TANPA NIAT BAIK TIDAK ADA KEINDAHAN

“Setiap niat baik kita adalah energi positif yang mewakili diri kita masing-masing untuk kehidupan yang damai, indah, dan sejahtera.”~Djajendra

Niat baik adalah sumber keindahan hidup. Hidup tidak sebatas logika, diperlukan niat baik dan hati yang luas untuk menikmati indahnya hidup. Peran logika sangat terbatas, yaitu: digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa, membuat persepsi, menyimpulkan, menggambarkan, dan membuat keputusan. Niat baik memiliki kemampuan untuk membangun kekuatan diri, kebijaksanaan, keseimbangan, kepedulian, perhatian, dan mengalirkan energi positif ke dalam setiap hubungan antar manusia. Niat baik mengantar kita untuk membangun kualitas hidup yang baik. Niat baik menciptakan keindahan batin dari cinta, kepedulian, kebaikan, kejujuran, dan kebijaksanaan.

Niat baik menghidupkan seluruh kekuatan baik dari dalam diri kita. Tentunya kekuatan baik dari dalam diri kita ini akan memberikan pelayanan dan etos yang berkualitas tinggi kepada kehidupan. Setiap niat baik kita adalah energi positif yang mewakili diri kita masing-masing untuk kehidupan yang damai dan indah. Niat baik kita menghasilkan kemanusiaan yang berkualitas tinggi dari dalam diri kita, sehingga kita bisa menyinari kehidupan dengan sikap dan perilaku yang bijaksana. Penampilan diri dengan fisik yang bugar dan jiwa yang diperkaya oleh niat baik mampu menyalakan kehidupan yang indah. Ketika setiap pribadi melayani hidup dengan niat baik yang bersumber dari kejujuran, kerendahan hati, kepedulian, cinta, kasih sayang, etos terbaik, kebaikan, dan sikap positif; maka, kehidupan di sekitarnya akan tampak indah dan damai.

Niat baik seperti benih dari pohon yang tersembunyi di dalam tanah, ia melakukan pekerjaannya untuk menjadi pohon secara diam-diam. Benih dari pohon di dalam tanah, tidak terlihat, namun ia tumbuh secara ajaib untuk tampil menjadi pohon yang besar dan kuat. Demikian juga, niat baik kita itu sama seperti benih pohon yang tersembunyi, niat baik kita tidak terlihat, tetapi secara ajaib setiap hari tumbuh untuk menampilkan kepribadian kita yang bijak dan kuat. Dengan menguatkan niat baik, kita mampu bergerak bersama tujuan hidup kita dengan tenang dalam semangat hidup yang terus-menerus menyala di dalam energi positif. Niat baik kita adalah sebuah benih yang akan menyelamatkan kita dari berbagai persoalan hidup.

Tanpa niat baik tidak ada keindahan dan kedamaian di dalam hidup. Jika kita tidak memiliki kesadaran untuk mengutamakan niat baik di semua aspek kehidupan, maka kekecewaan dan kekalahan akan menjadi bagian dari realitas hidup kita. Tanpa niat baik, kita akan terjebak dalam kekuatan energi negatif. Kehidupan kita di dalam energi negatif akan menjauhkan kita dari kebahagiaan, kedamaian, keindahan, keamanan, dan kebaikan. Oleh karena itu, mulailah benih niat baik ditabur dan ditumbuhkan dari dalam diri sejati. Ketika benih niat baik tumbuh, maka penciptaan pribadi yang bijak dan kuat telah dimulai, selama proses pertumbuhan tidak mungkin tanpa tantangan, tingkatkan kesadaran dan motivasi untuk menjaga agar benih niat baik tersebut siap menjadi pribadi yang berguna bagi kehidupan terbaik.

Pada akhirnya kita harus sadar bahwa ada pribadi yang baik di dalam pribadi yang tidak baik, dan ada pribadi tidak baik di dalam pribadi baik. Kita semua tidak sempurna. Kebaikan dan keburukan hidup berdampingan di dalam diri kita. Hanya niat baik kita yang mampu menjaga pribadi baik selalu unggul di dalam diri kita.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 29122018

Hubungan baik yang didasarkan pada rasa hormat, kompromi, kepedulian, kejujuran, toleransi, dan kepercayaan akan selalu abadi.~ Djajendra

Hidup adalah keseimbangan antara apa yang bisa kita kontrol dan apa yang tidak bisa kita kontrol. Saya belajar untuk hidup di antara usaha dan menyerah. ~ Danielle Orner

Kesederhanaan adalah jalan yang membawa kita untuk hidup dalam kebahagiaan.~Djajendra

Anda dapat menaklukkan hampir semua ketakutan jika Anda hanya akan memutuskan untuk melakukannya. Untuk diingat, ketakutan tidak ada di mana pun kecuali di dalam pikiran.~ Dale Carnegie

Meringankan! Apapun yang terjadi sebagai akibat dari keputusan Anda, Anda akan menanganinya!~ Susan Jeffers

Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya.~Djajendra

Kebutuhan kita yang paling dalam adalah kegembiraan yang datang bersama … mengetahui bahwa kita benar-benar bermanfaat bagi orang lain.~Eknath Easwaran

… tidak ada yang namanya hanya ada. Semuanya ada dalam melayani segala sesuatu yang lain. Keberadaan adalah memberi dan menerima. Sebuah batu memberi dan menerima tidak kurang dari seorang suci.~Jacob Needleman

Kita hadir ke dunia untuk belajar dan mendapatkan pengalaman, bukan untuk memiliki dan mengumpulkan barang-barang.~Djajendra

Sejarah manusia adalah hasil menyedihkan dari masing-masing orang yang menjaga dirinya sendiri.~ Julio Cortazar

Perasaan superior merugikan diri sendiri. Rendah hati dan percaya diri menguntungkan diri sendiri.~Djajendra

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERASAAN TAKUT MENYATAKAN KITA TIDAK BERDAYA

“Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya.”~Djajendra

Perasaan takut adalah tanda bahwa kita tidak berdaya. Dalam kehidupan sejati, tanpa pertolongan Tuhan, manusia tidak berdaya dan tak mampu berbuat apa-apa. Perasaan takut merupakan tanda bahwa kita harus lebih pasrah kepada Tuhan, kita tidak perlu ngotot dengan keinginan kita, tetapi membiarkan Tuhan yang membantu kita untuk menyelesaikan semua tantangan dalam hidup. Tugas kita adalah melayani kehidupan sehari-hari yang kita jalani dengan tanggung jawab dan kualitas terbaik. Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut kita; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya. Yakinkan diri bahwa Tuhan pasti membantu untuk mengatasi semua persoalan hidup. Bentuk kepribadian yang rendah hati dan percaya diri di dalam keyakinan bahwa tanpa bantuan Tuhan saya bukan apa-apa atau siapa-siapa. Kecilkan diri dihadapan Tuhan, jadilah pribadi yang sangat tergantung kepada Tuhan. Rasa takut akan berkurang banyak ketika kita merasa bahwa Tuhan sudah memimpin hidup kita dengan cinta dan kasih sayangnya.

Ketika kita mengabaikan kekuatan rohani untuk melengkapi kehidupan kita, maka perasaan takut akan muncul di segala sesuatu yang kita kerjakan. Sebenarnya, perasaan takut adalah sesuatu yang wajar, yang berfungsi agar kita lebih berhati-hati dan teliti. Ketakutan ini sebenarnya sebuah emosi atau perasaan yang muncul dari dalam diri untuk menghadapi bahaya. Tujuan perasaan takut ini adalah agar kita mampu menemukan cara untuk melindungi diri dari ancaman yang membahayakan hidup kita. Persoalan muncul ketika perasaan takut menjadi berlebihan, sehingga mengganggu mental dan fisik kita. Ketakutan, kecemasan, kekhawatiran; jika ketiganya bersatu dalam sikap dan perilaku, maka membuat kita tidak mampu menemukan solusi, tetapi terperangkap dalam stres yang melumpuhkan hidup kita sehingga kita sulit untuk menemukan solusi.

Perasaan takut tidak mungkin bisa dihilangkan dari diri kita, tetapi dapat dikelola secara holistik untuk membangun kesadaran tentang kehidupan yang kita jalani. Pada umumnya, perasaan takut membuat kita mencari perlindungan. Kita akan mencari sesuatu yang sangat kuat untuk melindungi hidup kita dari perasaan takut. Dalam hal ini, kesadaran kita untuk menguatkan kehidupan rohani dengan cara menyerahkan diri dan menundukkan hati dihadapan Tuhan mampu menghilangkan rasa takut. Tuhan adalah kekuatan yang tiada tandingan untuk melindungi hidup kita. Di jalan Tuhan, kita mampu mengurangi rasa takut, sehingga tidak menjadi berlebihan. Kita mampu mengendalikan diri di dalam perlindungan kekuatan Tuhan. Kita mampu menenangkan diri untuk menemukan solusi terbaik dari semua ancaman rasa takut tersebut.

Jika kita sadar bahwa hidup ini dan semua masalah hanya bersifat sementara, maka kita mampu bersikap ikhlas untuk segala sesuatu yang kita alami. Dalam hidup kita yang sementara ini, kita pasti melalui berbagai peristiwa kehidupan, baik yang kita sukai maupun yang tidak kita sukai. Semua peristiwa tersebut mengharuskan kita untuk respons dengan bijak agar kita tidak terjebak dalam rasa takut yang berlebihan. Intinya, rasa takut adalah sesuatu yang normal, tetapi jika sudah berlebihan rasa takutnya, maka dibutuhkan tindakan untuk menyelamatkan diri dari bahaya rasa takut itu. Sebab, jika rasa takut yang berlebihan dibiarkan, maka akan memicu proses kemunduran dan melumpuhkan diri sendiri, sehingga tidak mampu lagi bekerja untuk prestasi dan kinerja terbaik.

Temukan sumber rasa takut dan tingkatkan kepercayaan diri untuk menyelesaikannya. Hidup ini bukan pilihan kita, kadang kita harus menghadapi sebuah peristiwa yang tidak pernah kita inginkan dalam hidup kita. Jika kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang memilih semua peristiwa hidup yang harus kita jalani, maka peristiwa yang tidak kita inginkan tidak akan menjadi sumber ketakutan. Kekuatan rohani kita mampu menciptakan keberanian untuk menghadapi semua peristiwa hidup dengan sabar dan tenang. Kita tidak akan menghindari tantangan apa pun, tetapi kita akan menguatkan optimisme dan keberanian untuk memanfaatkan tantangan bagi pertumbuhan hidup kita.

Jangan menyebarkan rasa takut kepada orang lain. Kendalikan diri dan selalu berpikir positif agar tidak menjadi pribadi yang suka menyebarkan rasa takut ke dalam kehidupan sosial. Kita harus sadar bahwa kita tidak berdaya dan kita semua bukan sebuah kekuatan tanpa pertolongan dari Tuhan. Kadang manajemen ketakutan digunakan untuk menguasai orang lain. Perilaku atau ucapan yang menciptakan rasa takut sangat merugikan pertumbuhan dan kemajuan dari sebuah masyarakat. Jika kita ingin membangun masyarakat yang sejahtera dan bahagia, maka jangan pernah menggunakan manajemen ketakutan untuk membuat orang-orang takut pada hal-hal tertentu. Ketakutan yang berlebihan membuat orang-orang kehilangan keberanian untuk melakukan sesuatu. Ketakutan yang berlebihan membuat orang-orang produktif menjadi malas dan tidak produktif. Aturan dan kebijakan yang mengancam kehidupan produktif akan menciptakan masyarakat yang rendah kinerja atau minim prestasi.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERASAAN SUPERIOR MERUGIKAN DIRI SENDIRI

“Perasaan superior merugikan diri sendiri. Rendah hati dan percaya diri menguntungkan diri sendiri.”~Djajendra

Sifat dan perilaku baik memberi perlindungan bagi diri sendiri dan orang lain. Sifat dan perilaku yang menunjukkan dirinya lebih tinggi dari orang lain akan merugikan hidupnya sendiri. Kesadaran bahwa ketidaksempurnaan melekat di dalam diri setiap orang akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Jadilah pribadi yang baik terhadap setiap perbedaan. Jadilah pribadi yang menciptakan kedamaian dan keindahan untuk setiap perbedaan.

