MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Conflict Management (page 10 of 11)

Manajemen Konflik

KETIKA REKAN BISNIS BOS ANDA MERASA KEHADIRAN ANDA TIDAK PENTING

“Bila Kita Selalu Mengisi Jiwa Kita Dengan Kekurangan Orang Lain, Maka Kita Akan Menjadi Pribadi Berwawasan Seluas Daun Kelor, Dan Tidak Akan Pernah Memiliki Wawasan Seluas Samudera.” – Djajendra

Dalam pergaulan bisnis kadang-kadang ada saja pihak yang merasa lebih superior dan meremehkan kehadiran seseorang yang dianggap tidak penting. Saya dapat memahami bahwa tidak semua orang yang ditemui itu memiliki kapasitas untuk menciptakan bisnis. Tapi, dalam etika pergaulan bisnis, setiap pihak wajib untuk saling memperlihatkan sopan-santun dan menghormati keberadaan orang lain.

Beberapa waktu yang lalu, di sebuah program motivasi perilaku dan etika kehidupan sosial, seorang peserta bertanya, “pak, bagaimana saya harus bersikap ketika rekan bisnis bos saya tidak menganggap kehadiran saya di ruang pertemuan?”

Saya menjawab, “bersikaplah seolah-olah rekan bisnis bos Anda itu orang yang sangat penting, dan jangan kecewa dengan sikap tidak santun dari orang yang Anda anggap sangat penting itu.”

Penanya sepertinya tidak puas dengan jawaban saya, dia lalu bertanya kembali.

“Apakah kita harus menganggap penting terhadap orang yang menganggap diri kita tidak penting?”

Sepertinya si penanya memiliki persoalan atas harga diri yang telah terlecehkan, dan sakit hati telah mengisi jiwa terdalamnya.

Saya menjawab, “mungkin saja rekan bisnis bos Anda itu memiliki perilaku superior dan tidak memiliki kemampuan kecerdasan sosial yang baik. Hal ini berpotensi menghasilkan energi sombong untuk menyakiti perasaan orang lain. Jadi, tetaplah Anda bersikap rendah hati dan menghormati keberadaan rekan bisnis bos Anda, walaupun dia tidak cerdas untuk menghormati keberadaan Anda.”

Salah satu cara terbaik dalam menjalani berbagai hambatan komunikasi dan interaksi adalah dengan tetap berjiwa besar dan berpikir positif terhadap perilaku yang tidak sesuai dengan persepsi kita. Kalau kita mampu berpikir bahwa setiap orang itu penting dalam proses perjalanan kehidupan kita, maka kita pasti mampu belajar nilai-nilai positif dari perilaku negatif orang lain. Kita tidak boleh menjadi pribadi negatif hanya oleh alasan orang lain tidak bersikap baik terhadap diri kita.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PIKIRAN SEMPIT MEMBEKUKAN WAWASAN

DJAJENDRA 12321

“Apa yang paling Anda takuti dalam hidup.” Tanya saya

“Saya paling takut menjadi manusia berpikiran sempit dan paling takut berhubungan dengan orang-orang yang berpikiran sempit.” Jawab dia

“Kenapa bisa begitu.” Tanya saya

“Manusia dengan pikiran sempit cendrung mempersulit hidup orang lain, dan selalu menganggap dirinya paling superior, dan menjadikan diri mereka sendiri teragung dan orang lain tercelah.” Jawab dia

Saya merenung sejenak memikirkan pikiran teman saya ini, yang sangat takut menjadi manusia berpikiran sempit dan juga paling takut berhubungan dengan orang-orang berpikiran sempit. Baru pertama kali ini saya mendengar sendiri perasaan takut seseorang kepada pikiran sempit.

“Seseorang atau sekelompok orang yang berpikiran sempit pasti tidak akan peduli pada realitas dan kebutuhan hidup orang lain. Mereka lebih suka berpikiran bahwa sikap dan keyakinan hidup mereka adalah yang terbenar, dan untuk itu mereka siap menyalahkan orang-orang di sekeliling mereka yang tidak seide dengan mereka.” Kata dia

“Apakah Anda pernah tersinggung atau sakit hati dengan orang yang berpikiran sempit.” Tanya saya

“Oo ya! Saya pernah sangat sakit hati, sikap dan pikiran saya dianggap tidak benar, padahal sikap dan pikiran saya itu tidak mengganggu siapa pun, dan tidak merugikan siapa pun.” Jawab dia

“Anda berarti harus memperbaiki mind set Anda, sebab mind set Anda sekarang telah membenci orang-orang berpikiran sempit. Bila Anda diamkan mind set Anda seperti sekarang, Anda juga telah menjadi pribadi yang berpikiran sempit.” Kata saya

“Apa maksud Anda?” Protes dia

“Anda sekarang ini memiliki kesadaran negatif tentang perilaku orang lain, Anda sekarang ini telah menutup hati Anda untuk memahami dan bertoleransi dengan orang-orang berpikiran sempit, dan itu artinya Anda sedang menyiapkan diri Anda menjadi pribadi berpikiran sempit.” Jawab saya

“Bukankah saya yang menjadi korban dari pikiran sempit orang lain?” Dia masih ngotot untuk membenarkan sikap dan perilakunya.

“Para pemenang selalu belajar dari setiap orang tentang kelebihan yang mereka miliki; para pemenang tidak akan pernah belajar dari kekurangan orang lain; para pemenang selalu tahu cara-cara terbaik untuk menaklukkan orang lain dengan tetap menjadi bagian dari kehidupan yang utuh dari semua perilaku kehidupan.” Jawab saya

“Maksud Anda itu apa?” Tanya dia dengan serius

“Maksud saya adalah Anda seharusnya tidak berpikiran sempit untuk takut dan menghindari orang-orang berpikiran sempit dari kehidupan Anda; Anda seharusnya menjadi pribadi berjiwa besar dan mau hidup dalam perbedaan untuk kedamaian setiap orang.” Jawab saya

“Saya masih belum paham!” kata dia

“Apa yang akan Anda lakukan kalau ada orang yang menganggap Anda berpikiran sempit?” Tanya saya

“Jelas, saya sangat takut menjadi orang berpikiran sempit, dan jangan sampai saya menjadi orang berpikiran sempit.” Jawab dia

“Kalau begitu sebaiknya Anda mulai latih diri Anda untuk tidak berpikiran sempit terhadap orang-orang yang berpikiran sempit. Tunjukkan kepribadian Anda yang luas dengan wawasan kehidupan yang bijaksana terhadap keragaman.” Jawab saya

Dia terlihat masih diam dan saya pikir kalau dia ngotot membenarkan mind setnya, maka dia sedang membentuk kepribadiannya menjadi pribadi berpikiran sempit.

“Anda adalah apa yang Anda pikirkan dan apa yang Anda lakukan.” Kata saya pada dia sambil berlalu

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENTINGKAH MENGHAKIMI PERBEDAAN PENDAPAT?

“Kita Semua Tidak Sekedar Berbeda Pendapat, Tapi Harus Ada Tujuan Mulia Untuk Menghadirkan Pendapat Kita.” – Djajendra

“Jangan Memulai Pendapat Dari Hasil Penilaian Negatif Tentang Orang Lain, Dan Jangan Berpendapat Dengan Cara Membohongi Fakta.” – Djajendra

“Apa yang harus dilakukan ketika bekerja dibawah kepemimpinan yang otoriter, yang hanya mau menang sendiri, dan yang tidak mau mendengarkan ide orang lain?” Tanya seorang manajer yang merasa dirinya dikucilkan oleh bosnya hanya karena perbedaan pendapat.

Sejenak saya berpikir untuk memberikan jawaban yang tepat, lalu saya berkata.” Perbedaan pendapat seharusnya menjadi hal positif untuk membangun organisasi yang kuat dengan wawasan yang luas. Tetapi, bila perbedaan pendapat tersebut berpotensi merusak organisasi, maka semua itu harus segera dihentikan. Bila perbedaan pendapat itu berpotensi menumbuhkan kreatifitas organisasi, maka pemimpinnya harus memiliki jiwa besar dan hati yang ikhlas untuk menerima perbedaan pendapat.”

Manajer terlihat mengangguk-anggukan kepalanya, tapi saya tidak tahu apakah itu tanda setuju atau tidak setuju? “Menurut saya, berpendapat itu tidak harus selalu benar. Sebab, pendapat atau opini adalah persepsi dan logika berpikir seseorang sebatas nilai-nilai keyakinan dirinya. Selama pendapat atau opini tersebut tidak menyebarkan benih untuk menumbuhkan konflik, maka pendapat tersebut layaknya dibiarkan hidup untuk memperkaya wawasan kehidupan. Tetapi, bila pendapat atau opini tersebut mulai mengganggu keadilan dan moralitas kehidupan, maka pendapat tersebut harus sebatas pendapat pribadi, dan tidak boleh dibiarkan masuk ke dalam ruang publik.” Kata saya lagi untuk memperkuat opini awal saya.

Saya melihat manajer masih mengangguk-anggukan kepalanya, dan terkesan sangat serius mendengarkan pendapat atau opini saya, semoga saja pendapat saya ini sejalan dengan persepsi dan logika berpikir manajer tersebut, sehingga tidak ada perbedaan pendapat antara saya dengan dia.

Kita semua tidak sekedar berbeda pendapat, tapi harus ada tujuan mulia untuk menghadirkan pendapat kita. Pendapat yang baik pasti dimulai dari sikap dan pikiran yang tulus untuk kebaikan semua orang. Oleh karena itu, jangan memulai pendapat dari hasil penilaian negatif tentang orang lain, dan jangan berpendapat dengan cara membohongi fakta. Pastikan selalu menghormati dan menghargai pendapat orang lain, agar pendapat Anda juga dihargai dan dihormati oleh orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL DAN EMOSIONAL SOSIAL

“Anda Harus Selalu Membuka Mata Hati Dan Kuping Nurani Anda Untuk Menyimak Secara Jujur Semua Emosional Sosial Yang Dialamatkan Kepada Anda.” – Djajendra

Kecerdasan emosional akan membuat Anda merasa nyaman dengan diri Anda sendiri; dengan orang-orang di sekitar Anda; dengan pekerjaan Anda; dengan lingkungan kehidupan Anda; dan dengan tanggung jawab sosial Anda secara utuh. Pertanyaannya, apakah Anda sudah mampu memahami apa yang membuat Anda tidak bisa sesuai dengan orang-orang tertentu atau pun dengan pekerjaan Anda? Bila Anda sudah mampu memahaminya, maka Anda sedang berada di jalur yang benar untuk menguasai kecerdasan emosional diri Anda dan orang lain.

Kecerdasan emosional adalah sebuah keterampilan untuk memahami emosional diri sendiri dan orang-orang lain yang ada di sekitar Anda. Ketika Anda menjadi pribadi yang sangat sadar dan sangat tercerahkan tentang diri sendiri dan orang-orang di sekitar Anda, maka Anda akan menjadi lebih tenang dan lebih mengetahui banyak hal dalam sebuah hubungan dan komunikasi. Ketahanan diri sendiri yang kuat akan membuat diri menjadi kokoh tak tergoncangkan oleh emosional dari sumber manapun. Apa pun warna dari emosional dari luar diri Anda tidak akan mempengaruhi prinsip-prinsip dan nilai-nilai kehidupan yang Anda patuhi bersama disiplin kehidupan Anda .

Kehidupan mengharuskan Anda untuk memahami dan mengelola emosi diri sendiri; memahami emosi dari interaksi Anda dengan orang lain; memahami batas daya tahan fisik Anda, agar Anda dapat menjadi pribadi yang sejahtera secara emosional. Ketika Anda memiliki kecerdasan emosional, Anda akan menemukan diri sejati Anda untuk selalu mengatasi kesulitan dengan solusi mudah. Anda juga dapat memahami perasaan khusus yang menyebabkan Anda stres dan belajar cara untuk menjadi lebih tenang. Anda juga dapat memahami semua proses kehidupan Anda yang tidak mungkin Anda jalankan tanpa melibatkan emosi Anda. Melalui emosi yang cerdas Anda pasti mampu  mengenali perasaan Anda sendiri dan orang lain, lalu memotivasi diri sendiri dan mengelola emosi baik di diri Anda dalam setiap hubungan dengan setiap pihak.

Manfaat yang pasti dari keunggulan emosi Anda yang cerdas adalah meningkatnya tingkat kepercayaan diri Anda; meningkatnya kemampuan Anda untuk menghindari konflik; meningkatnya kemampuan Anda untuk mengembangkan potensi diri Anda secara efektif; meningkatnya kemampuan Anda untuk memberi atau menerima umpan balik; meningkatnya kemampuan Anda untuk memahami peran dan arah perjalanan kehidupan Anda; meningkatnya kesadaran moral dan etika Anda untuk berkontribusi secara positif dan profesional dalam kehidupan sehari-hari; serta meningkatnya jiwa besar Anda untuk menghadapi tekanan emosional sosial.

Kecerdasan emosional adalah kemampuan untuk secara tepat menanggapi berbagai masukan emosional sosial yang luas, agar tidak menimbulkan dampak negatif kepada pekerjaan dan keberadaan Anda. Anda harus selalu membuka mata hati dan kuping nurani Anda untuk menyimak secara jujur semua emosional sosial yang dialamatkan kepada Anda. Anda tidak boleh melecehkan emosional sosial. Sebab, emosional sosial bisa menyatu dan menjadi kekuatan yang merugikan kehidupan Anda. Anda harus cerdas secara emosional sosial dan harus memiliki kompetensi, kematangan, kepekaan emosional sosial. Selanjutnya, Anda harus bisa menjadi seorang motivator sosial yang jujur dan bijaksana dalam menangani berbagai dinamika perilaku sosial dari manusia-manusia di sekitar Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS DAN STANDAR MORAL

“Bila Di Suatu Organisasi Tidak Ada Standar Moral Yang Jelas, Maka Jangan Harap Keadilan Dan Kejujuran Dapat Ditegakkan.” – Djajendra

Integritas kepribadian seseorang sangat ditentukan oleh standar moral dari lingkungan kehidupannya. Seseorang yang jujur terhadap diri sendiri dan memiliki keberanian untuk menjalankan kejujuran terhadap kehidupan, pasti akan gagal bila lingkungan tempat dia hidup tidak memiliki standar moral yang jelas. Standar moral berdasarkan keragaman, etika, integritas, transparansi, komitmen, kejujuran, dan tanggung jawab akan menjadi kekuatan untuk menciptakan kedamaian dan kebahagiaan di setiap aspek kehidupan.

Integritas lahir dari kemampuan seseorang atau lingkungan untuk memenangkan kejujuran – kejujuran kecil terhadap benih – benih kebohongan, sehingga benih – benih kebohongan itu tidak mampu lagi tumbuh menjadi sebuah ancaman buat integritas. Seorang pribadi yang sangat jujur bila terjebak di tengah orang – orang yang penuh kebohongan, maka pribadi jujur itu tidak akan mampu lagi memperlihatkan integritasnya kepada kehidupan.

Keberanian moral dengan kearifan kehidupan yang fokus pada kejujuran dan keadilan kehidupan adalah modal dasar untuk bisa hidup dalam integritas. Integritas hanya dapat hidup jika setiap orang mampu memimpin dirinya sendiri dan mau mengarahkan potensi dirinya untuk menjalani kehidupan di dalam ruang keragaman, kejujuran, keadilan, dan kesejahteraan untuk semua orang, tanpa pilih-pilih teman atau bukan teman.

Kepribadian berintegritas akan lahir di saat dia mampu memiliki ambisi untuk menjalankan kejujuran dan keadilan dalam standar moral yang bertanggung jawab; di saat dia mau bekerja keras untuk menjalankan kejujuran dan keadilan secara utuh; di saat dia menciptakan harapan di hati setiap orang bahwa dia ada untuk kejujuran dan keadilan; di saat dia berketetapan hati dan bertindak sepenuh hati untuk membahagiakan dan mensejahterakan kehidupan dengan nilai-nilai dan standar moral yang terpuji.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TOLERANSI

“Saat Pikiran Dan Perasaan Mampu Bertoleransi Terhadap Semua Keanekaragaman Kehidupan, Maka Jiwa Akan Hidup Dalam Kedamaian Abadi. “ – Djajendra

Kehidupan manusia sangat beragam, sangat berwarna, dan sangat terkelompok dalam berbagai keunikan dan perbedaan. Anda yang ikhlas, tulus, dan berjiwa besar untuk hidup dalam perbedaan nilai dan perilaku pasti mampu mengembangkan sikap toleransi dengan baik.

Bertoleransi berarti mampu menyesuaikan kehidupan dengan realitas yang ada.  Realitas menceritakan keadaan yang sebenarnya, sedangkan keyakinan menceritakan sebuah tanggung jawab kepada nilai-nilai kehidupan yang dipercaya. Bertoleransi berarti mampu mengenyampingkan semua kepentingan, keyakinan, dan nilai-nilai kehidupan pribadi demi untuk menghormati nilai-nilai kehidupan orang lain. Artinya, dari lubuk hati Anda yang paling suci, muncul perilaku yang mencintai dan menyayangi, sehingga Anda merasa terpanggil untuk peduli dan menghormati eksistensi orang lain.

Sikap bertoleransi akan memperkuat kekayaan sosial dan bisa mengurangi konflik di tengah perbedaan dan keragaman. Bertoleransi merupakan potensi yang sangat penting untuk menciptakan perdamaian dalam berbagai aspek kehidupan.

Toleransi merupakan energi yang mampu menciptakan kenyamanan dan keamanan kehidupan orang banyak. Toleransi berarti mampu menyatu dalam perbedaan dan mampu berkontribusi untuk memperkaya nilai-nilai kehidupan. Toleransi berarti mampu menciptakan kesetiakawanan dalam kehidupan. Toleransi berarti mampu memiliki empati terhadap semua keadaan dan kondisi. Toleransi berarti mampu memenangkan nilai-nilai kemanusian untuk hal apa pun.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KONFLIK ABADI

“Ketika toleransi menjadi tabu, maka perbedaan dan keragaman akan menjadi akar dari berbagai bentuk konflik.” – Djajendra

Tidak semua konflik dapat diselesaikan melalui negosiasi atau pun dialog. Ada konflik – konflik tertentu yang  bersifat abadi dan tidak mungkin dapat diselesaikan. Konflik abadi akan selalu hadir bersama emosi yang turun naik, dan secara fundamental perbedaan yang ada sudah tidak mungkin dapat diselesaikan dengan cara apa pun.

Konflik abadi muncul dari perbedaan nilai-nilai keyakinan yang diperkuat melalui mitos dan sejarah masa lalu. Sehingga orang-orang dengan latar belakang budaya, keyakinan dan kehidupan sosial yang berbeda akan ngotot dengan kebenaran mutlak atas nilai-nilai keyakinannya. Hasilnya, ruang untuk bertoleransi akan hilang, dan ruang untuk dialog pun hanya akan menjadi tempat untuk memperkuat argumentasi atas kehebatan nilai-nilai yang diyakini.

Kecerdasan sosial untuk memahami keragaman dan perbedaan adalah sebuah nilai tambah untuk menciptakan keharmonisan hidup. Kecerdasan sosial diperlukan dari hati nurani yang paling tulus, agar tidak membiarkan konflik menjadi saling merusak. Kecerdasan sosial hanya dapat dimiliki, setelah diri dari masing-masing orang yang berkonflik, menjadi cerdas secara emosional. Dan saat orang-orang yang berkonflik mampu menjadi cerdas secara emosional, maka kemungkinan konflik akan hilang dan tergantikan dengan keharmonisan dalam toleransi kehidupan sosial.

Tantangannya, tidak semua orang mampu memiliki kecerdasan sosial untuk memahami keragaman dan perbedaan. Sebab, mental dan emosi mereka telah terikat dengan mitos dari keyakinan hidup mereka. Oleh karena itu, diperlukan aturan dan hukum yang tegas, untuk mengendalikan semua orang, agar dapat menahan emosi dan tidak memperuncing konflik yang ada. Aturan dan hukum harus dijalankan dengan kekuatan integritas, yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian sosial di wilayah konflik.

Bila emosional dari orang-orang berkonflik tidak pernah cerdas, maka konflik abadi akan tetap abadi. Dan, tidak mungkin dapat dibangun empati dari kesadaran masing-masing pihak untuk saling mengawasi, agar masing-masing pihak yang berbeda tidak menciptakan  situasi yang tegang dan ricuh.

Konflik abadi akan menggantikan sukacita dengan dukacita. Dan setiap orang yang kalah dalam konflik akan menggantikan kesenangan dengan derita. Demikian juga, dengan para pemenang konflik akan menggantikan kenyamanan dengan rasa permusuhan dalam perasaan benci. Konflik abadi akan menghapus perasaan bahagia dari hati semua orang. Toleransi akan dilihat sebagai musuh, karena mereka takut keluar dari kotak zona nyaman aturan yang mereka yakini.

Konflik abadi dihasilkan dari wawasan kehidupan yang paling sempit, dari ukuran kehidupan yang dianggap paling benar. Ruang untuk perubahan tidaklah pernah tersedia, karena yang benar adalah sesuatu yang dianggap mutlak, dan tanpa toleransi.

Djajendra

POLITIK KANTOR DAN BUDAYA KERJA

Sebelum menentukan tujuan dan prinsip kerja di perusahaan, ada baiknya untuk memahami tingkat politik kantor di tempat kerja. Persoalannya, politik kantor selalu tidak berwujud dan dampaknya sangat luar biasa buat budaya kerja perusahaan. Diperlukan intuisi kepemimpinan yang sangat tangguh untuk memahami dan mengelola politik kantor menjadi sesuatu yang positif buat perusahaan, bisnis, manajemen, dan karyawan.

Politik kantor terjadi oleh beragamnya karakter dan kepentingan dari individu dan kelompok. Politik kantor yang terkelola dengan baik akan mampu menyelaraskan kekuatan sumber daya manusia dalam motivasi, fokus, dan pilihan berkualitas.

Bila politik kantor tidak terkelola dengan baik, maka konflik negatif akan menjadi ancaman serius dalam pencapaian kinerja dan prestasi. Dampak dari konflik negatif adalah munculnya stres dalam perusahaan; munculnya perilaku karyawan yang saling antagonis; munculnya gosip dan rumor negatif; menghilangnya etika, moral, dan kecerdasan emosional yang semakin miskin terhadap profesionalisme.

Budaya kerja harus dibangun berdasarkan visi yang dapat dikerjakan secara bersama-sama. Artinya, setiap karyawan dan pimpinan di perusahaan harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang terlihat di depan sana untuk diperjuangkan bersama. Hal ini akan memberi kekuatan fokus yang dapat menyatukan setiap karakter, kepentingan, ide-ide, dan pola pikir dalam satu tujuan bersama yang jelas dan terang.

Melalui kebiasaan untuk brainstorming karyawan dan pimpinan dapat menghindarkan diri dari politik kantor negatif. Melalui brainstorming setiap pihak yang berkepentingan dapat duduk bersama untuk memetakan pikiran. Lalu, menciptakan satu format yang kuat untuk menampung ide-ide cemerlang dari pihak-pihak yang berkontribusi. Artinya, jika setiap gagasan atau ide-ide mengalir pada proses yang benar, maka politik kantor akan menjadi lebih produktif untuk menghasilkan karya, prestasi, dan kinerja yang luar biasa.

Pengorganisasian yang baik terhadap setiap kepentingan dalam perusahaan akan memperkuat kerja sama. Pengorganisasian berarti mampu mengidentifikasi komponen dan subkomponen, urutan atau peristiwa, dan prioritas. Ini adalah tahap di mana pihak manajemen harus dapat menggunakan struktur dan kelengkapan organisasi untuk menyusun strategi yang andal buat memenangkan sasaran tertinggi perusahaan.

Politik kantor dan budaya kerja selalu akan berada dalam satu bentuk, walaupun berbedah warna dan kepentingan. Tetapi, bila politik kantor dilakoni secara positif dalam niat baik, maka politik kantor dapat berkontribusi secara luar biasa untuk memperkuat budaya kerja perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMAHAMI POLITIK KANTOR

“Politik Kantor Diperlukan Untuk Mengelola Setiap Kepentingan Dan Perbedaan Buat Kekuatan Organisasi.” – Djajendra

Ketika di kantor orang-orang saling tidak setuju satu sama lain, maka diperlukan lobi untuk menyatukan ide-ide yang berbeda buat kejayaan organisasi. Lobi yang efektif  hanya dapat dilakukan melalui kekuatan, karismatik, pengaruh, dan kekuasaan. Di mana, untuk semua hal di atas diperlukan kecerdasan politik kantor untuk membuat pilihan dan keputusan yang seimbang.

Apakah itu politik kantor? Politik kantor artinya pengetahuan untuk menjalankan kebijakan, siasat, strategi, ataupun cara dalam mempengaruhi pihak lain agar pihak lain tersebut mau mendukung ide dan rencana tertentu. Keterampilan politik kantor akan mampu membujuk semua kepentingan dan memaksa setiap orang untuk berpartisipasi membangun organisasi sesuai visi, misi, dan tujuan.

Salah satu contoh politik kantor yang efektif yaitu di saat pemimpin mampu mengangkat isu-isu strategis dalam organisasi, dan mendorong setiap orang untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan isu-isu tersebut buat keberhasilan organisasi. Pemimpin yang cerdas pastinya akan menjadi aktor intelektual politik kantor yang unggul dan mampu memberdayakan setiap orang untuk berkontribusi buat kejayaan organisasi dan kepemimpinannya.

Keterampilan politik kantor harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan rendah kadar konfliknya. Untuk itu, setiap perbedaan harus diselesaikan melalui debat yang sehat dan sesuai norma atau prinsip dasar organisasi. Setiap keyakinan harus menjadi kekuatan yang memperkaya kreativitas organisasi.  Setiap keputusan harus dibuat berdasarkan pendapat atau rekomendasi dengan dukungan data dan fakta yang sempurna.

Politik kantor harus menjadi alat untuk menyatukan setiap perbedaan dan mengatur setiap unit kerja untuk dapat memimpin dan memecahkan masalahnya sendiri, serta mampu meningkatkan atau menciptakan suatu proses kerja yang efektif dan produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMPATI DAPAT MENGURANGI KONFLIK

“Empati Artinya Emosi Dan Pikiran Mau Menyatu Terhadap Sebuah Situasi Kondisi Atau Realitas.” – Djajendra

“Konflik Artinya Emosi Dan Pikiran Tidak Mau Menyatu Terhadap Sebuah Situasi Kondisi Atau Realitas.” – Djajendra

Bila Anda memiliki empati Anda tidak akan meremehkan siapa pun. Empati adalah emosi yang dapat menyatukan hati dan pikiran Anda kepada orang lain. Melalui empati Anda dapat mengurangi konflik dengan siapa pun. Termasuk, Anda dapat membangun hubungan dan kerja sama yang lebih menguntungkan  dengan banyak orang.

Empati adalah kemampuan Anda untuk merasakan situasi, kondisi, dan realitas orang lain. Untuk memperkuat empati, Anda harus berlatih dengan tekun untuk menjadi orang baik dengan kepribadian yang penuh toleransi. Sifat –sifat Anda yang pemaaf, tidak takut dikritik , terbuka, bertanggung jawab, jujur, peduli, menyayangi, dan melayani adalah sifat-sifat dasar untuk memperkuat empati Anda.

Di saat batin dan pikiran Anda terjebak dalam konflik, kembalikan batin dan pikiran Anda melalui kekuatan empati untuk melihat persoalan Anda dalam gambaran yang utuh dengan jiwa besar Anda. Wawasan Anda yang luas dan perilaku Anda yang menghormati perbedaan akan menjadi modal yang kuat untuk memperkuat perasaan empati Anda.

Konflik merupakan keadaan yang manusiawi, sifat dan perilaku manusia sangat dekat dengan konflik. Oleh karena itu, manfaatkan energi konflik melalui kekuatan empati Anda untuk meciptakan kreativitas, produktifitas, dan kerja sama yang lebih berkualitas.

Melalui kekuatan empati Anda dapat membangun karakter diri Anda yang lebih mencair dan menyatu ke dalam semua peluang dan tantangan kehidupan. Oleh sebab itu, pastikan Anda memiliki niat yang kuat dan upaya yang cerdas untuk mengoptimalkan potensi empati Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