KECERDASAN EMOSIONAL MEMBUAT KITA LEBIH MENGENAL KEUNGGULAN DIRI SENDIRI

“Emosi bisa tiba-tiba muncul dan menguat, bisa juga tiba-tiba memudar dan menghilang dengan cepat. Hidup kita tidak boleh ditentukan oleh emosi, tetapi oleh sikap kita yang bijak dan kaya pengetahuan.”~Djajendra

Diri kita ini sangat berharga, diri kita sangat penting untuk kehidupan yang penuh keajaiban. Kita harus merawat diri terbaik untuk selalu kuat dan produktif. Menguasai keterampilan kecerdasan emosional adalah salah satu cara agar kita selalu kuat dan produktif di sepanjang proses hidup. Kecerdasan emosional membuat kita hebat dalam memahami semua jenis emosi yang ada di dalam diri sendiri dan orang lain. Setelah memahami dan mengerti cara memanfaatkan semua jenis emosi tersebut, kita mampu memimpin proses hidup kita dengan tenang. Kecerdasan emosional membuat kita selalu fokus dan tenang dalam semua situasi kehidupan. Ketika kehidupan yang kita alami mengguncang , ketidakpastian, dan tidak mudah; maka, kita mampu menjaga kualitas dan potensi diri kita untuk mengatasi semua hal yang tidak mudah tersebut. Intinya, kecerdasan emosional membuat kita selalu hebat dan berkualitas di semua situasi kehidupan yang kita jalani.

Keterampilan kecerdasan emosional membangun hubungan yang produktif dan berkualitas dengan orang lain. Seorang pemimpin yang menguasai kecerdasan emosional dengan baik mampu membuat orang-orang di sekitar-nya bergerak ke arah yang diinginkan. Paling tidak tujuh kompetensi berikut wajib dikuasai dengan sempurna, yaitu: kesadaran diri, motivasi diri, intuisi, manajemen diri, empati, keterampilan sosial, dan kecerdasan hubungan sosial. Jelas, ke tujuh kompetensi ini membutuhkan kepribadian yang mampu belajar banyak hal dari integritas diri yang sempurna. Ke tujuh kompetensi ini haruslah dimulai dari kecerdasan kognitif yang mampu melakukan tugas apa pun dari ketenangan yang hebat. Kognitif mampu bekerja dalam kegembiraan dan keyakinan untuk sukses ketika fungsi-fungsinya, seperti: mengingat, belajar, memecahkan masalah, memperhatikan, dan semua hal lain yang berbasis keterampilan kognitif mampu hadir dalam kesederhanaan pola pikir yang sangat inovatif.

Kecerdasan emosional membuat kita menguasai persepsi agar interpretasi atau pengakuan atas rangsangan sensoris betul-betul dihasilkan dari integritas dan pengetahuan yang benar, sehingga persepsi kita betul-betul bersifat universal yang mudah menghubungkan kita dengan berbagai perbedaan dalam hidup. Kecerdasan emosional membuat kita selalu fokus atau mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal yang kita kerjakan. Mampu mengelola semua kepentingan dan kompetisi di lingkungan kita. Mampu menghadapi semua situasi dan ketidakpastian dengan percaya diri. Kecerdasan emosional membuat kita memiliki pemikiran yang cemerlang dan menggunakan memori kita untuk hal-hal positif. Kita pun sadar untuk mengambil memori-memori yang baik untuk hidup kita, menggunakan keterampilan motorik dari kesadaran untuk melakukan hal-hal baik, menggunakan atau memilih bahasa dan kata yang berkualitas dalam setiap hubungan dan komunikasi, menampilkan hal-hal visual dari dalam diri untuk memperkuat kebaikan dan keindahan.

Mungkin kita tidak pernah mampu menghitung banyaknya jenis emosi yang dihasilkan oleh diri kita. Tidak mudah untuk mengidentifikasi dan memberi tanda pada perasaan. Kadang-kadang, emosi menciptakan beragam perasaan yang membuat kita semakin bingung dengan diri sendiri. Kegembiraan, kemarahan, kesedihan, khawatir, ketakutan, gairah, semangat, malu, dan semua emosi tersebut masih akan menghasilkan emosi-emosi baru atau perasaan-perasaan baru. Kita harus menandai dan mengidentifikasi semua emosi yang tidak akan pernah selesai melahirkan emosi-emosi baru di sepanjang hidup kita. Jadi, salah satu tugas terpenting di sepanjang proses hidup kita adalah menerima apa pun perasaan yang timbul di hati dan mencatat-nya sebagai akibat dari apa. Perasaan atau emosi itu produk dari ketidakpastian, produk dari sukacita, produk dari dukacita, produk dari keberhasilan, produk dari perubahan yang kita alami. Oleh karena itu, tidak mungkin kita mampu petakan dan memastikan emosi apa saja yang ada di dalam diri kita. Situasi, keadaan, dan peristiwa dapat melahirkan berbagai jenis emosi yang harus dapat kita kendalikan. Daftar emosi tidak mungkin dapat kita susun pada hari ini, sebab kita tidak pernah tahu emosi apa saja yang ada di dalam diri kita. Karena itu, hari ini kita tidak akan mampu mengenali dan memberi tanda pada semua jenis emosi. Kita harus menghadapi emosi tersebut dan barulah kita harus mampu mengendalikan-nya dengan cerdas.

Berapa sering dan berapa lama sebuah perasaan bisa menguasai hidup kita? Jika perasaan-perasaan yang tidak menguntungkan hidup kita terlalu lama menguasai diri kita, maka ini artinya kecerdasan emosional kita masih sangat rendah. Gangguan dari pikiran dan emosi pada kepribadian kita sangat tidak menguntungkan hidup kita. Kita tidak perlu melawan semua gangguan itu, kita cukup memperkuat kecerdasan emosional kita untuk menerima semua gangguan itu sebagai berkah bagi kemajuan diri kita. Keikhlasan untuk menerima semua yang tidak menyenangkan hati itu dengan rasa syukur dapat membantu kita, untuk mempelajari hal-hal positif dari kekacauan yang kita rasakan. Menciptakan suasana hati yang tenang, sabar, tabah, ikhlas, dan menerima semua gangguan emosi sebagai pelajaran untuk kemajuan diri sendiri adalah bukti bahwa kita memiliki kualitas kecerdasan emosional yang baik.

