DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Leadership Motivation (page 2 of 19)

Motivasi Kepemimpinan

MEMPERHATIKAN SIFAT-SIFAT KARYAWAN YANG MEMBUAT BUDAYA PERUSAHAAN KUAT

“Sifat-sifat karyawan yang tidak diinginkan menciptakan budaya perusahaan yang tidak diinginkan. Jangan membiarkan budaya terjadi secara liar dari sifat-sifat yang tidak baik. Latihlah sifat-sifat karyawan yang mampu menguatkan budaya perusahaan yang diinginkan.”~Djajendra

Setiap karyawan harus membawa sifat-sifat yang dibutuhkan perusahaan untuk meraih kinerja terbaik. Sifat-sifat karyawan yang dibutuhkan perusahaan haruslah dirancang dan dikelola dengan baik oleh manajemen. Sifat-sifat karyawan yang dibutuhkan tersebut merupakan fondasi budaya yang diinginkan oleh perusahaan.

Manajemen yang kuat tidak akan membiarkan budaya terjadi oleh sifat-sifat karyawan yang tidak sesuai dengan strategi perusahaan. Sifat-sifat apa saja yang dibutuhkan untuk strategi pastilah dirancang dengan nilai-nilai yang diberikan narasi yang jelas, lalu dikelola secara sistematis untuk menjadi energi positif bagi budaya organisasi yang kuat.

Sifat-sifat karyawan yang membuat mereka terlibat secara total di setiap aspek bisnis dan aspek kerja, serta sifat-sifat karyawan yang menciptakan kebahagiaan dan keharmonisan di tempat kerja, adalah inti dari pembentukan budaya kerja yang kuat. Kegembiraan, kebahagiaan, ketenangan, keharmonisan, rasa syukur, kerja keras, antusiasme, tekun, rendah hati, optimisme, tanggung jawab, kejujuran, kesabaran, disiplin, dan fokus, adalah nilai-nilai yang mampu meningkatkan sifat-sifat positif untuk produktivitas kerja yang tinggi.

Budaya perusahaan yang kuat bekerja melalui sifat-sifat karyawan yang sesuai dengan misi, visi, nilai-nilai, dan strategi perusahaan. Jadi, pertama, top manajemen perusahaan harus memilih dan memutuskan siapa-siapa saja yang cocok untuk menjadi karyawan di perusahaan tersebut. Cocok artinya karyawan-karyawan tersebut sudah memiliki sifat-sifat untuk menggerakan misi, visi, nilai-nilai, dan strategi perusahaan. Bila karyawan belum memiliki sifat-sifat untuk menciptakan kinerja hebat di perusahaan, maka sudah menjadi tugas manajemen untuk mendidik dan melatih semua karyawan secara berkelanjutan agar sifat-sifat yang diinginkan tersebut dapat diberikan oleh karyawan. Jelas, hal ini, harus diawali dengan pembentukan nilai-nilai perilaku kerja yang diinginkan dan juga sistem yang sudah disesuaikan dengan nilai-nilai perilaku kerja.

Ketika perusahaan ingin mempekerjakan orang, pertama, harus selalu dimulai dengan sifat-sifat yang cocok dengan budaya yang diinginkan. Budaya selalu dimulai dari visi pemilik dan strategi pemimpin. Dalam setiap perekrutan, bukan kepintaran yang harus dijadikan pertimbangan utama, tetapi sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan. Kepintaran dan kompetensi bisa dilatih dan ditingkatkan dengan mudah, tetapi melatih dan meningkatkan sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan tidaklah mudah. Diperlukan kesadaran dan komitmen individu di dalam integritas yang tinggi untuk bisa menciptakan sifat-sifat yang sesuai dengan budaya yang diinginkan.

Sifat-sifat positif karyawan menciptakan energi besar pertumbuhan pada budaya perusahaan yang kuat. Budaya yang kuat menciptakan tempat kerja yang manusiawi untuk mendorong karyawan berkarya dan berkinerja tinggi. Sifat-sifat positif juga menciptakan sistem kerja yang dipercaya bersama, sehingga semua orang dengan gembira mampu berbagi sistem yang baik untuk mencapai kinerja tertinggi.

Setiap merekrut karyawan baru, maka harus dijaga jangan sampai mereka menyalahkan budaya yang diinginkan, lalu membanggakan budaya dari tempat kerjanya yang lama. Oleh karena itu, orientasi budaya merupakan sesuatu yang sangat penting. Setiap karyawan baru wajib menentukan sikap yang tepat dan benar sesuai budaya kuat yang perusahaan inginkan. Jadi, setiap karyawan baru wajib hadir dengan sifat-sifat untuk menguatkan budaya perusahaan yang diinginkan.

Selama proses wawancara, budaya haruslah menjadi hal terpenting. Pastikan calon karyawan memiliki sifat-sifat untuk memperkuat budaya yang diinginkan. Jadi, walaupun seorang kandidat memiliki kecerdasan, pengalaman, dan kompetensi yang hebat. Tetapi, bila sifat-sifat dia tidak sesuai dengan budaya kuat yang diinginkan oleh perusahaan, maka lebih baik tidak direkrut. Terimalah kandidat yang sesuai dengan budaya perusahaan yang Anda inginkan, dan latih mereka untuk berkinerja hebat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENYELESAIKAN SETIAP PROYEK DAN TIDAK MEMBUATNYA MANGKRAK

“Rahasia sukses adalah menyelesaikan yang dimulai.”~Djajendra

Bila sebuah proyek sudah dimulai, jangan berhenti di tengah jalan hanya karena sebuah rintangan dan kesulitan. Fokuskan kekuatan dan taklukkan kesulitan agar Anda bisa segera menyelesaikan proyek tersebut. Jangan membuatnya mangkrak di tengah jalan. Bekerjalah dengan konsistensi pada tujuan dan miliki tanggung jawab untuk menghasilkan karya terbaik. Keberhasilan tidak terletak saat Anda memulainya atau saat Anda merencanakannya dengan ide-ide hebat Anda. Keberhasilan terletak saat Anda menyelesaikan semua rencana dan ide hebat itu menjadi maha karya yang mengagumkan.

Kualitas kepemimpinan yang hebat terlihat dari kemampuan untuk menyelesaikan dan menghasilkan maha karya. Kalau hanya masalah ide, wacana, rencana, dan memikirkan, semua orang bisa. Pemimpin terbaik bukan masalah ide ataupun kata-kata hebat, pemimpin sejati itu adalah yang mampu menyelesaikan dan bekerja untuk menghasilkan maha karya. Oleh karena itu, jadilah pemimpin yang memiliki kebiasaan untuk menyelesaikan semua proyek dengan sebaik mungkin. Jangan pernah memiliki kebiasaan untuk meninggalkan proyek di tengah jalan, sehingga proyek tersebut mangkrak dalam kerugian yang besar. Rintangan, kesulitan, kegagalan, dan kejatuhan, adalah hal biasa dalam sebuah perjalanan untuk menyelesaikan maha karya. Jadi, ketika semua monster ketakutan menghilangkan keberanian Anda untuk menyelesaikan proyek-proyek yang sedang berjalan, Anda harus menguatkan energi sukses ke dalam diri Anda, lalu menciptakan kebiasaan baru agar semua kesulitan dan ketakutan dapat diatasi, serta segera menyelesaikan yang sulit diselesaikan.

Miliki komitmen, miliki kepercayaan diri, miliki keyakinan, miliki ketegasan, miliki tindakan, miliki semangat untuk menyelesaikan yang Anda mulai. Jangan membiarkan hal apapun untuk mensabotase mental sukses Anda. Tingkatkan kualitas ketenangan, tingkatkan kualitas kesabaran, tingkatkan kualitas optimisme, tingkatkan ketelitian, tingkatkan disiplin, dan gerakkan kekuatan terbaik untuk menyelesaikan proyek-proyek agar tuntas tepat waktu. Jangan membiarkan alasan apapun untuk mengentikan proses penyelesaian proyek yang sudah Anda mulai. Tunjukkan kualitas kepemimpinan Anda yang hebat dan penuh kualitas untuk menyelesaikan sebuah maha karya terbaik. Tunjukkan kepada orang-orang pesimis bahwa Anda sangat berkualitas, untuk menyelesaikan semua yang diragukan atau dirasakan tidak mungkin oleh orang pesimis. Tunjukkan kepada semua orang yang Anda pimpin bahwa Anda berada di tengah-tengah mereka untuk solusi dan kisah sukses, bukan untuk alasan dan kisah gagal. Pemimpin terbaik tidak pernah berhenti di tengah jalan untuk menyelesaikan proyek-proyek besarnya.

Kecepatan dan ketelitian haruslah disatupadukan untuk menyelesaikan proyek. Penundaan dan kekurang telitian adalah sumber pemborosan. Jadi, fokuskan semua waktu, energi, dan sumber daya untuk menyelesaikan apapun yang belum selesai. Jangan berdiam dengan berbagai alasan. Kembangkan strategi dan berbagai kemungkinan untuk menghilangkan semua alasan yang membuat proyek tidak selesai-selesai. Tidak boleh ada yang setengah selesai, semuanya harus diselesaikan dengan sempurna untuk menjadi maha karya terbaik.

Ciptakan kebiasaan-kebiasaan baru yang bisa menjadikan Anda energi sukses di setiap proyek yang Anda kerjakan. Bila masih memiliki kebiasaan menunda atau kebiasaan yang menghambat kemajuan sebuah proses, maka segera ubah kebiasaan tersebut untuk menjadikan Anda bertindak proaktif dalam menyelesaikan semua yang sulit. Miliki disiplin untuk bekerja dengan teliti dan rinci di setiap proses. Kadang-kadang, hal-hal kecil yang tidak diawasi secara teliti dan rinci di sepanjang proses bisa memberikan dampak yang merugikan kemajuan proyek tersebut. Jadi, miliki tata kelola yang terstruktur dan rinci dengan cek poin di sepanjang proses kerja. Fokuskan pada kekuatan dan kemajuan. Jangan berlebihan memberi perhatian pada kepada kekurangan, tetapi berikan solusi-solusi penguatan untuk menghilangkan kekurangan.

Ketika rencana mulai dieksekusi, maka sejak itu konsistensi untuk menjaga momentum sukses di setiap titik proses penyelesaian haruslah menjadi prioritas. Dalam hal ini, pemimpin harus menciptakan sistem dan karakter kerja yang membuat energi sukses terfokus dan bergerak ke arah maha karya. Energi sukses di dalam diri setiap orang harus terjaga dalam motivasi dan antusiasme yang tinggi. Jadi, tidak boleh dibiarkan kehilangan peluang sukses seincipun. Semua orang harus tampil produktif dan penuh percaya diri agar berhasil mendapatkan yang terbaik.

Kecepatan kerja yang konsisten dan penuh percaya diri mampu melewati setiap proses yang penuh tantangan untuk menyelesaikan proyek. Intinya, sesulit apapun, bila konsisten dan fokus untuk mendorong pekerjaan bergerak maju, maka pada akhirnya pekerjaan pasti selesai juga. Jadi, setiap hari yang diperlukan adalah disiplin, ketelitian, energi positif dalam rutinitas, dan ketekunan untuk menyelesaikan setiap bagian dari proyek tersebut dengan penuh kegembiraan.

Jangan terlalu memikirkan hasilnya, fokuskan energi untuk menyelesaikan satu per satu dari bagian-bagian terkecil proyek tersebut dengan teliti dan rinci. Dalam proses kerja, melakukan sesuatu lebih penting daripada memikirkan sesuatu. Jadi, di wilayah eksekusi, Anda hadir untuk melakukan, bukan untuk memikirkan.  

Ketika proyek Anda mangkrak atau tak mampu bergerak karena kekuarangan dana, maka jangan sibuk dengan alasan. Kalau Anda sibuk dengan berbagai alasan dan ketidakmampuan, Anda hanya sedang melumpuhkan semua kekuatan Anda.  Jangan biarkan monster kegagalan menakuti tugas besar Anda untuk menyelesaikan proyek tersebut. Segera keluarlah dari jebakan monster kegagalan, temukan kekuatan dari mental pemenang Anda. Katakan berulang-ulang kepada diri sendiri bahwa Anda adalah kekuatan sukses, dan tidak ada yang bisa menghentikan Anda untuk mencapai sukses. Yakinkan kepada diri sendiri bahwa Anda dengan mudah bisa menemukan semua yang Anda perlukan untuk menyelesaikan proyek tersebut. Pastikan Anda menjaga energi kemenangan di setiap diri orang-orang yang Anda pimpin. Jadilah pemimpin yang memberikan dorongan mental kemenangan, untuk membuat setiap orang penuh percaya diri dan terus bergerak menyelesaikan proyek Anda.

Pemimpin hebat tidak hidup dalam kata-kata dan pemikiran, tetapi menghidupkan kata-kata dan pemikiran dalam wujud maha karya. Jadi, ide dan konsep haruslah terwujud dalam maha karya yang bermanfaat bagi kehidupan banyak orang. Pastikan Anda mampu menerapkan sistem yang cepat dan berhasil menciptakan sukses, bukan sistem yang membuat orang-orang ragu dan terjebak dalam energi kegagalan. Selesaikan semua ide dan konsep proyek menjadi maha karya yang hebat, bukan karya-karya mangkrak yang merugikan dan tidak bermanfaat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMBANGUN PEMIMPIN TERBAIK DARI DALAM DIRI ANDA

“Visi adalah magnet yang menarik pemimpin untuk melakukan segala sesuatu dengan strategi yang tepat.”~Djajendra

Semua kehebatan kepemimpinan bersumber dari dalam diri. Bila Anda ingin menjadi pemimpin yang dihormati dan dihargai oleh semua orang, maka Anda harus memulainya dari dalam diri Anda. Anda harus menata cara berpikir, cara bersikap, cara mengendalikan diri, cara berurusan dengan orang-orang, dan cara menjadi diri sendiri dengan kekuatan integritas. Semua cara tersebut haruslah bersumber dari pengetahuan, kesadaran, kepercayaan diri, dan keyakinan Anda. Dan, semua hal tersebut merupakan dasar untuk mengoptimalkan bakat besar kepemimpinan dari dalam diri Anda.

Siapa pun Anda dapat menciptakan kepemimpinan yang kuat dan hebat dari dalam diri Anda. Tuhan sudah memberikan benih-benih pemimpin di dalam diri masing-masing orang. Bagaimana pun, setiap orang haruslah memimpin hidupnya dengan baik agar dirinya beruntung dan kuat dalam menjalani realitas hidup. Bila Anda tidak mampu memimpin diri sendiri untuk menghadapi kehidupan yang penuh perubahan dan ketidakpastian, maka Anda pasti menjadi lemah dan tak berdaya menghadapi realitas hidup. Jadi, sangatlah penting bagi Anda untuk terus-menerus memperbaiki dan meningkatkan kualitas kepemimpinan dari dalam diri Anda. Ketika Anda sudah kuat dan hebat dalam memimpin diri sendiri, maka dengan sangat mudah Anda dapat memimpin orang-orang dan berbagai hal yang berada di luar diri Anda.  

Berbagai aspek kepribadian yang positif terikat untuk membantu kepemimpinan dalam menghadapi realitas sehari-hari. Aspek kepribadian, seperti: ketenangan, keberanian, kejujuran, kecepatan, kepercayaan diri, rendah hati, suka belajar, tekun, disiplin, kegembiraan, keyakinan, kasih sayang, kebugaran fisik, tanggung jawab, sukarela, pikiran optimis dan positif, pengabdian yang tulus dan ikhlas, dan mental pemenang, adalah fondasi yang sangat penting agar Anda dapat memimpin pekerjaan dan kehidupan Anda dengan hebat.

