KECERDASAN EMOSIONAL MEMBUAT KITA LEBIH MENGENAL KEUNGGULAN DIRI SENDIRI

KECERDASAN EMOSIONAL MEMBUAT KITA LEBIH MENGENAL KEUNGGULAN DIRI SENDIRI

“Emosi bisa tiba-tiba muncul dan menguat, bisa juga tiba-tiba memudar dan menghilang dengan cepat. Hidup kita tidak boleh ditentukan oleh emosi, tetapi oleh sikap kita yang bijak dan kaya pengetahuan.”~Djajendra

Diri kita ini sangat berharga, diri kita sangat penting untuk kehidupan yang penuh keajaiban. Kita harus merawat diri terbaik untuk selalu kuat dan produktif. Menguasai keterampilan kecerdasan emosional adalah salah satu cara agar kita selalu kuat dan produktif di sepanjang proses hidup. Kecerdasan emosional membuat kita hebat dalam memahami semua jenis emosi yang ada di dalam diri sendiri dan orang lain. Setelah memahami dan mengerti cara memanfaatkan semua jenis emosi tersebut, kita mampu memimpin proses hidup kita dengan tenang. Kecerdasan emosional membuat kita selalu fokus dan tenang dalam semua situasi kehidupan. Ketika kehidupan yang kita alami mengguncang , ketidakpastian, dan tidak mudah; maka, kita mampu menjaga kualitas dan potensi diri kita untuk mengatasi semua hal yang tidak mudah tersebut. Intinya, kecerdasan emosional membuat kita selalu hebat dan berkualitas di semua situasi kehidupan yang kita jalani.

Keterampilan kecerdasan emosional membangun hubungan yang produktif dan berkualitas dengan orang lain. Seorang pemimpin yang menguasai kecerdasan emosional dengan baik mampu membuat orang-orang di sekitar-nya bergerak ke arah yang diinginkan. Paling tidak tujuh kompetensi berikut wajib dikuasai dengan sempurna, yaitu: kesadaran diri, motivasi diri, intuisi, manajemen diri, empati, keterampilan sosial, dan kecerdasan hubungan sosial. Jelas, ke tujuh kompetensi ini membutuhkan kepribadian yang mampu belajar banyak hal dari integritas diri yang sempurna. Ke tujuh kompetensi ini haruslah dimulai dari kecerdasan kognitif yang mampu melakukan tugas apa pun dari ketenangan yang hebat. Kognitif mampu bekerja dalam kegembiraan dan keyakinan untuk sukses ketika fungsi-fungsinya, seperti: mengingat, belajar, memecahkan masalah, memperhatikan, dan semua hal lain yang berbasis keterampilan kognitif mampu hadir dalam kesederhanaan pola pikir yang sangat inovatif.

Kecerdasan emosional membuat kita menguasai persepsi agar interpretasi atau pengakuan atas rangsangan sensoris betul-betul dihasilkan dari integritas dan pengetahuan yang benar, sehingga persepsi kita betul-betul bersifat universal yang mudah menghubungkan kita dengan berbagai perbedaan dalam hidup. Kecerdasan emosional membuat kita selalu fokus atau mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal yang kita kerjakan. Mampu mengelola semua kepentingan dan kompetisi di lingkungan kita. Mampu menghadapi semua situasi dan ketidakpastian dengan percaya diri. Kecerdasan emosional membuat kita memiliki pemikiran yang cemerlang dan menggunakan memori kita untuk hal-hal positif. Kita pun sadar untuk mengambil memori-memori yang baik untuk hidup kita, menggunakan keterampilan motorik dari kesadaran untuk melakukan hal-hal baik, menggunakan atau memilih bahasa dan kata yang berkualitas dalam setiap hubungan dan komunikasi, menampilkan hal-hal visual dari dalam diri untuk memperkuat kebaikan dan keindahan.

Mungkin kita tidak pernah mampu menghitung banyaknya jenis emosi yang dihasilkan oleh diri kita. Tidak mudah untuk mengidentifikasi dan memberi tanda pada perasaan. Kadang-kadang, emosi menciptakan beragam perasaan yang membuat kita semakin bingung dengan diri sendiri. Kegembiraan, kemarahan, kesedihan, khawatir, ketakutan, gairah, semangat, malu, dan semua emosi tersebut masih akan menghasilkan emosi-emosi baru atau perasaan-perasaan baru. Kita harus menandai dan mengidentifikasi semua emosi yang tidak akan pernah selesai melahirkan emosi-emosi baru di sepanjang hidup kita. Jadi, salah satu tugas terpenting di sepanjang proses hidup kita adalah menerima apa pun perasaan yang timbul di hati dan mencatat-nya sebagai akibat dari apa. Perasaan atau emosi itu produk dari ketidakpastian, produk dari sukacita, produk dari dukacita, produk dari keberhasilan, produk dari perubahan yang kita alami. Oleh karena itu, tidak mungkin kita mampu petakan dan memastikan emosi apa saja yang ada di dalam diri kita. Situasi, keadaan, dan peristiwa dapat melahirkan berbagai jenis emosi yang harus dapat kita kendalikan. Daftar emosi tidak mungkin dapat kita susun pada hari ini, sebab kita tidak pernah tahu emosi apa saja yang ada di dalam diri kita. Karena itu, hari ini kita tidak akan mampu mengenali dan memberi tanda pada semua jenis emosi. Kita harus menghadapi emosi tersebut dan barulah kita harus mampu mengendalikan-nya dengan cerdas.

Berapa sering dan berapa lama sebuah perasaan bisa menguasai hidup kita? Jika perasaan-perasaan yang tidak menguntungkan hidup kita terlalu lama menguasai diri kita, maka ini artinya kecerdasan emosional kita masih sangat rendah. Gangguan dari pikiran dan emosi pada kepribadian kita sangat tidak menguntungkan hidup kita. Kita tidak perlu melawan semua gangguan itu, kita cukup memperkuat kecerdasan emosional kita untuk menerima semua gangguan itu sebagai berkah bagi kemajuan diri kita. Keikhlasan untuk menerima semua yang tidak menyenangkan hati itu dengan rasa syukur dapat membantu kita, untuk mempelajari hal-hal positif dari kekacauan yang kita rasakan. Menciptakan suasana hati yang tenang, sabar, tabah, ikhlas, dan menerima semua gangguan emosi sebagai pelajaran untuk kemajuan diri sendiri adalah bukti bahwa kita memiliki kualitas kecerdasan emosional yang baik.

Segala kemungkinan dapat kita alami dan yang paling penting bagaimana sikap kita dalam mengekspresikan perasaan. Semua emosi ditampilkan dalam bentuk perasaan. Kita harus memahami manfaat dari semua perasaan yang timbul dari emosi kita. Kita harus mengerti dan memahami cara kita secara pribadi mengalami emosi. Dari hati yang paling dalam, kita harus bertanya kepada diri sendiri, kenapa perasaan itu muncul? Setelah kita memahami emosi tersebut, kita juga dengan kesadaran yang tinggi, harus memahami bagaimana tubuh kita bereaksi terhadap emosi tersebut. Pada akhirnya, kita harus memutuskan sikap apa yang paling baik untuk menanggapi emosi tersebut. Jadi, apa pun bisa terjadi dalam hidup kita, dan perasaan apa pun bisa muncul dari kejadian yang kita alami. Tetapi, sikap kita yang tepat mampu menciptakan perilaku positif, sehingga kita tidak mengekspresikan perasaan-perasaan yang tidak menguntungkan hidup kita.

Kecerdasan emosional mampu menjaga diri kita dari rangsangan tiba-tiba atau gerakkan hati yang timbul secara spontan, tanpa memikirkan risiko dan bahaya. Kadang-kadang, obsesi dan keinginan yang berlebihan menutup akal sehat kita, sehingga kita menjadi penuh semangat dan nekad untuk melakukan sebuah tindakan, tanpa memikirkan dampak buruknya. Tekad yang kuat itu baik, semangat yang tinggi itu baik, rasa percaya diri yang tinggi itu baik. Tetapi, sebaiknya, semua yang baik itu tetap dilakukan dalam kendali kecerdasan emosional yang baik. Pada intinya, kita membutuhkan manajemen emosi positif untuk meningkatkan kualitas karakter yang mudah mengendalikan emosi berlebihan secara positif. Spontanitas itu baik-baik saja, tetapi spontanitas tanpa terkendali dalam kecerdasan emosional dapat menimbulkan masalah di masa depan. Oleh karena itu, kita harus tetap fokus untuk membangun karakter dan kualitas diri terbaik dari kecerdasan emosional, sehingga ketika harus mengambil tindakan atau keputusan secara mendadak, kita telah menguasai kontrol atas tindakan dan keputusan tersebut.

Setiap orang pasti ingin secepatnya sukses, apalagi kalau melihat orang-orang di sekitarnya maju dan memiliki apa yang kita inginkan. Mungkin hari ini kita dalam ruang tunggu yang sedang menumbuhkan kualitas kita, tetapi emosi yang tak terkendali, yang secepatnya ingin memiliki semua impian, membuat kita cemas dan khawatir. Mengembangkan kemauan yang kuat untuk memiliki sesuatu harus diiringi dengan kecerdasan emosional yang baik. Perasaan cemas dan khawatir tidak akan membawa kita untuk mendekat pada impian, tetapi akan memperpanjang penderitaan kita dalam obsesi dan keinginan. Dalam kondisi ini, kita tidak akan tumbuh, tetapi semakin mundur dan semakin menjadi tidak berdaya. Oleh karena itu, tingkatkan kompetensi dan kualitas kecerdasan emosional agar dalam ruang tunggu, kita bisa benar-benar belajar untuk menerima impian pada waktunya. Semua jenis perasaan yang terkendali dalam kecerdasan emosional dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan kualitas diri kita.

Stres tidak mungkin dihilangkan dari proses hidup kita. Stres dalam kadar yang sangat rendah baik bagi kita. Tetapi, ketika stres sudah sangat mengganggu hidup kita, maka hanya melalui kecerdasan emosional stres dapat kita kurangi. Jadi, jika sampai hari ini kita masih suka terjebak dalam stres tinggi, itu artinya kualitas kecerdasan emosional kita masih sangat rendah. Kondisi ini haruslah menjadi kesadaran kita untuk memperbaiki diri sendiri dengan berlatih semua kompetensi kecerdasan emosional secara baik. Intinya, kecerdasan emosional tidak mungkin kita kuasai tanpa menguasai tujuh kompetensi seperti yang sudah kita bicarakan di atas. Ke tujuh kompetensi tersebut harus benar-benar kita kuasai dan jalankan secara berkualitas. Mengurangi tingkat stres harus kita kelola dengan sebaik mungkin. Kita harus sadar untuk menguasai perasaan dan emosi kita dengan sebaik-baiknya. Jelas, semua ini membutuhkan latihan dan kemampuan untuk dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kita tidak memiliki kecerdasan emosional, maka perasaan kita bisa mengambil tindakan. Jelas, hal ini tidak baik bagi masa depan kita. Perasaan kita sifatnya jangka pendek, dan hanya terpengaruh oleh realitas momen ini, bukan dari visi yang direncanakan secara sadar. Kita tidak boleh mengambil keputusan dan tindakan hanya berdasarkan perasaan. Sebab, perasaan kita saat ini bisa saja berubah satu jam kemudian. Intinya, sifat perasaan itu sangat pendek dan ditentukan oleh momen-momen kehidupan yang sedang kita lewati. Tindakan terbaik berasal dari kesadaran diri yang terukur dan memiliki kalkulasi resiko dengan sempurna.

Emosi bisa tiba-tiba muncul dan menguat, bisa juga tiba-tiba memudar dan menghilang dengan cepat. Hidup kita tidak boleh ditentukan oleh emosi, tetapi oleh sikap kita yang bijak dan kaya pengetahuan. Jadi, dalam setiap hubungan kita dengan orang lain tidak boleh didasarkan oleh emosi, tetapi oleh sikap baik kita. Kita harus memiliki kompetensi dan keterampilan kecerdasan emosional yang baik, sehingga setiap saat apa pun emosi-nya, kita mampu menguasai emosi tersebut untuk kebaikan hidup kita. Sifat primitif dan kognitif yang belum berkembang adalah sebuah hambatan untuk menguasai kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional hanya dapat dimiliki oleh sifat bijaksana dan kognitif yang sempurna dalam kesadaran diri tertinggi. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang hidup di zaman yang bergerak sangat cepat dengan informasi dan teknologi yang berubah sangat cepat; membutuhkan otak yang siap beradaptasi dengan perubahan cepat, bukan lagi otak yang suka zona nyaman. Kita harus sadar dengan zaman yang sedang kita hadapi, sehingga kita mau melengkapi kualitas diri dengan kecerdasan emosional untuk menjawab perubahan yang sangat cepat.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com