Segala kemungkinan dapat kita alami dan yang paling penting bagaimana sikap kita dalam mengekspresikan perasaan. Semua emosi ditampilkan dalam bentuk perasaan. Kita harus memahami manfaat dari semua perasaan yang timbul dari emosi kita. Kita harus mengerti dan memahami cara kita secara pribadi mengalami emosi. Dari hati yang paling dalam, kita harus bertanya kepada diri sendiri, kenapa perasaan itu muncul? Setelah kita memahami emosi tersebut, kita juga dengan kesadaran yang tinggi, harus memahami bagaimana tubuh kita bereaksi terhadap emosi tersebut. Pada akhirnya, kita harus memutuskan sikap apa yang paling baik untuk menanggapi emosi tersebut. Jadi, apa pun bisa terjadi dalam hidup kita, dan perasaan apa pun bisa muncul dari kejadian yang kita alami. Tetapi, sikap kita yang tepat mampu menciptakan perilaku positif, sehingga kita tidak mengekspresikan perasaan-perasaan yang tidak menguntungkan hidup kita.

Kecerdasan emosional mampu menjaga diri kita dari rangsangan tiba-tiba atau gerakkan hati yang timbul secara spontan, tanpa memikirkan risiko dan bahaya. Kadang-kadang, obsesi dan keinginan yang berlebihan menutup akal sehat kita, sehingga kita menjadi penuh semangat dan nekad untuk melakukan sebuah tindakan, tanpa memikirkan dampak buruknya. Tekad yang kuat itu baik, semangat yang tinggi itu baik, rasa percaya diri yang tinggi itu baik. Tetapi, sebaiknya, semua yang baik itu tetap dilakukan dalam kendali kecerdasan emosional yang baik. Pada intinya, kita membutuhkan manajemen emosi positif untuk meningkatkan kualitas karakter yang mudah mengendalikan emosi berlebihan secara positif. Spontanitas itu baik-baik saja, tetapi spontanitas tanpa terkendali dalam kecerdasan emosional dapat menimbulkan masalah di masa depan. Oleh karena itu, kita harus tetap fokus untuk membangun karakter dan kualitas diri terbaik dari kecerdasan emosional, sehingga ketika harus mengambil tindakan atau keputusan secara mendadak, kita telah menguasai kontrol atas tindakan dan keputusan tersebut.

Setiap orang pasti ingin secepatnya sukses, apalagi kalau melihat orang-orang di sekitarnya maju dan memiliki apa yang kita inginkan. Mungkin hari ini kita dalam ruang tunggu yang sedang menumbuhkan kualitas kita, tetapi emosi yang tak terkendali, yang secepatnya ingin memiliki semua impian, membuat kita cemas dan khawatir. Mengembangkan kemauan yang kuat untuk memiliki sesuatu harus diiringi dengan kecerdasan emosional yang baik. Perasaan cemas dan khawatir tidak akan membawa kita untuk mendekat pada impian, tetapi akan memperpanjang penderitaan kita dalam obsesi dan keinginan. Dalam kondisi ini, kita tidak akan tumbuh, tetapi semakin mundur dan semakin menjadi tidak berdaya. Oleh karena itu, tingkatkan kompetensi dan kualitas kecerdasan emosional agar dalam ruang tunggu, kita bisa benar-benar belajar untuk menerima impian pada waktunya. Semua jenis perasaan yang terkendali dalam kecerdasan emosional dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan kualitas diri kita.

Stres tidak mungkin dihilangkan dari proses hidup kita. Stres dalam kadar yang sangat rendah baik bagi kita. Tetapi, ketika stres sudah sangat mengganggu hidup kita, maka hanya melalui kecerdasan emosional stres dapat kita kurangi. Jadi, jika sampai hari ini kita masih suka terjebak dalam stres tinggi, itu artinya kualitas kecerdasan emosional kita masih sangat rendah. Kondisi ini haruslah menjadi kesadaran kita untuk memperbaiki diri sendiri dengan berlatih semua kompetensi kecerdasan emosional secara baik. Intinya, kecerdasan emosional tidak mungkin kita kuasai tanpa menguasai tujuh kompetensi seperti yang sudah kita bicarakan di atas. Ke tujuh kompetensi tersebut harus benar-benar kita kuasai dan jalankan secara berkualitas. Mengurangi tingkat stres harus kita kelola dengan sebaik mungkin. Kita harus sadar untuk menguasai perasaan dan emosi kita dengan sebaik-baiknya. Jelas, semua ini membutuhkan latihan dan kemampuan untuk dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kita tidak memiliki kecerdasan emosional, maka perasaan kita bisa mengambil tindakan. Jelas, hal ini tidak baik bagi masa depan kita. Perasaan kita sifatnya jangka pendek, dan hanya terpengaruh oleh realitas momen ini, bukan dari visi yang direncanakan secara sadar. Kita tidak boleh mengambil keputusan dan tindakan hanya berdasarkan perasaan. Sebab, perasaan kita saat ini bisa saja berubah satu jam kemudian. Intinya, sifat perasaan itu sangat pendek dan ditentukan oleh momen-momen kehidupan yang sedang kita lewati. Tindakan terbaik berasal dari kesadaran diri yang terukur dan memiliki kalkulasi resiko dengan sempurna.

Emosi bisa tiba-tiba muncul dan menguat, bisa juga tiba-tiba memudar dan menghilang dengan cepat. Hidup kita tidak boleh ditentukan oleh emosi, tetapi oleh sikap kita yang bijak dan kaya pengetahuan. Jadi, dalam setiap hubungan kita dengan orang lain tidak boleh didasarkan oleh emosi, tetapi oleh sikap baik kita. Kita harus memiliki kompetensi dan keterampilan kecerdasan emosional yang baik, sehingga setiap saat apa pun emosi-nya, kita mampu menguasai emosi tersebut untuk kebaikan hidup kita. Sifat primitif dan kognitif yang belum berkembang adalah sebuah hambatan untuk menguasai kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional hanya dapat dimiliki oleh sifat bijaksana dan kognitif yang sempurna dalam kesadaran diri tertinggi. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang hidup di zaman yang bergerak sangat cepat dengan informasi dan teknologi yang berubah sangat cepat; membutuhkan otak yang siap beradaptasi dengan perubahan cepat, bukan lagi otak yang suka zona nyaman. Kita harus sadar dengan zaman yang sedang kita hadapi, sehingga kita mau melengkapi kualitas diri dengan kecerdasan emosional untuk menjawab perubahan yang sangat cepat.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG MENDENGARKAN

“Mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar.”~Djajendra

Salah satu keterampilan dasar kepemimpinan adalah mendengarkan. Pada intinya, ini adalah keterampilan untuk membantu pemimpin lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan bermacam karakter dan kepribadian. Ini dapat mempermudah pemimpin untuk mobilisasi dan memanfaatkan semua potensi terbaik dari orang-orang yang membantu pemimpin. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang disampaikan oleh orang lain memungkinkan pemimpin untuk melakukan tugas sehari-hari dengan efektif.

Empati adalah dasar untuk dapat menjadi pendengar yang baik. Kemampuan untuk menunjukkan empati haruslah benar-benar berkualitas dan bersumber dari kecerdasan emosional yang tinggi. Kepemimpinan yang mendengarkan harus mampu mengendalikan amarah dan ego yang suka menerima pujian. Harus benar-benar tenang dalam pengendalian diri untuk dapat mendengarkan apa pun dengan jernih dan sabar. Empati yang kuat dengan kecerdasan untuk menyerap semua makna dari apa yang disampaikan, menjadikan kepemimpinan selalu kuat dan unggul.

Menjadi pendengar yang baik tentu sangat menguntungkan bagi kepemimpinan. Sebab, dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh karyawan, mitra, klien, dan stakeholder lainnya. Kemampuan untuk menangkap semua emosi, potensi, dan harapan orang lain haruslah menjadi inti dari kepemimpinan. Ketika kepemimpinan mampu menggunakan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, etos kerja, dan gairah setiap orang secara efektif, maka mereka semua dapat memberi hasil terbaik untuk tujuan yang diperjuangkan. Intinya, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas tinggi, Anda harus menjadi pendengar yang bersumber dari empati dan kecerdasan emosional yang tinggi.

Dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami bagaimana orang lain memandang tindakannya. Jadi, mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar. Ketika pemimpin tahu tentang bagaimana orang lain melihat dirinya, maka pemimpin dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Jadi, tidak ada lagi asumsi dan narasi pribadi yang ditonjolkan, tetapi realitas yang langsung didengarkan dari orang-orang yang memandang tindakan pemimpin itu seperti apa. Mendengarkan membantu pemimpin memahami persepsi dan keyakinan dari orang-orang yang terlibat membantu kepemimpinan-nya. Jika nantinya, ada orang-orang yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinan, maka dengan mudah pemimpin dapat melakukan pergantian, dan secepat mungkin menemukan orang-orang yang paling siap untuk menjalankan visi kepemimpinan.

Mendengarkan berarti menerima dengan tenang semua narasi, emosi, persepsi, dan situasi; tanpa mengesampingkan proses berpikir khas yang bersumber dari diri sejati pemimpin. Mendengarkan berarti tidak memberi respons melawan atau menolak, hanya mendengarkan dan tidak memberikan reaksi yang menghentikan proses mendengarkan. Setelah selesai mendengar, pemimpin perlu menilai semua yang didengar dengan situasi nyata. Keputusan akhir bukan dari apa yang didengar, tetapi apa yang diyakini dan dirasakan benar oleh pemimpin. Intinya, mendengarkan itu hanya untuk memahami orang lain, merasakan keyakinan dan persepsi mereka, serta melibatkan mereka untuk kepemimpinan yang efektif. Pada akhirnya, semua keputusan ditentukan oleh intuisi dan pengetahuan pemimpin.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KEPEMIMPINAN DARI DIRI SENDIRI

“Kepemimpinan adalah tentang keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan.”~Djajendra

Kepemimpinan adalah milik setiap orang. Siapa pun Anda, di mana pun posisi Anda, apa pun peran Anda dalam hidup, punya jabatan atau pun tidak punya jabatan, punya kekuasaan atau pun tidak punya kekuasaan, Anda harus dapat memimpin hidup Anda. Kepemimpinan adalah keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan. Pemimpin adalah orang-orang yang terlatih untuk memiliki visi dan kontrol atas diri sendiri, serta mudah mempengaruhi diri sendiri dan orang lain untuk mencapai segala sesuatu. Intinya, untuk menjalankan fungsi kepemimpinan, Anda tidak perlu menjadi siapa-siapa, cukup menjadi diri sendiri yang mampu menguasai diri agar dapat menguasai kepemimpinan terhadap kehidupan yang Anda alami.

Setiap orang harus menguasai kepemimpinan sebagai modal untuk menjalani kehidupan secara efektif dan profesional. Hidup yang Anda alami membutuhkan perhatian penuh dan kontrol atas segala sesuatu dengan bijaksana. Kepemimpinan dari energi positif Anda diperlukan untuk memulai, berhenti, berubah, berinovasi, berprestasi dan mengontrol diri. Kepemimpinan Anda diperlukan untuk menghadapi tantangan baru dengan perilaku dan cara baru. Jadi, ketika penguasaan diri Anda hebat dan kepemimpinan Anda bijaksana, maka tidak ada hal apa pun yang mampu menghentikan langkah Anda untuk mencapai prestasi terbaik.

Kepemimpinan adalah tentang memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk mencapai sesuatu. Penguasaan terhadap diri sendiri, khususnya terhadap: potensi, pikiran, emosi, karakter, kepribadian, fisik, mental, akal, kecerdasan, persepsi, dan keyakinan positif; haruslah menjadi bagian yang memberdayakan diri sendiri untuk diberikan kepada orang lain dalam wujud kepemimpinan yang andal dan berkualitas. Membangun kepemimpinan yang hebat dari dalam diri sendiri menjadikan Anda percaya diri dan memiliki kecerdasan emosional di setiap tindakan dan pemikiran. Kepemimpinan dengan kecerdasan emosional yang baik mampu menguasai diri sendiri dan orang lain, mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal yang dikerjakan, mampu memiliki ketenangan pikiran yang luar biasa di situasi yang sangat mengacaukan, serta mampu bertindak dengan sangat efektif dan produktif di setiap langkah menuju masa depan.

