“Ketika Seorang Pelatih Jujur Dengan Diri Sendiri Dan Jujur Dengan Yang Dilatih; Ketika Seorang Yang Dilatih Memiliki Kerendahanhati Untuk Belajar Dengan Jujur; Maka Hubungan Belajar-Mengajar Akan Terpuaskan, Dan Akan Membuat Penerimaan Hati Untuk Perubahan Ke Arah Yang Lebih Baik.” ~ Djajendra

Dalam sebuah pelatihan yang baik hubungan antara pembicara dan peserta harus saling melengkapi melalui niat baik, untuk mencapai GOAL masing-masing secara sadar dan proaktif. Kedua belah pihak harus mempersiapkan diri dengan baik. Pihak pembicara harus menyiapkan materi presentasi yang tepat sasaran, dan kemudian menyampaikannya dengan sangat sederhana dan tegas. Pihak peserta harus mempersiapkan diri untuk belajar, dan menyerap sebanyak mungkin pengetahuan dengan cara menjaga hubungan belajar-mengajar secara proaktif. Selanjutnya, kedua belah pihak, baik pembicara maupun peserta harus mencapai GOAL nya dengan cara memainkan emosi positif dan pikiran positfi, untuk mendapatkan banyak GOAL dari proses belajar-mengajar tersebut.

Pelatihan yang baik bukan pertemuan untuk obrolan tanpa tujuan, tapi sebuah uji pengetahuan untuk perubahan. Oleh karena itu, materi yang disampaikan pembicara harus dijadikan sebagai pertemuan yang menggerakkan peserta menuju tujuan yang diinginkan dari pertemuan tersebut.

Kekakuan hubungan belajar mengajar antara peserta dan pembicara tidak akan mencapai niat dan tujuan dari pertemuan itu. Jika pembicara tidak memberikan penjelasan yang logis dan tegas, maka bertanyalah dalam bahasa yang paling sederhana melalui pikiran positif. Demikan juga dengan peserta harus selalu merasa penting untuk mengamati, bertanya, memikirkan, dan memberikan pemahamannya atas materi pembicaraan.

Pembicara dan peserta harus selalu berada dalam satu level energi, dan dengan ikhlas saling berkontribusi secara aktif terhadap topik yang dibahas. Pembicara dan peserta harus tulus mengendalian ego dan perasaan lebih tahu, agar hubungan belajar mengajar dapat menjadi lebih kreatif, serta memiliki gairah dan antusias untuk mencapai tujuannya dengan baik.

Keberhasilan untuk memahami sebuah topik pelatihan sangat tergantung dari perilaku proaktif pembicara dan peserta, untuk mengupas dan memiliki niat dalam menguasai makna dari setiap ide yang disampaikan dalam pelatihan tersebut. Setiap slide presentasi harus dapat memberikan satu ide untuk mencapai tujuan yang diinginkan, dan setiap peserta harus memiliki gairah dan motivasi tinggi buat belajar dengan ikhlas dan rendah hati, agar pengetahuan yang disampaikan dapat menghasilkan manfaat buat kemajuan peserta dan organisasinya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com