PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Social Intelligence (page 2 of 13)

Kecerdasan Sosial

SENANG DIPUJI DAN TIDAK SENANG DIKRITIK

“Ketika Anda senang dipuji dan tidak senang dikritik, maka Anda pun menjadi permainan orang lain.”~Djajendra

Perasaan yang ingin selalu disanjung dan dipuji menghilangkan kontrol diri. Ketika Anda marah saat tidak dipuji, itu artinya Anda memiliki kelemahan yang membuat hidup Anda tidak bahagia. Diperlukan kesadaran untuk tidak kehilangan kontrol diri atas semua peristiwa hidup yang Anda jalani. Kesadaran diri yang baik mampu meningkatkan kualitas penilaian diri terhadap realitas yang dialami.

Ketika kesadaran diri Anda rendah, maka Anda kehilangan diri sejati, dan Anda pun menjadi seperti boneka di tangan orang lain. Anda akan selalu bereaksi terhadap berbagai ucapan, perilaku, dan kata-kata orang lain. Anda betul-betul kehilangan kesadaran untuk memberikan respon sesuai diri sejati Anda. Anda akan menari oleh musik dan lagu orang lain. Anda akan kehilangan diri sejati, karena telah menjadi bagian dari permainan orang lain

Tanpa memiliki diri sejati, orang-orang mudah dipermainkan melalui pujian dan kritikan. Tanpa memiliki diri sejati, seseorang hanya menjadi boneka di tangan orang lain. Dan, orang yang memegang boneka selalu sadar untuk mempermainkannya bagi kesenangan pribadi dan bagi hiburan untuk orang lain. Ciri-ciri dari pribadi boneka adalah sangat senang bila mendapatkan pujian, dan sangat marah bila tidak mendapatkan pujian. Jika dikritik, pribadi boneka sangat gelisah dan tidak bisa tidur nyenyak. Intinya, mereka hidupnya dikendalikan oleh orang lain. Hidup mereka sangat tergantung oleh kata-kata orang lain. Ketika kata-kata orang lain melukai hati mereka, maka mereka pun segera bereaksi meluapkan kemarahan dan menciptakan ketidaknyamanan bagi orang-orang lain. Para boneka selalu menjadi sumber hiburan bagi para penonton yang sepaham dengan mereka.

Ketika tidak mendapatkan pujian dan pengakuan, maka pikiran buruk akan muncul untuk menghakimi ataupun menilai orang lain dengan negatif. Diperlukan kesadaran untuk berubah dari pribadi boneka menjadi pribadi sejati dengan integritas. Jadi, ketika pikiran buruk muncul saat tidak mendapatkan pujian, maka saat itu Anda harus segera meningkatkan kesadaran tertinggi Anda. Kesadaran tertinggi diperlukan untuk menilai setiap peristiwa dengan jujur dan untuk memperbaiki diri. Kesadaran diri diperlukan untuk melupakan dan melewati setiap peristiwa, tanpa terjebak di dalamnya. Karena hidup kita adalah sebuah perjalanan yang terus-menerus, maka kita tidak boleh terjebak di dalam sebuah situasi oleh perasaan dan pikiran kita. Jangan menghentikan perjalanan hidup setiap kali melihat sesuatu yang nyaman. Fokuskan pikiran pada tujuan dan jangan biarkan siapapun untuk menjadikan Anda sebagai boneka mereka.

Setiap peristiwa dalam hidup pasti memberikan arti penting bagi kemajuan hidup Anda. Pujian dan kritikan adalah sesuatu yang tidak diperlukan dalam kemajuan hidup Anda. Jadi, ketika Anda menerima pujian tetaplah rendah hati dan tidak terpengaruh olehnya. Sebaliknya, ketika menerima kritikan tetaplah rendah hati untuk memperbaiki kekurangan dan tidak terpengaruh olehnya. Jagalah pikiran untuk selalu berpikir positif atas segala peristiwa hidup yang Anda alami. Biarkan pikiran melihat semua hal di sepanjang jalan hidup Anda, tetapi jangan biarkan pikiran berhenti dan terjebak di sebuah situasi. Teruslah bergerak dan berjalan di sepanjang jalan hidup Anda dengan pikiran positif.

Pujian dan kritikan hanyalah persepsi orang lain. Hidup Anda adalah persepsi Anda. Anda tidak hidup untuk terjebak dalam persepsi orang lain. Bila Anda menjadi diri sejati yang asli dengan nilai-nilai kehidupan pribadi Anda, maka semua persepsi orang lain lenyap begitu keluar dari pandangan Anda. Anda tidak akan memikirkannya dan persepsi orang lain tidak akan menjadi dominan dari memori Anda. Anda mampu melepaskan apa pun yang Anda lihat, dengar, rasakan, pikirkan, saat itu juga. Jadi Anda tidak terikat pada apapun yang orang lain katakan atau perbuat kepada Anda. Anda sudah menjadi diri sendiri yang tidak mampu dijadikan boneka oleh orang lain.

Tidak seorang pun yang bisa sempurna dalam hidup. Demikian juga dengan Anda, pasti realitas pikiran selalu naik dan turun. Kadang-kadang, pikiran buruk bisa saja muncul atas sikap dan perilaku orang lain terhadap Anda. Oleh karena itu, pastikan Anda tidak masuk ke dalam sikap dan perilaku orang lain tersebut. Anda cukup menjadi penonton yang tidak memberikan penilaian apapun atas sikap dan perilaku orang lain tersebut. Jangan biarkan pikiran dan emosi Anda mengalir ke dalam sikap dan perilaku orang lain. Kendalikan diri, kendalikan pikiran, kendalikan emosi, dan fokuskan untuk menguatkan diri sendiri saat sikap dan perilaku orang lain mencoba memancing marah Anda. Jangan tenggelam dalam sikap dan perilaku orang lain, teruslah mengalir menuju tujuan hidup Anda dengan diri sejati Anda.

Ketika pujian dan kritikan terus-menerus menggoda Anda, maka miliki rem diri yang kuat untuk menghentikan dan mengontrol semua itu. Mempercayai pujian dan kritikan adalah seperti memberikan diri untuk dikendalikan oleh orang lain. Jadi, bila Anda menikmati pujian dan marah pada kritikan, maka Anda sudah di dalam kendali orang lain. Dan, mereka yang tahu tentang kelemahan Anda itu akan memanfaatkannya untuk pertunjukan mereka. Mereka akan memanfaatkan Anda untuk keuntungan dan permainan mereka.

Hidup ini bukan untuk bahagia dengan pujian dan menderita dengan kritikan. Hidup ini adalah sebuah perjalanan sempurna dengan penuh rintangan. Anda pasti melewati yang Anda suka dan yang Anda tidak suka. Pastikan setiap langkah Anda di dalam kesadaran tinggi Anda. Pastikan Anda selalu melangkah dengan hati-hati dan rendah hati. Sangat banyak jembatan yang belum tersambung untuk Anda lewati. Sangat banyak jalan yang masih diselimuti awan dan lumpur licin. Setiap langkah hidup memiliki resiko yang harus diperhitungkan dengan jujur. Ketika Anda jatuh dan terluka, jangan mengeluh dan menyerah. Teruslah melangkah walau langkah Anda hanya mampu seinci demi seinci. Hal terpenting dalam hidup adalah Anda harus terus-menerus bergerak maju, dan tidak boleh terjebak dalam sebuah keadaan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENERIMA APAPUN YANG TELAH TERJADI

“Kehendak Tuhanlah yang pasti terjadi, bukan kehendak Anda atau pun rencana Anda.”~Djajendra

Semua orang boleh berpikir apa saja, tetapi pikiran-pikiran yang semua orang pikirkan bukanlah kepastian untuk sesuatu terjadi. Hanya kehendak Tuhan yang pasti terjadi. Oleh karena itu, tidak perlu memaksakan pikiran-pikiran yang belum tentu terjadi. Terimalah apapun yang sudah terjadi dengan ikhlas. Terimalah apapun yang tidak bisa Anda ubah dengan sukacita. Biarlah Tuhan berbicara melalui peristiwa-peristiwa yang Anda alami di sepanjang hidup. Tingkatkan kesadaran dan kegembiraan di dalam diri agar Anda bisa mengetahui kehendak Tuhan untuk kebaikan hidup Anda.

Hidup ini untuk dijalani dengan komitmen, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, kejujuran, perubahan, dan kualitas melalui pengetahuan tanpa batas. Lalu, tidak menyerah, tapi menerima dengan ikhlas. Kenapa harus menerima dengan ikhlas? Karena, Anda tidak dapat mengontrol semua peristiwa dalam hidup Anda. Anda harus berdamai dan menerima peristiwa-peristiwa atau hal-hal yang di luar kendali Anda. Bila Anda menolak berdamai, maka Anda akan menderita dan mengalami kekecewaan di sepanjang hidup Anda. Jadi, terimalah apapun yang sudah menjadi kehendak Tuhan, lalu jangan menyerah untuk mewujudkan impian Anda di jalan damai.

Ketika Anda rendah hati dan terbiasa untuk belajar dari semua peristiwa hidup, maka perjuangan Anda yang tidak terwujud tidak dapat meruntuhkan semangat Anda. Anda pasti menggunakan ego Anda untuk tumbuh dan semakin kuat melalui peristiwa-peristiwa yang Anda lalui. Anda tidak mungkin menggunakan ego Anda untuk meruntuhkan perjuangan Anda. Walaupun dalam proses Anda harus menganggap diri Anda sebagai yang terbaik untuk apa-apa yang Anda lakukan, tetapi hasil yang Anda dapatkan tidak seperti rencana dan pikiran Anda, maka Andapun mampu mengontrol perasaan kecewa dan tidak mungkin menjadi resah atau merasa telah berbuat kesalahan. Anda pasti tenang untuk menguatkan keyakinan dan menguatkan mental pemenang agar perjalanan Anda yang berikutnya tidak terganggu oleh kegagalan sebelumnya. Anda harus selalu menguatkan mental pemenang Anda agar segala sesuatu yang tak terduga dapat Anda kendalikan, dan dapat Anda jadikan sebagai pelajaran untuk tindakan-tindakan berikutnya.

Hidup untuk belajar, bukan untuk menyalahkan orang lain. Ketika Anda tidak meningkatkan pengetahuan tentang diri sendiri dan selalu meningkatkan kemampuan untuk melihat kekurangan orang lain, maka Anda tidak mungkin mampu menerima hasil yang tidak sesuai pikiran dan rencana Anda. Anda tidak mampu meningkatkan kesadaran untuk merenungkan dan memperbaiki kemunduran ataupun kegagalan Anda. Anda juga tidak mampu mengenali atau memahami pelajaran yang diberikan oleh hasil yang tidak sesuai pikiran dan rencana Anda. Hanya melalui mengenal diri sendiri secara mendalam, Anda dapat menghadapi realitas yang tidak sesuai pikiran dan rencana.

Kesadaran diri yang tinggi mampu mengambil tanggung jawab dan meningkatkan kepercayaan diri di setiap peristiwa yang tidak diinginkan. Kegagalan selalu dijadikan pelajaran untuk meningkatkan kualitas diri. Kekecewaan tidak akan dibuat berlama-lama, dan tidak akan berkubang di dalamnya. Kesadaran diri tidak akan membuang-buang waktu produktif. Kelemahan dihadapi dengan pengetahuan dan disiplin untuk peningkatan. Kekurangan dihadapi dengan ketekunan dan kerja keras yang luar biasa untuk penguatan di semua aspek diri sendiri. Intinya, kesadaran diri dimanfaatkan untuk memperkuat tanggung jawab agar diri sejati bisa terus-menerus menguatkan dirinya dalam meraih sukses.

Hidup bukan untuk menolak apa-apa yang tidak Anda sukai. Hidup untuk berlatih dan mempersiapkan kualitas diri agar Anda dapat menerima apa-apa yang Anda sukai. Jadi, jangan fokus untuk menolak sesuatu, fokuskan pikiran dan kekuatan Anda untuk menerima apa-apa yang Anda sukai. Jelas, semua ini dimulai dari rasa syukur yang hebat atas kehidupan yang Anda jalani. Tidak ada jaminan bahwa apa yang Anda rencanakan dan pikirkan akan menjadi masa depan Anda. Hanya Tuhanlah yang paling tahu tentang masa depan semua orang. Hanya Tuhanlah yang paling tahu apa yang baik dan tidak baik bagi hidup kita semua. Oleh karena itu, apapun yang Anda alami saat ini miliki rasa syukur dan sikap rendah hati. Rasa syukur dan rendah hati ditambah sikap sabar dan penuh semangat menjadikan jalan hidup Anda selalu mendapatkan sukses.

Hidup kita yang sesungguhnya adalah pada hari ini. Masa lalu hanya tinggal dikenangan, bukan dalam kenyataan. Masa depan masih tinggal dalam pikiran, bukan dalam kenyataan. Hari inilah atau momen inilah hidup yang kita semua miliki. Bila momen ini tidak kita nikmati dengan rasa syukur dan kegembiraan, maka kita sedang menciptakan hidup yang buruk. Milik kita dalam hidup tidak lebih dari nafas yang keluar masuk. Keberadaan kita sebatas nafas yang keluar masuk. Bila nafas terhenti dan tidak lagi keluar masuk, maka selesailah semuanya. Jadi, tingkatkan kesadaran untuk mengingatkan kepada diri sendiri tentang pentingnya untuk fokus pada momen ini dengan penuh sukacita.

Tanamlah pada momen ini semua benih-benih yang terbaik, mungkin Anda tidak memanennya, tetapi Anda telah menciptakan kebaikan kepada kehidupan selanjutnya. Fokuskan perhatian pada hal-hal yang baik. Gunakan semua waktu dan energi Anda hanya untuk menghasilkan hal-hal baik bagi kehidupan. Ciptakan diri Anda menjadi energi positif yang terus-menerus hanya menghasilkan kebaikan dan keindahan bagi hidup. Jangan membuang-buang waktu dan energi untuk mengkhawatirkan sesuatu. Sebab, kehendak Tuhanlah yang pasti terjadi, bukan kehendak Anda atau pun rencana Anda.

