DALAM DIRI KITA ADA ORANG YANG KUAT DAN ADA ORANG YANG LEMAH

“Jika orang-orang mendatangi Anda dengan membawa masalah mereka, maka Anda tidak boleh sibuk mengurusi masalah tersebut. Anda harus menguatkan energi positif untuk menemukan solusi dan membuat masalah terpecahkan.”~Djajendra

Kehidupan menyediakan ruang dan waktu untuk menemukan siapa diri kita yang sesungguhnya. Semua kebaikan, keindahan, kesempurnaan, kemudahan, dan keajaiban telah disiapkan oleh kehidupan bagi kita semua. Tidak pernah sesuatu yang merugikan hidup kita yang diberikan oleh kehidupan. Kita semua diberikan tempat yang indah dengan kekayaan yang berlimpah ruah. Persoalannya, setiap orang memiliki takdir yang tidak memungkinkan dirinya untuk memilih, tetapi memungkinkan dirinya untuk memiliki sikap yang menguntungkan jalan hidupnya. Di samping itu, setiap orang memiliki jalan hidup yang unik untuk menuju tujuan. Untuk dapat memahami ini semua, kita harus bersyukur dengan hidup yang kita alami dan menemukan diri sejati melalui proses kehidupan kita masing-masing.

Dalam kehidupan yang indah ini, diri kita masing-masing mengeluarkan energi positif dan negatif untuk mengisi permainan hidup. Kita sendiri yang menciptakan masalah, tantangan, dan sekaligus solusinya. Di sepanjang perjalanan hidup, kita selalu memainkan drama dengan berbagai macam cerita yang semua skenario-nya bersumber dari energi diri kita sendiri. Kita adalah aktor dari pikiran, ego, emosi, pengetahuan, keyakinan, dan persepsi kita sendiri. Drama yang kita ciptakan menghadirkan diri kita yang kuat atau pun yang lemah. Kita harus mengisi setiap alur cerita di sepanjang drama yang kita perankan dengan diri kita yang kuat. Jika kita tidak menjadi diri sendiri yang hadir sebagai pribadi kuat dari ke kedalaman diri sejati kita, maka jika ada gangguan yang cukup berat di sepanjang perjalanan kita menuju tujuan, kita menjadi mudah stres dan kehilangan kepercayaan diri. Intinya, kita mudah menderita di setiap momen yang menghadirkan kesulitan dan ketidakpastian. Jelas, semua penderitaan ini jika dibiarkan terus-menerus akan berdampak buruk pada kesehatan fisik dan mental kita.

Walaupun kehidupan sudah menyediakan semua kebutuhan kita dengan berlimpah, tetapi keserakahan dan kebodohan menjadikan hidup masing-masing orang tidak dalam keseimbangan. Semua peristiwa hidup di luar diri kita bersumber dari energi kolektif kita semua. Jika di dunia ini ada sembilan milyar orang, maka energi kolektif itu bersumber dari sembilan milyar orang. Di mana, masing-masing orang dari sembilan milyar itu mengeluarkan energi positif atau pun negatif tanpa dapat dikendalikan oleh satu sama lain. Energi negatif yang dikontribusikan akan menghasilkan hal-hal buruk dalam kehidupan kolektif, sebaliknya energi positif yang dikontribusikan akan menghasilkan hal-hal baik bagi kehidupan. Jadi, baik dan tidak baik dalam kehidupan murni bersumber dari diri masing-masing orang. Jika lebih banyak energi negatif yang dikontribusikan oleh semua orang pada kehidupan, maka kehidupan indah dan kaya yang sudah Tuhan berikan pada kita dapat berubah menjadi sesuatu yang mengerikan. Kehidupan yang sejatinya disiapkan untuk kebahagiaan dan kegembiraan bagi semua orang menjadi sebaliknya karena kontribusi energi positif dan negatif dari diri kita masing-masing.

Pekerjaan kita yang paling utama adalah membangun diri kita yang kuat dan unggul. Setiap momen, kita harus fokus untuk menjaga energi positif kita dalam kondisi prima. Jika energi positif kita kuat dan orang-orang mendatangi kita dengan membawa masalah, maka energi positif kita yang kuat itu mampu menemukan solusi dan masalah pun terpecahkan. Energi positif kita yang kuat itu tidak akan terpengaruh atau terbawa dalam masalah yang lebih rumit. Kita mampu fokus pada solusi dan tidak sibuk untuk mendalami masalah orang lain. Kita selalu menghadirkan diri kita yang kuat dengan energi positif untuk memberikan solusi, bukan untuk bersama-sama membicarakan masalah. Intinya, walaupun orang-orang datang kepada kita dengan membawa masalah mereka dan mengeluh berjam-jam, kita harus fokus untuk menjaga energi positif agar tidak terpengaruh dengan energi negatif yang dibawa oleh orang-orang tersebut. Diri kita yang kuat dan positif harus selalu tampil dengan konsisten untuk menyikapi semua energi negatif dengan energi positif. Pikiran, persepsi, dan emosi kita harus terjaga dengan kuat dalam energi positif. Energi positif kita harus selalu bersyukur dan merasakan keindahan yang diberikan oleh kehidupan. Pikiran kita dalam energi positif harus dilatih untuk melihat keindahan saat orang-orang berkeluh-kesah dengan hebat. Kita harus mampu memiliki persepsi bahwa semuanya baik-baik saja dan tidak ada hal buruk yang terjadi. Kita harus merasakan kebebasan dan ketenangan di dalam diri saat energi negatif mencoba menembus ke dalam diri kita. Jadi, semua masalah dan keluh-kesah dari orang-orang yang lemah tidak akan mampu mengganggu kekuatan positif di dalam diri kita.

Kekuatan dan kelemahan ada di dalam diri kita, ini adalah bagian dari diri kita. Jadi, tugas kita adalah mengubah semua kelemahan menjadi kekuatan yang bisa kita gunakan untuk membantu hidup kita. Pekerjaan kita adalah membangun diri kita yang kuat menjadi semakin kuat, dan menghilangkan diri kita yang lemah untuk selamanya. Siapa pun dapat mengeluh tentang apa pun pada kita, tetapi diri kita yang kuat tidak akan terpengaruh dengan energi negatif dari siapa pun. Kita harus selalu menjaga energi positif yang tinggi untuk selamanya, sehingga tidak membiarkan diri kita tenggelam dalam energi rendah. Belas kasih tidak menyelesaikan masalah. Kadang-kadang, belas kasih menciptakan masalah berlipat kali dan tidak memberikan solusi. Apa pun masalahnya, kita harus menghadapi realitas semampu kita, hal-hal yang tidak mampu biarkan menemukan cara penyelesaiannya dari energi positif kita.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com