MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Communication (page 10 of 12)

Komunikasi

Mencegah Konflik di Tempat Kerja

“Konflik Akan Menciptakan Efek Buruk Berantai Yang Berpotensi Merusak Fondasi Perusahaan.” – Djajendra

Pengaturan hubungan kerja yang gagal akan menciptakan konflik dalam bentuk gesekan antara individu di dalam organisasi. Hal ini berpotensi menimbulkan masalah dan kerugian bagi stakeholders. Bila manajemen tidak mampu mengelola berbagai macam kepribadian yang berbeda untuk sebuah visi bersama, maka para individu akan berperilaku atas dasar ego dan kepentingan diri mereka masing-masing.

Ketegangan dan konflik yang tak terkendali akan memicu ketidakcerdasan emosional di internal organisasi. Oleh karena itu, pihak manajemen harus mampu memecahkan akar dari ketegangan dan konflik tersebut. Bila tidak, maka secara otomatis kepatuhan karyawan dan pimpinan kepada etika dan moralitas akan menurun, dan kondisi ini akan menghilangkan potensi perusahaan untuk meraih kinerja terbaik.

Setiap karyawan dan pimpinan sejak dini harus diajarkan cara untuk mengendalikan situasi di saat benih konflik muncul. Terutama untuk mengubah pandangan dan tanggapan negatif menjadi positif terhadap situasi yang ada, agar bisa mengatasinya dengan cara yang paling profesional dan bijaksana.

Konflik biasanya akan diikuti sikap marah  dan dendam, kedua sifat ini pasti akan mengganggu perilaku setiap orang. Artinya, energi negatif yang dimunculkan oleh sekelompok orang di dalam internal organisasi, akan menciptakan efek buruk berantai yang berpotensi merusak fondasi perusahaan secara keseluruhan. Misalnya, jika sekelompok orang sedang berkonflik satu sama lain, maka perhatian orang-orang lain di internal perusahaan tidak akan fokus pada pekerjaan mereka, tapi perhatian akan ditujukan untuk mengetahui perjalanan konflik. Dan setiap orang akan mencoba untuk berasumsi dalam membongkar konflik. Hasilnya, gosip akan menguasai etos kerja, dan setiap orang akan terlibat dalam pro-kontra konflik.

Konflik yang berkepanjangan akan menciptakan ketidakmampuan sumber daya manusia untuk berkonsentrasi buat mencapai semua rencana dan tujuan. Akhirnya, etos kerja di internal perusahaan akan terbebani dengan perasaan gelisah dan marah. Termasuk, penurunan kualitas kerja, disiplin dan moral.

Memahami Kultur Stakeholders

“Saat Anda Tidak Memahami Kultur Stakeholders, Maka Komunikasi Anda Dengan Stakeholders Akan Saling Menghancurkan. “ – Djajendra

Beberapa waktu yang lalu saat saya sedang memberikan pelatihan di sebuah perusahaan batu bara di daerah Kalimantan. Saya mendapat pertanyaan dari seorang peserta tentang cara membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat di sekitar lokasi pertambangan. Sebab, dia merasa sangat sulit memahami mind set masyarakat di sekitar areal tambang. Saat itu saya mengatakan bahwa hal yang paling benar untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat di sekitar tambang (stakeholders) adalah dengan cara memahami kultur, emosional, dan perilaku sehari-hari. Setelahnya, melakukan komunikasi dengan cara-cara persuasif yang penuh empati.

Hubungan interpersonal yang positif dengan para stakeholders akan terwujud saat niat dan sikap baik mampu untuk tidak saling merugikan, serta menjaga kehormatan dan kenyamanan masing-masing pihak. Termasuk, menjaga dan merawat keberhasilan, kepuasan, dan kebahagiaan setiap orang dalam hubungan yang harmonis.

Keberhasilan  hubungan interpersonal akan terjadi saat Anda mampu memperlakukan orang lain dengan cara yang Anda ingin diperlakukan. Artinya, dalam setiap hubungan cobalah miliki empati dengan cara menempatkan diri Anda di tempat orang lain dan melihat diri Anda dalam kehidupan orang lain tersebut.