“Sesungguhnya dalam hidup tidak perlu terlalu banyak berpikir, yang diperlukan hanyalah tindakan dengan pengetahuan dan keyakinan penuh.”~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMAHAMI EMOSI ANDA UNTUK BISA BEKERJA SESUAI BUDAYA ORGANISASI

“Pahami emosi Anda, akui emosi Anda, cerdaskan emosi Anda, dan kendalikan semua emosi tidak baik agar Anda bisa hidup lebih sejahtera.”~Djajendra

Tidak ada seorang pun yang tidak berurusan dengan emosi. Emosi bisa menjadikan Anda bahagia dan juga tidak bahagia. Ketidakmampuan mengelola emosi menjadikan hidup Anda tidak terkendali.

Dalam kehidupan di tempat kerja, setiap orang harus bisa mengekspresikan emosi masing-masing sesuai dengan budaya organisasi. Setiap karyawan dan pimpinan harus bisa mengekspresikan emosi dengan bahasa yang baik sesuai nilai-nilai organisasi. Setiap orang harus mampu menggambarkan emosi positif yang akurat untuk pencapaian kinerja terbaik.

Setiap ucapan, perilaku, sikap, dan bahasa tubuh haruslah ditampilkan dengan emosi positif. Tidak boleh ada emosi yang berlebihan yang mengganggu kehidupan di tempat kerja. Emosi yang tenang dan yang tidak meledak-ledak adalah syarat terpenting untuk membangun budaya kerja yang kuat dan unggul.

Biasanya; kesal, kecewa, cemas, marah, takut, khawatir, dan stres adalah emosi-emosi yang mudah muncul di tempat kerja. Semua emosi-emosi ini muncul disebabkan oleh berbagai macam peristiwa dalam hubungan kerja yang kurang saling memahami. Perilaku kritis dalam interaksi di tempat kerja haruslah dalam kekuatan emosi positif. Dalam hal ini, setiap orang harus mampu mencerdaskan emosi masing-masing dengan latihan dan membiasakan perilaku emosional yang tidak merusak hubungan kerja.

Emosi-emosi negatif memang tidak bisa dihapus dari realitas di tempat kerja, tetapi membiarkan emosi-emosi negatif menguat menjadikan proses kerja rusak dan pastinya mengganggu pencapaian kinerja. Oleh karena itu, kesadaran untuk tidak membiarkan emosi negatif mengganggu pencapaian kinerja haruslah ditanamkan kepada setiap orang di tempat kerja.

Jika karyawan tidak dilatih dan disiapkan untuk bekerja dengan emosi cerdas, maka mereka setiap hari berpotensi terlibat dengan stres yang menjadikan proses kerja memburuk. Membangun budaya komunikasi dengan kosakata yang beremosi positif haruslah menjadi perhatian dan prioritas di tempat kerja. Budaya organisasi yang kuat dan unggul tidak akan tercipta bila kecerdasan emosional karyawan tidak dilatih. Emosi yang cerdas di tempat kerja mampu menanggapi semua permasalahan dengan jernih.

Pahami emosi Anda, akui emosi Anda, cerdaskan emosi Anda, dan kendalikan semua emosi tidak baik agar Anda bisa hidup lebih sejahtera. Emosi yang cerdas dan positif mampu memberikan kehidupan yang sehat fisik, sehat jiwa, dan sehat pikiran. Emosi yang baik membuat tubuh selalu merasa bugar dan kuat, jiwa selalu merasa damai dan tenang, pikiran selalu terkendali dalam kekuatan positif, sehingga hidup Anda setiap hari penuh nikmat untuk menjadikan segalanya sempurna.

Setiap hari, beberapa kali dalam sehari, lakukan afirmasi kata-kata positif. Ciptakan kalimat-kalimat positif untuk diucapkan berkali-kali. Perbanyak kosakata positif untuk menimbulkan emosi positif. Latihan untuk menciptakan kebiasaan dalam penggunaan kata-kata positif adalah cara terbaik untuk mencerdaskan emosi.

Jadilah antusias dan penuh percaya diri untuk hidup bersama kosakata positif. Miliki keyakinan yang kuat bahwa hanya kata-kata positif, yang terus-menerus diucapkan kepada diri sendiri dan orang lain, mampu menghadirkan emosi positif yang kuat.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KECERDASAN EMOSIONAL ANDA MEMUDAHKAN ANDA UNTUK BEKERJA DALAM KERAGAMAN DAN PERBEDAAN

“Jika Anda bersedia untuk melihat diri sendiri dengan jujur, maka Anda mudah menemukan kekuatan dan kelemahan diri sendiri untuk menata kehidupan terbaik.”~Djajendra

Kodrat kehidupan manusia adalah perbedaan dan keragaman. Tidak ada seorang pun yang mampu menentang kehendak Tuhan atas kehidupan manusia di dalam perbedaan dan keragaman. Oleh karena itu, kita hanya punya satu pilihan untuk bisa hidup berdampingan. Pilihan tersebut adalah merangkul semua pemikiran dan kepribadian yang berbeda. Kita harus pahami bahwa kita semua memiliki kepribadian yang berbeda, cara berpikir yang berbeda, cara mengekspresikan emosi yang berbeda, kebutuhan yang berbeda, keinginan yang berbeda, dan harapan yang berbeda. Jadi, kita tidak hidup untuk memaksa maunya kita, tetapi kita hidup untuk menjalin hubungan yang baik dengan semua orang yang berbeda dan beragam.

Untuk bisa hidup harmonis di dalam perbedaan dan keragaman, Anda harus memiliki kecerdasan emosional yang baik. Kecerdasan emosional yang baik menjadikan Anda lebih bijaksana dan lebih pandai untuk menjalani kehidupan yang berkualitas di tengah-tengah perbedaan dan keragaman.

Ketika Anda sudah terbiasa untuk mengenali emosi Anda, dan memahami maunya pikiran Anda, maka Anda bisa mengendalikan diri Anda agar tidak menciptakan konflik dalam hubungan sosial Anda. Emosi Anda yang cerdas dan positif mampu mempengaruhi orang-orang di sekitar Anda. Kemampuan Anda untuk tetap tenang dan terkendali saat menghadapi situasi dan peristiwa yang tidak menyenangkan, akan membantu perasaan Anda untuk mengelola hubungan yang lebih baik dan menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Keberhasilan karir di tempat kerja sangat ditentukan oleh kecerdasan emosional Anda. Semakin berkualitas kecerdasan emosional Anda, semakin mudah Anda beradaptasi dengan berbagai situasi dan peristiwa di tempat kerja. Anda mudah terhubung dan bekerja sama dengan atasan, rekan kerja, bawahan, pelanggan, dan semua pemangku kepentingan yang lainnya. Anda mampu secara konsisten bersikap baik, bijaksana, pandai, tenang, dan merasakan kebutuhan emosional orang lain. Anda mampu menjadi pendengar yang baik dan memahami pola pikir orang lain.

Bila Anda memiliki kecerdasan emosional yang tinggi; maka, apa pun situasi dan peristiwa yang sedang Anda hadapi, Anda tidak pernah tersinggung atau marah. Anda peduli dan memberikan perhatian untuk menciptakan situasi dan peristiwa menjadi positif. Inilah dampak positif bila Anda memiliki kecerdasan emosional yang baik.

Bagaimana cara Anda memiliki kecerdasan emosional?

Untuk memiliki kecerdasan emosional, Anda harus berlatih dan membiasakan diri untuk memahami emosi dan pola pikir Anda. Jelas, yang pertama, Anda harus sadar diri dulu. Anda harus memiliki kesadaran diri untuk belajar tentang diri sendiri dan memahami emosi-emosi yang sering dihasilkan oleh diri Anda. Dalam hal ini, Anda harus sadar dan memiliki komitmen agar emosi-emosi yang tidak baik dapat Anda kontrol, serta tidak membiarkannya keluar dari diri Anda. Menjadi jujur kepada diri sendiri untuk melihat kekurangan dan kekuatan diri sendiri sangatlah penting dalam membangun kecerdasan emosional Anda. Intinya, integritas Anda merupakan fondasi terpenting dalam memperkuat kecerdasan emosional Anda.

Anda juga harus memiliki disiplin dan aturan-aturan dari niat Anda untuk mengendalikan diri Anda. Dalam hal ini, Anda harus memiliki aturan-aturan untuk diri sendiri agar tidak mudah marah, tidak mudah cemburu, tidak mudah khawatir, tidak mudah takut, tidak ceroboh, tidak makan berlebihan, tidak bereaksi secara berlebihan, dan tidak berpikir negatif. Anda harus memiliki aturan-aturan untuk diri sendiri agar selalu tenang dalam menghadapi berbagai situasi; selalu merasa nyaman dan bersyukur dengan semua peristiwa kehidupan yang harus Anda hadapi; selalu merasa bertanggung jawab untuk menjadikan diri Anda lebih bahagia; selalu mampu menjaga pola makan yang sehat; dan mampu mengatakan tidak untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan kebaikan hidup Anda.

Kecerdasan emosional menjadi konsisten bila Anda memiliki motivasi yang tinggi, untuk selalu cerdas emosi dalam menghadapi berbagai situasi dan peristiwa kehidupan. Dalam hal ini, Anda harus bersedia untuk berlatih dan membiasakan emosi-emosi baik menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari Anda. Apa pun situasi dan peristiwanya Anda mampu menjaga motivasi Anda untuk melakukan hal-hal terbaik bagi kebahagiaan hidup Anda.

Empati dan keterampilan sosial merupakan pengetahuan yang wajib Anda miliki untuk memperkuat kecerdasan emosional Anda. Empati Anda mampu memahami isi hati dan isi pikiran orang lain. Keterampilan sosial Anda menjadikan Anda mudah berkomunikasi dan terhubung dengan kepribadian yang berbeda dan beragam. Jadi, empati dan keterampilan sosial Anda memudahkan Anda untuk berhubungan dengan orang lain. Dan, Anda juga mampu memahami kebutuhan, keinginan, dan harapan orang lain sehingga mudah memberikan pelayanan dan bantuan yang dibutuhkan oleh orang lain.

Kecerdasan emosional sangatlah penting untuk menjadikan Anda memahami berbagai realitas kehidupan di tempat kerja. Anda yang cerdas emosional menjadi mudah memahami pola pikir orang lain; mudah memahami emosi-emosi yang muncul di lingkungan kerja Anda; Anda mampu memiliki kerendahan hati untuk memahami orang lain; Anda mampu tampil penuh percaya diri dan berani bersikap; Anda mampu tampil tenang dan fokus pada solusi; Anda tidak akan terjebak oleh pujian dan sanjungan;  dan Anda juga mampu bereaksi positif terhadap situasi stres.

Orang-orang yang cerdas emosi tidak suka menyalahkan orang lain atau menjadi marah pada mereka. Orang-orang yang cerdas emosi selalu terkendali dan bijaksana dalam memahami realitas yang ada. Mereka menjaga emosi di bawah kontrol pikiran positif. Mereka bersedia meminta maaf dan memaafkan orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHAPUS BUDAYA SALING MENYALAHKAN DI TEMPAT KERJA

“Ketika satu jari menunjuk orang lain, empat jari yang lain menunjuk diri sendiri. Hidup bukanlah permainan salah-menyalahkan. Hidup adalah permainan untuk mengerti dan mengelola segala sesuatu dengan tanggung jawab.”~Djajendra

Ketika target tidak tercapai, orang lain yang disalahkan. Ketika tujuan tidak tercapai, orang lain yang disalahkan. Ketika hati tidak damai, orang lain yang disalahkan. Ketika pengeluaran besar dan kebutuhan tidak terpenuhi, orang lain yang disalahkan. Ketika karir tidak naik-naik, orang lain yang disalahkan. Ketika pimpinan menilai kinerjanya dengan rendah, orang lain yang disalahkan. Ya, apapun kejadian yang merugikan dirinya, orang lain yang disalahkan. Mental menyalahkan orang lain sangatlah berbahaya di tempat kerja.

Perilaku yang sering menyalahkan orang lain di tempat kerja adalah perilaku yang gagal untuk bertanggung jawab atas keberadaannya di tempat kerja. Orang-orang yang terbiasa menyalahkan orang lain hidupnya berpusat pada masalah demi masalah, mereka selalu menganggap dirinya sebagai korban, selalu mengasihani diri sendiri atas berbagai peristiwa yang menunjukkan ketidakmampuan untuk bertanggung jawab.

Orang dengan mentalitas dan perilaku yang selalu merasa sebagai korban, tidak akan pernah menghasilkan kinerja dan prestasi. Mereka terbiasa dan terlatih untuk menghindari tanggung jawab, serta sangat pintar untuk memainkan peran kemalangan atau ketidakadilan atas dirinya. Mereka selalu bersembunyi di dalam alasan demi alasan, sehingga tidak bisa diandalkan untuk menjadi energi positif dalam membangun keberhasilan organisasi.

Seorang karyawan dengan mentalitas korban dapat menimbulkan masalah nyata bagi kemajuan perusahaan. Oleh karena itu, tim manajemen yang baik pasti segera menangani penyakit salah-menyalahkan agar tidak merusak moral dan produktivitas di tempat kerja. Membiarkan kebiasaan salah-menyalahkan di tempat kerja, sama saja seperti menyetujui untuk kegagalan dalam pencapaian kinerja.

Berurusan dengan mentalitas korban memang tidak mudah. Persepsi dan keyakinan dirinya sebagai korban dari perlakukan tidak adil; korban dari intimidasi; korban dari diskriminasi; korban dari sistem; korban dari hubungan tidak baik; dan korban dari apapun yang dia inginkan. Jadi, perlu dipahami bahwa mental dan perilaku dia selalu mencurigai orang lain sebagai penyebab ketidakmampuan dirinya dalam mencapai prestasi. Jelas, orang-orang mentalitas korban haruslah segera diperbaiki, kalau tidak bisa diperbaiki lagi, segeralah keluarkan mereka dari struktur organisasi agar tidak merusak proses kerja.

Perusahaan yang berbudaya unggul selalu mampu menangani orang-orang bermental salah-menyalahkan. Penegakkan etika yang konsisten dan profesional dapat menghindari kerusakan moral kerja akibat salah-menyalahkan. Menyiapkan pedoman tata krama dan kode etik, lalu dijalankan dengan penuh disiplin dan tanggung jawab akan mengurangi budaya salah-menyalahkan di tempat kerja. Membiarkan budaya korban dan salah-menyalahkan di tempat kerja hanya akan merusak produktivitas, merusak hubungan kerja, dan merusak kepercayaan di dalam proses kerja. Dampaknya, semua orang selalu berada dalam konflik dan politik kantor, yang sibuk mengurusi sama-sama lain dan lupa untuk bekerja dengan efektif.

Profesionalisme dan budaya kerja yang kuat harus ditegaskan melalui standar perilaku kerja. Jadi, setiap karyawan di tempat kerja wajib memberikan pertanggung jawaban atas pekerjaan dan hubungan kerja. Tidak boleh ada alasan untuk pembenaran atas kelemahan dalam hubungan kerja. Setiap orang harus terlatih untuk mengendalikan situasi dan menyelesaikan tugas-tugas tepat waktu, tanpa alasan.

Setiap karyawan dibangun dalam bangunan kerja tim yang solid. Perasaan syukur, terima kasih, dan rasa bersatu dengan yang lain harus dikuatkan agar perilaku menyalahkan hilang. Dan juga, pengembangan kepercayaan diri harus lebih dikuatkan agar apapun situasinya dapat dilalui dengan keberanian dan penuh tanggung jawab

Penguatan komunikasi dan hubungan yang etis di dalam budaya kerja harus selalu menjadi perhatian dan kepedulian setiap orang. Dalam hal ini, manajemen harus memiliki inisiatif untuk memberikan pelatihan dan motivasi yang terus-menerus agar setiap orang memiliki kesadaran untuk berkinerja, dan tidak menjadikan dirinya sebagai korban dalam proses kerja.

Manajemen tidak boleh membiarkan standar kerja dan standar perilaku terganggu oleh realitas apapun. Standar yang kuat akan membantu sistem dalam proses kerja. Jadi, tim manajemen harus selalu bertindak cepat untuk menyelamatkan standar kerja dan standar perilaku agar budaya salah-menyelahkan tidak berlanjut dalam konflik panjang yang berlarut-larut.

Setiap karyawan harus ikhlas dan tulus dalam menerima tanggung jawab, serta memiliki integritas yang tinggi untuk menyelesaikan semua tugas, tanpa menyalahkan satu sama lain. Di samping itu, semua karyawan harus dilatih dan dibiasakan untuk dapat mengontrol reaksi terhadap realitas yang sulit, serta menjadi kreatif untuk mengatasi masalah-masalah yang merusak hubungan kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMAAFKAN MENJADIKAN ANDA MENANG

“Ketika Anda memaafkan orang yang sangat menyakiti hidup Anda, maka Anda menang dan bahagia.”~Djajendra

Perjalanan hidup kadang-kadang harus terbentur dengan hal-hal yang menyakitkan dan merugikan. Tidak selalu hubungan dengan orang lain berlangsung dengan baik dan damai. Ketika Anda mampu memaafkan orang-orang yang menyakiti dan merugikan hidup Anda, maka Anda menang. Semakin Anda terbiasa memaafkan dan tidak ambil pusing dengan perilaku tidak baik orang lain kepada Anda, maka semakin Anda menjadi lebih kuat dan merdeka dengan hidup Anda.

Kebencian, dendam, marah, dan sakit hati tidak akan memberikan masa depan terbaik bagi Anda. Walaupun Anda sudah berjuang dengan sangat keras, tetapi bila di hati masih melekat benci dan iri, maka Anda tidak pernah menang dalam hidup Anda. Para pemenang adalah orang-orang yang berjiwa besar, berempati, bertoleransi, memaafkan, dan ikhlas menerima realitas hidupnya dengan rasa syukur.

Harga diri dan kehormatan semakin tinggi ketika Anda semakin rendah hati. Sikap rendah hati membuat Anda semakin mudah memaafkan. Sikap tinggi hati membuat Anda sulit memaafkan. Memaafkan membuat Anda menemukan kedamaian dan keindahan dalam hidup.

Tanamkan nilai-nilai positif ke dalam diri sendiri agar Anda bisa tumbuh lebih dewasa, lebih kuat, lebih bijaksana, dan lebih tenang. Semakin banyak aliran nilai-nilai positif ke dalam pikiran bawah sadar Anda, semakin mereka menyembuhkan semua luka hati Anda. Akhirnya, Anda menemukan kekuatan untuk melihat hidup dengan bijaksana dan menjadi pribadi yang mudah memaafkan.

Anda yang tidak bisa memaafkan selalu menghabiskan hari dan malam dengan menyiksa diri sendiri. Jika Anda dibesarkan dengan nilai-nilai negatif yang sudah terukir di dalam hati Anda dengan sempurna, maka Anda harus sadar untuk berjuang dengan sangat keras agar bisa melemahkan nilai-nilai negatif tersebut. Jangan membiarkan diri Anda untuk membenci orang lain. Kebencian kepada orang lain hanya menjadikan hidup Anda lebih buruk. Jagalah kata-kata Anda agar tidak menyakiti orang lain. Kendalikan diri untuk selalu berada di dalam kekuatan baik, dan jauhkan diri Anda dari kekuatan tidak baik.

Anda tidak perlu melupakan perbuatan tidak baik orang lain kepada Anda. Jadikan hal itu sebagai pengalaman yang mendewasakan hidup Anda. Intinya, Anda tidak perlu mengubah masa lalu, biarkan masa lalu itu seperti apa adanya, tetapi Anda harus memaafkannya agar Anda terlepas dari rasa sakit hati dan kemarahan.

Ketika Anda memaafkan orang yang menyakiti Anda, maka perbuatan Anda itu menguntungkan hidup Anda, dan belum tentu menguntungkan atau membawa kebaikan kepada orang yang menyakiti Anda. Jadi, memaafkan adalah tentang keuntungan dan kebaikan bagi diri sendiri.  

Orang bijak mengatakan bahwa memelihara kebencian di dalam hati seperti memberikan racun kepada diri sendiri dan mengharapkan orang lain yang mati. Artinya, bila Anda memelihara kebencian, maka Andalah yang tersiksa dan mati perlahan-lahan di dalam hidup, sedangkan orang yang Anda benci mungkin saja hidupnya lebih damai dan bahagia dari Anda.

Memaafkan tidak berarti Anda harus berbaik-baik dengan orang yang tidak baik dengan Anda. Anda cukup memaafkan dengan ikhlas dan tulus, lalu tidak perlu bertemu dan berhubungan dengan orang tersebut. Intinya, Anda tidak boleh sakit hati, membenci, dendam, dan marah kepada siapapun dalam waktu yang lama.

Memaafkan menjadikan Anda menang. Anda tidak perlu menyalahkan siapapun dalam perjalanan hidup Anda. Bersyukurlah dan terimalah segala sesuatu dengan rendah hati. Belajarlah dengan rendah hati untuk mendapatkan pengetahuan dan wawasan dari hal-hal yang tidak Anda inginkan. Jangan menghancurkan diri sendiri dengan kemarahan, kebencian, dendam, dan rasa sakit hati. Para pemenang tidak pernah menyalahkan orang lain, hanya orang-orang yang gagal yang suka menyalahkan orang lain.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

JANGAN BERBAGI BERITA BURUK

“Berita buruk meracuni diri sendiri serta membuat hidup tidak damai.”~Djajendra

Berita buruk, seperti: berita yang saling menghina dan merendahkan pihak yang tidak disukai dapat merusak kebahagiaan hidup. Berita buruk tidak menguntungkan siapapun, hanya meningkatkan stres. Berita buruk yang diterima setiap hari akan membentuk kebiasaan mental dan emosi untuk membenci yang tidak sepaham. Berita buruk dihasilkan dari pemikiran buruk dan kepentingan dari hati nurani yang buruk.

Mungkin Anda terhubung dengan keluarga besar dan kelompok Anda melalui media sosial. Pastinya Anda juga selalu ingin memanfaatkan media sosial dengan cara yang sehat. Media sosial yang sehat dan berkualitas selalu menjaga komunikasi dalam kabar baik. Komunikasi dengan kabar baik meningkatkan kebahagiaan dan kesehatan hidup. Komunikasi dengan kabar buruk meningkatkan ketidakbahagiaan. Intinya, bila Anda suka berbagi berita-berita yang bersumber dari kebencian kepada keluarga besar atau kelompok Anda, maka hal itu sama saja seperti Anda sedang membuat hidup mereka tidak bahagia dan penuh rasa takut.

Ketika Anda berbagi atau mengirimkan berita buruk atau gambar yang penuh energi negatif, maka orang yang menerimanya berpotensi terpengaruh dan menarik energi negatif dari yang Anda kirim tersebut ke dalam dirinya. Energi negatif tersebut secara tidak sadar akan memicu stres dan perasaan tidak bahagia. Energi negatif menciptakan kehidupan yang penuh prasangka buruk, curiga, marah, khawatir, kesal, takut, merasa tidak adil, dan semua hal-hal negatif secara kreatif tertanam di dalam diri. Jelas, semua energi negatif tersebut menjadi benih yang hebat untuk menjadikan kehidupan Anda dan keluarga dalam kekurangan dan ketidakbahagiaan.

Tulisan-tulisan yang saling menghujat dan saling tidak menghargai adalah sumber energi negatif. Hal ini, seperti membuka gerbang untuk menuju ke arah kegelapan. Orang-orang yang suka berbagi berita buruk adalah orang-orang yang sedang meracuni pikiran dan kebahagiaan orang lain. Sudah bukan rahasia lagi bahwa membaca berita buruk seperti menarik hal-hal tidak baik ke dalam kehidupan diri sendiri. Ketika Anda mendengarkan berita-berita negatif, hati Anda pasti tidak nyaman dan tidak senang. Bila setiap hari Anda kecanduan untuk mengikuti berita-berita buruk dan negatif, maka kebahagiaan dan kedamaian hidup akan menjauh dari Anda.

Bila Anda tertarik untuk mengikuti dan membaca berita-berita negatif, maka Anda seperti menyiapkan diri untuk menanam benih-benih negatif ke dalam alam bawah sadar Anda. Dampaknya, tanpa Anda sadari, Anda akan mulai membenci dan merasa tidak adil dengan orang-orang yang berlawanan pola pikir dengan diri Anda. Oleh karena itu, sangatlah penting untuk menghindari berita buruk dari sumber manapun. Fokuskan perhatian untuk menerima berita baik yang mendorong kualitas kebahagiaan Anda.

Pesan-pesan yang menyebarkan kebencian dan rasa takut membuat suasana kehidupan tidak damai. Hilangkan kebiasaan untuk menghakimi dan menilai orang lain. Kuatkan empati dan kasih sayang untuk memahami perbedaan. Intinya, sangatlah bijak bila Anda memblokir sumber energi negatif, serta tidak berbagi berita buruk kepada siapapun, apalagi kepada lingkungan keluarga Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

ETIKA BERGAUL DI TEMPAT KERJA

motivasi-26092016

“Tempat kerja adalah tempat bergaul bagi perilaku produktif untuk menghasilkan kinerja terbaik.”~Djajendra

Ketika karyawan sudah terbiasa menjalankan etika bergaul di tempat kerja secara profesional; maka, hubungan kerja yang sehat, kuat, etis, produktif, dan menyenangkan, akan tercipta untuk membahagiakan semua stakeholders.

Hubungan kerja tidaklah selalu mudah. Pikiran dan kepentingan yang berbeda bisa menjadi rintangan dalam merawat hubungan kerja yang positif dan profesional. Oleh karena itu, setiap orang di tempat kerja harus memiliki tanggung jawab moral yang tinggi untuk menegakkan etika di semua aspek kerja. Dalam hal ini, sangat diperlukan hubungan kerja yang etis untuk mendorong pergaulan yang etis di tempat kerja. Ketika etika bergaul terimplementasi dengan baik di tempat kerja, maka setiap karyawan akan sadar untuk memiliki tanggung jawab dalam membentuk tempat kerja yang etis bagi semua pemangku kepentingan.

Etika bergaul di tempat kerja bersumber dari kemampuan karyawan untuk membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Dalam hal ini, karyawan memiliki kesadaran dan tanggung jawab untuk berperilaku sesuai kode etik dan etika bisnis perusahaan. Walaupun kode etik dan etika bisnis sifatnya normatif dan teori, tetapi bila karyawan sadar untuk menjadikannya sebagai perilaku, maka mereka akan terus-menerus berlatih dan membiasakan semua yang normatif tersebut menjadi perilaku nyata di tempat kerja.

Pergaulan etis membutuhkan dasar komunikasi yang bersumber dari pikiran dan emosi positif. Intinya, walaupun karyawan sudah menguasai cara berkomunikasi yang baik, tetapi tanpa kekuatan etika dan moralitas di dalam kepribadian dan karakter kerjanya, maka komunikasi yang baik tersebut tidak akan mampu menyentuh hati dan logika orang lain.

Berkomunikasi di tempat kerja berarti karyawan memahami kebutuhan proses kerja, serta mampu mengekspresikan etos kerja untuk melayani kebutuhan proses kerja dengan profesional. Komunikasi kerja yang etis dengan perilaku etis dapat melancarkan proses kerja di dalam integritas dan akuntabilitas yang tinggi.

Etika bergaul di tempat kerja dapat terimplementasi dan terinternalisasi dengan baik, bila pimpinan dan manajemen perusahaan mampu mengembangkan sistem dan budaya organisasi, untuk mengelola hubungan antar karyawan dengan perilaku yang etis. Jelas, dalam hal ini, perusahaan harus mengeksplorasi nilai-nilai terbaik yang diinginkan di dalam budaya organisasi. Nilai-nilai terbaik inilah yang nantinya akan menjadi perilaku, sikap, etos, dan karakter kerja karyawan. Di awali dari nilai-nilai pilihan, lalu nilai-nilai tersebut dijadikan sebagai standar perilaku kerja yang secara otomatis membangun perilaku organisasi dalam wujud budaya.

Etika pergaulan di tempat kerja haruslah menjadi budaya pergaulan di tempat kerja. Jadi, setiap karyawan harus sadar bahwa keberadaan mereka di tempat kerja adalah untuk memberikan kontribusi dan pelayanan yang etis dan produktif. Mereka berada di tempat kerja untuk bekerja dengan segala kemampuan bagi terciptanya kinerja terbaik. Oleh karena itu, tidak boleh ada perilaku yang merintangi atau menghalangi terciptanya kinerja yang produktif di tempat kerja.

Etika bergaul yang etis dengan integritas dan akuntabilitas dapat menciptakan energi positif di lingkungan perusahaan. Hal ini, menjadi kekuatan untuk memperbaiki masalah hubungan tidak harmonis antara karyawan. Bila perilaku etis sudah benar-benar terinternalisasi di dalam perilaku kerja karyawan, maka sangat mudah bagi manajemen untuk memperbaiki perilaku yang tidak pantas, serta mempromosikan tempat kerja yang terstruktur dalam budaya kuat dan produktif.

Pergaulan yang etis di tempat kerja menawarkan kenyamanan, kesenangan, kebahagiaan, kesehatan mental, dan kondisi kerja yang positif bagi setiap karyawan.

Etika pergaulan mendorong terciptanya perilaku berdasarkan nilai-nilai moralitas positif. Kondisi ini menjadikan tempat kerja berbudaya adil, terbuka, bertanggung jawab, tidak ada permusuhan, tidak ada diskriminasi, tidak ada pilih kasih, tidak ada pelecehan, tidak ada konflik kepentingan, tidak ada kebohongan, tidak ada perilaku dan tindakan yang merugikan stakeholders. Jadi, semua karyawan selalu merasa bahagia di tempat kerja sehingga benar-benar bisa fokus bekerja untuk menghasilkan kinerja terbaik.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KOMUNIKASI DI TEMPAT KERJA

motivasi-23092016

“Serumit atau sesulit apapun sebuah situasi di tempat kerja, komunikasi yang cerdas dan etis harus menjadi senjata untuk menemukan solusi terbaik.”~Djajendra

Karyawan yang pintar mengkomunikasikan pekerjaan dan ide-ide di tempat kerja; karyawan yang pintar bergaul dan menjunjung tinggi etika komunikasi di tempat kerja; karyawan yang pintar bersikap rendah hati dalam hubungan kerja dengan atasan, kolega, bawahan, dan pemangku kepentingan lainnya; adalah karyawan yang mudah mendapatkan karir terbaik.

Komunikasi di tempat kerja sangat penting bagi pencapaian kinerja terbaik. Setiap karyawan wajib menguasai cara berkomunikasi yang baik dan etis, seperti: menggunakan bahasa tubuh yang sopan dan pilihan kata-kata yang positif. Gaya komunikasi dengan penampilan dan ekspresi positif dapat menciptakan suasana kerja yang lebih rileks dan menyenangkan.

Setiap pekerjaan yang dilakukan karyawan memerlukan komunikasi dengan pekerjaan yang dilakukan oleh karyawan yang lain. Jadi, di dalam perusahaan, komunikasi adalah cara untuk menyelesaikan pekerjaan dengan cepat, produktif, dan berkualitas tinggi. Melalui komunikasi yang etis, kolaborasi dan koordinasi dapat mengalir di semua aspek kerja dengan penuh kualitas.

Proses kerja yang produktif hanya dapat diwujudkan melalui komunikasi yang etis.Ketika karyawan mengkomunikasikan pekerjaan dan tanggung jawabnya dengan etis, maka semua fungsi dan peran di tempat kerja akan bergerak cepat dan produktif. Untuk itu, setiap karyawan harus memiliki kepribadian positif dengan moralitas yang tinggi, yang cerdas berkomunikasi dengan memahami apa yang boleh dikatakan dan apa yang tidak boleh dikatakan, bahasa tubuh apa yang boleh dan bahasa tubuh apa yang tidak boleh. Komunikasi dengan moralitas yang tinggi bersumber dari kepribadian yang berpikir positif dan cerdas emosional; sedangkan komunikasi yang etis bersumber dari kode etik, serta selalu menyampaikan informasi yang benar dan teruji integritasnya.

Mengkomunikasikan pekerjaan pastinya melalui sistem, prosedur, budaya positif, tata kelola yang terbaik, dan perilaku kerja yang etis. Serumit atau sesulit apapun sebuah situasi, komunikasi yang cerdas dan etis harus menjadi senjata untuk menemukan solusi terbaik.

Berkomunikasi di tempat kerja dimulai dari cara mengkomunikasikan pekerjaan berdasarkan data, fakta, informasi, dan logika yang masuk akal. Di sini, diperlukan kejujuran dan tanggung jawab untuk menjaga apa yang disampaikan dapat dipertanggung jawabkan dengan tepat. Jadi, bila Anda masih mengkomunikasikan pekerjaan berdasarkan persepsi yang bersumber dari keyakinan Anda, tanpa memperhatikan data dan fakta yang benar, maka Anda bisa kehilangan kepercayaan di tempat kerja.Intinya, berkomunikasilah dengan integritas yang tinggi melalui etika dan moralitas yang terpuji.

Setiap karyawan memiliki hak untuk menyampaikan ide dan gagasan. Apapun ide dan gagasan haruslah dikomunikasikan dengan baik agar dapat diterima dan diimplementasikan untuk kemajuan perusahaan. Dalam hal ini, mungkin Anda memiliki intuisi yang hebat, sehingga mampu memprediksi sebuah hasil terbaik tanpa data dan fakta. Tetapi, ingatkan diri sendiri untuk menguji intuisi tersebut dengan sebuah riset kecil sebelum Anda mengkomunikasikannya. Intinya, Anda harus selalu mengkomunikasikan ide dan gagasan Anda dengan prinsip kehati-hatian, tidak sembarangan ngomong atau sembarangan memberikan ide dan gagasan.  Ukurlah ide dan gagasan Anda dengan logika dan akal sehat. Hitunglah resiko dari ide dan gagasan Anda tersebut.

Sopan santun, etika, dan tatakrama adalah bagian penting dari gaya komunikasi di tempat kerja. Miliki kepribadian positif dengan moralitas yang tinggi agar Anda mudah bergaul dan berteman di lingkungan kerja. Dan juga, mudah bekerja sama dengan siapapun untuk menyelesaikan pekerjaan dengan efektif dan produktif.

Jadilah pribadi yang konsisten dengan pikiran positif, konsisten dengan sikap rendah hati, dan selalu berargumen dengan logika yang dapat diterima oleh akal sehat. Dan, tidak pernah mengkomunikasikan apapun yang bertentangan dengan akal sehat, walaupun Anda memiliki pengalaman pribadi tentang hal tersebut.

Semua yang Anda komunikasikan di tempat kerja haruslah dapat dipetakan ke data yang aktual dan memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Setiap persoalan yang kompleks dan hubungan yang kompleks dikomunikasikan dengan integritas dan tanggung jawab untuk mendapatkan solusi terbaik. Miliki jiwa besar dan empati untuk mengkomunikasikan hal-hal yang tidak pernah cocok atau sulit mengatasi realitas yang ada. Ingat selalu bahwa komunikasi yang efektif adalah kemampuan Anda untuk memberikan gambaran yang jelas dan terang, sehingga semua orang dapat membayangkannya dan menerimanya dengan akal sehat.

Miliki kemampuan dan kecerdasan untuk menceritakan data, informasi, dan fakta dengan logika yang masuk akal. Cara Anda menceritakan adalah bagian penting dalam mengkomunikasikan sesuatu di tempat kerja. Pastikan cerita Anda tidak abstrak atau samar-samar; pastikan cerita Anda tidak rumit dan sulit untuk dipahami. Berceritalah dengan kata-kata yang sederhana, alur yang sederhana, dan yang mudah dicerna oleh logika siapapun.

Komunikasi yang baik di tempat kerja terjadi karena adanya pastisipasi dari semua pihak. Terima dan layani semua komunikasi yang setuju, tidak setuju, yang meminta klarifikasi, yang menolok, yang percaya, ataupun yang tidak percaya. Pastikan semua kesalahpahaman data diluruskan dengan data dan fakta yang tepat. Jadilah pribadi yang selalu terbuka dan belajar dengan rendah hati untuk melancarkan komunikasi di tempat kerja.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PERAN INTERNAL AUDITOR DALAM WHISTLEBLOWING SYSTEM

“Whistleblowing system membutuhkan karakter kerja auditor yang selalu bersikap rendah hati, optimis, profesional, percaya diri, empati yang tinggi, fleksible, intuisi yang hebat, jujur dan bertanggung jawab, menyenangkan, tenang dan tidak suka marah, tegas dan tidak ragu, selalu bekerja dengan perasaan positif, dan tidak menghakimi atau menilai orang lain.”~Djajendra

Whistleblowing system sebagai alat untuk pencegahan terhadap praktik tata kelola perusahaan yang buruk. Whistleblowing system mampu menguatkan sistem manajemen resiko dan membantu melindungi reputasi perusahaan. Intinya, whistleblowing system sangat diperlukan untuk mewujudkan tata kelola perusahaan yang terbaik dan pengelolaan resiko yang berkualitas.

Perusahaan yang kuat dan sehat menjadikan whistleblowing system sebagai komponen penting dalam budaya perusahaan. Dalam hal ini, fungsi internal audit diperkuat dengan kualitas dan kompetensi, baik hard skill maupun soft skill, untuk dapat menjadi kekuatan yang andal dan hebat dalam menjalankan whistleblowing system. Internal audit yang berkualitas mampu menunjukkan kemampuan dan kecerdasan dalam mendeteksi, mencegah, juga melakukan penyelidikan atas informasi dan laporan yang di terima dari para whistleblower. Semua kegiatan yang bertentangan dengan prinsip-prinsip tata kelola yang baik; semua kegiatan yang dianggap ilegal, tidak etis, melanggar prosedur, dan berbahaya bagi perusahaan; haruslah ditindaklanjuti dengan tegas dan penuh percaya diri dalam sikap rendah hati oleh setiap insan internal auditor.

Ketika menjalankan peran dalam whistleblowing system, auditor wajib menguasai dan terbiasa dengan soft skills, khususnya untuk mengelola emosi dan pikiran diri sendiri dan kemampuan untuk membaca emosi dan pikiran orang lain. Whistleblowing system membutuhkan karakter kerja auditor yang selalu bersikap rendah hati, optimis, profesional, percaya diri, empati yang tinggi, fleksible, intuisi yang hebat, jujur dan bertanggung jawab, menyenangkan, tenang dan tidak suka marah, tegas dan tidak ragu, selalu bekerja dengan perasaan positif, dan tidak menghakimi atau menilai orang lain.

Auditor harus terbiasa untuk merasa baik dan kuat saat menjalankan fungsi dan perannya di dalam whistleblowing system. Auditor yang berkualitas bekerja melalui prosedur dan audit program yang dirancang secara profesional. Auditor yang berkualitas tidak bekerja untuk menilai dan menghakimi pribadi seseorang, tetapi bekerja untuk menilai dan memastikan setiap proses kerja di dalam organisasi sudah sesuai dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang terbaik.

Menjalankan whistleblowing system tidaklah sederhana, diperlukan komitmen dan kekuatan mental yang hebat. Hal ini disebabkan, dalam realitas dunia kerja, selalu ada orang baik dan orang tidak baik, selalu ada yang jujur dan yang tidak jujur. Tidaklah mungkin auditor bisa menghilangkan yang tidak jujur dari tempat kerja. Jadi, hanya melalui sistem dan tata kelola yang penuh integritas, ketidakjujuran dapat diminimalkan. Oleh karena itu, auditor haruslah cerdas emosional dan bermental hebat dalam mengatur diri sendiri, mengelola hubungan dengan orang lain, mencapai keberhasilan atas pekerjaan yang ditangani, serta selalu menjalankan integritas dengan sepenuh hati.

Kekuatan auditor ada dalam kertas kerja yang dikerjakan dengan prinsip-prinsip audit yang profesional dan masuk akal. Auditor harus hebat dalam menangani kritik dan penolakan tanpa menyalahkan siapapun dengan alasan apapun. Auditor tidak boleh bereaksi berdasarkan emosional atau persepsi; auditor hanya boleh bekerja sesuai fakta, data, dan kebenaran. Jadi, apapun informasi yang didapatkan oleh auditor dari para whistleblower, auditor tidak boleh langsung menilai dan menyimpulkan sesuatu atas informasi tersebut. Auditor wajib menjadi sangat profesional untuk menemukan data, fakta, dan kebenaran atas informasi yang diterima dari para whistleblower.

Manajemen perusahaan secara konsisten wajib membangun dan menguatkan karakter kerja, kebiasaan, perilaku, sikap, etos, mental tangguh, dan daya tahan emosi dari para auditor agar dapat menjalankan whistleblowing system dengan profesional. Auditor bertanggung jawab untuk memastikan prosedur whistleblowing system berjalan efektif; memastikan dan menjamin kerahasiaan dari orang yang menyampikan informasi; bekerja untuk menghindari konflik kepentingan, dan juga penyalahgunaan whistleblowing system untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan misi whistleblowing system.  

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts