Karyawan Adalah Harta KarunYang Harus Dirawat

“Karyawan Adalah Harta Karun Yang Harus Dirawat Dan Dikelola Secara Sistematik Dan Profesional. Perusahaan Tanpa Karyawan-Karyawan Yang Hebat Dan Andal, Pastilah Akan Mengalami Kesulitan Dalam Mencapai Kinerja Yang Diinginkan.” – Djajendra

Dalam sebuah penelitian kecil yang kami lakukan, kami menemukan bahwa hampir sebagai besar karyawan tidak memahami visi, misi, dan slogan perusahaannya; dan sepertinya para karyawan masa bodoh soal visi misi perusahaannya, yang mereka pikirkan hanya setiap bulan dapat bayaran yang utuh dari perusahaan. Dipertegas lagi oleh sikap para manajernya yang tidak terlalu peduli pada sikap dan pola pikir karyawannya, dan akhirnya perusahaan hanya berjalan sesuai mood dari para manajer dalam pola rutinitas kerja yang tidak konsisten.

Kesadaran para manajer untuk mengeksplorasi bakat, potensi, dan gairah kerja dari para karyawan sama sekali tidak ditemuhkan. Semua ini disebabkan oleh lemahnya sikap kepemimpinan, yang mana para manajer masih dalam batas kemampuan maksimalnya sebagai seorang mandor, yang belum mampu menunjukkan kualitas kompetensinya sebagai seorang pemimpin.

Secara formil semua kebijakan, prosedur, dan peraturan perusahaan menunjukkan kualitas yang sangat mengagumkan, tapi secara kultur semua kebijakan, prosedur, dan peraturan itu tidak dipedulikan, baik oleh para manajer maupun oleh para karyawan. Semua ini mengakibatkan kinerja perusahaan hanya tergantung pada faktor eksternal, yaitu bila sektor usaha tersebut sedang boming, maka kinerja akan naik pesat. Tetapi bila bisnis perusahaan sedang tidak boming, maka kinerja perusahaan turun pesat juga. Kesannya perusahaan seperti sedang menjalankan bisnis musiman, dan tidak ada upaya serius dari para manajer dan karyawan untuk memperkuat etos kerja di internal perusahaan, termasuk tidak ada upaya untuk menata sistem dan kultur perusahaannya dengan praktik-praktik perusahaan yang sehat dan baik, agar perusahaan bisa tumbuh secara sehat dan kuat.

Sikap karyawan yang masa bodoh pada visi misi perusahaan adalah sebuah beban berat buat masa depan perusahaan. Akibatnya, perusahaan tidak mungkin bisa membangun sistem dan kultur kerja yang andal untuk bisa memacu kinerja maksimal perusahaan secara konsisten. Bila sikap masa bodoh manajer dan karyawan ini terus berlangsung dalam jangka panjang, maka perusahaan sangat berpotensi kehilangan kredibilitasnya di mata para stakeholders.

Manajer dan karyawan seharusnyalah bersatupadu untuk membangun sebuah etos kerja yang penuh disiplin dan penuh perhatian pada makna yang diinginkan oleh visi dan misi perusahaannya, dan tidak bersikap masa bodoh sambil melalaikan visi dan misi yang seharusnya diperjuangkan dengan tekun dan serius dalam sebuah kolaborasi kerja yang harmonis.

Artikel ini karya djajendra

Pelayanan Prima Melalui Komunikasi Yang Cerdas

“Saat Anda Mampu Berkomunikasi Secara Bijak, Saat Anda Mampu Memberi Pelayanan Prima Secara Cerdik, Maka Sejak Detik Itu Anda Akan Menjadi Bintang Yang Bersinar Terang Bersama Organisasi Anda, Dan Anda Akan Menjadi Pengalaman Yang Menyenangkan Di Hati Dan Pikiran Pelanggan Anda.”-Djajendra

Ada dua hal terpenting saat Anda melayani pelanggan, yaitu komunikasi dan pelayanan prima.  Komunikasi yang bijak adalah seperti darah bagi sistem pelayanan organisasi, sedangkan pelayanan prima yang berkualitas adalah seperti zat-zat terpenting untuk kesehatan sistem organisasi. Jadi, jika tidak ada komunikasi maka tidak ada pelayanan prima, dan jika tidak ada pelayanan prima maka bisnis dan organisasi akan terseok-seok dalam ketidakpastian.

Pelayanan prima adalah hubungan berkualitas dalam bisnis , dan komunikasi menjadi sangat penting dalam membuat hubungan bisnis menjadi lebih sempurna.

Komunikasi dalam sikap profesionalisme akan mendorong setiap pribadi untuk proaktif melakukan pelayanan prima yang berkualitas terbaik.

Sebuah hubungan bisnis yang kuat harus mau memahami dua persepsi secara bijak, yaitu persepsi perusahaan dan persepsi konsumen. Perusahaan dengan tanggung jawab total dalam pelayanan berkualitas prima, akan selalu melibatkan konsumen untuk meraih sukses tanpa batas. Sedangkan perusahaan tanpa visi pelayanan yang jelas, akan bingung memahami kedua persepsi tersebut secara bijak, sehingga tanggung jawabnya untuk pelayanan berkualitas prima menjadi kabur dan tidak fokus.

Anda yang mewakili perusahaan haruslah selalu bijak untuk bersikap baik kepada semua pelanggan. Anda harus mau dan mampu berkomunikasi dengan kekuatan total dari sikap baik Anda. Tanpa pelanggan, Anda adalah pengangguran, tanpa pelanggan Anda sulit untuk menjalankan bisnis dengan wajar, tanpa pelanggan Anda tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup perusahaan Anda. Jadi, berkomunikasilah dengan sikap baik kepada setiap pelanggan; dengar suara keluh kesah pelanggan, dan berikan solusi terbaik; jelaskan semua pelayanan Anda untuk memudahkan pelanggan menerimanya; berbicaralah secara persuasif untuk membantu semua kebutuhan pelanggan, tanpa menyakiti perasaan mereka; pastikan Anda adalah pribadi berintegritas yang baik hati, serta santun dalam bertutur kata.

Bangunlah fondasi kokoh bersama tiang-tiang pelayanan yang kuat dan tangguh. Pastikan Anda memiliki hubungan komunikasi yang akrab dalam bingkai kekuatan sikap baik, agar para pelanggan menyukai pelayanan prima Anda.

Pelanggan adalah bagian utama dari kisah perjalanan sukses Anda.  Pastikan untuk selalu meningkatkan kemampuan komunikasi dengan pelanggan.

Kemampuan komunikasi yang baik adalah sikap mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, presentasi, meminta maaf atas kesalahan, memberi penjelasan atas kekurangan, dan menanggapi semua komplain secara bijak yang pro pelanggan.

Artikel ini karya djajendra

Memahami Bahasa Pelanggan

”Seorang Penjual Yang Cerdas Selalu Berupaya Untuk Bisa Memahami Bahasa Pelanggan, Agar Dia Bisa Memberikan Pelayanan Berkualitas Buat Pelanggan.” – Djajendra

Jika saja seorang penjual cerdas memahami bahasa pelanggan, maka dia tidak akan pernah kesulitan meyakinkan pelanggan, untuk setia dengan produk dan jasa yang ia tawarkan.

Bahasa pelanggan adalah bahasa keinginan dan kebutuhan pelanggan atas sebuah produk atau pun jasa.

Pelanggan pasti menderita jika semua janji-janji dan komitmen penjual hanya sebatas kebohongan. Dan, tak akan ada pelanggan yang merasakan kepuasan dan kenyamanan saat kebutuhan dan keinginan mereka dibohongi oleh penjual.

Seorang penjual yang berintegritas pasti berupaya untuk bisa memahami bahasa pelanggan, agar dia bisa memberikan yang terbaik buat pelanggannya. Buat dirinya sangatlah mudah untuk mempelajari bahasa perusahaan daripada bahasa pelanggan, tapi dia tahu bahwa bila dia ingin berprestasi tinggi, maka dia wajib memahami bahasa pelanggan.

Seorang penjual terbaik pasti peduli dengan harapan pelanggan. Kalaupun dia sulit memahami bahasa pelanggan, dia akan selalu berpikir dengan kreatif untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik. Dia akan fokus untuk merawat dan menjaga reputasinya sebagai penjual terbaik.

Penjual terbaik tidak  akan mengejar target maksimal dengan mengabaikan bahasa pelanggan. Sebab, dia tahu bahwa untuk mendapatkan keuntungan maksimal secara terus-menerus, penjual wajib membangun loyalitas pelanggan kepada perusahaan, produk, dan jasa yang ditawarkan. Dan loyalitas pelanggan ini hanya bisa dibangun, saat perusahaan dan penjual memiliki empati dan integritas untuk memahami bahasa pelanggan.

Bahasa pelanggan ini hanya bisa dipahami dengan cara melakukan riset dan pengembangan, untuk memahami setiap titik perubahan perilaku pelanggan.

Perusahaan dan penjual tidak boleh berpikir bahwa relasi dengan pelanggan adalah sebagai rutinitas dan kewajiban. Tetapi, mampu melihat relasi dengan pelanggan sebagai kreativitas tanpa batas, yang selalu harus diperbaruhi dengan hal-hal hebat. Termasuk, melalui inovasi terbaru yang membuat pelanggan semakin loyal kepada perusahaan, produk, jasa, dan pelayanan.

Kreativitas tanpa batas ini harus bisa memuaskan selera pelanggan. Dan semunya harus disosialisasikan sedemikian rupa dalam beragam pendekatan, untuk menanamkan kebenaran dan kejujuran tentang brand image perusahaan dibenak pelanggan.

Nilai – nilai yang terkandung dalam bahasa pelanggan adalah nilai – nilai yang memudahkan, memuaskan, memanjakan, dan menyenangkan perasaan dan pikiran pelanggan. Artinya, perusahaan dan penjual harus berkomitmen untuk bersikap konsisten dalam mendistribusikan segala kebaikan dan segala kemanfaatan buat para pelanggan.

Artikel ini karya Djajendra

15 Kemampuan yang Wajib Dimiliki Manajer

”Manajer Hari Ini Tidak Sekedar Cukup Memiliki Keterampilan Kuantitatif Dan Analitik Yang Luar Biasa Hebat, Tapi Wajib Memiliki Perspektif Fungsional Dan Teknis Kepemimpinan Yang Luas, Yang Mampu Melewati Sekat-Sekat Emosi Dan Pikiran.” – Djajendra

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin bijak yang dapat dengan mudah memimpin melewati sekat-sekat emosi dan pikiran dalam membangun sebuah keharmonisan. Manajer harus mampu mengajak semua staf-staf nya untuk bekerja bersama nilai-nilai sejati perusahaan; manajer harus mampu menyemangati, mendorong, memberdayakan, dan memberi kekuatan kepada setiap staf-staf nya untuk bekerja sesuai rencana dan target perusahaan.

Untuk itu semua, seorang manajer hari ini haruslah memiliki kompetensi atau keahlian di berbagai bidang, agar dirinya dapat memimpin secara maksimal untuk memenuhi semua kebutuhan perusahaan.

Berikut ini ada lima belas keahlian atau kompetensi yang wajib di miliki manajer hari ini.

1. Kepemimpinan

Manajer hari ini wajib memiliki kompetensi kepemimpinan yang andal dan dipercaya oleh setiap bawahan.

2. Keterampilan Kerja

Manajer hari ini wajib memiliki keterampilan kerja yang optimal. Manajer harus selalu mengupdate pengetahuan dan cara kerjanya setiap saat, untuk diselaraskan dengan realitas kerja hari ini.

3. Kemampuan Memberdayakan

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang cerdas memberdayakan semua fungsi dan peran organisasinya, dengan tujuan menghasilkan kualitas kerja dan kinerja yang maksimal.

4. Kemampuan Memotivasi Dan Memberi Inspirasi

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang berkemampuan untuk memotivasi dan memberi inspirasi kepada staf-staf nya. Di mana, setiap motivasi dan inspirasi ini harus bisa menyentuh lubuk hati terdalam dari para staf untuk bekerja lebih maksimal.

5. Kemampuan Meningkatkan Produktifitas Kerja

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan menjaga tingkat produktifitas kerja yang tinggi. Setiap staf harus di beri petunjuk dan pedoman kerja dalam upaya meningkatkan produktifitas kerja secara maksimal.

6. Kemampuan Meningkatkan Kinerja

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang ahli dalam hal memacu potensi para staf dan memacu semua potensi organisasi untuk menghasilkan kinerja yang maksimal.

7. Kemampuan Kerja Sama

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu mendorong setiap stafnya untuk bekerja dalam kelompok, saling membantu, berjuang bersama, selalu menjaga kebersamaan, mau berbagi informasi kerja dengan sesama kolega, dan selalu berkomunikasi secara terbuka dalam hal pekerjaan.

8. Kemampuan Mengelola Waktu

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang bijak, yang mampu memanfaatkan waktu kerja secara optimal untuk menghasilkan out put yang maksimal.

9. Kemampuan Mengelola Konflik Kerja

Manajer hari ini haruslah menjadi seorang pemimpin yang sabar dan tegar dalam hal mengelola semua konflik di pekerjaan. Di mana, setiap konflik kerja harus dikelola dengan sikap tenang, hati penuh kasih sayang dan kepedulian, serta pikiran positif yang di ikuti dengan niat baik untuk menyelesaikan setiap konflik melalui bahasa cinta.

10. Kemampuan Membangun Hubungan Positif

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin positif, yang cerdas menggunakan sikap baik untuk membangun hubungan positif terhadap setiap orang. Hubungan positif yang saling melengkapi di antara para staf, untuk kemudian memberikan yang terbaik buat kemajuan perusahaan.

11. Kemampuan Mengurangi Tingkat Stress Dan Depresi

manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang mampu bekerja untuk mengurangi ketegangan di tempat kerja. Khususnya, memiliki kemampuan untuk menghapus atau pun mengurangi tingkat stres dan depresi di organisasi.

12. Kemampuan Mengarahkan Staf Untuk Mencapai Sasaran Kerja Tertinggi

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu memberikan pedoman dan arahan yang jelas kepada setiap staf, agar para staf mampu bekerja dan bergerak ke arah pencapaian sasaran kerja yang optimal.

13. Kemampuan Membangun Nilai-Nilai Sukses

Manajer hari ini wajib memiliki kemampuan untuk menanam nilai-nilai sukses di dalam organisasi, dan mampu meyakinkan setiap orang untuk bekerja keras sesuai nilai-nilai sukses terbaik.

14. Kemampuan Bekerja Berdasarkan Core Value Perusahaan

Manajer hari ini harus secara tegas dan tanpa kompromi, mengarahkan setiap staf untuk patuh pada setiap nilai-nilai kerja perusahaan. Nilai-nilai kerja perusahaan ini harus diperlihatkan melalui etos kerja yang baik.

15. Kemampuan Bekerja Sesuai Visi Dan Misi Perusahaan

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk bekerja sesuai visi dan misi perusahaan. Tidak boleh ada pertentangan antara tugas-tugas harian dengan misi atau pun visi perusahaan.

Artikel ini adalah karya Djajendra

Motivasi Adalah Seni Untuk Memberi Sugesti Sukses

”Ketika Gairah Hidup Mengalir Bebas Di Dalam Diri Anda, Energi Motivasi Akan Menguat Dalam Sugesti Sukses Anda.” – Djajendra

Kemampuan diri menyalakan api motivasi dengan kekuatan sugesti sukses akan berfungsi untuk menggerakan semangat pantang menyerah di dalam diri, di sepanjang masa.

Setiap orang memiliki energi motivasi dan tingkat sugesti sukses dalam level yang berbeda. Ada orang-orang yang sangat mudah termotivasi kepada sebuah inspirasi atau pun pada sebuah kata-kata, tapi ada juga orang-orang yang sangat sulit menerima arti motivasi, termasuk tidak mudah membangun sugesti sukses di dalam dirinya. Di sinilah peran seorang motivator sangat diperlukan, yaitu kemampuan motivator untuk melakukan pencerahan agar mampu menaikkan sugestivitas seseorang terhadap sukses.

Ketika seseorang memiliki sugesti terhadap sukses, maka secara otomatis energi motivasi di dalam dirinya akan bergerak dan mendorong dirinya untuk meraih sukses tersebut. Oleh karena itu, tugas utama seorang motivator haruslah memberi pencerahan dan membangun sugesti sukses ke dalam diri audiencenya.

Kekuatan motivator ada pada kesediaan batin dan pikiran audience untuk menerima kata-kata dari si motivator. Jika para audience menganggap ucapan dan kata-kata si motivator itu sebatas teori, maka si motivator akan gagal memberi motivasi kepada audience, sebab audience tidak membuka batin dan pikiran terdalam mereka untuk mau menerima kata-kata dan ucapan motivator.

Seluruh proses memberi motivasi adalah kejadian “Self Motivation”, artinya seseorang yang diberi motivasi itu sesungguhnya adalah pribadi yang sangat berperan dalam membangun sugesti sukses di dalam dirinya.

Jika Anda pernah melihat seorang motivator melakukan motivasi dengan begitu hebatnya, sadarilah bahwa kemampuan yang luar biasa itu justru datangnya dari para audience yang bersedia dirinya dimotivasi oleh si motivator. Bila para audience sejak awal sudah menolak dan tidak suka kepada si motivator, maka si motivator akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan teknik dan cara memotivasi yang luar biasa itu.

Motivasi adalah masalah hati! Saat hati para audience tertutup oleh keyakinan lama dirinya, maka setiap kata dan ucapan si motivator akan terdengar seperti tanpa nilai dan makna.

Setiap orang dapat dimotivasi selama yang bersangkutan mau atau tidak menolak untuk dimotivasi; mau berkomunikasi dan berinteraksi dengan motivator bersama sikap baik; memiliki kemampuan untuk fokus pada setiap proses motivasi; memiliki kemampuan untuk menyimak secara mendalam setiap ucapan dan kata-kata motivator; memiliki antusiasme untuk terlibat dalam pembahasan tentang besarnya potensi diri yang harus diaktifkan melalui energi motivasi.

Para audience harus memiliki respek yang tinggi terhadap motivator, respek yang tinggi ini akan mengembangkan kemampuan audience untuk fokus kepada semua hal yang dibicarakan oleh motivator.

Artikel ini adalah karya Djajendra

Loyalitas Harus Didukung Dengan Kualitas Diri Yang Unggul

“Loyalitas Membutuhkan Kecintaan Tanpa Alasan, Keyakinan Tanpa Batasan, Dan Keteguhan Hati Pada Visi Yang Diperjuangkan.” – Djajendra

Pagi ini, saya baru saja menyelesaikan sebuah diskusi dengan teman saya, yang merupakan seorang top manajer dari sebuah usaha retail yang cukup besar. Saya mendengarkan dengan penuh antusias tentang kisah loyalitasnya kepada tempat dia bekerja.  Dia dengan sangat percaya diri mengatakan bahwa dia adalah orang penting bagi perusahaan.

“Saya sangat bahagia diperhatikan perusahaan saya. Itu berarti saya menjadi pribadi yang berharga buat perusahaan,” kata dia.

Teman saya ini adalah tipe pribadi yang selalu berpikir positif, dan menjalani pekerjaannya dengan perasaan syukur yang luar biasa. Saya pribadi sangat kagum kepada sikap baiknya itu. Dan saya tidak heran bila bosnya selalu berkata bahwa dia adalah orang terpenting di perusahaan.

Teman saya ini berbicara seperti itu, karena saya minta tolong kepadanya, untuk membantu riset saya tentang loyalitas. Jadi, teman saya itu tidak lagi berbicara menyombongkan diri, tapi sedang membantu saya untuk mengumpulkan informasi tentang loyalitas.

Begitulah cara saya melakukan riset kecil-kecil an. Buat beberapa pertanyaan, lalu mencari nara sumber yang kompeten untuk hal itu.

Loyalitas adalah sebuah dedikasi yang sangat mulia. Tidak semua orang dilahirkan untuk hidup dalam sebuah loyalitas yang tinggi. Loyalitas membutuhkan kecintaan tanpa alasan, keyakinan tanpa batasan, dan keteguhan hati pada visi yang diperjuangkan. Loyalitas tidak pernah berkeliling ke sana-kemari, sambil mencari peluang untuk lari dari tanggung jawab. Loyalitas berarti terikat kepada cinta dan keyakinan di sepanjang kehidupan. Loyalitas selalu melakukan tugasnya dengan penuh tanggung jawab, dan tidak hanya berkata-kata soal tanggung jawab.

Saya mendapatkan beberapa sikap hebat dari teman saya itu. Menurut dia, untuk menjadi pribadi yang loyal, harus memiliki tanggung jawab, disiplin, kemampuan untuk bekerja sesuai standar kerja perusahaan, dan mampu menepati semua target kepada perusahaan sesuai waktu.

Loyalitas menurut dia, tidak sekedar menjadi setia, dan membebani perusahaan dengan ketidakmampuan diri. Loyalitas berarti juga bekerja dengan hati nurani tertulus untuk menjaga semua kehormatan perusahaan. Artinya, loyalitas harus didukung dengan kualitas diri yang unggul.

Tulisan ini karya djajendra

12 Cara Untuk Memenangkan Hati Pelanggan

”Perusahaan Pemenang Adalah Yang Melayani Pelanggannya Dengan Hati Dan Dedikasi Yang Besar, Untuk Kemudian Menguasai Pasar Dengan Cara Memenangkan Hati Pelanggan.” – Djajendra

Pelayanan pelanggan yang cemerlang sangat tergantung kepada banyak faktor yang menyatukan hati pelanggan dengan hati pelayan pelanggan. Jika perusahaan sebagai pelayan pelanggan mampu memahami hati, pikiran dan emosi pelanggan secara sempurna, maka perusahaan pasti akan berhasil memenangkan kompetisi bisnisnya dengan mudah.

Ingat, perusahaan pemenang adalah yang melayani pelanggannya dengan hati dan dedikasi yang besar, untuk kemudian menguasai pasar dengan cara memenangkan hati pelanggan.

Berikut ini 12 cara untuk memenangkan hati pelanggan Anda.

1. Etika dan moralitas. Pimpinan dan karyawan di perusahaan wajib memiliki komitmen yang konsisten, untuk bersikap loyal kepada pelanggan melalui etika dan moralitas pelayanan.

2. Pikiran dan emosi. Pimpian dan karyawan wajib menunjukkan sikap baik terhadap setiap pikiran dan emosi pelanggan. Lalu, mampu manfaatkan pikiran dan emosi pelanggan tersebut, sebagai solusi untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik.

3. Kekuatan dan kelemahan. Pimpinan dan karyawan wajib menguasai setiap kekuatan dan kelemahan dalam hubungannya dengan pelanggan. Lalu, secara profesional memfokuskan diri untuk memperkuat setiap kekuatannya menjadi sebuah ciri pelayanan yang hebat, dan mempelajari setiap kelemahan yang ada untuk dijadikan sebagai kekuatan baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan.

4. Kepemimpinan yang melayani. Pelayanan terbaik hanya dapat diwujudkan melalui keteladanan para pemimpin di semua level perusahaan. Di mana, keteladanan ini harus diperlihatkan dalam wujud karakter dan sikap baik untuk memberikan yang terbaik buat pelanggan.

5. Gaya dan disiplin pelayanan. Pimpinan dan karyawan harus fokus kepada gaya dan disiplin pelayanan yang sesuai dengan pikiran, kebutuhan, dan emosi pelanggan. Jadi, sebelum menyusun strategi penjualan, perusahaan harus memiliki gaya dan disiplin pelayanan yang terfokus kepada emosi, pikiran, dan kebutuhan pelanggan.

6. Menjual secara terhormat. Perusahaan terbaik akan memenangkan hati pelanggannya secara utuh. Hal ini bisa terjadi, bila perusahaan bertindak jujur, terbuka, adil, bertanggung jawab, dan penuh empati dalam memberikan kualitas produk terbaik, harga terbaik, dan kualitas pelayanan tercemerlang kepada pelanggan.

7. Tidak melawan keinginan pelanggan.  Pelanggan adalah penghasil nilai tambah bisnis, dan bisnis yang ditinggalkan pelanggannya akan menjadi lemah dan mati.  Untuk itu, arahkan semua energi perusahaan untuk fokus pada keinginan pelanggan. Lalu, maksimalkan keuntungan perusahaan dengan cara mengalirkan semua kebutuhan, manfaat, dan kebaikan kepada mind set pelanggan.

8. Gunakan pengetahuan dan keterampilan. Pimpinan dan karyawan wajib menggunakan pengetahuan dan keterampilannya, untuk memahami isi hati dan isi pikiran pelanggan. Jadi, saat beradapan dengan pelanggan, pemimpin dan karyawan sudah mengenali watak pelanggan dengan cerdas. Lalu, tinggal menggunakan pengetahuan dan keterampilan yang jitu untuk menaklukkan watak si pelanggan dengan sikap baik.

9. Pelayanan yang cepat dan tepat waktu. Pimpinan dan karyawan wajib bertindak untuk memberikan pelayanan sempurna yang cepat dan tepat waktu. Cepat bukan berarti melayani pelanggan secara tergesa-gesa, tapi memberikan kualitas pelayanan tercemerlang dengan cara-cara profesional yang bijaksana.

10. Membujuk pelanggan dengan konsep yang hebat. Perusahaan harus memulai setiap proses pelayanan pelanggannya dengan konsep yang sederhana, jelas, dan pro pada kenyamanan dan kebahagiaan pelanggan. Konsep pelayanan tidak hanya sekedar bersifat membangun relasi yang hebat, tapi juga harus bersifat kolaborasi yang hebat dengan pelanggan.

11. Energi positif dalam karakter. Pimpinan dan karyawan wajib mengisi energi positif ke dalam karakter dan sikap masing-masing. Di mana, energi positif ini harus mengembangkan emosi batin menjadi lebih cerdas dan lebih baik, mengembangkan pikiran menjadi lebih kreatif dan lebih positif, dan membangun tubuh menjadi lebih sehat dan lebih berdaya tahan dalam melayani setiap kebutuhan pelanggan.

12. Totalitas bahasa tubuh.  Pemimpin dan karyawan wajib melatih bahasa tubuhnya, untuk bisa menggambarkan ketulusan dan keikhlasan dalam memberikan segala kebaikan kepada pelanggan.

Totalitas bahasa tubuh harus bisa memberikan gambaran kebaikan kepada pelanggannya. Hanya para pelayan pelanggan berkarakter positif yang bisa merebut hati para pelanggannya.

Tulisan ini merupakan karya Djajendra

Pribadi Sukses Tidak Pernah Menyerah Dan Pribadi Yang Menyerah Tidak Pernah Sukses

“Sesungguhnya Tidak Ada Kegagalan Di Dalam Kehidupan, Yang Ada Hanya Ujian Untuk Menjadi Lebih Hebat Dan Lebih Baik. Artinya, Anda Harus Selalu Berjuang Dengan Tegar Dan Sabar Untuk Mewujudkan Semua Impian Dan Harapan Hidup Anda. Jangan Pernah Menyerah Ataupun Tergoncangkan Oleh Badai Perasaan Gagal, Sebab Anda Dilahirkan Untuk Sukses.” – Djajendra

Sukses itu menurut saya adalah hidup dengan perasaan kaya  dan syukur. Hidup yang tidak dikendalikan oleh kekuatan uang, tapi dikendalikan oleh kekuatan cinta. Kehadiran Anda dikehidupan ini adalah cerita sukses, cerita sukses yang diawali dari keyakinan bahwa Anda dilahirkan untuk mendapatkan semua sukses Anda.

Pribadi sukses itu lahir dari kepastian dirinya untuk memikirkan sukses, merasakan sukses, dan meyakini sukses melalui latihan – latihan visual yang penuh disiplin, dan benar-benar meyakini sukses itu ada untuk menjadikan dirinya sebagai pribadi sukses.

Perasaan kurang yakin dan tidak percaya diri untuk mendapatkan kehidupan yang diinginkan adalah awal dari perjalanan kegagalan. Artinya, bila sejak awal seseorang ragu tentang kemampuan dirinya buat meraih sukses, maka ia sesungguhnya telah  memutuskan dan mempersiapkan diri untuk menerima kegagalan.

Mungkin saja Anda terus berjuang dan tidak berhenti berusaha untuk meraih kehidupan yang seperti Anda harapkan. Tetapi, bila Anda masih melihat; merasakan; dan bergaul dengan segala kekurangan disekitar Anda; maka secara otomatis benih kegagalan akan menguasai semua kawasan pikiran dan perasaan Anda.

Keberhasilan itu ada bukan hanya dari latihan, kerja keras,  dan disiplin, tapi juga dari keyakinan dan kepercayaan diri  untuk secara bersungguh-sungguh mewujudkan diri menjadi pribadi sukses.

Bila saja mulai saat ini Anda mampu mempercayai kehebatan diri Anda dalam sikap rendah hati, maka semua keraguan Anda kepada kehebatan potensi sukses diri Anda akan terhapus.

Jangan ragu untuk berlatih sukses melalui teknik visualisasi atau pun imajinasi. Biasanya, latihan melalui teknik visualisasi mampu menembus batas-batas logika, dan keterampilan sukses Anda bisa menjadi lebih unik. Jadi, sekarang ini bangkitlah dari ketidakpercayaan diri Anda, lalu  berjuanglah untuk menjadikan diri Anda menjadi pribadi sukses.  Jangan sekali-kali meremehkan latihan dan kerja keras Anda di dalam perjalanan Anda menuju sukses. Ingat, pemenang tidak pernah menyerah dan orang yang menyerah tidak pernah menang.

Tulisan ini adalah karya Djajendra

“Edison Gagal 10.000 Kali Sebelum Menyempurnakan Bola Lampunya Yang Bersinar Terang. Jangan Khawatir Jika Anda Gagal Sekali.”- Napoleon Hill

“Tidak Ada Satu Hal Besar Pun Yang Dicapai Tanpa Orang Besar, Dan Manusia Hanya Akan Menjadi Besar Jika Mereka Bertekad Demikian.” – Charles De Gaulle

presentation helper 4

“Kekayaan, Kemakmuran, Dan Kesuksesan Dating Bagi Orang Yang Menciptakan Nilai Besar Di Dalam Dirinya Sendiri.”-Jay Abraham

“Rahasia Kesuksesan Hidup Adalah Kesiapan Manusia Untuk Menyambut Kesempatan Ketika Kesempatan Itu Tiba.” – Benjamin Disraeli

 

“Realitas Diciptakan Oleh Pikiran. Kita Dapat Mengubah Realita Mengenai Diri Kita Dengan Mengubah Pikiran Kita.” – PLATO

 

“Lebih Banyak Emas Yang Telah Ditambang Dari Pikiran Manusia Dibandingkan Yang Pernah Digali Dari Dalam Bumi.” – Napoleon Hill

 

“Apakah Anda Mencintai Kehidupan? Maka Jangan Buang Waktu, Karena Waktu Adalah Penyusun Kehidupan.” – William Shakespeare

 

“Inti Kehidupan Adalah Menemukan Apa Yang Benar-Benar Anda Cintai, Kemudian Membuat Pengalaman Hidup Sehari-Hari Menjadi Berharga.” – Denis Waitley

 

“Jenis Kehidupan Yang Paling Membahagiakan Adalah Jenis Kehidupan Yang Memberikan Kesempatan Kepada Kita Untuk Meraih Kepercayaan Diri Kita.” – Dr. Samuel Johnson

 

“Bukan Hanya Anda Yang Menjadi Lebih Kuat Dengan Mengubah Bahasa Anda Menjadi Lebih Positif, Tapi Juga Orang-Orang Di Sekitar Anda. Ada Pilihan Positif Untuk Setiap Kata, Temukan.” – Norman Vincent Peale

 

“Jalani Kehidupan Anda Ketika Anda Masih Memilikinya, Hidup Adalah Sebuah Anugerah Yang Terindah.” – Florence Nightingale

 

“Selalu Lakukan Yang Terbaik. Apa Yang Anda Tanam Sekarang, Akan Anda Tuai Kemudian.” – OG MANDINO

 

“Katakan Padaku, Dan Aku Akan Melupakannya. Tunjukkan Padaku, Dan Aku Mungkin Akan Mengingatnya. Biarkan Aku Melakukannya, Maka Aku Akan Bisa.” – LAOTSE

Untuk Bahagia Anda Harus Berjuang

“Anda Diciptakan Bukan Hanya Untuk Sekedar Bertahan Hidup, Tapi Untuk Meraih Semua Rasa Bahagia Anda.”-Djajendra

“Emosi Positif Adalah Sumber Utama Dari Rasa Bahagia, Sedangkan Emosi Negatif Adalah Penghalang Utama Kebahagiaan.” – Djajendra

Dalam diri setiap orang ada sumber kebahagiaan. Dan untuk memiliki sumber kebahagiaan tersebut, Anda harus memahami dan membangun jalan untuk  menuju ke sumber kebahagiaan tersebut.

Kebahagiaan tidak muncul begitu saja. Kebahagiaan memerlukan perjuangan dan tekad untuk menjadi bahagia. Tekad dan perjuangan yang terus-menerus tanpa henti dan merasa lelah.

Anda diciptakan bukan hanya untuk sekedar bertahan hidup, tapi untuk menikmati semua rasa bahagia. Mulailah dengan cara meyakinkan diri Anda bahwa kehidupan ini menyenangkan, lalu  yakinkan diri Anda bahwa Anda mampu menemukan kebahagiaan.

Kebahagiaan itu muncul ketika Anda mau berpikir dan bertindak dengan perasaan syukur untuk hal apa pun dan alasan apa pun. Bahagia itu tidak pernah ada dalam rasa takut, bahagia itu hanya ada dalam rasa senang dan rasa percaya diri.

Untuk menemukan sumber kebahagiaan hidup, tanamlah benih kebahagiaan dalam visi hidup Anda, dan pastikan Anda memanen buah-buah kebahagiaan dalam hidup Anda.
Pastikan Anda menjadikan hidup Anda tidak hanya untuk bereaksi terhadap keadaan, tapi selalu proaktif mencari jalan untuk membuat hidup Anda bahagia.
Miliki komitmen untuk menjadi bahagia, dan hormati komitmen tersebut dengan menjadi bahagia.
Kebahagiaan adalah bagian terpenting dari hidup siapapun, menjadi bahagia adalah harapan dan keinginan setiap orang.

Anda memiliki hak mutlak untuk hidup bahagia, dan jangan pernah biarkan siapapun dan apapun mengambil hak mutlak Anda untuk bahagia. Anda harus belajar hidup bahagia dalam situasi dan kondisi hidup seperti apapun.

Mau training?

E-mail: training@djajendra-motivator.com

CUSTOMER SERVICE ETHICS TRAINING 8 JAM

Business Ethics- Djajendra

Video pelatihan djajendra: http://www.youtube.com/user/MrDjajendra

PELATIHAN CUSTOMER SERVICE ETHICS, PROGRAM 1 HARI 8 JAM

“Customer Service Dengan Etika pelayanan Tahu Bahwa Kesuksesan Perusahaan Sangat Tergantung Pada Persepsi Pelanggan, Yaitu Saat Pelanggan Merasakan kebaikan Dan Kejujuran Dari Pelayanan Perusahaan.”-Djajendra

DESKRIPSI

Etika merupakan prinsip moral yang mengatur atau mempengaruhi perilaku seseorang. Etika dalam bisnis sangat penting karena perusahaan bekerja dengan stakeholder dalam sebuah komunitas yang berorientasi kepada pelayanan, dan para stakeholder tersebut harus dapat mempercayai perusahaan, agar bisnis yang dijalankan perusahaan selalu unggul dan mampu menempatkan reputasi dan kredibilitas  di mindset stakeholder. Etika pelayanan merupakan perilaku dalam memberikan pelayanan yang etis sesuai janji dan komitmen. Perilaku pelayanan yang dipengaruhi oleh kejujuran, emosi baik, kepercayaan diri, tanggung jawab, kepatuhan pada kode etik pelayanan,  dan integritas diri untuk pelayanan berkualitas, akan menghasilkan kualitas etika pelayanan yang sempurna.

Pelayanan pelanggan yang etis mencerminkan bagaimana perusahaan berurusan dengan pelanggan melalui tata kelola bisnis yang sehat dan berbudaya. Hal ini akan tercermin dari ketersediaan standar pelayanan, budaya pelayanan, nilai-nilai kerja, kebijakan, dan etos kerja yang diharapkan untuk menjadi perilaku pelayanan yang etis. Mengembangkan lingkungan kerja yang berorientasi kepada pelayanan yang etis, untuk pelanggan eksternal dan internal, merupakan keunggulan yang akan membuat perusahaan selalu sukses di front line. Prinsip-prinsip dan nilai-nilai yang menggambarkan standar perilaku pelayanan yang etis; akan menghasilkan perilaku pelayanan customer service yang fokus pada kebutuhan pelanggan melalui perilaku yang profesional, sabar, tenang, jujur, hormat, berintegritas, terpercaya, dan patuh pada panduan kode etik pelayanan perusahaan.

Program customer service ethics ini akan membantu peserta untuk berperilaku dengan cara kerja yang profesional dan etis dalam lingkungan tempat kerja dan pelayanan bisnis perusahaan. Peserta akan dapat merawat pelanggan melalui pelayanan sempurna yang etis dan berkualitas, seperti memberikan pelayanan prima melalui sikap baik dan pengetahuan etika yang sempurna, menerima dan memuaskan harapan pelanggan, dan menerapkan prinsip-prinsip pelayanan yang patuh pada etika bisnis dan kode etik pelayanan.

KONSEP DASAR

Secara garis besar, program pelatihan customer service ethics berangkat dari sebuah konsep dasar bahwa setiap orang dibidang pelayanan harus memahami dan menguasai keterampilan etika pelayanan untuk dapat memberikan pelayanan sempurna kepada pelanggan. Customer service adalah jenis pekerjaan yang membutuhkan banyak interaksi dengan pelanggan sehingga wajib memiliki sikap yang beretika terhadap pekerjaan dan terhadap pelanggan. Customer service harus bertindak dengan kejujuran dan integritas, untuk menghormati dan memperlakukan pelanggan melalui sikap ramah yang etis dan berkualitas tinggi, untuk  bisa memberikan pelayanan unggul.

TUJUAN PELATIHAN

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan:

  1. Bekerja dengan standar etika dan profesionalisme tertinggi.
  2.  Bekerja untuk mencapai tingkat kinerja tertinggi.
  3.   Memenuhi prinsip-prinsip pelayanan berkualitas.
  4.   Mampu memberikan pelayanan kualitas tinggi.
  5.  Bekerja secara objektif melalui kompetensi dan perilaku profesional  yang berstandarkan nilai-nilai budaya kerja yang etis.
  6.  Menguasai teknik dan strategi etika pelayanan sempurna.
  7.   Mampu mengoptimalkan kepribadian diri untuk memberikan pelayanan beretika tinggi.

METODE PELATIHAN

Presentasi, Tanya-Jawab, Diskusi, Brainstorming, Role Play, Games Dan Icebreaker.

MATERI

SESI 1: The Importance of Service Ethics

Sub bahasan sesi 1: Pengertian perilaku etis dan manfaatnya untuk bisnis; sumber, isi dan jenis-jenis etika untuk pelayanan; nilai – nilai etika dalam pelayanan; perbedaan dan persamaan antara hukum, kebijakan dan etika; etika yang baik berarti bisnis yang baik; perilaku etis dalam pelayanan akan meningkatkan loyalitas pelanggan; pemahaman tentang model etika untuk pelayanan sempurna.

SESI 2: Customer Service Code of Ethics

Sub bahasan sesi 2: prinsip dasar kode etik pelayanan; pemahaman kode etik pelayanan sebagai kewajiban untuk melayani pelanggan/stakeholder; kode etik pelayanan untuk memenuhi harapan, kepentingan, kebutuhan, keuntungan, reputasi,dan kinerja  perusahaan; kode etik pelayanan untuk meningkatkan kredibilitas, profesionalisme, kualitas, keyakinan, integritas, objektivitas, kompetensi profesional, kerahasiaan, perilaku profesional, dan standar teknis pelayanan.

SESI 3: Building Trust and Customer Service Ethics

Sub bahasan sesi 3: menjelaskan pentingnya kepercayaan dalam pelayanan; karakteristik yang membedakan kepercayaan berbasis etika dan tanpa etika; cara menjalankan etika untuk mendapatkan kepercayaan dari pelanggan; menjelaskan bagaimana dasar-dasar pengetahuan etika dapat  membantu membangun kepercayaan dan hubungan positif; memahami pentingnya etika dalam semua komitmen dan janji kepada pelanggan; bahaya dari perilaku tidak etis terhadap pelayanan prima.

SESI 4: Best Practice – Providing Excellent Customer Service

Sub bahasan sesi 4: Prinsip dasar untuk menyediakan layanan pelanggan yang unggul; karakter dan kepribadian untuk pelayanan unggul; sikap positif dalam budaya kerja sama yang kolaboratif untuk pelayanan unggul; selalu siap untuk bertemu dengan tantangan dalam pelayanan; mengoptimalkan kecerdasan emosional dalam memberikan pelayanan unggul; mau bertanya, mau berubah, mau mengevaluasi diri, dan mau berpikir kreatif dalam memberikan pelayanan unggul; selalu merasa senang, nyaman, dan bahagia untuk memberikan pelayanan unggul.

PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL
Kantor: Jl.Danau Toba No.104, Jakarta Pusat, 10210
Telepon: (021) 5701505 
Hp: 0812 131 888 99
Fax: (021) 5738105