MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Page 295 of 312

PEMIMPIN HARUS CERDAS MENGATASI TEKANAN

“Setiap Orang Di Waktu Sulit Yang Penuh Tekanan Harus Tahu Bahwa Pemimpin Mereka Selalu Bersama Mereka. Oleh Karena Itu, Pemimpin Harus Selalu Membuat Pengikutnya Tahu Bahwa Dirinya Selalu Bersama-Sama Pengikutnya.” – Djajendra

Memimpin berarti memiliki kekuasaan. Ketika kekuasaan yang dimiliki pemimpin itu mendapat tekanan, maka setiap orang yang ada dalam kepemimpinan tersebut akan berada dalam ketidakpastian. Hanya pemimpin yang tegar, sabar,  pintar, dan cerdik yang akan survive dari berbagai tekanan. Pemimpin yang cerdik pasti tahu bagaimana cara untuk menangani tekanan. Dia juga tahu bahwa tekanan dalam sebuah kepemimpinan merupakan tantangan yang harus ditangani secara bijak dengan memperhatikan setiap situasi dan kondisi secara rinci dan profesional.

Berikut ini ada 11 tips yang akan membantu pemimpin untuk menangani tekanan.

1. Pemimpin harus berbicara dan berkomunikasi kepada setiap kekuatan, untuk mengatasi masa-masa sulit dengan cara-cara persuasif dan positif.

2. Pemimpin wajib memiliki informasi dan pengetahuan yang lengkap terhadap situasi dan kondisi terakhir. Dan, memastikan bahwa semua kendali kekuasaan masih utuh ditangannya.

3. Pemimpin tidak boleh membiarkan persoalan apa pun bepergian tanpa mendapatkan perhatian. Pemimpin harus bersikap tegas dalam mengambil tindakkan untuk meredam simpang siurnya sebuah persoalan. Pemimpin harus meyakinkan semua orang untuk memahami apa yang terjadi.

4. Pemimpin wajib memberikan petunjuk yang jelas dan yang sederhana, agar setiap orang dapat memiliki informasi yang sama untuk menghindari konflik dan kesalahpahaman.

5. Pemimpin harus bersikap terbuka untuk menerima pertanyaan dan informasi dari siapa pun. Kemudian, harus mampu memberikan jawaban-jawaban yang sejuk dan penuh empati.

6. Pemimpin harus bersikap proaktif untuk memotivasi setiap orang untuk segera meninggalkan masalah dan memulai langkah baru dengan solusi.

7. Pemimpin harus melibatkan semua kekuatan dalam pengambilan keputusan penting. Sebab, saat semua kekuatan merasa terwakili secara bijaksana, maka risiko dari tekanan yang ada akan menjadi minimal.

8. Pemimpin tentu saja harus membuat keputusan akhir untuk mengatasi tekanan, tapi sebaiknya pemimpin  meminta dukungan dari tim intinya dalam proses pengambilan keputusan tersebut. Pemimpin harus memfungsikan tim intinya secara maksimal untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan.

9. Pemimpin harus selalu menyemangati dan memberikan harapan positif kepada setiap orang, agar mereka dapat terhindar dari situasi sulit di bawah tekanan, dan merasa terlindung di bawah kepemimpinan yang tangguh dan solid.

10. Setiap orang di waktu sulit yang penuh tekanan harus tahu bahwa pemimpin mereka selalu bersama mereka. Oleh karena itu, pemimpin harus selalu membuat pengikutnya tahu bahwa dirinya selalu bersama-sama pengikutnya. Manfaatkan sepenuhnya setiap pertemuan dan kontak dengan setiap pengikut, dan buat mereka tahu bahwa mereka memiliki dukungan total dari pemimpinnya. Lalu, berkomunikasilah secara bijaksana dan penuh empati dalam visi yang terang.

11. Redamlah setiap rumor negatif dengan visi dan harapan yang terarah. Bangkitkan semangat dan antusias dari semua orang untuk bekerja total dalam mengatasi setiap risiko berbahaya dari tekanan yang ada.

