“Kesulitan hanyalah hal yang harus diatasi.”~ Ernest Shackleton

Kesulitan hanya ada di dalam pikiran. Dalam dunia nyata, tidak ada kesulitan, hanya ada perjalanan yang membutuhkan kesabaran untuk bisa mendapatkan kemenangan. Bila Anda selalu optimis, maka kesulitan hanya bersifat sementara, dan kemenangan segera tiba untuk membahagiakan hati Anda.

Ernest Shackleton bersama timnya mengalami situasi hidup atau mati pada ekspedisi ketiganya di lautan es Antartika. Semua kenyataan yang mereka hadapi betul-betul tanpa harapan. Kapal yang mereka gunakan tenggelam di laut Antartika yang sangat tidak bersahabat. Ernest Shackleton bersama timnya yang berjumlah dua puluh tujuh orang terdampar di atas lautan es. Mereka kehilangan arah dan hanyut tanpa tujuan di laut selatan Antartika yang sangat tidak bersahabat, dan pada saat itu belum dikenal secara baik.

Kesulitan demi kesulitan yang mereka hadapi dalam kenyataan yang sangat menyakitkan itu, membuat sebagian anggota timnya mulai putus asa dan kehilangan kendali diri. Situasi yang mereka hadapi tidak memberikan harapan untuk bertahan hidup. Tidak ada masa depan. Visi yang terlihat sangat mengerikan dan menakutkan. Semua kemungkinan menunjukkan bahwa mereka sedang menunggu kematian di atas lautan es yang sangat ganas dan liar. Dalam keadaan tanpa harapan dan menyerah itu, Ernest Shackleton tetap menjaga semangat hidup timnya, setiap saat dia mengatakan kepada anggotanya bahwa ini semua hanyalah sementara.

Selama enam bulan, Ernest Shackleton bersama timnya hidup di atas es mengambang dengan satu kata ajaib, yaitu: “ini semua hanyalah sementara”. Ernest Shackleton berhasil menanam keyakinan optimis di mental anggota timnya. Setiap hari, setiap anggota timnya mulai berteriak mengatakan bahwa ini semua hanyalah sementara, kesulitan segera akan berakhir, kemenangan dan keselamatan sudah sangat dekat. Ya, kata-kata ajaib itu mampu menguatkan mental mereka untuk bisa melewati badai es selama enam bulan di atas es yang mengambang tanpa arah dan tujuan, kemudian mereka sampai di Pulau Gajah dan harus menjalani empat bulan berikutnya dengan satu kata ajaib, “ini semua hanyalah sementara”

Secara akal sehat, dunia menganggap tim ekspedisi Ernest Shackleton ke Antartika ini hilang dan tidak ada kemungkinan untuk menemukan mereka hidup. Pada akhirnya, setelah empat bulan terdampar di Pulau Gajah, tanpa sengaja, ada yang menemukan mereka. Semua orang selamat dan mereka hanya membutuhkan pemulihan mental dan fisik yang sudah terkuras habis dalam kurun waktu yang hampir satu tahun. Mereka telah belajar bahwa kesulitan itu sifatnya hanya sementara, kemenangan pasti datang. Setiap malam berganti pagi, lalu pagi berganti siang ke sore, mereka hidup dengan keyakinan bahwa setiap kesulitan hanya bersifat sementara, kemenangan sudah sangat dekat.

Setelah mereka diselamatkan dan dikembalikan dengan aman ke rumah mereka masing-masing, maka dunia pun terkejut melihat fakta bahwa tidak seorang pun meninggal dari peristiwa hilang dan tenggelamnya kapal ekspedisi Ernest Shackleton ke Antartika, yang hampir satu tahun lamanya hilang tanpa jejak. Dunia belajar dari peristiwa ini bahwa kesulitan manusia hanya bersifat sementara. Setiap kesulitan pasti hilang setelah beberapa saat. Tidak ada kesulitan permanen. Tidak ada kesulitan yang terus berlanjut dan selamanya. Jadi, mental yang optimis adalah modal yang sangat penting untuk bisa melewati kesulitan yang sifatnya hanya sementara. Kesabaran, ketenangan, optimisme, daya tahan fisik, daya tahan mental, dan kerja keras adalah hal-hal yang dibutuhkan saat kesulitan menghampiri hidup kita. Tanamkan keyakinan yang kuat di mental bahwa semua situasi tersulit sifatnya hanya sementara, kemudahan dan kemenangan sudah sangat dekat.

“Kesulitan hanya bersifat sementara.”~Ernest Shackleton

Untuk seminar/training hubungi:0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com