MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Page 286 of 309

Emosi Tidak Stabil

“Pahami Emosi Anda Dan Tingkatkan Kualitas Diri Dengan Sikap Baik.” – Djajendra

Suatu hari Anda merasa sangat senang, tapi di lain hari Anda merasa cemas, takut, marah, dan merasa tidak aman. Semua hal tersebut mengindikasikan bahwa kecerdasan emosional Anda masih belum stabil. Jika kecerdasan emosional Anda tidak stabil, maka perbaiki segera kualitas diri Anda, khususnya, yang terkait dengan kecerdasan emosional Anda. Mungkin saja kecerdasan emosional Anda perlu diberikan kekuatan dan daya tahan yang lebih tangguh dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Kalau Anda hanya mengikuti begitu saja ketidakstabilan emosional Anda, maka emosi negatif  akan menjadi benih yang menyakitkan hidup Anda, dan hidup Anda akan berada dalam ketidakbahagiaan. Artinya, Anda harus berbuat sesuatu untuk menghentikan ketidakstabilan emosional Anda.

Anda harus mampu membangun pertahanan diri yang kokoh dari ancaman ketidakstabilan emosional Anda. Untuk itu, pastikan bahwa Anda tidak bereaksi terlalu agresif atas perasaan-perasaan negatif, tapi mampu mengatasi semua perasaan negatif dengan sikap baik; pastikan Anda mampu untuk tidak mendengarkan suara hati yang didasarkan oleh ketidakstabilan emosional; fokuskan energi diri Anda untuk memproduksi perasaan – perasaan positif; selalu berinisiatif dalam mengatasi gejolak emosi yang tidak stabil; tetap tenang di bawah tekanan lingkungan kerja yang tidak bersahabat dengan Anda; dan Anda secara pribadi mau berjuang keras untuk berubah menjadi lebih baik di dalam lingkungan kerja yang sulit berubah.

Membiarkan ketidakstabilan emosional di dalam diri adalah sikap yang akan merugikan kehidupan Anda. Oleh karena itu, Anda wajib memiliki tekad yang kuat untuk mencerdaskan emosional diri, agar Anda mampu mengelola potensi diri Anda buat  kehidupan yang hebat.

Hindari Perilaku Yang Merusak Karir Kerja

”Anda Tahu Sebuah Pekerjaan Merupakan Panggilan Jiwa Anda, Ketika Anda Menyukai Kerja Keras Dan Rutinitasnya.” – Logan Pearshall Smith

1. Tidak Cerdas Secara Emosional.

Hanya Anda seorang yang mampu bertanggungjawab kepada masa depan karir kerja Anda. Untuk itu, Anda butuh kecerdasan emosional untuk menjadikan diri Anda sebagai pribadi yang tangguh dan kokoh dalam perjuangan meraih karir yang cemerlang. Pastikan Anda mampu memanfaatkan emosi positif dalam setiap aspek pekerjaan Anda. Termasuk, kecerdasan Anda untuk menyingkirkan semua emosi negatif dari hidup Anda secara sempurna.

2. Tidak Cerdas Secara Intelektual.

Anda wajib meningkatkan kompetensi diri Anda dengan pengetahuan dan keterampilan yang teruji secara baik melalui standar-standar manajemen yang andal. Pastikan Anda menjadi pribadi yang selalu mengasah intelektual diri Anda untuk menjadi kekuatan Anda dalam meraih karir yang lebih tinggi.

3. Tidak Cerdas Secara Spiritual.

Manusia itu tidak pernah sempurna dan sangat rentan terhadap tekanan hidup. Oleh karena itu, Anda wajib mendekatkan diri kepada Tuhan Sang Maha Pencipta, agar setiap beban hidup yang berat dapat menjadi lebih ringan dengan restu Tuhan.

4. Tidak Mempercayai Pimpinan Dan Kolega.
Pimpinan dan kolega Anda adalah jembatan menuju karir yang lebih tinggi. Jadi, pastikan Anda bersatupadu dengan pimpinan dan kolega Anda dengan rasa peduli, perhatian, tanggung jawab, dan kasih sayang. Gunakan kecerdasan intelekual, kecerdasan emosional, dan kecerdasan spiritual Anda, lalu tunjukan diri Anda sebagai pribadi baik yang mau bekerja keras untuk membantu pimpinan dan kolega.

5. Sering Telat Masuk kantor.

Kedisiplinan Anda merupakan cermin dari keperibadian Anda. Semua orang di kantor akan mengukur kualitas diri Anda dari kedisiplinan Anda terhadap semua hal-hal kecil. Misalnya saat Anda sering telat masuk kantor, orang-orang di kantor akan mencap Anda sebagai pemalas yang tidak disiplin dalam pekerjaan. Jadi, pastikan Anda menjadi pribadi yang tidak pernah telat masuk kantor, dan selalu berdisiplin dalam semua pekerjaan Anda.

6. Tidak Peduli Kepada Kenyamanan Customer.

Customer di perusahaan Anda adalah penghasil nilai tambah bisnis di perusahaan Anda. Artinya, semakin nyaman dan puas customer dengan perusahaan Anda, maka peluang Anda untuk meningkatkan karir bersama perusahaan akan semakin berprospek terang. Jadi, apa pun pekerjaan Anda dan di mana pun posisi Anda, pastikan Anda selalu menomor satukan customer dalam hal apa pun.

7. Mencari-Cari Kesalahan Orang Lain.

Saat Anda tidak mampu membuat diri Anda berguna dalam menata karir yang lebih tinggi, Anda akan terjebak pada perangkap mencari-cari kesalahan orang lain. Ingat! Mencari-cari kesalahan orang lain adalah penyakit mental yang paling berbahaya, dan hal ini akan menggiring Anda kepada kegagalan total dalam meraih karir yang lebih tinggi.

8. Sibuk Menghabiskan Waktu Dengan Masalah Pribadi.

Jangan takut dan jangan gentar! Tidak akan terjadi apapun pada diri Anda saat Anda mau menjadi pribadi baik yang tercerahkan. Jadi, apa pun masalah hidup Anda saat ini berpikirlah secara positif, bertindaklah melalui emsoi baik, dan berlindunglah kepada Tuhan melalui doa-doa Anda.

9. Tidak Pernah Belajar Dan Ikut Training.

Hanya sang pembelajar yang tahu jalan-jalan hebat untuk menuju puncak sukses karir tertinggi. Jadi, pastikan Anda adalah seorang pembelajar yang kreatif dan strategis buat masa depan karir Anda yang cemerlang. Ikuti seminar dan training yang sesuai dengan arah karir Anda.

10. Tidak Fokus Pada Tugas Dan Tanggung Jawab.

Anda harus mampu bekerja dengan fokus yang jelas terhadap pekerjaan Anda. Kerjakanlah pekerjaan yang diberikan perusahaan kepada Anda secara total dan penuh tanggung jawab. Jangan arahkan pikiran Anda dari tugas dan tanggung jawab yang ada pada Anda saat ini.

Pemimpin Harus Berani Berbicara Tentang Perubahan

“Pemimpin Harus Bisa Menggambarkan Perubahan Itu Secara Nyata Dipikiran Setiap Orang, Dan Memberikan Cermin Perubahan Untuk Dapat Dilihat Setiap Orang Tentang Wujud Asli Dari Perubahan Tersebut.”-Djajendra

“Pemimpin Harus Berani Berbicara Tentang Perubahan, Tentang Gerakan Untuk Perbaikan.  Tentang Kesuksesan Di Semua Aspek Kehidupan Organisasi Dan Manajemen.”-Djajendra

Pemimpin adalah kunci dari keberhasilan sebuah perubahan besar dalam organisasi. Bila pemimpin mampu bersuara cerdas, untuk sebuah perubahan dengan tujuan membangun manajemen yang solid dan kuat di dalam organisasinya, maka semua orang, semua unit kerja, dan semua aspek kerja, akan termotivasi untuk bergerak menjadi kuat dan menjadi lebih bergairah dalam etos kerja berkualitas tinggi.

Pemimpin harus memiliki kredibilitas dan reputasi yang hebat, agar ia mampu memberikan inspirasi dan motivasi kepada setiap orang.

Momotivasi dan menginspirasi setiap orang dalam setiap detik di kehidupan mereka, untuk bersemangat dan bangkit bersama dengan perubahan baru. Dan membuat setiap orang menyadari bahwa perubahan itu penting, untuk mengubah hal-hal yang tertinggal zaman dengan hal-hal baru yang sesuai peradaban.

Pemimpin harus memiliki keterampilan untuk dapat mengenali perubahan-perubahan penting, serta mampu mengambil tempat di dalam hati setiap orang, agar semua orang dalam organisasi bisa saling menyatu dan saling berempati, untuk membawa perubahan itu ke arah yang lebih memberi manfaat positif buat organisasi dan buat setiap manusianya.

Pemimpin harus bisa membangkitkan semangat dan gairah perubahan dari setiap orang di dalam organisasi untuk menyesuaikan diri dengan lebih cepat, serta berjuang keras dan bekerja keras untuk mendapatkan hasil perubahan yang lebih baik dari rencana yang ada.

Pemimpin harus menyadarkan setiap orang, agar selalu menggunakan cara-cara profesionalisme dalam merespon setiap perubahan. Untuk itu, pemimpin harus duduk bersama semua kekuatan sumber daya manusianya, untuk berbicara tentang perubahan-perubahan itu dengan cara-cara penuh inspirasi dan profesional.

Pemimpin harus cerdas menggunakan tema perubahan dalam organisasinya, sebagai sarana untuk meningkatkan keuntungan kompetitif bisnis usahanya.

Pemimpin harus bisa menggambarkan perubahan itu secara nyata dipikiran setiap orang, dan memberikan cermin perubahan untuk dapat dilihat setiap orang tentang wujud asli dari perubahan tersebut.

