PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Manajemen konflik (page 2 of 2)

JANGAN TERPENGARUH DENGAN PERILAKU KACAU ORANG LAIN

“Siapapun bisa berperilaku kacau dan bertindak diluar kendali, tetapi hanya orang-orang hebat yang tetap tenang saat berhadapan dengan para pengacau.”~Djajendra

Kita hidup melalui berbagai perilaku manusia, sangat banyak perilaku negatif dari orang lain bisa merusak kebahagiaan kita. Seperti kita ketahui; hidup adalah sebuah drama dengan berbagai perilaku, sikap, kebiasaan, dan karakter yang diperankan oleh masing-masing orang. Kalau ada perilaku baik, juga ada perilaku tidak baik. Menghadapi perilaku baik pastinya sangat membahagiakan hati, tetapi saat menghadapi perilaku buruk pastilah tidak menyenangkan hati. Perilaku buruk, seperti: licik, curang, memusuhi, menciptakan kekacauan, fitnah, dan lain sebagainya, selalu membuat orang-orang di sekitarnya tidak nyaman dan tidak damai.

Bagi orang baik, perdamaian adalah lebih baik daripada kekacauan. Sebaliknya, bagi orang tidak baik, kekacauan adalah lebih baik daripada perdamaian. Dua mindset yang bertolak belakang ini adalah sesuatu yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Intinya, ketika Anda berhadapan atau berurusan dengan seseorang yang berperilaku buruk, maka hati Anda pasti tidak bahagia, mungkin Anda marah ataupun sangat kesal. Oleh karena itu, Anda harus menyiapkan diri yang hebat dan bijak agar tidak terpengaruh dengan energi negatif dari para pengacau.

Melalui tulisan ini kita mencoba membangun diri yang kuat dan hebat saat berhadapan dengan perilaku negatif.

Ketika berurusan dengan orang-orang negatif janganlah terpengaruh perilaku buruk mereka. Jangan biarkan pikiran Anda tidak menerima sikap dan cara mereka yang buruk. Tetaplah tenang dan biarkan mereka berbicara atau berkomentar. Bernafaslah dalam-dalam sambil mengatakan kepada diri sendiri bahwa mereka bukan siapa-siapa, dan Anda tidak perlu menanggapi apapun. Biarkan hal-hal terjadi seperti seharusnya terjadi, jangan komentar, tenangkan diri dan tetap tersenyum santai. Ingat, walau mereka bukan orang baik, Anda harus menunjukkan sikap baik, dan jangan melayani energi negatif mereka.  

Jangan menganggap remeh dengan energi negatif orang lain. Bila Anda terpengaruh dengan energi negatif orang lain, maka perilaku buruk mereka akan merangsang emosi negatif Anda. Dalam hal ini, pikiran negatif Anda dengan kreatifnya membangkitkan ego untuk membalas perilaku buruk tersebut. Singkatnya, akan terjadi konflik antara Anda dengan orang yang berperilaku buruk tersebut. Di sini, Anda pasti marah ataupun kesal yang luar biasa. Ingat, situasi ini, tidak menjadikan Anda hebat, tetapi menjadikan Anda sama seperti orang yang berperilaku buruk tersebut. Intinya, Anda dan dia yang buruk tidak ada bedanya, keduanya menjadi sama-sama buruk dan negatif.

Orang-orang yang berperilaku buruk tidak memiliki etika dan etiket; mereka terbiasa untuk mengganggu, mengambil yang bukan haknya, berteriak dengan kata-kata kotor pada orang lain, membuat gerakan bahasa tubuh yang menghina orang lain, memutar balikan kebenaran, dan seribu satu ketidakbaikan dengan mudah bisa mereka perlihatkan. Intinya, mereka bukanlah orang yang baik untuk diajak damai. Sifat tidak baik sudah merupakan bagian dari hati nuraninya. Jadi, Anda yang baik harus mau memahami realitas dari orang tidak baik, sehingga bisa menghindari energi negatif mereka dengan bijak dan sadar.

Sebagai manusia normal, tentu Anda ingin mengeluarkan ide dan argumentasi kepada orang tidak baik tersebut. Tetapi, ingat, mereka bukan orang baik, mereka juga akan berargumentasi dengan hebat, walau semua itu tidak masuk akal atau jauh dari logika. Bagi orang tidak baik, apapun akan mereka katakan hanya untuk memenangkan situasi, mereka akan ngotot walau mereka salah, mereka akan memancing marah Anda dan membuat perasaan Anda kacau. Intinya, Anda tidak perlu berharap mereka berubah menjadi baik dan sopan.

Selalu tenang dan kendalikan diri di dalam energi positif saat berurusan dengan orang-orang berperilaku buruk. Tidak perlu bereaksi berlebihan dan berdebat dengan mereka. Bila sikap mereka keterlaluan, maka tenangkan pikiran dan tinggalkan mereka. Jangan marah, frustasi, kesal, stres, menangis, atau berargumentasi membela diri. Ikhlaskan sikap dan perilaku buruk mereka, tenangkan hati dan jaga kedamaian hati Anda.

Kebahagiaan Anda jauh lebih penting daripada perilaku tidak menyenangkan seseorang. Jadi, Anda harus selalu mengingatkan kepada diri sendiri bahwa Anda harus bisa mengendalikan diri sendiri agar tidak hanyut di dalam emosi negatif orang lain. Jangan biarkan pikiran Anda berpikir berlebihan menanggapi hal-hal yang tidak menyenangkan dari sikap dan perbuatan orang lain. Jangan biarkan emosi Anda menjadi tidak terkendali karena sepanjang hari memikirkan perilaku buruk seseorang. Jangan membenci siapapun, hadirkan ketenangan untuk menjaga hati dan pikiran di dalam damai. Jangan biarkan diri Anda menjadi tidak bahagia, hanya karena terpengaruh oleh perilaku dan perbuatan buruk seseorang terhadap Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN HUBUNGAN ANTAR MANUSIA UNTUK KEHIDUPAN YANG LEBIH DAMAI

MOTIVASI 05072016

“Setiap orang berguna dan memiliki keunikannya sendiri, berhentilah untuk berdebat dan bereaksi secara berlebihan. Manfaatkan hubungan baik untuk kehidupan yang lebih baik”~Djajendra

Dalam hubungan antar manusia, tidak perlu semua hal ditanggapi secara berlebihan, fokuskan semua energi untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan. Lebih baik diam dan tersenyum santai daripada berkomentar melukai perasaan orang lain. Apapun situasi dalam hubungan Anda, tetaplah berpikir tenang dan interospeksi diri. Miliki pertimbangan yang bijak, hadapi setiap situasi dengan optimis dan berjiwa besar.

Setiap tindakan selalu melalui hubungan antar manusia; setiap pekerjaan selalu terselesaikan melalui hubungan antar manusia. Hubungan antar manusia adalah sesuatu yang sangat penting dalam mencapai prestasi dan kinerja terbaik. Tanpa hubungan yang produktif dan efektif, maka pemborosan dan kerugian yang akan didapatkan. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk meningkatkan hubungan yang positif dan produktif agar hubungan tersebut menciptakan nilai tambah bagi kehidupan. Hubungan yang baik menciptakan kedamaian dan ketenangan hidup. Kegagalan membangun hubungan yang baik dapat berakibat pada munculnya permusuhan dan saling melukai hati.

Ketika Anda terdorong untuk mendapatkan sesuatu yang diharapkan dari orang lain.Dan, bila Anda tidak mendapatkannya, Anda akan marah. Kondisi inilah yang menciptakan hubungan buruk. Perasaan atau tuntutan untuk mendapatkan persis seperti yang Anda inginkan dari orang lain adalah seperti menggantungkan harapan ditangan orang lain. Ketika harapan Anda ditangan orang lain, maka kekecewaan dan kemarahan akan selalu hadir di dalam kehidupan Anda. 

Ambillah tanggung jawab untuk semua hubungan dengan setiap orang. Jangan menyerahkan hasil akhir ditangan orang lain. Bila Anda memiliki ide dan pikiran-pikiran yang hebat, Anda membutuhkan tanggung jawab agar dapat mengimplementasikannya dengan baik. Bila ide dan pemikiran Anda tergantung kepada orang lain, maka Anda akan selalu kecewa dan marah.

Kadang-kadang, dalam hubungan dengan orang lain, Anda mungkin menganggap seharusnya orang tersebut melakukan seperti yang Anda inginkan. Persoalannya, tidak semua keinginan dan harapan Anda tersebut mampu dilayani dan disikapi dengan baik oleh orang lain. Oleh karena itu, perkuatlah mental agar orang lain tidak mengacaukan hubungan baik, hanya karena mereka tidak bisa bersikap dan melayani sesuai keinginan Anda.

Dalam hubungan antar manusia, kadang ada orang yang sulit diatur, yang bersikap semaunya. Bila Anda tanggapi atau terpengaruh energi negatif mereka, maka Anda akan bereaksi secara berlebihan. Dampaknya, Anda bisa menjadi frustasi, marah, khawatir, kesal, stres, cemas, dan berargumentasi agar mereka melakukan sesuai keinginan Anda. Ini adalah sikap yang harus Anda hindari, jangan biarkan orang lain merusak kedamaian hati Anda.

Ketika seseorang melakukan kebalikan dari harapan dan keinginan Anda, maka bernafaslah dengan tenang dan santai. Katakan kepada diri sendiri bahwa kedamaian dan sukacita batin Anda adalah hal terpenting. Berdoalah meminta petunjuk pada Tuhan. Jangan ngotot, tapi perlambat dan tenangkan hati Anda, kuatkan sukacita di dalam diri Anda, biarkan hal-hal terjadi seperti seharusnya terjadi, tidak perlu banyak komentar, cukup Anda tenang dan senyum pada saat itu. Ingat! Jangan pernah mengizinkan siapapun atau situasi apapun untuk mengendalikan pikiran, emosi, dan jiwa Anda. Anda harus memimpin diri sendiri dan memimpin pikiran optimis Anda dengan tenang di dalam diam. Setelah Anda mampu mengendalikan situasi, barulah Anda mencari strategi baru agar keinginan dan harapan Anda tersebut bisa segera diwujudkan.

Tidak mudah untuk bisa mengendalikan orang lain; tidak mudah untuk menangani hidup orang lain; tidak mudah berharap kepada orang lain untuk melakukan persis seperti yang Anda inginkan. Jadi, daripada frustasi dan sakit kepala oleh perilaku orang lain; lebih baik Anda pahami mereka dengan empati, kasih, peduli, dan sediakan ruang untuk memperbaiki mereka.

Jangan pernah menciptakan pertempuran dalam pikiran dan emosi Anda karena ketidaksukaan Anda terhadap seseorang. Jangan biarkan drama emosi yang menghakimi seseorang atau menilai seseorang mengambil waktu dan energi Anda. Ingat! Sukacita dan kedamaian hati lebih penting daripada sebuah kebenaran. Perdamaian dalam hubungan antar manusia adalah lebih baik daripada kebenaran yang diperdebatkan. Tidak perlu terlalu banyak berargumentasi untuk hal-hal yang menghilangkan kebaikan dan kedamaian hati. Hubungan antar manusia haruslah hadir melalui cinta, melayani, peduli, sopan-santun, etika, etiket, berhati-hati, serta kemampuan untuk menjaga hati dan pikiran di dalam kedamaian dan keharmonisan hidup.

“Hubungan baik menjadi lebih baik saat hubungan itu tumbuh di dalam kesabaran, empati, kepedulian, cinta, senyum, dan saling memaafkan .”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BELAJARLAH DENGAN RENDAH HATI AGAR SELALU MENEMUKAN SOLUSI TERBAIK

“Hidup itu sekolah, sangat banyak pelajaran dan ujian yang harus dilewati.”~Djajendra

Ketika masalah yang tidak diinginkan hadir, maka biasanya marah dan kecewa akan mendominasi hati. Selama Anda tidak belajar sesuatu dari masalah tersebut, Anda tetap akan marah dan kecewa. Selama luka hati belum disembuhkan, Anda tetap akan marah dan kecewa di dalam hati.

Marah dan kecewa adalah sesuatu yang wajar dan normal. Tetapi, bila terus-menerus dipelihara di dalam hati akan menjadi sumber penyakit. Belajarlah sesuatu yang baik dari setiap masalah hidup dan jangan biarkan diri tersakiti oleh pikiran negatif.

Kalau pikiran dan emosi negatif selalu mendominasi hati, maka hidup akan selalu terganggu dan mengalami kesulitan untuk bahagia. Apapun masalahnya tenangkan hati dan temukan titik terang untuk belajar. Belajarlah dengan rendah hati untuk menemukan solusi terbaik. Jangan menciptakan mekanisme pertahanan untuk ngotot mencari kebenaran dari masalah. Jadilah rendah hati, fokuskan untuk menemukan solusi, bukan fokus untuk menemukan kebenaran. Bila masing-masing pihak ingin mencari kebenaran, maka solusi sulit didapatkan, konflik akan semakin tajam. Jadilah rendah hati untuk belajar dan menemukan solusi terbaik.

Membiarkan emosi dan pikiran negatif di dalam jiwa, adalah seperti menggantung beban berat di kepala. Selamanya energi diri akan terkuras untuk hal-hal yang tidak penting. Kelelahan jiwa dan pikiran akan membuat Anda kehilangan kekuatan untuk menemukan solusi. Bila tidak rendah hati untuk belajar, maka setiap waktu marah akan meledak lagi, dan yang sudah sembuh pun akan terluka kembali.

Kuatkan keyakinan hati bahwa apapun yang terjadi, terjadi untuk kebaikan hidup Anda. Oleh karena itu, sembuhkan semua luka secepat mungkin, jangan menciptakan keraguan dalam diri. Fokuskan semua energi positif untuk meningkatkan daya tahan diri. Perlakukan diri Anda dengan energi positif. Jangan beri ruang sedikit pun untuk melihat kekurangan. Fokuskan hati untuk melihat yang lebih baik, dan tingkatkan rasa syukur terhadap realitas yang dihadapi.

Masalah yang hadir bukan untuk diperdebatkan tentang benar atau salah, tetapi untuk menemukan solusi terbaik agar masalah tersebut menghasilkan peluang. Belajarlah dengan rendah hati dan penuh ketenangan.Jangan menunggu atau mencari persetujuan dari orang lain.Tingkatkan keyakinan dan kemampuan untuk membuktikan bahwa Anda mampu menghadapi masalah dengan kemenangan.

Jadilah berharga untuk diri sendiri, perlihatkan nilai-nilai pribadi dengan konsisten dan berani. Jangan biarkan kerusakan suasana hati berlangsung terlalu lama. Apapun rasa sakit dari masalah yang Anda hadapi, tetaplah tenangkan diri untuk dapat bersatupadu dengan energi positif.

Hidup itu sekolah, hidup itu pelajaran, hidup itu hanya pengalaman. Nikmati dan hadapi semua situasi yang tidak menyenangkan dengan sikap untuk menemukan solusi, bukan dengan sikap untuk menemukan kebenaran. Bila Anda malas belajar, maka masalah apapun bisa datang berulang-ulang. Bila Anda belajar, maka masalah akan menjadi pengalaman dan pengetahuan agar tidak terulang dikemudian hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BERSAHABAT DENGAN KONFLIK DAN BERKARYA BERSAMANYA

MANAJEMEN KONFLIK DJAJENDRABERSAHABAT DENGAN KONFLIK DAN BERKARYA BERSAMANYA

“Siapapun yang melawan dan memusuhi konflik, dia berpotensi merusak diri sendiri. Siapapun yang menjadikan konflik sebagai sahabat, mampu memberikan cinta dan empati untuk mengelola konflik, dia akan menumbuhkan dirinya untuk lebih sukses.”~Djajendra

Mendengar kata konflik orang pasti takut, pasti ingin menghindarinya. Konflik selalu dianggap sebagai bencana, sebagai bahaya yang merusak. Padahal, bila ingin sukses, Anda mesti bersahabat dengan konflik, Anda tidak dapat melarikan diri dari konflik. Sebab, dalam perjalanan dan proses sukses, Anda akan berhadapan dengan berbagai kepentingan, berbagai sikap dan perilaku, berbagai karakter, berbagai perbedaan. Semua itu tidak mungkin menyenangkan hati Anda, bisa mengecewakan hati Anda. Tetapi, bila Anda ingin sukses, ingin berhasil, Anda harus mau bersikap rendah hati dan penuh toleransi, untuk bersahabat dan berkarya dengan semua yang tidak Anda sukai, dengan semua yang menciptakan konflik.

Dalam realitas di tempat kerja, banyak pemimpin sengaja memelihara konflik. Konflik yang sehat dan produktif diperlukan di tempat kerja. Konflik sering sekali, tanpa disadari, menjadi etos di tempat kerja. Orang-orang sukses tidak takut sama konflik, mereka akan menerima konflik, walau banyak hal-hal tidak menyenangkan muncul dari konflik. Perlu diingat, bagi para pemimpin sukses, konflik itu diperlukan, sengaja diciptakan, karena konflik digunakan untuk mengendalikan kepentingannya, untuk membuat semua kepentingan lain tunduk pada kepemimpinannya.

Dalam kehidupan sosial, Anda tidak hidup dengan pikiran Anda sendiri; Anda tidak hidup dengan emosi Anda sendiri; Anda tidak hidup dengan kepentingan Anda sendiri; Anda tidak hidup dengan maunya ego Anda sendiri. Dalam kehidupan sosial, Anda harus hidup bersama ego, kepentingan, sifat, perilaku, karakter, budaya, keyakinan, kepercayaan, mindset, emosi, dan etos dari banyak orang. Oleh karena itu, tidak mungkin Anda bisa menghindari konflik. Apalagi di tempat kerja, Anda tidak mungkin bisa menghindari konflik. Di rumah pun, yang ruang lingkupnya keluarga inti, Anda juga tidak bisa menghindari konflik.

Sangat banyak orang mengeluh dan merasa lelah oleh konflik. Banyak orang menangis dan marah-marah sama konflik. Banyak orang memusuhi dan menjadikan konflik sebagai sesuatu yang harus diperangi terus-menerus. Kalau sudah begini, maka tidak akan pernah ada resolusi untuk menuntaskan konflik. Oleh karena itu, konflik haruslah dijadikan sahabat. Dikenali dengan baik, dipahami sifat-sifatnya, dilayani dengan penuh empati dan toleransi. Bersahabatlah dengan konflik agar konflik selalu membawa resolusi yang cepat, yang membuat Anda bisa tetap tumbuh dan berkembang bersamanya.

Siapapun yang melawan konflik dan memusuhi konflik, maka dia berpotensi merusak diri sendiri. Banyak orang-orang pintar gagal mendapatkan karir yang hebat, karena mereka benci konflik, mereka takut konflik, mereka menghindar dari konflik, dan mereka tidak mampu memecahkan masalah konflik.

Konflik ada untuk dituntaskan dengan solusi yang tepat. Konflik membutuhkan pemecahan masalah, bukan dibenci ataupun ditakuti. Siapapun yang meratapi konflik, dan berharap konflik berlalu begitu saja, secara otomatis; pastilah di sepanjang hidupnya akan gelisah, khawatir, takut, dan hidupnya tidak nyaman. Konflik membutuhkan penyelesaian. Penyelesaian hanya dapat dilakukan kalau menguasai keterampilan, pengetahuan, etos, cara, dan niat baik untuk segera menyelesaikannya.

Pengelolaan konflik yang baik adalah tidak membiarkan konflik itu terlalu membesar. Jadi, sejak kecil, sejak dini, konflik harus segera diselesaikan dan ditemukan solusi yang tepat. Intinya, konflik itu seperti api. Api adalah sahabat manusia selama dia bisa digunakan untuk berbagai keperluan yang membantu kehidupan manusia. Tetapi, bila Api menjadi terlalu besar, tidak terkendali, dia bisa membakar dan menghabiskan semua yang dimiliki manusia.

Bersahabat dengan konflik bertujuan untuk menjinakan, untuk dapat merawatnya sesuai kemauan Anda. Konflik tidak boleh dibiarkan menjadi sesuatu yang liar, bebas, dan sesuka hatinya. Konflik harus diikat dengan prinsip-prisnip kerja yang menyatukan semua orang. Membiarkan konflik tidak terselesaikan akan menyebabkan rusaknya produktivitas, rusaknya efektivitas, rusaknya kreativitas, rusaknya hubungan kerja, rusaknya semangat kerja, rusaknya kolaborasi, rusaknya kerja sama, rusaknya kejujuran, rusaknya kepercayaan. Jadi, ketidakmampuan menyelesaikan konflik berdampak pada rusaknya organisasi secara total, dan berpotensi membuat organisasi tidak berfungsi dengan baik.

Ketidakmampuan mengelola emosi, ketidakmampuan berkomunikasi dengan baik, dan sifat yang ingin menang sendiri, tanpa peduli pada kepentingan atau realitas orang lain, adalah akar dari konflik. Bersahabatlah dengan konflik. Bila Anda lari atau menjauh dari konflik, Anda tidak akan pernah menyelesaikannya, dan konflik akan tumbuh membesar untuk merusak masa depan Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Newer posts