MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Customer Service (page 13 of 13)

Pelayanan Pelanggan

Marketing dari Mulut ke Mulut

“ Gaya Marketing Dari Mulut Ke Mulut Yang Dilakukan Dengan Komunikasi Persuasif Akan Menjadi Magnet Besar Yang Menarik Customer Mencintai Produk Dan Jasa Anda.” – Djajendra

Salah satu strategi marketing yang paling ampuh untuk meyakinkan customer adalah gaya marketing dari mulut ke mulut, atau pun gaya marketing yang bergerilya dari satu orang ke orang yang lain, yang terus ditularkan kepada banyak orang lain tentang kehebatan dan keunggulan dari produk dan layanan yang Anda tawarkan tersebut.

Kekuatan gaya marketing dari mulut ke mulut ini terletak kepada cara persuasif yang Anda gunakan untuk meyakinkan customer. Ketika Anda mampu memberikan yang terbaik kepada satu customer, maka satu customer ini akan menjadi loyal dan menyebarkan berita bagus tentang produk dan jasa Anda kepada customer-customer lain disekitarnya.

Dalam realitas bisnis, ada begitu banyak pebisnis yang menggunakan gaya marketing lisan dari mulut ke mulut, disamping budget biaya marketingnya menjadi nol rupiah, juga gaya marketing ini akan menjadi sangat efektif untuk membangun basis customer setia. Karena sifatnya lisan, maka strategi marketing dari mulut ke mulut ini harus bisa mempengaruhi emosi dan pikiran customer. Selanjutnya, strategi marketing dari mulut ke mulut ini harus dibuat mengakar di level batin terdalam customer.

Pada umumnya, strategi marketing dari mulut ke mulut ini terjadi karena si pengusaha tidak memiliki budget atau modal untuk melakukan promosi dalam bentuk iklan di media masa. Dan, terpaksa dia hanya mampu melakukan pemasaran secara lisan sambil berharap banyak dari kebaikan orang-orang yang pernah berbisnis dengan dirinya, untuk mau secara sukarela mengabarkan berita bagus tentang bisnisnya kepada sahabat-sahabat mereka. Sebenarnya, strategi marketing lisan ini lebih mampu menyentuh hati customer dibandingkan strategi pemasaran dalam bentuk iklan dan promosi jenis lainnya. Walaupun luas pangsa pasarnya sangat terbatas, yaitu sebatas orang-orang yang mendengarkan tentang kehebatan produk dan pelayanan Anda.

Strategi marketing lisan dari mulut ke mulut ini membutuhkan fondasi yang kuat dalam bentuk kredibilitas dan kejujuran dari produk dan jasa yang ditawarkan. Strategi pemasaran lisan ini merupakan strategi pemasaran tertua yang paling ampuh untuk mempengaruhi dan membuat customer menjadi setia dengan produk dan jasa Anda. Dalam ilmu komunikasi marketing, pebisnis selalu disarankan untuk membayar sebuah media untuk mengirimkan pesan tentang kehebatan produk dan jasa, dalam bentuk iklan yang menarik kepada pelanggan. Sedangkan dalam marketing lisan, Anda harus bekerja keras membangun kredibilitas dan kejujuran yang tinggi untuk mempengaruhi customer Anda melalui cara-cara persuasif.

Strategi marketing lisan harus didukung dengan kualitas pelayanan yang hebat dalam bentuk kecepatan pelayanan dengan kualitas produk dan jasa yang unggul. Keputusan Anda untuk memberikan semua nilai-nilai terbaik dari setiap proses pemasaran akan menjadi senjata yang hebat untuk mempertahankan loyalitas pelanggan Anda kepada produk dan jasa Anda. Pastikan strategi pemasaran lisan yang Anda terapkan itu mampu membangun kesadaran dan antusias pelanggan Anda untuk merekomendasikan produk dan layanan Anda kepada orang-orang lain. Jagalah kesederhanaan, kemudahan, dan hal-hal yang menyenangkan dalam semua proses penjualan Anda. Gaya marketing lisan dari mulut ke mulut akan menjadi sangat efektif bila Anda lakoni dengan kekuatan empati, intuisi, dan sikap baik Anda.

Pelayanan Sempurna Dalam Bisnis Rumah Makan

”Jiwa Terdalam Dari Para Front Liner Bisnis Rumah Makan Haruslah Didasari Oleh Prinsip Pelayanan Yang Berkarakter Ikhlas, Tulus, Luwes, Berempati, Baik Hati, Jujur, Sopan Santun, Bekerjasama, Penuh Senyum, Serta Bermental Positif Untuk Memahami Orang Lain Dalam Setiap Proses Kerja.” – Djajendra

Bisnis rumah makan adalah bisnis yang dianggap oleh banyak orang sebagai bisnis yang paling mudah untuk dilakoni dalam situasi apa pun. Orang selalu memiliki alasan bahwa setiap orang perlu makan, jadi bisnis makanan tidak akan pernah mati. Realitas menunjukkan bahwa bisnis rumah makan adalah salah satu bisnis yang paling mudah untuk dibuka dan juga paling mudah untuk bangkrut. Sering sekali para pemula memulai bisnis rumah makan karena mereka tergiur oleh untung besar yang dijanjikan oleh bisnis ini. Selain itu, selalu saja orang beranggapan bahwa menjalankan bisnis rumah makan adalah hal yang sangat mudah untuk ditekuni. Padahal ada begitu banyak kebangkrutan dalam bisnis rumah makan, yang pada umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan manajemen pelayanan sempurna, manajemen keuangan, dan manajemen risiko. Di mana, hal ini akan mengakibatkan ketidakmampuan si pebisnis rumah makan untuk menjaga kontinuitas dari bisnis rumah makan yang dia jalankan.

Kalau Anda ingin menjalankan bisnis rumah makan, hal terpenting yang harus Anda pahami adalah pelayanan sempurna yang berbasiskan kepada kualitas, harga, dan rasa makanan yang sesuai dengan target pasar Anda. Kemudian, Anda harus mampu memfungsikan semua karyawan, tanpa terkecuali, untuk merawat dan melayani setiap pelanggan secara sempurna dalam balutan sikap baik yang profesional.

Seiring dengan perkembangan teknologi pemerosesan makanan dan teknologi pelayanan pelanggan, maka berkembang pula fungsi dari setiap karyawan untuk lebih mendukung reputasi dan kredibilitas rumah makan.

Salah satu aspek pelayanan sempurna yang harus menjadi perhatian penuh dari Anda dan karyawan adalah aspek kenyamanan, keselamatan dan keamanan dari kualitas makanan yang disajikan. Ingat, pelanggan yang mendapatkan informasi secara rinci tentang kualitas makanan yang Anda sajikan itu akan membuat si pelanggan menjadi loyal terhadap rumah makan Anda. Sikap jujur Anda terhadap gizi dan kualitas makanan, harus diikuti oleh cara pengelolaan yang sehat dan bersih. Setiap kebaikan yang Anda ciptakan buat pelanggan akan menghasilkan keuntungan berlipat buat bisnis rumah makan Anda.

Fungsi front liner rumah makan dalam pelayanan sempurna harus menjadi pelayan yang bijaksana dan baik hati, serta cerdas memainkan perannya sebagai icon rumah makan, yang selalu bersikap baik dalam ramah-tamah pelayanan kepada setiap pelanggan.

Front liner juga wajib bekerja dengan tegar dan efektif dalam setiap situasi yang berbeda, untuk mengatasi berbagai sikap dan perilaku pelanggan yang beragam dan mungkin kadang terasa aneh.

Sikap menyingkirkan ego diri untuk menjadi lebih kooperatif dengan pelanggan adalah wajib hukumnya buat para front liner.

Setiap pribadi front liner harus memiliki keyakinan dan tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan sebuah tugas pelayanan pelanggan dengan efektif, produktif, dan efisien

Kecerdasan emosional front liner untuk bisa memahami perasaan dan kebutuhan pelanggan adalah fondasi terpenting dalam memberikan pelayanan sempurna yang berkualitas.

Jiwa terdalam dari para front liner bisnis rumah makan haruslah didasari oleh prinsip pelayanan yang berkarakter ikhlas, tulus, luwes, berempati, baik hati, jujur, sopan santun, bekerjasama, penuh senyum, serta bermental positif untuk memahami orang lain dalam setiap proses kerja.

Manajemen rumah makan wajib membangun  standard pelayanan pelanggan yang sesuai dengan keunikan rumah makan tersebut.  Standard pelayanan pelanggan ini seharusnya dapat digunakan untuk mengukur kualitas dan kinerja dari para front liner dan para non front liner rumah makan. Dengan tujuan untuk memahami besarnya produktifitas yang mereka hasilkan sebagai wujud dari kontribusi mereka terhadap bisnis rumah makan. Juga, dengan adanya standard pelayanan pelanggan ini dapat menimbulkan kesadaran beretika dalam melaksanakan pelayanan sempurna, serta dapat menjadi acuan bagi rumah makan dalam melaksanakan manajemen risiko untuk menjaga keamanan, keselamatan,  kenyamanan, untuk kepentingan pelanggan dan kepentingan bisnis rumah makan itu sendiri.

Customer Service Adalah Pejuang Garis Depan Bisnis

“Menjadi Customer Service Bukanlah Pekerjaan Mudah, Dan Tidak Boleh Asal-Asalan. Diperlukan Pribadi-Pribadi Hebat Dengan Kekuatan Sikap Baik Untuk Melayani Pelanggan.” – Djajendra

Bisnis yang kuat harus didukung dengan tim customer service yang andal. Bisnis yang hebat lahir dari perusahaan yang berorientasi pada pelayanan pelanggan berkualitas. Artinya, perusahaan harus menjadikan tim customer service sebagai pejuang garis depan bisnis. Perusahaan harus membangun karakter dan mind set customer service untuk berorientasi kepada pelayanan berkualitas.

Di era yang penuh kompetisi ini, hanya ada satu jalan terbaik buat menjaga loyalitas pelanggan, yaitu perusahaan harus membangun kepribadian pelayanan pelanggan yang menyentuh emosi pelanggan. Untuk itu, peran customer service menjadi begitu penting, sebab customer service merupakan orang pertama yang menemui pelanggan, orang pertama yang menciptakan reputasi perusahaan, dan orang pertama yang mampu membujuk pelanggan untuk mencintai produk dan jasa perusahaan.

Dalam bisnis pasti akan ada berbagai macam tantangan, dan disinilah peran customer service untuk mencitrakan kehebatan bisnis perusahaan. Apa pun tantangannya, customer service harus cerdas menangani semua tantangan pelayanan dengan cara mengoptimalkan semua potensi hebat perusahaan, dan melakukan pelayanan terbaik buat pelanggan.

Sebagai pejuang garis depan bisnis, customer service harus selalu berhati-hati dalam bersikap. Bila menjadi tidak bijaksana, maka taruhannya adalah kemungkinan kredibilitas dan reputasi perusahaan bisa tercemar. Untuk menjaga hal ini, customer service harus selalu bertindak melalui kecerdasan emosional dan konsisten untuk menampilkan sikap baik kepada pelanggan.

Customer service tidak boleh mencoba-coba untuk memainkan peran antagonis dalam pelayanan, nanti pelanggan bisa menjadi tidak setia lagi kepada perusahaan.

Sebagai pejuang garis depan bisnis, customer service harus mengembangkan diri dan menyatu bersama nilai-nilai sop perusahaan, serta memiliki motivasi untuk secara konsisten memberikan pelayanan berkualitas kepada pelanggan.

Customer service wajib meningkatkan keyakinan untuk menjadi tim pelayanan yang efektif, dalam mempertahankan keberhasilan pelayanan sempurna di setiap situasi dan kondisi.


Pelayanan Pelanggan Butuh Sikap Rendah Hati

“Pelanggan Adalah Pohon Harta Yang Selalu Akan Menghasilkan Buah Kekayaan Buat Perusahaan. Perusahaan Yang Cerdas Akan Menjaga Kebahagiaan Pelanggan Dengan Pelayanan Yang Penuh Rendah Hati.” – Djajendra

Perusahaan dengan pelayanan pelanggan yang bermutu tinggi, tidak akan pernah merasa direndahkan atau pun dicemarkan nama baiknya, ketika pelanggan mengkritik pelayanan perusahaan tersebut dengan rasa tidak puas.

Perusahaan yang baik akan selalu mencari tahu kekuatan dan kelemahan dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan. Mereka tidak akan pernah menutup mata terhadap keluh kesah pelanggan, mereka akan menjawab semua keluh kesah pelanggan dengan sikap yang menghormati rasa puas pelanggan. Perusahaan juga akan menjawab semua kebutuhan pelanggan melalui cara-cara kemanusiaan yang tinggi. Termasuk, sikap yang penuh dedikasi untuk memperbaiki segala kekurangan dan kesalahan terhadap pelanggan.

Perusahaan akan memahami dan menerima semua kekuatan dan kelemahannya dalam setiap pelayanan pelanggan. Perusahaan akan bersikap rendah hati terhadap semua keluh kesah pelanggan, dan mencarikan solusi yang sempurna buat kebahagiaan hati pelanggan.

Perusahaan yang baik tidak akan menganggap bahwa mereka sudah sempurna dengan pelayanan sempurnanya, tapi dengan sikap rendah hati mereka akan mendengar suara pelanggannya untuk memperbaiki semua kekurangan dengan kualitas terbaik.

Perusahaan yang baik tidak akan memperbesar masalah kecil, tapi meredam semua masalah kecil secara bijaksana melalui kekuatan cinta dan kepedulian. Mereka tahu bahwa membiarkan masalah kecil menjadi besar, sama artinya membiarkan peluang untuk meraih reputasi dan kredibilitas menjadi hilang.

Perusahaan yang tidak mau peduli kepada kelemahan pelayanannya, secara otomatis akan menghilangkan peluangnya untuk tumbuh menjadi raksasa yang dicintai pelanggannya.

Jika perusahaan menghentikan perbaikan pelayanan kepada pelanggan, maka secara perlahan pertumbuhan perusahaan akan berhenti dan kinerja perusahaan akan turun terus.

Perusahaan yang baik akan menyambungkan hatinya secara mendalam ke hati para pelanggannya. Mereka akan menyatu dalam satu perasaan dan satu persepsi dengan para pelanggannya. Mereka akan selalu mengembangkan dirinya secara bijaksana untuk memberikan segala kebaikan kepada pelanggannya. Mereka akan selalu belajar dari keluh kesah pelanggannya untuk menciptakan hal-hal terbaik buat pelanggan.

Perusahaan yang baik tidak akan merasa sempurna dan sombong dengan pelayanan mereka, tapi selalu menunduk dengan penuh hormat untuk mendengarkan kritik dan saran dari para pelanggannya. Pelayanan rendah hati akan meningkatkan rasa hormat perusahaan kepada pelanggan. Perusahaan perlu fokus pada sisi-sisi kemanusian pelanggan dengan cara memberikan semua harapan pelanggan sesuai janji-janji perusahaan kepada pelanggan.

Pelayanan Prima Melalui Komunikasi Yang Cerdas

“Saat Anda Mampu Berkomunikasi Secara Bijak, Saat Anda Mampu Memberi Pelayanan Prima Secara Cerdik, Maka Sejak Detik Itu Anda Akan Menjadi Bintang Yang Bersinar Terang Bersama Organisasi Anda, Dan Anda Akan Menjadi Pengalaman Yang Menyenangkan Di Hati Dan Pikiran Pelanggan Anda.”-Djajendra

Ada dua hal terpenting saat Anda melayani pelanggan, yaitu komunikasi dan pelayanan prima.  Komunikasi yang bijak adalah seperti darah bagi sistem pelayanan organisasi, sedangkan pelayanan prima yang berkualitas adalah seperti zat-zat terpenting untuk kesehatan sistem organisasi. Jadi, jika tidak ada komunikasi maka tidak ada pelayanan prima, dan jika tidak ada pelayanan prima maka bisnis dan organisasi akan terseok-seok dalam ketidakpastian.

Pelayanan prima adalah hubungan berkualitas dalam bisnis , dan komunikasi menjadi sangat penting dalam membuat hubungan bisnis menjadi lebih sempurna.

Komunikasi dalam sikap profesionalisme akan mendorong setiap pribadi untuk proaktif melakukan pelayanan prima yang berkualitas terbaik.

Sebuah hubungan bisnis yang kuat harus mau memahami dua persepsi secara bijak, yaitu persepsi perusahaan dan persepsi konsumen. Perusahaan dengan tanggung jawab total dalam pelayanan berkualitas prima, akan selalu melibatkan konsumen untuk meraih sukses tanpa batas. Sedangkan perusahaan tanpa visi pelayanan yang jelas, akan bingung memahami kedua persepsi tersebut secara bijak, sehingga tanggung jawabnya untuk pelayanan berkualitas prima menjadi kabur dan tidak fokus.

Anda yang mewakili perusahaan haruslah selalu bijak untuk bersikap baik kepada semua pelanggan. Anda harus mau dan mampu berkomunikasi dengan kekuatan total dari sikap baik Anda. Tanpa pelanggan, Anda adalah pengangguran, tanpa pelanggan Anda sulit untuk menjalankan bisnis dengan wajar, tanpa pelanggan Anda tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup perusahaan Anda. Jadi, berkomunikasilah dengan sikap baik kepada setiap pelanggan; dengar suara keluh kesah pelanggan, dan berikan solusi terbaik; jelaskan semua pelayanan Anda untuk memudahkan pelanggan menerimanya; berbicaralah secara persuasif untuk membantu semua kebutuhan pelanggan, tanpa menyakiti perasaan mereka; pastikan Anda adalah pribadi berintegritas yang baik hati, serta santun dalam bertutur kata.

Bangunlah fondasi kokoh bersama tiang-tiang pelayanan yang kuat dan tangguh. Pastikan Anda memiliki hubungan komunikasi yang akrab dalam bingkai kekuatan sikap baik, agar para pelanggan menyukai pelayanan prima Anda.

Pelanggan adalah bagian utama dari kisah perjalanan sukses Anda.  Pastikan untuk selalu meningkatkan kemampuan komunikasi dengan pelanggan.

Kemampuan komunikasi yang baik adalah sikap mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, presentasi, meminta maaf atas kesalahan, memberi penjelasan atas kekurangan, dan menanggapi semua komplain secara bijak yang pro pelanggan.

Artikel ini karya djajendra

Memahami Bahasa Pelanggan

”Seorang Penjual Yang Cerdas Selalu Berupaya Untuk Bisa Memahami Bahasa Pelanggan, Agar Dia Bisa Memberikan Pelayanan Berkualitas Buat Pelanggan.” – Djajendra

Jika saja seorang penjual cerdas memahami bahasa pelanggan, maka dia tidak akan pernah kesulitan meyakinkan pelanggan, untuk setia dengan produk dan jasa yang ia tawarkan.

Bahasa pelanggan adalah bahasa keinginan dan kebutuhan pelanggan atas sebuah produk atau pun jasa.

Pelanggan pasti menderita jika semua janji-janji dan komitmen penjual hanya sebatas kebohongan. Dan, tak akan ada pelanggan yang merasakan kepuasan dan kenyamanan saat kebutuhan dan keinginan mereka dibohongi oleh penjual.

Seorang penjual yang berintegritas pasti berupaya untuk bisa memahami bahasa pelanggan, agar dia bisa memberikan yang terbaik buat pelanggannya. Buat dirinya sangatlah mudah untuk mempelajari bahasa perusahaan daripada bahasa pelanggan, tapi dia tahu bahwa bila dia ingin berprestasi tinggi, maka dia wajib memahami bahasa pelanggan.

Seorang penjual terbaik pasti peduli dengan harapan pelanggan. Kalaupun dia sulit memahami bahasa pelanggan, dia akan selalu berpikir dengan kreatif untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik. Dia akan fokus untuk merawat dan menjaga reputasinya sebagai penjual terbaik.

Penjual terbaik tidak  akan mengejar target maksimal dengan mengabaikan bahasa pelanggan. Sebab, dia tahu bahwa untuk mendapatkan keuntungan maksimal secara terus-menerus, penjual wajib membangun loyalitas pelanggan kepada perusahaan, produk, dan jasa yang ditawarkan. Dan loyalitas pelanggan ini hanya bisa dibangun, saat perusahaan dan penjual memiliki empati dan integritas untuk memahami bahasa pelanggan.

Bahasa pelanggan ini hanya bisa dipahami dengan cara melakukan riset dan pengembangan, untuk memahami setiap titik perubahan perilaku pelanggan.

Perusahaan dan penjual tidak boleh berpikir bahwa relasi dengan pelanggan adalah sebagai rutinitas dan kewajiban. Tetapi, mampu melihat relasi dengan pelanggan sebagai kreativitas tanpa batas, yang selalu harus diperbaruhi dengan hal-hal hebat. Termasuk, melalui inovasi terbaru yang membuat pelanggan semakin loyal kepada perusahaan, produk, jasa, dan pelayanan.

Kreativitas tanpa batas ini harus bisa memuaskan selera pelanggan. Dan semunya harus disosialisasikan sedemikian rupa dalam beragam pendekatan, untuk menanamkan kebenaran dan kejujuran tentang brand image perusahaan dibenak pelanggan.

Nilai – nilai yang terkandung dalam bahasa pelanggan adalah nilai – nilai yang memudahkan, memuaskan, memanjakan, dan menyenangkan perasaan dan pikiran pelanggan. Artinya, perusahaan dan penjual harus berkomitmen untuk bersikap konsisten dalam mendistribusikan segala kebaikan dan segala kemanfaatan buat para pelanggan.

Artikel ini karya Djajendra

12 Cara Untuk Memenangkan Hati Pelanggan

”Perusahaan Pemenang Adalah Yang Melayani Pelanggannya Dengan Hati Dan Dedikasi Yang Besar, Untuk Kemudian Menguasai Pasar Dengan Cara Memenangkan Hati Pelanggan.” – Djajendra

Pelayanan pelanggan yang cemerlang sangat tergantung kepada banyak faktor yang menyatukan hati pelanggan dengan hati pelayan pelanggan. Jika perusahaan sebagai pelayan pelanggan mampu memahami hati, pikiran dan emosi pelanggan secara sempurna, maka perusahaan pasti akan berhasil memenangkan kompetisi bisnisnya dengan mudah.

Ingat, perusahaan pemenang adalah yang melayani pelanggannya dengan hati dan dedikasi yang besar, untuk kemudian menguasai pasar dengan cara memenangkan hati pelanggan.

Berikut ini 12 cara untuk memenangkan hati pelanggan Anda.

1. Etika dan moralitas. Pimpinan dan karyawan di perusahaan wajib memiliki komitmen yang konsisten, untuk bersikap loyal kepada pelanggan melalui etika dan moralitas pelayanan.

2. Pikiran dan emosi. Pimpian dan karyawan wajib menunjukkan sikap baik terhadap setiap pikiran dan emosi pelanggan. Lalu, mampu manfaatkan pikiran dan emosi pelanggan tersebut, sebagai solusi untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.

3. Kekuatan dan kelemahan. Pimpinan dan karyawan wajib menguasai setiap kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pelanggan. Lalu, secara profesional memfokuskan diri untuk memperkuat setiap kekuatannya menjadi sebuah ciri pelayanan yang hebat, dan mempelajari setiap kelemahan yang ada untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

4. Kepemimpinan yang melayani. Pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin di semua level perusahaan. Di mana, keteladanan ini harus diperlihatkan dalam wujud karakter dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan.

5. Gaya dan disiplin pelayanan. Pimpinan dan karyawan harus fokus kepada gaya dan disiplin pelayanan yang sesuai dengan pikiran, kebutuhan, dan emosi pelanggan. Jadi, sebelum menyusun strategi penjualan, perusahaan harus memiliki gaya dan disiplin pelayanan yang terfokus kepada emosi, pikiran, dan kebutuhan pelanggan.

6. Menjual secara terhormat. Perusahaan terbaik akan memenangkan hati pelanggannya secara utuh. Hal ini bisa terjadi, bila perusahaan bertindak jujur, terbuka, adil, bertanggung jawab, dan penuh empati dalam memberikan kualitas produk terbaik, harga terbaik, dan kualitas pelayanan tercemerlang kepada pelanggan.

7. Tidak melawan keinginan pelanggan.  Pelanggan adalah penghasil nilai tambah bisnis, dan bisnis yang ditinggalkan pelanggannya akan menjadi lemah dan mati.  Untuk itu, arahkan semua energi perusahaan untuk fokus pada keinginan pelanggan. Lalu, maksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengalirkan semua kebutuhan, manfaat, dan kebaikan kepada mind set pelanggan.

8. Gunakan pengetahuan dan keterampilan. Pimpinan dan karyawan wajib menggunakan pengetahuan dan keterampilannya, untuk memahami isi hati dan isi pikiran pelanggan. Jadi, saat beradapan dengan pelanggan, pemimpin dan karyawan sudah mengenali watak pelanggan dengan cerdas. Lalu, tinggal menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang jitu untuk menaklukkan watak si pelanggan dengan sikap baik.

9. Pelayanan yang cepat dan tepat waktu. Pimpinan dan karyawan wajib bertindak untuk memberikan pelayanan sempurna yang cepat dan tepat waktu. Cepat bukan berarti melayani pelanggan secara tergesa-gesa, tapi memberikan kualitas pelayanan tercemerlang dengan cara-cara profesional yang bijaksana.

10. Membujuk pelanggan dengan konsep yang hebat. Perusahaan harus memulai setiap proses pelayanan pelanggannya dengan konsep yang sederhana, jelas, dan pro pada kenyamanan dan kebahagiaan pelanggan. Konsep pelayanan tidak hanya sekedar bersifat membangun relasi yang hebat, tapi juga harus bersifat kolaborasi yang hebat dengan pelanggan.

11. Energi positif dalam karakter. Pimpinan dan karyawan wajib mengisi energi positif ke dalam karakter dan sikap masing-masing. Di mana, energi positif ini harus mengembangkan emosi batin menjadi lebih cerdas dan lebih baik, mengembangkan pikiran menjadi lebih kreatif dan lebih positif, dan membangun tubuh menjadi lebih sehat dan lebih berdaya tahan dalam melayani setiap kebutuhan pelanggan.

12. Totalitas bahasa tubuh.  Pemimpin dan karyawan wajib melatih bahasa tubuhnya, untuk bisa menggambarkan ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan segala kebaikan kepada pelanggan.

Totalitas bahasa tubuh harus bisa memberikan gambaran kebaikan kepada pelanggannya. Hanya para pelayan pelanggan berkarakter positif yang bisa merebut hati para pelanggannya.

Tulisan ini merupakan karya Djajendra

Newer posts

© 2018 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