PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Communication (page 10 of 11)

Komunikasi

Jangan Bilang ‘Nasehat Baik’ Sebagai Teori

“Terimalah Informasi Apa Saja, Tapi Jangan Lupa Untuk Menggunakan Yang Terbaik.” – Djajendra

Sebagian orang saat menerima informasi dan nasehat baik dari orang lain, tapi kebetulan nasehat baik itu bertentangan dengan karakter dan mind set nya, maka ia akan mengatakan semua nasehat baik itu sebagai teori, padahal Ia harus memanfaatkan nasehat dan informasi baik tersebut untuk membantu mengembangkan potensi dirinya.

Mind set yang terbuka dan mau belajar, adalah hal yang sangat penting buat memberikan pencerahan dan motivasi pada seseorang. Saat mind set seseorang tertutup oleh keangkuhan sikap dan pemikirannya, maka apa pun nasehat yang diberikan akan dianggap sebagai teori yang tak mungkin bisa diimplementasikan secara nyata di dalam hidupnya.

Saat Anda menguasai mind set yang terbuka dan kreatif, Anda pasti mampu mengendalikan diri Anda untuk mendengarkan nasehat dan informasi dari orang lain secara bijaksana.

Hidup yang baik itu perlu inspirasi, motivasi, informasi, dan nasehat dari orang lain. Mungkin saja nasehat-nasehat dari orang lain itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda, tapi saat Anda memiliki hati yang jujur dan pikiran terbuka, Anda pasti akan merasa nyaman dengan semua nasehat dari orang lain, walaupun nasehat-nasehat itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda.

Pada akhirnya, semua hal yang Anda jalani di dalam hidup Anda adalah soal sikap Anda terhadap semua nasehat dan informasi yang Anda terima. Jika Anda cerdas memahami semua nasehat dan informasi yang ada, maka Anda pasti dapat bertumbuh ke arah yang lebih tinggi untuk mendapatkan sukses-sukses yang lebih dari harapan Anda.

Jangan bangun penjara mind set yang tertutup rapat pada semua nasehat dan informasi baik. Sebab, penjara mind set akan mengurung Anda dalam keyakinan yang sempit dan salah.

Mencari Solusi Dalam Rapat?

”Rapat Yang Baik Adalah Rapat Yang Terkoordinir Untuk Mendapatkan Solusi Terbaik.” – Djajendra

Tanpa sadar sering sekali para pimpinan masuk dalam perangkap rapat, di mana terus-menerus berdebat sambil mempertahankan ide. Biasanya akan berlangsung berlarut-larut tanpa ada yang dapat menghentikannya, serta sangat melelahkan dan membosankan semua pihak. Sebuah perilaku rapat adalah gambaran utuh tentang organisasi, kepemimpinan, keterampilan manajemen, kompetensi, dan budaya kerja.

Saat para pimpinan sibuk berdebat tanpa solusi, maka organisasi tersebut menggambarkan cara kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, meeting atau pertemuan harus dikelola dengan komitmen yang jelas untuk menghasilkan solusi-solusi yang andal, tanpa memikirkan ego dan kepentingan pribadi.

Para eksekutif dan pimpinan wajib menjadikan rapat mereka sebagai ajang mencari solusi, sambil menyediakan pokok-pokok pikiran dan pokok-pokok masalah yang sesuai dengan tema rapat tersebut. Dan, setiap pihak wajib menjaga etika dan sopan santun untuk tidak mencederai semangat rapat.

Rapat, meting, atau pertemuan harus mampu menghapus kekecewaan yang ada, harus mampu menciptakan kepuasan buat setiap pihak, harus mampu membangkitkan semangat, gairah, kreativitas, dan semua potensi unggul yang lain.

