MENGKOORDINASI DAN TERKONEKSI SECARA SOLID UNTUK BISA MENGEKSEKUSI RENCANA MENJADI TINDAKAN YANG TEPAT

VISI 29022016

“Visi adalah harapan. Visi adalah masa depan. Tanpa visi yang jelas sulit melangkah menuju masa depan.”~Djajendra

Dengan mengkomunikasikan visi, pemimpin menempatkan dirinya untuk bekerja sesuai arah, serta mampu menghubungkan karyawan dengan tujuan perusahaan yang lebih besar. Pemimpin menyediakan nilai-nilai yang tepat bagi karyawan untuk menjadi perilaku kerja yang menguatkan budaya kerja. Pemimpin menyediakan misi yang jelas agar setiap karyawan mampu bertindak dan membantu rutinitas yang ditargetkan. Nilai-nilai budaya kerja yang tepat mampu menciptakan perilaku kerja yang menggeser fokus dari ketakutan akan kegagalan menjadi fokus pada keyakinan untuk mencapai kemenangan. Pada saat nilai-nilai budaya kerja menyatu dengan suara hati, maka setiap karyawan mampu saling bekerja bersama dalam misi mereka. Mereka dengan mudah saling terkoneksi, dan pemimpin dapat melakukan koordinasi secara tepat.

Cara menggunakan visi, nilai-nilai, dan misi hanya efektif pada saat koordinasi dan koneksi dijalankan secara tepat dan produktif. Hal inilah yang bisa menciptakan budaya eksekusi yang kuat dan produktif. Hubungan antar manusia dalam ikatan nilai-nilai budaya kerja menciptakan keunggulan kompetitif dalam proses. Proses kerja yang berkualitas dihasilkan dari budaya koneksi yang meningkatkan kolaborasi bersama, serta semua bagian kerja harus mampu memperlihatkan keunggulan melalui fungsi dan perannya masing-masing.

Pemimpin bekerja dengan menciptakan budaya yang menghubungkan satu sama lain di dalam visi bersama. Visi bersama dikomunikasikan, serta dimotivasi kepada semua karyawan agar mereka terinspirasi untuk bekerja sepenuh hati dalam mencapai tujuan. Setiap karyawan dalam budaya koneksi dan koordinasi mampu bekerja dengan lebih produktif karena mereka bisa terhubung satu sama lain dengan mudah. Tidak ada penghalang. Tidak ada penghambat. Dalam hal ini, seluruh kepemimpinan di dalam perusahaan, di semua level kepemimpinan, harus tegas dan peduli untuk berkoordinasi dan terkoneksi dari hati ke hati agar tindakan yang tepat dapat segera dilakukan, untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

Koordinasi dan koneksi dari hati ke hati mempererat hubungan kerja, yang pada akhirnya meningkatkan kinerja masing-masing individu. Hubungan kerja antar pribadi yang positif meningkatkan kualitas empati dan toleransi. Semua orang dalam hubungan kerja yang sehat merasakan bahagia, tenang, sehat, dan bisa fokus pada pencapaian prestasi terbaik. Persatuan dan koordinasi yang tepat adalah kunci untuk mencapai kesuksesan di dalam organisasi.

Visi membutuhkan persatuan dan koordinasi yang solid dan tepat, hanya dengan persahabatan kerja yang solid dapat mencapai kinerja terbaik. Oleh karena itu, seseorang sebelum bergabung dengan perusahaan, dia harus bisa meyakinkan dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang tunduk dan bekerja sesuai dengan nilai-nilai budaya kerja. Hubungan antar pribadi yang positif adalah salah satu bagian terpenting dalam membangun budaya organisasi yang kuat. Hubungan yang terkoneksi dengan sempurna dapat meningkatkan keterlibatan karyawan, meningkatkan suasana kerja yang harmonis dan penuh semangat, meningkatkan kinerja, meningkatkan produktivitas, meningkatkan inovasi, serta meningkatkan kesehatan dan kebahagiaan setiap individu.

Koordinasi kepemimpinan tidak hanya menyatukan orang secara fisik, tetapi juga mampu mengartikulasikan visi yang jelas berdasarkan fondasi nilai-nilai inti organisasi, sehingga karyawan dapat menggunakan nilai-nilai inti perusahaan sebagai fondasi perilaku dan karakter kerja sehari-hari. Di samping itu, pernyataan misi juga harus sederhana dan jelas sehingga mudah dipahami dan dapat ditindaklanjutkan dengan aksi yang tepat.

Visi adalah harapan. Visi adalah masa depan. Tanpa visi yang jelas sulit melangkah menuju masa depan. Tugas pemimpin adalah menjelaskan visi dan memotivasi karyawan agar tidak mengabaikan misi, serta mengajari karyawan untuk menjadikan nilai-nilai budaya kerja sebagai perilaku sejati di tempat kerja. Dan, untuk semua ini, membutuhkan koordinasi dan koneksi yang solid dan utuh dari hati ke hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN SPIRITUAL MENYEHATKAN HIDUP ANDA

Spiritual-Intelligence

“Batin Anda yang ikhlas dan penuh rasa syukur adalah obat untuk kesehatan hidup Anda.”~Djajendra

Kecerdasan spiritual adalah alat terpenting untuk membangun kesadaran, keikhlasan, rasa syukur, dan pengabdian kepada Tuhan. Kelahiran dan kematian bukan ditangan manusia, ada kekuatan Tuhan yang mengatur semua itu. Kemampuan manusia sangatlah terbatas, tidak semua yang diinginkan bisa terwujud, tidak semua yang diperjuangkan bisa berhasil, ada tangan Tuhan yang mengatur semua gerak kehidupan manusia. Yang terjadi sesuai kehendak Tuhan ya terjadilah. Tidak ada seorang pun yang bisa melawan kehendak Tuhan. Manusia dibawah kekuasaan Tuhan, dan semua manusia sejatinya tunduk pada Tuhan. Apapun pola pikir dan keyakinan seseorang, dia tunduk pada Tuhan melalui hukum alam, yaitu hukum Tuhan.

Manusia dikaruniai akal, pikiran positif, kecerdasan, emosi cerdas, dan spiritual cerdas. Semua karunia itu dapat digunakan untuk memecahkan masalah nyata kehidupan. Semua itu merupakan alat untuk membantu Anda memahami hidup dengan kesadaran penuh. Dengan memahami itu semua secara baik, Anda menjadi mengenal diri sendiri, memahami kenapa bahagia dan menderita, memahami kenapa sakit, menjadi tua, mati, lahir, dan mengenal arti hidup.

Jiwa menumpang di dalam tubuh, digerakkan kecerdasan yang menumpang di dalam otak, pikiran yang setiap saat bisa mengutak-atik  kumpulan data di alam bawah sadar, indera setiap saat mampu menangkap apa maunya di luar diri, dan intuisi yang setiap saat bisa menciptakan prediksi untuk sebuah keputusan yang sangat cepat dan penting. Tuhan maha besar, sudah sangat lengkap menciptakan manusia, sudah sangat sempurna menciptakan manusia. Manusia diberikan semua kecerdasan untuk dapat menikmati indahnya kehidupan dengan sukacita. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bahagia dan damai dengan hidup yang indah ini.

Dengan kecerdasan spiritual, Anda bisa mencari posisi jiwa sejati; Anda bisa mengendalikan pikiran dan membawa kembali pikiran yang berkeliaran tanpa rimba untuk tunduk pada kebesaran Tuhan; Anda bisa memperkuat pikiran positif dengan menggunakan kecerdasan emosional dan kecerdasan akal sehat; Anda bisa mengarahkan pikiran untuk tunduk dalam kesadaran pada Tuhan; Anda bisa menanam data-data baru ke dalam pikiran bawah sadar dari pengetahuan tentang kebesaran Tuhan.  

Kecerdasan spiritual merupakan kesadaran manusia untuk menemukan makna hidup dan hubungan dengan yang lebih tinggi dari dirinya. Tuhan tak terbatas, maha tinggi, maha kaya, maha baik, maha suci, maha adil, maha besar, dan inti dari kebahagiaan hidup. Tuhan adalah pusat kesadaran manusia dan sumber pedoman kehidupan. Fisik, mental, emosional, kecerdasan, dan batin yang seimbang dihasilkan dari kecerdasan spiritual. Intinya, kecerdasan spiritual adalah kecerdasan yang dapat Anda gunakan untuk mengakses makna kehidupan Anda yang terdalam. Anda dapat merasakan nilai-nilai kehidupan dari empati Anda, tujuan hidup dari kesadaran dan sikap rendah hati, serta memiliki motivasi yang lebih tinggi untuk menjadi berharga dan bermanfaat bagi kehidupan.

Kecerdasan spiritual membuat Anda tetap sehat dan hidup dalam arah yang tepat. Semua kebiasaan buruk lenyap dan semua kebiasaan baik tumbuh mendampingi hidup Anda. Semangat hidup Anda tinggi dan terus-menerus berkarya tanpa pamrih. Anda menjadi sangat produktif, tidak berhitung untung-rugi terhadap tindakan Anda, hanya ikhlas yang mendasari semua tindakan Anda. Semua tindakan Anda bergerak dalam wilayah ikhlas untuk berkontribusi bagi kehidupan yang lebih baik.

Spiritualitas adalah di mana Anda menemukan makna dalam hidup Anda. Anda berbuat dan melakukan sesuatu yang lebih tinggi dari diri Anda sendiri. Spiritualitas menjadikan Anda percaya bahwa Tuhan sudah menciptakan Anda dengan sangat sempurna, tugas Anda adalah bersyukur dan melayani kehidupan dengan ikhlas. Inilah inti kehidupan yang bisa membawa ketenangan, keamanan, kedamaian, kesehatan, kebahagiaan, dan keberlimpahan dalam hidup.

Lihatlah alam semesta dan bumi yang indah ini, rasakan kebesaran dan kebaikan Tuhan. Bila Anda mampu melihat kehidupan dari hati yang indah, ikhlas, dan baik. Maka, perasaan Anda akan terhubung dengan sesuatu yang lebih besar dari apapun, sesuatu yang baik dan penuh cinta untuk kedamaian dan kebahagiaan di bumi yang indah ini.

Spiritualitas yang kuat dapat meningkatkan kualitas hidup, dan juga meningkatkan kekuatan mental dalam menghadapi berbagai kondisi yang kurang menguntungkan. Daya tahan diri semakin kuat, proses penyembuhan semakin cepat, kesabaran semakin berkualitas, ketenangan semakin hebat, pemulihan semakin tepat sasaran, dan respon terhadap stres semakin andal.

Energi ikhlas menciptakan respon kehidupan yang lebih santai, denyut jantung lebih normal, tekanan darah lebih normal, pernapasan yang lebih teratur, dan sistem kekebalan tubuh yang lebih berkualitas. Energi ikhlas dihasilkan dari kecerdasan spiritual yang sangat tinggi. Pandangan positif dan emosi positif selalu menjadi inti dari pertumbuhan kecerdasan spiritual Anda.

Ketika Anda bersandar pada Tuhan dengan kekuatan spiritualitas Anda, maka rasa aman dan nyaman menjadi kebiasaan hidup. Hal ini akan membantu Anda untuk menjalani rutinitas hidup dengan lebih produktif dan penuh percaya diri. Anda akan lebih fokus untuk bekerja dengan sepenuh hati, tanpa pamrih, dan menganggap pekerjaan sebagai cara Anda melayani Tuhan.

Batin Anda yang ikhlas dan penuh rasa syukur adalah obat untuk kesehatan hidup Anda. Mulailah meningkatkan kesadaran spiritualitas dengan cara-cara yang menurut Anda membawa kebaikan bagi hidup Anda. Anda bisa merenung dari kesadaran murni Anda, mengamati alam dan kehidupan, menghadiri layanan keagamaan yang Anda yakini, berjalan di alam, dan sangat banyak cara untuk meningkatkan kualitas spiritualitas kehidupan Anda. Yang penting, jangan sampai menunggu jatuh di dasar kegagalan hidup, baru Anda sadar untuk menemukan makna hidup, serta mencari Tuhan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 26022016

MOTIVASI 26 februari 2016

Takut menjadi diri sendiri berarti sedang mengkhianati diri sendiri.~Djajendra

Tetaplah optimis, penuh semangat, berdiri kokoh, bergerak terus menuju kemajuan, semakin hari semakin kuat dan tangguh. Itulah makna hidup.~Djajendra

Jika Anda ingin eksis; Anda harus bersedia bekerja keras, bersedia mengambil resiko, bersedia hidup di luar zona nyaman, bersedia menyederhanakan semua yang rumit, dan bersedia termotivasi menuju tujuan.~Djajendra

Semua data yang telah dikumpulkan dalam pikiran bawah sadar dikelola dan digunakan oleh emosi untuk melayani kepentingan, keinginan, kebutuhan, dan harapan. Jadilah cerdas emosi agar semua proses berpikir menguntungkan hidup Anda.~Djajendra

Jika Anda rendah hati dan ikhlas, tidak ada hambatan dan kesalahan yang tidak terselesaikan. Anda tetap mampu bergerak di jalur visi kehidupan Anda.~Djajendra

Jika Anda menyadari hidup Anda adalah 100% tanggung jawab Anda, tidak ada ruang untuk menjadi benci terhadap siapa pun.~Sadh Guru

Untuk menjadi diri sendiri dalam dunia yang terus-menerus mencoba untuk membuat sesuatu yang lain adalah prestasi terbesar.~ Ralph Waldo Emerson

Jadilah siapa Anda dan mengatakan apa yang Anda rasakan, karena mereka yang keberatan tidak penting dan mereka yang peduli tidak keberatan.~ Dr Seuss (via Elena)

Stabilitas keuangan tidak pernah tercapai bila pengeluaran lebih besar dari penghasilan.~Djajendra

Evolusi Sadar dimulai karena kami mengambil tanggung jawab untuk membersihkan penghalang diri sendiri.~ Dan Millman

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERUBAHAN ADALAH PERISTIWA BERKELANJUTAN DAN DIRAWAT SEPANJANG WAKTU

MOTIVASI PERUBAHAN 24 FEB 2016“Perubahan berarti tidak boleh kembali pada kebiasaan dan perilaku yang lama.”~Djajendra

Apabila perubahan tidak berkelanjutan, perubahan berpotensi gagal. Kebutuhan untuk perubahan harus jelas dan menarik minat setiap orang. Perubahan membutuhkan rasa urgensi dan keterlibatan aktif. Setiap orang wajib terlibat dan berproses dalam perubahan, serta mampu menyatukan perubahan ke dalam pekerjaan sehari-hari. Intinya, perubahan harus terlihat dan terjadi dalam pekerjaan sehari-hari.

Mengubah perilaku dan kebiasaan itu tidak mudah dan sederhana. Bisa saja dalam satu waktu yang intensif, perubahan dipimpin dengan tegas dan keras, serta memaksa setiap orang untuk berubah. Dan mungkin saja dalam waktu yang intensif tersebut perubahan terjadi. Tetapi, bila setelahnya perubahan tidak dirawat secara intensif, maka perubahan akan gagal. Karena, perubahan yang tidak dirawat membuat kembalinya kebiasaan dan perilaku yang lama. Jadi, perubahan bukanlah persoalan menuju tujuan akhir, perubahan merupakan kemampuan untuk tidak kembali pada kebiasaan dan perilaku lama.

Dalam banyak peristiwa perubahan yang penulis amati. Pada awalnya, penuh semangat menerapkan, mengimplementasikan, dan menginternalisasikan perubahan. Setelah perubahan terlihat, mulailah muncul perilaku yang membanggakan perubahan tersebut, dan lupa untuk merawatnya. Banyak orang berpikir perubahan itu sekali terjadi, mereka gagal mengantisipasi kemunduran atas perubahan, mereka gagal merencanakan kemunduran perubahan. Dan, disinilah kegagalan terbesar dalam perubahan terjadi. Perubahan harus dirawat, ditingkatkan, dimotivasi, dan dijaga secara terus-menerus. Tidak ada kata selesai dalam perubahan. Kalau kembali ke sejarah, kita bisa melihat bagaimana Presiden pertama dan proklamator Republik Indonesia selalu berkata bahwa revolusi belum selesai. Revolusi itu sendiri artinya perubahan. Dan oleh Bung Karno selalu ditegaskan bahwa revolusi belum selesai, artinya perubahan belum selesai. Memang betul bahwa perubahan tidak akan pernah selesai, perubahan harus dirawat dan dijaga di sepanjang waktu agar kebiasaan dan perilaku lama tidak kembali.

Pada saat lupa untuk merawat perubahan, penyakit lama pasti kambuh. Orang-orang kembali jatuh ke kebiasaan dan perilaku lama. Dan juga, demoralisasi selalu terjadi untuk merusak budaya kerja. Membangun dan mengubah itu mudah, mempertahankan dan meningkatkan itu yang penuh tantangan. Jadi, ingat terus bahwa perubahan akan gagal kalau tidak dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan yang terus-menerus.

Perubahan bukanlah seperti sebuah target yang harus dikejar dalam satu periode waktu, perubahan adalah tentang mengamati dan mengawasi setiap peristiwa harian agar sesuai dengan nilai-nilai dan prinsip-prinsip yang dikehendaki. Intinya, motivasi dan semangat untuk mengubah saja belum cukup, diperlukan visi yang tepat saat melakukan perubahan. Lalu, menentukan prioritas yang mendesak untuk dilakukan pertama, kedua, dan selanjutnya di sepanjang waktu. Bila perubahan berhenti, maka dia akan menghasilkan status quo ataupun zona nyaman.

Menjaga perilaku dan kebiasaan lama tidak kambuh merupakan hal penting dalam perubahan. Secara teratur dan rutin perlu dilakukan sesi diskusi dan motivasi untuk menjaga suasana perubahan tetap tinggi. Sebab, bila suasana perubahan sedikit saja mendingin, maka perilaku dan kebiasaan lama akan kambuh. Jadi, perlu ada pertemuan-pertemuan untuk mengevaluasi dan menyemangati orang-orang agar semakin meningkatkan kualitas dari perilaku dan kebiasaan baru. Perubahan adalah proses panjang, bukan sesuatu yang dihasilkan secara instan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

REVOLUSI MENTAL MENJADI BAGIAN INTI DARI PERUBAHAN BUDAYA ORGANISASI

REVOLUSI MENTAL DJAJENDRA 2016

“Sebuah perubahan menuju kemajuan membutuhkan pengorbanan. Dan, karena dalam perubahan tersebut ada korban, maka disebutlah revolusi. Karena yang dikorbankan adalah emosi, pikiran, perilaku, dan jiwa. Maka, disebutlah revolusi mental.”~Djajendra

Revolusi mental adalah perubahan tanpa kompromi dan dipaksa untuk berubah. Biasanya, revolusi mental menjadi bagian inti dari perubahan budaya organisasi. Budaya terbentuk dari kebiasaan, perilaku, rutinitas, dan pola pikir kolektif. Ketika budaya lama dianggap tidak sesuai dengan kebutuhan masa depan organisasi, maka budaya lama dipaksa untuk berubah. Pada saat budaya lama dipaksa berubah, selalu ada perlawanan yang keras dari kebiasaan dan pola pikir kolektif yang merasa nyaman dengan budaya lama. Perlawanan keras inilah yang membutuhkan revolusi mental agar perlawanan tersebut bisa dikalahkan dengan cepat.

Dalam dunia korporasi, revolusi mental adalah sesuatu yang biasa terjadi. Ketika pimpinan ingin merubah budaya kerja, biasanya, terpaksa harus melalui sebuah revolusi mental. Ketika pemilik baru ingin merubah budaya perusahaan sesuai nilai-nilai yang diyakininya, maka revolusi mental tidak terelakan lagi. Karena kata revolusi mengandung makna yang keras, maka biasanya digunakan kata perubahan atau pun transformasi. Padahal, dalam praktiknya, revolusilah yang terjadi, sehingga banyak orang yang tidak sejalan dengan manajemen baru atau pimpinan baru selalu disingkirkan dengan berbagai cara dalam waktu yang sesingkat-singkatnya.

Di Singapore, sejak awal memimpin, Lee Kuan Yew melakukan revolusi mental dengan membangun budaya baru yang taat aturan, disiplin, dan bertanggung jawab. Lee Kuan Yew mengatur perilaku dan kebiasaan warga negaranya, dan bila melanggar dikenakan denda ataupun hukuman yang tegas dan cukup besar. Hari ini, kita bisa melihat Singapore sebagai negara maju dan bersih dalam banyak aspek kehidupan.  

Banyak perusahaan-perusahaan besar tumbuh melalui revolusi mental. Membangun budaya baru selalu melalui revolusi mental. Berbagai tindakan korporasi yang bertujuan menciptakan tata kelola bisnis yang terbaik, harus dilalui melalui revolusi mental. Bukan pekerjaan mudah untuk menjadi lebih baik, harus ada pengorbanan yang besar. Intinya, sebuah perubahan menuju kemajuan membutuhkan pengorbanan. Dan, karena ada korban dalam perubahan tersebut, maka disebutlah revolusi. Karena yang dikorbankan adalah emosi, pikiran, perilaku, dan jiwa. Maka, disebutlah revolusi mental.

Revolusi mental dimulai dari slogan-slogan perubahan yang secara terus-menerus dikobarkan dan disemangatkan kepada pegawai. Diikuti doktrin dan internalisasi nilai-nilai untuk ditanam dalam pikiran bawah sadar. Program doktrin dan internalisasi harus terus-menerus dan berkelanjutan. Evaluasi dan perbaikan harus terus-menerus dilakukan sampai budaya baru terinternalisasi menjadi perilaku, karakter, etos, sikap, kebiasaan, persepsi, dan akal sehat.  

Revolusi diperlukan karena kebanyakan orang tidak suka dengan perubahan, mereka cendrung melawan dan tidak membantu perubahan. Sedangkan perubahan adalah inti dari kemajuan menuju masa depan yang lebih baik. Revolusi mental membutuhkan ketegasan yang luar biasa konsisten dari pemimpin. Pada saat melakukan revolusi mental, perlawanan hidup-mati akan muncul dari orang-orang yang merasa sebagai korban perubahan. Di sinilah, ujian terbesar bagi kepemimpinan revolusi tersebut, apakah tetap tegas dan tangguh mengatasi perlawanan tersebut, atau menyerah oleh keadaan. Pemimpin revolusi mental sejati adalah pemenang dalam membangun budaya baru yang kuat dan produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 20022016

Berhentilah berpikir dan memberi waktu untuk hal-hal yang tidak penting bagi hidup Anda. Berikan pikiran dan waktu hanya untuk hal-hal penting bagi hidup Anda.~Djajendra

Cobalah untuk tidak menjadi orang yang sukses, melainkan berusaha untuk menjadi manusia yang bernilai.~ Albert Einstein

Tidak seorangpun yang bisa menyenangkan semua orang, terimalah perasaan tidak suka orang lain sebagai bagian untuk tetap rendah hati.~Djajendra

Kebahagiaan tidak bisa karena bepergian, dimiliki, diterima, dipakai atau dikonsumsi. Kebahagiaan adalah pengalaman spiritual dari hidup setiap menit dengan cinta, kasih, dan rasa syukur.~ Denis Waitley

Jika itu penting untuk Anda, Anda akan menemukan jalan. Jika tidak, Anda akan menemukan alasan.~Orang Bijak

Orang-orang kesepian karena mereka membangun dinding bukannya jembatan.~ Joseph F Newton

Sukses selalu akan diikuti oleh sikap yang merasa diri lebih hebat, hindari itu, agar Anda bisa naik ke tingkat sukses yang lebih tinggi.~Djajendra

Keputusan berdasarkan dorongan nafsu dan kepentingan sempit akan merugikan diri sendiri.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 17022016

PIKIRAN PABRIK PENGETAHUAN 17022016

Tidak ada yang lebih berharga daripada hari ini. Anda tidak dapat menghidupkan kembali kemarin. Besok masih di luar jangkauan Anda.~ Johann Wolfgang Von Goethe

Ketakutan hanya akan menghasilkan tekanan batin.~Djajendra

Tidak perlu tahu terlalu banyak tentang besok, fokuskan semua energi dan waktu saat ini untuk bersukacita.~Djajendra

Niat baik tidak cukup. Dibutuhkan tindakan yang tepat, dilakukan dengan kesadaran yang tepat, untuk menghasilkan hasil yang diperlukan.~Sadh Guru

Masalahnya bukan bahwa ada masalah. Masalahnya mengharapkan sebaliknya dan berpikir bahwa memiliki masalah adalah masalah.~ Theodore Rubin

Orang optimis membangun harapan, orang pesimis mengubur harapan.~Djajendra

Langkah pertama pada hari ini bisa mengantar Anda mencapai akhir yang Anda impikan.~Djajendra

Niat dan perjuangan yang konsisten memberikan energi untuk mencapai sukses.~Djajendra

Pikiran negatif adalah pengganggu nomor satu yang menghilangkan rasa damai di hati.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN BIARKAN BUDAYA DOMINAN TIDAK MEMBANGUN BUDAYA PERUSAHAAN YANG KUAT

BUDAYA DOMINAN 16022016

“Budaya dominan dalam perusahaan adalah tentang kekuatan yang berkuasa dan berpengaruh secara informal.”~Djajendra

Beberapa orang berkumpul budaya terbentuk. Budaya terbentuk dari keyakinan dan kepercayaan yang ditunjukkan dalam sikap, perilaku, kebiasaan, gaya, ambisi, dan rutinitas. Nilai-nilai pribadi dari orang yang paling kuat dan dominan dapat menjadi fondasi untuk terbentuknya sebuah budaya.

Perusahaan yang dijalankan secara profesional dengan tata kelola yang terbaik selalu berambisi memiliki budaya organisasi yang kuat. Mereka pun mengembangkan nilai-nilai perusahaan yang sesuai dengan strategi dan visi. Nilai-nilai diformalkan dengan pernyataan misi, visi, dan slogan untuk tujuan menyatukan semua insan perusahaan dalam satu persepsi. Selama nilai-nilai bukan sebagai slogan hampa, tetapi sebagai perilaku yang menjalankan proses kerja dan proses bisnis, maka nilai-nilai tersebut akan menjadi dasar bagi pembentukan budaya organisasi yang kuat.

Budaya organisasi yang kuat mengungkapkan nilai-nilai inti organisasi sebagai kenyataan yang dipatuhi, diyakini, dan diterima di seluruh organisasi secara luas bersama-sama. Sedangkan budaya dominan mengungkapkan nilai-nilai inti yang dimiliki oleh mayoritas anggota organisasi berdasarkan pengalaman, pengaruh, kekuasaan, kekuatan, situasi, dan masa lalu.

Dalam realitas, banyak perusahaan dan instansi merasa tak berdaya melawan budaya dominan. Walaupun nilai-nilai inti sudah diinternalisasikan dalam organisasi, untuk menjadi perilaku dan pola pikir yang nyata di tempat kerja, tetapi budaya dominan masih lebih kuat pengaruhnya. Budaya dominan adalah tentang kekuatan yang berkuasa dan berpengaruh secara informal.

Pembentukan budaya organisasi yang kuat haruslah dengan menghitung kekuatan budaya dominan. Strategi dan cara mengkomunikasikan nilai-nilai perusahaan secara tepat diperlukan untuk melemahkan budaya dominan. Bila budaya dominan dibiarkan atau diabaikan, maka dia akan menjadi tembok yang menghalangi pembentukan budaya kuat.

Membiarkan budaya dominan saat proses pembentukan budaya kuat akan menciptakan konflik batin di internal organisasi. Orang-orang merasa terpaksa untuk mengadopsi nilai-nilai inti. Orang-orang merasa tidak yakin dengan nilai-nilai inti perusahaan. Mereka masih berpikir bahwa akar dari budaya yang benar adalah budaya dominan tersebut, sehingga keyakinan yang sudah sekian lama hidup di dalam diri mereka, menjadi tidak mudah diganti dengan yang nilai-nilai inti perusahaan.

Budaya dominan harus dibukakan pikirannya agar memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan budaya kuat. Dalam hal ini, diperlukan membangkitkan kesadaran untuk berubah dan melatih mereka agar terbiasa di luar zona nyaman. Jadi, budaya dominan adalah kekuatan luar biasa yang diperlihatkan oleh zona nyaman. Biasanya, mayoritas pegawai inti yang berkuasa suka terjebak dalam budaya dominan. Saat pemilik perusahaan atau dewan direksi memiliki program pengembangan budaya kuat, yang ditugaskan pastilah pegawai inti tersebut, sedangkan mereka sendiri sedang terjebak mindsetnya dalam nyamannya budaya dominan. Hal inilah yang selalu menjadi faktor kegagalan untuk pembentukan budaya perusahaan yang kuat.

Kesadaran, jiwa besar, moralitas, etika, dan kemauan untuk berubah adalah faktor terpenting dalam membangun budaya perusahaan yang kuat. Semakin sadar dan mau berubah sesuai nilai-nilai inti perusahaan, semakin terbentuk fondasi yang kuat untuk budaya organisasi yang kuat. Nilai-nilai berfungsi untuk menguatkan langkah pencapaian strategi, dan juga memberikan makna kerja dalam organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com