DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Conflict Management (page 10 of 11)

Manajemen Konflik

KONFLIK ABADI

“Ketika toleransi menjadi tabu, maka perbedaan dan keragaman akan menjadi akar dari berbagai bentuk konflik.” – Djajendra

Tidak semua konflik dapat diselesaikan melalui negosiasi atau pun dialog. Ada konflik – konflik tertentu yang  bersifat abadi dan tidak mungkin dapat diselesaikan. Konflik abadi akan selalu hadir bersama emosi yang turun naik, dan secara fundamental perbedaan yang ada sudah tidak mungkin dapat diselesaikan dengan cara apa pun.

Konflik abadi muncul dari perbedaan nilai-nilai keyakinan yang diperkuat melalui mitos dan sejarah masa lalu. Sehingga orang-orang dengan latar belakang budaya, keyakinan dan kehidupan sosial yang berbeda akan ngotot dengan kebenaran mutlak atas nilai-nilai keyakinannya. Hasilnya, ruang untuk bertoleransi akan hilang, dan ruang untuk dialog pun hanya akan menjadi tempat untuk memperkuat argumentasi atas kehebatan nilai-nilai yang diyakini.

Kecerdasan sosial untuk memahami keragaman dan perbedaan adalah sebuah nilai tambah untuk menciptakan keharmonisan hidup. Kecerdasan sosial diperlukan dari hati nurani yang paling tulus, agar tidak membiarkan konflik menjadi saling merusak. Kecerdasan sosial hanya dapat dimiliki, setelah diri dari masing-masing orang yang berkonflik, menjadi cerdas secara emosional. Dan saat orang-orang yang berkonflik mampu menjadi cerdas secara emosional, maka kemungkinan konflik akan hilang dan tergantikan dengan keharmonisan dalam toleransi kehidupan sosial.

Tantangannya, tidak semua orang mampu memiliki kecerdasan sosial untuk memahami keragaman dan perbedaan. Sebab, mental dan emosi mereka telah terikat dengan mitos dari keyakinan hidup mereka. Oleh karena itu, diperlukan aturan dan hukum yang tegas, untuk mengendalikan semua orang, agar dapat menahan emosi dan tidak memperuncing konflik yang ada. Aturan dan hukum harus dijalankan dengan kekuatan integritas, yang bertujuan untuk menciptakan kedamaian sosial di wilayah konflik.

Bila emosional dari orang-orang berkonflik tidak pernah cerdas, maka konflik abadi akan tetap abadi. Dan, tidak mungkin dapat dibangun empati dari kesadaran masing-masing pihak untuk saling mengawasi, agar masing-masing pihak yang berbeda tidak menciptakan  situasi yang tegang dan ricuh.

Konflik abadi akan menggantikan sukacita dengan dukacita. Dan setiap orang yang kalah dalam konflik akan menggantikan kesenangan dengan derita. Demikian juga, dengan para pemenang konflik akan menggantikan kenyamanan dengan rasa permusuhan dalam perasaan benci. Konflik abadi akan menghapus perasaan bahagia dari hati semua orang. Toleransi akan dilihat sebagai musuh, karena mereka takut keluar dari kotak zona nyaman aturan yang mereka yakini.

Konflik abadi dihasilkan dari wawasan kehidupan yang paling sempit, dari ukuran kehidupan yang dianggap paling benar. Ruang untuk perubahan tidaklah pernah tersedia, karena yang benar adalah sesuatu yang dianggap mutlak, dan tanpa toleransi.

Djajendra

POLITIK KANTOR DAN BUDAYA KERJA

Sebelum menentukan tujuan dan prinsip kerja di perusahaan, ada baiknya untuk memahami tingkat politik kantor di tempat kerja. Persoalannya, politik kantor selalu tidak berwujud dan dampaknya sangat luar biasa buat budaya kerja perusahaan. Diperlukan intuisi kepemimpinan yang sangat tangguh untuk memahami dan mengelola politik kantor menjadi sesuatu yang positif buat perusahaan, bisnis, manajemen, dan karyawan.