Keterampilan dasar kepemimpinan adalah mengelola dan menggunakan emosi diri sendiri dan emosi orang lain secara tepat waktu untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan harus terlatih dan memiliki kualitas untuk memanfaatkan segala macam emosi bagi pencapaian. Berbagai macam emosi yang diperlukan kepemimpinan sudah tersedia di dalam diri orang-orang di sekitar, sehingga pemimpin harus tampil dengan keyakinan penuh untuk mencapai yang terbaik. Mampu menggunakan emosi untuk melancarkan komunikasi, memberi inspirasi dan motivasi, membuat setiap orang terhubung secara kuat dan solid untuk mencapai tujuan, serta memberi pengaruh dan keyakinan untuk bersama-sama mencapai tujuan.

Kepemimpinan dimulai dari kesadaran untuk berjuang dan berupaya secara total. Dari titik kesadaran diri ini, kepemimpinan harus sadar diri untuk menampilkan kekuatan kepemimpinan dari dalam diri sendiri yang terampil dalam banyak kualitas. Pikiran, emosi, akal, memori, dan realitas yang sedang dihadapi harus dalam penguasaan kesadaran diri. Kepemimpinan adalah energi yang hadir dengan apa yang terjadi di sekitar dan di dalam diri. Tidak pernah terganggu secara mental dan emosi oleh kesulitan dan tantangan. Selalu terkendali dalam kesadaran diri yang kuat untuk berjuang total dalam tujuan yang terang. Perhatian penuh pada tujuan melalui kesadaran diri dan manajemen diri yang kaya integritas, menjadikan kepemimpinan berkualitas dan selalu akurat dalam langkah dan perjuangan menuju kemenangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGHADAPI TITIK TERENDAH KEHIDUPAN

“Sukses itu bukan cerita mudah, sukses adalah cerita dari kegagalan dan putus asa.”~Djajendra

Selama kita masih bernafas, kita tidak pernah tahu kapan titik terendah itu terjadi di dalam hidup kita. Mungkin hari ini kita merasakan titik terendah, tetapi bisa saja di masa depan ada titik yang lebih rendah dari sebelumnya. Jadi, hidup itu tidak pasti, tidak mungkin semua hal dapat kita pikirkan pada hari ini, tidak mungkin semua rencana berjalan tanpa tantangan dan kesulitan. Hanya keyakinan dan kepercayaan kita, untuk tetap berjuang dan tak pernah berhenti melakukan inovasi, akan membuat kita berhasil.

Walaupun kita sedang berada di titik terendah kehidupan dan betul-betul dibuat tak berdaya secara mental, yakin dan percayalah bahwa kita akan berhasil. Sukses itu bukan cerita mudah, sukses adalah cerita dari kegagalan dan putus asa. Ketika kita sangat bersemangat untuk mencapai tujuan dan rencana, sudah bekerja sangat keras untuk mencapai nya; tetapi tiba-tiba kegagalan demi kegagalan menghajar kita, sehingga sulit bernafas dan sulit untuk berpikir. Dalam kondisi ini, jangan berlama-lama dalam stres, jangan berlama-lama dalam mental yang hancur, jangan berlama-lama dalam rasa putus asa. Yakinkan diri sendiri bahwa keberhasilan sudah sangat dekat dan tinggal se inci di depan kita.

Kepercayaan diri dan keyakinan yang sepenuh hati di titik terendah kehidupan adalah setengah sukses. Kita membutuhkan dukungan dari kesadaran diri kita sendiri untuk menjadi sukses. Untuk mencapai hasil terbaik; kita harus bekerja dengan pikiran yang tenang, santai, gembira, stabil, dan percaya diri. Jadilah pribadi dengan energi positif yang setiap saat membangkitkan keyakinan dan tekad untuk mencapai keberhasilan. Jadilah produktif dan selalu mempercayai kemampuan diri sendiri. Mari kita fokus hanya pada bagaimana membantu dan menguatkan diri sendiri. Mari kita ingatkan pada diri sendiri bahwa kita akan berhasil kalau mau menerima titik terendah dengan sabar dan optimis.

Ketika berada di titik terendah kehidupan setiap orang akan mengalami keraguan, rasa tidak aman, ketakutan, tidak mampu, kecemasan, dan berbagai macam rasa yang membuat dirinya tidak berdaya. Ini semua disebabkan oleh pikiran negatif yang menghambat kesuksesan untuk mengalahkan titik terendah. Di sinilah kita harus memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk menguatkan diri agar bisa fokus pada solusi. Biasanya, di titik terendah orang muak untuk menerima nasihat dari siapa pun. Keadaan yang sangat tertekan dan depresi bukanlah momen yang tepat untuk menasihati. Ketika orang sedang tertekan dan depresi kita hanya perlu mendengarkan dan membiarkan depresi dan tekanan itu turun.

Di titik terendah kehidupan dibutuhkan penguatan diri, peningkatan kepercayaan diri, peningkatan disiplin, peningkatan antusiasme, peningkatan kecepatan, peningkatan efisiensi, peningkatan motivasi, dan peningkatan keyakinan untuk mencapai yang terbaik. Ketika semua hal di atas tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka kita mulai menyerap energi sukses dan merasa kuat untuk meninggalkan titik terendah kehidupan. Kondisi ini membuat kita mampu mengatasi stres dan mulai menemukan rasa senang terhadap kehidupan yang kita alami.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEKACAUAN ADALAH UJIAN UNTUK KETENANGAN HIDUP

“Kekacauan dan ketidakpastian adalah bagian dari kehidupan yang harus kita hormati dengan sikap yang tenang, bijaksana, sabar, dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk kebaikan hidup kita.”~Djajendra

Ketika situasi dan keadaan berantakan dan penuh kesulitan, maka menjadi tenang dan damai adalah kecerdasan. Kita harus kuat dan berdaya hebat di depan kekacauan yang membuat kita kehilangan cara untuk menemukan solusi. Kita tidak boleh kalah dan terjebak dalam situasi buruk yang memberikan kita hanya pilihan-pilihan buruk. Kekacauan dan kesulitan memberikan anugerah pada orang-orang bijak dan positif. Kekacauan tidak selamanya buruk bagi hidup kita. Persepsi kita menentukan apakah kekacauan yang kita hadapi sesuatu yang baik atau tidak baik bagi kita. Jika persepsi kita positif, maka kita mampu menemukan sesuatu yang baik dari kekacauan yang kita alami.

Jika semua hal dalam hidup kita berjalan mulus dan tanpa tantangan, maka rasa syukur kita mampu menghadirkan ketenangan dan kedamaian. Intinya, ketenangan memiliki nilai lebih di situasi yang penuh kekacauan daripada saat kita tidak memiliki tantangan dan kesulitan. Oleh karena itu, miliki kesadaran untuk belajar menjadi lebih tenang dan sabar saat keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Kenali diri sendiri secara baik, miliki kebiasaan untuk santai saat keadaan sulit, tarik nafas dalam-dalam, fokus perhatian pada hal-hal positif. Terimalah keadaan kacau itu dengan kesadaran yang tinggi dan anggap saja hal tersebut sebagai pengalaman yang memperkaya diri sendiri.

Pikiran dan persepsi kita harus merasakan kekacauan sebagai peluang untuk belajar sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan kita. Jadi, ketika ada kekacauan, maka itulah waktu yang tepat untuk berlatih ketenangan. Jika kita tidak menjaga pikiran dan persepsi dalam energi positif, maka dalam sekejap, emosi dan hati kita akan terombang-ambing dalam kekacauan. Akibatnya, pikiran negatif dan ego yang gelisah muncul dengan kuat untuk menanggapi situasi kita yang tidak pasti dan penuh kekacauan. Jadi, menjadi tenang dan damai adalah persoalan persepsi dan daya tahan mental saat menghadapi kekacauan dan ketakutan. Jika pikiran dan persepsi positif, daya tahan mental yang luar biasa, maka terhadap kekacauan yang luar biasa pun kita dapat bersikap dengan tenang dan bijaksana. Obat untuk mengurangi kekacauan, kebingungan, ketakutan, dan masalah yang sulit menyelesaikan adalah ketenangan, kebijaksanaan, dan kesabaran dalam proses menemukan solusi.

Kekuatan mental dan ketenangan pikiran adalah kunci untuk tetap ikhlas dan sabar saat orang-orang menyudutkan, menyalahkan, tidak memahami, atau pun memfitnah. Tetaplah sabar dalam kebenaran dan tetaplah tersenyum untuk keadaan yang tidak menyenangkan itu. Ketika kita menghadapi hal-hal yang mengacaukan hidup kita; maka saat itulah kita membutuhkan kesabaran, ketenangan, keberanian, kekuatan, daya tahan mental yang hebat, daya tahan fisik yang hebat, dan konsentrasi yang tidak terganggu untuk menemukan solusi terbaik. Ketenangan kita dalam kekacauan adalah ujian bagi keimanan kita. Ketenangan kita dalam kekacauan adalah bukti bahwa kita tunduk pada kehendak Tuhan. Dan, sebagai manusia yang diberikan akal dan budi, kita tetap menggunakan kecerdasan untuk menemukan jalan keluar dari kekacauan yang kita hadapi. Akal dan budi dalam keseimbangan hidup haruslah dihadirkan dari dalam diri kita, yang dihadirkan dari ke kedalaman batin kita, menstabilkan kesadaran kita, menguatkan keyakinan kita untuk mendapatkan solusi terbaik.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENJALANKAN PERAN SEBAGAI PEMENANG DI SEMUA SITUASI DAN KEADAAN

“Kita harus kuat dan merasa mampu untuk menjalankan peran sebagai pemenang di masa yang tidak pasti dan penuh kesulitan.”~Djajendra

Ketika kita memiliki hasrat dan tujuan untuk kesuksesan yang lebih tinggi, maka kita harus menguatkan mental yang hebat untuk menghadapi situasi yang belum kita kenal. Kadang-kadang – jalan menuju sukses menciptakan keadaan yang tidak menguntungkan kita, keadaan yang penuh tantangan, sedikit sulit, dan membuat kita terpisah dari kenyamanan hidup. Sesulit apa pun situasi yang kita hadapi, kita harus menjaga pikiran positif dan berbicara hal-hal positif kepada diri sendiri. Jangan membiarkan suara hati negatif melemahkan kita dalam perjuangan. Jangan membiarkan ketakutan, ketidakpastian, keraguan, dan perasaan putus asa menghentikan semangat juang kita. Kita harus kuat dan merasa mampu untuk menjalankan peran sebagai pemenang di masa yang tidak pasti dan penuh kesulitan.

Mungkin kita sudah senang dan merasa nyaman dengan keadaan hari ini. Pekerjaan yang lancar, penghasilan yang mengalir dengan teratur, hubungan yang baik, kesehatan yang hebat, semuanya berjalan dengan baik dan membuat kita nyaman dengan keadaan. Karena sudah sangat nyaman dan merasa terjamin secara ekonomi, kita lupa bahwa hidup itu berubah setiap hari, dan kita juga akan dipaksa oleh kehidupan untuk menghadapi perubahan. Segala sesuatu yang tidak kita duga sebelumnya bisa terjadi dalam hidup kita. Kehilangan pekerjaan, menderita sakit yang serius, penghasilan yang terhenti dan tidak mampu membiayai kehidupan sehari-hari, atau kesulitan dalam bentuk apa saja sangat mungkin dihadapi oleh siapa pun. Perubahan adalah kebenaran sejati, namun seringkali kita tidak mau menerima kenyataan ini. Ketika kita terlempar keluar dari zona nyaman oleh perubahan, kita selalu merasa putus asa, menangis, ketakutan, stres, depresi, dan kehilangan arah untuk menghadapi situasi yang tidak jelas dan pasti. Padahal peluang dan kemajuan ada di luar zona nyaman kita. Memang tidak mudah memahami peluang dan kemajuan itu jika kita sedang berada dalam perasaan putus asa. Stres dan depresi yang kita alami hanya memperburuk keadaan dan membawa kita ke level kehidupan yang lebih rendah.

Pemenang selalu mengambil peran sebagai kekuatan yang siap mengalahkan masa sulit. Walaupun orang-orang mulai meninggalkan dirinya karena dia sedang sulit, walaupun dia dalam keadaan terlantar dari orang-orang di sekitarnya, tetapi kesabaran dan keyakinan akan membuatnya mampu melihat peluang. Seorang pemenang sadar bahwa jika dia terjebak dalam perasaan mengasihani diri sendiri, hal ini akan sangat merugikan hidupnya. Dia selalu mengingatkan hal-hal positif dan optimis untuk mendapatkan suasana batin yang menguatkan perjuangan di masa sulit. Mungkin kita tidak membuat kemajuan secepat yang kita harapkan, tetapi energi positif di dalam diri kita semakin hari semakin mendewasakan kita untuk melihat hal-hal terbaik. Ketika kata-kata positif semakin menguatkan hati dan pikiran kita, maka kita pun mulai melakukan hal-hal terbaik di setiap langkah menuju kemenangan. Apalagi, jika setiap hari kita menceritakan hal-hal baik pada diri sendiri, maka dalam situasi yang paling menyakitkan pun kita mampu tenang dan optimis dengan langkah kita.

Peran pemenang bukan untuk menghadapi hal-hal mudah, tetapi untuk menghadapi ketidakpastian dan kesulitan yang belum ada solusinya. Seorang pemenang selalu menyiapkan mental dan fisik untuk berjuang setiap hari di sepanjang hidupnya. Pemenang bukan produk dari keadaan, tetapi produk dari visi yang diperjuangkan setiap hari. Dia tidak membiarkan rasa putus asa menentukan masa depan. Ketika semuanya habis, maka dia memulainya lagi dari nol. Walaupun dia sangat berpengalaman dan menguasai manajemen yang hebat, tetapi dia siap menjadi pemula untuk mencapai kemenangan. Pemenang sadar bahwa sesuatu yang hebat tidak pernah dimulai dari zona nyaman, tetapi dimulai dari keadaan yang sulit dan tidak pasti. Pemenang selalu memulai dari kenyataan yang dihadapi, bukan dari pikiran yang menginginkan sesuatu. Pemenang selalu fokus pada langkah berikutnya, inci demi inci, dan tidak terganggu dengan hal-hal yang tidak pasti di depan. Seorang pemenang lebih suka kelelahan dalam perjuangan dan pembelajaran daripada kelelahan oleh pikiran yang tidak berani melakukan tindakan. Perjuangan, kerja keras, keberanian, kerendahan hati, tidak takut kalah, tidak takut gagal, dan berani mengambil langkah terbaik selanjutnya adalah sifat dari pemenang sejati.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

RAHASIA MEMBANGUN HUBUNGAN DENGAN ORANG LAIN

“Apa pun yang kita rasakan dari orang lain itu adalah apa yang ada dalam diri kita.”~Djajendra

Kita harus sadar dan memahami dengan benar bahwa setiap kata, perasaan, tindakan, pikiran kita tentang seseorang berasal dari dalam diri kita. Reaksi kita, respons kita, sikap kita, tindakan kita, semuanya berbicara tentang diri kita. Hidup kita bukan untuk menghakimi orang lain, tetapi untuk memanfaatkan hubungan baik dalam meningkatkan kualitas kita. Semua kesan buruk tentang orang lain, semua pembicaraan yang menyudutkan orang lain, dan semua kata-kata yang mencoba menyudutkan orang lain, hanya merusak kebaikan dan keindahan di dalam diri kita. Hidup kita menjadi sangat buruk jika energi negatif menguasai kepribadian kita.

Semua perasaan dan persepsi kita pada orang lain berasal dari diri kita sendiri, bukan berasal dari orang yang kita temui. Orang-orang yang kita temui memberitahukan sesuatu tentang diri kita, tentang siapa kita yang sesungguhnya. Oleh karena itu, kita selalu menyikapi setiap hubungan secara berbeda dan tidak pernah sama antara satu orang dengan yang lainnya. Hubungan kita dengan orang lain bersifat dinamis dan tidak pernah sama. Setiap orang yang kita temui memiliki energi untuk memberitahu ada apa saja di dalam kepribadian kita.

Ketika kita gembira saat ketemu seseorang, itu artinya orang tersebut memberitahu kita tentang apa yang kita suka. Ketika kita marah dan kesal dengan seseorang, itu artinya orang tersebut memberitahu kita tentang apa yang membuat kita tidak suka. Semua orang yang kita temui adalah guru yang memberitahu ada apa saja di dalam diri kita, sehingga jika kita sadar dan mau memperbaiki kualitas hidup, kita dapat memulai dari memahami siapa kita yang sebenarnya. Karena hubungan adalah bertemunya energi untuk memberitahu siapa diri kita yang sebenarnya, maka kita harus memahami jenis energi apa yang paling menguasai hidup kita, apakah energi positif atau energi negatif?

Membangun hubungan adalah tentang diri kita yang asli, yang hadir dengan cinta dan empati saat merespon energi dari orang-orang yang kita temui. Jika kita menggunakan pencitraan diri atau bukan diri yang asli, maka setiap ketemu orang kita menampilkan wajah baru dalam sandiwara yang bermain karakter. Semua hal baik dan buruk tanpa kita sadari kita mengekspresikan dalam setiap hubungan dengan orang lain. Kita hadir seperti seorang bintang film yang bermain karakter yang disutradarai oleh energi yang dibawah oleh orang-orang yang kita temui. Kepribadian kita yang asli dikalahkan atau ditenggelamkan oleh karakter sandiwara kita. Jadi, kita tidak pernah hadir dari ke kedalaman jiwa yang penuh kasih untuk merespon setiap jenis energi yang dibawah oleh orang-orang yang kita temui.

Apa pun yang kita rasakan dari orang lain itu adalah apa yang ada dalam diri kita. Tujuan hidup adalah untuk menciptakan diri kita yang lebih berkualitas dan lebih positif setiap saat. Kita harus berterima kasih dengan semua orang yang kita temui, karena mereka telah memberitahu apa yang perlu kita perbaiki agar kualitas hidup kita terus-menerus disempurnakan. Jika pola pikir kita terbatas dan lebih memilih untuk tetap waspada, melindungi  diri kita dari semua orang lain selain diri kita sendiri, maka kita tidak pernah memiliki kualitas hubungan yang membuat kita mampu menghasilkan hal-hal produktif dan terbaik dengan siapa pun. Walaupun cara berpikir, kepentingan, visi, dan kepribadian kita berbeda; tetapi jika kualitas hubungan kita positif, maka semua perbedaan itu menjadi tidak berarti apa-apa.

Membangun hubungan adalah sesuatu yang sangat pribadi, semuanya ditentukan dari kemampuan untuk mengelola diri sendiri. Kita harus mengawasi diri sendiri agar tidak dikuasai oleh energi negatif. Kita harus menjaga kata-kata dan ucapan agar tidak melukai orang lain. Kita harus berhati-hati dan memiliki pengetahuan yang benar dalam memberi pendapat. Kita harus memiliki empati dan toleransi dalam melakukan penilaian, apalagi terhadap orang-orang yang berbeda pandangan dengan kita. Kita harus memiliki intuisi dan pengetahuan yang benar untuk membuat keputusan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 24072019

Situasi dan kenyataan yang kita hadapi tidak lebih dari pelajaran yang mengajarkan kita tentang hidup.~Djajendra

Jika kita memupuk kebencian dan kekerasan terhadap orang lain, suatu hari nanti, itu akan kembali kepada kita. ~ Sadhguru

Saya sangat percaya pada kekuatan hati dan jiwa; Saya tahu bahwa jawaban untuk apa yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah di dalam hati kita sendiri. Yang harus kita lakukan adalah mendengarkan, kemudian melangkah satu langkah lebih jauh dan percaya pada apa kita dengar. Kita akan diajarkan apa yang perlu kita pelajari.~Melody Beattie

Pada akhirnya, kita harus belajar untuk mempercayai diri kita sendiri. Ketika kita melakukan ini secara intim dan cerdas, dunia terbuka penuh makna di hadapan kita. Kita menemukan bahwa kita sendiri adalah pintu menuju pemahaman yang tak dapat dipahami tentang sumber kehidupan itu sendiri. Kita hanya perlu belajar berjalan melaluinya.~James Thornton

Jika tidak mengerti lagi jalan menuju tujuan, karena begitu banyak kesulitan dalam hidup, maka tujuan selanjutnya adalah langkah berikutnya, langkah berikutnya menjadi tujuan. Tidak boleh membiarkan kesulitan menjebak kita dan menahan hidup kita di dalam situasinya.~Djajendra

Aku tidak pernah tahu apa pelajaran selanjutnya, karena kita tidak seharusnya tahu; kita seharusnya mempercayai diri kita sendiri untuk menemukannya.~Melody Beattie

Kritik kasar tidak pernah menjadi bagian dari kritik yang berarti tentang Anda. Tujuannya bukan untuk mengajar atau membantu, tujuannya adalah untuk menghukum.~ Barbara Sher

Orang yang paling cerdas mampu menjaga kemandirian dirinya, dia mampu memisahkan diri dari orang lain atau dari situasi yang terjadi di luar dirinya, dia memegang kemudi untuk membawa hidupnya dengan tenang.~Djajendra

Saya belajar … bahwa inspirasi tidak datang seperti baut, juga tidak kinetik, energik, berjuang, tetapi itu datang kepada kita secara perlahan dan diam-diam dan sepanjang waktu, meskipun kita harus secara teratur dan setiap hari memberikan sedikit kesempatan untuk mulai mengalir, beri prime dengan sedikit kesunyian dan kemalasan.~Brenda Ueland

Istirahatkan pikiran dari berpikir, kita harus terlatih untuk tidak berpikir, dan hanya bernafas dalam rasa syukur.~Djajendra

Jika kita gagal menyehatkan jiwa kita, mereka layu, dan tanpa jiwa, kehidupan berhenti memiliki makna …. Proses kreatif menyusut tanpa adanya dialog terus-menerus dengan jiwa. Dan kreativitas adalah apa yang membuat hidup layak untuk dijalani.~Marion Woodman

Pikiran dan emosi Anda adalah drama yang Anda buat dalam pikiran Anda. Anda harus bisa mengarahkannya seperti yang Anda inginkan. ~ Sadhguru

Emosi adalah energi yang menggerakkan hidup kita.~Djajendra

Jika kesadaran dalam bentuk toleransi dan empati mengisi kualitas suara hatinya, maka kebaikan hati mampu memaafkan semua yang selama ini dirasakan telah menyakiti hatinya.~Djajendra

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

UCAPAN BURUK KITA MERUGIKAN HIDUP KITA

“Kendalikan marah yang tak terkendali dengan cara tidak mengeluarkan satu kata pun atau ekspresi negatif.”~Djajendra

Ucapan buruk adalah musuh yang paling berbahaya. Sebuah kata dan ucapan yang negatif dapat menghancurkan reputasi kita. Lebih baik diam dalam kesabaran daripada mengucapkan kata atau kalimat yang menyakiti hati dan harga diri orang lain. Kendalikan pikiran untuk tidak menciptakan persepsi buruk tentang orang lain. Semakin kita memusuhi sesuatu, semakin banyak keinginan kita untuk mengucapkan sesuatu yang buruk terhadapnya. Semakin banyak kita mengeluarkan kata-kata negatif untuk merendahkan orang lain, semakin tenggelam diri kita di dalam keburukan hidup.

Ucapan dan kata-kata buruk kita menjadi bagian dari keberadaan kita. Hidup kita pun akan berkembang melalui energi negatif yang dihasilkan oleh kata-kata buruk kita. Jadi, semua ucapan dan kata-kata buruk yang kita lemparkan pada orang lain, akan menjadi benih di dalam diri kita sendiri dan tumbuh untuk merampas semua kedamaian dan kebahagiaan hidup kita. Oleh karena itu, sangatlah cerdas dan hebat diri kita ketika kita mampu mengendalikan pikiran dan perasaan untuk hanya mengeluarkan kata dan ucapan positif. Jadilah pribadi positif dengan sopan-santun dan ucapan yang konsisten positif. Kendalikan marah yang tak terkendali dengan cara tidak mengeluarkan satu kata atau ekspresi negatif.

Kendalikan diri untuk tidak terpengaruh dengan kata atau ucapan negatif. Ketika ada orang yang mencoba melemparkan kata dan ucapan negatif untuk menghancurkan pertahanan diri kita, maka kita harus menenangkan ego dan menjauhkan marah. Sebab, jika ego dan marah bersatu, maka kita akan meledakkan energi negatif yang luar biasa besarnya, sehingga konflik yang hebat pasti terjadi. Pemenang sejati tidak akan mampu dikalahkan oleh kata dan ucapan yang mencoba merendahkan atau mempermalukan dirinya. Pemenang sejati terlalu kuat untuk bisa digoyang kepribadiannya dengan kata dan ucapan negatif.