Pemimpin harus memberi inspirasi kepada setiap orang, untuk menghadapi perubahan dalam pekerjaan, untuk menghadapi perubahan dalam keluarga, untuk menghadapi perubahan dalam hidup. Dan dalam semua aspek yang bertujuan untuk meningkatkan gairah dan kepercayaan diri organisasi, untuk memenangkan persaingan dalam kompetisi bisnis yang ketat.

Pemimpin harus mengajak dan menggandeng setiap hati dan setiap pikiran, untuk berpikir dan bertindak dalam semangat meningkatkan semua potensi organisasi, agar mampu menangani semua potensi hebat secara lebih baik, dengan cara mengubah hal-hal yang menghambat gerak sukses organisasi.

Pemimpin harus cerdas membimbing setiap orang untuk berhenti berwacana secara berkepanjangan. Dan, mengajak setiap orang untuk melakukan tindakan-tindakan yang membantu organisasi. Tindakan yang terfokus pada upaya meningkatkan kinerja, dalam kemampuan manajemen menghadapi perubahan yang tak pasti.

Pemimpin harus selalu menggunakan pola atau model berpikir yang sederhana dan jelas, agar setiap orang di dalam organisasi tidak terjebak dalam cara berpikir yang merumitkan, sehingga makna perubahan itu tidak menjadi kabur.

Pola berpikir yang lebih sederhana akan mendekatkan semua solusi terbaik melalui logika dan akal sehat, yang dapat diukur kebenarannya. Oleh karena itu, berpikir sederhana akan menuntun pemimpin dan pengikutnya dalam jalur yang tidak rumit untuk menemukan segala macam solusi terbaik, dimana semua solusi itu masih bisa diukur kebenarannya dengan pikiran jernih yang berlogika cerdas; semua solusi terbaik pada dasarnya telah ada, hanya saja diperlukan keandalan kepemimpinan yang solid dan kuat, untuk menjadi lebih sederhana, jernih, dan sabar dalam menyusuri jalur sederhana menuju puncak penghasil solusi andal buat sebuah perubahan yang hebat dan bermanfaat.

Pemimpin yang solid dan kuat pasti mampu menjadi bintang yang hebat, dalam setiap gerak dan langkah ke perubahan yang lebih baik. Jadilah sang pemimpin pembawa perubahan, yang membahagiakan hati setiap orang dalam dekapan rasa damai dan rasa nyaman.

Tidak Sekedar Berceramah Dan Menggurui Bawahan

“Boleh Saja Secara Profesional Pemimpin Dan Bawahan Dipisahkan Oleh Sistem, Prosedur Dan Aturan, Tapi Kontak Batin Antara Pemimpin Dan Bawahan Haruslah Terawat Secara Sempurna.”-Djajendra

Salah satu keterampilan terpenting dari sebuah kepemimpinan, adalah kemampuan pemimpin untuk berbicara secara informal dalam bahasa hati dengan setiap bawahan.

Di dalam kesibukan rutinitas kerja yang penuh dengan aturan dan prosedur, pemimpin belum tentu memiliki waktu untuk memahami suara hati para bawahan. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di dalam aktivitas organisasi dan kepemimpinan, pemimpin perlu melakukan komunikasi secara informal kepada semua bawahan, dalam bentuk komunikasi informal yang mampu melewati batas-batas birokrasi organisasi. Boleh saja secara profesional pemimpin dan bawahan dipisahkan oleh sistem, prosedur dan aturan, tapi kontak batin antara pemimpin dan bawahan haruslah terawat secara sempurna. Untuk itu, pemimpin perlu membangun kebiasaan-kebiasaan berkomunikasi kepada setiap level dari bawahannya secara informal.

Antusiasme besar pemimpin untuk berbicara dan berbagi pengetahuan tentang tren-tren baru di dunia bisnis dengan bawahan, adalah sebuah kebiasaan positif yang akan mengangkat moral dan semangat kerja bawahan, yang penting pemimpin tidak boleh terlalu asyik berceramah dan menggurui para bawahan, tapi pemimpin harus mendengarkan suara dan pendapat para bawahan.

Kerja organisasi tidak sekedar kerja kepemimpinan, tapi merupakan kerja tim yang solid. Jadi, pemimpin dan bawahan secara kolektif harus bersatupadu untuk saling mendengar, saling berbagi ide dan pengetahuan untuk meraih kinerja terbaik.

Pemimpin harus membangun kebiasaan-kebiasaan positif untuk mendengarkan suara bawahan. Pemimpin bersedia dalam kesadaran tertinggi untuk melatih dirinya dengan disiplin dan niat baik, yang terfokus kepada upaya untuk meningkatkan kualitas sikap, sifat, dan kebiasaan dalam komunikasi dua arah yang efektif.

Berikut tips untuk pemimpin dalam mewujudkan keterampilan mendengar:

  • Jadilah Pendengar Yang Bijak.
  • Jangan Mengintrupsi Pembicaraan Bawahan.
  • Jangan Memotong Dan Mengabaikan Suara Bawahan.
  • Jangan Menjadi Pemimpin Yang Merasa Terlalu Pintar.
  • Ucapkan Terima Kasih Kepada Bawahan, Walau Anda Tidak Setuju Dengan Hasil Pembicaraan Tersebut.
  • Jangan Pernah Menjadi Ragu Dalam Memahami Pembicaraan Dengan Bawahan.
  • Mampu Berdisiplin Diri Dalam Memberikan Perhatian Kepada Bawahan Yang Sedang Berbicara.
  • Mampu Merangkum Semua Hasil Pembicaraan Dengan Sempurna.
  • Mampu Mengambil Manfaat Dari Pembicaraan Tersebut.

Jangan Bilang ‘Nasehat Baik’ Sebagai Teori

“Terimalah Informasi Apa Saja, Tapi Jangan Lupa Untuk Menggunakan Yang Terbaik.” – Djajendra

Sebagian orang saat menerima informasi dan nasehat baik dari orang lain, tapi kebetulan nasehat baik itu bertentangan dengan karakter dan mind set nya, maka ia akan mengatakan semua nasehat baik itu sebagai teori, padahal Ia harus memanfaatkan nasehat dan informasi baik tersebut untuk membantu mengembangkan potensi dirinya.

Mind set yang terbuka dan mau belajar, adalah hal yang sangat penting buat memberikan pencerahan dan motivasi pada seseorang. Saat mind set seseorang tertutup oleh keangkuhan sikap dan pemikirannya, maka apa pun nasehat yang diberikan akan dianggap sebagai teori yang tak mungkin bisa diimplementasikan secara nyata di dalam hidupnya.

Saat Anda menguasai mind set yang terbuka dan kreatif, Anda pasti mampu mengendalikan diri Anda untuk mendengarkan nasehat dan informasi dari orang lain secara bijaksana.

Hidup yang baik itu perlu inspirasi, motivasi, informasi, dan nasehat dari orang lain. Mungkin saja nasehat-nasehat dari orang lain itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda, tapi saat Anda memiliki hati yang jujur dan pikiran terbuka, Anda pasti akan merasa nyaman dengan semua nasehat dari orang lain, walaupun nasehat-nasehat itu tidak sesuai dengan karakter dan mind set Anda.

Pada akhirnya, semua hal yang Anda jalani di dalam hidup Anda adalah soal sikap Anda terhadap semua nasehat dan informasi yang Anda terima. Jika Anda cerdas memahami semua nasehat dan informasi yang ada, maka Anda pasti dapat bertumbuh ke arah yang lebih tinggi untuk mendapatkan sukses-sukses yang lebih dari harapan Anda.

Jangan bangun penjara mind set yang tertutup rapat pada semua nasehat dan informasi baik. Sebab, penjara mind set akan mengurung Anda dalam keyakinan yang sempit dan salah.

Lakukan Perubahan Untuk Bisnis Yang Hebat

”Lihatlah Masalah Sebagai Bagian Kehidupan. Ketika Masalah Muncul, Tegakkan Kepala, Hadapi, Dan Katakan, ’Aku Akan Lebih Besar Daripada Kau. Kau Tidak Bisa Mengalahkanku.” – Ann Landers

Saat perusahaan kehilangan produktivitas, efektifitas dan motivasi untuk berkinerja lebih; manajemen bersama semua kekuatan sumber daya manusia harus bangkit untuk melakukan perubahan yang tepat sasaran. Sebab, jika perusahaan bersama manajemen lalai melakukan perubahan, perusahaan pasti akan menghadapi hari-hari buruk disepanjang proses operasionalnya dengan hasil yang mengecewakan para stakeholder. Oleh karena itu, pimpinan bersama tim manajemen harus mengetahui cara-cara terefektif untuk melakukan perubahan, yang sesuai dengan kebutuhan organisasi, bisnis, sumber daya manusia, customer, dan stakeholder lainnya.

Perubahan harusnya dimulai dengan sebuah obsesi besar untuk menjadi lebih efisien dan efektif, atau tepatnya, dengan sebuah motivasi besar untuk berkinerja lebih baik. Di mana untuk menghasilkan kinerja yang lebih baik itu dibutuhkan daya saing yang kuat, agar bisnis bisa bertumbuh dan menghasilkan keuntungan yang optimal.

Perubahan yang tepat sasaran akan membuat perusahaan mampu menghadapi kompetisi pasar dengan kemenangan.

Berikut tips dalam melakukan perubahan agar perusahaan bisa mencapai kinerja organisasi, bisnis, dan sumber daya manusia yang lebih hebat.

  • Pemilik, Komisaris, Direksi, dan Karyawan harus kompak dan se-visi dalam mendukung setiap perubahan yang dilakukan perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan harus percaya bahwa perubahan yang sedang dilakukan ini akan sangat membantu sukses mereka.
  • Setiap orang di perusahaan memahami apa yang salah dengan cara sekarang ini dan mampu memperbaikinya.
  • Setiap orang di perusahaan telah memiliki semua informasi yang mereka perlukan, untuk melakukan perubahan yang sesuai kebutuhan perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan harus memiliki gambaran yang jelas tentang bagaimana wujud perusahaannya setelah perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan telah memahami prioritas perubahan dalam kaitannya dengan kinerja perusahaan.
  • Setiap orang di perusahaan tahu di mana tempat untuk mencari bantuan dan dukungan, bila mereka mempunyai pertanyaan, keluhan, atau tantangan yang berkaitan dengan perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan harus yakin dan bersemangat total untuk melakukan perubahan dan menjalankannya dengan senang hati.
  • Setiap orang di perusahaan harus berkomitmen untuk melakukan evaluasi yang jujur dan benar terhadap hasil perubahan.
  • Setiap orang di perusahaan harus bersatupadu dan tidak saling menyalahkan satu sama lain.

Jangan Meremehkan Perubahan

“Bila Ada Pihak-Pihak Yang Meremehkan Perubahan, Maka Perubahan Akan Tumbuh Menjadi Raksasa, Dan Memakan Korban Yang Cukup Besar Untuk Bisa Mewujudkan Perubahan Itu.” -Djajendra

Perubahan adalah awal menuju kebesaran. Perubahan memerlukan komitmen yang kuat; kepemimpinan yang solid dan tangguh; dukungan total dari orang-orang di sekitar; kerja keras tanpa henti untuk mengatasi setiap tantangan perubahan dengan semangat tinggi; dan kecerdasan untuk menjaga kebersamaan dalam setiap langkah menuju perubahan. Begitu semua itu dimiliki, organisasi akan melakukan proses transformasinya untuk merubah wujudnya sesuai dengan impian dan keinginan zaman.

Sesungguhnya, setiap hari ada perubahan-perubahan super kecil yang tak terditeksi oleh alat ukur apa pun, sedang terjadi di dalam organisasi Anda. Persoalannya, karena tak terditeksi oleh alat ukur apapun, Anda dan tim Anda pasti akan tidak sadar bahwa perubahan dalam ukuran titik demi titik sedang berlangsung di dalam organisasi menuju kepada wujud baru yang sesuai dengan kebutuhan zaman. Oleh karena itu, diperlukan kekuatan intuisi dan empati, agar Anda dan tim Anda mampu mencium setiap titik perubahan secara cerdas dan bijaksana.

Bila perubahan-perubahan super kecil ini tak mampu Anda diteksi sejak awal, maka organisasi Anda akan membayar biaya yang sangat mahal di masa depan, sebuah biaya mahal hanya untuk mengatasi dan memperbaiki berbagai ketertinggalan akibat perubahan tersebut. Jika tidak, organisasi akan tersungkur jatuh, dan hanya akan menghasilkan kegagalan demi kegagalan, yang menguras kekuatan energi, moral, dan sumber daya organisasi.

Komunikasi yang jelas di antara semua pihak di  organisasi haruslah dilakukan secara intensif untuk tidak meremehkan dan menghambat proses perubahan ke arah baru. Sebab, bila ada pihak-pihak yang meremehkan perubahan, maka perubahan akan tumbuh menjadi raksasa, dan akan memakan korban yang cukup besar untuk bisa mewujudkan perubahan itu.

Perubahan haruslah menjadi inspirasi semua pihak untuk bekerja dengan cara-cara yang lebih efektif dan efisien. Perubahan haruslah dijadikan alat untuk mengevaluasi kembali masa depan organisasi yang sehat dan kuat. Jadi, miliki inisiatif untuk memahami setiap titik perubahan demi keberlanjutan organisasi ke arah yang lebih sempurna di masa depan.

Berikut tips untuk memahami setiap titik-titik kecil perubahan.

1. Pimpinan puncak organisasi harus memiliki perhatian dan tanggung jawab terhadap hal-hal kecil. Khususnya, hal-hal kecil yang berpotensi sebagai benih perubahan. Jadi, sejak dini pimpinan harus memiliki empati dan intuisi yang kuat untuk memahami setiap gejalah perubahan.

2. Pimpinan harus melibatkan setiap orang di dalam organisasi untuk peduli pada setiap titik kecil perubahan. Pimpinan juga harus memimpin setiap orang untuk menyusun rencana yang efektif buat menghadapi perubahan sejak benih perubahan itu muncul.

3. Pimpinan dan staf harus mengerti, mana benih perubahan yang berisiko tinggi, dan mana benih risiko yang tidak berisiko.

4. Pimpinan dan staf harus memiliki semua informasi yang benar untuk memahami sebuah benih perubahan, dan memiliki kemampuan untuk bertindak secara bijak dan tepat sasaran.

5. Pimpinan dan staf harus memiliki gambaran yang jelas tentang organisasinya, untuk memahami setiap hubungan sebab-akibat yang muncul oleh perubahan.

6. Pimpinan dan staf harus memiliki pengetahuan yang benar dalam menentukan prioritas-prioritas tindakkan yang diperlukan.

7. Pimpinan dan staf harus tahu dan harus mampu berkolaborasi untuk menjawab setiap tantangan yang dihasilkan oleh perubahan.

8. Pimpinan dan staf harus yakin dan percaya diri dalam menjalankan organisasi dalam perubahan yang berkelanjutan.

Saat Krisis Datang Reputasi Pemimpin Bisnis Pun Terpuruk

”Ketika Manajemen Dengan Reputasi Yang Cemerlang Menangani Bisnis Dengan Reputasi Ekonomi Fundamental Yang Buruk, Maka Reputasi Bisnis Manajemen Itu Tetap Utuh.” – Warren Buffett’s Words Of Wisdom

Badai krisis global tidak hanya sibuk memPHK karyawan, tapi juga sekaligus menghancurkan reputasi dan kredibilitas para pemimpin bisnis.

Reputasi para pemimpin bisnis yang selama ini diagung-agungkan sebagai manusia ekonomi yang hebat dan spesial, mulai ditertawakan dan dicemoho oleh banyak orang. Gaji selangit, fasilitas super hebat, dan bonus yang luar biasa, tanpa prestasi dan kredibilitas merupakan realitas yang ada diposisi puncak dunia bisnis.

Dunia bisnis harus bangkit untuk memformat ulang semua kebijakan yang tidak efisien. Keadilan dan keterbukaan di semua aspek dan fungsi kerja haruslah menjadi agenda penting di hari ini agar dapat menata hari esok yang lebih baik dan lebih adil.

Saat ini kesadaran para pemimpin bisnis untuk membangun fondasi bisnis yang tangguh menjadi sangat penting. Untuk itu, para pemimpin bisnis tidak boleh lagi mendominasi panggung bisnis dengan segala kemewahan dan kebohongan, tapi seharusnya memulai dengan segala penghematan dan kejujuran.

Pemimpin bisnis harus berani untuk menjadi tidak serakah, serta mau memotong atau mengurangi besaran gaji dan fasilitas untuk diri sendiri.

Di berbagai negara yang terkena dampak krisis ekonomi, berkembang persepsi negatif dari masyarakatnya tentang reputasi, prestasi, dan kredibilitas buruk para pemimpin bisnis. Jelas, hal ini merupakan sebuah tantangan bagi para pemimpin bisnis untuk melakukan interospeksi diri, dan kemudian segera memperbaiki kekurangan yang ada. Ingat, kredibilitas dan integritas Anda sebagai pemimpin bisnis sedang dipertaruhkan dalam badai krisis ekonomi kali ini. Tahun 2009 adalah tahun kerja keras buat pemimpin bisnis, dan harus berani memformat ulang semua kekeliruan masa lalu untuk tidak terulang di masa depan.

Berikut beberapa opini dari sebuah artikel Kompas.com 31 Januari 2009.

Pemimpin News Corporation, Rupert Murdoch, menyebutkan, reputasi para eksekutif puncak memang sudah punah sejak September 2008 atau sejak kebangkrutan Lehman Brothers.

PM Brown mengatakan, dia tidak bermaksud menyerang individu-individu di perusahaan. ”Namun jelas kita tidak bisa memberi penghargaan atau memaafkan tindakan tidak bertanggung jawab dan pengambilan risiko bisnis yang berlebihan,” kata PM Brown.

”Kita harus memiliki pemikiran yang jelas, ke mana kita kini akan melangkah, dengan tujuan agar krisis serupa tidak lagi terulang,” kata Merkel.

”Kita kini menghadapi dua ancaman, yakni risiko keresahan sosial dan risiko bangkitnya proteksionisme,” kata Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde.

Tindakan AS dengan kampanye ”beli produk AS” dianggap berbahaya karena dilakukan oleh negara penyerap terbesar ekspor dunia. ”Proteksionisme adalah penyakit yang paling mudah menular,” kata Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim.

Kecerdasan Emosional Pemimpin

“Cerdas Secara Emosional Saja Belum Cukup, Di Perlukan Logika Dan Akal Sehat Untuk Menjawab Semua Tantangan.” – Djajendra

Pemimpin yang cerdas secara emosional pasti akan merawat sikap baik untuk menjawab semua tantangan. Termasuk, secara proaktif  dia akan melatih dirinya untuk memiliki emosi dengan logika. Artinya, dia tidak sekedar cerdas secara emosional, tapi juga cerdas menggunakan logika dan akal sehat dalam menjawab semua tantangan kepemimpinannya.

Pemimpin yang emosinya berlogika positif pasti tidak akan menyalahkan orang lain, tidak akan melemparkan masalah kepada orang lain, tapi dia akan mengambil semua tanggung jawab secara utuh dan total untuk memberikan hal-hal terbaik buat semua pihak.

Pemimpin yang memiliki emosi dengan logika akan meredam semua emosi negatif, tanpa peduli dari mana sumbernya, sehingga Ia bisa melakukan pendekatan pada semua orang dengan emosional positif yang saling menguntungkan.

Kecerdasan emosional yang terkendali dalam logika berpikir positif,  pasti mampu merangkul setiap perbedaan, dan mendapatkan semua keunggulan yang dimiliki oleh orang lain. Di sini, peran pemimpin sebagai penyatu persepsi menjadi sangat penting, dan melalui kecerdasan emosional yang berlogika positif, pemimpin diharapkan dapat merangkul setiap perbedaan dengan sempurna.

Pemimpin harus memiliki integritas, dan mulai memikirkan untuk belajar menjadi lebih sabar, lebih optimis, lebih yakin, lebih bertanggung jawab, lebih peduli pada kehidupan yang lain, dan lebih fokus pada diri sendiri. Khususnya, untuk menghapus semua benih emosi negatif di dalam diri, kemudian menggantinya dengan emosi positif dalam logika berpikir yang bijak dan profesional.

Pemimpin dengan kekuatan emosi positif pasti tahu untuk bekerja sejalan dengan visi. Ia bersama orang lain akan fokus pada apa-apa saja yang perlu dilakukan, dan terus berjuang keras untuk mencapai tujuan. Dan Ia secara cerdas dalam pengendalian emosi diri yang tangguh, akan membantu para pengikut untuk menyelesaikan tugas dan tanggung jawab dengan sempurna dan berkualitas. Ia akan bertindak berdasarkan pada nilai-nilai tindakan yang sesuai dengan kebijakan, sistem, dan prosedur yang ada di organisasi, dan tidak sekedar bertindak atas moods sesaat, perasaan hati sesaat, atau atas dorongan dari orang-orang di sekitar. Ia adalah pemimpin profesional yang bijak dan cerdas secara emosional.

Pemimpin dengan kecerdasan emosional yang tangguh akan selalu bekerja dalam sistem menang-menang. Ia bersama para bawahan akan menyatu untuk mencari solusi dan kesepakatan yang saling menguntungkan untuk semua pihak. Mereka mencari solusi yang membuat organisasi menjadi lebih berkinerja maksimal dan lebih membesar dari semua aspek bisnis yang ada.

Emosi positif yang terkendali dalam logika berpikir positif akan menampilkan empati yang tangguh. Dan, pemimpin dengan empati yang tangguh akan mendengar dan merangkul setiap orang dengan cinta dan kepedulian. Ia akan mencoba untuk saling memahami dan dipahami. Ia akan belajar untuk mendengarkan orang lain dengan optimal. Ia akan benar-benar fokus pada setiap percakapan dengan setiap orang, dan tidak mencoba menghakimi sebuah ide ataupun opini. Ia seorang pemimpin dengan keperibadian yang matang dan dewasa dalam setiap tindakan.

Pemimpin dengan kecerdasan emosionalnya akan melihat perbedaan nilai sebagai benih kreatifitas yang lebih tinggi. Ia tidak mengharapkan setiap orang untuk sepakat dengan dirinya. Ia akan membiarkan orang-orang berbeda pendapat dengan dirinya. Sebab, ia meliahat perbedaan sebagai peluang baru untuk perspektif, ide dan cara menyelesaikan masalah yang ada.

Pemimpin hari ini harus cerdas meningkatkan semua potensi diri ke arah yang lebih berkualitas. Untuk itu, pemimpin harus menjadi lebih sadar-diri, meningkatkan semua sifat baik, sikap bijak, serta profesionalisme dalam semua aspek kepemimpinan. Ia harus mau membangun keseimbangan hidup dengan fokus pada tubuh, intelektual, emosional, spiritual dan dimensi sosial dalam kehidupan. Kecerdasan pemimpin untuk menjadikan emosi positif dirinya sebagai sumber dari sikap profesionalisme untuk mengembangkan pola hidup yang lebih berintegritas adalah contoh dari emosional pemimpin yang berlogika positif.

Merangkul Lawan Menghentikan Debat Kusir

”Berbeda Visi Ditengah Badai Hanyalah Perbuatan Sia-Sia, Yang Tidak Menguntungkan Buat Menanggulangi Bahaya Resesi Yang Sedang Mengancam Dunia. Bangsa Yang Kaya Pengalaman Dan Dewasa Cara Berpikirnya Pastilah Tahu Tentang Hal Ini.”-Djajendra

Pemimpin bijak selalu cerdik melihat situasi dan kondisi yang ada. Di saat-saat tertentu pemimpin bijak tidak segan-segan mengajak para lawan dan pesaingnya untuk menyatu bersama membangun cita-cita dan impian.

Di masa lalu, tahun 1861, President Amerika Serikat, Abraham Lincoln, merangkul lawan-lawan politiknya menjadi anggota dalam pemerintahannya.

Saat itu, tahun 1861, negara-negara bagian di selatan Amerika Serikat menyatakan Perang Saudara. Abraham Lincoln menunjuk lawan politiknya, Edwin Stanton, sebagai menteri perang. Padahal Stanton pernah menghina Lincoln. Abraham Lincoln juga menunjuk Salmon P Chase, yang suka mengkritik Lincoln, sebagai menteri keuangan. Abraham Lincoln waktu itu merangkul semua lawan-lawannya ke dalam sebuah tim yang tangguh, karena Amerika memerlukan orang-orang kuat untuk mengatasi persoalan fundamental saat itu, dan menurut dia semua lawan politik dan tukang kritiknya adalah orang- orang terkuat yang perlu ia rangkul.
Di hari ini Obama sedang menyusun strategi, untuk merangkul lawan-lawan politiknya untuk duduk bersama dirinya membangun bangsa Amerika. Dan, Ia juga siap untuk menerima perbedaan pendapat.
Kecerdasan dan keberanian seorang pemimpin untuk merangkul dan bekerja sama dengan lawan-lawan politiknya, adalah sebuah sikap ksatria yang patut ditiru oleh siapa pun.
Obama adalah contoh pemimpin cerdas dan bijak, yang pintar membaca situasi dan kondisi yang ada. Apalagi saat ini resesi ekonomi sedang menjalar seperti hantu yang menakutkan. Dan untuk melawan resesi ekonomi, semua pihak haruslah bersatupadu, dan melupakan semua persaingan yang ada, dengan tujuan untuk fokus pada perbaikan ekonomi secara bersama-sama.

Obama sangat cerdik dan pintar, Ia tidak lagi melihat warna partai, tapi Ia mulai melihat persoalan bangsa yang ada di depan mata. Ia mencoba merangkul setiap kekuatan dengan kekuasaan dan kebaikan yang ia miliki.

Obama tidak terpengaruh dengan perspektif berbeda, tapi Ia mencoba menyerap semua perbedaan ide dan konsep, untuk memperkuat bangsa dan negaranya dengan penuh empati.
Berbeda visi ditengah badai hanyalah perbuatan sia-sia, yang tidak menguntungkan buat menanggulangi bahaya resesi yang sedang mengancam dunia. Bangsa yang kaya pengalaman dan dewasa cara berpikirnya pastilah tahu tentang hal ini.

Saya pribadi yakin bahwa Obama melihat dan memahami tantangan resesi yang ada dihadapannya. Oleh sebab itu, keinginan dirinya untuk merangkul semua lawan-lawan politiknya untuk memperbaiki hal-hal yang kurang, adalah sebuah langkah hebat yang cerdas.
Merangkul lawan dan menghentikan debat kusir adalah penting untuk menyelesaikan semua persoalan yang ada, melalui empati dan kepedulian yang lebih besar, untuk membangun kekuatan negara dan bangsa yang lebih tangguh.
membentuk tim yang berisi semua kekuatan bangsa dengan warna pikiran yang berbeda, untuk tujuan menyelesaikan semua masalah dan persoalan yang ada, adalah tidak mudah. Tetapi, kekuatan cinta, empati dan kecerdasan emosi pasti mampu mengatasi semua hal yang tidak mudah itu.
Dunia saat ini sedang menghadapi ujian besar dalam menghadapi krisis ekonomi. Dan, saatnya para pemimpin menghentikan debat kusir, lalu mulai membangun tim kerja yang kompak dan tangguh untuk membangun kekuatan ekonomi yang lebih kokoh.

Krisis ekonomi artinya kita harus lebih efisien dan efektif dalam memanfaatkan semua kekayaan sumber ekonomi secara bijak dan profesional. Jadi, krisis bukanlah maut, tapi krisis hanyalah sebuah situasi yang menuntut kita untuk lebih cerdas berpikir, lebih cerdik bertindak, dan lebih bijak memahami makna kehidupan yang ada.

Ketangguhan dan keunggulan sebuah bangsa hanya akan terwujud saat stabilitas ekonominya terjaga dengan sempurna. Bila kekuatan ekonomi stabil dan kuat, maka tidak mungkin angkaramurka hadir mengganggu kehidupan damai yang ada.

Di saat krisis mengancam sebuah bangsa, maka janganlah melakukan PHK atau membuat orang-orang kehilangan pekerjaan, tapi saatnya menambah lapangan pekerjaan baru, untuk membuat semua orang bekerja. Walau mungkin pekerjaan itu tidak menguntungkan siapa pun dari sisi bisnis, tapi akan menguntungkan bangsa dan negara untuk meredam memburuknya krisis yang ada. Dan, akan menyelamatkan banyak orang dari kelaparan dan kekurangan. Jelas, semua ini memerlukan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosi, kecerdasan empati, dan kecerdasan untuk berbagi. Tanpa itu semua kita hanya akan hidup buat ego dan kepentingan diri masing-masing.

« Older posts Newer posts »

© 2018 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