“Kehidupan harus terus berlanjut dan tidak boleh terhenti di dalam kesedihan atau pun kesenangan yang berlebihan.”~Djajendra

Setiap orang sangat menikmati perasaan senang, tetapi tidak seorang pun yang mampu menikmati perasaan sedih. Padahal sedih dan senang adalah bagian dari kehidupan yang selalu hadir ke dalam hidup siapa pun. Dan kita semua tahu bahwa Kehidupan adalah perpaduan pasangan yang berlawanan. Sedih dan senang adalah contoh dari salah satu perpaduan pasangan yang berlawanan. Kehidupan selalu berubah dan tidak dapat diprediksi, tidak seorang pun tahu kapan sedih datang dan kapan senang datang. Kesadaran untuk mengatasi kesedihan dan merubahnya menjadi senang adalah kemenangan bagi siapa pun.

Akar masalah kesedihan adalah ketidaksadaran kita bahwa hidup ini tidak semuanya bisa kita atur sesuai keinginan kita. Tuhanlah yang mengatur semua skenario dan jalan cerita hidup di dunia ini. Bila kita mampu memahami dunia dan kehidupan seperti apa adanya, maka kita bisa fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh semangat, tanpa terjebak dalam kesedihan. Ketika kita menyerahkan hasil akhir kepada kehendak Tuhan dan fokus bekerja di dunia seperti apa adanya, maka kita bisa menikmati semua keadaan dengan rasa syukur. Kesadaran untuk tidak tergantung pada keadaan yang dialami akan menjauhkan kita dari kesedihan. Ketika kita ikhlas menerima kehidupan yang hadir ke dalam diri kita, maka tekanan dan kesulitan menjadi tantangan yang menyenangkan. Sikap rendah hati dan jiwa yang tunduk pada kebesaran Tuhan adalah sumber yang membahagiakan hidup kita.

Ketika kita sadar untuk menerima hidup yang terjadi dan bersyukur atas kehidupan yang kita alami, maka tidak akan ada tempat untuk kesedihan di dalam hidup kita. Perasaan tidak bersyukur dan ego yang tidak mau menerima kenyataan hidup adalah sama seperti sedang mengundang kesedihan ke dalam hidup. Karena kesedihan adalah bagian dari emosi negatif, maka kita harus mencerdaskan emosi kita agar kita bisa menguatkan emosi yang baik untuk kebahagiaan dan kegembiraan hidup kita. Bila semua masalah kita jadikan sebagai penderitaan, maka kesedihan dan rasa sakit akan menguasai jalan hidup kita.

Hidup kita bukan bersumber dari khayalan dan rencana yang ada di dalam pikiran kita, tetapi dari rencana Tuhan yang tidak pernah bisa kita ketahui. Jadi, tidak perlu ngotot menjalani hidup dari sudut pandang pribadi. Kita harus mampu melihat hidup dari kenyataan yang terjadi, dan menerimanya dengan ikhlas agar kita tidak terjebak dalam pusaran energi negatif yang hanya akan merugikan perjalanan hidup kita. Kesadaran untuk selalu berdoa dan memohon petunjuk Tuhan dalam setiap langkah di jalan kehidupan yang kita jalani, akan menguatkan mental dan semangat kita.

Hidup bukan untuk dikeluhkan, tetapi untuk dijalani dengan rasa syukur. Setiap kesulitan dan rintangan datang untuk mencerdaskan akal dan menguatkan mental pemenang. Jadi. tidak perlu terjebak dalam perasaan sedih yang berkelanjutan. Segeralah tinggalkan kesedihan dan terimalah kenyataan yang ada, kemudian dengan percaya diri melangkah melalui kerja keras untuk memenuhi kebutuhan yang menunggu. Kehidupan harus terus berlanjut dan tidak boleh terhenti di dalam kesedihan ataupun kesenangan yang berlebihan.

Saat kesedihan menguasai diri kita, maka pikiran pasti terganggu dan ketenangan pun akan hilang. Akibatnya, kita tidak akan memiliki kualitas dan keunggulan untuk mencapai yang terbaik bagi hidup kita. Oleh karena itu, fokuskan hidup pada tujuan yang benar dan miliki ketenangan pikiran di setiap langkah menuju pencapaian. Ketenangan dan kesabaran menghasilkan keunggulan. Ketenangan dan kesabaran mempertajam kecerdasan, sehingga kita bisa bertindak dengan benar untuk mencapai yang terbaik.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email:training@djajendra-motivator.com

Leave a Reply