Energi kehidupan hanya mengikuti sifat kita yang asli. Jika kita selalu merasa hidup kita dalam ketidakadilan, penuh tekanan, penuh ancaman, ketidakjujuran; maka, hidup kita akan diisi oleh pikiran dan perasaan tidak adil, tidak jujur, serta berbagai perasaan negatif yang tercipta dari rasa tidak adil dan tidak jujur itu. Kondisi ini akan memicu keyakinan di dalam diri kita untuk memelihara musuh-musuh yang kita anggap sebagai sumber dari perasaan tidak adil dan tidak jujur tersebut. Realitas ini menciptakan persepsi kita yang selalu memikirkan hal-hal buruk, sehingga tanpa sadar kata dan ucapan buruk terbentuk dalam pola pikir kita. Akibatnya, di sepanjang hidup, begitu murah dan mudah mulut kita mengucapkan kata-kata buruk untuk menyinggung hati dan harga diri orang lain. Dalam hal ini, kita tidak pernah merasa bersalah dan selalu menganggap benar dengan semua kata atau ucapan buruk kita tersebut. Jelas, kondisi kita ini adalah potensi negatif yang selalu membuat hidup kita kalah dengan realitas.

Kata dan ucapan kita yang menyakiti orang lain adalah racun yang sedang merusak diri kita sendiri. Jika orang yang coba kita sakiti itu tidak peduli dengan ucapan buruk kita, maka racun tersebut tidak akan pernah masuk ke dalam diri orang yang coba kita sakiti itu. Ucapan dan kata-kata buruk kita adalah sumber energi negatif bagi diri kita sendiri. Jika orang-orang tidak peduli dan tidak melayani energi negatif yang kita lemparkan, maka hidup mereka tetap damai dan bahagia, tanpa pernah terganggu dengan energi negatif kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

INTUISI ADALAH KEKUATAN YANG DIBUTUHKAN DI MASA DEPAN

“Intuisi terjadi dari pikiran yang dibimbing oleh batin. Dalam hal ini, kecerdasan kita bekerja di alam bawah sadar untuk melayani intuisi kita, membimbing batin kita, membimbing pikiran kita, dan memberi kekuatan pada keyakinan kita untuk membuat keputusan yang cepat.”~Djajendra

Masa depan adalah era inovatif, era imajinasi, dan era kreativitas. Pikiran rasional saja  belum cukup untuk menjawab tantangan masa depan. Kita membutuhkan intuisi untuk dapat mengambil keputusan yang cepat dalam sekejap mata. Intuisi adalah potensi manusia yang tidak boleh diabaikan dan harus dilatih untuk mengubah situasi melalui keputusan yang cepat. Tanpa intuisi, kita akan membuat prediksi berdasarkan kenyataan yang ada dan sangat mengandalkan pemikiran rasional, sehingga sulit menghadapi sebuah peristiwa atau situasi yang mendadak muncul dihadapan kita.

Pengalaman, pengetahuan, kebijaksanaan, dan jam terbang yang tinggi akan memberikan dasar untuk penguatan intuisi. Secara rasional kita mungkin bisa membuat pilihan-pilihan dan menimbang semua pilihan sampai kita memilih yang tepat. Persoalannya, kita sedang menuju ke era kehidupan yang sangat cepat perubahan nya dan membutuhkan keputusan yang sangat cepat untuk menyelamatkan visi kita. Jadi, semua pilihan rasional membutuhkan waktu yang lama, sedangkan perubahan yang terjadi membutuhkan penilaian yang cepat dan keputusan yang super cepat. Karena itu, intuisi haruslah mulai dilatih dan dikuasai sebagai alat yang penting untuk menghadapi perubahan yang sangat cepat.

Keputusan yang baik tidak pernah dihasilkan dari sikap tergesa-gesa, tidak hati-hati, kurang teliti, atau pun kecemasan. Kita membutuhkan informasi yang benar dan intuisi yang tajam untuk mengambil keputusan yang cepat. Intuisi kita yang tajam sudah memiliki pengetahuan, kualitas, ketelitian, dan sikap hati-hati saat mengambil keputusan yang cepat. Ini adalah asimilasi langsung dari kenyataan tanpa harus menjalani proses berpikir dan berpikir secara kognitif.

Intuisi terjadi dari pikiran yang dibimbing oleh batin yang diperlihatkan melalui perasaan dan kebijaksanaan suara hati. Jadi, intuisi bukan melalui pemahaman intelektual, tetapi dari bimbingan batin melalui perasaan dan kebijaksanaan. Dalam hal ini, kecerdasan kita bekerja di alam bawah sadar untuk melayani intuisi kita, membimbing batin kita, membimbing pikiran kita, dan memberi kekuatan pada keyakinan kita untuk membuat keputusan yang cepat.

Pikiran intuitif sangat dibutuhkan oleh pikiran inovatif. Ini adalah senjata kemanusiaan kita untuk menghadapi berbagai macam perubahan dan ketidakpastian dalam hidup. Jadi, intuitif dan inovatif adalah bukti bahwa kita bukan mesin atau robot, tetapi manusia sejati yang memiliki potensi di dalam diri yang tidak mungkin dapat dimiliki oleh mesin atau pun robot. Ketika sekarang ini robot dan mesin sudah mulai digunakan untuk menyelesaikan pekerjaan, memecahkan masalah, dan meningkatkan fokus pada tugas; maka, kita sebagai manusia sejati tidak perlu takut pekerjaan kita akan diambil oleh mesin atau robot. Kita harus masuk ke kedalaman diri sendiri untuk menemukan berbagai macam potensi tersembunyi bagi kemajuan hidup kita di masa depan.

Mulailah berlatih dan membuat pikiran kreatif terhubung dengan pikiran cerdas. Latih diri untuk selalu tenang dan memahami sesuatu secara naluri, tanpa perlu akal sehat. Intuisi dan inspirasi harus dibiasakan dalam kehidupan sehari-hari. Juga, harus diuji ketajaman dan ketepatan dalam kenyataan yang terjadi. Intuitif kita yang tajam mampu menangkap energi masa depan dan energi momen sekarang; sehingga kita bisa membuat keputusan yang tepat dan cepat, tanpa banyak pikir dan tanpa banyak pilih. Pada akhirnya, intuisi adalah tentang apa yang kita rasakan dan kita yakini akan terjadi, bukan tentang apa yang kita ketahui atau kuasai.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com