KOMPETENSI UNTUK MEMIMPIN ORANG LAIN

“Apa Yang Ada Di Belakang Dan Di Depan Kita Adalah Hal-Hal Yang Sangat Kecil Jika Dibandingkan Dengan Apa Yang Ada Di Dalam Diri Kita.”- Ralph Waldo Emerson

Setiap pribadi pastinya adalah pemimpin untuk dirinya sendiri, mungkin juga harus menjadi pemimpin dalam keluarga, dan jika kompeten pasti mampu memimpin kepentingan-kepentingan kehidupan orang lain.

Siapa pun pasti bisa belajar ilmu pengetahuan dan keterampilan tentang kepemimpinan, tetapi belum tentu ia menjadi kompeten untuk memimpin orang lain. Ingat! Untuk menjadi kompeten dalam memimpin orang lain, pemimpin harus memperkaya dirinya dengan nilai-nilai kehidupan yang mampu memberikan keadilan, kejujuran, motivasi, inspirasi, kebaikan, pertolongan, kemakmuran, kedamaian dan perlindungan kepada orang-orang lain.

Kepemimpin harus menjadi panduan yang sangat praktis, sederhana, dan berguna buat membantu kehidupan orang-orang yang dipimpin. Jadi, seorang pemimpin tidak harus menjadi ahli kepemimpinan untuk dapat memimpin orang lain, tapi harus kompeten dan terhubung secara harmonis dengan jiwa-jiwa yang dipimpin.

Pemimpin yang kompeten pasti memiliki niat tulus untuk memperbaiki kehidupan orang lain ke arah yang sepatutnya. Pemimpinan yang kompeten pasti memiliki kemampuan yang cukup, atau kualitas diri yang professional untuk menjadikan kehidupan orang banyak lebih damai dan sejahtera. Pemimpin yang kompeten pasti memenuhi syarat-syarat kultur, etika, moralitas, dan hukum yang memadai buat menjadi panutan para pengikut. Pemimpin yang kompeten pasti memiliki kemampuan untuk mengembangkan fungsi kepemimpinan yang merespon kebutuhan orang-orang yang dipimpin. Pemimpin yang kompeten pasti tahu tentang prioritas apa yang harus dilakukan, kapan dilakukan, bagaimana cara melakukannya, dan apa manfaatnya buat orang banyak.

Kepemimpinan dimulai dengan Anda, Anda harus memimpin diri sendiri sebelum memimpin yang lain. Jadi, Anda harus menjadi kompeten untuk menjadikan diri Anda sebagai pemimpin sejati yang dicintai pengikut Anda; Anda harus kompeten untuk memilih orang dan tempat yang akan Anda pimpin; Anda harus kompeten untuk memahami perilaku, potensi, dan keterampilan di wilayah yang akan Anda pimpin tersebut; Anda harus kompeten dengan pengetahuan yang benar tentang orang-orang yang akan Anda pimpin; Anda harus kompeten untuk mengevaluasi diri sendiri dan diri orang-orang yang Anda pimpin.

CORE VALUES

“Perusahaan Yang Tidak Mampu Menggali Nilai-Nilai Luhurnya Untuk Tujuan Memuliakan Setiap Stakeholder, Akan Kehilangan Kebesarannya.” – Djajendra

Bagi saya, perusahaan adalah rumah tempat pimpinan dan karyawannya bekerja untuk menghasilkan kreasi bisnis yang unggul. Di mana, kreasi bisnis yang unggul ini harus menjadi sebuah kekuatan untuk menghasilkan nilai tambah ekonomi yang maksimal buat kesejahteraan stakeholdernya.

Pimpinan dan karyawan secara bersama-sama harus saling mencintai proses kreasi tersebut, melalui nilai-nilai kerja yang disepakati bersama dalam sebuah keharmonisan hati dan pikiran. Jadi, harus ada sebuah garis empati yang kuat, garis empati yang mampu menghubungkan setiap individu untuk bekerja bersama nilai-nilai kerja yang diperjuangkan tersebut.

Nilai-nilai inti perusahaan atau juga sering disebut dengan istilah core value, haruslah diinternalisasikan ke dalam karakter kerja setiap unit kerja, termasuk ke dalam perilaku kerja setiap individu.  Sekali core value ini disepakati, maka proses implementasi harus dilakukan secara terus-menerus di sepanjang usia perusahaan. Tidak boleh terhenti, tapi lakukan evaluasi dan perbaikan secara terus-menerus hingga kapan pun.

Core value harus menjadi komitmen bersama dalam sebuah tindakan dan perilaku yang konsisten.  Komitmen bersama ini, lebih lanjut di wujudkan dalam bentuk nilai-nilai kerja yang menyatu ke dalam perasaan dan pikiran pimpinan dan karyawan.

Setiap orang di perusahaan harus berada dalam satu tafsiran atau pun interpretasi terhadap setiap kalimat dan kata-kata core value. Tidak boleh ada perdebatan dan perbedaan tafsiran terhadap core value, yang boleh ada hanyalah sikap menyatu bersama core value perusahaan, untuk kemudian menghasilkan kinerja yang maksimal.

Core value perusahaan harus selalu di update bersama gagasan-gagasan baru, yang lebih menguatkan nilai-nilai perjuangan perusahaan dalam upaya menghasilkan kinerja dan kebahagiaan buat setiap orang di perusahaan.

Bekerja berdasarkan core value, berarti pimpinan dan karyawan sepakat untuk mewujudkan misi dan visi perusahaan melalui kerja keras yang berfondasikan core value perusahaan. Selanjutnya, core value harus mampu menciptakan energi kepemimpinan yang kuat dan konsisten; core value harus mampu menjadi sumber motivasi pimpinan dan karyawan untuk secara bersama-sama mewujudkan rencana dan target kerja; core value harus menjadi piala yang diperebutkan dalam kompetisi untuk menjadi yang terbaik; core value harus menjadi alat pengambil keputusan terbaik; core value harus menjadi kekuatan kebersamaan dalam sebuah reputasi, kredibilitas,  integritas, dan komitmen yang bersifat konsisten.

PEMIMPIN MENGENDALIKAN HIDUP ORANG LAIN

“Seorang Pemimpin Harus Memahami Trik Dan Taktik Berpetualangan Yang Hebat, Agar Diperjalanannya Tidak Terjebak Oleh Ranjau-Ranjau Kepentingan Kelompok Dan Pribadi.” – Djajendra

“Sukses Terbesar Kepemimpinan Terletak Pada Kecerdasan Kepemimpinan Untuk Memahami Sisi – Sisi Kemanusian Dari Orang – Orang Yang Dipimpin.” – Djajendra

Kepemimpinan sangat identik dengan kekuasaan, jabatan, kepentingan, dan transaksi. Setiap pemimpin pasti mempersiapkan dirinya untuk mengendalikan hidup orang lain, untuk tidak membiarkan orang-orang yang dipimpin mengalahkan reputasi dan kredibilitas dirinya.

Bila sedikit saja si pemimpin keliru untuk memahami kebutuhan sisi kemanusian dari orang – orang yang mengikuti kepemimpinannya, pemimpin pasti akan dicap sebagai pemimpin yang tidak mempunyai hati dan dedikasi kepada kepentingan orang lain.

Kepemimpinan adalah sebuah proses aktifitas manusia, yang harus secara konsisten tumbuh membaik untuk kepentingan orang banyak. Kepemimpinan tidak boleh diam memandang keadaan dan situasi, tapi harus bersikap proaktif dan dinamis untuk menjawab setiap situasi dan kondisi secara cerdas dan penuh wibawa. Kepemimpinan adalah sebuah proses yang dimulai dari kepemimpinan diri sendiri kepada kepemimpinan terhadap orang – orang lain. Kepemimpinan berarti tanggung jawab terhadap setiap proses menuju perbaikan hidup melalui visi yang jelas dan terang.

Kepemimpinan berarti relasi positif di antara si pemimpin dengan yang dipimpin. Tanpa ada pengikut, pemimpin tidak pernah ada. Kepemimpinan terhadap orang lain itu hanya eksis selama si pemimpin mampu membangun jembatan relasi yang harmonis dengan orang – orang lain. Jadi, kepemimpinan itu sama artinya dengan pemimpin ditambah pengikut ditambah visi ditambah relasi yang harmonis. Kepemimpinan yang bijak dan profesional membutuhkan kualitas hubungan positif yang tinggi. Kualitas hubungan atau relasi yang dikembangkan melalui kematangan dan kedewasaan emosi baik dan pikiran positif.

Kepemimpinan berarti petualangan yang berani dan cerdas untuk memasuki kehidupan yang penuh dengan perbedaan dan keragaman. Seorang pemimpin harus memahami trik dan taktik berpetualangan yang hebat, agar diperjalanannya tidak terjebak oleh ranjau-ranjau kepentingan kelompok dan pribadi.

Kepemimpinan adalah petualangan segerombolan manusia untuk menyatu dalam satu kepentingan, satu visi, satu tujuan, satu misi, satu budaya kerja,  satu hati dan satu pikiran untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.

Kepemimpinan harus memiliki peta perjalanan yang jelas dan terukur, agar dalam petualangannya dapat menemukan cara – cara termudah dan terefektif untuk mendapatkan semua hasil yang diinginkan tersebut.

Kepemimpinan artinya sikap yang konsisten dalam komitmen yang tak tergoyahkan oleh badai kehidupan apa pun. Sikap kepemimpinan ini harus jelas dalam visi yang terang untuk mencapai sebuah tujuan akhir yang jelas dan terang. Jadi, sikap yang benar atas setiap aspek pekerjaan kepemimpinan, jika dibantu dengan visi yang jelas, terang, dan sederhana, maka pemimpin bersama – sama tim yang mengikutinya tersebut pasti mendapatkan hasil terbaik dari setiap perjuangan mereka.

Kepemimpinan berarti tumbuh dan berkembang menjadi kekuatan yang nyata untuk kebahagiaan, kemakmuran, kesehatan, dan kenyamanan dari setiap orang. Kepemimpinan itu membangun kehidupan untuk memanusiakan manusia dengan memanfaatkan semua sumber daya disekitar manusia secara bijak dan penuh hormat. Kepemimpinan itu berarti memiliki dedikasi kepada alam semesta untuk menciptakan keseimbangan hidup yang harmonis buat kepentingan setiap kehidupan di masa depan.

Landasan Kuat Sebuah Dialog Adalah Emosi Dan Pikiran

“Ucapan, Perasaan, Dan Pikiran Yang Buruk Akan Menjadi Semakin Buruk Saat Diri Tidak Mampu Menahan Dan Mengendalikan Diri Dari Kritikan Lawan Dialog.” – Djajendra

Apa yang Anda pikirkan, apa yang Anda ucapkan, dan apa yang Anda rasakan akan menentukan kualitas sebuah dialog. Jika di dalam sebuah dialog masing – masing pihak berpikiran buruk terhadap lawan dialognya, maka hasil akhir dari dialog itu adalah kericuhan, saling mengkritik, dan saling menghujat. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menghadiri dialog bersama energi damai, energi bahagia, energi tenang, energi sabar, energi kebenaran, energi kejujuran, dan energi logika positif. Lalu, yakinkan diri Anda bahwa Anda pasti mampu berdialog dengan kreatif, cerdas, tegas, lugas, santun, sederhana, dan jelas.

Dialog yang baik seharusnya dimulai dengan visi, misi, dan strategi yang jelas, sehingga masing-masing pihak mempunyai dasar pijakan dialog yang jelas. Lalu, masing-masing pihak harus dapat saling menghargai perbedaan pendapat; memperlengkapi kekurangan masing-masing; dan menjadi  energi positif yang fokus untuk menyelamatkan visi, misi, dan strategi melalui logika-logika positif  yang cerdas.

Emosi yang cerdas dan pikiran positif yang kuat akan mengisi karakter diri menjadi tangguh dan tak tergoncangkan oleh badai kritik.  Dan, dialog akan menjadi semakin produktif  kalau pemimpin dialog mampu menjadi pribadi yang berjiwa besar yang tak  tergoncangkan oleh badai kritik lawan dialognya.

Seorang pemimpin yang baik pasti akan tenang dan menjawab semua kritikan melalui kata-kata positif  yang menyejukkan hati para lawannya. Dia tahu bahwa berbeda pandangan itu biasa, dan dia tahu bahwa dia harus lebih sabar walau setiap omongannya dipotong sebelum selesai.

Pemimpin berkualitas tidak akan cengeng oleh teriakan dan kritikan lawan dialog, tapi dia akan berpikir bahwa inilah momentum yang tepat untuk memperlihatkan kualitas kepemimpinan dirinya yang hebat.