Perilaku yang menampilkan dirinya paling superior tidak akan menunjukkan toleransi. Kehidupan tanpa toleransi akan selalu kacau dan tidak pernah damai. Padahal manusia tercipta dengan berbagai perbedaan dari fisik maupun pemikiran. Tidak ada yang sama persis, setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Kehidupan ini untuk semua orang yang tidak persis itu, bukan untuk orang-orang tertentu yang merasa sama atau satu ide. Perbedaan dan keragaman ini semua sudah diciptakan Tuhan untuk dijalani bersama dalam sebuah kehidupan. Dan, tidak seorang pun yang berhak merasa paling tinggi atau pun paling baik. Kehidupan ini milik Tuhan dan kita semua bekerja untuk kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita.

Bersatu dan saling tolong menolong adalah perilaku yang mampu mengantarkan kesejahteraan bagi semua orang. Perilaku tanpa toleransi tidak akan pernah menciptakan kesejahteraan bagi semua orang, hanya akan menciptakan permusuhan dan konflik sepanjang zaman. Saat setiap orang berperilaku baik dan saling menghargai perbedaan, maka kehidupan akan menerima getaran energi positif. Dan, getaran energi positif ini akan menghubungkan setiap kehidupan untuk saling peduli dalam perasaan bersatu. Perasaan terhubung dan bersatu dalam perilaku yang produktif akan menciptakan nilai tambah untuk kesejahteraan hidup semua orang. Hindari sikap malas, hindari menyalahkan orang lain, serta mengalir bersama kehidupan yang produktif dan kreatif di sepanjang hidup.

Perilaku baik menjadikan setiap orang  jujur, sabar, sederhana, tidak mengambil hak orang lain, dan selalu bersyukur dengan hidupnya. Perilaku baik menjadikan orang sabar dalam proses dan tidak tergoda dengan jalan pintas. Kesadaran untuk tumbuh bersama perbedaan dan keragaman adalah kunci kedamaian hidup. Termasuk, saat Anda menginginkan sesuatu; maka, bekerja keras untuk mendapatkannya, bersabar untuk mendapatkannya, tumbuh dengan kualitas yang lebih baik untuk mendapatkannya. Jangan menyalahkan orang lain atau apa pun atas kegagalan Anda. Fokus pada kerja keras Anda dengan rendah hati, jangan sia-siakan kerja keras Anda dengan kesombongan.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK PERLU MEMIKUL BEBAN HIDUP YANG TERLALU BERAT

“Kita hadir ke dunia untuk belajar dan mendapatkan pengalaman, bukan untuk memiliki dan mengumpulkan barang-barang.”~Djajendra

Beban hidup kita adalah keputusan dan pilihan kita sendiri. Bila kita ingin memiliki banyak hal dalam hidup, maka kita akan memikul beban yang cukup berat atas semua yang kita miliki. Membawa terlalu banyak hal-hal dalam hidup sebenarnya merugikan diri sendiri, tetapi keinginan dan nafsu yang bersatu dalam obsesi menjadikan kita siap memikul beban hidup. Di samping itu, beban hidup yang berat menghilangkan kekuatan kita, dan berpotensi membuat kita menyerah pada titik tertentu, sehingga kita terjebak dalam sebuah keadaan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan hidup.

Beban hidup yang berat menjadikan kita tidak punya waktu untuk menjalani tujuan hidup yang sebenarnya. Tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah untuk bersyukur atas semua kebaikan Tuhan dan menyadari bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kita miliki. Perasaan memiliki adalah tanda bahwa kita tidak jujur kepada diri sendiri. Kita semua dari tidak ada, menjadi ada, kemudian menjadi tidak ada lagi. Intinya, kita lahir untuk sebuah perjalanan yang penuh dengan pengalaman suka dan duka dari kehidupan, lalu kita pun pasti menghilang untuk selamanya dari kehidupan. Jadi, apa perlu memikul beban yang terlalu berat untuk sebuah perjalanan yang sifatnya hanya melintas dan bukan menetap?