Tugas terpenting dari pemimpin adalah mewujudkan visi menjadi nyata. Hal ini berarti, pemimpin memiliki tugas besar untuk diselesaikan dengan hasil akhir terbaik. Jelas, sebelum bisa sampai pada visi, pastilah harus melalui proses yang sangat dinamis dan tidak pasti. Proses yang sangat dinamis dan tidak pasti ini membuat pemimpin harus mengatur strategi dan taktik yang tepat agar dirinya bisa mewujudkan visi tersebut. Dalam hal ini, pemimpin harus mampu memimpin orang-orang untuk selalu konsisten dengan mental pemenangnya, dan konsisten dengan disiplin di setiap aspek yang dikerjakan.

Tidak ada jalan sukses yang mudah diprediksi bagi seorang pemimpin. Seorang pemimpin menjadi hebat karena dia berani melewati jalan yang tidak pernah dilewati oleh siapa pun. Pemimpin hidup untuk menang melawan kelemahan di sekitarnya. Pemimpin tidak boleh sekali pun kehilangan ketenangan, kesabaran, tanggung jawab, keberanian, dan optimisme. Seberapa berat pun tekanan dan kesulitan yang harus dilalui, pemimpin sejati selalu tenang dan santai menghadapinya. Pemimpin terbaik tidak pernah berkeluh-kesah, tidak pernah takut, tidak pernah berhenti, dan tidak pernah kehilangan arah untuk mencapai visi suksesnya.

Selalu mendengar siapa pun dengan empati, kasih sayang, dan toleransi. Pemimpin terbaik selalu mendengar dengan sabar kepada siapa pun yang ingin berbicara dengannya. Dia mendengarkan yang masuk akal dan yang tidak masuk akal dengan tenang dan sabar. Dia membuka hati dan pikirannya untuk memahami apa maunya orang-orang yang berbicara dengan dirinya. Tetapi, dia tetap konsisten melakukan segala sesuatu menurut keyakinan dan apa yang dia rasakan benar. Dia tidak akan terpengaruh oleh siapa pun. Dia sangat kuat dan hebat untuk menggunakan intuisi dalam setiap tindakannya. Dia sangat hebat dan cerdas untuk menggunakan pengetahuan yang tepat dalam setiap tindakannya. Dia tidak kaku dan mudah beradaptasi dengan berbagai perubahan untuk mendapatkan kemenangan atas tindakannya.

Pemimpin terbaik seperti jembatan yang dapat diakses oleh semua orang. Pintunya selalu terbuka untuk siapa pun dan siap mendengarkan apa pun. Dia tidak membedakan antara satu orang dengan orang lain. Dia sangat rendah hati dan penuh kasih sayang untuk berbicara dengan siapa pun. Baginya, setiap orang, siapa pun itu, tanpa melihat jabatan atau kekayaan, adalah orang-orang penting yang mau dia dengarkan dengan tenang dan sabar.  

Tugas dan tanggung jawab adalah kekuatan pemimpin terbaik. Pemimpin terbaik itu selalu sadar bahwa keberadaannya di dalam sebuah organisasi adalah untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab dengan sebenar-benarnya. Jadi, bagi pemimpin terbaik, tugas dan tanggung jawab adalah kebenaran yang harus dia kerjakan setiap hari dari hatinya yang penuh kegembiraan dan ketulusan. Apa pun realitas yang harus dihadapi di tempat kerja, dia tetap fokus untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Pemimpin terbaik tidak pernah mengabaikan tugas dan tanggung jawab, sebab keberadaannya dalam organisasi adalah untuk mengerjakan tugas dan tanggung jawab dengan sepenuh hati dan tanpa pakai banyak alasan.

Visi adalah magnet yang menarik pemimpin untuk melakukan segala sesuatu dengan strategi yang tepat. Dibantu dengan nilai-nilai budaya, pemimpin membentuk perilaku dan cara kerja yang sesuai dengan strateginya. Dia selalu bekerja melalui rencana dan setiap saat melakukan evaluasi atas rencana tersebut. Di setiap titik proses diberikan energi positif dan optimis agar mendapakan kinerja terbaik. Setiap langkah, taktik, gerakan, dan fokus diperhatikan secara detail untuk memberikan kinerja terbaik.

Transparansi, integritas, dan akuntabilitas merupakan kekuatan pemimpin untuk melawan cara kerja dan perilaku tidak bersih. Jelas, pemimpin terbaik pasti memiliki strategi untuk memenangkan setiap tindakan dengan kinerja terbaik. Nah, karena itulah, pemimpin terbaik selalu membiasakan tata kelola yang terbaik dan perilaku kerja bersih di semua bidang kehidupan kerja, sehingga tidak seorang pun dibiarkan untuk menjalankan praktik yang tidak bersih. Jadi, nilai-nilai budaya diperkuat ke dalam kepribadian pegawai dan sistem organisasi, sehingga manusianya memiliki perilaku kerja yang berbudaya dan sistem kerja pun sudah memiliki kekuatan dari nilai-nilai budaya.

Pemimpin terbaik selalu berada di tengah-tengah karyawan dan mendukung mereka untuk mencapai kinerja terbaik. Dia konsisten memperhatikan kebutuhan karyawan dan mendengarkan harapan mereka. Dia sangat lembut dan pada saat yang sama sangat tegas dalam menjalankan tata kelola yang bersih. Tidak ada kompromi bagi orang-orang yang mencoba menjalankan cara kerja tidak bersih. Dia mampu menempatkan dirinya pada berbagai situasi yang berbeda. Dia selalu terhubung dan menyatu bersama para karyawan.

Menyiapkan intuisi dan mendengarkan naluri. Suara hati, naluri, insting, intuisi, adalah hal-hal yang sangat penting untuk dilatih dan disiapkan pemimpin agar dapat mengambil keputusan dengan benar. Dalam keadaan tidak ada pilihan, intuisi dapat diaktifkan untuk mendapatkan pilihan. Jadi, pemimpin terbaik tidak pernah berkubang dalam masalah yang tidak tuntas. Pemimpin terbaik selalu belajar dari pengalaman dirinya dan pengalaman orang lain. Kesadaran dan ketekunan untuk memperbaiki dirinya membuatnya mampu mempertajam intuisi dan naluri. Dia tidak pernah terlalu larut dalam berbagai rintangan dan hambatan di tempat kerja. Dia selalu memiliki solusi dan mampu segera melihat jalan keluar terbaik melalui intuisinya.  

Pemimpin terbaik memimpin dengan memberikan contoh dan keteladanan. Dia mampu memberikan pengaruh kepada setiap karyawan untuk menjadikan tujuan jangka panjang sebagai magnet dan menjadikan tujuan jangka pendek sebagai fokus dalam mencapai kinerja terbaik. Jadi, setiap tujuan jangka pendek dan setiap rutinitas dijadikan sebagai langkah yang penuh prestasi dan kinerja untuk mensukseskan tujuan jangka panjang.

Pemimpin terbaik selalu rendah hati dan memperbaiki kualitas kepemimpinannya dari dalam diri. Dia tidak pernah tertarik untuk menampilkan dirinya yang penuh polesan dan pencitraan. Dia tidak menampilkan dirinya sebagai pusat perhatian. Dia selalu hidup di dalam kesadaran tertinggi dan melakukan pekerjaannya melalui integritas dirinya yang asli. Dia tidak pernah menggunakan kekuasaannya untuk merugikan ataupun mengalahkan orang lain. Dia menggunakan bakat dan kemampuan kepribadiannya yang terbaik, untuk membangun dan memberikan kinerja terbaik bagi siapa pun.

Pemimpin terbaik adalah seorang pejuang sejati yang sangat kuat menghadapi berbagai kesulitan. Dia mampu bertahan dan bergerak menuju sukses melalui kesulitan. Tidak ada kata menyerah atau pun berhenti. Baginya, tugas dan tanggung jawab yang dia pikul adalah kebenaran yang harus diwujudkan ke dalam dunia nyata. Dia tidak akan pernah membiarkan seorang pun untuk menghalangi perjuangan dan kerja kerasnya. Dia selalu optimis dan positif saat harus melalui masa-masa yang sangat sulit. Dia hidup dan bekerja untuk mencapai kinerja terbaik.

Pemimpin terbaik sangat disiplin dan patuh pada komitmen yang dia miliki. Dia tahu bahwa tujuan hidupnya di tempat kerja adalah untuk menghasilkan kinerja terbaik bagi stakeholders. Oleh karena itu, dia tidak pernah berhenti untuk meningkatkan kualitas di segala bidang agar kinerja terbaik tersebut bisa selalu dihasilkan oleh seluruh karyawan. Untuk itu, dia selalu memotivasi karyawannya dan memperjuangkan yang terbaik bagi mereka. Dia juga selalu meningkatkan pengetahuan dan kualitas kerja karyawan melalui berbagai pelatihan yang dilaksanakan dengan konsisten. Bagi dia, karyawan adalah aset produktif yang harus dirawat dan dijaga kualitasnya untuk menghadapi berbagai situasi yang berbeda.

Kecepatan adalah sesuatu yang diinginkan oleh pemimpin terbaik. Pemimpin terbaik sadar bahwa tanpa kecepatan, mereka bisa dikalahkan oleh kompetitornya. Oleh karena itu, pemimpin terbaik mampu membuat sebuah pekerjaan diselesaikan dalam waktu yang singkat karena kekuatan kualitas dan motivasi karyawannya hebat. Dia mampu membangkitkan mental pemenang setiap karyawan, sehingga mereka dengan sukarela mau bekerja keras dan ikhlas berkorban untuk mencapai target sesuai waktu.

Pemimpin terbaik tidak pernah ragu dan takut untuk menjalankan keputusan yang sudah diambil. Apapun resiko dan tantangannya pasti dihadapi. Hubungan kerja yang harmonis antara karyawan dengan pimpinan tetap dalam ketegasan kepemimpinan dan ketegasan tata kelola yang terbaik. Persahabatan di tempat kerja tidak akan mengurangi profesionalisme dan ketegasan untuk menjalankan tata kelola yang terbaik. Semua orang saling terhubung di tempat kerja untuk menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-masing dengan sebaik-baiknya.

Pemimpin terbaik adalah jembatan yang menghubungkan misi menuju visi. Dengan kekuatan koordinasi, pemimpin terbaik mampu memberikan perintah dan membuat semua orang mendengarkan arahan dari dia dengan sebaik-baiknya. Lalu, dia memiliki pengaruh dan kekuatan kata-kata yang mampu menggerakan setiap orang melalui misi untuk mewujudkan visi besar organisasi.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BEKERJA DALAM SATU BUDAYA YANG SAMA UNTUK MENCEGAH KESALAHPAHAMAN DI TEMPAT KERJA

“Budaya perusahaan itu satu, tetapi orang-orang yang bekerja di dalam perusahaan suka membawa budaya pribadinya masing-masing ke dalam rutinitas kerja, sehingga budaya perusahaan menjadi tidak satu.”~Djajendra

Bekerja dalam satu budaya haruslah menjadi komitmen dan kewajiban dari setiap insan perusahaan. Bila setiap insan perusahaan memiliki cara berpikir yang tidak sejalan dengan misi perusahaan; nilai-nilai pribadi dan keyakinan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan; kepemimpinan diri sendiri yang tidak sesuai dengan kepemimpinan perusahaan; maka, konflik batin muncul dari akibat benturan antara budaya pribadi dengan budaya perusahaan. Dampaknya, budaya perusahaan tidak pernah kuat dan setiap saat dikecilkan oleh ego dari budaya pribadi masing-masing insan perusahaan.

Sudah menjadi kodrat dalam kehidupan bahwa setiap orang berbeda satu sama lain. Setiap orang yang datang ke kantor atau pabrik berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan latar belakang budaya ini harus menyatu di dalam budaya perusahaan yang kuat. Bila budaya perusahaan tidak kuat dan tidak menjadi dominan di dalam rutinitas kerja, maka kondisi ini menciptakan kesalahpahaman dalam hubungan kerja. Akibatnya, kolaborasi dan koordinasi menjadi lemah, serta produktivitas tidak bisa menjadi optimal. Sebab, insan perusahaan hidup dalam lingkungan kerja yang saling tersinggung dan sulit memahami satu sama lain.

Manajemen dan kepemimpinan yang kuat selalu bekerja dalam satu budaya yang sama dan mencegah kesalahpahaman di tempat kerja. Dalam hal ini, nilai-nilai dan keyakinan perusahaan dikuatkan dan diinternalisasi ke dalam diri setiap insan perusahaan agar mereka menyatu dalam satu budaya kerja yang kuat. Setiap perbedaan dikelola dan diambil keunggulan untuk memperkuat organisasi dan bisnis perusahaan. Setiap insan perusahaan dilengkapi dengan kompetensi yang profesional dan dikelola menjadi lebih berguna bagi daya saing perusahaan. Kepemimpinan dan manajemen yang kuat bekerja menggunakan budaya organisasi yang kuat, sehingga mampu mencegah semua potensi resiko yang bersumber dari budaya negatif yang terbawa oleh karyawan.

Ketika manajemen dan kepemimpinan perusahaan sudah mampu mengelola dan bekerja berdasarkan budaya organisasi yang kuat, maka operasional budaya kerja tidak akan terpengaruh oleh perbedaan budaya perusahaan. Semua budaya pribadi karyawan tidak akan mampu mempengaruhi kekuatan budaya perusahaan yang formal. Setiap orang di dalam perusahaan mampu berkomunikasi dan berinteraksi berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Nilai-nilai dan keyakinan pribadi karyawan disatukan oleh nilai-nilai dan keyakinan perusahaan, sehingga keharmonisan kerja terwujud dengan baik. Setiap orang yang berbeda budaya dan latar belakang mampu disatukan oleh budaya perusahaan yang kuat, sehingga mereka bisa menjadi tim yang solid di dalam rutinitas kerja.

Budaya perusahaan yang kuat terbentuk dari nilai-nilai dan keyakinan yang kuat, aturan dan kebijakan yang tegas, etika dan kepatuhan pada hukum, perilaku kerja yang adil dan menghormati karir setiap orang, kepemimpinan yang berani dan tegas, kompetensi dan kualitas karyawan yang tinggi, bisnis yang tumbuh terus-menerus, serta terpenuhinya kebutuhan ekonomi dan spiritual karyawan.

Dalam budaya yang kuat manajemen perusahaan membangun hubungan kerja berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan dengan tegas. Dalam hal ini, tidak ada kompromi terhadap nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Setiap orang, suka tidak suka, wajib untuk mematuhi dan mengikuti nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Tidak boleh menduakan hati terhadap nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Semua ini tidak berhenti sebatas keyakinan dan nilai-nilai secara normatif, tetapi harus ditunjukkan melalui tindakan yang tegas dan nyata di lapangan. Jadi, manajemen wajib memberikan prosedur dan instruksi yang jelas dan pasti agar nilai-nilai dan keyakinan perusahaan bisa digunakan oleh setiap insan perusahaan di dalam proses kerja.

Budaya yang kuat memberi ruang bagi kreativitas dalam menghadapi bisnis yang dinamis. Karena situasi dan kebutuhan bisa berubah setiap waktu, maka budaya harus terbuka dan menjadi lebih fleksibel untuk mengalir dalam perubahan. Dalam hal ini, budaya harus mampu memahami dan melayani kebutuhan setiap insan perusahaan dalam menghadapi kedinamisan organisasi dan bisnis.

Dalam budaya organisasi yang kuat setiap individu adalah aset perusahaan. Oleh karena itu, setiap insan perusahaan wajib dirawat dan diperhatikan dengan empati. Memberikan penghargaan yang tepat untuk kinerja masing-masing individu. Memberikan kompetensi agar setiap individu terbiasa bekerja dengan menggunakan inisiatif yang tepat. Membangunkan jiwa spiritual, mental pemenang, dan daya tahan fisik yang kuat agar mereka menjadi kekuatan nyata di dalam organisasi. Memberikan rasa percaya diri untuk menjadi kreatif, inovatif, dan membiasakan diri selalu rendah hati untuk bisa belajar dari kesalahan dan kekurangan yang ada.

Membiasakan individu bekerja dalam kelompok dan menjadi kekuatan kerja sama di dalam tim. Semua insan perusahaan bekerja untuk satu visi, satu budaya, dan satu tujuan perusahaan. Jadi, semua orang adalah satu untuk perusahaan. Loyalitas dalam kolaborasi dan kerja sama di dalam proses kerja menjadi sangat penting. Kehebatan dan keunggulan individu hanya bermanfaat bagi kemajuan perusahaan bila mampu membantu orang lain di dalam perusahaan. Intinya, kehidupan di tempat kerja adalah kehidupan yang menyatu dan melebur dengan orang lain untuk mencapai misi, visi, dan tujuan perusahaan.

Berpikir positif dan mengelola emosi positif adalah cara untuk memperkuat budaya organisasi. Insan perusahaan yang cerdas emosional mampu menjaga suasana hati yang baik di setiap situasi dan keadaan di tempat kerja. Jadi, apapun realitas di tempat kerja, setiap insan perusahaan mampu mengendalikan emosi dan pikiran dengan bijak. Tidak akan ada unjuk emosi negatif, semua orang akan bekerja dalam kesadaran untuk memperkuat komunikasi dan interaksi. Intinya, budaya perusahaan yang kuat terbentuk dari kedewasaan emosi, sikap, pikiran, dan jiwa yang bijak dari setiap insan perusahaan.

Bekerja dalam satu budaya yang sama membutuhkan perilaku kerja yang saling hormat dan tidak menantang keputusan dari otoritas yang lebih tinggi. Otoritas tertinggi berada pada kepemimpinan tertinggi. Dalam hal ini, kepemimpinan tertinggi harus bekerja dengan integritas  agar dipercaya atas keputusan yang diambil, serta menjadi kekuatan untuk mencegah kesalahpahaman.

Setiap individu di tempat kerja berkaitan dengan individu yang lain, setiap divisi di tempat kerja berkaitan dengan divisi yang lain, setiap departemen di tempat kerja berkaitan dengan departemen yang lain, setiap insan perusahaan berkaitan dengan lingkungan kerja. Jadi, tidak boleh ada ego individu, ego kelompok, ego fungsi, ego peran, dan ego kepentingan. Setiap orang harus menjadi sel yang memperkuat budaya organisasi, bukan sel yang merusak atau merongrong kekuatan budaya organisasi. Setiap insan perusahaan harus mampu mengendalikan ego dan nafsu yang berpotensi merusak lingkungan kerja yang positif. Setiap insan perusahaan harus mampu menjadi budaya perusahaan yang kuat dan mengatur semangat kerja untuk mencapai kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TIDAK ADA KEMENANGAN MELAWAN PERUBAHAN

“Kita semua hidup dalam dunia yang terbatas dengan pikiran yang tidak terbatas.”~Djajendra

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Setiap perlawanan terhadap perubahan menghasilkan kemunduran. Perubahan adalah cara Tuhan menjadikan kehidupan Anda lebih baik.

Setiap orang harus berani dan harus mampu untuk membuat perubahan di dalam kehidupannya. Lakukan perubahan untuk menambahkan kebaikan dan kesejahteraan di dalam kehidupan diri sendiri.

Perubahan membutuhkan wawasan yang lebih luas agar mampu melihat dunia dengan pandangan yang lebih lebar; agar mampu berpikir dengan lebih kreatif; dan agar tidak terhenti dalam pandangan sempit.

Kita semua hidup dalam dunia yang terbatas dengan pikiran yang tidak terbatas. Pikiran yang tidak terbatas inilah yang menciptakan inovasi dan kreativitas untuk menghasilkan kehidupan yang tak terbatas. Kehidupan yang tak terbatas ini bila diisi dengan karya yang produktif, maka kesejahteraan hidup dapat tercipta bagi siapapun.

Perubahan adalah perlawanan terhadap zona nyaman kehidupan. Dalam hal ini, diperlukan pengorbanan untuk meninggalkan zona nyaman, dan keberanian untuk hidup di luar zona nyaman. Jelas, hal ini bukan persoalan mudah dan sederhana. Diperlukan pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru untuk beradaptasi dalam kehidupan di luar zona nyaman.

Perlawanan terhadap zona nyaman bukan berarti memerangi atau memusuhi zona nyaman. Tetapi, membangun disiplin dan daya tahan diri untuk berkarya secara lebih produktif di wilayah luar zona nyaman. Artinya, fokus dan perhatian diberikan seratus persen untuk kehidupan di luar zona nyaman.

Perubahan harus diikuti kemampuan untuk pengembangan diri. Anda membutuhkan kualitas diri yang baru untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan di dalam perubahan. Pastinya Anda belum mengetahui seperti apa realitas kehidupan di luar zona nyaman Anda. Oleh karena itu, Anda harus siap mental dan fisik untuk melakukan proses pengembangan diri agar dapat memiliki sikap, sifat, pola pikir, karakter, perilaku, dan kebiasaan untuk kehidupan di luar zona nyaman Anda.

Perubahan tidak datang dengan mudah, diperlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Sangat banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Sangat banyak ketidakpastian yang harus ditaklukkan. Perubahan tidak suka ditahan atau dikendalikan, perubahan lebih suka mengalir dalam disiplin untuk perilaku yang sangat produktif. Perubahan selalu menciptakan realitas kehidupan searah peradaban baru, dan tidak seorang pun yang bisa menang melawan perubahan. 

Perubahan memerlukan kerja keras, dan diperlukan mental yang mau bekerja tanpa menyerah. Mental yang siap membayar apapun agar perubahan itu terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, tidak semua orang mampu bekerja untuk perubahan, sebab bekerja dalam perubahan bukanlah persoalan mudah. Hanya orang-orang pilihan bermental hebat yang mampu memimpin perubahan, bukan semua orang ditakdirkan untuk memimpin perubahan. Intinya, jika perubahan itu mudah, maka semua orang pasti bisa melakukannya dengan mudah. Faktanya, tidak semua orang mampu melakukan perubahan. Itu artinya, perubahan bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana.

Perubahan pasti menghadirkan ketidakpastian, dan ketidakpastian tersebut tidak boleh ditakuti atau dihindari. Harus ada keberanian dan mental pemenang untuk merangkul dan hidup bersama ketidakpastian. Bila ketidakpastian ditakuti dan dihindari, maka perubahan tidak akan pernah terjadi, dan kemunduranlah akan terus-menerus menjadikan kehidupan Anda terkebelakang.

Tidak seorang pun bisa menang melawan perubahan. Orang-orang yang menghindari perubahan menjadikan dirinya dan hidupnya tidak tumbuh. Hanya perubahan yang membuat kemajuan, tanpa perubahan tidak ada kemajuan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBIASAAN-KEBIASAAN TERBAIK PEMIMPIN MENJADI CONTOH DAN TELADAN BAGI KARYAWAN

 

motivasi-18102016

“Bila semua cara kerja yang luar biasa sudah menjadi kebiasaan kerja Anda, maka Anda tidak perlu lagi menjadi pribadi luar biasa untuk menghasilkan kinerja luar biasa. Anda cukup menjadi pribadi biasa untuk menghasilkan kinerja luar biasa. Kebiasaan menjadikan Anda unggul dan lebih hebat.”~Djajendra

Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin menjadikannya bergerak lincah dan produktif di dalam organisasi. Dia mampu menunjukkan arah terbaik, membawa orang-orang menuju harapan dan visi yang sudah direncanakan, dan menguasai cara terbaik untuk mencapai keberhasilan. Sikap dan perilaku kerjanya menjadi contoh dan terlihat oleh semua orang, sehingga memicu motivasi dari para staf untuk meniru cara kerja dan semangat kerja pemimpinnya.

Semua nilai-nilai kehidupan terbaik bila sudah menjadi kebiasaan; maka, semuanya terlihat di dalam sikap, perilaku, kepribadian, kemampuan, kualitas, dan karakter terbaik. Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin selalu menjadi inspirasi yang mengajarkan dan memberdayakan semua orang yang dipimpin untuk tumbuh bersama potensi hebat masing-masing.

Pemimpin yang hebat sadar bahwa keberadaan dirinya untuk memaksimalkan kinerja, dan juga untuk memaksimalkan potensi dari orang-orang yang bekerja dengan dirinya. Hal ini, membuat pemimpin hebat tidak hanya berfokus pada proses kerja, tetapi juga fokus untuk mengoptimalkan dan memberdayakan semua potensi dan bakat hebat dari para karyawan. Dia sadar bahwa keberhasilan kepemimpinannya ditentukan oleh bakat-bakat hebat dan potensi hebat dari para karyawannya.

Nilai-nilai kehidupan kerja terbaik bila dijadikan kebiasaan atau gaya hidup sehari-hari, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi energi yang sangat kuat untuk menciptakan keberhasilan terbaik. Hal ini selaras dengan ucapan Aristoteles bahwa “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Maka keunggulan bukan tindakan, tetapi kebiasaan.”  Intinya, keunggulan, kehebatan, dan semua yang luar biasa itu adalah produk dari kebiasaan. Jadi, mulai hari ini, Anda bisa berlatih dan membiasakan cara kerja Anda dengan nilai-nilai terbaik.

Siapapun bisa bekerja di atas rata-rata, dan menjadi pribadi luar biasa yang bekerja dengan kualitas tinggi. Jadi, bila hari ini Anda merasa belum sukses, maka perbaiki kebiasaan kerja dan kebiasaan hidup Anda. Inginkan dan niatkan di dalam hati untuk merubah semua kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Setiap hari, ingatkan kepada diri sendiri bahwa perubahan adalah abadi, dan hanya melalui perubahan Anda bisa menyiapkan kebiasaan-kebiasaan terbaik untuk mencapai keunggulan dan kemenangan di dalam hidup Anda.

Miliki kebiasaan terbaik untuk mengelola dan memanfaatkan waktu dengan disiplin; miliki kebiasaan untuk melayani dan berkontribusi dengan lebih produktif; miliki kebiasaan untuk bekerja dengan prioritas utama dan mengerjakannya sampai berhasil; miliki kebiasaan untuk mengkontrol dan menghilangkan stres dan pikiran negatif; miliki kebiasaan untuk berempati, bertoleransi, dan fleksible; miliki kebiasaan untuk berkolaborasi, berkoordinasi, dan berkembang dalam kerja bersama; miliki kebiasaan untuk mematuhi prosedur, sistem, etika, dan etos kerja yang paling produktif; miliki kebiasaan berpikir positif, berprasangka baik, dan melayani perbedaan dengan ikhlas; dan miliki kebiasaan untuk mengembangkan etos kerja yang kuat berlandaskan nilai-nilai inti organisasi.

Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin menjadi contoh dan teladan bagi karyawan. Jika pemimpin sudah bisa menjadikan dirinya contoh dan teladan di tempat kerja, maka semua orang di tempat kerja mampu mengembangkan kredibilitas dan reputasinya masing-masing untuk menghasilkan budaya kerja yang hebat dan andal. Jadi, karyawan tidak perlu lagi didorong-dorong untuk memiliki kebiasaan hebat, mereka akan sadar sendiri setelah melihat pemimpinnya yang hebat dan unggul di dalam rutinitas kerja.

Kebiasaan menjadikan segalanya otomatis, tidak perlu berpikir, tidak ada kesulitan, semuanya mudah dan dapat dilakukan dengan sebaik mungkin. Sebaliknya, bila Anda belum terbiasa, pasti Anda mengalami kesulitan dan tidak mudah untuk dilakukan. Intinya, apapun bisa Anda kerjakan dan lakukan dengan sempurna bila Anda sudah terbiasa dan terlatih secara profesional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG BERTINDAK DAN TIDAK SEKEDAR BERKATA-KATA

motivasi-17102016

“Integritas dan akuntabilitas pemimpin memenangkan dirinya dari semua tantangan dan rintangan berat. Zaman sekarang, zaman kerja, pemimpin yang bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab selalu dicari dan dibutuhkan.”~Djajendra

Ucapan dan tindakan seorang pemimpin dilihat dan diikuti oleh orang-orang disekitarnya. Bila ucapan dan tindakan tidak sama, maka pemimpin tersebut akan tidak dipercaya. Tanpa kepercayaan tidak ada kepemimpinan. Pemimpin ada karena dipercaya dan diikuti.

Tindakan pemimpin dihasilkan dari kebiasaan pemimpin. Pemimpin yang berkualitas terbiasa membangun rasa percaya diri di lingkungan kerja; membangun sikap optimisme semua orang; membangun kejujuran dan tanggung jawab; membangkitkan semangat dan gairah untuk berprestasi; menciptakan rutinitas dengan budaya yang kuat; menghilangkan semua yang tidak penting; fokus pada satu tujuan dengan semua potensi dan kekuatan; mengembangkan pemikiran positif dan energi positif di tempat kerja; serta menguatkan empati dan toleransi dalam memperkuat hubungan sosial di tempat kerja.

Di zaman banjir informasi dan kekuatan media sosial ini, sebagian masyarakat sudah mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar, sehingga ketika pemimpin berkata-kata sesuatu yang tidak benar atau berjanji sesuatu yang tidak mungkin, maka pemimpin tersebut tidak akan dipercaya. 

Bukti kerja dan hasil yang terlihat merupakan kekuatan pemimpin untuk menambah kepercayaan dari banyak pihak. Pemimpin di zaman sekarang mengerti bahwa stakeholder yang cerdas tidak suka dengan janji-janji, mereka lebih suka dengan fakta dan kerja daripada janji-janji. Oleh karena itu, tidak cukup hanya berkomitmen, tetapi juga harus mampu menampilkan karya dan prestasi untuk meyakinkan stakeholder. 

Transparansi pemimpin membuktikan keberanian untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah dan akan dilakukan. Transparansi pemimpin membangun kepercayaan dan menghancurkan keraguan terhadap pemimpin. Dalam hal ini, pemimpin dipercaya adalah yang jujur, terbuka, bertanggung jawab, tegas, berani, dan sangat produktif untuk menuntaskan tugas. Intinya, sekarang ini, stakeholder lebih memilih pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab walau cara berkomunikasi pemimpin tersebut tidak bersahabat. Stakeholder mau menerima keterbatasan dan kesalahan pemimpin dalam berkomunikasi, tetapi dengan syarat: pemimpin tidak boleh mengabaikan integritas dan akuntabilitas.

Integritas dan akuntabilitas pemimpin pasti mengalahkan semua pencitraan pemimpin. Zaman sekarang, zaman kerja, bukan zaman pencitraan. Pemimpin yang bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab selalu dicari dan dibutuhkan untuk kehidupan zaman sekarang. Stakeholders tidak lagi terpesona dengan penampilan fisik dan tutur kata menjanjikan, tetapi terpesona dengan pemimpin yang bertindak dan melakukan pekerjaan dengan tegas. Oleh karena itu, tanda kelemahan dari seorang pemimpin pada zaman ini adalah tidak mampu bekerja dengan tegas dan produktif. Selama pemimpin tersebut bisa bekerja dengan tegas, produktif, dan berani; maka, pemimpin tersebut dianggap sukses.

Tidak ada seorang pemimpin pun yang sempurna, semua memiliki keterbatasan. Tetapi, integritas, akuntabilitas, keberanian, ketegasan, dan kemampuan mengeksekusi rencana dengan cepat mampu menghilangkan ketidaksempurnaan tersebut. Oleh karena itu, pemimpin zaman sekarang harus berani dan cerdas di lapangan, mampu membuat keputusan yang cepat dan mampu mengeksekusi keputusan tersebut dengan lebih cepat lagi. Stakeholder tidak suka dengan pemimpin yang suka ragu dan tidak berani mengeksekusi. Keberanian, ketegasan, dan kecepatan eksekusi pemimpin menjadikan dirinya dihormati dan dicintai oleh kebanyakan stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN DENGAN STANDAR ETIKA YANG TINGGI

“Pengabaian etika bisnis menimbulkan proses bisnis berbiaya tinggi, dan juga potensi resiko hukum atas ketidakjujuran.”~Djajendra

Kepemimpinan perusahaan adalah kekuasaan dan tanggung jawab di tempat kerja. Agar kekuasaan dan tanggung jawab ini dapat dijalankan dengan cara-cara yang benar dan baik, serta kemampuan untuk menghindari cara-cara tidak benar dan tidak baik; maka, para pemimpin di perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya kerja yang etis. Membangun standar etika yang tinggi, model perilaku yang tepat, integritas dan akuntabilitas yang konsisten.

Dalam proses bisnis, sangat banyak peristiwa yang memungkinkan terjadinya pengabaian etika. Sering sekali, kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok bisa memicu perbuatan yang mengabaikan etika. Sebagai contoh: seorang staf dari bagian pembelian menerima komisi dari penjual, dan komisi tersebut masuk ke kantong pribadi. Contoh yang lain, seorang staf dari bagian pembayaran meminta komisi agar pembayaran bisa dipercepat. Dan, sangat banyak wilayah dalam proses bisnis yang berpotensi mengabaikan etika.

Pertanyaannya, apa yang akan terjadi kalau etika bisnis selalu diabaikan? Jawabannya jelas, pengabaian etika bisnis menimbulkan proses bisnis berbiaya tinggi, dan juga potensi resiko hukum atas ketidakjujuran.   

Proses bisnis yang efektif dan efisien membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan berani menjalankan etika bisnis dengan standar yang tinggi. Tanpa implementasi etika bisnis dan kode etik perilaku di tempat kerja, maka tata kelola perusahaan yang terbaik sulit diwujudkan. Tanpa internalisasi etika bisnis dan kode etik perilaku ke dalam mental dan perilaku pegawai, maka proses bisnis berpotensi berbiaya tinggi. Kepemimpinan yang etis berani mengambil tindakan dan menunjukkan kepada semua stakeholder bahwa organisasinya mematuhi isu-isu etis. Keberanian dan kepastian pemimpin untuk menjalankan nilai-nilai etika, akan meningkatkan kualitas budaya organisasi etis di tempat kerja.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi tidak hanya membuat tata kelola bisnis yang terbaik, panduan etika bisnis, panduan kode etik perilaku, prosedur kerja yang profesional, aturan, peraturan, dan kebijakan yang mempromosikan etika sebagai fondasi budaya perusahaan. Mereka juga merupakan kepemimpinan yang membentuk perilaku dan karakter kerja dengan nilai-nilai inti perusahaan. Nilai-nilai inti (core values) perusahaan merupakan jati diri dan identitas unik dari perusahaan. Oleh karena itu, kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi merasa bertanggung jawab untuk mengatur perilaku karyawan agar selalu selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan. Bila ada karyawan yang perilaku kerjanya tidak selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan, maka dia akan menjadi kekuatan negatif yang merusak implementasi dan internalisasi etika bisnis.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi wajib menjadi contoh dan memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku etis. Intinya, kepemimpinan etis memberitahu kepada semua stakeholder tentang cara menjalankan etika bisnis dan kode etik perilaku melalui kepribadian dan karakter kerjanya.

Nilai-nilai inti pribadi dan nilai-nilai inti perusahaan harus menyatu. Misalnya, nilai-nilai inti pribadi tidak mempercayai transparansi, sedangkan nilai-nilai inti perusahaan mempercayai transparansi. Kondisi ini akan membuat nilai-nilai inti pribadi bertentangan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Akibatnya, karyawan tidak mungkin bisa bekerja dengan sepenuh hati bersama perusahaan. Padahal, setiap orang di tempat kerja harus mampu menjadi kekuatan dari budaya organisasi yang unik dan sesuai dengan napas perusahaan.

Untuk mendapatkan nilai-nilai inti pribadi karyawan yang selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan dimulai dari perekrutan dan pelatihan. Dalam proses perekrutan jangan terjebak dengan tingginya nilai akademik calon karyawan, tetapi berikan perhatian pada nilai-nilai inti pribadi calon karyawan. Tingginya nilai akademik calon karyawan tidak menjamin bahwa dia akan menjadi kekuatan positif bagi budaya kerja yang etis. Jadi, begitu seseorang diterima sebagai pegawai, sudah tidak ada lagi urusannya dengan nilai-nilai akademik, urusannya sekarang adalah kemampuannya untuk bekerja bersama budaya etis di perusahaan.

Penguatan budaya etis di setiap aspek di dalam organisasi menjadikan perusahaan kuat dan mampu beradaptasi di setiap situasi yang tidak pasti. Benar dan salah bukanlah dihasilkan dari persepsi, tetapi dari standar etika dan sistem yang dapat dipercaya.

Pemimpin etis harus memiliki mental yang etis agar dapat melakukan tindakan yang benar, pada waktu yang tepat, untuk alasan yang tepat. Etika harus menjadi dasar pemikiran dan tindakan dalam melakukan apa saja di tempat kerja. Pemimpin dan karyawan harus hidup dalam satu jiwa dan satu napas bersama prinsip-prinsip kerja yang jujur, bertanggung jawab, adil, melayani, menepati janji, menghormati orang lain, mematuhi aturan-aturan, dan berkepastian hukum.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi mampu mengenali dan mengelola dilema etika secara profesional. Dilema etika berarti dihadapkan dengan pilihan sulit untuk menjalankan etika secara benar. Seperti dipahami oleh banyak pemimpin perusahaan bahwa di tempat kerja sangat banyak kepentingan, apalagi bila kepentingan itu datang dari orang-orang yang lebih tinggi kekuasaannya dari para pemimpin di perusahaan. Dalam hal ini, dilema etika sudah tidak dapat lagi disembunyikan dengan cara apapun. Di sinilah diperlukan untuk mendengarkan suara hati yang sudah terbentuk sejak lama dari integritas pribadi yang tinggi. Artinya, saat dilema etika begitu sulit, dengarkan suara hati nurani Anda, lalu berpikirlah secara rasional dengan akal sehat sebelum mengambil keputusan atas dilema etika yang Anda hadapi. Itulah cara menjalankan standar etika kepemimpinan walau Anda sedang menghadapi dilema etika yang sulit.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TANPA EKSEKUSI, STRATEGI DAN RENCANA YANG HEBAT TERTIDUR PULAS

“Bila tidak ada eksekusi, maka semua rencana dan strategi tertidur selamanya.”~Djajendra

Tantangan terbesar dalam menjalankan sebuah rencana adalah keberanian untuk eksekusi. Pada umumnya, orang suka membuat rencana, mengatur strategi, berharap mencapai keberhasilan, tetapi tidak memiliki kompetensi yang lengkap untuk mengeksekusi atau bertindak.  

Harus memiliki keberanian dan pengetahuan yang luas di lapangan agar eksekusi dapat dilakukan secara benar dan tepat. Pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan intuisi haruslah menyatu di dalam kompetensi eksekusi. Dengan kata lain, untuk melakukan eksekusi atau tindakan yang tepat dan hebat, haruslah memiliki kemampuan dan pengalaman untuk memastikan eksekusi tersebut sukses.

Di wilayah eksekusi, efektivitas dan efisiensi di semua aspek kerja harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Bila sebuah tindakan atau eksekusi mengabaikan efektivitas dan efisiensi, maka sukses atau hasil yang diinginkan sulit tercapai. Jadi, jangan pernah melupakan efektivitas dan efisiensi untuk mendapatkan kinerja terbaik dari tindakan yang dilakukan.

Bekerja di wilayah eksekusi membutuhkan semangat yang tinggi, etos kerja yang hebat, disiplin, rasa percaya diri, dan kebiasaan kerja dengan mental pemenang. Memang tidak semua orang berbakat di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah yang keras, dan beragam latar belakang orang yang eksis di sana. Jadi, Anda harus memiliki ketegasan, keberanian, kepastian, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai macam potensi resiko.

Setelah Anda memiliki rencana dan strategi yang hebat, Anda harus mempersiapkan mental yang hebat untuk bisa menjalankan kemampuan eksekusi Anda. Tidak boleh ada keraguan, tidak boleh ada penundaan, tidak boleh khawatir, Anda harus berani melakukannya. Ingat selalu bahwa tanpa eksekusi yang hebat, semua rencana dan strategi terhebat pun menjadi tidak berguna.

Hasil akhir terbaik dari sebuah eksekusi ditentukan oleh kualitas eksekusi. Tanpa keberanian untuk eksekusi, maka semua rencana dan strategi hanya hidup di dalam imajinasi, dan mungkin tidak pernah terwujud dalam dunia nyata.

Setiap prestasi besar dihasilkan dari kemampuan eksekusi yang cerdas. Tindakan-tindakan yang produktif dan terukur kualitasnya akan memberikan kinerja dan prestasi terbaik.

Di wilayah eksekusi, daya tahan mental dan totalitas di lapangan menentukan keberhasilan. Sekali melangkah memasuki wilayah eksekusi tidaklah boleh mundur atau menyerah oleh alasan apapun. Keberhasilan hanya bisa didapatkan di wilayah eksekusi. Wilayah strategi dan rencana adalah wilayah imajinasi atau angan-angan. Jadi, kalau mau sukses, ya bertindaklah, lakukan dengan berani untuk mencapai hasil sesuai rencana.

Tidak ada lagi teori di wilayah eksekusi. Jadi, apapun realitasnya di lapangan, Anda harus fokus dengan tindakan untuk menghasilkan kinerja. Pastinya, semua hal yang mau dieksekusi sudah ada di dalam rencana. Tetapi, mungkin saja dilapangan rencana dan realitas tidak nyambung. Di sinilah, tugas seorang pemimpin yang tegas dan berani diperlukan, untuk menyambung antara rencana dan realitas di lapangan.

Bila kepemimpinan kurang tegas, banyak teori, dan tidak mampu mengeksekusi; maka, semua rencana dan strategi yang hebat selamanya tertidur pulas. Hanya pemimpin yang tegas, berani, seorang eksekutor yang andal, yang dapat membangunkan rencana dan strategi yang tertidur pulas tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJEMEN YANG EFEKTIF DIHASILKAN DARI KOMPETENSI DAN KUALITAS KERJA TERBAIK

“Sikap tinggi hati tidak pernah menjadikan seseorang belajar untuk tumbuh, tetapi hanya menjadikan seseorang suka memamerkan kemampuannya yang sedikit.”~Djajendra

Setiap perusahaan selalu merencanakan untuk mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya manusianya. Hal ini, baru bisa terjadi, bila manajemen bekerja dengan efektif dan produktif. Untuk membuat manajemen bekerja dengan efektif dan produktif, diperlukan kualitas kerja dan kompetensi terbaik dari para karyawan. Tanpa memiliki karyawan-karyawan yang ahli di pekerjaannya masing-masing, tidaklah mungkin bisa menghasilkan manajemen yang efektif dan produktif. Oleh karena itu, para pimpinan harus memiliki kesadaran dan tindakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya di semua dimensi atau aspek kerja. Mengabaikan kualitas, keahlian, kompetensi, dan etos kerja karyawan sama saja dengan membiarkan perusahaan menjadi tidak efektif dan produktif.

Pengetahuan, wawasan, etos, kekuatan fisik, kekuatan pikiran positif, dan kekuatan hati nurani menjadi dasar untuk membangun kekuatan keahlian di pekerjaan masing-masing. Setiap individu karyawan harus dilatih untuk memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan yang unggul. Mereka juga harus dibangun dan dikembangkan secara terus-menerus untuk memiliki daya tahan dan daya beradaptasi di setiap titik perubahan dan titik tantangan. Kesadaran perusahaan untuk secara terus-menerus meningkatkan keahlian dan etos terbaik karyawan, menjadikan karyawan sebagai harta yang paling produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Setiap karyawan harus memiliki kesadaran bahwa bila ingin memiliki keamanan kerja dan ingin dihargai di tempat kerja, maka dirinya harus disiplin untuk mengembangkan keahlian dan etos kerja yang luar biasa produktif. Membiasakan diri untuk selalu tekun dan disiplin, serta fokus untuk menumbuhkan kualitas diri dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan, akan meningkatkan keandalan karyawan. Sebagai karyawan yang profesional, jadilah pembelajar yang selalu rendah hati untuk menguji kualitas keahlian yang dimiliki saat ini; pahami dan identifikasi kekurangan yang dimiliki; teruslah belajar untuk menumbuhkan kompetensi agar diri Anda bisa tampil lebih andal dan lebih ahli di tempat kerja. Investasikan waktu, energi, uang, dan semangat Anda untuk menjadikan Anda lebih andal di tempat kerja.

Kepemimpinan dan karyawan harus bersatupadu untuk membangun keahlian di tempat kerja. Bersama-sama memperluas keterampilan, wawasan, pengetahuan, keahlian, dan integritas. Bersama-sama mempromosikan energi positif sebagai fondasi untuk mengembangkan citra perusahaan yang terpercaya, meningkatkan kredibilitas, bersikap profesional di setiap situasi, serta menjadikan karyawan dan kepemimpinan memiliki kepercayaan diri untuk mengatasi krisis atau situasi yang tidak menguntungkan.

Menjadikan perusahaan sebagai organisasi yang belajar terus.

Informasi harus ditanggapi dengan pengetahuan dan akal sehat. Sekarang ini, informasi begitu banyak, setiap orang bisa memproduksi informasi dan menyebarluaskannya melalui situs-situs di internet. Jadi, dunia internet membuat setiap orang bisa terus-menerus belajar sendiri dari informasi-informasi yang tersebar. Tetapi, perlu diingat, semua informasi tersebut belum tentu benar atau tepat, dan belum tentu membawa kebaikan untuk perusahaan, maupun untuk kebaikan peningkatan karir Anda. Janganlah terlalu mudah mempercayai semua informasi yang Anda dapatkan dari media sosial, selalu kuatkan kualitas diri dengan pengetahuan dan akal sehat agar Anda bisa mendapatkan informasi yang benar untuk kemajuan karir.   

Membangun dan meningkatkan keahlian bukanlah pekerjaan yang sifatnya instan, diperlukan proses dan waktu untuk menjadikan seorang karyawan ahli dan andal di tempat kerja. Ini merupakan tugas penting yang membutuhkan kepemimpinan, integritas, waktu, dan proses panjang. Menjadikan karyawan ahli dan unggul adalah dengan berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan seumur hidup. Jadi, perusahaan harus memiliki kebijakan dan program-program yang konsisten untuk membangun keahlian karyawan di semua sektor di tempat kerja.

Keahlian haruslah ditampilkan melalui etos kerja yang hebat. Keahlian harus bisa meningkatkan kredibilitas perusahaan untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada stakeholders. Keahlian harus bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam sikap rendah hati. Keahlian harus bisa mendorong perkembangan dan peningkatan kinerja. Keahlian karyawan harus bisa menumbuhkan keunggulan di setiap tindakan.  

Manajemen yang efektif dihasilkan dari keahlian, kompetensi, dan kualitas kerja terbaik karyawan dan pimpinan. Artinya, pimpinan dan karyawan harus memiliki disiplin dan integritas untuk belajar dan menjaga sikap rendah hati. Bila arogansi muncul dan kebijaksanaan untuk rendah hati hilang, maka energi negatif akan merusak semua keahlian yang dimiliki. Sikap tinggi hati tidak pernah menjadikan seseorang belajar untuk tumbuh, tetapi hanya menjadikan seseorang suka memamerkan kemampuannya yang sedikit.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts