MENGHAPUS KEBIASAAN KHAWATIR

“Perasaan Khawatir Harus Selalu Dalam Batas Yang Wajar Dan Tidak Boleh Menjadi Kebiasaan Khawatir Yang Berlebihan.” – Djajendra

Perasaan khawatir adalah sesuatu yang sangat manusiawi, dan setiap orang pasti pernah merasa khawatir di dalam kehidupannya. Tetapi, bila perasaan khawatir tidak dikendalikan melalui emosi yang cerdas, maka perasaan khawatir akan bergerak menjadi kebiasaan khawatir. Kebiasaan khawatir berpotensi merampas hak bahagia Anda, berpotensi menghilangkan hak damai Anda, dan berpotensi menjadikan Anda hidup dalam stres. Oleh karena itu, Anda harus selalu memastikan bahwa perasaan khawatir Anda masih dalam batas-batas wajar dan normal, serta belum menjadi kebiasaan yang membuat hidup Anda dalam tekanan dan kegelisahaan kronis. Bila khawatir sudah menjadi kebiasaan Anda, maka Anda harus secara serius bekerja keras untuk menghapusnya dari hidup Anda.

Anda perlu rasa khawatir untuk memacu kreativitas Anda. Anda perlu rasa khawatir untuk  memacu rasa ingin tahu Anda terhadap berbagai tantangan dan peluang hidup. Anda perlu rasa khawatir untuk mengendalikan berbagai risiko dalam kehidupan Anda. Tetapi, kadar dan jumlah dari rasa khawatir yang Anda perlukan haruslah kecil dan harus dapat dikendalikan oleh emosi cerdas Anda.

Jika kebiasaan khawatir mengikuti kehidupan Anda dalam semua pola hidup Anda, maka Anda  tidak akan memiliki kesempatan untuk bertahan hidup di dalam kekuatan kebahagiaan. Anda akan hidup dalam pertempuran batin yang akrab dengan stres dan kekosongan batin. Artinya, kedamaian dan kebahagiaan hidup hanya sebatas harapan yang sulit Anda dapatkan.

Menghapus kebiasaan khawatir dari hidup untuk selamanya akan menghasilkan kekuatan untuk menangkap semua peluang kehidupan, termasuk akan meningkatkan rasa percayaan diri dan perasaan menang dalam hidup.

Secara radikal beranikan diri Anda untuk membentuk kembali kehidupan mental Anda dengan nilai-nilai positif kehidupan, sehingga Anda dapat mengalami perubahan total terhadap perilaku, serta mampu membentuk kebiasaan pola hidup baru untuk kebahagiaan dan kedamaian hidup Anda.

Tingkatkan keyakinan pribadi Anda untuk melakukan pekerjaan yang brilian dan berperilaku tanpa rasa khawatir yang berlebihan. Tingkatkan kekuatan fokus Anda dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi, serta perkuat semua potensi diri Anda untuk meningkatkan produktivitas hidup Anda di semua aspek kehidupan Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kendalikan Bad Mood Anda

“Saat Anda Diserang Bad Mood Segera Jernihkan Pikiran Dan Perasaan Dengan Hal-Hal Yang Menyenangkan Hati Anda.” – Djajendra

Kalau Anda sedang bad mood artinya perasaan Anda lagi tidak senang, dan perasaan yang tidak senang dihasilkan oleh pikiran yang tidak tenang. Saat perasaan tidak senang dan pikiran tidak tenang, maka diperlukan kecerdasan emosional dan kejernihan pikiran untuk menghapus bad mood Anda. Bad mood hanya akan menghasilkan perasaan kesal dan marah. Jadi, saat Anda dalam bad mood, sebaiknya lebih tenang dan lebih mengendalikan diri agar bad mood Anda tidak merusak hubungan Anda dengan orang lain.

Anda yang mampu menahan diri saat berada dalam bad mood akan menjadi pribadi berkualitas dengan daya tahan mental yang hebat. Menahan diri bukan berarti berdiam diri dan tutup mulut, tapi berani berbicara dengan kecerdasan emosional yang berkualitas walaupun di saat bad mood sedang menguasai diri Anda. Anda harus tetap berbicara tentang hal-hal baik dalam pengendalian diri yang kuat, sehingga bad mood Anda tidak merusak semua hal baik yang sedang Anda bicarakan dengan orang lain.

Bila Anda tidak mampu mengendalikan bad mood Anda dihadapan orang lain, dan tercipta konflik oleh karena bad mood Anda, maka Anda berpotensi kehilangan  kehormatan, kredibilitas, dan reputasi. Saat Anda membiarkan diri Anda dikendalikan oleh bad mood, maka saat itu kelemahan dan kekurangan akan menguasai diri Anda. Anda hanya akan menjadi pribadi tanpa kendali terhadap semua emosional negatif, dan Anda pasti tidak akan pernah memiliki kecerdasan emosional yang berkualitas untuk memahami kedinamikaan sebuah hubungan baik.


Bos Suka Marah? Kantor Anda Butuh referesing!

“Pekerjaan Kita Bukanlah Hidup Kita, Tapi Hanya Sebuah Permainan Kita Saat Ini. Kita Mempunyai Pilihan Hidup.”-Joshu Halberstam

Saat Anda dan teman-teman Anda di kantor kehilangan semangat dan gairah kerja, dan saat Bos di kantor sudah mulai suka marah – marah. Itu artinya Anda, Bos, dan teman-teman Anda di kantor butuh bersantai sejenak bersama aktivitas yang menyegarkan jiwa, raga, dan pikiran. Oleh karena itu, saatnya kantor Anda mengadakan outbound/outing ke daerah pegunungan yang dingin dan sejuk. Pilih lokasi outbound/outing yang alamnya indah, asri dan bersahabat. Rancang program outbound/outing yang ringan, santai, dan menyenangkan. Undang seorang motivator terbaik untuk memberikan penyegaran dan pencerahan melalui kata-kata yang menyejukkan perasaan dan pikiran. Biarkan si motivator berbicara untuk menguatkan mental pribadi dan kerja tim di kantor. Waktu untuk si motivator jangan lebih dari delapan jam. Sebab, Anda bersama bos dan teman-teman butuh lebih banyak waktu, untuk acara bersama – sama yang saling menguatkan semangat untuk hari esok yang lebih kompak di kantor. Pastikan semua program atau acara bersifat ringan, fleksible, menyenangkan, dan menguatkan semangat dan hubungan kerja di antara Anda, bos dan teman – teman. Libatkan semua orang di kantor untuk aktif berpartisipasi dalam semua program yang Anda buat di acara outbound/outing ini. Jangan ada permainan atau pun program yang bersifat menyiksa pikiran, jiwa dan raga dengan keras, semua program harus bersifat ringan dan cendrung ke arah referesing dan menghibur. Outbound/outing ini lebih di arahkan untuk penyegaran pikiran, jiwa, dan raga dari rasa bosan dan jenuh di tempat kerja. Ajak semua orang untuk berpikir dan bertindak santai dalam setiap acara. Jangan terlalu serius, apalagi bersifat mendoktrin. Jadikan acara santai ini untuk saling mengisi buat menguatkan kerja tim di kantor Anda.

Berikut tips untuk membuat program outbound/outing yang ringan dengan tema menguatkan kerja tim di kantor lewat outbond/outing:

1.Nyalakan api motivasi untuk saling mendukung, saling mempercayai, dan tidak menggampangkan orang lain.(Pelaksanaan program ini sebaiknya diserahkan pada motivator Profesional)

2.Olah raga sambil mengenali dan menghormati kepribadian yang berbeda.(Lakukan secara bersama- sama dengan si bos dan teman-teman kerja)

3.Merenung bersama untuk saling berempati dalam membangun sinergi team.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Usahakan setiap orang menyalakan sebuah lilin kecil dan nyala api lilin tetap harus terjaga sepanjang proses perenungan)

4.Referesing sambil mengkomunikasikan visi individu dengan visi team kerja.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Pastikan program referesingnya benar-benar bersifat fun dan leisurely, jangan ada pertengkaran dan salah paham di sepanjang proses referesing ini. Anda, si bos, dan teman-teman harus menyatu ke satu arah yang sama)

5. Buat permainan yang menciptakan rasa gembira dan rasa bersatu.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Pastikan permainannya sesuai dengan usia dan kematangan berpikir peserta, jangan berikan permainan anak-anak kepada orang dewasa yang pikirannya sudah matang)

6.Makan yang banyak dan sepuasnya, rasakan sensasi keasrian alam pegunungan, dan nikmati oksigen segar dari hutan-hutan kecil di sekitar lokasi outbound/outing perusahaan Anda.

7.Yakinkan diri Anda semua bahwa program outbound/outing ini memberikan kesegaran dan kedamaian pikiran. Pastikan juga bahwa Anda semua setelah acara ini mampu bekerja lebih profesional dan lebih berkinerja.

8.Lihatlah semua niat baik perusahaan mengadakan outbound/outing ini sebagai upaya meningkatkan kualitas profesionalisme Anda semua.

Pola Hidup Yang Seimbang

“Sehat Itu Sangat Berharga, Sehat Itu Sesuatu Yang Luar Biasa Penting, Dan Sehat Itu Harus Kita Perjuangkan Melalui Pola Hidup Yang Seimbang Antara Tubuh,  Pikiran, Dan Emosi.” – Djajendra

Saat kemampuan fisik tubuh lemah, kita kemungkinan menjadi pribadi yang kurang produktif. Sebab, daya tahan diri akan melemah dan kita akan mengalami kesulitan untuk melakukan berbagai aktifitas dengan sempurna. Kita akan sulit menunaikan semua tanggung jawab pekerjaan dengan baik, termasuk sulit mewujudkan semua harapan dan impian.

Walaupun pikiran terus aktif memikirkan berbagai strategi untuk mencapai keberhasilan; walaupun semangat  menyala-nyala dengan penuh antusias; walaupun sang motivator dari batin terdalam memberikan dorongan semangat untuk mewujudkan semua harapan dan impian, tapi bila fisik tubuh lemah dan sakit, maka semua semangat itu akan terhalang oleh tubuh yang tak berdaya.

Sehat itu sangat berharga, sehat itu sesuatu yang luar biasa penting, dan sehat itu harus kita perjuangkan melalui pola hidup dalam sebuah keseimbangan antara tubuh, pikiran, dan emosi. Ketiga hal tersebut harus kita rawat secara baik melalui perilaku hidup yang penuh dengan rasa syukur, sikap baik, sifat mulia, dan tindakkan yang penuh kebaikan kepada siapa pun .

Tubuh yang kuat dan sehat akan menjadi alat yang tangguh untuk mewujudkan impian dan harapan hidup, yang sesuai dengan visi diri kita. Artinya, saat tubuh kita sehat dan kuat, kita dengan sangat mudah bisa melayani kehidupan secara lebih baik. Kita akan menjadi pribadi yang berenergi dan dinamis dalam semua gerak dan langkah kita untuk melayani kehidupan kita.

Kita semua harus sadar bahwa dengan kekuatan tubuh yang prima, kita akan mampu menjawab setiap tantangan kehidupan secara lebih baik. Oleh karena itu, saatnya kita membangkitkan niat, semangat, dan bekerja keras untuk mengelola tubuh kita secara bijaksana. Mulailah dengan olahraga ringan, lalu lanjutkan dengan rutinitas olahraga yang terfokus kepada pelatihan rutin untuk tubuh, jiwa, dan pikiran. Miliki fisik tubuh yang sehat dan kuat, raihlah semua impian hidup dengan bijaksana.

“Jenis Kehidupan Yang Paling Membahagiakan Adalah Jenis Kehidupan Yang Memberikan Kesempatan Kepada Kita Untuk Meraih Kepercayaan Diri Kita.” – Dr. Samuel Johnson

Bosan Di Tempat Kerja

“Saat Hidup Mampu Membebaskan  Anda Dari Semua Kepentingan Dan Simbol-Simbol Kehidupan, Maka  Anda Akan Berada Dalam Sebuah Titik Keseimbangan Kebahagiaan.”-Djajendra

Untuk kebanyakan orang kantor, bosan adalah ‘peristiwa rutin’ yang selalu datang dan mengganggu motivasi dan semangat kerja. Sebagian besar dari para pekerja korporasi pasti sudah pernah mengalami penderitaan akibat kebosanan atas rutinitas pekerjaan. Tetapi bila mereka tidak mampu menemukan solusi untuk mengatasi rasa kebosanan tersebut, maka stres akan menjadi pendamping hidup yang paling setia.

Berikut ini kami temukan 12 cara yang biasa digunakan oleh para pekerja kantor untuk mengatasi rasa bosan di tempat kerja. Penemuan ini terjadi dari sebuah riset kecil yang kami lakukan terhadap 300 responden yang terbatas kepada orang – orang kantor di Jakarta.

Hasil riset yang kami lakukan ini bertujuan sebagai inspirasi untuk pengembangan wawasan Anda, dan riset ini hanya suara kecil dari sebuah responden yang tidak besar. Harapan kami hasil riset kecil ini dapat memberikan solusi alternatif dalam mengatasi rasa bosan kerja Anda.

01. Berlibur. Liburan menjadi prioritas utama dalam mengatasi kebosanan rutinitas kerja. Pantai, gunung, dan hotel menjadi pilihan utama orang – orang kantor untuk berlibur.

02. Nonton bioskop. Nonton filem di bioskop sambil jalan – jalan di mall menjadi salah satu alternatif yang dipilih untuk menghilangkan rasa bosan kerja.

03. Wisata kuliner. Wisata mencari makanan favorit menjadi salah satu pilihan untuk menghilangkan rasa bosan kerja.

04. Berkumpul bersama keluarga. Hal ini menjadi pilihan yang tepat bagi sebagian orang untuk menghilangkan rasa bosan kerja.

05. Latihan di pusat kebugaran. Fitnes centre telah menjadi tempat yang nyaman buat menghilangkan rasa bosan kerja.

06. Baca buku. Buku – buku favorit yang mereka sukai telah mampu menghilangkan rasa bosan kerja sebagian orang kantor.

07. Keliling jalan tol dengan mobil. Ternyata wisata keliling mutar -mutar jalan tol juga mampu menghilangkan rasa bosan sebagian orang kantor.

08. Ke kebun binatang. Jalan – jalan ke Ragunan dan Taman Safari juga mampu menghilangkan kebosanan kerja.

09. Tiduran. Bed rest telah menjadi alternatif bagi sebagian orang untuk menghilangkan rasa bosan kantor.

10. Membersihkan rumah. Membersihkan rumah dari barang – barang yang tidak berguna, dan menciptakan suasana baru di rumah menjadi salah satu alternatif orang – orang kantor untuk menghilangkan rasa bosan mereka.

11. Wisata belanja. Dengan berbelanja keliling dari satu mall ke mall lain ternyata juga mampu menghilangkan rasa bosan kerja.

12. Pulang kampung. Pulang kampung dan bertemu dengan sahabat lama, serta lingkungan masa kecil menjadi alternatif sebagian orang kantor untuk menghilangkan rasa bosan kerja.

*** Tulisan tahun 2006

OBAT STRES

“Dalam Stres Anda Bisa Menemukan Peluang Sukses, Asal Anda Mau Berpikir Positif.” – Djajendra

Hidup di hari-hari ini semakin rentan dengan stres, manusia sudah masuk dalam tahap persaingan yang sangat ketat, hanya yang siap mampu menjawab kemajuan teknologi dan kompetisi antar manusia, sedangkan yang tidak siap hanya bisa berteriak-teriak tanpa mampu lagi berpikir dengan logika dan akal sehat. Akhirnya, frustasi dan stres menjadi sahabat dalam rasa marah, malu, benci, dan ketakberdayaan pada realitas hidup.

Stres bisa menyerang siapa pun di waktu dan tempat yang tak terduga, dan pasti akan merusak semangat dan antusias besar yang dimiliki. Oleh karena itu, stres adalah musuh terbesar yang wajib dilawan.

Salah satu cara terefektif dalam melawan stres, adalah dengan memiliki filosopi hidup berlandaskan pada cinta dan sikap baik. Yaitu mencintai semua keadaan bersama rasa syukur, dan terus memperbaiki hal-hal yang kurang baik menjadi baik.

Cinta dan sikap baik haruslah dalam bentuk komitmen total, yang dibungkus dalam keyakinan dan kepercayaan diri untuk menghadapi setiap situasi dengan sikap sabar, tegar, santai, menikmati, tidak takut, mau belajar dan mau melihat realitas dari pikiran positif.

Saat Anda tidak mau merubah diri untuk menjadi lebih terbuka dan lebih bijaksana dalam memandang realitas hidup, maka semua tantangan yang ada akan menjadi benih stres, yang pada akhirnya tumbuh menjadi depresi kronis. Dan semua ini hanya akan menghasilkan ketidaknyamanan dalam hidup Anda.

Tidak selalu tantangan hidup akan mengancam kehidupan, tapi sering sekali tantangan hidup membawa peluang untuk sukses. Oleh karena itu, diperlukan sikap optimis untuk merancang kekuatan diri dengan keyakinan untuk mengatasi tantangan yang ada.

Pribadi-pribadi sukses selalu mampu mengatasi stres dengan pola hidup seimbang yang sabar dan tekun, serta menikmati setiap momen dari hidup bersama rasa syukur, dengan semangat pantang menyerah untuk mencapai mimpi dan harapan hidup tertinggi.

Jangan biarkan diri Anda terperangkap pada filosofi hidup negatif, tapi menangkan pikiran positif dan pastikan Anda mampu menyatu dalam filosofi hidup yang penuh cinta dan sikap baik.

Berikut tips untuk menghindari stres:

  1. Jadilah pribadi yang mampu merubah energi stres menjadi energi kebahagiaan.
  2. Singkirkan semua hal-hal yang tidak Anda sukai.
  3. Lakukan perubahan dalam diri Anda secara total untuk dapat hidup dalam dunia tanpa stres.
  4. Yakinkan diri Anda bahwa stres hanya akan merusak diri Anda dan akan menciptakan biaya hidup yang lebih tinggi di kemudian hari.
  5. Bebaskan diri Anda dari kejaran stres dengan mengembangkan kesenangan dan hobi yang membahagiakan diri.
  6. Jangan sia-sia kan waktu Anda untuk bergelut bersama stres.
  7. Jadilah lebih proaktif dalam setiap tugas dan tanggung jawab, jangan menjadi terlalu reaktif dalam semua aspek hidup Anda.
  8. Miliki rencana-rencana hebat untuk membahagiakan diri Anda, dan kerjakan semua rencana hebat itu dengan semangat dan antusias tertinggi Anda.

BOSAN DENGAN PEKERJAAN

“Kalau Anda Sering Bosan Pada Pekerjaan, Coba Pelajari Kembali Visi Dan Misi Hidup Anda.” – Djajendra

Perasaan jenuh dalam pekerjaan adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi. Tetapi, kalau Anda merasa pekerjaan Anda membosankan, maka ini adalah tanda bahwa Anda harus mulai memikirkan untuk menukar pekerjaan Anda dengan jenis pekerjaan yang benar-benar Anda sukai.

Masalah bosan dengan pekerjaan adalah masalah kecerdasan emosional. Bila Anda cerdas memahami turun naiknya suasana hati Anda terhadap pekerjaan Anda, maka Anda akan selalu memiliki berbagai cara yang hebat untuk mengatasi rasa bosan pada pekerjaan. Tetapi, bila Anda belum mampu memiliki kualitas diri yang cerdas secara emosional, maka pilihan Anda adalah pindah kerja, dan cari pekerjaan baru yang membuat Anda tidak bosan.

Hal yang harus Anda pahami adalah jangan pernah bekerja dengan alasan terpaksa. Sebab, bila Anda merasa terpaksa dengan pekerjaan Anda sekarang, maka Anda akan menjadi pribadi yang tidak tulus dan tidak ikhlas terhadap pekerjaan Anda. Hasilnya, prestasi Anda tidak akan pernah naik, dan Anda juga akan sulit berkontribusi secara optimal buat perusahaan Anda. Artinya, Anda hanya akan menjadi beban buat perusahaan Anda.

Bila Anda sudah merasa sangat bosan dengan pekerjaan, sebaiknya ambil cuti dan pergi beristirahat di tempat yang paling Anda sukai, lalu merenunglah sejenak tentang pekerjaan dan kehidupan Anda. Jadilah pribadi yang paling jujur dalam perenungan ini, dan miliki sikap yang jelas untuk meraih sesuatu yang lebih besar.

Bila setelah masa istirahat Anda masih dalam sikap ragu-ragu, sikap tidak ikhlas, sikap tidak tulus, dan sikap tidak bersyukur terhadap keberadaan Anda bersama pekerjaan sekarang, maka Anda akan tetap berada dalam situasi seperti yang ada di hari ini. Yaitu bosan dan terus bosan.

Hidup ini harus dijalani dengan penuh perjuangan. Mungkin akan ada sejumlah rasa sakit dalam setiap proses perjuangan menuju puncak sukses, tapi bila Anda memiliki tekad dan rajin untuk menjalani setiap proses hidup  Anda dengan perasaan senang dan pikiran positif, Anda pasti akan mendapatkan hasil yang luar biasa buat karir dan kehidupan Anda.

Bila perasaan bosan Anda sudah sangat kronis, maka kembalilah pada visi dan misi hidup Anda. Buat visi dan misi hidup Anda menjadi terang dan jelas dalam karir dan kehidupan Anda sekarang. Lalu, teruslah berjuang! Tidak ada istilah berhenti di tengah jalan, tidak ada sifat takut dan malas, tidak ada alasan untuk hal apa pun. Teruslah berjuang hingga perasaan bosan Anda hilang untuk selama-lamanya.

Hanya Anda seorang dirilah yang memiliki solusi untuk persoalan hidup Anda. Bertanyalah pada suara hati Anda, apakah Anda harus tetap tinggal bersama perusahaan dengan kepastian penghasilan tiap bulan, atau Anda harus meninggalkan perusahaan dengan ketidakpastian hari esok? Semua keputusan akhir memang Anda yang harus memutuskan!

Stres Karyawan Menggerogoti Produktivitas Perusahaan

“Perjalanan Hidup Itu Ternyata Merupakan Pengalaman Yang Berat, Di Mana Pendampingan Dan Dukungan Sangat Diperlukan.” – Julie Cameron

Semakin tinggi stres yang dirasakan karyawan di tempat kerja, semakin hilang kualitas diri si karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Dan hal ini akan menggerogoti produktivitas perusahaan sampai ke level yang merusak kekuatan fundamental perusahaan. Harga yang harus ditanggung perusahaan terhadap stres di tempat kerja adalah sangat besar dan menimbulkan ketidakefisienan terhadap rencana perusahaan. Di samping itu, stres juga akan menjadi sumber utama dari ketidakbahagian karyawan di tempat kerja. Saat karyawan merasa tidak bahagia bersama perusahaan, mereka tidak akan memiliki motivasi dan antusiasme yang besar untuk membantu menjalankan rencana-rencana perusahaan secara bijak dan profesional.

Akumulasi dari stres karyawan yang tidak diperhatikan oleh perusahaan akan menjadi benih risiko yang akan tumbuh menjadi bencana buat perusahaan. Oleh karena itu, secara periodik perusahaan harus melakukan penilaian terhadap daya tahan karyawan dalam menghadapi pekerjaan; melakukan monitoring terhadap semua disiplin dan attitude karyawan pada perusahaan dan pekerjaan; melakukan evaluasi secara total tentang motivasi, tekad, sikap, dan gairah kerja karyawan untuk berjuang demi perusahaan. Dari hasil evaluasi ini perusahaan harus melakukan pencerahan dan brainstorming agar mind set karyawan searah dengan tujuan dan rencana perusahaan. Perusahaan juga harus mengambil tindakan-tindakan profesional untuk memindahkan, menghindari, dan mengurangi semua efek negatif dari stres karyawan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan harus bersikap berani dan tegas untuk menampung sebagian atau semua konsekuensi dari ancaman stres karyawan tersebut. Lalu, berupaya melakukan pencerahan total terhadap mental karyawan, termasuk mencerdaskan emosi baik dan pikiran positif karyawan.

Pimpinan dan karyawan harus berada dalam satu visi yang jelas untuk membangun keseimbangan tubuh, jiwa, dan pikiran mereka dalam sebuah keharmonisan yang menciptakan kebahagian di tempat kerja, dan menyingkirkan semua benih stres dari lingkungan kerja.

Ketika tubuh, jiwa, dan pikiran tidak berada dalam keseimbangan yang baik, maka daya tahan tubuh akan melemah dan kesehatan diri menjadi terganggu. Jelas, hal ini akan menjadi persoalan yang merugikan kepentingan perusahaan, selain perusahaan akan kehilangan produktivitas oleh ketidakhadiran karyawan di kantor, perusahaan juga harus mengeluarkan biaya rumah sakit untuk mengobati karyawan yang sakit tersebut.

Stres yang berlarut-larut akan berubah menjadi depresi yang berpotensi membuat karyawan sering sakit-sakitan. Jika karyawan sudah sering sakit-sakitan, jangankan berharap prestasi dari dirinya, sekedar menuntaskan tugas dan tanggung jawab saja pasti dia tidak mampu.

Stres sangat berpotensi menyerang karyawan saat karyawan tidak mampu memenuhi target kerja; saat karyawan tidak mampu mengendalikan emosi dari tantangan dan tekanan kerja; saat karyawan belum mampu berpikir positif terhadap semua persoalan dengan tempat kerjanya; saat karyawan terlibat konflik dengan kolega, pimpinan, keluarga, atau dengan yang lainnya; serta saat perusahaan memberikan beban kerja yang terlalu besar kepada karyawan.

Stres akan merusak tubuh, emosi , dan mental sukses karyawan, yang mana semua ini secara otomatis akan menurunkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Saatnya pimpinan dan karyawan bersatupadu memfokuskan diri untuk mencapai kinerja optimal melalui tubuh, jiwa, pikiran yang sehat dan penuh semangat.

Stres Karyawan Menggerogoti Produktivitas Perusahaan

“Perjalanan Hidup Itu Ternyata Merupakan Pengalaman Yang Berat, Di Mana Pendampingan Dan Dukungan Sangat Diperlukan.” – Julie Cameron

Semakin tinggi stres yang dirasakan karyawan di tempat kerja, semakin hilang kualitas diri si karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Dan hal ini akan menggerogoti produktivitas perusahaan sampai ke level yang merusak kekuatan fundamental perusahaan. Harga yang harus ditanggung perusahaan terhadap stres di tempat kerja adalah sangat besar dan menimbulkan ketidakefisienan terhadap rencana perusahaan. Di samping itu, stres juga akan menjadi sumber utama dari ketidakbahagian karyawan di tempat kerja. Saat karyawan merasa tidak bahagia bersama perusahaan, mereka tidak akan memiliki motivasi dan antusiasme yang besar untuk membantu menjalankan rencana-rencana perusahaan secara bijak dan profesional.

Akumulasi dari stres karyawan yang tidak diperhatikan oleh perusahaan akan menjadi benih risiko yang akan tumbuh menjadi bencana buat perusahaan. Oleh karena itu, secara periodik perusahaan harus melakukan penilaian terhadap daya tahan karyawan dalam menghadapi pekerjaan; melakukan monitoring terhadap semua disiplin dan attitude karyawan pada perusahaan dan pekerjaan; melakukan evaluasi secara total tentang motivasi, tekad, sikap, dan gairah kerja karyawan untuk berjuang demi perusahaan. Dari hasil evaluasi ini perusahaan harus melakukan pencerahan dan brainstorming agar mind set karyawan searah dengan tujuan dan rencana perusahaan. Perusahaan juga harus mengambil tindakan-tindakan profesional untuk memindahkan, menghindari, dan mengurangi semua efek negatif dari stres karyawan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan harus bersikap berani dan tegas untuk menampung sebagian atau semua konsekuensi dari ancaman stres karyawan tersebut. Lalu, berupaya melakukan pencerahan total terhadap mental karyawan, termasuk mencerdaskan emosi baik dan pikiran positif karyawan.

Pimpinan dan karyawan harus berada dalam satu visi yang jelas untuk membangun keseimbangan tubuh, jiwa, dan pikiran mereka dalam sebuah keharmonisan yang menciptakan kebahagian di tempat kerja, dan menyingkirkan semua benih stres dari lingkungan kerja.

Ketika tubuh, jiwa, dan pikiran tidak berada dalam keseimbangan yang baik, maka daya tahan tubuh akan melemah dan kesehatan diri menjadi terganggu. Jelas, hal ini akan menjadi persoalan yang merugikan kepentingan perusahaan, selain perusahaan akan kehilangan produktivitas oleh ketidakhadiran karyawan di kantor, perusahaan juga harus mengeluarkan biaya rumah sakit untuk mengobati karyawan yang sakit tersebut.

Stres yang berlarut-larut akan berubah menjadi depresi yang berpotensi membuat karyawan sering sakit-sakitan. Jika karyawan sudah sering sakit-sakitan, jangankan berharap prestasi dari dirinya, sekedar menuntaskan tugas dan tanggung jawab saja pasti dia tidak mampu.

Stres sangat berpotensi menyerang karyawan saat karyawan tidak mampu memenuhi target kerja; saat karyawan tidak mampu mengendalikan emosi dari tantangan dan tekanan kerja; saat karyawan belum mampu berpikir positif terhadap semua persoalan dengan tempat kerjanya; saat karyawan terlibat konflik dengan kolega, pimpinan, keluarga, atau dengan yang lainnya; serta saat perusahaan memberikan beban kerja yang terlalu besar kepada karyawan.

Stres akan merusak tubuh, emosi , dan mental sukses karyawan, yang mana semua ini secara otomatis akan menurunkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Saatnya pimpinan dan karyawan bersatupadu memfokuskan diri untuk mencapai kinerja optimal melalui tubuh, jiwa, pikiran yang sehat dan penuh semangat.