“Bila Karyawan Selalu Merasa Lelah Jiwa Dan Fisik Dengan Situasi Di Tempat Kerja, Maka Mereka Pasti Sulit Menjadi Produktif, Dan Pasti Berkontribusi Sangat Minimal Untuk Kinerja Perusahaan.” ~ Djajendra

Bila kelelahan sudah menyerang  karyawan Anda, maka komitmen mereka untuk menjalankan pekerjaan dengan produktif dapat terganggu. Kelelahan karena rasa bosan dan jenuh masih dapat diatasi dengan istirahat yang cukup, tapi kelelahan yang tercipta dari rasa kecewa yang mendalam memerlukan pikiran positif dan kesadaran positif untuk menghilangkannya.

Tim manajemen yang unggul selalu fokus untuk mencerdaskan emosional sumber daya manusianya, agar setiap orang di kantor dapat bersikap dan berperilaku positif, dan saling membantu dalam kolaborasi kerja yang produktif. Sebab, jika sikap dan perilaku negatif yang dihasilkan dari interaksi dan komunikasi di tempat kerja, maka hal ini berpotensi membuat orang-orang di kantor kecewa dan takut dengan lingkungan kerja. Akibatnya, mereka akan meninggalkan pekerjaannya begitu saja, tanpa alasan. Oleh karena itu, kecerdasan manajemen untuk mengelola emosional positif sumber daya manusianya akan menjadikan mereka produktif di semua aspek kerja.

Manajemen perusahaan harus selalu peduli untuk mengatasi stres dan kelelahan karyawan. Bila karyawan sudah dalam kondisi galau dan lelah, maka hal ini dapat menyebabkan produktifitas dan kontribusi karyawan kepada perusahaan akan menurun. Jadi, tim manajemen harus memperlihatkan kualitas sebagai tim yang profesional untuk merawat kesehatan mental karyawan di tempat kerja dengan tepat.

Tim manajemen yang profesional dan berkualitas selalu terbentuk dari kepemimpinan yang penuh integritas dan etis. Kecerdasan emosional kepemimpinan yang tidak menghilangkan dukungan terhadap sisi kemanusian dari para karyawan, akan menjadi kunci sukses untuk mengatasi rasa lelah karyawan terhadap pekerjaan mereka. Tetapi, bila kepemimpinan mengabaikan sisi kemanusiaan dari karyawan melalui ketidakcerdasan emosional untuk mengelola dan memimpin potensi karyawan; maka hal ini akan menjadi sumber penyebab dari sinisme, kelelahan, penurunan moral kerja, dan kinerja yang buruk di tempat kerja.

Penegakkan nilai-nilai perilaku kerja melalui budaya organisasi yang memperhatikan sisi kemanusiaan karyawan, akan menghasilkan rasa percaya diri karyawan, untuk secara proaktif mengelola emosional diri sendiri saat menghadapi kelelahan dalam pekerjaan.

Konsekuensi dari kelelahan karyawan di tempat kerja bisa menciptakan hal-hal negatif yang tidak menguntungkan perusahaan. Bila karyawan sudah lelah fisik dan jiwa; maka produktifitas, kreatifitas, dan kinerja mereka pasti akan menurun. Dan hal ini, akan membuat moral kerja karyawan turun, disiplin turun, dan mereka akan sering mencari berbagai alasan untuk tidak hadir ke kantor.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com