Pemimpin hebat selalu memahami bahwa tidak selalu sebuah dialog harus diakhiri dengan kompromi. Tapi, sebuah dialog merupakan sarana untuk menampung pokok-pokok pikiran atau pun aspirasi orang lain dengan sebaik-baiknya.

Seorang pemimpin sejati walaupun dirinya dikatakan bodoh, dia akan tenang dan sabar, lalu bersikap dan memperlihatkan kepada dunia bahwa sesungguhnya dia bukan orang bodoh, tapi pribadi cerdas yang beraura positif untuk menghargai setiap pendapat orang lain dengan jiwa besar.

“Pemimpin Terbaik Adalah Dia Yang Mampu Tersenyum Tegar Dan Menerima Semua Kritikan Dengan Jiwa Besar.” – Djajendra

Anda Butuh Mentor Untuk Brainstorming

“Guru Sejati Akan Membimbing Murid Untuk Mempunyai Impian, Dan Membakar Semangat Murid Untuk Mewujudkan Impian Tersebut.” – Djajendra

Jangan pernah berpikir bahwa diri Anda terlalu pintar dan menganggap semua orang lain tidak layak mengajari Anda sesuatu. Ingat! Tidak akan pernah seseorang menguasai segala pengetahuan seorang diri tanpa bantuhan kehidupan lain. Saya selalu menganggap siapa pun itu sebagai guru saya, bahkan seekor burung pipit kecil juga saya anggap sebagai guru saya. Sebab, seekor burung pipit kecil mengajarkan pengetahuan yang tak pernah saya dapatkan dari sumber manapun, kecuali hanya dari si burung pipit kecil itu. Setiap kehidupan adalah pengetahuan dan pengetahuan itu sangat dalam untuk dieksplorasi seorang diri. Ketika diri Anda dikuasai kesombongan untuk menganggap bahwa diri Anda sendirilah yang paling hebat dan paling tahu tentang semua pengetahuan, maka sang pengetahuan akan pergi meninggalkan diri Anda. Akhirnya Anda secara tidak sadar akan terperangkap dalam kebodohan dan kesombongan diri sendiri. Anda butuh mentor atau guru untuk menjadi sahabat brainstorming Anda, agar kemampuan Anda terus terasah dan disesuaikan dengan perubahan yang terjadi.

Banyak dari pemimpin bisnis yang sukses mengetahui bahwa kumpulan mentor disekitar dirinya adalah sahabat untuk brainstorming. Keberadaan para mentor atau guru disekitar pemimpin akan meningkatkan motivasi pemimpin untuk meraih sukses dengan mengatasi berbagai tantangan dan ancaman yang ada.

Para mentor yang berkualitas tinggi dengan nilai-nilai kebijaksanaan hidup yang tinggi adalah kunci menuju kesuksesan sejati.

Seperti yang pernah saya tanyakan kepada beberapa pemimpin bisnis besar tentang kisah sukses mereka, dan salah satu faktor yang mendorong keberhasilan pemimpin bisnis tersebut untuk mengembangkan usahanya ke skala yang lebih besar adalah semangat dan motivasi sukses yang mereka dapatkan dari para mentor.

Para mentor yang bijak adalah yang mampu menjadi guru yang membangkitkan rasa percaya diri; menjadi guru yang menanamkan keyakinan positif untuk meraih sukses; menjadi guru yang memberikan energi sukses kepada pemimpin. Temukanlah mentor sejati Anda dan raih semua impian Anda menjadi nyata.

Etika Pemimpin Bisnis

”Etika Pemimpin Berarti Membangun Tanggung Jawab Untuk Menciptakan Relasi Yang Nyaman Dan Terpercaya Di Antara Perusahaan, Kustomer, Pemimpin, Karyawan, Dan Stakeholder.” – Djajendra

Etika pemimpin adalah mengungkapkan simpati, rasa hormat, dan kepedulian kepada karyawan, kustomer, dan stakeholders yang ada di ruang lingkup kerja perusahaan. Etika pemimpin harus menjangkau batas-batas psikologi positif melalui rasa sayang, kepedulian, perhatian, rasa hormat, dan tanggung jawab.

