendiri, hormati diri sendiri, dan layani diri Anda dengan sebaik-baiknya. Maka, Anda akan merasakan diri Anda berguna bagi hidup Anda.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 27102015

Segala sesuatu yang Anda pikir, semua yang Anda rasakan, adalah untuk ditanyai. Jika tidak masuk akal untuk pikiran Anda, itu dapat didefinisikan ulang. Jadi, jangan biarkan pikiran dan ketakutan membatasi Anda.~Unknown

Emosi adalah hasil dari pikiran. Amati emosi untuk memahami jenis pikiran. Pikiran positif menghasilkan sukacita, pikiran negatif menghasilkan masalah.~Djajendra  

Pikiran yang suka berasumsi berpotensi menghasilkan kesalahpahaman, sehingga emosi yang dihasilkan bukan untuk sebuah realitas.~Djajendra

Hidupkan suara batin, dan biarkan suara batin menjadi sangat kritis terhadap pikiran Anda. Suara batin yang kritis dapat menggali lebih dalam agar menemukan kebenaran.~Djajendra

Pikiran yang kreatif selalu mencari bukti untuk apa yang sudah Anda percaya dan yakini.~Djajendra

Semakin diulang-ulang, pikiran semakin cerdas untuk memahaminya, dan semakin terbiasa untuk memakainya.~Djajendra

Orang-orang yang hidupnya bersyukur pasti bahagia. Orang-orang yang tidak bersyukur pasti menderita.~Djajendra

Setiap orang yang mengabdi kepada kekurangan akan menderita, dan setiap orang yang mengabdi kepada kelebihan ataupun kekuatan akan bahagia.~Djajendra

Niat dan motif yang mendasar dari kesadaran dan keberanian Anda, menjadikan Anda sukses.~Djajendra

Pikiran yang fokus dan benar-benar mengabdi pada apa yang dipikirkan, akan menghasilkan realitas darinya.~Djajendra

Pikiran Anda tidak akan melewati batas identitas diri Anda. Bila ingin perubahan, maka berubahlah untuk menciptakan identitas diri yang baru.~Djajendra

Proses mengubah keyakinan bawah sadar membutuhkan kesadaran, ketekunan, konsistensi dan pengulangan.~Unknown

Pikiran dapat membangun diri yang hebat. Dan, dapat juga menghancurkan diri yang hebat.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERANI DAN IKHLAS MENGHADAPI KENYATAAN HIDUP

DJAJENDRA“Jaga pikiranmu, maka hidupmu damai.”~Djajendra

Asumsi, persepsi, keyakinan, dan harapan adalah hal-hal yang masih berada di wilayah pikiran. Ketika Anda hidup di wilayah pikiran dan mengabaikan wilayah nyata atau realitas, maka hidup Anda penuh dengan masalah tanpa solusi. Akibatnya, Anda tidak akan menemukan jalan nikmat kehidupan. Anda akan tersesat oleh asumsi dan keyakinan-keyakinan yang sulit diwujudkan dalam dunia nyata. Hidup itu untuk menghadapi kenyataan, jadi siapkan mental dan kualitas untuk berkompromi dengan kenyataan hidup.

Berdamailah dan bersahabatlah dengan kenyataan hidup. Benar atau salah, suka atau tidak suka, kenyataan hidup adalah kekuatan yang memaksa untuk memahami dan hidup bersamanya.

Miliki visi, kuatkan ambisi, fokuskan perhatian, terimalah kenyataan dengan sabar dan ikhlas. Hidup itu sangat dinamis dan sering tak terduga. Tidak mudah untuk memastikan sebuah perjalanan hidup. Tidak mudah untuk berhitung-hitung tentang masa depan. Apapun bisa terjadi. Sehebat dan secerdas apapun hitungan dan langkah-langkah profesional Anda, Anda tetap belum pasti masa depannya. Walaupun mungkin Anda sudah sangat berhati-hati, tetapi kenyataan bisa saja tidak sesuai dengan asumsi dan keyakinan Anda.

