“Loyalitas Membutuhkan Kecintaan Tanpa Alasan, Keyakinan Tanpa Batasan, Dan Keteguhan Hati Pada Visi Yang Diperjuangkan.” – Djajendra

Pagi ini, saya baru saja menyelesaikan sebuah diskusi dengan teman saya, yang merupakan seorang top manajer dari sebuah usaha retail yang cukup besar. Saya mendengarkan dengan penuh antusias tentang kisah loyalitasnya kepada tempat dia bekerja.  Dia dengan sangat percaya diri mengatakan bahwa dia adalah orang penting bagi perusahaan.

“Saya sangat bahagia diperhatikan perusahaan saya. Itu berarti saya menjadi pribadi yang berharga buat perusahaan,” kata dia.

Teman saya ini adalah tipe pribadi yang selalu berpikir positif, dan menjalani pekerjaannya dengan perasaan syukur yang luar biasa. Saya pribadi sangat kagum kepada sikap baiknya itu. Dan saya tidak heran bila bosnya selalu berkata bahwa dia adalah orang terpenting di perusahaan.

Teman saya ini berbicara seperti itu, karena saya minta tolong kepadanya, untuk membantu riset saya tentang loyalitas. Jadi, teman saya itu tidak lagi berbicara menyombongkan diri, tapi sedang membantu saya untuk mengumpulkan informasi tentang loyalitas.

Begitulah cara saya melakukan riset kecil-kecil an. Buat beberapa pertanyaan, lalu mencari nara sumber yang kompeten untuk hal itu.

Loyalitas adalah sebuah dedikasi yang sangat mulia. Tidak semua orang dilahirkan untuk hidup dalam sebuah loyalitas yang tinggi. Loyalitas membutuhkan kecintaan tanpa alasan, keyakinan tanpa batasan, dan keteguhan hati pada visi yang diperjuangkan. Loyalitas tidak pernah berkeliling ke sana-kemari, sambil mencari peluang untuk lari dari tanggung jawab. Loyalitas berarti terikat kepada cinta dan keyakinan di sepanjang kehidupan. Loyalitas selalu melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, dan tidak hanya berkata-kata soal tanggung jawab.

Saya mendapatkan beberapa sikap hebat dari teman saya itu. Menurut dia, untuk menjadi pribadi yang loyal, harus memiliki tanggung jawab, disiplin, kemampuan untuk bekerja sesuai standar kerja perusahaan, dan mampu menepati semua target kepada perusahaan sesuai waktu.

Loyalitas menurut dia, tidak sekedar menjadi setia, dan membebani perusahaan dengan ketidakmampuan diri. Loyalitas berarti juga bekerja dengan hati nurani tertulus untuk menjaga semua kehormatan perusahaan. Artinya, loyalitas harus didukung dengan kualitas diri yang unggul.

Tulisan ini karya djajendra