Pemimpin yang bekerja dengan etika akan memiliki komitmen dan tanggung jawab kepada orang lain, dan akan ikut mendorong terciptanya kinerja terbaik buat perusahaan dan karyawan.

Sikap dan perilaku pemimpin yang fleksible dalam junjungan moralitas dan etika kerja yang baik, akan menciptakan karakteristik kepemimpinan yang efektif dan dinamis.

Kepemimpinan yang beretika akan menciptakan budaya kerja dalam keharmonisan bersama sikap dan kebiasaan-kebiasaan positif yang efektif buat sukses perusahaan.

Etika pemimpin haruslah terfokus kepada cara kerja yang efektif dan produktif dalam menghasilkan kualitas kerja terbaik. Komitmen dan tanggung jawab haruslah menjadi ujung tombak dalam setiap gerak dan langkah kepemimpinan yang baik.

Etika pemimpin bukanlah sebuah kata statis yang mati, tapi merupakan sebuah kata yang berkembang bersama perubahan. Sebuah kata yang terbentuk dari kebiasaan-kebiasaan positif untuk menciptakan kinerja terbaik buat perusahaan, kustomer, karyawan, dan stakeholder.

Etika pemimpin berarti membangun tanggung jawab untuk menciptakan relasi yang nyaman dan terpercaya di antara perusahaan, kustomer, pemimpin, karyawan, dan stakeholder.

CEO Yang Hebat Akan Membangun Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Hebat

“Memimpin Itu Berarti Melayani Diri Sendiri Dan Melayani Orang-Orang Lain Dengan Penuh Respek.” – Djajendra

Seorang CEO yang profesional dan yang berkinerja hebat lahir dari rahim sumber daya manusia yang profesional, yang beretika, yang beretos kerja dinamis dan kreatif, yang bekerja dengan penuh tanggung jawab, dan yang mau bekerja keras demi kesuksesan perusahaan. Oleh karena itu, seorang CEO yang hebat selalu akan fokus pada upaya untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang bermutu tinggi. Dan, dia tidak akan pernah bilang tidak kepada semua kesempatan baik, tapi dia akan terus memotivasi dan membangun rasa percaya diri bawahannya untuk bergerak secara dinamis, kreatif dan strategis untuk mencari peluang-peluang baru buat mencapai kinerja yang lebih hebat. Dia juga selalu tahu diri untuk mendengarkan semua informasi dari bawahannya, dan dia tahu bahwa saat dia menolak untuk mendengarkan informasi bawahannya, maka para bawahan pun tidak akan mempercayai dirinya lagi.

Seorang CEO yang hebat selalu yakin bahwa memimpin itu berarti melayani diri sendiri dan melayani orang-orang lain dengan penuh respek. Dan, dia juga sangat hebat untuk melindungi dan memproteksi dirinya dengan cara merekrut manajer-manajer yang hebat, yang mampu secara cerdas membangun kualitas sumber daya manusia yang hebat. Jadi, seorang CEO yang cerdas tidak akan membiarkan dirinya dikelilingi oleh para manajer oportunistis yang hanya sekedar suka cari muka untuk keuntungan diri pribadi mereka. Seorang CEO yang cerdas hanya akan mencari sumber daya manusia yang beremosi baik, berpikir positif, beretika dan bermoralitas tinggi, dan yang suka bekerja keras tanpa mengenal kata sulit atau pun menyerah.

Mencontoh Cara Presiden Merekrut Menteri

“Sikap Mental Anda Adalah Kunci Yang Paling Bisa Diandalkan Bagi Kepribadian Anda.” – Napoleon Hill

Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, mulai melakukan wawancara terhadap para calon menteri selama dua hari ini. Setelah diwawancara, sekitar 34 kandidat itu akan langsung menandatangani dua macam kontrak yaitu pakta integritas dan kontrak kinerja. – KOMPAS.com, 17 October 2009.

Kontrak integritas dan kontrak kinerja  adalah dua hal yang sangat penting dalam rekrutmen. Integritas adalah mutu, kualitas, kompetensi, kejujuran, kemampuan berdedikasi, loyalitas, dan kemampuan untuk bekerja dengan prinsip-prinsip good governance. Sedangkan kinerja adalah kemampuan untuk menjadi lebih produktif dan kecerdasan untuk menghasilkan nilai tambah kehidupan yang lebih besar.