Jangan pernah bersikap diskriminatif dengan stakeholders, tapi miliki ketulusan hati untuk memberikan yang terbaik dari yang Anda miliki. Pahami juga cara untuk mendorong terciptanya hubungan  positif yang saling menghargai, memaafkan, mendengarkan, dan memahami satu sama lain dalam sebuah keharmonisan hubungan baik.

Komunikasi yang Gagal Melumpuhkan Organisasi

“Komunikasi Yang Saling  Berempati Akan Menjadi Kekuatan Untuk Menyatukan Semua Orang.” – Djajendra

Masalah komunikasi di dalam organisasi adalah masalah yang sangat penting. Sebab, kegagalan komunikasi akan menghasilkan gonjang-ganjing di internal organisasi dan berpotensi merusak reputasi organisasi. Di samping itu, akan terjadi penurunan moral, etika, produktivitas, dan integritas.

Pemimpin yang cerdas pasti akan mengutamakan semua cara-cara persuasif untuk menjaga keutuhan dan kebersamaan di dalam organisasi, walau di dalam organisasi tersebut ada perbedaan yang besar. Bila perbedaan tidak disikapi dengan cara-cara persuasif, maka komunikasi di dalam organisasi pasti akan lumpuh, dan hal ini akan melemahkan energi organisasi untuk menjawab semua tantangan dan harapan stakeholders.

Komunikasi yang gagal akan mengurangi kepercayaan diri organisasi untuk melakukan tindakan-tindakan yang berkualitas. Termasuk, kinerja organisasi akan jatuh bebas ke dasar yang paling rendah karena pengambilan keputusan tertunda oleh komunikasi yang gagal; akuntabilitas organisasi akan dipertanyakan oleh para stakeholders; dan perang dingin di akar rumput organisasi akan merusak fondasi organisasi.

Pemimpin yang bijak pasti memahami bahwa sebuah organisasi adalah milik para stakeholders, bukan sekedar milik si pemimpin dan orang-orangnya. Untuk itu, dia harus berkomunikasi dengan informasi yang benar, tidak menekan pihak manapun, mampu meminimalkan atau menghindari masalah yang lebih besar, dan menjaga keutuhan organisasi sambil menghindari semua potensi yang merugikan organisasi dan stakeholders. Bila tidak, maka sikap apatis dan sinisme stakeholders akan menyudutkan organisasi, sehingga organisasi akan tampak seperti tak berdaya dan tak berwibawa.

Komunikasi yang baik dan persuasif akan membantu keterlibatan organisasi dalam mewujudkan semua harapan stakeholders. Oleh karena itu, setiap individu dan kelompok di dalam organisasi harus berhenti untuk saling mencurigai, tapi harus memiliki komitmen dan konsensus untuk memberikan  hal-hal terbaik buat organisasi dan stakeholders.

Berbicara Dengan Fakta Bukan Emosional

”Ketika Emosi Marah Menguasai Perbedaan Pendapat, Maka Tidak Ada Yang Dibahagiakan, Yang Ada Hanya Penderitaan.”-Djajendra

Dalam setiap perbedaan pendapat harus berbicara dengan fakta dan tidak sekedar mengumbar opini dan persepsi. Keberanian dalam berbeda pendapat bukan berarti boleh berkata apa saja tanpa tanggung jawab moral dan etika. Berani beda pendapat berarti Anda harus menjadi lebih bijak dalam melihat suatu persoalan tanpa dikuasai nafsu kepentingan diri sendiri. Sering sekali seseorang ataupun sekelompok orang lebih suka berbeda pendapat dengan emosional negatif yang penuh intrik dan intimidasi, padahal perbedaan pendapat adalah sebuah dasar yang bagus dalam membangun intelektualitas diri. Tetapi, jika perbedaan itu diperlihatkan melalui emosional negatif, maka nilai-nilai ketidakbaikan yang akan berkembang dengan subur, dan secara otomatis intelektualitas diri akan menjadi kerdil tak berkembang. Setiap pribadi yang ingin membangun nilai-nilai kebaikan dalam hidup ini, wajib berbicara sambil menunjukkan fakta dan tidak sekedar melampiaskan emosional tanpa dasar dan akal. Sebab, ketika emosional negatif yang menguasai sebuah perbedaan pendapat, maka sesungguhnya tidak ada orang yang dibahagiakan olehnya, yang ada hanya penderitaan.
Setiap perbedaan pendapat harus dilihat sebagai bagian dari kehidupan yang normal. Ketika perbedaan pendapat semakin tidak searah, kuatkan diri dengan prasangka baik, hadapi dengan tenang, tegakkan kepala dengan bijak, mundur selangkah untuk menang, dan katakan dalam hati, ”Aku akan tunjukkan bahwa aku selalu berbicara dengan fakta bukan emosional. Aku yang berbicara dengan fakta tidak bisa dikalahkan oleh kamu yang berbicara dengan emosi.”
Berbeda pendapat dengan fakta adalah sikap positif yang harus terus dikembangkan dalam upaya mencerdaskan orang banyak, tapi bila Anda selalu mengajak orang lain untuk berbeda pendapat dengan sikap negatif, maka Anda sebenarnya mencitrakan sisi negatif diri Anda kepada semua orang.

Berbeda pendapat memerlukan keberanian untuk bertindak tanpa merasa takut salah oleh perbedaan yang ada. Untuk itu, Anda harus memiliki keberanian untuk bertindak dan keberanian untuk bertahan. Keberanian untuk bertindak muncul dari perasaan percaya diri yang kuat bersama keyakinan terhadap semua hal yang sedang Anda perjuangkan. Keberanian untuk bertahan dan menderita muncul dari keinginan untuk sukses. Berbeda pendapat dengan terhormat adalah dengan memperlihatkan fakta yang ada sebagai dasar argumentasi, sedangkan sikap emosional negatif hanya akan memperlihatkan ketidakmatangan diri Anda dalam menghadapi realitas dan fakta yang ada.


Seni BerBicara Adalah BerBicara Dari Hati TerJujur

Saat Anda mampu mengeksplorasi kepintaran berbicara Anda, saat itu semua ketidaksempurnaan diri akan berakhir, kemudian Anda akan menjadi bintang ditengah-tengah orang lain. Sesungguhnya ilmu berbicara itu sederhana, yaitu membuat orang lain merasa bahagia dan senang mendengarkan ucapan dan perkataan Anda.

Hal terlarang dalam seni berbicara adalah tidak menjadikan kemahiran berbicara Anda sebagai alat untuk melakukan penyerangan, untuk memamerkan kehebatan, ataupun untuk membohongi orang lain. Kehebatan berbicara Anda harus menjadi sebuah energi positif yang tidak hanya memudahkan perjalanan karier dan hidup Anda, tapi juga harus menjadi energi kehidupan yang membuat para pendengar Anda merasa bahagia dan damai. Dari mulut manusia-manusia bijaksana akan keluar suara kebaikan untuk menjadi pengetahuan buat manusia lain. Bagi manusia-manusia bijaksana, ketidaksempurnaan ada untuk mengajarkan kesempurnaan pada manusia lainnya. Seni berbicara diperlukan untuk melengkapi sisi-sisi kehidupan yang belum sempurna. Oleh sebab itu, seni berbicara tidak sekedar berkata-kata sambil merasa bangga dengan kecerdikan berbicara, tapi seni berbicara harus mampu menyentuh hati terdalam dari jiwa-jiwa lain, agar mereka merasa damai dan nyaman dengan suara Anda. Seni berbicara diperlukan untuk mengatasi ketidaksempurnaan hidup yang ada disekitar kita. Dan untuk memberikan pencerahan kepada kehidupan lainnya.

Seperti pesan Larry King, pembicara terkenal acara Larry King Live di CNN, bahwa dasar-dasar seni berbicara adalah sikap jujur, tulus, apa adanya, minat terhadap orang lain, keterbukaan terhadap diri sendiri, dan menjadi diri sendiri. Jelas, pesan dari sang maestro berbicara ini sangatlah sederhana dan tidak rumit, seperti yang sering dibayangkan orang. Apakah Anda tahu bahwa Larry King berlatih terus-menerus untuk memahirkan seni berbicaranya ?, padahal beliau sudah menjadi pembicara terbaik kelas dunia. Salah satu rahasia dari teknik latihannya adalah ia selalu berbicara sendiri didepan kaca, berbicara dengan pohon, bunga, anjing, kucing, dan sekebun binatang. Di dalam bukunya yang berjudul How To Talk To Anyone, Anytime, Anywhere, Larry King berkata”Jangan menganggap saya tidak waras jika saya menganjurkan teknik berikut ini: bicaralah pada anjing, kucing, burung, atau ikan mas Anda. Bicara kepada hewan piaraan adalah cara yang hebat untuk berlatih bicara kepada sesama dan Anda tidak perlu khawatir akan dibantah atau diinterupsi.”

Seni berbicara harus bisa mengisi keterbatasan pemahaman melalui kata-kata yang kaya dengan akal sehat, logika, dan kejujuran. Mungkin Anda tertarik cara-cara latihan pak Larry King, atau mungkin Anda memiliki kiat-kiat khusus untuk mengasah seni berbicara Anda, tapi yang terpenting Anda selalu menjadi diri sendiri yang jujur dan peduli kepada sesama.

Hidup Ini Milik Semua Orang

Oct 7, 2008

“Hidup Ini Milik Setiap Kehidupan, Diperlukan Sikap Toleransi Dan Cinta Untuk Membuat Hidup Ini Damai.” – Djajendra

Jangan bertindak sesuka hati tanpa memikirkan kenyamanan dan kepentingan orang lain, sebab hidup ini milik semua orang. Hidup memerlukan toleransi yang sangat tinggi agar semua hal bisa berjalan harmonis.

Berpikir bebas bertindak dalam batas seharusnya diikuti dengan prinsip hidup yang tidak menciptakan gangguan kepada orang – orang lain. Kehidupan yang menjaga keharmonisan bersama akan membebaskan semua orang dari perangkap kekacauan dan konflik, serta bisa menghadirkan cinta dan kasih sayang di tengah kultur yang saling menghormati.

Manusia memang merupakan energi kreatif yang memiliki imajinasi tanpa batas, tapi dalam realitas hidup setiap orang harus memiliki tanggung jawab, etika, moral, dan niat baik untuk menghargai semua yang ada disekitarnya. Nafsu dan ego diri yang tidak terkendalikan akan membuat orang menjadi sesuka – sukanya melihat hidup dari kaca mata sempitnya. Dan hal ini akan sangat membahayakan bagi kerukunan hidup bersama.

Biarkan kebebasan itu hidup dalam pikiran dan imajinasi Anda. Tetapi begitu Anda melihat realitas hidup di luar diri Anda, maka Anda harus mengutamakan pengendalian diri yang kuat untuk memahami dan menyimak fakta tentang moral, etika, kultur, dan sistem kehidupan yang ada di sekitar Anda. Anda tidak boleh beranggapan bahwa kebebasan yang ada dalam pikiran dan imajinasi Anda tersebut adalah hal terbenar. Kekuatan batin Anda untuk mengendalikan pikiran, kata – kata, dan perilaku di tengah – tengah kehidupan yang beragam ini, akan menghasilkan energi positif dalam diri Anda.

Kebebasan berpikir adalah hak asasi dari setiap orang, tetapi kebebasan bertindak yang tidak diatur oleh etika, norma kehidupan, kultur, tanggung jawab, dan niat baik, akan merusak hak asasi dari orang – orang lain. Hidup itu memerlukan sebuah kesadaran yang tinggi untuk bisa memahami makna kebebasan dalam tanggung jawab yang utuh.

Tindakan yang bersifat suka – suka pasti tidak memikirkan kepentingan buat keragaman yang ada, sehingga sangat mudah mengucapkan kata – kata yang bisa merusak sebuah kerukunan hidup.

Setiap orang punya hak untuk berpikir dan berkarya setinggi langit, tapi selalulah berpijak pada bumi untuk bisa menghormati realitas yang ada di sekitar kita. Kebebasan tanpa kendali sama sekali adalah kegilaan yang merusak kenyamanan hidup.

Bebas bukan berarti pesta dengan prinsip suka – suka dan semau gue, tapi bebas adalah jiwa dan pikiran yang merdeka dalam ruang lingkup batasan oleh moral, etika, budaya, dan sistem kehidupan. Bila semua orang ingin mengekspresikan hidupnya sesuai dengan imajinasi liarnya, maka kekacauan dan ketidakharmonisan akan menjadi tontonan kehidupan sehari – hari.

Hidup harus memiliki tanggung jawab yang utuh dan penuh dalam menjaga keharmonisan di semua aspek kehidupan. Untuk itu, diperlukan aturan – aturan yang mengikat semua orang dalam sebuah visi hidup yang sama, walaupun mungkin semua orang memiliki prinsip dan pandangan hidup yang beragam, tapi semua yang berbeda itu harus bisa dikendalikan secara cerdas dalam sebuah visi, agar tidak merusak keharmonisan yang ada.

Bebas bukan berarti liar, tapi bebas bermakna merdeka secara batin. Kebebasan tidaklah ada untuk mengacaukan ketenteraman yang sudah mapan. Kebebasan harus selalu diarahkan untuk menciptakan segala kebaikan buat kehidupan secara total. Kebebasan bukan mengeluarkan unek – unek yang ada di pikiran Anda terhadap segala rasa tidak puas yang Anda terima dalam hidup Anda. Tetapi kebebasan adalah kecerdasan Anda untuk memahami diri sendiri dengan sempurna, dan mengendalikan diri sendiri untuk mendapatkan kenyamanan dan kebahagiaan hidup. Bebas berarti bukan berteriak – teriak lantang di tengah badai, tapi bebas adalah menyimak badai dan menaklukkan badai buat kebahagiaan dan kenyamanan diri Anda dan orang – orang lain.

Berpikir bebas bertindak dalam batas memerlukan sebuah rasa tanggung jawab tinggi dalam menyikapi semua realitas hidup yang berkembang. Di sini, kebebasan dalam bertindak harus selalu di ikuti oleh sistem dan prosedur operasi bertindak yang bersahabat terhadap semua aspek kehidupan.

Kehidupan itu sebuah keragaman yang sangat kompleks sehingga diperlukan kecerdasan tingkat tinggi untuk bisa membangun peradaban yang lebih sehat dan manusiawi.

Berpikir bebas bertindak dalam batas adalah sebuah tehnik hidup yang berprinsip pada fokus untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam hubungan kehidupan bersama, tanpa kehilangan kreatifitas dan kemerdekaan diri untuk berekspresi secara optimal.

Sehebat apa pun pikiran Anda, Anda harus bisa mengendalikannya sedemikian rupa hingga pikiran hebat itu tidak merusak peradaban positif yang sedang Anda nikmati.

Hidup ini selalu berubah mengikuti tren – tren kehidupan baru yang diikuti oleh kultur baru. Dan, sudah menjadi tugas dari setiap pribadi untuk selalu mengedepankan nilai – nilai kebaikan, yang bersifat positif dalam kehidupan nyata semua orang.

Berpikir bebas bertindak dalam batas mengharapkan semua orang untuk bisa mengendalikan diri dalam menyikapi semua hasrat dan keinginan diri pribadi, yang tidak merusak etika, moral, nilai – nilai kehidupan positif, dan makna hidup itu sendiri secara absolut dalam niat baik.

Manusia adalah pribadi yang penuh misteri dengan pola pikir yang tidak dapat diukur dengan alat apa pun. Untuk itulah diperlukan kesadaran tertinggi melalui pengendalian diri yang mengutamakan menjaga keutuhan dan keharmonisan sebuah hubungan kehidupan yang positif dan saling merangkul.

Ambisi, nafsu, dan ego pribadi haruslah selalu dikendalikan melalui pikiran positif agar tidak menjadi liar dan mengacaukan kedamaian hidup bersama.

Komunikasi Yang Saling Respek

”Komunikasi Yang Saling Respek Muncul Dari Karakter Diri Yang Berfondasikan Sikap Baik Dan Pikiran Positif.” – Djajendra

Komunikasi yang saling respek merupakan kekuatan yang akan menghubungkan setiap orang di tempat kerja dalam sebuah keharmonisan. Hal ini akan menghasilkan etos kerja yang dinamis dan terbuka. Etos kerja perusahaan harus fokus terhadap semua proses kerja melalui komunikasi yang saling respek. Kemudian perusahaan harus cerdas mengatur strategi sukses untuk menciptakan kinerja yang hebat, serta menimbulkan keunggulan dalam diri setiap individu dalam upaya memberdayakan potensi diri.

Cara kerja perusahaan di hari ini dan di masa depan harus dibuat lebih terbuka dan lebih berkarakter untuk kepentingan pertumbuhan nilai-nilai komunikasi positif. Di mana, strategi perusahaan harus di arahkan untuk membangun mind set setiap individu dengan tujuan untuk membangun hubungan positif di antara para individu di dalam struktur organisasi. Strategi hubungan positif ini harus diarahkan untuk saling respek di antara kolega dan pimpinan melalui kekuatan pikiran positif dan emosi baik. Artinya, setiap individu dalam organisasi harus mengerti tentang bagaimana cara untuk berkomunikasi dengan efektif dalam konteks saling respek, serta mampu memberikan sikap baik buat perusahaan dalam upaya meraih lebih banyak sukses melalui kekuatan komunikasi positif yang saling respek.

Setiap individu, baik itu individu pimpinan, atau pun individu bawahan, harus berkarakter kuat dan sekaligus menjadi pribadi-pribadi dengan kekuatan komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain dengan sikap baik, serta mampu menjadi agen perubahan yang hebat di dalam perusahaan.

Komunikasi yang saling respek harus menjadi cetak biru untuk membangun kerja sama yang solid, untuk berprestasi dan sukses dengan kinerja oprimal. Melalui komunikasi yang saling respek diharapkan para individu akan menemukan kekuatan di dalam diri untuk menghargai orang lain, dan juga mampu mendengarkan orang lain dan membantu diri sendiri untuk terhubung dalam sebuah kolaborasi kerja yang kuat dan solid.

Membangun Relasi Dengan Orang-Orang Sulit

”Hidup Itu Murni Petualangan Dan Semakin Cepat Kita Menyadari Hal Ini, Semakin Cepat Kita Memperlakukan Hidup Sebagai Seni.” – Maya Angelou

Tidak ada seorang pun di kehidupan ini mampu meraih sukses tanpa membangun relasi dengan orang lain. Kisah sukses memerlukan jembatan kokoh dalam bentuk relasi baik dengan setiap orang, yang Anda perlukan untuk perjalanan sukses. Tidak ada kata musuh dalam hal membangun relasi dengan orang – orang yang akan menjadi jembatan emas buat sukses Anda.

Anda harus mencerdaskan dan mencerdikkan emosi diri Anda, lalu merangkul orang-orang tersulit untuk menjadi jembatan Anda dalam meraih sukses. Berikan pengaruh positif dan tularkan sikap baik kepada setiap orang yang Anda temui. Jadikan diri Anda sebagai pribadi jujur yang selalu mampu dan mau berbagi kebaikan kepada orang-orang lain.

Jangan biarkan orang-orang sulit mempersulit langkah Anda menuju puncak sukses, tapi rangkul mereka semua dan berikan sikap baik Anda, agar mereka bisa menjadi orang-orang yang peduli pada perjalanan sukses Anda.

Anda harus selalu merasa terhubung dengan setiap orang yang berpotensi menjadi jembatan sukses Anda, dan hubungan Anda dengan mereka tidak boleh terhapus oleh kesalahpahaman atau pun oleh kesombongan diri Anda. Jadilah pribadi sederhana yang berpikir dan bertindak dalam kebijaksanaan hidup yang saling membantu dan saling peduli.

Tebarkan pesona baik Anda ke seluruh penjuru bumi, dan yakinlah bahwa seisi bumi ini akan menebarkan kembali pesona baik mereka kepada diri Anda. Apa yang Anda tanam itulah yang akan Anda raih. Jika Anda menanam satu kebaikan, Anda akan memanen seribu kebaikan. Jadi, jangan pernah membuang-buang waktu hidup Anda untuk tidak menanam benih-benih kebaikan kepada kehidupan yang Anda jalani. Semua orang adalah orang baik, tinggal persepsi Anda untuk melihat dan merasakan kebaikan orang kepada diri Anda. Pastikan Anda cerdas untuk memahami sebuah relasi sebagai kesempatan untuk kreativitas dalam meraih tujuan strategis Anda. Pastikan juga Anda membangun sebuah relasi dari niat baik dan sikap baik Anda untuk saling menguntungkan. Dan, pastikan juga bahwa setiap relasi yang Anda bangun mampu memotivasi diri Anda untuk menjadi lebih dewasa dan lebih bijaksana.

Tidak Selalu Bersapaan Dengan Senyuman Tulus Menciptakan Relasi Yang Akrab

”Bisnis Yang Hebat Bukan Tercipta Oleh Segudang Uang Emas, Tetapi Tercipta Oleh Segudang Hubungan Baik Di Antara Karyawan, Customer, Dan Shareholder.” – Djajendra

Membangun relasi baik bukanlah persoalan mudah dan juga bukanlah persoalan sulit. Di butuhkan sikap baik yang konsisten dan sikap mau belajar dari perilaku orang-orang yang tidak menerima sikap baik Anda. Ingat! Tidak selalu sebuah sapaan akrab dengan sebuah senyuman tulus akan mendekatkan Anda dengan orang-orang disekitar Anda. Untuk membangun jembatan relasi yang baik membutuhkan kondisi kesalingtergantungan, saling peduli, dan memiliki tujuan untuk sebuah manfaat kebersamaan. Bila tidak, maka relasi itu hanya sebatas basa basi tanpa memiliki daya pesona yang tinggi.

Kualitas hidup Anda akan terasa lebih cemerlang saat kualitas relasi Anda juga sangat hebat dan mempesona setiap orang. Kualitas relasi yang hebat dengan customer akan mendatangkan penghasilan besar. Kualitas relasi yang hebat dengan rekan-rekan kerja akan menghadirkan kemudahan buat setiap proses pekerjaan. Kualitas relasi yang hebat dengan setiap stakeholder akan menghasilkan kekuatan yang sangat besar buat bisnis.

Relasi yang hebat akan menghubungkan setiap hati menjadi satu kekuatan yang solid dan tangguh. Di mana kekuatan besar yang solid dan tangguh ini akan membangun fondasi yang kokoh terhadap fundamental bisnis yang sedang dijalankan. Ingat! Bisnis yang hebat bukan tercipta oleh segudang uang emas, tetapi tercipta oleh segudang hubungan baik di antara karyawan, customer, dan shareholdernya.

Berikut tips untuk membangun fondasi relasi yang hebat:

  • Berjanjilah kepada diri sendiri untuk menjadi orang yang baik terhadap siapa pun dan di mana pun.
  • Senyum dan sapalah kepada orang disekitar saat saling berpapasan.
  • Jangan sekali-kali memperlihatkan ekspresi tidak suka kepada siapa pun
  • Ingatlah nama orang-orang disekitar dan beri respek yang tinggi terhadap mereka.
  • Saat sedang berbicara lihatlah ke wajah orang –orang yang sedang anda ajak berbicara dan beri respek yang tinggi kepada mereka.
  • Gunakan bahasa dan kata-kata yang positif dan jangan sekali-kali menggunakan bahasa dan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain.
  • Jangan memotong percakapan orang lain. Miliki sopan santun, kesabaran, toleransi, dan etika untuk mendengarkan pembicaraan orang lain.
  • Selalu berpikir positif dan hubungkan diri anda dengan orang lain melalui prasangka baik.
  • Mungkin hari ini anda sedang di puncak kesuksesan, tapi jangan sekali-kali menganggap remeh terhadap siapa pun. Ingat! Hidup ini tidak abadi, apa saja bisa terjadi.
  • Jadilah pribadi positif yang hidup dalam dunia segala kebaikan. Lalu, perlakukan setiap orang dengan sikap terbaik anda. Dan, pastikan bahwa anda telah bersatu bersama rasa damai, rasa bahagia, rasa sehat, dan rasa sejahtera.

Tidak Sekedar Berceramah Dan Menggurui Bawahan

“Boleh Saja Secara Profesional Pemimpin Dan Bawahan Dipisahkan Oleh Sistem, Prosedur Dan Aturan, Tapi Kontak Batin Antara Pemimpin Dan Bawahan Haruslah Terawat Secara Sempurna.”-Djajendra

Salah satu keterampilan terpenting dari sebuah kepemimpinan, adalah kemampuan pemimpin untuk berbicara secara informal dalam bahasa hati dengan setiap bawahan.

Di dalam kesibukan rutinitas kerja yang penuh dengan aturan dan prosedur, pemimpin belum tentu memiliki waktu untuk memahami suara hati para bawahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan, pemimpin perlu melakukan komunikasi secara informal kepada semua bawahan, dalam bentuk komunikasi informal yang mampu melewati batas-batas birokrasi organisasi. Boleh saja secara profesional pemimpin dan bawahan dipisahkan oleh sistem, prosedur dan aturan, tapi kontak batin antara pemimpin dan bawahan haruslah terawat secara sempurna. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi kepada setiap level dari bawahannya secara informal.

Antusiasme besar pemimpin untuk berbicara dan berbagi pengetahuan tentang tren-tren baru di dunia bisnis dengan bawahan, adalah sebuah kebiasaan positif yang akan mengangkat moral dan semangat kerja bawahan, yang penting pemimpin tidak boleh terlalu asyik berceramah dan menggurui para bawahan, tapi pemimpin harus mendengarkan suara dan pendapat para bawahan.

Kerja organisasi tidak sekedar kerja kepemimpinan, tapi merupakan kerja tim yang solid. Jadi, pemimpin dan bawahan secara kolektif harus bersatupadu untuk saling mendengar, saling berbagi ide dan pengetahuan untuk meraih kinerja terbaik.

Pemimpin harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk mendengarkan suara bawahan. Pemimpin bersedia dalam kesadaran tertinggi untuk melatih dirinya dengan disiplin dan niat baik, yang terfokus kepada upaya untuk meningkatkan kualitas sikap, sifat, dan kebiasaan dalam komunikasi dua arah yang efektif.

Berikut tips untuk pemimpin dalam mewujudkan keterampilan mendengar:

  • Jadilah Pendengar Yang Bijak.
  • Jangan Mengintrupsi Pembicaraan Bawahan.
  • Jangan Memotong Dan Mengabaikan Suara Bawahan.
  • Jangan Menjadi Pemimpin Yang Merasa Terlalu Pintar.
  • Ucapkan Terima Kasih Kepada Bawahan, Walau Anda Tidak Setuju Dengan Hasil Pembicaraan Tersebut.
  • Jangan Pernah Menjadi Ragu Dalam Memahami Pembicaraan Dengan Bawahan.
  • Mampu Berdisiplin Diri Dalam Memberikan Perhatian Kepada Bawahan Yang Sedang Berbicara.
  • Mampu Merangkum Semua Hasil Pembicaraan Dengan Sempurna.
  • Mampu Mengambil Manfaat Dari Pembicaraan Tersebut.
Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