Miliki jalan lurus kehidupan dalam penyerahan total kepada Tuhan (Allah). Jalan lurus kehidupan berarti jalan hidup yang penuh syukur, terima kasih, cinta, kesabaran, keikhlasan, kerja keras, ulet, disiplin, menjalankan komitmen, jujur, berintegritas, mendengarkan, memahami, berjiwa besar, bertanggung jawab, meminta pertolongan dan perlindungan hanya kepada Tuhan, tidak pernah menyerah, dan selalu penuh semangat di dalam etos yang produktif.

Ketika Anda terobsesi untuk memiliki stabilitas di semua bidang kehidupan Anda, itu artinya Anda sedang menyiapkan zona nyaman untuk jiwa Anda. Saat jiwa Anda terpenjarakan dalam zona nyaman, saat itu dimulai titik mundur untuk kehidupan Anda. Zona nyaman kehidupan tidak akan membiarkan Anda untuk bertransformasi menuju ke berbagai dimensi kehidupan yang lain. Akibatnya, Anda hidup di dalam sebuah ruang sempit kehidupan yang tak akan membesarkan Anda.  

Menghadapi kenyataan hidup memerlukan penerimaan dengan ikhlas dan kreatif. Jangan biarkan perasaan-perasaan negatif hadir dan merusak suasana hati Anda. Saat menghadapi kenyataan hidup yang tidak Anda sukai, Anda butuh suasana hati positif dan pikiran positif. Jauhkan perasaan dikhianati, marah, benci, hancur, takut, dendam, dan semua perasaan tidak baik lainnya.

Siapkan mental dan kepribadian tangguh untuk menghadapi berbagai macam situasi kehidupan. Apapun realitas kehidupan yang sedang Anda hadapi, hanyalah sebuah pengalaman dan proses pembelajaran. Selama Anda belajar dan menyadarinya secara spiritual, Anda akan semakin kuat dan unggul.

Temukan diri sejati dan berhenti untuk memperhatikan yang lain. Ketika kesadaran spiritual Anda menguat, saat itu Anda akan menemukan bahwa sahabat sejati jiwa Anda adalah Tuhan (Allah). Jiwa sejati yang mampu menyatu di dalam Tuhan akan menemukan ketenangan abadi dan hidupnya berorientasi untuk melayani kenyataan hidup, bukan lagi berasumsi ataupun berpersepsi sesuai maunya pikiran Anda.

Pikiran dan ego yang menghormati kenyataan hidup akan memasuki dunia integritas, lalu hidup tenang di dalam integritas pribadi dan kejujuran yang penuh tanggung jawab. Saat Anda sudah mampu berdamai dengan realitas, saat itu Anda menjadi orang yang paling tenang dan paling menikmati kehidupan Anda.

Tuhan sudah merencanakan hidup setiap orang dengan sangat sempurna. Tidak seorang pun yang bisa lari dari rencana Tuhan. Anda berhak memiliki ambisi, visi, rencana, niat, dan upaya yang tak pernah terhenti. Tetapi, miliki kesadaran bahwa rencana Tuhanlah yang terbaik, dan bila rencana Anda tidak sama dengan rencana Tuhan, itu seharusnya tidak masalah bagi Anda. Bila Anda masalahkan, maka Anda akan menderita di sepanjang hidup Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 25102015

MOTIVATOR DJAJENDRA 2015Kepercayaan diri adalah jembatan untuk sampai ke tujuan. Jika kepercayaan diri Anda hilang, itu berarti Anda sedang meruntuhkan jembatan menuju tujuan.~Djajendra

Jangan pernah menyerahkan jiwa Anda kepada apapun dan siapapun, kecuali kepada Tuhan yang maha menyayangi Anda.~Djajendra

Orang yang bertanggung jawab kepada hidupnya tidak akan pernah kehilangan apapun.~Djajendra

Bila Anda malas dan suka mengeluh, maka semua yang mudah pun akan menjadi sulit. Bila Anda tidak jujur kepada diri sendiri, maka semua yang benar pun menjadi tidak benar.~Djajendra

Sahabat terbaik dalam hidup adalah nilai-nilai kehidupan Anda. Pilih yang terbaik agar nilai-nilai Anda bisa mengantar Anda sampai ke tujuan yang Anda impikan.~Djajendra

Kehidupan pribadi membutuhkan karakter akuntabilitas agar Anda bahagia dengan semua yang Anda hadapi.~Djajendra

