BEKERJA DALAM SATU BUDAYA YANG SAMA UNTUK MENCEGAH KESALAHPAHAMAN DI TEMPAT KERJA

“Budaya perusahaan itu satu, tetapi orang-orang yang bekerja di dalam perusahaan suka membawa budaya pribadinya masing-masing ke dalam rutinitas kerja, sehingga budaya perusahaan menjadi tidak satu.”~Djajendra

Bekerja dalam satu budaya haruslah menjadi komitmen dan kewajiban dari setiap insan perusahaan. Bila setiap insan perusahaan memiliki cara berpikir yang tidak sejalan dengan misi perusahaan; nilai-nilai pribadi dan keyakinan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan; kepemimpinan diri sendiri yang tidak sesuai dengan kepemimpinan perusahaan; maka, konflik batin muncul dari akibat benturan antara budaya pribadi dengan budaya perusahaan. Dampaknya, budaya perusahaan tidak pernah kuat dan setiap saat dikecilkan oleh ego dari budaya pribadi masing-masing insan perusahaan.

Sudah menjadi kodrat dalam kehidupan bahwa setiap orang berbeda satu sama lain. Setiap orang yang datang ke kantor atau pabrik berasal dari latar belakang budaya yang berbeda. Perbedaan latar belakang budaya ini harus menyatu di dalam budaya perusahaan yang kuat. Bila budaya perusahaan tidak kuat dan tidak menjadi dominan di dalam rutinitas kerja, maka kondisi ini menciptakan kesalahpahaman dalam hubungan kerja. Akibatnya, kolaborasi dan koordinasi menjadi lemah, serta produktivitas tidak bisa menjadi optimal. Sebab, insan perusahaan hidup dalam lingkungan kerja yang saling tersinggung dan sulit memahami satu sama lain.

Manajemen dan kepemimpinan yang kuat selalu bekerja dalam satu budaya yang sama dan mencegah kesalahpahaman di tempat kerja. Dalam hal ini, nilai-nilai dan keyakinan perusahaan dikuatkan dan diinternalisasi ke dalam diri setiap insan perusahaan agar mereka menyatu dalam satu budaya kerja yang kuat. Setiap perbedaan dikelola dan diambil keunggulan untuk memperkuat organisasi dan bisnis perusahaan. Setiap insan perusahaan dilengkapi dengan kompetensi yang profesional dan dikelola menjadi lebih berguna bagi daya saing perusahaan. Kepemimpinan dan manajemen yang kuat bekerja menggunakan budaya organisasi yang kuat, sehingga mampu mencegah semua potensi resiko yang bersumber dari budaya negatif yang terbawa oleh karyawan.

Ketika manajemen dan kepemimpinan perusahaan sudah mampu mengelola dan bekerja berdasarkan budaya organisasi yang kuat, maka operasional budaya kerja tidak akan terpengaruh oleh perbedaan budaya perusahaan. Semua budaya pribadi karyawan tidak akan mampu mempengaruhi kekuatan budaya perusahaan yang formal. Setiap orang di dalam perusahaan mampu berkomunikasi dan berinteraksi berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Nilai-nilai dan keyakinan pribadi karyawan disatukan oleh nilai-nilai dan keyakinan perusahaan, sehingga keharmonisan kerja terwujud dengan baik. Setiap orang yang berbeda budaya dan latar belakang mampu disatukan oleh budaya perusahaan yang kuat, sehingga mereka bisa menjadi tim yang solid di dalam rutinitas kerja.

Budaya perusahaan yang kuat terbentuk dari nilai-nilai dan keyakinan yang kuat, aturan dan kebijakan yang tegas, etika dan kepatuhan pada hukum, perilaku kerja yang adil dan menghormati karir setiap orang, kepemimpinan yang berani dan tegas, kompetensi dan kualitas karyawan yang tinggi, bisnis yang tumbuh terus-menerus, serta terpenuhinya kebutuhan ekonomi dan spiritual karyawan.

Dalam budaya yang kuat manajemen perusahaan membangun hubungan kerja berdasarkan nilai-nilai dan keyakinan perusahaan dengan tegas. Dalam hal ini, tidak ada kompromi terhadap nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Setiap orang, suka tidak suka, wajib untuk mematuhi dan mengikuti nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Tidak boleh menduakan hati terhadap nilai-nilai dan keyakinan perusahaan. Semua ini tidak berhenti sebatas keyakinan dan nilai-nilai secara normatif, tetapi harus ditunjukkan melalui tindakan yang tegas dan nyata di lapangan. Jadi, manajemen wajib memberikan prosedur dan instruksi yang jelas dan pasti agar nilai-nilai dan keyakinan perusahaan bisa digunakan oleh setiap insan perusahaan di dalam proses kerja.

Budaya yang kuat memberi ruang bagi kreativitas dalam menghadapi bisnis yang dinamis. Karena situasi dan kebutuhan bisa berubah setiap waktu, maka budaya harus terbuka dan menjadi lebih fleksibel untuk mengalir dalam perubahan. Dalam hal ini, budaya harus mampu memahami dan melayani kebutuhan setiap insan perusahaan dalam menghadapi kedinamisan organisasi dan bisnis.

Dalam budaya organisasi yang kuat setiap individu adalah aset perusahaan. Oleh karena itu, setiap insan perusahaan wajib dirawat dan diperhatikan dengan empati. Memberikan penghargaan yang tepat untuk kinerja masing-masing individu. Memberikan kompetensi agar setiap individu terbiasa bekerja dengan menggunakan inisiatif yang tepat. Membangunkan jiwa spiritual, mental pemenang, dan daya tahan fisik yang kuat agar mereka menjadi kekuatan nyata di dalam organisasi. Memberikan rasa percaya diri untuk menjadi kreatif, inovatif, dan membiasakan diri selalu rendah hati untuk bisa belajar dari kesalahan dan kekurangan yang ada.

Membiasakan individu bekerja dalam kelompok dan menjadi kekuatan kerja sama di dalam tim. Semua insan perusahaan bekerja untuk satu visi, satu budaya, dan satu tujuan perusahaan. Jadi, semua orang adalah satu untuk perusahaan. Loyalitas dalam kolaborasi dan kerja sama di dalam proses kerja menjadi sangat penting. Kehebatan dan keunggulan individu hanya bermanfaat bagi kemajuan perusahaan bila mampu membantu orang lain di dalam perusahaan. Intinya, kehidupan di tempat kerja adalah kehidupan yang menyatu dan melebur dengan orang lain untuk mencapai misi, visi, dan tujuan perusahaan.

Berpikir positif dan mengelola emosi positif adalah cara untuk memperkuat budaya organisasi. Insan perusahaan yang cerdas emosional mampu menjaga suasana hati yang baik di setiap situasi dan keadaan di tempat kerja. Jadi, apapun realitas di tempat kerja, setiap insan perusahaan mampu mengendalikan emosi dan pikiran dengan bijak. Tidak akan ada unjuk emosi negatif, semua orang akan bekerja dalam kesadaran untuk memperkuat komunikasi dan interaksi. Intinya, budaya perusahaan yang kuat terbentuk dari kedewasaan emosi, sikap, pikiran, dan jiwa yang bijak dari setiap insan perusahaan.

Bekerja dalam satu budaya yang sama membutuhkan perilaku kerja yang saling hormat dan tidak menantang keputusan dari otoritas yang lebih tinggi. Otoritas tertinggi berada pada kepemimpinan tertinggi. Dalam hal ini, kepemimpinan tertinggi harus bekerja dengan integritas  agar dipercaya atas keputusan yang diambil, serta menjadi kekuatan untuk mencegah kesalahpahaman.

Setiap individu di tempat kerja berkaitan dengan individu yang lain, setiap divisi di tempat kerja berkaitan dengan divisi yang lain, setiap departemen di tempat kerja berkaitan dengan departemen yang lain, setiap insan perusahaan berkaitan dengan lingkungan kerja. Jadi, tidak boleh ada ego individu, ego kelompok, ego fungsi, ego peran, dan ego kepentingan. Setiap orang harus menjadi sel yang memperkuat budaya organisasi, bukan sel yang merusak atau merongrong kekuatan budaya organisasi. Setiap insan perusahaan harus mampu mengendalikan ego dan nafsu yang berpotensi merusak lingkungan kerja yang positif. Setiap insan perusahaan harus mampu menjadi budaya perusahaan yang kuat dan mengatur semangat kerja untuk mencapai kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TIDAK ADA KEMENANGAN MELAWAN PERUBAHAN

“Kita semua hidup dalam dunia yang terbatas dengan pikiran yang tidak terbatas.”~Djajendra

Perubahan adalah sesuatu yang pasti. Setiap perlawanan terhadap perubahan menghasilkan kemunduran. Perubahan adalah cara Tuhan menjadikan kehidupan Anda lebih baik.

Setiap orang harus berani dan harus mampu untuk membuat perubahan di dalam kehidupannya. Lakukan perubahan untuk menambahkan kebaikan dan kesejahteraan di dalam kehidupan diri sendiri.

Perubahan membutuhkan wawasan yang lebih luas agar mampu melihat dunia dengan pandangan yang lebih lebar; agar mampu berpikir dengan lebih kreatif; dan agar tidak terhenti dalam pandangan sempit.

Kita semua hidup dalam dunia yang terbatas dengan pikiran yang tidak terbatas. Pikiran yang tidak terbatas inilah yang menciptakan inovasi dan kreativitas untuk menghasilkan kehidupan yang tak terbatas. Kehidupan yang tak terbatas ini bila diisi dengan karya yang produktif, maka kesejahteraan hidup dapat tercipta bagi siapapun.

Perubahan adalah perlawanan terhadap zona nyaman kehidupan. Dalam hal ini, diperlukan pengorbanan untuk meninggalkan zona nyaman, dan keberanian untuk hidup di luar zona nyaman. Jelas, hal ini bukan persoalan mudah dan sederhana. Diperlukan pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru untuk beradaptasi dalam kehidupan di luar zona nyaman.

Perlawanan terhadap zona nyaman bukan berarti memerangi atau memusuhi zona nyaman. Tetapi, membangun disiplin dan daya tahan diri untuk berkarya secara lebih produktif di wilayah luar zona nyaman. Artinya, fokus dan perhatian diberikan seratus persen untuk kehidupan di luar zona nyaman.

Perubahan harus diikuti kemampuan untuk pengembangan diri. Anda membutuhkan kualitas diri yang baru untuk bisa beradaptasi dengan kehidupan di dalam perubahan. Pastinya Anda belum mengetahui seperti apa realitas kehidupan di luar zona nyaman Anda. Oleh karena itu, Anda harus siap mental dan fisik untuk melakukan proses pengembangan diri agar dapat memiliki sikap, sifat, pola pikir, karakter, perilaku, dan kebiasaan untuk kehidupan di luar zona nyaman Anda.

Perubahan tidak datang dengan mudah, diperlukan perjuangan dan pengorbanan yang luar biasa. Sangat banyak tantangan dan rintangan yang harus dihadapi. Sangat banyak ketidakpastian yang harus ditaklukkan. Perubahan tidak suka ditahan atau dikendalikan, perubahan lebih suka mengalir dalam disiplin untuk perilaku yang sangat produktif. Perubahan selalu menciptakan realitas kehidupan searah peradaban baru, dan tidak seorang pun yang bisa menang melawan perubahan. 

Perubahan memerlukan kerja keras, dan diperlukan mental yang mau bekerja tanpa menyerah. Mental yang siap membayar apapun agar perubahan itu terlaksana dengan baik. Oleh karena itu, tidak semua orang mampu bekerja untuk perubahan, sebab bekerja dalam perubahan bukanlah persoalan mudah. Hanya orang-orang pilihan bermental hebat yang mampu memimpin perubahan, bukan semua orang ditakdirkan untuk memimpin perubahan. Intinya, jika perubahan itu mudah, maka semua orang pasti bisa melakukannya dengan mudah. Faktanya, tidak semua orang mampu melakukan perubahan. Itu artinya, perubahan bukanlah sesuatu yang mudah dan sederhana.

Perubahan pasti menghadirkan ketidakpastian, dan ketidakpastian tersebut tidak boleh ditakuti atau dihindari. Harus ada keberanian dan mental pemenang untuk merangkul dan hidup bersama ketidakpastian. Bila ketidakpastian ditakuti dan dihindari, maka perubahan tidak akan pernah terjadi, dan kemunduranlah akan terus-menerus menjadikan kehidupan Anda terkebelakang.

Tidak seorang pun bisa menang melawan perubahan. Orang-orang yang menghindari perubahan menjadikan dirinya dan hidupnya tidak tumbuh. Hanya perubahan yang membuat kemajuan, tanpa perubahan tidak ada kemajuan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBIASAAN-KEBIASAAN TERBAIK PEMIMPIN MENJADI CONTOH DAN TELADAN BAGI KARYAWAN

 

motivasi-18102016

“Bila semua cara kerja yang luar biasa sudah menjadi kebiasaan kerja Anda, maka Anda tidak perlu lagi menjadi pribadi luar biasa untuk menghasilkan kinerja luar biasa. Anda cukup menjadi pribadi biasa untuk menghasilkan kinerja luar biasa. Kebiasaan menjadikan Anda unggul dan lebih hebat.”~Djajendra

Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin menjadikannya bergerak lincah dan produktif di dalam organisasi. Dia mampu menunjukkan arah terbaik, membawa orang-orang menuju harapan dan visi yang sudah direncanakan, dan menguasai cara terbaik untuk mencapai keberhasilan. Sikap dan perilaku kerjanya menjadi contoh dan terlihat oleh semua orang, sehingga memicu motivasi dari para staf untuk meniru cara kerja dan semangat kerja pemimpinnya.

Semua nilai-nilai kehidupan terbaik bila sudah menjadi kebiasaan; maka, semuanya terlihat di dalam sikap, perilaku, kepribadian, kemampuan, kualitas, dan karakter terbaik. Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin selalu menjadi inspirasi yang mengajarkan dan memberdayakan semua orang yang dipimpin untuk tumbuh bersama potensi hebat masing-masing.

Pemimpin yang hebat sadar bahwa keberadaan dirinya untuk memaksimalkan kinerja, dan juga untuk memaksimalkan potensi dari orang-orang yang bekerja dengan dirinya. Hal ini, membuat pemimpin hebat tidak hanya berfokus pada proses kerja, tetapi juga fokus untuk mengoptimalkan dan memberdayakan semua potensi dan bakat hebat dari para karyawan. Dia sadar bahwa keberhasilan kepemimpinannya ditentukan oleh bakat-bakat hebat dan potensi hebat dari para karyawannya.

Nilai-nilai kehidupan kerja terbaik bila dijadikan kebiasaan atau gaya hidup sehari-hari, maka nilai-nilai tersebut mampu menjadi energi yang sangat kuat untuk menciptakan keberhasilan terbaik. Hal ini selaras dengan ucapan Aristoteles bahwa “Kita adalah apa yang kita lakukan berulang kali. Maka keunggulan bukan tindakan, tetapi kebiasaan.”  Intinya, keunggulan, kehebatan, dan semua yang luar biasa itu adalah produk dari kebiasaan. Jadi, mulai hari ini, Anda bisa berlatih dan membiasakan cara kerja Anda dengan nilai-nilai terbaik.

Siapapun bisa bekerja di atas rata-rata, dan menjadi pribadi luar biasa yang bekerja dengan kualitas tinggi. Jadi, bila hari ini Anda merasa belum sukses, maka perbaiki kebiasaan kerja dan kebiasaan hidup Anda. Inginkan dan niatkan di dalam hati untuk merubah semua kebiasaan buruk menjadi kebiasaan baik. Setiap hari, ingatkan kepada diri sendiri bahwa perubahan adalah abadi, dan hanya melalui perubahan Anda bisa menyiapkan kebiasaan-kebiasaan terbaik untuk mencapai keunggulan dan kemenangan di dalam hidup Anda.

Miliki kebiasaan terbaik untuk mengelola dan memanfaatkan waktu dengan disiplin; miliki kebiasaan untuk melayani dan berkontribusi dengan lebih produktif; miliki kebiasaan untuk bekerja dengan prioritas utama dan mengerjakannya sampai berhasil; miliki kebiasaan untuk mengkontrol dan menghilangkan stres dan pikiran negatif; miliki kebiasaan untuk berempati, bertoleransi, dan fleksible; miliki kebiasaan untuk berkolaborasi, berkoordinasi, dan berkembang dalam kerja bersama; miliki kebiasaan untuk mematuhi prosedur, sistem, etika, dan etos kerja yang paling produktif; miliki kebiasaan berpikir positif, berprasangka baik, dan melayani perbedaan dengan ikhlas; dan miliki kebiasaan untuk mengembangkan etos kerja yang kuat berlandaskan nilai-nilai inti organisasi.

Kebiasaan-kebiasaan terbaik pemimpin menjadi contoh dan teladan bagi karyawan. Jika pemimpin sudah bisa menjadikan dirinya contoh dan teladan di tempat kerja, maka semua orang di tempat kerja mampu mengembangkan kredibilitas dan reputasinya masing-masing untuk menghasilkan budaya kerja yang hebat dan andal. Jadi, karyawan tidak perlu lagi didorong-dorong untuk memiliki kebiasaan hebat, mereka akan sadar sendiri setelah melihat pemimpinnya yang hebat dan unggul di dalam rutinitas kerja.

Kebiasaan menjadikan segalanya otomatis, tidak perlu berpikir, tidak ada kesulitan, semuanya mudah dan dapat dilakukan dengan sebaik mungkin. Sebaliknya, bila Anda belum terbiasa, pasti Anda mengalami kesulitan dan tidak mudah untuk dilakukan. Intinya, apapun bisa Anda kerjakan dan lakukan dengan sempurna bila Anda sudah terbiasa dan terlatih secara profesional.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN YANG BERTINDAK DAN TIDAK SEKEDAR BERKATA-KATA

motivasi-17102016

“Integritas dan akuntabilitas pemimpin memenangkan dirinya dari semua tantangan dan rintangan berat. Zaman sekarang, zaman kerja, pemimpin yang bekerja dengan jujur dan penuh tanggung jawab selalu dicari dan dibutuhkan.”~Djajendra

Ucapan dan tindakan seorang pemimpin dilihat dan diikuti oleh orang-orang disekitarnya. Bila ucapan dan tindakan tidak sama, maka pemimpin tersebut akan tidak dipercaya. Tanpa kepercayaan tidak ada kepemimpinan. Pemimpin ada karena dipercaya dan diikuti.

Tindakan pemimpin dihasilkan dari kebiasaan pemimpin. Pemimpin yang berkualitas terbiasa membangun rasa percaya diri di lingkungan kerja; membangun sikap optimisme semua orang; membangun kejujuran dan tanggung jawab; membangkitkan semangat dan gairah untuk berprestasi; menciptakan rutinitas dengan budaya yang kuat; menghilangkan semua yang tidak penting; fokus pada satu tujuan dengan semua potensi dan kekuatan; mengembangkan pemikiran positif dan energi positif di tempat kerja; serta menguatkan empati dan toleransi dalam memperkuat hubungan sosial di tempat kerja.

Di zaman banjir informasi dan kekuatan media sosial ini, sebagian masyarakat sudah mampu membedakan mana informasi yang benar dan mana yang tidak benar, sehingga ketika pemimpin berkata-kata sesuatu yang tidak benar atau berjanji sesuatu yang tidak mungkin, maka pemimpin tersebut tidak akan dipercaya. 

Bukti kerja dan hasil yang terlihat merupakan kekuatan pemimpin untuk menambah kepercayaan dari banyak pihak. Pemimpin di zaman sekarang mengerti bahwa stakeholder yang cerdas tidak suka dengan janji-janji, mereka lebih suka dengan fakta dan kerja daripada janji-janji. Oleh karena itu, tidak cukup hanya berkomitmen, tetapi juga harus mampu menampilkan karya dan prestasi untuk meyakinkan stakeholder. 

Transparansi pemimpin membuktikan keberanian untuk mempertanggung jawabkan apa yang sudah dan akan dilakukan. Transparansi pemimpin membangun kepercayaan dan menghancurkan keraguan terhadap pemimpin. Dalam hal ini, pemimpin dipercaya adalah yang jujur, terbuka, bertanggung jawab, tegas, berani, dan sangat produktif untuk menuntaskan tugas. Intinya, sekarang ini, stakeholder lebih memilih pemimpin yang jujur dan bertanggung jawab walau cara berkomunikasi pemimpin tersebut tidak bersahabat. Stakeholder mau menerima keterbatasan dan kesalahan pemimpin dalam berkomunikasi, tetapi dengan syarat: pemimpin tidak boleh mengabaikan integritas dan akuntabilitas.

Integritas dan akuntabilitas pemimpin pasti mengalahkan semua pencitraan pemimpin. Zaman sekarang, zaman kerja, bukan zaman pencitraan. Pemimpin yang bekerja dengan jujur dan bertanggung jawab selalu dicari dan dibutuhkan untuk kehidupan zaman sekarang. Stakeholders tidak lagi terpesona dengan penampilan fisik dan tutur kata menjanjikan, tetapi terpesona dengan pemimpin yang bertindak dan melakukan pekerjaan dengan tegas. Oleh karena itu, tanda kelemahan dari seorang pemimpin pada zaman ini adalah tidak mampu bekerja dengan tegas dan produktif. Selama pemimpin tersebut bisa bekerja dengan tegas, produktif, dan berani; maka, pemimpin tersebut dianggap sukses.

Tidak ada seorang pemimpin pun yang sempurna, semua memiliki keterbatasan. Tetapi, integritas, akuntabilitas, keberanian, ketegasan, dan kemampuan mengeksekusi rencana dengan cepat mampu menghilangkan ketidaksempurnaan tersebut. Oleh karena itu, pemimpin zaman sekarang harus berani dan cerdas di lapangan, mampu membuat keputusan yang cepat dan mampu mengeksekusi keputusan tersebut dengan lebih cepat lagi. Stakeholder tidak suka dengan pemimpin yang suka ragu dan tidak berani mengeksekusi. Keberanian, ketegasan, dan kecepatan eksekusi pemimpin menjadikan dirinya dihormati dan dicintai oleh kebanyakan stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPEMIMPINAN DENGAN STANDAR ETIKA YANG TINGGI

“Pengabaian etika bisnis menimbulkan proses bisnis berbiaya tinggi, dan juga potensi resiko hukum atas ketidakjujuran.”~Djajendra

Kepemimpinan perusahaan adalah kekuasaan dan tanggung jawab di tempat kerja. Agar kekuasaan dan tanggung jawab ini dapat dijalankan dengan cara-cara yang benar dan baik, serta kemampuan untuk menghindari cara-cara tidak benar dan tidak baik; maka, para pemimpin di perusahaan memiliki tanggung jawab untuk membangun budaya kerja yang etis. Membangun standar etika yang tinggi, model perilaku yang tepat, integritas dan akuntabilitas yang konsisten.

Dalam proses bisnis, sangat banyak peristiwa yang memungkinkan terjadinya pengabaian etika. Sering sekali, kepentingan pribadi atau kepentingan kelompok bisa memicu perbuatan yang mengabaikan etika. Sebagai contoh: seorang staf dari bagian pembelian menerima komisi dari penjual, dan komisi tersebut masuk ke kantong pribadi. Contoh yang lain, seorang staf dari bagian pembayaran meminta komisi agar pembayaran bisa dipercepat. Dan, sangat banyak wilayah dalam proses bisnis yang berpotensi mengabaikan etika.

Pertanyaannya, apa yang akan terjadi kalau etika bisnis selalu diabaikan? Jawabannya jelas, pengabaian etika bisnis menimbulkan proses bisnis berbiaya tinggi, dan juga potensi resiko hukum atas ketidakjujuran.   

Proses bisnis yang efektif dan efisien membutuhkan kepemimpinan yang tegas dan berani menjalankan etika bisnis dengan standar yang tinggi. Tanpa implementasi etika bisnis dan kode etik perilaku di tempat kerja, maka tata kelola perusahaan yang terbaik sulit diwujudkan. Tanpa internalisasi etika bisnis dan kode etik perilaku ke dalam mental dan perilaku pegawai, maka proses bisnis berpotensi berbiaya tinggi. Kepemimpinan yang etis berani mengambil tindakan dan menunjukkan kepada semua stakeholder bahwa organisasinya mematuhi isu-isu etis. Keberanian dan kepastian pemimpin untuk menjalankan nilai-nilai etika, akan meningkatkan kualitas budaya organisasi etis di tempat kerja.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi tidak hanya membuat tata kelola bisnis yang terbaik, panduan etika bisnis, panduan kode etik perilaku, prosedur kerja yang profesional, aturan, peraturan, dan kebijakan yang mempromosikan etika sebagai fondasi budaya perusahaan. Mereka juga merupakan kepemimpinan yang membentuk perilaku dan karakter kerja dengan nilai-nilai inti perusahaan. Nilai-nilai inti (core values) perusahaan merupakan jati diri dan identitas unik dari perusahaan. Oleh karena itu, kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi merasa bertanggung jawab untuk mengatur perilaku karyawan agar selalu selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan. Bila ada karyawan yang perilaku kerjanya tidak selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan, maka dia akan menjadi kekuatan negatif yang merusak implementasi dan internalisasi etika bisnis.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi wajib menjadi contoh dan memberikan keteladanan melalui sikap dan perilaku etis. Intinya, kepemimpinan etis memberitahu kepada semua stakeholder tentang cara menjalankan etika bisnis dan kode etik perilaku melalui kepribadian dan karakter kerjanya.

Nilai-nilai inti pribadi dan nilai-nilai inti perusahaan harus menyatu. Misalnya, nilai-nilai inti pribadi tidak mempercayai transparansi, sedangkan nilai-nilai inti perusahaan mempercayai transparansi. Kondisi ini akan membuat nilai-nilai inti pribadi bertentangan dengan nilai-nilai inti perusahaan. Akibatnya, karyawan tidak mungkin bisa bekerja dengan sepenuh hati bersama perusahaan. Padahal, setiap orang di tempat kerja harus mampu menjadi kekuatan dari budaya organisasi yang unik dan sesuai dengan napas perusahaan.

Untuk mendapatkan nilai-nilai inti pribadi karyawan yang selaras dengan nilai-nilai inti perusahaan dimulai dari perekrutan dan pelatihan. Dalam proses perekrutan jangan terjebak dengan tingginya nilai akademik calon karyawan, tetapi berikan perhatian pada nilai-nilai inti pribadi calon karyawan. Tingginya nilai akademik calon karyawan tidak menjamin bahwa dia akan menjadi kekuatan positif bagi budaya kerja yang etis. Jadi, begitu seseorang diterima sebagai pegawai, sudah tidak ada lagi urusannya dengan nilai-nilai akademik, urusannya sekarang adalah kemampuannya untuk bekerja bersama budaya etis di perusahaan.

Penguatan budaya etis di setiap aspek di dalam organisasi menjadikan perusahaan kuat dan mampu beradaptasi di setiap situasi yang tidak pasti. Benar dan salah bukanlah dihasilkan dari persepsi, tetapi dari standar etika dan sistem yang dapat dipercaya.

Pemimpin etis harus memiliki mental yang etis agar dapat melakukan tindakan yang benar, pada waktu yang tepat, untuk alasan yang tepat. Etika harus menjadi dasar pemikiran dan tindakan dalam melakukan apa saja di tempat kerja. Pemimpin dan karyawan harus hidup dalam satu jiwa dan satu napas bersama prinsip-prinsip kerja yang jujur, bertanggung jawab, adil, melayani, menepati janji, menghormati orang lain, mematuhi aturan-aturan, dan berkepastian hukum.

Kepemimpinan dengan standar etika yang tinggi mampu mengenali dan mengelola dilema etika secara profesional. Dilema etika berarti dihadapkan dengan pilihan sulit untuk menjalankan etika secara benar. Seperti dipahami oleh banyak pemimpin perusahaan bahwa di tempat kerja sangat banyak kepentingan, apalagi bila kepentingan itu datang dari orang-orang yang lebih tinggi kekuasaannya dari para pemimpin di perusahaan. Dalam hal ini, dilema etika sudah tidak dapat lagi disembunyikan dengan cara apapun. Di sinilah diperlukan untuk mendengarkan suara hati yang sudah terbentuk sejak lama dari integritas pribadi yang tinggi. Artinya, saat dilema etika begitu sulit, dengarkan suara hati nurani Anda, lalu berpikirlah secara rasional dengan akal sehat sebelum mengambil keputusan atas dilema etika yang Anda hadapi. Itulah cara menjalankan standar etika kepemimpinan walau Anda sedang menghadapi dilema etika yang sulit.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

TANPA EKSEKUSI, STRATEGI DAN RENCANA YANG HEBAT TERTIDUR PULAS

“Bila tidak ada eksekusi, maka semua rencana dan strategi tertidur selamanya.”~Djajendra

Tantangan terbesar dalam menjalankan sebuah rencana adalah keberanian untuk eksekusi. Pada umumnya, orang suka membuat rencana, mengatur strategi, berharap mencapai keberhasilan, tetapi tidak memiliki kompetensi yang lengkap untuk mengeksekusi atau bertindak.  

Harus memiliki keberanian dan pengetahuan yang luas di lapangan agar eksekusi dapat dilakukan secara benar dan tepat. Pengalaman, pengetahuan, keterampilan, dan intuisi haruslah menyatu di dalam kompetensi eksekusi. Dengan kata lain, untuk melakukan eksekusi atau tindakan yang tepat dan hebat, haruslah memiliki kemampuan dan pengalaman untuk memastikan eksekusi tersebut sukses.

Di wilayah eksekusi, efektivitas dan efisiensi di semua aspek kerja harus diperhatikan dengan sebaik mungkin. Bila sebuah tindakan atau eksekusi mengabaikan efektivitas dan efisiensi, maka sukses atau hasil yang diinginkan sulit tercapai. Jadi, jangan pernah melupakan efektivitas dan efisiensi untuk mendapatkan kinerja terbaik dari tindakan yang dilakukan.

Bekerja di wilayah eksekusi membutuhkan semangat yang tinggi, etos kerja yang hebat, disiplin, rasa percaya diri, dan kebiasaan kerja dengan mental pemenang. Memang tidak semua orang berbakat di wilayah eksekusi. Wilayah eksekusi adalah wilayah yang keras, dan beragam latar belakang orang yang eksis di sana. Jadi, Anda harus memiliki ketegasan, keberanian, kepastian, dan kesiapan untuk menghadapi berbagai macam potensi resiko.

Setelah Anda memiliki rencana dan strategi yang hebat, Anda harus mempersiapkan mental yang hebat untuk bisa menjalankan kemampuan eksekusi Anda. Tidak boleh ada keraguan, tidak boleh ada penundaan, tidak boleh khawatir, Anda harus berani melakukannya. Ingat selalu bahwa tanpa eksekusi yang hebat, semua rencana dan strategi terhebat pun menjadi tidak berguna.

Hasil akhir terbaik dari sebuah eksekusi ditentukan oleh kualitas eksekusi. Tanpa keberanian untuk eksekusi, maka semua rencana dan strategi hanya hidup di dalam imajinasi, dan mungkin tidak pernah terwujud dalam dunia nyata.

Setiap prestasi besar dihasilkan dari kemampuan eksekusi yang cerdas. Tindakan-tindakan yang produktif dan terukur kualitasnya akan memberikan kinerja dan prestasi terbaik.

Di wilayah eksekusi, daya tahan mental dan totalitas di lapangan menentukan keberhasilan. Sekali melangkah memasuki wilayah eksekusi tidaklah boleh mundur atau menyerah oleh alasan apapun. Keberhasilan hanya bisa didapatkan di wilayah eksekusi. Wilayah strategi dan rencana adalah wilayah imajinasi atau angan-angan. Jadi, kalau mau sukses, ya bertindaklah, lakukan dengan berani untuk mencapai hasil sesuai rencana.

Tidak ada lagi teori di wilayah eksekusi. Jadi, apapun realitasnya di lapangan, Anda harus fokus dengan tindakan untuk menghasilkan kinerja. Pastinya, semua hal yang mau dieksekusi sudah ada di dalam rencana. Tetapi, mungkin saja dilapangan rencana dan realitas tidak nyambung. Di sinilah, tugas seorang pemimpin yang tegas dan berani diperlukan, untuk menyambung antara rencana dan realitas di lapangan.

Bila kepemimpinan kurang tegas, banyak teori, dan tidak mampu mengeksekusi; maka, semua rencana dan strategi yang hebat selamanya tertidur pulas. Hanya pemimpin yang tegas, berani, seorang eksekutor yang andal, yang dapat membangunkan rencana dan strategi yang tertidur pulas tersebut.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MANAJEMEN YANG EFEKTIF DIHASILKAN DARI KOMPETENSI DAN KUALITAS KERJA TERBAIK

“Sikap tinggi hati tidak pernah menjadikan seseorang belajar untuk tumbuh, tetapi hanya menjadikan seseorang suka memamerkan kemampuannya yang sedikit.”~Djajendra

Setiap perusahaan selalu merencanakan untuk mendapatkan hasil maksimal dari sumber daya manusianya. Hal ini, baru bisa terjadi, bila manajemen bekerja dengan efektif dan produktif. Untuk membuat manajemen bekerja dengan efektif dan produktif, diperlukan kualitas kerja dan kompetensi terbaik dari para karyawan. Tanpa memiliki karyawan-karyawan yang ahli di pekerjaannya masing-masing, tidaklah mungkin bisa menghasilkan manajemen yang efektif dan produktif. Oleh karena itu, para pimpinan harus memiliki kesadaran dan tindakan dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusianya di semua dimensi atau aspek kerja. Mengabaikan kualitas, keahlian, kompetensi, dan etos kerja karyawan sama saja dengan membiarkan perusahaan menjadi tidak efektif dan produktif.

Pengetahuan, wawasan, etos, kekuatan fisik, kekuatan pikiran positif, dan kekuatan hati nurani menjadi dasar untuk membangun kekuatan keahlian di pekerjaan masing-masing. Setiap individu karyawan harus dilatih untuk memiliki tingkat pengetahuan dan keterampilan yang unggul. Mereka juga harus dibangun dan dikembangkan secara terus-menerus untuk memiliki daya tahan dan daya beradaptasi di setiap titik perubahan dan titik tantangan. Kesadaran perusahaan untuk secara terus-menerus meningkatkan keahlian dan etos terbaik karyawan, menjadikan karyawan sebagai harta yang paling produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Setiap karyawan harus memiliki kesadaran bahwa bila ingin memiliki keamanan kerja dan ingin dihargai di tempat kerja, maka dirinya harus disiplin untuk mengembangkan keahlian dan etos kerja yang luar biasa produktif. Membiasakan diri untuk selalu tekun dan disiplin, serta fokus untuk menumbuhkan kualitas diri dengan berbagai kemampuan yang dibutuhkan oleh perusahaan, akan meningkatkan keandalan karyawan. Sebagai karyawan yang profesional, jadilah pembelajar yang selalu rendah hati untuk menguji kualitas keahlian yang dimiliki saat ini; pahami dan identifikasi kekurangan yang dimiliki; teruslah belajar untuk menumbuhkan kompetensi agar diri Anda bisa tampil lebih andal dan lebih ahli di tempat kerja. Investasikan waktu, energi, uang, dan semangat Anda untuk menjadikan Anda lebih andal di tempat kerja.

Kepemimpinan dan karyawan harus bersatupadu untuk membangun keahlian di tempat kerja. Bersama-sama memperluas keterampilan, wawasan, pengetahuan, keahlian, dan integritas. Bersama-sama mempromosikan energi positif sebagai fondasi untuk mengembangkan citra perusahaan yang terpercaya, meningkatkan kredibilitas, bersikap profesional di setiap situasi, serta menjadikan karyawan dan kepemimpinan memiliki kepercayaan diri untuk mengatasi krisis atau situasi yang tidak menguntungkan.

Menjadikan perusahaan sebagai organisasi yang belajar terus.

Informasi harus ditanggapi dengan pengetahuan dan akal sehat. Sekarang ini, informasi begitu banyak, setiap orang bisa memproduksi informasi dan menyebarluaskannya melalui situs-situs di internet. Jadi, dunia internet membuat setiap orang bisa terus-menerus belajar sendiri dari informasi-informasi yang tersebar. Tetapi, perlu diingat, semua informasi tersebut belum tentu benar atau tepat, dan belum tentu membawa kebaikan untuk perusahaan, maupun untuk kebaikan peningkatan karir Anda. Janganlah terlalu mudah mempercayai semua informasi yang Anda dapatkan dari media sosial, selalu kuatkan kualitas diri dengan pengetahuan dan akal sehat agar Anda bisa mendapatkan informasi yang benar untuk kemajuan karir.   

Membangun dan meningkatkan keahlian bukanlah pekerjaan yang sifatnya instan, diperlukan proses dan waktu untuk menjadikan seorang karyawan ahli dan andal di tempat kerja. Ini merupakan tugas penting yang membutuhkan kepemimpinan, integritas, waktu, dan proses panjang. Menjadikan karyawan ahli dan unggul adalah dengan berkomitmen untuk mengembangkan dan meningkatkan kualitas dan kompetensi karyawan seumur hidup. Jadi, perusahaan harus memiliki kebijakan dan program-program yang konsisten untuk membangun keahlian karyawan di semua sektor di tempat kerja.

Keahlian haruslah ditampilkan melalui etos kerja yang hebat. Keahlian harus bisa meningkatkan kredibilitas perusahaan untuk memberikan pelayanan berkualitas kepada stakeholders. Keahlian harus bisa meningkatkan kepercayaan diri dalam sikap rendah hati. Keahlian harus bisa mendorong perkembangan dan peningkatan kinerja. Keahlian karyawan harus bisa menumbuhkan keunggulan di setiap tindakan.  

Manajemen yang efektif dihasilkan dari keahlian, kompetensi, dan kualitas kerja terbaik karyawan dan pimpinan. Artinya, pimpinan dan karyawan harus memiliki disiplin dan integritas untuk belajar dan menjaga sikap rendah hati. Bila arogansi muncul dan kebijaksanaan untuk rendah hati hilang, maka energi negatif akan merusak semua keahlian yang dimiliki. Sikap tinggi hati tidak pernah menjadikan seseorang belajar untuk tumbuh, tetapi hanya menjadikan seseorang suka memamerkan kemampuannya yang sedikit.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPERCAYAAN ADALAH KUNCI SUKSES DI TEMPAT KERJA

“Mindset dari pemilik perusahaan yang hebat adalah tidak mengambil semua keuntungan dari bisnis untuk disimpan sebagai keuntungan pribadi. Mereka merasa sudah sangat kaya raya di sepanjang hidupnya, sehingga mereka akan kembali menginvestasikan semua keuntungan, untuk memperluas usaha agar dapat menciptakan pekerjaan yang lebih banyak buat orang lain.”~Djajendra

Ketika menerima sebuah pekerjaan segera tunjukkan integritas dan akuntabilitas agar dipercaya oleh pemberi kerja. Integritas dan akuntabilitas diperlihatkan melalui kualitas kerja, kompetensi, etos kerja, dan kinerja. Hadirlah di tempat kerja dengan kemampuan dan kualitas yang membuat Anda andal dan dipercaya.

Kepercayaan adalah kunci sukses di tempat kerja. Bila Anda menjadi orang yang dipercaya dan diandalkan oleh pemberi kerja, maka karir Anda akan terus naik dan mencapai puncak tertinggi.

Miliki sikap rendah hati dan mau terus belajar untuk menyesuaikan diri dengan realitas di tempat kerja. Jadilah pembelajar yang selalu mau tahu banyak hal dan berniat tulus membantu proses kerja dengan sepenuh hati. Percayai bahwa tempat kerja Anda adalah yang terbaik untuk meningkatkan kualitas hidup Anda.

Bersatulah dengan rencana, misi, visi, dan nilai-nilai perusahaan Anda. Lalu, bergeraklah bersama sistem dan prosedur untuk menghasilkan kinerja yang paling produktif. Semakin Anda mampu berkinerja dengan sangat produktif, semakin Anda dipercaya dan diandalkan oleh pemberi kerja. Kepercayaan yang Anda dapatkan itu senilai loyalitas Anda terhadap pekerjaan dan perusahaan Anda.

Kembangkan reputasi dan profesionalisme Anda di dalam industri atau bisnis yang dijalankan oleh perusahaan Anda. Jadilah ahli yang unggul terhadap industri dan bisnis yang dijalankan. Perlihatkan etos pelayanan Anda kepada perusahaan atas dasar integritas, akuntabilitas, disiplin, kepercayaan, transparansi, dan cinta yang sepenuh hati.

Hilangkan prasangka buruk dan perilaku saling curiga di tempat kerja. Optimalkan pikiran positif untuk melihat kepentingan pemberi kerja, manajemen, kepemimpinan, rekan kerja, bawahan, dan stakeholder lainnya. Prasangka buruk dan rasa curiga Anda di tempat kerja menjadikan karir Anda berjalan di tempat, Anda pun menjadi pribadi yang bekerja tanpa memiliki kedamaian dan kebahagiaan. Jadi, setiap hari berpikir positiflah terhadap siapapun dan apapun, fokuskan energi dan waktu untuk menghasilkan karya terbaik dengan kinerja terbaik. Miliki etos kerja dengan prinsip kehati-hatian agar setiap potensi resiko dapat Anda kendalikan.

Ketika Anda dipercaya dan diandalkan oleh pemberi kerja, tunjukkan semangat kerja yang lebih hebat, tunjukkan rasa terima kasih yang lebih hebat, tunjukkan penghargaan dan penghormatan kepada pemberi kerja dengan tulus.

Bersyukur dan berterima kasih untuk pekerjaan yang Anda miliki adalah sesuatu yang sangat penting. Berterima kasih kepada orang yang mempekerjakan Anda adalah sesuatu yang sangat penting. Berdoa dan berjuang untuk melayani pekerjaan dengan sepenuh hati adalah sesuatu yang sangat penting. Hargai, nikmati, syukuri, dan tunjukkan etos terbaik untuk mendapatkan kepercayaan dari pemberi kerja.

Mendapatkan kepercayaan dari pemberi kerja bukanlah sesuatu yang mudah. Anda harus menunjukkan etos dan kualitas kerja yang andal melalui integritas dan akuntabilitas yang tinggi, sebelum mendapatkan kepercayaan dari pemberi kerja.

Setiap janji dan komitmen kepada perusahaan wajib Anda penuhi. Lakukan apa yang Anda katakan. Jangan terlalu banyak berjanji dan berkata-kata. Berjanji sedikit dan berkata-kata sedikit, melakukan tindakan yang melebihi kata-kata maupun janji. Tindakan Andalah yang dapat menjadikan Anda andal dan dipercaya. Oleh karena itu, fokuskan energi dan waktu untuk memiliki tindakan yang produktif.  

Tumbuhkan pola pikir positif dan tunjukkan kepada perusahaan betapa Anda ikhlas dan sepenuh hati dalam melayani perusahaan. Berikan kontribusi yang lebih daripada yang diberikan perusahaan kepada Anda. Jangan hitung-hitungan kepada perusahaan Anda. Ambil tanggung jawab untuk melayani pekerjaan, sistem, prosedur, pelanggan, dan kepemimpinan dengan kemampuan total.

Perusahaan yang baik dan kepemimpinan yang hebat selalu sadar dan rendah hati, untuk meningkatkan hubungan baik dengan setiap karyawannya. Mereka menyadari bahwa dengan mempercayai dan menghormati kualitas dan keandalan karyawan, maka mereka dapat meningkatkan kinerja pelayanan dan keuntungan perusahaan. Mereka juga sadar bahwa karyawan adalah harta yang paling produktif untuk meningkatkan kekayaan perusahaan.

Mindset dari pemilik perusahaan yang hebat adalah tidak mengambil semua keuntungan dari bisnis untuk disimpan sebagai keuntungan pribadi. Mereka merasa sudah sangat kaya raya di sepanjang hidupnya, sehingga mereka akan kembali menginvestasikan semua keuntungan, untuk memperluas usaha agar dapat menciptakan pekerjaan yang lebih banyak buat orang lain. Biasanya, mereka menjalani gaya hidup yang sederhana, sehingga tidak memerlukan banyak uang untuk pola hidup yang dijalani. Fokus mereka selalu untuk memperluas usaha dan menciptakan lapangan kerja yang produktif sebanyak mungkin.

Ketika Anda menjadi karyawan yang andal dan terpercaya, maka Anda pun berpotensi menjadi pemimpin dalam usaha-usaha baru yang diciptakan oleh pemilik modal. Intinya, karir Anda bisa cemerlang saat perusahaan melakukan investasi diberbagai bidang usaha yang baru. Oleh karena itu, bekerjalah dengan etos terbaik dan berkomitmen untuk keberhasilan perusahaan. Kembangkan hubungan kerja yang positif dan produktif di setiap proses kerja. Tunjukkan kolaborasi dari hati yang paling ikhlas dan tanpa berharap untuk kepentingan pribadi.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

RENUNGAN KEMERDEKAAN 17 AGUSTUS 2016

“Bila ada orang-orang atau kelompok-kelompok yang terlalu bebas mengekspresikan kebebasannya tanpa toleransi, maka kebebasan itu akan menghilangkan kemerdekaan.”~Djajendra

17 Agustus adalah bulan dan tanggal yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Hari ini, 17 Agustus 2016, kita merayakan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang telah dideklarasikan pada tahun 1945. Usia Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah 71 tahun, usia yang sangat dewasa untuk menjadi bangsa yang kuat dan tangguh dalam kehidupan sehari-hari.

Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang berdaulat di dalam kebebasan, keadilan, kebaikan, kecerdasan, kesejahteraan, dan kemakmuran. Bangsa yang merdeka adalah bangsa yang menciptakan orang-orang positif dan optimis untuk keharmonisan dalam kehidupan sehari-hari.

Orang-orang merdeka adalah orang-orang yang berpikir positif dan memiliki kemampuan untuk menciptakan kebahagiaan, keamanan, kedamaian, nilai tambah ekonomi, keharmonisan, keadilan, tanggung jawab, hubungan baik, dan toleransi di dalam kehidupan sosial.

Energi kemerdekaan dapat dirasakan oleh setiap individu bila setiap anak bangsa saling menjaga kehormatan dan harga diri; menghormati hak azasi setiap orang; menjamin hak kehidupan ekonomi setiap orang; menjamin hak setiap orang untuk menjadi kreatif, produktif, kaya, sehat, sejahtera, dan menjalankan keyakinan tanpa menghakimi keyakinan orang lain.

Bangsa yang merdeka memiliki semangat kebersamaan, semangat gotong royong untuk kehidupan bersama yang lebih sejahtera dan damai. Kemerdekaan dapat dirasakan dengan baik ketika kebebasan dibatasi oleh tanggung jawab dan integritas, untuk menjaga keharmonisan dan kedamaian bersama. Bila ada orang-orang atau kelompok-kelompok yang terlalu bebas mengekspresikan kebebasannya tanpa toleransi, maka kebebasan itu akan menghilangkan kemerdekaan.

Kemerdekaan dihasilkan dari perjuangan yang dipimpin oleh para pemimpin yang kaya integritas dan tanggung jawab, yang mampu menyatukan dan menguatkan rakyat untuk memerdekaan kehidupan bangsa dan negara.

Merdeka berarti kekuatan dan kekuasaan ada karena persetujuan rakyat. Oleh karena itu, pemimpin dan kekuasaan harus selalu sadar untuk melayani warga negara dengan sepenuh hati.

Kemerdekaan tidak hanya berhenti setelah memenangkan perang yang panjang melawan penjajah. Memenangkan perang yang penuh pengorbanan jiwa dan raga adalah awal untuk hidup merdeka. Kehidupan merdeka dimulai dari kesadaran pemimpin dan rakyat untuk selalu solid dalam membangun kehidupan yang sejahtera, kaya, sehat, cerdas, kuat, makmur, adil, beradab, terhormat, damai, kreatif, produktif, efektif, optimis, dan saling menjaga satu sama lain walau berbeda persepsi.  

Orang-orang merdeka adalah orang-orang positif yang dipikirannya tidak ada noda jelek pada bangsanya sendiri. Artinya, walau berbeda dan beragam pola pikir dan pola hidup anak bangsa, semua itu tidak menjadi alasan untuk memecah belah kehidupan sosial bangsa sendiri. Tidak ada perilaku rasial dalam kehidupan sosial. Bangsa yang merdeka selalu menjaga kesetaraan sosial bagi setiap perbedaan dan keragaman hidup. Jiwa kebangsaan menghadirkan toleransi dalam kehidupan sosial yang beragam, berbeda, dan tidak sama.

Dalam negara yang merdeka, pemimpin menggunakan kekuasaan dan kekuatannya untuk membangkitkan dan melibatkan setiap warga negara, agar dapat menciptakan produktivitas dan kinerja yang tinggi bagi kemakmuran setiap anak bangsa.

Tata kelola dan sistem negara tidak boleh menjadi penghambat bagi kesejahteraan dan kemakmuran hidup warga negara.

Negara harus hadir dan mendorong warga negara untuk menjadi energi produktif dan positif dalam pembangunan bangsa.

Bangsa yang merdeka tidak membiarkan tirani di setiap proses kehidupan warga negara. Kebebasan dalam batas tanggung jawab dan integritas haruslah diutamakan.

Merdeka berarti mampu menjaga sukacita kehidupan di dalam negeri. Setiap individu warga negara harus menjadi energi positif yang menularkan sukacita, kedamaian, kebaikan, keharmonisan, dan keindahan.

Selamat merayakan hari kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia yang ke 71. Semoga Indonesia jaya selalu, setiap warga negaranya mampu menjadi energi positif dan produktif bagi kemajuan Indonesia.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA PRODUKTIF

“Orang-orang produktif selalu berkinerja tinggi, dan menikmati kemakmuran yang melimpah ruah di sepanjang hidup.”~Djajendra  

Perusahaan yang kuat dan sehat dihasilkan dari orang-orang yang sangat produktif. Bila karyawan tidak produktif, maka mereka adalah biaya tersembunyi yang membuat produk perusahaan tidak kompetitif.

Di masa depan, setiap perusahaan yang mampu meningkatkan produktivitas akan menjadi pemenang. Kualitas yang baik dan harga yang murah adalah harapan dari pelanggan. Kemampuan manajemen untuk menjaga produktivitas di lingkungan kerjanya akan membawa keberuntungan bagi stakeholders. Kehilangan produktivitas berarti berpotensi kehilangan bisnis karena kalah bersaing di pasar yang sangat kompetitif.

Produktivitas yang tinggi ditentukan oleh etos dan kondisi kepribadian karyawan. Bila karyawan bekerja dalam kondisi stres, tertekan, dan tidak bahagia; maka, dapat dipastikan produktivitas mereka menjadi sangat rendah. Diperlukan suasana hati yang penuh rasa syukur, perilaku yang fokus pada pekerjaan, pikiran positif, hubungan kolaborasi kerja yang kuat antara karyawan, dan etos kerja yang profesional, untuk menghasilkan perusahaan yang produktif.

Pimpinan dan manajemen perusahaan haruslah membangun budaya kerja yang mampu meningkatkan produktivitas secara terus-menerus. Budaya kerja yang rajin, berani, optimis, gembira, mencintai pekerjaan, disiplin, dan keterlibatan setiap orang dari hati yang tulus, akan menciptakan produktivitas yang tinggi. Di samping itu, pimpinan dan manajemen harus selalu hadir dan membangun hubungan positif dengan semua karyawan. Menjaga harga diri karyawan, menjaga perasaan aman karyawan, memberikan dukungan penuh kepada karyawan, menghormati kemampuan dan keandalan karyawan, memenuhi kebutuhan dan harapan karyawan, dan menciptakan budaya bahagia di lingkungan kerja, adalah cara untuk merangkul karyawan dan menjadikan mereka sebagai energi produktif bagi bisnis perusahaan.

Membangun etos kerja yang profesional dan melatih karyawan untuk memiliki kebiasaan-kebiasaan produktif dalam pekerjaan sehari-hari. Manusia yang produktif tercipta dari kesadaran untuk menumbuhkan kinerja secara terus-menerus. Karyawan yang sadar dan hati nuraninya termotivasi untuk terlibat dalam kerja keras yang produktif, adalah awal bagi peningkatan kinerja bisnis. Etos kerja yang hadir dan tidak pernah absen; etos kerja yang selalu berhati-hati dan menghindari dari kecelakaan kerja; etos yang belajar dari kesalahan dan kekurangan, tanpa mengeluh ataupun merasa ada yang kurang; etos yang suka berkolaborasi dan berkoordinasi; etos yang bekerja untuk pertumbuhan dan prestasi; etos yang bersikap positif dan optimis; etos untuk menikmati proses kerja dengan hati yang senang, adalah kekuatan yang menjadikan setiap karyawan produktif di tempat kerja.

Peningkatan produktivitas membutuhkan loyalitas yang tinggi. Karyawan dengan loyalitas yang tinggi akan bekerja sepenuh hati, dan tanpa hitung-hitungan. Loyalitas dapat menekan biaya operasional perusahaan. Loyalitas dapat menekan stres di tempat kerja. Loyalitas membuat karyawan bekerja sukarela dalam kolaborasi dan proses kerja. Loyalitas menjadikan karyawan mengabdi dengan tulus dan ikhlas untuk kemajuan perusahaan. Loyalitas menghilangkan produktivitas rendah dan mendorong antusiasme karyawan untuk berkinerja tinggi.

Tubuh yang bugar dan sehat, serta pikiran positif adalah fondasi untuk produktivitas tinggi. Pimpinan dan manajemen tidak boleh lalai dalam menciptakan program-program kebugaran di tempat kerja. Bila karyawan sakit-sakitan, maka mereka pasti sering absen, dan hal ini akan menurunkan produktivitas kerja. Oleh karena itu, membangun budaya kerja dengan aktivitas olah raga dan pola makan sehat adalah sangat penting. Dalam tubuh yang sehat ada jiwa yang hebat untuk bekerja secara produktif. Intinya, walaupun seseorang sangat cerdas dan pintar luar biasa, tetapi bila tubuhnya tidak sehat dan bugar, maka dia akan sering absen dan produktivitasnya rendah. Artinya, dia akan menjadi biaya tersembunyi yang menggrogoti kinerja perusahaan.

Budaya kerja yang positif akan membangun kesejahteraan dalam semua dimensi kehidupan karyawan. Budaya kerja yang positif dimulai dari dukungan sumber daya manusia yang sehat fisik dan jiwa; didukung oleh sumber daya manusia yang bahagia berkolaborasi di dalam sistem dan proses kerja; didukung oleh sumber daya manusia yang suka berjuang dan tak pernah meneyrah untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawabnya; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu rendah hati dan melayani satu sama lain dengan tulus dan ikhlas; didukung oleh sumber daya manusia bermental optimis dan belajar dari kesalahan, tanpa menyalahkan orang lain; didukung oleh sumber daya manusia yang selalu termotivasi untuk membantu rekan kerja, bawahan, dan atasan dengan sepenuh hati; didukung oleh sumber daya manusia yang bekerja dengan integritas dan akuntabilitas yang tinggi; didukung oleh sumber daya manusia yang memperlakukan satu sama lain dengan hormat, rasa terima kasih, kepercayaan, integritas, dan cinta.

Budaya kerja yang produktif dibangun dari hubungan sosial di tempat kerja yang kompak dan solid. Setiap karyawan harus hadir sebagai energi positif, sebagai sumber kebaikan bagi kemajuan organisasi. Pikiran negatif, hati yang tidak bersih, emosi negatif, fisik yang tidak bugar dan tidak tenang, adalah pemicu stres di tempat kerja. Kondisi ini akan menciptakan lingkungan kerja dengan prasangka buruk, dan hubungan sosial di tempat kerja akan semakin memburuk. Jelas, semua kondisi negatif yang dihasilkan dari pribadi karyawan selalu memberikan dampak buruk dalam mencapai kinerja terbaik. Hal ini juga, akan membuat kehidupan kerja yang tidak bahagia dan pasti juga tidak produktif.

Budaya kerja produktif membutuhkan daya tahan kolektif yang unggul. Masalah, persoalan, kesulitan, tantangan, resiko, dan cobaan berat, adalah bagian dari proses menuju kesuksesan. Oleh karena itu, setiap karyawan harus menyiapkan mental pemenang yang tangguh dan siap menghadapi segala ketidakpastian di tempat kerja. Mindset haruslah menghindari pikiran dan emosi negatif saat situasi sulit hadir dan mengacaukan lingkungan kerja. Mental tangguh harus ditunjukkan oleh setiap karyawan agar perusahaan selalu terjaga dan terawat untuk peningkatan. Semua perjalanan yang sulit dan tidak pasti jangan melemahkan semangat, tetapi harus menjadi titik awal untuk kebangkitan dalam mencapai keberhasilan.

Setiap karyawan harus memiliki komitmen dan ikhlas mengorbankan diri demi kemajuan perusahaan. Kepentingan perusahaan haruslah diutamakan daripada kepentingan pribadi. Jangan bekerja dengan pikiran sempit yang hanya terfokus pada kepentingan kebutuhan dan harapan diri sendiri. Keberadaan sebuah perusahaan adalah untuk melayani banyak orang, miliki komitmen dan kesetiaan untuk melayani semua pelayanan yang sudah dijanjikan perusahaan kepada stakeholders.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com