PERILAKU NEGATIF AKAR KONFLIK

“Sikap Menyalahkan Orang Lain Dan Sikap Yang Membuat Orang Lain Terlihat Buruk Adalah Sikap Yang Mengundang Konflik.” – Djajendra

Pendidikan Anda yang tinggi, pengalaman kerja Anda yang panjang, atau kreativitas Anda yang luar biasa tidak secara otomatis akan menjadikan Anda sukses. Sebab, keberhasilan Anda sangat ditentukan oleh sikap baik Anda dengan orang lain. Sikap baik Anda akan menghindarkan Anda dari semua potensi konflik.

Kemampuan Anda untuk membangun hubungan kerja yang efektif melalui kecerdasan emosional yang konsisten, akan membentuk landasan untuk keberhasilan karir Anda. Percayalah bahwa keberhasilan Anda di tempat kerja  akan semakin dapat Anda capai, di saat Anda dapat mengelola semua potensi konflik dengan efektif. Jadilah orang baik yang melayani organisasi Anda dengan integritas tinggi diantara semua kepentingan.

Untuk meredam potensi konflik di tempat kerja, Anda tidak boleh memfokuskan energi Anda untuk menemukan kesalahan orang lain, untuk menyalahkan tempat kerja, dan membuat orang-orang lain terlihat buruk. Tapi, Anda harus menciptakan nilai – nilai positif, melakukan pemberdayaan terhadap nilai – nilai positif, dan menjadi pribadi positif yang mampu menciptakan energi harmonis bagi orang-orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Cara Mengelola Konflik di Tempat Kerja

“Konflik Adalah Guru Yang Mengajarkan Kepada Seseorang Tentang Pentingnya Sikap Baik, Emosi Baik, Pikiran Positif, Empati, Dan Toleransi.” – Djajendra

Konflik adalah musuh dari keharmonisan. Konflik selalu tumbuh subur di setiap kepentingan organisasi, dan sering sekali orang-orang berpandangan bahwa konflik kecil tetap diperlukan agar lebih termotivasi untuk menjadi sabar, tegar, dan bertoleransi. Sebab, konflik adalah guru yang mengajarkan kepada seseorang tentang pentingnya sikap baik, emosi baik, pikiran positif, empati, dan toleransi. Untuk semua ini, orang-orang harus memiliki kepribadian yang sabar, tegar, dan tak terpengaruh oleh kepentingan, celaan dan pujian dari manapun.

Walaupun konflik merupakan perilaku yang sangat manusiawi, tapi konflik tidak boleh dibiarkan membesar. Sebab, nanti setelah besar, konflik akan merusak fondasi organisasi dan membuat batin setiap orang terluka. Hasilnya,  setiap orang akan merasa tidak bahagia di tempat kerja. Oleh karena itu, setiap orang bersama pemimpin organisasi harus bertanggung jawab untuk menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, kreatif, efektif, dan yang saling bekerja sama.

Dalam realitas kehidupan, tidaklah mungkin setiap persoalan akan dilihat dari satu persepsi yang sama. Pasti akan ada ketidaksetujuan, perbedaan pendapat,  dan konflik secara interpersonal. Di saat konflik memuncak, maka lakukan intervensi untuk menurunkan tensi konflik. Gunakan  nilai – nilai organisasi dan budaya organisasi yang positif untuk mengatur perbedaan pendapat. Pemimpin yang baik harus memiliki kualitas, kemampuan, keterampilan, dan sikap untuk menyelesaikan konflik dengan profesional.

Cara menghindari risiko dari konflik adalah dengan tetap memelihara konflik untuk kepentingan kreativitas, dan secara disiplin menjaga konflik dalam batas toleransi tertentu. Untuk itu, izinkan setiap orang berbeda pendapat dan yakinkan mereka bahwa berbeda pendapat itu harus dilakukan dengan informasi, fakta, dan realitas; bukan sekedar oleh alasan ego dan nafsu untuk memenangkan sebuah perbedaan. Perilaku dan mind set antagonis harus dihapus dari kepribadian siapa pun. Sebab, berpotensi memberikan kontribusi untuk terciptanya lingkungan kerja yang saling bermusuhan.

Budaya organisasi harus menjadi energi positif yang mendorong terciptanya komitmen di batin setiap orang, untuk memperlakukan satu sama lain dengan bermartabat dan rasa hormat. Perbedaan pendapat harus memperkaya wawasan, dan tidak boleh menciptakan konflik yang tidak wajar di tempat kerja.

untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Selesaikan Konflik dalam Organisasi Melalui SOP

“Konflik Akan Memiskinkan Sikap Baik Dan Mengurangi Kualitas Kerja Sama.” – Djajendra

Setiap organisasi wajib menggunakan prosedur  operasional standar  untuk  penyelesaian konflik. SOP diperlukan agar setiap konflik diselesaikan secara adil, wajar, konsisten, profesional, dan meminimalkan risiko. Saya selalu berpendapat bahwa konflik dalam organisasi harus dihindari oleh siapapun, tapi persaingan untuk prestasi silakan dilakukan melalui cara-cara yang etis dan profesional. Sebab, konflik pada dasarnya lahir dari perbedaan nilai, persepsi, kebencian, keyakinan, dan bukan dari keinginan untuk berkompetisi secara sehat.

Organisasi harus menjadi efektif dan efisien dalam pencapaian tujuan, orang-orang dalam organisasi harus memiliki visi bersama tentang apa yang harus mereka kerjakan bersama untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, setiap orang dalam organisasi harus bekerja dengan budaya organisasi yang bertujuan jelas, dan yang memberikan pencerahan kepada setiap individu untuk bekerjasama dan menghindari konflik.

Konflik adalah sebuah energi negatif yang sangat tidak menguntungkan buat siapa pun. Konflik akan memiskinkan sikap baik dan mengurangi kualitas kerja sama. Konflik yang berlebihan dapat mengaburkan visi organisasi, sehingga orang-orang dalam organisasi akan berada dalam ketidakpastian, dalam motivasi yang rendah, dan dalam sikap tidakpeduli kepada organisasi.

Di saat benih konflik muncul, SOP penyelesaian konflik harus dimanfaatkan secara optimal, agar setiap benih konflik dapat dipecahkan masalahnya sejak dini. Jangan biarkan benih konflik tumbuh, nanti dia akan menjadi sebuah hambatan atau masalah yang besar di dalam pekerjaan Anda. Bila konflik tumbuh menjadi raksasa, maka Anda pasti akan kalah oleh ganasnya konflik. Jadi, musnahkan konflik, sebelum konflik memusnahkan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KONFLIK DALAM ORGANISASI

“Kebencian Dalam Diri Akan Menjadi Akar Konflik Dalam Organisasi.” – Djajendra

Ada begitu banyak kepentingan dalam organisasi. Kepentingan manajemen, kepentingan karyawan, kepentingan pemegang saham, kepentingan pelanggan, dan kepentingan stakeholder lain. Semua kepentingan yang berbeda tersebut berpotensi mengundang konflik ke dalam organisasi. Konflik yang tidak terkelola dan terawat dengan baik berpotensi mengundang risiko yang merusak fondasi organisasi. Jika fondasi organisasi rusak oleh konflik, maka organisasi akan sulit mencapai visi yang diperjuangkan.

Setiap orang, fungsi, peran, dan tanggung jawab dalam organisasi wajib untuk menyelesaikan setiap konflik dengan hasil yang saling menguntungkan dan saling mendukung visi organisasi. Setiap orang harus bekerja sama secara efektif untuk menyelesaikan setiap perbedaan dan menghindarkan benturan kepentingan. Konflik yang dibiarkan dalam organisasi akan merusak hubungan kerja, serta menghasilkan pertentangan secara terus-menerus yang akan merusak etika, moral, aturan, dan semangat kerja setiap orang.

Organisasi secara sadar harus memperhatikan dan mengelola setiap benih konflik sejak dini. Setiap orang harus diberikan pencerahan dan pengetahuan tentang bahaya dari konflik. Setiap orang harus diberikan pengetahuan untuk menghindarkan diri dari konflik. Konflik harus dipahami dan dipelajari secara bijaksana, agar tidak muncul masalah besar yang menghambat kepentingan organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERBEDAAN DAN KONFLIK

“Perbedaan Dan Konflik Biasanya Muncul Oleh Alasan Keinginan, Kebutuhan, Motivasi, Nilai-Nilai Kehidupan, Persepsi, Keyakinan, Dan Kepentingan.”-Djajendra

Karena setiap orang itu unik, maka hubungan antar pribadi berpotensi menimbulkan perbedaan. Dan, perbedaan harus diselesaikan  dengan bijak agar bisa terhindar dari konflik. Perbedaan bukanlah sebuah hubungan garis linear. Namun, merupakan sebuah fluktuasi yang sangat ditentukan oleh emosi dan pikiran masing – masing pihak pada situasi tertentu.

Di saat perbedaan sedang meruncing dan menciptakan ego yang saling mencurigai, maka masing-masing pihak harus menahan diri dengan menggunakan akal sehat dan jiwa besar. Lalu, merencanakan dan memilih waktu, tempat, dan suasana yang tepat untuk bernegosiasi menyelesaikan perbedaan . Harus ada sikap saling menghormati, dan mampu berbicara secara terbuka untuk menjadikan perbedaan sebagai kekayaan dalam hubungan kehidupan yang positif.

Dalam sebuah hubungan perbedaan pasti ada pihak yang kuat dan yang lemah. Bila ingin menghindari konflik, maka pihak yang kuat tidak boleh merasa memiliki keuntungan daya kuasa yang lebih tinggi, demikian juga dengan pihak yang lemah tidak boleh merasa berada diposisi atau situasi yang tidak menguntungkan. Setiap pihak harus ke meja perundingan dengan niat baik untuk menyelesaikan perbedaan dengan tidak saling merugikan dan tidak saling meninggalkan ancaman buat siapa pun dan apa pun.

Perbedaan dan konflik biasanya muncul oleh alasan keinginan, kebutuhan, motivasi, nilai-nilai kehidupan, persepsi, keyakinan, dan kepentingan. Oleh karena itu, pastikan Anda mampu memiliki wawasan yang sangat luas dengan kekayaan kepribadian Anda yang ikhlas untuk melayani kehidupan yang beragam dengan integritas tinggi.

Perbedaan dan konflik harus diselesaikan dengan cara mengumpulkan informasi yang selengkap-lengkapnya. Informasi yang ada harus jujur dengan fakta yang tergambar dalam kalkulasi risiko yang benar. Selanjutnya, setiap pihak yang bertikai atau yang berkonflik harus fokus kepada realitas dan fakta yang ada. Lalu, secara bersama-sama menyatukan pemahaman dan mendefinisikan masalah atau isu dengan sejujur-jujurnya, tanpa ada sisa dendam atas sejarah atau peristiwa di masa lampau. Setiap pihak harus menghindari dendam masa lalu, agar perbedaan dan konflik bisa diselesaikan dengan sempurna.

Keikhlasan diri untuk menerima fakta dan merekonsiliasi hubungan menjadi lebih positif, adalah syarat terpenting dalam menghilangkan konflik.  Selanjutnya, bangunlah jembatan untuk menghubungkan setiap perbedaan, tutup setiap jurang pemisah dengan jembatan-jembatan yang kokoh, hubungkan setiap perbedaan dengan kekayaan wawasan dan kepribadian Anda yang penuh toleransi, cinta, dan kepedulian. Pastikan Anda bahagia berjalan di atas jembatan kehidupan yang saling bertoleransi, tidak saling menguasai dengan nilai kehidupan masing-masing pihak. Dan, tunjukkan sikap saling hormat, lestarikan perbedaan sebagai wawasan kehidupan yang memperkuat setiap hubungan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Melarutkan Konflik ke Energi Baik

“Konflik Akan Larut Menjadi Kerja Sama Yang Saling Menguntungkan, Jika Di Dalam Diri Anda Ada Nilai-Nilai Cinta.” – Djajendra

Sering sekali konflik muncul oleh perbedaan nilai, persepsi, keyakinan, dan logika berpikir. Kelola dan kendalikan diri Anda secara baik dalam menghadapi perbedaan pandangan. Jika Anda ingin melihat diri Anda menjalani kehidupan dan pekerjaan tanpa konflik, Anda harus melarutkan semua benih-benih konflik ke dalam energi baik untuk menuju tujuan sejati Anda.

Konflik yang berlebihan akan menciptakan penderitaan dan situasi yang tidak nyaman. Pastikan Anda mampu membantu diri Anda sendiri untuk mengubah konflik menjadi kerjasama. Pastikan untuk diri sendiri, Anda telah melatih diri sejati Anda untuk menjalani kehidupan dan pekerjaan dengan nilai-nilai kehidupan yang mampu menghapus konflik dengan diri sendiri. Setelah itu, pastikan diri sejati Anda mampu menjalani kehidupan dengan semua pihak tanpa terjebak ke dalam konflik. Walau konflik menghampiri Anda, bila diri sejati Anda kuat dan tak tergoncangkan oleh energi negatif apa pun, maka kehidupan Anda pasti akan menjauh dari konflik.

Hindarkan diri Anda dari isu-isu yang mengundang konflik. Hindarkan diri Anda dari kompetisi kehidupan untuk mengalahkan sisi lain.Sebab, sisi lain yang kalah akan bangkit untuk membalas kekalahannya. Hal ini akan menciptakan konflik kehidupan yang berkepanjangan.

Jalani setiap hubungan Anda dengan cara mengidentifikasi berbagi kemungkinan untuk meminimalkan konflik. Pastikan Anda menjalani setiap hubungan dengan mencari kesamaan, bukan dengan mencari atau menggali perbedaan. Bertindaklah berdasarkan fakta-fakta yang ada. Jangan pernah meminta orang-orang untuk mengikuti logika berpikir Anda, nilai-nilai Anda, persepsi Anda, keyakinan Anda, atau pun kemauan dan keinginan Anda. Tapi, dapatkan interpretasi, pendapat, dan versi orang-orang untuk dileburkan menjadi harapan setiap orang. Pastikan Anda mendapatkan persepsi yang lebih dekat dengan fakta, bukan hanya dengan pendapat Anda pribadi. Fakta membantu memperjelas persepsi, yang merupakan dasar untuk meminimalkan konflik.

Jadilah pribadi yang mudah mengampuni kesalahan dan kekeliruan. Fokus untuk melakukan rekonsiliasi dan bersedia berdamai dengan apa pun dan siapa pun. Bersedia menjadi energi baik agar setiap benih konflik dapat berubah menjadi benih kerja sama. Mampu menjadi pendengar yang bijak dan selalu mengirimkan nilai-nilai perdamaian dari dalam diri ke luar diri. Selalu belajar untuk memurnikan hati nurani dengan nilai-nilai kehidupan yang penuh cinta dan peduli.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com