PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Page 281 of 304

Manajer Intrapreneur

”Mau Berbagi, Mau Berkomunikasi, Mau Saling Membantu, Mau Sama-Sama Bekerja Keras, Dan Mau Menjaga Harkat Perusahaan Untuk Sebuah Reputasi Dan Kredibilitas. Inilah Awal Membangun Perusahaan Dengan Komunitas Intrapreneur.” – Djajendra

Dalam sebuah tulisan, Gifford Pinchot, seorang pembicara di bidang manajemen korporasi, menuliskan tiga tahapan untuk memudahkan manajer memahami organisasi. Pertama, organisasi sebagai hierarki, yang alat utamanya adalah pendelegasian. Kedua, organisasi sebagai komunitas, yang alat utamanya adalah visi dan nilai. Ketiga, organisasi sebagai ekonomi, yang alat utamanya adalah kepemimpinan yang efektif dari bisnis intinya.

”Organisasi masa depan akan merupakan komunitas intrapreneur.” begitulah inti pesan Gifford Pinchot dalam tulisannya tersebut.

Setelah saya membaca dan merenungkan semangat yang ada di tiga tahapan Gifford Pinchot tersebut. Saya berkesimpulan bahwa untuk bisa menjadi manajer berkualitas dalam memimpin komunitas intrapreneur, manajer harus memiliki kemampuan – kemampuan sebagai berikut.

1. Bekerja dengan membangun tim dan menempatkan orang-orang terbaik sesuai kemampuan.

2. Bersikap konsisten dan selalu menjelaskan pekerjaan dengan sesederhana mungkin kepada bawahan.

3. Memahami mind set bawahan dengan serius, dan memperbaiki setiap kekurangan untuk disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

4. Menyiapkan semua peralatan penting untuk mendukung pekerjaan bawahan.

5. Memiliki manajemen waktu yang berkualitas, lalu mampu mengerjakan hal-hal prioritas sebelum melangkah ke hal-hal lain.

6.  Mengajari bawahan untuk proaktif bekerja sama, khususnya dengan atasan dan kolega satu tim.

7. Memiliki gaya kepemimpinan yang sesuai dengan pikiran, ucapan, dan tindakkan.

8. Mengelola organisasi dengan cara menetapkan batas wewenang, lalu memberikan Kebebasan kepada bawahan untuk berkreasi dalam tanggung jawab.

9. Menciptakan lingkungan kerja yang penuh dengan komitmen, semangat, kepercayaan,  dan kerja sama.

10. Menciptakan etos kerja yang berdisiplin dan terperinci.

11. Memotivasi bawahan untuk menemukan cara sendiri dalam setiap tantangan di pekerjaan.

12. Memahami perilaku setiap bawahan, lalu bersikap adil dan membantu bawahan untuk berhasil.

Kesadaran Yang Lahir Dari Perjalanan Hidup

” Kehidupan Ini Seperti Sedang Melakukan Pendakian Menuju Puncak Gunung Tertinggi. Walaupun Kita Sedang Mendaki Ke Puncak Tertinggi Tapi Di Dalam Gunung Itu Sendiri Masih Ada Lembah, Tanjakan, Tikungan, Dan Jalan Berkelok – Kelok. Lalu, Mengapa Harus Gentar Menuju Puncak Sukses Melalui Perjalanan Turun-Naik Yang Penuh Ketidakpastian.” Djajendra

Kehidupan ini adalah sebuah seni untuk memainkan peran di setiap persinggahan. Kehidupan ini adalah sebuah Keberanian untuk melangkah bersama visi kehidupan pribadi; Keberanian untuk menjadi diri sendiri yang asli; keberanian untuk bertahan dan menaklukkan setiap kesulitan; dan keberanian untuk bertindak bersama nilai-nilai kebenaran diri. Di mana, semua ini adalah hal-hal yang bersifat mutlak untuk dimiliki di dalam karakter diri menuju kesuksesan pribadi.

Seperti pesan Publilius Syrus, ” Jangan meremehkan anak tangga terbawah dalam pendakian menuju kesuksesan.”

Dan juga pesan Ruben Gonzalez, seorang atlet peraih medali emas 3 kali di Olimpiade dan pakar kinerja, ” Senti demi senti, kesuksesan itu mudah. Meter demi meter, kesuksesan itu sulit.”

Kehidupan ini memang tidak boleh dijalani dengan ambisi yang terlalu berlebihan, yang tanpa perhitungan. Kehidupan ini memang tidak boleh dijalani asal-asalan tanpa niat dan kerja keras. Kehidupan ini harus dijalani dengan harapan dan kerja keras tanpa henti. Sebab, sering sekali hasil-hasil besar, sukses-suskes besar, dihasilkan setelah kita mampu melewati berbagai ujian dan cobaan hidup yang luar biasa tantangannya. Selama diri kita mampu menjalani semua tantangan tersulit dengan senyum, sabar, tegar, optimistis, berani, dan penuh integritas kepada kemampuan diri sendiri, kehidupan akan memberikan hal-hal terbaik.

Adalah sebuah realitas bahwa seorang pemenang sejati lahir dari kesadaran tertingginya bersama perjalanan hidup yang penuh dengan asam garam kehidupan. Yakinlah bahwa sukses sejati tidak akan pernah lahir secara instan. Sukses sejati akan lahir inci demi inci melalui proses perjalanan diri yang turun-naik menuju kepada puncak kesadaran diri tertinggi. Setelah sampai di puncak kesadaran diri tertinggi, diri akan menjadi bijak dan cerdas untuk memahami makna kehidupan secara benar.

Sukses yang lahir seperti kilat dan instan itu sesungguhnya bukanlah sukses, tapi keberuntungan awal menuju perjalanan ke puncak kemenangan diri sejati. Jadi, saat pertama kali Anda merasa mendapatkan keberhasilan atau pun kesuksesan di bidang yang Anda tekuni, maka saat itu janganlah langsung merasa tinggih hati, tapi mulailah persiapkan sebuah fondasi atau pun landasan diri yang kuat, yang tangguh, dan yang tak goyah oleh ujian dan cobaan yang lebih berat di kemudian hari.

Emosi Tidak Stabil

“Pahami Emosi Anda Dan Tingkatkan Kualitas Diri Dengan Sikap Baik.” – Djajendra

Suatu hari Anda merasa sangat senang, tapi di lain hari Anda merasa cemas, takut, marah, dan merasa tidak aman. Semua hal tersebut mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional Anda masih belum stabil. Jika kecerdasan emosional Anda tidak stabil, maka perbaiki segera kualitas diri Anda, khususnya, yang terkait dengan kecerdasan emosional Anda. Mungkin saja kecerdasan emosional Anda perlu diberikan kekuatan dan daya tahan yang lebih tangguh dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kalau Anda hanya mengikuti begitu saja ketidakstabilan emosional Anda, maka emosi negatif  akan menjadi benih yang menyakitkan hidup Anda, dan hidup Anda akan berada dalam ketidakbahagiaan. Artinya, Anda harus berbuat sesuatu untuk menghentikan ketidakstabilan emosional Anda.

Anda harus mampu membangun pertahanan diri yang kokoh dari ancaman ketidakstabilan emosional Anda. Untuk itu, pastikan bahwa Anda tidak bereaksi terlalu agresif atas perasaan-perasaan negatif, tapi mampu mengatasi semua perasaan negatif dengan sikap baik; pastikan Anda mampu untuk tidak mendengarkan suara hati yang didasarkan oleh ketidakstabilan emosional; fokuskan energi diri Anda untuk memproduksi perasaan – perasaan positif; selalu berinisiatif dalam mengatasi gejolak emosi yang tidak stabil; tetap tenang di bawah tekanan lingkungan kerja yang tidak bersahabat dengan Anda; dan Anda secara pribadi mau berjuang keras untuk berubah menjadi lebih baik di dalam lingkungan kerja yang sulit berubah.

Membiarkan ketidakstabilan emosional di dalam diri adalah sikap yang akan merugikan kehidupan Anda. Oleh karena itu, Anda wajib memiliki tekad yang kuat untuk mencerdaskan emosional diri, agar Anda mampu mengelola potensi diri Anda buat  kehidupan yang hebat.

Hindari Perilaku Yang Merusak Karir Kerja

”Anda Tahu Sebuah Pekerjaan Merupakan Panggilan Jiwa Anda, Ketika Anda Menyukai Kerja Keras Dan Rutinitasnya.” – Logan Pearshall Smith

1. Tidak Cerdas Secara Emosional.

Hanya Anda seorang yang mampu bertanggungjawab kepada masa depan karir kerja Anda. Untuk itu, Anda butuh kecerdasan emosional untuk menjadikan diri Anda sebagai pribadi yang tangguh dan kokoh dalam perjuangan meraih karir yang cemerlang. Pastikan Anda mampu memanfaatkan emosi positif dalam setiap aspek pekerjaan Anda. Termasuk, kecerdasan Anda untuk menyingkirkan semua emosi negatif dari hidup Anda secara sempurna.

2. Tidak Cerdas Secara Intelektual.

Anda wajib meningkatkan kompetensi diri Anda dengan pengetahuan dan keterampilan yang teruji secara baik melalui standar-standar manajemen yang andal. Pastikan Anda menjadi pribadi yang selalu mengasah intelektual diri Anda untuk menjadi kekuatan Anda dalam meraih karir yang lebih tinggi.

3. Tidak Cerdas Secara Spiritual.

Manusia itu tidak pernah sempurna dan sangat rentan terhadap tekanan hidup. Oleh karena itu, Anda wajib mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, agar setiap beban hidup yang berat dapat menjadi lebih ringan dengan restu Tuhan.

4. Tidak Mempercayai Pimpinan Dan Kolega.
Pimpinan dan kolega Anda adalah jembatan menuju karir yang lebih tinggi. Jadi, pastikan Anda bersatupadu dengan pimpinan dan kolega Anda dengan rasa peduli, perhatian, tanggung jawab, dan kasih sayang. Gunakan kecerdasan intelekual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual Anda, lalu tunjukan diri Anda sebagai pribadi baik yang mau bekerja keras untuk membantu pimpinan dan kolega.

5. Sering Telat Masuk kantor.

Kedisiplinan Anda merupakan cermin dari keperibadian Anda. Semua orang di kantor akan mengukur kualitas diri Anda dari kedisiplinan Anda terhadap semua hal-hal kecil. Misalnya saat Anda sering telat masuk kantor, orang-orang di kantor akan mencap Anda sebagai pemalas yang tidak disiplin dalam pekerjaan. Jadi, pastikan Anda menjadi pribadi yang tidak pernah telat masuk kantor, dan selalu berdisiplin dalam semua pekerjaan Anda.

6. Tidak Peduli Kepada Kenyamanan Customer.

Customer di perusahaan Anda adalah penghasil nilai tambah bisnis di perusahaan Anda. Artinya, semakin nyaman dan puas customer dengan perusahaan Anda, maka peluang Anda untuk meningkatkan karir bersama perusahaan akan semakin berprospek terang. Jadi, apa pun pekerjaan Anda dan di mana pun posisi Anda, pastikan Anda selalu menomor satukan customer dalam hal apa pun.

7. Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain.

Saat Anda tidak mampu membuat diri Anda berguna dalam menata karir yang lebih tinggi, Anda akan terjebak pada perangkap mencari-cari kesalahan orang lain. Ingat! Mencari-cari kesalahan orang lain adalah penyakit mental yang paling berbahaya, dan hal ini akan menggiring Anda kepada kegagalan total dalam meraih karir yang lebih tinggi.

8. Sibuk Menghabiskan Waktu Dengan Masalah Pribadi.

Jangan takut dan jangan gentar! Tidak akan terjadi apapun pada diri Anda saat Anda mau menjadi pribadi baik yang tercerahkan. Jadi, apa pun masalah hidup Anda saat ini berpikirlah secara positif, bertindaklah melalui emsoi baik, dan berlindunglah kepada Tuhan melalui doa-doa Anda.

9. Tidak Pernah Belajar Dan Ikut Training.

Hanya sang pembelajar yang tahu jalan-jalan hebat untuk menuju puncak sukses karir tertinggi. Jadi, pastikan Anda adalah seorang pembelajar yang kreatif dan strategis buat masa depan karir Anda yang cemerlang. Ikuti seminar dan training yang sesuai dengan arah karir Anda.

10. Tidak Fokus Pada Tugas Dan Tanggung Jawab.

Anda harus mampu bekerja dengan fokus yang jelas terhadap pekerjaan Anda. Kerjakanlah pekerjaan yang diberikan perusahaan kepada Anda secara total dan penuh tanggung jawab. Jangan arahkan pikiran Anda dari tugas dan tanggung jawab yang ada pada Anda saat ini.

Pemimpin Harus Berani Berbicara Tentang Perubahan

“Pemimpin Harus Bisa Menggambarkan Perubahan Itu Secara Nyata Dipikiran Setiap Orang, Dan Memberikan Cermin Perubahan Untuk Dapat Dilihat Setiap Orang Tentang Wujud Asli Dari Perubahan Tersebut.”-Djajendra

“Pemimpin Harus Berani Berbicara Tentang Perubahan, Tentang Gerakan Untuk Perbaikan.  Tentang Kesuksesan Di Semua Aspek Kehidupan Organisasi Dan Manajemen.”-Djajendra

Pemimpin adalah kunci dari keberhasilan sebuah perubahan besar dalam organisasi. Bila pemimpin mampu bersuara cerdas, untuk sebuah perubahan dengan tujuan membangun manajemen yang solid dan kuat di dalam organisasinya, maka semua orang, semua unit kerja, dan semua aspek kerja, akan termotivasi untuk bergerak menjadi kuat dan menjadi lebih bergairah dalam etos kerja berkualitas tinggi.

Pemimpin harus memiliki kredibilitas dan reputasi yang hebat, agar ia mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada setiap orang.

Momotivasi dan menginspirasi setiap orang dalam setiap detik di kehidupan mereka, untuk bersemangat dan bangkit bersama dengan perubahan baru. Dan membuat setiap orang menyadari bahwa perubahan itu penting, untuk mengubah hal-hal yang tertinggal zaman dengan hal-hal baru yang sesuai peradaban.

Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk dapat mengenali perubahan-perubahan penting, serta mampu mengambil tempat di dalam hati setiap orang, agar semua orang dalam organisasi bisa saling menyatu dan saling berempati, untuk membawa perubahan itu ke arah yang lebih memberi manfaat positif buat organisasi dan buat setiap manusianya.

Pemimpin harus bisa membangkitkan semangat dan gairah perubahan dari setiap orang di dalam organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lebih cepat, serta berjuang keras dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil perubahan yang lebih baik dari rencana yang ada.

Pemimpin harus menyadarkan setiap orang, agar selalu menggunakan cara-cara profesionalisme dalam merespon setiap perubahan. Untuk itu, pemimpin harus duduk bersama semua kekuatan sumber daya manusianya, untuk berbicara tentang perubahan-perubahan itu dengan cara-cara penuh inspirasi dan profesional.

Pemimpin harus cerdas menggunakan tema perubahan dalam organisasinya, sebagai sarana untuk meningkatkan keuntungan kompetitif bisnis usahanya.

Pemimpin harus bisa menggambarkan perubahan itu secara nyata dipikiran setiap orang, dan memberikan cermin perubahan untuk dapat dilihat setiap orang tentang wujud asli dari perubahan tersebut.

Pemimpin harus memberi inspirasi kepada setiap orang, untuk menghadapi perubahan dalam pekerjaan, untuk menghadapi perubahan dalam keluarga, untuk menghadapi perubahan dalam hidup. Dan dalam semua aspek yang bertujuan untuk meningkatkan gairah dan kepercayaan diri organisasi, untuk memenangkan persaingan dalam kompetisi bisnis yang ketat.

Pemimpin harus mengajak dan menggandeng setiap hati dan setiap pikiran, untuk berpikir dan bertindak dalam semangat meningkatkan semua potensi organisasi, agar mampu menangani semua potensi hebat secara lebih baik, dengan cara mengubah hal-hal yang menghambat gerak sukses organisasi.

Pemimpin harus cerdas membimbing setiap orang untuk berhenti berwacana secara berkepanjangan. Dan, mengajak setiap orang untuk melakukan tindakan-tindakan yang membantu organisasi. Tindakan yang terfokus pada upaya meningkatkan kinerja, dalam kemampuan manajemen menghadapi perubahan yang tak pasti.

Pemimpin harus selalu menggunakan pola atau model berpikir yang sederhana dan jelas, agar setiap orang di dalam organisasi tidak terjebak dalam cara berpikir yang merumitkan, sehingga makna perubahan itu tidak menjadi kabur.

Pola berpikir yang lebih sederhana akan mendekatkan semua solusi terbaik melalui logika dan akal sehat, yang dapat diukur kebenarannya. Oleh karena itu, berpikir sederhana akan menuntun pemimpin dan pengikutnya dalam jalur yang tidak rumit untuk menemukan segala macam solusi terbaik, dimana semua solusi itu masih bisa diukur kebenarannya dengan pikiran jernih yang berlogika cerdas; semua solusi terbaik pada dasarnya telah ada, hanya saja diperlukan keandalan kepemimpinan yang solid dan kuat, untuk menjadi lebih sederhana, jernih, dan sabar dalam menyusuri jalur sederhana menuju puncak penghasil solusi andal buat sebuah perubahan yang hebat dan bermanfaat.

Pemimpin yang solid dan kuat pasti mampu menjadi bintang yang hebat, dalam setiap gerak dan langkah ke perubahan yang lebih baik. Jadilah sang pemimpin pembawa perubahan, yang membahagiakan hati setiap orang dalam dekapan rasa damai dan rasa nyaman.

Tidak Sekedar Berceramah Dan Menggurui Bawahan

“Boleh Saja Secara Profesional Pemimpin Dan Bawahan Dipisahkan Oleh Sistem, Prosedur Dan Aturan, Tapi Kontak Batin Antara Pemimpin Dan Bawahan Haruslah Terawat Secara Sempurna.”-Djajendra

Salah satu keterampilan terpenting dari sebuah kepemimpinan, adalah kemampuan pemimpin untuk berbicara secara informal dalam bahasa hati dengan setiap bawahan.

Di dalam kesibukan rutinitas kerja yang penuh dengan aturan dan prosedur, pemimpin belum tentu memiliki waktu untuk memahami suara hati para bawahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan, pemimpin perlu melakukan komunikasi secara informal kepada semua bawahan, dalam bentuk komunikasi informal yang mampu melewati batas-batas birokrasi organisasi. Boleh saja secara profesional pemimpin dan bawahan dipisahkan oleh sistem, prosedur dan aturan, tapi kontak batin antara pemimpin dan bawahan haruslah terawat secara sempurna. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi kepada setiap level dari bawahannya secara informal.

Antusiasme besar pemimpin untuk berbicara dan berbagi pengetahuan tentang tren-tren baru di dunia bisnis dengan bawahan, adalah sebuah kebiasaan positif yang akan mengangkat moral dan semangat kerja bawahan, yang penting pemimpin tidak boleh terlalu asyik berceramah dan menggurui para bawahan, tapi pemimpin harus mendengarkan suara dan pendapat para bawahan.

Kerja organisasi tidak sekedar kerja kepemimpinan, tapi merupakan kerja tim yang solid. Jadi, pemimpin dan bawahan secara kolektif harus bersatupadu untuk saling mendengar, saling berbagi ide dan pengetahuan untuk meraih kinerja terbaik.

Pemimpin harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk mendengarkan suara bawahan. Pemimpin bersedia dalam kesadaran tertinggi untuk melatih dirinya dengan disiplin dan niat baik, yang terfokus kepada upaya untuk meningkatkan kualitas sikap, sifat, dan kebiasaan dalam komunikasi dua arah yang efektif.

Berikut tips untuk pemimpin dalam mewujudkan keterampilan mendengar:

  • Jadilah Pendengar Yang Bijak.
  • Jangan Mengintrupsi Pembicaraan Bawahan.
  • Jangan Memotong Dan Mengabaikan Suara Bawahan.
  • Jangan Menjadi Pemimpin Yang Merasa Terlalu Pintar.
  • Ucapkan Terima Kasih Kepada Bawahan, Walau Anda Tidak Setuju Dengan Hasil Pembicaraan Tersebut.
  • Jangan Pernah Menjadi Ragu Dalam Memahami Pembicaraan Dengan Bawahan.
  • Mampu Berdisiplin Diri Dalam Memberikan Perhatian Kepada Bawahan Yang Sedang Berbicara.
  • Mampu Merangkum Semua Hasil Pembicaraan Dengan Sempurna.
  • Mampu Mengambil Manfaat Dari Pembicaraan Tersebut.

Jangan Bilang ‘Nasehat Baik’ Sebagai Teori

“Terimalah Informasi Apa Saja, Tapi Jangan Lupa Untuk Menggunakan Yang Terbaik.” – Djajendra

Sebagian orang saat menerima informasi dan nasehat baik dari orang lain, tapi kebetulan nasehat baik itu bertentangan dengan karakter dan mind set nya, maka ia akan mengatakan semua nasehat baik itu sebagai teori, padahal Ia harus memanfaatkan nasehat dan informasi baik tersebut untuk membantu mengembangkan potensi dirinya.

Mind set yang terbuka dan mau belajar, adalah hal yang sangat penting buat memberikan pencerahan dan motivasi pada seseorang. Saat mind set seseorang tertutup oleh keangkuhan sikap dan pemikirannya, maka apa pun nasehat yang diberikan akan dianggap sebagai teori yang tak mungkin bisa diimplementasikan secara nyata di dalam hidupnya.

Saat Anda menguasai mind set yang terbuka dan kreatif, Anda pasti mampu mengendalikan diri Anda untuk mendengarkan nasehat dan informasi dari orang lain secara bijaksana.

Hidup yang baik itu perlu inspirasi, motivasi, informasi, dan nasehat dari orang lain. Mungkin saja nasehat-nasehat dari orang lain itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda, tapi saat Anda memiliki hati yang jujur dan pikiran terbuka, Anda pasti akan merasa nyaman dengan semua nasehat dari orang lain, walaupun nasehat-nasehat itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda.

Pada akhirnya, semua hal yang Anda jalani di dalam hidup Anda adalah soal sikap Anda terhadap semua nasehat dan informasi yang Anda terima. Jika Anda cerdas memahami semua nasehat dan informasi yang ada, maka Anda pasti dapat bertumbuh ke arah yang lebih tinggi untuk mendapatkan sukses-sukses yang lebih dari harapan Anda.

Jangan bangun penjara mind set yang tertutup rapat pada semua nasehat dan informasi baik. Sebab, penjara mind set akan mengurung Anda dalam keyakinan yang sempit dan salah.

Lakukan Perubahan Untuk Bisnis Yang Hebat

”Lihatlah Masalah Sebagai Bagian Kehidupan. Ketika Masalah Muncul, Tegakkan Kepala, Hadapi, Dan Katakan, ’Aku Akan Lebih Besar Daripada Kau. Kau Tidak Bisa Mengalahkanku.” – Ann Landers

Saat perusahaan kehilangan produktivitas, efektifitas dan motivasi untuk berkinerja lebih; manajemen bersama semua kekuatan sumber daya manusia harus bangkit untuk melakukan perubahan yang tepat sasaran. Sebab, jika perusahaan bersama manajemen lalai melakukan perubahan, perusahaan pasti akan menghadapi hari-hari buruk disepanjang proses operasionalnya dengan hasil yang mengecewakan para stakeholder. Oleh karena itu, pimpinan bersama tim manajemen harus mengetahui cara-cara terefektif untuk melakukan perubahan, yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, bisnis, sumber daya manusia, customer, dan stakeholder lainnya.

Perubahan harusnya dimulai dengan sebuah obsesi besar untuk menjadi lebih efisien dan efektif, atau tepatnya, dengan sebuah motivasi besar untuk berkinerja lebih baik. Di mana untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik itu dibutuhkan daya saing yang kuat, agar bisnis bisa bertumbuh dan menghasilkan keuntungan yang optimal.

Perubahan yang tepat sasaran akan membuat perusahaan mampu menghadapi kompetisi pasar dengan kemenangan.

Berikut tips dalam melakukan perubahan agar perusahaan bisa mencapai kinerja organisasi, bisnis, dan sumber daya manusia yang lebih hebat.

  • Pemilik, Komisaris, Direksi, dan Karyawan harus kompak dan se-visi dalam mendukung setiap perubahan yang dilakukan perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan harus percaya bahwa perubahan yang sedang dilakukan ini akan sangat membantu sukses mereka.
  • Setiap orang di perusahaan memahami apa yang salah dengan cara sekarang ini dan mampu memperbaikinya.
  • Setiap orang di perusahaan telah memiliki semua informasi yang mereka perlukan, untuk melakukan perubahan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan harus memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana wujud perusahaannya setelah perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan telah memahami prioritas perubahan dalam kaitannya dengan kinerja perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan tahu di mana tempat untuk mencari bantuan dan dukungan, bila mereka mempunyai pertanyaan, keluhan, atau tantangan yang berkaitan dengan perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan harus yakin dan bersemangat total untuk melakukan perubahan dan menjalankannya dengan senang hati.
  • Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk melakukan evaluasi yang jujur dan benar terhadap hasil perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan harus bersatupadu dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.

Jangan Meremehkan Perubahan

“Bila Ada Pihak-Pihak Yang Meremehkan Perubahan, Maka Perubahan Akan Tumbuh Menjadi Raksasa, Dan Memakan Korban Yang Cukup Besar Untuk Bisa Mewujudkan Perubahan Itu.” -Djajendra

Perubahan adalah awal menuju kebesaran. Perubahan memerlukan komitmen yang kuat; kepemimpinan yang solid dan tangguh; dukungan total dari orang-orang di sekitar; kerja keras tanpa henti untuk mengatasi setiap tantangan perubahan dengan semangat tinggi; dan kecerdasan untuk menjaga kebersamaan dalam setiap langkah menuju perubahan. Begitu semua itu dimiliki, organisasi akan melakukan proses transformasinya untuk merubah wujudnya sesuai dengan impian dan keinginan zaman.

Sesungguhnya, setiap hari ada perubahan-perubahan super kecil yang tak terditeksi oleh alat ukur apa pun, sedang terjadi di dalam organisasi Anda. Persoalannya, karena tak terditeksi oleh alat ukur apapun, Anda dan tim Anda pasti akan tidak sadar bahwa perubahan dalam ukuran titik demi titik sedang berlangsung di dalam organisasi menuju kepada wujud baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, diperlukan kekuatan intuisi dan empati, agar Anda dan tim Anda mampu mencium setiap titik perubahan secara cerdas dan bijaksana.

Bila perubahan-perubahan super kecil ini tak mampu Anda diteksi sejak awal, maka organisasi Anda akan membayar biaya yang sangat mahal di masa depan, sebuah biaya mahal hanya untuk mengatasi dan memperbaiki berbagai ketertinggalan akibat perubahan tersebut. Jika tidak, organisasi akan tersungkur jatuh, dan hanya akan menghasilkan kegagalan demi kegagalan, yang menguras kekuatan energi, moral, dan sumber daya organisasi.

Komunikasi yang jelas di antara semua pihak di  organisasi haruslah dilakukan secara intensif untuk tidak meremehkan dan menghambat proses perubahan ke arah baru. Sebab, bila ada pihak-pihak yang meremehkan perubahan, maka perubahan akan tumbuh menjadi raksasa, dan akan memakan korban yang cukup besar untuk bisa mewujudkan perubahan itu.

Perubahan haruslah menjadi inspirasi semua pihak untuk bekerja dengan cara-cara yang lebih efektif dan efisien. Perubahan haruslah dijadikan alat untuk mengevaluasi kembali masa depan organisasi yang sehat dan kuat. Jadi, miliki inisiatif untuk memahami setiap titik perubahan demi keberlanjutan organisasi ke arah yang lebih sempurna di masa depan.

Berikut tips untuk memahami setiap titik-titik kecil perubahan.

1. Pimpinan puncak organisasi harus memiliki perhatian dan tanggung jawab terhadap hal-hal kecil. Khususnya, hal-hal kecil yang berpotensi sebagai benih perubahan. Jadi, sejak dini pimpinan harus memiliki empati dan intuisi yang kuat untuk memahami setiap gejalah perubahan.

2. Pimpinan harus melibatkan setiap orang di dalam organisasi untuk peduli pada setiap titik kecil perubahan. Pimpinan juga harus memimpin setiap orang untuk menyusun rencana yang efektif buat menghadapi perubahan sejak benih perubahan itu muncul.

3. Pimpinan dan staf harus mengerti, mana benih perubahan yang berisiko tinggi, dan mana benih risiko yang tidak berisiko.

4. Pimpinan dan staf harus memiliki semua informasi yang benar untuk memahami sebuah benih perubahan, dan memiliki kemampuan untuk bertindak secara bijak dan tepat sasaran.

5. Pimpinan dan staf harus memiliki gambaran yang jelas tentang organisasinya, untuk memahami setiap hubungan sebab-akibat yang muncul oleh perubahan.

6. Pimpinan dan staf harus memiliki pengetahuan yang benar dalam menentukan prioritas-prioritas tindakkan yang diperlukan.

7. Pimpinan dan staf harus tahu dan harus mampu berkolaborasi untuk menjawab setiap tantangan yang dihasilkan oleh perubahan.

8. Pimpinan dan staf harus yakin dan percaya diri dalam menjalankan organisasi dalam perubahan yang berkelanjutan.

Saat Krisis Datang Reputasi Pemimpin Bisnis Pun Terpuruk

”Ketika Manajemen Dengan Reputasi Yang Cemerlang Menangani Bisnis Dengan Reputasi Ekonomi Fundamental Yang Buruk, Maka Reputasi Bisnis Manajemen Itu Tetap Utuh.” – Warren Buffett’s Words Of Wisdom

Badai krisis global tidak hanya sibuk memPHK karyawan, tapi juga sekaligus menghancurkan reputasi dan kredibilitas para pemimpin bisnis.

Reputasi para pemimpin bisnis yang selama ini diagung-agungkan sebagai manusia ekonomi yang hebat dan spesial, mulai ditertawakan dan dicemoho oleh banyak orang. Gaji selangit, fasilitas super hebat, dan bonus yang luar biasa, tanpa prestasi dan kredibilitas merupakan realitas yang ada diposisi puncak dunia bisnis.

Dunia bisnis harus bangkit untuk memformat ulang semua kebijakan yang tidak efisien. Keadilan dan keterbukaan di semua aspek dan fungsi kerja haruslah menjadi agenda penting di hari ini agar dapat menata hari esok yang lebih baik dan lebih adil.

Saat ini kesadaran para pemimpin bisnis untuk membangun fondasi bisnis yang tangguh menjadi sangat penting. Untuk itu, para pemimpin bisnis tidak boleh lagi mendominasi panggung bisnis dengan segala kemewahan dan kebohongan, tapi seharusnya memulai dengan segala penghematan dan kejujuran.

Pemimpin bisnis harus berani untuk menjadi tidak serakah, serta mau memotong atau mengurangi besaran gaji dan fasilitas untuk diri sendiri.

Di berbagai negara yang terkena dampak krisis ekonomi, berkembang persepsi negatif dari masyarakatnya tentang reputasi, prestasi, dan kredibilitas buruk para pemimpin bisnis. Jelas, hal ini merupakan sebuah tantangan bagi para pemimpin bisnis untuk melakukan interospeksi diri, dan kemudian segera memperbaiki kekurangan yang ada. Ingat, kredibilitas dan integritas Anda sebagai pemimpin bisnis sedang dipertaruhkan dalam badai krisis ekonomi kali ini. Tahun 2009 adalah tahun kerja keras buat pemimpin bisnis, dan harus berani memformat ulang semua kekeliruan masa lalu untuk tidak terulang di masa depan.

Berikut beberapa opini dari sebuah artikel Kompas.com 31 Januari 2009.

Pemimpin News Corporation, Rupert Murdoch, menyebutkan, reputasi para eksekutif puncak memang sudah punah sejak September 2008 atau sejak kebangkrutan Lehman Brothers.

PM Brown mengatakan, dia tidak bermaksud menyerang individu-individu di perusahaan. ”Namun jelas kita tidak bisa memberi penghargaan atau memaafkan tindakan tidak bertanggung jawab dan pengambilan risiko bisnis yang berlebihan,” kata PM Brown.

”Kita harus memiliki pemikiran yang jelas, ke mana kita kini akan melangkah, dengan tujuan agar krisis serupa tidak lagi terulang,” kata Merkel.

”Kita kini menghadapi dua ancaman, yakni risiko keresahan sosial dan risiko bangkitnya proteksionisme,” kata Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde.

Tindakan AS dengan kampanye ”beli produk AS” dianggap berbahaya karena dilakukan oleh negara penyerap terbesar ekspor dunia. ”Proteksionisme adalah penyakit yang paling mudah menular,” kata Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim.

« Older posts Newer posts »