MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Manajemen konflik (page 2 of 2)

KERAGAMAN DAN PERBEDAAN ADALAH KEBENARAN HIDUP

“Hukum alam telah menyiapkan kedamaian, keharmonisan, keindahan, kesenangan, dan kebahagiaan bagi semua orang. Syaratnya, semua orang harus saling menerima dan mengenali perbedaan dan keragaman yang menjadi bagian dari hukum alam.”~Djajendra

Hidup yang benar dan lurus ada di dalam keragaman dan perbedaan. Siapapun yang tidak menghendaki keragaman dan perbedaan, maka dirinya sedang melawan kebenaran hidup. Keharmonisan dan kedamaian hidup akan terwujud bila terbentuk kesatuan hati dalam toleransi untuk keragaman dan perbedaan.

Manusia diciptakan dalam keragaman dan perbedaan. Keragaman dan perbedaan terlihat dari bentuk fisik, bahasa, budaya, pola kehidupan sosial, jenis makanan, ideologi, agama, keyakinan, kepercayaan, impian, pikiran, persepsi, suara, sidik jari, pilihan politik, pilihan pekerjaan, profesi, penampilan, cara berpakaian, dan sangat banyak realitas yang menunjukkan bahwa keragaman dan perbedaan adalah kebenaran hidup. Intinya, keragaman dan perbedaan adalah hukum alam, sama seperti hukum gravitasi. Jadi, sangatlah keliru bila keragaman dan perbedaan dipermasalahkan dalam hidup, sebab sama saja seperti sedang mempermasalahkan hukum alam. Mempermasalahkan hukum alam adalah perbuatan sia-sia yang tidak akan pernah ada solusinya.

Orang-orang pintar pasti memiliki kesadaran yang tinggi untuk menerima perbedaan dan keragaman dengan toleransi yang tinggi. Hanya orang-orang yang kehilangan kesadaran untuk memahami hukum alam akan mempertanyakan atau mempermasalahkan perbedaan dan keragaman. Hidup ini tidak diciptakan untuk menjadi seragam, tetapi diciptakan untuk menjadi berbeda-beda dalam kompleksitas yang tidak mudah dipahami dengan pikiran. Diperlukan hati nurani yang penuh cinta, kasih sayang, empati, peduli, toleransi, dan kebaikan, agar dapat menerima perbedaan dan keragaman dengan bahagia. Jadi, akal saja tidak cukup untuk menerima perbedaan dan keragaman, diperlukan cinta dan kasih sayang terhadap semua makhluk hidup agar kita bisa berdampingan dengan bahagia bersama perbedaan dan keragaman.

Perbedaan dan keragaman adalah realitas dari kehidupan sosial yang tidak bisa diabaikan. Sekali seseorang mengabaikan atau memusuhi perbedaan, maka dia tidak akan pernah memiliki hubungan sosial yang baik dengan semua golongan. Dia akan terkucilkan dan menjadi kecil di golongan yang dia anggap paling benar. Dia tidak bisa merasakan keindahan hidup dalam warna-warni keragaman.

Karena keragaman dan perbedaan merupakan hukum alam, maka diperlukan toleransi dan empati untuk menciptakan kehidupan sosial yang damai dan harmonis. Bila di sebuah lingkungan terjadi permusuhan terhadap keragaman dan perbedaan, maka kedamaian dan keharmonisan akan hilang seketika dan digantikan dengan penderitaan. Menentang keragaman dan perbedaan pasti menimbulkan dampak negatif yang merugikan kehidupan sosial bagi semua orang. Jadi, walaupun hidup dalam perbedaan dan keragaman, tidaklah perlu mempermasalahkannya. Layani saja perbedaan dan keragaman dengan pandangan dan perilaku positif. Anda tidak perlu mencegah keragaman, karena hal itu tidak mungkin bisa dilakukan. Orang-orang yang mencegah perbedaan dan keragaman biasanya sangat menikmati perilaku negatif mereka. Dan, hasilnya, mereka akan menciptakan ketakutan dan permusuhan yang berakibat pada hilangnya kedamaian di dalam kehidupan sosial. Perasaan saling curiga dan perasaan dendam yang penuh kebenciaan akan menjadi energi perlawanan yang mengakibatkan hilangnya cinta, damai, kasih sayang, toleransi, peduli, dan saling membantu.

Seperti kata orang bijak bahwa di dunia ini, semua dirancang untuk menguji manusia. Keyakinan dan pemikiran manusia dihadapkan dengan hukum alam. Pastinya, hukum alam adalah kebenaran absolut yang tidak dapat diganggu gugat. Sedangkan, keyakinan dan pemikiran manusia sangat terbatas. Keyakinan dan pemikiran manusia terbatas oleh kemampuan pancainderanya, seperti: penglihatan, pendengaran, sentuhan, aroma, dan rasa. Jadi, manusia yang gagal memahami hukum alam pasti tidak akan pernah lulus ujian dari kehidupan yang Tuhan ciptakan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SENANG DIPUJI DAN TIDAK SENANG DIKRITIK

“Ketika Anda senang dipuji dan tidak senang dikritik, maka Anda pun menjadi permainan orang lain.”~Djajendra

Perasaan yang ingin selalu disanjung dan dipuji menghilangkan kontrol diri. Ketika Anda marah saat tidak dipuji, itu artinya Anda memiliki kelemahan yang membuat hidup Anda tidak bahagia. Diperlukan kesadaran untuk tidak kehilangan kontrol diri atas semua peristiwa hidup yang Anda jalani. Kesadaran diri yang baik mampu meningkatkan kualitas penilaian diri terhadap realitas yang dialami.

Ketika kesadaran diri Anda rendah, maka Anda kehilangan diri sejati, dan Anda pun menjadi seperti boneka di tangan orang lain. Anda akan selalu bereaksi terhadap berbagai ucapan, perilaku, dan kata-kata orang lain. Anda betul-betul kehilangan kesadaran untuk memberikan respon sesuai diri sejati Anda. Anda akan menari oleh musik dan lagu orang lain. Anda akan kehilangan diri sejati, karena telah menjadi bagian dari permainan orang lain

Tanpa memiliki diri sejati, orang-orang mudah dipermainkan melalui pujian dan kritikan. Tanpa memiliki diri sejati, seseorang hanya menjadi boneka di tangan orang lain. Dan, orang yang memegang boneka selalu sadar untuk mempermainkannya bagi kesenangan pribadi dan bagi hiburan untuk orang lain. Ciri-ciri dari pribadi boneka adalah sangat senang bila mendapatkan pujian, dan sangat marah bila tidak mendapatkan pujian. Jika dikritik, pribadi boneka sangat gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak. Intinya, mereka hidupnya dikendalikan oleh orang lain. Hidup mereka sangat tergantung oleh kata-kata orang lain. Ketika kata-kata orang lain melukai hati mereka, maka mereka pun segera bereaksi meluapkan kemarahan dan menciptakan ketidaknyamanan bagi orang-orang lain. Para boneka selalu menjadi sumber hiburan bagi para penonton yang sepaham dengan mereka.

Ketika tidak mendapatkan pujian dan pengakuan, maka pikiran buruk akan muncul untuk menghakimi ataupun menilai orang lain dengan negatif. Diperlukan kesadaran untuk berubah dari pribadi boneka menjadi pribadi sejati dengan integritas. Jadi, ketika pikiran buruk muncul saat tidak mendapatkan pujian, maka saat itu Anda harus segera meningkatkan kesadaran tertinggi Anda. Kesadaran tertinggi diperlukan untuk menilai setiap peristiwa dengan jujur dan untuk memperbaiki diri. Kesadaran diri diperlukan untuk melupakan dan melewati setiap peristiwa, tanpa terjebak di dalamnya. Karena hidup kita adalah sebuah perjalanan yang terus-menerus, maka kita tidak boleh terjebak di dalam sebuah situasi oleh perasaan dan pikiran kita. Jangan menghentikan perjalanan hidup setiap kali melihat sesuatu yang nyaman. Fokuskan pikiran pada tujuan dan jangan biarkan siapapun untuk menjadikan Anda sebagai boneka mereka.

Setiap peristiwa dalam hidup pasti memberikan arti penting bagi kemajuan hidup Anda. Pujian dan kritikan adalah sesuatu yang tidak diperlukan dalam kemajuan hidup Anda. Jadi, ketika Anda menerima pujian tetaplah rendah hati dan tidak terpengaruh olehnya. Sebaliknya, ketika menerima kritikan tetaplah rendah hati untuk memperbaiki kekurangan dan tidak terpengaruh olehnya. Jagalah pikiran untuk selalu berpikir positif atas segala peristiwa hidup yang Anda alami. Biarkan pikiran melihat semua hal di sepanjang jalan hidup Anda, tetapi jangan biarkan pikiran berhenti dan terjebak di sebuah situasi. Teruslah bergerak dan berjalan di sepanjang jalan hidup Anda dengan pikiran positif.

Pujian dan kritikan hanyalah persepsi orang lain. Hidup Anda adalah persepsi Anda. Anda tidak hidup untuk terjebak dalam persepsi orang lain. Bila Anda menjadi diri sejati yang asli dengan nilai-nilai kehidupan pribadi Anda, maka semua persepsi orang lain lenyap begitu keluar dari pandangan Anda. Anda tidak akan memikirkannya dan persepsi orang lain tidak akan menjadi dominan dari memori Anda. Anda mampu melepaskan apa pun yang Anda lihat, dengar, rasakan, pikirkan, saat itu juga. Jadi Anda tidak terikat pada apapun yang orang lain katakan atau perbuat kepada Anda. Anda sudah menjadi diri sendiri yang tidak mampu dijadikan boneka oleh orang lain.

Tidak seorang pun yang bisa sempurna dalam hidup. Demikian juga dengan Anda, pasti realitas pikiran selalu naik dan turun. Kadang-kadang, pikiran buruk bisa saja muncul atas sikap dan perilaku orang lain terhadap Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak masuk ke dalam sikap dan perilaku orang lain tersebut. Anda cukup menjadi penonton yang tidak memberikan penilaian apapun atas sikap dan perilaku orang lain tersebut. Jangan biarkan pikiran dan emosi Anda mengalir ke dalam sikap dan perilaku orang lain. Kendalikan diri, kendalikan pikiran, kendalikan emosi, dan fokuskan untuk menguatkan diri sendiri saat sikap dan perilaku orang lain mencoba memancing marah Anda. Jangan tenggelam dalam sikap dan perilaku orang lain, teruslah mengalir menuju tujuan hidup Anda dengan diri sejati Anda.

Ketika pujian dan kritikan terus-menerus menggoda Anda, maka miliki rem diri yang kuat untuk menghentikan dan mengontrol semua itu. Mempercayai pujian dan kritikan adalah seperti memberikan diri untuk dikendalikan oleh orang lain. Jadi, bila Anda menikmati pujian dan marah pada kritikan, maka Anda sudah di dalam kendali orang lain. Dan, mereka yang tahu tentang kelemahan Anda itu akan memanfaatkannya untuk pertunjukan mereka. Mereka akan memanfaatkan Anda untuk keuntungan dan permainan mereka.

Hidup ini bukan untuk bahagia dengan pujian dan menderita dengan kritikan. Hidup ini adalah sebuah perjalanan sempurna dengan penuh rintangan. Anda pasti melewati yang Anda suka dan yang Anda tidak suka. Pastikan setiap langkah Anda di dalam kesadaran tinggi Anda. Pastikan Anda selalu melangkah dengan hati-hati dan rendah hati. Sangat banyak jembatan yang belum tersambung untuk Anda lewati. Sangat banyak jalan yang masih diselimuti awan dan lumpur licin. Setiap langkah hidup memiliki resiko yang harus diperhitungkan dengan jujur. Ketika Anda jatuh dan terluka, jangan mengeluh dan menyerah. Teruslah melangkah walau langkah Anda hanya mampu seinci demi seinci. Hal terpenting dalam hidup adalah Anda harus terus-menerus bergerak maju, dan tidak boleh terjebak dalam sebuah keadaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMAAFKAN MENJADIKAN ANDA MENANG

“Ketika Anda memaafkan orang yang sangat menyakiti hidup Anda, maka Anda menang dan bahagia.”~Djajendra

Perjalanan hidup kadang-kadang harus terbentur dengan hal-hal yang menyakitkan dan merugikan. Tidak selalu hubungan dengan orang lain berlangsung dengan baik dan damai. Ketika Anda mampu memaafkan orang-orang yang menyakiti dan merugikan hidup Anda, maka Anda menang. Semakin Anda terbiasa memaafkan dan tidak ambil pusing dengan perilaku tidak baik orang lain kepada Anda, maka semakin Anda menjadi lebih kuat dan merdeka dengan hidup Anda.

Kebencian, dendam, marah, dan sakit hati tidak akan memberikan masa depan terbaik bagi Anda. Walaupun Anda sudah berjuang dengan sangat keras, tetapi bila di hati masih melekat benci dan iri, maka Anda tidak pernah menang dalam hidup Anda. Para pemenang adalah orang-orang yang berjiwa besar, berempati, bertoleransi, memaafkan, dan ikhlas menerima realitas hidupnya dengan rasa syukur.

Harga diri dan kehormatan semakin tinggi ketika Anda semakin rendah hati. Sikap rendah hati membuat Anda semakin mudah memaafkan. Sikap tinggi hati membuat Anda sulit memaafkan. Memaafkan membuat Anda menemukan kedamaian dan keindahan dalam hidup.

Tanamkan nilai-nilai positif ke dalam diri sendiri agar Anda bisa tumbuh lebih dewasa, lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih tenang. Semakin banyak aliran nilai-nilai positif ke dalam pikiran bawah sadar Anda, semakin mereka menyembuhkan semua luka hati Anda. Akhirnya, Anda menemukan kekuatan untuk melihat hidup dengan bijaksana dan menjadi pribadi yang mudah memaafkan.

Anda yang tidak bisa memaafkan selalu menghabiskan hari dan malam dengan menyiksa diri sendiri. Jika Anda dibesarkan dengan nilai-nilai negatif yang sudah terukir di dalam hati Anda dengan sempurna, maka Anda harus sadar untuk berjuang dengan sangat keras agar bisa melemahkan nilai-nilai negatif tersebut. Jangan membiarkan diri Anda untuk membenci orang lain. Kebencian kepada orang lain hanya menjadikan hidup Anda lebih buruk. Jagalah kata-kata Anda agar tidak menyakiti orang lain. Kendalikan diri untuk selalu berada di dalam kekuatan baik, dan jauhkan diri Anda dari kekuatan tidak baik.

Anda tidak perlu melupakan perbuatan tidak baik orang lain kepada Anda. Jadikan hal itu sebagai pengalaman yang mendewasakan hidup Anda. Intinya, Anda tidak perlu mengubah masa lalu, biarkan masa lalu itu seperti apa adanya, tetapi Anda harus memaafkannya agar Anda terlepas dari rasa sakit hati dan kemarahan.

Ketika Anda memaafkan orang yang menyakiti Anda, maka perbuatan Anda itu menguntungkan hidup Anda, dan belum tentu menguntungkan atau membawa kebaikan kepada orang yang menyakiti Anda. Jadi, memaafkan adalah tentang keuntungan dan kebaikan bagi diri sendiri.  

Orang bijak mengatakan bahwa memelihara kebencian di dalam hati seperti memberikan racun kepada diri sendiri dan mengharapkan orang lain yang mati. Artinya, bila Anda memelihara kebencian, maka Andalah yang tersiksa dan mati perlahan-lahan di dalam hidup, sedangkan orang yang Anda benci mungkin saja hidupnya lebih damai dan bahagia dari Anda.

Memaafkan tidak berarti Anda harus berbaik-baik dengan orang yang tidak baik dengan Anda. Anda cukup memaafkan dengan ikhlas dan tulus, lalu tidak perlu bertemu dan berhubungan dengan orang tersebut. Intinya, Anda tidak boleh sakit hati, membenci, dendam, dan marah kepada siapapun dalam waktu yang lama.

Memaafkan menjadikan Anda menang. Anda tidak perlu menyalahkan siapapun dalam perjalanan hidup Anda. Bersyukurlah dan terimalah segala sesuatu dengan rendah hati. Belajarlah dengan rendah hati untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan dari hal-hal yang tidak Anda inginkan. Jangan menghancurkan diri sendiri dengan kemarahan, kebencian, dendam, dan rasa sakit hati. Para pemenang tidak pernah menyalahkan orang lain, hanya orang-orang yang gagal yang suka menyalahkan orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN BERBAGI BERITA BURUK

“Berita buruk meracuni diri sendiri serta membuat hidup tidak damai.”~Djajendra

Berita buruk, seperti: berita yang saling menghina dan merendahkan pihak yang tidak disukai dapat merusak kebahagiaan hidup. Berita buruk tidak menguntungkan siapapun, hanya meningkatkan stres. Berita buruk yang diterima setiap hari akan membentuk kebiasaan mental dan emosi untuk membenci yang tidak sepaham. Berita buruk dihasilkan dari pemikiran buruk dan kepentingan dari hati nurani yang buruk.

Mungkin Anda terhubung dengan keluarga besar dan kelompok Anda melalui media sosial. Pastinya Anda juga selalu ingin memanfaatkan media sosial dengan cara yang sehat. Media sosial yang sehat dan berkualitas selalu menjaga komunikasi dalam kabar baik. Komunikasi dengan kabar baik meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan hidup. Komunikasi dengan kabar buruk meningkatkan ketidakbahagiaan. Intinya, bila Anda suka berbagi berita-berita yang bersumber dari kebencian kepada keluarga besar atau kelompok Anda, maka hal itu sama saja seperti Anda sedang membuat hidup mereka tidak bahagia dan penuh rasa takut.

Ketika Anda berbagi atau mengirimkan berita buruk atau gambar yang penuh energi negatif, maka orang yang menerimanya berpotensi terpengaruh dan menarik energi negatif dari yang Anda kirim tersebut ke dalam dirinya. Energi negatif tersebut secara tidak sadar akan memicu stres dan perasaan tidak bahagia. Energi negatif menciptakan kehidupan yang penuh prasangka buruk, curiga, marah, khawatir, kesal, takut, merasa tidak adil, dan semua hal-hal negatif secara kreatif tertanam di dalam diri. Jelas, semua energi negatif tersebut menjadi benih yang hebat untuk menjadikan kehidupan Anda dan keluarga dalam kekurangan dan ketidakbahagiaan.

Tulisan-tulisan yang saling menghujat dan saling tidak menghargai adalah sumber energi negatif. Hal ini, seperti membuka gerbang untuk menuju ke arah kegelapan. Orang-orang yang suka berbagi berita buruk adalah orang-orang yang sedang meracuni pikiran dan kebahagiaan orang lain. Sudah bukan rahasia lagi bahwa membaca berita buruk seperti menarik hal-hal tidak baik ke dalam kehidupan diri sendiri. Ketika Anda mendengarkan berita-berita negatif, hati Anda pasti tidak nyaman dan tidak senang. Bila setiap hari Anda kecanduan untuk mengikuti berita-berita buruk dan negatif, maka kebahagiaan dan kedamaian hidup akan menjauh dari Anda.

Bila Anda tertarik untuk mengikuti dan membaca berita-berita negatif, maka Anda seperti menyiapkan diri untuk menanam benih-benih negatif ke dalam alam bawah sadar Anda. Dampaknya, tanpa Anda sadari, Anda akan mulai membenci dan merasa tidak adil dengan orang-orang yang berlawanan pola pikir dengan diri Anda. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menghindari berita buruk dari sumber manapun. Fokuskan perhatian untuk menerima berita baik yang mendorong kualitas kebahagiaan Anda.

Pesan-pesan yang menyebarkan kebencian dan rasa takut membuat suasana kehidupan tidak damai. Hilangkan kebiasaan untuk menghakimi dan menilai orang lain. Kuatkan empati dan kasih sayang untuk memahami perbedaan. Intinya, sangatlah bijak bila Anda memblokir sumber energi negatif, serta tidak berbagi berita buruk kepada siapapun, apalagi kepada lingkungan keluarga Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN TERPENGARUH DENGAN PERILAKU KACAU ORANG LAIN

“Siapapun bisa berperilaku kacau dan bertindak diluar kendali, tetapi hanya orang-orang hebat yang tetap tenang saat berhadapan dengan para pengacau.”~Djajendra

Kita hidup melalui berbagai perilaku manusia, sangat banyak perilaku negatif dari orang lain bisa merusak kebahagiaan kita. Seperti kita ketahui; hidup adalah sebuah drama dengan berbagai perilaku, sikap, kebiasaan, dan karakter yang diperankan oleh masing-masing orang. Kalau ada perilaku baik, juga ada perilaku tidak baik. Menghadapi perilaku baik pastinya sangat membahagiakan hati, tetapi saat menghadapi perilaku buruk pastilah tidak menyenangkan hati. Perilaku buruk, seperti: licik, curang, memusuhi, menciptakan kekacauan, fitnah, dan lain sebagainya, selalu membuat orang-orang di sekitarnya tidak nyaman dan tidak damai.

Bagi orang baik, perdamaian adalah lebih baik daripada kekacauan. Sebaliknya, bagi orang tidak baik, kekacauan adalah lebih baik daripada perdamaian. Dua mindset yang bertolak belakang ini adalah sesuatu yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Intinya, ketika Anda berhadapan atau berurusan dengan seseorang yang berperilaku buruk, maka hati Anda pasti tidak bahagia, mungkin Anda marah ataupun sangat kesal. Oleh karena itu, Anda harus menyiapkan diri yang hebat dan bijak agar tidak terpengaruh dengan energi negatif dari para pengacau.

Melalui tulisan ini kita mencoba membangun diri yang kuat dan hebat saat berhadapan dengan perilaku negatif.

Ketika berurusan dengan orang-orang negatif janganlah terpengaruh perilaku buruk mereka. Jangan biarkan pikiran Anda tidak menerima sikap dan cara mereka yang buruk. Tetaplah tenang dan biarkan mereka berbicara atau berkomentar. Bernafaslah dalam-dalam sambil mengatakan kepada diri sendiri bahwa mereka bukan siapa-siapa, dan Anda tidak perlu menanggapi apapun. Biarkan hal-hal terjadi seperti seharusnya terjadi, jangan komentar, tenangkan diri dan tetap tersenyum santai. Ingat, walau mereka bukan orang baik, Anda harus menunjukkan sikap baik, dan jangan melayani energi negatif mereka.  

Jangan menganggap remeh dengan energi negatif orang lain. Bila Anda terpengaruh dengan energi negatif orang lain, maka perilaku buruk mereka akan merangsang emosi negatif Anda. Dalam hal ini, pikiran negatif Anda dengan kreatifnya membangkitkan ego untuk membalas perilaku buruk tersebut. Singkatnya, akan terjadi konflik antara Anda dengan orang yang berperilaku buruk tersebut. Di sini, Anda pasti marah ataupun kesal yang luar biasa. Ingat, situasi ini, tidak menjadikan Anda hebat, tetapi menjadikan Anda sama seperti orang yang berperilaku buruk tersebut. Intinya, Anda dan dia yang buruk tidak ada bedanya, keduanya menjadi sama-sama buruk dan negatif.

Orang-orang yang berperilaku buruk tidak memiliki etika dan etiket; mereka terbiasa untuk mengganggu, mengambil yang bukan haknya, berteriak dengan kata-kata kotor pada orang lain, membuat gerakan bahasa tubuh yang menghina orang lain, memutar balikan kebenaran, dan seribu satu ketidakbaikan dengan mudah bisa mereka perlihatkan. Intinya, mereka bukanlah orang yang baik untuk diajak damai. Sifat tidak baik sudah merupakan bagian dari hati nuraninya. Jadi, Anda yang baik harus mau memahami realitas dari orang tidak baik, sehingga bisa menghindari energi negatif mereka dengan bijak dan sadar.

Sebagai manusia normal, tentu Anda ingin mengeluarkan ide dan argumentasi kepada orang tidak baik tersebut. Tetapi, ingat, mereka bukan orang baik, mereka juga akan berargumentasi dengan hebat, walau semua itu tidak masuk akal atau jauh dari logika. Bagi orang tidak baik, apapun akan mereka katakan hanya untuk memenangkan situasi, mereka akan ngotot walau mereka salah, mereka akan memancing marah Anda dan membuat perasaan Anda kacau. Intinya, Anda tidak perlu berharap mereka berubah menjadi baik dan sopan.

Selalu tenang dan kendalikan diri di dalam energi positif saat berurusan dengan orang-orang berperilaku buruk. Tidak perlu bereaksi berlebihan dan berdebat dengan mereka. Bila sikap mereka keterlaluan, maka tenangkan pikiran dan tinggalkan mereka. Jangan marah, frustasi, kesal, stres, menangis, atau berargumentasi membela diri. Ikhlaskan sikap dan perilaku buruk mereka, tenangkan hati dan jaga kedamaian hati Anda.

Kebahagiaan Anda jauh lebih penting daripada perilaku tidak menyenangkan seseorang. Jadi, Anda harus selalu mengingatkan kepada diri sendiri bahwa Anda harus bisa mengendalikan diri sendiri agar tidak hanyut di dalam emosi negatif orang lain. Jangan biarkan pikiran Anda berpikir berlebihan menanggapi hal-hal yang tidak menyenangkan dari sikap dan perbuatan orang lain. Jangan biarkan emosi Anda menjadi tidak terkendali karena sepanjang hari memikirkan perilaku buruk seseorang. Jangan membenci siapapun, hadirkan ketenangan untuk menjaga hati dan pikiran di dalam damai. Jangan biarkan diri Anda menjadi tidak bahagia, hanya karena terpengaruh oleh perilaku dan perbuatan buruk seseorang terhadap Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH DAMAI

MOTIVASI 05072016

“Setiap orang berguna dan memiliki keunikannya sendiri, berhentilah untuk berdebat dan bereaksi secara berlebihan. Manfaatkan hubungan baik untuk kehidupan yang lebih baik”~Djajendra

Dalam hubungan antar manusia, tidak perlu semua hal ditanggapi secara berlebihan, fokuskan semua energi untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Lebih baik diam dan tersenyum santai daripada berkomentar melukai perasaan orang lain. Apapun situasi dalam hubungan Anda, tetaplah berpikir tenang dan interospeksi diri. Miliki pertimbangan yang bijak, hadapi setiap situasi dengan optimis dan berjiwa besar.

Setiap tindakan selalu melalui hubungan antar manusia; setiap pekerjaan selalu terselesaikan melalui hubungan antar manusia. Hubungan antar manusia adalah sesuatu yang sangat penting dalam mencapai prestasi dan kinerja terbaik. Tanpa hubungan yang produktif dan efektif, maka pemborosan dan kerugian yang akan didapatkan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk meningkatkan hubungan yang positif dan produktif agar hubungan tersebut menciptakan nilai tambah bagi kehidupan. Hubungan yang baik menciptakan kedamaian dan ketenangan hidup. Kegagalan membangun hubungan yang baik dapat berakibat pada munculnya permusuhan dan saling melukai hati.

Ketika Anda terdorong untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan dari orang lain.Dan, bila Anda tidak mendapatkannya, Anda akan marah. Kondisi inilah yang menciptakan hubungan buruk. Perasaan atau tuntutan untuk mendapatkan persis seperti yang Anda inginkan dari orang lain adalah seperti menggantungkan harapan ditangan orang lain. Ketika harapan Anda ditangan orang lain, maka kekecewaan dan kemarahan akan selalu hadir di dalam kehidupan Anda. 

Ambillah tanggung jawab untuk semua hubungan dengan setiap orang. Jangan menyerahkan hasil akhir ditangan orang lain. Bila Anda memiliki ide dan pikiran-pikiran yang hebat, Anda membutuhkan tanggung jawab agar dapat mengimplementasikannya dengan baik. Bila ide dan pemikiran Anda tergantung kepada orang lain, maka Anda akan selalu kecewa dan marah.

Kadang-kadang, dalam hubungan dengan orang lain, Anda mungkin menganggap seharusnya orang tersebut melakukan seperti yang Anda inginkan. Persoalannya, tidak semua keinginan dan harapan Anda tersebut mampu dilayani dan disikapi dengan baik oleh orang lain. Oleh karena itu, perkuatlah mental agar orang lain tidak mengacaukan hubungan baik, hanya karena mereka tidak bisa bersikap dan melayani sesuai keinginan Anda.

Dalam hubungan antar manusia, kadang ada orang yang sulit diatur, yang bersikap semaunya. Bila Anda tanggapi atau terpengaruh energi negatif mereka, maka Anda akan bereaksi secara berlebihan. Dampaknya, Anda bisa menjadi frustasi, marah, khawatir, kesal, stres, cemas, dan berargumentasi agar mereka melakukan sesuai keinginan Anda. Ini adalah sikap yang harus Anda hindari, jangan biarkan orang lain merusak kedamaian hati Anda.

Ketika seseorang melakukan kebalikan dari harapan dan keinginan Anda, maka bernafaslah dengan tenang dan santai. Katakan kepada diri sendiri bahwa kedamaian dan sukacita batin Anda adalah hal terpenting. Berdoalah meminta petunjuk pada Tuhan. Jangan ngotot, tapi perlambat dan tenangkan hati Anda, kuatkan sukacita di dalam diri Anda, biarkan hal-hal terjadi seperti seharusnya terjadi, tidak perlu banyak komentar, cukup Anda tenang dan senyum pada saat itu. Ingat! Jangan pernah mengizinkan siapapun atau situasi apapun untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan jiwa Anda. Anda harus memimpin diri sendiri dan memimpin pikiran optimis Anda dengan tenang di dalam diam. Setelah Anda mampu mengendalikan situasi, barulah Anda mencari strategi baru agar keinginan dan harapan Anda tersebut bisa segera diwujudkan.

Tidak mudah untuk bisa mengendalikan orang lain; tidak mudah untuk menangani hidup orang lain; tidak mudah berharap kepada orang lain untuk melakukan persis seperti yang Anda inginkan. Jadi, daripada frustasi dan sakit kepala oleh perilaku orang lain; lebih baik Anda pahami mereka dengan empati, kasih, peduli, dan sediakan ruang untuk memperbaiki mereka.

Jangan pernah menciptakan pertempuran dalam pikiran dan emosi Anda karena ketidaksukaan Anda terhadap seseorang. Jangan biarkan drama emosi yang menghakimi seseorang atau menilai seseorang mengambil waktu dan energi Anda. Ingat! Sukacita dan kedamaian hati lebih penting daripada sebuah kebenaran. Perdamaian dalam hubungan antar manusia adalah lebih baik daripada kebenaran yang diperdebatkan. Tidak perlu terlalu banyak berargumentasi untuk hal-hal yang menghilangkan kebaikan dan kedamaian hati. Hubungan antar manusia haruslah hadir melalui cinta, melayani, peduli, sopan-santun, etika, etiket, berhati-hati, serta kemampuan untuk menjaga hati dan pikiran di dalam kedamaian dan keharmonisan hidup.

“Hubungan baik menjadi lebih baik saat hubungan itu tumbuh di dalam kesabaran, empati, kepedulian, cinta, senyum, dan saling memaafkan .”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BELAJARLAH DENGAN RENDAH HATI AGAR SELALU MENEMUKAN SOLUSI TERBAIK

“Hidup itu sekolah, sangat banyak pelajaran dan ujian yang harus dilewati.”~Djajendra

Ketika masalah yang tidak diinginkan hadir, maka biasanya marah dan kecewa akan mendominasi hati. Selama Anda tidak belajar sesuatu dari masalah tersebut, Anda tetap akan marah dan kecewa. Selama luka hati belum disembuhkan, Anda tetap akan marah dan kecewa di dalam hati.

Marah dan kecewa adalah sesuatu yang wajar dan normal. Tetapi, bila terus-menerus dipelihara di dalam hati akan menjadi sumber penyakit. Belajarlah sesuatu yang baik dari setiap masalah hidup dan jangan biarkan diri tersakiti oleh pikiran negatif.

Kalau pikiran dan emosi negatif selalu mendominasi hati, maka hidup akan selalu terganggu dan mengalami kesulitan untuk bahagia. Apapun masalahnya tenangkan hati dan temukan titik terang untuk belajar. Belajarlah dengan rendah hati untuk menemukan solusi terbaik. Jangan menciptakan mekanisme pertahanan untuk ngotot mencari kebenaran dari masalah. Jadilah rendah hati, fokuskan untuk menemukan solusi, bukan fokus untuk menemukan kebenaran. Bila masing-masing pihak ingin mencari kebenaran, maka solusi sulit didapatkan, konflik akan semakin tajam. Jadilah rendah hati untuk belajar dan menemukan solusi terbaik.

Membiarkan emosi dan pikiran negatif di dalam jiwa, adalah seperti menggantung beban berat di kepala. Selamanya energi diri akan terkuras untuk hal-hal yang tidak penting. Kelelahan jiwa dan pikiran akan membuat Anda kehilangan kekuatan untuk menemukan solusi. Bila tidak rendah hati untuk belajar, maka setiap waktu marah akan meledak lagi, dan yang sudah sembuh pun akan terluka kembali.

Kuatkan keyakinan hati bahwa apapun yang terjadi, terjadi untuk kebaikan hidup Anda. Oleh karena itu, sembuhkan semua luka secepat mungkin, jangan menciptakan keraguan dalam diri. Fokuskan semua energi positif untuk meningkatkan daya tahan diri. Perlakukan diri Anda dengan energi positif. Jangan beri ruang sedikit pun untuk melihat kekurangan. Fokuskan hati untuk melihat yang lebih baik, dan tingkatkan rasa syukur terhadap realitas yang dihadapi.

Masalah yang hadir bukan untuk diperdebatkan tentang benar atau salah, tetapi untuk menemukan solusi terbaik agar masalah tersebut menghasilkan peluang. Belajarlah dengan rendah hati dan penuh ketenangan.Jangan menunggu atau mencari persetujuan dari orang lain.Tingkatkan keyakinan dan kemampuan untuk membuktikan bahwa Anda mampu menghadapi masalah dengan kemenangan.

Jadilah berharga untuk diri sendiri, perlihatkan nilai-nilai pribadi dengan konsisten dan berani. Jangan biarkan kerusakan suasana hati berlangsung terlalu lama. Apapun rasa sakit dari masalah yang Anda hadapi, tetaplah tenangkan diri untuk dapat bersatupadu dengan energi positif.

Hidup itu sekolah, hidup itu pelajaran, hidup itu hanya pengalaman. Nikmati dan hadapi semua situasi yang tidak menyenangkan dengan sikap untuk menemukan solusi, bukan dengan sikap untuk menemukan kebenaran. Bila Anda malas belajar, maka masalah apapun bisa datang berulang-ulang. Bila Anda belajar, maka masalah akan menjadi pengalaman dan pengetahuan agar tidak terulang dikemudian hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERSAHABAT DENGAN KONFLIK DAN BERKARYA BERSAMANYA

MANAJEMEN KONFLIK DJAJENDRABERSAHABAT DENGAN KONFLIK DAN BERKARYA BERSAMANYA

“Siapapun yang melawan dan memusuhi konflik, dia berpotensi merusak diri sendiri. Siapapun yang menjadikan konflik sebagai sahabat, mampu memberikan cinta dan empati untuk mengelola konflik, dia akan menumbuhkan dirinya untuk lebih sukses.”~Djajendra

Mendengar kata konflik orang pasti takut, pasti ingin menghindarinya. Konflik selalu dianggap sebagai bencana, sebagai bahaya yang merusak. Padahal, bila ingin sukses, Anda mesti bersahabat dengan konflik, Anda tidak dapat melarikan diri dari konflik. Sebab, dalam perjalanan dan proses sukses, Anda akan berhadapan dengan berbagai kepentingan, berbagai sikap dan perilaku, berbagai karakter, berbagai perbedaan. Semua itu tidak mungkin menyenangkan hati Anda, bisa mengecewakan hati Anda. Tetapi, bila Anda ingin sukses, ingin berhasil, Anda harus mau bersikap rendah hati dan penuh toleransi, untuk bersahabat dan berkarya dengan semua yang tidak Anda sukai, dengan semua yang menciptakan konflik.

Dalam realitas di tempat kerja, banyak pemimpin sengaja memelihara konflik. Konflik yang sehat dan produktif diperlukan di tempat kerja. Konflik sering sekali, tanpa disadari, menjadi etos di tempat kerja. Orang-orang sukses tidak takut sama konflik, mereka akan menerima konflik, walau banyak hal-hal tidak menyenangkan muncul dari konflik. Perlu diingat, bagi para pemimpin sukses, konflik itu diperlukan, sengaja diciptakan, karena konflik digunakan untuk mengendalikan kepentingannya, untuk membuat semua kepentingan lain tunduk pada kepemimpinannya.

Dalam kehidupan sosial, Anda tidak hidup dengan pikiran Anda sendiri; Anda tidak hidup dengan emosi Anda sendiri; Anda tidak hidup dengan kepentingan Anda sendiri; Anda tidak hidup dengan maunya ego Anda sendiri. Dalam kehidupan sosial, Anda harus hidup bersama ego, kepentingan, sifat, perilaku, karakter, budaya, keyakinan, kepercayaan, mindset, emosi, dan etos dari banyak orang. Oleh karena itu, tidak mungkin Anda bisa menghindari konflik. Apalagi di tempat kerja, Anda tidak mungkin bisa menghindari konflik. Di rumah pun, yang ruang lingkupnya keluarga inti, Anda juga tidak bisa menghindari konflik.

Sangat banyak orang mengeluh dan merasa lelah oleh konflik. Banyak orang menangis dan marah-marah sama konflik. Banyak orang memusuhi dan menjadikan konflik sebagai sesuatu yang harus diperangi terus-menerus. Kalau sudah begini, maka tidak akan pernah ada resolusi untuk menuntaskan konflik. Oleh karena itu, konflik haruslah dijadikan sahabat. Dikenali dengan baik, dipahami sifat-sifatnya, dilayani dengan penuh empati dan toleransi. Bersahabatlah dengan konflik agar konflik selalu membawa resolusi yang cepat, yang membuat Anda bisa tetap tumbuh dan berkembang bersamanya.

Siapapun yang melawan konflik dan memusuhi konflik, maka dia berpotensi merusak diri sendiri. Banyak orang-orang pintar gagal mendapatkan karir yang hebat, karena mereka benci konflik, mereka takut konflik, mereka menghindar dari konflik, dan mereka tidak mampu memecahkan masalah konflik.

Konflik ada untuk dituntaskan dengan solusi yang tepat. Konflik membutuhkan pemecahan masalah, bukan dibenci ataupun ditakuti. Siapapun yang meratapi konflik, dan berharap konflik berlalu begitu saja, secara otomatis; pastilah di sepanjang hidupnya akan gelisah, khawatir, takut, dan hidupnya tidak nyaman. Konflik membutuhkan penyelesaian. Penyelesaian hanya dapat dilakukan kalau menguasai keterampilan, pengetahuan, etos, cara, dan niat baik untuk segera menyelesaikannya.

Pengelolaan konflik yang baik adalah tidak membiarkan konflik itu terlalu membesar. Jadi, sejak kecil, sejak dini, konflik harus segera diselesaikan dan ditemukan solusi yang tepat. Intinya, konflik itu seperti api. Api adalah sahabat manusia selama dia bisa digunakan untuk berbagai keperluan yang membantu kehidupan manusia. Tetapi, bila Api menjadi terlalu besar, tidak terkendali, dia bisa membakar dan menghabiskan semua yang dimiliki manusia.

Bersahabat dengan konflik bertujuan untuk menjinakan, untuk dapat merawatnya sesuai kemauan Anda. Konflik tidak boleh dibiarkan menjadi sesuatu yang liar, bebas, dan sesuka hatinya. Konflik harus diikat dengan prinsip-prisnip kerja yang menyatukan semua orang. Membiarkan konflik tidak terselesaikan akan menyebabkan rusaknya produktivitas, rusaknya efektivitas, rusaknya kreativitas, rusaknya hubungan kerja, rusaknya semangat kerja, rusaknya kolaborasi, rusaknya kerja sama, rusaknya kejujuran, rusaknya kepercayaan. Jadi, ketidakmampuan menyelesaikan konflik berdampak pada rusaknya organisasi secara total, dan berpotensi membuat organisasi tidak berfungsi dengan baik.

Ketidakmampuan mengelola emosi, ketidakmampuan berkomunikasi dengan baik, dan sifat yang ingin menang sendiri, tanpa peduli pada kepentingan atau realitas orang lain, adalah akar dari konflik. Bersahabatlah dengan konflik. Bila Anda lari atau menjauh dari konflik, Anda tidak akan pernah menyelesaikannya, dan konflik akan tumbuh membesar untuk merusak masa depan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Newer posts

© 2018 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