Para pimpinan wajib menghindari setiap potensi konflik dengan mengajak setiap pihak untuk berpikir positif, agar mampu meningkatkan kualitas meting melalui partisipasi, interaksi, produktivitas dan output. Dengan hasil akhir merangkul semua kekuatan organisasi dan Mengarahkannya pada kinerja bisnis yang hebat.
Berikut tips untuk membuat rapat atau meting yang berkualitas tinggi:

  1. Jangan pernah membahas tentang urusan pribadi di ruang rapat.
  2. Hindari kata-kata negatif dalam percakapan yang dapat merusak moods orang lain.
  3. Fokus dan perhatikan setiap orang dengan penuh perhatian dan kepedulian.
  4. Jangan memulai meting dalam bahasa yang bertele-tele. Gunakan kata-kata yang dramatis, pernyataan yang relevan dengan tema meeting, dan ajak setiap orang untuk proaktif berdiskusi secara cerdas dan profesional.
  5. Tuntaskan semua materi meting di ruang meting, dan jangan biarkan perbedaan pendapat keluar dari ruang meting.
  6. Jangan ada yang secara sepihak mempengaruhi hasil meting. Pastikan hasil meting melalui diskusi dan brainstorming, yang merangkul setiap ide secara efektif sebelum proses pengambilan keputusan dan resolusi.
  7. Pastikan setiap pemimpin memiliki kearifan kolektif, untuk menggunakan forum meting sebagai forum diskusi yang sehat, dalam upaya membangun kualitas unit kerja yang diwakili menjadi lebih unggul.
  8. Pastikan semua pihak memiliki mental, sikap dan karakter untuk mendukung keputusan akhir meeting dengan sepenuh hati.

8 Tips Buat Pemimpin Untuk Menjadi Pendengar Yang Bijak

“Jika Anda Ingin Meraih Kesuksesan, Anda Harus Menentukan Sebuah Tujuan. Dan Setiap Hari, Setidaknya Anda Mengambil Satu Langkah Lebih Maju Untuk Meraihnya.”-J.P.Vaswani

Pemimpin adalah panutan yang harus memiliki keterampilan untuk merangkul setiap bawahan dengan sikap baik. Pemimpin tidak sekedar menjadi seorang bos, tapi harus tahu tentang bagaimana cara terefektif untuk berhasil menjadi teman dan sahabat buat para bawahan. Untuk itu, seorang pemimpin wajib menjadi pendengar yang bijak dan penuh empati.

Berikut tips untuk menjadi pendengar yang bijak:

1. Pemimpin tidak boleh mengganggu ide dan pemikiran bawahannya, biarkan berkembang dan arahkan ke jalur yang benar.

2. Pemimpin tidak boleh mengabaikan antusias bawahan yang bermaksud menyampaikan pesan tertentu, biarkan bawahan menyampaikan pesan dan menyelesaikan semua kalimatnya secara utuh dan jelas.

3. Pemimpin tidak boleh memotong dan menghentikan pembicaraan bawahan dengan berkata ”Saya sudah tahu”, atau kalimat sejenisnya. Dengarkan saja dalam sikap sabar sampai bawahan selesai berbicara.

4. Pemimpin tidak boleh secara terang-terangan menyatakan tidak setuju dengan bawahan, tapi memberi pujian atas ide dan konsep bawahan, sambil berkata ”Terima kasih”.

5. Pemimpin sebaiknya jangan menggunakan kata-kata “Tidak”, “Tetapi”, dan “Namun”. Pastikan semua kata-kata bermakna tegas, lugas, jelas, dan tidak ragu.

6. Pemimpin tidak boleh bimbang saat mendengar penjelasan bawahan. Fokuskan diri untuk mendengarkan semua kalimat bawahan secara baik. Untuk itu, jangan biarkan mata dan perhatian berkeliaran di tempat lain saat bawahan sedang berbicara.

7. Pemimpin harus menyimak semua kata dan kalimat bawahan, kemudian pada akhir dialog menanyakan pertanyaan yang cerdas kepada bawahan, untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian yang besar pada ide bawahan tersebut.

8. Pemimpin harus memberi kesan positif dan dan profesional, saat mendengar semua kata dan kalimat dari bawahan.

Kedelapan tips ini bila secara tekun Anda latih dan pelajari, akan meningkatkan keterampilan mendengar Anda. Meskipun, kedelapan tips tersebut terlihat mudah dimengerti, tetapi belum tentu mudah untuk di praktekan. Oleh karena itu, Anda harus membaca berulang-ulang semua tips diatas sampai Anda memahami makna sejati dari tips tersebut. Pastikan Anda serius, tekun, dan mendisiplinkan diri untuk berlatih, belajar, dan menginternalisasikan semua tips diatas ke dalam batin terdalam Anda. Selamat mencoba, Anda Pasti Berhasil!

Berbicara Empat Mata Dengan Bawahan

“Melalui Hubungan Komunikasi Empat Mata, Pemimpin Dapat Membaca Pikiran Dan Hati Nurani Dari Para Bawahan.”-Djajendra

Hubungan komunikasi dalam sikap tenang, tidak defensif, tapi penuh percaya diri dan rendah hati adalah hubungan komunikasi yang hebat di antara atasan dengan bawahan. Seorang pemimpin bijak selalu tahu untuk merangkul para bawahan dengan penuh perhatian.

Pemimpin bijak juga tahu untuk membangun hubungan komunikasi dengan memperlihatkan rasa hormat kepada para bawahan. Sebab, dengan memberikan rasa hormat kepada bawahan, pemimpin akan mendapatkan dukungan total dari para bawahan. Lalu melalui dukungan tersebut, pemimpin bisa menyusun rencana-rencana strategis untuk membawa organisasi menuju kepada sukses tertinggi.

Kemampuan berbicara empat mata dengan bawahan adalah kemampuan pemimpin dalam membuka diri, untuk lebih mengetahui tentang keahlian dan bakat dari para bawahan, yang mungkin masih belum dieksplorasi secara total untuk dimanfaatkan organisasi secara optimal. Oleh karena itu, pemimpin yang bijak pasti mengerti bahwa untuk keberhasilan sebuah visi dan misi, maka ia harus melakukan eksplorasi total terhadap semua bakat dan potensi tersembunyi dari para bawahan.

Melalui hubungan komunikasi empat mata, pemimpin dapat membaca pikiran dan hati nurani dari para bawahan. Untuk itu, pemimpin harus cerdik membuka diri dalam upaya mendekatkan diri dengan semua bawahan melalui kekuatan empati. Di mana, kekuatan empati akan menghasilkan intuisi untuk bisa membaca perasaan dan pikiran dari bawahan.

Pemimpin harus berusaha mendekatkan diri kepada semua bawahan agar dapat berbicara empat mata dengan semua bawahan di semua tingkatan yang ada dalam struktur organisasi, dan sekaligus menyatukan persepsi dengan semua pihak di dalam organisasi.

Berbicara empat mata dengan para bawahan akan mendekatkan jarak perasaan di antara pemimpin dan bawahannya. Bila jarak perasaan sudah dekat, maka segala tindakan pemimpin akan secara mudah dipahami oleh para bawahan, untuk kemudian bisa mereka tindaklanjuti dengan sempurna sesuai rencana yang ada.

Berbicara empat mata dengan para bawahan akan menyatukan persepsi dan bisa membawa dampak positif buat keberhasilan visi dan misi dari organisasi.

Pemimpin yang cerdik akan memanfaatkan komunikasi empat mata untuk menciptakan komitmen bawahan yang kuat dalam implementasi tugas dan tanggung jawab seharian secara jujur dan patuh pada etika kerja.

Pemimpin cerdik akan memperlihatkan kekuatan dalam merajut hubungan komunikasi yang hebat pada semua bawahan. Di mana, semua bawahan akan patuh dan menyatu dalam satu visi bersama sang pemimpin.

Oct 15, 2008

Singkirkan Sekat Pembatas Hubungan

“Walaupun Kita Di Dalam Satu Organisasi, Tapi Tidak Jarang Kita Sulit Untuk Menyampaikan Pendapat Di Antara Kita.” – Djajendra

Sebagai pemimpin, Anda harus bisa menyingkirkan semua tembok pembatas yang menghalangi Anda untuk melakukan komunikasi dari hati ke hati dengan semua bawahan.

Pemimpin harus mampu menembus batas – batas pikiran dan emosional untuk memahami apa yang dibutuhkan oleh bawahan. Artinya, pemimpin harus cerdas secara emosional untuk membangun hubungan yang berkinerja.

Saatnya buat Anda untuk berpikir dan beremosional positif, lalu memanfaatkan hubungan baik dengan semua pihak untuk membangun keharmonisan kerja di internal perusahaan.

Ketika pemimpin mampu menyingkirkan semua sekat pembatas hubungan, pemimpin akan bersinar lebih cemerlang dalam integritas diri yang menghormati semua pihak dengan sempurna. Sekat pembatas hubungan seringkali menjadi penghalang untuk mengetahui hal – hal yang benar. Kadangkala ada orang – orang tertentu yang memanfaatkan sekat pembatas hubungan untuk keuntungan pribadi.

Kesiapan pemimpin untuk memimpin dalam komunikasi dua arah yang saling mendengar dan saling berkontribusi, akan mengurangi semua hal yang tidak efektif di organisasi.

Pemimpin yang baik tidak boleh menghalangi arus informasi ke dalam organisasi, tapi membuat kebijakan-kebijakan yang tepat untuk memanfaatkan informasi dengan efektif.

Singkirkan semua sekat pembatas hubungan komunikasi kerja, pastikan semua orang bisa saling berkomunikasi secara efektif, dan biarkan birokrasi menjadi lebih sederhana untuk membuat semua pekerjaan lebih lancar.

Landasan Kuat Sebuah Dialog Adalah Emosi Dan Pikiran

“Ucapan, Perasaan, Dan Pikiran Yang Buruk Akan Menjadi Semakin Buruk Saat Diri Tidak Mampu Menahan Dan Mengendalikan Diri Dari Kritikan Lawan Dialog.” – Djajendra

Apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda ucapkan, dan apa yang Anda rasakan akan menentukan kualitas sebuah dialog. Jika di dalam sebuah dialog masing – masing pihak berpikiran buruk terhadap lawan dialognya, maka hasil akhir dari dialog itu adalah kericuhan, saling mengkritik, dan saling menghujat. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menghadiri dialog bersama energi damai, energi bahagia, energi tenang, energi sabar, energi kebenaran, energi kejujuran, dan energi logika positif. Lalu, yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti mampu berdialog dengan kreatif, cerdas, tegas, lugas, santun, sederhana, dan jelas.

Dialog yang baik seharusnya dimulai dengan visi, misi, dan strategi yang jelas, sehingga masing-masing pihak mempunyai dasar pijakan dialog yang jelas. Lalu, masing-masing pihak harus dapat saling menghargai perbedaan pendapat; memperlengkapi kekurangan masing-masing; dan menjadi  energi positif yang fokus untuk menyelamatkan visi, misi, dan strategi melalui logika-logika positif  yang cerdas.

Emosi yang cerdas dan pikiran positif yang kuat akan mengisi karakter diri menjadi tangguh dan tak tergoncangkan oleh badai kritik.  Dan, dialog akan menjadi semakin produktif  kalau pemimpin dialog mampu menjadi pribadi yang berjiwa besar yang tak  tergoncangkan oleh badai kritik lawan dialognya.

Seorang pemimpin yang baik pasti akan tenang dan menjawab semua kritikan melalui kata-kata positif  yang menyejukkan hati para lawannya. Dia tahu bahwa berbeda pandangan itu biasa, dan dia tahu bahwa dia harus lebih sabar walau setiap omongannya dipotong sebelum selesai.

Pemimpin berkualitas tidak akan cengeng oleh teriakan dan kritikan lawan dialog, tapi dia akan berpikir bahwa inilah momentum yang tepat untuk memperlihatkan kualitas kepemimpinan dirinya yang hebat.