Pribadi akuntabel selalu dihormati, dihargai, dibutuhkan, diandalkan, dan dicintai oleh banyak orang. Sebab,  dia selalu menepati janji dan ucapannya dengan sebaik mungkin.~Djajendra

Kebiasaan berasumsi, mengkaji, berpersepsi, dan menafsirkan hidup ada dalam wilayah kepentingan. Bila semua itu tidak sesuai dengan harapan Anda, maka Anda akan menderita. Pahami kenyataan dan bersyukurlah dengan apa yang ada.~Djajendra  

Realitas selalu terlihat dan terasa. Bila Anda tidak suka dengan realitas yang ada, Anda harus mau menjadi perubah dan bertransformasi. Bila Anda diam dan marah, Anda akan hidup dalam dunia yang lebih buruk.~Djajendra

Miliki karakter akuntabilitas dalam integritas dan kejujuran diri sejati Anda. Sebab, karakter akuntabilitas menentukan sukses, saat Anda menerima tanggung jawab untuk sebuah tugas.~Djajendra

Hidup ini proses yang belum berakhir. Selama nafas masih ada, Anda masih bisa mewujudkan impian.~Djajendra

Visi membuat Anda harus bertanggung jawab membangun jembatan dan kekuatan untuk sampai pada visi. Ikuti arah visi dan miliki solusi untuk semua teka-teki di sepanjang perjalanan menuju visi.~Djajendra

Jadilah dirimu yang hebat dan andal dalam bertanggung jawab. Bertanggung jawab untuk kebahagiaanmu, kesehatanmu, kebugaranmu, kecerdasanmu, kemakmuranmu, kesejahteraanmu, dan semua kebaikan untuk hidupmu. Bertanggung jawablah untuk dirimu sendiri sebelum untuk orang lain.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

AKUNTABILITAS MERUPAKAN PERILAKU TERPENTING DALAM KARAKTER KERJA

[wpdevart_youtube]wW5go47zKWM[/wpdevart_youtube]

“Ketika akuntabilitas tidak terdapat dalam karakter kerja karyawan, maka perusahaan berpotensi mengalami kejatuhan dan kehancuran.”~Djajendra

Hak dan kewajiban, tugas dan tanggung jawab, adalah ikatan yang menyatukan orang-orang untuk melaksanakan pekerjaan. Responsibilitas berarti tanggung jawab yang harus ditindaklanjuti secara profesional bersama kemampuan, keandalan, kompetensi, kualitas, dan kecerdasan.

Di tempat kerja, setiap karyawan menerima responsibilitas dari manajemen perusahaan. Di mana, responsibilitas atau tanggung jawab yang diberikan manajemen ini sekaligus berfungsi sebagai pembagian kekuasaan dan kewajiban. Dalam hal ini, manajemen memberikan sebagian kekuasaan dari organisasi (sesuai job diskripsi) kepada karyawan agar karyawan dapat melakukan pekerjaan dan mempertanggung jawabkannya (akuntabilitas) kembali kepada pemberi tanggung jawab/kerja. Setelah karyawan menerima kekuasaan yang diberikan oleh manajemen kepada mereka; maka, karyawan terikat dalam tanggung jawab diberbagi aspek kehidupan organisasi, seperti: tanggung jawab (responsibilitas) atas kewajiban, moral, tugas, pekerjaan, budaya, etika, etiket, prosedur, sistem, peran, fungsi, dan konsekuensi.  

Responsibilitas yang diterima karyawan harus dibayar dengan akuntabilitas yang penuh integritas kepada manajemen. Pihak manajemen perusahaan berkewajiban memberikan peran yang jelas kepada karyawan, tanggung jawab dan jalur kewenangan yang jelas. Di mana, semua ini bersifat personal, artinya, tanggung jawab didedikasikan untuk satu orang, dan harus sangat jelas garis tanggung jawab, sehingga karyawan dapat mempertanggung jawabkannya (akuntabilitas) dengan sebaik mungkin. Responsibilitas (tanggung jawab) karyawan wajib dipertanggung jawabkan kembali (akuntabilitas) melalui laporan, hasil, dan kinerja sesuai target.

Karyawan yang akuntabel tidak pernah menyalahkan siapapun atas kesalahan maupun kegagalan yang dia dapatkan. Dia fokus seratus persen untuk mencapai keberhasilan. Dia selalu bertanggung jawab penuh atas wewenang yang telah ditentukan dengan sangat jelas. Dia selalu proaktif untuk mendapatkan bimbingan dan dukungan dari manajemen. Dia selalu bahagia dan senang saat tanggung jawab dan wewenangnya dimonitor dan dinilai kinerjanya oleh manajemen. Dia memiliki etos kerja dengan perilaku positif untuk semua tindakannya. Dia selalu mengambil tanggung jawab pribadi untuk kinerjanya. Dia selalu rendah hati untuk melakukan apa yang diharapkan oleh manajemen kepadanya. Selama jam kerja, dia bekerja dengan sepenuh hati dan totalitas, dia tidak akan membuang-buang waktu untuk sesuatu yang tidak produktif. Dia selalu mampu membangun hubungan kerja yang mengarahkan semua orang untuk saling bertanggung jawab atas pekerjaan masing-masing. Karyawan yang akuntabel memiliki integritas yang teruji kejujuran dan kemampuannya.

Tanggung jawab karyawan yang utuh ada dalam wujud akuntabilitas. Akuntabilitas merupakan bagian terpenting dari karakter kerja yang andal. Akuntabilitas merupakan karakter kerja yang mampu memperlihatkan kualitas, tanggung jawab penuh, kesetiaan pada nilai-nilai dan budaya kerja, kompetensi, pengetahuan, wawasan, etos positif, dan mampu menjawab semua tantangan dengan solusi yang tepat.

Karyawan dengan akuntabilitas mampu memenuhi harapan dan kebutuhan organisasi secara profesional. Dia mampu memikul tanggung jawab seberat apapun dan kreatif dalam bertindak, serta cerdas menjelaskan tindakannya dengan penuh tanggung jawab. Akuntabilitas menjadikan karyawan mampu memberikan penjelasan tidak hanya pada apa yang terjadi, tetapi mengapa hal itu terjadi dan bagaimana proses terjadinya. Intinya, karyawan menguasai pekerjaannya dengan sempurna dan mampu mempertanggung jawabkannya dengan sempurna.

Ketika akuntabilitas tidak terdapat dalam karakter kerja karyawan, maka perusahaan berpotensi mengalami kejatuhan dan kehancuran. Banyak sekali kegagalan bisnis disebabkan oleh tidak adanya akuntabilitas dalam karakter kerja. Banyak sekali pemimpin tidak sadar-sadar bahwa akuntabilitas adalah karakter terpenting untuk mencapai kesuksesan. Bila sebuah perusahaan mengabaikan karakter akuntabilitas, maka perusahaan itu sedang menghambur-hamburkan semua uang dan aset-asetnya untuk kegagalan.

Karakter kerja yang akuntabel selalu bertanggung jawab penuh dengan integritas pribadi yang teruji jujurnya. Sukses dan kegagalan disikapi dengan penuh tanggung jawab pribadi. Tidak ada kata menyalahkan orang lain dalam kamus karakter akuntabilitas. Karakter akuntabel sangat percaya diri dan sangat rendah hati untuk mengakui hasil akhir. Apapun hasil akhirnya, mereka tetap bermental baja dan berjiwa kesatria. Mereka tidak pernah meninggalkan kejujuran, jiwa besar dan jiwa pengabdian total.

Kehidupan itu tidak pasti dan sangat dinamis, berhasil dan gagal hanyalah persepsi. Ketika Anda memiliki karakter akuntabilitas dalam integritas yang jujur, maka mental baja dan jiwa kesatria Anda akan tampil penuh semangat untuk mewujudkan semua tanggung jawab dengan sempurna. Anda akan tumbuh hebat, setiap tindakan Anda akan memperlihatkan keandalan dan kualitas luar biasa. Akuntabilitas adalah karakter yang hanya dipunyai oleh para pemenang, oleh orang-orang andal yang dapat melakukan kewajibannya dengan sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN INTERNALISASI BUDAYA PERUSAHAAN 2 HARI

PELATIHAN INTERNALISASI BUDAYA PERUSAHAAN 2 HARI

DESKRIPSI

Budaya yang kuat memainkan peran penting dalam pencapaian kinerja. Dalam perusahaan, setiap orang harus tumbuh secara individu dan kelompok. Secara individu semua orang harus menumbuhkan kompetensi dan kualitas pribadinya untuk bisa melayani organisasi dan bisnis dengan kinerja penuh. Secara kelompok semua orang harus mampu bekerja dalam budaya yang saling mengisi dan menumbuhkan.

Kinerja merupakan ukuran untuk menumbuhkan lingkungan kerja berbudaya kuat. Karyawan di dalam lingkungan budaya yang kuat mampu menghasilkan yang terbaik. Di samping itu, mereka juga mampu melayani pelanggan, pemasok, manajemen, pemegang saham dan kepemimpinan dengan kinerja penuh.

Struktur organisasi ditempati oleh beragam kepribadian dan karakter kepemimpinan. Dalam hal ini, perusahaan memiliki terlalu banyak karakter dan kepribadian, terlalu banyak sub budaya yang berbeda, terlalu banyak niat dan ambisi pribadi. Untuk mengaktifkan budaya yang kuat, perusahaan harus berfokus pada pembangunan satu visi dan satu budaya yang kuat. Model kepemimpinan yang kuat adalah yang saling berempati, bertanggung jawab, berkolaborasi, berinovasi, kreatif dengan solusi, ambisi bersama untuk mencapai kualitas dan kinerja terbaik.

Setiap fungsi kerja tidak boleh ngotot bersama ego dan kepentingan sempit, semuanya harus mau bekerja sama untuk menyederhanakan dan melincahkan gerak organisasi. Fungsi kepemimpinan dalam struktur organisasi haruslah cepat membuat pilihan dan tidak kehilangan waktu untuk hal-hal yang tidak produktif.

Budaya yang kuat adalah perekat yang mengikat berbagai karakter, kepribadian, niat, ambisi, dan ego dalam satu visi. Saat semua orang sadar dalam budaya kuat, maka mereka selalu menjadi satu dan bersama-sama untuk menciptakan keunggulan.

Nilai-nilai inti perusahaan merupakan energi yang harus dioptimalkan. Setiap individu harus mampu termotivasi dan meyakini bahwa nilai-nilai perusahaan mampu mengubah mereka menjadi produktif dengan kinerja penuh. Di samping itu, ketika semua karyawan dan pimpinan bekerja sama untuk menginternalisasikan nilai-nilai ke dalam jiwa mereka, maka saat itu nilai-nilai tersebut akan memberikan energi untuk memfokuskan semua kompetensi dan kualitas diri di dalam satu kekuatan yang andal.

Budaya yang kuat merupakan energi untuk mengoptimalkan potensi dan kinerja karyawan. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk menjadi salah satu kekuatan bisnis yang dikagumi dan menguntungkan stakeholder. Membangun budaya kuat haruslah diwujudkan dalam realitas, dan tidak sebatas ilusi di atas rencana.  Semakin berbudaya setiap insan perusahaan di dalam setiap aktivitas kerjanya, semakin mereka mampu menjadikan perusahaan sebagai yang paling berharga di persepsi stakeholder.

Budaya haruslah tumbuh dan bertransformasi. Bisnis itu dinamis, perilaku manusia juga sangat situasional dan dinamis. Oleh karena itu, budaya harus selalu dijaga dan disesuaikan dengan realitas yang ada. Bila budaya bertentangan dengan realitas yang ada, maka budaya akan mengecil sebatas normatif, dan tidak mampu lagi digunakan secara praktis. Pemimpin perusahaan harus selalu merawat budaya agar tidak terputus dari jiwa karyawan. Budaya pemenang ada di dalam jiwa yang penuh gairah, semangat, optimis, percaya diri, yakin, merasa beruntung, dan tidak pernah menyerah untuk mendapatkan yang terbaik di semua bidang kehidupan kerja.

Budaya kuat adalah budaya pemenang. Di dalam budaya kuat, setiap orang saling memperkuat di dalam soliditas dan kolaborasi kerja. Mereka menyatu dan mencair untuk dapat menerobos semua tantangan dan merubahnya menjadi peluang. Mereka menciptakan identitas unik yang kuat, sehingga kecerdasan yang mereka miliki semakin mampu memperkuat identitas korporasi. Hal ini membedakan perusahaan mereka dengan perusahaan yang lain. Di samping itu, identitas unik ini memberikan karyawan rasa bangga dan makna suci untuk melayani perusahaan dengan sepenuh hati. Mereka selalu penuh semangat untuk menjadi bagian yang membuat perusahaan selalu bergairah di setiap situasi dan keadaan yang berbeda.

Secara umum, budaya yang kuat memiliki nilai-nilai dasar yang membangkitkan sisi produktif individu. Nilai-nilai seperti: jujur, integritas, akuntabilitas, cinta, melayani, fokus, kerja sama, kolaborasi, inovasi, adaptasi, transformasi, orientasi, unggul, andal, dan nilai-nilai lain yang berorientasi menuju kemenangan adalah fondasi bagi pengembangan budaya kuat.

Program Internalisasi Budaya Perusahaan ini meningkatkan tanggung jawab dan kesadaran karyawan untuk membangun budaya kuat dan tangguh. Memiliki akuntabilitas dan kemampuan mental positif terhadap nilai-nilai perusahaan. Sikap mental yang bertanggung jawab pada kata-kata dan janji yang diucapkan perusahaan kepada nasabah. Menjadi pribadi yang bekerja dengan etos dan sikap-sikap profesional sesuai budaya perusahaan yang kuat.

Pelatihan ini mampu menjadikan peserta lebih akuntable, disiplin diri yang tinggi, berpikir positif, berkemauan kuat untuk sukses, berkepribadian yang kuat dan unggul, mampu mengatasi dan menemukan solusi dalam realitas kehidupan yang rumit, berani dan tidak gentar oleh rintangan apapun, kreatif dan memiliki banyak strategi untuk mewujudkan budaya perusahaan yang kuat.

TUJUAN PELATIHAN

  1. Membekali karyawan dengan soft skills dan hard skills dalam membangun budaya perusahaan yang kuat dan tangguh.
  2. Memberikan kesadaran tentang belenggu yang menghalangi karyawan untuk menjalankan budaya perusahaan, serta kesadaran bahwa values perusahaan bersifat universal yang dapat diterapkan di semua bidang kehidupan.
  3. Membekali karyawan tentang cara memiliki integritas, akuntabilitas, loyalitas, komitmen, dan keikhlasan untuk menjalankan budaya perusahaan dengan sepenuh hati.
  4. Memberikan kesadaran bahwa setiap orang memiliki peranan penting dalam mensukseskan internalisasi budaya perusahaan.                
  5. Membekali karyawan tentang cara membangun sikap, perilaku, kebiasaan, etos, karakter, dan kepribadian positif untuk mewujudkan budaya yang kuat.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Mampu menyatukan dan menselaraskan gaya kerjanya dengan nilai-nilai budaya perusahaan.
  2. Mampu memfokuskan perhatian pada pekerjaan dan bertanggung jawab penuh dalam mewujudkan budaya kuat.
  3. Mampu bertransformasi untuk mewujudkan budaya perusahaan yang kuat.
  4. Mampu mengelola ego, jiwa, pikiran, emosi, tubuh dan energi dirinya untuk disatukan dalam budaya perusahaan.
  5. Menunjukkan minat, energi, dan antusiasme yang tinggi terhadap proses penguatan budaya perusahaan.
  6. Mampu memiliki etos kerja yang memperkuat budaya kerja perusahaan.
  7. Kesadaran untuk mengutamakan budaya perusahaan dibanding sub budaya lainnya.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan(coaching),counseling, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI INTERNALISASI BUDAYA PERUSAHAAN PROGRAM 2 HARI

Hari Pertama

SESI 1: PENGENALAN BUDAYA PERUSAHAAN

Sub Bahasan

  1. Apakah budaya organisasi/perusahaan?
  2. Lima langkah untuk membangun budaya organisasi
  3. Tujuan budaya perusahaan
  4. Pengaruh budaya perusahaan
  5. Tingkatan dari budaya perusahaan
  6. Pengertian ritus dan upacara dalam budaya perusahaan
  7. Pengertian cerita, simbol, bahasa  dalam budaya perusahaan
  8. Penentu budaya perusahaan
  9. Sub budaya di dalam budaya perusahaan

SESI 2: KOMPONEN – KOMPONEN PENTING UNTUK MEMBANGUN FONDASI BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT

Sub Bahasan

  1. Pernyataan visi sebagai dasar budaya
  2. Nilai-nilai yang diartikulasikan dengan jelas dan sederhana
  3. Praktik dan prinsip-prinsip kehidupan sehari-hari di dalam operasional perusahaan
  4. Orang-orang  yang memperkuat budaya organisasi dan memilikinya
  5. Unsur-unsur naratif/penjelasan yang bersifat formal
  6. Ruang kerja, geografi, arsitektur, desain atau estetika yang berdampak terhadap nilai-nilai dan perilaku orang-orang di tempat kerja
  7. Membangun pemahaman bersama tentang budaya perusahaan
  8. Fokus pada beberapa perubahan yang paling penting
  9. Mengintegrasikan upaya perubahan budaya dengan inisiatif perbaikan bisnis
  10. Persahabatan dan budaya merayakan keberhasilan
  11. Budaya kerja di dalam komunitas, komunikasi, kepedulian, konsistensi, komitmen untuk belajar, saling menghubungkan, dan memiliki catatan atas rentetan kejadian

SESI 3: FAKTOR MANUSIA PEMBAWA  RISIKO KE DALAM BUDAYA ORGANISASI 

Sub Bahasan

  1. Pentingnya budaya
  2. Dua aspek penting dari budaya
  3. Budaya strata
  4. Beberapa hambatan untuk perkembangan budaya
  5. Membandingkan perspektif tentang faktor manusia
  6. Mendapatkan keseimbangan yang tepat antara sistem dan pribadi
  7. Model untuk menilai situasi berisiko
  8. Kesadaran risiko dan sistem pengawasannya
  9. Ketahanan organisasi dari risiko faktor manusia
  10. Kesalahan manusia sebagai bahaya & pelanggaran
  11. Manusia sebagai pahlawan penyesuaian, kompensasi & improvisasi

SESI 4: BUDAYA PERUSAHAAN KUAT DENGAN LINGKUNGAN KERJA YANG UNGGUL

Sub Bahasan

  1. Kepribadian dan pertumbuhan profesional
  2. Keadilan
  3. Komunikasi yang terbuka
  4. Nilai-nilai bersama
  5. Kerangka strategis yang memasukkan nilai-nilai inti dalam misi, visi, dan tujuan strategis
  6. Manfaat dari Moral karyawan
  7. Manfaat dari kesehatan karyawan
  8. Menilai budaya organisasi
  9. Kepuasan kerja
  10. Efek merugikan dari kelelahan fisik, mental, dan emosional karyawan
  11. Dampak dari perilaku Workaholism/ kerja berlebihan
  12. Personal Wellness
  13. Individual/ Nilai organisasi

Hari Kedua

SESI 5: KOMPETENSI BUDAYA UNTUK PENGUATAN PERILAKU KERJA

Sub Bahasan

  1. Pengertian kompetensi budaya
  2. Membangun kompetensi budaya
  3. Tiga bidang keahlian yang diperlukan untuk kompetensi budaya
  4. Bidang kompetensi multikultural
  5. Berbagai aspek kompetensi multikultural
  6. Egosentris, etnosentris, worldcentric
  7. Kompleksitas kompetensi budaya
  8. Globalisasi dan multikultural

SESI 6: BEKERJA DAN HIDUP SEJUJURNYA DALAM SATU BUDAYA YANG KUAT

  1. Merasa nyaman dengan budaya dan visi perusahaan
  2. Menjadi lebih proaktif untuk melayani visi dan budaya perusahaan
  3. Merasa nyaman dengan gaya kepemimpinan perusahaan
  4. Menyesuaikan pola pikir, emosi, gerak fisik sesuai budaya perusahaan
  5. Merasa terhubung dalam kolaborasi, komunikasi, dan koordinasi kerja
  6. Menyatu dalam tim kerja dan bekerja di dalam strategi perusahaan
  7. Mampu melihat wujud atau hasil akhir kerja sebelum pekerjaan dimulai
  8. Menjadikan manajemen sebagai mentor
  9. Mampu mengenali perubahan dan selalu siap untuk berubah

SESI 7: PENYATUAN BUDAYA PERUSAHAAN DENGAN JIWA DAN EGO KARYAWAN

Sub Bahasan

  1. Kesadaran, intelek, identitas, memori, dan pure intelligence dalam internalisasi budaya perusahaan
  2. Etos kerja yang berorientasi dan terorganisir
  3. Budaya merefleksikan perjalanan perusahaan
  4. Memahami kebiasaan & rutinitas
  5. Integrasi dalam ruang kerja
  6. Kesiapan mental dan fisik untuk bertransformasi dalam budaya

Untuk Pelatihan Hubungi

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 131 888 99 
Fax: (021) 5738105

PELATIHAN IMPROVING SELF CONFIDENCE AND ACCOUNTABILITY PROGRAM 1 HARI 2015

PELATIHAN IMPROVING SELF CONFIDENCE AND ACCOUNTABILITY PROGRAM 1 HARI 2015

JUDUL: MEMBANGUN MENTAL BAJA DAN KESATRIA UNTUK MENYELESAIKAN TARGET DENGAN TEPAT WAKTU

Kepercayaan diri adalah keadaan pikiran dan emosi. Akuntabilitas adalah sikap yang dihasilkan dari kejujuran, integritas, kompetensi, dan pengetahuan. Keduanya hanya dapat dihasilkan dari pikiran positif yang sangat kuat. Pikiran positif berasal dari keyakinan pada kemampuan diri sendiri yang kuat, serta dari keterampilan dan pengalaman yang andal. Kepercayaan diri turun saat Anda merasa takut, tidak siap, ragu, kurangnya pengetahuan, kurangnya informasi, kurangnya perhatian, manajemen waktu yang gagal, tidak siap menerima kritik, dan tidak siap dengan perubahan. Penurunan kepercayaan diri menurunkan kualitas akuntabilitas. Sebab, saat kepercayaan diri hilang, Anda akan kehilangan kemampuan untuk mempertanggung jawabkan pekerjaan dengan baik. Kepercayaan diri bukanlah sesuatu yang permanen, dia bisa meningkat dan juga bisa menurun sesuai realitas yang dihadapi. Bila kepercayaan diri meningkat di setiap momen kehidupan dan pekerjaan, maka semua peran dan tugas dapat diselesaikan dengan produktif dan kinerja penuh.

Orang-orang yang percaya diri selalu andal untuk belajar dari kesalahan mereka, dan tidak akan melempar kesalahan kepada siapapun. Mereka selalu mengeksplorasi konsekuensi dari setiap pilihan. Mereka mencari tahu apa konsekuensinya sebelum membuat keputusan ataupun pilihan. Mereka juga menggunakan informasi yang tepat untuk membuat pilihan, dan selalu berhitung risiko.

Kepercayaan diri dan akuntabilitas diri yang tinggi akan menyingkirkan sumber pikiran dan perasaan negatif. Akuntabilitas mendorong peningkatan harga diri dan membantu Anda mempertahankan momentum integritas. Akuntabilitas membantu Anda mengubah pemikiran negatif menjadi berpikir untuk bertanggung jawab. Dan semua ini, akan meningkatkan martabat dan rasa hormat terhadap Anda. Sikap bertanggung jawab Anda akan menjadi komponen penting untuk pengembangan karir dan kemajuan hidup Anda. Anda yang terbiasa bertanggung jawab akan menciptakan momentum menguntungkan untuk keberhasilan karir dan kehidupan di masa depan. Anda yang percaya diri dan bertanggung jawab penuh mampu membantu membangun impian dengan solusi yang tepat.

Program pelatihan Improving Self Confidence and Accountability ini akan meningkatkan kepercayaan diri; meningkatkan tanggung jawab dan akuntabilitas; meningkatkan kemampuan mental untuk tidak pernah menyerah dan senang menjadi orang yang dapat diandalkan; sikap mental yang bertanggung jawab pada kata-kata dan janji yang diucapkan; menjadi pribadi yang bekerja dengan etos dan sikap-sikap profesional, serta membangun mental baja dan kesatria untuk menyelesaikan target dengan tepat waktu.

Pelatihan ini mampu menjadikan peserta lebih akuntable, disiplin diri yang tinggi, berpikir positif, berkemauan kuat untuk sukses, berkepribadian yang kuat dan unggul, mampu mengatasi dan menemukan solusi dalam realitas kehidupan yang rumit, berani dan tidak gentar oleh rintangan apapun, kreatif dan memiliki banyak strategi untuk menuntaskan tanggung jawab.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com