Beban hidup yang terlalu berat melemahkan mental dan fisik. Ketika fisik dan mental tidak mampu memikul beban kehidupan yang berat, maka stres dan marah akan menguasai hati. Apa lagi jika tanggung jawab semakin meningkat karena bobot beban kehidupan semakin berat, jelas hal ini akan menjadikan kita sulit mendapatkan ketenangan dan kedamaian hidup. Beban hidup yang berat menjadikan kita bekerja terlalu keras, makan berlebihan, kurang olah raga, kurang santai, kurang tenang, kurang tidur, dan pikiran terus-menerus mengalir tanpa kendali. Semua kondisi ini memberi dampak buruk untuk kehidupan yang berkualitas, termasuk menurunkan kualitas kesehatan kita.

Meringankan beban hidup adalah pilihan dari orang-orang yang paling cerdas. Orang yang cerdas sadar bahwa hidup tanpa memiliki iman kepada Tuhan akan mengeringkan sukacita di dalam diri. Jika kita tidak ingat Tuhan setiap detik, maka sukacita di dalam diri akan hilang dan digantikan oleh dukacita. Beban hidup menjadi ringan saat kita yakin bahwa Tuhan dengan cintanya selalu membantu dan melindungi diri kita, sehingga kita tidak perlu takut kehilangan apa pun. Sebab, sesungguhnya kita tidak memiliki apa pun di dunia ini, kita hadir ke dunia untuk belajar dan mendapatkan pengalaman, bukan untuk memiliki dan mengumpulkan barang-barang.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

BERBICARA SEPERLUNYA DAN MENJAGA KEDAMAIAN HIDUP

“Pribadi yang damai selalu tenang dan diam, pribadi yang tidak damai selalu gelisah dan banyak berbicara.”~Djajendra

Menjaga ucapan positif berarti kita sudah turut menciptakan perdamaian hidup. Ucapan kita yang buruk dapat memancing emosi marah orang lain dan berdampak pada timbulnya konflik. Ucapan yang buruk muncul dari pikiran yang buruk. Ucapan yang buruk muncul dari suara batin yang buruk. Kendalikan pikiran dan suara batin yang buruk agar mampu berkata-kata yang baik, serta berucap yang baik.

Kendalikan semua pikiran yang melihat sisi buruk orang lain. Pikiran yang suka melihat sisi buruk adalah pikiran yang sia-sia dan tidak berguna untuk kedamaian hidup. Pikiran yang suka melihat sisi buruk adalah pikiran yang membuat dirinya sendiri tidak damai. Ketika dirinya sudah tidak damai, maka dia tidak mampu memberikan hal-hal yang indah untuk orang lain.

Berbicara seperlunya saja. Tidak perlu berbicara yang tidak penting. Tidak perlu berbicara yang bisa menimbulkan perasaan tidak damai. Jadilah pribadi yang selalu memberikan kedamaian melalui sifat, perilaku, dan kata-kata. Jadilah pribadi yang kedamaian hidupnya timbul dari dalam diri sendiri, serta tidak tergantung pada hal-hal di luar diri. Jadilah pribadi yang setiap saat memilih untuk menjadi damai dalam segala situasi dan kondisi hidup.

Tenang dan diam di dalam kata-kata dan pikiran positif adalah emas. Merasa paling pintar dan merasa harus banyak berbicara adalah perbuatan yang merugikan diri sendiri. Hidup manusia untuk damai, bukan untuk banyak berbicara. Belajarlah untuk mendengarkan suara kehidupan. Belajarlah untuk mendengarkan suara hati. Belajarlah untuk hidup dalam keheningan. Keheningan dapat menghubungkan kita kepada kesadaran untuk menemukan arti hidup yang sebenarnya. Keheningan dapat menyembuhkan kita dari berbagai penyakit jiwa dan pikiran. Tenang dan terhubung dengan kecerdasan tertinggi alam semesta, sehingga mampu melayani hidup dengan kasih sayang.

Kedamaian hidup adalah harta terbaik yang kita miliki. Jiwa yang damai mampu menciptakan pengalaman hidup yang penuh sukacita. Jiwa yang damai mampu memberikan keindahan dan kebaikan bagi siapa pun. Jadi, jagalah ucapan dan kata-kata selalu positif. Lebih baik diam daripada berbicara yang menyakitkan orang lain. Lebih baik diam daripada berbicara yang merusak kedamaian hidup. Lebih baik diam daripada berbicara kosong dan tidak bermanfaat bagi siapa pun.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com