PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Leadership Motivation (page 19 of 19)

Motivasi Kepemimpinan

Hindari Gosip Tak Sedap, Selamatkan Kredibilitas

”Kredibilitas Itu Seperti Minyak Wangi Yang Anda Gunakan. Jika Anda Gunakan Minyak Wangi Yang Sesuai Dengan Harapan Banyak Orang, Maka Anda Akan Terlihat Wangi Dihadapan Semua Orang.”-Djajendra

Kredibilitas merupakan harta tak ternilai buat seorang pemimpin. Jika kredibilitas pemimpin terganggu atau tercemar, maka semua kebaikan dan kehebatan pemimpin tersebut, akan lenyap dalam romour atau gosip tak sedap. Oleh karena itu, pemimpin wajib menjaga dirinya dengan cara bertindak dan berucap dalam kalkulasi informasi yang benar, bertindak dan berucap dalam kalkulasi pola pikir masyarakat diam yang jumlahnya mayoritas. Pemimpin harus tahu etika publik, serta selalu berhati-hati dalam setiap tindakkan dan ucapannya. Sifat dan sikap asal bunyi, hanya akan menghancurkan semua reputasi baik yang ia bangun selama ini. Pemimpin harus cerdas menjaga setiap gerak dan langkah, untuk bersikap bijak, hati-hati, dan tidak asal bunyi.

Pemimpin publik tidak boleh menyerang orang lain dengan informasi yang tak jelas. Sebab, hal ini akan merusak total kredibilitas pemimpin di mata publik. Dan jika kredibilitas sudah rusak, janganlah berharap mendapatkan simpati dari orang banyak. Sebab, tanpa kredibilitas semua kebaikan akan terlihat tidak baik di mata publik.

Pemimpin publik harus cerdas dan cerdik mengatur strategi, untuk merangkul semua keinginan dari kekuatan diam yang ada dalam masyarakat. Kekuatan diam yang tidak suka berpolitik atau bersuara banyak dalam masyarakat, tapi memiliki suara yang sangat menentukan buat kemenangan pemimpin.

Kredibilitas adalah harta terpenting buat kesuksesan karier kepemimpinan. Jika pemimpin mampu menyatu ke dalam masyarakat banyak, yaitu masyarakat banyak yang tidak suka berpolitik dan tidak suka banyak menuntut dan berdebat di area publik, maka pemimpin tersebut berpotensi memenangkan hati mayoritas masyarakat dengan kekuatan kredibilitas yang ia miliki.

Pemimpin publik tidak boleh bertindak atau berucap berdasarkan kebenaran sebatas keyakinan dirinya. Pemimpin publik harus mengerti tentang cara berpikir masyarakat diam yang mayoritas. Sebab, setiap sikap, ucapan, tindakan, yang tidak didasari pemahaman mendalam tentang hasrat dan keinginan masyarakat diam yang jumlahnya mayoritas, maka pemimpin jangan berharap mendapatkan simpati dan suara dari mayoritas masyarakat diam tersebut.

Kredibilitas adalah hal yang sangat menentukan tentang diterima tidaknya pemimpin di hati masyarakatnya. Untuk itu, pemimpin harus selalu mempelajari pola pikir masyarakatnya, dan tidak membuat atau berucap tentang kebijakan-kebijakan atau peraturan-peraturan yang menyinggung pola pikir masyarakat diam yang berjumlah mayoritas.

Jadi, setiap kali hendak membuat pernyataan berpikirlah beberapa kali, jangan sekedar terfokus pada kebenaran atau kepentingan untuk memenuhi keyakinan diri pribadi atau kelompok sendiri. Setiap kali menerima informasi, renungkan sejenak, pahami informasi tersebut dari mata batin orang banyak, bukan dari hasrat dan keinginan diri sendiri atau pun kelompok sendiri.

Pastikan setiap tindakan dan pernyataan telah direnungkan secara bijak, dalam empati yang mendalam pada pola pikir dan keinginan masyarakat diam yang mayoritas.

Kredibilitas yang tangguh dan kuat akan membawa pemimpin untuk mendapatkan kekuasaan yang ia inginkan, serta mendapatkan kehormatan dan simpati dari banyak orang.

8 Tips Buat Pemimpin Untuk Menjadi Pendengar Yang Bijak

“Jika Anda Ingin Meraih Kesuksesan, Anda Harus Menentukan Sebuah Tujuan. Dan Setiap Hari, Setidaknya Anda Mengambil Satu Langkah Lebih Maju Untuk Meraihnya.”-J.P.Vaswani

Pemimpin adalah panutan yang harus memiliki keterampilan untuk merangkul setiap bawahan dengan sikap baik. Pemimpin tidak sekedar menjadi seorang bos, tapi harus tahu tentang bagaimana cara terefektif untuk berhasil menjadi teman dan sahabat buat para bawahan. Untuk itu, seorang pemimpin wajib menjadi pendengar yang bijak dan penuh empati.

Berikut tips untuk menjadi pendengar yang bijak:

1. Pemimpin tidak boleh mengganggu ide dan pemikiran bawahannya, biarkan berkembang dan arahkan ke jalur yang benar.

2. Pemimpin tidak boleh mengabaikan antusias bawahan yang bermaksud menyampaikan pesan tertentu, biarkan bawahan menyampaikan pesan dan menyelesaikan semua kalimatnya secara utuh dan jelas.

3. Pemimpin tidak boleh memotong dan menghentikan pembicaraan bawahan dengan berkata ”Saya sudah tahu”, atau kalimat sejenisnya. Dengarkan saja dalam sikap sabar sampai bawahan selesai berbicara.

4. Pemimpin tidak boleh secara terang-terangan menyatakan tidak setuju dengan bawahan, tapi memberi pujian atas ide dan konsep bawahan, sambil berkata ”Terima kasih”.

5. Pemimpin sebaiknya jangan menggunakan kata-kata “Tidak”, “Tetapi”, dan “Namun”. Pastikan semua kata-kata bermakna tegas, lugas, jelas, dan tidak ragu.

6. Pemimpin tidak boleh bimbang saat mendengar penjelasan bawahan. Fokuskan diri untuk mendengarkan semua kalimat bawahan secara baik. Untuk itu, jangan biarkan mata dan perhatian berkeliaran di tempat lain saat bawahan sedang berbicara.

7. Pemimpin harus menyimak semua kata dan kalimat bawahan, kemudian pada akhir dialog menanyakan pertanyaan yang cerdas kepada bawahan, untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian yang besar pada ide bawahan tersebut.

8. Pemimpin harus memberi kesan positif dan dan profesional, saat mendengar semua kata dan kalimat dari bawahan.

Kedelapan tips ini bila secara tekun Anda latih dan pelajari, akan meningkatkan keterampilan mendengar Anda. Meskipun, kedelapan tips tersebut terlihat mudah dimengerti, tetapi belum tentu mudah untuk di praktekan. Oleh karena itu, Anda harus membaca berulang-ulang semua tips diatas sampai Anda memahami makna sejati dari tips tersebut. Pastikan Anda serius, tekun, dan mendisiplinkan diri untuk berlatih, belajar, dan menginternalisasikan semua tips diatas ke dalam batin terdalam Anda. Selamat mencoba, Anda Pasti Berhasil!

Singkirkan Sekat Pembatas Hubungan

“Walaupun Kita Di Dalam Satu Organisasi, Tapi Tidak Jarang Kita Sulit Untuk Menyampaikan Pendapat Di Antara Kita.” – Djajendra

Sebagai pemimpin, Anda harus bisa menyingkirkan semua tembok pembatas yang menghalangi Anda untuk melakukan komunikasi dari hati ke hati dengan semua bawahan.

Pemimpin harus mampu menembus batas – batas pikiran dan emosional untuk memahami apa yang dibutuhkan oleh bawahan. Artinya, pemimpin harus cerdas secara emosional untuk membangun hubungan yang berkinerja.

Saatnya buat Anda untuk berpikir dan beremosional positif, lalu memanfaatkan hubungan baik dengan semua pihak untuk membangun keharmonisan kerja di internal perusahaan.

Ketika pemimpin mampu menyingkirkan semua sekat pembatas hubungan, pemimpin akan bersinar lebih cemerlang dalam integritas diri yang menghormati semua pihak dengan sempurna. Sekat pembatas hubungan seringkali menjadi penghalang untuk mengetahui hal – hal yang benar. Kadangkala ada orang – orang tertentu yang memanfaatkan sekat pembatas hubungan untuk keuntungan pribadi.

Kesiapan pemimpin untuk memimpin dalam komunikasi dua arah yang saling mendengar dan saling berkontribusi, akan mengurangi semua hal yang tidak efektif di organisasi.

Pemimpin yang baik tidak boleh menghalangi arus informasi ke dalam organisasi, tapi membuat kebijakan-kebijakan yang tepat untuk memanfaatkan informasi dengan efektif.

Singkirkan semua sekat pembatas hubungan komunikasi kerja, pastikan semua orang bisa saling berkomunikasi secara efektif, dan biarkan birokrasi menjadi lebih sederhana untuk membuat semua pekerjaan lebih lancar.

MEMIMPIN DIRI SENDIRI SEBELUM MEMIMPIN ORANG LAIN

“Mulailah Dengan Menepati Janji Dan Komitmen Buat Diri Sendiri, Sebelum Memberikan Janji Dan Komitmen Buat Orang Lain.” – Djajendra

Salah satu kekuatan kepemimpinan adalah kemampuan untuk memimpin diri sendiri, sebelum memimpin orang lain. Bila Anda gagal memimpin diri sendiri untuk menjaga sikap dengan integritas tinggi, maka Anda tidak akan pernah menjadi pemimpin, tapi mungkin hanya menjadi pejabat dengan kekuasaan dan kekuatan yang tidak akan dicintai pengikut Anda.

Memimpin berarti Anda wajib memiliki integritas untuk memberikan contoh dan perbuatan terbaik yang bisa mendatangkan reputasi dan kredibilitas buat diri Anda. Caranya, perkuat kompetensi dan kualitas kepemimpinan Anda untuk meraih sukses; miliki keyakinan bahwa Anda mampu menciptakan sukses; singkirkan semua kebiasaan buruk yang mungkin menjadi penghambat hubungan baik Anda dengan orang lain; dan bertindaklah dengan etika yang menjunjung tinggi kebenaran.

Pemimpin terbaik selalu tahu diri untuk bersikap dengan kekuatan kreatif, strategis, inovatif dalam logika yang diperkuat oleh kecerdasan emosional, intelektual, dan spiritual. Artinya, pemimpin harus bersikap secara profesional, dan bekerja dengan menghasilkan komunikasi yang berkualitas dengan semua pihak. Sebab, saat persepsi pemimpin berbeda dengan orang-orang disekitar, hubungan pemimpin akan menjadi sulit.

Pemimpin harus berani bersikap adil dan jujur kepada siapa pun, dan yang terpenting tidak memperlihatkan emosi yang berakibat pada turunnya reputasi dan kredibilitas kepemimpinannya. Artinya, pemimpin harus mampu menahan diri dan bercermin kepada kebijaksanaan hidup sebelum mengucapkan kata-kata kepada siapa pun.

Kecerdasan emosional pemimpin dan sikap profesionalisme haruslah diikuti dengan kecerdasan untuk mengelola waktu dan semua kesempatan secara bijak dan baik.

Pemimpin terbaik akan selalu berpikir besar, berjiwa besar, dan bertindak untuk kebesaran kepemimpinannya. Dan, dia akan merawat dan mengelola potensi dirinya dengan integritas tinggi untuk menjadi pemimpin berkualitas tinggi dalam memberikan pelayanan kepada para pengikut.

PEMIMPIN HARUS CERDAS MENGATASI TEKANAN

“Setiap Orang Di Waktu Sulit Yang Penuh Tekanan Harus Tahu Bahwa Pemimpin Mereka Selalu Bersama Mereka. Oleh Karena Itu, Pemimpin Harus Selalu Membuat Pengikutnya Tahu Bahwa Dirinya Selalu Bersama-Sama Pengikutnya.” – Djajendra

Memimpin berarti memiliki kekuasaan. Ketika kekuasaan yang dimiliki pemimpin itu mendapat tekanan, maka setiap orang yang ada dalam kepemimpinan tersebut akan berada dalam ketidakpastian. Hanya pemimpin yang tegar, sabar,  pintar, dan cerdik yang akan survive dari berbagai tekanan. Pemimpin yang cerdik pasti tahu bagaimana cara untuk menangani tekanan. Dia juga tahu bahwa tekanan dalam sebuah kepemimpinan merupakan tantangan yang harus ditangani secara bijak dengan memperhatikan setiap situasi dan kondisi secara rinci dan profesional.

Berikut ini ada 11 tips yang akan membantu pemimpin untuk menangani tekanan.

1. Pemimpin harus berbicara dan berkomunikasi kepada setiap kekuatan, untuk mengatasi masa-masa sulit dengan cara-cara persuasif dan positif.

2. Pemimpin wajib memiliki informasi dan pengetahuan yang lengkap terhadap situasi dan kondisi terakhir. Dan, memastikan bahwa semua kendali kekuasaan masih utuh ditangannya.

3. Pemimpin tidak boleh membiarkan persoalan apa pun bepergian tanpa mendapatkan perhatian. Pemimpin harus bersikap tegas dalam mengambil tindakkan untuk meredam simpang siurnya sebuah persoalan. Pemimpin harus meyakinkan semua orang untuk memahami apa yang terjadi.

4. Pemimpin wajib memberikan petunjuk yang jelas dan yang sederhana, agar setiap orang dapat memiliki informasi yang sama untuk menghindari konflik dan kesalahpahaman.

5. Pemimpin harus bersikap terbuka untuk menerima pertanyaan dan informasi dari siapa pun. Kemudian, harus mampu memberikan jawaban-jawaban yang sejuk dan penuh empati.

6. Pemimpin harus bersikap proaktif untuk memotivasi setiap orang untuk segera meninggalkan masalah dan memulai langkah baru dengan solusi.

7. Pemimpin harus melibatkan semua kekuatan dalam pengambilan keputusan penting. Sebab, saat semua kekuatan merasa terwakili secara bijaksana, maka risiko dari tekanan yang ada akan menjadi minimal.

8. Pemimpin tentu saja harus membuat keputusan akhir untuk mengatasi tekanan, tapi sebaiknya pemimpin  meminta dukungan dari tim intinya dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Pemimpin harus memfungsikan tim intinya secara maksimal untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

9. Pemimpin harus selalu menyemangati dan memberikan harapan positif kepada setiap orang, agar mereka dapat terhindar dari situasi sulit di bawah tekanan, dan merasa terlindung di bawah kepemimpinan yang tangguh dan solid.

10. Setiap orang di waktu sulit yang penuh tekanan harus tahu bahwa pemimpin mereka selalu bersama mereka. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu membuat pengikutnya tahu bahwa dirinya selalu bersama-sama pengikutnya. Manfaatkan sepenuhnya setiap pertemuan dan kontak dengan setiap pengikut, dan buat mereka tahu bahwa mereka memiliki dukungan total dari pemimpinnya. Lalu, berkomunikasilah secara bijaksana dan penuh empati dalam visi yang terang.

11. Redamlah setiap rumor negatif dengan visi dan harapan yang terarah. Bangkitkan semangat dan antusias dari semua orang untuk bekerja total dalam mengatasi setiap risiko berbahaya dari tekanan yang ada.

KOMPETENSI UNTUK MEMIMPIN ORANG LAIN

“Apa Yang Ada Di Belakang Dan Di Depan Kita Adalah Hal-Hal Yang Sangat Kecil Jika Dibandingkan Dengan Apa Yang Ada Di Dalam Diri Kita.”- Ralph Waldo Emerson

Setiap pribadi pastinya adalah pemimpin untuk dirinya sendiri, mungkin juga harus menjadi pemimpin dalam keluarga, dan jika kompeten pasti mampu memimpin kepentingan-kepentingan kehidupan orang lain.

Siapa pun pasti bisa belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang kepemimpinan, tetapi belum tentu ia menjadi kompeten untuk memimpin orang lain. Ingat! Untuk menjadi kompeten dalam memimpin orang lain, pemimpin harus memperkaya dirinya dengan nilai-nilai kehidupan yang mampu memberikan keadilan, kejujuran, motivasi, inspirasi, kebaikan, pertolongan, kemakmuran, kedamaian dan perlindungan kepada orang-orang lain.

Kepemimpin harus menjadi panduan yang sangat praktis, sederhana, dan berguna buat membantu kehidupan orang-orang yang dipimpin. Jadi, seorang pemimpin tidak harus menjadi ahli kepemimpinan untuk dapat memimpin orang lain, tapi harus kompeten dan terhubung secara harmonis dengan jiwa-jiwa yang dipimpin.

Pemimpin yang kompeten pasti memiliki niat tulus untuk memperbaiki kehidupan orang lain ke arah yang sepatutnya. Pemimpinan yang kompeten pasti memiliki kemampuan yang cukup, atau kualitas diri yang professional untuk menjadikan kehidupan orang banyak lebih damai dan sejahtera. Pemimpin yang kompeten pasti memenuhi syarat-syarat kultur, etika, moralitas, dan hukum yang memadai buat menjadi panutan para pengikut. Pemimpin yang kompeten pasti memiliki kemampuan untuk mengembangkan fungsi kepemimpinan yang merespon kebutuhan orang-orang yang dipimpin. Pemimpin yang kompeten pasti tahu tentang prioritas apa yang harus dilakukan, kapan dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan apa manfaatnya buat orang banyak.

Kepemimpinan dimulai dengan Anda, Anda harus memimpin diri sendiri sebelum memimpin yang lain. Jadi, Anda harus menjadi kompeten untuk menjadikan diri Anda sebagai pemimpin sejati yang dicintai pengikut Anda; Anda harus kompeten untuk memilih orang dan tempat yang akan Anda pimpin; Anda harus kompeten untuk memahami perilaku, potensi, dan keterampilan di wilayah yang akan Anda pimpin tersebut; Anda harus kompeten dengan pengetahuan yang benar tentang orang-orang yang akan Anda pimpin; Anda harus kompeten untuk mengevaluasi diri sendiri dan diri orang-orang yang Anda pimpin.

Newer posts