APAKAH ANDA SUDAH MENGENAL DIRI SENDIRI?

“Jika tidak mengenal diri sendiri, maka pikiran terus-menerus gelisah dan kesadaran ditutupi oleh ketidaktahuan.”~Djajendra

Selama Anda tidak mengenal diri sendiri, maka Anda sulit melampaui keterbatasan dan ketidaktahuan dalam hidup. Kebijaksanaan dan kedamaian hidup bersumber dari mengenal diri sendiri. Siapa saya? haruslah dipelajari dan dipahami secara sungguh-sungguh. Jika Anda sudah mengenali diri sendiri secara baik, maka sifat-sifat terbaik untuk melayani kehidupan akan muncul dari kualitas diri terdalam Anda. Di samping itu, pikiran dan perasaan Anda dapat terkendali dalam kesadaran. Anda tidak pernah lagi berada dalam kegelisahan, sebaliknya mampu mengelola semua tantangan dengan bijaksana.  

Mengenal diri sendiri menciptakan pengalaman keutuhan pada diri sejati. Kehidupan harus dibangun dari keutuhan individu untuk dialirkan dalam proses kehidupan kolektif. Jalur pertumbuhan diri itu dimulai dari mengenal diri sendiri dan membuat diri sejati memiliki kualitas yang tinggi, untuk mengalami kehidupan yang produktif dan penuh kegembiraan. Ketika Anda mengalami proses mengenal diri sendiri, Anda akan memiliki keterhubungan alami dengan kehidupan di luar diri Anda. Hal apa pun yang harus Anda hadapi, Anda mampu menghadapinya benar-benar dari ke kedalaman hati Anda. Anda tidak lagi dipengaruhi oleh gaya hidup tertentu yang bersumber dari luar diri Anda, tetapi Anda benar-benar mampu tampil dari diri sejati yang kaya kualitas, untuk dipersembahkan bagi kehidupan Anda yang indah.

Jika Anda sudah mengenal diri sendiri, maka Anda mampu memanfaatkan kekuatan potensi dari dalam diri untuk keindahan hidup Anda. Tidak ada lagi keluh-kesah. Tidak ada lagi putus asa. Tidak ada lagi rasa sakit yang ditimbulkan pada diri sendiri. Semua rahasia hidup dan ketidaktahuan akan terjawab dari terangnya pikiran dan kepribadian Anda. Anda mampu melihat isi pikiran Anda. Anda mampu melihat isi perasaan Anda. Anda mampu mempelajari potensi dan bakat Anda untuk dimanfaatkan pada momen sekarang. Jadi, Anda tidak lagi membiarkan pikiran dan perasaan terlalu lama dan sibuk mengurusi masa lalu atau pun masa depan. Anda mampu memberikan semua yang terbaik pada hari ini, pada momen ini. Pikiran dan gairah mampu fokus pada momen sekarang untuk menghasilkan kualitas dan karya terbaik. Dengan mengenal diri sendiri secara sempurna, Anda mampu menemukan kepribadian yang hebat di dalam diri Anda, kemudian berani mengambil tindakan untuk mewujudkan hal-hal positif secara mendalam.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 05082019

Seseorang yang memiliki kemampuan berbeda tidak membutuhkan belas kasih atau kebaikanmu – mereka hanya perlu diterima. ~ Sadhguru

Emosi bisa tiba-tiba muncul dan menguat, bisa juga tiba-tiba memudar dan menghilang dengan cepat. Hidup kita tidak boleh ditentukan oleh emosi, tetapi oleh sikap kita yang bijak dan kaya pengetahuan.~Djajendra

Setiap seniman mencelupkan kuasnya ke dalam jiwanya sendiri, dan melukis sifatnya sendiri ke dalam lukisannya.~ Henry Ward Beecher

Kepemimpinan adalah tentang keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan.~Djajendra

Ketika rasa sakit, kesengsaraan, atau kemarahan terjadi, saatnya untuk melihat ke dalam diri Anda, bukan di sekitar Anda. ~ Sadhguru

Setiap tindakan manusia, apakah itu menjadi positif atau negatif, harus bergantung pada motivasi.~Dalai Lama

Mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar.~Djajendra

Kamu adalah apa yang kamu pikirkan. Kamu adalah apa yang kamu cari. Kamu adalah apa yang kamu lakukan!~ Bob Richards

Niat baik membungkus dirinya dengan kekuatan.~ Ralph Waldo Emerson

Apa yang selalu berbicara dalam hati adalah tubuh.~- Norman Brown

Satu hal yang dapat kita lakukan adalah membuat pilihan untuk memandang dunia dengan cara yang sehat. Kita dapat memilih untuk melihat dunia aman hanya dengan saat-saat bahaya daripada melihat dunia sebagai berbahaya hanya dengan saat-saat aman.~ Deepak Chopra

Sampai kita memperhitungkan bagaimana kita melihat diri kita sendiri (dan bagaimana kita melihat orang lain), kita tidak akan dapat memahami bagaimana orang lain melihat dan merasakan tentang diri mereka sendiri dan dunia mereka. Tanpa kita sadari, kita akan memproyeksikan niat kita pada perilaku mereka dan menyebut diri kita objektif. ~ Stephen Covey

Sukses itu bukan cerita mudah, sukses adalah cerita dari kegagalan dan putus asa.~Djajendra

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENCOBA MENJADI SEMPURNA DALAM PELAYANAN

“Pelayanan sempurna adalah upaya dan kerja keras dari orang-orang yang hatinya lembut dengan kasih dan empati.”~Djajendra

Pelayanan sempurna bukan berasal dari sifat perfeksionis. Anda yang perfeksionis tidak mampu melihat kesempurnaan pada orang lain. Semakin perfeksionis Anda untuk memberikan pelayanan berkualitas, semakin sering Anda menjadi pemarah dan kesal, karena persepsi Anda selalu melihat kekurangan pada orang lain. Untuk bisa memberikan pelayanan sempurna, Anda harus membiarkan diri Anda menjadi alat kasih dalam pelayanan rendah hati. Rasa hormat Anda, ketulusan Anda, sikap baik Anda, kehidupan hati Anda yang ikhlas dan penuh empati, ucapan dan kata-kata Anda yang lembut, serta emosi positif yang rajin membersihkan semua emosi negatif adalah sumber kekuatan untuk memberikan pelayanan sempurna. Jadi, jangan mencoba memberikan pelayanan sempurna dari sifat dan kepribadian Anda yang terlalu perfeksionis, Anda pasti gagal dan kemarahan Anda menjadi realitas sehari-hari.

Ketika Anda berada di bawah pengaruh ego yang begitu terobsesi pada pelayanan sempurna, Anda akan melihat kekurangan dari ketidaksempurnaan di sekeliling Anda. Ego tidak mau memaafkan dan lebih memilih marah terhadap kekurangan. Ketika marah menjadi energi Anda dalam menyikapi kekurangan dan ketidaksempurnaan dari orang-orang yang bertugas memberikan pelayanan sempurna, maka organisasi Anda akan gagal untuk memberikan pelayanan prima. Jika ketidaksempurnaan diberikan energi cinta dan kasih dari rasa empati yang mendalam, maka secara alami ketidaksempurnaan akan menjadi sempurna. Anda harus sadar bahwa kesempurnaan dalam pelayanan itu adalah upaya dan kerja keras dari orang-orang yang hatinya lembut dengan kasih dan empati. Pelayanan sempurna dapat Anda berikan ketika Anda dalam keadaan kebijaksanaan, berpikir positif, mendapatkan pencerahan, rendah hati, penuh kasih, penuh toleransi, penuh empati, mengerti, memahami, peduli, membantu, dan niat tulus yang ingin melihat pelanggan bahagia.

Ketika seorang pelanggan menghujani Anda dengan kata-kata kasar atau penghinaan, Anda harus membalasnya dengan senyum dan kata-kata lembut dari kerendahan hati Anda. Saya yakin hal ini mungkin sangat tidak mudah bagi Anda, tetapi jika Anda menjadi alat kasih dalam pelayanan sempurna, Anda pasti berjiwa hebat untuk menerima kata-kata kasar dengan ikhlas. Sangat mudah bagi Anda untuk menghina dan menjatuhkan pelanggan yang tidak sopan dengan kata-kata kasar yang menyakiti hatinya. Anda yang merasa terhina dan marah dengan sikap pelanggan yang tidak baik mungkin merasa menang ketika kata-kata kasar Anda melukai hati pelanggan. Tetapi, kemenangan dan kepuasan hati Anda ini menjadikan Anda gagal untuk memberikan pelayanan sempurna, dan otomatis organisasi Anda pun gagal menjaga komitmen untuk memberikan pelayanan sempurna. Memang tidak mudah untuk memberikan pelayanan sempurna dengan konsisten. Jika Anda ingin secara konsisten memberikan pelayanan sempurna, Anda harus menahan diri dari ego pembalasan. Organisasi Anda kehilangan pelayanan sempurna ketika Anda membalas pelanggan yang tidak sopan; ego Anda menang atas emosi negatif pelanggan, tetapi organisasi Anda gagal untuk memberikan pelayanan sempurna.

Kesempurnaan dalam pelayanan adalah sifat dari kepribadian yang mendapatkan pencerahan. Saat Anda bahagia dan gembira, energi positif Anda secara alami memberikan kesempurnaan. Jika Anda memberikan kesempurnaan, maka Anda sedang berada di sumber sukacita. Jadi, kesempurnaan itu dihasilkan dari keindahan dan kebahagiaan hati yang paling dalam. Oleh karena itu, jangan pernah mau terpancing atau dipengaruhi oleh energi negatif dari luar diri Anda. Membalas keburukan orang lain dengan kemarahan dan tindakan kasar, itu artinya Anda dipermainkan oleh kekuatan buruk dari luar diri Anda. Mungkin Anda menganggap membalas dengan lebih kejam adalah kekuatan Anda, padahal itulah kelemahan terbesar Anda. Pelayanan sempurna membutuhkan energi positif Anda, membutuhkan Anda sebagai alat kasih, membutuhkan kekuatan Anda untuk selalu hadir dari ke kedalaman hati yang penuh kegembiraan dan kebahagiaan.

Pelayanan sempurna bersumber dari sukacita yang terkendali dalam jiwa sebagai alat kasih. Setiap saat hati dan perilaku harus hidup dalam kebijaksanaan, kebahagiaan, ketenangan, kesabaran, kegembiraan, dan kemampuan untuk melihat kesempurnaan dari kehidupan yang sering dikatakan sebagai tidak sempurna. Sesungguhnya hidup sudah sangat sempurna. Kesempurnaan hidup dapat kita temukan di ke kedalaman diri kita yang kaya energi positif. Jika Anda menggunakan ego untuk menemukan kesempurnaan, maka Anda tidak pernah mampu menemukannya. Kesempurnaan itu tersembunyi di ke kedalaman jiwa, bukan dari penampilan ego. Jika komitmen Anda untuk memberikan pelayanan sempurna bersumber dari ego dan sifat perfeksionis, maka Anda tidak bisa secara konsisten memberikan pelayanan sempurna di sepanjang waktu. Walaupun mungkin niat Anda sangat mulia, tindakan Anda luar biasa, dan Anda berani mengeluarkan uang yang banyak untuk investasi pelayanan sempurna. Tetapi, jika Anda tidak memiliki komitmen dan keyakinan untuk menemukan energi positif dalam pelayanan sempurna dari ke kedalaman hati yang paling dalam, tidak memiliki komitmen untuk menjadikan setiap individu sebagai alat kasih dalam pelayanan, maka organisasi Anda berpotensi gagal untuk memberikan pelayanan sempurna yang konsisten.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGHADAPI PERILAKU TIDAK TULUS

“Ketidaktulusan adalah kegelapan dalam hidup di mana kebaikan ditutupi dengan niat yang tidak benar.”~Djajendra

Ketulusan adalah cahaya kehidupan di mana sifat baik hadir, dan semua hal ada dalam kejelasan yang terang. Ketulusan menciptakan transparansi dalam segala hal, dan tidak ada lagi yang tidak jelas. Ketidaktulusan adalah kegelapan dalam hidup di mana kebaikan ditutupi dengan niat yang tidak benar. Ketidaktulusan menunjukkan kehidupan dalam rasa takut dan curiga karena ada yang disembunyikan dalam kerahasiaan hati, dalam kepentingan masing-masing, dalam kurangnya pengertian, dan dalam niat yang ingin mencurangi yang lain. Orang-orang yang memiliki hati yang tulus selalu menampilkan perilaku yang tulus. Mereka mencintai hidup mereka dan lingkungan mereka. Mereka sadar bahwa tidak mudah berharap kejujuran dan cinta dari orang lain. Oleh karena itu, prinsip hidup mereka membuat cinta dan kejujuran mereka tidak bergantung pada pihak di luar diri mereka. Mereka ikhlas dan tulus untuk memberikan cinta, kejujuran, integritas, dan toleransi pada kehidupan dunia yang singkat.

Menghadapi perilaku tidak tulus bukanlah sesuatu yang mudah. Padahal kehidupan yang damai dan harmonis membutuhkan perilaku tulus untuk saling menjaga hubungan dalam cinta dan kebaikan. Kita boleh berbeda ide, keyakinan, kepercayaan, dan pemikiran; tetapi, kita harus tetap tulus untuk menciptakan kebersamaan dalam cinta dan kesepakatan bersama. Persoalannya, sifat manusia berada dalam sebab-akibat, manusia tidak mungkin konsisten dalam memberikan cinta. Jika suka cinta bisa mengalir dan jika tidak suka cinta berhenti mengalir. Jika diperhatikan mungkin akan memperhatikan, jika tidak diperhatikan mungkin akan melupakan. Perilaku tulus membutuhkan cinta yang konsisten dalam segala situasi.

Perilaku tulus seperti cahaya yang memperlihatkan kejujuran, cinta, integritas, kepedulian, empati, dan toleransi dengan jelas. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap integritas tumbuh dan menguat. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap toleransi dan kepedulian dirasakan bersama. Jika tidak ada perilaku tulus, jangan berharap cinta dan kejujuran dapat terlihat dalam keterusterangan. Perilaku tulus membuat ucapan, tindakan, dan pilihan kata yang sesuai dengan kenyataan. Tidak ada kebohongan, tidak ada kepura-puraan, emosi dan mental selalu dalam energi positif. Tidak ada yang disembunyikan karena kepentingan, kemurnian sikap atas fakta benar-benar hadir dari pengetahuan dan kecerdasan yang transparan.

Perilaku tulus dapat kita miliki jika dengan sengaja kita tumbuh dan berkembang dari kebijaksanaan dan cinta. Ketika kita memperoleh semua pengetahuan dan kecerdasan dari kebijaksanaan dan cinta, maka pikiran kita selalu positif dan persepsi kita mampu melihat atau pun merasakan hal-hal indah di semua fakta kehidupan. Ketidaktahuan, kesombongan, ketakutan, keraguan, kebohongan, kelicikan, keserakahan, kebodohan, dan semua hal-hal yang tidak bijaksana dan tidak dalam kuasa cinta akan lenyap dalam kesadaran dan kecerdasan diri. Kita pun mampu memahami orang lain yang berbeda dengan kita, dan berinteraksi dari perilaku tulus. Kita tidak akan pernah mempunyai niat untuk mengambil keuntungan secara licik dari orang lain, karena kita sadar bahwa hanya Tuhan yang memberi kita keuntungan dan rezeki berlimpah, bukan oleh orang-orang yang kita temui.

Perilaku tulus mampu menyatukan hati dalam kebahagiaan dan kedamaian. Perilaku tidak tulus sangat mungkin menyakiti hati dan meninggalkan kesan negatif. Siapa pun yang tidak tulus akan memanen penderitaan di masa depan. Siapa pun yang tidak tulus sedang memadamkan potensi hebat di dalam diri. Siapa pun yang tidak tulus sedang mematikan cahaya kesadaran dari hati dan pikiran. Setiap orang pasti menyukai orang-orang yang berperilaku tulus, jujur, dan kaya sikap baik. Jika Anda suka dengan orang-orang yang tulus, ikhlas, sabar, baik, rendah hati, jujur, dan menyenangkan; maka, itu artinya, semua orang juga sama seperti Anda, menyukai orang-orang yang seperti Anda sukai. Perilaku tulus memberikan energi untuk kehidupan yang damai, indah, bahagia, dan sejahtera.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MOTIVASI DAN INSPIRASI 01082019

Saya tidak mampu mengendalikan emosi dan peristiwa di luar diri saya; saya hanya mampu menemukan sikap untuk melayani semua hal di luar diri saya.~Djajendra

Jika kita merasa keamanan finansial pasti menjamin masa depan hidup kita, maka itu artinya kita menolak untuk mendapatkan kehidupan yang lebih berkualitas.~Djajendra

Emosi bukan alat untuk bertindak dan bereaksi, tetapi informasi yang memberitahu kita tentang apa yang sedang kita alami.~Djajendra

Saya telah melihat banyak badai dalam hidup saya. Kebanyakan badai mengejutkan saya, jadi saya harus belajar dengan sangat cepat untuk melihat lebih jauh dan memahami bahwa saya tidak mampu mengendalikan cuaca, untuk melatih seni kesabaran dan untuk menghormati amarah alam.~ Paulo Coelho

Semua pelanggan harus dipelihara dengan cinta, dan bisnis harus dipupuk dengan cinta; cinta itu sendiri adalah pemberi kekuatan pada kesuksesan bisnis, yang berasal dari niat suci dan perilaku tulus untuk memberikan pelayanan tanpa pamrih.~Djajendra

Kuncinya adalah untuk tidak melawan atau memberontak terhadap emosi atau mencoba menyiasatinya dengan merancang segala macam trik; tetapi untuk menerimanya secara langsung, sebagaimana adanya.~ Takahisa Kora

Hidup adalah proses, bukan masalah. Pertanyaannya adalah, sudahkah Anda mempersiapkan diri untuk proses ini atau tidak. ~ Sadhguru

Daripada menolak emosi apa pun, cara terbaik untuk menghilangkannya adalah dengan memasukkannya sepenuhnya, merangkulnya dan melihat melalui perlawananmu.~Deepak Chopra

Jadilah kuat dan percaya diri ketika berada di posisi terendah; jadilah rendah hati dan banyak belajar ketika berada di posisi tertinggi. Hidup ini perjalanan dari bukit, lembah, gunung, bukit, gunung, dan lembah.~Djajendra

Kita harus menjadi lebih sadar akan dunia perasaan kita. Dengan belajar mengidentifikasi ‘beban emosional’ dan mengelola reaksi dunia perasaan kita, kita dapat melihat kehidupan berdasarkan informasi saat ini alih-alih ditawan oleh masa lalu kita.~Doc Childre

Keamanan adalah ketika semuanya diselesaikan, ketika tidak ada yang bisa terjadi pada Anda; keamanan adalah penolakan hidup.~ Germaine Greer

Perasaan kita adalah jalan kita yang paling asli menuju pengetahuan.~Audre Lorde

Situasi apa pun yang Anda hadapi, adalah refleksi lahiriah dari keadaan batin Anda.~ El Morya

Orang-orang yang berhubungan dengan kita selalu merupakan cermin, yang mencerminkan keyakinan kita sendiri, dan secara bersamaan kita juga mencerminkan kepercayaan mereka. Jadi, hubungan adalah salah satu alat paling kuat untuk pertumbuhan … jika kita melihat dengan jujur ??hubungan kita, kita bisa lihat begitu banyak tentang bagaimana kita telah menciptakannya. ~ Shakti Gawain

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL MEMBUAT KITA LEBIH MENGENAL KEUNGGULAN DIRI SENDIRI

“Emosi bisa tiba-tiba muncul dan menguat, bisa juga tiba-tiba memudar dan menghilang dengan cepat. Hidup kita tidak boleh ditentukan oleh emosi, tetapi oleh sikap kita yang bijak dan kaya pengetahuan.”~Djajendra

Diri kita ini sangat berharga, diri kita sangat penting untuk kehidupan yang penuh keajaiban. Kita harus merawat diri terbaik untuk selalu kuat dan produktif. Menguasai keterampilan kecerdasan emosional adalah salah satu cara agar kita selalu kuat dan produktif di sepanjang proses hidup. Kecerdasan emosional membuat kita hebat dalam memahami semua jenis emosi yang ada di dalam diri sendiri dan orang lain. Setelah memahami dan mengerti cara memanfaatkan semua jenis emosi tersebut, kita mampu memimpin proses hidup kita dengan tenang. Kecerdasan emosional membuat kita selalu fokus dan tenang dalam semua situasi kehidupan. Ketika kehidupan yang kita alami mengguncang , ketidakpastian, dan tidak mudah; maka, kita mampu menjaga kualitas dan potensi diri kita untuk mengatasi semua hal yang tidak mudah tersebut. Intinya, kecerdasan emosional membuat kita selalu hebat dan berkualitas di semua situasi kehidupan yang kita jalani.

Keterampilan kecerdasan emosional membangun hubungan yang produktif dan berkualitas dengan orang lain. Seorang pemimpin yang menguasai kecerdasan emosional dengan baik mampu membuat orang-orang di sekitar-nya bergerak ke arah yang diinginkan. Paling tidak tujuh kompetensi berikut wajib dikuasai dengan sempurna, yaitu: kesadaran diri, motivasi diri, intuisi, manajemen diri, empati, keterampilan sosial, dan kecerdasan hubungan sosial. Jelas, ke tujuh kompetensi ini membutuhkan kepribadian yang mampu belajar banyak hal dari integritas diri yang sempurna. Ke tujuh kompetensi ini haruslah dimulai dari kecerdasan kognitif yang mampu melakukan tugas apa pun dari ketenangan yang hebat. Kognitif mampu bekerja dalam kegembiraan dan keyakinan untuk sukses ketika fungsi-fungsinya, seperti: mengingat, belajar, memecahkan masalah, memperhatikan, dan semua hal lain yang berbasis keterampilan kognitif mampu hadir dalam kesederhanaan pola pikir yang sangat inovatif.

Kecerdasan emosional membuat kita menguasai persepsi agar interpretasi atau pengakuan atas rangsangan sensoris betul-betul dihasilkan dari integritas dan pengetahuan yang benar, sehingga persepsi kita betul-betul bersifat universal yang mudah menghubungkan kita dengan berbagai perbedaan dalam hidup. Kecerdasan emosional membuat kita selalu fokus atau mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal yang kita kerjakan. Mampu mengelola semua kepentingan dan kompetisi di lingkungan kita. Mampu menghadapi semua situasi dan ketidakpastian dengan percaya diri. Kecerdasan emosional membuat kita memiliki pemikiran yang cemerlang dan menggunakan memori kita untuk hal-hal positif. Kita pun sadar untuk mengambil memori-memori yang baik untuk hidup kita, menggunakan keterampilan motorik dari kesadaran untuk melakukan hal-hal baik, menggunakan atau memilih bahasa dan kata yang berkualitas dalam setiap hubungan dan komunikasi, menampilkan hal-hal visual dari dalam diri untuk memperkuat kebaikan dan keindahan.

Mungkin kita tidak pernah mampu menghitung banyaknya jenis emosi yang dihasilkan oleh diri kita. Tidak mudah untuk mengidentifikasi dan memberi tanda pada perasaan. Kadang-kadang, emosi menciptakan beragam perasaan yang membuat kita semakin bingung dengan diri sendiri. Kegembiraan, kemarahan, kesedihan, khawatir, ketakutan, gairah, semangat, malu, dan semua emosi tersebut masih akan menghasilkan emosi-emosi baru atau perasaan-perasaan baru. Kita harus menandai dan mengidentifikasi semua emosi yang tidak akan pernah selesai melahirkan emosi-emosi baru di sepanjang hidup kita. Jadi, salah satu tugas terpenting di sepanjang proses hidup kita adalah menerima apa pun perasaan yang timbul di hati dan mencatat-nya sebagai akibat dari apa. Perasaan atau emosi itu produk dari ketidakpastian, produk dari sukacita, produk dari dukacita, produk dari keberhasilan, produk dari perubahan yang kita alami. Oleh karena itu, tidak mungkin kita mampu petakan dan memastikan emosi apa saja yang ada di dalam diri kita. Situasi, keadaan, dan peristiwa dapat melahirkan berbagai jenis emosi yang harus dapat kita kendalikan. Daftar emosi tidak mungkin dapat kita susun pada hari ini, sebab kita tidak pernah tahu emosi apa saja yang ada di dalam diri kita. Karena itu, hari ini kita tidak akan mampu mengenali dan memberi tanda pada semua jenis emosi. Kita harus menghadapi emosi tersebut dan barulah kita harus mampu mengendalikan-nya dengan cerdas.

Berapa sering dan berapa lama sebuah perasaan bisa menguasai hidup kita? Jika perasaan-perasaan yang tidak menguntungkan hidup kita terlalu lama menguasai diri kita, maka ini artinya kecerdasan emosional kita masih sangat rendah. Gangguan dari pikiran dan emosi pada kepribadian kita sangat tidak menguntungkan hidup kita. Kita tidak perlu melawan semua gangguan itu, kita cukup memperkuat kecerdasan emosional kita untuk menerima semua gangguan itu sebagai berkah bagi kemajuan diri kita. Keikhlasan untuk menerima semua yang tidak menyenangkan hati itu dengan rasa syukur dapat membantu kita, untuk mempelajari hal-hal positif dari kekacauan yang kita rasakan. Menciptakan suasana hati yang tenang, sabar, tabah, ikhlas, dan menerima semua gangguan emosi sebagai pelajaran untuk kemajuan diri sendiri adalah bukti bahwa kita memiliki kualitas kecerdasan emosional yang baik.

Segala kemungkinan dapat kita alami dan yang paling penting bagaimana sikap kita dalam mengekspresikan perasaan. Semua emosi ditampilkan dalam bentuk perasaan. Kita harus memahami manfaat dari semua perasaan yang timbul dari emosi kita. Kita harus mengerti dan memahami cara kita secara pribadi mengalami emosi. Dari hati yang paling dalam, kita harus bertanya kepada diri sendiri, kenapa perasaan itu muncul? Setelah kita memahami emosi tersebut, kita juga dengan kesadaran yang tinggi, harus memahami bagaimana tubuh kita bereaksi terhadap emosi tersebut. Pada akhirnya, kita harus memutuskan sikap apa yang paling baik untuk menanggapi emosi tersebut. Jadi, apa pun bisa terjadi dalam hidup kita, dan perasaan apa pun bisa muncul dari kejadian yang kita alami. Tetapi, sikap kita yang tepat mampu menciptakan perilaku positif, sehingga kita tidak mengekspresikan perasaan-perasaan yang tidak menguntungkan hidup kita.

Kecerdasan emosional mampu menjaga diri kita dari rangsangan tiba-tiba atau gerakkan hati yang timbul secara spontan, tanpa memikirkan risiko dan bahaya. Kadang-kadang, obsesi dan keinginan yang berlebihan menutup akal sehat kita, sehingga kita menjadi penuh semangat dan nekad untuk melakukan sebuah tindakan, tanpa memikirkan dampak buruknya. Tekad yang kuat itu baik, semangat yang tinggi itu baik, rasa percaya diri yang tinggi itu baik. Tetapi, sebaiknya, semua yang baik itu tetap dilakukan dalam kendali kecerdasan emosional yang baik. Pada intinya, kita membutuhkan manajemen emosi positif untuk meningkatkan kualitas karakter yang mudah mengendalikan emosi berlebihan secara positif. Spontanitas itu baik-baik saja, tetapi spontanitas tanpa terkendali dalam kecerdasan emosional dapat menimbulkan masalah di masa depan. Oleh karena itu, kita harus tetap fokus untuk membangun karakter dan kualitas diri terbaik dari kecerdasan emosional, sehingga ketika harus mengambil tindakan atau keputusan secara mendadak, kita telah menguasai kontrol atas tindakan dan keputusan tersebut.

Setiap orang pasti ingin secepatnya sukses, apalagi kalau melihat orang-orang di sekitarnya maju dan memiliki apa yang kita inginkan. Mungkin hari ini kita dalam ruang tunggu yang sedang menumbuhkan kualitas kita, tetapi emosi yang tak terkendali, yang secepatnya ingin memiliki semua impian, membuat kita cemas dan khawatir. Mengembangkan kemauan yang kuat untuk memiliki sesuatu harus diiringi dengan kecerdasan emosional yang baik. Perasaan cemas dan khawatir tidak akan membawa kita untuk mendekat pada impian, tetapi akan memperpanjang penderitaan kita dalam obsesi dan keinginan. Dalam kondisi ini, kita tidak akan tumbuh, tetapi semakin mundur dan semakin menjadi tidak berdaya. Oleh karena itu, tingkatkan kompetensi dan kualitas kecerdasan emosional agar dalam ruang tunggu, kita bisa benar-benar belajar untuk menerima impian pada waktunya. Semua jenis perasaan yang terkendali dalam kecerdasan emosional dapat dimanfaatkan untuk mempercepat pertumbuhan kualitas diri kita.

Stres tidak mungkin dihilangkan dari proses hidup kita. Stres dalam kadar yang sangat rendah baik bagi kita. Tetapi, ketika stres sudah sangat mengganggu hidup kita, maka hanya melalui kecerdasan emosional stres dapat kita kurangi. Jadi, jika sampai hari ini kita masih suka terjebak dalam stres tinggi, itu artinya kualitas kecerdasan emosional kita masih sangat rendah. Kondisi ini haruslah menjadi kesadaran kita untuk memperbaiki diri sendiri dengan berlatih semua kompetensi kecerdasan emosional secara baik. Intinya, kecerdasan emosional tidak mungkin kita kuasai tanpa menguasai tujuh kompetensi seperti yang sudah kita bicarakan di atas. Ke tujuh kompetensi tersebut harus benar-benar kita kuasai dan jalankan secara berkualitas. Mengurangi tingkat stres harus kita kelola dengan sebaik mungkin. Kita harus sadar untuk menguasai perasaan dan emosi kita dengan sebaik-baiknya. Jelas, semua ini membutuhkan latihan dan kemampuan untuk dijalankan dalam kehidupan sehari-hari.

Jika kita tidak memiliki kecerdasan emosional, maka perasaan kita bisa mengambil tindakan. Jelas, hal ini tidak baik bagi masa depan kita. Perasaan kita sifatnya jangka pendek, dan hanya terpengaruh oleh realitas momen ini, bukan dari visi yang direncanakan secara sadar. Kita tidak boleh mengambil keputusan dan tindakan hanya berdasarkan perasaan. Sebab, perasaan kita saat ini bisa saja berubah satu jam kemudian. Intinya, sifat perasaan itu sangat pendek dan ditentukan oleh momen-momen kehidupan yang sedang kita lewati. Tindakan terbaik berasal dari kesadaran diri yang terukur dan memiliki kalkulasi resiko dengan sempurna.

Emosi bisa tiba-tiba muncul dan menguat, bisa juga tiba-tiba memudar dan menghilang dengan cepat. Hidup kita tidak boleh ditentukan oleh emosi, tetapi oleh sikap kita yang bijak dan kaya pengetahuan. Jadi, dalam setiap hubungan kita dengan orang lain tidak boleh didasarkan oleh emosi, tetapi oleh sikap baik kita. Kita harus memiliki kompetensi dan keterampilan kecerdasan emosional yang baik, sehingga setiap saat apa pun emosi-nya, kita mampu menguasai emosi tersebut untuk kebaikan hidup kita. Sifat primitif dan kognitif yang belum berkembang adalah sebuah hambatan untuk menguasai kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional hanya dapat dimiliki oleh sifat bijaksana dan kognitif yang sempurna dalam kesadaran diri tertinggi. Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang hidup di zaman yang bergerak sangat cepat dengan informasi dan teknologi yang berubah sangat cepat; membutuhkan otak yang siap beradaptasi dengan perubahan cepat, bukan lagi otak yang suka zona nyaman. Kita harus sadar dengan zaman yang sedang kita hadapi, sehingga kita mau melengkapi kualitas diri dengan kecerdasan emosional untuk menjawab perubahan yang sangat cepat.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG MENDENGARKAN

“Mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar.”~Djajendra

Salah satu keterampilan dasar kepemimpinan adalah mendengarkan. Pada intinya, ini adalah keterampilan untuk membantu pemimpin lebih mudah berinteraksi dan berkomunikasi dengan bermacam karakter dan kepribadian. Ini dapat mempermudah pemimpin untuk mobilisasi dan memanfaatkan semua potensi terbaik dari orang-orang yang membantu pemimpin. Memiliki pemahaman yang mendalam tentang apa yang disampaikan oleh orang lain memungkinkan pemimpin untuk melakukan tugas sehari-hari dengan efektif.

Empati adalah dasar untuk dapat menjadi pendengar yang baik. Kemampuan untuk menunjukkan empati haruslah benar-benar berkualitas dan bersumber dari kecerdasan emosional yang tinggi. Kepemimpinan yang mendengarkan harus mampu mengendalikan amarah dan ego yang suka menerima pujian. Harus benar-benar tenang dalam pengendalian diri untuk dapat mendengarkan apa pun dengan jernih dan sabar. Empati yang kuat dengan kecerdasan untuk menyerap semua makna dari apa yang disampaikan, menjadikan kepemimpinan selalu kuat dan unggul.

Menjadi pendengar yang baik tentu sangat menguntungkan bagi kepemimpinan. Sebab, dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami apa yang sebenarnya ingin dicapai oleh karyawan, mitra, klien, dan stakeholder lainnya. Kemampuan untuk menangkap semua emosi, potensi, dan harapan orang lain haruslah menjadi inti dari kepemimpinan. Ketika kepemimpinan mampu menggunakan pengetahuan, pengalaman, keterampilan, etos kerja, dan gairah setiap orang secara efektif, maka mereka semua dapat memberi hasil terbaik untuk tujuan yang diperjuangkan. Intinya, untuk menjadi pemimpin yang berkualitas tinggi, Anda harus menjadi pendengar yang bersumber dari empati dan kecerdasan emosional yang tinggi.

Dengan mendengarkan pemimpin dapat memahami bagaimana orang lain memandang tindakannya. Jadi, mendengarkan itu seperti mencari umpan balik yang paling benar. Ketika pemimpin tahu tentang bagaimana orang lain melihat dirinya, maka pemimpin dapat menyiapkan strategi yang tepat untuk menjalankan kepemimpinan yang efektif. Jadi, tidak ada lagi asumsi dan narasi pribadi yang ditonjolkan, tetapi realitas yang langsung didengarkan dari orang-orang yang memandang tindakan pemimpin itu seperti apa. Mendengarkan membantu pemimpin memahami persepsi dan keyakinan dari orang-orang yang terlibat membantu kepemimpinan-nya. Jika nantinya, ada orang-orang yang tidak sejalan dengan visi kepemimpinan, maka dengan mudah pemimpin dapat melakukan pergantian, dan secepat mungkin menemukan orang-orang yang paling siap untuk menjalankan visi kepemimpinan.

Mendengarkan berarti menerima dengan tenang semua narasi, emosi, persepsi, dan situasi; tanpa mengesampingkan proses berpikir khas yang bersumber dari diri sejati pemimpin. Mendengarkan berarti tidak memberi respons melawan atau menolak, hanya mendengarkan dan tidak memberikan reaksi yang menghentikan proses mendengarkan. Setelah selesai mendengar, pemimpin perlu menilai semua yang didengar dengan situasi nyata. Keputusan akhir bukan dari apa yang didengar, tetapi apa yang diyakini dan dirasakan benar oleh pemimpin. Intinya, mendengarkan itu hanya untuk memahami orang lain, merasakan keyakinan dan persepsi mereka, serta melibatkan mereka untuk kepemimpinan yang efektif. Pada akhirnya, semua keputusan ditentukan oleh intuisi dan pengetahuan pemimpin.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MEMBANGUN KEPEMIMPINAN DARI DIRI SENDIRI

“Kepemimpinan adalah tentang keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan.”~Djajendra

Kepemimpinan adalah milik setiap orang. Siapa pun Anda, di mana pun posisi Anda, apa pun peran Anda dalam hidup, punya jabatan atau pun tidak punya jabatan, punya kekuasaan atau pun tidak punya kekuasaan, Anda harus dapat memimpin hidup Anda. Kepemimpinan adalah keterampilan untuk hidup dalam semua situasi dan keadaan. Pemimpin adalah orang-orang yang terlatih untuk memiliki visi dan kontrol atas diri sendiri, serta mudah mempengaruhi diri sendiri dan orang lain untuk mencapai segala sesuatu. Intinya, untuk menjalankan fungsi kepemimpinan, Anda tidak perlu menjadi siapa-siapa, cukup menjadi diri sendiri yang mampu menguasai diri agar dapat menguasai kepemimpinan terhadap kehidupan yang Anda alami.

Setiap orang harus menguasai kepemimpinan sebagai modal untuk menjalani kehidupan secara efektif dan profesional. Hidup yang Anda alami membutuhkan perhatian penuh dan kontrol atas segala sesuatu dengan bijaksana. Kepemimpinan dari energi positif Anda diperlukan untuk memulai, berhenti, berubah, berinovasi, berprestasi dan mengontrol diri. Kepemimpinan Anda diperlukan untuk menghadapi tantangan baru dengan perilaku dan cara baru. Jadi, ketika penguasaan diri Anda hebat dan kepemimpinan Anda bijaksana, maka tidak ada hal apa pun yang mampu menghentikan langkah Anda untuk mencapai prestasi terbaik.

Kepemimpinan adalah tentang memberdayakan diri sendiri dan orang lain untuk mencapai sesuatu. Penguasaan terhadap diri sendiri, khususnya terhadap: potensi, pikiran, emosi, karakter, kepribadian, fisik, mental, akal, kecerdasan, persepsi, dan keyakinan positif; haruslah menjadi bagian yang memberdayakan diri sendiri untuk diberikan kepada orang lain dalam wujud kepemimpinan yang andal dan berkualitas. Membangun kepemimpinan yang hebat dari dalam diri sendiri menjadikan Anda percaya diri dan memiliki kecerdasan emosional di setiap tindakan dan pemikiran. Kepemimpinan dengan kecerdasan emosional yang baik mampu menguasai diri sendiri dan orang lain, mampu memberikan perhatian penuh pada hal-hal yang dikerjakan, mampu memiliki ketenangan pikiran yang luar biasa di situasi yang sangat mengacaukan, serta mampu bertindak dengan sangat efektif dan produktif di setiap langkah menuju masa depan.

Keterampilan dasar kepemimpinan adalah mengelola dan menggunakan emosi diri sendiri dan emosi orang lain secara tepat waktu untuk mencapai tujuan. Kepemimpinan harus terlatih dan memiliki kualitas untuk memanfaatkan segala macam emosi bagi pencapaian. Berbagai macam emosi yang diperlukan kepemimpinan sudah tersedia di dalam diri orang-orang di sekitar, sehingga pemimpin harus tampil dengan keyakinan penuh untuk mencapai yang terbaik. Mampu menggunakan emosi untuk melancarkan komunikasi, memberi inspirasi dan motivasi, membuat setiap orang terhubung secara kuat dan solid untuk mencapai tujuan, serta memberi pengaruh dan keyakinan untuk bersama-sama mencapai tujuan.

Kepemimpinan dimulai dari kesadaran untuk berjuang dan berupaya secara total. Dari titik kesadaran diri ini, kepemimpinan harus sadar diri untuk menampilkan kekuatan kepemimpinan dari dalam diri sendiri yang terampil dalam banyak kualitas. Pikiran, emosi, akal, memori, dan realitas yang sedang dihadapi harus dalam penguasaan kesadaran diri. Kepemimpinan adalah energi yang hadir dengan apa yang terjadi di sekitar dan di dalam diri. Tidak pernah terganggu secara mental dan emosi oleh kesulitan dan tantangan. Selalu terkendali dalam kesadaran diri yang kuat untuk berjuang total dalam tujuan yang terang. Perhatian penuh pada tujuan melalui kesadaran diri dan manajemen diri yang kaya integritas, menjadikan kepemimpinan berkualitas dan selalu akurat dalam langkah dan perjuangan menuju kemenangan.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

MENGHADAPI TITIK TERENDAH KEHIDUPAN

“Sukses itu bukan cerita mudah, sukses adalah cerita dari kegagalan dan putus asa.”~Djajendra

Selama kita masih bernafas, kita tidak pernah tahu kapan titik terendah itu terjadi di dalam hidup kita. Mungkin hari ini kita merasakan titik terendah, tetapi bisa saja di masa depan ada titik yang lebih rendah dari sebelumnya. Jadi, hidup itu tidak pasti, tidak mungkin semua hal dapat kita pikirkan pada hari ini, tidak mungkin semua rencana berjalan tanpa tantangan dan kesulitan. Hanya keyakinan dan kepercayaan kita, untuk tetap berjuang dan tak pernah berhenti melakukan inovasi, akan membuat kita berhasil.

Walaupun kita sedang berada di titik terendah kehidupan dan betul-betul dibuat tak berdaya secara mental, yakin dan percayalah bahwa kita akan berhasil. Sukses itu bukan cerita mudah, sukses adalah cerita dari kegagalan dan putus asa. Ketika kita sangat bersemangat untuk mencapai tujuan dan rencana, sudah bekerja sangat keras untuk mencapai nya; tetapi tiba-tiba kegagalan demi kegagalan menghajar kita, sehingga sulit bernafas dan sulit untuk berpikir. Dalam kondisi ini, jangan berlama-lama dalam stres, jangan berlama-lama dalam mental yang hancur, jangan berlama-lama dalam rasa putus asa. Yakinkan diri sendiri bahwa keberhasilan sudah sangat dekat dan tinggal se inci di depan kita.

Kepercayaan diri dan keyakinan yang sepenuh hati di titik terendah kehidupan adalah setengah sukses. Kita membutuhkan dukungan dari kesadaran diri kita sendiri untuk menjadi sukses. Untuk mencapai hasil terbaik; kita harus bekerja dengan pikiran yang tenang, santai, gembira, stabil, dan percaya diri. Jadilah pribadi dengan energi positif yang setiap saat membangkitkan keyakinan dan tekad untuk mencapai keberhasilan. Jadilah produktif dan selalu mempercayai kemampuan diri sendiri. Mari kita fokus hanya pada bagaimana membantu dan menguatkan diri sendiri. Mari kita ingatkan pada diri sendiri bahwa kita akan berhasil kalau mau menerima titik terendah dengan sabar dan optimis.

Ketika berada di titik terendah kehidupan setiap orang akan mengalami keraguan, rasa tidak aman, ketakutan, tidak mampu, kecemasan, dan berbagai macam rasa yang membuat dirinya tidak berdaya. Ini semua disebabkan oleh pikiran negatif yang menghambat kesuksesan untuk mengalahkan titik terendah. Di sinilah kita harus memiliki komitmen dan tanggung jawab untuk menguatkan diri agar bisa fokus pada solusi. Biasanya, di titik terendah orang muak untuk menerima nasihat dari siapa pun. Keadaan yang sangat tertekan dan depresi bukanlah momen yang tepat untuk menasihati. Ketika orang sedang tertekan dan depresi kita hanya perlu mendengarkan dan membiarkan depresi dan tekanan itu turun.

Di titik terendah kehidupan dibutuhkan penguatan diri, peningkatan kepercayaan diri, peningkatan disiplin, peningkatan antusiasme, peningkatan kecepatan, peningkatan efisiensi, peningkatan motivasi, dan peningkatan keyakinan untuk mencapai yang terbaik. Ketika semua hal di atas tersebut dilakukan dengan sungguh-sungguh, maka kita mulai menyerap energi sukses dan merasa kuat untuk meninggalkan titik terendah kehidupan. Kondisi ini membuat kita mampu mengatasi stres dan mulai menemukan rasa senang terhadap kehidupan yang kita alami.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com

KEKACAUAN ADALAH UJIAN UNTUK KETENANGAN HIDUP

“Kekacauan dan ketidakpastian adalah bagian dari kehidupan yang harus kita hormati dengan sikap yang tenang, bijaksana, sabar, dan menjadikannya sebagai pelajaran untuk kebaikan hidup kita.”~Djajendra

Ketika situasi dan keadaan berantakan dan penuh kesulitan, maka menjadi tenang dan damai adalah kecerdasan. Kita harus kuat dan berdaya hebat di depan kekacauan yang membuat kita kehilangan cara untuk menemukan solusi. Kita tidak boleh kalah dan terjebak dalam situasi buruk yang memberikan kita hanya pilihan-pilihan buruk. Kekacauan dan kesulitan memberikan anugerah pada orang-orang bijak dan positif. Kekacauan tidak selamanya buruk bagi hidup kita. Persepsi kita menentukan apakah kekacauan yang kita hadapi sesuatu yang baik atau tidak baik bagi kita. Jika persepsi kita positif, maka kita mampu menemukan sesuatu yang baik dari kekacauan yang kita alami.

Jika semua hal dalam hidup kita berjalan mulus dan tanpa tantangan, maka rasa syukur kita mampu menghadirkan ketenangan dan kedamaian. Intinya, ketenangan memiliki nilai lebih di situasi yang penuh kekacauan daripada saat kita tidak memiliki tantangan dan kesulitan. Oleh karena itu, miliki kesadaran untuk belajar menjadi lebih tenang dan sabar saat keadaan tidak berjalan sesuai rencana. Kenali diri sendiri secara baik, miliki kebiasaan untuk santai saat keadaan sulit, tarik nafas dalam-dalam, fokus perhatian pada hal-hal positif. Terimalah keadaan kacau itu dengan kesadaran yang tinggi dan anggap saja hal tersebut sebagai pengalaman yang memperkaya diri sendiri.

Pikiran dan persepsi kita harus merasakan kekacauan sebagai peluang untuk belajar sesuatu yang bermanfaat bagi kemajuan kita. Jadi, ketika ada kekacauan, maka itulah waktu yang tepat untuk berlatih ketenangan. Jika kita tidak menjaga pikiran dan persepsi dalam energi positif, maka dalam sekejap, emosi dan hati kita akan terombang-ambing dalam kekacauan. Akibatnya, pikiran negatif dan ego yang gelisah muncul dengan kuat untuk menanggapi situasi kita yang tidak pasti dan penuh kekacauan. Jadi, menjadi tenang dan damai adalah persoalan persepsi dan daya tahan mental saat menghadapi kekacauan dan ketakutan. Jika pikiran dan persepsi positif, daya tahan mental yang luar biasa, maka terhadap kekacauan yang luar biasa pun kita dapat bersikap dengan tenang dan bijaksana. Obat untuk mengurangi kekacauan, kebingungan, ketakutan, dan masalah yang sulit menyelesaikan adalah ketenangan, kebijaksanaan, dan kesabaran dalam proses menemukan solusi.

Kekuatan mental dan ketenangan pikiran adalah kunci untuk tetap ikhlas dan sabar saat orang-orang menyudutkan, menyalahkan, tidak memahami, atau pun memfitnah. Tetaplah sabar dalam kebenaran dan tetaplah tersenyum untuk keadaan yang tidak menyenangkan itu. Ketika kita menghadapi hal-hal yang mengacaukan hidup kita; maka saat itulah kita membutuhkan kesabaran, ketenangan, keberanian, kekuatan, daya tahan mental yang hebat, daya tahan fisik yang hebat, dan konsentrasi yang tidak terganggu untuk menemukan solusi terbaik. Ketenangan kita dalam kekacauan adalah ujian bagi keimanan kita. Ketenangan kita dalam kekacauan adalah bukti bahwa kita tunduk pada kehendak Tuhan. Dan, sebagai manusia yang diberikan akal dan budi, kita tetap menggunakan kecerdasan untuk menemukan jalan keluar dari kekacauan yang kita hadapi. Akal dan budi dalam keseimbangan hidup haruslah dihadirkan dari dalam diri kita, yang dihadirkan dari ke kedalaman batin kita, menstabilkan kesadaran kita, menguatkan keyakinan kita untuk mendapatkan solusi terbaik.

Untuk mengundang Djajendra hubungi: 0812 1318 8899/ email: admin@djajendra-motivator.com