PENYEBAB RUSAKNYA BUDAYA PERUSAHAAN

CORPORATE CULTURE 31012016

“Ketika semakin banyak orang lebih mengkhawatirkan dirinya daripada perusahaannya, maka budaya perusahaan semakin hari semakin tak berdaya untuk menjaga keunggulan.”~Djajendra

Sikap tidak peduli dan masa bodoh dengan keadaan tidak baik di dalam perusahaan menjadi penyebab utama rusaknya budaya perusahaan. Kebanyakan pegawai tidak ingin terlibat dalam urusan orang lain, mereka sering sekali berpura-pura tidak tahu, atau berpura-pura tidak melihat kejadian-kejadian yang merugikan perusahaan. Mereka takut dibenci ataupun dimusuhi oleh para perusak budaya perusahaan.

Mungkin saja secara normatif perusahaan sudah membangun sistem dan tata kelola yang terbaik untuk memperkuat budaya perusahaan, tetapi perilaku dan sikap negatif dapat merusak budaya perusahaan. Perilaku dan sikap negatif ini bisa datang dari para eksekutif puncak ataupun dari pegawai dilevel tengah dan bawah. Intinya, sumber kerusakan budaya perusahaan bisa muncul dari mana saja; bisa dari atas, bawah, ataupun tengah. Apalagi bila semua orang membisu dan tidak peduli dengan realitas buruk di tempat kerja, serta membiarkan hal-hal buruk sebagai sebuah kenyataan yang harus diterima, maka kerusakan budaya perusahaan tak terhentikan lagi, akan semakin rusak dan melemahkan perusahaan.

Dalam budaya organisasi yang kuat, orang-orang berani mengatakan kebenaran dan berani menunjukkan yang salah. Sebaliknya, dalam budaya organisasi yang lemah, orang-orang takut berbicara, takut berdebat, takut menyinggung perasaan orang lain, selalu merasa tidak enak untuk melaporkan orang-orang yang merusak budaya perusahaan, serta selalu ragu-ragu dan bersikap tidak mau ikut campur dalam urusan dan perilaku orang lain.

Pada umumnya, orang takut untuk berbicara tentang siapa yang merusak dan apa yang rusak di dalam perusahaan. Bila atasan menjadi sumber perusak budaya, maka pegawai akan menganggap ini hanya pekerjaan dan bukan perusahaannya, sehingga dia lebih memilih menjadi bagian dari atasannya daripada menjadi tulang punggung penguatan budaya perusahaan. Sebab, dia sadar bahwa bila memberitahu atasan tentang kekeliruan atasannya, dia pasti dipecat atau disingkirkan oleh atasannya. Jadi, karena takut dipecat dan disingkirkan, dia pun diam saja dan tidak peduli dengan rusaknya budaya perusahaan.

Diperlukan jiwa besar dari para eksekutif perusahaan, untuk membiarkan orang lain memberitahukan kepada mereka tentang sikap dan perilaku mereka, yang berpotensi merusak budaya perusahaan. Bila para eksekutif tidak memiliki jiwa besar dan tidak berniat menguatkan budaya perusahaan, maka mereka akan menjadi orang-orang yang paling menakutkan, sehingga kebenaran tidak akan pernah muncul untuk memperbaiki kerusakan budaya perusahaan.

Ketika orang-orang di tempat kerja memposisikan dirinya sebagai pekerja, dan tidak merasa memiliki perusahaan, maka tanggung jawab untuk mengambil tindakan penguatan budaya perusahaan akan hilang. Mereka menjadi pribadi yang tidak bisa mengatakan kebenaran, dan bekerja hanya untuk tujuan memenuhi kebutuhan keuangan bulanan mereka, bukan untuk pencapaian kinerja terbaik.

Dalam budaya perusahaan yang lemah semua orang merasa takut di dalam keterbatasan. Sikap proaktif hilang. Keberanian hilang. Rasa takut selalu menguat dan menghilangkan kepercayaan diri. Tidak ada orang yang berani mengambil kendali, semuanya hanya berani saling melihat, tanpa memiliki sikap yang jelas dan tegas. Semua pegawai lebih suka menjaga diam dan tenang di zona nyaman masing-masing. Mereka hanya berpikir tiap bulan dapat duit untuk memberi makan keluarga dan dirinya. Mereka tidak berpikir tentang masa depan dan keberlanjutan perusahaan. Mereka mencari jalan aman dan tidak mau terlibat dalam menyalahkan atau menghakimi siapapun, mereka takut dibenci dan dimusuhi.

Sikap jinak dan patuh terhadap proses pelemahan budaya perusahaan menjadi penyebab utama runtuhnya sebuah perusahaan. Ketika semakin banyak orang lebih mengkhawatirkan dirinya daripada perusahaannya, maka budaya perusahaan semakin hari semakin tak berdaya untuk menjaga keunggulan perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 28012016

MOTIVASI DJAJENDRA 28012016

Hidup bukanlah tujuan tetapi wisata dan perjalanan dengan rasa syukur.~Djajendra

Jaga tubuh Anda. Ini satu-satunya tempat Anda harus hidup. ~ Jim Rohn

Keluar dari kerentanan Anda akan datang kekuatan Anda. ~ Sigmund Freud

Keluar dari kesulitan tumbuh mukjizat. ~ Jean dela Bruyere

Kamu sangat kuat, asalkan kamu tahu bagaimana cara menguatkan dirimu. ~ Yogi Bhajan

Bila Anda tidak memberikan perhatian penuh, Anda akan kehilangan mereka selamanya.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

IMPLEMENTASI GOOD CORPORATE GOVERNANCE MEMBUTUHKAN KEPEMIMPINAN YANG KUAT, TEGAS, DAN DIAKUI

GOOD CORPORATE GOVERNANCE 2016“Hubungan kerja antara para direksi dengan tim manajemen tidak hanya di sekitar meja rapat, tetapi harus dari hati ke hati dan saling melengkapi.”~Djajendra

Praktik good corporate governance akan berjalan sempurna bila kepemimpinannya fokus dan peduli untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang terbaik. Tata kelola perusahaan yang terbaik secara formal mudah diwujudkan. Tetapi, di dalam praktik dibutuhkan kepemimpinan yang kuat, tegas, dan diakui. Bila kepemimpinan perusahaan lemah, maka sangat sulit untuk mencegah pelanggaran atas tata kelola. Pemimpin yang kuat dan produktif mampu membangun hubungan kerja yang sehat dan produktif dengan tim manajemennya ataupun dengan CEO nya. Pemimpin yang kuat memiliki keberanian dan pengetahuan untuk mengkoordinasikan tim manajemen secara efektif dan produktif, lalu memiliki intuisi dan keberanian untuk proses pengambilan keputusan yang cepat dan tepat.

Good corporate governance tidak hanya tentang kepatuhan dan kesesuaian perilaku dengan tata kelola yang terbaik, tetapi juga tentang hubungan dan komunikasi yang baik antara para direksi dengan tim manajemennya. Dewan direksi perusahaan harus memiliki kekuasaan dan kewenangan penuh untuk menciptakan arah pencapaian. Para direktur harus mampu memberdayakan tim manajemen untuk menjalankan kekuasaan, membuat keputusan, mengawasi perusahaan, dan bertanggung jawab penuh atas setiap peristiwa. Garis tanggung jawab antara para direktur dengan tim manajemen perusahaan harus jelas dan profesional. Tidak boleh ada benturan kepentingan. Setiap pihak harus memperkuat kompetensi perilaku untuk mendorong terciptanya hubungan kerja yang produktif dan kreatif.

Tata kelola yang terbaik dimulai dari kepercayaan Rapat Umum Pemegang Saham untuk memberikan tanggung jawab kepada dewan direksi. Setelah menerima tanggung jawab dari RUPS, para direktur harus menentukan tim manajemen yang tangguh, untuk menjalankan arah strategis perusahaan dan mencapai tujuan. Selain kemampuan teknis, hubungan direksi dengan tim manajemen sangatlah penting agar tata kelola yang terbaik dapat berfungsi dengan optimal.

Kesesuaian perilaku dengan undang-undang, peraturan, kode etik, dan praktik bisnis yang terbaik menjadi fondasi dalam menciptakan tata kelola yang terbaik. Perilaku kerja yang baik selalu beradaptasi dengan proses kerja yang nyata. Apapun realitas di lapangan, perilaku baik mampu berfungsi untuk menjalankan tata kelola yang terbaik. Setiap orang mengetahui siapa dirinya, apa tugasnya, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh, bagaimana menjaga hubungan kerja yang produktif, dan bagaimana menjadi energi positif di dalam proses manajemen.

Tujuan implementasi good corporate governance adalah untuk memaksimalkan kinerja perusahaan dengan cara-cara etis. Karena yang berproses dalam tata kelola adalah fungsi-fungsi manajemen dan peran yang diberikan perusahaan kepada setiap individu karyawan, maka para direksi harus memiliki kepemimpinan yang kuat, untuk memastikan bahwa bisnis dan operasional perusahaan dijalankan dengan mematuhi aturan dan hukum yang berlaku. Peran monitoring para direksi harus dijalankan dengan konsisten agar tata kelola yang terbaik dapat diimplementasikan sesuai harapan. Para direksi harus terus-menerus memantau melalui laporan dan juga fakta di lapangan untuk memastikan bahwa semua prinsip-prinsip good corporate governance dijalankan dengan baik.

Karena RUPS memberikan tanggung jawab perusahaan kepada para direksi, maka seluruh risiko menjadi tanggung jawab penuh dewan direksi. Agar risiko dapat dikelola secara baik, maka fungsi pengawasan internal harus diperkuat dan menjadi lebih mandiri. Pengawasan internal harus mampu memberikan laporan dan informasi yang tepat kepada para direksi, agar para direksi secepatnya dapat mengambil keputusan yang benar dan tepat.

Dalam tata kelola yang baik, informasi haruslah yang benar sesuai fakta, tidak boleh sebuah informasi menciptakan asumsi. Sebab, asumsi tidak bersumber dari fakta, dia hanya bersumber dari persepsi dan keyakinan. Sedangkan tata kelola yang baik menganut prinsip kepatuhan, ketaatan, dan kesesuaian. Jadi, sebuah informasi yang bersifat asumsi berpotensi merusak tata kelola yang baik.

Kepemimpinan yang kuat dan berani adalah kunci sukses implementasi good corporate governance. Para direksi bertanggung jawab untuk semua tindakan dan keputusan perusahaan. Para direksi tidak boleh melempar kesalahan kepada pihak manapun. Sebab, mereka secara sah telah menerima tanggung jawab untuk menjalankan perusahaan dari para pemegang saham. Oleh karena itu, dewan direksi harus mengembangkan budaya perusahaan yang kuat untuk memandu perilaku organisasi yang sehat dan andal. Proses organisasi yang baik tumbuh dan berkembang melalui sistem dan prosedur yang tepat. Bila sistem dan prosedur tidak berkualitas, maka proses organisasi juga menjadi tidak berkualitas. Hal ini akan menghasilkan tata kelola yang buruk.

Kepemimpinan dewan direksi yang kuat dihasilkan dari perilaku dan sikap yang tepat. Para direksi harus mampu menjadi bijak dan mewakili keseimbangan yang tepat dengan tim manajemen. Pengalaman dan pengetahuan para direksi harus bisa mempengaruhi peningkatan kinerja tim manajemen. Hubungan kerja antara para direksi dengan tim manajemen tidak hanya di sekitar meja rapat, tetapi harus dari hati ke hati dan saling melengkapi.

Kepemimpinan yang kuat selalu memahami kelemahan yang ada di dalam diri mereka ataupun yang ada di sekitar mereka. Oleh karena itu, mereka selalu sadar dan memiliki persepsi positif untuk pengembangan diri sendiri. Mereka selalu rendah hati untuk belajar dan memperbaiki yang kurang.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 26012016

MOTIVASI & INSPIRASI 26012016

Bangsa yang besar mencintai dan membanggakan negaranya, tidak pernah mengecilkan negaranya, dan menjadi pejuang melalui pekerjaannya.~Djajendra

Keyakinan adalah hasil kerja pikiran bawah sadar.~Djajendra

Hidup ini hadiah dari Tuhan, bersyukurlah.  Bila Anda tidak bersyukur, hidup Anda akan membosankan dan banyak penderitaan. Bila Anda bersyukur dan melayani hidup dengan kreatif, maka Anda akan menikmati petualangan hidup yang dinamis dan kaya pengalaman.~Djajendra

Bila Anda melatih kesadaran untuk mengeksekusi bagian terpenting dari perjalanan hidup Anda, maka Anda akan menciptakan kehidupan yang sempurna sesuai harapan Anda.~Djajendra

Keyakinan mengatur hidup, atasi keyakinan buruk dengan kesadaran dan cinta.~Djajendra

Semua pengalaman memiliki tujuan melayani jiwa.~ Andrew Schneider

Keluarkan kebaikan dari dalam diri Anda, maka dunia akan menyelamatkan hidup Anda.~Djajendra

Jangan menghakimi atau menyalahkan pengalaman yang buruk, jadikan sebagai guru dan belajarlah untuk menguatkan hidup Anda.~Djajendra

Kejujuran dan kemurahan hati memperkaya kehidupan, keserakahan merusak kehidupan.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PELATIHAN MENINGKATKAN MOTIVASI KARYAWAN

DESKRIPSI

Karyawan adalah aset yang harus dirawat dan diperhatikan dengan baik. Memiliki karyawan yang termotivasi untuk bekerja dengan nilai-nilai positif dan produktif adalah penting untuk kesuksesan bisnis Anda. Bila karyawan kehilangan motivasi kerja, kinerja pekerjaan mereka akan turun dan menjadi kurang produktif. Hal ini berdampak buruk pada pelayanan dan pencapaian kinerja. Perusahaan yang mengabaikan persoalan motivasi karyawan pasti akan membayar harga yang mahal dalam semua aspek organisasi dan bisnis.

Sangat penting untuk membangun landasan yang kokoh bagi peningkatan motivasi karyawan. Motivasi kerja yang tinggi meningkatkan tata kelola perusahaan yang baik, dan juga menciptakan rutinitas yang terfokus pada pencapaian prestasi dan kinerja. Disamping itu, karyawan yang termotivasi selalu memiliki gairah dan semangat yang tinggi untuk mempengaruhi suasana kantor menjadi lebih proaktif dalam menuntaskan tanggung jawab, dan menemukan solusi untuk setiap masalah yang muncul.

Program Peningkatan Motivasi Karyawan ini bertujuan untuk membangkitkan semangat, gairah, dan daya tahan karyawan dalam mencapai tujuan dan target perusahaan, tanpa pernah menyerah. Dalam pelatihan ini karyawan dimotivasi untuk menjadi pribadi tangguh, bermental pemenang, menang selalu, berkinerja tinggi, kuat, unggul, bergerak solid, fokus seratus persen, bertindak, mengeksekusi dengan cerdas, berani, bangkit dengan cepat ketika jatuh, tidak pernah menyerah, gembira, bugar, sehat, senang dengan yang dikerjakan, mencintai pekerjaan dan kehidupan yang dijalani, bersyukur, berterima kasih, tidak takut gagal, tidak takut mati, dan selalu tampil untuk menang.

Pelatihan selama 1 hari ini difokuskan untuk meningkatkan motivasi dari kesadaran dan persepsi karyawan. Karyawan dimotivasi untuk memiliki kemauan dan kesadaran dalam menumbuhkan jiwa profesionalisme di tempat kerja. Meningkatkan kualitas tanggung jawab, serta kemampuan untuk mengikuti kedinamisan hubungan kerja. Menumbuhkan jiwa yang penuh semangat; mengoptimalkan kualitas kreativitas agar mudah menemukan solusi dan membuat keputusan yang cerdas; mengoptimalkan energi optimis diri, untuk menghadapi kesulitan atau tantangan; serta keterampilan sosial yang dibutuhkan untuk membangun tim kerja yang solid dan hebat. 

TUJUAN PELATIHAN

  1. Meningkatkan motivasi karyawan untuk bisa lebih produktif dan berkinerja tinggi.
  2. Membangun kesadaran dan persepsi positif atas pekerjaan.
  3. Menguatkan tingkat energi, komitmen, dan kreativitas karyawan.
  4. Menciptakan perasaan bangga dan bahagia bersama perusahaan.

MANFAAT PELATIHAN

  1. Menjadi pribadi yang produktif dan diandalkan di tempat kerja.
  2. Menjadi pribadi yang selalu meningkatkan kualitas diri.
  3. Menjadi pribadi yang selalu mencapai target yang diberikan manajemen perusahaan.
  4. Menjadi pribadi yang semakin bersemangat untuk menang saat kegagalan merusak semua mimpi dan rencana.
  5. Bermental ulet, tekun, rajin, disiplin, beriman, berani, dan tidak pernah berhenti untuk kesuksesan yang lebih besar.
  6. Menjadi lebih profesional dalam merespon tuntutan dan permintaan manajemen.
  7. Mampu bekerja sama dalam tim kerja yang solid.
  8. Mampu mengelola waktu, target, dan tujuan.

METODOLOGI PELATIHAN

Fokus pada pelatihan aktif, presentasi, interaktif, diskusi kelompok, brainstorming, bermain peran, berpikir kreatif, simulasi, belajar dalam kompetisi permainan, studi kasus, latihan, bimbingan, diskusi, perenungan, experiential learning, icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PELATIHAN MENINGKATKAN MOTIVASI KERJA KARYAWAN 1 HARI 8 JAM

  1. Bekerja dengan komitmen yang tinggi.
  2. Perilaku dan mental kerja berdasarkan core values perusahaan.
  3. Termotivasi menyelesaikan setiap pekerjaan untuk mencapai prestasi dan kinerja.
  4. Memberikan hasil terbaik bagi perusahaan.
  5. Tepat waktu, tepat janji, taat aturan, berorientasi pada hasil optimal, upaya maksimal, dan mengutamakan kualitas terbaik.
  6. Tumbuh dan kembangkan kualitas diri Anda.
  7. Kembangkan rencana, nilai-nilai, visi, dan misi untuk kehidupan.
  8. Kembangkan rencana untuk menjaga diri Anda sehat, bugar, dan berat badan yang seimbang.
  9. Menjalani kehidupan sehari-hari dengan gairah, antusias, penuh energi positif, dan emosi yang lebih cerdas.
  10. Mengawasi dan memonitor suara hati, percakapan diri sendiri, gerak pikiran, dan maunya tubuh.
  11. Pahami apa yang Anda inginkan dalam hidup Anda.
  12. Gunakan kekuatan imajinasi dan visualisasikan keinginan Anda.
  13. Pahami tujuan hidup Anda.
  14. Meningkatan kompetensi hidup secara terus-menerus.
  15. Menjadi tanpa henti untuk melewati proses pencapaian terbaik.
  16. Berani mengambil keputusan dan bertindak dengan percaya diri.
  17. Memahami bahwa kegagalan adalah batu loncatan untuk sukses.
  18. Mendisiplinkan emosi dan pikiran.
  19. Mengelola waktu untuk fokus pada tujuan hidup.
  20. Menguatkan kekuatan dan membangun mental sukses.
  21. Fokus pada sebuah misi hidup yang lebih besar dari diri Anda.
PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 8777 083
Fax: (021) 5738105

VALUE CREATION DALAM PELAYANAN PELANGGAN

VALUE CREATION 24012016

“Penciptaan nilai tidak hanya bersumber dari inovasi dan kreativitas, tetapi juga dari kesadaran dan persepsi yang tepat.”~Djajendra

Pelayanan pelanggan yang baik berasal dari lingkungan kerja yang menciptakan nilai lebih. Bila pelayanan sudah menjadi orientasi dalam wujud sifat, sikap, kebiasaan, dan perilaku; maka, ini dapat menciptakan nilai lebih bagi perusahaan. Nilai lebih ini tercipta dari kesadaran dan persepsi positif insan perusahaan.

Menguatkan budaya kolaborasi untuk memberikan pelayanan pelanggan terbaik akan menciptakan nilai lebih dari kolaborasi tersebut. Kondisi ini memudahkan front liner untuk melakukan pelayanan yang meningkatkan rasa puas pelanggan. Intinya, kolaborasi di internal perusahaan benar-benar dimulai untuk mendorong pelayanan terbaik. Setiap orang saling mempengaruhi  dengan ide-ide yang menguatkan struktur, proses, dan budaya pelayanan. Interaksi antar insan perusahaan harus terfokus untuk penciptaan nilai lebih bagi pelanggan.

Front liner dengan sikap dan perilaku pelayanan yang mampu menciptakan nilai lebih, menjadikan dirinya unggul. Nilai lebih meningkatkan kinerja. Dalam tata kelola pelayanan yang baik, penciptaan nilai tambah merupakan bagian yang menguatkan bisnis. Apalagi, kesadaran front liner yang terkomunikasi dengan kebutuhan pelanggan, akan menjadi nilai lebih untuk memberikan layanan sesuai harapan pelanggan. Kemampuan menciptakan nilai dengan empati membuat pelayanan semakin meningkatkan bisnis.

Penciptaan nilai adalah strategi yang tepat untuk meningkatkan bisnis. Apapun produk dan pelayanan yang sudah Anda miliki dapat ditingkatkan dan diperbaruhi dengan cara penciptaan nilai lebih. Berikan yang lebih baik secara berkelanjutan kepada pelanggan Anda, maka pelanggan Anda akan semakin setia berbisnis dengan Anda.

Value creation atau penciptaan nilai merupakan dasar bagi kemajuan. Nilai lebih dapat diciptakan atas produk dan jasa melalui inovasi, sehingga kualitas dan penampilan produk atau jasa tersebut lebih diminati oleh pelanggan. Nilai lebih dapat diciptakan dari sikap dan perilaku positif, sehingga pelanggan mendapatkan pengalaman yang menyenangkan.

Produk yang baik dengan perasaan dan emosi pelayanan yang tepat akan menciptakan nilai lebih. Komponen emosi baik, sikap baik, perilaku baik, kesadaran untuk memberikan yang terbaik, dan persepsi yang menghormati pelanggan dapat menciptakan nilai tambah bagi bisnis dan pelayanan perusahaan.

Pelayanan pelanggan yang baik harus menjadi prioritas. Semua orang di internal perusahaan diarahkan untuk berkolaborasi mempercepat dan membantu pelayanan terbaik. Ide-ide pelayanan terbaik dibiasakan mengalir, berkembang, dan berevolusi untuk menciptakan nilai lebih. Aktivitas dan konsep bisnis yang berorientasi pelayanan dijadikan sebagai budaya kerja.

Memahami nilai pelanggan dapat mendorong perusahaan untuk berinovasi menciptakan pelayanan dan produk yang bernilai lebih. Yakinlah bahwa nilai lebih yang Anda punya adalah penyebab pelanggan ingin belanja dari Anda. Nilai lebih Anda merupakan motivasi atau membuat seseorang memutuskan untuk membeli dari Anda. Jadi, kenapa tidak menciptakan nilai lebih secara berkelanjutan, ataupun menjadikan tradisi bisnis Anda dengan menemukan nilai lebih yang selalu menarik bagi pelanggan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com