DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Stress Management (page 12 of 14)

Manajemen Stres

MENJINAKAN PIKIRAN NEGATIF DAN MEMPERKUAT PIKIRAN POSITIF

DMU012“Jika Anda Dapat Mengendalikan Pikiran Negatif Anda Sejak Dini, Maka Akan Lebih Mudah Bagi Anda Untuk Menghentikannya Sebelum Dia Membawa Anda Ke Dalam Masalah Besar.”~Djajendra

Pikiran adalah sesuatu yang menggerakan hidup untuk menjadi bahagia atau tidak bahagia. Bila pikiran tidak terkendali, maka hidup pun akan menjadi tidak terkendali. Bila pikiran mampu dikendalikan dan diarahkan sesuai harapan, maka pikiran akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk membuat diri mencapai harapan dan impian dalam kebahagiaan abadi.

Fakta kehidupan menghadirkan dua jenis pikiran, yaitu pikiran positif dan pikiran negatif. Pikiran positif dihasilkan dari nilai-nilai kehidupan positif, dan akan menjadi sumber kebahagiaan dan kedamaian hidup. Sedangkan pikiran negatif dihasilkan dari nilai-nilai kehidupan negatif, dan akan menjadi sumber ketidakdamaian dan ketidakbahagiaan hidup.

Ketika Anda sadar untuk bekerja keras dan bertindak agar pikiran negatif selalu terkecilkan, maka Anda akan mampu menjinakkan pikiran negatif Anda. Lalu, membuatnya menjadi pikiran positif dan meraih sumber kebahagiaan hidup Anda.

Untuk meyakinkan Anda bahwa pikiran negatif merupakan sumber penderitaan dan ketidakbahagiaan hidup, Anda dapat belajar dari memperhatikan saat Anda mengalami pikiran negatif. Saat pikiran negatif menguasai isi kepala Anda, maka Anda pasti akan terlempar ke dalam kekhawatiran, ketakutan, mengasihani diri sendiri, benci, dendam, serakah, tidak ikhlas, sombong, meremehkan, tidak mempercayai, marah, dan banyak hal-hal negatif lainnya. Dampaknya, semua hal-hal negatif dalam pikiran Anda itu akan menguras kesehatan jiwa dan tubuh Anda, serta membuat Anda menghabiskan hari-hari Anda dengan suasana hati yang tidak damai dan penuh dengan hal-hal negatif perusak kebahagiaan hidup.

Ketika pikiran negatif menguasai kehidupan Anda, maka mulailah dengan energi tenang dan sabar, lalu berlatihlah setiap hari untuk membiasakan pikiran Anda dengan nilai-nilai kehidupan positif. Cobalah untuk tidak memiliki reaksi emosional untuk setiap pikiran negatif yang muncul. Diamkan pikiran negatif dalam rasa syukur, jiwa besar, memaafkan, terima kasih, ikhlas, peduli, cinta, dan toleransi. Jangan pernah berniat melawan atau pun memberantas pikiran negatif. Sebab, setiap reaksi keras Anda terhadap pikiran negatif akan membuat nilai-nilai negatif memperkuat dirinya secara otomatis untuk melawan diri Anda. Ingat bahwa Anda adalah apa yang Anda pikirkan dan lakukan. Oleh karena itu, berpikirlah tentang kebaikan, keindahan, dan hal-hal positif yang membuat hati Anda damai dan tenang. Biasakan pikiran Anda untuk hanya bersahabat dengan sumber kebaikan hidup, dan menjauhkan diri Anda dari sumber ketidakbaikan hidup.

Jika Anda dapat mengendalikan pikiran negatif Anda sejak dini, maka akan lebih mudah bagi Anda untuk menghentikannya sebelum dia membawa Anda ke dalam masalah besar. Pikiran negatif seringkali muncul dari hal-hal kecil yang kelihatannya sangat remeh, tapi hal-hal kecil yang remeh itu akan menjadi sesuatu yang mulai tumbuh, dan suatu ketika dari masalah kecil akhirnya dia dapat menjadi masalah besar yang membuat hidup Anda jauh dari kedamaian dan kebahagiaan. Hentikan pikiran negatif semenjak dia masih sangat kecil, dan jangan pernah membiasakan pikiran Anda untuk bersahabat dengan nilai-nilai kehidupan negatif yang jauh dari sumber kebaikan hidup.

Pastikan Anda cerdas dan memiliki kejernihan hati untuk menilai tentang baik dan tidak baiknya pemikiran Anda. Kejujuran Anda terhadap diri sendiri harus dilengkapi dengan nilai-nilai keyakinan hidup Anda yang penuh dengan cinta, toleransi, empati, dan kontribusi buat kemanusiaan dalam keragaman hidup. Pengalaman paling negatif tidak didasarkan pada realitas. Jadi tanyakan pada diri sendiri, “Apakah pikiran Anda itu 100% benar?” Biasanya ini akan membantu Anda untuk memecah makna dari pikiran yang sedang berputar dalam kepala Anda.

Setiap hari carilah cara untuk meningkatkan pikiran positif. Lakukan interospeksi diri melalui perenungan dan doa, buktikan melalui kekuatan integritas diri Anda untuk memastikan bahwa pikiran yang sedang dalam kepala Anda itu adalah pikiran positif yang menghasilkan kebaikan buat kehidupan secara umum, dan buat diri Anda secara khusus.

Jangan menyalahkan diri sendiri atau orang lain atas masih berkeliarannya pikiran negatif dalam kepribadian Anda. Pastikan Anda mampu menahan diri untuk tidak menyalahkan diri sendiri atau pun orang lain ketika Anda mendapati diri Anda berpikir negatif. Saat pikiran negatif menguasai Anda, perkuat pikiran positif melalui afirmasi kata-kata positif dari kesadaran diri terdalam Anda.

Hidup adalah sebuah latihan yang berkelanjutan untuk seumur hidup. Jadi pikiran negatif bisa hadir dari waktu ke waktu untuk menggoda sifat baik Anda. Hanya Anda yang menyadari dan memilih untuk tidak mendengarkan semua dari pikiran negatif tersebut, akan mampu melanjutkan hidup bersama pikiran positif untuk meraih kebahagiaan dan kedamaian hidup Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

LIBURAN UNTUK MENYEIMBANGKAN HIDUP ANDA

DJAJENDRA 0003Menjaga Kualitas Kehidupan Dan Kualitas Pekerjaan Membutuhkan Kualitas Liburan Yang Menyeimbangkan Diri Untuk Membangkitkan Kesadaran Diri.  Buatlah Liburan Anda Meningkatkan Kemampuan Rasa Syukur Anda, Serta Mempertahankan Kehidupan Yang Seimbang Dan Melestarikan Rasa Terima Kasih Kepada Tuhan.”~Djajendra

Rutinitas pekerjaan dan kehidupan sehari-hari pasti akan membuat Anda merasakan kejenuhan. Bila kejenuhan sudah menguasai perasaan Anda, maka saatnya Anda untuk merancang sebuah liburan, yang dapat membuat Anda segar dan bugar kembali.

Anda wajib untuk berlibur dan berhak menikmati liburan terindah. Tentukan tempat liburan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi keuangan Anda. Pastikan Anda bukan hanya berliburan, tapi juga menyeimbangkan diri Anda dalam suasana baru liburan. Jadikan liburan Anda untuk mengembalikan semangat, gairah, antusiasme, perasaan nyaman, suasana hati yang penuh energi baik, dan pemulihan jiwa sejati Anda.

Tinggalkan sejenak ponsel, iPad, komputer, koran, radio dan televisi di rumah Anda, dan jangan bawah mereka ke liburan Anda. Tinggalkan sejenak semua benda-benda yang membuat Anda terikat dengannya. Ciptakan sebuah liburan yang terlepas dari hal-hal yang mengikat Anda ke dunia yang rumit dan stres. Cobalah berlibur bersama diri sejati Anda, tidak berlibur bersama benda-benda yang selama ini membatasi kebebasan Anda.

Satukan diri Anda dengan alam tempat Anda berlibur; satukan diri Anda dengan kondisi sosial tempat Anda berlibur; ciptakan dunia baru selama Anda dalam liburan; satukan pikiran dan perasaan Anda untuk mendapatkan kedekatan jati diri Anda dengan alam sekitar Anda. Berjalan-jalanlah dengan hati yang senang. Nikmati detik-detik matahari terbit, dan juga detik-detik matahari terbenam. Nikmati tidur pagi, tidur siang, dan tidur malam Anda. Tertawalah dengan bebas tanpa takut ditertawakan oleh siapapun. Siapkan diri Anda hanya untuk senang, santai, tersenyum, bermain, dan  bernapas di alam yang bersih dari polusi.

Nikmati pagi, siang, dan malam Anda dengan hal-hal terindah dari kesadaran Anda. Makanlah hanya ketika Anda lapar. Pergi tidur hanya bila Anda lelah. Gunakan setiap detik dari waktu liburan Anda untuk membangun kesadaran baru dalam menghadapi hari-hari setelah liburan. Kesadaran baru Anda nantinya akan menjadi alat baru, untuk membuat Anda selalu mampu menghapus jenuh dari hidup Anda.

Buatlah liburan Anda benar-benar terputus dari kehidupan sehari-hari Anda.  Telusuri pengalaman baru dari kebebasan jati diri Anda. Biarkan diri sejati Anda menyatu dengan alam, untuk membangkitkan kesadaran tentang kehidupan yang lebih mulia.

Pastikan bahwa liburan Anda mampu menyadarkan pikiran dan perasaan Anda, untuk selalu bersyukur dengan rutinitas kehidupan Anda. Pastikan bahwa liburan Anda menjadi pengalaman yang membangkitkan kreatifitas untuk ide-ide bisnis terbaik Anda. Bila Anda kembali ke rutinitas pekerjaan dan kehidupan, pengalaman liburan Anda harus memberikan energi baru dalam bentuk antusiasme, kreativitas dan produktivitas yang jauh lebih baik.

Berliburlah untuk membuat batin dan raga Anda segar dan bugar kembali. Siapkan potensi Anda untuk menggandakan produktivitas Anda dalam pekerjaan dan kehidupan pribadi Anda. Jadilah pribadi yang menikmati kehidupan dan pekerjaan dengan perasaan syukur, terima kasih, dan kerja keras.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMOSI KARYAWAN MEMPENGARUHI SUKSES PERUSAHAAN

DSCN9469“Emosi Negatif Pekerja Hanya Akan Menghilangkan Komitmen Penuh Mereka Untuk Menghasilkan Pekerjaan Buat Keberhasilan Perusahaan.” ~ Djajendra

Bila karyawan bekerja dengan emosi negatif, maka dapat dipastikan hasil pekerjaan mereka akan menjadi tidak maksimal. Emosi negatif karyawan pasti akan mempengaruhi produktifitas, profitabilitas, kerja sama, kinerja, daya tahan, semangat kerja, dan pada akhirnya akan mengurangi keberhasilan perusahaan untuk mencapai target.

Realitas dunia bisnis dan kerja memperlihatkan tekanan yang sangat besar terhadap emosi pekerja. Tekanan dimulai dari gaji yang tidak mencukupi; dari beban kerja yang tidak sesuai dengan kapasitas karyawan; dari perasaan khawatir tentang perilaku kepemimpinan yang bergaya hidup tinggi; dari kecemasan tentang pekerjaan dan keamanan keuangan; dari kurangnya pekerjaan yang menantang, kebosanan, dan frustrasi; dari kurangnya pengakuan terhadap kontribusi karyawan; dari jalan raya yang selalu macet dan menguras energi; dari sikap kepemimpinan yang selalu tidak dewasa menyikapi realitas; dari kompetisi untuk menemukan pekerjaan ideal; dari hubungan kerja yang kurang harmonis; dari kurangnya empati manajemen kepada tantangan dan risiko kehidupan pekerja; dari kurangnya waktu untuk mengelola fisik, spiritual dan mental; serta dari biaya hidup yang terus meningkat. Dampaknya, pekerja akan menjadi sangat mudah marah dan stres, serta hati nuraninya akan kehilangan komitmen penuh untuk keberhasilan pekerjaan mereka.

Emosi negatif akan mempengaruhi kolaborasi organisasi. Di mana, sebagian terbesar karyawan akan melepaskan energi negatif yang dapat merugikan rekan kerja mereka dengan sikap negatif mereka. Dan hasilnya, kolaborasi organisasi akan menjadi politik kantor yang saling merugikan secara etika dan integritas kerja.

Karena emosi negatif sangat tidak menguntungkan perusahaan, maka setiap manajer harus dapat menjadi energi yang mengubah sikap negatif karyawan ke sikap positif. Caranya adalah dengan mengelola karyawan melalui empati yang memperhatikan realitas karyawan. Lalu, meningkatkan keberhasilan organisasi dengan memotivasi kecerdasan emosional karyawan dalam menghadapi realitas kerja dan realitas kehidupan mereka.

Emosi negatif  karyawan yang tidak dikelola dengan baik akan menjadi sumber masalah untuk mencapai nilai pemegang saham yang optimal. Artinya, emosi negatif karyawan dapat mengurangi upaya dan kerja keras, untuk menghasilkan nilai tambah perusahaan dari sisi angka keuntungan, reputasi, kredibilitas, dan daya saing perusahaan dalam mempertahankan keunggulan dari para pesaing.

Para manajer dan tim manajemen harus selalu menjadi alat yang mampu berkomunikasi secara baik dan penuh empati, untuk dapat mengelola emosi karyawan, dan sekaligus mencerdaskan emosi karyawan dalam menghadapi berbagai realitas kerja dan kehidupan pribadi, yang mungkin dirasakan tidak adil oleh karyawan. Pencerahan secara terus-menerus, dan membangkitkan rasa percaya diri dalam harapan yang terlihat melalui visi yang terang, akan menjadi cara yang efektif untuk membangkitkan emosi positif karyawan.

Membiarkan frustrasi karyawan dalam emosi negatif hanya akan menjadi hal yang tidak menguntungkan dalam upaya mencapai kinerja perusahaan. Manajer harus memiliki emosi positif yang memadai untuk dapat memotivasi emosi positif karyawan, agar karyawan dapat bekerja dengan lebih efektif untuk berkontribusi dan melakukan pekerjaan sesuai harapan perusahaan.

Para manajer harus menetapkan harapan dan memotivasi setiap karyawan dengan harapan besar. Lalu, secara rutin memberikan pengetahuan dan keterampilan kecerdasan emosional, agar para karyawan selalu dapat termotivasi kembali atau tercerahkan kembali saat mereka ragu dan terperangkap dalam emosi negatif. Membiasakan karyawan untuk cerdas secara emosional akan membuat karyawan selalu dapat menjaga suasana hati positif dalam setiap situasi dan keadaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHILANGKAN STRES

cropped-2013-04-222.jpg

“Suasana Hati Yang Tertekan Dalam Stres Akan Menjadi Dasar Untuk Menciptakan Kehidupan Yang Tidak Bahagia. “ ~ Djajendra

Perilaku hidup yang penuh gelisah dan khawatir akan menghasilkan suasana hati yang tidak stabil. Bila suasana hati tidak stabil, maka keseimbangan hidup pasti akan terganggu. Dan hasilnya, terlalu banyak stres, kegelisahan, depresi, atau khawatir yang akan mengganggu karir, kesehatan, dan hubungan pribadi.

Ketika Anda merasa berada dalam kekuasaan stres atau emosi negatif, Anda harus meningkatkan kesadaran diri dengan akal sehat, untuk memiliki kontrol yang lebih besar atas keadaan mental dan emosional Anda. Lalu, Anda harus membangun keyakinan dan kepercayaan diri untuk tidak diterpa oleh stres atau emosional negatif. Selanjutnya, kembangkan perasaan syukur dan terima kasih atas realitas Anda, segera bangun keseimbangan diri, untuk memberikan perasaan bahwa diri Anda seimbang dan terkendali dalam energi positif.

Pencapaian keseimbangan emosional diri tidaklah dapat dilakukan secara instan atau seketika, tapi dibutuhkan kesadaran diri yang tinggi, kesadaran diri yang termotivasi untuk hidup damai, bahagia, dan sejahtera secara emosional.

Mulailah semua proses pencapaian keseimbangan emosional diri melalui latihan yang terprogram dalam kesabaran dan kemampuan, untuk belajar melalui nilai-nilai kehidupan yang membuat diri Anda merasa berubah dan berkembang, untuk hidup dalam keseimbangan emosional positif, dan tanpa stres.

Ketika Anda sadar untuk berjuang mengatasi depresi, stres, gelisah, khawatir, atau emosional negatif lainnya; maka Anda harus ikhlas untuk menerima realitas diri Anda. Kemudian, mulai berinteraksi dengan nilai-nilai kehidupan positif, lalu siap untuk melakukan perubahan untuk menciptakan suasana hati yang cerdas emosional.

Kecerdasan emosional Anda untuk menjaga suasana hati positif di sepanjang kehidupan Anda, akan dapat membantu Anda untuk membebaskan diri dari tekanan hidup dan stres, serta mampu menciptakan iklim kehidupan yang membawa hidup Anda dalam keseimbangan hidup yang bebas stres dan depresi.

Kebiasaan emosional untuk hidup dalam suasana hati positif, akan memperbaiki kemampuan sistem saraf, untuk tetap dalam keseimbangan hidup yang tenang dan terfokus sepanjang hari pada tujuan hidup.

Bila diri Anda sudah terfokus pada tujuan hidup, maka pikiran dan perasaan Anda akan dirancang untuk merasa lebih percaya diri, ulet, dan terkendali. Artinya, Anda sudah terlatih untuk tidak stres atau depresi, dan semua energi hidup Anda dapat Anda kontribusikan buat mencapai tujuan hidup Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERASAAN NEGATIF ADALAH MUSUH DALAM SELIMUT

017“Membiarkan Diri Sakit Hati, Membiarkan Diri Terluka, Membiarkan Diri Bersuasana Hati Sedih, Adalah Tindakan Yang Tidak Mencintai Diri Sendiri. Cintailah Diri Sendiri Dengan Cara Membuat Diri Anda Setiap Hari Bahagia, Senang, Nyaman, Dan Damai.” ~ Djajendra

Perasaan sakit hati, terluka, suasana hati yang sedih adalah musuh dalam selimut yang harus diawasi dan dikendalikan dari hidup. Cara menghilangkan perasaan-perasaan itu pastinya tidak mungkin, tapi dapat mengendalikan dan membuatnya tidak menjadi musuh dalam selimut yang dapat merongrong daya tahan mental dan jiwa.

Karena semua perasaan itu saya sebut sebagai musuh dalam selimut, maka semua perasaan-perasaan itu pasti akan muncul dalam hidup, apalagi saat jiwa dan mental tidak stabil atau tidak seimbang dalam menjalani realitas hidup.

Idealnya, Anda harus mencoba untuk memahami sebab-akibat dari munculnya perasaan-perasaan tersebut. Lalu, berdamai dengan perasaan-perasaan tersebut untuk menemukan kedamaian, kebahagiaan, dan kenyamanan hidup yang Anda inginkan.

Temukan bantuan dari pihak ketiga atau sumber-sumber yang mampu meyakinkan atau memberikan sugesti positif kepada Anda, dalam mengendalikan musuh dalam selimut tersebut.

Bila perasaan-perasaan dari musuh dalam selimut itu menyerang Anda, maka perkuat mental dan pikiran positif dengan kekuatan syukur, terima kasih, dan pasrah.

Pastikan Anda selalu cerdas mengenali penyebab munculnya perasaan-perasaan negatif tersebut, dan miliki kesadaran yang tinggi untuk mengubah perasaan-perasaan negatif tersebut dengan cara memfokuskan energi diri Anda pada hubungan positif dengan hal apa pun, termasuk dengan hal-hal penyebab munculnya perasaan-perasaan negatif tersebut.

Semua hal di atas membutuhkan latihan dan kesabaran, tidak dapat dicapai secara instan atau seketika. Jalani proses hidup secara bertahap, dan pastikan semua musuh dalam selimut tersebut takluk dan tak berdaya dengan kekuatan kepercayaan diri Anda, dalam perasaan syukur dan terima kasih Anda kepada realitas hidup Anda. Selamat mencoba!

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

“Berjuang Untuk Tujuan Yang Layak, Berjuang Untuk Mencapai Prestasi Impian, Dan Berjuang Untuk Mengoptimalkan Potensi Diri, Adalah Perjuangan Yang Akan Mengantar Anda Pada Kemenangan. “ ~ Djajendra

BILA JIWA KARYAWAN LELAH MAKA MEREKA SULIT MENJADI PRODUKTIF

“Bila Karyawan Selalu Merasa Lelah Jiwa Dan Fisik Dengan Situasi Di Tempat Kerja, Maka Mereka Pasti Sulit Menjadi Produktif, Dan Pasti Berkontribusi Sangat Minimal Untuk Kinerja Perusahaan.” ~ Djajendra

Bila kelelahan sudah menyerang  karyawan Anda, maka komitmen mereka untuk menjalankan pekerjaan dengan produktif dapat terganggu. Kelelahan karena rasa bosan dan jenuh masih dapat diatasi dengan istirahat yang cukup, tapi kelelahan yang tercipta dari rasa kecewa yang mendalam memerlukan pikiran positif dan kesadaran positif untuk menghilangkannya.

Tim manajemen yang unggul selalu fokus untuk mencerdaskan emosional sumber daya manusianya, agar setiap orang di kantor dapat bersikap dan berperilaku positif, dan saling membantu dalam kolaborasi kerja yang produktif. Sebab, jika sikap dan perilaku negatif yang dihasilkan dari interaksi dan komunikasi di tempat kerja, maka hal ini berpotensi membuat orang-orang di kantor kecewa dan takut dengan lingkungan kerja. Akibatnya, mereka akan meninggalkan pekerjaannya begitu saja, tanpa alasan. Oleh karena itu, kecerdasan manajemen untuk mengelola emosional positif sumber daya manusianya akan menjadikan mereka produktif di semua aspek kerja.

Manajemen perusahaan harus selalu peduli untuk mengatasi stres dan kelelahan karyawan. Bila karyawan sudah dalam kondisi galau dan lelah, maka hal ini dapat menyebabkan produktifitas dan kontribusi karyawan kepada perusahaan akan menurun. Jadi, tim manajemen harus memperlihatkan kualitas sebagai tim yang profesional untuk merawat kesehatan mental karyawan di tempat kerja dengan tepat.

Tim manajemen yang profesional dan berkualitas selalu terbentuk dari kepemimpinan yang penuh integritas dan etis. Kecerdasan emosional kepemimpinan yang tidak menghilangkan dukungan terhadap sisi kemanusian dari para karyawan, akan menjadi kunci sukses untuk mengatasi rasa lelah karyawan terhadap pekerjaan mereka. Tetapi, bila kepemimpinan mengabaikan sisi kemanusiaan dari karyawan melalui ketidakcerdasan emosional untuk mengelola dan memimpin potensi karyawan; maka hal ini akan menjadi sumber penyebab dari sinisme, kelelahan, penurunan moral kerja, dan kinerja yang buruk di tempat kerja.

Penegakkan nilai-nilai perilaku kerja melalui budaya organisasi yang memperhatikan sisi kemanusiaan karyawan, akan menghasilkan rasa percaya diri karyawan, untuk secara proaktif mengelola emosional diri sendiri saat menghadapi kelelahan dalam pekerjaan.

Konsekuensi dari kelelahan karyawan di tempat kerja bisa menciptakan hal-hal negatif yang tidak menguntungkan perusahaan. Bila karyawan sudah lelah fisik dan jiwa; maka produktifitas, kreatifitas, dan kinerja mereka pasti akan menurun. Dan hal ini, akan membuat moral kerja karyawan turun, disiplin turun, dan mereka akan sering mencari berbagai alasan untuk tidak hadir ke kantor.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENGAMPUNAN AKAN MEMBUAT ANDA LEBIH SEHAT

“Pengampunan Adalah Obat Dari Dalam Diri Yang Mampu Membuat Diri Mendapatkan Kesehatan Hidup Secara Alamia.” ~ Djajendra

Saat Anda mampu merawat diri dalam kedamaian dan kebahagiaan hidup secara konsisten dan berkelanjutan, Anda akan sangat mudah membuat diri Anda hidup dalam kesehatan tubuh dan mental. Dan salah satu cara untuk membuat diri hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan adalah menjadi pribadi yang ikhlas mengampuni kesalahan diri sendiri dan orang lain, lalu ikhlas melakukan perubahan untuk menjadi pribadi positif yang selalu menekankan pola kehidupan yang seimbang.

Pengampunan adalah obat dari dalam diri yang mampu membuat diri mendapatkan kesehatan hidup secara alamia. Gaya hidup yang suka memaafkan dan suka mencintai, akan menjadi energi yang membuat tubuh dan jiwa merasakan kekuatan untuk hidup dalam kesehatan abadi.

Kehidupan yang penuh benci dan dendam hanya akan membuat hidup Anda tidak hidup untuk kedamaian dan kebahagiaan. Bila hidup Anda sehari-hari sudah jauh dari kedamaian dan kebahagiaan, Anda pasti akan dekat dengan pikiran dan perasaan negatif, serta selalu akan melihat sisi kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam hidup. Akibatnya, semua pengalaman hidup Anda akan mengarahkan Anda untuk sakit hati, dan tidak pernah sadar untuk melihat kebaikan yang begitu banyak di sekitar Anda. Dampaknya, jiwa dan raga Anda juga akan menjauh dari kesehatan abadi.

Anda memiliki hak untuk kehidupan yang lebih baik. Syaratnya, Anda harus melepaskan semua masa lalu yang tidak memuaskan batin Anda, Anda harus hidup dengan menghapus benci dan dendam kepada siapa pun dan apa pun, Anda hanya berhak untuk memiliki cinta dan pengampunan terhadap apa pun dan siapa pun. Sebab, hanya cinta dan pengampunan yang tulus dan ikhlas dari hati nurani yang paling bersih, akan menghasilkan kesehatan jiwa dan raga dari kekuatan diri sendiri, sehingga Anda akan lebih mampu untuk menikmati hidup Anda, lebih lama, bersama kesehatan, kedamaian, dan kebahagiaan yang tak tertandingi di setiap hari.

Kekuatan baik dari batin terdalam, dari hati nurani yang penuh cinta dan pengampunan, terhadap apa pun dan siapa pun, akan menjadi kekuatan yang menentukan diri Anda di dunia luar Anda. Anda adalah apa yang Anda pikirkan, rasakan, persepsikan, impikan, dan visikan. Anda dapat menentukan bagaimana hidup Anda menempatkan diri Anda di dalam kehidupan sosial Anda yang penuh cinta, damai, sejahtera, dalam keharmonisan, walaupun berbedah persepsi dan keyakinan hidup.

Jika Anda pernah merasa seperti korban keadaan, Anda harus segera menemukan cara untuk mengubah persepsi Anda, sehingga Anda dapat membangun harga diri melalui cinta dan pengampunan dari jiwa besar Anda, yang ikhlas dan tulus untuk memaafkan segala sesuatu demi kesehatan dan kebahagiaan diri Anda.

Mengontrol penafsiran atas persepsi diri sendiri terhadap semua kejadian di luar diri, yang bertentangan dengan logika berpikir dan nilai-nilai keyakinan diri Anda, akan menjadi hal yang sangat menentukan proses penciptaan rasa damai dan bahagia di dalam batin Anda. Bila Anda lebih suka hidup dalam persepsi, logika berpikir, dan keyakinan demi membangun harga diri Anda dengan tidak berempati pada harga diri orang lain, yang berbeda dengan Anda, maka Anda tetap akan terkurung dalam mind set yang akan menjauhkan Anda dari pengampunan dan cinta di setiap aspek kehidupan Anda.

Setiap hari miliki waktu untuk latihan menghilangkan emosi negatif seputar peristiwa masa lalu dengan siapa pun dan apa pun. Tingkatkan kualitas harga diri dan kesejahteraan hidup Anda dengan energi cinta dan pengampunan. Anda pasti dapat menemukan dan memiliki kekuatan dari batin Anda, untuk hidup dalam kesehatan dan kesuksesan kehidupan pribadi Anda, hubungan Anda, ataupun karir Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

OMELAN MANAJER

Semua Orang Membutuhkan Cinta Sebagai Nilai Kehidupan Untuk Diberi Dan Untuk Diterima.” – Djajendra

Sifat dasar manusia adalah ingin dicintai dan ingin diperhatikan. Bila cinta dan perhatian tidak didapatkan, maka diri akan merasakan adanya ketidakpastian di dalam hidupnya.

Setiap orang pasti ingin menjadi bagian terpenting di tempat kerja, dan menjadi orang yang diterima dengan penuh kepercayaan oleh orang-orang lain.

Beberapa waktu yang lalu, saya menerima sebuah pernyataan dari seorang karyawan, yang merasa sudah tidak sanggup lagi menyerap omelan kebencian dari manajernya.

“Sepertinya sudah sangat rutin aku harus menerima kemarahan, kebencian, dan rasa malu oleh sikap atasan saya yang tak suka kepada cara kerjaku.” Kata karyawan itu.

Sejenak saya merenungkan dan membaca berulang-ulang untuk memahami persoalan dari karyawan tersebut.

Akhirnya, melalui energi empati, saya mencoba memahami kemarahan, kebencian, dan rasa malu yang harus diterima oleh karyawan tersebut secara rutin dari manajernya.

Saya dapat membayangkan sikap tidak baik dari manajer tersebut pasti akan membuat karyawan itu terluka, ketakutan, kesedihan, dan kehilangan rasa percaya diri. Dan saya percaya bahwa tidak satupun dari energi negatif yang dihasilkan melalui kata-kata berenergi negatif akan terasa nyaman dan enak di perasaan dan pikiran.

Harga diri yang terinjak oleh kekuasaan dan kesewenangan telah membuat karyawan itu merasa malu dengan dirinya di tempat kerja, perasaan malu itu telah melemahkan motivasi dirinya untuk  menjadi lebih baik.

Seorang manajer boleh-boleh saja menegor karyawan yang kurang bertanggung jawab. Tapi, bila mempermalukan dan menyakiti perasaan karyawan secara rutin, maka manajer akan kehilangan kesempatan untuk memanfaatkan bakat dan potensi hebat dari karyawan tersebut. Oleh karena itu, manajer yang hebat selalu berempati dan cerdas untuk merangkul hati para karyawannya buat menghasilkan kinerja terbaik.

Menciptakan situasi kehidupan kerja yang memalukan karyawan adalah perbuatan yang paling tidak cerdas. Keberadaan para karyawan di tempat kerja adalah untuk membantu perusahaan dan manajer, agar tujuan dan rencana kerja dapat terselesaikan sesuai harapan.

Bila karyawan sudah merasa terluka di tempat kerja, maka mereka akan bekerja dengan perasaan hampa sambil bersembunyi dibalik kebutuhan hidup. Mereka tidak akan pernah mau ikhlas apalagi tulus bekerja buat kemajuan perusahaan.

Karena karyawan adalah manusia, dan manusia tidak pernah sempurna. Jadi, tugas manajerlah sebagai pimpinan yang harus menyempurnakan semua kekurangan dan kelemahan dari karyawan, melalui cinta dan kepedulian, bukan melalui marah dan kebencian.

DJAJENDRA

JANGAN SUKA MENGELUH

“Saat Mengeluh, Diri Sedang Mendekat Ke Sumber Ketidakbahagiaan. Oleh Karena Itu, Berhentilah Mengeluh Dan Temukan Cara Untuk Hidup Dalam Perasaan Syukur.” – Djajendra

Mengeluh adalah tanda tidak mampunya diri untuk menerima keadaan dan kenyataan. Perasaan tidak puas terhadap realitas akan membuat diri suka mengeluh. Padahal, mengeluh hanya akan membuat hati tidak damai bersama realitas yang dikeluhkan.

Mengeluh pasti mengeluarkan kata-kata, nada suara, energi, dan para bahasa yang menyampaikan kekurangan dan ketidakpuasan. Dan hal ini, akan membuat orang-orang di sekitar pengeluh merasakan dampak  dari energi negatif yang ditularkan oleh pengeluh.

Orang-orang yang suka mengeluh sesungguhnya adalah orang-orang yang tidak mampu dan tidak yakin kepada kehebatan kualitas dirinya. Dan tanpa sengaja, mereka telah mengeluarkan energi negatif dalam wujud keluh-kesah, yang diproduksi dari dalam diri mereka, untuk didistribusikan kepada orang-orang di sekitar mereka.

Orang-orang yang suka mengeluh sesungguhnya adalah mereka-mereka yang menebar energi negatif untuk merusak energi bahagia di area sekitar tempat mereka mengeluh.

Bila Anda seorang pengeluh, berhentilah segera, sebab Anda hanya sedang menebar energi negatif kepada diri sendiri dan orang lain.

Bila orang-orang di lingkungan kerja dan di lingkungan kehidupan pribadi Anda suka mengeluh, beritahu mereka bahwa sifat mengeluh hanya akan membawa keadaan semakin memburuk, bukan semakin membaik.

Jon Gordon di dalam bukunya The No Complaining Rule menjelaskan tentang lima hal yang bisa dilakukan selain mengeluh.Yaitu: perasaan bersyukur, memuji orang lain, berfokus pada kesuksesan, melepaskan, berdoa dan merenung.

Saya menyarankan untuk membaca buku Jon Gordon, agar bisa mendapatkan wawasan yang lebih luas dalam upaya membebaskan diri dari energi mengeluh.

Sifat mengeluh akan mendatangkan semakin banyak persoalan ke dalam hidup. Misalnya, orang yang suka mengeluh, tanpa sadar, akan memiliki sikap sinis yang sangat skeptis dan pesimis terhadap semua realitas, pengalaman hidup, dan penderitaan yang dirasakan.

Bila Anda masih terus mengeluh berarti Anda masih memikirkan hal-hal yang tidak Anda inginkan di dalam kehidupan Anda.

Sifat mengeluh hanya akan membawa Anda untuk bersahabat sangat intim dengan stres dan depresi.

Sifat mengeluh hanya akan mengurangi daya tahan diri Anda untuk berjuang merebut keberhasilan yang lebih tinggi.

Sifat mengeluh hanya akan membuat Anda tidak berdaya, sebab, diri Anda dikuasai oleh keraguan dan ketakutan yang membonsai potensi sukses Anda.

Berhentilah mengeluh sebelum keluhan-keluhan itu mendatangkan hal-hal yang tidak Anda inginkan ke dalam kehidupan.

Jadikan diri Anda sebagai sebuah dunia yang bebas keluhan, syukuri semua, dan terimalah dengan ikhlas apa pun kenyataan yang dihadapi.

DJAJENDRA

PAHAMI MENGAPA ANDA MARAH

“Membiarkan Diri Meledakkan Emosi Marah Adalah Perbuatan Yang Paling Tidak Cerdas, Yang Hanya Akan Menciptakan Lebih Banyak Orang Sakit Hati Di Sekeliling Diri Anda.” – Djajendra

Salah satu perilaku yang wajib untuk dikendalikan adalah marah. Perilaku marah adalah perilaku yang berpotensi menimbulkan konflik ataupun kekerasan. Ketika Anda mengeluarkan kata-kata dalam nada marah, orang yang menerima kata-kata marah tersebut pasti akan merasakan terintimidasi atau terhina.

Marah selalu ada dalam diri semua orang, dan hanya orang-orang yang mau belajar mengelola dan mengendalikan marah, yang biasanya bisa keluar dari perilaku marah.  Menjadi seorang pemarah adalah perbuatan yang hanya akan mengurangi sifat baik dan energi baik diri.

Perilaku marah hanya akan menciptakan lebih banyak musuh. Bila saat ini Anda berada dalam kekuatan dan kekuasaan, maka orang-orang yang suka Anda marahi akan menjadi musuh dalam selimut. Mereka terpaksa akan diam untuk menerima marah Anda, karena ketidakberdayaan diri mereka. Tetapi, saat kekuatan dan kekuasaan Anda memudar, mereka pasti melawan dan memarahi Anda kembali.

Pada umumnya, seseorang menjadi pemarah disebabkan oleh banyak faktor. Mulai dari stres yang terus menerus di dalam hidupnya dan pekerjaannya; ketegangan demi ketegangan yang membuat hidupnya dalam intimidasi dan rasa takut; tubuh dan pikiran yang tidak bisa tidur, karena pikiran terus bekerja untuk memikirkan banyak hal, dan mengakibatkan kurang tidur secara normal dalam jangka waktu panjang; penyakit jiwa kronis; hubungan yang  tidak harmonis dan penuh dendam; karakter atau kepribadian yang agresi, kasar, dan suka kekerasan; dan hubungan yang terpecah oleh konflik batin yang berkepanjangan.

Sekarang coba pahami, mengapa Anda harus marah? Lakukan sebuah evaluasi terhadap kepribadian Anda, melalui kesadaran diri Anda yang tertinggi. Bersikaplah secara jujur untuk mengeluarkan diri Anda dari kekuasaan dan kekuatan emosi marah.

Setelah Anda memahami sumber awal emosi marah Anda, mulailah miliki kesadaran diri yang tinggi, untuk berlatih secara rutin dan tekun, agar emosi marah Anda hilang dari diri Anda.

Bila emosi marah Anda bersumber dari rasa frustrasi Anda terhadap orang-orang di sekitar Anda, yang mungkin tidak berperilaku atau bekerja sesuai harapan dan rencana Anda; Anda harus mengeluarkan rasa frustasi itu dari dalam diri Anda. Lalu, secara sadar mencari solusi untuk membuat orang-orang di sekitar Anda itu menjadi seperti yang Anda inginkan.

Belajarlah secara terus –menerus untuk menjadi pribadi yang cerdas mencegah ekspresi kekerasan yang ditimbulkan melalui aura diri Anda.

Jadilah pemimpin atau pribadi yang memberikan pencerahan kepada orang-orang di sekitar Anda, untuk tidak menjadikan perbedaan pendapat sebagai ajang tempat marah-marahan.

Belajarlah untuk tidak mengatakan atau mengeluarkan kata-kata, nada, suara, bahasa tubuh, atau ekspresi diri yang dapat melukai hati orang lain.

Miliki jiwa besar yang bijaksanan untuk memecahkan semua potensi konflik dan kesalahpahaman, serta mengarahkannya kepada hal-hal positif yang produktif untuk kebahagian dan kemanfaatan bersama.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts