Sukses Berinteraksi Melalui Kecerdasan Emosional

“Anda Tidak Hidup Sendirian Di Kehidupan Ini, Tapi Hidup Menyatu Bersama Berbagai Macam Karakter Dan Emosi Kehidupan Lainnya. Cerdaskan Emosi Anda Untuk Sukses Dalam Setiap Interaksi Anda Dengan Pihak Lain.” – Djajendra

Sebagian besar kehidupan kita berlangsung melalui interaksi dengan orang-orang lain atau kehidupan lain. Kita semua adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan alam semesta. Kita semua adalah emosi-emosi yang menciptakan perilaku kehidupan sehari-hari.

Pribadi-pribadi yang damai, bahagia, sehat, dan sejahtera adalah pribadi-pribadi yang mampu mengendalikan emosi dirinya di setiap interaksinya dengan kehidupan lain.

Saat seseorang memahami bahwa emosi yang cerdas adalah emosi yang penuh taktik dan strategi untuk meraih tujuan hidup terbaik, maka dia pun akan menjadi pribadi yang selalu melakukan interaksi dengan kekuatan kecerdasan emosional.

Hidup adalah sebuah pilihan, dan pilihan itu ada di tangan Anda. Hanya Anda seorang yang bisa menentukan arah emosi diri Anda. Hanya Anda seorang yang bisa membuat emosi diri Anda terkendali  dalam prinsip-prinsip hidup Anda yang luar biasa untuk meraih impian sukses Anda. Hanya Anda sendiri yang mampu membuat emosi diri Anda dicintai dan disukai oleh orang-orang lain.

Emosi yang cerdas selalu mampu memasuki pikiran dan perasaan orang lain. Emosi yang cerdas mampu mencitrakan dirinya dengan kekuatan-kekuatan unggul seperti yang diinginkan diri. Emosi yang cerdas mampu membuat setiap situasi dan kondisi menjadi lebih berenergi positif.

Banyak kisah sukses sesungguhnya diawali dengan kesediaan diri untuk berinteraksi dengan pihak lain melalui emosi yang cerdas, melalui pikiran positif yang penuh strategi dan taktik untuk  memenangkan kompetisi kehidupan.

Ketika Anda bersedia untuk melayani orang lain dengan kecerdasan emosional dan pikiran positif, maka Anda sesungguhnya telah memutuskan diri Anda untuk menjadi pribadi sukses. Oleh sebab itu, hanya perasaan sabar dan waktu yang akan menentukan saat yang tepat buat sukses Anda.

Kehidupan sehari-hari Anda dikelilingi oleh berbagai macam kekuatan emosi, dan agar Anda mampu mengendalikan semua kekuatan emosi dari luar diri Anda, Anda harus menjadi pribadi yang lebih  fokus dan lebih berkonsentrasi untuk membangun fondasi emosi diri yang tangguh dan kokoh yang tak tergoncangkan oleh badai emosi lainnya.

Anda dilahirkan untuk meraih apa pun yang Anda inginkan di kehidupan ini, tapi semua impian dan keinginan kehidupan Anda hanya dapat terwujud saat Anda bersedia memahami perilaku emosi orang-orang yang berpotensi mendukung sukses Anda. Anda tidak hidup sendirian dikehidupan ini, tapi hidup menyatu bersama berbagai macam karakter dan emosi kehidupan lainnya. Jadi, cerdaskan emosi Anda untuk sukses dalam setiap interaksi Anda dengan pihak lain.

Loyalitas Anda Pada Perusahaan Atau Manajer?

“Ingatlah Selalu Bahwa Tekad Kita Sendiri Untuk Meraih Sukses Adalah Jauh Lebih Penting Daripada Apapun Juga.” – Abraham Lincoln

Pekerjaan adalah sebuah tanggung jawab. Dan kalau Anda melalaikan tanggung jawab itu, Anda akan kehilangan komitmen untuk berdedikasi kepada pekerjaan Anda. Hasilnya, Anda sulit mendapatkan prestasi dan karir kerja yang terbaik.

Dalam beberapa kasus yang saya temui di tempat kerja, ada orang-orang yang sangat bergantung kepada figure manajer. Loyalitas orang-orang tersebut tidak pada perusahaan, tapi pada manajer. Bila manajer pindah kerja, mereka pun segerombolan pindah kerja mengikuti si manajer. Dan hal ini selalu menjadi pola dan cara mereka memperlihatkan loyalitas mereka kepada si manajer.

Suatu waktu ketika saya sedang berbincang-bincang dengan beberapa karyawan. Salah seorang dari mereka berkata, “Saya masih bekerja disini karena saya tidak bisa meninggalkan manajer saya, saya menemukan kembali gairah kerja karena motivasi dan kepercayaan yang diberikan manajer kepada saya. Untuk itu saya harus menunjukkan kesetiaan saya pada manajer.”

Saya pribadi sangat kagum kepada loyalitas si karyawan tersebut kepada manajernya, tapi saya ragu, apakah si manajer mampu mewujudkan semua impian dan harapan si karyawan tersebut. Sebab, si karyawan begitu menggantungkan dirinya kepada si manajer, sehingga dirinya kehilangan motivasi untuk menjadi pribadi mandiri yang bekerja secara profesional.

sering sekali seorang manajer yang hebat mampu menyelamatkan para karyawan yang hampir putus asa dengan pekerjaannya. Kondisi ini membangkitkan kembali rasa percaya diri si karyawan, dan pada akhirnya si karyawan mampu menemukan kembali gairah kerja bersama perusahaan.

Kemampuan manajer untuk menemukan kembali gairah kerja karyawan, merupakan hasil kerja manajer yang sangat mulia. Tetapi, manajer tidak boleh memanfaatkan kelemahan si karyawan tersebut sebagai keuntungan buat petualangannya dalam meraih karir kerja tertinggi.

Manajer yang baik pastinya menjadi pemimpin yang mulia, pemimpin yang memperlihatkan reputasi dan kredibilitas diri yang kuat, agar para karyawan yang kehilangan gairah kerja itu bisa bangkit kembali dengan sikap optimistis. Untuk kemudian menyiapkan diri sedemikian rupa, untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan lebih profesional dalam pendakian ke puncak karir.

Stakeholder Dalam Sebuah Bisnis

”Bisnis Itu Seperti Air Yang Selalu Mengalir Dengan Caranya Sendiri, Tanpa Perduli Pada Apapun, Dan Terus Mengalir Menerobos Setiap Hambatan Untuk Mencapai Hasrat Dan Kepentingan Dari Yang Lebih Kuat Dan Lebih Cerdik. ” – Djajendra

Dunia bisnis adalah dunia komitmen, di mana para stakeholder yang terkait dalam sebuah bisnis wajib untuk saling terikat secara moral dan etika, serta memelihara komitmen untuk tidak melalaikan dan merugikan stakeholder yang lain.

Setiap stakeholder wajib menjaga kehormatan melalui integritas demi kepentingan para stakeholder yang lain. Sebab, bisnis hidup dari hubungan saling percaya dan saling mendukung.

Hubungan bisnis yang tidak tidak beretika biasanya cendrung merugikan para stakeholder yang posisi tawarnya lemah di bisnis tersebut. Hal ini disebabkan, para profesional yang mengelola bisnis tersebut tidak memiliki integritas dan niat baik pada stakeholder secara keseluruhan.

Pada dasarnya setiap stakeholder memiliki kebutuhan yang berbedah, kecuali dalam hal pelayanan, di mana semua stakeholder memiliki kebutuhan yang sama, yaitu mengharapkan mereka dilayani secara jujur, terbuka, penuh tanggung jawab, wajar, berkualitas, dan adil.

Para pengelola bisnis seharusnya bersikap profesional untuk memberikan yang terbaik buat kepentingan para stakeholder.

Seorang  pendiri bisnis pasti bermaksud untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin buat dirinya. Keuntungan yang maksimal ini sangat tergantung dari loyalitas stakeholder kepada perusahaan. Khususnya, pelanggan, pemasok, dan karyawan.

Keberadaan stakeholder merupakan bagian dari mata rantai bisnis yang hadir dengan beragam misi, target, dan kepentingan. Dan untuk melayani semua kepentingan yang berbeda tersebut, para pengelola bisnis wajib menjalankan praktik bisnis berdasarkan etika bisnis yang berintegritas.

Dalam dunia bisnis hubungan antara para pengelola bisnis dengan pemegang saham adalah hubungan pegawai dan majikan, sedangkan hubungan antara pengelola bisnis dengan stakeholder adalah hubungan etika dan moral untuk tidak merugikan kepentingan masing-masing dalam bisnis.

Persoalan muncul pada saat pengelola bisnis memprioritaskan keinginan dan tujuan dari para pemegang saham mayoritas. Mengingat kekuatan pemegang saham mayoritas sangat kuat untuk memberi perintah pada manajemen secara langsung, sedangkan stakeholder di luar shareholder adalah kepentingan yang tidak dapat langsung memiliki pengaruh pada manajemen.

Hubungan harmonis antara stakeholder adalah sebuah obsesi yang wajib diwujudkan oleh para pengelola bisnis, dan harus menjadi komitmen untuk menjaga kepentingan dari para stakeholder dalam sebuah lingkaran bisnis yang harmonis dan seimbang.

Menjaga kepentingan stakeholder haruslah menjadi kunci kekuatan dalam sebuah hubungan bisnis yang berintegritas tinggi. Sikap independen dan profesional dari pengelola bisnis untuk bertindak jujur dan adil kepada stakeholder adalah sebuah tindakan yang akan membuat perusahaan mendapatkan reputasi dan kredibilitas yang tinggi.

Pengabdian para pengelola bisnis pada pemegang saham mayoritas adalah mutlak. Sebab, shareholder dengan kekuatan RUPS (rapat umum pemegang saham) secara absolut menentukan eksistensi dari para pengelola bisnis. Bila para pengelola bisnis tidak patuh pada pemegang saham, maka mereka berpotensi kehilangan jabatan dan fasilitas. Tetapi, hal ini bukanlah berarti para pengelola bisnis boleh melalaikan para stakeholder dan bertekuklutut pada setiap permintaan shareholder.

Para pengelola bisnis harus selalu ingat bahwa suksesnya bisnis sangat dipengaruhi oleh stakeholder, khususnya para konsumen dan penyuplai. Jadi, pengelola bisnis tidak boleh kehilangan akal sehatnya dalam menjaga semua kepentingan shareholder dan stakeholder secara utuh dalam sebuah integritas yang adil dan bermoral tinggi.

Shareholder dan stakeholder adalah dua kekuatan terpenting  dalam dunia bisnis, yang harus dipahami secara jujur dan adil oleh para pengelola bisnis, tanpa merugikan siapapun.

Stres Karyawan Menggerogoti Produktivitas Perusahaan

“Perjalanan Hidup Itu Ternyata Merupakan Pengalaman Yang Berat, Di Mana Pendampingan Dan Dukungan Sangat Diperlukan.” – Julie Cameron

Semakin tinggi stres yang dirasakan karyawan di tempat kerja, semakin hilang kualitas diri si karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Dan hal ini akan menggerogoti produktivitas perusahaan sampai ke level yang merusak kekuatan fundamental perusahaan. Harga yang harus ditanggung perusahaan terhadap stres di tempat kerja adalah sangat besar dan menimbulkan ketidakefisienan terhadap rencana perusahaan. Di samping itu, stres juga akan menjadi sumber utama dari ketidakbahagian karyawan di tempat kerja. Saat karyawan merasa tidak bahagia bersama perusahaan, mereka tidak akan memiliki motivasi dan antusiasme yang besar untuk membantu menjalankan rencana-rencana perusahaan secara bijak dan profesional.

Akumulasi dari stres karyawan yang tidak diperhatikan oleh perusahaan akan menjadi benih risiko yang akan tumbuh menjadi bencana buat perusahaan. Oleh karena itu, secara periodik perusahaan harus melakukan penilaian terhadap daya tahan karyawan dalam menghadapi pekerjaan; melakukan monitoring terhadap semua disiplin dan attitude karyawan pada perusahaan dan pekerjaan; melakukan evaluasi secara total tentang motivasi, tekad, sikap, dan gairah kerja karyawan untuk berjuang demi perusahaan. Dari hasil evaluasi ini perusahaan harus melakukan pencerahan dan brainstorming agar mind set karyawan searah dengan tujuan dan rencana perusahaan. Perusahaan juga harus mengambil tindakan-tindakan profesional untuk memindahkan, menghindari, dan mengurangi semua efek negatif dari stres karyawan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan harus bersikap berani dan tegas untuk menampung sebagian atau semua konsekuensi dari ancaman stres karyawan tersebut. Lalu, berupaya melakukan pencerahan total terhadap mental karyawan, termasuk mencerdaskan emosi baik dan pikiran positif karyawan.

Pimpinan dan karyawan harus berada dalam satu visi yang jelas untuk membangun keseimbangan tubuh, jiwa, dan pikiran mereka dalam sebuah keharmonisan yang menciptakan kebahagian di tempat kerja, dan menyingkirkan semua benih stres dari lingkungan kerja.

Ketika tubuh, jiwa, dan pikiran tidak berada dalam keseimbangan yang baik, maka daya tahan tubuh akan melemah dan kesehatan diri menjadi terganggu. Jelas, hal ini akan menjadi persoalan yang merugikan kepentingan perusahaan, selain perusahaan akan kehilangan produktivitas oleh ketidakhadiran karyawan di kantor, perusahaan juga harus mengeluarkan biaya rumah sakit untuk mengobati karyawan yang sakit tersebut.

Stres yang berlarut-larut akan berubah menjadi depresi yang berpotensi membuat karyawan sering sakit-sakitan. Jika karyawan sudah sering sakit-sakitan, jangankan berharap prestasi dari dirinya, sekedar menuntaskan tugas dan tanggung jawab saja pasti dia tidak mampu.

Stres sangat berpotensi menyerang karyawan saat karyawan tidak mampu memenuhi target kerja; saat karyawan tidak mampu mengendalikan emosi dari tantangan dan tekanan kerja; saat karyawan belum mampu berpikir positif terhadap semua persoalan dengan tempat kerjanya; saat karyawan terlibat konflik dengan kolega, pimpinan, keluarga, atau dengan yang lainnya; serta saat perusahaan memberikan beban kerja yang terlalu besar kepada karyawan.

Stres akan merusak tubuh, emosi , dan mental sukses karyawan, yang mana semua ini secara otomatis akan menurunkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Saatnya pimpinan dan karyawan bersatupadu memfokuskan diri untuk mencapai kinerja optimal melalui tubuh, jiwa, pikiran yang sehat dan penuh semangat.

Kepemimpinan Adalah Masalah Waktu, Mengetahui Kapan Harus Bergerak Cepat, Dan Kapan Harus Bergerak Lambat

“Masa-Masa Sulit Haruslah Diakhiri Dengan Upaya Keras Untuk Mencari Peluang-Peluang Yang Hebat Melalui Kreativitas Yang Hebat.” – Djajendra

Pemimpin yang efektif pasti tahu kapan harus mempercepat aksi untuk mengerjakan rencana, dan kapan harus memperlambat aksi dalam pengerjaan rencana tersebut. Pemimpin yang efektif  berarti cerdas untuk memimpin diri sendiri dan mengatur ritme kehidupan sesuai rencana.

Dalam masa krisis, satu-satunya hal terpenting yang harus dilakukan pemimpin adalah melihat kedepan bersama visi masa depan yang cemerlang. Pemimpin tidak boleh jatuh dalam perangkap kepanikan, lalu menyuruh setiap orang untuk bereaksi secara cepat tanpa memahami ancaman yang ada, atau pemimpin tidak boleh menyuruh setiap orang untuk bereaksi secara hati-hati dan lambat tanpa melihat peluang-peluang besar yang mungkin muncul dari sebuah keadaan.

Pemimpin wajib tahu bahwa visi haruslah dilihat dalam satu persepsi yang sama dalam organisasi; visi yang dipahami setiap orang akan memancarkan energi sukses buat organisasi, dan organisasi akan menjadi cemerlang dan terang buat siapa pun untuk melihat masa depan yang jelas.

Visi adalah senjata paling sakti untuk membantu pemimpin bersama tim untuk berkonsentrasi dan fokus pada tujuan yang ingin diraih. Visi yang jelas dan yang dipahami semua orang akan menentukan seberapa cepat atau seberapa lambat organisasi boleh bergerak untuk menjawab tantangan yang ada.

Masa-masa sulit haruslah diakhiri dengan upaya keras untuk mencari peluang-peluang yang hebat melalui kreativitas yang hebat. Lalu, berikan rasa percaya diri yang seimbang kepada setiap orang, dan ajak semua orang untuk proaktif berjuang melewati waktu-waktu sulit dengan sikap sabar dalam perjuangan yang penuh tanggung jawab buat masa depan yang cemerlang.

Masa-masa sulit sesungguhnya adalah sebuah ujian untuk setiap orang terhadap integritas, komitmen, konsistensi, dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan organisasi.

Ketika semua hal berjalan mulus dan gampang, adalah sangat mudah untuk menjadi hebat dan terbaik, termasuk sangat mudah untuk berucap dan berkata-kata tentang hal-hal yang hebat, tentang diri kita dan tentang kehebatan organisasi kita. Tetapi, hidup tidaklah selalu akan menghadirkan hal-hal hebat kepada kita, akan ada waktu-waktu sulit yang hadir untuk mengoreksi semua langkah-langkah masa lalu yang keliru.

Apa pun keadaan diri Anda dan organisasi Anda, janganlah merasa panik untuk mengkonsolidasi semua langkah-langkah buat masa depan yang lebih baik. Lakukan evaluasi kembali terhadap semua kondisi dari organisasi Anda, lalu fokuskan pada visi dengan integritas, temukan keputusan-keputusan yang bijaksana untuk menentukan kecepatan atau pun perlambatan aksi yang harus Anda lakukan. Pastikan semua itu dilakukan berdasarkan pengalaman dan komitmen dari setiap orang untuk mau berjuang meraih hasil terbaik.

Setiap pemimpin besar selalu mampu mengatasi masa-masa sulit dan bangkit dengan lebih hebat. Sebab, pemimpin besar akan selalu kembali kepada visi yang diperjuangkan untuk mencari tahu penyebab kegagalan yang terjadi pada dirinya, dan akhirnya ia akan menemukan jawaban-jawaban yang lebih berkualitas dari visi yang ia miliki.

Corporate Secretary Sebagai Pengawal Informasi Perusahaan

“Membiarkan Setiap Orang Menjadi Juru Bicara Perusahaan Kepada Publik Adalah Perbuatan Yang Berpotensi Mengundang Bencana Ke Dalam Perusahaan.” – Djajendra

Kelalaian menyampaikan informasi yang benar kepada publik akan menjadikan perusahaan kehilangan kredibilitas. Oleh karena itu,  perusahaan harus selalu menjaga kerahasian informasi internal perusahaan, dan tidak seorang pun diperbolehkan membicarakan informasi rahasia perusahaan kepada pihak di luar perusahaan.

Prinsip transparansi dalam good corporate governance bukan berarti setiap pegawai boleh bicara apa saja, atau memberikan informasi apa saja kepada pihak di luar perusahaan. Tetapi, setiap pegawai harus bekerja secara terbuka dan jujur atas setiap inci informasi dalam internal perusahaan. Lalu, setiap inci informasi yang benar itu dirangkum secara benar sesuai prosedur kerja perusahaan sebelum diinformasikan kepada publik.

Perusahaan yang sehat dan baik adalah perusahaan yang mampu mendisiplinkan proses keluar masuk informasi. Terutama informasi keluar haruslah benar-benar matang dan tidak asal-asalan. Sebab, sekali informasi internal keluar, maka informasi internal tersebut akan menjadi informasi publik.

Untuk mengawasi setiap informasi internal perusahaan yang keluar, perusahaan harus menetapkan kebijakan satu pintu keluar buat informasi dari internal perusahaan ke publik. Satu pintu itu sebaiknya melalui fungsi dan peran corporate secretary. Artinya, apapun hal-hal yang akan perusahaan sampaikan ke publik, semua itu harus diperiksa ulang dan diverifikasi ulang oleh fungsi corporate secretary. Tidak boleh ada kekuatan apa pun diperusahaan yang boleh tampil bersama informasi internal kepada publik. Semua informasi wajib disaring dan dipahami terlebih dahulu secara bijaksana, agar informasi tersebut tidak menciptakan dampak-dampak negatif buat perusahaan, karyawan, pemegang saham, dan stakeholder lainnya.

Dalam aktivitas sehari-hari sebaiknya fungsi corporate secretary didukung secara total oleh fungsi good corporate governance, agar setiap ketentuan internal dan eksternal perusahaan dapat dipastikan benar oleh fungsi good corporate governance.

Harus ada kebijakan yang jelas diperusahaan untuk tidak membicarakan hal-hal terlarang kepada pihak di luar perusahaan atau ke publik. Setiap karyawan dan pimpinan harus memahami dan diberi pemahaman untuk berhati-hati dalam setiap kata-kata dan komentar tentang informasi perusahaan yang belum pasti.

Pelayanan Sempurna Dalam Bisnis Rumah Makan

”Jiwa Terdalam Dari Para Front Liner Bisnis Rumah Makan Haruslah Didasari Oleh Prinsip Pelayanan Yang Berkarakter Ikhlas, Tulus, Luwes, Berempati, Baik Hati, Jujur, Sopan Santun, Bekerjasama, Penuh Senyum, Serta Bermental Positif Untuk Memahami Orang Lain Dalam Setiap Proses Kerja.” – Djajendra

Bisnis rumah makan adalah bisnis yang dianggap oleh banyak orang sebagai bisnis yang paling mudah untuk dilakoni dalam situasi apa pun. Orang selalu memiliki alasan bahwa setiap orang perlu makan, jadi bisnis makanan tidak akan pernah mati. Realitas menunjukkan bahwa bisnis rumah makan adalah salah satu bisnis yang paling mudah untuk dibuka dan juga paling mudah untuk bangkrut. Sering sekali para pemula memulai bisnis rumah makan karena mereka tergiur oleh untung besar yang dijanjikan oleh bisnis ini. Selain itu, selalu saja orang beranggapan bahwa menjalankan bisnis rumah makan adalah hal yang sangat mudah untuk ditekuni. Padahal ada begitu banyak kebangkrutan dalam bisnis rumah makan, yang pada umumnya disebabkan oleh kurangnya pengetahuan manajemen pelayanan sempurna, manajemen keuangan, dan manajemen risiko. Di mana, hal ini akan mengakibatkan ketidakmampuan si pebisnis rumah makan untuk menjaga kontinuitas dari bisnis rumah makan yang dia jalankan.

Kalau Anda ingin menjalankan bisnis rumah makan, hal terpenting yang harus Anda pahami adalah pelayanan sempurna yang berbasiskan kepada kualitas, harga, dan rasa makanan yang sesuai dengan target pasar Anda. Kemudian, Anda harus mampu memfungsikan semua karyawan, tanpa terkecuali, untuk merawat dan melayani setiap pelanggan secara sempurna dalam balutan sikap baik yang profesional.

Seiring dengan perkembangan teknologi pemerosesan makanan dan teknologi pelayanan pelanggan, maka berkembang pula fungsi dari setiap karyawan untuk lebih mendukung reputasi dan kredibilitas rumah makan.

Salah satu aspek pelayanan sempurna yang harus menjadi perhatian penuh dari Anda dan karyawan adalah aspek kenyamanan, keselamatan dan keamanan dari kualitas makanan yang disajikan. Ingat, pelanggan yang mendapatkan informasi secara rinci tentang kualitas makanan yang Anda sajikan itu akan membuat si pelanggan menjadi loyal terhadap rumah makan Anda. Sikap jujur Anda terhadap gizi dan kualitas makanan, harus diikuti oleh cara pengelolaan yang sehat dan bersih. Setiap kebaikan yang Anda ciptakan buat pelanggan akan menghasilkan keuntungan berlipat buat bisnis rumah makan Anda.

Fungsi front liner rumah makan dalam pelayanan sempurna harus menjadi pelayan yang bijaksana dan baik hati, serta cerdas memainkan perannya sebagai icon rumah makan, yang selalu bersikap baik dalam ramah-tamah pelayanan kepada setiap pelanggan.

Front liner juga wajib bekerja dengan tegar dan efektif dalam setiap situasi yang berbeda, untuk mengatasi berbagai sikap dan perilaku pelanggan yang beragam dan mungkin kadang terasa aneh.

Sikap menyingkirkan ego diri untuk menjadi lebih kooperatif dengan pelanggan adalah wajib hukumnya buat para front liner.

Setiap pribadi front liner harus memiliki keyakinan dan tanggung jawab penuh untuk menyelesaikan sebuah tugas pelayanan pelanggan dengan efektif, produktif, dan efisien

Kecerdasan emosional front liner untuk bisa memahami perasaan dan kebutuhan pelanggan adalah fondasi terpenting dalam memberikan pelayanan sempurna yang berkualitas.

Jiwa terdalam dari para front liner bisnis rumah makan haruslah didasari oleh prinsip pelayanan yang berkarakter ikhlas, tulus, luwes, berempati, baik hati, jujur, sopan santun, bekerjasama, penuh senyum, serta bermental positif untuk memahami orang lain dalam setiap proses kerja.

Manajemen rumah makan wajib membangun  standard pelayanan pelanggan yang sesuai dengan keunikan rumah makan tersebut.  Standard pelayanan pelanggan ini seharusnya dapat digunakan untuk mengukur kualitas dan kinerja dari para front liner dan para non front liner rumah makan. Dengan tujuan untuk memahami besarnya produktifitas yang mereka hasilkan sebagai wujud dari kontribusi mereka terhadap bisnis rumah makan. Juga, dengan adanya standard pelayanan pelanggan ini dapat menimbulkan kesadaran beretika dalam melaksanakan pelayanan sempurna, serta dapat menjadi acuan bagi rumah makan dalam melaksanakan manajemen risiko untuk menjaga keamanan, keselamatan,  kenyamanan, untuk kepentingan pelanggan dan kepentingan bisnis rumah makan itu sendiri.

Perusahaan Efektif dan Karyawan Produktif

”Produktivitas Tinggi Hanya Dapat Dihasilkan Oleh Organisasi Yang Efektif Dengan Dukungan Karyawan Yang Optimis Dan Profesional.” – Djajendra

Produktivitas adalah sebuah keharusan dalam bisnis. Jika para pekerja bisnis mampu menjadi lebih efektif sesuai dengan sasaran dan target kerja, maka kemungkinan besar mereka akan menjadi pekerja yang produktif di semua aspek kerja perusahaan. Dan hal ini bisa terwujud jika perusahaan menjalankan setiap fungsi dan peran organisasi dengan efektif.

Membuat karyawan menjadi produktif tidak hanya cukup melalui kepemimpinan yang efektif. Tetapi, diperlukan mind set secara keseluruhan di perusahaan untuk menjadi lebih produktif. Hal ini hanya bisa terwujud bila perusahaan menciptakan lingkungan kerja dalam keseimbangan yang harmonis yang diperkuat dengan nilai-nilai kerja dalam wujud tekad, komitmen, disiplin, antusias, etika, dan semangat yang tinggi untuk menjadi yang terbaik.

Produktivitas berarti memanfaatkan waktu yang dimiliki secara optimal untuk menghasilkan out put yang sebanyak mungkin dengan kualitas setinggi mungkin. Produktivitas berarti tidak pernah menunda-nunda pekerjaan dan cerdas berkomunikasi, berkoordinasi, berkolaborasi, dan bersinergi dengan semua pihak untuk menghasilkan out put  berkualitas yang optimal. Produktivitas berarti bekerja secara efektif, kreatif, strategis, inovatif, dan tepat guna terhadap setiap tindakan untuk menghasilkan out put berkualitas terbaik.

Perusahaan yang efektif pasti akan menyiapkan sistem informasi, rencana, sumber daya, strategi, dan visi yang jelas untuk membantu para karyawan menjadi lebih produktif dalam melakukan pekerjaan sesuai target.

Jika perusahaan tidak menjelaskan atau menggambarkan semua rencana, tujuan, strategi, dan visi secara jelas dan terang; maka karyawan akan sering bingung untuk mengambil tindakan. Akibatnya, akan sering-sering terjadi penundaan kerja dan karyawan merasa tidak memiliki informasi yang jelas untuk menyelesaikan tugas sesuai waktu.

Perusahaan harus mendelegasikan semua target dan sasaran kerja dengan jelas dalam bahasa yang sederhana, lalu menciptakan kepastian dalam setiap rencana, dan memberikan informasi yang benar kepada karyawan.

Kembangkan sistem kerja yang mampu membantu karyawan untuk menjadi lebih produktif, untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan cepat dan tepat waktu. Untuk itu, perusahaan harus membangun etos kerja yang diperkuat dengan panduan etika bisnis, code of conduct, sop, dan kebijakan lain yang sederhana dan mudah untuk dikerjakan. Termasuk, mengembangkan teknologi dan peralatan kerja yang bersifat tepat guna, yang mampu menyederhanakan dan mempermudah cara pencapaian target. Selain itu, perusahaan harus selalu memotivasi para karyawan untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi mereka agar menjadi lebih berkualitas.

MARAH ITU GAMPANG

DJ876“Ketika emosi marah Anda menyakiti seseorang, jangan berbangga atau tersenyum menang. Sebab, orang yang Anda marah itu berpotensi menyimpan dendam terhadap Anda. Lebih baik Anda menjadi cerdas emosi dan tidak mudah mengucapkan kata-kata marah, yang membuat orang lain sakit hati kepada Anda.” ~ Djajendra

Memarahi orang lain itu sangat gampang, siapapun bisa marah, dan marah itu energi emosi terburuk yang ada di dalam diri Anda. Persoalannya bukanlah membiarkan diri Anda hidup bersama emosi marah, tapi Anda harus bekerja keras untuk mengendalikan dan menghapus energi marah dari diri Anda, agar Anda terlihat pintar, baik, tulus, cerdas, sabar, percaya diri, dan enak dilihat oleh orang lain.

Mampukah atau maukah Anda hidup tanpa emosi marah? Jawabannya hanya Anda yang tahu, hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Anda hanya perlu ingat bahwa emosi marah hanya mempercepat Anda diserang oleh berbagai macam penyakit komplikasi yang berpotensi mengurangi rasa nyaman Anda dalam hidup.

Anda yang cerdas dengan emosi baik adalah Anda yang tercerahkan oleh sifat-sifat baik, yang tekun melatih semua emosi marah untuk dijadikan emosi cinta, dan selalu menggunakan akal sehat untuk melihat hidup dari persepsi positif.

Mengendalikan emosi marah berarti Anda antusias untuk mengidentifikasi semua kebiasaan buruk Anda dan menghentikannya segera mungkin, agar kebiasaan buruk itu tidak menjadi kekuatan yang merusak reputasi dan kredibilitas Anda.

Hidup ini memang tidak sempurna. Dan setiap orang memiliki keterbatasan dan kesulitannya tersendiri untuk mengendalikan dan menghapus emosi marah dari dirinya. Tetapi, ketidaksempurnaan dan keterbatasan itu janganlah dibiarkan menjadi sebuah persetujuan  buat membiarkan emosi marah hidup dan berkembang dalam diri Anda. Anda harus tegas dalam komitmen yang jujur untuk mendepak dan menghapus semua emosi marah dari diri Anda. Sebab, tanpa emosi marah Anda adalah pribadi yang tercerahkan untuk hidup sehat dan bahagia.

Tingkatkan kualitas diri Anda dengan cara-cara kebaikan yang penuh dengan sikap sabar dalam toleransi pergaulan, yang saling menghormati dan saling menghargai.

Jadilah pribadi yang memilih untuk berbicara tanpa dipengaruhi rasa marah. Jadilah pribadi yang penuh sabar dalam melihat realitas hidup hari ini. Jadilah pribadi yang peduli dan langsung memberi jalan keluar terbaik buat siapapun.

Bangun citra diri Anda sebagai pribadi yang cerdas, pintar, sabar, tulus, berkomitmen, percaya diri, dan peduli pada orang lain. Untuk itu, Anda tidak boleh jatuh ke dalam perangkap emosi  marah. Sebab, sekali Anda bersatu dalam emosi marah, maka  diri Anda akan dikenal oleh orang lain sebagai tukang marah-marah. Jadi hindari gambar buruk Anda dengan cara melatih dan berlatih terus-menerus untuk menghapus semua emosi marah dari diri Anda. Anda yang tercerahkan adalah Anda yang sabar dengan tanpa setitikpun emosi marah dalam diri Anda.

“Marah itu gampang, marah itu sifat orang barbar, sedangkan sifat orang tercerahkan adalah sabar dan penuh peduli.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Kesalahan Dan Kegagalan Adalah Tanda Untuk Memperbaiki Diri

“Ciptakan Masa Depan Dari Masa Depan Anda, Bukan Dari Masa Lalu Anda.” – Werner Erhard

Sering sekali dengan perasaan diri yang terlalu optimis dan semangat diri yang berlebihan, kita membuat tindakan-tindakan yang penuh spekulasi. Mungkin niat awalnya baik, tapi spekulasi dalam ambisi dan semangat yang berlebihan  akan membuat niat baik tersebut menjadi sangat dekat dengan kesalahan. Sebab, apa pun itu bila dilakukan dengan semangat spekulasi, maka risiko untuk terjadinya kesalahan juga akan sangat besar.

Tetapi, manusia adalah pribadi pembelajar yang selalu belajar dari kesalahan dan kegagalan. Kesalahan dan kegagalan merupakan bagian dari proses pendewasaan karakter dan proses pendewasaan emosi.

Semakin sadar seseorang untuk memperbaiki kesalahan dan kegagalannya, semakin dirinya akan menjadi pribadi yang menikmati keberhasilan hidup.

Kehidupan kita ini adalah sebuah proses perjalanan untuk memperbaiki diri dari setiap kesalahan dan kegagalan diri kita, dan kita harus sadar bahwa hanya melalui proses perbaikan dirilah kita bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Artinya, walau kita berbuat perhitungan-perhitungan yang keliru dalam setiap proses perjalanan hidup kita, kita tidaklah boleh menyerah pada kegagalan, tapi selalu belajar dari kesalahan dan kegagalan untuk menjadi lebih baik.