PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Management Training (page 2 of 3)

Manajemen Pelatihan

TERMOTIVASI UNTUK MENGERJAKAN

MEMBUAT KARAKTER KARYAWAN LEBIH TERMOTIVASI DALAM MENGERJAKAN SUATU PEKERJAAN

Pertanyaan

Saya seorang instruktur, ingin menanyakan mengenai cara membuat karakter karyawan di perusahaan lebih termotivsi dalam mengerjakan suatu pekerjaan. Terus terang kelemahan saya di penguasaan materi. Apakah ada saran agar saya bisa mengajar dengan lebih baik?

Djajendra Menjawab

Bila ingin membuat karakter karyawan di perusahaan lebih termotivasi dalam mengerjakan suatu pekerjaan, maka terlebih dahulu perusahaan harus berbudaya dan memiliki kepemimpinan yang unggul.

Perusahaan harus membangun budaya kerja atas dasar budaya organisasi, yang dicerminkan melalui nilai-nilai perilaku kerja.

Nilai-nilai perilaku kerja ini akan menjadi etos kerja yang harus diinternalisasikan ke mind set, agar dapat dipatuhi oleh setiap karyawan dan pimpinan di perusahaan.

Ketika nilai-nilai perilaku kerja dari budaya organisasi sudah dapat diterima oleh karyawan, saat itu proses karakterisasi nilai-nilai ke dalam kepribadian karyawan lebih mudah untuk dilakukan.

Penguasaan materi untuk seorang pembicara atau instruktur  bersifat mutlak. Oleh sebab itu, Anda harus mempersiapkan materi secara sangat serius dan sangat terencana.

Pahami hal-hal yang benar-benar dibutuhkan oleh karyawan, agar motivasi dan perilaku kerja mereka dapat ditingkatkan.

Saran saya, jadilah diri sendiri yang unik, dan jangan pernah meniru gaya mengajar dari siapa pun.

Metode mengajar yang baik adalah membuat peserta berpartisipasi aktif secara interaktif.

Ciptakan kegembiraan dan kesenangan agar suasana hati peserta dapat menyatu dengan program pelatihan yang Anda buat.

Jangan menggurui peserta, tapi ajaklah peserta untuk berkontribusi melalui berbagai cara dan teknik penyampaian materi yang bersifat kreatif dan efektif.

Djajendra

KARYAWAN BERKUALITAS

“Karyawan Adalah Modal Intelektual Yang Paling Bernilai Untuk Dirawat Secara Berkelanjutan Demi Keunggulan.” – Djajendra

Pengembangan kualitas karyawan yang berkelanjutan haruslah menjadi prioritas. Bila perusahaan secara terencana melakukan investasi di dalam pengembangan karyawan, maka  kemampuan dan kualitas karyawan akan menjadi modal intelektual dari perusahaan. Oleh karena itu, promosikan budaya belajar di tempat kerja Anda, agar karyawan di perusahaan Anda dapat menjadi modal atau aset intelektual yang membuat perusahaan Anda cemerlang di sepanjang  zaman.

Bila karyawan sudah menjadi modal intelektual dari perusahaan, maka karyawan akan menjadi energi yang kuat untuk menciptakan nilai tambah perusahaan. Termasuk, untuk menciptakan keuntungan, reputasi, kredibilitas, goodwill, ekspansi, dan keunggulan perusahaan dalam memenangkan kompetisi di pasar.

Untuk membuat karyawan menjadi modal intelektual, perusahaan harus memiliki program pelatihan yang terarah kepada visi dan misi perusahaan. Perusahaan harus melakukan program mentoring kepada karyawan secara berkelanjutan untuk membuat karyawan memahami apa yang diharapkan perusahaan dari mereka. Perusahaan harus membangkitkan motivasi belajar karyawan agar mereka bisa menjadi pembelajar yang kreatif untuk memiliki etos kerja sesuai visi dan misi perusahaan.

Peran kepemimpinan untuk mendorong ide-ide baru ke dalam pekerjaan akan menjadi motivasi yang membangkitkan gairah belajar dari karyawan. Membina proses belajar kreatif haruslah melalui jalan komunikasi yang memotivasi dan memberikan harapan positif melalui masa depan kepada karyawan. Selanjutnya, kepemimpinan harus selalu berdiri paling depan dengan sikap tegas, untuk membantu setiap proses mewujudkan karyawan menjadi modal intelektual dari perusahaan. Tidak boleh ada keraguan di dalam jiwa kepemimpinan untuk membuat semua karyawan sebagai modal inteletual dari perusahaan.

Partisipasi aktif karyawan untuk pertumbuhan dan perkembangan kualitas diri mereka, akan menjadi sebuah cara yang efektif dalam membuat karyawan menjadi modal intelektual dari perusahaan. Dalam hal ini, perusahaan harus memiliki strategi untuk membangun kesadaran karyawan agar karyawan mampu me-manage diri sendiri untuk dapat menjadi modal intelektual demi keberhasilan masa depan perusahaan dan dirinya sendiri.

Keterlibatan dan kemampuan tim manajemen dalam mewujudkan modal intelektual perusahaan melalui pekerjaan karyawan yang lebih berkualitas; kompensasi dan perhatian yang adil dan wajar; turnovers karyawan yang rendah; penghematan biaya non karyawan; peningkatan kepuasan dan loyalitas pelanggan; perilaku kerja karyawan yang lebih besar inovasi, kreativitas, produktivitas, profitabilitas, dan keberanian untuk mengambil risiko yang terkalkulasi; akan menjadi sebuah kekuatan yang membuat semua karyawan menjadi modal intelektual dari perusahaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KARYAWAN HARUS DIBEKALI DENGAN KETERAMPILAN DASAR

Bekerja Dengan Orang-Orang Yang Kurang Memiliki Kemampuan Komunikasi Dapat Menjadi Pengalaman Frustrasi Dan Sakit Hati.” – Djajendra

Setelah perusahaan merekrut karyawan, sebaiknya karyawan tersebut dilatih dengan keterampilan dasar yang harus mereka miliki untuk menjalankan pekerjaan di perusahaan. Khususnya untuk menguasai budaya perusahaan, komunikasi dan interaksi di internal perusahaan, manajemen waktu, manajemen marah, keterampilan bekerja sama, keterampilan menjalankan peran dan fungsi organisasi, dan keterampilan untuk selalu produktif, efektif, bersama integritas dan etika. Semua ini harus diajarkan dan dilatih secara terus-menerus sehingga karyawan menjadi ekselen untuk berkontribusi secara profesional kepada perusahaan.

Perusahaan tidak hanya cukup menyerahkan tanggung jawab pekerjaan kepada karyawan, tanpa melengkapi mereka dengan sebanyak mungkin keterampilan dasar agar para karyawan tersebut mampu berprestasi dan sukses di tempat kerja. Biasanya, karyawan baru hasil lulusan perguruan tinggi, memiliki pengetahuan yang sangat memadai, tapi memiliki keterampilan dasar yang sangat minim, serta tidak memiliki pengalaman untuk berkomunikasi kepada stakeholder melalui panduan etika bisnis dan etika kerja yang profesional.

Dalam hal penguasaan keterampilan dasar, saya selalu mengamati bahwa orang-orang yang sudah sangat berpengalaman pun sering sekali sangat minim kemampuan keterampilan dasarnya. Akibatnya, mereka menjadi sumber daya manusia yang menghambat kualitas dan pelayanan kerja terbaik di tempat kerja. Di sini, perusahaan harus turun ke sebuah awal untuk melatih kembali setiap karyawan yang miskin keterampilan dasar tersebut dengan berbagai keterampilan dasar, agar mereka bisa menjadi pribadi-pribadi unggul yang menciptakan kualitas kerja dan pelayanan kerja terbaik di dalam organisasi.

Keterampilan dasar karyawan bisa hard skill atau pun soft skill. Untuk hard skill biasanya tidak sulit, dan perusahaan dengan sangat mudah mampu melakukan evaluasi dan penilaian atas kemampuan hard skill karyawan. Tetapi, hal ini tidak berlaku untuk penilaian terhadap soft skill. soft skill seperti kemampuan interpersonal, kecerdasan emosional, kecerdasan integritas, dan kecerdasan etika tidaklah mudah untuk dinilai. Para penilai soft skill juga tidak bisa sembarangan orang, sebab di dalam soft skill semua hal-hal akan saling berkaitan dan menyatu ke dalam kepribadian seseorang secara unik, sehingga diperlukan penilai dengan kepribadian dewasa yang tercerahkan oleh empati dan nilai-nilai positif kehidupan.

Berikut ini ada tiga hal dalam soft skills yang tidak boleh diabaikan oleh siapa pun di internal perusahaan. Ketiga hal tersebut adalah keterampilan dasar komunikasi, keterampilan dasar pemecahan masalah, dan keterampilan dasar interpersonal.

Keterampilan dasar komunikasi adalah sebuah ketrampilan dasar yang sangat menentukan keberhasilan di tempat kerja. Bekerja dengan orang-orang yang kurang memiliki kemampuan komunikasi dapat menjadi pengalaman frustrasi dan sakit hati. Oleh karena itu, perusahaan harus sangat peduli untuk melatih secara terus-menerus terhadap setiap karyawan tentang kemampuan membaca, menulis, mendengar, dan berbicara secara efektif kepada stakeholder dalam sifat baik, tatakrama dan sopan-santun. Khususnya, dalam hal membaca, menulis, dan mendengar. Biasanya, ketiga hal ini selalu diabaikan, dan perusahaan selalu lebih suka memperhatikan komunikasi berbicara efektif. Padahal kemampuan untuk membaca dan memahami dokumen-dokumen dalam pelayanan organisasi kepada stakeholder sangatlah menentukan kualitas interaksi dengan stakeholder; kemampuan untuk menulis dan memilih kata-kata yang tepat dan santun dalam penulisan melalui email ataupun penulisan untuk kepentingan stakeholder dalam bentuk non email sangatlah membangun reputasi perusahaan; dan kemampuan untuk mendengarkan secara aktif tentang stakeholder juga tidak kalah pentingnya dalam menciptakan komunikasi yang luar biasa dengan stakeholder.

Keterampilan dasar pemecahan masalah adalah keterampilan dasar yang sangat menentukan kemampuan setiap orang untuk mendapatkan solusi yang hebat, serta untuk bisa menghindari kesalahan dan konflik. Hal ini termasuk tentang cara mengidentifikasi masalah, brainstorming untuk menghargai pendapat orang lain dan untuk menemukan solusi terbaik, mengevaluasi suatu keadaan untuk mendapatkan jawaban alternatif untuk sebuah keadilan, dan kecerdasan untuk menerapkan ide-ide terbaik buat kebahagiaan stakeholder. Tujuan utama dari pemecahan masalah adalah untuk menyelesaikan masalah secara efektif, produktif, wajar, dan adil.

Keterampilan dasar interpersonal adalah sebuah keterampilan dasar yang sangat menentukan kerja sama dan kontribusi karyawan untuk keberhasilan perusahaan. Itulah sebabnya, mengapa karyawan perlu untuk mengembangkan kualitas seperti empati, kecerdasan emosi, sikap baik, perilaku positif, dan keterampilan untuk mendukung kebutuhan kerja organisasi. Pastikan bahwa karyawan sudah tercerahkan untuk memahami betapa pentingnya keterampilan interpersonal ini. Kemudian, bentuk mind set dan bangkitkan semangat karyawan untuk selalu menjaga sikap positif, bekerja pada ketegasan sop, mencegah ketegangan di tempat kerja, kemampuan untuk mengatasi masalah, kemampuan untuk bekerja dalam integritas diri, kemampuan untuk menjalankan etika dan prinsip-prinsip kerja berkualitas, serta kecerdasan untuk menyelesaikan konflik yang merugikan organisasi dan stakeholder.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PEMBICARA PROFESIONAL

“Seorang Pembicara Profesional Bukanlah Seorang Aktor Yang Harus Memainkan Peran Sesuai Skenario Dari Sutradara. Tapi, Dia Adalah Seorang Pemikir, Perenung, Dan Pencipta Ide-Ide Baru Untuk Disampaikan Kepada Para Hadirin Dari Berbagai Kelompok.” – Djajendra

Pembicara profesional adalah pekerjaan untuk menyampaikan ide, pemikiran, dan saran kepada para pendengar. Semua ide, pemikiran, dan saran yang disampaikan tersebut haruslah merupakan hasil riset dan pengalaman pribadi melalui perenungan yang sangat mendalam; sehingga materi yang disampaikan tersebut mampu menyatu bersama semangat dan bahasa tubuh pembicara. Untuk itu, pembicara harus selalu bersikap konsisten untuk menyampaikan ide dan pemikiran dari dirinya sendiri, bukan menyampaikan ide dan pemikiran orang lain. Bila pembicara tergoda untuk menyampaikan ide dan pemikiran orang lain, maka pembicara tidak akan mampu menjadi diri sendiri dalam presentasinya kepada para hadirin.

Peran pembicara profesional dalam sebuah pelatihan perusahaan adalah untuk menyampaikan gagasan, pesan dan ide dengan cara mendorong, menginspirasi, memotivasi, dan menggerakan mind set peserta melalui sebuah topik pembahasan yang terencana dengan baik sesuai dengan tujuan akhir yang ingin dicapai. Materi yang disampaikan haruslah merupakan ide dan pemikiran dari pembicara, serta disampaikan secara normatif melalui cerita yang mampu membantu peserta untuk meningkatkan kualitas kehidupan dan pekerjaan sehari-hari di tempat kerja. Materi pembahasan tidak boleh bersifat abstrak, tapi harus bersifat umum dan dapat diterima secara akal sehat untuk dijalankan dalam realias sehari-hari.

Sebuah topik pembahasan yang dibuat pembicara haruslah merupakan sebuah pesan dan ide yang terstruktur secara sederhana dalam sebuah perjalanan pesan dan ide yang tersambung ke dalam sebuah tujuan akhir. Pesan dan ide tersebut haruslah terfokus kepada beberapa sisi terpenting saja, dan tidak boleh terlalu meluas. Biasanya seorang pembicara dengan banyak gagasan dan ide akan tergoda untuk membahas banyak hal dalam waktu yang terbatas, dan hal ini tidak baik dan tidak boleh dilakukan. Bila pembahasan terlalu meluas, maka peserta akan bingung dan tidak mampu memfokuskan dirinya untuk menerima pesan dan ide yang terlalu banyak disampaikan.

Pembicara yang baik adalah dia yang mampu menahan diri dan tidak berambisi untuk memamerkan semua pengetahuannya dalam sebuah topik pembahasan. Setiap topik pembahasan biasanya dibagi dalam sebuah sesi pelatihan berdurasi maksimal dua jam. Dalam waktu yang sangat singkat tersebut, pembicara tidak boleh membuat materi presentasi yang sangat meluas, harus fokus pada satu atau dua sisi terpenting saja.

Menjadi diri sendiri dan menggunakan kalimat-kalimat sendiri adalah hal terpenting dari seorang pembicara profesional. Jangan pernah tergoda untuk menjadi orang lain, selalu bersyukur dan berterima kasih atas penampilan diri sendiri. Berlatihlah setiap hari untuk menjadi diri sendiri sesuai keinginan Anda, dan jangan memaksa diri Anda menjadi diri tertentu sesuai keinginan orang lain. Seorang pembicara profesional bukanlah seorang aktor yang harus memainkan peran sesuai skenario dari sutradara. Tapi, dia adalah seorang pemikir, perenung, dan pencipta ide-ide baru untuk disampaikan kepada para hadirin dari berbagai kelompok.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SOFT SKILL

“Soft Skill Adalah Dasar Utama Untuk Membuat Organisasi Terhindar Dari Mismanajemen Dan Tetap Bersinar Terang Bersama Kinerja Terhebatnya.” – Djajendra

Salah satu kemampuan yang paling serius dibutuhkan oleh pimpinan dan karyawan adalah belajar menguasai soft skill secara sempurna. Soft skill atau keterampilan yang terkait dengan kepribadian seseorang adalah dasar terpenting untuk membuat sebuah pekerjaan menjadi berkualitas. Tanpa keunggulan soft skill para pimpinan dan karyawan berpotensi menimbulkan mismanajemen di dalam organisasi. Apakah perusahaan, instansi, atau organisasi Anda telah memberikan perhatian penuh pada kebutuhan soft skill pegawai dan pimpinan di kantor? Jika belum, Anda harus segera melakukannya agar perusahaan, instansi, atau organisasi Anda tidak melakukan mismanajemen terhadap aktivitasnya.

Apa itu soft skill? Soft-skills adalah keterampilan atau pengetahuan tentang pemecahan masalah, komunikasi, kualitas pribadi dan etika kerja, interpersonal dan kerja sama, integritas dan moralitas. Setiap individu di tempat kerja wajib untuk menguasai keterampilan dan pengetahuan soft skill tersebut agar mampu menjadi sadar untuk berdedikasi dan berkontribusi melalui keunggulan integritas, etika, dan loyalitas kepada organisasi dan stakeholders.

Keterampilan pemecahan masalah adalah sebuah soft skill yang mengharuskan seseorang untuk selalu berdisiplin dan terampil dalam hal pemecahan masalah. Soft skill pemecahan masalah membangun kebiasaan-kebiasaan atau naluri kerja yang tajam untuk selalu bekerja dengan cara mengidentifikasi masalah sebelum membuat keputusan; untuk selalu merumuskan masalah dengan informasi dan data yang benar sebelum membuat keputusan; untuk selalu melakukan evaluasi dan memiliki solusi alternatif dengan menimbang risiko dan manfaat sebelum membuat keputusan. Dalam soft skill ini setiap orang diharuskan menjadi sangat berdisiplin melalui kebiasaan-kebiasaan berpikir dan bertindak yang terstruktur dalam sebuah proses pemecahan masalah dengan kemampuan untuk mempertimbangkan segala aspek risiko secara tepat dan benar.

Keterampilan komunikasi adalah sebuah soft skill yang mengharuskan setiap orang untuk memiliki keterampilan dan kemampuan mengembangkan dan menyampaikan informasi yang tepat dalam bahasa bicara atau tulisan yang sopan dengan menggunakan kata-kata yang tepat; keterampilan dan kemampuan untuk mendengarkan, memberi dan memahami instruksi, serta berkomunikasi dengan cara – cara yang sesuai dengan situasi dan orang-orang di sekitar. Keterampilan komunikasi yang berkualitas selalu membutuhkan empati dan toleransi agar komunikasi tersebut bisa mengalir dengan lancar melalui perilaku yang santun dan yang saling menghormati.

Kualitas pribadi dan etika kerja adalah sebuah soft skill yang mengharuskan setiap individu untuk memiliki kualitas pribadi dalam upaya meningkatkan prestasi kerja termasuk harga diri, pengelolaan diri, tanggung jawab, dan motivasi. Dalam hal ini individu wajib menyiapkan dirinya secara tegas dan profesional untuk bisa melayani setiap kepentingan organisasi dan stakeholder, dengan kualitas kepribadian unggul untuk bisa menghasilkan kualitas kerja dan kualitas pelayanan unggul.

Keterampilan interpersonal dan kerjasama adalah sebuah soft skill yang mengharuskan individu untuk selalu terampil dan penuh percaya diri dalam hubungan antar pribadi termasuk dalam kerjasama dengan stakeholder. Keterampilan interpersonal dan kerja sama ini selalu dibutuhkan untuk keperluan bernegosiasi dengan orang lain, untuk berpartisipasi sebagai anggota tim, dan untuk menyelesaikan konflik.

Kualitas integritas dan moralitas adalah sebuah soft skill yang mengharuskan individu untuk selalu menjadi jujur dengan diri sendiri dan orang lain; untuk selalu bekerja dengan mematuhi norma-norma, prinsip-prinsip, nilai-nilai, etika, budaya, dan kesetiaan atas dasar moral.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

 

BRAINSTORMING

“Melakukan Brainstorming Berarti Bahwa Setiap Orang Wajib Mengeluarkan Ide Sebanyak Mungkin Dan Tidak Wajib Mempertentangkan Ide – Ide Yang Ada.” – Djajendra

Sebuah ide tidak harus luar biasa, tapi cukup biasa-biasa saja, dan yang penting bahwa ide yang biasa-biasa tersebut dapat dikerjakan dengan cara-cara luar biasa kreatif. Kami percaya bahwa setiap orang punya ide atau pandangan hidup yang layak diajak untuk memperkaya tujuan, misi, visi, dan juga budaya organisasi.

Salah satu teknik atau cara untuk memperkaya ide dari tujuan, misi, visi, dan budaya organisasi adalah melalui brainstorming. Tujuan utama dari brainstorming adalah untuk menghasilkan sejumlah besar ide dalam waktu singkat dari banyak orang secara adil, wajar, terbuka, dan beretika.

Dalam brainstorming setiap orang harus patuh pada aturan yang dibuat. Aturan harus dibuat untuk mendapatkan ide-ide yang lebih baik untuk sebuah tujuan yang sedang diperjuangkan. Artinya, setiap peserta brainstorming terikat secara etika dan moral untuk tidak memperdebatkan sesuatu, tapi hanya memfokuskan diri masing-masing untuk mengeluarkan ide, bukan untuk saling mempertahankan ide melalui diskusi panjang lebar.

Brainstorming tidak sama dengan diskusi. Dalam diskusi setiap orang berhak mempertahankan ide yang dimiliki dengan berbagai argumen yang masuk akal, tapi dalam brainstorming setiap orang wajib menampilkan ide dan membangun ide satu sama lain, tanpa mempertentangkan atau mempertanyakan ide-ide yang ada.

Salah satu syarat terpenting dalam melakukan brainstorming adalah bahwa setiap orang wajib mempunyai ide untuk disampaikan. Hal terburuk dalam brainstorming adalah bila seseorang sama sekali tidak memiliki ide. Oleh karena itu, setiap peserta sebelum mengikuti forum brainstorming harus diberitahukan terlebih dahulu tentang topik yang dibahas, dan juga harus diinformasikan bahwa tidak tahu ??adalah ide yang buruk dalam forum brainstorming.

Brainstorming ini sangat tepat digunakan saat organisasi menginginkan pokok-pokok pikiran atau isi hati dari para karyawannya dalam membangun budaya organisasi, mencapai tujuan strategis organisasi, dan juga untuk hal-hal lain yang bersifat mendapatkan dukungan dari setiap orang di dalam organisasi.

Kumpulan ide-ide dari hasil brainstorming ini harus ditindaklanjutkan untuk mendapatkan hasil akhir yang mencerminkan keinginan, harapan, impian, dan cita-cita dari setiap orang di dalam organisasi terhadap kemajuan organisasinya.

Pengalaman saya dalam memanfaatkan brainstorming untuk menyatukan dan mengkompakan perilaku karyawan terbukti sangat luar biasa.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PRESENTASI POWERPOINT

“Slide Presentasi Harus Memiliki Nilai-Nilai Yang Bisa Menceritakan Solusi Untuk Sebuah Realitas.” – Djajendra

Bicara presentasi akan mengingatkan Anda pada PowerPoint, seperti namanya, PowerPoint adalah alat yang ampuh untuk menyampaikan pesan sambil menyatukan persepsi, asumsi, dan motivasi. Gunakan kata-kata dasar dalam setiap slide presentasi. Lalu, ceritakan makna dari setiap kata-kata dasar tersebut dengan realitas yang sesuai dengan tema yang sedang Anda bahas.

Sering sekali, isi slide presentasi yang sama, bila dipresentasikan atau disampaikan oleh orang yang berbedah, maka artinya juga akan berbeda. Kenapa hal ini bisa terjadi? Karena, setiap individu selalu hadir bersama logika berpikirnya sendiri, nilai-nilai kehidupannya sendiri, asumsi dan persepsinya sendiri terhadap kehidupan. Dan, sangat disarankan bahwa Anda yang ingin melakukan presentasi wajib memiliki keunggulan wawasan, kecerdasan, pengalaman, pengetahuan, empati, intuisi, gairah, energi, dan motivasi yang kuat untuk menerjemahkan setiap kata-kata di slide agar sesuai dengan misi presentasi Anda.

Sebelum menyusun presentasi, pastikan Anda telah melakukan riset yang sangat mendalam terhadap materi yang akan Anda sampaikan tersebut. Jangan pernah mengutip materi presentasi dari sana-sini untuk dicantumkan dalam slide presentasi, nanti Anda akan terlihat tidak unik dan sangat normatif. Bila semua hal bersifat normatif, maka para audience Anda akan kehilangan gairah untuk mendengar presentasi Anda. Dan Anda juga akan terlihat tidak istimewa dengan gagasan-gagasan kering Anda.

Presentasi Anda harus dapat dimanfaatkan oleh audience Anda sebagai alat untuk memecahkan masalah mereka. Untuk itu, Anda harus cerdas merangkai kata-kata yang sesuai dengan harapan para audience. Pastikan para audience memfokuskan perhatian untuk mendengarkan rangkaian kata-kata Anda dan bukan untuk sekedar membaca isi slide Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Sampaikan Presentasi Sesuai Pengetahuan, Wawasan, dan Niat Anda

“Pendengar Anda Membutuhkan Hal-Hal Terbaru Dari Anda, Oleh Karena Itu, Siapkan Presentasi Anda Dari Sudut Pandang Yang Baru.” – Djajendra

Sikap percaya diri dan kecerdasan saja masih belum cukup dalam memberikan presentasi kepada orang lain. Anda harus menguasai materi presentasi untuk bisa mengatakan sesuatu yang lebih baik kepada orang lain. Sebab, sering sekali para pendengar Anda adalah orang-orang yang luar biasa cerdas, dan biasanya mereka sangat menguasai teori, konsep, dan praktik dari hal-hal yang Anda bicarakan.

Salah satu trik dalam memberikan presentasi terbaik adalah memfokuskan materi presentasi sesuai dengan pengetahuan dan wawasan terbaik yang Anda miliki. Bila Anda merasa masih belum total menguasai suatu persoalan, sebaiknya tunda dulu untuk memberikan presentasi, pelajari dulu semua materi secara total dan menyeluruh, setelah Anda merasa memahami materi dari A sampai Z, barulah Anda berhak tampil dihadapan orang lain untuk membahasnya.

Katakanlah apa maksudmu, demikian tulis Tony Benn di presentation magazine. Tony Benn adalah politikus veteran dan pembicara terkenal. Tony Benn memberi beberapa saran untuk sebuah presentasi yang baik.

1. Katakanlah Apa Yang Anda Maksud.

Tony Benn menyarankan agar dalam setiap penyampaian pidato atau presentasi harus sesuai dengan suara hati atau niat yang akan disampaikan. Hal-hal yang tidak diniatkan untuk dibicarakan, jangan pernah dibicarakan pada saat presentasi tersebut.

2. Artikan Apa Yang Anda Katakan.

Tony Benn menyarankan agar setiap ucapan yang disampaikan harus memiliki arti atau makna yang jelas dan mudah dicerna oleh logika dan akal sehat.

3. Jangan Membuat Serangan Pribadi.

Tony Benn menyarankan, apa pun pendapat dan sikap peserta, pembicara harus mendengarnya, dan tidak boleh merasa tersinggung lalu menyerang balik.

4. Dengarkan Dengan Hormat.

Tony Benn menyarankan untuk selalu mendengarkan suara hati pendengar dengan bijaksana, peduli, dan penuh toleransi.

5. Mendorong Orang.

Tony Benn menyarankan untuk selalu mendorong semangat dan rasa percaya diri para pendengar. Artinya, seorang pembicara tidak hanya menyampaikan materi presentasi, tapi juga memiliki tanggung jawab untuk mendorong orang lain menjadi lebih baik.

Menemukan Puzzle Pelayanan

“Kepemimpinan Yang Baik Adalah Memperlihatkan Cara Kerja Orang-Orang Yang Unggul Kepada Orang-Orang Yang Tidak Menonjol.” – John Rockefeller (1839-1937)

Pelayanan adalah sebuah kata yang bermakna luar biasa. Pelayanan adalah sebuah sikap yang akan mengantar Anda ke puncak sukses kehidupan Anda. Pelayanan adalah sebuah perilaku yang pasti menciptakan kebahagiaan di hati semua orang. Pelayanan Anda kepada kehidupan adalah langkah awal Anda untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju puncak kehidupan tertinggi Anda.

Hari minggu kemarin, tanggal 30 Mei 2010, seorang klien dan juga teman lama saya menelpon saya, dan meminta tolong untuk direview materi presentasi yang harus dia sampaikan pada hari Senin, tanggal 31 Mei 2010, dihadapan manajemen di Medan.

“Baik Bos, tapi sekarang saya sedang di jalan menuju hotel,” jawab saya

“Bapak lagi dimana sekarang?” Tanya dia,  “saya sekarang sedang berada di kota Solo.” Jawab saya , “maaf pak … maaf pak, saya sudah mengganggu hari minggu bapak.” Kata dia

Saya senang dengan permintaan tolong klien saya ini, buat saya semua hari adalah hari untuk menemukan sesuatu yang baru, dan klien saya ini mengirimkan persepsi dia dalam bentuk materi presentasi, jelas hal ini sangat berguna buat saya.

Sesampai di hotel, saya langsung menghidupkan internet di notebook saya, dan segera membuka email untuk mempelajari apa yang dikirimkan oleh klien saya, dan juga teman baik saya.

Setelah melihat slide show yang berjumlah 20 slide, saya berkata dalam hati “Luar Biasa”. Sungguh luar biasa, klien saya ini bukan seorang trainer, dia seorang eksekutif puncak di perusahaannya di bidang cpo kelapa sawit, tapi dia bisa menyusun materi presentasi dengan struktur yang sangat saya kagumi. Judul presentasinya adalah  Menemukan Puzzle Pelayanan. Presentasi ini dibuat untuk membangkitkan motivasi dan keyakinan di internal perusahaan untuk melayani perusahaan secara proaktif. Materi disusun dengan kata-kata penuh rayuan yang sangat mesugesti perasaan dan pikiran. Saya sangat percaya bahwa materi puzzle pelayanan yang sangat holistic  ini akan mampu melengkapi semua misteri pelayanan di internal perusahaan. Biasanya kebanyakan perusahaan terlalu fokus untuk melayani pelanggan pembeli untuk mengejar target penjualan, dan selalu melupakan untuk melayani pelanggan yang bekerja di internal perusahaan, yaitu karyawan.

Kegeniusan dan keluarbiasaan para trainer di internal perusahaan adalah sebuah hal yang telah lama saya pahami. Tetapi, klien dan teman saya ini adalah sosok pembelajar yang memiliki ide-ide yang diterangi oleh semangat, antusiasme, dan keyakinan untuk menciptakan sustainable pelayanan di internal perusahaannya secara sangat mendasar. Solusi yang dia berikan melalui materi presentasi tersebut sangat optimal, dan saya sangat yakin, bila para karyawan cerdas menangkap pesan-pesan dari Puzzle Pelayanan, maka mereka pasti dapat bertahan dan bekerja sama dengan manajemen secara elegan dan berkinerja.

Bos Suka Marah? Kantor Anda Butuh referesing!

“Pekerjaan Kita Bukanlah Hidup Kita, Tapi Hanya Sebuah Permainan Kita Saat Ini. Kita Mempunyai Pilihan Hidup.”-Joshu Halberstam

Saat Anda dan teman-teman Anda di kantor kehilangan semangat dan gairah kerja, dan saat Bos di kantor sudah mulai suka marah – marah. Itu artinya Anda, Bos, dan teman-teman Anda di kantor butuh bersantai sejenak bersama aktivitas yang menyegarkan jiwa, raga, dan pikiran. Oleh karena itu, saatnya kantor Anda mengadakan outbound/outing ke daerah pegunungan yang dingin dan sejuk. Pilih lokasi outbound/outing yang alamnya indah, asri dan bersahabat. Rancang program outbound/outing yang ringan, santai, dan menyenangkan. Undang seorang motivator terbaik untuk memberikan penyegaran dan pencerahan melalui kata-kata yang menyejukkan perasaan dan pikiran. Biarkan si motivator berbicara untuk menguatkan mental pribadi dan kerja tim di kantor. Waktu untuk si motivator jangan lebih dari delapan jam. Sebab, Anda bersama bos dan teman-teman butuh lebih banyak waktu, untuk acara bersama – sama yang saling menguatkan semangat untuk hari esok yang lebih kompak di kantor. Pastikan semua program atau acara bersifat ringan, fleksible, menyenangkan, dan menguatkan semangat dan hubungan kerja di antara Anda, bos dan teman – teman. Libatkan semua orang di kantor untuk aktif berpartisipasi dalam semua program yang Anda buat di acara outbound/outing ini. Jangan ada permainan atau pun program yang bersifat menyiksa pikiran, jiwa dan raga dengan keras, semua program harus bersifat ringan dan cendrung ke arah referesing dan menghibur. Outbound/outing ini lebih di arahkan untuk penyegaran pikiran, jiwa, dan raga dari rasa bosan dan jenuh di tempat kerja. Ajak semua orang untuk berpikir dan bertindak santai dalam setiap acara. Jangan terlalu serius, apalagi bersifat mendoktrin. Jadikan acara santai ini untuk saling mengisi buat menguatkan kerja tim di kantor Anda.

Berikut tips untuk membuat program outbound/outing yang ringan dengan tema menguatkan kerja tim di kantor lewat outbond/outing:

1.Nyalakan api motivasi untuk saling mendukung, saling mempercayai, dan tidak menggampangkan orang lain.(Pelaksanaan program ini sebaiknya diserahkan pada motivator Profesional)

2.Olah raga sambil mengenali dan menghormati kepribadian yang berbeda.(Lakukan secara bersama- sama dengan si bos dan teman-teman kerja)

3.Merenung bersama untuk saling berempati dalam membangun sinergi team.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Usahakan setiap orang menyalakan sebuah lilin kecil dan nyala api lilin tetap harus terjaga sepanjang proses perenungan)

4.Referesing sambil mengkomunikasikan visi individu dengan visi team kerja.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Pastikan program referesingnya benar-benar bersifat fun dan leisurely, jangan ada pertengkaran dan salah paham di sepanjang proses referesing ini. Anda, si bos, dan teman-teman harus menyatu ke satu arah yang sama)

5. Buat permainan yang menciptakan rasa gembira dan rasa bersatu.(Lakukan secara bersama-sama dengan si bos dan teman-teman kerja. Pastikan permainannya sesuai dengan usia dan kematangan berpikir peserta, jangan berikan permainan anak-anak kepada orang dewasa yang pikirannya sudah matang)

6.Makan yang banyak dan sepuasnya, rasakan sensasi keasrian alam pegunungan, dan nikmati oksigen segar dari hutan-hutan kecil di sekitar lokasi outbound/outing perusahaan Anda.

7.Yakinkan diri Anda semua bahwa program outbound/outing ini memberikan kesegaran dan kedamaian pikiran. Pastikan juga bahwa Anda semua setelah acara ini mampu bekerja lebih profesional dan lebih berkinerja.

8.Lihatlah semua niat baik perusahaan mengadakan outbound/outing ini sebagai upaya meningkatkan kualitas profesionalisme Anda semua.

Older posts Newer posts