PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Author: DJAJENDRA (page 281 of 304)

Tidak Sekedar Berceramah Dan Menggurui Bawahan

“Boleh Saja Secara Profesional Pemimpin Dan Bawahan Dipisahkan Oleh Sistem, Prosedur Dan Aturan, Tapi Kontak Batin Antara Pemimpin Dan Bawahan Haruslah Terawat Secara Sempurna.”-Djajendra

Salah satu keterampilan terpenting dari sebuah kepemimpinan, adalah kemampuan pemimpin untuk berbicara secara informal dalam bahasa hati dengan setiap bawahan.

Di dalam kesibukan rutinitas kerja yang penuh dengan aturan dan prosedur, pemimpin belum tentu memiliki waktu untuk memahami suara hati para bawahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan, pemimpin perlu melakukan komunikasi secara informal kepada semua bawahan, dalam bentuk komunikasi informal yang mampu melewati batas-batas birokrasi organisasi. Boleh saja secara profesional pemimpin dan bawahan dipisahkan oleh sistem, prosedur dan aturan, tapi kontak batin antara pemimpin dan bawahan haruslah terawat secara sempurna. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi kepada setiap level dari bawahannya secara informal.

Antusiasme besar pemimpin untuk berbicara dan berbagi pengetahuan tentang tren-tren baru di dunia bisnis dengan bawahan, adalah sebuah kebiasaan positif yang akan mengangkat moral dan semangat kerja bawahan, yang penting pemimpin tidak boleh terlalu asyik berceramah dan menggurui para bawahan, tapi pemimpin harus mendengarkan suara dan pendapat para bawahan.

Kerja organisasi tidak sekedar kerja kepemimpinan, tapi merupakan kerja tim yang solid. Jadi, pemimpin dan bawahan secara kolektif harus bersatupadu untuk saling mendengar, saling berbagi ide dan pengetahuan untuk meraih kinerja terbaik.

Pemimpin harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk mendengarkan suara bawahan. Pemimpin bersedia dalam kesadaran tertinggi untuk melatih dirinya dengan disiplin dan niat baik, yang terfokus kepada upaya untuk meningkatkan kualitas sikap, sifat, dan kebiasaan dalam komunikasi dua arah yang efektif.

Berikut tips untuk pemimpin dalam mewujudkan keterampilan mendengar:

  • Jadilah Pendengar Yang Bijak.
  • Jangan Mengintrupsi Pembicaraan Bawahan.
  • Jangan Memotong Dan Mengabaikan Suara Bawahan.
  • Jangan Menjadi Pemimpin Yang Merasa Terlalu Pintar.
  • Ucapkan Terima Kasih Kepada Bawahan, Walau Anda Tidak Setuju Dengan Hasil Pembicaraan Tersebut.
  • Jangan Pernah Menjadi Ragu Dalam Memahami Pembicaraan Dengan Bawahan.
  • Mampu Berdisiplin Diri Dalam Memberikan Perhatian Kepada Bawahan Yang Sedang Berbicara.
  • Mampu Merangkum Semua Hasil Pembicaraan Dengan Sempurna.
  • Mampu Mengambil Manfaat Dari Pembicaraan Tersebut.

Jangan Bilang ‘Nasehat Baik’ Sebagai Teori

“Terimalah Informasi Apa Saja, Tapi Jangan Lupa Untuk Menggunakan Yang Terbaik.” – Djajendra

Sebagian orang saat menerima informasi dan nasehat baik dari orang lain, tapi kebetulan nasehat baik itu bertentangan dengan karakter dan mind set nya, maka ia akan mengatakan semua nasehat baik itu sebagai teori, padahal Ia harus memanfaatkan nasehat dan informasi baik tersebut untuk membantu mengembangkan potensi dirinya.

Mind set yang terbuka dan mau belajar, adalah hal yang sangat penting buat memberikan pencerahan dan motivasi pada seseorang. Saat mind set seseorang tertutup oleh keangkuhan sikap dan pemikirannya, maka apa pun nasehat yang diberikan akan dianggap sebagai teori yang tak mungkin bisa diimplementasikan secara nyata di dalam hidupnya.

Saat Anda menguasai mind set yang terbuka dan kreatif, Anda pasti mampu mengendalikan diri Anda untuk mendengarkan nasehat dan informasi dari orang lain secara bijaksana.

Hidup yang baik itu perlu inspirasi, motivasi, informasi, dan nasehat dari orang lain. Mungkin saja nasehat-nasehat dari orang lain itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda, tapi saat Anda memiliki hati yang jujur dan pikiran terbuka, Anda pasti akan merasa nyaman dengan semua nasehat dari orang lain, walaupun nasehat-nasehat itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda.

Pada akhirnya, semua hal yang Anda jalani di dalam hidup Anda adalah soal sikap Anda terhadap semua nasehat dan informasi yang Anda terima. Jika Anda cerdas memahami semua nasehat dan informasi yang ada, maka Anda pasti dapat bertumbuh ke arah yang lebih tinggi untuk mendapatkan sukses-sukses yang lebih dari harapan Anda.

Jangan bangun penjara mind set yang tertutup rapat pada semua nasehat dan informasi baik. Sebab, penjara mind set akan mengurung Anda dalam keyakinan yang sempit dan salah.

Lakukan Perubahan Untuk Bisnis Yang Hebat

”Lihatlah Masalah Sebagai Bagian Kehidupan. Ketika Masalah Muncul, Tegakkan Kepala, Hadapi, Dan Katakan, ’Aku Akan Lebih Besar Daripada Kau. Kau Tidak Bisa Mengalahkanku.” – Ann Landers

Saat perusahaan kehilangan produktivitas, efektifitas dan motivasi untuk berkinerja lebih; manajemen bersama semua kekuatan sumber daya manusia harus bangkit untuk melakukan perubahan yang tepat sasaran. Sebab, jika perusahaan bersama manajemen lalai melakukan perubahan, perusahaan pasti akan menghadapi hari-hari buruk disepanjang proses operasionalnya dengan hasil yang mengecewakan para stakeholder. Oleh karena itu, pimpinan bersama tim manajemen harus mengetahui cara-cara terefektif untuk melakukan perubahan, yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, bisnis, sumber daya manusia, customer, dan stakeholder lainnya.

Perubahan harusnya dimulai dengan sebuah obsesi besar untuk menjadi lebih efisien dan efektif, atau tepatnya, dengan sebuah motivasi besar untuk berkinerja lebih baik. Di mana untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik itu dibutuhkan daya saing yang kuat, agar bisnis bisa bertumbuh dan menghasilkan keuntungan yang optimal.

Perubahan yang tepat sasaran akan membuat perusahaan mampu menghadapi kompetisi pasar dengan kemenangan.

Berikut tips dalam melakukan perubahan agar perusahaan bisa mencapai kinerja organisasi, bisnis, dan sumber daya manusia yang lebih hebat.

  • Pemilik, Komisaris, Direksi, dan Karyawan harus kompak dan se-visi dalam mendukung setiap perubahan yang dilakukan perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan harus percaya bahwa perubahan yang sedang dilakukan ini akan sangat membantu sukses mereka.
  • Setiap orang di perusahaan memahami apa yang salah dengan cara sekarang ini dan mampu memperbaikinya.
  • Setiap orang di perusahaan telah memiliki semua informasi yang mereka perlukan, untuk melakukan perubahan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan harus memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana wujud perusahaannya setelah perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan telah memahami prioritas perubahan dalam kaitannya dengan kinerja perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan tahu di mana tempat untuk mencari bantuan dan dukungan, bila mereka mempunyai pertanyaan, keluhan, atau tantangan yang berkaitan dengan perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan harus yakin dan bersemangat total untuk melakukan perubahan dan menjalankannya dengan senang hati.
  • Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk melakukan evaluasi yang jujur dan benar terhadap hasil perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan harus bersatupadu dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.

Jangan Meremehkan Perubahan

“Bila Ada Pihak-Pihak Yang Meremehkan Perubahan, Maka Perubahan Akan Tumbuh Menjadi Raksasa, Dan Memakan Korban Yang Cukup Besar Untuk Bisa Mewujudkan Perubahan Itu.” -Djajendra

Perubahan adalah awal menuju kebesaran. Perubahan memerlukan komitmen yang kuat; kepemimpinan yang solid dan tangguh; dukungan total dari orang-orang di sekitar; kerja keras tanpa henti untuk mengatasi setiap tantangan perubahan dengan semangat tinggi; dan kecerdasan untuk menjaga kebersamaan dalam setiap langkah menuju perubahan. Begitu semua itu dimiliki, organisasi akan melakukan proses transformasinya untuk merubah wujudnya sesuai dengan impian dan keinginan zaman.

Sesungguhnya, setiap hari ada perubahan-perubahan super kecil yang tak terditeksi oleh alat ukur apa pun, sedang terjadi di dalam organisasi Anda. Persoalannya, karena tak terditeksi oleh alat ukur apapun, Anda dan tim Anda pasti akan tidak sadar bahwa perubahan dalam ukuran titik demi titik sedang berlangsung di dalam organisasi menuju kepada wujud baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, diperlukan kekuatan intuisi dan empati, agar Anda dan tim Anda mampu mencium setiap titik perubahan secara cerdas dan bijaksana.

Bila perubahan-perubahan super kecil ini tak mampu Anda diteksi sejak awal, maka organisasi Anda akan membayar biaya yang sangat mahal di masa depan, sebuah biaya mahal hanya untuk mengatasi dan memperbaiki berbagai ketertinggalan akibat perubahan tersebut. Jika tidak, organisasi akan tersungkur jatuh, dan hanya akan menghasilkan kegagalan demi kegagalan, yang menguras kekuatan energi, moral, dan sumber daya organisasi.

Komunikasi yang jelas di antara semua pihak di  organisasi haruslah dilakukan secara intensif untuk tidak meremehkan dan menghambat proses perubahan ke arah baru. Sebab, bila ada pihak-pihak yang meremehkan perubahan, maka perubahan akan tumbuh menjadi raksasa, dan akan memakan korban yang cukup besar untuk bisa mewujudkan perubahan itu.

Perubahan haruslah menjadi inspirasi semua pihak untuk bekerja dengan cara-cara yang lebih efektif dan efisien. Perubahan haruslah dijadikan alat untuk mengevaluasi kembali masa depan organisasi yang sehat dan kuat. Jadi, miliki inisiatif untuk memahami setiap titik perubahan demi keberlanjutan organisasi ke arah yang lebih sempurna di masa depan.

Berikut tips untuk memahami setiap titik-titik kecil perubahan.

1. Pimpinan puncak organisasi harus memiliki perhatian dan tanggung jawab terhadap hal-hal kecil. Khususnya, hal-hal kecil yang berpotensi sebagai benih perubahan. Jadi, sejak dini pimpinan harus memiliki empati dan intuisi yang kuat untuk memahami setiap gejalah perubahan.

2. Pimpinan harus melibatkan setiap orang di dalam organisasi untuk peduli pada setiap titik kecil perubahan. Pimpinan juga harus memimpin setiap orang untuk menyusun rencana yang efektif buat menghadapi perubahan sejak benih perubahan itu muncul.

3. Pimpinan dan staf harus mengerti, mana benih perubahan yang berisiko tinggi, dan mana benih risiko yang tidak berisiko.

4. Pimpinan dan staf harus memiliki semua informasi yang benar untuk memahami sebuah benih perubahan, dan memiliki kemampuan untuk bertindak secara bijak dan tepat sasaran.

5. Pimpinan dan staf harus memiliki gambaran yang jelas tentang organisasinya, untuk memahami setiap hubungan sebab-akibat yang muncul oleh perubahan.

6. Pimpinan dan staf harus memiliki pengetahuan yang benar dalam menentukan prioritas-prioritas tindakkan yang diperlukan.

7. Pimpinan dan staf harus tahu dan harus mampu berkolaborasi untuk menjawab setiap tantangan yang dihasilkan oleh perubahan.

8. Pimpinan dan staf harus yakin dan percaya diri dalam menjalankan organisasi dalam perubahan yang berkelanjutan.

Saat Krisis Datang Reputasi Pemimpin Bisnis Pun Terpuruk

”Ketika Manajemen Dengan Reputasi Yang Cemerlang Menangani Bisnis Dengan Reputasi Ekonomi Fundamental Yang Buruk, Maka Reputasi Bisnis Manajemen Itu Tetap Utuh.” – Warren Buffett’s Words Of Wisdom

Badai krisis global tidak hanya sibuk memPHK karyawan, tapi juga sekaligus menghancurkan reputasi dan kredibilitas para pemimpin bisnis.

Reputasi para pemimpin bisnis yang selama ini diagung-agungkan sebagai manusia ekonomi yang hebat dan spesial, mulai ditertawakan dan dicemoho oleh banyak orang. Gaji selangit, fasilitas super hebat, dan bonus yang luar biasa, tanpa prestasi dan kredibilitas merupakan realitas yang ada diposisi puncak dunia bisnis.

Dunia bisnis harus bangkit untuk memformat ulang semua kebijakan yang tidak efisien. Keadilan dan keterbukaan di semua aspek dan fungsi kerja haruslah menjadi agenda penting di hari ini agar dapat menata hari esok yang lebih baik dan lebih adil.

Saat ini kesadaran para pemimpin bisnis untuk membangun fondasi bisnis yang tangguh menjadi sangat penting. Untuk itu, para pemimpin bisnis tidak boleh lagi mendominasi panggung bisnis dengan segala kemewahan dan kebohongan, tapi seharusnya memulai dengan segala penghematan dan kejujuran.

Pemimpin bisnis harus berani untuk menjadi tidak serakah, serta mau memotong atau mengurangi besaran gaji dan fasilitas untuk diri sendiri.

Di berbagai negara yang terkena dampak krisis ekonomi, berkembang persepsi negatif dari masyarakatnya tentang reputasi, prestasi, dan kredibilitas buruk para pemimpin bisnis. Jelas, hal ini merupakan sebuah tantangan bagi para pemimpin bisnis untuk melakukan interospeksi diri, dan kemudian segera memperbaiki kekurangan yang ada. Ingat, kredibilitas dan integritas Anda sebagai pemimpin bisnis sedang dipertaruhkan dalam badai krisis ekonomi kali ini. Tahun 2009 adalah tahun kerja keras buat pemimpin bisnis, dan harus berani memformat ulang semua kekeliruan masa lalu untuk tidak terulang di masa depan.

Berikut beberapa opini dari sebuah artikel Kompas.com 31 Januari 2009.

Pemimpin News Corporation, Rupert Murdoch, menyebutkan, reputasi para eksekutif puncak memang sudah punah sejak September 2008 atau sejak kebangkrutan Lehman Brothers.

PM Brown mengatakan, dia tidak bermaksud menyerang individu-individu di perusahaan. ”Namun jelas kita tidak bisa memberi penghargaan atau memaafkan tindakan tidak bertanggung jawab dan pengambilan risiko bisnis yang berlebihan,” kata PM Brown.

”Kita harus memiliki pemikiran yang jelas, ke mana kita kini akan melangkah, dengan tujuan agar krisis serupa tidak lagi terulang,” kata Merkel.

”Kita kini menghadapi dua ancaman, yakni risiko keresahan sosial dan risiko bangkitnya proteksionisme,” kata Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde.

Tindakan AS dengan kampanye ”beli produk AS” dianggap berbahaya karena dilakukan oleh negara penyerap terbesar ekspor dunia. ”Proteksionisme adalah penyakit yang paling mudah menular,” kata Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim.

Kecerdasan Emosional Pemimpin

“Cerdas Secara Emosional Saja Belum Cukup, Di Perlukan Logika Dan Akal Sehat Untuk Menjawab Semua Tantangan.” – Djajendra

Pemimpin yang cerdas secara emosional pasti akan merawat sikap baik untuk menjawab semua tantangan. Termasuk, secara proaktif  dia akan melatih dirinya untuk memiliki emosi dengan logika. Artinya, dia tidak sekedar cerdas secara emosional, tapi juga cerdas menggunakan logika dan akal sehat dalam menjawab semua tantangan kepemimpinannya.

Pemimpin yang emosinya berlogika positif pasti tidak akan menyalahkan orang lain, tidak akan melemparkan masalah kepada orang lain, tapi dia akan mengambil semua tanggung jawab secara utuh dan total untuk memberikan hal-hal terbaik buat semua pihak.

Pemimpin yang memiliki emosi dengan logika akan meredam semua emosi negatif, tanpa peduli dari mana sumbernya, sehingga Ia bisa melakukan pendekatan pada semua orang dengan emosional positif yang saling menguntungkan.

Kecerdasan emosional yang terkendali dalam logika berpikir positif,  pasti mampu merangkul setiap perbedaan, dan mendapatkan semua keunggulan yang dimiliki oleh orang lain. Di sini, peran pemimpin sebagai penyatu persepsi menjadi sangat penting, dan melalui kecerdasan emosional yang berlogika positif, pemimpin diharapkan dapat merangkul setiap perbedaan dengan sempurna.

Pemimpin harus memiliki integritas, dan mulai memikirkan untuk belajar menjadi lebih sabar, lebih optimis, lebih yakin, lebih bertanggung jawab, lebih peduli pada kehidupan yang lain, dan lebih fokus pada diri sendiri. Khususnya, untuk menghapus semua benih emosi negatif di dalam diri, kemudian menggantinya dengan emosi positif dalam logika berpikir yang bijak dan profesional.

Pemimpin dengan kekuatan emosi positif pasti tahu untuk bekerja sejalan dengan visi. Ia bersama orang lain akan fokus pada apa-apa saja yang perlu dilakukan, dan terus berjuang keras untuk mencapai tujuan. Dan Ia secara cerdas dalam pengendalian emosi diri yang tangguh, akan membantu para pengikut untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan sempurna dan berkualitas. Ia akan bertindak berdasarkan pada nilai-nilai tindakan yang sesuai dengan kebijakan, sistem, dan prosedur yang ada di organisasi, dan tidak sekedar bertindak atas moods sesaat, perasaan hati sesaat, atau atas dorongan dari orang-orang di sekitar. Ia adalah pemimpin profesional yang bijak dan cerdas secara emosional.

Pemimpin dengan kecerdasan emosional yang tangguh akan selalu bekerja dalam sistem menang-menang. Ia bersama para bawahan akan menyatu untuk mencari solusi dan kesepakatan yang saling menguntungkan untuk semua pihak. Mereka mencari solusi yang membuat organisasi menjadi lebih berkinerja maksimal dan lebih membesar dari semua aspek bisnis yang ada.

Emosi positif yang terkendali dalam logika berpikir positif akan menampilkan empati yang tangguh. Dan, pemimpin dengan empati yang tangguh akan mendengar dan merangkul setiap orang dengan cinta dan kepedulian. Ia akan mencoba untuk saling memahami dan dipahami. Ia akan belajar untuk mendengarkan orang lain dengan optimal. Ia akan benar-benar fokus pada setiap percakapan dengan setiap orang, dan tidak mencoba menghakimi sebuah ide ataupun opini. Ia seorang pemimpin dengan keperibadian yang matang dan dewasa dalam setiap tindakan.

Pemimpin dengan kecerdasan emosionalnya akan melihat perbedaan nilai sebagai benih kreatifitas yang lebih tinggi. Ia tidak mengharapkan setiap orang untuk sepakat dengan dirinya. Ia akan membiarkan orang-orang berbeda pendapat dengan dirinya. Sebab, ia meliahat perbedaan sebagai peluang baru untuk perspektif, ide dan cara menyelesaikan masalah yang ada.

Pemimpin hari ini harus cerdas meningkatkan semua potensi diri ke arah yang lebih berkualitas. Untuk itu, pemimpin harus menjadi lebih sadar-diri, meningkatkan semua sifat baik, sikap bijak, serta profesionalisme dalam semua aspek kepemimpinan. Ia harus mau membangun keseimbangan hidup dengan fokus pada tubuh, intelektual, emosional, spiritual dan dimensi sosial dalam kehidupan. Kecerdasan pemimpin untuk menjadikan emosi positif dirinya sebagai sumber dari sikap profesionalisme untuk mengembangkan pola hidup yang lebih berintegritas adalah contoh dari emosional pemimpin yang berlogika positif.

Merangkul Lawan Menghentikan Debat Kusir

”Berbeda Visi Ditengah Badai Hanyalah Perbuatan Sia-Sia, Yang Tidak Menguntungkan Buat Menanggulangi Bahaya Resesi Yang Sedang Mengancam Dunia. Bangsa Yang Kaya Pengalaman Dan Dewasa Cara Berpikirnya Pastilah Tahu Tentang Hal Ini.”-Djajendra

Pemimpin bijak selalu cerdik melihat situasi dan kondisi yang ada. Di saat-saat tertentu pemimpin bijak tidak segan-segan mengajak para lawan dan pesaingnya untuk menyatu bersama membangun cita-cita dan impian.

Di masa lalu, tahun 1861, President Amerika Serikat, Abraham Lincoln, merangkul lawan-lawan politiknya menjadi anggota dalam pemerintahannya.

Saat itu, tahun 1861, negara-negara bagian di selatan Amerika Serikat menyatakan Perang Saudara. Abraham Lincoln menunjuk lawan politiknya, Edwin Stanton, sebagai menteri perang. Padahal Stanton pernah menghina Lincoln. Abraham Lincoln juga menunjuk Salmon P Chase, yang suka mengkritik Lincoln, sebagai menteri keuangan. Abraham Lincoln waktu itu merangkul semua lawan-lawannya ke dalam sebuah tim yang tangguh, karena Amerika memerlukan orang-orang kuat untuk mengatasi persoalan fundamental saat itu, dan menurut dia semua lawan politik dan tukang kritiknya adalah orang- orang terkuat yang perlu ia rangkul.
Di hari ini Obama sedang menyusun strategi, untuk merangkul lawan-lawan politiknya untuk duduk bersama dirinya membangun bangsa Amerika. Dan, Ia juga siap untuk menerima perbedaan pendapat.
Kecerdasan dan keberanian seorang pemimpin untuk merangkul dan bekerja sama dengan lawan-lawan politiknya, adalah sebuah sikap ksatria yang patut ditiru oleh siapa pun.
Obama adalah contoh pemimpin cerdas dan bijak, yang pintar membaca situasi dan kondisi yang ada. Apalagi saat ini resesi ekonomi sedang menjalar seperti hantu yang menakutkan. Dan untuk melawan resesi ekonomi, semua pihak haruslah bersatupadu, dan melupakan semua persaingan yang ada, dengan tujuan untuk fokus pada perbaikan ekonomi secara bersama-sama.

Obama sangat cerdik dan pintar, Ia tidak lagi melihat warna partai, tapi Ia mulai melihat persoalan bangsa yang ada di depan mata. Ia mencoba merangkul setiap kekuatan dengan kekuasaan dan kebaikan yang ia miliki.

Obama tidak terpengaruh dengan perspektif berbeda, tapi Ia mencoba menyerap semua perbedaan ide dan konsep, untuk memperkuat bangsa dan negaranya dengan penuh empati.
Berbeda visi ditengah badai hanyalah perbuatan sia-sia, yang tidak menguntungkan buat menanggulangi bahaya resesi yang sedang mengancam dunia. Bangsa yang kaya pengalaman dan dewasa cara berpikirnya pastilah tahu tentang hal ini.

Saya pribadi yakin bahwa Obama melihat dan memahami tantangan resesi yang ada dihadapannya. Oleh sebab itu, keinginan dirinya untuk merangkul semua lawan-lawan politiknya untuk memperbaiki hal-hal yang kurang, adalah sebuah langkah hebat yang cerdas.
Merangkul lawan dan menghentikan debat kusir adalah penting untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada, melalui empati dan kepedulian yang lebih besar, untuk membangun kekuatan negara dan bangsa yang lebih tangguh.
membentuk tim yang berisi semua kekuatan bangsa dengan warna pikiran yang berbeda, untuk tujuan menyelesaikan semua masalah dan persoalan yang ada, adalah tidak mudah. Tetapi, kekuatan cinta, empati dan kecerdasan emosi pasti mampu mengatasi semua hal yang tidak mudah itu.
Dunia saat ini sedang menghadapi ujian besar dalam menghadapi krisis ekonomi. Dan, saatnya para pemimpin menghentikan debat kusir, lalu mulai membangun tim kerja yang kompak dan tangguh untuk membangun kekuatan ekonomi yang lebih kokoh.

Krisis ekonomi artinya kita harus lebih efisien dan efektif dalam memanfaatkan semua kekayaan sumber ekonomi secara bijak dan profesional. Jadi, krisis bukanlah maut, tapi krisis hanyalah sebuah situasi yang menuntut kita untuk lebih cerdas berpikir, lebih cerdik bertindak, dan lebih bijak memahami makna kehidupan yang ada.

Ketangguhan dan keunggulan sebuah bangsa hanya akan terwujud saat stabilitas ekonominya terjaga dengan sempurna. Bila kekuatan ekonomi stabil dan kuat, maka tidak mungkin angkaramurka hadir mengganggu kehidupan damai yang ada.

Di saat krisis mengancam sebuah bangsa, maka janganlah melakukan PHK atau membuat orang-orang kehilangan pekerjaan, tapi saatnya menambah lapangan pekerjaan baru, untuk membuat semua orang bekerja. Walau mungkin pekerjaan itu tidak menguntungkan siapa pun dari sisi bisnis, tapi akan menguntungkan bangsa dan negara untuk meredam memburuknya krisis yang ada. Dan, akan menyelamatkan banyak orang dari kelaparan dan kekurangan. Jelas, semua ini memerlukan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosi, kecerdasan empati, dan kecerdasan untuk berbagi. Tanpa itu semua kita hanya akan hidup buat ego dan kepentingan diri masing-masing.

Mencari Solusi Dalam Rapat?

”Rapat Yang Baik Adalah Rapat Yang Terkoordinir Untuk Mendapatkan Solusi Terbaik.” – Djajendra

Tanpa sadar sering sekali para pimpinan masuk dalam perangkap rapat, di mana terus-menerus berdebat sambil mempertahankan ide. Biasanya akan berlangsung berlarut-larut tanpa ada yang dapat menghentikannya, serta sangat melelahkan dan membosankan semua pihak. Sebuah perilaku rapat adalah gambaran utuh tentang organisasi, kepemimpinan, keterampilan manajemen, kompetensi, dan budaya kerja.

Saat para pimpinan sibuk berdebat tanpa solusi, maka organisasi tersebut menggambarkan cara kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, meeting atau pertemuan harus dikelola dengan komitmen yang jelas untuk menghasilkan solusi-solusi yang andal, tanpa memikirkan ego dan kepentingan pribadi.

Para eksekutif dan pimpinan wajib menjadikan rapat mereka sebagai ajang mencari solusi, sambil menyediakan pokok-pokok pikiran dan pokok-pokok masalah yang sesuai dengan tema rapat tersebut. Dan, setiap pihak wajib menjaga etika dan sopan santun untuk tidak mencederai semangat rapat.

Rapat, meting, atau pertemuan harus mampu menghapus kekecewaan yang ada, harus mampu menciptakan kepuasan buat setiap pihak, harus mampu membangkitkan semangat, gairah, kreativitas, dan semua potensi unggul yang lain.

Para pimpinan wajib menghindari setiap potensi konflik dengan mengajak setiap pihak untuk berpikir positif, agar mampu meningkatkan kualitas meting melalui partisipasi, interaksi, produktivitas dan output. Dengan hasil akhir merangkul semua kekuatan organisasi dan Mengarahkannya pada kinerja bisnis yang hebat.
Berikut tips untuk membuat rapat atau meting yang berkualitas tinggi:

  1. Jangan pernah membahas tentang urusan pribadi di ruang rapat.
  2. Hindari kata-kata negatif dalam percakapan yang dapat merusak moods orang lain.
  3. Fokus dan perhatikan setiap orang dengan penuh perhatian dan kepedulian.
  4. Jangan memulai meting dalam bahasa yang bertele-tele. Gunakan kata-kata yang dramatis, pernyataan yang relevan dengan tema meeting, dan ajak setiap orang untuk proaktif berdiskusi secara cerdas dan profesional.
  5. Tuntaskan semua materi meting di ruang meting, dan jangan biarkan perbedaan pendapat keluar dari ruang meting.
  6. Jangan ada yang secara sepihak mempengaruhi hasil meting. Pastikan hasil meting melalui diskusi dan brainstorming, yang merangkul setiap ide secara efektif sebelum proses pengambilan keputusan dan resolusi.
  7. Pastikan setiap pemimpin memiliki kearifan kolektif, untuk menggunakan forum meting sebagai forum diskusi yang sehat, dalam upaya membangun kualitas unit kerja yang diwakili menjadi lebih unggul.
  8. Pastikan semua pihak memiliki mental, sikap dan karakter untuk mendukung keputusan akhir meeting dengan sepenuh hati.

Rapat Melulu! Rencana Melulu! Evaluasi Melulu! Takut Bertindak!

“Takkan Ada Yang Terlaksana Sama Sekali Seandainya Seseorang Menunda Hingga Ia Dapat Melaksanakannya Dengan Sedemikian Baiknya Sehingga Takkan Ditemukan Kekeliruan.”-C. Newman

Saat jiwa Anda diliputi keraguan dalam sikap tidak profesional dan tidak memahami pekerjaan secara benar, maka Anda di kantor hanya akan bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja. Di mana karakter kerja Anda, rapat melulu, rencana melulu, evaluasi melulu, dan tak berani bertindak. Hal ini akan membuat Anda lupa diri, untuk memahami bahwa tugas utama seorang pemimpin adalah berkomunikasi secara lugas, tegas dan cerdas pada setiap orang, untuk menyelesaikan semua masalah dan tantangan dengan bijak dan profesional. Dan, tidak sekedar menghabiskan jam-jam kantor dengan hanya bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja.

Pemimpin haruslah pribadi yang mampu membuat keputusan-keputusan hebat dalam setiap pertemuan atau rapat, serta tidak ragu ataupun takut untuk bertindak secara profesional dan bijak.

Sebuah pertemuan haruslah menjadi ajang komunikasi yang efektif, yang dapat ditindaklanjuti dalam sebuah aksi nyata. Sebuah aksi nyata yang mengedepankan nilai-nilai profesionalisme dan keberanian untuk menyelesaikan masalah dan tantangan.

Pemimpin cerdas selalu berpikir bahwa setiap sesi pertemuan merupakan kesempatan untuk bertukar pikiran, mempelajari informasi yang relevan, serta membuat keputusan yang dapat ditindaklanjuti dalam sebuah aksi nyata.

Pemimpin cerdas sangat mengetahui bahwa pertemuan yang berulang-ulang tanpa hasil dan keberanian, adalah etos kerja terburuk yang akan merusak visi dan semangat kerja. Oleh karena itu, Ia akan selalu hadir ke ruang rapat dengan tujuan untuk membuat keputusan yang hebat, yang dapat ditindaklanjuti dalam aksi yang profesional dan berkinerja maksimal.

Pemimpin cerdas tidak akan terperangkap dalam rutinitas rapat yang kabur, rumit, tak fokus, dan tak bertujuan jelas. Untuk itu, sebelum rapat Ia akan meminta para pengundangnya untuk mengirim sebuah email atau sebuah memo, yang menjelaskan inti dari poin-poin yang akan dibahas dalam rapat tersebut. Apapun alasannya, Ia wajib mengetahui apa tujuan dari rapat tersebut. Jika tidak ada tujuan spesifik untuk menghadiri rapat, maka dia lebih suka untuk tidak bolak-balik dari ruang rapat ke ruang kerja.

Rapat yang baik haruslah bersifat efektif dengan memiliki agenda pertemuan yang jelas. Dan, setiap peserta rapat wajib mengetahui inti pembahasan sebelum menghadiri rapat tersebut. Alasan utamanya adalah, agar peserta rapat mampu mempersiapkan diri secara maksimal untuk berkontribusi secara total. Dengan begitu rapat akan menjadi lebih fokus dan dinamis, untuk sesegera mungkin mendapatkan solusi yang dicari.

Pastikan rapat diisi oleh orang-orang yang tepat untuk membahas inti pembahasan. Orang yang tepat adalah orang yang diperlukan untuk mencapai tujuan dari rapat tersebut. Dan, jangan biarkan rapat menjadi tidak fokus oleh orang-orang yang tidak kompeten dan tidak berkualitas dalam memahami inti permasalahan.

Lupakan budaya Rapat melulu! Rencana melulu! Evaluasi melulu! Tanpa berani bertindak dalam aksi kerja yang nyata. Lalu, jadilah pemimpin yang gesit, dinamis, profesional, memahami risiko, dan berani bertindak dalam karakter kerja yang konsistensi dan terfokus.

Keterampilan Untuk Mempengaruhi Orang Lain

”Anda Yang Memiliki Bakat Untuk Mempengaruhi Orang Lain, Wajib Memiliki Keteladanan Hidup Dengan Kepatuhan Moral Dan Etika Hidup, Serta Memiliki Integritas Dalam Kekuatan Karakter Yang Jujur Dan Bijak.”-Djajendra

Saat Anda memiliki bakat, kemampuan dan keterampilan untuk mempengaruhi orang lain, maka pengaruh Anda itu dapat menjadi modal yang sangat kuat untuk meyakinkan orang lain tentang misi dan visi yang sedang Anda perjuangkan, serta pengaruh Anda yang hebat itu dapat membuat orang lain menjadi patuh dan setia kepada Anda.

Pengaruh Anda yang kuat akan membuat orang-orang secara alami mengikuti apa yang Anda lakukan sehari-hari, tanpa ada yang berani bertanya dan membantah sikap dan perbuatan Anda. Sebab, pengaruh itu sesungguhnya adalah sebuah energi superkuat yang mampu mengubah mind set orang lain.

Anda wajib memiliki tanggung jawab untuk tidak mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang tidak baik.

Jalankan pengaruh Anda dengan sikap baik, perlihatkan perilaku dan tindakan yang penuh dengan nilai-nilai cinta, kepedulian, kemanusiaan, dan kebaikan. Sebab, bila Anda gagal memperlihatkan sikap baik dalam pola hidup yang penuh tanggung jawab moral dan etika hidup, maka Anda akan ditentang oleh orang-orang berpengetahuan yang cerdas dengan logika dan akal sehat.

Sebagai pribadi yang berpengaruh Anda harus memberikan contoh-contoh yang bijak dan profesional kepada para pengikut Anda. Ingat, Anda akan dijadikan sebagai cermin, panutan, penasehat pribadi, dan sahabat batin pengikut Anda. Oleh karena itu, Anda harus bersikap, bertindak, berkata, dan bertanggungjawab secara jelas dan konsisten.

Jaga dan rawatlah antara perkataan dan tindakan dalam bingkai sikap baik, yakinkan diri Anda bahwa orang-orang akan memperhatikan kredibilitas Anda, dan jadilah pribadi yang mempengaruhi diri Anda sendiri agar bertumbuh bersama sikap positif dan pikiran positif.

Pengaruh yang kuat akan melahirkan hubungan dengan tingkat emosi yang sangat kuat. Setiap ucapan dan perkataan Anda pasti akan mempengaruhi orang lain.

Anda harus memiliki tanggung jawab yang besar, untuk mendorong setiap orang agar memahami setiap ucapan dan perkataan Anda dengan mind set positif.

Pengaruh Anda yang positif akan membangun lingkungan menjadi lebih bertanggung jawab pada semua aspek kehidupan . Perilaku bijak dan positif Anda akan meningkatkan kekuatan positif untuk mengubah diri Anda dan orang lain menjadi pribadi-pribadi unggul yang baik hati.

Anda harus lebih berfokus pada sikap baik Anda dalam membangun setiap orang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Anda harus mempengaruhi mereka dengan semangat untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka, serta membantu mereka untuk tumbuh bersama sikap baik mereka. Dan, jangan pernah membiarkan mereka tumbuh bersama sikap negatif yang merugikan banyak orang.

Older posts Newer posts