MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Social Intelligence (page 13 of 14)

Kecerdasan Sosial

PENGAMPUNAN AKAN MEMBUAT ANDA LEBIH SEHAT

“Pengampunan Adalah Obat Dari Dalam Diri Yang Mampu Membuat Diri Mendapatkan Kesehatan Hidup Secara Alamia.” ~ Djajendra

Saat Anda mampu merawat diri dalam kedamaian dan kebahagiaan hidup secara konsisten dan berkelanjutan, Anda akan sangat mudah membuat diri Anda hidup dalam kesehatan tubuh dan mental. Dan salah satu cara untuk membuat diri hidup dalam kedamaian dan kebahagiaan adalah menjadi pribadi yang ikhlas mengampuni kesalahan diri sendiri dan orang lain, lalu ikhlas melakukan perubahan untuk menjadi pribadi positif yang selalu menekankan pola kehidupan yang seimbang.

Pengampunan adalah obat dari dalam diri yang mampu membuat diri mendapatkan kesehatan hidup secara alamia. Gaya hidup yang suka memaafkan dan suka mencintai, akan menjadi energi yang membuat tubuh dan jiwa merasakan kekuatan untuk hidup dalam kesehatan abadi.

Kehidupan yang penuh benci dan dendam hanya akan membuat hidup Anda tidak hidup untuk kedamaian dan kebahagiaan. Bila hidup Anda sehari-hari sudah jauh dari kedamaian dan kebahagiaan, Anda pasti akan dekat dengan pikiran dan perasaan negatif, serta selalu akan melihat sisi kekurangan dan ketidaksempurnaan dalam hidup. Akibatnya, semua pengalaman hidup Anda akan mengarahkan Anda untuk sakit hati, dan tidak pernah sadar untuk melihat kebaikan yang begitu banyak di sekitar Anda. Dampaknya, jiwa dan raga Anda juga akan menjauh dari kesehatan abadi.

Anda memiliki hak untuk kehidupan yang lebih baik. Syaratnya, Anda harus melepaskan semua masa lalu yang tidak memuaskan batin Anda, Anda harus hidup dengan menghapus benci dan dendam kepada siapa pun dan apa pun, Anda hanya berhak untuk memiliki cinta dan pengampunan terhadap apa pun dan siapa pun. Sebab, hanya cinta dan pengampunan yang tulus dan ikhlas dari hati nurani yang paling bersih, akan menghasilkan kesehatan jiwa dan raga dari kekuatan diri sendiri, sehingga Anda akan lebih mampu untuk menikmati hidup Anda, lebih lama, bersama kesehatan, kedamaian, dan kebahagiaan yang tak tertandingi di setiap hari.

Kekuatan baik dari batin terdalam, dari hati nurani yang penuh cinta dan pengampunan, terhadap apa pun dan siapa pun, akan menjadi kekuatan yang menentukan diri Anda di dunia luar Anda. Anda adalah apa yang Anda pikirkan, rasakan, persepsikan, impikan, dan visikan. Anda dapat menentukan bagaimana hidup Anda menempatkan diri Anda di dalam kehidupan sosial Anda yang penuh cinta, damai, sejahtera, dalam keharmonisan, walaupun berbedah persepsi dan keyakinan hidup.

Jika Anda pernah merasa seperti korban keadaan, Anda harus segera menemukan cara untuk mengubah persepsi Anda, sehingga Anda dapat membangun harga diri melalui cinta dan pengampunan dari jiwa besar Anda, yang ikhlas dan tulus untuk memaafkan segala sesuatu demi kesehatan dan kebahagiaan diri Anda.

Mengontrol penafsiran atas persepsi diri sendiri terhadap semua kejadian di luar diri, yang bertentangan dengan logika berpikir dan nilai-nilai keyakinan diri Anda, akan menjadi hal yang sangat menentukan proses penciptaan rasa damai dan bahagia di dalam batin Anda. Bila Anda lebih suka hidup dalam persepsi, logika berpikir, dan keyakinan demi membangun harga diri Anda dengan tidak berempati pada harga diri orang lain, yang berbeda dengan Anda, maka Anda tetap akan terkurung dalam mind set yang akan menjauhkan Anda dari pengampunan dan cinta di setiap aspek kehidupan Anda.

Setiap hari miliki waktu untuk latihan menghilangkan emosi negatif seputar peristiwa masa lalu dengan siapa pun dan apa pun. Tingkatkan kualitas harga diri dan kesejahteraan hidup Anda dengan energi cinta dan pengampunan. Anda pasti dapat menemukan dan memiliki kekuatan dari batin Anda, untuk hidup dalam kesehatan dan kesuksesan kehidupan pribadi Anda, hubungan Anda, ataupun karir Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHORMATI BUDAYA LOKAL

“Ketika Budaya Lokal Menghargai Gaya Kepemimpinan Top-Down, Maka Sesuaikan Perilaku Kerja Yang Dapat Memberikan Arahan Yang Jelas. Jangan Lagi Berteriak Pada Karyawan Untuk Menjalankan Tugas Mereka Tanpa Arahan Yang Jelas.” ~ Djajendra

Ketika seseorang memutuskan bekerja secara global, maka dia harus menghormati dan memahami norma-norma budaya di tempat dia bekerja. Globalisasi telah menjadi alasan untuk semakin banyak pekerja dari mancanegara bekerja di perusahaan-perusahaan di Indonesia.

Globalisai di dunia pekerjaan harus menjadi alat untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi pekerja lokal, tanpa merusak norma-norma dan nilai-nilai kehidupan pekerja lokal. Karena, bila norma dan nilai pekerja lokal terinjak atau direndahkan, maka konflik secara terus-menerus akan merusak hubungan antara pekerja global dan pekerja lokal.

Walaupun perusahaan sudah beroperasional dengan standar manajemen internasional, tapi bekerja di sebuah budaya asing haruslah tidak hanya mengandalkan standar operasional dan manajemen yang dianggap sudah berstandar global. Seorang pekerja global harus memodifikasi perilaku agar sesuai dengan norma-norma budaya lokal. Dimanapun tanah yang kita injak, kita harus dapat menghormati dan menyesuaikan perilaku terhadap kearifan dan norma-norma kehidupan yang berlaku secara lokal.

Perilaku etis terhadap norma-norma budaya lokal akan menjadi kekuatan yang membuat pekerja global dan pekerja lokal, dapat bersatupadu untuk berprestasi menghasilkan kinerja terbaik. Para pekerja global harus selalu dapat menunjukkan nilai-nilai dan etika dalam gaya interaksi dan tindakan yang mengharmoniskan kehidupan perilaku kerja lokal. Kemampuan untuk bekerja dan berkontribusi dengan memperhatikan etika dan nilai-nilai kehidupan lokal yang dominan, dapat menjadi jembatan untuk menghasilkan kinerja dan prestasi terbaik.

Bila seorang pekerja global gagal mengidentifikasi nilai-nilai perilaku kerja lokal, maka ketidakpercayaan dapat membuat dirinya sulit untuk berbagi nilai-nilai kerja terbaik, dalam upaya untuk menghasilkan kinerja terbaik. Pekerja global terbaik pasti dapat menunjukkan perilaku etis yang kuat, untuk mempengaruhi tindakan orang lain melalui tata kelola organisasi yang berkualitas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERSAINGAN USAHA DENGAN TETANGGA

Pertanyaan

Menjalankan usaha warung dan rental playstesen di rumah, dan bersaing dengan tetangga. Bagaimana menyikapi kecemburuan persamaan usaha?

Djajendra Menjawab

Tetangga biasanya merupakan orang-orang terdekat dalam pergaulan sosial di lingkungan tempat tinggal.  Oleh karena itu, sangat diperlukan empati dan kesadaran untuk berperilaku agar kecemburan yang ada tidak menyebabkan konflik dengan tetangga. Jalankan usaha Anda sehari-hari dengan gairah, keyakinan, keberanian, kemauan yang tinggi. Tapi, tetaplah bersikap rendah hati dan selalu tersenyum baik kepada tetangga, walaupun mereka merasa cemburu dengan bisnis Anda.

Jangan pernah mempengaruhi pelanggan untuk tidak menggunakan produk atau jasa yang direntalkan oleh tetangga. Berkompetisilah secara beretika dalam jiwa besar untuk berbagi rejeki dengan orang-orang lain. Jangan menginginkan semua pelanggan untuk bisnis Anda sendiri. Tapi, lakukan pelayanan terbaik dengan mutu prima, dan selanjutnya, biarkan pelanggan sendiri yang memutuskan mau rental di tempat Anda atau di tempat tetangga Anda. Berbisnislah dengan hati dan logika untuk melayani orang lain dengan kualitas dan kepedulian yang tinggi.

Jadilah pebisnis yang berwawasan luas untuk menghasilkan pendapatan yang lebih tinggi. Untuk itu, sediakan waktu untuk melakukan penelitian pasar dan umpan balik dari para pelanggan tentang potensi lain yang bisa disinergikan atau dikolaborasikan dengan tetangga yang usahanya sama dengan Anda saat ini. Bila Anda mampu, maka tetangga-tetangga yang sekarang merasa tersaingi dan merasa cemburu oleh bisnis rental Anda, akan menjadikan Anda pemimpin informal dari bisnis dan kehidupan sehari-hari mereka. Oleh karena itu, pastikan Anda mampu menjadi pemimpin masa depan dengan ide-ide yang menguntungkan buat orang-orang di sekeliling Anda.

DJAJENDRA

BERIKAN PERSETUJUAN KEPADA DIRI UNTUK MENJADI DIRI SENDIRI

Apakah Anda selalu ingin terlihat sempurna untuk mendapatkan pujian dan apresiasi dari orang lain, apalagi saat harus berjumpa dengan teman-teman pergaulan Anda? Apakah Anda mengikhlaskan diri Anda untuk hidup bersosialisasi menurut persepsi orang lain?

Seorang teman mengatakan bahwa dia selalu berharap mendapatkan pujian dan perhatian dari lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, setiap keluar rumah dia mempersiapkan penampilan dirinya dengan niat untuk mendapatkan apresiasi dan pujian.

Setiap orang pasti sangat senang menerima pujian dari orang lain, karena pujian adalah penghargaan spontan yang diberikan oleh seseorang kepada orang lain. Saat seseorang sedang mencari pujian dari orang lain, dia sesungguhnya sedang mencari persetujuan atas perilaku hidupnya yang terlihat oleh orang lain.

Ketika seseorang membiarkan perilaku dirinya dalam irama, persepsi, dan logika berpikir orang lain; maka orang itu akan sulit berkembang melampaui kekhawatiran dari apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya.

Seseorang akan sangat merasa bahagia bersama hidupnya, dan mampu menghapus semua kekhawatiran dalam hidupnya, saat dirinya fokus pada apa yang membuat dirinya merasa sangat luar biasa, dan tidak lagi membiarkan perilaku hidupnya dalam kendali persepsi orang lain.

Dalam kehidupan sosial, seseorang tidak mungkin benar-benar harus berhenti memikirkan apa yang orang lain pikirkan tentang dirinya. Tapi, dia juga tidak boleh membiarkan dirinya seratus persen hidup dalam persepsi dan logika berpikir dari lingkungan sosialnya.

Dia harus menghormati kebutuhan dirinya sendiri melalui nilai-nilai kehidupan yang membuat penampilan dan persepsi diri autentiknya dihadapan publik. Artinya, dirinya tidak memainkan peran pura-pura untuk tujuan mendapatkan pujian dari orang lain. Tapi, mampu memberikan persetujuan kepada diri sendiri untuk menjadi diri sendiri yang autentik dalam pergaulan sosial.

Setiap orang dalam pergaulan sosial seharusnya melakukan apa yang dianggap benar untuk hidupnya, dan tidak mengorbankan nilai-nilai pribadi, persepsi, dan logika berpikir dirinya, hanya untuk mendapatkan apresiasi dan pujian dari orang lain. Jadilah diri sendiri yang berkarakter kuat dan positif, untuk menampilkan penampilan diri, sesuai seperti diri yang ingin Anda lihat sendiri.

DJAJENDRA

SETIAP ORANG INGIN DIDENGARKAN

“Ketika Anda Tidak Mampu Memahami Atau Mendengarkan Orang Lain, Maka Upaya Terbaik Yang Dapat Anda Lakukan Adalah Dengan Menyatukan Hati Dan Pikiran Anda Dengan Hati Dan Pikiran Orang Lain.” – Djajendra

Perbedaan pengalaman hidup, keyakinan, nilai, logika berpikir, persepsi, kepentingan, tujuan, dan niat yang berbeda telah menyebabkan emosi empati sulit berkembang untuk dapat memahami atau mendengarkan satu sama lain.

Dalam realitas pergaulan sehari-hari, baik di tempat kerja maupun di rumah, setiap individu selalu ingin dirinya didengarkan, dan kebutuhannya dalam interaksi diperhatikan.

Kebutuhan terhadap emosi dan energi empati di dalam pergaulan sehari-hari, untuk membuat diri setiap orang saling terhubung secara positif, merupakan hal yang tidak dapat atau tidak boleh dihindari. Oleh karena itu, diperlukan niat dan tekad untuk membuat diri semakin terkoneksi secara emosional dan saling memahami satu sama lain.

Jangan pernah membiarkan setiap dari kita untuk selalu memiliki perbedaan secara terus-menerus. Sebab, perbedaan secara terus-menerus akan menyebabkan kesalahpahaman dalam setiap sudut pandang kehidupan; akan selalu menyuburkan perasaan berbeda di antara masing-masing hati; selalu akan mengarahkan pikiran dan perasaan untuk menciptakan konflik dalam setiap interaksi; selalu akan menghasilkan nilai moral kehidupan yang bertotal belakang; serta perasaan yang tidak pernah menyatu untuk dapat berempati satu sama lain.

Di tempat kerja, ketika Anda  benar-benar tulus mendengarkan orang lain dengan menggunakan kekuatan empati, untuk memahami apa yang mereka inginkan dan harapkan dari Anda, maka Anda akan dengan sangat mudah dapat membantu mereka menjadi lebih produktif dan lebih berkinerja.

Bila Anda terbiasa menggunakan kekuatan empati untuk memahami mengapa seseorang berperilaku tidak disiplin atau bertindak diluar kewajaran, maka Anda mungkin bisa belajar sesuatu dari perilaku tersebut untuk kemudian memperbaiki perilaku negatif dari orang tersebut.

Empati memungkinkan seseorang menjadi lebih disiplin, lebih mudah menerima tanggung jawab, dan lebih memahami atas konsekuensi perilaku. Sebab, empati membuat orang merasa dihargai, didengar, dan dihormati.

Dari pengalaman saya sebagai konsultan di banyak perusahaan dan organisasi, saya menemukan bahwa empati selalu menjadi missing link dalam komunikasi dan kolaborasi di tempat kerja. Kenapa? Karena semua orang diajari dan dilatih untuk tumbuh melalui kompetisi untuk menjadi yang terbaik, bukan untuk saling membantu dan saling memahami satu sama lain dalam kolaborasi kerja. Padahal, perusahaan dan organisasi itu hanya akan tumbuh menjadi lebih kuat dan berkinerja, saat setiap kekuatan sumber daya manusianya mau saling berkomunikasi, berkolaborasi, bersinergi, dan saling menyatukan sumber daya untuk menghasilkan prestasi dan kinerja terbaik.

Empati adalah sebuah pilihan yang paling unggul untuk membuat bakat dan potensi dari setiap keunggulan sumber daya manusia terhubung secara emosional. Lalu, membuat semua bakat dan potensi itu saling memperkuat melalui kolaborasi yang sempurna untuk dapat menghasilkan karya dan kinerja terbaik.

Di tempat kerja, manajemen seharusnya menjadi sangat cerdas menggunakan kekuatan empati untuk memperbaiki, merawat, dan menjembatani kesenjangan komunikasi, kualitas, dan kerja sama antara karyawan dengan karyawan, antara karyawan dengan pimpinan; agar semua tujuan dan rencana organisasi dapat dikerjakan secara sempurna.

DJAJENDRA

KECERDASAN SOSIAL

“Secara Umum, Orang Yang Cerdas Dan Sadar Sosial, Memiliki Kekuatan Untuk Bertindak Mengubah Ancaman Menjadi Peluang.” – Djajendra

Kecerdasan untuk menyimak kehidupan akan memberikan pelita terang ke dalam diri. Dan hal ini, akan menjadikan diri tercerahkan untuk menghubungkan kekuatan internal diri dengan kekuatan sosial yang berada di luar diri.

Saat diri sudah cerdas memahami kehidupan sosial melalui diri yang sadar, maka diri akan menjadi semakin cerdas untuk memahami kehidupan, dan jawaban yang diperlukan oleh tantangan kehidupan sosial.

Setiap kebingungan dan ketidakjelasan dalam hidup, hanya akan terjawab, bila diri mampu menyimak semua realitas kehidupan, melalui pengetahuan kecerdasan sosial, yang dilengkapi dengan keunggulan  perasaan empati dan pikiran baik.

Ketika diri tidak mampu menyimak masalah kehidupan disekelilingnya secara akurat dan benar, maka diri akan menerima jawaban yang keliru dari kekuatan sosial di sekitar diri.

Kalau diri cerdas dan sadar untuk menyimak kehidupan dengan cara mendengar, melihat, merasa, berpikir; serta menghubungkannya ke dalam perasaan, pikiran, empati, spiritual, emosional, dan intelektualitas diri; maka diri akan terhubungkan secara utuh melalui kesadaran diri tertinggi kepada kehidupan sosial yang berkualitas.

Salah satu hal terpenting dalam kecerdasan sosial adalah selalu mau secara ikhlas, untuk memahami semua tantangan komunikasi sosial, sebelum mengeluarkan pendapat atau ide untuk kepentingan kehidupan sosial.

Pahami informasi sosial kehidupan dari berbagai sisi. Dan, sebelum membuat keputusan penting, pastikan telah menyimak semua informasi dan suasana hati dengan sebaik mungkin.

Saat diri menjadi cerdas dalam menyimak kehidupan, maka potensi diri akan berkembang menjadi lebih berkualitas. Dan, diri akan menjadi semakin cerdas melalui pengetahuan dan wawasan yang penuh empati terhadap realitas sosial.

Pengetahuan dan wawasan sosial yang luas dalam memahami keragaman dan perbedaan, akan menjadi pelita terang yang menuntun diri untuk menghindari pikiran dan perasaan negatif terhadap siapa pun.

Kecerdasan sosial akan menuntun diri untuk menjadi orang bijak yang cerdas memahami orang lain, serta selalu hidup dengan persepsi positif terhadap semua warna kehidupan disekitarnya.

DJAJENDRA

TIDAK MENDAPATKAN KEBERHASILAN MELALUI KEBAIKAN

“Orang Tidak Peduli Siapa Anda, Sampai Anda Mampu Mendedikasikan Hidup Anda Untuk Memperlihatkan Integritas Pribadi Kepada Orang Lain.” – Djajendra

Suatu ketika ada orang yang curhat bahwa dia sangat sukses mengejar uang, jabatan, popularitas, dan semua keinginan melalui segala cara, dengan mengabaikan kebaikan. Dan pada puncak kemakmuran hidupnya, dia menyesal telah mengabaikan kebaikan dalam mendapatkan segala macam kesuksesan di dalam hidupnya.

Di tengah kumpulan harta benda dan kekayaan yang luar biasa, dia terperangkap dalam perasaan bersalah. Merasa bersalah karena dia merasa telah mengabaikan semua kesempatan untuk berbuat baik, saat dia mampu untuk berbuat baik.

Jujur saja, saya sangat heran dengan sikap orang tersebut. Bukankah bila dirinya telah sadar untuk berjalan lurus di jalan kebaikan, tinggal dijalani saja, tanpa perlu memelihara perasaan bersalah dari masa lalu?  Tapi, mengapa dia masih berkeluh-kesah tentang kejadian lama yang telah berlalu dan menjadi sejarah masa lalunya?

Dia pernah bertanya tentang cara menghilangkan perasaan bersalah yang terus membayangi hidupnya. Saat itu, saya katakan, bahwa untuk menghilangkan perasaan bersalah, haruslah dengan cara merubah mindset untuk tidak membiarkan perasaan bersalah menjadi bayangan yang terus mengikuti kehidupan dirinya. Lalu, memulai kebiasaan hidup baru dengan menghabiskan banyak waktu dan energi untuk menjalankan kehidupan baik seperti yang dirinya inginkan.

Baik dan buruk dihasilkan dari perilaku etis dan tidak etis, yang sering sekali melalui penafsiran sesuai persepsi dan keyakinan dalam hidup. Dan mungkin, hal buruk untuk seseorang merupakan hal baik untuk orang lain.

Seharusnya, diri didewasakan untuk memahami bahwa baik dan buruk itu tidak lebih dari sebuah pengalaman yang berasal dari perilaku etis dan tidak etis. Perasaan bersalah atas perilaku tidak etis di masa lalu, seharusnya tidak boleh dibiarkan untuk merusak perilaku etis yang diinginkan di masa depan.

Bila diri tersadarkan untuk menjalani hari-harinya bersama kebaikan menurut persepsi diri, maka fokuskan semua energi dan pengetahuan untuk menatap masa depan bersama kebaikan yang diyakini diri. Dan, tidak perlu membuang-buang waktu dan energi untuk menyesali ketidakbaikan yang dibuat di masa lalu.

Sering sekali setelah mendapatkan kesadaran baru dalam hidup, orang memulai untuk menghakimi perilaku kehidupan lamanya. Padahal mengingat terus sesuatu yang buruk hanyalah akan mengumpulkan semakin banyak energi negatif ke dalam diri.

Saat diri sudah tersadarkan untuk memulai sebuah kehidupan baru dengan perilaku etis, diri seharusnya memaafkan masa lalunya yang tidak etis, serta merasa memenangkan dirinya untuk kehidupan baik seperti yang diinginkan. Kemudian, menjauhkan perasaan bersalah dari masa lalu untuk hari ini dan masa depan.

DJAJENDRA

TAK TERPENGARUH CELAAN

“Dirimu dicela, digosipkan, dan diceritakan yang buruk-buruk.”

“Baguskan?”

“Bagus? Apakah kau tidak marah mendengarkannya?”

“Marah? Marah itu emosi negatif yang bisa membuat diriku tidak damai.”

“Apakah kau hanya mau berdiam diri untuk semua berita buruk tentang dirimu?”

“Aku sudah berlatih mencerdaskan emosiku. Jadi, diam dan menerima celaan dengan jiwa besar adalah perbuatan yang sangat mulia.”

“Kau sudah tidak waras, orang-orang itu sudah menghinamu dan memburuk-burukkanmu, kau masih berbicara tentang jiwa besar dan perbuatan mulia. Ayo, kita tanyakan kepada mereka, maksud mereka menjelek-jelekanmu.”

“Sudahlah, aku tidak suka tanya-tanya, apalagi tentang hal-hal negatif seperti itu.”

“Jadi kau mau namamu tercemar oleh cerita-cerita buruk tentang dirimu?”

“ Percayalah, namaku tidak akan tercemar. Aku tidak berbuat apa-apa untuk dijelek-jelekan. Kalau ada orang-orang yang ingin menjelek-jelekan aku untuk kepuasan dan kebahagiaan diri mereka, ya sudahlah, aku ikhlas.”

“Kau tidak mengerti, berita buruk tentang dirimu sudah tersebar ke mana-mana. Orang-orang beranggapan berita buruk tentang dirimu itu benar.”

“Biarkan mereka semua berpikir negatif tentang diriku. Aku tidak mau kehidupanku diganggu oleh hal-hal kecil seperti itu. Aku memiliki etika dan integritas sebagai sahabat yang mengiringi perjalanan hidupku. Jadi, kenapa aku harus bersikap reaktif?”

“Kau terlalu percaya diri. Boleh sih percaya diri, tapi jangan berlebihan seperti itu. Sebaiknya, kau tanyakan dan beri penjelasan kepada orang-orang tentang ketidakbenaran berita buruk tentang dirimu itu.”

“Akukan yang diberitakan buruk-buruk, kenapa kau yang seperti kebakaran jenggot? Aku tidak apa-apa dengan semua berita buruk itu, dan tidak perlu memberikan penjelasan kepada siapapun. Aku masih dijalanku bersama integritas pribadiku, dan telah kuberikan pagar etika kehidupan sosial. Jadi, semua itu hanya berita sampah, biarkan saja.”

“Capek deh bicara sama kamu.”

DJAJENDRA

MENGELOLA DAN BERKOMUNIKASI DENGAN STAKEHOLDER

“Kemenangan Bisnis Selalu Bersembunyi Dalam Kekuatan Stakeholder. Perusahaan Yang Cerdas Mencari Kemenangan Bisnis Melalui Kekuatan Stakeholder, Akan Menjadi Nomor Satu  Terbaik Di Dalam Bisnisnya.” –  Djajendra

Kualitas pengelolaan stakeholder merupakan kunci keberhasilan perusahaan dalam mencapai kinerja optimal. Kecerdasan perusahaan untuk melibatkan, mengelola, memanfaatkan, dan berkomunikasi dengan setiap stakeholder secara efektif, akan membuat semua tujuan dan rencana perusahaan mencapai keberhasilan sesuai harapan.

Beberapa waktu yang lalu, saya diundang ke sebuah perusahaan trading yang mendistribusikan berbagai kebutuhan pabrik. Perusahaan ini memiliki stakeholder manajemen yang sangat bagus, mereka memiliki informasi yang sangat lengkap tentang kebutuhan dan kinerja dari pabrik-pabrik yang mereka distribusikan, dan juga memiliki informasi yang sangat lengkap tentang pemasok mereka. Mereka mendidik semua karyawan dan pimpinannya untuk cerdas mengelola komunikasi dengan setiap stakeholder melalui informasi, data, dan status terkini.

Perusahaan trading ini, secara berkelanjutan memperkuat kualitas informasi dan status terkini dari stakeholder. Di mana, semua itu dilakukan melalui manajemen stakeholder yang tertata dan terkelola secara profesional.

Perusahaan ini sangat menyadari bahwa bisnis trading sangat tergantung kepada komunikasi, pelayanan, pemahaman terhadap kebutuhan, dan kemampuan untuk memberikan dukungan total kepada setiap stakeholder.

Setiap stakeholder dari berbagai kepentingan dirangkum dalam sebuah log book. Dalam stakeholder log book ini, tercantum nama stakeholder, cara atau pendekatan  komunikasi, perilaku stakeholder, kinerja stakeholder, jenis dukungan, peran dan kontribusi stakeholder kepada kemajuan perusahaan, tindakan dan komunikasi yang wajib dilayani karyawan untuk kebutuhan stakeholder, dan beberapa informasi penting lainnya.

Konsep manajemen stakeholder dari perusahaan trading ini, terfokus untuk mempengaruhi stakeholder, termasuk untuk meminimalkan komplain dan kesalahan dalam memberikan pelayanan berkualitas.

Dengan memiliki informasi dan status terkini dari para stakeholder, yang secara periodik diperbaruhi terus untuk mendapatkan data terkini. Hal ini, membuat perusahaan menjalankan usaha dengan risiko bisnis yang sangat terkalkulasi.

Di luar strukutur organisasi perusahaan, secara independen atau mandiri, manajemen membentuk tim khusus untuk mengelola isu, komplain, reputasi, kualitas, kehandalan, kredibilitas, dan karakter pelayanan. Hal ini diterapkan untuk semua stakeholder. Artinya, tidak hanya terbatas kepada pabrik atau pemasok, tapi juga kepada karyawan, pimpinan, dan stakeholder lainnya.

Melalui stakeholder manajemen, perusahaan mampu mengidentifikasi dan menetapkan stakeholder kunci dalam prioritas pelayanan sempurna. Selanjutnya, perusahaan bertindak secara profesional untuk memberikan dukungan, dan memenangkan dukungan dari para stakeholder untuk keberhasilan bisnis mereka.

Salah satu bagian terpenting dan sangat menarik dari manajemen stakeholder yang dilakukan oleh perusahaan tersebut, adalah memotivasi para pemangku kepentingan mereka dengan berbagai program menarik. Tujuan utama dari program yang mereka miliki adalah untuk membuat keterikatan batin yang kuat diantara mereka semua, agar kesetiaan dan proses bisnis yang saling tergantung diantara mereka menjadi semakin kolaboratif.

DJAJENDRA

MENGELOLA EMOSI EMPATI

“Jangan Hanya Ada Satu Sisi Yang Memberikan Empati, Sedangkan Sisi Lainnya Tidak Memiliki Empati.” – Djajendra

“Empati Adalah Untuk Memperkuat Komunikasi Yang Saling Memahami Dan Merasakan Sudut Pandang Orang Lain, Untuk Proses Kemanusiaan Dalam Integritas Kehidupan Sosial Positif.” – Djajendra

Apakah Anda termasuk pribadi yang mudah berempati? Bila ya, Anda harus mengelola emosi empati Anda hanya untuk berempati kepada hal-hal yang etis. Dan, tidak membuang percuma energi empati Anda untuk memahami perasaan orang-orang yang senang berkehidupan dengan cara melanggar etika, hukum, komitmen, tanggung jawab, dan integritas kehidupan.

Berempati tidak selalu harus benar-benar merasakan apa yang orang lain merasakan. Yang benar adalah, berempati untuk memperkuat komunikasi yang saling memahami dan merasakan sudut pandang orang lain untuk proses kemanusiaan dalam integritas kehidupan sosial positif.

Tujuan utama emosi empati adalah untuk mendorong kesadaran integritas pribadi, dalam memfasilitasi landasan kehidupan sosial bersama, untuk membangun solusi kemanusiaan.

Bila Anda memiliki empati, Anda pasti akan menawarkan dukungan, dan Anda juga pasti akan mendapatkan dukungan dari orang-orang yang Anda berikan perhatian dan kepedulian melalui energi empati Anda. Artinya, energi empati harus terhubung ke dalam dua hati yang saling memberikan cinta dan kepedulian untuk sebuah proses kemanusiaan. Jangan hanya ada satu sisi yang memberikan empati, sedangkan sisi lainnya tidak memiliki empati.

Empati meningkatkan keterhubungan melalui tindakan atas dasar cinta dan kepedulian. Empati memberikan kepada orang lain perasaan sukacita, karena mereka mendapatkan cinta dan perhatian yang sangat aktif. Empati memperkaya kepribadian seseorang dengan sikap dan perilaku untuk bertoleransi.

Bahaya dari emosi empati adalah dia sangat berkemampuan untuk  mengembangkan kepribadian yang kurang rasional dalam melihat perasaan orang lain. Oleh karena itu, gunakan akal sehat dalam setiap pemanfaatan energi empati Anda. Jangan sekedar berempati terhadap semua perasaan orang lain atau pun terhadap semua keadaan. Tapi, pahami dulu, apakah Anda berempati untuk kebaikan atau untuk keyakinan dari orang-orang yang melanggar proses kemanusiaan. Top of Form

Melalui emosi empati, Anda dapat mencoba membantu teman-teman Anda untuk mengatasi masalah atau waktu sulit yang sedang dihadapi. Anda dapat menggunakan keterampilan emosi empati Anda, untuk berkomunikasi dan mencarikan solusi yang menguntungkan. Melalui keterampilan emosi empati yang sempurna Anda pasti akan memiliki kecerdasan emosional untuk  menempatkan diri Anda dalam perasaan, pikiran, sikap, persepsi, asumsi, dan logika berpikir orang lain.

Emosi empati akan semakin terasa saat Anda memiliki kesamaan dalam pengalaman. Sebab, saat Anda memiliki kesamaan pengalaman, Anda dengan mudah bisa mengidentifikasi persoalan, dan tahu, apa dan bagaimana perasaan mereka.

Empati tidak sekedar untuk memahami perasaan penderitaan orang lain, tapi juga untuk memahami perasaan penderitaan diri sendiri. Pastikan Anda sudah memiliki kecerdasan emosional di semua aspek kehidupan diri sendiri dan kehidupan sosial. Lalu, temukan diri Anda yang berempati terhadap pengalaman kemanusiaan orang lain atas dasar etika dan nilai-nilai kehidupan yang menjunjung tinggi kemanusiaan dan keadilan.

“Empati Adalah Emosi Yang Sangat Rentan Terhadap Pengaruh Emosi Negatif. Oleh Karena Itu, Ajari Emosi Empati Anda, Untuk Memiliki Akal Sehat Dan Logika, Melalui Kecerdasan Kehidupan Sosial.” – Djajendra

DJAJENDRA

Older posts Newer posts

© 2018 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