2013-04-22

PEMBICARA TERBAIK ADALAH PENDENGAR YANG CERDAS

“Menjadi pendengar yang cerdas akan membuat diri menyerap banyak pengetahuan dan wawasan, sehingga diri mampu menjadi komunikator yang unggul. Pengetahuan dan wawasan yang diserap itu akan menjadi pengalaman. Pengalaman dari pengetahuan dan wawasan akan membuat diri semakin berkualitas.”~ Djajendra

Mendengar dan berbicara adalah dua hal yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan menjadi pendengar dapat menyerap banyak pengetahuan, dan setelah menyerap banyak pengetahuan, Anda pun berpotensi menjadi pembicara terbaik. Mendengar adalah sebuah cara untuk memperluas wawasan dan pengalaman.

Mendengar berarti membuka diri untuk menerima persepsi, logika berpikir, keyakinan, dan pengetahuan orang lain. Diri yang bijaksana pasti memiliki tanggung jawab dan kecerdasan untuk tidak mudah terpengaruh dengan apa yang didengar. Dan hal ini akan membuat diri tidak mudah melarikan dirinya kepada cara berpikir orang lain.

Dengan mendengar diri akan tahu sesuatu yang belum dipahami. Bila sudah tahu, diri dengan mudah dapat mendefinisikannya sesuai dengan persepsi dan keyakinannya, sehingga diri dapat menjadikannya sebagai bagian dari kehidupan rutinnya. Hidup adalah belajar dari mendengar dan terus memahami yang didengar, dan setelahnya, memaksimalkan potensi dan sumber daya diri buat kebaikan dan keuntungan diri sendiri dan orang lain.

Apapun yang didengar bukan berarti harus diterima, sangatlah wajib menggunakan akal sehat dan hati nurani ketika berurusan dengan ucapan dan pikiran orang lain. Miliki pengetahuan untuk memilih mana yang penting dan mana yang tidak penting dari hal-hal yang Anda dengar. Jadilah lebih bertanggung jawab untuk kebahagiaan, kesehatan, dan kesejahteraan diri Anda. Apapun yang dikatakan orang lain adalah sebuah referensi. Jadi, Anda tidak harus mematuhi dan berurusan dengan persepsi orang lain, saat persepsi itu menjauhkan Anda dari bahagia dan pertumbuhan pribadi.

Pembicara terbaik selalu mendapatkan pengetahuan terbaik dari kemampuannya untuk mendengarkan orang lain. Dengan membaca tulisan ini, Anda sudah mendengarkan pikiran, pengetahuan, pengalaman, dan wawasan yang saya sampaikan.  Artinya, saya sedang berbicara melalui tulisan ini, dan Anda sedang mendengarkan kata-kata saya. Mendengar tidak sebatas hal-hal yang terucap dari suara mulut saja, tapi juga hal-hal yang terucap dari suara tulisan. Saat Anda membaca, kata-kata dalam bacaan itu akan berbicara kepada batin Anda, dan batin Anda pasti mendengarkannya.

Menjadi pembicara terbaik membutuhkan wawasan, pengetahuan, dan kepercayaan diri, untuk menyampaikan gagasan dan ide-ide yang mencerahkan. Semakin kreatif dan cerdas memahami apa yang didengar, maka semakin berkualitas diri untuk menciptakan hal-hal baru yang inovatif. Pembicara yang berkualitas adalah pendengar yang bijak, serta komunikator yang mempengaruhi.

Seorang pembicara akan memperoleh rasa hormat bila dia mampu mendengarkan emosi dan pikiran orang lain. Sikap yang mampu mendengarkan dengan penuh perhatian, untuk segala sesuatu yang dikatakan, akan menjadikan pembicara semakin berkualitas.

Mendengarkan membutuhkan sikap rendah hati dan jiwa besar dalam kualitas diri yang cerdas bertoleransi, berempati, dan melayani. Pendengar yang baik pasti mau mengetahui apa yang dipikirkan orang lain. Biasanya, seorang pembicara terbaik selalu menyimak dengan cerdas tentang apa yang dikatakan orang lain, dan bila apa yang dia dengarkan masuk akal baginya, maka dia akan menjadikannya sebagai pengetahuan untuk pengembangan ide-ide kreatifnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com