MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Character Development (page 2 of 55)

Pengembangan Karakter

TANPA NIAT BAIK TIDAK ADA KEINDAHAN

“Setiap niat baik kita adalah energi positif yang mewakili diri kita masing-masing untuk kehidupan yang damai, indah, dan sejahtera.”~Djajendra

Niat baik adalah sumber keindahan hidup. Hidup tidak sebatas logika, diperlukan niat baik dan hati yang luas untuk menikmati indahnya hidup. Peran logika sangat terbatas, yaitu: digunakan untuk mengumpulkan data, menganalisa, membuat persepsi, menyimpulkan, menggambarkan, dan membuat keputusan. Niat baik memiliki kemampuan untuk membangun kekuatan diri, kebijaksanaan, keseimbangan, kepedulian, perhatian, dan mengalirkan energi positif ke dalam setiap hubungan antar manusia. Niat baik mengantar kita untuk membangun kualitas hidup yang baik. Niat baik menciptakan keindahan batin dari cinta, kepedulian, kebaikan, kejujuran, dan kebijaksanaan.

Niat baik menghidupkan seluruh kekuatan baik dari dalam diri kita. Tentunya kekuatan baik dari dalam diri kita ini akan memberikan pelayanan dan etos yang berkualitas tinggi kepada kehidupan. Setiap niat baik kita adalah energi positif yang mewakili diri kita masing-masing untuk kehidupan yang damai dan indah. Niat baik kita menghasilkan kemanusiaan yang berkualitas tinggi dari dalam diri kita, sehingga kita bisa menyinari kehidupan dengan sikap dan perilaku yang bijaksana. Penampilan diri dengan fisik yang bugar dan jiwa yang diperkaya oleh niat baik mampu menyalakan kehidupan yang indah. Ketika setiap pribadi melayani hidup dengan niat baik yang bersumber dari kejujuran, kerendahan hati, kepedulian, cinta, kasih sayang, etos terbaik, kebaikan, dan sikap positif; maka, kehidupan di sekitarnya akan tampak indah dan damai.

Niat baik seperti benih dari pohon yang tersembunyi di dalam tanah, ia melakukan pekerjaannya untuk menjadi pohon secara diam-diam. Benih dari pohon di dalam tanah, tidak terlihat, namun ia tumbuh secara ajaib untuk tampil menjadi pohon yang besar dan kuat. Demikian juga, niat baik kita itu sama seperti benih pohon yang tersembunyi, niat baik kita tidak terlihat, tetapi secara ajaib setiap hari tumbuh untuk menampilkan kepribadian kita yang bijak dan kuat. Dengan menguatkan niat baik, kita mampu bergerak bersama tujuan hidup kita dengan tenang dalam semangat hidup yang terus-menerus menyala di dalam energi positif. Niat baik kita adalah sebuah benih yang akan menyelamatkan kita dari berbagai persoalan hidup.

Tanpa niat baik tidak ada keindahan dan kedamaian di dalam hidup. Jika kita tidak memiliki kesadaran untuk mengutamakan niat baik di semua aspek kehidupan, maka kekecewaan dan kekalahan akan menjadi bagian dari realitas hidup kita. Tanpa niat baik, kita akan terjebak dalam kekuatan energi negatif. Kehidupan kita di dalam energi negatif akan menjauhkan kita dari kebahagiaan, kedamaian, keindahan, keamanan, dan kebaikan. Oleh karena itu, mulailah benih niat baik ditabur dan ditumbuhkan dari dalam diri sejati. Ketika benih niat baik tumbuh, maka penciptaan pribadi yang bijak dan kuat telah dimulai, selama proses pertumbuhan tidak mungkin tanpa tantangan, tingkatkan kesadaran dan motivasi untuk menjaga agar benih niat baik tersebut siap menjadi pribadi yang berguna bagi kehidupan terbaik.

Pada akhirnya kita harus sadar bahwa ada pribadi yang baik di dalam pribadi yang tidak baik, dan ada pribadi tidak baik di dalam pribadi baik. Kita semua tidak sempurna. Kebaikan dan keburukan hidup berdampingan di dalam diri kita. Hanya niat baik kita yang mampu menjaga pribadi baik selalu unggul di dalam diri kita.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERASAAN TAKUT MENYATAKAN KITA TIDAK BERDAYA

“Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya.”~Djajendra

Perasaan takut adalah tanda bahwa kita tidak berdaya. Dalam kehidupan sejati, tanpa pertolongan Tuhan, manusia tidak berdaya dan tak mampu berbuat apa-apa. Perasaan takut merupakan tanda bahwa kita harus lebih pasrah kepada Tuhan, kita tidak perlu ngotot dengan keinginan kita, tetapi membiarkan Tuhan yang membantu kita untuk menyelesaikan semua tantangan dalam hidup. Tugas kita adalah melayani kehidupan sehari-hari yang kita jalani dengan tanggung jawab dan kualitas terbaik. Tantangan, rintangan, dan kesulitan jangan dibiarkan membesar dalam rasa takut kita; tetapi, ringankan dalam optimisme dan keberanian untuk menyelesaikannya. Yakinkan diri bahwa Tuhan pasti membantu untuk mengatasi semua persoalan hidup. Bentuk kepribadian yang rendah hati dan percaya diri di dalam keyakinan bahwa tanpa bantuan Tuhan saya bukan apa-apa atau siapa-siapa. Kecilkan diri dihadapan Tuhan, jadilah pribadi yang sangat tergantung kepada Tuhan. Rasa takut akan berkurang banyak ketika kita merasa bahwa Tuhan sudah memimpin hidup kita dengan cinta dan kasih sayangnya.

Ketika kita mengabaikan kekuatan rohani untuk melengkapi kehidupan kita, maka perasaan takut akan muncul di segala sesuatu yang kita kerjakan. Sebenarnya, perasaan takut adalah sesuatu yang wajar, yang berfungsi agar kita lebih berhati-hati dan teliti. Ketakutan ini sebenarnya sebuah emosi atau perasaan yang muncul dari dalam diri untuk menghadapi bahaya. Tujuan perasaan takut ini adalah agar kita mampu menemukan cara untuk melindungi diri dari ancaman yang membahayakan hidup kita. Persoalan muncul ketika perasaan takut menjadi berlebihan, sehingga mengganggu mental dan fisik kita. Ketakutan, kecemasan, kekhawatiran; jika ketiganya bersatu dalam sikap dan perilaku, maka membuat kita tidak mampu menemukan solusi, tetapi terperangkap dalam stres yang melumpuhkan hidup kita sehingga kita sulit untuk menemukan solusi.

Perasaan takut tidak mungkin bisa dihilangkan dari diri kita, tetapi dapat dikelola secara holistik untuk membangun kesadaran tentang kehidupan yang kita jalani. Pada umumnya, perasaan takut membuat kita mencari perlindungan. Kita akan mencari sesuatu yang sangat kuat untuk melindungi hidup kita dari perasaan takut. Dalam hal ini, kesadaran kita untuk menguatkan kehidupan rohani dengan cara menyerahkan diri dan menundukkan hati dihadapan Tuhan mampu menghilangkan rasa takut. Tuhan adalah kekuatan yang tiada tandingan untuk melindungi hidup kita. Di jalan Tuhan, kita mampu mengurangi rasa takut, sehingga tidak menjadi berlebihan. Kita mampu mengendalikan diri di dalam perlindungan kekuatan Tuhan. Kita mampu menenangkan diri untuk menemukan solusi terbaik dari semua ancaman rasa takut tersebut.

Jika kita sadar bahwa hidup ini dan semua masalah hanya bersifat sementara, maka kita mampu bersikap ikhlas untuk segala sesuatu yang kita alami. Dalam hidup kita yang sementara ini, kita pasti melalui berbagai peristiwa kehidupan, baik yang kita sukai maupun yang tidak kita sukai. Semua peristiwa tersebut mengharuskan kita untuk respons dengan bijak agar kita tidak terjebak dalam rasa takut yang berlebihan. Intinya, rasa takut adalah sesuatu yang normal, tetapi jika sudah berlebihan rasa takutnya, maka dibutuhkan tindakan untuk menyelamatkan diri dari bahaya rasa takut itu. Sebab, jika rasa takut yang berlebihan dibiarkan, maka akan memicu proses kemunduran dan melumpuhkan diri sendiri, sehingga tidak mampu lagi bekerja untuk prestasi dan kinerja terbaik.

Temukan sumber rasa takut dan tingkatkan kepercayaan diri untuk menyelesaikannya. Hidup ini bukan pilihan kita, kadang kita harus menghadapi sebuah peristiwa yang tidak pernah kita inginkan dalam hidup kita. Jika kita memiliki keyakinan bahwa Tuhan yang memilih semua peristiwa hidup yang harus kita jalani, maka peristiwa yang tidak kita inginkan tidak akan menjadi sumber ketakutan. Kekuatan rohani kita mampu menciptakan keberanian untuk menghadapi semua peristiwa hidup dengan sabar dan tenang. Kita tidak akan menghindari tantangan apa pun, tetapi kita akan menguatkan optimisme dan keberanian untuk memanfaatkan tantangan bagi pertumbuhan hidup kita.

Jangan menyebarkan rasa takut kepada orang lain. Kendalikan diri dan selalu berpikir positif agar tidak menjadi pribadi yang suka menyebarkan rasa takut ke dalam kehidupan sosial. Kita harus sadar bahwa kita tidak berdaya dan kita semua bukan sebuah kekuatan tanpa pertolongan dari Tuhan. Kadang manajemen ketakutan digunakan untuk menguasai orang lain. Perilaku atau ucapan yang menciptakan rasa takut sangat merugikan pertumbuhan dan kemajuan dari sebuah masyarakat. Jika kita ingin membangun masyarakat yang sejahtera dan bahagia, maka jangan pernah menggunakan manajemen ketakutan untuk membuat orang-orang takut pada hal-hal tertentu. Ketakutan yang berlebihan membuat orang-orang kehilangan keberanian untuk melakukan sesuatu. Ketakutan yang berlebihan membuat orang-orang produktif menjadi malas dan tidak produktif. Aturan dan kebijakan yang mengancam kehidupan produktif akan menciptakan masyarakat yang rendah kinerja atau minim prestasi.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

PERASAAN SUPERIOR MERUGIKAN DIRI SENDIRI

“Perasaan superior merugikan diri sendiri. Rendah hati dan percaya diri menguntungkan diri sendiri.”~Djajendra

Sifat dan perilaku baik memberi perlindungan bagi diri sendiri dan orang lain. Sifat dan perilaku yang menunjukkan dirinya lebih tinggi dari orang lain akan merugikan hidupnya sendiri. Kesadaran bahwa ketidaksempurnaan melekat di dalam diri setiap orang akan menjadi motivasi untuk meningkatkan kualitas diri. Jadilah pribadi yang baik terhadap setiap perbedaan. Jadilah pribadi yang menciptakan kedamaian dan keindahan untuk setiap perbedaan.

Perilaku yang menampilkan dirinya paling superior tidak akan menunjukkan toleransi. Kehidupan tanpa toleransi akan selalu kacau dan tidak pernah damai. Padahal manusia tercipta dengan berbagai perbedaan dari fisik maupun pemikiran. Tidak ada yang sama persis, setiap orang memiliki keunikannya masing-masing. Kehidupan ini untuk semua orang yang tidak persis itu, bukan untuk orang-orang tertentu yang merasa sama atau satu ide. Perbedaan dan keragaman ini semua sudah diciptakan Tuhan untuk dijalani bersama dalam sebuah kehidupan. Dan, tidak seorang pun yang berhak merasa paling tinggi atau pun paling baik. Kehidupan ini milik Tuhan dan kita semua bekerja untuk kehidupan yang Tuhan berikan kepada kita.

Bersatu dan saling tolong menolong adalah perilaku yang mampu mengantarkan kesejahteraan bagi semua orang. Perilaku tanpa toleransi tidak akan pernah menciptakan kesejahteraan bagi semua orang, hanya akan menciptakan permusuhan dan konflik sepanjang zaman. Saat setiap orang berperilaku baik dan saling menghargai perbedaan, maka kehidupan akan menerima getaran energi positif. Dan, getaran energi positif ini akan menghubungkan setiap kehidupan untuk saling peduli dalam perasaan bersatu. Perasaan terhubung dan bersatu dalam perilaku yang produktif akan menciptakan nilai tambah untuk kesejahteraan hidup semua orang. Hindari sikap malas, hindari menyalahkan orang lain, serta mengalir bersama kehidupan yang produktif dan kreatif di sepanjang hidup.

Perilaku baik menjadikan setiap orang  jujur, sabar, sederhana, tidak mengambil hak orang lain, dan selalu bersyukur dengan hidupnya. Perilaku baik menjadikan orang sabar dalam proses dan tidak tergoda dengan jalan pintas. Kesadaran untuk tumbuh bersama perbedaan dan keragaman adalah kunci kedamaian hidup. Termasuk, saat Anda menginginkan sesuatu; maka, bekerja keras untuk mendapatkannya, bersabar untuk mendapatkannya, tumbuh dengan kualitas yang lebih baik untuk mendapatkannya. Jangan menyalahkan orang lain atau apa pun atas kegagalan Anda. Fokus pada kerja keras Anda dengan rendah hati, jangan sia-siakan kerja keras Anda dengan kesombongan.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

TIDAK PERLU MEMIKUL BEBAN HIDUP YANG TERLALU BERAT

“Kita hadir ke dunia untuk belajar dan mendapatkan pengalaman, bukan untuk memiliki dan mengumpulkan barang-barang.”~Djajendra

Beban hidup kita adalah keputusan dan pilihan kita sendiri. Bila kita ingin memiliki banyak hal dalam hidup, maka kita akan memikul beban yang cukup berat atas semua yang kita miliki. Membawa terlalu banyak hal-hal dalam hidup sebenarnya merugikan diri sendiri, tetapi keinginan dan nafsu yang bersatu dalam obsesi menjadikan kita siap memikul beban hidup. Di samping itu, beban hidup yang berat menghilangkan kekuatan kita, dan berpotensi membuat kita menyerah pada titik tertentu, sehingga kita terjebak dalam sebuah keadaan dan tidak mampu melanjutkan perjalanan hidup.

Beban hidup yang berat menjadikan kita tidak punya waktu untuk menjalani tujuan hidup yang sebenarnya. Tujuan hidup kita yang sebenarnya adalah untuk bersyukur atas semua kebaikan Tuhan dan menyadari bahwa tidak ada sesuatu apa pun yang kita miliki. Perasaan memiliki adalah tanda bahwa kita tidak jujur kepada diri sendiri. Kita semua dari tidak ada, menjadi ada, kemudian menjadi tidak ada lagi. Intinya, kita lahir untuk sebuah perjalanan yang penuh dengan pengalaman suka dan duka dari kehidupan, lalu kita pun pasti menghilang untuk selamanya dari kehidupan. Jadi, apa perlu memikul beban yang terlalu berat untuk sebuah perjalanan yang sifatnya hanya melintas dan bukan menetap?

Beban hidup yang terlalu berat melemahkan mental dan fisik. Ketika fisik dan mental tidak mampu memikul beban kehidupan yang berat, maka stres dan marah akan menguasai hati. Apa lagi jika tanggung jawab semakin meningkat karena bobot beban kehidupan semakin berat, jelas hal ini akan menjadikan kita sulit mendapatkan ketenangan dan kedamaian hidup. Beban hidup yang berat menjadikan kita bekerja terlalu keras, makan berlebihan, kurang olah raga, kurang santai, kurang tenang, kurang tidur, dan pikiran terus-menerus mengalir tanpa kendali. Semua kondisi ini memberi dampak buruk untuk kehidupan yang berkualitas, termasuk menurunkan kualitas kesehatan kita.

Meringankan beban hidup adalah pilihan dari orang-orang yang paling cerdas. Orang yang cerdas sadar bahwa hidup tanpa memiliki iman kepada Tuhan akan mengeringkan sukacita di dalam diri. Jika kita tidak ingat Tuhan setiap detik, maka sukacita di dalam diri akan hilang dan digantikan oleh dukacita. Beban hidup menjadi ringan saat kita yakin bahwa Tuhan dengan cintanya selalu membantu dan melindungi diri kita, sehingga kita tidak perlu takut kehilangan apa pun. Sebab, sesungguhnya kita tidak memiliki apa pun di dunia ini, kita hadir ke dunia untuk belajar dan mendapatkan pengalaman, bukan untuk memiliki dan mengumpulkan barang-barang.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

INTEGRITAS TANPA MORALITAS BERBAHAYA

“Tindakan yang menunjukkan integritas dari keyakinan yang mengabaikan kemanusiaan dan moralitas menjadikan dirinya sebagai pribadi karakter buruk.”~Djajendra

Integritas adalah tindakan yang konsisten terhadap keyakinan yang dianggap paling benar. Jika keyakinan yang dianggap paling benar ini bertentangan dengan moralitas dan kemanusiaan, maka tindakannya menjadi sangat berbahaya bagi kehidupan orang lain. Integritas wajib dilengkapi dengan etika, moralitas, dan kemanusiaan. Seseorang yang merasa sudah sangat benar dalam membela keyakinan dan mampu membuktikan kebenaran yang dia yakini, maka integritas mendorong dirinya untuk bertindak dengan sungguh-sungguh. Dia tidak akan pernah merasa bersalah dengan tindakannya, selalu merasa tindakannya itu sesuai dengan tujuan dan perjuangan. Dia merasa tindakannya itu membela apa yang dia yakini. Jadi, sampai kapan pun tidak akan pernah ada penyesalan terhadap tindakannya tersebut, walau hal tersebut bertentangan dengan kemanusiaan dan kebenaran universal.

Integritas memunculkan keberanian dari keyakinan dan digunakan sebagai alat untuk melayani suatu tujuan. Oleh karena itu, semua organisasi sangat mendorong setiap individunya untuk memiliki integritas dalam melayani tujuan. Nilai-nilai dari keyakinan menjadi energi yang menciptakan karakter untuk bertindak. Biasanya, nilai-nilai organisasi menjadi keyakinan bersama untuk mencapai tujuan, di sinilah diperlukan integritas pribadi yang hebat untuk melayani tujuan organisasi. Jika dalam keyakinan organisasi tersebut miskin moralitas, etika, dan kemanusiaan; maka, tindakan dari para individu akan menghasilkan karakter buruk. Intinya, tindakan seseorang bisa saja menunjukkan integritas yang hebat, tetapi keyakinan yang mengabaikan kemanusiaan dan moralitas akan menjadikan dirinya sebagai pribadi karakter buruk.

Ketika sebuah organisasi ingin integritas menjadi sarana untuk melayani tujuan; maka harus dipastikan moralitas, kemanusiaan, dan etika sudah menjadi karakter dari masing-masing pribadi. Semua orang harus sudah memahami cara memilih antara benar dan salah. Semua orang harus sudah memahami bahwa kehidupan ini berlangsung dalam keragaman dan perbedaan. Semua orang harus sadar untuk berkompetisi dengan cara-cara positif dan jujur. Ketika integritas sudah dilengkapi dengan kemanusiaan, moralitas, dan etika; maka setiap pribadi mampu memiliki karakter positif untuk melayani tujuan organisasi. Tidak boleh ada perasaan paling benar dan orang lain salah. Integritas tanpa toleransi kepada pihak lain yang berbeda menjadi berbahaya bagi kehidupan sosial. Jika seseorang menganggap keyakinannya yang paling benar dan memiliki integritas untuk bertindak, maka tindakannya tersebut berpotensi menjadi ancaman bagi yang berbeda dengan dirinya.

Integritas sangat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan. Seseorang dengan integritas mampu menjadi diri sendiri dan bertindak dengan jujur untuk mencapai hasil terbaik dari tujuan. Integritas membuat seseorang termotivasi untuk bertindak secara konsisten dalam mencapai visi. Integritas menjadikan seseorang sadar untuk menjadi diri sendiri yang jujur terhadap prinsip dan tindakannya. Apa pun situasinya, integritas menjadikan pribadinya konsisten dalam bertindak sesuai dengan prinsip untuk menuju tujuan. Ucapan, pemikiran, dan tindakan dari seseorang dengan integritas dapat dipercaya. Dia jujur dengan tindakannya. Dia berani bertindak dan menerima resiko dari tindakannya. Dia selalu membuat keputusan sesuai keyakinan dan nilai-nilai hidupnya. Intinya, integritas adalah alat yang sangat diperlukan untuk mencapai suatu tujuan atau visi dengan baik. Sebab, setiap orang yang memiliki integritas mampu tampil secara konsisten dengan semua potensi hebatnya, untuk membantu organisasi mencapai tujuan dan mewujudkan visi.

Integritas seperti pisau yang dapat digunakan untuk kebaikan dan juga untuk ketidakbaikan. Oleh karena itu, moralitas dan kemanusiaan haruslah melekat di dalam diri setiap pribadi sebelum integritas menjadi bagian dari pribadi mereka. Integritas juga harus ditumbuhkan dari wawasan dan pengetahuan yang luas, tidak boleh dari sebuah keyakinan atau kebenaran yang sempit. Integritas harus mampu beradaptasi dengan ruang dan waktu yang selalu dalam perubahan. Integritas tidak boleh dari persepsi yang mengutamakan kepentingan buruk, tetapi haruslah berdasarkan kemanusiaan dan keadilan sosial. Integritas tidak boleh dikembangkan dari rasa takut, benci, dendam, marah, dan kecewa; tetapi, harus dikembangkan dari rasa cinta, kepedulian, perhatian, pertumbuhan, dan kemanusiaan. Integritas adalah sebuah alat yang hebat untuk mencapai tujuan, dan jangan sampai alat yang hebat ini disalahgunakan untuk kepentingan yang merugikan kehidupan orang banyak.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

JAGA UCAPAN DALAM KATA DAN NADA POSITIF

“Ucapan yang buruk dihasilkan dari pemikiran yang buruk. Ucapan yang buruk bisa melukai orang lain. Ucapan yang buruk bisa menciptakan banyak musuh. Jaga setiap ucapan dalam kata dan nada positif.”~Djajendra

Ucapan yang baik membantu kita mencapai keadaan damai dan bahagia. Ucapan kita yang baik menguatkan energi baik di alam kehidupan. Nada bicara yang sopan dan kata-kata positif menyatukan semua perbedaan. Bahasa bertujuan untuk membuat kita semua bersatu dalam pengertian dan kebersamaan. Komunikasi yang baik meningkatkan kualitas persaudaraan dalam kehidupan. Melalui nilai-nilai positif kita dapat memberikan pemikiran positif dan ucapan yang baik kepada orang-orang di sekitar kita. Kendalikan ego dan perasaan tinggi hati. Jangan mengganggu kedamaian hidup orang lain dengan kata-kata dan ucapan yang buruk.

Semua orang bisa berkata-kata dan berucap sesuka hatinya, tetapi jika tidak dikendalikan dengan etika dan moralitas, maka kekacauan dan ketidakamanan yang akan terjadi. Kesadaran untuk menjaga ucapan sangatlah penting. Ucapan yang baik bukan hanya milik orang bijak saja, tetapi haruslah menjadi budaya dan perilaku dari setiap orang. Ketika kita berucap dengan sopan dan berkata-kata positif, maka kita sudah berbuat baik untuk kedamaian hidup.

Walaupun kita memiliki pengetahuan yang tinggi, jika kita tidak mampu berucap dengan sopan dan berkata-kata positif, maka kita menjadi pribadi yang tidak berguna bagi kebaikan hidup. Pengetahuan yang baik memberikan pencerahan, sehingga kita memiliki kesadaran untuk menjalani hidup dengan energi positif. Kehidupan yang ideal dan harmonis tercipta dari kemampuan setiap orang untuk menjaga ucapan dan berkata-kata positif. Komunikasi dengan bahasa yang positif mengeluarkan energi positif di dalam kehidupan, sehingga perasaan damai dan tenang mampu meningkatkan kualitas hidup semua orang.

Walaupun ada perasaan berbeda, tetapi kemampuan menjadi toleran terhadap perbedaan sangatlah penting. Jiwa yang toleran mampu mengendalikan diri dan tidak akan berucap negatif tentang orang lain. Jiwa yang toleran selalu menyadari bahwa kedamaian batin dihasilkan dari kata-kata dan pemikiran positif. Jiwa yang toleran sangat menyadari bahwa kemanusiaan sifatnya abadi, sehingga tidak akan melukai siapa pun dengan ucapan dan kata-kata yang buruk.

Komunikasi yang baik tidak pernah merugikan siapa pun. Komunikasi yang baik mampu menjaga kebenaran selalu bersama kita semua. Komunikasi yang baik mampu mengubah pikiran negatif kita menjadi positif. Ucapan yang baik memberitakan perdamaian dan keharmonisan untuk hidup bersama. Ucapan dan kata-kata positif dapat membuat kita semua bahagia. Ucapan yang sopan dengan kata-kata positif membebaskan kita semua dari stres dan menciptakan kehidupan yang tenang. Ucapan yang sopan dan kata-kata positif memberikan efek positif pada kehidupan sosial.

Ketika seseorang terbiasa berucap tidak sopan dengan kata-kata negatif, maka dia sedang memisahkan dirinya dari kesatuan hidup. Dia sedang menciptakan realita untuk menjalani kehidupan yang tidak damai. Dia sedang menciptakan kehidupan yang membuatnya tidak pernah merasakan bahagia dengan kenyataan sehari-hari. Hidupnya selalu dengan prasangka buruk yang semuanya bersumber dari pemikiran buruknya. Jalan hidupnya selalu bertindak secara egois, sehingga dia terpisah dari orang lain.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENJADI PRIBADI YANG TERKENDALI

“Pribadi yang tidak terkendali sangat mudah dipermainkan oleh emosi orang lain.”~Djajendra

Kehidupan sosial itu penting, tetapi semua hubungan dengan orang lain harus bersumber dari diri yang terkendali dan cerdas emosi. Ketika terjadi perang emosi dan kata-kata, jadilah terkendali, tunjukkan kedewasaan dan kesabaran. Jika Anda marah dengan sikap orang lain, tenangkan diri, dan untuk sementara jauhi orang tersebut. Tidak perlu mengeluarkan emosi dan kata-kata buruk untuk membalas sikap buruk orang lain. Jangan biarkan Anda terpancing dan mengeluarkan reaksi buruk. Jadilah terkendali, jadilah santai, dan tinggalkan suasana yang tidak aman tersebut.

Dalam situasi yang penuh emosi dan amarah, maka diam itu adalah emas. Jangan biarkan satu pun kata-kata buruk keluar dari mulut Anda. Kendalikan diri dan jadilah pemenang di dalam diam. Jangan pikirkan apa kata orang tentang Anda. Tidak penting memikirkan pendapat orang lain, yang penting Anda tetap tenang dan tidak menyinggung atau melakukan tindakan yang memancing reaksi negatif dari pihak mana pun. Mungkin Anda terluka atau kecewa, kuatkan hati dan tetaplah tersenyum sambil meninggalkan suasana yang tidak baik tersebut.

Hidup ini bukan tentang kalah dan menang, tetapi tentang belajar dan pengalaman. Jadi, tidak perlu terlalu terobsesi untuk menang dalam sebuah masalah atau persoalan hidup. Biarkan persoalan itu terselesaikan dengan baik pada waktunya. Mungkin pada saat sekarang tingkat emosi masih tidak stabil, semua pihak menganggap dirinya yang paling benar dan tidak mau mengalah demi kebaikan. Dalam situasi yang sulit menciptakan perdamaian, maka membatasi diri pada reaksi yang ekstrem adalah pilihan terbaik. Tindakan terbaik saat diri dalam marah adalah tidak mengeluarkan reaksi apa pun.

Ketika suara hati mendorong Anda dengan emosi untuk membalas perbuatan tidak baik,  gunakan akal sehat dan kendalikan suara hati tersebut. Bebaskan diri dari semua kepentingan dan tingkatkan kesadaran untuk tetap tenang. Jangan menyebabkan diri Anda menjadi penyebab kerusakan sebuah hubungan. Ketika keburukan dibalas dengan keburukan, maka kerusakan dalam hubungan tersebut akan sulit diperbaiki untuk selamanya. Jika dalam jangka panjang tidak ada yang merasa bersalah, maka hubungan tersebut secara perlahan-lahan akan tergelincir ke dalam konflik abadi. Setiap saat luka lama akan muncul untuk menghambat hubungan baik.

Pengendalian diri bukan berarti Anda takut berhadapan dengan orang lain. Ini adalah tentang kehebatan Anda untuk tetap tenang dan sabar di saat orang lain tidak terkendali. Saat Anda tenang dan sabar, Anda bisa berpikir jernih untuk mengambil keputusan terbaik. Keputusan terbaik adalah mengarahkan pikiran ke tempat-tempat terindah, dan menjauhkan pikiran dari wilayah konflik. Anda pun mampu dengan santai keluar dari pertengkaran dan lawan Anda tidak menemukan Anda untuk diserang dengan kata-kata buruk. Dalam situasi ini, lawan sudah tidak menemukan Anda di wilayah emosi negatif, Anda pun sedang menikmati keindahan di wilayah bahagia. Intinya, tidak perlu terpancing dengan sikap dan perilaku buruk orang lain. Jangan mau dikendalikan hidup Anda dengan karakter dan keputusan orang lain. Anda itu merdeka dan bebas untuk menikmati indahnya kehidupan. Hilangkan dirimu dari perangkap wilayah konflik, tingkatkan kesadaranmu untuk hidup bahagia.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KEKUATAN HATI DAN MENTAL UNTUK MENGHADAPI KEINGINAN

“Kita berhak memiliki keinginan apa pun, tetapi semua keinginan tersebut harus dijalan kebenaran, kita pun harus siap menghadapi semua ujian dalam bentuk kesulitan dan tantangan yang tidak mudah.”~Djajendra

Keinginan tidak pernah habis. Setelah terpenuhi sebuah keinginan akan muncul keinginan yang lain. Keinginan yang tidak terpenuhi bisa melemahkan hidup kita. Selama keinginan tidak bisa dikendalikan, kita akan menderita dan sulit menemukan ketenangan hidup. Sebenarnya, tidak salah memiliki banyak keinginan asalkan memiliki kesadaran bahwa kehendak Tuhan yang akan terjadi. Jika kebetulan keinginan kita dan kehendak Tuhan sama, maka kita boleh berbahagia dengan mendapatkan keinginan tersebut. Jika keinginan kita belum juga terwujud, maka jangan menyerah apalagi berhenti untuk berupaya dengan lebih baik lagi agar keinginan tersebut bisa terwujud. Jika dalam momen ini kita tidak tenang dan terlalu gelisah untuk menginginkan sesuatu, maka tantangan dan godaan yang berat akan menyulitkan diri sendiri.

Sebuah keinginan membutuhkan proses yang berkelanjutan dalam jangka panjang. Proses untuk mencapai keinginan harus dilengkapi dengan pengetahuan, teknologi, kerja keras, disiplin, tanggung jawab, kesabaran, dan konsistensi. Dalam perjalanan memenuhi keinginan, kita akan menghadapi tantangan dan kesulitan. Di sini, kita harus memiliki mental yang hebat dan kekuatan hati yang penuh motivasi untuk melewati semua ujian. Di tengah-tengah aktivitas kita untuk mewujudkan keinginan, kita tidak boleh melupakan bahwa kegagalan bukan berarti akhir, tetapi awal untuk memulai proses dengan lebih hebat lagi. Intinya, kita berhak memiliki keinginan apa pun, tetapi semua keinginan tersebut harus dijalan kebenaran atau kebaikan, dan kita pun harus siap menghadapi semua ujian dalam bentuk kesulitan dan tantangan yang tidak mudah.

Keinginan dibutuhkan dalam hidup setiap orang agar bisa meningkatkan kualitas hidup. Keinginan kita membuka arah dan jalan hidup kita. Jadi, keinginan itu bukanlah sesuatu yang buruk bagi hidup kita. Kita wajib memiliki keinginan agar termotivasi untuk mewujudkannya. Hal yang perlu kita sadari adalah bahwa keinginan tersebut harus dijalan kebenaran agar hidup kita damai. Melalui keinginan kita bisa mengabdi dan berkontribusi di dalam kehidupan ini. Melalui keinginan kita bisa memberi untuk kehidupan yang lebih baik lagi. Keinginan di jalan kebenaran berarti keinginan tersebut tidak dikendalikan oleh akal buruk, tetapi dikendalikan dari niat baik untuk memberikan yang terbaik bagi kehidupan. Jika kita memiliki keinginan dengan ambisi untuk keuntungan diri sendiri, maka penderitaan akan mengisi ruang keberhasilan kita.

Keinginan harus ditumbuhkan dalam mental dan hati yang tangguh. Kekuatan hati dan mental menjadi sangat menentukan untuk mencapai keinginan. Kita harus memiliki kekuatan hati dan mental yang tanpa henti melakukan upaya dan kerja keras untuk membawa kita ke tujuan akhir dari keinginan tersebut. Upaya serius untuk mencapai keinginan harus hidup di dalam motivasi diri yang tinggi. Mungkin kita membutuhkan waktu untuk mewujudkan keinginan tersebut, kita harus yakin bahwa dengan bantuan dari Tuhan kita mampu mewujudkan keinginan tersebut. Tidak boleh berhenti dalam pengejaran keinginan. Kalau kita beruntung dalam waktu singkat keinginan tersebut dapat terwujud, atau mungkin membutuhkan waktu yang lebih panjang. Intinya, kita tidak pernah tahu kapan keinginan kita tersebut terwujud, tugas kita adalah berupaya tanpa henti sampai suatu hari keinginan tersebut tercapai. Kembangkan secara terus-menerus tingkat kecerdasan mental dan kekuatan hati yang hebat agar selalu percaya diri untuk mencapai keinginan tersebut.

Keinginan mendorong kita menuju masa depan yang lebih berkualitas. Jadi, jangan pernah membatasi keinginan dan impian, biarkan keinginan dan impian hidup di dalam harapan kita. Keinginan yang kuat menjadi kekuatan untuk membuka jalan yang baru. Keinginan yang kuat mampu membuat kita mengalir dalam hidup walau banyak rintangan yang harus dilalui. Keinginan yang kuat membuat kita hidup di dalam kehidupan ini. Hal terpenting adalah simpan semua keinginan di dalam diri sendiri, tidak perlu bercerita kepada orang lain tentang keinginan Anda, sampaikan keinginan tersebut kepada Tuhan melalui doa di dalam hati. Kemudian miliki perilaku dan tindakan untuk mewujudkan keinginan tersebut setiap hari.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

MENGUATKAN MORALITAS PRIBADI

“Manfaatkan nilai-nilai moralitas untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan untuk membatasi hidup.”~Djajendra

Moralitas pribadi bersumber dari dalam diri. Kejujuran, kasih sayang, kepedulian, memberikan contoh yang baik, dan bersikap adil adalah bagian dari moralitas pribadi. Menghormati kemanusiaan, hukum, properti, otonomi, dan kebebasan, juga menjadi bagian dari moralitas pribadi. Jika nilai-nilai moral pribadi menurun, maka ketenangan dan kedamaian hidup akan berkurang. Nilai-nilai moralitas menjaga kehidupan dari kekacauan. Moralitas pribadi mengendalikan diri sendiri untuk selalu menjadi kebaikan bagi kehidupan.

Ketika moralitas mengalami kekalahan, maka kekacauan dan kerusakan akan meningkat. Di zaman kebebasan, di mana setiap orang dengan mudah memiliki media sosial, diharapkan tanggung jawabnya melalui moralitas pribadi. Tanpa moralitas pribadi yang baik, informasi-informasi dari persepsi pribadi yang jauh dari kebenaran dan kebaikan akan mengancam kedamaian hidup. Nilai-nilai moral yang dihasilkan dari pengetahuan yang salah dan tanpa sikap yang bijak akan menjadikan kehidupan penuh dengan prasangka buruk.

Moralitas pribadi harus mampu memberikan yang terbaik bagi diri sendiri dan orang lain. Apa pun bidang kehidupan yang Anda tekuni jangan pernah mengabaikan moralitas. Situasi sulit atau kemungkinan yang tak menguntungkan diri sendiri bukanlah alasan untuk mengabaikan moralitas. Moralitas pribadi harus memiliki niat baik dan integritas di setiap pelayanan dan kontribusi dalam kehidupan. Haruslah menjadi tanggung jawab pribadi setiap orang untuk menguatkan nilai-nilai moral di dalam diri, kemudian mempraktekkannya dalam kehidupan sehari-hari sehingga dapat menghindari penurunan moralitas.

Nilai-nilai moral tidak boleh membatasi kreativitas dan imajinasi. Sebab, hidup ini adalah perubahan, dan kita membutuhkan keputusan atau pun solusi untuk mengatasi tantangan. Dan semua ini hanya bisa dilakukan jika kita memiliki kreativitas dan imajinasi tanpa batas. Kreativitas dan imajinasi tanpa batas mampu membantu kita melewati proses perubahan. Ikatan moral yang menjadi dogma atau standar moralitas yang ketat kadang akan menyulitkan diri sendiri. Oleh karena itu, manfaatkan nilai-nilai moralitas untuk meningkatkan kualitas hidup, bukan untuk membatasi hidup.

Moralitas pribadi harus mampu beradaptasi dengan moralitas sosial. Moralitas sosial biasanya diatur dengan kode perilaku dan nilai-nilai moral yang diyakini sebagai kebenaran. Di tempat kerja, moralitas sosial biasanya ditampilkan sebagai code of conduct yang bertujuan mengikat setiap moralitas pribadi dalam satu kekuatan menuju visi bersama.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

KETIKA TIDAK MAMPU MENGUBAH ORANG LAIN, UBAHLAH DIRI SENDIRI

“Musuh utama kita dalam hidup bukanlah orang lain, tetapi sifat dan nilai-nilai buruk yang  tumbuh di alam bawah sadar kita, sehingga ketika mereka kuat, mereka muncul dari dalam diri untuk mengalahkan hidup kita.”~Djajendra

Hidup ini singkat, tidak perlu disia-siakan dalam drama yang penuh konflik. Sering sekali kita ingin semua situasi dan perilaku orang lain sama seperti yang kita pikirkan. Jika orang lain tidak sesuai dengan harapan dan keinginan kita, maka jalan yang paling mudah adalah menghakimi mereka atau pun menciptakan stigma terhadap mereka. Sifat dan perilaku menghakimi orang lain tidak akan memberikan sukacita kepada diri sendiri. Stres dan penderitaan dalam hidup bersumber dari sifat buruk kita dalam melihat situasi dan orang lain. Ketika kita kehilangan cinta dan kasih sayang di dalam diri, kita telah menciptakan penderitaan bagi diri sendiri. Sifat membenci orang lain sama saja seperti menanam benih penderitaan di dalam diri sendiri, sehingga benih penderitaan itu akan tumbuh membesar untuk mengalahkan diri sendiri. Intinya, musuh utama kita dalam hidup bukanlah orang lain, tetapi sifat dan nilai-nilai buruk yang kita tumbuhkan di alam bawah sadar kita, sehingga ketika mereka kuat, mereka akan muncul dari dalam diri kita untuk mengalahkan hidup kita.

Sifat kita yang sangat mudah memberikan perhatian pada kekurangan akan menarik kita ke dalam drama kehidupan yang merugikan hidup kita. Pikiran yang buruk tidak akan memberikan sukacita, kebahagiaan, kedamaian, ketenangan, dan rasa syukur kepada diri sendiri. Kadang, kita mungkin sudah mencoba berpikir positif, tetapi situasi dan orang-orang di luar diri kita selalu hadir dengan pikiran negatif. Jelas, kita tidak mungkin mampu mengubah realitas orang lain atau mengubah situasi di luar kendali kita. Kita hanya mampu mengubah diri sendiri dengan cara tidak memberikan perhatian kepada sumber negatif yang mencoba menghalangi jalan hidup kita.

Kehidupan bukanlah tempat yang sesuai keinginan kita. Kehidupan bukanlah tempat yang harus menuruti maunya pikiran kita. Kehidupan adalah sebuah keajaiban yang tidak mungkin bisa diprediksi oleh siapa pun. Kehidupan bukanlah jalan lurus yang mudah ditebak oleh siapa pun. Kehidupan bukanlah tempat yang tertib, aman, mudah, nyaman, tertata, dan semuanya sesuai harapan. Kehidupan adalah tempat dimana kita sedang hidup dengan pengalaman dan pembelajaran dari kejutan-kejutan yang dihadirkan oleh kehidupan . Banyak hal tak terduga akan kita hadapi, yang kita perlukan adalah menjadi diri sendiri, kemudian menerima hidup dengan rasa syukur dan terima kasih, lalu mengalir bersama kehidupan yang harus kita hadapi.

Kita semua wajib untuk memiliki impian dan cita-cita, tetapi hidup kita tidak boleh diperbudak oleh impian dan cita-cita kita. Dalam perjalanan hidup, mungkin impian dan cita-cita kita tidak terwujud, tetapi muncul sebuah kehidupan yang lebih indah walaupun itu bukan impian dan cita-cita kita. Dalam hal ini, terimalah apa yang menjadi bagian dari hidup kita dan jalani dengan sukacita, tanpa pernah menyalahkan orang lain atau sebuah situasi. Terimalah hidup yang dimiliki dan cintai dengan sepenuh hati. Jangan merusak keindahan yang sudah diterima dengan keinginan-keinginan yang belum tentu membawa kebaikan bagi hidup kita. Intinya, ketika kita tidak menerima kehidupan yang kita alami pada momen ini, kita akan menderita. Setiap momen haruslah menjadi keindahan dalam rasa syukur. Apa pun yang terjadi, terimalah sebagai pengalaman dan pembelajaran untuk lebih meningkatkan kualitas hidup.

Untuk mengundang MOTIVATOR hubungi: 0812 1318 8899/ email: training@djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