MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Kecerdasan Emosional (page 2 of 14)

KEMARAHAN MENUTUPI KEBAIKAN HATI DAN MELEMAHKAN KEMAMPUAN UNTUK IKHLAS

KEMARAHAN MENUTUPI KEBAIKAN HATI DAN MELEMAHKAN KEMAMPUAN UNTUK IKHLAS

“Akibat dari kemarahan kita bukan hanya menciptakan musuh-musuh di dalam hidup, tetapi juga yang paling berbahaya adalah kemarahan kita akan menggerogoti kesehatan dan kedamaian hidup kita.”~Djajendra

Kemarahan adalah sebuah emosi yang normal, tetapi kemarahan yang berlangsung terus-menerus akan merugikan diri sendiri. Kemarahan menjadikan hati tidak damai, menjadikan hidup tidak tenang. Jiwa yang marah berpotensi membuat tubuh dan pikirannya sakit. Jiwa yang marah sedang melemahkan dirinya sendiri dan sedang mengikat dirinya dengan beban hidup yang lebih tinggi. Seperti kata Ralph Waldon Emerson, “Kemarahan adalah kekuatan internal yang kuat yang memadamkan cahaya akal.” Jadi, kemarahan walaupun sesuatu yang normal, tetaplah perlu dikendalikan agar diri bisa mendapatkan ketenangan dan kebahagiaan hidup.

Kemarahan kita pada seseorang karena pikiran dan hati kita merasa bahwa orang tersebut telah melakukan kesalahan atau melakukan hal-hal yang tidak kita inginkan. Kemarahan muncul karena kita tidak mau menerima kenyataan yang terjadi, kita ingin kebenaran kita yang terjadi, bukan yang lain. Perasaan marah disebabkan juga ketika kita tidak ikhlas untuk menerima kesalahan yang dilakukan oleh seseorang. Kita ingin orang tersebut mendapatkan balasan seperti yang kita inginkan. Jadi, kadang-kadang, kemarahan yang tidak terkendali bisa mengarahkan diri untuk balas dendam. Niat balas dendam ini sangat berbahaya bagi kebaikan diri sendiri, karena energi negatif akan menguasai diri dan membawanya ke arah yang merusak masa depan diri sendiri.

Marshall B. Rosenberg mengatakan bahwa inti dari semua kemarahan adalah kebutuhan yang tidak terpenuhi. Artinya, kemarahan itu adalah persoalan pribadi kita, persoalan internal diri kita sendiri. Ketika kita mampu melatih diri kita untuk tidak terpengaruh atau terikat dengan sikap dan perilaku orang lain, maka kita bisa menjadi diri sendiri yang kuat dan terkendali untuk tidak marah. Kebutuhan kita tidak akan bergantung kepada orang lain atau kepada hal-hal di luar diri kita. Kita mampu menjadi diri sendiri yang merdeka dan tidak dikendalikan oleh hal apapun atau oleh siapapun dari luar diri kita.

Marcus Aurelius mengatakan bahwa betapa lebih menyedihkan adalah akibat kemarahan daripada penyebabnya. Bila kita ikhlas dengan semua kejadian di luar diri kita, kita tidak akan menemukan sebuah penyebab yang membuat kita marah. Ketenangan hati di dalam perasaan cinta kepada semua ciptaan Tuhan akan membuat kita tidak memiliki alasan atau penyebab untuk marah. Hati yang penuh cinta selalu memiliki kemampuan untuk memaafkan dan menerima kenyataan hidup dengan ikhlas. Kita harus mencegah akibat buruk dari kemarahan kita. Akibat kemarahan bukan hanya menciptakan musuh-musuh di dalam hidup, tetapi juga yang paling berbahaya adalah kemarahan kita akan menggerogoti kesehatan dan kedamaian hidup kita.

Sifat dan pemikiran kita yang suka menilai dan menyalahkan orang lain adalah sumber kemarahan. Apalagi bila kebutuhan kita belum terpenuhi dalam hubungan dengan seseorang, maka biasanya dengan sangat mudah orang tersebut kita salahkan dan kita menilainya dengan berbagai asumsi atau persepsi kita. Jadi, perilaku kita yang suka menyalahkan orang lain akan menjadi sumber yang kuat bagi penderitaan hidup kita. Kehidupan yang tenang, damai, dan bahagia hanya didapatkan ketika kita mengarahkan semua energi positif kita untuk memenuhi kebutuhan kita sendiri, tanpa melayani energi negatif di luar diri kita. Jangan lagi marah karena pemikiran kita melihat kesalahan orang lain, tingkatkan kesadaran bahwa marah kita itu terjadi karena sesuatu yang kita butuhkan atau inginkan belum terpenuhi.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MILIKI JARAK DENGAN MASALAH, JANGAN TERIKAT PADA MASALAH

“Masalah yang menguasai mental dan emosi akan membuat diri tak berdaya, dan berpotensi menjadikan diri berada pada titik terendah kehidupan.”~Djajendra

Pekerjaan terbesar kita semua adalah menjaga kesehatan, kebugaran, ketenangan, kebahagiaan, kedamaian, keindahan, dan perasaan sejahtera. Persoalannya, setiap orang berpotensi menghadapi masalah. Jadi, perjalanan hidup setiap orang akan mendapatkan tantangan dalam bentuk masalah. Di sinilah kita semua di uji oleh kehidupan, apakah kita fokus pada masalah atau kita fokus untuk menjaga kedamaian hidup kita.

Setiap bangun pagi fokuslah untuk penguatan diri, sehingg semua masalah hidup menjadi kecil. Mulailah dengan doa untuk rahmat dan kebaikan yang sudah diterima, kuatkan perasaan syukur, fokuskan pikiran untuk mengingat hal-hal terbaik yang membuat diri semakin bersyukur dengan hidupnya. Bersyukurlah dengan apa yang ada di meja makan, bersyukurlah dengan keluarga, bersyukurlah dengan pekerjaan, bersyukurlah untuk semua tantangan yang harus dihadapi, fokuskan semua kekuatan untuk ketenangan dan kedamaian hidup.

Kehidupan yang baik dibentuk dari kekuatan tenang dan terpusat, tidak mengejar sesuatu secara berlebihan, selalu tampil tenang dan produktif, membangun disiplin untuk memusatkan diri sendiri agar dapat memulai pekerjaan dengan kinerja terbaik. Kebiasaan hidup yang sangat serius dengan masalah hanya akan membuat masalah itu semakin membesar dan menguras semua kekuatan diri. Jangan membiasakan diri Anda untuk terus-menerus memikirkan masalah, kuatkan diri Anda agar bisa mengalihkan pikiran dari masalah, kemudian memfokuskan pikiran untuk merasakan syukur dan keindahan atas semua hal yang Anda hadapi.

Ketika Anda memberikan perhatian yang besar kepada masalah, Anda akan dikendalikan oleh emosi negatif. Pikiran Anda kepada masalah akan membuat Anda cemas, putus asa, marah, takut, khawatir, frustasi, stres, merasa tidak berdaya, sedih, dan banyak emosi negatif lainnya akan berakumulasi di dalam diri Anda. Jelas, dengan membiarkan masalah menguat dalam pikiran dan emosi, Anda akan kesulitan untuk memecahkan masalah tersebut. Anda akan kehilangan kekuatan untuk mengatasi masalah tersebut, sehingga hidup Anda akan berlarut-larut dalam masalah.

Di tempat kerja, ketika Anda menghadapi masalah, bekerjalah dari kebahagiaan dan ketenangan. Jangan biarkan masalah menciptakan stres. Bila Anda sudah stres dengan masalah di tempat kerja, maka Anda akan membuang-buang waktu dan tenaga untuk melayani stres. Akibatnya, masalah Anda pun akan semakin menguat karena Anda telah dibuat menjadi lemah oleh stres Anda. Jadi, tetaplah berpusat pada ketenangan dan kebahagiaan, nyalakan energi positif sekuat mungkin di dalam diri agar Anda bisa mempertahankan hubungan positif dengan masalah Anda.

Masalah yang menguasai pikiran dan emosi akan menyulitkan untuk pengendalian diri. Anda akan bingung, kesal, marah, takut, dan sulit menemukan solusi. Jelas, semua kondisi ini akan menambah tekanan stres bagi hidup Anda. Masalah yang dibiarkan menguasai hidup Anda akan menjadikan diri Anda lebih buruk. Anda akan kehilangan kemampuan untuk pemecahan masalah dan menemukan solusi. Masalah yang menguasai diri Anda akan membuat Anda tak berdaya dan berpotensi membuat Anda berada pada titik terendah

Ciptakan jarak antara Anda dengan masalah Anda, jangan terikat pada masalah Anda. Terlalu dekat dengan masalah akan membuat Anda kehilangan kekuatan dan kemampuan. Tidak perlu terlalu memikirkan masalah. Anda memang membutuhkan solusi agar masalah tersebut tuntas, tetapi tidak perlu menyiksa diri dengan masalah tersebut. Mundurlah beberapa langkah dari masalah, tenangkan diri dan temukan kebijaksanaan untuk melihat masalah tanpa menjadikannya terikat dengan Anda.

Tujuan masalah adalah untuk membuat Anda lebih kuat dan lebih kreatif dalam menemukan jalan keluar. Oleh karena itu, secara mental dan emosional, Anda harus kuat dan tidak boleh kehabisan tenaga karena tekanan dari masalah. Tetaplah bekerja dengan percaya diri dan penuh tenaga, tenangkan diri, yakinkan diri bahwa Anda pasti mampu memecahkan masalah dengan solusi yang hebat.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

RAHASIA PENANGKAL STRES

“Penyebab utama stres adalah tidak mau menerima kenyataan hidup. Jika Anda ikhlas dan berjiwa besar untuk menerima kenyataan hidup dengan pikiran positif, maka Anda akan diberdayakan dan dikuatkan untuk menemukan yang terbaik.”~Djajendra

Menerima kenyataan hidup, menghadapinya dengan tenang dan sabar, adalah cara untuk menangkal stres. Stres dan kecemasan dapat menyebabkan kita kehilangan peluang terbaik untuk menumbuhkan potensi kita. Ketika kita berhenti melawan kenyataan yang dihadapi, maka energi positif akan memberdayakan potensi kita untuk mengatasi tantangan. Jadi, hindari stres dan kecemasan, cobalah untuk tetap tenang dan terkendali dalam rasa syukur.

Menjalani hidup memang tidak mudah dan tidak sederhana. Setiap orang memiliki jalan hidupnya yang kadang tidak mudah untuk dijalani. Tidak semua kenyataan hidup yang dihadapi sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Sering sekali stres, rasa khawatir, rasa takut, dan kecemasan menjadi sahabat yang sulit dihilangkan saat kenyataan yang dihadapi sangat pahit dan sangat tidak diinginkan. Di sinilah seseorang diuji mental dan emosi hebatnya. Di sinilah seseorang imannya diuji untuk menerima kehendak Tuhan dengan ikhlas dan sabar. Memang tidak semua orang mampu untuk menghadapi kenyataan yang sangat tidak diinginkan tersebut. Diperlukan kesadaran yang tinggi dan tingkat spiritualitas yang baik agar seseorang mampu menjadi ikhlas dan sabar ketika dirinya harus menjalani hidup yang tidak diinginkan.

Hidup bukanlah pertempuran atau persaingan untuk memiliki segala keinginan. Hidup adalah proses untuk menemukan diri sendiri yang kuat dan unggul agar dapat menjalani kehidupan dunia dengan gembira. Tujuan tertinggi hidup adalah memiliki kehidupan yang sehat, bugar, gembira, bahagia, damai, tenang, sejahtera, dan berguna bagi kehidupan secara luas. Kita harus menyadari bahwa kehidupan dunia yang kita miliki sangat singkat dan sementara, jarang yang sampai seratus tahun, dan tidak ada yang kita miliki. Semua yang kita anggap miliki kita hanyalah perasaan dan prasangka kita saja, yang benar semuanya milik Tuhan. Jadi, hidup kita ini bukan untuk setiap hari bertempur dengan kenyataan yang harus dihadapi, tetapi untuk belajar menerima dan menjadikan kenyataan sebagai pengetahuan.

Kita hidup dalam dunia materi. Kenyataan lingkungan hidup kita adalah materi. Tubuh kita pun sebuah materi yang setiap hari harus dikasih makan dan minum agar tetap berenergi. Di dalam tubuh yang sifatnya materi tersebut ada jiwa yang sifatnya bukan materi. Jiwa adalah kesadaran dan dia bukan materi. Karena tubuh membutuhkan biaya hidup untuk memenuhi kalori dan nutrisinya, maka setiap orang harus sadar untuk menjadi produktif agar menghasilkan uang bagi kesejahteraan fisik dan rohani. Kita ketahui stres dan kecemasan yang berlebihan akan membuat seseorang tidak produktif, akibatnya dia sulit memiliki kinerja untuk menghasilkan uang yang lebih banyak. Memang betul uang bukan satu-satunya penyebab stres, tetapi kekurangan uang untuk memenuhi kalori dan nutrisi bagi tubuh akan menciptakan stres yang menghilangkan kepercayaan diri seseorang.

Tuhan selalu menjaga kita dengan sempurna. Tuhan selalu menjaga kita dengan sepenuh hati dan sepenuh cintanya kepada kita. Jadi, kita tidak perlu memelihara perasaan-perasaan negatif yang berpotensi memicu stres. Segala sesuatu yang kita alami bila kita menerimanya dengan ikhlas dan tenang, maka semua itu akan menjadi pengalaman yang indah. Ketika Anda mencapai sukses, maka masa tersulit Anda itu akan menjadi kenangan terindah, menjadi cerita kebanggaan untuk diceritakan kepada anak cucu. Bila di masa sulit Anda mampu mengelola perasaan dan pikiran secara positif, maka masa sulit itu akan menjadi kenangan terindah, pelajaran terindah. Oleh karena itu, jangan menentang kenyataan yang harus dihadapi, terimalah dengan kreatif, belajarlah darinya, dan tumbuhlah dengan cara mengatasinya.

Rahasia penangkal stres adalah menjaga kesadaran untuk menerima kenyataan pahit dengan emosi dan pikiran positif. Tidak menolak atau marah dengan kenyataan yang dihadapi, tetapi semakin mendekatkan diri kepada Tuhan dan meyakini bahwa Tuhan sedang membantu Anda untuk segera keluar dari situasi pahit tersebut. Dalam hal ini, Anda harus menguatkan diri dengan energi positif, dan memberikan motivasi kepada diri sendiri sambil memetakan strategi terbaik untuk menemukan solusi. Menerima kenyataan dengan ikhlas dan sepenuh hati dapat mengurangi tekanan stres. Ketika tekanan stres menjadi rendah, Anda bisa dengan tenang dan penuh pengetahuan menemukan hal-hal terbaik agar kenyataan hidup Anda sesuai dengan impian dan harapan Anda.

Rahasia penangkal stres bukan berarti menyetujui kenyataan pahit yang sedang dihadapi, tetapi bertujuan untuk membuat diri kuat dan tenang agar dapat segera keluar dari kenyataan pahit tersebut. Dalam hal ini, bila Anda dalam kondisi stres dan kecemasan berlebihan, Anda akan menjadi lemah dan tidak tenang, Anda pun akan menyibukan diri dengan keluh-kesah dan marah, tidak akan fokus untuk menemukan jalan keluar. Jelas, stres tidak akan mengubah keadaan menjadi lebih baik, tetapi akan membawa Anda ke dalam kenyataan atau keadaan yang membuat Anda semakin tidak berdaya. Oleh karena itu, terimalah hidup dengan tenang dan ikhlas, kemudian temukan kekuatan Anda untuk segera keluar dari kenyataan yang membuat Anda stres.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENGUATKAN DIRI UNTUK MENGHADAPI TANTANGAN HIDUP

“Diri kita menjadi semakin kuat menghadapi hidup saat kita betul-betul menyerahkan hati pada Tuhan, menyerahkan pikiran pada pengetahuan, dan menyerahkan tubuh pada aktivitas olah raga.”~Djajendra

Keterikatan atau kemelekatan diri kepada semua aspek kehidupan berpotensi melemahkan diri sendiri. Ketika kita sangat melekat dan terikat dengan keinginan dan ambisi, maka kita pun harus siap menghadapi stres dan marah. Jelas, stres dan marah akan mengurangi kekuatan kita dalam menghadapi tantangan hidup. Kita menjadi semakin kuat dan hebat dalam menghadapi tantangan hidup saat kita mampu menang atas kemelekatan dan keterikatan. Seharusnya kita tidak melekat atau terikat untuk sebuah pencapaian, kita hanya perlu fokus dan totalitas yang penuh kualitas di dalam proses pencapaian. Urusan hasil akhir haruslah kita tunduk pada kehendak Tuhan.

Kekuatan diri yang hebat timbul saat kita bekerja penuh semangat dan rendah hati dengan tanpa pamrih. Kita juga harus betul-betul menyerahkan hati pada Tuhan, menyerahkan pikiran pada pengetahuan, dan menyerahkan tubuh pada aktivitas olah raga. Saat kita hanya melekat dan terikat pada Tuhan dan tidak melekat pada yang lain, maka kemampuan dan kekuatan kita akan bertambah untuk mendapatkan sukses. Kekuasaan Tuhan atas diri kita membuat kita mampu mengendalikan ego yang bersifat merugikan diri kita sendiri. Jadi, katakanlah, Anda menjadi seorang ahli yang sangat dibutuhkan oleh perusahaan Anda. Jika hal itu membuat Anda menganggap diri Anda itu lebih baik dari rekan-rekan kerja Anda, maka itu berarti Anda telah terikat dan melekat dengan segala sesuatu yang Anda kerjakan. Bila dikemudian hari ada orang lain yang lebih dibutuhkan oleh perusahaan daripada Anda; maka Anda pun akan cemburu, marah, stres, dan menjadi tidak tenang dengan realitas yang Anda hadapi. Sebab, Anda sudah melekatkan dan mengikatkan keahlian Anda kepada kebutuhan perusahaan, tanpa memiliki kesadaran bahwa sesungguhnya keahlian Anda itu menjadi berguna bagi perusahaan karena adanya fungsi atau peran bagian lain di tempat kerja.

Ketika kita tidak terikat dan melekat kepada segala sesuatu di dalam hidup selain Tuhan, maka kita mampu menguatkan diri saat hal-hal tidak diinginkan terjadi di dalam hidup kita. Misalnya, Anda dikhianati oleh orang terdekat, Anda tidak akan marah atau kecewa, sebab Anda tidak terikat atau melekat dengan mereka. Dan hal ini akan membuat Anda semakin mandiri dan kuat. Misalnya, ada orang yang menyalahgunakan Anda dan membuat Anda jatuh dalam kegagalan, maka dengan mudah Anda dapat memaafkannya dan segera belajar untuk bangkit dari kegagalan tanpa menyalahkan pihak manapun. Jadi, ketika kita menjalani hidup dan pekerjaan tanpa melekat dan terikat dengan apa pun selain hanya dengan Tuhan, maka apa pun peristiwa yang kita alami akan membuat kita semakin kuat dan selalu tumbuh menjadi lebih baik.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

WORK LIFE BALANCE: CARA HIDUP YANG TIDAK MERUGIKAN DIRI SENDIRI

“Semua perbuatan baik kita berakumulasi menjadi kekuatan besar untuk membantu kehidupan kita. Semua perbuatan tidak baik kita berakumulasi menjadi kekuatan besar untuk menciptakan berbagai masalah dan kesulitan di dalam hidup kita.”~Djajendra

Ketika kita fokus untuk mengejar materi, jabatan, kekuasaan, dan semua yang sifatnya alam material; maka, kita akan hidup dalam keadaan ketidaktahuan tentang cara mencapai kebahagiaan sejati. Kesejahteraan, kemakmuran, dan karir yang lebih tinggi adalah penting; tetapi, tindakan untuk mengalami kebahagiaan dan ketenangan batin juga sangat penting. Sebuah pola hidup yang bersumber dari pusat kesadaran diri sendiri haruslah ditumbuhkan agar semua hal-hal yang dijalani dalam kehidupan sehari-hari dapat mengantar kita menuju kebahagiaan.

Semua kerja keras dan tindakan hebat yang kita lakukan selalu memiliki harapan untuk mendapatkan kebahagiaan dan kesenangan darinya. Sudah menjadi hukum kehidupan bahwa setiap orang lebih suka kebahagiaan daripada penderitaan. Tidak seorang pun yang mau bila diberikan jabatan tinggi dengan kekayaan yang berlimpah, tetapi harus hidup dalam penderitaan. Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup selalu menjadi tujuan yang lebih tinggi daripada apapun. Dalam hal ini, kebahagiaan dan kesejahteraan haruslah dikerjakan dengan kesadaran tinggi. Ketika bekerja, kendalikan indra dengan pikiran, lakukan pekerjaan dengan sepenuh hati tanpa memikirkan hasil akhirnya. Fokuskan semua kemampuan dan perhatian di dalam proses kerja. Melalui pengabdian dan rasa cinta kepada apa yang kita lakukan, kita akan menemukan kesenangan dan antusiasme untuk mencapai yang terbaik.

Segala sesuatu tindakan yang dihasilkan dari kesadaran diri sejati akan menciptakan jalan menuju kebahagiaan. Segala sesuatu yang dihasilkan dari pikiran dan ego akan menciptakan jalan yang menjauh dari kebahagiaan. Biasanya, semua tindakan berdasarkan keinginan. Dalam hal ini, kita harus dengan cerdas mengawasi diri kita, apakah keinginan itu bersumber dari kesadaran tertinggi atau bersumber dari ambisi yang dimunculkan oleh pemikiran dan ego di dalam diri. Bila proses pencapaian kesejahteraan, kemakmuran, karir, jabatan, dan kekuasaan bersumber dari kesadaran tertinggi; maka, semua tindakan dapat menciptakan kebahagiaan bersama hasil akhirnya. Sebaliknya; bila keinginan itu bersumber dari keserakahan, ambisi, ego, nafsu, kemarahan, dendam, niat tidak jujur, kebohongan, dan perbuatan tidak etis ; maka, semua tindakan akan diikuti masalah dan kesulitan yang membuat hidup selalu dalam penderitaan.

Bekerja dengan ikhlas dan melayani pekerjaan dengan tulus adalah cara yang sangat berharga. Ketika hidup menjadi berarti dan berguna melalui kesadaran tertinggi, maka kita tidak akan memiliki waktu dan ambisi untuk mengejar kepentingan egois. Kesadaran tertinggi mampu menghilangkan rasa kehilangan dan ketidakbahagiaan saat kegagalan menunda keberhasilan kita. Kesadaran tertinggi mampu menghilangkan rasa putus asa atau depresi saat kita tidak memenuhi harapan dan keinginan kita.

Kehidupan yang kita miliki sangat berharga karena sifatnya sementara. Kehidupan yang berharga dan sementara ini tidak boleh disia-siakan, ciptakan kebiasaan-kebiasaan hidup untuk menuju kebahagiaan dan kesejahteraan. Semua yang baik-baik sudah dilengkapi Tuhan di dalam diri kita, sekarang kita hanya perlu menyelam ke dalam diri kita untuk menemukan semua potensi bahagia dan sejahtera, kemudian memahaminya dan menemukan cara untuk membuatnya berfungsi sesuai harapan dan impian kita.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email:training@djajendra-motivator.com

TIDAK MEMBIARKAN EMOSI NEGATIF BERKUASA ATAS DIRI KITA

“Kehidupan adalah hadiah yang berharga, jadi: nikmati semua keberuntungan dengan rasa syukur, jangan lupa berdoa kepada Tuhan yang sudah menjaga kita siang dan malam dengan penuh kasih sayang.”~Djajendra

Emosi negatif dihasilkan dari pemikiran negatif. Ketika seseorang hanya mampu melihat kekurangan dan tidak mampu melihat kelebihan atau kebaikan, maka dia akan menarik berbagai jenis emosi negatif ke dalam dirinya. Emosi negatif atau perasaan negatif adalah sesuatu yang tidak menyenangkan hati atau sesuatu yang tidak pernah diinginkan oleh siapapun. Pastinya, setiap orang ingin bebas dari perasaan negatif agar hidupnya bahagia dan damai. Jelas, bila ingin bebas dari emosi negatif, maka kita harus menyadari bahwa hidup ini adalah rahmat Tuhan, bahwa hidup ini adalah sebuah keberuntungan bagi kita. Kesadaran untuk menjadi diri sendiri yang utuh dalam sikap rendah hati akan menghilangkan emosi negatif di dalam diri. Biasanya, ketidaktahuan atau wawasan yang dangkal menyebabkan kesombongan, kebohongan, keegoisan, dan tertutupnya hati nurani untuk memahami anugerah Tuhan, sehingga hal ini membuat energi negatif mengalir ke arah diri kita, kemudian menciptakan emosi negatif yang sulit kita buang dari diri kita.

Tuhan sudah memberikan segalanya bagi hidup kita, tetapi perasaan kurang bersyukur dan merasa kurang beruntung telah memberikan kekuatan bagi emosi negatif untuk berkuasa atas diri kita. Keluhan dan kebiasaan yang tidak mau menerima kehendak Tuhan mengundang energi negatif ke dalam diri kita. Setiap orang berhak menjalani hidup sesuai dengan jalan yang dipilih sendiri, tetapi setiap orang juga harus sadar bahwa hidup ini ditentukan oleh kehendak Tuhan. Oleh karena itu, kita tidak boleh lupa sedikitpun bahwa tugas manusia adalah bekerja dan melakukan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan sepenuh hati, tetapi untuk hasil akhirnya harus tetap tunduk kepada kehendak Tuhan. Bila hal ini bisa dipraktikkan dengan baik, maka energi negatif tidak akan mampu menguasai diri kita, sehingga kita bisa menjaga emosi positif dan menghindari emosi negatif di dalam diri kita.

Pikiran adalah kekuatan yang selalu ingin berkuasa atas diri kita. Pikiran memiliki kecerdasan untuk membentuk pola dan menciptakan kebiasaan. Bila sesuatu dipikirkan setiap hari dan setiap saat, maka dia akan berwujud ke dalam kebiasaan hidup. Emosi negatif adalah hasil dari pemikiran negatif. Biasanya, untuk menguatkan pemikiran positif kita harus menjadi bijaksana dan berjuang total menginternalisasi nilai-nilai positif ke dalam diri dengan penuh kesadaran dan tanggung jawab. Jadi, tidak mudah untuk menguatkan pemikiran positif di dalam diri kita. Sebaliknya, pemikiran negatif mudah diciptakan dan sulit untuk disingkirkan dari dalam diri. Sekali pemikiran negatif berkuasa atas diri kita, maka dengan mudah dia membiarkan semua emosi-emosi buruk untuk mengambil bagian dari kekuasaannya. Saat emosi negatif berkuasa di dalam diri; semua rasa damai dan ketenangan hidup akan hilang digantikan rasa takut, khawatir, cemas, dan marah.

Dalam tubuh, lemak bertahan lebih lama daripada otot; dalam mental, pemikiran negatif bertahan lebih lama daripada pemikiran positif. Kita ketahui bersama terlalu banyak lemak di dalam tubuh menjadi sumber penyakit bagi tubuh, demikian juga dengan pemikiran negatif yang menjadi sumber penyakit bagi mental. Bila kita sudah memiliki kesadaran tentang bahaya dari pemikiran negatif, maka tekad dan niat untuk menguatkan pemikiran positif akan menjadi sebuah rutinitas di sepanjang perjalanan hidup kita.

Disiplin dan kerja keras agar emosi negatif tidak berkuasa di dalam diri haruslah dilakukan dengan konsisten. Dalam hal ini, kita harus memahami bahwa kehidupan yang kita jalani menghasilkan kemenangan dan kegagalan. Dalam kehidupan siapapun, kemenangan dan kegagalan pasti menjadi bagian yang tak dapat dihilangkan. Oleh karena itu, ketika kegagalan yang kita hadapi, kita harus berpikir positif bahwa kegagalan itu hanyalah sebuah petunjuk untuk memperbaiki cara melakukan. Jadi, kegagalan bukanlah sesuatu yang negatif atau sesuatu yang merugikan, kegagalan atau kesalahan hanyalah petunjuk untuk melakukan sesuatu dengan lebih baik. Bila hal ini bisa dipraktikkan dengan baik, maka pemikiran negatif dapat dihindarkan.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

LEBIH BAIK DIAM DARIPADA MENGUCAPKAN HAL-HAL BURUK

“Orang baik tidak memiliki ucapan buruk, hanya orang-orang dengan pikiran buruk yang memiliki kata-kata negatif untuk diucapkan.”~Djajendra

Kata orang bijak, “DIAM ADALAH EMAS”. Diam adalah emas, berbicara hal-hal positif adalah berlian, dan lebih baik diam daripada berbicara hal-hal yang menyebabkan orang lain sedih. Ucapan dan pilihan kata-kata negatif yang menyerang orang lain adalah kekuatan buruk yang sedang diekspresikan dari dalam diri. Pikiran yang tidak baik dan suara hati yang penuh prasangka buruk adalah sumber terciptanya stres dalam kehidupan sosial. Pikiran buruk dan ucapan penuh kebencian adalah energi negatif yang sangat merusak keharmonisan hidup bersama.

Kata-kata positif yang penuh kasih sayang memiliki kekuatan untuk menenangkan, mendamaikan, menghibur, dan membuat orang-orang yang mendengar lebih bahagia atau damai hidupnya. Biasanya, orang baik tidak memiliki ucapan buruk, hanya orang-orang dengan pikiran buruk yang memiliki kata-kata negatif untuk diucapkan. Nada berbicara yang tinggi dengan pilihan kata-kata yang buruk memberi dampak negatif pada sistem saraf pendengarnya, sehingga pendengarnya berpotensi stres setelah mendengarkan hal tersebut. Jadi, kalau ingin memberikan rasa damai bagi kehidupan sosial, maka berucaplah positif di ruang sosial dengan pilihan kata yang membuat orang senang dan merasa damai.

Pikiran yang tidak terkendali dan niat buruk menciptakan getaran tidak menyenangkan bagi kehidupan. Energi negatif kehidupan yang bersumber dari niat buruk, pikiran negatif, emosi negatif, dan pilihan kata-kata negatif menyebabkan kekacauan di semua tingkatan kehidupan. Siapapun yang membiarkan energi negatif menguasai mental, emosi, niat, keyakinan, dan perilaku jiwanya hanya sedang menarik ketidakberuntungan ke dalam hidupnya. Pikiran positif membuat diri menarik keberuntungan dan kesejahteraan bagi hidupnya. Kata-kata positif yang penuh kasih sayang dan menghargai perbedaan menarik kedamaian bagi hidupnya. Niat tulus dan perilaku ikhlas untuk berkontribusi bagi keindahan dan ketenangan hidup menarik kebahagiaan di sepanjang hidup.

Ucapan dan kata-kata yang dipilih adalah cerminan dari kenyataan yang sedang terjadi di dalam diri. Di dalam jiwa yang positif selalu tersimpan kamus bahasa positif yang menyenangkan, menghargai, menyayangi, dan membantu jiwa untuk tumbuh lebih baik lagi. Sebaliknya, di dalam jiwa yang negatif tersimpan kamus bahasa negatif yang merusak, menghancurkan, merendahkan, memperburuk, dan melemahkan jiwa sehingga tidak bisa tumbuh kuat. Manusia tidak diciptakan untuk seratus persen sempurna, manusia pasti melakukan kesalahan, tetapi manusia diberikan kesadaran untuk mengendalikan kesalahan dan kekurangan. Manusia diberi akal dan kekuatan kreatif untuk memperbaiki dan melakukan segala sesuatu dengan lebih penuh kasih. Kebaikan, keindahan, kedamaian, kasih sayang, kepedulian, serta menghargai keragaman dan perbedaan adalah sumber kekuatan hidup. Ketika kebencian dan kemarahan menguasai jiwa, maka itu menjadi sumber ketidakberdayaan, dan diri pun menjadi lemah saat menghadapi realitas hidup.

Ucapan buruk dan pemikiran negatif menguras semua energi baik dari dalam diri. Bila energi baik kalah jumlahnya dengan energi buruk di dalam diri, maka perasaan-perasaan negatif di dalam diri akan menguras kekuatan diri untuk hidup lebih produktif. Intinya, pemikiran negatif, niat buruk, dan kata-kata negatif tidak akan memberikan kebahagiaan dan kesejahteraan bagi diri. Kebahagiaan dan kesejahteraan hidup hanya dimiliki oleh kekuatan positif yang produktif. Tidak perlu berucap kata-kata yang tidak diperlukan dalam menciptakan ketenangan dan kebahagiaan hidup. Tidak perlu berucap kata-kata yang memperburuk situasi dan harga diri. Semakin negatif dan buruk ucapan yang dikeluarkan, semakin merendahkan harga diri dan kehormatan diri sendiri. Jadi, ikuti nasihat orang bijak, yaitu: diam itu emas. Lebih baik diam daripada merendahkan diri sendiri dengan ucapan-ucapan yang tidak etis.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / Email: training@djajendra-motivator.com

MENGHENTIKAN PERASAAN KHAWATIR

“Tidak seorang pun yang bisa menghentikan perasaan khawatir Anda, hanya Anda sendirilah yang mampu menghentikan perasaan khawatir Anda.”~Djajendra

Siapa yang tidak pernah khawatir di dalam hidupnya? Perasaan khawatir adalah pintu masuk bagi energi negatif untuk membuat diri kita tidak berdaya. Perasaan khawatir yang berlebihan hanya menunda penyelesaian masalah yang sedang kita hadapi. Energi negatif yang ditarik oleh rasa khawatir akan menciptakan semakin banyak masalah baru. Jadi, perasaan khawatir adalah pertanda bahwa kita sedang menarik semakin banyak masalah-masalah baru ke dalam hidup kita.

Semakin kita khawatir, semakin tak berdaya pikiran kita, semakin gelap jalan hidup yang kita inginkan. Tidak ada kekuatan di dalam diri yang sangat khawatir dan takut. Hidup kita tidak kuat karena perasaan khawatir kita sudah menguras semua kekuatan yang kita miliki. Jadi, tidaklah perlu untuk mengkhawatirkan hal-hal sepele yang mungkin sedang dihadapi. Fokuskan hidup dengan rasa syukur atas apa-apa yang dimiliki saat ini, jangan fokus pada kekurangan. Perbaiki semua kekurangan dengan percaya diri dan disiplin yang tinggi.

Kebiasaan berdoa dan menyerahkan diri kepada Tuhan adalah cara terbaik agar hidup kita tidak digerogoti oleh energi negatif. Berdoalah terus-menerus untuk mendapatkan sukacita, kegembiraan, kepercayaan diri, dan rasa syukur atas kehidupan yang sedang kita jalani. Menghilangkan semua kekhawatiran dan percaya bahwa Tuhan pasti membantu kita adalah kekuatan untuk menemukan solusi terbaik.

Keluh-kesah dan kekhawatiran di sepanjang  hidup hanya akan menarik semakin banyak krisis dan masalah ke dalam hidup kita. Jadi, mulai hari ini, jangan lagi berpikir, berbicara, merasa tentang hal-hal yang tidak menguntungkan hidup Anda. Bila energi negatif terus-menerus menggerogoti hati dan pikiran kita, maka kita akan kehilangan kemampuan untuk menemukan jalan keluar dari hal-hal yang kita khawatirkan. Kerjakan saja apa yang bisa dikerjakan saat ini, dan semua hal yang tidak bisa ditemukan cara atau jalan keluarnya, serahkan kepada kehendak Tuhan, menyerahlah di jalan Tuhan, lalu berpikir optimis dan percaya diri untuk meminimalkan rasa khawatir.

Kerja keras untuk membuat diri terorganisir di dalam energi positif haruslah dilakukan dengan sepenuh hati dan tanpa henti. Jangan pernah membiarkan pikiran, emosi, dan getaran negatif mengalir di dalam diri secara terus-menerus. Energi buruk dihasilkan dari semua perasaan-perasaan yang membuat diri kehilangan rasa syukur dan kepercayaan diri. Setiap hari miliki kesadaran dan keyakinan untuk memancarkan getaran energi positif di semua aspek kehidupan yang dijalani.

Selalu optimis dan mampu melihat kebaikan di dalam diri setiap orang. Ketika kita melihat hal-hal negatif di dalam diri orang lain, maka kita sedang mengundang masalah ke dalam hidup kita. Biarkan setiap orang menjadi dirinya sendiri, kita tidak perlu atau tidak penting untuk mengurusi diri orang lain yang tidak sesuai dengan hati nurani kita. Tugas kita yang paling penting adalah mengurusi diri kita agar selalu positif dan penuh rasa syukur dengan kehidupan yang kita miliki.

Tidak seorang pun yang bisa menyuruh Anda untuk tidak khawatir, hanya Anda sendirilah yang mampu menghentikan perasaan khawatir Anda. Kesadaran Anda untuk lebih percaya diri, lebih bersyukur, dan lebih berterima kasih kepada Tuhan dengan kehidupan yang Anda jalani akan menguatkan Anda. Kesadaran Anda bahwa perasaan khawatir hanya meningkatkan kegelisahan, ketakutan, kepanikan, kebosanan, dan hilangnya kepercayaan diri, akan membuat Anda untuk lebih hebat dalam upaya menghentikan semua perasaan khawatir Anda. Jadi, kesadaran Anda akan membuat Anda menghadapi kehidupan dengan optimis dan penuh percaya diri menuju masa depan yang lebih hebat.

Tuhan memberikan kelimpahan, kemakmuran, keindahan, kebaikan, kedamaian, dan kelembutan kepada setiap orang. Sekarang, bagaimana kita sadar untuk mengelola pikiran dan perasaan kita agar tidak mengkhawatirkan sesuatu, serta setiap saat bersyukur dan rendah hati dengan kehidupan yang kita miliki. Kemampuan menyesuaikan diri dengan kehendak Tuhan dan penyerahan total atas semua hasil yang kita inginkan kepada Tuhan, akan mengurangi perasaan khawatir kita.

Kesulitan selalu ada saat pikiran tidak terkendali dan rasa syukur berkurang. Kesulitan selalu ada saat kita tidak mampu melihat kekuatan dan keberuntungan yang kita miliki. Kesulitan selalu ada saat kita tidak mampu bersukacita dengan yang kita miliki. Kesulitan selalu ada saat kita tidak yakin bahwa bantuan dari Tuhan sudah sangat dekat. Jadi, perasaan khawatir adalah produk dari pikiran negatif dan produk dari jiwa yang kurang memiliki rasa syukur dengan kehidupannya.

Untuk seminar/pelatihan hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

KOMUNIKASI YANG BURUK DAPAT MENGAKHIRI HUBUNGAN

“Komunikasi berarti Anda berbicara dengan orang lain, dan bukan berbicara dengan diri sendiri. Jadi, Anda harus memahami orang lain dan memiliki empati untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain.”~Djajendra

Komunikasi dimaksudkan agar Anda terhubung dengan orang lain. Tata bahasa, ucapan, dan bahasa tubuh yang baik dapat meningkatkan rasa percaya orang kepada Anda. Menggunakan kata yang tepat dan tata krama yang baik dapat meningkatkan  hubungan baik dengan orang lain. Menggunakan kata yang buruk dengan bahasa tubuh yang tidak menyenangkan akan merusak hubungan yang ada. Miliki konsentrasi dan kejelasan atas hal-hal yang Anda bicarakan. Tidak boleh berkomunikasi dengan bahasa yang tidak jelas dan berpotensi menimbulkan penafsiran yang berbeda dengan maksud. Jangan bicarakan percakapan yang tidak perlu. Jangan menyalahkan siapapun saat Anda berkomunikasi. Fokuskan ucapan Anda hanya untuk hal-hal yang ingin Anda komunikasikan.

Sopan santun dan tata bahasa yang positif akan membuat orang lain nyaman dan merasa senang saat berkomunikasi dengan Anda. Sikap baik, ucapan baik, dan cara menyampaikan dengan bahasa tubuh yang baik adalah untuk kepentingan orang lain. Intinya, komunikasi adalah untuk membuat orang lain senang dan nyaman dengan Anda. Komunikasi berarti Anda berbicara dengan orang lain, dan bukan berbicara dengan diri sendiri.Jadi, Anda harus memahami orang lain dan memiliki empati untuk memberikan yang terbaik bagi orang lain. Anda harus menjadi pendengar yang bijak, sabar, dan tenang; serta, menjadi pembicara yang santun, tenang, percaya diri, dan selalu menggunakan kata-kata positif.

Menjaga ucapan selalu positif dengan bahasa yang rapi dan baik hanyalah bisa terjadi saat Anda mengendalikan pikiran dan suara hati Anda. Fokuskan diri Anda untuk membiasakan pikiran dan suara hati selalu terkendali dalam bahasa yang baik. Pikiran yang disiplin dan pikiran yang dikuasai oleh kesadaran Anda akan menjadi kekuatan, untuk menghasilkan ucapan dan bahasa tubuh yang positif saat Anda berkomunikasi dengan orang lain. Ketika Anda terlatih dan terbiasa untuk mengendalikan pikiran, maka Anda mampu menguasai setiap ucapan yang Anda keluarkan untuk orang lain. Anda tidak akan sembarangan berbicara dengan bahasa atau ucapan yang buruk. Pikiran dan kecerdasan Anda akan bersatu di dalam kesadaran murni Anda untuk mengendalikan ucapan, dan tidak akan pernah keluar ucapan atau kata-kata berkualitas rendah dari Anda yang mampu mengendalikan pikiran. Kata-kata atau ucapan yang tidak pantas diucapkan tidak akan pernah diucapkan.

Berkomunikasilah dengan bahasa dan pilihan kata-kata yang sesuai dengan orang yang Anda hadapi. Pastikan Anda memahami tingkat pemahaman orang lain atas pilihan kata-kata Anda. Ucapan dengan kata-kata yang paling mudah dimengerti akan membuat komunikasi lebih baik dan lebih berkualitas. Pilihan kata yang buruk dan bahasa tubuh yang tidak baik akan merusak hubungan yang sudah ada. Jangan gunakan kata-kata yang mencerminkan ketidakmampuan Anda dalam pengendalian emosi. Ucapan bernada kemarahan, kesombongan, dan ketidakpedulian hanya mencerminkan Anda lemah dan tak berdaya dalam hubungan komunikasi tersebut. Kata-kata positif menghasilkan sahabat, dan kata-kata negatif menghasilkan musuh.

Untuk seminar/training hubungi 0812 1318 8899 / email: training@djajendra-motivator.com

MENGATASI KESEDIHAN DALAM HIDUP

“Kehidupan harus terus berlanjut dan tidak boleh terhenti di dalam kesedihan atau pun kesenangan yang berlebihan.”~Djajendra

Setiap orang sangat menikmati perasaan senang, tetapi tidak seorang pun yang mampu menikmati perasaan sedih. Padahal sedih dan senang adalah bagian dari kehidupan yang selalu hadir ke dalam hidup siapa pun. Dan kita semua tahu bahwa Kehidupan adalah perpaduan pasangan yang berlawanan. Sedih dan senang adalah contoh dari salah satu perpaduan pasangan yang berlawanan. Kehidupan selalu berubah dan tidak dapat diprediksi, tidak seorang pun tahu kapan sedih datang dan kapan senang datang. Kesadaran untuk mengatasi kesedihan dan merubahnya menjadi senang adalah kemenangan bagi siapa pun.

Akar masalah kesedihan adalah ketidaksadaran kita bahwa hidup ini tidak semuanya bisa kita atur sesuai keinginan kita. Tuhanlah yang mengatur semua skenario dan jalan cerita hidup di dunia ini. Bila kita mampu memahami dunia dan kehidupan seperti apa adanya, maka kita bisa fokus menjalankan tugas dan tanggung jawab dengan penuh semangat, tanpa terjebak dalam kesedihan. Ketika kita menyerahkan hasil akhir kepada kehendak Tuhan dan fokus bekerja di dunia seperti apa adanya, maka kita bisa menikmati semua keadaan dengan rasa syukur. Kesadaran untuk tidak tergantung pada keadaan yang dialami akan menjauhkan kita dari kesedihan. Ketika kita ikhlas menerima kehidupan yang hadir ke dalam diri kita, maka tekanan dan kesulitan menjadi tantangan yang menyenangkan. Sikap rendah hati dan jiwa yang tunduk pada kebesaran Tuhan adalah sumber yang membahagiakan hidup kita.

Ketika kita sadar untuk menerima hidup yang terjadi dan bersyukur atas kehidupan yang kita alami, maka tidak akan ada tempat untuk kesedihan di dalam hidup kita. Perasaan tidak bersyukur dan ego yang tidak mau menerima kenyataan hidup adalah sama seperti sedang mengundang kesedihan ke dalam hidup. Karena kesedihan adalah bagian dari emosi negatif, maka kita harus mencerdaskan emosi kita agar kita bisa menguatkan emosi yang baik untuk kebahagiaan dan kegembiraan hidup kita. Bila semua masalah kita jadikan sebagai penderitaan, maka kesedihan dan rasa sakit akan menguasai jalan hidup kita.

Hidup kita bukan bersumber dari khayalan dan rencana yang ada di dalam pikiran kita, tetapi dari rencana Tuhan yang tidak pernah bisa kita ketahui. Jadi, tidak perlu ngotot menjalani hidup dari sudut pandang pribadi. Kita harus mampu melihat hidup dari kenyataan yang terjadi, dan menerimanya dengan ikhlas agar kita tidak terjebak dalam pusaran energi negatif yang hanya akan merugikan perjalanan hidup kita. Kesadaran untuk selalu berdoa dan memohon petunjuk Tuhan dalam setiap langkah di jalan kehidupan yang kita jalani, akan menguatkan mental dan semangat kita.

Hidup bukan untuk dikeluhkan, tetapi untuk dijalani dengan rasa syukur. Setiap kesulitan dan rintangan datang untuk mencerdaskan akal dan menguatkan mental pemenang. Jadi. tidak perlu terjebak dalam perasaan sedih yang berkelanjutan. Segeralah tinggalkan kesedihan dan terimalah kenyataan yang ada, kemudian dengan percaya diri melangkah melalui kerja keras untuk memenuhi kebutuhan yang menunggu. Kehidupan harus terus berlanjut dan tidak boleh terhenti di dalam kesedihan ataupun kesenangan yang berlebihan.

Saat kesedihan menguasai diri kita, maka pikiran pasti terganggu dan ketenangan pun akan hilang. Akibatnya, kita tidak akan memiliki kualitas dan keunggulan untuk mencapai yang terbaik bagi hidup kita. Oleh karena itu, fokuskan hidup pada tujuan yang benar dan miliki ketenangan pikiran di setiap langkah menuju pencapaian. Ketenangan dan kesabaran menghasilkan keunggulan. Ketenangan dan kesabaran mempertajam kecerdasan, sehingga kita bisa bertindak dengan benar untuk mencapai yang terbaik.

Untuk seminar/pelatihan hubungi: 0812 1318 8899 / email:training@djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