Politik kantor terjadi oleh beragamnya karakter dan kepentingan dari individu dan kelompok. Politik kantor yang terkelola dengan baik akan mampu menyelaraskan kekuatan sumber daya manusia dalam motivasi, fokus, dan pilihan berkualitas.

Bila politik kantor tidak terkelola dengan baik, maka konflik negatif akan menjadi ancaman serius dalam pencapaian kinerja dan prestasi. Dampak dari konflik negatif adalah munculnya stres dalam perusahaan; munculnya perilaku karyawan yang saling antagonis; munculnya gosip dan rumor negatif; menghilangnya etika, moral, dan kecerdasan emosional yang semakin miskin terhadap profesionalisme.

Budaya kerja harus dibangun berdasarkan visi yang dapat dikerjakan secara bersama-sama. Artinya, setiap karyawan dan pimpinan di perusahaan harus memiliki gambaran yang jelas tentang apa yang terlihat di depan sana untuk diperjuangkan bersama. Hal ini akan memberi kekuatan fokus yang dapat menyatukan setiap karakter, kepentingan, ide-ide, dan pola pikir dalam satu tujuan bersama yang jelas dan terang.

Melalui kebiasaan untuk brainstorming karyawan dan pimpinan dapat menghindarkan diri dari politik kantor negatif. Melalui brainstorming setiap pihak yang berkepentingan dapat duduk bersama untuk memetakan pikiran. Lalu, menciptakan satu format yang kuat untuk menampung ide-ide cemerlang dari pihak-pihak yang berkontribusi. Artinya, jika setiap gagasan atau ide-ide mengalir pada proses yang benar, maka politik kantor akan menjadi lebih produktif untuk menghasilkan karya, prestasi, dan kinerja yang luar biasa.

Pengorganisasian yang baik terhadap setiap kepentingan dalam perusahaan akan memperkuat kerja sama. Pengorganisasian berarti mampu mengidentifikasi komponen dan subkomponen, urutan atau peristiwa, dan prioritas. Ini adalah tahap di mana pihak manajemen harus dapat menggunakan struktur dan kelengkapan organisasi untuk menyusun strategi yang andal buat memenangkan sasaran tertinggi perusahaan.

Politik kantor dan budaya kerja selalu akan berada dalam satu bentuk, walaupun berbedah warna dan kepentingan. Tetapi, bila politik kantor dilakoni secara positif dalam niat baik, maka politik kantor dapat berkontribusi secara luar biasa untuk memperkuat budaya kerja perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMAHAMI POLITIK KANTOR

“Politik Kantor Diperlukan Untuk Mengelola Setiap Kepentingan Dan Perbedaan Buat Kekuatan Organisasi.” – Djajendra

Ketika di kantor orang-orang saling tidak setuju satu sama lain, maka diperlukan lobi untuk menyatukan ide-ide yang berbeda buat kejayaan organisasi. Lobi yang efektif  hanya dapat dilakukan melalui kekuatan, karismatik, pengaruh, dan kekuasaan. Di mana, untuk semua hal di atas diperlukan kecerdasan politik kantor untuk membuat pilihan dan keputusan yang seimbang.

Apakah itu politik kantor? Politik kantor artinya pengetahuan untuk menjalankan kebijakan, siasat, strategi, ataupun cara dalam mempengaruhi pihak lain agar pihak lain tersebut mau mendukung ide dan rencana tertentu. Keterampilan politik kantor akan mampu membujuk semua kepentingan dan memaksa setiap orang untuk berpartisipasi membangun organisasi sesuai visi, misi, dan tujuan.

Salah satu contoh politik kantor yang efektif yaitu di saat pemimpin mampu mengangkat isu-isu strategis dalam organisasi, dan mendorong setiap orang untuk berpartisipasi dalam menyelesaikan isu-isu tersebut buat keberhasilan organisasi. Pemimpin yang cerdas pastinya akan menjadi aktor intelektual politik kantor yang unggul dan mampu memberdayakan setiap orang untuk berkontribusi buat kejayaan organisasi dan kepemimpinannya.

Keterampilan politik kantor harus mampu menciptakan lingkungan kerja yang sehat dan rendah kadar konfliknya. Untuk itu, setiap perbedaan harus diselesaikan melalui debat yang sehat dan sesuai norma atau prinsip dasar organisasi. Setiap keyakinan harus menjadi kekuatan yang memperkaya kreativitas organisasi.  Setiap keputusan harus dibuat berdasarkan pendapat atau rekomendasi dengan dukungan data dan fakta yang sempurna.

Politik kantor harus menjadi alat untuk menyatukan setiap perbedaan dan mengatur setiap unit kerja untuk dapat memimpin dan memecahkan masalahnya sendiri, serta mampu meningkatkan atau menciptakan suatu proses kerja yang efektif dan produktif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMPATI DAPAT MENGURANGI KONFLIK

“Empati Artinya Emosi Dan Pikiran Mau Menyatu Terhadap Sebuah Situasi Kondisi Atau Realitas.” – Djajendra

“Konflik Artinya Emosi Dan Pikiran Tidak Mau Menyatu Terhadap Sebuah Situasi Kondisi Atau Realitas.” – Djajendra

Bila Anda memiliki empati Anda tidak akan meremehkan siapa pun. Empati adalah emosi yang dapat menyatukan hati dan pikiran Anda kepada orang lain. Melalui empati Anda dapat mengurangi konflik dengan siapa pun. Termasuk, Anda dapat membangun hubungan dan kerja sama yang lebih menguntungkan  dengan banyak orang.

Empati adalah kemampuan Anda untuk merasakan situasi, kondisi, dan realitas orang lain. Untuk memperkuat empati, Anda harus berlatih dengan tekun untuk menjadi orang baik dengan kepribadian yang penuh toleransi. Sifat –sifat Anda yang pemaaf, tidak takut dikritik , terbuka, bertanggung jawab, jujur, peduli, menyayangi, dan melayani adalah sifat-sifat dasar untuk memperkuat empati Anda.

Di saat batin dan pikiran Anda terjebak dalam konflik, kembalikan batin dan pikiran Anda melalui kekuatan empati untuk melihat persoalan Anda dalam gambaran yang utuh dengan jiwa besar Anda. Wawasan Anda yang luas dan perilaku Anda yang menghormati perbedaan akan menjadi modal yang kuat untuk memperkuat perasaan empati Anda.

Konflik merupakan keadaan yang manusiawi, sifat dan perilaku manusia sangat dekat dengan konflik. Oleh karena itu, manfaatkan energi konflik melalui kekuatan empati Anda untuk meciptakan kreativitas, produktifitas, dan kerja sama yang lebih berkualitas.

Melalui kekuatan empati Anda dapat membangun karakter diri Anda yang lebih mencair dan menyatu ke dalam semua peluang dan tantangan kehidupan. Oleh sebab itu, pastikan Anda memiliki niat yang kuat dan upaya yang cerdas untuk mengoptimalkan potensi empati Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJEMEN KONFLIK – LOGIKA BERPIKIR

Sekelompok orang-orang terpandang yang berpendidikan sangat tinggi sedang duduk bersama untuk membahas sebuah persoalan sederhana. Sudah berbulan-bulan mereka berargumentasi dengan logika berpikirnya masing-masing, mereka ngotot dengan pendapat masing-masing, dan tidak pernah mau menggunakan akal sehat terhadap realitas yang ada. Akibatnya, mereka semakin mendekati zona konflik, dan sedang menciptakan jurang perbedaan diantara mereka, padahal mereka adalah orang-orang penting dengan pendidikan yang sangat tinggi.

Paparan di atas adalah sebuah realitas yang sering terjadi diberbagai aspek kehidupan. Kita selalu menyaksikan orang-orang pintar berdebat dan suka membangun tembok kehidupan dari pada membangun jembatan penghubung kehidupan. Ide-ide selalu diperdebatkan dalam ukuran logika berpikir seseorang. Niat baik selalu diperdebatkan dalam ukuran logika berpikir seseorang. Kreativitas selalu diperdebatkan dalam ukuran logika berpikir seseorang. Keyakinan selalu diperdebatkan dalam ukuran logika berpikir seseorang. Padahal, logika berpikir seseorang adalah milik pribadi atau kelompok, dan belum tentu menjadi logika berpikir orang – orang banyak.

Setiap orang mempunyak hak untuk memiliki logika berpikirnya sendiri terhadap semua aspek kehidupan, tapi logika berpikir tersebut harus dalam batas-batas hak orang lain. Artinya, logika berpikir Anda tidak boleh melukai logika berpikir orang lain, atau sebaliknya.

Kehidupan adalah sebuah misteri besar yang sampai saat ini hanya dipahami sebatas keyakinan dan kepercayaan. Keyakinan dan kepercayaan belum tentu menjadi kebenaran. Oleh karena itu, logika berpikir Anda dalam batas keyakinan dan kepercayaan Anda haruslah menjadi sebuah kontribusi untuk memperkaya wawasan kehidupan, bukan untuk dijadikan kebenaran dalam kehidupan.

Untuk training:www.djajendra-motivator.com

Berbeda Pendapat Tanpa Menimbulkan Konflik

“Setiap Orang Boleh Berbeda Pendapat, Asal Setiap Perbedaan Tersebut Tidak Merusak Visi Yang Diperjuangkan.” – Djajendra

Perbedaan pendapat di tempat kerja akan mendrong kreativitas dan kecerdasan. Tetapi, bila perbedaan pendapat dilakukan dengan pikiran dan emosi negatif, maka bentrokan dan kesalahpahaman yang akan muncul, sehingga konflik bisa menjadi bagian dari perbedaan, dan semua ini sangat berpotensi merusak hubungan kerja.

Setiap orang di tempat kerja harus dimotivasi untuk memiliki gairah dan semangat untuk saling berkontribusi dalam sebuah kerja sama yang harmonis. Keharmonsisan yang berkualitas hanya akan tercipta dari berbagai perbedaan yang disikapi secara jiwa besar untuk sebuah kemenangan bersama. Perbedaan harus menjadi motivasi untuk saling bekerja sama menuju visi yang diperjuangkan, dan tidak boleh saling tegang dalam konflik yang menghambat perjalanan organisasi menuju visi.

Setiap orang, fungsi, dan peran kerja wajib untuk mengindentifikasi semua perbedaan untuk disatukan dalam sebuah kesepakatan bersama. Setiap percakapan harus diarahkan kepada satu tujuan bersama dan tidak boleh dijadikan sebagai kepentingan pribadi atau kelompok. Setiap perjuangan harus menjadi energi kebersamaan dalam satu langkah menuju visi organisasi.

Setiap orang dalam organisasi wajib untuk saling mendengarkan. Setiap orang dalam organisasi wajib untuk  bersikap ikhlas dan berjiwa besar dalam berbagi pendapat dan menjelaskan pandangan. Setiap orang dalam organisasi wajib untuk saling menghormati perbedaan dan menghargai kontribusi dari siapapun.

Setiap orang dalam organisasi wajib menyampaikan pendapat melalui informasi, data, dan fakta yang dapat diterima secara akal sehat. Setiap perbedaan harus diikuti dengan berbagai solusi yang cerdas dan kreatif. Setiap konflik harus memiliki resolusi yang cerdas dan tidak boleh ada nilai-nilai keraguan. Setiap orang harus memiliki mind set untuk melihat setiap perbedaan dari perspektif yang luas untuk kemenangan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Manajemen Konflik: Konfrontasi Tidak Berarti Melawan

“Konfrontasi Bukanlah Tempat Untuk Saling Berdebat Mencari Kebenaran, Tapi Tempat Untuk Saling Berendah Hati Mencari Kedamaian.” -Djajendra

Salah satu cara penyelesaian konflik adalah melalui konfrontasi. Konfrontasi dalam konflik artinya setiap pihak yang berkonflik mau berdialog atau berbicara langsung untuk mencari solusi yang bisa menghapus konflik. Konfrontasi harus dilakukan dengan cara-cara yang santun dan saling menghormati. Konfrontasi harus bertujuan untuk menyusun kembali secara bersama-sama benang kusut penyebab konflik. Semua pihak yang berkonflik harus saling mendengar, saling berbicara, saling memaafkan, dan mulai membuat komitmen baru untuk mengakhiri semua konflik dengan perasaan ikhlas.

Setiap orang yang hadir dalam konfrontasi harus datang dengan jiwa besar dan perasaan nyaman. Setiap percakapan harus dilakukan dengan tujuan menciptakan kesamaan dan tidak dibenarkan untuk mencari perbedaan atas keadaan. Setiap argumen harus bertujuan untuk mengakhiri konflik dan tidak boleh menciptakan benih konflik baru. Kekuatan dalam konfrontasi ada pada kecerdasan emosional, pikiran positif, dan gairah untuk hidup saling berdampingan dalam damai.

Dalam konfrontasi diperlukan kekuatan mental dan perilaku yang mampu menahan godaan untuk tidak mengatakan hal-hal baru yang berpotensi menimbulkan konflik. Konfrontasi bukanlah tempat untuk saling berdebat mencari kebenaran, tapi tempat untuk saling berendah hati mencari kedamaian. Konfrontasi tidak berarti melawan nilai, asumsi, persepsi, keyakinan, dan mind set pihak lain, tapi duduk bersama untuk saling mendengarkan buat menciptakan keharmonisan bersama.

Dalam konfrontasi jangan pernah ingin mencari kebenaran dengan obsesi untuk membuktikan kesalahan pihak lain. Miliki gambar besar dari resolusi konflik yang Anda inginkan sebelum konfrontasi. Fokuskan konfrontasi pada persoalan sebenarnya dan jangan lari dari masalah inti. Pastikan Anda hadir dalam konfrontasi dengan niat untuk hidup damai dalam berbagai perbedaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERILAKU NEGATIF AKAR KONFLIK

“Sikap Menyalahkan Orang Lain Dan Sikap Yang Membuat Orang Lain Terlihat Buruk Adalah Sikap Yang Mengundang Konflik.” – Djajendra

Pendidikan Anda yang tinggi, pengalaman kerja Anda yang panjang, atau kreativitas Anda yang luar biasa tidak secara otomatis akan menjadikan Anda sukses. Sebab, keberhasilan Anda sangat ditentukan oleh sikap baik Anda dengan orang lain. Sikap baik Anda akan menghindarkan Anda dari semua potensi konflik.

Kemampuan Anda untuk membangun hubungan kerja yang efektif melalui kecerdasan emosional yang konsisten, akan membentuk landasan untuk keberhasilan karir Anda. Percayalah bahwa keberhasilan Anda di tempat kerja  akan semakin dapat Anda capai, di saat Anda dapat mengelola semua potensi konflik dengan efektif. Jadilah orang baik yang melayani organisasi Anda dengan integritas tinggi diantara semua kepentingan.

Untuk meredam potensi konflik di tempat kerja, Anda tidak boleh memfokuskan energi Anda untuk menemukan kesalahan orang lain, untuk menyalahkan tempat kerja, dan membuat orang-orang lain terlihat buruk. Tapi, Anda harus menciptakan nilai – nilai positif, melakukan pemberdayaan terhadap nilai – nilai positif, dan menjadi pribadi positif yang mampu menciptakan energi harmonis bagi orang-orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cara Mengelola Konflik di Tempat Kerja

“Konflik Adalah Guru Yang Mengajarkan Kepada Seseorang Tentang Pentingnya Sikap Baik, Emosi Baik, Pikiran Positif, Empati, Dan Toleransi.” – Djajendra

Konflik adalah musuh dari keharmonisan. Konflik selalu tumbuh subur di setiap kepentingan organisasi, dan sering sekali orang-orang berpandangan bahwa konflik kecil tetap diperlukan agar lebih termotivasi untuk menjadi sabar, tegar, dan bertoleransi. Sebab, konflik adalah guru yang mengajarkan kepada seseorang tentang pentingnya sikap baik, emosi baik, pikiran positif, empati, dan toleransi. Untuk semua ini, orang-orang harus memiliki kepribadian yang sabar, tegar, dan tak terpengaruh oleh kepentingan, celaan dan pujian dari manapun.

Walaupun konflik merupakan perilaku yang sangat manusiawi, tapi konflik tidak boleh dibiarkan membesar. Sebab, nanti setelah besar, konflik akan merusak fondasi organisasi dan membuat batin setiap orang terluka. Hasilnya,  setiap orang akan merasa tidak bahagia di tempat kerja. Oleh karena itu, setiap orang bersama pemimpin organisasi harus bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, kreatif, efektif, dan yang saling bekerja sama.

Dalam realitas kehidupan, tidaklah mungkin setiap persoalan akan dilihat dari satu persepsi yang sama. Pasti akan ada ketidaksetujuan, perbedaan pendapat,  dan konflik secara interpersonal. Di saat konflik memuncak, maka lakukan intervensi untuk menurunkan tensi konflik. Gunakan  nilai – nilai organisasi dan budaya organisasi yang positif untuk mengatur perbedaan pendapat. Pemimpin yang baik harus memiliki kualitas, kemampuan, keterampilan, dan sikap untuk menyelesaikan konflik dengan profesional.

Cara menghindari risiko dari konflik adalah dengan tetap memelihara konflik untuk kepentingan kreativitas, dan secara disiplin menjaga konflik dalam batas toleransi tertentu. Untuk itu, izinkan setiap orang berbeda pendapat dan yakinkan mereka bahwa berbeda pendapat itu harus dilakukan dengan informasi, fakta, dan realitas; bukan sekedar oleh alasan ego dan nafsu untuk memenangkan sebuah perbedaan. Perilaku dan mind set antagonis harus dihapus dari kepribadian siapa pun. Sebab, berpotensi memberikan kontribusi untuk terciptanya lingkungan kerja yang saling bermusuhan.

Budaya organisasi harus menjadi energi positif yang mendorong terciptanya komitmen di batin setiap orang, untuk memperlakukan satu sama lain dengan bermartabat dan rasa hormat. Perbedaan pendapat harus memperkaya wawasan, dan tidak boleh menciptakan konflik yang tidak wajar di tempat kerja.

untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Selesaikan Konflik dalam Organisasi Melalui SOP

“Konflik Akan Memiskinkan Sikap Baik Dan Mengurangi Kualitas Kerja Sama.” – Djajendra

Setiap organisasi wajib menggunakan prosedur  operasional standar  untuk  penyelesaian konflik. SOP diperlukan agar setiap konflik diselesaikan secara adil, wajar, konsisten, profesional, dan meminimalkan risiko. Saya selalu berpendapat bahwa konflik dalam organisasi harus dihindari oleh siapapun, tapi persaingan untuk prestasi silakan dilakukan melalui cara-cara yang etis dan profesional. Sebab, konflik pada dasarnya lahir dari perbedaan nilai, persepsi, kebencian, keyakinan, dan bukan dari keinginan untuk berkompetisi secara sehat.

Organisasi harus menjadi efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan, orang-orang dalam organisasi harus memiliki visi bersama tentang apa yang harus mereka kerjakan bersama untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, setiap orang dalam organisasi harus bekerja dengan budaya organisasi yang bertujuan jelas, dan yang memberikan pencerahan kepada setiap individu untuk bekerjasama dan menghindari konflik.

Konflik adalah sebuah energi negatif yang sangat tidak menguntungkan buat siapa pun. Konflik akan memiskinkan sikap baik dan mengurangi kualitas kerja sama. Konflik yang berlebihan dapat mengaburkan visi organisasi, sehingga orang-orang dalam organisasi akan berada dalam ketidakpastian, dalam motivasi yang rendah, dan dalam sikap tidakpeduli kepada organisasi.

Di saat benih konflik muncul, SOP penyelesaian konflik harus dimanfaatkan secara optimal, agar setiap benih konflik dapat dipecahkan masalahnya sejak dini. Jangan biarkan benih konflik tumbuh, nanti dia akan menjadi sebuah hambatan atau masalah yang besar di dalam pekerjaan Anda. Bila konflik tumbuh menjadi raksasa, maka Anda pasti akan kalah oleh ganasnya konflik. Jadi, musnahkan konflik, sebelum konflik memusnahkan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts