PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Integrity at Work (page 2 of 10)

Integritas

MEMPRAKTIKKAN INTEGRITAS DALAM KEHIDUPAN SEHARI-HARI

“Orang-orang tanpa integritas; tidak memiliki karakter, ketegasan, soliditas, kecepatan, keberanian, dan kekuatan untuk mengatasi tantangan.”~Djajendra

Suatu hari, untuk melatih integritas muridnya, seorang guru menyerahkan masing-masing satu buah apel kepada empat orang muridnya. Lalu, si guru menyampaikan pesan bahwa mereka hanya boleh makan apel saat tidak ada yang memperhatikannya. Selanjutnya, kita lihat apa yang dilakukan oleh para murid tersebut: murid pertama bersembunyi di balik pohon dan makan apel tersebut. Murid pertama sangat yakin tidak ada yang melihatnya makan apel. Murid kedua mengunci dirinya di kamar mandi dan memakan buah apelnya. Dia yakin tidak ada seorang pun di kamar mandi tersebut kecuali dirinya. Murid ketiga mengunci kamarnya, masuk ke dalam kolong tempat tidur, dan bahkan memejamkan matanya sehingga dia sendiri pun tidak melihat bahwa dia memakan apel tersebut. Murid keempat tidak memakan apelnya. Keesokan harinya, guru bertanya tentang apel itu. Murid pertama, kedua, dan ketiga menceritakan dengan jujur tentang bagaimana cara mereka makan aple tersebut. Murid keempat menjawab bahwa dia tidak bisa makan apel karena Tuhan terus mengawasinya. Guru merasa senang dengan murid keempatnya yang ternyata mampu mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. “Dalam kehidupan yang penuh godaan ini ternyata integritas masih bisa dipraktikkan.” Kata gurunya kepada semua muridnya.

Integritas hanya dapat dipraktikkan ketika Anda sadar bahwa apa pun yang Anda lakukan, Tuhan pasti melihatnya. Integritas Anda berbicara tentang kebenaran Anda, bahkan ketika Anda tahu bahwa tidak seorang pun melihatnya, tetapi Anda sadar bahwa Tuhan sedang melihatnya. Hidup dengan integritas berarti jujur terhadap apa yang Anda mampu dan apa yang Anda tidak mampu. Perilaku dan sikap Anda harus selaras dengan karakter Anda yang asli, nilai moral, serta komunikasi yang jujur dan jelas terhadap apa yang orang lain inginkan dari Anda. Jadi, Anda tidak perlu berpura-pura menjadi orang lain, Anda harus menampilkan diri Anda yang asli. Semua keputusan Anda haruslah berdasarkan apa yang Anda yakini, bukan apa yang orang lain percaya. Apa pun situasinya, Anda harus menjadi diri yang asli untuk melakukan semua hal secara benar dan sesuai hati nurani Anda yang tinggi kualitas moralitasnya.

Kualitas integritas menjadi semakin tinggi ketika dipraktikkan dengan sikap rendah hati dan bijaksana. Intinya, tidak perlu menghakimi orang lain atau menilai orang lain. Fokuskan semua energi dan waktu untuk bekerja dengan jujur sesuai karakter diri yang asli. Pahami keterbatasan diri sendiri dan terima realitas di luar diri, tanpa menilai ataupun menghakimi realitas tersebut. Sebagai contoh: cerita murid dengan buah apel, murid keempat sama sekali tidak menilai dan menghakimi murid-murid yang telah makan buah apel dengan caranya masing-masing. Murid keempat hanya fokus pada keyakinannya bahwa Tuhan selalu mengawasi dan melihat dirinya, sehingga dia tidak mungkin melanggar perintah gurunya tersebut. Dalam praktik integritas ada nilai-nilai moral dan spiritual yang begitu kuat, sehingga orang yang bertindak dengan integritas membawa kualitas diri yang tinggi dan unggul.

Kita tidak bisa berharap integritas dari setiap orang. Sebab, tidak semua orang memiliki karakter yang dilengkapi dengan nilai-nilai moral dan spiritual yang baik. Ada kekuatan nyata dalam kehidupan sosial bahwa integritas yang ada tidak cukup untuk membawa kebaikan bagi kehidupan banyak orang. Oleh karena itu, haruslah dengan tegas dibangun sistem dengan tata kelola yang memaksa setiap orang untuk patuh terhadap nilai-nilai moral di tempat kerja. Bila integritas di tempat kerja kuat, maka setiap insan perusahaan mampu bekerja dengan ketenangan dan kepercayaan diri yang konsisten. Bila integritas di tempat kerja rendah, maka gosip dan ketidakdisiplinan akan merusak kepercayaan diri untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Praktik integritas dalam kehidupan sehari-hari menghilangkan rasa takut dan cemas. Setiap orang sudah menjalankan segala hal dengan jujur dan benar melalui dirinya yang asli. Orang-orang dengan integritas yang tinggi tidak tertarik untuk mencari ketenaran. Mereka hidup sukses dengan menjadi diri sendiri dan tanpa mengurusi urusan orang lain. Mereka tidak pernah mau menjanjikan hal-hal yang tidak pernah bisa mereka lakukan. Mereka fokus pada keterampilan dan pengetahuan yang dikuasai dengan benar.

Di tempat kerja, integritas adalah sebuah keharusan agar organisasi bisa bergerak cepat menuju tujuan. Bila integritas kurang, maka bangunan organisasi dan strukturalnya mudah runtuh oleh ketidakpastian ataupun oleh badai perusak. Orang-orang tanpa integritas mudah terombang-ambing dalam keraguan dan ketakutan. Orang-orang tanpa integritas mudah dihancurkan oleh tantangan dan badai kehidupan. Orang-orang tanpa integritas; tidak memiliki karakter, ketegasan, soliditas, kecepatan, keberanian, dan kekuatan untuk mengatasi tantangan.

Integritas menguatkan karakter dan menjadikan Anda bertindak sesuai janji, sesuai apa yang Anda pikirkan, sesuai dengan apa yang Anda katakan, dan sesuai dengan visi yang harus dituju. Karakter yang diciptakan dari integritas yang kuat memiliki kepercayaan dan rasa hormat atas apapun yang dikerjakan. Karakter yang tercipta dari integritas merupakan fondasi untuk menghasilkan reputasi yang dapat diandalkan dan dipertanggung jawabkan dalam semua situasi.

Integritas bukanlah tentang berani tampil beda sambil memamerkan kejujuran diri. Integritas adalah moralitas dan spiritualitas diri untuk melakukan segala sesuatu dengan benar. Jelas, dibutuhkan keberanian dan kepercayaan diri yang hebat untuk mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari. Pasti akan muncul berbagai tantangan dan halangan ketika Anda mempraktikkan integritas. Tetapi, moralitas dan spiritualitas Anda yang hebat mampu menyatu dalam integritas untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab sesuai aturan. Artinya, di tempat kerja, Anda tidak akan menghabiskan waktu untuk hal-hal yang menurunkan moral kerja. Anda pasti fokus untuk melaksanakan tanggung jawab, menghindari gosip yang merusak, membangun kepercayaan diri, menghormati orang lain, dan tidak menyalahgunakan hak istimewa yang diberikan perusahaan kepada Anda.

Integritas menjadi berguna bila hidup dan berkembang dalam praktik. Integritas menjadi tidak berguna bila hanya hidup dan berkembang dalam pikiran ataupun keinginan. Jadi, integritas adalah sesuatu yang dihasilkan oleh perilaku untuk menciptakan proses yang taat tanggung jawab. Integritas diri terwujud dari kualitas diri yang taat dan patuh terhadap moralitas. Integritas diri menjadikan diri setia dan tidak pernah memberikan informasi rahasia perusahaan kepada pihak manapun. Integritas karyawan harus terintegrasi dengan budaya perusahaan, struktur organisasi, kepemimpinan, dan sistem.

Integritas diri bukan tentang orang lain. Ini semua tentang Anda. Kemampuan Anda untuk mendisiplinkan diri di dalam karakter yang moralitasnya tinggi, adalah kekuatan untuk mempraktikkan integritas. Integritas tidak memiliki rasa takut ataupun terlibat dalam politik kantor. Sebab, ketakutan dan politik kantor akan menutupi kemampuan Anda untuk terhubung dengan nilai-nilai integritas dan tujuan dari integritas. Rasa takut juga menghilangkan kemampuan Anda untuk berkarya sesuai karakter asli Anda. Jadi, rasa takut membuat Anda tidak menjadi diri sendiri dan pasti tidak mampu mempraktikkan integritas dalam kehidupan sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJALANKAN MORALITAS DI TEMPAT KERJA

“Moralitas di tempat kerja menyelamatkan tata kelola perusahaan dari kerusakan yang dibuat oleh perilaku tidak etis insan perusahaan.”~Djajendra

Moralitas dihasilkan dari karakter etis yang memberikan contoh atau perilaku yang baik di depan orang lain. Moralitas adalah bagian penting dari hubungan sosial. Moralitas bersumber dari kualitas diri yang kuat integritasnya, tanggung jawabnya, penghormatannya, dan selalu rendah hati dalam kehidupan sosial.

Di dalam perusahaan, biasanya dibuat standar moral atau kode moral dalam bentuk kode etik atau biasa di sebuat code of conduct. Kode etik ini tertulis secara formal dan terkait dengan berbagai aturan, standar, sistem, termasuk dengan etika bisnis. Kode etik atau kode moral dimaksud untuk menerangi proses kerja agar semua orang di tempat kerja mengetahui apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukan.

Kode moral seperti obor yang menerangi jiwa dan jalan hidup di tempat kerja. Kode moral melindungi setiap karyawan agar tidak terjebak dalam keinginan egois pribadi ataupun kelompok. Kode moral menerangi jalan untuk menuju visi dengan kekuatan integritas yang kuat.

Setiap karyawan membutuhkan kode moral sebagai pengetahuan untuk mengendalikan diri terhadap hal-hal yang dilarang di tempat kerja. Moralitas di tempat kerja berstandar dari kode etik. Tanpa pengabdian dengan integritas, karyawan tidak akan memiliki kekuatan batin untuk menjalankan kode etik dengan ketaatan yang sempurna.

Moralitas individu sangat menentukan implementasi kode etik di perusahaan. Dalam hal ini, walaupun perusahaan sudah menginternalisasikan nilai-nilai moral kepada setiap karyawan, tetapi karakter asli karyawan tersebut menentukan moralitas di tempat kerja. Intinya, kesadaran dan integritas pribadi terhadap moralitas merupakan kunci sukses dalam menjalankan kode etik dan etika bisnis di tempat kerja.

Kode etik atau etika terlihat melalui moralitas. Moralitas itu sendiri berwujud sifat, sikap, dan perilaku. Moralitas seorang karyawan di tempat kerja berasal dari nilai-nilai etika yang sudah dia simpan di alam bawah sadarnya. Jadi, moralitas ini bersifat otomatis yang ditampilkan melalui sifat, sikap, dan perilaku sehari-hari di tempat kerja. Etika seseorang terlihat dari moralitasnya. Karyawan yang etis pasti memperlihatkan moralitas yang tinggi di tempat kerja. Sebaliknya, karyawan yang tidak etis pasti memperlihatkan moralitas yang rendah di tempat kerja.

Moralitas sangat diperlukan dalam hubungan kerja, dan biasanya menjadi bagian dari budaya organisasi. Kualitas moralitas di tempat kerja dapat ditingkatkan melalui pendidikan dan pengetahuan. Diperlukan pelatihan yang berkelanjutan agar moralitas yang kuat terbentuk dan membudaya di tempat kerja. Moralitas, kesadaran diri, disiplin diri, dan manajemen diri sangat diperlukan oleh setiap karyawan saat melayani pekerjaan di tempat kerja.   

Moralitas adalah kunci sukses untuk terjadinya kerja sama, komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi di tempat kerja. Jelas, setiap orang di tempat kerja harus bisa berbagi fungsi dan peran agar pekerjaan besar menjadi lebih ringan. Saat moralitas tinggi, setiap karyawan dapat dengan bahagia dan gembira saling membantu agar tujuan dan pelayanan dapat terwujud sesuai harapan.

Nilai moral yang bersifat pribadi harus menyesuaikan diri dengan nilai moral yang dibuat oleh perusahaan. Jadi, nilai-nilai moral yang diutamakan dalam perusahaan haruslah menjadi sesuatu yang wajar bagi setiap karyawan. Bila karyawan diam-diam lebih mengutamakan nilai-nilai moral dari apa yang mereka yakini di luar keyakinan perusahaan, maka akan terjadi konflik yang berdampak pada hilangnya tujuan moralitas yang diharapkan oleh perusahaan.

Nilai-nilai perusahaan dan kode etik perusahaan bertujuan untuk tidak mengembangkan sudut pandang tentang apa yang benar dan apa yang salah dari persepsi masing-masing orang. Jadi, moralitas di tempat kerja tidak bersumber dari sudut pandang seseorang, tetapi bersumber dari kode etik dan aturan kerja yang dimiliki oleh perusahaan. Walaupun sifat moralitas itu relatif atau tidak mutlak, karena bisa bersumber sesuai keyakinan dan tradisi masing-masing kelompok. Tetapi, di tempat kerja, sumber moralitas haruslah satu, yaitu: dari kode etik tertulis yang ditetapkan oleh manajemen. Dan, ini harus menjadi kesepakatan dari setiap karyawan sejak mereka pertama kali masuk ke dalam perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENJALANKAN USAHA DENGAN INTEGRITAS

“Integritas memiliki makna yang sangat holistik untuk membuat sikap dan perilaku seseorang menjadi terpercaya.”~Djajendra

Ketika raksasa bisnis Enron jatuh, banyak orang mengatakan bahwa kejatuhan Enron disebabkan mereka tidak memiliki integritas. Perilaku kerja yang tidak taat aturan dan etika menjadikan Enron sebagai korban.

Apa itu integritas? Menjalankan usaha yang baik memerlukan ketaatan dan kepatuhan pada aturan, etika, SOP, dan kepemimpinan yang bertanggung jawab. Kejujuran sikap, kejujuran hati, kejujuran perilaku, kejujuran pikiran, kejujuran niat, kejujuran emosi, dan kejujuran tindakan merupakan satu kesatuan yang harus melebur dalam etos kerja setiap individu. Ucapan, perbuatan, dan pikiran haruslah sama walau dilihat atau tidak dilihat oleh siapapun. Jadi, integritas adalah sebuah kata atau nilai yang mendeskripsikan sebuah realitas perilaku yang bersumber dari kejujuran, tanggung jawab, kemampuan, kualitas, dan niat suci. Intinya, integritas itu memiliki makna yang sangat holistik untuk membuat sikap dan perilaku seseorang menjadi terpercaya.

Untuk menjalankan usaha berlandaskan integritas memerlukan kesadaran dan niat yang suci. Biasanya, perusahaan melengkapi tata kelola terbaiknya dengan berbagai pedoman dan aturan untuk mengikat dan mengawasi perilaku kerja setiap orang. Selanjutnya, dibangun sistem pengawasan dan sistem untuk peningkatan kualitas kepribadian secara terus-menerus. Intinya, setiap karyawan dan pimpinan wajib memahami garis terang yang membedakan perilaku yang dapat diterima dan tidak dapat diterima oleh integritas.

Perusahaan yang menjalankan bisnis dengan budaya integritas memperoleh banyak manfaat untuk menjaga pertumbuhan dan pencapaian kinerja terbaik. Di samping itu, perusahaan mampu meningkatkan reputasi dan kredibilitas di persepsi stakeholders, sehingga menjadi sangat dipercaya dan diandalkan oleh stakeholders. Kondisi ini memudahkan perusahaan untuk mendapatkan sumber daya terbaik dalam menumbuhkan dan mengembangkan usaha.

Budaya integritas dalam bisnis secara otomatis memperkuat manajemen resiko dan integrasi etos kerja terbaik ke dalam perilaku kerja karyawan. Hal ini akan mendorong setiap insan perusahaan untuk membangun bisnis dengan integritas, dan berkomitmen untuk melihat visi perusahaan melalui integritas. Intinya, setiap insan perusahaan akan bekerja dengan niat dan fokus untuk menjaga pertumbuhan dengan perilaku kerja berlandaskan integritas.

Integritas dalam bisnis menjadi kekuatan untuk memperkuat modal usaha; memperkuat tim kerja yang efektif dan produktif; meningkatkan keuntungan usaha; meningkatkan pertumbuhan; meningkatkan fokus sesuai keahlian masing-masing fungsi dan peran; menguatkan daya tahan dalam menghadapi tantangan; mendorong masa depan dengan pertumbuhan dan kinerja; serta membangun kepercayaan diri setiap orang untuk melihat visi dengan optimis.

Ketika integritas sudah menjadi perilaku kerja, maka setiap orang di tempat kerja sudah mampu menyempitkan fokus mereka ke daerah-daerah kunci di mana mereka bekerja dengan unik untuk bisa memberikan nilai tertinggi kepada perusahaan dan pelanggan.

Perilaku integritas secara langsung memperkuat implementasi etika dan etiket di tempat kerja. Hal ini, akan menciptakan budaya kerja yang secara fundamental mempromosikan prinsip-prinsip untuk secara terus-menerus memperbaiki dan meningkatkan semua aspek di lingkungan tempat kerja. Kejujuran dan tanggung jawab menjadi fondasi untuk memotivasi orang-orang berbakat dengan landasan etika.

Budaya integritas di tempat kerja menyatukan semua fungsi dan peran melalui kemampuan komunikasi positif. Intinya, setiap orang memiliki kesadaran dan niat suci untuk kolaboratif dan melayani satu sama lain. Semua orang merasa bertanggung jawab dan bekerja dari diri sejati yang paling jujur, untuk memenuhi harapan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan. Inovasi yang terus-menerus akan menjadi budaya untuk menjawab tantangan bisnis di masa depan. Setiap orang secara sadar dengan intuisi yang tajam mampu menjaga komitmen untuk praktik bisnis yang etis.

Budaya integritas memunculkan mindset bahwa perusahaan adalah manusia, dan bisnis adalah manusia. Kesadaran bahwa perilaku dan sikap manusialah yang menentukan kemajuan dari usaha tersebut. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja wajib membangun standar kerja yang lebih tinggi, kolaborasi yang lebih solid di internal organisasi, dan komunikasi yang lebih menyatukan perbedaan. Intinya, perilaku integritas membuat semua orang bangkit dan sadar untuk mengambil tanggung jawab dari hati yang paling tulus dan ikhlas agar dapat bekerja untuk pertumbuhan, bekerja membangun kinerja, menguatkan kekompakan dan sinergi lintas fungsi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

INTEGRITAS KARYAWAN DAN PIMPINAN MENINGKATKAN KUALITAS BISNIS

“Perusahaan yang melakukan bisnis setelah pimpinan dan karyawan terbiasa bekerja berlandaskan integritas, akan menjadi kekuatan unggul untuk dipercaya dan dicintai stakeholders.”~Djajendra

Bisnis tanpa integritas memiliki resiko kehilangan kepercayaan dari stakeholders. Bila perusahaan sudah tidak dipercaya, maka kinerja pun akan jatuh dan menyulitkan manajemen untuk menjalankan usaha dengan baik.

Integritas memastikan semua proses kerja dan perilaku kerja berjalan dengan sepenuh hati, totalitas, jujur, dan bertanggung jawab. Integritas di tempat kerja dimulai dari dalam diri setiap karyawan, serta mampu melayani proses kerja dengan keyakinan internal yang dapat menyebabkan peningkatan kinerja. Fokus setiap karyawan pada diri sendiri untuk mengeluarkan sikap, perilaku, dan tindakan yang sesuai dengan komitmen dan tanggung jawab. Dalam hal ini, kesadaran untuk menjaga bisnis dan proses kerja dengan integritas haruslah menjadi prioritas utama. Di samping itu, setiap hari ada semangat untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas kerja.

Ketika karyawan dan pimpinan perusahaan bekerja berlandaskan integritas, maka semua klien atau pelanggan menjadi semakin percaya dengan produk dan layanan yang diberikan perusahaan. Jelas, hal ini akan meningkatkan pertumbuhan bisnis dan juga meningkatkan keuntungan bagi perusahaan. Kita semua tahu bahwa kepercayaan dalam dunia bisnis adalah harta yang paling bernilai dan penting. Kepercayaan hanya dapat ditumbuhkan dari perilaku yang konsisten mempraktekkan integritas. Perilaku yang penuh integritas memiliki tanggung jawab untuk membangun reputasi dan kredibilitas bisnis dengan cara-cara yang etis.

Karyawan dan pimpinan yang bekerja berlandaskan integritas mampu meningkatkan kepercayaan stakeholders, sehingga bagi stakeholders pelayanan perusahaan menjadi tak ternilai harganya. Dalam hal ini, bisnis dan layanan perusahaan mampu memposisikan diri di atas harapan stakeholders. Sikap dan perilaku terpuji yang betul-betul bekerja dengan jujur, sepenuh hati, bertanggung jawab, cepat, tepat, akurat, teliti, dan benar; mampu meningkatkan daya saing bisnis untuk tetap memimpin di pasar yang kompetitif.

Integritas dalam bisnis adalah dasar untuk bisa memberikan produk terbaik, pelayanan terbaik, dan hubungan terbaik. Perusahaan yang melakukan bisnis setelah pimpinan dan karyawan terbiasa bekerja berlandaskan integritas, akan menjadi kekuatan unggul untuk dipercaya dan dicintai pelanggan. Jadi, sangatlah penting untuk membangun bisnis dengan integritas di semua aspek kerja. Setelah integritas menjadi sebuah kebiasaan dalam wujud perilaku kerja, maka perusahaan akan menjadi mesin uang untuk menghasilkan keuntungan dan berbagai keberhasilan dalam mencapai kemajuan yang lebih besar.

Mengabaikan kualitas integritas dalam menjalankan bisnis sama saja seperti menjalankan bisnis tidak dengan sepenuh hati dan totalitas. Kualitas integritas yang baik menjadikan perusahaan dan sumber daya manusianya menjalankan semua urusan bisnis dengan profesional dan kesungguhan hati, untuk menuju peningkatan dan keberhasilan yang lebih besar. Di samping itu, integritas yang konsisten mampu meningkatkan daya tahan perusahaan dari energi perusak. Kejujuran sikap dan perilaku yang disesuaikan dengan kejujuran dalam setiap tindakan menjadikan perusahaan selalu unggul dan kuat.

Dalam bisnis; hubungan, pelayanan, dan reputasi adalah kunci sukses. Bila Anda mengabaikannya dan tidak memeliharanya dengan sepenuh hati, maka Anda akan kesulitan untuk menjalankan bisnis dengan kinerja terbaik. Orang-orang tidak akan mau berbisnis dengan Anda yang tidak bisa dipercaya dan diandalkan. Orang-orang hanya mau berbisnis dengan Anda yang jujur dalam hubungan, jujur dalam pelayanan, dan jujur dalam membangun reputasi bisnis Anda.

Cara menjalankan integritas yang benar sangatlah mudah, yaitu: menjadi jujur dan merasa bertanggung jawab untuk menjalankan pekerjaan. Di samping itu, Anda juga memiliki kepedulian yang besar untuk mempercepat dan memperlancar proses kerja. Intinya, praktek integritas itu terjadi saat tupoksi Anda dikerjakan dengan jujur, etis, bertanggung jawab, cepat, tepat, teliti, akurat, benar, produktif, dan efektif. Dalam hal ini, Anda mampu mengawasi diri Anda sendiri, sehingga tidak lagi diperlukan CCTV ataupun struktur dan sistem untuk mengawasi perilaku kerja Anda. Jadi, dengan memiliki integritas, Anda sudah menjadi orang yang dipercaya dan diandalkan walau tanpa pengawasan terhadap Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMAHAMI MISI ANDA DI TEMPAT KERJA

“Anda bekerja untuk memberikan pelayanan terhadap harapan, kebutuhan, dan keinginan orang lain. Miliki empati dan kasih sayang untuk memanfaatkan semua potensi baik Anda dalam memberikan pelayanan terbaik.”~Djajendra

Apakah Anda merasa memiliki misi di tempat kerja? Ya, pastinya misi Anda sudah tercantum di dalam tupoksi (Tugas, Pokok dan Fungsi) Anda. Di samping itu, Anda juga memiliki misi untuk menjadi kekuatan yang memperbaiki, meningkatkan, dan membantu proses kerja.

Misi Anda di tempat kerja adalah untuk terlibat dalam proses kerja dengan sepenuh hati dan totalitas melalui kolaborasi; membangun kekuatan unggul dan menghasilkan kinerja terbaik; serta menanam benih-benih penguat budaya yang menciptakan keunggulan dan daya saing yang hebat. Anda juga harus tampil dengan sikap yang sangat profesional, sambil memperhatikan dan mengawasi perilaku Anda sendiri. Perlihatkan dan tampilkan diri Anda yang profesional melalui pelayanan terbaik, sikap terbaik, ramah dan etis, rendah hati, percaya diri, serta mewujudkan semangat kerja yang hebat. Anda harus menyatukan frekuensi hati, pikiran, jiwa, dan tubuh Anda ke dalam frekuensi budaya unggul di tempat kerja.

Misi pribadi Anda adalah menjadikan pekerjaan Anda sebagai alat untuk memberi Anda arti dan tujuan, dan memiliki kesadaran bahwa hidup tak akan berarti tanpa bekerja dengan profesional. Oleh karena itu, jadilah sukarelawan yang ikhlas dan tulus untuk melayani pekerjaan Anda. Ketika Anda memposisikan diri sebagai sukarelawan di tempat kerja, maka kehidupan kerja akan menumbuhkan karir Anda. Anda akan tumbuh menguat dan tidak akan pernah terjebak dalam dilema. Anda mampu terus-menerus naik lebih cepat menuju puncak keberhasilan.

Ketika Anda bergabung untuk bekerja di sebuah perusahaan, maka Anda menjadi bagian integral dari misi perusahaan untuk mencapai visi dan kinerja terbaik. Artinya, Anda tidak bisa tampil terbatas sesuai maunya pikiran Anda. Anda telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dan terpadu untuk menjadi pelengkap yang utuh, menyatu, dan melebur dalam satu-kesatuan di internal organisasi perusahaan. Dalam hal ini, Anda menjadi kekuatan yang energik untuk mendorong semua program dan rencana kerja di perusahaan dalam mencapai keberhasilan yang sempurna.

Tingkatkan kualitas dan kompetensi diri Anda sebelum mencoba untuk membantu orang lain. Ingat! Hanya Anda yang paling berkualitaslah yang mampu menjadi energi positif untuk melancarkan proses kerja yang penuh kualitas. Bila Anda sendiri belum peduli terhadap kualitas diri Anda, atau malas untuk memperbaiki semua kekurangan diri Anda, maka Anda akan menjadi pribadi yang menghambat diri sendiri untuk mencapai misi Anda di tempat kerja.

Anda dipilih atau dipekerjakan oleh perusahaan untuk membantu meningkatkan kualitas proses kerja yang terbaik. Jadi, Anda tidak dipekerjakan untuk mengganggu atau menciptakan rasa tidak puas dengan pekerjaan Anda. Misi Anda yang lain di tempat kerja adalah meningkatkan kesadaran untuk menjadi sinar yang menerangi realitas gelap di tempat kerja, sehingga semua realitas kerja menjadi terang dan jelas untuk dikerjakan.

Sebagai pekerja yang profesional, misi Anda adalah untuk membantu dan memfasilitasi semua proses kerja dengan ikhlas. Anda harus tampil prima dan penuh percaya diri, untuk melancarkan setiap interaksi dengan rasa tanggung jawab yang tinggi. Anda harus menjauhkan diri dari ketakutan, keserakahan, iri hati, paranoia, kebencian, kebohongan, dan semua rasa yang bisa membuat kerusakan di tempat kerja. Intinya, Anda harus menjaga energi positif diri Anda dengan sebaik mungkin, sehingga Anda bisa tetap tampil baik dan penuh kasih kepada orang-orang di sekitar Anda di tempat kerja.

Pahami misi Anda di tempat kerja dan satukan hati Anda ke dalam misi tersebut. Fokuskan waktu dan tenaga untuk melakukan hal-hal terbaik di dalam misi Anda. Katakan kepada diri sendiri bahwa Anda berada di tempat kerja untuk melakukan tupoksi Anda dengan totalitas dan sepenuh hati, dan itulah alasan Anda berada di tempat kerja.

Anda adalah energi positif yang bertujuan untuk menciptakan kelimpahan, ketenangan, stabilitas, kemajuan, harmoni, kesetaraan, dan menyebarkan energi sukses untuk membangkitkan gairah kerja semua orang. Jadi, setiap hari pastikan Anda menampilkan diri yang bijak, bersyukur, dan optimis untuk melayani proses kerja. Semua sikap dan perilaku terbaik Anda menjadi energi positif yang membantu kelancaran proses kerja. Semua pikiran dan emosi baik Anda menjadi energi positif yang membantu kelancaran proses kerja.

Jadilah orang yang menyatu dalam budaya kerja. Jangan menjadi orang asing di tempat kerja. Anda harus beradaptasi di dalam visi perusahaan, bahasa perusahaan, etika perusahaan, perilaku perusahaan, misi perusahaan, dan nilai-nilai perusahaan. Ya, Anda harus menyatu dan merasa cocok dengan budaya yang disiapkan oleh perusahaan tempat Anda bekerja. Bila hati nurani Anda menolak dan merasa tidak menyatu dengan budaya perusahaan, maka Anda tidak akan pernah bisa bahagia dan penuh gairah di tempat kerja.

Ketika hati Anda menyatu dalam budaya perusahaan, maka Anda selalu merindukan tempat kerja. Rasa cinta Anda dengan lingkungan kerja dan semangat kerja Anda di dalam budaya yang Anda cintai akan menjadi kekuatan untuk melancarkan misi kerja Anda.

Tumbuhkan kesadaran di dalam diri bahwa Anda memiliki misi di tempat kerja. Ingatkan kepada diri sendiri bahwa alasan Anda berada di tempat kerja untuk melakukan pekerjaan Anda dengan cara terbaik. Alasan Anda di tempat kerja untuk menemukan solusi dan bukan berkeluh-kesah menyalahkan orang lain. Pastikan Anda menjadi orang yang profesional dengan pekerjaan Anda, dan selalu terjaga di semua situasi untuk memberikan pelayanan terbaik.

Sebagai pekerja yang profesioanal, Anda adalah energi positif untuk memberikan pelayanan kepada orang lain. Jadi, apapun tupoksi Anda di tempat kerja, Anda harus sadar bahwa Anda bekerja untuk memberikan pelayanan.  Anda bekerja untuk memberikan pelayanan terhadap harapan, kebutuhan, dan keinginan orang lain. Miliki empati dan kasih sayang untuk memanfaatkan semua potensi baik Anda dalam memberikan pelayanan terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHAPUS BUDAYA SALING MENYALAHKAN DI TEMPAT KERJA

“Ketika satu jari menunjuk orang lain, empat jari yang lain menunjuk diri sendiri. Hidup bukanlah permainan salah-menyalahkan. Hidup adalah permainan untuk mengerti dan mengelola segala sesuatu dengan tanggung jawab.”~Djajendra

Ketika target tidak tercapai, orang lain yang disalahkan. Ketika tujuan tidak tercapai, orang lain yang disalahkan. Ketika hati tidak damai, orang lain yang disalahkan. Ketika pengeluaran besar dan kebutuhan tidak terpenuhi, orang lain yang disalahkan. Ketika karir tidak naik-naik, orang lain yang disalahkan. Ketika pimpinan menilai kinerjanya dengan rendah, orang lain yang disalahkan. Ya, apapun kejadian yang merugikan dirinya, orang lain yang disalahkan. Mental menyalahkan orang lain sangatlah berbahaya di tempat kerja.

Perilaku yang sering menyalahkan orang lain di tempat kerja adalah perilaku yang gagal untuk bertanggung jawab atas keberadaannya di tempat kerja. Orang-orang yang terbiasa menyalahkan orang lain hidupnya berpusat pada masalah demi masalah, mereka selalu menganggap dirinya sebagai korban, selalu mengasihani diri sendiri atas berbagai peristiwa yang menunjukkan ketidakmampuan untuk bertanggung jawab.

Orang dengan mentalitas dan perilaku yang selalu merasa sebagai korban, tidak akan pernah menghasilkan kinerja dan prestasi. Mereka terbiasa dan terlatih untuk menghindari tanggung jawab, serta sangat pintar untuk memainkan peran kemalangan atau ketidakadilan atas dirinya. Mereka selalu bersembunyi di dalam alasan demi alasan, sehingga tidak bisa diandalkan untuk menjadi energi positif dalam membangun keberhasilan organisasi.

Seorang karyawan dengan mentalitas korban dapat menimbulkan masalah nyata bagi kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, tim manajemen yang baik pasti segera menangani penyakit salah-menyalahkan agar tidak merusak moral dan produktivitas di tempat kerja. Membiarkan kebiasaan salah-menyalahkan di tempat kerja, sama saja seperti menyetujui untuk kegagalan dalam pencapaian kinerja.

Berurusan dengan mentalitas korban memang tidak mudah. Persepsi dan keyakinan dirinya sebagai korban dari perlakukan tidak adil; korban dari intimidasi; korban dari diskriminasi; korban dari sistem; korban dari hubungan tidak baik; dan korban dari apapun yang dia inginkan. Jadi, perlu dipahami bahwa mental dan perilaku dia selalu mencurigai orang lain sebagai penyebab ketidakmampuan dirinya dalam mencapai prestasi. Jelas, orang-orang mentalitas korban haruslah segera diperbaiki, kalau tidak bisa diperbaiki lagi, segeralah keluarkan mereka dari struktur organisasi agar tidak merusak proses kerja.

Perusahaan yang berbudaya unggul selalu mampu menangani orang-orang bermental salah-menyalahkan. Penegakkan etika yang konsisten dan profesional dapat menghindari kerusakan moral kerja akibat salah-menyalahkan. Menyiapkan pedoman tata krama dan kode etik, lalu dijalankan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab akan mengurangi budaya salah-menyalahkan di tempat kerja. Membiarkan budaya korban dan salah-menyalahkan di tempat kerja hanya akan merusak produktivitas, merusak hubungan kerja, dan merusak kepercayaan di dalam proses kerja. Dampaknya, semua orang selalu berada dalam konflik dan politik kantor, yang sibuk mengurusi sama-sama lain dan lupa untuk bekerja dengan efektif.

Profesionalisme dan budaya kerja yang kuat harus ditegaskan melalui standar perilaku kerja. Jadi, setiap karyawan di tempat kerja wajib memberikan pertanggung jawaban atas pekerjaan dan hubungan kerja. Tidak boleh ada alasan untuk pembenaran atas kelemahan dalam hubungan kerja. Setiap orang harus terlatih untuk mengendalikan situasi dan menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu, tanpa alasan.

Setiap karyawan dibangun dalam bangunan kerja tim yang solid. Perasaan syukur, terima kasih, dan rasa bersatu dengan yang lain harus dikuatkan agar perilaku menyalahkan hilang. Dan juga, pengembangan kepercayaan diri harus lebih dikuatkan agar apapun situasinya dapat dilalui dengan keberanian dan penuh tanggung jawab

Penguatan komunikasi dan hubungan yang etis di dalam budaya kerja harus selalu menjadi perhatian dan kepedulian setiap orang. Dalam hal ini, manajemen harus memiliki inisiatif untuk memberikan pelatihan dan motivasi yang terus-menerus agar setiap orang memiliki kesadaran untuk berkinerja, dan tidak menjadikan dirinya sebagai korban dalam proses kerja.

Manajemen tidak boleh membiarkan standar kerja dan standar perilaku terganggu oleh realitas apapun. Standar yang kuat akan membantu sistem dalam proses kerja. Jadi, tim manajemen harus selalu bertindak cepat untuk menyelamatkan standar kerja dan standar perilaku agar budaya salah-menyelahkan tidak berlanjut dalam konflik panjang yang berlarut-larut.

Setiap karyawan harus ikhlas dan tulus dalam menerima tanggung jawab, serta memiliki integritas yang tinggi untuk menyelesaikan semua tugas, tanpa menyalahkan satu sama lain. Di samping itu, semua karyawan harus dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengontrol reaksi terhadap realitas yang sulit, serta menjadi kreatif untuk mengatasi masalah-masalah yang merusak hubungan kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERUSAHAAN MEMBUTUHKAN INTEGRITAS KARYAWAN UNTUK MENCAPAI BISNIS YANG BERKELANJUTAN DENGAN PRESTASI TINGGI

motivasi-03102016

“Ketika karyawan bekerja tanpa integritas, maka kecerdasan dan segala kehebatan mereka menjadi potensi kerugian bagi perusahaan.”~Djajendra

Bisnis yang tumbuh terus-menerus adalah cara untuk mencapai kinerja bisnis yang berkelanjutan. Diperlukan karakter kerja karyawan yang hebat dan andal dalam memperjuangkan kesuksesan bisnis di setiap situasi. Kesadaran untuk menjadikan integritas sebagai nilai dasar pribadi dan nilai dasar di tempat kerja, akan menciptakan perilaku kerja yang andal dan hebat untuk mencapai kinerja bisnis terbaik.

Integritas karyawan adalah fondasi untuk membangun kinerja dan prestasi bisnis terbaik. Integritas menghasilkan perilaku kerja yang jujur, bertanggung jawab, disiplin, etis, terpercaya, rajin, tekun, andal, dan melayani perusahaan dengan sepenuh hati. Integritas adalah sebuah nilai yang harus dijadikan fondasi untuk semua perilaku kerja, agar pekerjaan yang dikerjakan itu berkualitas tinggi dan sesuai tujuan.

Karyawan dengan integritas selalu sadar untuk membangun hubungan kerja yang produktif dengan rekan kerja, atasan, bawahan, pelanggan, dan stakeholder lainnya. Mereka tampil dengan jujur dan dapat dipercaya untuk menjalankan misi perusahaan secara profesional. Integritas di dalam perilaku kerja memudahkan mereka untuk terhubung dalam kolaborasi dan koordinasi kerja, yang bersumber dari keikhlasan dan ketulusan di dalam melayani perusahaan.

Karyawan tanpa integritas membawa resiko yang tinggi bagi perusahaan. Ketika karyawan bekerja tanpa integritas, maka mereka dipastikan memiliki perilaku tidak jujur dan tidak etis. Akibatnya, mereka berpotensi menjadi energi negatif yang menghambat pertumbuhan bisnis, sehingga perusahaan sulit mencapai prestasi dan kinerja tinggi. Apalagi, bila karyawan itu tidak memiliki integritas; tetapi, dia sangat pintar, cerdas, rajin, tekun, disiplin, andal, hebat, kreatif, berdaya tahan tinggi, dan bertenaga hebat dalam melayani pekerjaannya; maka, dia dipastikan menjadi pribadi yang paling beresiko dan berbahaya bagi perusahaan. Tanpa integritas, kecerdasan dan segala kehebatan menjadi potensi kerugian bagi perusahaan.

Tidaklah mudah dan murah untuk memiliki karyawan dengan integritas tinggi. Diperlukan fondasi dasar dalam bentuk moralitas pribadi karyawan yang teruji positif, serta kemampuan karyawan untuk menjalankan etika bisnis dan kode etik perusahaan dengan penuh tanggung jawab. Integritas dihasilkan dari niat dan kesadaran untuk menjadi jujur dan bertanggung jawab penuh atas segala sesuatu yang dikerjakan. Jadi, dilihat atau tidak dilihat, orang dengan integritas tetap bersikap dan berperilaku sesuai aturan.

Di samping mempercayai integritas karyawan; perusahaan juga harus mengembangkan sistem, budaya, dan tata kelola yang memaksa atau menyadarkan karyawan untuk menunjukkan perilaku integritas dan etis di tempat kerja. Berharap dari niat dan kesadaran karyawan untuk bekerja dengan integritas tidaklah mudah.

Banyak kisah tentang karyawan yang hebat, tetapi tidak memiliki integritas. Ada sebuah cerita tentang seorang manajer penjualan yang hebat dalam memimpin tim penjualannya. Dia selalu melampaui target yang diberikan perusahaan. Setiap tahun dia dan timnya mendapat penghargaan dan bonus dari manajemen. Pada suatu situasi, perusahaan mengalami krisis keuangan, cash flow perusahaan terganggu karena tagihan penjualan tidak tepat waktu. Akibatnya, perusahaan kesulitan membayar gaji dan bonus karyawan tepat waktu. Kondisi ini membuat manajer penjualan mengancam meninggalkan perusahaan bersama timnya, dan akan bergabung dengan perusahaan pesaing yang menawarkan gaji dan bunus yang lebih besar. Jelas, perusahaan yang sedang kesulitan keuangan, tiba-tiba harus menghadapi realitas ditinggal oleh orang-orang hebat, yang selama ini sudah menghasilkan penjualan besar, bukanlah sebuah solusi yang baik. Sikap manajer penjualan tersebut semakin menjatuhkan mental pimpinan perusahaan. Sikap yang tidak diduga itu mengacaukan pemulihan cash flow perusahaan.

Bila karyawan memiliki integritas, saat perusahaan mengalami kesulitan,  mereka menyatu dan bersama-sama berjuang mencari solusi terbaik. Integritas tidak akan membuat karyawan menyelamatkan dirinya sendiri dengan membiarkan kesulitan dan masalah merusak tempat kerjanya.

Karyawan yang mempunyai integritas  selalu memiliki empati dan tanggung jawab terhadap realitas perusahaannya. Dia akan mengambil tanggung jawab untuk berkontribusi agar persoalan cash flow perusahaan segera menemukan solusinya. Dia akan tampil sebagai pelindung dan penjaga reputasi perusahaan. Dia tidak akan meninggalkan perusahaan saat perusahaan membutuhkan dirinya.

Dalam kasus manajer penjualan tersebut, jelas kualitas dirinya tidak dilengkapi dengan integritas. Integritas adalah kejujuran diri sendiri untuk bertanggung jawab dengan penuh empati. Orang dengan integritas tinggi tidak akan mengeluh, tidak akan mengancam, dan tidak akan meninggalkan perusahaannya di saat perusahaan memerlukan dirinya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERAN INTERNAL AUDITOR DALAM WHISTLEBLOWING SYSTEM

“Whistleblowing system membutuhkan karakter kerja auditor yang selalu bersikap rendah hati, optimis, profesional, percaya diri, empati yang tinggi, fleksible, intuisi yang hebat, jujur dan bertanggung jawab, menyenangkan, tenang dan tidak suka marah, tegas dan tidak ragu, selalu bekerja dengan perasaan positif, dan tidak menghakimi atau menilai orang lain.”~Djajendra

Whistleblowing system sebagai alat untuk pencegahan terhadap praktik tata kelola perusahaan yang buruk. Whistleblowing system mampu menguatkan sistem manajemen resiko dan membantu melindungi reputasi perusahaan. Intinya, whistleblowing system sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang terbaik dan pengelolaan resiko yang berkualitas.

Perusahaan yang kuat dan sehat menjadikan whistleblowing system sebagai komponen penting dalam budaya perusahaan. Dalam hal ini, fungsi internal audit diperkuat dengan kualitas dan kompetensi, baik hard skill maupun soft skill, untuk dapat menjadi kekuatan yang andal dan hebat dalam menjalankan whistleblowing system. Internal audit yang berkualitas mampu menunjukkan kemampuan dan kecerdasan dalam mendeteksi, mencegah, juga melakukan penyelidikan atas informasi dan laporan yang di terima dari para whistleblower. Semua kegiatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik; semua kegiatan yang dianggap ilegal, tidak etis, melanggar prosedur, dan berbahaya bagi perusahaan; haruslah ditindaklanjuti dengan tegas dan penuh percaya diri dalam sikap rendah hati oleh setiap insan internal auditor.

Ketika menjalankan peran dalam whistleblowing system, auditor wajib menguasai dan terbiasa dengan soft skills, khususnya untuk mengelola emosi dan pikiran diri sendiri dan kemampuan untuk membaca emosi dan pikiran orang lain. Whistleblowing system membutuhkan karakter kerja auditor yang selalu bersikap rendah hati, optimis, profesional, percaya diri, empati yang tinggi, fleksible, intuisi yang hebat, jujur dan bertanggung jawab, menyenangkan, tenang dan tidak suka marah, tegas dan tidak ragu, selalu bekerja dengan perasaan positif, dan tidak menghakimi atau menilai orang lain.

Auditor harus terbiasa untuk merasa baik dan kuat saat menjalankan fungsi dan perannya di dalam whistleblowing system. Auditor yang berkualitas bekerja melalui prosedur dan audit program yang dirancang secara profesional. Auditor yang berkualitas tidak bekerja untuk menilai dan menghakimi pribadi seseorang, tetapi bekerja untuk menilai dan memastikan setiap proses kerja di dalam organisasi sudah sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang terbaik.

Menjalankan whistleblowing system tidaklah sederhana, diperlukan komitmen dan kekuatan mental yang hebat. Hal ini disebabkan, dalam realitas dunia kerja, selalu ada orang baik dan orang tidak baik, selalu ada yang jujur dan yang tidak jujur. Tidaklah mungkin auditor bisa menghilangkan yang tidak jujur dari tempat kerja. Jadi, hanya melalui sistem dan tata kelola yang penuh integritas, ketidakjujuran dapat diminimalkan. Oleh karena itu, auditor haruslah cerdas emosional dan bermental hebat dalam mengatur diri sendiri, mengelola hubungan dengan orang lain, mencapai keberhasilan atas pekerjaan yang ditangani, serta selalu menjalankan integritas dengan sepenuh hati.

Kekuatan auditor ada dalam kertas kerja yang dikerjakan dengan prinsip-prinsip audit yang profesional dan masuk akal. Auditor harus hebat dalam menangani kritik dan penolakan tanpa menyalahkan siapapun dengan alasan apapun. Auditor tidak boleh bereaksi berdasarkan emosional atau persepsi; auditor hanya boleh bekerja sesuai fakta, data, dan kebenaran. Jadi, apapun informasi yang didapatkan oleh auditor dari para whistleblower, auditor tidak boleh langsung menilai dan menyimpulkan sesuatu atas informasi tersebut. Auditor wajib menjadi sangat profesional untuk menemukan data, fakta, dan kebenaran atas informasi yang diterima dari para whistleblower.

Manajemen perusahaan secara konsisten wajib membangun dan menguatkan karakter kerja, kebiasaan, perilaku, sikap, etos, mental tangguh, dan daya tahan emosi dari para auditor agar dapat menjalankan whistleblowing system dengan profesional. Auditor bertanggung jawab untuk memastikan prosedur whistleblowing system berjalan efektif; memastikan dan menjamin kerahasiaan dari orang yang menyampikan informasi; bekerja untuk menghindari konflik kepentingan, dan juga penyalahgunaan whistleblowing system untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan misi whistleblowing system.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPERCAYAAN ADALAH KUNCI SUKSES DI TEMPAT KERJA

“Mindset dari pemilik perusahaan yang hebat adalah tidak mengambil semua keuntungan dari bisnis untuk disimpan sebagai keuntungan pribadi. Mereka merasa sudah sangat kaya raya di sepanjang hidupnya, sehingga mereka akan kembali menginvestasikan semua keuntungan, untuk memperluas usaha agar dapat menciptakan pekerjaan yang lebih banyak buat orang lain.”~Djajendra

Ketika menerima sebuah pekerjaan segera tunjukkan integritas dan akuntabilitas agar dipercaya oleh pemberi kerja. Integritas dan akuntabilitas diperlihatkan melalui kualitas kerja, kompetensi, etos kerja, dan kinerja. Hadirlah di tempat kerja dengan kemampuan dan kualitas yang membuat Anda andal dan dipercaya.

Kepercayaan adalah kunci sukses di tempat kerja. Bila Anda menjadi orang yang dipercaya dan diandalkan oleh pemberi kerja, maka karir Anda akan terus naik dan mencapai puncak tertinggi.

Miliki sikap rendah hati dan mau terus belajar untuk menyesuaikan diri dengan realitas di tempat kerja. Jadilah pembelajar yang selalu mau tahu banyak hal dan berniat tulus membantu proses kerja dengan sepenuh hati. Percayai bahwa tempat kerja Anda adalah yang terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.

Bersatulah dengan rencana, misi, visi, dan nilai-nilai perusahaan Anda. Lalu, bergeraklah bersama sistem dan prosedur untuk menghasilkan kinerja yang paling produktif. Semakin Anda mampu berkinerja dengan sangat produktif, semakin Anda dipercaya dan diandalkan oleh pemberi kerja. Kepercayaan yang Anda dapatkan itu senilai loyalitas Anda terhadap pekerjaan dan perusahaan Anda.

Kembangkan reputasi dan profesionalisme Anda di dalam industri atau bisnis yang dijalankan oleh perusahaan Anda. Jadilah ahli yang unggul terhadap industri dan bisnis yang dijalankan. Perlihatkan etos pelayanan Anda kepada perusahaan atas dasar integritas, akuntabilitas, disiplin, kepercayaan, transparansi, dan cinta yang sepenuh hati.

Hilangkan prasangka buruk dan perilaku saling curiga di tempat kerja. Optimalkan pikiran positif untuk melihat kepentingan pemberi kerja, manajemen, kepemimpinan, rekan kerja, bawahan, dan stakeholder lainnya. Prasangka buruk dan rasa curiga Anda di tempat kerja menjadikan karir Anda berjalan di tempat, Anda pun menjadi pribadi yang bekerja tanpa memiliki kedamaian dan kebahagiaan. Jadi, setiap hari berpikir positiflah terhadap siapapun dan apapun, fokuskan energi dan waktu untuk menghasilkan karya terbaik dengan kinerja terbaik. Miliki etos kerja dengan prinsip kehati-hatian agar setiap potensi resiko dapat Anda kendalikan.

Ketika Anda dipercaya dan diandalkan oleh pemberi kerja, tunjukkan semangat kerja yang lebih hebat, tunjukkan rasa terima kasih yang lebih hebat, tunjukkan penghargaan dan penghormatan kepada pemberi kerja dengan tulus.

Bersyukur dan berterima kasih untuk pekerjaan yang Anda miliki adalah sesuatu yang sangat penting. Berterima kasih kepada orang yang mempekerjakan Anda adalah sesuatu yang sangat penting. Berdoa dan berjuang untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati adalah sesuatu yang sangat penting. Hargai, nikmati, syukuri, dan tunjukkan etos terbaik untuk mendapatkan kepercayaan dari pemberi kerja.

Mendapatkan kepercayaan dari pemberi kerja bukanlah sesuatu yang mudah. Anda harus menunjukkan etos dan kualitas kerja yang andal melalui integritas dan akuntabilitas yang tinggi, sebelum mendapatkan kepercayaan dari pemberi kerja.

Setiap janji dan komitmen kepada perusahaan wajib Anda penuhi. Lakukan apa yang Anda katakan. Jangan terlalu banyak berjanji dan berkata-kata. Berjanji sedikit dan berkata-kata sedikit, melakukan tindakan yang melebihi kata-kata maupun janji. Tindakan Andalah yang dapat menjadikan Anda andal dan dipercaya. Oleh karena itu, fokuskan energi dan waktu untuk memiliki tindakan yang produktif.  

Tumbuhkan pola pikir positif dan tunjukkan kepada perusahaan betapa Anda ikhlas dan sepenuh hati dalam melayani perusahaan. Berikan kontribusi yang lebih daripada yang diberikan perusahaan kepada Anda. Jangan hitung-hitungan kepada perusahaan Anda. Ambil tanggung jawab untuk melayani pekerjaan, sistem, prosedur, pelanggan, dan kepemimpinan dengan kemampuan total.

Perusahaan yang baik dan kepemimpinan yang hebat selalu sadar dan rendah hati, untuk meningkatkan hubungan baik dengan setiap karyawannya. Mereka menyadari bahwa dengan mempercayai dan menghormati kualitas dan keandalan karyawan, maka mereka dapat meningkatkan kinerja pelayanan dan keuntungan perusahaan. Mereka juga sadar bahwa karyawan adalah harta yang paling produktif untuk meningkatkan kekayaan perusahaan.

Mindset dari pemilik perusahaan yang hebat adalah tidak mengambil semua keuntungan dari bisnis untuk disimpan sebagai keuntungan pribadi. Mereka merasa sudah sangat kaya raya di sepanjang hidupnya, sehingga mereka akan kembali menginvestasikan semua keuntungan, untuk memperluas usaha agar dapat menciptakan pekerjaan yang lebih banyak buat orang lain. Biasanya, mereka menjalani gaya hidup yang sederhana, sehingga tidak memerlukan banyak uang untuk pola hidup yang dijalani. Fokus mereka selalu untuk memperluas usaha dan menciptakan lapangan kerja yang produktif sebanyak mungkin.

Ketika Anda menjadi karyawan yang andal dan terpercaya, maka Anda pun berpotensi menjadi pemimpin dalam usaha-usaha baru yang diciptakan oleh pemilik modal. Intinya, karir Anda bisa cemerlang saat perusahaan melakukan investasi diberbagai bidang usaha yang baru. Oleh karena itu, bekerjalah dengan etos terbaik dan berkomitmen untuk keberhasilan perusahaan. Kembangkan hubungan kerja yang positif dan produktif di setiap proses kerja. Tunjukkan kolaborasi dari hati yang paling ikhlas dan tanpa berharap untuk kepentingan pribadi.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERBEDAAN ANTARA PEMENANG SEMENTARA DAN PEMENANG SEJATI

“Tinggi hati, tidak sabar, merasa paling hebat, merasa paling tahu, adalah kelemahan yang mengalahkan hidup siapapun.”~Djajendra

Kemenangan sejati didapatkan dari kesadaran untuk jujur kepada diri sendiri, jujur kepada kehidupan, jujur kepada Tuhan, rendah hati, sabar, tenang, selalu bersukacita, percaya diri, yakin untuk terus berkembang, tumbuh, berubah, berinovasi, menciptakan yang baru, dan berkarya dengan integritas.

Apapun profesi Anda, bila Anda mencari karir tanpa kesadaran seperti pesan dari kalimat di atas, Anda hanya akan menjadi pemenang sementara. Pemenang sejati dihasilkan dari integritas yang tinggi untuk berkembang dan tumbuh dengan penuh percaya diri.

Perilaku buruk seperti kecurangan, keserakahan, penipuan, kebohongan, dan semua yang negatif lainnya dapat saja memenangkan hidup dalam satu situasi. Tetapi, ini tidak akan bertahan lama, lereng licin akan segera tercipta untuk menjatuhkan semua yang tidak jujur. Ini semua hanya masalah waktu, tidak ada kemenangan abadi bagi orang-orang yang tidak jujur. Kemenangan abadi hanya milik orang-orang yang bekerja dengan integritas, cinta, dan tanggung jawab untuk melayani kehidupan.

Seorang pemenang sejati selalu sadar bahwa integritas dan akuntabilitas dirinya sangatlah penting. Apapun alasannya, seorang pemenang sejati tidak pernah meninggalkan integritasnya. Dia selalu jujur kepada dirinya sendiri dan tidak membiarkan rintangan apapun untuk memisahkan diri sejatinya dari integritas. Dia tidak pernah mau berkompromi dengan integritas dirinya untuk sebuah kecurangan atau pun keserakahan. Dia tidak hidup untuk mendapatkan dan memiliki, tetapi untuk memberi dan menjadi.

Kerja keras dan perjuangan seorang pemenang sejati selalu memegang nilai-nilai kehidupan positif, memiliki prinsip yang tegas dan tidak merugikan siapapun. Selalu optimis dan bekerja penuh semangat untuk mengelola segala kemungkinan menjadi keajaiban.

Pemenang sejati juga pasti mengalami kekalahan dan kesulitan dalam hidup. Hal ini adalah sesuatu yang biasa. Sebuah kekalahan bagi pemenang sejati adalah ilmu untuk mendapatkan kemenangan yang lebih besar. Jadi, saat kehidupan mengalahkan pemenang sejati, mental pemenangnya bangkit dengan penuh optimis, untuk melakukan perubahan dan perbaikan dalam upaya mendapatkan yang lebih baik.

Siapapun yang tidak menjalani hidupnya dengan integritas, maka, walaupun dia mencapai sukses yang hebat, sukses tersebut tidak akan bertahan selamanya. Di satu titik, integritas yang rendah akan membuat hidupnya tak berdaya dan tak bahagia dengan realitas yang dihadapi. Jadi, integritas ini sesuatu yang sangat penting untuk membentuk karakter dan kepribadian yang unggul dalam menjalani kehidupan sebagai pemenang sejati. Tanpa integritas yang hebat tidak ada seorang pemenang sejati.

Siapapun yang mencoba untuk menang dengan cara bohong dan curang, maka dia hanya sedang menyiapkan dirinya untuk menderita dalam penyesalan di masa depan. Siapapun yang penuh semangat membangun keberhasilan di atas kebohongan dan ketidakjujuran, maka dia hanya sedang menyiapkan masa depan yang membuatnya tak berdaya. Kurangnya integritas tidak akan merugikan orang lain, tetapi pasti merugikan diri sendiri. Intinya, perilaku tidak jujur yang sedang sukses adalah pemenang sementara, mereka dimenangkan sementara oleh kecurangan dan ketidakjujuran. Tidak ada kesuksesan sejati yang dibangun di atas kecurangan dan kebohongan.

“Orang-orang tidak jujur yang sukses adalah pemenang sementara. Pemenang sejati adalah mereka yang membangun sukses dari integritas dan kejujuran. Yang tidak jujur hanya berhasil sementara, yang jujur berhasil selamanya.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts