MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Kecerdasan Emosional (page 13 of 14)

EMPATI ADALAH ASET UNTUK KESUKSESAN BISNIS

DSCN9737“Kehidupan tanpa empati sangatlah merugikan diri sendiri dan juga orang lain. Empati adalah emosi yang terang akal, yang membuat hubungan dan komunikasi berjalan lancar. Empati memiliki kekuatan untuk menjadikan semua persoalan ada solusinya, dan juga kehidupan akan menjadi semakin indah dan saling menguntungkan.” ~ Djajendra

Dunia bisnis sedang di alam globalisasi. Sekaranglah waktunya untuk meningkatkan kualitas empati di lingkungan bisnis. Sebab, globalisasi mengharuskan orang-orang untuk cerdas terhubung dan berkomunikasi di alam lintas budaya, lintas pemikiran, lintas keyakinan, dan lintas persepsi. Bila sumber daya manusia perusahaan tidak cerdas empati, maka hal ini pasti akan menyebabkan banyak kesalahpahaman. Dan dampaknya, perusahaan tidak akan mampu bersaing untuk memenangkan kompetisi bisnis yang semakin ketat di dunia yang semakin mengglobalisasi. Padahal, dunia globalisasi menyediakan potensi pasar yang lebih besar dan lebih luas. Jadi, seharusnya peluang globalisasi ini dimanfaatkan dengan lebih terang akal supaya pasar yang sangat besar ini dapat menciptakan kinerja yang lebih.

Empati merupakan kekuatan yang meningkatkan ikatan kepercayaan antara semua stakeholders. Sebab, empati di dalam hati berkemampuan untuk mengidentifikasi dan memahami realitas orang lain. Bila para pebisnis sudah mampu memahami realitas pasar atau potensi para pembeli dengan hatinya, maka mereka secara otomatis akan memiliki intuisi untuk menciptakan produk, jasa, pelayanan, ataupun komunikasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar atau para pelanggan.

Dalam hal penjualan, para penjual yang sukses selalu memiliki empati yang kuat, sehingga mereka bisa dengan cepat bereaksi untuk memberikan pelayanan sesuai kebutuhan pelanggan. Dan juga, empati yang mereka miliki mempertajam keyakinan hati dan menginformasikan realitas dengan benar, sehingga mereka dapat segera mengambil keputusan yang cepat, untuk mempermudah proses penjualan sesuai keinginan pelanggan.  

Empati adalah ilmu dari suara hati, yang memiliki kemampuan untuk menghubungkan satu hati dengan hati yang lainnya dengan jujur dan cerdas. Jadi, di dalam sebuah perusahaan, bila semua orang terlatih dengan energi empati, maka hubungan kerja pasti akan harmonis di dalam soliditas kerja yang sangat kolaboratif. Demikian juga dengan insan perusahaan yang berhubungan langsung dengan pelanggan, mereka akan semakin cerdas untuk terhubung dengan beragam pelanggan, sehingga mampu meningkatkan penjualan perusahaan melebihi target. Intinya, empati haruslah dialirkan dengan sempurna di semua aspek dan dimensi kerja perusahaan, sehingga perusahaan dapat terus-menerus sukses dan meraih kinerja terbaik.

Kuatkan tim marketing dengan energi empati; kuatkan tim penjualan dengan energi empati; kuatkan tim pelayanan dengan energi empati; kuatkan tim back office dengan energi empati; dan kuatkan semua bagian lainnya di dalam perusahaan dengan energi empati agar bisnis Anda selalu sukses dan berdaya tahan di semua situasi dan kondisi.

Energi empati akan menghasilkan kelimpahan, kekuatan, kesuksesan, dan hubungan yang lebih baik.

Semakin kuat energi empati di dalam sebuah perusahaan, semakin kuat kreativitas dan inovasinya yang selaras dengan impian dan harapan masyarakat. Jadi, para pebisnis unggul selalu mampu memiliki empati terhadap keyakinan, kepercayaan, persepsi, cara berpikir, dan budaya kehidupan masyarakat. Dan, hasil empati mereka akan melahirkan produk atau jasa yang sesuai dengan keyakinan, kepercayaan, persepsi, budaya, ataupun cara berpikir dari calon pelanggannya. Pada akhirnya, mereka dengan cerdas mampu menggarap potensi pasar dari berbagai realitas kehidupan masyarakat.

Orang-orang kreatif  penghasil uang, adalah energi empati yang sangat mampu membayangkan dirinya dalam posisi orang lain, apalagi saat membuat produk atau jasa yang akan mereka jual. Mereka tidak akan peduli dengan keyakinan pribadinya ataupun pola pikir dari orang-orang di lingkungannya. Mereka hanya akan fokus bersama energi kreatif dan terhubung di dalam energi empati yang kuat, untuk memahami apa saja kebutuhan dan harapan orang lain. Kemudian, dengan energi kreatif,  mereka akan menciptakan karya-karya sesuai kebutuhan orang lain.

Empati adalah otot bisnis. Bila ingin memperbesar otot bisnis, maka setiap hari latihlah dan biasakan energi empati menjadi budaya kerja. Semakin terbiasa setiap orang di dalam perusahaan menggunakan energi empati, semakin kuat hubungan kerja, dan semakin profesional perilaku kerja positif. Jadi, energi empati tidak akan menjadikan karyawan sebagai penonton atas berbagai realitas. Tetapi, menjadikan mereka berani tampil dengan lebih percaya diri, untuk menjawab semua reaksi di perusahaan dengan pengetahuan positif.  

Perusahaan yang mampu membumikan energi empati di dalam budaya organisasinya, akan memiliki sumber daya manusia yang hadir ke tempat kerja dengan energi empati, sehingga empati benar-benar akan menjadi kebiasaan sehari-hari di lingkungan kerja. Dampaknya, setiap orang akan saling memperlakukan orang-orang dengan etis, sikap baik, dan emosi cerdas.

Ketika setiap karyawan bekerja dengan energi empati, mereka secara otomatis akan menjadi aset perusahaan. Sebab, mereka mampu bekerja dengan memahami apa maunya perusahaan, apa maunya pelanggan, dan apa maunya orang-orang di sekitarnya. Dan hal ini, akan membuat mereka mudah untuk memberikan fokus, perhatian, kepedulian, reaksi, perasaan, keprihatinan, dan juga motif untuk sebuah perubahan atau koreksi.

Empati di dalam perusahaan akan memiliki kecerdasan penalaran untuk memahami pikiran stakeholders. Dalam hal ini, perusahaan tidak akan berhenti di satu sudut pandang untuk memahami potensi suksesnya. Tetapi, selalu akan membuka ruang kreatif untuk memahami berbagai dimensi dari potensi bisnis. Dan juga, akan menggunakan empati untuk mendengarkan semua sudut pandang yang beragam, sehingga dapat merespon segala sesuatu untuk pencapaian tujuan bisnis dengan lebih baik.

Setiap orang di dalam perusahaan wajib untuk memiliki energi empati yang konsisten, sebab hal ini akan memudahkan terjalinnya hubungan kerja yang positif dan profesional. Jadi, semakin mampu menggunakan empati untuk melayani perusahaan dan stakeholders, semakin kuat kepercayaan dan ikatan hubungan baik yang akan dihasilkan oleh perusahaan.

Empati di dalam terangnya akal sehat akan mengembangkan peluang untuk menciptakan kapasitas bisnis yang lebih besar, sehingga perusahaan akan selalu unggul dan menang di setiap kompetisi. Oleh karena itu, jangan pernah disepelekan ataupun dianggap kecil tentang kekuatan empati sebagai aset untuk kesuksesan bisnis. Kembangkan kesadaran di internal organisasi tentang empati sebagai aset terpenting agar orang-orang mampu merasakannya. Berikan contoh tentang cara kerja empati, sehingga empati betul-betul dapat dipahami dan diakui oleh sumber daya manusia sebagai salah satu aset terpenting untuk menciptakan nilai tambah, reputasi, kinerja, keuntungan, dan prestasi perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERSIKAP DAN BERTINDAK DENGAN KEKUATAN NIAT BAIK

DJAJENDRA 2013“Tetapkan niat baik, berikan energi positif kepada niat baik, kuatkan niat baik dengan sumber daya, dan kerjakan hal-hal yang diperlukan untuk mewujudkan niat baik tersebut.”~ Djajendra

Niat memutuskan takdir seseorang. Niat baik menghasilkan takdir baik. Niat tidak baik menghasilkan takdir tidak baik. Sebagai contoh, seseorang yang belajar sebuah pengetahuan untuk mewujudkan niat tidak baiknya, maka orang tersebut sedang mengundang takdir tidak baik ke dalam hidupnya. Dan sebaliknya, seseorang yang belajar untuk melayani kehidupan dengan jujur dan etis, maka orang tersebut sedang mengundang takdir baik ke dalam hidupnya.

Niat baik yang konsisten, yang lulus dari berbagai ujian kehidupan, akan menciptakan perbuatan-perbuatan dari kekuatan energi positif, untuk mewujudkan kebaikan dan kemanfaatan yang lebih luas.

Niat baik pasti akan mendapatkan rintangan dari orang-orang yang iri hati, cemburu, ataupun musuh-musuh dari niat baik tersebut. Oleh karena itu, kuatkan diri dengan prinsip kerja yang lebih berhati-hati di dalam budaya integritas yang konsisten.

Niat baik adalah kekuatan yang dapat dimiliki oleh siapapun, untuk mewujudkan hal-hal yang diinginkan di dalam hidupnya. Dalam hal ini, diperlukan kesadaran di dalam kekuatan integritas agar niat baik tersebut memiliki konsistensi di dalam proses mewujudkannya.

Miliki niat baik dan luangkan waktu untuk menetapkan tujuan atas niat baik tersebut.  Pastikan niat baik tersebut telah dikuatkan dengan strategi, teknik, dan taktik agar dapat dihadirkan ke dalam realitas hidup.

Sekecil apapun niat baik Anda, jangan menganggapnya sepele, kuatkan motivasi diri dan temukan jalan untuk mewujudkan niat baik Anda tersebut.

Jernihkan pikiran dan cerdaskan emosi, lalu secara sadar memilih segala sesuatu yang Anda inginkan untuk kebahagiaan diri sendiri. Kuatkan niatnya, berikan perhatian dengan sepenuh hati, dan bekerjalah dengan konsisten untuk mewujudkan niat yang Anda inginkan tersebut.

Pastikan setiap hari Anda sudah terbiasa untuk fokus pada apa yang Anda inginkan, lalu membangun kebiasaan dan kegiatan di sepanjang hari, untuk mendapatkan yang Anda inginkan.

Sebuah niat baik adalah kekuatan yang akan mengantar Anda untuk melayani orang lain dengan jujur dan tulus.

Hiduplah setiap hari dengan pikiran positif. Sebab, pikiran memiliki kekuatan untuk membuat Anda semakin kuat dengan niat Anda. Selama pikiran positif Anda selalu optimis dan percaya diri, maka tidak ada hal yang mampu menghambat proses mewujudkan niat baik Anda.

Bersikap dan bertindak dengan niat baik memerlukan dukungan sistem dan tata kelola yang penuh integritas. Bila niat baik Anda sudah mengalir di dalam sistem yang baik, maka niat baik Anda tersebut akan tumbuh dan berkembang untuk mempengaruhi banyak hal positif di dalam kehidupan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SPIRITUALITAS ADALAH KEKUATAN UNTUK KEHIDUPAN BAHAGIA

DJAJENDRA2013“Diri yang tercerahkan tidak akan mencari jawaban, menunggu jawaban, ataupun merasa perlu untuk memiliki jawaban. Sebab, diri yang tercerahkan selalu mendapatkan cahaya menuju arahnya, dan perlindungan dari penciptanya.”~ Djajendra

Kekuatan spiritual di dalam diri adalah cahaya penerang, yang menerangi perjalanan diri sejati untuk dapat melayani kehidupan dengan cinta dan ketulusan. Selain itu, kekuatan spiritual juga akan membersihkan pikiran dan emosi dari semua hal-hal negatif, sehingga diri benar-benar menjadi tercerahkan untuk mencapai kehidupan yang bahagia dan damai.

Ketika diri tidak mampu mengoptimalkan energi spiritualnya, maka kekacauan pikiran dan emosi akan membuat jiwa selalu mengembara di dalam energi negatif. Dampaknya, stres, depresi, dan berbagai perasaan negatif lainnya akan menjadi bagian dari perjalanan hidup diri.

Jiwa spiritual yang terlatih akan dengan mudah menjalani kehidupan sehari-hari di dalam cinta, peduli, kasih sayang, syukur, terima kasih, beruntung, serta sepenuh hati berkontribusi untuk kehidupan yang damai dan bahagia.

Mengingat spiritualitas adalah tentang jiwa yang tercerahkan di dalam semangat hidup menuju kebaikan, maka penguatan spiritualitas di dalam diri dimulai dengan mencintai energi positif kehidupan. Dalam hal ini, diri harus menghapus kekuatan ego, dan menggantinya dengan sifat rendah hati, lemah lembut, bijaksana, serta mampu menyinari kehidupan dengan cinta.

Pada tahap awal, diri harus melatih dan membiasakan dirinya untuk melihat indahnya kehidupan, juga melihat kehidupan dengan cinta dan rasa syukur. Selanjutnya, diri harus mampu merasakan energi cinta dari Tuhan, serta mampu memancarkan kebaikan dari jiwa sejati yang paling tulus dan ikhlas.

Kekuatan spiritual dihasilkan dari pengalaman hidup yang sangat pribadi, yang sangat dinamis dengan beragam pengalaman hidup, yang mendewasakan pola pikir dan emosi, serta mampu terhubung dengan kekuatan Tuhan. Kesadaran spiritualitas akan menghasilkan jiwa yang menyerah kepada Sang Penciptanya, tetapi tetap berjuang untuk menghasilkan kebaikan untuk kehidupan yang lebih luas.

Spiritualitas selalu ada diberbagai tradisi, budaya, dan keyakinan. Walau demikian, sejatinya, spiritualitas adalah urusan diri pribadi seseorang dengan Sang Penciptanya (Tuhan). Karena, spiritualitas dihasilkan dari ego diri yang tercerahkan oleh berbagai pengalaman hidup, sehingga diri menyerah pada Sang Pencipta dan memohon perlindungan darinya. Tetapi, diri tetap bersemangat tinggi dengan pola hidup yang lebih holistik untuk membangun hidupnya di jalan kebaikan.

Praktik spiritualitas mencakup afirmasi kata-kata positif, yang bertujuan mengisi pikiran bawah sadar dengan kekuatan baik agar diri selalu menjadi lebih holistik di semua aspek atau dimensi kehidupannya. Selain afirmasi, dapat juga dilakukan dengan doa dan meditasi.  

Agar kekuatan spiritualitas diri semakin konsisten; diperlukan disiplin untuk penguatan energi fisik, energi emosi, energi pikiran, dan energi jiwa. Dalam hal ini,  olah raga, pencerdasan emosi, pengendalian pikiran, dan mengharmoniskan jiwa dengan pikiran dan emosi, akan menjadi solusi yang tepat.

Spiritualitas diri akan memancarkan energi positif, saat kesehatan fisik dan kesehatan rohani, mampu menjadi pilar yang menjadikan jiwa sejati kuat dan unggul di dalam setiap situasi dan kondisi kehidupan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN MENJADI KORBAN STRES

DJAJENDRA“Dalam hidup, tidak semua persoalan atau masalah dapat dihindari, ataupun melarikan diri darinya. Ketika harus berhadapan dengan realitas yang tidak menyenangkan, yang tidak dapat dihindari; tetaplah berkomunikasi dengan realitas tersebut, dan kelola semua risikonya menjadi seminimal mungkin.”~ Djajendra

Semakin hari semakin banyak orang-orang menjadi korban dari energi stres. Lingkungan kehidupan dan lingkungan tempat kerja dengan stres tinggi, telah menjadikan orang-orang kurang produktif untuk kehidupan yang lebih baik. Stres yang berlebihan pasti akan menurunkan kualitas hidup. Diperlukan kemampuan kecerdasan emosional dan kecerdasan spiritual, untuk mengurangi stres agar diri bisa tetap produktif di tengah lingkungan kehidupan stres tinggi.

Stres muncul karena diri tidak ikhlas dengan realitas yang sedang dihadapinya. Apalagi diri yang selalu terobsesi untuk mendapatkan semua hal dengan mudah dan tanpa perjuangan lebih. Dan diri yang seperti ini, saat krisis hadir, biasanya langsung panik dan mudah mendapatkan stres tinggi. Akibatnya, mereka menjadi korban atas realitas yang tidak dapat mereka terima dengan ikhlas dan sabar.

Semua orang harus sukses, semua orang harus dapat meraih impiannya. Janganlah menjadi penghalang atau penghambat kemajuan seseorang, jadilah pribadi yang memajukan orang-orang, walau tidak pernah kenal dengan orang-orang tersebut. Jadi, untuk Anda yang suka berkeluh-kesah dan selalu melihat segala hal dari sudut negatif, hentikan sifat dan perilaku tersebut. Sebab, sifat dan perilaku Anda itu dapat mempengaruhi orang lain, dan meningkatkan stres di dalam kehidupan mereka, sehingga akan menjadi penghalang atau penghambat kemajuan mereka.  

Ketika Anda sedang berhadapan dengan orang-orang dalam situasi stres yang tinggi, maka kuatkan mereka dengan harapan dan kisah-kisah sukses untuk pembangkit energi optimisme. Jangan tambahkan energi pesimistis ke dalam situasi stres mereka, sebab hal itu akan menjadikan mereka lebih stres lagi dari sebelumnya.

Stres adalah bukti bahwa diri belum mampu berterima kasih kepada Tuhan atas kehidupan yang sedang dijalani. Bila diri memiliki kesadaran untuk fokus pada hal-hal baik yang sedang dinikmati dari kehidupan yang indah ini, maka sudah pasti stres akan hilang dengan sendirinya. Jadi, orang-orang yang menjadi korban stres dalam berbagai krisis kehidupan adalah orang-orang yang belum mampu mengenal kebaikan Tuhan dengan sepenuh hati.

Stres tidak boleh dipelihara di dalam diri. Saat diri merasakan stres, pastikan mampu mendengarkan dan memahami sumber pengetahuan yang memampukan diri untuk bersyukur dan berterima kasih dengan realitas hidup. Siapkan mental positif dan emosi cerdas agar diri mampu mencerna semua informasi positif, sehingga dapat mengurangi dampak negatif dari stres yang sedang dialami. Bila diri tidak mampu menyiapkan mental positif dan emosi cerdas, maka diri akan sulit memahami ataupun mencerna informasi dari energi optimisme dan nilai-nilai positif penghambat stres.

Jangan menjadi korban stres. Jadilah lebih rendah hati dan masuklah ke dalam energi ikhlas, lalu yakinkan diri sendiri untuk mengembangkan persepsi yang melihat segala sesuatu dengan cinta dan keindahan. Berdoalah kepada Tuhan agar Anda diberikan kemampuan untuk melihat kehidupan dengan cinta dan rasa syukur. Bila Tuhan sudah memberkahi Anda dengan segala keindahan, ketenangan, kecerdasan, dan kemampuan untuk mencintai tanpa setitik benci atau dendam di dalam hati; maka, stres dan semua kebisingan negatif di dalam mental, akan hilang dan tergantikan oleh energi positif yang anti stres.

 Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

RASA BAHAGIA DI TEMPAT KERJA MENGHASILKAN PRESTASI YANG LUAR BIASA

DJAJENDRA2013“Ketika diri sudah menemukan kebahagiaan di tempat kerja, maka tempat kerja akan menjadi tempat berlibur yang paling indah.” ~ Djajendra

Ketika sebagian besar waktu hidup harus dihabiskan di tempat kerja, maka kemampuan untuk menciptakan rasa bahagia di tempat kerja sudah menjadi keharusan. Bila sudah tidak peduli dengan kebahagiaan di tempat kerja, maka ketidakbahagiaan akan menjadi sahabat yang mematikan potensi sukses.

Kebahagiaan sangat ditentukan oleh aliran pikiran positif di dalam emosi yang cerdas. Aliran pikiran positif itu sendiri akan menghasilkan energi optimisme. Energi optimisme suka mendorong diri sendiri untuk mengambil tantangan yang lebih besar ataupun yang lebih berisiko. Dan juga, memacu diri sendiri untuk mau bekerja lebih keras dalam segala hal agar dapat meraih segala sesuatu dengan lebih baik.

Orang-orang yang bahagia di tempat kerja selalu hidupnya penuh dengan optimisme. Mereka akan memanfaatkan jam kerja dengan antusiasme dan gairah kerja yang lebih tinggi. Mereka akan fokus pada prioritas, jadwal, dan beban kerja; lalu dengan penuh semangat, dalam rasa senang, segera menyelesaikan pekerjaan dengan lebih berkualitas.

Rasa bahagia di tempat kerja akan menjadikan setiap pekerjaan lebih menarik untuk dikerjakan. Dalam hal ini, para karyawan yang merasa bahagia selalu akan fokus untuk menghasilkan sesuatu yang lebih berkualitas. Jadi, tidak ada mental kerja yang asal-asalan, mereka akan termotivasi untuk terlibat lebih dalam agar dapat menghasilkan kinerja terbaik.

Rasa bahagia di tempat kerja akan membuat karyawan menikmati setiap proses pekerjaan dengan sepenuh hati dan totalitas. Hal ini akan meningkatkan moral kerja dan juga meningkatkan kualitas kerja karyawan, sehingga perusahaan dengan mudah dapat menjalankan strategi dan taktik untuk peningkatan kinerja yang lebih tinggi.

Bahagia adalah sebuah energi positif yang akan membuat kemajuan besar untuk segala sesuatu di tempat kerja. Kesadaran manajemen dan kepemimpinan perusahaan untuk menghadirkan energi bahagia di dalam perusahaan, akan menjadikan perusahaan selalu unggul dan sukses meraih kinerja terbaik.

Kebahagiaan adalah akar kesejahteraan. Bila seseorang sudah merasa bahagia di tempat kerja, dia secara otomatis akan merasa sejahtera di semua dimensi kehidupannya. Seseorang yang sudah sejahtera akan mengekspresikan potensi dirinya yang lebih menakjubkan, sehingga benar-benar menjadi energi pendukung yang sangat membantu pencapaian reputasi, kredibilitas, dan prestasi perusahaan.

Kebahagiaan itu terjadi saat pikiran dan emosi bertemu dalam satu frekuensi dan mengalami keharmonisan. Kondisi keharmonisan pikiran dan emosi sangat mudah terganggu oleh sabotase energi negatif. Jadi, selama emosi sudah sangat cerdas untuk tidak membiarkan aliran energi negatif masuk ke dalam pikiran, maka selama itu kebahagiaan bisa tetap terjaga.

Perusahaan wajib menyiapkan budaya perusahaan yang berkonsentrasi penuh untuk menciptakan energi bahagia. Bila perusahaan sudah sepenuh hati dan totalitas dalam mewujudkan lingkungan kerja dengan kekuatan energi positif, maka para karyawan akan berkonsentrasi penuh untuk melakukan pekerjaannya dengan baik. Sikap perusahaan yang setengah hati akan menjadikan karyawan juga bekerja dengan setengah hati. Dampaknya, energi bahagia tidak akan pernah muncul untuk merangsang atau mempengaruhi perilaku kerja karyawan.

Tata kelola yang tegas, aturan-aturan perusahaan yang pasti dan jelas, akan menjadikan lingkungan kerja lebih dipercaya. Sebab, setiap orang tahu tentang keberadaan dirinya di tempat kerja, sehingga mereka juga tahu persis apa-apa yang harus mereka lakukan, termasuk bagaimana cara melakukannya.

Bila tata kelola dan budaya perusahaan merangsang penciptaan energi bahagia di dalam perusahaan, maka setiap orang akan tenggelam dalam pekerjaan dengan sepenuh hati, dan dengan senang hati. Hal ini juga akan meningkatkan rasa tanggung jawab untuk memberikan pelayanan dan kontribusi yang lebih maksimal kepada perusahaan.

Rasa bahagia di tempat kerja akan memotivasi para karyawan untuk menikmati proses kerja, termasuk menyelesaikan pekerjaan dengan tepat waktu dan berkualitas.

Pertemuan aliran pikiran positif dan aliran emosi cerdas di dalam perilaku yang produktif, akan menghasilkan energi bahagia yang sangat meningkatkan semangat kerja. Dalam kondisi ini, apapun tantangannya, seberat apapun pekerjaan yang harus dilakukan, para karyawan dengan senang hati dan penuh motivasi akan melaksanakannya.

Ketika seseorang merasakan energi bahagia dari pekerjaannya, maka gunung pun dapat ia pindahkan, dan setiap momen di tempat kerja mampu ia manfaatkan untuk mengkontribusikan sesuatu yang lebih dari yang diharapkan darinya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMANFAATKAN KECERDASAN EMOSIONAL DALAM NEGOSIASI

035“Emosi Anda yang cerdas tidak akan pernah mengalahkan perjuangan Anda untuk mencapai kemenangan atas negosiasi yang Anda lakukan. Sebab, emosi yang cerdas mampu memasuki hati nurani orang lain, dan mempengaruhinya dengan cinta.” ~ Djajendra

Orang-orang yang emosinya cerdas mampu melunakan hati yang kaku dan keras. Apalagi dalam hal bernegosiasi, orang-orang yang emosinya cerdas pasti mampu mengarahkan hasil akhir untuk kesepakatan yang lebih harmoni.

Di dalam kecerdasan emosional ada energi strategi dan taktik yang bersatupadu untuk memandu jiwa melakukan segala sesuatu dengan terfokus, bijak, meyakinkan, serta membangkitkan kepercayaan dengan cinta dan kepedulian.

Orang-orang yang cerdas emosional pastilah selalu menjadi pemenang dalam segala hal yang terkait dengan negosiasi. Sebab, kemampuan mereka dalam mengelola emosi, membuat mereka menjadi seperti air, yang dapat mengalir kemana saja, juga dapat menyesuaikan diri di berbagai ukuran ruang dan dimensi. Jadi, daya mempengaruhi emosi orang lain oleh orang-orang yang cerdas emosi ini sangat tinggi, sehingga mereka tidak akan merusak interaksi dan komunikasi di dalam setiap usaha negosiasi.

Kecerdasan emosional akan membuat seseorang menjadi tulus dan tanpa pamrih memperjuangkan sesuatu yang baik. Dalam hal negosiasi, seseorang yang cerdas emosional dapat menghentikan energi frustasi siapapun, dan dengan tegas mampu menghentikan hal-hal yang merugikan pihak manapun. Lalu, dengan akal sehat dan logika berpikir yang adil, mampu terhubung dengan berbagai pihak yang berkonflik, kemudian cerdas membuat keputusan tanpa emosi negatif.

Kecerdasan emosional bersumber dari kesadaran diri sendiri, untuk memahami fakta-fakta yang ada di dalam kepentingan diri, serta fakta-fakta yang terdapat di dalam kepentingan diri orang lain. Bila Anda dengan penuh kesadaran di dalam integritas pribadi sudah mampu mengidentifikasi hasrat diri Anda, serta mampu mengelolanya di dalam emosi yang cerdas; termasuk, mampu menangkap hasrat orang lain, dan menyiapkan kecerdasan emosi Anda untuk berada dalam kekuatan yang mempengaruhi, serta menyiapkan taktik yang membangun kepercayaan orang-orang kepada Anda, maka Anda akan mencapai hasil terbaik dari negosiasi yang Anda lakukan.

Memanfaatkan kecerdasan emosional dalam negosiasi sangatlah membantu untuk mendapatkan hasil akhir terbaik. Jadi, kecerdasan emosional di dalam diri akan menjadi kemampuan untuk mengatasi tekanan; menjadi kemampuan untuk membangun kepercayaan, keyakinan, akal sehat, dan empati; menjadi kemampuan untuk bernegosiasi dengan akal dan sepenuh hati; menjadi kemampuan untuk menciptakan pengaruh walau tanpa jabatan dan kekuasaan; menjadi kemampuan untuk menavigasi arah negosiasi; menjadi kemampuan untuk mengambil risiko dan sekaligus mengecilkan bahaya dari risiko tersebut; menjadi kemampuan untuk lebih rinci dan menghindari kesembronoan; menjadi kemampuan yang menenangkan emosi dan pikiran di dalam ketahanan diri yang kuat dan solid.

Emosi sangatlah menular dan dengan mudah mempengaruhi orang lain. Jadi, emosi itu seperti virus yang mampu menulari orang-orang melalui pertemuan tanpa sentuhan secara fisik. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menjaga kata-kata yang diucapkan, perbuatan yang dilakukan, dan sikap yang diperlihatkan. Bila kata-kata, sikap, dan perbuatan sudah dihasilkan dari kecerdasan emosional, maka ego diri akan terkendali, dan tidak akan tampil dari respons otomatis oleh situasi, sebab-akibat, ataupun kondisi. Dan, Andapun dapat menyelesaikan negosiasi berdasarkan prinsip-prinsip yang disepakati bersama secara sadar dan adil.

Kuatkan jiwa dengan menyelaraskan fluktuasi pikiran di dalam kestabilan emosi. Untuk itu, pastikan Anda sudah terlatih untuk bersabar, ikhlas, tulus, peduli, dan bertindak dengan sepenuh hati; termasuk, menjauhkan diri dari rasa kecewa, dan selalu mencari akal untuk menyusun taktik dan strategi yang lebih efektif agar Anda menang dalam negosiasi tersebut.

Jangan pernah ngotot dalam negosiasi, kalau terpaksa mundurlah selangkah, dan persiapkan diri dengan langkah-langkah berikut yang lebih terencana untuk menang. Jadi, jangan ragu untuk memiliki keyakinan bahwa kadang-kadang kemenangan akan didapatkan kalau kita ikhlas untuk mundur beberapa langkah, dan kemudian maju kembali dengan kesiapan untuk menang.

Emosi Anda yang cerdas tidak akan pernah mengalahkan perjuangan Anda untuk mencapai kemenangan atas negosiasi yang Anda lakukan. Sebab, emosi yang cerdas mampu memasuki hati nurani orang lain, dan mempengaruhinya dengan cinta.

Menegosiasikan sesuatu bukanlah persoalan siapa yang paling pintar dan siapa yang paling banyak akal. Tetapi, merupakan sebuah interaksi hati, emosi, dan pikiran berdasarkan fakta-fakta yang ada.  Di sini, diperlukan emosi yang kuat untuk melayani segala sesuatu dengan niat untuk kebaikan yang lebih besar, serta mampu mengendalikan sabotase oleh kekuatan ego dari masing-masing pihak yang sedang bernegosiasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENCIPTAKAN REALITAS HIDUP YANG PALING PRODUKTIF DAN POSITIF

DJAJENDRA“Sebelum menerima hasil akhir yang membahagiakan dan menguntungkan; lakukan hal-hal positif di sepanjang hari; lakukan hal-hal yang membuat Anda produktif dan berguna; maka kebahagiaan dan keuntungan akan setia dengan Anda.”~ Djajendra

Hiduplah di dalam diri sendiri, dan jangan hidup di luar diri sendiri. Sebab, semua hal-hal besar tentang Anda terdapat di dalam diri Anda, dan semua hal-hal kecil sajalah yang terlihat di luar diri Anda. Jadi, jangan risaukan ataupun terlalu bergembira tentang Anda yang di masa lalu, tentang Anda di masa kini, ataupun tentang Anda di masa depan. Fokuskan waktu dan energi untuk menyempurnakan tentang Anda yang terdapat di dalam diri Anda.

Kebanyakan orang terpengaruh dengan realitas dan terpaksa mengikuti realitas, walau hatinya tidak bahagia dengan realitas tersebut. Bahkan beberapa diantaranya menyerah dan tidak sanggup berhadapan dengan realitas, sehingga terpaksa melarikan diri dari realitas tanpa pernah mendapatkan solusi.

Orang-orang yang tidak terpengaruh dengan realitas selalu mampu menciptakan realitasnya sendiri. Mereka sangat cerdas untuk fokus ke dalam diri mereka, sehingga walau dari luar terlihat situasi dan kondisi yang sama, tetapi mereka mampu hidup di realitas yang berbeda.

Ada peristiwa yang menarik. Sekarang ini, realitas mata uang rupiah sedang melemah mendekati angka Rp 12.000 per dolar Amerika Serikat. Hal ini ternyata mempengaruhi realitas hidup dari importir dan eksportir. Para eksportir yang kandungan lokalnya maksimal pastilah tertawa bahagia dengan penguatan dolar atas rupiah, sebab semakin banyak rupiah yang bakal mereka terima dari pertukaran dolar mereka. Dan sebaliknya,  para importir pasti sedang panik dan stres berat, karena membutuhkan semakin banyak rupiah untuk mendapatkan barang impornya.

Dalam peristiwa pelemahan mata uang rupiah, biasanya kepanikan para importir adalah hal yang biasa. Tetapi, ada juga importir yang santai-santai saja menyikapi realitas dolar versus rupiah pada saat ini. Ketenangan importir tersebut disebabkan oleh pilihannya yang cerdas atas kebiasaan mata uang rupiah. Sejak lama dia sudah memahami perilaku mata uang rupiah, yang hobinya suka melemah. Jadi, diapun menetapkan pilihan yang paling realistis untuk menghadapi hobinya rupiah yang suka melemah. Karena dia telah memiliki sikap yang tegas terhadap realitas rupiah, serta tidak terpengaruh ataupun terjebak dengan realitas rupiah, maka bisnisnya selalu terjaga dan tetap di jalur pertumbuhan.    

Cara menciptakan realitas hidup yang paling produktif dan positif adalah dengan peta penanda. Artinya, seseorang yang ingin menciptakan realitasnya sendiri, harus cerdas mengidentifikasi dan memetakan potensi, dari hal-hal yang tidak berada di dalam kendali dirinya. Bila sudah memahami potensi dan sudah memagari risiko, diperlukan upaya untuk memperkuat sumber daya agar dapat mengalihkan fokus dari kenyataan negatif. Dan selanjutnya, memfokuskan semua energi untuk memperkuat efek positif dari realitas yang sedang terjadi, sehingga apapun realitas di luar sana, diri tetap kuat dan unggul untuk bisa sampai pada tujuan.

Apapun realitasnya janganlah pernah meninggalkan energi optimis. Sebab, selama diri masih di dalam kekuatan optimis, seburuk apapun realitasnya, diri akan mampu melihat berbagai peluang dan kemungkinan. Walau ruang realitas sudah terisi penuh dengan ketidakpastian ataupun tanpa harapan, tetapi mata optimis pasti akan menemukan peluang-peluang yang luar biasa.

Hati-hati dengan perasaan negatif dan pesimis terhadap realitas. Sebab, pesimis dan negatif akan membutakan logika; menjadikan Anda tidak akan pernah menemukan jalan keluar; menjadikan Anda kehilangan akal sehat untuk mendapatkan pilihan terbaik; serta selalu mengarahkan Anda untuk menggambarkan realitas dengan hal-hal terburuk. Jadi, bila masih dalam pola hidup pesimis dan negatif, segeralah dihapus dari DNA Anda. Hilangkan segera semua respon-respon otomatis pesimis yang menguras energi optimis Anda. Pastikan bahwa Anda semakin optimis dan lebih bersemangat untuk menghadapi realitas yang sulit.

Setiap hari bersemangatlah untuk menciptakan realitas yang paling produktif. Sebab, segala sesuatu yang produktif akan menciptakan nilai tambah, dan akan membuat Anda mengalami pengalaman yang menyenangkan. Fokuskan perhatian untuk memperluas dan membangun wawasan agar berbagai realitas, mampu Anda sikapi dengan tenang dan cerdas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMPRODUKSI DAN MENDISTRIBUSIKAN PIKIRAN BAIK

DJAJENDRA2013“Kalau setiap hari sudah mampu memiliki kebiasaan untuk memuji, tersenyum, tenang, tulus, ikhlas, berterima kasih, bijaksana, dan bersyukur dengan yang dimiliki; maka, kebahagiaan yang akan mencari-cari Anda, dan bukan Anda yang akan mencari-cari bahagia.”~Djajendra

Jadilah pabrik pikiran baik, dan alirkan energi baik ke dalam kehidupan yang indah ini. Setiap bangun pagi ucapkan doa untuk memulai hari dengan segala kebaikan, dan untuk melayani hidup dengan segala kebaikan. Tersenyumlah dengan bahagia dan senang terhadap hari Anda, dan miliki kebijaksanaan di dalam hidup agar hari Anda dapat bergerak dengan produktif dan penuh bahagia.

Orang-orang yang paling damai hidupnya adalah mereka yang setiap detik cerdas menyatukan irama pikiran, emosi, sikap, dan tindakan dalam arah dan jalur kehidupan yang konsisten.

Bangunlah di pagi hari dengan semangat untuk mengubah diri sendiri agar dapat lebih bersyukur dan produktif melayani kehidupan. Dan, jangan pernah bangun dengan semangat untuk mengubah dunia sesuai dengan apa-apa yang Anda yakini, karena hal itu akan menjadi bencana untuk keharmonisan hidup.

Kehidupan ini adalah miliki semua yang hidup, dan semua yang hidup memiliki energinya sendiri untuk mewarnai kehidupan yang sangat berwarna. Untuk itu, ciptakan diri sendiri untuk menjadi energi baik, yang cerdas mewarnai kehidupan dengan warna-warna yang membuat kehidupan selalu bahagia.

Hiduplah dengan pikiran baik, layani hidup dengan emosi dan sikap baik. Miliki kemampuan untuk melihat sisi baik dari jiwa-jiwa yang Anda temui. Biarkan sisi tidak baik itu menjadi bagian gelap yang tak perlu Anda pahami. Sebab, sisi tidak baik di dalam sebuah jiwa memberitahukan tentang energi tidak bahagia yang dipelihara oleh jiwa tersebut.

Cintai kehidupan dengan mengkontribusikan hal-hal baik untuk kedamaian hidup setiap orang. Fokuskan semua energi kehidupan yang baik, dan layani kehidupan dengan sepenuh hati.

Jangan pernah menyimpan pikiran negatif, karena hal itu merupakan sumber penderitaan untuk diri sendiri. Jauhkan penderitaan dari diri sendiri, dengan cara tidak menyimpan pikiran dan emosi negatif di dalam diri.

Buatlah komitmen untuk kehidupan yang produktif, bahagia, sejahtera, sehat, serta selalu bergerak ke arah dan berjalan di jalur kehidupan diri sendiri. Lalu, jadikan diri sendiri sebagai pabrik pikiran baik, yang setiap hari mampu memproduksi dan mendistribusikan pikiran baik di dalam kehidupan.

Temukan posisi yang tepat di dalam lingkaran kehidupan, dan  bagikan kebaikan dengan sepenuh hati. Jauhkan diri untuk memiliki ambisi atas kebaikan yang diberikan.

Di sepanjang hidup, ego pasti akan terus berupaya untuk menemukan celah agar dapat berkuasa atas diri sejati. Jadi, jangan biarkan ego menggantikan diri sejati. Kuatkan pikiran baik dan emosi baik setiap hari, jangan pernah memahami ego ataupun menghormati kemauan ego. Sebab, musuh terbesar diri selalu bersembunyi di dalam ego diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJADI PRIBADI YANG CERDAS TAKDIR DALAM MOTIVASI HIDUP

DJAJENDRA2013“Seorang pemain poker tidak bisa mengubah kartu yang sudah dibagikan kepadanya, tetapi dia bisa menemukan cara untuk memainkan kartu-kartunya agar menang. Demikian juga dalam kehidupan, setiap orang tidak bisa mengubah kartu takdir yang sudah dibagikan Tuhan kepadanya, tetapi mereka bisa menemukan cara untuk memainkan kartu-kartu takdir itu agar meraih impian.”~Djajendra

Takdir bermakna ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; dan kehendak Tuhan. Jadi, kata takdir adalah bahasa spiritual yang harus dipahami agar diri bisa lebih ikhlas dan bersyukur terhadap segala sesuatu yang terjadi.

Orang-orang yang cerdas takdir biasanya selalu berjuang dan bekerja dengan sepenuh hati untuk meraih tujuan dan impian. Mereka akan menyusun rencana yang tepat dan berani mengambil risiko untuk meraih segala sesuatu yang diinginkan. Dan, mereka tidak akan pernah cemas ataupun takut untuk hasil akhirnya. Sebab, mereka sangat dekat dengan Tuhan, sehingga mereka tidak ingin mempertanyakan ketentuan Tuhan.   

Orang-orang yang cerdas takdir tidak akan pernah merasakan hal-hal buruk di dalam hidup, mereka akan menemukan rasa syukur dan terima kasih, untuk kemudian menciptakan sesuatu yang indah dari realitas buruk tersebut. Rasa syukur dan terima kasih selalu dijadikan sebagai harta yang paling abadi untuk memperkaya hidup mereka.

Mereka sangat cerdas menemukan cara untuk menciptakan sesuatu yang indah, walau realitas sedang menampilkan sesuatu yang menakutkan. Dan, mereka juga sangat cerdas menyusun strategi dan taktik untuk memanfaatkan takdir demi mewujudkan impian mereka.

Kenapa orang-orang cerdas takdir selalu termotivasi untuk meraih sukses?

Karena takdir adalah bahasa spiritual, dan spiritual itu sendiri berada dalam medan gaib, sehingga menjadi tidak kelihatan dan hanya dapat dirasakan oleh batin. Maka hal ini membuat sebagian dari proses perjuangan menjadi tidak kelihatan atau berada dalam rahasia Tuhan. Oleh karena itu, orang-orang yang cerdas takdir selalu percaya bahwa Tuhan sedang bekerja untuk membantu upaya mereka. Jadi, mereka akan fokus dan bekerja dengan totalitas untuk mencapai tujuan dan impian mereka. Keyakinan akan adanya energi alam semesta yang digerakan Tuhan untuk membantu mewujudkan impian mereka; telah menjadikan orang-orang yang cerdas takdir ini selalu hidup dalam semangat, gairah, motivasi, penuh perjuangan, dan selalu bersyukur dengan realitas hidup.

Sikap rendah hati dan kebiasaan untuk belajar segala sesuatu dari persepsi positif dan optimis akan menjadikan diri semakin cerdas takdir. Orang-orang yang cerdas takdir biasanya kaya dengan pengalaman hidup, dan sudah memiliki mental yang paling tangguh, sehingga mereka menjadi sangat ikhlas untuk menyerahkan hasil akhir dari kerja keras dan totalitas mereka kepada kehendak Tuhan.

Bila totalitas dan sepenuh hati dijadikan energi etos kerja, maka tidak ada kesulitan besar atau tidak ada beban kehidupan yang tak terangkatkan. Motivasi hidup yang cerdas takdir selalu akan belajar untuk melihat tantangan sebagai hal yang berharga. Jadi, mereka tidak akan tunduk atau menyerah pada tantangan, tetapi mereka akan mengubah tantangan menjadi peluang untuk meraih sukses.

Para pejuang sukses selalu fokus pada jalur tujuan. Mereka akan terus bergerak dengan penuh disiplin di jalur tujuan mereka. Mereka tidak akan memotong jalur atau menjadi ugal-ugalan di jalur tujuan mereka. Mereka selalu patuh dan taat pada etika, aturan, peraturan, dan kebijakan yang ada di jalur tujuan mereka. Mereka tidak pernah marah atau mengasihani diri sendiri atas berbagai hambatan dan risiko yang ditemui di jalur tujuan. Mereka hanya akan fokus untuk sampai secepatnya, termasuk rajin mencari taktik dan strategi yang paling tepat agar hal-hal yang diinginkan segera terjadi.

Orang-orang cerdas takdir adalah orang-orang yang menemukan kembali masa depannya dengan doa-doa kepada Tuhan. Mereka akan menjadi para pembelajar yang terus-menerus memperluas wawasan hidup. Mereka tidak akan membiarkan dirinya hidup dengan wawasan sempit. Mereka selalu membuka kembali apapun yang mencoba menutup mata dan visi mereka. Jadi, mereka selalu menjadi orang-orang rasional yang cerdas spiritual.

Orang-orang cerdas takdir selalu suka mentertawakan dirinya sendiri atas berbagai situasi yang menghambat perjalanan mereka menuju tujuan. Jadi, mereka tidak akan panik ataupun ketakutan dengan situasi penghambat, tetapi mereka akan tenang dan fokus untuk menemukan pemecahan masalah terbaik, sehingga situasi penghambat bisa disingkirkan dari jalur tujuan hidup mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

DJAJENDRA2013“Ketika budaya tempat kerja tidak cocok dengan kepribadian, maka pilihannya hanya dua, yaitu: meninggalkan tempat kerja atau mencerdaskan emosi agar dapat menerima budaya tempat kerja dengan ikhlas.”~Djajendra

Sudah bahagiakah Anda di tempat kerja?

Menjadi bahagia di tempat kerja adalah syarat utama untuk dapat meminimalkan stres dan juga untuk meningkatkan produktivitas kerja. Dan hal ini, dapat diwujudkan bila Anda mampu meningkatkan kualitas kecerdasan emosional di tempat kerja.

Intinya adalah bahwa setiap orang di tempat kerja harus lebih cerdas emosinya agar dirinya bisa lebih efektif dan efisien dalam memaksimalkan kinerja seperti yang diinginkan.

Pilihan untuk meninggalkan tempat kerja bukanlah tindakan yang bijak, sebab tempat kerja yang lain juga belum tentu bisa cocok dengan batin Anda. Jadi, pilihan yang paling baik adalah dengan mencerdaskan emosional Anda, sehingga apapun keadaan dan budaya di tempat kerja, Anda pasti mampu menyesuaikan diri, karena emosi Anda sudah cerdas untuk hal tersebut.

Budaya kerja yang peduli kepada keseimbangan emosi kerja dan emosi kehidupan, adalah budaya kerja yang mampu meminimalisir penurunan kinerja. Kepedulian dan perhatian kepemimpinan terhadap kemampuan adaptasi para karyawan dalam lingkungan kerja, serta kemampuan mereka untuk secara alami menjadikan diri mereka sebagai bagian dari budaya kerja, akan memicu bakat dan potensi mereka untuk memenuhi semua harapan dan keinginan perusahaan. Dengan demikian, para karyawan mampu mengelola karir mereka dan mencari cara untuk memajukan diri sendiri, serta menjadikan dirinya sebagai energi yang berkontribusi untuk memenuhi keinginan pencapaian kinerja yang lebih produktif.

Bila tim manajemen dan para pemimpin mengabaikan pentingnya kecerdasan emosional ataupun menganggap hal ini sebagai urusan pribadi karyawan, maka perusahaan tidak akan pernah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas untuk mencapai kinerja yang lebih produktif.  

Kepemimpinan wajib mengambil tanggung jawab penuh untuk masalah kecerdasan emosional. Sebab, keberadaan setiap karyawan bertujuan untuk melayani dan berkontribusi pada visi dan tujuan yang telah direncanakan oleh kepemimpinan. Karyawan sebagai energi peningkat kinerja dan produktivitas, haruslah disiapkan untuk selalu dalam performa terbaik, sehingga keterlibatan mereka secara total dan sepenuh hati dapat memenuhi harapan dan tujuan perusahaan.

Emosi karyawan yang cerdas akan menjadi aset yang sangat membantu perusahaan dalam peningkatan kinerja, reputasi, dan kredibilitas. Karena emosi baik yang cerdas ini adalah aset, maka secara rutin, perusahaan wajib melatih dan menginternalisasikan nilai dan pengetahuan agar karyawan menjadi lebih  memahami cara untuk mengoptimalkan kecerdasan emosional mereka.

Bila perusahaan ingin mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi; maka perusahaan haruslah merawat mereka dengan pelatihan, pencerahan, motivasi, harapan, cinta, perhatian, penghargaan, kemajuan, dan kasih sayang. Tetapi, dalam realitas, sering sekali para pemimpin menganggap sumber daya manusia yang berkualitas itu bisa dibeli, sehingga dengan gaji yang tinggi dan fasilitas yang mewah dianggap sudah dapat memiliki para profesional yang hebat.  Pemikiran seperti ini, pada akhirnya akan memberikan rasa kecewa kepada hasil akhir perusahaan.

Karyawan memiliki emosi yang selalu mudah jenuh dan bosan; karyawan juga memiliki aliran pikiran kreatif yang selalu berontak untuk keluar dari sebuah situasi yang tidak disukai; karyawan juga setiap hari tumbuh bersama kematangan jiwa spiritualnya; dan karyawan juga selalu bahagia bila dirinya dihargai dan dipercaya dengan sepenuh hati. Jadi, diperlukan budaya organisasi yang mampu menunjukkan kematangan bersama dengan semangat kebersamaan, dalam empati yang menyeimbangkan antara apa yang diperlukan oleh pekerjaan dengan apa yang diperlukan oleh jiwa manusia.

Semakin otentik perilaku positif orang-orang di dalam perusahaan, semakin cerdas emosional mereka untuk saling merangkul dan menciptakan landasan bersama agar dapat menumbuhkan inovasi dan peluang yang lebih baik.

Kecerdasan emosional karyawan akan menghargai dan mengalami pengalaman kemanusiaan untuk menjadikan dirinya lebih sadar berkontribusi dan melayani. Emosi yang cerdas akan menjadikan seseorang sadar siapa dirinya di tempat kerja; memahami apa fungsi dan perannya; mampu memanajemani diri sendiri dengan memanfaatkan waktu secara berkualitas, untuk semua aspek dan dimensi kehidupan kerja dan pribadi; mampu memotivasi diri sendiri dan menjadi mandiri di dalam semua tindakan, serta mampu bersikap proaktif; mampu menghargai perbedaan dan keanekaragaman dari pola pikir, sifat, sikap, keyakinan, kepercayaan, persepsi, dan logika berpikir; serta selalu cerdas emosi untuk mengalirkan potensi dan bakat diri ke dalam sumber daya dan budaya perusahaan.

Orang-orang yang cerdas emosi selalu menjadi lebih bertanggung jawab di tempat kerja. Dan juga, lebih berintegritas terhadap segala sesuatu tentang pekerjaannya, sehingga mereka lebih mudah menyatu ke dalam tim kerja. Dampaknya, mereka menjadi energi perusahaan yang sangat bertanggung jawab, sangat mudah menjadi solid di dalam kolaborasi dan kerja sama, dan semakin dapat dipercaya untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang penuh tantangan.

Kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan kinerja dan produktivitas individu; kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan kesadaran diri untuk memperkaya kapasitas diri dengan kompetensi dan kualitas yang tinggi; dan kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan sensitivitas keberadaan diri di dalam kebersamaan kerja.

Pada akhirnya, para karyawan yang cerdas emosional akan sadar untuk mencapai potensi penuh mereka, juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja dan produktivitas mereka. Dan, semua itu akan terjadi oleh dorongan diri sendiri, dan juga dari umpan balik yang mereka terima dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