PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Communication (page 10 of 11)

Komunikasi

Seni BerBicara Adalah BerBicara Dari Hati TerJujur

Saat Anda mampu mengeksplorasi kepintaran berbicara Anda, saat itu semua ketidaksempurnaan diri akan berakhir, kemudian Anda akan menjadi bintang ditengah-tengah orang lain. Sesungguhnya ilmu berbicara itu sederhana, yaitu membuat orang lain merasa bahagia dan senang mendengarkan ucapan dan perkataan Anda.

Hal terlarang dalam seni berbicara adalah tidak menjadikan kemahiran berbicara Anda sebagai alat untuk melakukan penyerangan, untuk memamerkan kehebatan, ataupun untuk membohongi orang lain. Kehebatan berbicara Anda harus menjadi sebuah energi positif yang tidak hanya memudahkan perjalanan karier dan hidup Anda, tapi juga harus menjadi energi kehidupan yang membuat para pendengar Anda merasa bahagia dan damai. Dari mulut manusia-manusia bijaksana akan keluar suara kebaikan untuk menjadi pengetahuan buat manusia lain. Bagi manusia-manusia bijaksana, ketidaksempurnaan ada untuk mengajarkan kesempurnaan pada manusia lainnya. Seni berbicara diperlukan untuk melengkapi sisi-sisi kehidupan yang belum sempurna. Oleh sebab itu, seni berbicara tidak sekedar berkata-kata sambil merasa bangga dengan kecerdikan berbicara, tapi seni berbicara harus mampu menyentuh hati terdalam dari jiwa-jiwa lain, agar mereka merasa damai dan nyaman dengan suara Anda. Seni berbicara diperlukan untuk mengatasi ketidaksempurnaan hidup yang ada disekitar kita. Dan untuk memberikan pencerahan kepada kehidupan lainnya.

Seperti pesan Larry King, pembicara terkenal acara Larry King Live di CNN, bahwa dasar-dasar seni berbicara adalah sikap jujur, tulus, apa adanya, minat terhadap orang lain, keterbukaan terhadap diri sendiri, dan menjadi diri sendiri. Jelas, pesan dari sang maestro berbicara ini sangatlah sederhana dan tidak rumit, seperti yang sering dibayangkan orang. Apakah Anda tahu bahwa Larry King berlatih terus-menerus untuk memahirkan seni berbicaranya ?, padahal beliau sudah menjadi pembicara terbaik kelas dunia. Salah satu rahasia dari teknik latihannya adalah ia selalu berbicara sendiri didepan kaca, berbicara dengan pohon, bunga, anjing, kucing, dan sekebun binatang. Di dalam bukunya yang berjudul How To Talk To Anyone, Anytime, Anywhere, Larry King berkata”Jangan menganggap saya tidak waras jika saya menganjurkan teknik berikut ini: bicaralah pada anjing, kucing, burung, atau ikan mas Anda. Bicara kepada hewan piaraan adalah cara yang hebat untuk berlatih bicara kepada sesama dan Anda tidak perlu khawatir akan dibantah atau diinterupsi.”

Seni berbicara harus bisa mengisi keterbatasan pemahaman melalui kata-kata yang kaya dengan akal sehat, logika, dan kejujuran. Mungkin Anda tertarik cara-cara latihan pak Larry King, atau mungkin Anda memiliki kiat-kiat khusus untuk mengasah seni berbicara Anda, tapi yang terpenting Anda selalu menjadi diri sendiri yang jujur dan peduli kepada sesama.

Hidup Ini Milik Semua Orang

Oct 7, 2008

“Hidup Ini Milik Setiap Kehidupan, Diperlukan Sikap Toleransi Dan Cinta Untuk Membuat Hidup Ini Damai.” – Djajendra

Jangan bertindak sesuka hati tanpa memikirkan kenyamanan dan kepentingan orang lain, sebab hidup ini milik semua orang. Hidup memerlukan toleransi yang sangat tinggi agar semua hal bisa berjalan harmonis.

Berpikir bebas bertindak dalam batas seharusnya diikuti dengan prinsip hidup yang tidak menciptakan gangguan kepada orang – orang lain. Kehidupan yang menjaga keharmonisan bersama akan membebaskan semua orang dari perangkap kekacauan dan konflik, serta bisa menghadirkan cinta dan kasih sayang di tengah kultur yang saling menghormati.

Manusia memang merupakan energi kreatif yang memiliki imajinasi tanpa batas, tapi dalam realitas hidup setiap orang harus memiliki tanggung jawab, etika, moral, dan niat baik untuk menghargai semua yang ada disekitarnya. Nafsu dan ego diri yang tidak terkendalikan akan membuat orang menjadi sesuka – sukanya melihat hidup dari kaca mata sempitnya. Dan hal ini akan sangat membahayakan bagi kerukunan hidup bersama.

Biarkan kebebasan itu hidup dalam pikiran dan imajinasi Anda. Tetapi begitu Anda melihat realitas hidup di luar diri Anda, maka Anda harus mengutamakan pengendalian diri yang kuat untuk memahami dan menyimak fakta tentang moral, etika, kultur, dan sistem kehidupan yang ada di sekitar Anda. Anda tidak boleh beranggapan bahwa kebebasan yang ada dalam pikiran dan imajinasi Anda tersebut adalah hal terbenar. Kekuatan batin Anda untuk mengendalikan pikiran, kata – kata, dan perilaku di tengah – tengah kehidupan yang beragam ini, akan menghasilkan energi positif dalam diri Anda.

Kebebasan berpikir adalah hak asasi dari setiap orang, tetapi kebebasan bertindak yang tidak diatur oleh etika, norma kehidupan, kultur, tanggung jawab, dan niat baik, akan merusak hak asasi dari orang – orang lain. Hidup itu memerlukan sebuah kesadaran yang tinggi untuk bisa memahami makna kebebasan dalam tanggung jawab yang utuh.

Tindakan yang bersifat suka – suka pasti tidak memikirkan kepentingan buat keragaman yang ada, sehingga sangat mudah mengucapkan kata – kata yang bisa merusak sebuah kerukunan hidup.

Setiap orang punya hak untuk berpikir dan berkarya setinggi langit, tapi selalulah berpijak pada bumi untuk bisa menghormati realitas yang ada di sekitar kita. Kebebasan tanpa kendali sama sekali adalah kegilaan yang merusak kenyamanan hidup.

Bebas bukan berarti pesta dengan prinsip suka – suka dan semau gue, tapi bebas adalah jiwa dan pikiran yang merdeka dalam ruang lingkup batasan oleh moral, etika, budaya, dan sistem kehidupan. Bila semua orang ingin mengekspresikan hidupnya sesuai dengan imajinasi liarnya, maka kekacauan dan ketidakharmonisan akan menjadi tontonan kehidupan sehari – hari.

Hidup harus memiliki tanggung jawab yang utuh dan penuh dalam menjaga keharmonisan di semua aspek kehidupan. Untuk itu, diperlukan aturan – aturan yang mengikat semua orang dalam sebuah visi hidup yang sama, walaupun mungkin semua orang memiliki prinsip dan pandangan hidup yang beragam, tapi semua yang berbeda itu harus bisa dikendalikan secara cerdas dalam sebuah visi, agar tidak merusak keharmonisan yang ada.

Bebas bukan berarti liar, tapi bebas bermakna merdeka secara batin. Kebebasan tidaklah ada untuk mengacaukan ketenteraman yang sudah mapan. Kebebasan harus selalu diarahkan untuk menciptakan segala kebaikan buat kehidupan secara total. Kebebasan bukan mengeluarkan unek – unek yang ada di pikiran Anda terhadap segala rasa tidak puas yang Anda terima dalam hidup Anda. Tetapi kebebasan adalah kecerdasan Anda untuk memahami diri sendiri dengan sempurna, dan mengendalikan diri sendiri untuk mendapatkan kenyamanan dan kebahagiaan hidup. Bebas berarti bukan berteriak – teriak lantang di tengah badai, tapi bebas adalah menyimak badai dan menaklukkan badai buat kebahagiaan dan kenyamanan diri Anda dan orang – orang lain.

Berpikir bebas bertindak dalam batas memerlukan sebuah rasa tanggung jawab tinggi dalam menyikapi semua realitas hidup yang berkembang. Di sini, kebebasan dalam bertindak harus selalu di ikuti oleh sistem dan prosedur operasi bertindak yang bersahabat terhadap semua aspek kehidupan.

Kehidupan itu sebuah keragaman yang sangat kompleks sehingga diperlukan kecerdasan tingkat tinggi untuk bisa membangun peradaban yang lebih sehat dan manusiawi.

Berpikir bebas bertindak dalam batas adalah sebuah tehnik hidup yang berprinsip pada fokus untuk menjaga keharmonisan dan kerukunan dalam hubungan kehidupan bersama, tanpa kehilangan kreatifitas dan kemerdekaan diri untuk berekspresi secara optimal.

Sehebat apa pun pikiran Anda, Anda harus bisa mengendalikannya sedemikian rupa hingga pikiran hebat itu tidak merusak peradaban positif yang sedang Anda nikmati.

Hidup ini selalu berubah mengikuti tren – tren kehidupan baru yang diikuti oleh kultur baru. Dan, sudah menjadi tugas dari setiap pribadi untuk selalu mengedepankan nilai – nilai kebaikan, yang bersifat positif dalam kehidupan nyata semua orang.

Berpikir bebas bertindak dalam batas mengharapkan semua orang untuk bisa mengendalikan diri dalam menyikapi semua hasrat dan keinginan diri pribadi, yang tidak merusak etika, moral, nilai – nilai kehidupan positif, dan makna hidup itu sendiri secara absolut dalam niat baik.

Manusia adalah pribadi yang penuh misteri dengan pola pikir yang tidak dapat diukur dengan alat apa pun. Untuk itulah diperlukan kesadaran tertinggi melalui pengendalian diri yang mengutamakan menjaga keutuhan dan keharmonisan sebuah hubungan kehidupan yang positif dan saling merangkul.

Ambisi, nafsu, dan ego pribadi haruslah selalu dikendalikan melalui pikiran positif agar tidak menjadi liar dan mengacaukan kedamaian hidup bersama.

Komunikasi Yang Saling Respek

”Komunikasi Yang Saling Respek Muncul Dari Karakter Diri Yang Berfondasikan Sikap Baik Dan Pikiran Positif.” – Djajendra

Komunikasi yang saling respek merupakan kekuatan yang akan menghubungkan setiap orang di tempat kerja dalam sebuah keharmonisan. Hal ini akan menghasilkan etos kerja yang dinamis dan terbuka. Etos kerja perusahaan harus fokus terhadap semua proses kerja melalui komunikasi yang saling respek. Kemudian perusahaan harus cerdas mengatur strategi sukses untuk menciptakan kinerja yang hebat, serta menimbulkan keunggulan dalam diri setiap individu dalam upaya memberdayakan potensi diri.

Cara kerja perusahaan di hari ini dan di masa depan harus dibuat lebih terbuka dan lebih berkarakter untuk kepentingan pertumbuhan nilai-nilai komunikasi positif. Di mana, strategi perusahaan harus di arahkan untuk membangun mind set setiap individu dengan tujuan untuk membangun hubungan positif di antara para individu di dalam struktur organisasi. Strategi hubungan positif ini harus diarahkan untuk saling respek di antara kolega dan pimpinan melalui kekuatan pikiran positif dan emosi baik. Artinya, setiap individu dalam organisasi harus mengerti tentang bagaimana cara untuk berkomunikasi dengan efektif dalam konteks saling respek, serta mampu memberikan sikap baik buat perusahaan dalam upaya meraih lebih banyak sukses melalui kekuatan komunikasi positif yang saling respek.

Setiap individu, baik itu individu pimpinan, atau pun individu bawahan, harus berkarakter kuat dan sekaligus menjadi pribadi-pribadi dengan kekuatan komunikasi yang mampu mempengaruhi orang lain dengan sikap baik, serta mampu menjadi agen perubahan yang hebat di dalam perusahaan.

Komunikasi yang saling respek harus menjadi cetak biru untuk membangun kerja sama yang solid, untuk berprestasi dan sukses dengan kinerja oprimal. Melalui komunikasi yang saling respek diharapkan para individu akan menemukan kekuatan di dalam diri untuk menghargai orang lain, dan juga mampu mendengarkan orang lain dan membantu diri sendiri untuk terhubung dalam sebuah kolaborasi kerja yang kuat dan solid.

Membangun Relasi Dengan Orang-Orang Sulit

”Hidup Itu Murni Petualangan Dan Semakin Cepat Kita Menyadari Hal Ini, Semakin Cepat Kita Memperlakukan Hidup Sebagai Seni.” – Maya Angelou

Tidak ada seorang pun di kehidupan ini mampu meraih sukses tanpa membangun relasi dengan orang lain. Kisah sukses memerlukan jembatan kokoh dalam bentuk relasi baik dengan setiap orang, yang Anda perlukan untuk perjalanan sukses. Tidak ada kata musuh dalam hal membangun relasi dengan orang – orang yang akan menjadi jembatan emas buat sukses Anda.

Anda harus mencerdaskan dan mencerdikkan emosi diri Anda, lalu merangkul orang-orang tersulit untuk menjadi jembatan Anda dalam meraih sukses. Berikan pengaruh positif dan tularkan sikap baik kepada setiap orang yang Anda temui. Jadikan diri Anda sebagai pribadi jujur yang selalu mampu dan mau berbagi kebaikan kepada orang-orang lain.

Jangan biarkan orang-orang sulit mempersulit langkah Anda menuju puncak sukses, tapi rangkul mereka semua dan berikan sikap baik Anda, agar mereka bisa menjadi orang-orang yang peduli pada perjalanan sukses Anda.

Anda harus selalu merasa terhubung dengan setiap orang yang berpotensi menjadi jembatan sukses Anda, dan hubungan Anda dengan mereka tidak boleh terhapus oleh kesalahpahaman atau pun oleh kesombongan diri Anda. Jadilah pribadi sederhana yang berpikir dan bertindak dalam kebijaksanaan hidup yang saling membantu dan saling peduli.

Tebarkan pesona baik Anda ke seluruh penjuru bumi, dan yakinlah bahwa seisi bumi ini akan menebarkan kembali pesona baik mereka kepada diri Anda. Apa yang Anda tanam itulah yang akan Anda raih. Jika Anda menanam satu kebaikan, Anda akan memanen seribu kebaikan. Jadi, jangan pernah membuang-buang waktu hidup Anda untuk tidak menanam benih-benih kebaikan kepada kehidupan yang Anda jalani. Semua orang adalah orang baik, tinggal persepsi Anda untuk melihat dan merasakan kebaikan orang kepada diri Anda. Pastikan Anda cerdas untuk memahami sebuah relasi sebagai kesempatan untuk kreativitas dalam meraih tujuan strategis Anda. Pastikan juga Anda membangun sebuah relasi dari niat baik dan sikap baik Anda untuk saling menguntungkan. Dan, pastikan juga bahwa setiap relasi yang Anda bangun mampu memotivasi diri Anda untuk menjadi lebih dewasa dan lebih bijaksana.

Tidak Selalu Bersapaan Dengan Senyuman Tulus Menciptakan Relasi Yang Akrab

”Bisnis Yang Hebat Bukan Tercipta Oleh Segudang Uang Emas, Tetapi Tercipta Oleh Segudang Hubungan Baik Di Antara Karyawan, Customer, Dan Shareholder.” – Djajendra

Membangun relasi baik bukanlah persoalan mudah dan juga bukanlah persoalan sulit. Di butuhkan sikap baik yang konsisten dan sikap mau belajar dari perilaku orang-orang yang tidak menerima sikap baik Anda. Ingat! Tidak selalu sebuah sapaan akrab dengan sebuah senyuman tulus akan mendekatkan Anda dengan orang-orang disekitar Anda. Untuk membangun jembatan relasi yang baik membutuhkan kondisi kesalingtergantungan, saling peduli, dan memiliki tujuan untuk sebuah manfaat kebersamaan. Bila tidak, maka relasi itu hanya sebatas basa basi tanpa memiliki daya pesona yang tinggi.

Kualitas hidup Anda akan terasa lebih cemerlang saat kualitas relasi Anda juga sangat hebat dan mempesona setiap orang. Kualitas relasi yang hebat dengan customer akan mendatangkan penghasilan besar. Kualitas relasi yang hebat dengan rekan-rekan kerja akan menghadirkan kemudahan buat setiap proses pekerjaan. Kualitas relasi yang hebat dengan setiap stakeholder akan menghasilkan kekuatan yang sangat besar buat bisnis.

Relasi yang hebat akan menghubungkan setiap hati menjadi satu kekuatan yang solid dan tangguh. Di mana kekuatan besar yang solid dan tangguh ini akan membangun fondasi yang kokoh terhadap fundamental bisnis yang sedang dijalankan. Ingat! Bisnis yang hebat bukan tercipta oleh segudang uang emas, tetapi tercipta oleh segudang hubungan baik di antara karyawan, customer, dan shareholdernya.

Berikut tips untuk membangun fondasi relasi yang hebat:

  • Berjanjilah kepada diri sendiri untuk menjadi orang yang baik terhadap siapa pun dan di mana pun.
  • Senyum dan sapalah kepada orang disekitar saat saling berpapasan.
  • Jangan sekali-kali memperlihatkan ekspresi tidak suka kepada siapa pun
  • Ingatlah nama orang-orang disekitar dan beri respek yang tinggi terhadap mereka.
  • Saat sedang berbicara lihatlah ke wajah orang –orang yang sedang anda ajak berbicara dan beri respek yang tinggi kepada mereka.
  • Gunakan bahasa dan kata-kata yang positif dan jangan sekali-kali menggunakan bahasa dan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain.
  • Jangan memotong percakapan orang lain. Miliki sopan santun, kesabaran, toleransi, dan etika untuk mendengarkan pembicaraan orang lain.
  • Selalu berpikir positif dan hubungkan diri anda dengan orang lain melalui prasangka baik.
  • Mungkin hari ini anda sedang di puncak kesuksesan, tapi jangan sekali-kali menganggap remeh terhadap siapa pun. Ingat! Hidup ini tidak abadi, apa saja bisa terjadi.
  • Jadilah pribadi positif yang hidup dalam dunia segala kebaikan. Lalu, perlakukan setiap orang dengan sikap terbaik anda. Dan, pastikan bahwa anda telah bersatu bersama rasa damai, rasa bahagia, rasa sehat, dan rasa sejahtera.

Tidak Sekedar Berceramah Dan Menggurui Bawahan

“Boleh Saja Secara Profesional Pemimpin Dan Bawahan Dipisahkan Oleh Sistem, Prosedur Dan Aturan, Tapi Kontak Batin Antara Pemimpin Dan Bawahan Haruslah Terawat Secara Sempurna.”-Djajendra

Salah satu keterampilan terpenting dari sebuah kepemimpinan, adalah kemampuan pemimpin untuk berbicara secara informal dalam bahasa hati dengan setiap bawahan.

Di dalam kesibukan rutinitas kerja yang penuh dengan aturan dan prosedur, pemimpin belum tentu memiliki waktu untuk memahami suara hati para bawahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan, pemimpin perlu melakukan komunikasi secara informal kepada semua bawahan, dalam bentuk komunikasi informal yang mampu melewati batas-batas birokrasi organisasi. Boleh saja secara profesional pemimpin dan bawahan dipisahkan oleh sistem, prosedur dan aturan, tapi kontak batin antara pemimpin dan bawahan haruslah terawat secara sempurna. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi kepada setiap level dari bawahannya secara informal.

Antusiasme besar pemimpin untuk berbicara dan berbagi pengetahuan tentang tren-tren baru di dunia bisnis dengan bawahan, adalah sebuah kebiasaan positif yang akan mengangkat moral dan semangat kerja bawahan, yang penting pemimpin tidak boleh terlalu asyik berceramah dan menggurui para bawahan, tapi pemimpin harus mendengarkan suara dan pendapat para bawahan.

Kerja organisasi tidak sekedar kerja kepemimpinan, tapi merupakan kerja tim yang solid. Jadi, pemimpin dan bawahan secara kolektif harus bersatupadu untuk saling mendengar, saling berbagi ide dan pengetahuan untuk meraih kinerja terbaik.

Pemimpin harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk mendengarkan suara bawahan. Pemimpin bersedia dalam kesadaran tertinggi untuk melatih dirinya dengan disiplin dan niat baik, yang terfokus kepada upaya untuk meningkatkan kualitas sikap, sifat, dan kebiasaan dalam komunikasi dua arah yang efektif.

Berikut tips untuk pemimpin dalam mewujudkan keterampilan mendengar:

  • Jadilah Pendengar Yang Bijak.
  • Jangan Mengintrupsi Pembicaraan Bawahan.
  • Jangan Memotong Dan Mengabaikan Suara Bawahan.
  • Jangan Menjadi Pemimpin Yang Merasa Terlalu Pintar.
  • Ucapkan Terima Kasih Kepada Bawahan, Walau Anda Tidak Setuju Dengan Hasil Pembicaraan Tersebut.
  • Jangan Pernah Menjadi Ragu Dalam Memahami Pembicaraan Dengan Bawahan.
  • Mampu Berdisiplin Diri Dalam Memberikan Perhatian Kepada Bawahan Yang Sedang Berbicara.
  • Mampu Merangkum Semua Hasil Pembicaraan Dengan Sempurna.
  • Mampu Mengambil Manfaat Dari Pembicaraan Tersebut.

Jangan Bilang ‘Nasehat Baik’ Sebagai Teori

“Terimalah Informasi Apa Saja, Tapi Jangan Lupa Untuk Menggunakan Yang Terbaik.” – Djajendra

Sebagian orang saat menerima informasi dan nasehat baik dari orang lain, tapi kebetulan nasehat baik itu bertentangan dengan karakter dan mind set nya, maka ia akan mengatakan semua nasehat baik itu sebagai teori, padahal Ia harus memanfaatkan nasehat dan informasi baik tersebut untuk membantu mengembangkan potensi dirinya.

Mind set yang terbuka dan mau belajar, adalah hal yang sangat penting buat memberikan pencerahan dan motivasi pada seseorang. Saat mind set seseorang tertutup oleh keangkuhan sikap dan pemikirannya, maka apa pun nasehat yang diberikan akan dianggap sebagai teori yang tak mungkin bisa diimplementasikan secara nyata di dalam hidupnya.

Saat Anda menguasai mind set yang terbuka dan kreatif, Anda pasti mampu mengendalikan diri Anda untuk mendengarkan nasehat dan informasi dari orang lain secara bijaksana.

Hidup yang baik itu perlu inspirasi, motivasi, informasi, dan nasehat dari orang lain. Mungkin saja nasehat-nasehat dari orang lain itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda, tapi saat Anda memiliki hati yang jujur dan pikiran terbuka, Anda pasti akan merasa nyaman dengan semua nasehat dari orang lain, walaupun nasehat-nasehat itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda.

Pada akhirnya, semua hal yang Anda jalani di dalam hidup Anda adalah soal sikap Anda terhadap semua nasehat dan informasi yang Anda terima. Jika Anda cerdas memahami semua nasehat dan informasi yang ada, maka Anda pasti dapat bertumbuh ke arah yang lebih tinggi untuk mendapatkan sukses-sukses yang lebih dari harapan Anda.

Jangan bangun penjara mind set yang tertutup rapat pada semua nasehat dan informasi baik. Sebab, penjara mind set akan mengurung Anda dalam keyakinan yang sempit dan salah.

Mencari Solusi Dalam Rapat?

”Rapat Yang Baik Adalah Rapat Yang Terkoordinir Untuk Mendapatkan Solusi Terbaik.” – Djajendra

Tanpa sadar sering sekali para pimpinan masuk dalam perangkap rapat, di mana terus-menerus berdebat sambil mempertahankan ide. Biasanya akan berlangsung berlarut-larut tanpa ada yang dapat menghentikannya, serta sangat melelahkan dan membosankan semua pihak. Sebuah perilaku rapat adalah gambaran utuh tentang organisasi, kepemimpinan, keterampilan manajemen, kompetensi, dan budaya kerja.

Saat para pimpinan sibuk berdebat tanpa solusi, maka organisasi tersebut menggambarkan cara kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, meeting atau pertemuan harus dikelola dengan komitmen yang jelas untuk menghasilkan solusi-solusi yang andal, tanpa memikirkan ego dan kepentingan pribadi.

Para eksekutif dan pimpinan wajib menjadikan rapat mereka sebagai ajang mencari solusi, sambil menyediakan pokok-pokok pikiran dan pokok-pokok masalah yang sesuai dengan tema rapat tersebut. Dan, setiap pihak wajib menjaga etika dan sopan santun untuk tidak mencederai semangat rapat.

Rapat, meting, atau pertemuan harus mampu menghapus kekecewaan yang ada, harus mampu menciptakan kepuasan buat setiap pihak, harus mampu membangkitkan semangat, gairah, kreativitas, dan semua potensi unggul yang lain.

Para pimpinan wajib menghindari setiap potensi konflik dengan mengajak setiap pihak untuk berpikir positif, agar mampu meningkatkan kualitas meting melalui partisipasi, interaksi, produktivitas dan output. Dengan hasil akhir merangkul semua kekuatan organisasi dan Mengarahkannya pada kinerja bisnis yang hebat.
Berikut tips untuk membuat rapat atau meting yang berkualitas tinggi:

  1. Jangan pernah membahas tentang urusan pribadi di ruang rapat.
  2. Hindari kata-kata negatif dalam percakapan yang dapat merusak moods orang lain.
  3. Fokus dan perhatikan setiap orang dengan penuh perhatian dan kepedulian.
  4. Jangan memulai meting dalam bahasa yang bertele-tele. Gunakan kata-kata yang dramatis, pernyataan yang relevan dengan tema meeting, dan ajak setiap orang untuk proaktif berdiskusi secara cerdas dan profesional.
  5. Tuntaskan semua materi meting di ruang meting, dan jangan biarkan perbedaan pendapat keluar dari ruang meting.
  6. Jangan ada yang secara sepihak mempengaruhi hasil meting. Pastikan hasil meting melalui diskusi dan brainstorming, yang merangkul setiap ide secara efektif sebelum proses pengambilan keputusan dan resolusi.
  7. Pastikan setiap pemimpin memiliki kearifan kolektif, untuk menggunakan forum meting sebagai forum diskusi yang sehat, dalam upaya membangun kualitas unit kerja yang diwakili menjadi lebih unggul.
  8. Pastikan semua pihak memiliki mental, sikap dan karakter untuk mendukung keputusan akhir meeting dengan sepenuh hati.

8 Tips Buat Pemimpin Untuk Menjadi Pendengar Yang Bijak

“Jika Anda Ingin Meraih Kesuksesan, Anda Harus Menentukan Sebuah Tujuan. Dan Setiap Hari, Setidaknya Anda Mengambil Satu Langkah Lebih Maju Untuk Meraihnya.”-J.P.Vaswani

Pemimpin adalah panutan yang harus memiliki keterampilan untuk merangkul setiap bawahan dengan sikap baik. Pemimpin tidak sekedar menjadi seorang bos, tapi harus tahu tentang bagaimana cara terefektif untuk berhasil menjadi teman dan sahabat buat para bawahan. Untuk itu, seorang pemimpin wajib menjadi pendengar yang bijak dan penuh empati.

Berikut tips untuk menjadi pendengar yang bijak:

1. Pemimpin tidak boleh mengganggu ide dan pemikiran bawahannya, biarkan berkembang dan arahkan ke jalur yang benar.

2. Pemimpin tidak boleh mengabaikan antusias bawahan yang bermaksud menyampaikan pesan tertentu, biarkan bawahan menyampaikan pesan dan menyelesaikan semua kalimatnya secara utuh dan jelas.

3. Pemimpin tidak boleh memotong dan menghentikan pembicaraan bawahan dengan berkata ”Saya sudah tahu”, atau kalimat sejenisnya. Dengarkan saja dalam sikap sabar sampai bawahan selesai berbicara.

4. Pemimpin tidak boleh secara terang-terangan menyatakan tidak setuju dengan bawahan, tapi memberi pujian atas ide dan konsep bawahan, sambil berkata ”Terima kasih”.

5. Pemimpin sebaiknya jangan menggunakan kata-kata “Tidak”, “Tetapi”, dan “Namun”. Pastikan semua kata-kata bermakna tegas, lugas, jelas, dan tidak ragu.

6. Pemimpin tidak boleh bimbang saat mendengar penjelasan bawahan. Fokuskan diri untuk mendengarkan semua kalimat bawahan secara baik. Untuk itu, jangan biarkan mata dan perhatian berkeliaran di tempat lain saat bawahan sedang berbicara.

7. Pemimpin harus menyimak semua kata dan kalimat bawahan, kemudian pada akhir dialog menanyakan pertanyaan yang cerdas kepada bawahan, untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian yang besar pada ide bawahan tersebut.

8. Pemimpin harus memberi kesan positif dan dan profesional, saat mendengar semua kata dan kalimat dari bawahan.

Kedelapan tips ini bila secara tekun Anda latih dan pelajari, akan meningkatkan keterampilan mendengar Anda. Meskipun, kedelapan tips tersebut terlihat mudah dimengerti, tetapi belum tentu mudah untuk di praktekan. Oleh karena itu, Anda harus membaca berulang-ulang semua tips diatas sampai Anda memahami makna sejati dari tips tersebut. Pastikan Anda serius, tekun, dan mendisiplinkan diri untuk berlatih, belajar, dan menginternalisasikan semua tips diatas ke dalam batin terdalam Anda. Selamat mencoba, Anda Pasti Berhasil!

Berbicara Empat Mata Dengan Bawahan

“Melalui Hubungan Komunikasi Empat Mata, Pemimpin Dapat Membaca Pikiran Dan Hati Nurani Dari Para Bawahan.”-Djajendra

Hubungan komunikasi dalam sikap tenang, tidak defensif, tapi penuh percaya diri dan rendah hati adalah hubungan komunikasi yang hebat di antara atasan dengan bawahan. Seorang pemimpin bijak selalu tahu untuk merangkul para bawahan dengan penuh perhatian.

Pemimpin bijak juga tahu untuk membangun hubungan komunikasi dengan memperlihatkan rasa hormat kepada para bawahan. Sebab, dengan memberikan rasa hormat kepada bawahan, pemimpin akan mendapatkan dukungan total dari para bawahan. Lalu melalui dukungan tersebut, pemimpin bisa menyusun rencana-rencana strategis untuk membawa organisasi menuju kepada sukses tertinggi.

Kemampuan berbicara empat mata dengan bawahan adalah kemampuan pemimpin dalam membuka diri, untuk lebih mengetahui tentang keahlian dan bakat dari para bawahan, yang mungkin masih belum dieksplorasi secara total untuk dimanfaatkan organisasi secara optimal. Oleh karena itu, pemimpin yang bijak pasti mengerti bahwa untuk keberhasilan sebuah visi dan misi, maka ia harus melakukan eksplorasi total terhadap semua bakat dan potensi tersembunyi dari para bawahan.

Melalui hubungan komunikasi empat mata, pemimpin dapat membaca pikiran dan hati nurani dari para bawahan. Untuk itu, pemimpin harus cerdik membuka diri dalam upaya mendekatkan diri dengan semua bawahan melalui kekuatan empati. Di mana, kekuatan empati akan menghasilkan intuisi untuk bisa membaca perasaan dan pikiran dari bawahan.

Pemimpin harus berusaha mendekatkan diri kepada semua bawahan agar dapat berbicara empat mata dengan semua bawahan di semua tingkatan yang ada dalam struktur organisasi, dan sekaligus menyatukan persepsi dengan semua pihak di dalam organisasi.

Berbicara empat mata dengan para bawahan akan mendekatkan jarak perasaan di antara pemimpin dan bawahannya. Bila jarak perasaan sudah dekat, maka segala tindakan pemimpin akan secara mudah dipahami oleh para bawahan, untuk kemudian bisa mereka tindaklanjuti dengan sempurna sesuai rencana yang ada.

Berbicara empat mata dengan para bawahan akan menyatukan persepsi dan bisa membawa dampak positif buat keberhasilan visi dan misi dari organisasi.

Pemimpin yang cerdik akan memanfaatkan komunikasi empat mata untuk menciptakan komitmen bawahan yang kuat dalam implementasi tugas dan tanggung jawab seharian secara jujur dan patuh pada etika kerja.

Pemimpin cerdik akan memperlihatkan kekuatan dalam merajut hubungan komunikasi yang hebat pada semua bawahan. Di mana, semua bawahan akan patuh dan menyatu dalam satu visi bersama sang pemimpin.

Oct 15, 2008

Older posts Newer posts