HEADER JULI 2013

“Hidup adalah sebuah perjalanan dan setiap perjalanan pasti akan sampai pada tujuannya. Kearifan diri untuk menjalani kehidupan pensiun dengan rendah hati akan menjadikan diri mampu menyesuaikan realitas baru, untuk menciptakan pola kehidupan baru yang lebih sehat dan lebih menyenangkan.” ~ Djajendra

Menjalani kehidupan pensiun bukanlah persoalan mudah. Pada kenyataannya, seseorang yang telah mengabdi dan melayani pekerjaan lebih dari tiga puluh lima tahun, saat usia pensiun tiba, dia harus meninggalkan rutinitas dan baju seragam, yang selama ini telah menjadi bagian dari pola atau konsep kehidupan dirinya.

Suasana hati dari kebanyakan orang-orang yang akan memasuki masa pensiun selalu dalam ketidakstabilan. Walau pikiran dan emosi sudah sangat dewasa dengan pengalaman hidup, tetapi saat harus meninggalkan sebuah rutinitas dan pola hidup yang telah menjadi kebiasaan selama puluhan tahun, akan menjadi tidak sederhana dan tidak mudah.

Pensiun adalah persoalan kesiapan mental, emosi, dan ekonomi. Pada umumnya, secara ekonomi seseorang selalu memiliki kesadaran untuk menyiapkan dirinya dengan berbagai tabungan dan investasi buat di hari tua. Tetapi, persiapan mental dan emosi selalu diabaikan, dan hal inilah yang biasanya akan menjadi persoalan utama setelah pensiun.

Setiap organisasi, instansi, perusahaan, dan lembaga selalu akan memberikan pembekalan dalam bentuk pelatihan kepada karyawan-karyawan yang akan memasuki usia pensiun. Dalam pelatihan tersebut biasanya akan terlihat raut wajah dengan sinar mata peserta yang khawatir, takut, ragu, dan tidak jarang ada linangan air mata, saat dirinya sadar bahwa sebentar lagi pola kehidupan mereka akan berubah total. Pensiun seolah-olah mengabarkan kepada diri masing-masing bahwa dirinya sudah tidak muda lagi, bahwa dirinya sudah tidak terpakai lagi. Jelas, kondisi kejiwaan dan emosi peserta pensiun bukanlah sesuatu yang biasa dibicarakan sebatas logika dalam penalaran yang sederhana. Tetapi, hal ini merupakan sesuatu yang pendekatannya harus dengan cinta, empati, toleransi, dan pencerahan tentang makna kehidupan.

Hidup adalah sebuah perjalanan dan setiap perjalanan pasti akan sampai pada tujuannya. Kearifan diri untuk menjalani kehidupan pensiun dengan rendah hati akan menjadikan diri mampu menyesuaikan realitas baru, untuk menciptakan pola kehidupan baru yang lebih sehat dan lebih menyenangkan.

Hidup setelah pensiun haruslah meningkatkan ketangkasan mental dan kecerdasan emosi. Jangan pernah membiarkan pikiran tidak kreatif, lakukan hal-hal yang meningkatkan ketangkasan dan kreativitas diri.

Anda yang sudah pensiun tetap dapat memelihara kreativitas pikiran dan ketangkasan mental Anda dengan berbagai aktivitas, misalnya: Anda bisa menulis, melukis, menggambar, bermain game, merancang baju, menata interior rumah, interior taman atau kebun, dan hal-hal lain yang lebih kreatif.  Bila Anda melakukan hal-hal kreatif  secara konsisten, maka mental Anda akan tetap siap untuk melakukan pemecahan masalah, memperkuat logika, penalaran atas realitas, pengambilan keputusan, dan kemampuan untuk memproses informasi dengan cepat dan tepat waktu.

Kreativitas akan meningkatkan waktu reaksi Anda. Jadi, semakin kreatif mental dan emosi Anda dalam menyikapi realitas kehidupan Anda, semakin Anda akan berkinerja tinggi atas semua reaksi kreatif Anda.

Kreativitas akan meningkatkan koordinasi pancaindera Anda, sehingga walau usia semakin menua, Anda tetap mampu meningkatkan kualitas diri Anda untuk melayani semua pekerjaan hidup Anda. Tingkatkan perhatian pada semua hal yang menjadi fokus dan prioritas hidup Anda. Tunjukkan bahwa Anda selalu antusias dan penuh gairah untuk melakukan hal-hal kreatif yang Anda cintai. 

Hiburlah diri Anda dengan mendengarkan musik, menonton film, atau dengan hal-hal yang mampu menjadikan Anda lebih merasa positif, energik, antusias, ataupun lebih tenang dan bahagia. Nikmati setiap hiburan dengan sukacita, serta rasakan nilai-nilai positif dari musik, film, dan hiburan lainnya yang mampu menciptakan sensasi dan fantasi positif ke dalam pola pikir Anda.

Latihan fisik akan meningkatkan sirkulasi darah di dalam tubuh dan akan memperkuat fungsi otak. Jangan pernah berpikir untuk berhenti berolahraga saat usia sudah semakin tua. Sebab, olah raga yang rutin dalam intensitas rendah akan menjadikan fisik Anda sehat dan kuat, termasuk fungsi otak Anda akan selalu tampil seperti orang muda. Jadi, siapkan waktu untuk berolahraga minimal lima kali setiap minggu. Lakukan kombinasi olah raga, antara olah raga permainan, angkat beban, jalan kaki, berenang, dan senam. Miliki antusiasme dan disiplin yang tinggi untuk melakukan olah raga dengan rutin dan tepat waktu. Olah raga yang baik akan membuat hidup Anda sehat dan bahagia.

Kontrol makanan Anda. Semakin tua usia semakin rendah metabolisme tubuh. Jadi, kendalikan diri dari makanan-makanan yang sulit dicerna oleh tubuh Anda. Makanlah secukupnya dalam keseimbangan gizi yang sehat.  Pilihlah makanan-makanan yang berbumbu sederhana dan alami. Diskusikan pola makan Anda dengan dokter gizi Anda. Dan, jangan lupa untuk mengontrol asupan kalori, batasi jumlah kalori yang masuk ke tubuh Anda.

Minumlah secangkir atau dua cangkir kopi atau teh untuk membantu meningkatkan sistem saraf Anda. Karena di dalam kopi dan teh ada zat kafein yang dapat memberikan rangsangan untuk pikiran. Hindari dosis tinggi kafein. Berhati-hatilah untuk tidak mengkonsumsi terlalu banyak kafein, karena hal ini tidak baik untuk jantung Anda.

Bersantai dan merenungkan makna kehidupan yang indah. Gunakan waktu Anda untuk bersantai dan mengucapkan rasa terima kasih kepada setiap orang di dalam kehidupan Anda. Ucapan terima kasih kepada setiap orang tersebut cukup Anda katakan kepada diri Anda sendiri. Dan, jangan pernah membenci siapapun, karena energi benci Anda hanya akan menjadi racun yang merusak kesehatan jiwa dan tubuh Anda.

Pergilah ke tempat yang indah dan lakukan relaksasi untuk meningkatkan rasa sukacita Anda kepada semua kebaikan hidup yang Anda terima. Dekatkan diri kepada Tuhan, dan panjatkan doa-doa untuk mengucapkan terima kasih atas semua kebaikan dan kemudahan, yang Tuhan telah berikan kepada realitas kehidupan Anda.

Pola hidup Anda setelah pensiun adalah meningkatkan perhatian dan sensasi kepada keseimbangan hidup. Anda harus menjadi lebih arif dan bijak dalam memampukan diri dengan pengetahuan yang terfokus pada penciptaan sukacita, kesehatan diri, rasa syukur, rasa sejahtera, serta memiliki disiplin untuk melatih, mendidik, menghibur dan bereaksi terhadap kebutuhan diri sendiri dengan penuh percaya diri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Leave a Reply