KEKUATAN PENGARUH DARI ORANG-ORANG DI SEKITAR DIRI ANDA

DJAJENDRA 17 07 2014“Hiduplah di tengah orang-orang baik yang penuh integritas, maka diri Anda selalu terselamatkan dan mendapatkan arah kehidupan yang terang.”~Djajendra

Pengaruh dari orang-orang di sekitar diri Anda sangatlah menentukan jadi apa Anda. Bila diri Anda dikelilingi oleh orang-orang yang berwawasan luas, berpengetahuan yang baik, penuh toleransi, penuh empati, bijaksana, penuh kejujuran dan sikap baik, serta memberikan contoh dan keteladanan untuk kehidupan yang damai dan nyaman; maka, diri Anda pun pasti tumbuh dan berkembang menjadi dewasa dengan energi baik.

Pilihlah orang-orang baik untuk mengelilingi diri Anda. Berhati-hatilah Anda agar tidak disusupi oleh berbagai pengaruh tidak baik dari orang-orang di sekitar Anda. Yakinkan diri Anda bahwa setiap orang hidup di dalam keragaman dan perbedaan yang wajib untuk dihormati. Pengaruh yang baik adalah pengaruh yang cerdas sosial, dan yang menghormati berbagai perbedaan dan keragaman dengan tulus dan ikhlas. Pengaruh yang paling buruk adalah yang menganggap dirinya atau kelompoknya yang paling benar, dan yang lainnya salah. Pengaruh yang baik adalah yang memiliki integritas dan akuntabilitas, untuk hidup di dalam energi toleransi dan empati yang konsisten.

Manusia sangat mudah terpengaruh dan meniru dari realitas sehari-hari yang mengelilingi dirinya. Di zaman informasi bebas seperti sekarang ini, haruslah berhati-hati untuk menerima sebuah kebenaran. Sering sekali orang-orang yang memiliki kepentingan sempit akan menggunakan pengaruhnya, untuk mempengaruhi orang-orang di sekitar dengan informasi dan kebenaran palsu, sehingga orang yang tidak berhati-hati berpotensi mendapatkan hal-hal tidak baik dan tidak benar. Informasi yang tidak baik dan tidak benar berpotensi menjadikan diri cemas dan tidak bahagia.

Ketika seseorang sangat terpengaruh, maka dia akan mengalami emosi yang sama dengan orang yang mempengaruhinya tersebut. Dia juga berpotensi meniru orang yang memberinya pengaruh tersebut, sehingga seolah-olah dirinya adalah hasil kloning dari pemberi pengaruh. Bila pengaruhnya baik, maka bersyukurlah, karena pasti meraih hal-hal baik dan positif. Sebaliknya, bila pengaruhnya negatif, maka bersedihlah, karena pasti meraih hal-hal tidak baik, yang merugikan kehidupan diri sendiri.

Pemberi pengaruh biasanya memiliki kepemimpinan diri yang hebat, termasuk memiliki argumen atau pendapat yang kuat. Dia mampu meyakinkan dan mensajikan fakta sesuai persepsinya kepada orang-orang di sekitar dengan penuh percaya diri. Dia sangat kuat dan berpotensi membuat orang-orang berwawasan dan berpengetahuan rendah, untuk terpengaruh dan meniru pendapatnya.

Pengaruh mampu berinteraksi secara otomatis. Komunikasi nonverbal, emosi, pola pikir, kata-kata, perilaku, dan sikap, sangatlah mudah untuk mengalir dalam proses otomatis pengaruh, sehingga orang-orang menjadi mudah terpengaruh, lalu mengikuti perilaku dan pola pikir dari yang mempengaruhinya.

Para pebisnis andal selalu cerdas memanfaatkan pengaruh untuk memasarkan produk-produknya. Mereka tahu mayoritas orang mudah dipengaruhi, sehingga diciptakanlah iklan untuk membiasakan pikiran dan emosi tergantung pada produk yang mereka jual. Strategi marketing yang hebat adalah membuat semakin banyak orang-orang terpengaruh secara emosional dengan produk-produk yang dijual, dan membuat emosi yang terpengaruh tersebut secara alami mengadopsi mentalitas tergantung kepada produk yang dijual.

Pengaruh adalah sebuah kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas kesejahteraan kehidupan banyak orang, ataupun dapat dimanfaatkan oleh orang-orang untuk kepentingan pribadinya. Jadi, sangatlah penting untuk mengembangkan diri di dalam proses pembelajaran seumur hidup, sehingga diri memiliki kecerdasan untuk memilih informasi dan opini, yang bermanfaat bagi kemajuan hidupnya.

Kuatkan kesadaran diri agar tidak terburu-buru terpengaruh oleh berbagai informasi dan opini yang tidak jelas. Tingkatkan wawasan dan pengetahuan dengan kekuatan akal sehat, dan bukan dengan kekuatan persepsi atau keyakinan semata. Jangan sekedar menyalin opini dan informasi orang lain. Gunakan logika dan pengetahuan yang dapat dipertanggung jawabkan secara etika. Jadilah lebih profesional dengan integritas dan akuntabilitas diri yang konsisten. Jadilah cerdas dan kreatif dalam memahami berbagai informasi dan opini di sekitar kehidupan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOLABORASI MERINGANKAN BEBAN BESAR

“Kolaborator tidak mengenal musuh dan teman, mereka hanya mengenal kepentingannya. Dan akan bekerja sama dengan pihak manapun, dengan siapapun agar mendapatkan kekuatan yang lebih besar, untuk memenangkan tujuan kelompoknya, yang bila dikerjakan sendiri tidak mungkin bisa berhasil.” ~ Djajendra

Kolaborasi adalah perbuatan kerja sama dengan siapapun yang didasarkan oleh kepentingan bersama. Kolaborasi dapat terjadi dengan musuh, dengan orang-orang yang berbeda ideologi, dan dengan siapa saja selama kepentingannya itu sama.

Kolaborasi bisa berada di dalam kekuatan baik ataupun kekuatan tidak baik. Ketika kekuatan tidak baik berkolaborasi dalam wujud berkomplot, bersekutu, berangkulan, bermitra, dan saling bekerja sama untuk niat tidak baik mereka; maka, kekuatan tidak baik tersebut akan menjadi solid untuk memenangkan niat dan tujuan mereka.

Demikian juga dengan kekuatan baik. Bila kekuatan baik berkolaborasi untuk mewujudkan niat dan tujuan baik mereka, maka kekuatan baik ini akan menjadi solid untuk memenangkan niat dan tujuan mereka.

Karena dasar kolaborasi adalah kepentingan dan bukan bersumber dari keyakinan, ideologi, maupun visi yang berkelanjutan; maka, kolaborasi sering sekali sifatnya jangka pendek, dan saat kepentingannya tercapai, semua kolaborator akan kembali ke sifat aslinya, yaitu hidup demi kepentingannya sendiri dan bukan kepentingan kolektif dari semua kolaborator.

Ketika para kolaborator mencapai kepentingannya, maka setiap kolaborator akan berusaha untuk memaksimalkan keuntungan sendiri tanpa memperhatikan situasi kolaborasi keseluruhan. Dan biasanya, tidak akan ada pencapaian pada visi yang digambarkan, karena saat kemenangan didapatkan, mulai saat itu sifat asli dari para kolaborator akan muncul, untuk memaksimalkan keuntungan dan kepentingan kelompok masing-masing.

Kolaborator sering sekali terjebak dalam perangkap oligarki. Dalam bisnis dan politik hal ini sudah biasa terjadi. Beberapa perusahaan yang berkolaborasi untuk menguasai sebuah bisnis, akan membatasi ataupun mematikan kemunculan pebisnis baru dibidang yang mereka kuasai. Intinya, para kolaborator itu ingin menguasai dan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak atas semua kepentingan mereka.

Demikian juga dalam politik, beberapa partai politik akan berkolaborasi untuk memenangkan pemilu, lalu menjalankan kekuasaan ataupun pemerintahan secara bersama-sama. Dalam praktik kolaborasi yang oligarki, biasanya hanya akan menguntungkan para kolaborator. Dan juga, para kolaborator itupun masing-masing akan berkonflik di internal mereka, karena sifat asli mereka hanyalah untuk memperjuangkan kepentingannya masing-masing.

Kolaborasi bukanlah hal yang mudah untuk diterapkan di internal organisasi. Sebab, sebuah organisasi terbentuk oleh fungsi, peran, struktur, sistem, prosedur, budaya, tata kelola, dan kepemimpinan yang sifatnya permanen. Sedangkan kolaborasi sifatnya mencapai sebuah kepentingan atau sasaran dalam jangka waktu tertentu. Jadi, kolaborasi hanyalah sesuai untuk diterapkan terhadap tim yang ditugaskan untuk mencapai sebuah target atau goal dalam jangka waktu tertentu.

Penerapan kolaborasi di dalam tim kerja membutuhkan fondasi kepercayaan dan pengaruh. Kepercayaan dan pengaruh haruslah ditanamkan oleh pimpinan tim kepada setiap anggotanya agar mereka mau menjadi kolaborator yang efektif, untuk mencapai sebuah target atau goal yang dipercayakan kepada tim mereka. Dan harus diingat bahwa kolaborasi di tim kerja bukanlah murni kolaborasi. Sebab, setiap anggota tim sebagai kolaborator masih bisa dikendalikan oleh perusahaan melalui visi, misi, dan nilai-nilai kerja yang mengikat mereka dalam loyalitas. Karyawan atau anggota tim yang menjalankan peran kolaborator masih tergantung kepada gaji, perintah, kebijakan, budaya, tata kelola, dan prosedur perusahaan. Jadi, mereka tidak mungkin berperilaku seperti para kolaborator dalam kolaborasi murni.

Kolaborasi murni pada umumnya terjadi antar negara oleh sebuah kepentingan bersama, antar partai politik juga oleh kepentingan bersama, dan antar perusahaan untuk mengamankan kepentingan bisnis mereka secara keseluruhan. Dalam hal ini, kesetiaan peserta kolaborator tidaklah dapat dijamin. Potensi pengkhianatan terhadap kolaborasi tetaplah besar. Sebab, mereka berkolaborasi bukan untuk mewujudkan visi atau mimpi bersama, tetapi untuk memenangkan kepentingan masing-masing dengan memanfaatkan energi besar dari kekuatan kolaborasi tersebut.

Kolaborasi bertujuan untuk meringankan beban besar. Tetapi, karena energi kolaborasi ada di dalam kepentingan, maka energi ini pada akhirnya hanya akan memanfaatkan kekuatan besar, untuk mewujudkan kepentingan kelompok, tanpa peduli kepada kepentingan yang lebih luas.

Kolaborator selalu akan berhadapan dengan situasi yang lebih kompleks setelah mencapai kemenangan atas perjuangan mereka. Setelah mereka sukses meraih kemenangan dari kolaborasi mereka, selanjutnya mereka akan masuk ke dalam dunia nyata sehari-hari. Di sini, mereka akan berhadapan dengan realitas bahwa mereka bersumber dari perbedaan-perbedaan yang sangat tajam. Perbedaan-perbedaan itu bisa saja dari ideologi yang sangat jauh, pola pikir, ataupun karena sebelumnya sudah menjadi musuh klasik. Jadi, setelah menang, para kolaborator bisa lebih dramatis lagi perjuangannya untuk mewujudkan kepentingan masing-masing.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMOTONG KECIL-KECIL AKAR MASALAH, LALU DIHAPUS UNTUK SELAMANYA

DSCN9565

“Tidak semua masalah akan membuat orang-orang menjadi tidak bahagia, dan tidak semua solusi akan membuat orang-orang bahagia. Dalam hidup, masalah dan solusi selalu akan ada untuk memberikan beberapa jawaban bagi yang ingin terus bergerak bersama hidupnya, dan bagi yang ingin terus-menerus mengeksplorasi kehidupan.” ~ Djajendra

Ketika berhadapan dengan masalah, Anda harus menemukan metode terbaik buat menyelesaikan masalah tersebut.  Salah satu metode terbaik adalah menemukan akar persoalan dari masalah tersebut, lalu kombinasikan akal sehat dengan pengetahuan yang terbuka dan berkembang, untuk diterapkan secara kreatif terhadap masalah tersebut.

Sebuah masalah tidaklah boleh menyimpan atau menyembunyikan akar persoalan. Bila akar persoalan dari masalah tersebut pura-pura diabaikan, maka masalah tersebut akan terus-menerus hadir untuk menghapus semua solusi yang pernah dibuat. Hal terbenar dalam penyelesaian masalah adalah menemukan kekuatan tertinggi dari akar persoalan, kemudian memiliki komitmen dan disiplin yang tinggi, untuk membangun kekuatan yang lebih besar sebagai penyeimbang ataupun penghapus akar persoalan, agar akar persoalan menjadi tidak berdaya, dan tidak lagi terus tumbuh dalam berbagai wujud masalah.

Kemampuan untuk menghapus mata rantai dari akar persoalan akan menjadi awal dalam pengembangan solusi. Memotong kecil-kecil akar masalah, serta menghapus potongan kecil-kecil dengan kekuatan yang konsisten untuk menuntaskan mata rantai dari akar masalah, akan menjadikan masalah tersebut kehilangan daya dan energi untuk tumbuh kembali.

Solusi yang paling tepat untuk setiap masalah, adalah menjadikan masalah tersebut tidak memiliki kemampuan, untuk bangkit dengan berbagai wujud masalah baru. Miliki strategi dan taktik yang fokus pada akar masalah, lalu tuntaskan akar masalah dengan solusi yang paling kuat dan efektif.

Solusi terbaik akan muncul saat Anda bertindak dengan tegas, serta memiliki keinginan dan antusias untuk pencapaian  solusi yang berkekuatan pasti dalam menuntuskan masalah tersebut untuk selamanya. Dengan kerendahan hati dan langkah –langkah sederhana, Anda dapat langsung masuk dan fokus pada akar masalah, dan tidak sekedar mencari solusi untuk semua masalah yang terlihat dipermukaan saja, tetapi benar-benar bekerja pada solusi di akar masalah.

Jika Anda tidak benar-benar bertindak dan bekerja di titik akar terendah dari masalah tersebut. Maka, Anda tidak akan pernah mampu menyelesaikan masalah dengan tuntas, Anda hanya berkemampuan untuk meredam masalah yang tampak dipermukaan, dan di titik akar masalah, masalah itu tetap akan tumbuh, untuk kemudian kembali muncul kepermukaan. Artinya, semua solusi Anda sifatnya sementara, dan bukan menyelesaikan masalah sampai tuntas.

Setiap masalah haruslah dieksplorasi sampai pada kedalaman yang paling dalam. Lalu, dengan kesadaran dan tanggung jawab, masalah tersebut harus ditemukan solusinya, kemudian melakukan penyembuhan pada luka-luka yang ditimbulkkan oleh masalah tersebut, baik dalam kehidupan pribadi maupun pada kehidupan sosial.

Dalam proses penyelesaian masalah pasti ada pihak yang bahagia dan ada juga pihak yang kurang bahagia. Diperlukan sikap terbaik dan tegas untuk mendekati setiap masalah. Dan, diperlukan solusi yang kuat, agar yang tidak bahagia dengan solusi tersebut, tidak menyusun kekuatan kembali untuk bangkit dan menciptakan masalah yang lebih besar.

Kita semua hidup dalam dunia yang tercipta dari sudut pandang kita masing-masing. Sudut pandang dalam wujud perspektif  individu, kelompok, dan sosial; sudut pandang yang tercipta dari cara kita berpikir, cara kita berkeyakinan, cara kita menafsirkan makna, dan cara kita memahami diri sendiri. Artinya, dalam kehidupan yang sangat berwarna dan beragam ini, kita masing-masing akan selalu hidup berdampingan dengan berbagai perbedaan. Selama semua perbedaan itu tumbuh dan berkembang di ruang toleransi dan cinta, maka sangatlah mudah untuk menyelesaikan semua akar masalah dari perbedaan itu. Tetapi, bila semua perbedaan itu tumbuh dalam ruang ego dan fanatisme kebenaran sepihak, serta tidak ada ruang bagi toleransi dan cinta, maka akar masalah akan menjadi sesuatu yang tidak mudah untuk dituntaskan dengan solusi yang adil.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KESADARAN DALAM KERAGAMAN

PROFILE 7KESADARAN DALAM KERAGAMAN

“Kehidupan manusia selalu dalam keragaman, dan keseragaman hanya akan menciptakan pengekangan terhadap yang berbeda.” ~ Djajendra

Kehidupan itu beragam dan kesadaran pun selalu beragam. Dunia selalu ada dalam keragaman. Keseragaman hanyalah ide atau niat sekelompok manusia, tapi realitas kehidupan dari setiap zaman memperlihatkan bahwa kehidupan selalu dalam keragaman.

Tanggung jawab setiap orang dalam kehidupan adalah menjadikan dirinya sebagai sesuatu yang baik buat kehidupan dan Tuhan. Selama seseorang memiliki empati, toleransi, cinta, peduli, wawasan, pengetahuan, rasa hormat, dan kontribusi kebaikan; maka, secara otomatis dirinya akan menjadi energi yang merangkai ketidakseragaman menjadi sebuah keselarasan dalam keharmonisan kehidupan bersama. Walau berbeda tetap dalam satu kesatuan kemanusiaan yang saling tolong menolong dan peduli.

Kehidupan yang beragam akan menghormati seseorang ketika dirinya mampu memberikan toleransi dan cinta untuk perbedaan. Sikap baik, tindakan, dan pemikiran yang penuh empati, toleransi, cinta, peduli, dan membantu yang lain, akan menjadikan dirinya memiliki kekayaan wawasan dan pandangan hidup yang melewati garis keyakinan pribadi. Dan, hal ini akan menjadi energi positif untuk memenuhi kebutuhan jiwa dan kehidupan dari banyak orang.

Semua orang saling terhubung dan tak mungkin dapat dipisahkan oleh tembok perbedaan. Keragaman dan perbedaan adalah realitas kehidupan yang abadi dan tak mungkin dapat diseragamkan. Secara kelompok dapat saja terjadi penyeragaman, tapi kekuatan dan kekuasaan yang memimpin keseragaman ini pasti sulit bersikap adil. Karena, kehidupan itu tercipta dari keragaman dan perbedaan, bukan dari keseragaman. Jadi, saat keseragaman dipaksakan dengan alasan apapun, maka nilai-nilai kemanusiaan akan kehilangan makna.

Setiap orang atau kelompok selalu akan menciptakan kotaknya sendiri untuk memperlihatkan perbedaan dengan yang lain. Dan, perbedaan dalam keragaman ini adalah hal yang mencerminkan tentang kehidupan di alam semesta ini. Setiap bagian dari alam semesta berisi keseluruhan dari keragaman, keunikan, dan perbedaan. Bila ada yang menyalahkan tentang realitas perbedaan dan keragaman, maka dia sedang merusak keseimbangan hidup di alam semesta. Alam semesta merupakan gambaran besar tentang warna-warni kehidupan, tentang realitas yang mencerminkan kehidupan sebagai sesuatu yang beragam dan bukan seragam.

Saat seseorang menjadi terbuka untuk melihat keterhubungan dirinya oleh pengaruh ataupun hubungan langsung dan tidak langsung, maka dia akan memiliki kesadaran untuk melihat perbedaan sebagai persatuan kehidupan. Ketika ilusi seseorang mencoba menciptakan keyakinan di dalam dirinya untuk memisahkan antara dirinya dengan yang lain melalui perbedaan, maka dia akan membuat dirinya terpisahkan dari satu kesatuan yang utuh dalam alam semesta. Akhirnya, dia akan merasa tidak puas dengan realitas kehidupan, dan selalu mencoba mengekspresikan perasaan tidak puasnya dengan terbuka. Padahal, ketidakpuasan dirinya itu muncul dari sikapnya yang memisahkan diri dari realitas keragaman kehidupan di alam semesta ini.

Setiap orang bersumber dari Tuhan yang sama. Ketika orang-orang mulai membangun kotak-kotak perbedaannya masing-masing, saat itu mereka suka lupa bahwa semua yang ada di alam semesta ini bersumber dari Tuhan yang sama. Tetapi, kotak perbedaan menciptakan jiwa-jiwa yang menjadi asing satu sama lain, dan pada akhirnya lupa bahwa semuanya yang ada ini bersumber dari Tuhan yang sama.

Realitas kehidupan dunia yang kita alami hari ini adalah hasil dari kesadaran kolektif  dari berbagai keragaman dan perbedaan. Setiap perbedaan menciptakan dunianya sendiri, setiap keragaman menciptakan warnanya sendiri, semua perbedaan dan keragaman ini menciptakan perilaku kehidupan dalam satu dunia, dalam satu bumi, dalam banyak harapan dan mimpi. Setiap kelompok yang berbeda selalu menciptakan kebenarannya sendiri, berani mengambil tanggung jawab atas keyakinan mereka terhadap kebenaran yang dipercaya. Hal ini membuat kehhidupan di bumi ini berlangsung dalam hukum kekuatan, yaitu siap yang kuat dia yang berkuasa. Cinta, peduli, toleransi, dan empati hanyalah menjadi hiasan penghibur dalam mimpi keharmonisan bersama diantara yang berbeda dan beragam.

Keragaman dan perbedaan merupakan realitas dari setiap zaman yang hidup nyata di tengah kesadaran suku, masyarakat, kelompok, organisasi, bangsa, individu, dan keluarga. Setiap bagian dari perbedaan ini kalau diseragamkan, maka mereka akan memberontak mencari dan menuju jalan kebebasan di sepanjang zaman. Akibatnya, kehidupan menjadi tidak seimbang dan selalu dalam peperangan dan konflik.

Keragaman bukanlah keinginan sadar manusia, tapi merupakan keinginan dari pencipta alam semesta. Jadi, saat muncul kesadaran manusia untuk hidup dalam keseragaman, maka disitulah akan muncul benih-benih ketidakharmonisan dalam hidup.

Manusia bukanlah produk dari sebuah kesadaran, tapi merupakan produk dari beberapa kesadaran dan keyakinan. Dan kehidupan merupakan rangkaian kolektif dari berbagai kesadaran, yang dilahirkan dari perbedaan dan keragaman dalam kekuatan kesadaran universal kehidupan.

Sejarah telah memberikan penjelasan yang luar biasa bahwa menggugat keragaman hanya akan melukai kemanusiaan, dan membuat kehidupan itu sendiri menjadi tidak damai, tidak aman, tidak nyaman, tidak harmonis, dan tidak bijaksana.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com