MEMPERCEPAT EKSEKUSI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN

MEMPERCEPAT EKSEKUSI UNTUK MENINGKATKAN PERTUMBUHAN DAN KEUNTUNGAN PERUSAHAAN

MASA SULIT“Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata.”~Djajendra

Eksekusi bisnis berada di wilayah nyata, di wilayah tindakan. Di sini, diperlukan etos dan strategi yang tepat. Sering sekali para pemimpin begitu cerdas dalam menyusun strategi, tetapi pusing tujuh keliling saat berada di wilayah eksekusi atau tindakan. Strategi itu sendiri masih berada di wilayah pikiran, jadi belum menjadi sebuah gerak atau tindakan yang melibatkan banyak orang.

Siapkan fondasi yang kuat sebelum terjun ketindakan atau eksekusi. Fondasi atau dasar yang kuat dapat dihasilkan dari budaya organisasi yang kuat. Saat budaya organisasi kuat, setiap orang akan memiliki orientasi yang sama terhadap visi dan misi perusahaan. Orientasi yang sama adalah kekuatan yang mengarahkan dan menggerakan semua energi manusia untuk mewujudkan strategi menjadi nyata.

Harapan yang tinggi hanya dapat terwujud saat orientasi yang sama menjadi solid dan bergerak di dalam tindakan. Sebuah eksekusi bisnis harus melalui proses, biasanya dibutuhkan kekuatan dan waktu untuk menempu perjalanan proses. Bila fondasi budaya organisasi kuat, maka setiap orang di dalam perusahaan akan memiliki kekuatan untuk menempuh perjalanan penuh risiko dalam mewujudkan strategi menjadi eksekusi yang berkinerja tinggi.

Mempercepat eksekusi bisnis berarti di sini berbicara tentang hubungan antar manusia, hubungan yang diharapkan mengalir sempurna dalam kolaborasi kerja. Persoalannya, secara alami hubungan antar manusia itu tidak bisa absolut atau pasti, sangat banyak variable yang dapat menciptakan perbedaan persepsi, sehingga hubungan kolaborasi kerja bisa terganggu. Bila hubungan kolaborasi kerja terganggu akan berdampak pada melambatnya eksekusi. Perlu dipahami bahwa dalam hubungan antar manusia, orang melakukan apa yang mereka mau lakukan, bukan apa yang diharapkan mereka lakukan.

Mengelola hubungan antar manusia adalah persoalan realitas bukan konsep atau strategi. Sehebat apapun konsep dan strategi untuk menciptakan hubungan antar manusia yang andal dan hebat, itu semua masih di wilayah ilusi bukan wilayah nyata. Jadi, hubungan antar manusia harus diurus setiap detik, setiap menit dan setiap hari. Tidak bisa sebuah hubungan baik bersifat selamanya atau absolut. Hubungan manusia tidak abadi, sangat pragmatis dan ditentukan oleh berbagai kepentingan yang bersumber dari semua bidang kehidupan yang luas.

Ketika ilusi atau strategi Anda gagal untuk mengeksekusi sesuai harapan, maka itu berarti Anda melihat realitas. Berterima kasihlah dan belajarlah dari realitas tersebut. Jangan menyalahkan siapapun atau apapun. Menghukum orang lain tidak akan membuat Anda lebih cerdas dan kreatif. Menerima realitas akan membuat Anda mampu melakukan transformasi untuk hasil yang lebih baik.

Kreativitas dan inovasi adalah kecerdasan yang muncul karena ilusi kita gagal. Oleh karena itu, bila eksekusi bisnis Anda tidak menghasilkan pertumbuhan dan keuntungan seperti yang Anda harapkan, maka lihatlah peluang yang tersembunyi di dalamnya. Jangan berikan energi dan waktu untuk hal-hal yang menambah stres dan rasa kecewa, fokuskan semua energi dan waktu untuk menguatkan kreativitas dan inovasi agar Anda segera menemukan jalan atau cara yang tepat, untuk melakukan eksekusi yang menguntungkan.

Ingat! Rencana dan strategi masih berada dalam ilusi, dan belum merupakan dunia nyata. Hanya eksekusi yang tepat dapat menciptakan dunia nyata. Mempercepat hasil bisnis berarti setiap individu harus mampu meningkatkan efisiensi dan produktivitas ke level yang optimal. Semua orang harus bekerja dengan sadar di dunia nyata dengan membangun proses kerja yang efisien dan produktif.

Tidak boleh ada kesenjangan antara strategi dan eksekusi. Walau keduanya berbeda dunia, tetapi memiliki ikatan batin yang kuat. Oleh karena itu, strategi harus mengarah pada tindakan yang meningkatkan pertumbuhan, efisiensi, produktivitas, dan keuntungan. Eksekusi harus selalu berupaya menjadikan strategi sebagai kekuatan yang membantu mewujudkan hasil akhir terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Leave a Reply