DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Kecerdasan Emosional (page 13 of 13)

MEMPRODUKSI DAN MENDISTRIBUSIKAN PIKIRAN BAIK

DJAJENDRA2013“Kalau setiap hari sudah mampu memiliki kebiasaan untuk memuji, tersenyum, tenang, tulus, ikhlas, berterima kasih, bijaksana, dan bersyukur dengan yang dimiliki; maka, kebahagiaan yang akan mencari-cari Anda, dan bukan Anda yang akan mencari-cari bahagia.”~Djajendra

Jadilah pabrik pikiran baik, dan alirkan energi baik ke dalam kehidupan yang indah ini. Setiap bangun pagi ucapkan doa untuk memulai hari dengan segala kebaikan, dan untuk melayani hidup dengan segala kebaikan. Tersenyumlah dengan bahagia dan senang terhadap hari Anda, dan miliki kebijaksanaan di dalam hidup agar hari Anda dapat bergerak dengan produktif dan penuh bahagia.

Orang-orang yang paling damai hidupnya adalah mereka yang setiap detik cerdas menyatukan irama pikiran, emosi, sikap, dan tindakan dalam arah dan jalur kehidupan yang konsisten.

Bangunlah di pagi hari dengan semangat untuk mengubah diri sendiri agar dapat lebih bersyukur dan produktif melayani kehidupan. Dan, jangan pernah bangun dengan semangat untuk mengubah dunia sesuai dengan apa-apa yang Anda yakini, karena hal itu akan menjadi bencana untuk keharmonisan hidup.

Kehidupan ini adalah miliki semua yang hidup, dan semua yang hidup memiliki energinya sendiri untuk mewarnai kehidupan yang sangat berwarna. Untuk itu, ciptakan diri sendiri untuk menjadi energi baik, yang cerdas mewarnai kehidupan dengan warna-warna yang membuat kehidupan selalu bahagia.

Hiduplah dengan pikiran baik, layani hidup dengan emosi dan sikap baik. Miliki kemampuan untuk melihat sisi baik dari jiwa-jiwa yang Anda temui. Biarkan sisi tidak baik itu menjadi bagian gelap yang tak perlu Anda pahami. Sebab, sisi tidak baik di dalam sebuah jiwa memberitahukan tentang energi tidak bahagia yang dipelihara oleh jiwa tersebut.

Cintai kehidupan dengan mengkontribusikan hal-hal baik untuk kedamaian hidup setiap orang. Fokuskan semua energi kehidupan yang baik, dan layani kehidupan dengan sepenuh hati.

Jangan pernah menyimpan pikiran negatif, karena hal itu merupakan sumber penderitaan untuk diri sendiri. Jauhkan penderitaan dari diri sendiri, dengan cara tidak menyimpan pikiran dan emosi negatif di dalam diri.

Buatlah komitmen untuk kehidupan yang produktif, bahagia, sejahtera, sehat, serta selalu bergerak ke arah dan berjalan di jalur kehidupan diri sendiri. Lalu, jadikan diri sendiri sebagai pabrik pikiran baik, yang setiap hari mampu memproduksi dan mendistribusikan pikiran baik di dalam kehidupan.

Temukan posisi yang tepat di dalam lingkaran kehidupan, dan  bagikan kebaikan dengan sepenuh hati. Jauhkan diri untuk memiliki ambisi atas kebaikan yang diberikan.

Di sepanjang hidup, ego pasti akan terus berupaya untuk menemukan celah agar dapat berkuasa atas diri sejati. Jadi, jangan biarkan ego menggantikan diri sejati. Kuatkan pikiran baik dan emosi baik setiap hari, jangan pernah memahami ego ataupun menghormati kemauan ego. Sebab, musuh terbesar diri selalu bersembunyi di dalam ego diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJADI PRIBADI YANG CERDAS TAKDIR DALAM MOTIVASI HIDUP

DJAJENDRA2013“Seorang pemain poker tidak bisa mengubah kartu yang sudah dibagikan kepadanya, tetapi dia bisa menemukan cara untuk memainkan kartu-kartunya agar menang. Demikian juga dalam kehidupan, setiap orang tidak bisa mengubah kartu takdir yang sudah dibagikan Tuhan kepadanya, tetapi mereka bisa menemukan cara untuk memainkan kartu-kartu takdir itu agar meraih impian.”~Djajendra

Takdir bermakna ketetapan Tuhan; ketentuan Tuhan; dan kehendak Tuhan. Jadi, kata takdir adalah bahasa spiritual yang harus dipahami agar diri bisa lebih ikhlas dan bersyukur terhadap segala sesuatu yang terjadi.

Orang-orang yang cerdas takdir biasanya selalu berjuang dan bekerja dengan sepenuh hati untuk meraih tujuan dan impian. Mereka akan menyusun rencana yang tepat dan berani mengambil risiko untuk meraih segala sesuatu yang diinginkan. Dan, mereka tidak akan pernah cemas ataupun takut untuk hasil akhirnya. Sebab, mereka sangat dekat dengan Tuhan, sehingga mereka tidak ingin mempertanyakan ketentuan Tuhan.   

Orang-orang yang cerdas takdir tidak akan pernah merasakan hal-hal buruk di dalam hidup, mereka akan menemukan rasa syukur dan terima kasih, untuk kemudian menciptakan sesuatu yang indah dari realitas buruk tersebut. Rasa syukur dan terima kasih selalu dijadikan sebagai harta yang paling abadi untuk memperkaya hidup mereka.

Mereka sangat cerdas menemukan cara untuk menciptakan sesuatu yang indah, walau realitas sedang menampilkan sesuatu yang menakutkan. Dan, mereka juga sangat cerdas menyusun strategi dan taktik untuk memanfaatkan takdir demi mewujudkan impian mereka.

Kenapa orang-orang cerdas takdir selalu termotivasi untuk meraih sukses?

Karena takdir adalah bahasa spiritual, dan spiritual itu sendiri berada dalam medan gaib, sehingga menjadi tidak kelihatan dan hanya dapat dirasakan oleh batin. Maka hal ini membuat sebagian dari proses perjuangan menjadi tidak kelihatan atau berada dalam rahasia Tuhan. Oleh karena itu, orang-orang yang cerdas takdir selalu percaya bahwa Tuhan sedang bekerja untuk membantu upaya mereka. Jadi, mereka akan fokus dan bekerja dengan totalitas untuk mencapai tujuan dan impian mereka. Keyakinan akan adanya energi alam semesta yang digerakan Tuhan untuk membantu mewujudkan impian mereka; telah menjadikan orang-orang yang cerdas takdir ini selalu hidup dalam semangat, gairah, motivasi, penuh perjuangan, dan selalu bersyukur dengan realitas hidup.

Sikap rendah hati dan kebiasaan untuk belajar segala sesuatu dari persepsi positif dan optimis akan menjadikan diri semakin cerdas takdir. Orang-orang yang cerdas takdir biasanya kaya dengan pengalaman hidup, dan sudah memiliki mental yang paling tangguh, sehingga mereka menjadi sangat ikhlas untuk menyerahkan hasil akhir dari kerja keras dan totalitas mereka kepada kehendak Tuhan.

Bila totalitas dan sepenuh hati dijadikan energi etos kerja, maka tidak ada kesulitan besar atau tidak ada beban kehidupan yang tak terangkatkan. Motivasi hidup yang cerdas takdir selalu akan belajar untuk melihat tantangan sebagai hal yang berharga. Jadi, mereka tidak akan tunduk atau menyerah pada tantangan, tetapi mereka akan mengubah tantangan menjadi peluang untuk meraih sukses.

Para pejuang sukses selalu fokus pada jalur tujuan. Mereka akan terus bergerak dengan penuh disiplin di jalur tujuan mereka. Mereka tidak akan memotong jalur atau menjadi ugal-ugalan di jalur tujuan mereka. Mereka selalu patuh dan taat pada etika, aturan, peraturan, dan kebijakan yang ada di jalur tujuan mereka. Mereka tidak pernah marah atau mengasihani diri sendiri atas berbagai hambatan dan risiko yang ditemui di jalur tujuan. Mereka hanya akan fokus untuk sampai secepatnya, termasuk rajin mencari taktik dan strategi yang paling tepat agar hal-hal yang diinginkan segera terjadi.

Orang-orang cerdas takdir adalah orang-orang yang menemukan kembali masa depannya dengan doa-doa kepada Tuhan. Mereka akan menjadi para pembelajar yang terus-menerus memperluas wawasan hidup. Mereka tidak akan membiarkan dirinya hidup dengan wawasan sempit. Mereka selalu membuka kembali apapun yang mencoba menutup mata dan visi mereka. Jadi, mereka selalu menjadi orang-orang rasional yang cerdas spiritual.

Orang-orang cerdas takdir selalu suka mentertawakan dirinya sendiri atas berbagai situasi yang menghambat perjalanan mereka menuju tujuan. Jadi, mereka tidak akan panik ataupun ketakutan dengan situasi penghambat, tetapi mereka akan tenang dan fokus untuk menemukan pemecahan masalah terbaik, sehingga situasi penghambat bisa disingkirkan dari jalur tujuan hidup mereka.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL MENINGKATKAN PRODUKTIVITAS

DJAJENDRA2013“Ketika budaya tempat kerja tidak cocok dengan kepribadian, maka pilihannya hanya dua, yaitu: meninggalkan tempat kerja atau mencerdaskan emosi agar dapat menerima budaya tempat kerja dengan ikhlas.”~Djajendra

Sudah bahagiakah Anda di tempat kerja?

Menjadi bahagia di tempat kerja adalah syarat utama untuk dapat meminimalkan stres dan juga untuk meningkatkan produktivitas kerja. Dan hal ini, dapat diwujudkan bila Anda mampu meningkatkan kualitas kecerdasan emosional di tempat kerja.

Intinya adalah bahwa setiap orang di tempat kerja harus lebih cerdas emosinya agar dirinya bisa lebih efektif dan efisien dalam memaksimalkan kinerja seperti yang diinginkan.

Pilihan untuk meninggalkan tempat kerja bukanlah tindakan yang bijak, sebab tempat kerja yang lain juga belum tentu bisa cocok dengan batin Anda. Jadi, pilihan yang paling baik adalah dengan mencerdaskan emosional Anda, sehingga apapun keadaan dan budaya di tempat kerja, Anda pasti mampu menyesuaikan diri, karena emosi Anda sudah cerdas untuk hal tersebut.

Budaya kerja yang peduli kepada keseimbangan emosi kerja dan emosi kehidupan, adalah budaya kerja yang mampu meminimalisir penurunan kinerja. Kepedulian dan perhatian kepemimpinan terhadap kemampuan adaptasi para karyawan dalam lingkungan kerja, serta kemampuan mereka untuk secara alami menjadikan diri mereka sebagai bagian dari budaya kerja, akan memicu bakat dan potensi mereka untuk memenuhi semua harapan dan keinginan perusahaan. Dengan demikian, para karyawan mampu mengelola karir mereka dan mencari cara untuk memajukan diri sendiri, serta menjadikan dirinya sebagai energi yang berkontribusi untuk memenuhi keinginan pencapaian kinerja yang lebih produktif.

Bila tim manajemen dan para pemimpin mengabaikan pentingnya kecerdasan emosional ataupun menganggap hal ini sebagai urusan pribadi karyawan, maka perusahaan tidak akan pernah memiliki sumber daya manusia yang berkualitas untuk mencapai kinerja yang lebih produktif.  

Kepemimpinan wajib mengambil tanggung jawab penuh untuk masalah kecerdasan emosional. Sebab, keberadaan setiap karyawan bertujuan untuk melayani dan berkontribusi pada visi dan tujuan yang telah direncanakan oleh kepemimpinan. Karyawan sebagai energi peningkat kinerja dan produktivitas, haruslah disiapkan untuk selalu dalam performa terbaik, sehingga keterlibatan mereka secara total dan sepenuh hati dapat memenuhi harapan dan tujuan perusahaan.

Emosi karyawan yang cerdas akan menjadi aset yang sangat membantu perusahaan dalam peningkatan kinerja, reputasi, dan kredibilitas. Karena emosi baik yang cerdas ini adalah aset, maka secara rutin, perusahaan wajib melatih dan menginternalisasikan nilai dan pengetahuan agar karyawan menjadi lebih  memahami cara untuk mengoptimalkan kecerdasan emosional mereka.

Bila perusahaan ingin mendapatkan sumber daya manusia yang berkualitas tinggi; maka perusahaan haruslah merawat mereka dengan pelatihan, pencerahan, motivasi, harapan, cinta, perhatian, penghargaan, kemajuan, dan kasih sayang. Tetapi, dalam realitas, sering sekali para pemimpin menganggap sumber daya manusia yang berkualitas itu bisa dibeli, sehingga dengan gaji yang tinggi dan fasilitas yang mewah dianggap sudah dapat memiliki para profesional yang hebat.  Pemikiran seperti ini, pada akhirnya akan memberikan rasa kecewa kepada hasil akhir perusahaan.

Karyawan memiliki emosi yang selalu mudah jenuh dan bosan; karyawan juga memiliki aliran pikiran kreatif yang selalu berontak untuk keluar dari sebuah situasi yang tidak disukai; karyawan juga setiap hari tumbuh bersama kematangan jiwa spiritualnya; dan karyawan juga selalu bahagia bila dirinya dihargai dan dipercaya dengan sepenuh hati. Jadi, diperlukan budaya organisasi yang mampu menunjukkan kematangan bersama dengan semangat kebersamaan, dalam empati yang menyeimbangkan antara apa yang diperlukan oleh pekerjaan dengan apa yang diperlukan oleh jiwa manusia.

Semakin otentik perilaku positif orang-orang di dalam perusahaan, semakin cerdas emosional mereka untuk saling merangkul dan menciptakan landasan bersama agar dapat menumbuhkan inovasi dan peluang yang lebih baik.

Kecerdasan emosional karyawan akan menghargai dan mengalami pengalaman kemanusiaan untuk menjadikan dirinya lebih sadar berkontribusi dan melayani. Emosi yang cerdas akan menjadikan seseorang sadar siapa dirinya di tempat kerja; memahami apa fungsi dan perannya; mampu memanajemani diri sendiri dengan memanfaatkan waktu secara berkualitas, untuk semua aspek dan dimensi kehidupan kerja dan pribadi; mampu memotivasi diri sendiri dan menjadi mandiri di dalam semua tindakan, serta mampu bersikap proaktif; mampu menghargai perbedaan dan keanekaragaman dari pola pikir, sifat, sikap, keyakinan, kepercayaan, persepsi, dan logika berpikir; serta selalu cerdas emosi untuk mengalirkan potensi dan bakat diri ke dalam sumber daya dan budaya perusahaan.

Orang-orang yang cerdas emosi selalu menjadi lebih bertanggung jawab di tempat kerja. Dan juga, lebih berintegritas terhadap segala sesuatu tentang pekerjaannya, sehingga mereka lebih mudah menyatu ke dalam tim kerja. Dampaknya, mereka menjadi energi perusahaan yang sangat bertanggung jawab, sangat mudah menjadi solid di dalam kolaborasi dan kerja sama, dan semakin dapat dipercaya untuk menjalankan pekerjaan-pekerjaan yang penuh tantangan.

Kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan kinerja dan produktivitas individu; kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan kesadaran diri untuk memperkaya kapasitas diri dengan kompetensi dan kualitas yang tinggi; dan kecerdasan emosional pastilah akan meningkatkan sensitivitas keberadaan diri di dalam kebersamaan kerja.

Pada akhirnya, para karyawan yang cerdas emosional akan sadar untuk mencapai potensi penuh mereka, juga memiliki kemampuan untuk memperbaiki dan meningkatkan kinerja dan produktivitas mereka. Dan, semua itu akan terjadi oleh dorongan diri sendiri, dan juga dari umpan balik yang mereka terima dengan ikhlas dan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGURANGI STRES DI TEMPAT KERJA DENGAN EMOSI CERDAS

DJAJENDRA2013“Stres bersumber dari rendahnya kecerdasan emosional. Batin dan pikiran yang tidak terawat dalam kecerdasan emosional akan dikalahkan oleh stres. Bila stres sudah menguasai pikiran dan batin, maka hasil akhirnya adalah penurunan kinerja yang merugikan diri sendiri dan perusahaan. Temukan obat penghilang stres di dalam pengetahuan kecerdasan emosional.” ~ Djajendra

Stres adalah kondisi batin yang dapat merusak etos kerja karyawan. Perusahaan harus dengan kesadaran yang tinggi terlibat dalam mengelola dan mengendalikan stres di tempat kerja. Cara perusahaan terlibat adalah dengan membangun budaya organisasi, yang peduli untuk mengendalikan aliran emosi dan energi negatif  dari para insan perusahaan, serta menjadikan budaya sebagai energi positif yang mengantar perusahaan dan para insannya untuk mencapai kinerja terbaik.

Kompetensi, keterampilan, pengetahuan, dan pengalaman seseorang sangatlah penting untuk meningkatkan kualitas kerja. Tetapi, bila semua itu diserang dengan stres, maka hilanglah kualitas yang diimpikan. Jadi, stres harus dihentikan bukan saja oleh orang yang diserang stres, tetapi juga oleh perusahaan dengan kebijakan dan pelatihan, yang sifatnya berkelanjutan, untuk membangun kesadaran terhadap diri sendiri yang lebih baik.

Stres bersumber dari rendahnya kecerdasan emosional seseorang. Penguatan emosi cerdas dari setiap individu insan perusahaan, akan menjadikan mereka unggul dan berdaya tahan tinggi. Dalam hal ini, mereka berpotensi menjadikan dirinya tidak kusut atau stres oleh berbagai perubahan yang tidak menentu di tempat kerja, ataupun di dalam kehidupan pribadi mereka.  Emosi cerdas yang baik memungkinkan seseorang tetap tenang dan bersyukur di bawah tekanan kerja yang berat, ataupun di bawah tekanan kehidupan yang penuh tantangan berat.

Kesadaran perusahaan untuk lebih memperhatikan kualitas batin dan pikiran karyawan, sangatlah menentukan keberhasilan perusahaan di dalam pencapaian kinerja yang lebih produktif. Jadi, sudah bukan zamannya lagi menyerahkan urusan peningkatan kualitas batin dan pikiran karyawan menjadi urusan pribadi mereka masing-masing. Tetapi, diperlukan campur tangan yang intensif dari perusahaan untuk mencerdaskan emosional agar kualitas batin dan pikiran dapat terbebaskan dari stres. Semakin berkualitas batin dan pikiran sumber daya manusia perusahaan, semakin mereka akan menjadi tak tertahankan untuk melayani dan mengkontribusikan kinerja terbaik.

Kecerdasan emosional akan menjadikan setiap karyawan mampu tetap tenang di bawah berbagai tekanan yang berpotensi menghadirkan stres. Untuk itu, perusahaan harus membangun budaya organisasi dengan lingkungan kerja yang lebih manusiawi, sehingga setiap insan perusahaan dapat menemukan kebahagiaan dengan pekerjaannya, walau jiwa sedang dalam kelelahan ekstrim dan merasa di luar kendali.

Bila perusahaan sudah menyiapkan lingkungan kerja seperti layaknya rumah yang mendamaikan batin dan pikiran, maka sangatlah mudah untuk membangun kesadaran setiap orang di dalam perusahaan untuk menguatkan diri dengan ilmu kecerdasan emosional, sehingga mereka dapat secara konsisten menjalankan pengetahuan kecerdasan emosional dalam upaya mengendalikan hidupnya dari bahaya stres.  

Stres yang dibiarkan atau dianggap sebagai urusan pribadi karyawan, akan mengakibatkan kelelahan yang berkepanjangan, sehingga menjadi penyebab penurunan kinerja dan prestasi. Oleh karena itu, perusahaan harus selalu tampil proaktif untuk melakukan penilaian terhadap tingkat stres karyawan, termasuk memperhatikan dan merawat suasana hati karyawan agar mereka mampu berkinerja dan berprestasi dengan lebih maksimal.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL UNTUK MENGATASI TRAUMA


DJAJENDRA PROFILE
“Ketika jiwa terluka, maka pengalaman terluka itu bisa menjadi trauma yang menyakitkan. Ketika fisik terluka, maka pengalaman terluka itu, walau secara medis sudah sembuh, tetapi secara kejiwaan masih trauma, artinya masih belum sembuh. Ketika kemanusiaan seseorang  tertindas oleh ketidakbaikan, maka pengalaman itu bisa menjadi trauma yang dirasakan seumur hidup. Trauma adalah pengalaman masa lalu yang sampai hari ini masih hidup di dalam jiwa, pikiran, dan emosi. Trauma adalah persoalan kejiwaan yang hanya bisa diobati dengan cinta, kasih sayang, dan kepedulian. “~ Djajendra

Trauma adalah sebuah peristiwa yang menyakitkan secara fisik, mental, emosional, dan kejiwaan yang membuat seseorang sulit melupakannnya, dan peristiwa yang menyakitkan itu terus-menerus dirasakan sampai hari ini.

Seorang olahragawan yang pernah mengalami cedera lutut, bila secara mental dan emosional ia tidak merasa sembuh, walau secara fisik sudah sembuh, maka dia sedang dalam kondisi trauma. Trauma adalah persoalan mental, kejiwaan dan emosional. Jadi, trauma hanya bisa diobati dengan meningkatkan keyakinan dan rasa percaya diri bahwa kejadiaan yang menyakitkan itu sudah berlalu. Dan sekarang, dirinya sudah menjadi lebih kuat lagi sehingga dirinya boleh kembali hidup tanpa rasa takut dengan peristiwa yang sudah berlalu.

Mengobati trauma memerlukan kecerdasan emosional dan kekuatan akal sehat. Emosional yang cerdas dengan akal sehat akan menjadi jalan tercepat untuk pemulihan trauma. Sebab, ketika emosional seseorang cerdas, dia akan memiliki kesadaran untuk mengelola diri sendiri agar dirinya segera terlepas dari peristiwa masa lalu yang menyakitkan. Kesadaran yang diperkuat dengan motivasi untuk lebih bersyukur dan berterima kasih dengan keadaan hari ini, akan menjadi awal yang baik untuk proses pemulihan trauma.

Kesadaran diri yang baik akan dengan cerdas memetakan dirinya, dan menjadikan konsep diri sebagai prinsip untuk memulai langkah-langkah yang praktis dalam pemulihan trauma. Jadi, orang yang sadar diri pastilah dengan mudah dapat memberikan pencerahan kepada dirinya sendiri, sehingga ia dengan mudah dapat mengatasi semua trauma, dan dengan penuh percaya diri melangkah menuju masa depan tanpa dibayangi trauma.

Kesadaran diri akan merubah trauma menjadi pengalaman berharga untuk mencegah risiko yang tidak diinginkan di masa depan. Jadi, selama diri sadar untuk bersikap dan berpikir positif pada semua peristiwa terburuk, juga mampu menjadi lebih ikhlas dan memaafkan kejadian yang menyakitkan, maka diri akan lebih mudah untuk melupakan peristiwa masa lalu yang menyakitkan itu.

Trauma tidak saja dihasilkan dari pengalaman pribadi seseorang dengan berbagai interaksi dan kejadian yang sifatnya masih di ruang pribadi. Tetapi, trauma juga sering sekali dihasilkan dari ruang publik. Sebagai contoh, trauma yang disebabkan oleh kehidupan sosial yang tidak cerdas sosial. Di dalam kehidupan sosial yang miskin empati, toleransi, kasih sayang, peduli, cinta, dan kemanusiaan; akan menghasilkan kekerasaan, pelecehan, diskriminasi, dan perilaku-perilaku buas yang tidak manusiawi. Di mana, semua realitas tersebut akan menjadi energi yang menciptakan trauma sehingga akan meninggalkan luka fisik, luka jiwa dan luka emosi yang sulit untuk dilupakan. Hal ini akan menjadi energi negatif yang merusak masa depan dan kedamaian hidup seseorang.

Sikap dan perilaku yang merasa paling benar dalam sebuah kelompok sosial, serta sikap dan perilaku yang menganggap kelompok lain lebih rendah dari kelompoknya, juga dapat menjadi pemicu peristiwa-peristiwa negatif yang menghasilkan trauma. Trauma juga bisa bersumber dari sikap superior atas kelompok lain. Bila sebuah kelompok merasa superior, maka kelompok superior ini pasti menganggap rendah kelompok-kelompok yang berbeda dengannya. Mindset yang menganggap kelompoknya yang paling benar dan paling berhak dari yang lainnya, berpotensi menghasilkan energi kehidupan sosial dalam bentuk diskriminasi, rasisme, kekerasan, dan perilaku-perilaku anti sosial lainnya.

Trauma sangatlah tidak menguntungkan siapapun. Sebab, trauma akan menghasilkan pribadi-pribadi atau kelompok-kelompok yang hidupnya tertekan dalam rasa takut yang berlebihan, sehingga mereka tidak bisa fokus secara total untuk menjadi energi produktif dan kreatif. Bila dalam sebuah komunitas masyarakat terlalu banyak orang-orang yang memiliki trauma, maka dapat dipastikan komunitas tersebut tidak akan pernah bisa tumbuh dan berkembang menuju masa depan yang lebih baik. Oleh karena itu, trauma haruslah menjadi tanggung jawab bersama untuk pemulihannya. Diperlukan penguatan rasa percaya diri, keyakinan, dan kecerdasan emosional untuk melakukan pemulihan atas trauma seseorang. Dan juga, hanya dengan cinta dan kepedulian dari hati yang ikhlas dan tulus, trauma dapat dipulihkan secara total.

Setiap keluarga, sekolah, dan lingkungan kehidupan sosial haruslah menjadi pihak-pihak yang cerdas meningkatkan rasa percaya diri anak-anak untuk meyakini bahwa kehidupan dengan cinta, kasih sayang, kepedulian, toleransi, empati, dan berpikir positif terhadap semua peristiwa, akan menjadi kekuatan untuk meningkatkan daya tahan mental dan emosional dalam menghindari trauma. Bila sejak anak-anak seseorang terbiasa hidup dalam pikiran positif, toleransi, cinta, empati, dan kepedulian, maka kalau sudah besar dia akan menjadi pribadi tangguh yang tidak mudah diserang oleh trauma atas peristiwa atau pengalaman menyakitkan apapun. Sebab, mentalnya yang selalu berpikir positif akan dengan cerdas melakukan perubahan untuk perbaikan atas semua kejadian yang berpotensi menimbulkan trauma.

Trauma bersumber dari semua hal-hal negatif.  Sikap, perilaku, kebiasaan, pola hidup yang negatif dan penuh emosional dapat menjadi jalan untuk menghasilkan trauma. Diperlukan kepribadian dan karakter yang unggul bersama integritas pribadi, serta kepribadian yang unggul dalam kecerdasan emosional agar dapat terhindar dari trauma. Trauma yang kronis dapat menghasilkan sakit mental, sakit emosional, dan sakit fisik yang dipicu oleh emosional negatif.

Trauma adalah sesuatu yang sangat berbahaya buat kemajuan dan pencapaian yang lebih tinggi. Masyarakat yang trauma pasti pola kehidupan sehari-harinya penuh dengan stres kronis dan tidak memiliki kesehatan emosional yang baik. Akibatnya, sebagian besar hidup dihabiskan untuk menghadapi kecemasan dan ketakutan, sehingga tidak memiliki waktu untuk menjadi lebih produktif dan kreatif.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTUISI ADALAH RESPON CEPAT UNTUK SEBUAH KEPUTUSAN

PELATIHAN INTUISI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BISNIS 4 JAM

“Intuisi adalah akumulasi dari pengetahuan dan pengalaman hidup yang menyatu dengan jiwa. Intuisi yang ikhlas melayani integritas pribadi akan menjadi ilmu yang siap dipanen dengan suara hati. Intuisi adalah anugerah yang bisa memberitahu atau memutuskan apa yang harus dilakukan tanpa data dan informasi yang lengkap.”~ Djajendra

Setiap hari setiap orang pastilah harus membuat atau mengambil keputusan. Ada keputusan yang dapat dibuat secara rasional dengan kalkulasi perhitungan yang lengkap, tetapi banyak juga keputusan-keputusan yang harus dibuat dengan sangat cepat. Pengambilan keputusan yang sangat cepat biasanya akan menggunakan intuisi. Intuisi itu sendiri adalah anugerah dari akumulasi pengetahuan, pengalaman, penalaran, pengamatan, dan keterampilan yang sudah membatin oleh rutinitas dan kebiasaan sehari-hari.

Orang-orang yang cerdas melatih intuisinya akan memiliki keyakinan batin atau firasat yang sangat tajam, untuk mengikuti sebuah arah atau keputusan yang dibuat tanpa pikir dan tanpa memperhitungkan dengan konsep yang terukur risikonya. Intuisi tidak dapat dilihat, tetapi dapat diekspresikan melalui keputusan-keputusan yang cepat dan berharga saat dibutuhkan.

Para pemimpin visioner adalah orang-orang besar yang berbakat dengan intuisi mereka. Hal ini terjadi karena mereka telah terbiasa dengan pola pikir dan pola rasa terhadap inti pekerjaan mereka, sehingga penalaran atau analisis secara rasional sudah terjadi setiap hari di dalam imajinasi mereka. Oleh karena itu, pada saat dibutuhkan keputusan yang sangat cepat, mereka bisa segera memberikan keputusan dari suara hati dan pikiran cepat mereka. Keajaiban mereka tidaklah berasal dari proses instan, tetapi dari proses akumulasi yang sangat lama dan panjang dari pengalaman mengamati juga berpikir, dan semua pengamatan oleh batin itu mampu menyimpan pengetahuan, yang pada saat dibutuhkan dapat diekspresikan melalui intuisi.

Keputusan dari intuisi tidaklah selalu sempurna atau berkualitas. Intuisi juga dapat menghasilkan keputusan-keputusan yang salah, sehingga bukan solusi yang didapat, tetapi masalah baru yang mungkin muncul. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk memperhatikan konteks persoalan dan jenis keputusan yang harus dibuat. Bila jenis keputusan membutuhkan perhitungan risiko yang sangat mendalam, karena memiliki dampak yang sangat luas, serta mempengaruhi banyak aspek kehidupan lainnya, maka keputusan secara intuisi tetaplah harus diuji dengan perhitungan secara rasional yang terhitung risikonya secara ilmiah.

Keputusan dengan intuisi tetaplah memiliki keterbatasan oleh ketidaklengkapan informasi dan data saat intusi membuat kesimpulan. Dan juga pengaruh dari emosi dan rasa percaya diri yang berlebihan berpotensi mengabaikan untuk mempertimbangkan berbagai potensi alternatif. Sering sekali keputusan dengan intuisi hanya didorong oleh rasa yakin dan percaya tanpa mempertimbangkan fakta, bukti, ataupun pendapat orang lain.

Jangan hentikan proses berpikir rasional walau intuisi Anda selalu memberikan keputusan dan pilihan yang paling tepat. Sebab, intuisi yang hebat tetaplah berasal dari akumulasi cara berpikir rasional yang berwawasan luas. Oleh sebab itu, setiap hari tingkatkan kualitas diri dengan menjadi pembelajar yang mau tahu banyak hal, dan terus-menerus membuka diri untuk menyerap berbagai macam pengalaman dan pengetahuan baru agar alam bawah sadar Anda kaya dengan berbagai informasi, data, pengalaman, kemampuan, dan kapasitas, yang siap digunakan dengan cepat saat Anda butuhkan.

Intuisi sangat cerdas untuk melihat pengetahuan dan pengalaman dengan jiwa dan emosi, lalu dengan secepat perasaan dapat memberikan keputusan yang dapat diterima secara rasional. Jadi, keputusan yang dihasilkan oleh intuisi bukanlah keputusan abstrak yang penuh teka-teki, tetapi keputusan yang dapat diterima secara akal sehat, dan dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

Intuisi adalah hasil dari integritas pribadi pada sebuah fokus yang didalami secara total. Jadi, intuisi akan selalu menghasilkan kebenaran yang diyakini oleh hati nurani terhadap hal-hal yang sangat ditekuni atau dipelajari secara maksimal.

Intuisi merupakan kekuatan berpikir yang paling jujur, tetapi dia hadir seolah-olah tanpa berpikir, dan seolah-olah hanya menggunakan firasat untuk memberitahu sesuatu yang sangat dibutuhkan.

Kesadaran untuk melatih intuisi dengan cara menjadi pembelajar yang terus-menerus; selalu rendah hati untuk belajar dari manapun dan tanpa menghakimi sumbernya, akan menjadikan diri Anda unik dan istimewa dengan kecerdasan naluri, yang dapat diandalkan dalam pembuatan keputusan penting dan cepat.

Intuisi adalah sahabat jiwa yang setiap hari harus dilatih bersama dialog batin untuk menjadikannya cerdas dan cepat. Jadi, saat Anda membutuhkan kontribusi atau pelayanan yang cepat dan tepat dari intuisi, maka dia akan menjadi sahabat yang paling jujur, dan cerdas memandu Anda untuk pembuatan keputusan yang benar.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGELOLA EGO DENGAN KESADARAN DIRI

DJAJENDRA 2013“Tidak banyak orang yang mampu menjinakan ego-nya. Sebab, ego secara otomatis akan berjuang untuk menjaga kepentingan diri sendiri. Ego pasti bersikap ngotot dalam menjaga kepentingannya dan semua ini berlangsung dalam alam bawah sadar. Bila ego terlalu dominan di dalam diri, maka diri akan sulit menemukan damai, bahagia, dan juga keharmonisan terhadap diri sendiri maupun terhadap kehidupan sosial. Ego tidaklah mudah untuk dikendalikan kecuali Anda menjadi sangat sadar, dan sangat tercerahkan untuk tidak memiliki kepentingan dalam hidup.” ~ Djajendra

Ego adalah pelindung diri yang otomatis. Ego selalu fokus pada kepentingan untuk mengutamakan diri sendiri, dan tidak peduli pada realitas orang lain. Akibatnya, secara sosial, ego menjadi sifat yang kurang terpuji ataupun dianggap anti sosial.

Ego yang berlebihan akan menjadikan diri sangat sulit memiliki empati. Saat ego menguasai pola pikir dan pola rasa kepribadian Anda, saat itu Anda akan menjadi pribadi yang kurang mau menerima realitas di sekitar Anda. Diri Anda akan ngotot dengan persepsinya sendiri, untuk memaksa orang lain mematuhi persepsinya. Akibatnya, orang-orang menjadi sulit berkomunikasi dengan Anda, dan Anda akan kehilangan hati untuk hidup sesuai dengan realitas dan fakta.

Mengelola ego dengan kesadaran diri adalah penting. Sebab, walaupun Anda cerdas menggunakan intelektualitas Anda untuk berbagai interaksi di dalam kehidupan Anda. Tetapi, bila semua itu berada di bawah kendali ego Anda, maka kecerdasan dan intelektualitas Anda itu tidak akan menyentuh hati kehidupan sosial.

Latihlah ego untuk selalu menilai situasi, mempertimbangkan data, dan kemudian mengambil waktu untuk merasa dengan empati. Kemampuan untuk membiasakan ego cerdas bersama intelektualitas akan mendorong ego menjadi sahabat yang membantu kehidupan sosial Anda.

Ego yang tidak dilatih untuk mematuhi kesadaran diri akan menjadi ego yang selalu ingin berjuang sendiri di bawah kekuasaan alam bawah sadar diri untuk hasil tertentu. Ego haruslah dicerdaskan dan diberikan intelektualitas, termasuk memberikan kekuatan kecerdasan emosional agar setiap upaya gigi dan perjuangan ego untuk membela diri Anda, tetap dalam kesadaran untuk membuat Anda cerdas sosial.     

Ego selalu berwujud sebagai perasaan batin.Walaupun perasaan batin tidak hanya dihuni oleh ego, sebab di situ masih ada intuisi, empati, naluri, dan lain sebagainya. Tetapi, ego sangat pintar untuk menguasai perasaan batin dan kadang juga menguasai suara hati nurani. Jadi, ego akan memiliki caranya sendiri untuk menyusup dan menguasai diri agar diri bersikap dan bertindak sesuai perintah ego.

Ketika ego belum di bawah kendali pikiran sadar Anda, maka ego akan memperkuat energinya untuk tetap berada di modus melawan pikiran sadar Anda. Walaupun logika dan akal sehat Anda menilai sesuatu dengan penuh integritas, tetapi ego akan menyusup ke dalam perasaan batin Anda, lalu memaksa Anda untuk menurutinya. Hasilnya, Anda akan bersikap di luar logika dan akal sehat integritas, sebab ego Anda akan menciptakan logika dan persepsinya sendiri sebagai akal sehat.

Ketika Anda ingin memperbaiki pola pikir dan mempersiapkan kepribadian positif, Anda harus masuk ke dalam kesadaran diri tertinggi, lalu menemukan ego di dalam dialog batin Anda. Anda harus memahami bahwa ego bertugas untuk melindungi kepentingan diri Anda. Persoalannya, ego hanya mementingkan diri Anda sendiri dan tidak memperdulikan hal-hal di luar diri Anda. Apapun akan dilakukan oleh ego untuk melindungi diri Anda, tanpa mau memahami arti kehidupan sepenuhnya. Jadi, ego ini adalah sesuatu yang baik, tetapi dia tidak memiliki ataupun mengetahui wawasan kehidupan, selain hanya bertugas menjaga diri secara sepihak.

Ego adalah penjaga diri yang paling setia, tetapi dia penjaga yang tidak memiliki penglihatan terhadap realitas di sekitar dirinya. Ego sangat fokus untuk mengurus “KEAKUAN” diri sendiri. Jadi, ego tidak bisa diharapkan untuk memberikan kontribusi atau pelayanan yang ikhlas dan tulus kepada orang lain. Sebab, ego hanya akan melakukan kebaikan, bila kebaikan itu membawa keuntungan langsung untuk dirinya.

Ego tidak akan pernah meninggalkan jiwa, raga, dan pikiran Anda. Jadi, apapun yang Anda lakukan, ego akan selalu setia mendampingi hidup Anda untuk selamanya. Ego selalu mengungkapkan jati dirinya dalam berbagai wujud, seperti: marah, frustasi, dan kesal untuk hal-hal yang merugikan diri Anda; atau sebaliknya, merasa bahagia, senang, beruntung, dan sukacita untuk hal-hal yang menguntungkan diri Anda. Ego adalah sahabat jiwa yang harus selalu dijaga dan dikendalikan dalam alam sadar Anda.

Anda tidak bisa berpura-pura sadar tanpa integritas pribadi yang konsisten untuk mengendalikan ego Anda. Sebab, ego Anda itu energi aktif, dan dia mampu masuk ke dalam realitas kepribadian Anda, kemudian secara otomatis melakukan investigasi terhadap kejujuran Anda. Bila hasil investigasi ego memperlihatkan kebohongan integritas batin Anda, maka ego akan secara otomatis mengambil kendali untuk mengontrol alam sadar Anda. Oleh karena itu, hiduplah dengan jujur, tanpa pernah membohongi diri sendiri, apalagi orang lain. Jadilah diri sendiri yang asli dengan jati diri Anda agar ego Anda dapat bersahabat dengan alam sadar Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SUASANA HATI ADALAH PRODUK DARI POLA PIKIR

PEMDA KABUPATEN BELITUNG 2013

“Pikiran positif merupakan sumber penghasil suasana hati yang baik. Semakin positif Anda melihat kehidupan, semakin bahagia suasana hati Anda.”~ Djajendra

Hidup dengan suasana hati yang damai pastilah menjadi harapan banyak orang. Hidup damai itu tidak berbiaya, cukup Anda biasakan hidup dengan pikiran positif terhadap semua hal di dalam kehidupan Anda.

Pikiran positif tidak akan dihasilkan dari pemikiran dengan kebenaran pribadi Anda sendiri. Tetapi, pemikiran Anda yang menunjukkan cinta dan toleransi kepada pemikiran kebenaran menurut orang-orang lain. Saat Anda mampu menghormati dan menghargai kebenaran orang lain, dan tetap menunjukkan keyakinan kepada kebenaran pribadi Anda, tanpa memaksa diri Anda untuk memperdebatkan kebenaran yang berbeda tersebut; maka, saat itu Anda sudah membuktikan kepada diri Anda sendiri bahwa Anda telah berpikir positif tentang realitas kehidupan.

Hindari kepribadian yang penuh keraguan akan diri sendiri; hindari kepribadian yang sering merasa dihakimi atau kehilangan keamanan. Pastikan kepribadian Anda terbentuk dari diri otentik Anda. Pastikan Anda selalu mampu memiliki emosi, perasaan, atau suasana hati yang membuat Anda selalu berpikir positif tentang kehidupan Anda dan orang lain.

Suasana hati Anda merupakan hasil umpan balik dari pola pikir Anda. Saat Anda berpikir positif dan penuh syukur tentang semua kejadian di dalam hidup Anda, maka saat itu suasana hati Anda pasti nyaman dan damai. Tetapi, saat Anda berpikir negatif dan kurang bersyukur dengan realitas hidup Anda, maka saat itu suasana hati Anda pasti tidak akan nyaman dan bahagia. Jadi, suasana hati Anda merupakan hasil dari pola pikir Anda.

Pola pikir positif akan merangsang emosi positif, dan akan menjadi kekuatan untuk kesehatan mental Anda. Sedangkan pola pikir negatif akan merangsang emosi negatif, dan akan menjadi ancaman yang menggerogoti kesehatan mental Anda. Selama Anda mampu secara konsisten menjaga dan merawat pikiran positif di semua situasi dan kondisi, maka hidup Anda pasti akan fokus pada strategi untuk kehidupan yang lebih baik, serta selalu mempersiapkan diri dengan kualitas dan kemampuan untuk bisa segera keluar dari pengaruh pikiran negatif, dan cepat menyesuaikan diri dengan kekuatan pikiran positif.

Ketika Anda tidak total dalam mengatur nilai-nilai positif di dalam diri Anda, maka nilai-nilai negatif akan mengambil alih hidup Anda. Dan, hal ini akan membuat hidup Anda akan jauh dari bahagia. Siapkan diri Anda dengan sumber kebaikan hidup, dan pastikan sumber kebaikan hidup di dalam diri Anda itu mampu menjadi sumber emosi positif untuk menciptakan kebahagiaan dan kedamaian dalam hidup Anda.

Jangan biasakan pola berpikir Anda spontan. Pastikan Anda mampu mengelola emosi positif saat pikiran Anda bergerak dalam imajinasi baik dan buruk. Saat emosi Anda positif, maka apapun hasil dari imajinasi Anda, baik atau buruk, tidak akan menjadikan Anda kehilangan suasana hati positif.

Suasana hati adalah produk pikiran. Rawatlah pikiran Anda untuk tidak berhenti atau bergegas masuk ke dalam suasana hati yang buruk. Setiap hari bimbing pikiran Anda dengan kesadaran untuk hidup damai dan bahagia.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEDAMAIAN DUNIA ADA DALAM JIWA ANDA YANG DAMAI

“Dalam jiwa yang cerdas emosi, akan tercipta perdamaian  dan harga diri, untuk membuat jiwa itu abadi dalam sumber kebaikan.” ~ Djajendra

2013-04-221

Bila Anda ingin hidup di dunia yang damai dan harmoni, maka Anda harus membuat diri Anda hidup damai dengan diri sendiri. Dan kemudian, diri Anda yang damai harus bisa menjadi cerdas sosial untuk menularkan pengaruh damai ke jiwa-jiwa yang lain.

Kedamaian tidak dihasilkan dari ego dan ambisi untuk menjadi yang terbaik, tetapi dari jiwa yang melatih emosi dan pikirannya, untuk hidup damai dan harmoni dalam segala aspek kehidupan. Nyalakan energi damai di dalam diri, dan jaga terus energi damai tersebut, agar hidup Anda selalu dalam jiwa yang damai dan bahagia.  

Hidup ini milik semua yang hidup, karena semua yang hidup memiliki emosi, cara berpikir, cara bersikap, dan cara meyakini sesuatu dengan caranya sendiri; maka, muncullah perbedaan, bila perbedaan ini tidak disikapi dengan toleransi dan sikap baik, maka semua perbedaan itu akan menjadi sumber konflik, yang menghilangkan rasa damai dalam kehidupan.

Rasa aman dan nyaman dapat menciptakan ketenangan pikiran. Ketenangan pikiran akan menjadi dasar untuk merawat rasa damai di dalam diri. Semua kekacauan di dalam diri dapat menjadi energi negatif yang berkontribusi untuk kekacauan dunia. Dan, semua kekacauan sosial dapat berkontribusi untuk menghilangkan rasa damai di dalam diri Anda.

Temukan keheningan untuk merenungkan cara mendapatkan rasa damai di dalam diri; cerdaskan emosional agar selalu dapat menjalani kehidupan dalam ketenangan pikiran; siapkan kepribadian untuk menerima realitas hidup dengan lebih ikhlas dan jujur. Dan, jadikan diri sebagai sumber penghasil energi damai buat diri sendiri, dan buat kehidupan di sekitar diri Anda. Jadilah energi baik yang mengkontribusikan semua kebaikan kepada realitas hidup Anda.

Ketika Anda sulit menjadi cerdas emosi dan cerdas sosial, maka Anda akan menjadi pribadi yang sulit menemukan rasa damai di dalam hidup Anda. Dan, seseorang yang sulit menemukan rasa damai di dalam dirinya, dia juga akan sulit menemukan rasa damai dimanapun. Akibatnya, di sepanjang hidupnya, dia akan menghabiskan sebagian besar hidupnya dengan perasaan tidak damai, serta kesehariannya akan dihabiskan untuk berkeluh-kesah tentang dunia yang tidak damai. Dampaknya, dia akan menghabiskan waktu dan potensi baik dirinya diberbagai tepian kehidupan, yang tak bermanfaat untuk dirinya dan orang lain.

Perasaan tidak damai adalah bukti bahwa diri menderita kekurangan. Rasa gelisah dan pikiran takut akan membuat pertahanan diri tergeserkan. Akibatnya, diri akan kesulitan untuk hidup dengan keyakinan damai. Kehilangan keyakinan damai di dalam diri akan membuat diri kecanduan rasa curiga. Rasa curiga yang mencandu di dalam diri akan menjadi faktor awal, yang berpotensi menciptakan banyak gangguan kepribadian, sehingga diri tidak lagi mampu untuk mengelola emosi dan pikiran untuk kehidupan damai.

Jiwa yang tidak damai adalah sumber perusak keharmonisan kehidupan sosial. Sebab, di dalam jiwa yang tidak damai, ada pabrik energi negatif yang siap diproduksi secara masal, lalu didistribusikan kepada jiwa-jiwa lain di sekitarnya.  Jiwa yang tidak damai ini berpotensi menjadi pabrik penghasil energi benci dan dendam, termasuk cerdas berbohong dan menyakiti orang lain. Dan, semua ini hanya dilakukan dengan keyakinan bahwa dunia ini bukanlah tempat yang aman dan damai.

Perasaan tidak damai merupakan bagian dari penyakit emosi. Kemauan untuk melatih emosi dan membiasakan emosi di dalam kecerdasan realitas hidup, akan membuat diri dapat menemukan ketenangan pikiran, serta dapat menciptakan respon otomatis di dalam diri, untuk pemulihan atas gangguan dari energi negatif sosial dan pribadi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJAUHKAN DIRI DARI PERASAAN TAKUT YANG BERLEBIHAN

030“Hidup adalah perjalanan dalam keikhlasan. Semakin dewasa dan tercerahkan jiwa dan pikiran dalam kekuatan positif, semakin unggul diri dalam mengendalikan perasaan takut. Siapkan diri untuk mengendalikan cemas dan khawatir atas apapun yang sedang Anda lakukan. Jadilah lebih tenang dalam keikhlasan hidup. Tidak perlu takut, karena semua yang tidak ditakdirkan untuk Anda, tidak akan menghampiri Anda. Kecuali, Anda tidak mampu mengendalikan diri dan menceburkan diri ke dalam hal-hal tidak baik.” ~ Djajendra

Perasaan takut akan membuat diri khawatir dan menjadi lebih berhati-hati. Perasaan takut bisa bersumber dari diri sendiri, orang lain, alam, keadaan, kondisi, ekonomi, keuangan, cinta, termasuk dari sikap, perilaku, serta realitas kehidupan yang membuat diri tidak merasa aman dan nyaman.

Ketika perasaan takut melumpuhkan jiwa, maka kepribadian akan menjadi sangat kritis untuk bertindak dengan akal sehat. Sikap tenang, tegar, sabar, ikhlas, menerima, dan pasrah kepada Tuhan, akan menjadi cara yang baik untuk melepaskan diri dari perasaan takut yang berlebihan.

Ketika Anda hidup dengan nilai-nilai ikhlas, syukur, cinta, serta membiarkan keinginan untuk  dikendalikan oleh kekuatan integritas pribadi dan etika, maka perilaku Anda akan mendapatkan pencerahan dari nilai-nilai kehidupan Anda tersebut, dan akan menjauhkan Anda dari perasaan takut. Semakin Anda melarutkan diri dalam ikhlas dan tegar, semakin diri Anda akan menjauh dari perasaan takut yang berlebihan.

Rasa takut dapat muncul dari pilihan yang salah. Pilihan yang diputuskan akan memantulkan realitas dari pilihan tersebut. Bila pilihan Anda selalu diperkuat dengan nilai-nilai integritas, etika, kemanusiaan, serta taat hukum, maka pilihan tersebut pasti akan menghasilkan realitas yang menyenangkan. Dan hal ini akan menjauhkan Anda dari energi takut. Tetapi, saat pilihan itu jauh dari kejujuran, integritas, etika, kemanusiaan, dan berpotensi melanggar hukum, maka realitas dari pilihan tersebut sangat memungkinkan Anda terjebak dalam rasa takut yang berlebihan di sepanjang hidup Anda. Diperlukan sikap yang berhati-hati dalam membuat pilihan. Kemampuan untuk menghitung risiko, dan kemampuan untuk menghadapi hal-hal yang tidak diinginkan, haruslah dapat dipetakan dengan baik. Semakin Anda terbiasa untuk melakukan semua tindakan dari energi jujur dan positif, semakin perasaan takut itu akan menjauh dari hidup Anda.

Rasa takut yang bersumber dari cinta yang berlebihan akan membuat akal sehat tertutup dengan ego dari cinta tersebut. Saat Anda mencintai sesuatu dengan sangat berlebihan, maka Anda akan takut kehilangan. Perasaan takut kehilangan yang berlebihan akan menghasilkan penderitaan batin. Penderitaan batin akan membuat hidup tidak damai dan bahagia. Bila hal ini terus berlanjut dalam pola hidup, maka kekuatan perasaan takut akan menguat untuk melumpuhkan batin. Dan, Anda akan hidup selamanya dengan batin yang selalu didorong untuk takut atas potensi kehilangan.

Membiarkan rasa takut menjadi kecemasan dalam pola hidup sehari-hari, akan menjadikan diri hidup dalam kekurangan batin. Kecemasan yang berlebihan akan membuat diri tersiksa secara kejiwaan dan pikiran. Dampaknya, bila hal ini berlebihan, maka stres dan depresi akan menguasai diri. Tetapi, bila kadarnya kecil dan masih bisa dikendalikan, maka dia akan menjadi energi positif untuk memicu kreativitas diri.

Perasaan takut yang berlebihan akan memperburuk kehidupan. Penerimaan terhadap realitas hidup dengan ikhlas dan syukur, serta pengendalian terhadap perasaan memiliki yang berlebihan, akan membantu diri untuk menjauh dari rasa takut yang berlebihan.  

Hidup adalah sebuah realitas untuk semua orang yang hidup. Pasti setiap orang ingin hidupnya berjalan tanpa ada rasa takut. Pasti setiap orang ingin hidupnya berjalan sesuai dengan keinginan dirinya. Pasti setiap orang terikat dalam rasa memiliki, cinta, cita-cita, harapan, menjadi lebih, dan jauh dari kegagalan. Dan, semua yang pasti tersebut ada dalam ketidakpastian. Artinya, semua yang pasti tersebut berpotensi menghadirkan perasaan takut oleh ketidakpastian tersebut.

Rasa takut pasti tidak dapat dihindari oleh siapapun. Sebab, cinta, rasa memiliki, kasih sayang, keinginan, harapan, mimpi, dan gairah untuk mencapai semua hal dalam hidup, akan menghadirkan rasa takut. Rasa takut itu hadir karena berkurangnya keyakinan atas kemampuan untuk mewujudkan semua hal tersebut.   

Menjauhkan diri dari rasa takut berlebihan adalah bijak. Semakin Anda ikhlas dalam pola hidup tahan sengatan kegagalan, kekalahan, dan kehilangan; maka, semakin Anda mampu menjauhkan diri dari perasaan takut berlebihan.

Hidup adalah perjalanan dalam keikhlasan. Semakin dewasa dan tercerahkan jiwa dan pikiran dalam kekuatan positif, semakin unggul diri dalam mengendalikan perasaan takut. Siapkan diri untuk mengendalikan cemas dan khawatir atas apapun yang sedang Anda lakukan. Jadilah lebih tenang dalam keikhlasan hidup. Tidak perlu takut, karena semua yang tidak ditakdirkan untuk Anda, tidak akan menghampiri Anda. Kecuali, Anda tidak mampu mengendalikan diri dan menceburkan diri ke dalam hal-hal tidak baik.

“Takut tidak bisa dihindari, saya harus menerima itu, tapi saya tidak bisa membiarkan hal itu untuk melumpuhkan saya.” ~ Isabel Allende

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Newer posts