Etos Kerja Yang Baik Akan Menghasilkan Pelayanan Berkualitas Tinggi

DJ456“Kita Semua Harus Jujur Bahwa Untuk Membangun Sebuah Etos Kerja Yang Baik Dibutuhkan Sebuah Habitat Kerja Yang Dipenuhi Integritas Untuk Melayani.” – Djajendra

Mencintai pekerjaan adalah langkah awal menuju etos kerja terbaik. Tanpa mencintai pekerjaan sangatlah tidak mungkin seseorang bisa menikmati detik-detiknya bersama perusahaan. Bahkan sekedar memiliki sikap empati dan toleransi pada lingkungan pekerjaan sudah merupakan sebuah titik terang untuk mendapatkan etos kerja yang baik. Begitu seseorang mau mencintai pekerjaannya dengan tulus, maka dia akan menjadi pribadi yang kaya hati dan mudah melayani orang lain dengan perasaan bahagia. Cinta pada pekerjaan merupakan sebuah jalan kehidupan yang akan memperkaya kehidupan seseorang di semua aspek kehidupannya.

Starbucks Coffee adalah sebuah bisnis yang dijalankan dengan sikap baik. Kenapa saya bilang SIKAP BAIK? Sebab, ketika kita mampir di outlet starbucks di negara manapun; senyuman, sapaan, dan ucapan terima kasih pasti akan kita dapatkan. Begitulah cara para karyawan starbucks memperlakukan customer mereka. Seolah-olah semua karyawan itu begitu mencintai, begitu menikmati pekerjaan mereka, sehingga terlihat tak pernah lelah-lelahnya mereka melayani customer dengan sikap baik.

Saya sengaja melakukan on the spot riset dengan mengelilingi tiga kota besar, khusus untuk mampir minum kopi sambil mempelajari konsistensi sikap baik dalam pelayanan di Starbucks Coffee. Saya hanya fokus untuk memahami konsistensi sikap baik. Jadi, konsentrasi riset saya hanya pada SIKAP BAIK karyawan dalam interaksinya dengan customer. Hasilnya memang luar biasa. Persepsi saya mengatakan bahwa para karyawan starbucks tersebut sangat menikmati dan sangat mencintai pekerjaan mereka bersama Starbucks Coffee. Ada sebuah konsistensi pelayanan di hampir semua Starbucks Coffee yang saya kunjungi. Ada sebuah sikap baik yang luar biasa dari para karyawannya. Starbucks Coffee memang memiliki etos kerja yang pantas untuk kita pelajari. Etos kerja yang membuat customer menjadi senang berlama-lama minum kopi sambil mendengarkan musik yang indah.

Etos kerja biasanya merupakan hasil akhir dari sebuah budaya perusahaan.

Saat saya sedang menikmati etos kerja para karyawan Starbucks Coffee, saya menjadi sangat yakin dengan kisah kecintaan Mr. Howard Schultz kepada kopi. Pengetahuan tentang kopi dan peminum kopi telah membentuk mind set dan karakter Mr. Howard Schultz, untuk membangun budaya perusahaan Starbucks Coffee yang luar biasa disiplin.

Kita semua harus jujur bahwa untuk membangun sebuah etos kerja yang baik, dibutuhkan sebuah habitat kerja yang dipenuhi rasa cinta untuk melayani. Rasa cinta untuk melayani ini harus didukung dengan kepemimpinan, keyakinan, sistem, prosedur, dan pengetahuan yang total terhadap bisnis yang dijalani.