Pemimpin hebat selalu memahami bahwa tidak selalu sebuah dialog harus diakhiri dengan kompromi. Tapi, sebuah dialog merupakan sarana untuk menampung pokok-pokok pikiran atau pun aspirasi orang lain dengan sebaik-baiknya.

Seorang pemimpin sejati walaupun dirinya dikatakan bodoh, dia akan tenang dan sabar, lalu bersikap dan memperlihatkan kepada dunia bahwa sesungguhnya dia bukan orang bodoh, tapi pribadi cerdas yang beraura positif untuk menghargai setiap pendapat orang lain dengan jiwa besar.

“Pemimpin Terbaik Adalah Dia Yang Mampu Tersenyum Tegar Dan Menerima Semua Kritikan Dengan Jiwa Besar.” – Djajendra

Cerdas Berkomunikasi Dengan Kata-Kata Yang Menyejukkan Perasaan Lawan Bicara

“Buat Saya Seni Berkomunikasi Berarti Mampu Memahami Lawan Bicara, Walaupun Tidak Mengerti Bahasa Yang Sedang Mereka Bicarakan.”-Djajendra

Komunikasi yang baik tidak sekedar cukup mengandalkan tata bahasa dengan kata-kata terbaik, tetapi perlu emosi, ekspresi, dan persepsi positif, agar pesan yang ingin di sampaikan dapat diterima dalam kesejukkan perasaan pendengar.

Ekspresikan bahasa komunikasi Anda dalam gaya Anda sendiri, dan jadilah diri sendiri yang mampu menyampaikan pesan dengan jelas, sederhana, serta mudah untuk dimengerti oleh lawan bicara. Jadikan gaya bicara Anda sebagai seni yang memberikan inspirasi buat para pendengar.

Miliki persepsi positif terhadap semua hal disekitar Anda, agar Anda bisa bersikap baik kepada siapa pun. Jangan lupa untuk selalu mengandalkan emosi positif dalam setiap dialog dengan siapa pun. Sebab, emosi positif merupakan bahasa jiwa yang paling ampuh untuk menyejukkan perasaan lawan bicara, walaupun mungkin Anda tidak mengerti bahasa yang sedang diucapkan lawan bicara.

Bahasa komunikasi yang baik berarti cerdas secara emosi, cerdas secara persepsi, dan cerdas secara ekspresi. Di mana, ketiga kecerdasan di atas akan membuat Anda mampu menghindari perdebatan yang tak penting, dan mampu mengarahkan jiwa dan pikiran Anda untuk fokus berbicara tentang hal-hal yang bermanfaat.

Sebuah kata bisa berbeda maknanya jika diucapkan dalam emosi, persepsi, dan ekspresi yang berbeda. Untuk itu, Anda harus cerdas membungkus kata-kata dengan emosi, persepsi, dan ekspresi, yang kaya dengan semangat, motivasi dan niat baik, agar pendengar Anda senang dan bangga bisa berbicara dengan Anda.

Bahasa yang baik adalah cahaya yang mampu menerangkan jiwa pendengar.

Melalui kata demi kata yang dibangun dalam semangat kebaikan pasti akan menjadi inspirasi buat kehidupan banyak orang. Oleh sebab itu, sebuah pembicaraan yang baik tidaklah sekedar mengeluarkan kata dan kalimat, tapi harus menjadi cahaya penerang batin dan pikiran pendengar.

Setiap orang selalu ingin mendengar kata dan kalimat yang menyejukkan perasaan mereka. Oleh sebab itu, bahasa yang santun dalam tata krama berbicara positif menjadi modal awal terpenting dalam sebuah dialog.

Pastikan kata-kata Anda mampu mengekspresikan pesan yang ingin Anda sampaikan; pastikan pesan-pesan itu diterima secara cerdas dalam logika berpikir yang sehat; pastikan ekspresi Anda tidak menciptakan keraguan di hati dan pikiran pendengar Anda; dan pastikan Anda tahu bahwa berbicara itu berarti komunikasi dua arah, yaitu dari satu jiwa ke jiwa yang lain tanpa ada yang mendominasi.

Cerdas berkomunikasi berarti Anda harus mampu berkomunikasi dengan siapa pun dan di mana pun bersama kekuatan emosi baik, persepsi positif, dan kekuatan ekspresi dalam balutan sikap baik Anda.

Seorang komunikator yang cerdas mampu berkomunikasi dengan siapa pun, dengan apa pun, dimana pun, tanpa terpengaruh oleh perbedaan yang ada.

RAPAT

“Pengambilan Keputusan Yang Hebat Didasari Oleh Mempercayai Dan Mengikuti Intuisi Serta Insting Anda.” – Ruben Gonzalez

Tanpa sadar sering sekali para pimpinan masuk dalam perangkap rapat, di mana terus-menerus berdebat sambil mempertahankan ide. Biasanya akan berlangsung berlarut-larut tanpa ada yang dapat menghentikannya, serta sangat melelahkan dan membosankan semua pihak.

Sebuah perilaku rapat adalah gambaran utuh tentang organisasi, kepemimpinan, keterampilan manajemen, kompetensi, dan budaya kerja.

Saat para pimpinan sibuk berdebat tanpa solusi, maka organisasi tersebut menggambarkan cara kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, rapat atau pertemuan harus dikelola dengan komitmen yang jelas untuk menghasilkan solusi-solusi yang andal, tanpa memikirkan ego dan kepentingan pribadi.

Para eksekutif dan pimpinan wajib menjadikan  rapat sebagai ajang mencari solusi, sambil menyediakan pokok-pokok pikiran dan pokok-pokok masalah yang sesuai dengan tema pertemuan tersebut. Dan, setiap pihak wajib menjaga etika dan sopan santun untuk tidak mencederai semangat pertemuan.

Rapat harus mampu menghapus kekecewaan yang ada, harus mampu menciptakan kepuasan buat setiap pihak, harus mampu membangkitkan semangat, gairah, kreativitas, dan semua potensi unggul yang lain.

Para pimpinan wajib menghindari setiap potensi konflik dengan mengajak setiap pihak untuk berpikir positif, agar mampu meningkatkan kualitas meeting melalui partisipasi, interaksi, produktivitas dan output. Dengan hasil akhir merangkul semua kekuatan organisasi dan Mengarahkannya pada kinerja bisnis yang hebat.

Berikut tips untuk membuat pertemuan, meeting, atau rapat menjadi berkualitas tinggi:

1. Jangan pernah membahas tentang urusan pribadi di ruang pertemuan.

2. Hindari kata-kata negatif dalam percakapan yang dapat merusak moods orang lain.

3. Fokus dan perhatikan setiap orang dengan penuh perhatian dan kepedulian.

4. Jangan memulai rapat dalam bahasa yang bertele-tele. Gunakan kata-kata yang dramatis, pernyataan yang relevan dengan tema pertemuan, dan ajak setiap orang untuk proaktif berdiskusi secara cerdas dan profesional.

5. Tuntaskan semua materi rapat di ruang rapat, dan jangan biarkan perbedaan pendapat keluar dari ruang rapat.

6. Jangan ada yang secara sepihak mempengaruhi hasil rapat. Pastikan hasil rapat melalui diskusi dan brainstorming, yang  merangkul setiap ide secara efektif sebelum proses pengambilan keputusan dan resolusi.

7. Pastikan setiap pemimpin memiliki kearifan kolektif, untuk menggunakan forum rapat sebagai forum diskusi yang sehat, dalam upaya membangun kualitas unit kerja yang diwakili menjadi lebih unggul.

8. Pastikan semua pihak memiliki mental, sikap dan karakter  untuk mendukung keputusan akhir rapat dengan sepenuh hati.

Senyum Tulus Anda Adalah Mahakarya Kebaikan

“Saat Anda Tersenyum Tulus Kepada Setiap Orang Yang Anda Temui, Maka Nilai Kebaikan Akan Memasuki Perasaan Dari Orang-Orang Yang Menerima Senyum Tulus Anda. Dan Anda Akan Menjadi Pribadi Baik Yang Disukai Semua Orang.”-Djajendra

Tahukah Anda bahwa setiap senyum tulus Anda kepada orang lain, adalah emosi positif  yang Anda pancarkan dari aura baik Anda. Senyum tulus Anda mampu berkata melalui bahasa perasaan, bahasa pikiran dan bahasa senyum, yang mampu mempengaruhi batin terdalam dari setiap orang yang berkomunikasi dengan Anda.

Senyum tulus Anda adalah bahasa komunikasi unggul, bahasa komunikasi yang langsung menyentuh hati terdalam para pendengarnya dalam kenyamanan dan kepuasan tertinggi.

Dalam setiap pelayanan, pastikan Anda lebih sering tersenyum, tersenyum dengan segala niat baik untuk memberikan hal-hal terbaik buat pelanggan Anda.

Yakinkan diri Anda bahwa senyum tulus Anda akan mengantar Anda ke gerbang puncak sukses. Semakin tulus Anda tersenyum untuk melayani orang lain, akan semakin berkualitas diri Anda untuk memberikan kenyamanan dan kepedulian pada para pelanggan Anda. Jadi, pastikan senyum Anda tidak pahit, tapi manis selalu dan menyejukkan hati yang menerima senyum tulus Anda.

Semakin sering Anda memberikan senyum tulus pada orang lain, maka otot-otot wajah Anda akan bekerja keras untuk memberikan hadiah awet muda buat diri Anda.

Ingatlah selalu untuk sering-sering senyum tulus dalam bingkai kepedulian dan cinta kasih, agar fisik Anda bisa terlihat semakin muda, walau usia semakin tua.

Senyum tulus Anda akan membuat diri Anda lebih menarik. Senyum tulus Anda akan membuat diri Anda lebih bahagia. Senyum tulus Anda akan menyiram benih kasih sayang ke batin orang lain. Senyum tulus Anda akan meningkatkan rasa percaya diri Anda untuk meraih sukses tertinggi.

Senyum tulus Anda akan membantu Anda untuk berkomunikasi dengan siapapun, dalam ruang percakapan yang menggembirakan hati dan pikiran. Senyum tulus Anda akan mengundang pelanggan Anda untuk sering-sering berbisnis dengan Anda. Senyum tulus Anda akan membuat hari-hari kerja Anda penuh dengan energi positif, yang menyenangkan batin dan pikiran Anda. Senyum tulus Anda akan membantu Anda untuk melihat kehidupan yang damai dan bahagia.

Senyum tulus Anda akan membuat batin Anda sehat dalam kehidupan yang penuh dengan kesenangan. Senyum tulus Anda akan menghasilkan berjuta-juta sahabat baru, dan menghilangkan semua musuh-musuh lama Anda.

Senyum tulus Anda adalah undangan sejati buat mendatangkan pelanggan-pelanggan berkualitas tinggi, untuk berbisnis dengan Anda, dan membuat Anda sukses untuk selamanya.

Pastikan Anda selalu tersenyum manis pada semua orang, hindari senyum pahit untuk selamanya. Sebab, senyum pahit Anda akan terasa kecut dibatin yang menerimanya. Dan Anda juga tidak akan bahagia bersama senyum pahit Anda.

Pastikan Anda selalu tersenyum tulus dan tidak tersenyum mengkerut. Sebab, bila Anda tersenyum mengkerut, maka setiap orang akan pergi dari hidup Anda. Pergi menjauh dari diri Anda untuk selama-lamanya.

Nah, sekarang saatnya Anda mulai berlatih untuk tersenyum tulus. Lihat kaca, bersihkan hati dari semua dendam dan benci. Lalu keluarkan senyum tertulus Anda. Pastikan wajah Anda jujur untuk melayani orang lain. Pastikan hanya senyum kebaikan yang menghiasi wajah Anda. Pastikan semua yang ada dimulut dan bibir Anda terawat dengan baik. Selamat berlatih!!!

Ekspresikan Bahasa Komunikasi Dalam Gaya Yang Menyejukkan Perasaan Lawan Bicara

”Bahasa Komunikasi Yang Penuh Energi Kebaikan Akan Menarik Berbagai Potensi Kebaikan Dari Setiap Orang Yang Anda Ajak Bicara.” – Djajendra

Komunikasi yang baik tidak sekedar cukup mengandalkan tata bahasa dengan kata-kata terbaiknya, tetapi perlu emosi positif, ekspresi positif dan persepsi positif, agar pesan yang ingin Anda sampaikan dapat diterima dalam kesejukkan perasaan pendengar.

Ekspresikan bahasa komunikasi dalam gaya Anda sendiri, dan jadilah diri sendiri yang mampu menyampaikan pesan dengan jelas, sederhana, serta mudah untuk dimengerti oleh lawan bicara. Jadikan gaya bicara sebagai seni yang memberikan inspirasi buat para pendengar.

Miliki persepsi positif terhadap semua hal disekitar Anda, agar Anda bisa bersikap baik kepada siapa pun. Jangan lupa untuk selalu mengandalkan emosi positif dalam setiap dialog dengan siapa pun. Sebab, emosi positif merupakan bahasa hati yang paling ampuh untuk menyejukkan perasaan lawan bicara, walaupun mungkin Anda tidak mengerti bahasa yang sedang diucapkan oleh lawan bicara Anda.

Bahasa komunikasi yang baik berarti cerdas secara emosi, cerdas secara persepsi, dan cerdas secara ekspresi. Di mana, ketiga kecerdasan di atas akan membuat Anda mampu menghindari perdebatan yang tak penting, dan mampu mengarahkan jiwa dan pikiran untuk fokus berbicara tentang hal-hal yang bermanfaat.

Sebuah kata bisa berbeda maknanya jika diucapkan dalam emosi, persepsi, dan ekspresi yang berbeda. Untuk itu, Anda harus cerdas membungkus kata-kata dengan emosi, persepsi, dan ekspresi, yang kaya dengan semangat, motivasi dan niat baik, agar pendengar Anda senang dan bangga bisa berbicara dengan Anda.

Bahasa yang baik adalah cahaya yang mampu menerangkan jiwa pendengar. Melalui kata demi kata yang dibangun dalam semangat kebaikan pasti akan menjadi inspirasi buat kehidupan banyak orang. Oleh sebab itu, sebuah pembicaraan yang baik tidaklah sekedar mengeluarkan kata dan kalimat, tapi harus menjadi cahaya penerang batin dan pikiran pendengar.

Setiap orang selalu ingin mendengar kata dan kalimat yang menyejukkan perasaan mereka. Oleh sebab itu, bahasa yang santun dalam tata krama berbicara positif menjadi modal awal terpenting dalam sebuah dialog.

Pastikan kata-kata Anda mampu mengekspresikan pesan yang ingin Anda sampaikan; pastikan pesan-pesan itu diterima secara cerdas dalam logika berpikir yang sehat; pastikan ekspresi Anda tidak menciptakan keraguan di hati dan pikiran pendengar Anda; dan pastikan Anda tahu bahwa berbicara itu berarti komunikasi dua arah, yaitu dari satu hati ke hati yang lain tanpa ada yang mendominasi.

Cerdas berkomunikasi berarti mampu berkomunikasi dengan kekuatan emosi baik, persepsi positif, dan kekuatan ekspresi dalam balutan sikap baik. Dan, seorang komunikator yang cerdas mampu berkomunikasi dengan siapa pun, dengan apa pun, dimana pun, tanpa terpengaruh oleh perbedaan yang ada.

Older posts Newer posts