“Kebebasan finansial baru dapat kita wujudkan ketika hidup kita sudah tidak membutuhkan uang.”~Djajendra

Rasa syukur adalah kelimpahan sejati yang menjadikan hidup kita kaya. Rasa syukur yang terus-menerus dirasakan di dalam diri akan menghapus kemiskinan di dalam diri. Salah besar jika kita berpikir bahwa memiliki uang yang banyak berarti kita bebas finansial. Uang yang banyak dan penghasilan yang terus-menerus menjadikan hidup kita tidak kekurangan uang, tetapi belum tentu kita bebas finansial jika ego dan nafsu masih membutuhkan banyak hal untuk dibeli. Selama kita terjebak dalam kehidupan dunia materi dan belum merasakan dunia spiritual, maka kebebasan finansial hanya sebatas angan-angan.

Kebebasan finansial bukan hanya tentang jumlah uang atau kekayaan yang kita miliki, tetapi juga tentang mental finansial dan pola pikir yang kita miliki. Sering sekali, seseorang secara kasat mata sudah bebas finansial, tetapi secara mental masih berada dalam keadaan kekurangan uang. Gaya hidup yang berlebihan dan tanpa kendali, gaya hidup yang tunduk pada ego dan nafsu menjadikan kita tidak memiliki kebebasan finansial. Seberapa banyak pun uang yang kita hasilkan selalu tidak pernah cukup untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan hidup kita.

Kebebasan finansial sangat diperlukan untuk membangun kehidupan yang bahagia, damai, sejahtera, dan sehat. Jika kita belum bebas finansial, maka tekanan hidup akan menghilangkan rasa damai dalam hidup kita. Jalan satu-satunya untuk membangun kebebasan finansial adalah membiarkan pola pikir kelimpahan menjadi suara sejati di pikiran kita. Pikiran, emosi, dan suara hati kita harus merasakan bahwa semua yang kita perlukan selalu terpenuhi dengan cara yang sangat mudah. Kesadaran kita selalu menarik kekayaan dari alam semesta dan memenuhi semua keinginan hidup melalui rasa syukur.

Orang-orang yang berpengalaman dalam hidup sangat mengerti bahwa tidak seorang pun tahu seperti apa hidupnya di masa depan. Pikiran kita boleh saja merasa hebat dan pintar dalam merencanakan keuangan yang stabil untuk masa depan, tetapi yang pasti hidup itu tidak pasti. Serangkaian perubahan dalam hidup selalu hadir dengan ketukan baik maupun ketukan buruk. Ketika ketukan baik datang kita pasti gembira, dan mungkin lupa diri bahwa ketukan buruk juga pada waktunya akan hadir ke dalam hidup kita. Setiap orang dalam hidup pasti akan melalui tikungan nasib yang dihasilkan dari ketukan baik dan ketukan buruk. Keberlimpahan di hari ini haruslah disikapi dengan rendah hati dalam gaya hidup yang sederhana. Jika tidak, maka ketika ketukan nasib buruk hadir, kita akan menemukan diri di atas persoalan dan masalah yang tidak mudah untuk diselesaikan.

Jika penghasilan kita minim, tagihan mendesak harus dibayar, utang sudah semakin bertumpuk, kebutuhan sudah tidak mungkin ditunda lagi, dan tidak ada uang untuk memenuhi kebutuhan hidup; maka, sakit kepala dan stres bertekanan tinggi segera akan mengisi hari-hari kita. Semua orang tahu bahwa stres yang terus-menerus akan merusak mental dan fisik kita dari dalam, sehingga berbagai macam penyakit berpotensi menggerogoti kita dari dalam. Hidup sehat itu hanya dapat dibangun dari pondasi bebas stres dan dari suasana hati yang selalu gembira. Oleh karena itu, salah satu syarat agar kita bebas finansial adalah tidak berutang dan terkendali hidup kita dalam rasa syukur dengan apa yang sudah kita miliki. Tidak lagi bernafsu untuk memiliki hal-hal yang sebenarnya mungkin akan menambah beban hidup di masa depan.

Uang itu sangat penting untuk memenuhi kebutuhan hidup. Jika kita terjebak dalam gaya hidup berpengeluaran tinggi, maka berapa pun penghasilan tidak akan pernah memuaskan hidup kita. Gaya hidup berpengeluaran tinggi hanya memberikan kesenangan sementara bagi ego, tidak akan memberikan kebahagiaan bagi jiwa. Walaupun kita berpenghasilan rendah; jika kita fokus untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam pola hidup yang sederhana, maka kita mampu memuaskan hidup kita dengan sukacita. Intinya. orang kehabisan uang karena gaya hidup yang berlebihan dan investasi risiko tinggi. Seseorang yang mengeluarkan uang hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup dan untuk investasi berisiko rendah, dia tidak akan pernah kekurangan uang di sepanjang hidupnya.

Tidak perlu iri hati dengan tetangga yang lebih banyak harta dari kita. Jadilah diri sendiri yang bersyukur dengan apa yang sudah dimiliki sekarang. Walaupun tidak memiliki harta benda apa pun, bersyukurlah untuk kesehatan dan kebahagiaan yang dimiliki. Jangan mencoba menjadi orang lain. Gunakan waktu dan energi untuk menumbuhkan kualitas diri menjadi lebih baik. Ketika kualitas dan kompetensi kita semakin bersinar, maka uang pun segera mengalir untuk menambah penghasilan kita. Harus diingat, walaupun uang terus-menerus mengalir ke dalam hidup kita, tetaplah hidup sederhana. Hiduplah untuk memenuhi kebutuhan saja, jangan pernah tergoda untuk masuk ke wilayah gaya hidup tinggi. Jadilah diri sendiri yang rendah hati dan selalu menggantungkan hidup pada Tuhan.

Kebebasan finansial tidak hanya sebatas perencanaan keuangan, manajemen keuangan yang baik, upaya dan kerja keras agar uang bekerja untuk kita, atau kemampuan dan kecerdasan untuk mengalirkan uang ke dalam pundi-pundi kita. Kebebasan finansial baru dapat kita wujudkan ketika hidup kita sudah tidak membutuhkan uang. Rasa syukur dan rasa sudah memiliki segalanya, sehingga sudah tidak membutuhkan banyak uang untuk kehidupan sehari-hari adalah tanda bahwa kita memiliki kebebasan finansial. Kebebasan keuangan hanya terjadi ketika kita mampu hidup seperti yang kita inginkan. Pada akhirnya, kebebasan finansial berbeda untuk orang yang berbeda. Bagi orang yang uangnya tidak terhitung, tetapi kebutuhannya juga tidak terhitung, maka kebebasan finansial belum menjadi miliknya. Sebaliknya, bagi orang yang uangnya pas-pasan, tetapi kebutuhannya sedikit karena gaya hidupnya sangat sederhana dan rendah hati, maka kebebasan finansial sudah dia miliki.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com