CASH FLOW

CASH FLOW

“Cash Flow Itu Sangat Penting, Karena Itu Sumber Dana Apa Pun Menjadi Sah-Sah Saja Untuk Dialirkan Ke Cash Flow.” – Djajendra

Cash flow selalu diasumsikan sebagai darah yang mengaliri tubuh perusahaan, dan dianggap paling penting dibandingkan keuntungan atau penjualan. Dan biasanya untuk cash flow dana boleh mengalir dari mana saja, asal perusahaan bisa bernafas menjalankan bisnisnya.

Persoalannya, jika cash flow terisi oleh sumber-sumber dana pinjaman yang mahal, maka pengusaha harus bekerja ekstra keras untuk menutup biaya operasional yang lebih tinggi dari seharusnya. Seharusnya, cash flow yang sehat itu di isi oleh keuntungan perusahaan, bukan dari pinjaman atau dana-dana lain yang tidak berasal dari operasional perusahaan.

Sering sekali sebagian besar pengusaha tidak mau mempedulikan asal-usul aliran cash flow, mereka cendrung asyik-asyik saja menjalani rutinitas perusahaan dengan menggunakan dana bank dan dana sejenis yang lain untuk membiayai operasional perusahaan, tetapi begitu ada krisis kecil mereka pasti berteriak-teriak kesakitan, panik, kehilangan akal sehat, dan kehilangan kekuatan untuk bergerak; begitu ada krisis besar mereka pasti langsung mati suri, sehingga bank yang membiayai mereka harus ikut menanggung beban dari ketidakpedulian pengusaha dalam meningkatkan penjualan dengan tingkat keuntungan yang baik.

Dalam keadaan terdesak sah-sah saja para pengusaha memanfaatkan dana dari manapun untuk mengisi cash flow, agar sejenak bisa bernafas lega untuk menghadapi persoalan-persoalan yang mendesak, tapi hal ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terus-menerus.

Pengusaha yang baik pasti tidak akan berspekulasi untuk  mengisi  cash flow dengan dana-dana pinjaman, serta lupa diri bahwa keuntungan dan nilai tambah dari setiap operasional perusahaan seharusnya menjadi komponen terbesar di dalam cash flow.

Memang betul cash flow sebagai hal terpenting untuk menjalankan operasional perusahaan, tapi bila isi cash flow itu lebih besar dana pinjaman dibandingkan keuntungan perusahaan, maka cash flow itu akan memangsa semua modal yang ditanamkan  dalam perusahaan. Dan, begitu zaman krisis ekonomi global tiba seperti saat ini, maka setiap pengusaha yang selama ini menggunakan cash flow berisikan dana-dana pinjaman dan dana-dana sejenis yang lainnya pasti bingung dan kehilangan akal sehat untuk menjalankan perusahaan.