Perusahaan-perusahaan mungkin perlu mencontoh cara presiden merekrut menteri. Cara presiden ini terlihat sangat efisien, efektif, dan langsung tepat sasaran. Tidak berbelit-belit, tapi langsung fokus kepada inti persoalan. Jelas sekali, inti persoalan kita di dalam pembangunan  adalah integritas dan kinerja.  Tanpa integritas dan kinerja tidak akan ada hasil yang maksimal. Hanya melalui kekuatan integritas seseorang bisa menghasilkan kinerja dan nilai tambah kehidupan yang maksimal.

Kita semua harus jujur bahwa ada dua hal yang selalu mengganggu dunia bisnis, yaitu integritas dari para stakeholder yang membuat kinerja bisnis menjadi tidak konsisten.  Integritas dari para stakeholder untuk bisa menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan baik. Sebab, prinsip-prinsip good corporate governance dapat menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis yang berkualitas tinggi. Dan bila sebuah bisnis mampu dioperasionalkan dengan kualitas tinggi, maka kinerja bisnis tersebut juga akan secara otomatis meningkat tajam.

Pandangan atau mind set dari setiap karyawan  di perusahaan harus diarahkan untuk membangun integritas dan kinerja yang maksimal. Bila integritas dan kinerja maksimal dapat diwujudkan secara baik, maka para karyawan secara otomatis akan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh yang tak tergoncangkan oleh situasi dan kondisi apa pun.

Perusahaan yang baik pastinya didukung oleh para pimpinan dan para karyawan yang berintegritas tinggi, sehingga setiap kalimat  baik  yang diucapkan dari mulut mampu direalisasikan sesuai ucapan tersebut. Artinya, setiap rencana dapat dijalankan sesuai rencana dan dapat menghasilkan kinerja yang sesuai rencana.

Pantaskah Membanggakan Pengalaman Dan Pendidikan Masa Lalu Di Tempat Kerja?

”Prestasi Sekolah Yang Hebat Dan Prestasi Kerja Yang Hebat Di Masa Lalu, Bukanlah Sebuah Jaminan Untuk Pekerjaan Yang Hebat Di Masa Depan. Sebab, Masa Depan Penuh Dengan Hal-Hal Yang Tak Terduga.” – Djajendra

Pengalaman dan pendidikan di masa lalu Anda adalah sejarah. Sukses yang ingin Anda raih di hari ini dan di masa depan tergantung kepada kecerdasan Anda memahami perubahan. Sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berubah kearah yang lebih spektakuler. Dan, Anda butuh pengalaman-pengalaman baru dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, untuk menjawab tantangan yang ada. Jadi, jangan pernah membanggakan kehebatan resume atau curiculum vite Anda untuk sukses di masa depan. Anda perlu bergerak dan belajar hal-hal baru, agar Anda bisa tetap eksis dan berkualitas tinggi dalam pekerjaan Anda.

Adalah sebuah kesalahan dalam rekrutmen pegawai, jika dalam rekrutmen itu tidak melihat motivasi dan gairah si calon pegawai terhadap tantangan dan hambatan masa depan. Rekrutmen yang hanya mengandalkan kepada kehebatan curriculum vite atau resume calon pegawai tidaklah akan mendatangkan manfaat besar buat perusahaan di masa depan. Masa depan membutuhkan orang-orang yang mau belajar dan mau berlatih untuk hal-hal baru secara kreatif dan strategis dari hari ke hari.

Bisnis di masa depan tidak akan peduli seberapa hebat pendidikan Anda; tidak akan peduli seberapa hebat pengalaman Anda; tidak akan peduli seberapa hebat tanggung jawab Anda di masa lalu. Bisnis di masa depan hanya akan peduli pada seberapa hebat dan seberapa bertanggungjawab Anda dalam menyikapi perubahan dan tantangan yang ada di hari ini. Oleh karena itu, mulai hari ini belajarlah hal-hal baru, untuk memperkuat sikap baik Anda dalam memahami perkembangan dunia kerja. Lalu, miliki antusias untuk melakukan perubahan-perubahan kepada diri sendiri, agar diri Anda mampu menghadapi realitas dengan sikap profesional untuk pekerjaan yang berkualitas tinggi.

« Older posts Newer posts »

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