PELATIHAN PENINGKATAN MOTIVASI KARYAWAN DALAM PELAKSANAAN WHISTLE BLOWING SYSTEM PROGRAM 4 JAM

PELATIHAN PENINGKATAN MOTIVASI KARYAWAN DALAM PELAKSANAAN WHISTLE BLOWING SYSTEM PROGRAM 4 JAM

DESKRIPSI

Whistleblowing system sebagai alat untuk pencegahan terhadap praktik tata kelola perusahaan yang buruk. Whistleblowing system mampu menguatkan sistem manajemen resiko dan membantu melindungi reputasi perusahaan. Whistleblowing system sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang terbaik dan pengelolaan resiko yang berkualitas.

Perusahaan yang kuat dan sehat menjadikan whistleblowing system sebagai komponen penting dalam budaya perusahaan. Setiap karyawan di internal perusahaan harus dapat menjalankan whistleblowing system dengan cara-cara yang profesional. Karyawan yang profesional dengan integritas diri yang berkualitas mampu mendeteksi, mencegah, dan sekaligus menjadi whistleblower bagi kemajuan perusahaan. Semua kegiatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik; semua kegiatan yang dianggap ilegal, tidak etis, melanggar prosedur, dan berbahaya bagi perusahaan; haruslah ditindaklanjuti dengan tegas dan penuh percaya diri dalam sikap rendah hati oleh setiap insan di internal perusahaan.

Ketika menjalankan peran dalam whistleblowing system, karyawan wajib menguasai dan terbiasa dengan soft skills, khususnya untuk meningkatkan komunikasi positif dan hubungan baik dengan pihak manapun. Tidak boleh ada konflik atau prasangka-prasangka buruk saat menjalankan peran sebagai whistleblower. Sikap dan perilaku yang bijak haruslah diutamakan agar lingkungan kerja dengan energi positif tetap terjaga untuk pertumbuhan dan kemajuan perusahaan.

Whistleblowing system membutuhkan karakter kerja yang selalu bersikap rendah hati, optimis, profesional, percaya diri, empati yang tinggi, fleksible, intuisi yang hebat, jujur dan bertanggung jawab, menyenangkan, tenang dan tidak suka marah, tegas dan tidak ragu, selalu bekerja dengan perasaan positif, dan tidak menghakimi atau menilai orang lain. Jadi, setiap orang hanya menjalankan peran sebagai whistleblower sesuai dengan etika dan sistem, tidak dengan persepsi pribadi atau logika diri sendiri, wajib mematuhi sistem whistleblowing yang disepakati oleh manajemen.

Program motivasi ini fokus pada penguatan soft skills karyawan agar selalu merasa baik dan kuat saat menjalankan fungsi dan perannya di dalam whistleblowing system. Karyawan yang berkualitas bekerja melalui prosedur whistleblowing system yang dirancang secara profesional. Karyawan yang berkualitas tidak bekerja untuk menilai dan menghakimi pribadi seseorang, tetapi bekerja untuk menilai dan memastikan setiap proses kerja di dalam organisasi sudah sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang terbaik.

Menjalankan whistleblowing system tidaklah sederhana, diperlukan komitmen dan kekuatan mental yang hebat. Hal ini disebabkan, dalam realitas dunia kerja, selalu ada orang baik dan orang tidak baik, selalu ada yang jujur dan yang tidak jujur. Tidaklah mungkin kita bisa menghilangkan yang tidak jujur dari tempat kerja. Jadi, hanya melalui sistem dan tata kelola yang penuh integritas, ketidakjujuran dapat diminimalkan. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja haruslah berkomunikasi dengan emosi yang cerdas dan bermental positif dalam mengatur diri sendiri, mengelola hubungan dengan orang lain, termasuk dalam mencapai keberhasilan atas pekerjaan yang ditangani.

Program motivasi ini bertujuan untuk membangun dan menguatkan komunikasi positif dan hubungan baik saat menjalankan whistleblowing system di tempat kerja. Setiap karyawan wajib untuk menjaga kerahasiaan dari informasi yang dimiliki dan hanya boleh disampaikan sesuai aturan, sistem, dan prosedur yang sudah disepakati secara bersama.

TUJUAN

  1. Meningkatkan rasa percaya diri, intuisi, mental positif, semangat, tanggung jawab, integritas, dan daya tahan karyawan dalam menjalankan whistleblowing system.
  2. Meningkatkan ketegasan sikap dan rasa percaya diri karyawan untuk beradaptasi terhadap tantangan dan kedinamisan yang ada.
  3. Meningkatkan kualitas komunikasi positif dan hubungan baik di sepanjang proses pelaksanaan whistleblowing system.
  4. Meningkatkan keberanian dan tanggung jawab dalam sikap rendah hati untuk mengelola informasi, data, fakta, dan kebenaran yang ditemukan.

MANFAAT

  1. Karyawan mampu melaksanakan whistleblowing system tanpa menciptakan konflik dan gangguan atas proses kerja.
  2. Karyawan mampu melaksanakan whistleblowing system tanpa penghakiman, menyalahkan, menakut-nakuti, bereaksi dengan tinggi hati, dan mengabaikan situasi.
  3. Karyawan mampu menjalankan whistleblowing system dengan memisahkan fakta dan gosip.
  4. Karyawan mampu menjalankan whistleblowing system dengan kesadaran untuk menjalankan tata kelola perusahaan yang baik, manajemen resiko yang baik, dan tidak menutup-nutupi kebenaran.

METODOLOGI

Fokus Pada Pelatihan Aktif, Presentasi, Interaktif, Diskusi Kelompok, Brainstorming, Bermain Peran, Berpikir Kreatif, Simulasi, Belajar Dalam Kompetisi Permainan, Studi Kasus, Latihan, Bimbingan(Coaching),Counseling, Diskusi, Perenungan, Experiential Learning, Icebreaker.

GARIS BESAR MATERI PEMBAHASAN PENINGKATAN MOTIVASI KARYAWAN DALAM PELAKSANAAN WHISTLE BLOWING SYSTEM

SESI 1: PERILAKU POSITIF DALAM MELAKSANAKAN WHISTLEBLOWING SYSTEM DENGAN BIJAK DAN PROFESIONAL 

Sub Bahasan

  1. Memahami apa itu whistleblowing system.
  2. Langkah-langkah positif dalam menjalankan whistleblowing system.
  3. Meningkatkan kepercayaan diri dan menghilangkan rasa takut terhadap dampak buruk atas realitas whistleblowing system.
  4. Membangun kebiasaan profesional dalam bisa menjalankan whistleblowing system.
  5. Bertindak rasional dan tahu kapan menggunakan logika dan intuisi.
  6. Menjadi diri sendiri yang bermental hebat, andal, kuat, unik, unggul, dan produktif.
  7. Tidak pernah menyerah dan penuh disiplin dalam menemukan data, fakta, dan kebenaran atas informasi dari whistleblower.
  8. Mengkomunikasikan rencana dan strategi, bermental optimis, dan mempertahankan fokus.

SESI 2: MENINGKATKAN KOMUNIKASI POSITIF, HUBUNGAN BAIK, DAN PIKIRAN POSITIF SAAT MENJALNAKAN WHISTLEBLOWING SYSTEM

Sub Bahasan

  1. Berpikir positif dan bahaya pikiran negatif dalam menjalankan pekerjaan whistleblowing.
  2. Mengendalikan peristiwa dan kejadian yang memicu energi negatif.
  3. Selalu bertindak dengan prasangka baik dan menjaga pikiran positif.
  4. Meningkatkan komunikasi positif di setiap situasi dan peristiwa.
  5. Teknik mental untuk membantu mengelola pikiran positif.
  6. Mencegah dan menangani potensi konflik.
  7. Cara mengatasi rasa panik dan cara menenangkan diri.
  8. Menguatkan hubungan baik dengan orang lain.

Untuk Pelatihan Hubungi:

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505
Hp: 0812 1318 8899
Fax: (021) 5738105

Author: DJAJENDRA

Djajendra adalah praktisi, penulis, dan pembicara di bidang Manajemen Korporasi. Djajendra menulis dan berbicara untuk kehidupan kerja yang produktif, bahagia, kreatif, damai, tenang, berintegritas, melayani, bertanggung jawab, dan bersatu untuk mencapai kinerja terbaik.

Ingin Mengundang Djajendra?

Apabila perusahaan Anda ingin mengundang Djajendra untuk memotivasi dan menginspirasi karyawan dan pimpinan buat kesuksesan karier pribadi, bisnis dan organisasi.
Hubungi: PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
http://djajendra-motivator.com
Email: training@djajendra-motivator.com
Phone: 021 5701505
Mobile phone : 0812 131 888 99
Fax : 021- 5738105

Leave a Reply