KEPEMIMPINAN YANG BERTINDAK DAN TIDAK SEKEDAR BERKATA-KATA

motivasi-17102016

“Integritas dan akuntabilitas pemimpin memenangkan dirinya dari semua tantangan dan rintangan berat. Zaman sekarang, zaman kerja, pemimpin yang bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab selalu dicari dan dibutuhkan.”~Djajendra

Ucapan dan tindakan seorang pemimpin dilihat dan diikuti oleh orang-orang disekitarnya. Bila ucapan dan tindakan tidak sama, maka pemimpin tersebut akan tidak dipercaya. Tanpa kepercayaan tidak ada kepemimpinan. Pemimpin ada karena dipercaya dan diikuti.

Tindakan pemimpin dihasilkan dari kebiasaan pemimpin. Pemimpin yang berkualitas terbiasa membangun rasa percaya diri di lingkungan kerja; membangun sikap optimisme semua orang; membangun kejujuran dan tanggung jawab; membangkitkan semangat dan gairah untuk berprestasi; menciptakan rutinitas dengan budaya yang kuat; menghilangkan semua yang tidak penting; fokus pada satu tujuan dengan semua potensi dan kekuatan; mengembangkan pemikiran positif dan energi positif di tempat kerja; serta menguatkan empati dan toleransi dalam memperkuat hubungan sosial di tempat kerja.

Di zaman banjir informasi dan kekuatan media sosial ini, sebagian masyarakat sudah mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar, sehingga ketika pemimpin berkata-kata sesuatu yang tidak benar atau berjanji sesuatu yang tidak mungkin, maka pemimpin tersebut tidak akan dipercaya. 

Bukti kerja dan hasil yang terlihat merupakan kekuatan pemimpin untuk menambah kepercayaan dari banyak pihak. Pemimpin di zaman sekarang mengerti bahwa stakeholder yang cerdas tidak suka dengan janji-janji, mereka lebih suka dengan fakta dan kerja daripada janji-janji. Oleh karena itu, tidak cukup hanya berkomitmen, tetapi juga harus mampu menampilkan karya dan prestasi untuk meyakinkan stakeholder. 

Transparansi pemimpin membuktikan keberanian untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah dan akan dilakukan. Transparansi pemimpin membangun kepercayaan dan menghancurkan keraguan terhadap pemimpin. Dalam hal ini, pemimpin dipercaya adalah yang jujur, terbuka, bertanggung jawab, tegas, berani, dan sangat produktif untuk menuntaskan tugas. Intinya, sekarang ini, stakeholder lebih memilih pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab walau cara berkomunikasi pemimpin tersebut tidak bersahabat. Stakeholder mau menerima keterbatasan dan kesalahan pemimpin dalam berkomunikasi, tetapi dengan syarat: pemimpin tidak boleh mengabaikan integritas dan akuntabilitas.

Integritas dan akuntabilitas pemimpin pasti mengalahkan semua pencitraan pemimpin. Zaman sekarang, zaman kerja, bukan zaman pencitraan. Pemimpin yang bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab selalu dicari dan dibutuhkan untuk kehidupan zaman sekarang. Stakeholders tidak lagi terpesona dengan penampilan fisik dan tutur kata menjanjikan, tetapi terpesona dengan pemimpin yang bertindak dan melakukan pekerjaan dengan tegas. Oleh karena itu, tanda kelemahan dari seorang pemimpin pada zaman ini adalah tidak mampu bekerja dengan tegas dan produktif. Selama pemimpin tersebut bisa bekerja dengan tegas, produktif, dan berani; maka, pemimpin tersebut dianggap sukses.

Tidak ada seorang pemimpin pun yang sempurna, semua memiliki keterbatasan. Tetapi, integritas, akuntabilitas, keberanian, ketegasan, dan kemampuan mengeksekusi rencana dengan cepat mampu menghilangkan ketidaksempurnaan tersebut. Oleh karena itu, pemimpin zaman sekarang harus berani dan cerdas di lapangan, mampu membuat keputusan yang cepat dan mampu mengeksekusi keputusan tersebut dengan lebih cepat lagi. Stakeholder tidak suka dengan pemimpin yang suka ragu dan tidak berani mengeksekusi. Keberanian, ketegasan, dan kecepatan eksekusi pemimpin menjadikan dirinya dihormati dan dicintai oleh kebanyakan stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN DENGAN STANDAR ETIKA YANG TINGGI

“Pengabaian etika bisnis menimbulkan proses bisnis berbiaya tinggi, dan juga potensi resiko hukum atas ketidakjujuran.”~Djajendra

Kepemimpinan perusahaan adalah kekuasaan dan tanggung jawab di tempat kerja. Agar kekuasaan dan tanggung jawab ini dapat dijalankan dengan cara-cara yang benar dan baik, serta kemampuan untuk menghindari cara-cara tidak benar dan tidak baik; maka, para pemimpin di perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya kerja yang etis. Membangun standar etika yang tinggi, model perilaku yang tepat, integritas dan akuntabilitas yang konsisten.

Dalam proses bisnis, sangat banyak peristiwa yang memungkinkan terjadinya pengabaian etika. Sering sekali, kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok bisa memicu perbuatan yang mengabaikan etika. Sebagai contoh: seorang staf dari bagian pembelian menerima komisi dari penjual, dan komisi tersebut masuk ke kantong pribadi. Contoh yang lain, seorang staf dari bagian pembayaran meminta komisi agar pembayaran bisa dipercepat. Dan, sangat banyak wilayah dalam proses bisnis yang berpotensi mengabaikan etika.

Pertanyaannya, apa yang akan terjadi kalau etika bisnis selalu diabaikan? Jawabannya jelas, pengabaian etika bisnis menimbulkan proses bisnis berbiaya tinggi, dan juga potensi resiko hukum atas ketidakjujuran.   

Proses bisnis yang efektif dan efisien membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan berani menjalankan etika bisnis dengan standar yang tinggi. Tanpa implementasi etika bisnis dan kode etik perilaku di tempat kerja, maka tata kelola perusahaan yang terbaik sulit diwujudkan. Tanpa internalisasi etika bisnis dan kode etik perilaku ke dalam mental dan perilaku pegawai, maka proses bisnis berpotensi berbiaya tinggi. Kepemimpinan yang etis berani mengambil tindakan dan menunjukkan kepada semua stakeholder bahwa organisasinya mematuhi isu-isu etis. Keberanian dan kepastian pemimpin untuk menjalankan nilai-nilai etika, akan meningkatkan kualitas budaya organisasi etis di tempat kerja.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi tidak hanya membuat tata kelola bisnis yang terbaik, panduan etika bisnis, panduan kode etik perilaku, prosedur kerja yang profesional, aturan, peraturan, dan kebijakan yang mempromosikan etika sebagai fondasi budaya perusahaan. Mereka juga merupakan kepemimpinan yang membentuk perilaku dan karakter kerja dengan nilai-nilai inti perusahaan. Nilai-nilai inti (core values) perusahaan merupakan jati diri dan identitas unik dari perusahaan. Oleh karena itu, kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi merasa bertanggung jawab untuk mengatur perilaku karyawan agar selalu selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan. Bila ada karyawan yang perilaku kerjanya tidak selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan, maka dia akan menjadi kekuatan negatif yang merusak implementasi dan internalisasi etika bisnis.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi wajib menjadi contoh dan memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku etis. Intinya, kepemimpinan etis memberitahu kepada semua stakeholder tentang cara menjalankan etika bisnis dan kode etik perilaku melalui kepribadian dan karakter kerjanya.

Nilai-nilai inti pribadi dan nilai-nilai inti perusahaan harus menyatu. Misalnya, nilai-nilai inti pribadi tidak mempercayai transparansi, sedangkan nilai-nilai inti perusahaan mempercayai transparansi. Kondisi ini akan membuat nilai-nilai inti pribadi bertentangan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Akibatnya, karyawan tidak mungkin bisa bekerja dengan sepenuh hati bersama perusahaan. Padahal, setiap orang di tempat kerja harus mampu menjadi kekuatan dari budaya organisasi yang unik dan sesuai dengan napas perusahaan.

Untuk mendapatkan nilai-nilai inti pribadi karyawan yang selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan dimulai dari perekrutan dan pelatihan. Dalam proses perekrutan jangan terjebak dengan tingginya nilai akademik calon karyawan, tetapi berikan perhatian pada nilai-nilai inti pribadi calon karyawan. Tingginya nilai akademik calon karyawan tidak menjamin bahwa dia akan menjadi kekuatan positif bagi budaya kerja yang etis. Jadi, begitu seseorang diterima sebagai pegawai, sudah tidak ada lagi urusannya dengan nilai-nilai akademik, urusannya sekarang adalah kemampuannya untuk bekerja bersama budaya etis di perusahaan.

Penguatan budaya etis di setiap aspek di dalam organisasi menjadikan perusahaan kuat dan mampu beradaptasi di setiap situasi yang tidak pasti. Benar dan salah bukanlah dihasilkan dari persepsi, tetapi dari standar etika dan sistem yang dapat dipercaya.

Pemimpin etis harus memiliki mental yang etis agar dapat melakukan tindakan yang benar, pada waktu yang tepat, untuk alasan yang tepat. Etika harus menjadi dasar pemikiran dan tindakan dalam melakukan apa saja di tempat kerja. Pemimpin dan karyawan harus hidup dalam satu jiwa dan satu napas bersama prinsip-prinsip kerja yang jujur, bertanggung jawab, adil, melayani, menepati janji, menghormati orang lain, mematuhi aturan-aturan, dan berkepastian hukum.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi mampu mengenali dan mengelola dilema etika secara profesional. Dilema etika berarti dihadapkan dengan pilihan sulit untuk menjalankan etika secara benar. Seperti dipahami oleh banyak pemimpin perusahaan bahwa di tempat kerja sangat banyak kepentingan, apalagi bila kepentingan itu datang dari orang-orang yang lebih tinggi kekuasaannya dari para pemimpin di perusahaan. Dalam hal ini, dilema etika sudah tidak dapat lagi disembunyikan dengan cara apapun. Di sinilah diperlukan untuk mendengarkan suara hati yang sudah terbentuk sejak lama dari integritas pribadi yang tinggi. Artinya, saat dilema etika begitu sulit, dengarkan suara hati nurani Anda, lalu berpikirlah secara rasional dengan akal sehat sebelum mengambil keputusan atas dilema etika yang Anda hadapi. Itulah cara menjalankan standar etika kepemimpinan walau Anda sedang menghadapi dilema etika yang sulit.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 12102016

motivasi-12102016

“Tidak ada kebaikan dari kebencian dan kemarahan. Tidak ada kebaikan dari pikiran dan jiwa yang dikelilingi oleh kegelapan. Kebencian dan kemarahan adalah kekuatan buruk yang merusak kedamaian hidup.”~Djajendra

“Keyakinan Anda menjadi pikiran Anda, pikiran Anda menjadi kata-kata Anda, kata-kata Anda menjadi tindakan Anda, tindakan Anda menjadi kebiasaan Anda, kebiasaan Anda menjadi nilai-nilai Anda, nilai-nilai Anda menjadi takdir Anda.”~ Mahatma Gandhi

“Jika Anda hanya bekerja pada hal-hal yang Anda sukai, Anda tidak perlu memiliki rencana induk dengan hal-hal yang akan Anda hasilkan.”~Mark Zuckerberg

“Rahasia pencapaian terbaik adalah terus-menerus meningkatkan kinerja, serta terus-menerus belajar dengan rendah hati untuk menghadapi perubahan dan ketidakpastian.”~Djajendra

“Keberanian adalah kebajikan pertama yang membuat semua kebajikan lain yang mungkin terjadi.”~Aristoteles

“Semakin rumit sarana komunikasi kita, semakin sedikit kita berkomunikasi.”~Joseph Priestley

 “Kerendahan hati tidak berpikir kurang dari diri sendiri, itu memikirkan diri sendiri kurang.”~C.S. Lewis

“Ini tidak masuk akal bahwa seorang bisa memerintah orang lain, tetapi tidak bisa memerintah dirinya sendiri.”~Latin Peribahasa

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 11102016

Tidak ada pesimis yang pernah menemukan rahasia bintang-bintang, atau berlayar ke tanah yang belum dipetakan, atau membuka langit yang baru untuk jiwa manusia.~Helen Keller

Orang yang rendah hati mudah meningkatkan prestasi dengan cara belajar dari perubahan dan rintangan. Orang yang tinggi hati selalu merasa paling pintar, sehingga mudah terjebak dalam kebodohan, lalu menyia-nyiakan hidupnya tanpa bisa belajar dari perubahan dan rintangan.~Djajendra

Setiap orang mempunyai kepentingan dan perhatiannya masing-masing. Bila Anda mengikuti kepentingan dan perhatian orang lain, maka Anda akan kehilangan fokus untuk membahagiakan diri sendiri.~Djajendra

Dengan rasa syukur atas segala sesuatu, keberhasilan dan kemenangan akan menjadi milik Anda.~SadhGuru

Kalau kita mengamati orang-orang hebat, mereka hidupnya fokus untuk mengubah diri sendiri. Sebaliknya, orang-orang gagal, mereka selalu ngotot untuk mengubah orang lain, dan suka mencari-cari kesalahan orang lain.~Djajendra

Kita semua memiliki potensi sukses di dalam diri masing-masing. Potensi sukses ini akan hilang bila kita terjebak dalam batas yang dibangun oleh lingkungan kita masing-masing.~Djajendra

Rahasia pemenang adalah setiap hari sangat fokus untuk membangun kekuatan diri sendiri, dan tidak pernah membiarkan dirinya terpengaruh oleh kekuatan di luar dirinya.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBIASAAN-KEBIASAAN PRODUKTIF DI TEMPAT KERJA

“Karyawan produktif cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak.”~Djajendra

Karyawan yang produktif datang ke tempat kerja untuk melakukan pekerjaan dengan sangat efektif, sangat efisien, dan sangat produktif. Waktu, energi, kompetensi, dan kualitas selalu dimanfaatkan untuk memberikan kontribusi yang lebih bagi perusahaan. Karyawan yang produktif tidak memiliki rasa malas, mereka sangat rajin dan disiplin untuk menyelesaikan tugasnya. Mereka sangat energik, penuh semangat, tekun, bekerja detail dan rinci, memiliki kesadaran yang tinggi untuk berprestasi, dan bermental pemenang.

Karyawan produktif sadar bahwa kinerja dan prestasi terbaik hanya dapat dihasilkan dari perilaku kerja yang sangat produktif. Menjadi produktif berarti memulai hari dengan niat, doa, dan semangat untuk menyelesaikan semua prioritas tanpa menunda dengan alasan apapun. Bangun setiap pagi, pikiran dan kesadaran sudah mengetahui apa-apa yang harus segera dilakukan hari ini. Kesadaran dan rasa optimis menggerakkan etos kerja untuk bekerja dengan kecepatan tinggi. Rasa percaya diri dan keyakinan untuk bekerja mencapai kinerja terbaik selalu menjadi motivasi bagi karyawan produktif.

Tidak akan ada tumpukan dokumen; tidak akan ada pelayanan yang diperlambat; tidak akan ada keluh-kesah dan perilaku pesimis. Karyawan yang produktif adalah energi sukses yang terus-menerus bertindak dengan kekuatan penuh untuk menghasilkan yang terbaik.

Karyawan produktif percaya bahwa semua urusan selalu ada solusinya, sehingga tidak perlu panik dan merasa kacau dengan tantangan. Mereka fokus pada solusi dan tidak pernah fokus pada masalah. Mereka bekerja dengan sangat terorganisir dan transparan di semua aspek kerja. Tidak ada yang disembunyikan, tidak ada yang ditakuti, semuanya dikerjakan dengan kejujuran dan rasa tanggung jawab yang tinggi. Mereka tidak percaya pada kegagalan, mereka memiliki kebiasaan-kebiasaan yang fokus dan disiplin pada apa yang dikerjakan, sehingga selalu bekerja di wilayah sukses.

Karyawan produktif sadar untuk menjaga fisik yang selalu bugar dan pikiran yang selalu positif. Bila fisik bugar, pikiran positif, maka semua urusan dapat dikerjakan dengan senang hati. Fisik yang bugar dan pikiran positif menghasilkan energi yang begitu kuat untuk melancarkan semua proses kerja. Dalam hal ini, apapun yang mereka rencanakan dan jadwalkan dapat diselesaikan tepat waktu.

Orang-orang produktif sangat disiplin dan patuh dengan ritual hidup yang sudah terjadwal dengan baik. Mereka sangat ahli untuk menjalankan work life balance, sehingga semua urusan dan tanggung jawab di dalam kehidupannya dapat dilayani dengan baik. Mereka cerdas merencanakan, sangat aktif, berenergi tinggi, memprioritaskan segala sesuatu, dan memiliki langkah-langkah yang tepat untuk bertindak. Mereka sangat cerdas memanfaatkan waktu untuk melayani segala sesuatu yang menjadi tanggung jawab di dalam kehidupan mereka.

Karyawan produktif hadir ke kantor untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu. Mereka tidak pernah diam dan menunda, mereka selalu proaktif dan menindaklanjuti segala sesuatu dengan kecepatan tinggi. Mereka tidak pernah memberi beban kepada orang lain atas apa yang mereka kerjakan. Mereka sangat cerdas untuk menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawab dengan seoptimal mungkin. Mereka bergerak dengan lincah dan cepat, dan selalu bekerja dengan prinsip kehati-hatian. Mindset orang-orang produktif anti menunda-nunda yang bisa diselesaikan hari ini. Kebiasaan-kebiasaan yang positif dan efektif menciptakan perilaku kerja yang sangat produktif.   

Karyawan produktif setiap hari mempersiapkan fisik, emosi, pikiran, dan suara hati untuk berprestasi. Mereka suka melakukan afirmasi dan sangat taat berdoa kepada Tuhan. Mereka sadar kekuatan Tuhan di dalam diri sangat penting untuk mengalahkan rasa takut. Ketidakpastian, kedinamisan, dan perubahan adalah realitas yang bisa datang kapan pun untuk mengganggu proses kerja yang produktif. Oleh karena itu, karyawan produktif selalu sadar untuk bersikap rendah hati dan mempersiapkan diri setiap hari, termasuk belajar setiap hari untuk memperbaiki kekurangan diri.

Komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi adalah bagian terpenting di sepanjang proses kerja. Jadi, karyawan produktif sangat sadar untuk meningkatkan soft skills mereka agar mereka bisa menjadi kekuatan yang andal di setiap komunikasi, kolaborasi, dan koordinasi. Mereka juga selalu memiliki disiplin yang tinggi di dalam menggunakan waktu. Kebiasaan-kebiasaan produktif terus-menerus di sempurnakan agar dapat berkontribusi dan melayani pekerjaan dengan kinerja tinggi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 07102016

motivasi-07102016

Rasa ingin tahu membawa Anda berpetualang dengan kehidupan. Rasa ingin tahu memperluas pengetahuan dan pengalaman hidup Anda. Rasa ingin tahu menerobos pembatas, melampaui pagar-pagar kehidupan.~Djajendra

Hidup itu untuk tumbuh dan berkembang melalui perubahan. Siapa pun yang ingkar dan menyangkal perubahan, tidak akan pernah menemukan arti hidup.~Djajendra

Mata hanya melihat, pikiran siap untuk memahami.~ Henri Bergson

Kesadaran adalah kekuatan hidup. Bila kesadaran tidak pernah dilatih dan dikuatkan, maka pikiran akan bermain-main sesuai keinginannya.~Djajendra

Takdir artinya kehendak Tuhan kepada ciptaannya. Dan, tidak seorang pun bisa lari dari takdirnya. Manusia diberikan akal dan kesadaran supaya selalu menyiapkan diri dan mental untuk menghadapi takdir.~Djajendra 

Ketika tidak ada musuh di dalam, musuh luar tidak bisa menyakiti Anda.~Pepatah Afrika

Kecemasan terjadi ketika Anda berpikir Anda harus mencari tahu semuanya sekaligus.~ Karen Salmansohn

Ada dua sisi untuk setiap argumen, sampai Anda mengambil satu.~ Unknown

Perjuangan berakhir ketika syukur dimulai.~ Neale Donald Walsch

Penundaan adalah seni menjaga yang kemarin.~Don Marquis

Sebagian besar stres yang orang rasakan tidak datang dari terlalu banyak yang harus dilakukan. Itu berasal dari tidak menyelesaikan apa yang mereka mulai.~David Allen

Hidup tidak terjadi pada kita, hal itu terjadi dari kita.~Mike Wickett

Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Keunggulan bukan tindakan, tetapi kebiasaan.~Aristoteles

Untuk Pelatihan Hubungi www.djajendra-motivator.com

RASA SYUKUR ADALAH OBAT UNTUK KETENANGAN HIDUP

“Tidak seorang pun sempurna untuk secara konsisten menjalani rasa syukur.”~Djajendra

Hidup sangat tidak pasti dan sangat dinamis. Coba Anda ingat kembali berapa banyak impian dan keinginan Anda benar-benar terwujud? Tidak semua orang bisa sampai pada impian dan keinginannya. Kebanyakan orang harus berputar-putar, naik-turun, jatuh-bangun, dan akhirnya terdampar pada sebuah kehidupan yang tidak pernah diimpikan atau direncanakan sebelumnya. Bila ketidakpastian dan berubahnya arah hidup diterima dengan rasa syukur, maka hidup menjadi damai dan bahagia selalu. Sebaliknya, bila memberontak dan tidak menerima realitas hidup, maka dapat dipastikan penderitaan menjadi bagian dari rutinitas hidup.

Ketika semua hal terlihat buruk dan merusak suasana hati, maka disitulah dibutuhkan rasa syukur. Rasa syukur di setiap keadaan dan situasi menjadikan hidup lebih tenang, lebih damai, dan lebih bahagia. Kehilangan rasa syukur seperti mengundang hal-hal buruk untuk menjadikan hidup tidak damai. Persoalannya, rasa syukur mudah diucapkan, tetapi sulit untuk dilaksanakan, apalagi bila jiwa tidak mempunyai keikhlasan, dan pikiran selalu bergerak oleh kepentingan. Intinya, bila pikiran belum mampu dikendalikan oleh hati nurani, maka jangan bermimpi mampu memiliki rasa syukur di situasi yang tidak bersahabat.

Pikiran positif membuat suasana hati selalu dalam kondisi nyaman. Tetapi, menjaga pikiran selalu positif bukan persoalan mudah. Pikiran sangat liar dan sangat kuat, sehingga mungkin tidak seorang pun mampu menjaga pikirannya selalu dalam keadaan positif. Diperlukan manajemen pikiran yang terkelola dengan disiplin yang tinggi. Saat pikiran turun ke wilayah negatif, maka kesadaran diri harus segera menaikkannya ke wilayah positif. Ini adalah sebuah pekerjaan seumur hidup bersama kesadaran diri yang tercerahkan di dalam energi positif.  

Rasa syukur adalah obat untuk ketenangan hidup. Bila kesadaran Anda selalu mengatakan bawah rasa syukur adalah obat untuk ketenangan hidup, maka Anda harus melatih pikiran Anda untuk tunduk pada kesadaran Anda. Dibutuhkan kebiasaan sehari-hari untuk mengembangkan rasa syukur. Rasa syukur bukanlah hadiah, tetapi keikhlasan hati untuk memiliki sikap dan pikiran positif saat keadaan tidak menguntungkan hidup Anda.

Kembangkanlah kebiasaan-kebiasaan hidup yang mensyukuri dan melihat segala sesuatu sebagai makna baik.  Bila Anda tidak mampu melihat makna baik di setiap peristiwa yang tidak menyenangkan Anda; maka, hidup Anda akan mengalir ke wilayah negatif. Dan, Anda akan memiliki perasaan-perasaan tidak baik, seperti: cemas, takut, khawatir, marah. Semua perasaan tidak baik tersebut pasti membuat Anda tidak bisa tidur, banyak mengeluh, dan tubuh pun tampil kurang bugar.

Tidak seorang pun sempurna untuk secara konsisten menjalani rasa syukur. Kadang, keraguan, ketakutan, dan kesunyian bisa menyeret Anda ke dalam perasaan-perasaan yang membuat hidup Anda tidak damai. Yakinkan diri Anda dan pastikan Anda selalu kreatif untuk menciptakan suasana hati yang positif. Miliki kebiasaan dan rutinitas sehari-hari untuk keluar dari tekanan hidup.

Bangunlah setiap pagi dengan doa-doa yang bersyukur kepada Tuhan atas setiap kebaikan yang sudah diberikan kepada Anda. Bangunlah setiap pagi seolah-olah Anda dilahirkan kembali untuk menjalankan kehidupan yang bahagia. Bangunlah setiap pagi dengan niat dan semangat untuk melayani hidup dengan sepenuh hati. Bangunlah setiap pagi untuk mencintai kehidupan yang indah. Bangunlah setiap pagi untuk mengucapkan terima kasih kepada Tuhan yang sangat baik.

Berpikirlah bahwa setiap detik waktu yang Anda miliki sebagai hadiah untuk kebahagiaan Anda. Oleh karena itu, apapun realitas yang Anda hadapi, yakinkan diri Anda bahwa realitas itu untuk menambah kebahagiaan Anda. Bila Anda sulit merasa bersyukur dan tidak mampu melihat hal-hal baik di setiap peristiwa tidak baik, maka kuatkan mental Anda dan lakukan segala sesuatu yang bisa memotivasi diri Anda agar menerima realitas yang sulit tersebut.

Jangan menyerah dalam kesulitan, kuatkan diri untuk bersyukur. Tersenyumlah untuk hal-hal yang membuat Anda sulit tersenyum. Hadapi hidup dengan rasa syukur.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TANPA EKSEKUSI, STRATEGI DAN RENCANA YANG HEBAT TERTIDUR PULAS

“Bila tidak ada eksekusi, maka semua rencana dan strategi tertidur selamanya.”~Djajendra

Tantangan terbesar dalam menjalankan sebuah rencana adalah keberanian untuk eksekusi. Pada umumnya, orang suka membuat rencana, mengatur strategi, berharap mencapai keberhasilan, tetapi tidak memiliki kompetensi yang lengkap untuk mengeksekusi atau bertindak.  

Harus memiliki keberanian dan pengetahuan yang luas di lapangan agar eksekusi dapat dilakukan secara benar dan tepat. Pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan intuisi haruslah menyatu di dalam kompetensi eksekusi. Dengan kata lain, untuk melakukan eksekusi atau tindakan yang tepat dan hebat, haruslah memiliki kemampuan dan pengalaman untuk memastikan eksekusi tersebut sukses.

Di wilayah eksekusi, efektivitas dan efisiensi di semua aspek kerja harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Bila sebuah tindakan atau eksekusi mengabaikan efektivitas dan efisiensi, maka sukses atau hasil yang diinginkan sulit tercapai. Jadi, jangan pernah melupakan efektivitas dan efisiensi untuk mendapatkan kinerja terbaik dari tindakan yang dilakukan.

Bekerja di wilayah eksekusi membutuhkan semangat yang tinggi, etos kerja yang hebat, disiplin, rasa percaya diri, dan kebiasaan kerja dengan mental pemenang. Memang tidak semua orang berbakat di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah yang keras, dan beragam latar belakang orang yang eksis di sana. Jadi, Anda harus memiliki ketegasan, keberanian, kepastian, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai macam potensi resiko.

Setelah Anda memiliki rencana dan strategi yang hebat, Anda harus mempersiapkan mental yang hebat untuk bisa menjalankan kemampuan eksekusi Anda. Tidak boleh ada keraguan, tidak boleh ada penundaan, tidak boleh khawatir, Anda harus berani melakukannya. Ingat selalu bahwa tanpa eksekusi yang hebat, semua rencana dan strategi terhebat pun menjadi tidak berguna.

Hasil akhir terbaik dari sebuah eksekusi ditentukan oleh kualitas eksekusi. Tanpa keberanian untuk eksekusi, maka semua rencana dan strategi hanya hidup di dalam imajinasi, dan mungkin tidak pernah terwujud dalam dunia nyata.

Setiap prestasi besar dihasilkan dari kemampuan eksekusi yang cerdas. Tindakan-tindakan yang produktif dan terukur kualitasnya akan memberikan kinerja dan prestasi terbaik.

Di wilayah eksekusi, daya tahan mental dan totalitas di lapangan menentukan keberhasilan. Sekali melangkah memasuki wilayah eksekusi tidaklah boleh mundur atau menyerah oleh alasan apapun. Keberhasilan hanya bisa didapatkan di wilayah eksekusi. Wilayah strategi dan rencana adalah wilayah imajinasi atau angan-angan. Jadi, kalau mau sukses, ya bertindaklah, lakukan dengan berani untuk mencapai hasil sesuai rencana.

Tidak ada lagi teori di wilayah eksekusi. Jadi, apapun realitasnya di lapangan, Anda harus fokus dengan tindakan untuk menghasilkan kinerja. Pastinya, semua hal yang mau dieksekusi sudah ada di dalam rencana. Tetapi, mungkin saja dilapangan rencana dan realitas tidak nyambung. Di sinilah, tugas seorang pemimpin yang tegas dan berani diperlukan, untuk menyambung antara rencana dan realitas di lapangan.

Bila kepemimpinan kurang tegas, banyak teori, dan tidak mampu mengeksekusi; maka, semua rencana dan strategi yang hebat selamanya tertidur pulas. Hanya pemimpin yang tegas, berani, seorang eksekutor yang andal, yang dapat membangunkan rencana dan strategi yang tertidur pulas tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN INTEGRITAS KARYAWAN UNTUK MENCAPAI BISNIS YANG BERKELANJUTAN DENGAN PRESTASI TINGGI

motivasi-03102016

“Ketika karyawan bekerja tanpa integritas, maka kecerdasan dan segala kehebatan mereka menjadi potensi kerugian bagi perusahaan.”~Djajendra

Bisnis yang tumbuh terus-menerus adalah cara untuk mencapai kinerja bisnis yang berkelanjutan. Diperlukan karakter kerja karyawan yang hebat dan andal dalam memperjuangkan kesuksesan bisnis di setiap situasi. Kesadaran untuk menjadikan integritas sebagai nilai dasar pribadi dan nilai dasar di tempat kerja, akan menciptakan perilaku kerja yang andal dan hebat untuk mencapai kinerja bisnis terbaik.

Integritas karyawan adalah fondasi untuk membangun kinerja dan prestasi bisnis terbaik. Integritas menghasilkan perilaku kerja yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, etis, terpercaya, rajin, tekun, andal, dan melayani perusahaan dengan sepenuh hati. Integritas adalah sebuah nilai yang harus dijadikan fondasi untuk semua perilaku kerja, agar pekerjaan yang dikerjakan itu berkualitas tinggi dan sesuai tujuan.

Karyawan dengan integritas selalu sadar untuk membangun hubungan kerja yang produktif dengan rekan kerja, atasan, bawahan, pelanggan, dan stakeholder lainnya. Mereka tampil dengan jujur dan dapat dipercaya untuk menjalankan misi perusahaan secara profesional. Integritas di dalam perilaku kerja memudahkan mereka untuk terhubung dalam kolaborasi dan koordinasi kerja, yang bersumber dari keikhlasan dan ketulusan di dalam melayani perusahaan.

Karyawan tanpa integritas membawa resiko yang tinggi bagi perusahaan. Ketika karyawan bekerja tanpa integritas, maka mereka dipastikan memiliki perilaku tidak jujur dan tidak etis. Akibatnya, mereka berpotensi menjadi energi negatif yang menghambat pertumbuhan bisnis, sehingga perusahaan sulit mencapai prestasi dan kinerja tinggi. Apalagi, bila karyawan itu tidak memiliki integritas; tetapi, dia sangat pintar, cerdas, rajin, tekun, disiplin, andal, hebat, kreatif, berdaya tahan tinggi, dan bertenaga hebat dalam melayani pekerjaannya; maka, dia dipastikan menjadi pribadi yang paling beresiko dan berbahaya bagi perusahaan. Tanpa integritas, kecerdasan dan segala kehebatan menjadi potensi kerugian bagi perusahaan.

Tidaklah mudah dan murah untuk memiliki karyawan dengan integritas tinggi. Diperlukan fondasi dasar dalam bentuk moralitas pribadi karyawan yang teruji positif, serta kemampuan karyawan untuk menjalankan etika bisnis dan kode etik perusahaan dengan penuh tanggung jawab. Integritas dihasilkan dari niat dan kesadaran untuk menjadi jujur dan bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang dikerjakan. Jadi, dilihat atau tidak dilihat, orang dengan integritas tetap bersikap dan berperilaku sesuai aturan.

Di samping mempercayai integritas karyawan; perusahaan juga harus mengembangkan sistem, budaya, dan tata kelola yang memaksa atau menyadarkan karyawan untuk menunjukkan perilaku integritas dan etis di tempat kerja. Berharap dari niat dan kesadaran karyawan untuk bekerja dengan integritas tidaklah mudah.

Banyak kisah tentang karyawan yang hebat, tetapi tidak memiliki integritas. Ada sebuah cerita tentang seorang manajer penjualan yang hebat dalam memimpin tim penjualannya. Dia selalu melampaui target yang diberikan perusahaan. Setiap tahun dia dan timnya mendapat penghargaan dan bonus dari manajemen. Pada suatu situasi, perusahaan mengalami krisis keuangan, cash flow perusahaan terganggu karena tagihan penjualan tidak tepat waktu. Akibatnya, perusahaan kesulitan membayar gaji dan bonus karyawan tepat waktu. Kondisi ini membuat manajer penjualan mengancam meninggalkan perusahaan bersama timnya, dan akan bergabung dengan perusahaan pesaing yang menawarkan gaji dan bunus yang lebih besar. Jelas, perusahaan yang sedang kesulitan keuangan, tiba-tiba harus menghadapi realitas ditinggal oleh orang-orang hebat, yang selama ini sudah menghasilkan penjualan besar, bukanlah sebuah solusi yang baik. Sikap manajer penjualan tersebut semakin menjatuhkan mental pimpinan perusahaan. Sikap yang tidak diduga itu mengacaukan pemulihan cash flow perusahaan.

Bila karyawan memiliki integritas, saat perusahaan mengalami kesulitan,  mereka menyatu dan bersama-sama berjuang mencari solusi terbaik. Integritas tidak akan membuat karyawan menyelamatkan dirinya sendiri dengan membiarkan kesulitan dan masalah merusak tempat kerjanya.

Karyawan yang mempunyai integritas  selalu memiliki empati dan tanggung jawab terhadap realitas perusahaannya. Dia akan mengambil tanggung jawab untuk berkontribusi agar persoalan cash flow perusahaan segera menemukan solusinya. Dia akan tampil sebagai pelindung dan penjaga reputasi perusahaan. Dia tidak akan meninggalkan perusahaan saat perusahaan membutuhkan dirinya.

Dalam kasus manajer penjualan tersebut, jelas kualitas dirinya tidak dilengkapi dengan integritas. Integritas adalah kejujuran diri sendiri untuk bertanggung jawab dengan penuh empati. Orang dengan integritas tinggi tidak akan mengeluh, tidak akan mengancam, dan tidak akan meninggalkan perusahaannya di saat perusahaan memerlukan dirinya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

CORE COMPETENCE UNTUK MENINGKATKAN KEUNGGULAN BISNIS ANDA

motivasi-30092016

“Kompetensi inti adalah keunikan dan keunggulan yang sulit ditiru oleh pihak lain. Ini adalah tentang energi yang terpancar melalui pengetahuan, cara, gaya, dan kemampuan yang meninggikan kualitas seseorang.”~Djajendra

Kompetensi inti (Core Competence) adalah kemampuan menguasai sebuah pekerjaan secara total berdasarkan nilai-nilai pribadi ataupun nilai-nilai perusahaan, baik secara spiritual maupun ritual. Artinya, Anda dengan kompetensi inti mampu menentukan proses kerja terbaik, menentukan arah yang benar, membuat keputusan yang tepat, dan bertindak mewujudkan pekerjaan tersebut dengan kemampuan total berdasarkan nilai-nilai yang sudah menyatu secara holistik ke dalam diri Anda. Dalam hal ini; hati, pikiran, jiwa, dan tubuh menyatu dalam integritas dan akuntabilitas, untuk mewujudkan hasil akhir terbaik dari pekerjaan yang Anda kuasai dengan sepenuh hati.

Dalam perusahaan, selalu ada core values yang dimaksudkan untuk membentuk core competence. Core competence karyawan yang bersumber dari core values terlihat melalui etos kerja dan keterampilan kerja karyawan. Internalisasi core values perusahaan menjadi core competence karyawan bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan latihan, pencerahan, dan sistem yang membiasakan karyawan untuk memiliki core competence dari core values perusahaan. Biasanya, untuk membuat karyawan memiliki core competence dari core values perusahaan membutuhkan waktu, kesabaran, disiplin, ketekunan, dan moralitas yang tinggi.

Core competence atau kompetensi inti dihasilkan dari pembelajaran dan pengalaman yang lama, dan kompetensi inti ini sudah berwujud di dalam intuisi. Jadi, core competence seolah menjadi gaya atau cara Anda dalam menjalankan usaha atau pekerjaan, yang unik dan memiliki keunggulan yang tidak dimiliki oleh siapapun.

Core competence membedakan antara satu usaha dengan usaha yang lain. Misalnya, Anda mengunjungi beberapa bank, lalu Anda merasakan perbedaan pelayanan dari satu bank dengan bank yang lainnya. Padahal, semua bank tersebut sudah memiliki standar operasional yang sama, dan rasa beda yang Anda rasakan itulah bersumber dari core competence. Jadi, core competence ini adalah nilai-nilai yang membentuk rahasia dari kesuksesan sebuah usaha. Nilai-nilai dalam core competence tidak lagi berdiri sendiri, tetapi melebur dan menyatu dalam satu energi yang sifatnya holistik, sehingga tidak semua orang bisa mengkloning atau mengcopynya untuk diterapkan pada usaha lain.

Contoh lain: di sebuah lokasi ada lima rumah makan yang sama menu makanannya, Anda dan banyak orang paling suka dan merasa paling cocok dengan salah satunya. Rasa paling cocok yang Anda dan orang-orang rasakan tersebut bersumber dari core competence rumah makan tersebut. Intinya, core competence menghasilkan rahasia dapur, sehingga tidak mudah dikloning oleh orang lain. Hal ini menciptakan keunggulan dalam kompetisi bisnis. Jadi, para pesaing tidak mudah mengalahkan usaha yang terbentuk dari core competence. Usaha yang dijalankan dengan core competence selalu unggul untuk meningkatkan keberhasilan bisnisnya.

Core competence tidak bisa dimiliki secara instan, dia hanya dapat dimiliki setelah Anda melewati berbagai jenis proses dan pengalaman, lalu menemukan makna suci dari pekerjaan yang Anda lakukan. Termasuk, Anda memiliki semangat yang tinggi dan cinta yang mendalam terhadap pekerjaan atau bisnis yang Anda kerjakan.

Mengembangkan core competence memerlukan kerja sangat keras, kemampuan untuk menggunakan nilai-nilai secara konsisten dalam menemukan solusi terbaik, dan terus-menerus menekuni dan mengembangkan pekerjaan atau bisnis secara berkelanjutan.

Sebuah bisnis atau pekerjaan yang dilandasi oleh core competence selalu menawarkan sesuatu yang unik dan unggul. Pelanggan selalu bersedia membelih dan membayar lebih untuk sesuatu yang unik dan unggul. Jadi, perusahaan yang mengembangkan sumber daya manusianya dengan core competence sesuai strategi perusahaan akan melakukan hal-hal yang kreatif, unik, dan mampu mempengaruhi pelanggan untuk membeli lebih banyak.

Core competence sangat dibutuhkan untuk membangun keunggulan kompetitif berkelanjutan. Karyawan-karyawan dengan core competence selalu memiliki keahlian untuk memenangkan kompetisi bisnis. Ini seperti memiliki tim bermental pemenang yang selalu kreatif untuk memenangkan target bisnis. Di samping itu, mampu mengembangkan keterampilan yang dimiliki menjadi lebih berkualitas dan lebih siap memenangkan kompetisi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com