MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Page 297 of 307

Pemimpin Tidak Hanya Sekedar Mengelola Harta Berwujud dan Harta Tak Berwujud Perusahaan

“Yang Sepele Menghasilkan Kesempurnaan, Dan Kesempurnaan Bukan Hal Yang Sepele.” – Michelangelo

“Saya Harus Menciptakan Suatu Sistem, Atau Saya Akan Diperbudak Oleh Sistem Yang Diciptakan Orang Lain.”- William Blake

“Pemimpin Yang Terlahir Dari Jalan Proses Yang Panjang Akan Memiliki Kekuatan Dalam Bentuk Kedewasaan Pikiran Dan Perasaan Yang Hebat. Anda Hanya Perlu Menjadi Pribadi Pembelajar Yang Setia Dengan Pikiran, Perasaan, Dan Tindakan Positif.” – Djajendra

“Membuat Yang Sederhana Menjadi Rumit Adalah Hal Yang Lumrah; Membuat Yang Rumit Menjadi Sederhana; Sangat Sederhana, Itulah Kreativitas.” – Charles Mingus

EWSI 7Pemimpin hari ini harus bertindak cerdas dengan  cara mempersiapkan diri menjadi pribadi yang andal untuk memenangkan kompetisi di hari ini.

Pemimpin hari ini harus mampu mengelola harta berwujud dan tidak berwujud perusahaan menjadi kekuatan yang membuat perusahaan menjadi semakin unggul.

Pemimpin hari ini harus memiliki integritas dan kompetensi yang mampu untuk menerangi pikiran dan imajinasi kreatif diri sendiri.

Pemimpin hari ini harus memiliki kualitas yang hebat, karakter yang hebat, etos kerja yang hebat, mind set yang hebat, nilai- nilai kehidupan yang hebat, prinsip-prinsip cara kerja yang hebat, keberanian untuk bertindak yang hebat, dan kecerdikan diri yang hebat agar bisa menjadi pribadi terefektif dalam memenangkan kompetisi bisnis di hari ini dan di masa depan.

Pemimpin yang andal tidak akan tergoda kepada cara-cara instan untuk mendapatkan posisi atau jabatan. Dia akan berjuang keras mengikuti jalan proses menuju kepemimpinan sejati yang andal, sebab dia tahu bahwa pemimpin yang terlahir dari jalan proses yang panjang akan memiliki kekuatan dalam bentuk kedewasaan pikiran dan perasaan yang hebat. Dia selalu menjadi pribadi pembelajar yang setia dengan pikiran, perasaan, dan tindakan positif.

Pemimpin yang hebat tidak akan duduk tenang sambil memerintah melalui kekuatan hierarki jabatan, tapi dia memimpin dengan sikap yang tegas, lugas, dan jelas. Lalu, melalui kekuatan pikiran positif  menggerakkan kekuatan orang lain melalui sistem dan kultur yang memberi ruang kebebasan, untuk bertindak dalam batas – batas tanggung jawab yang telah disepakati bersama.

Pemimpin terbaik akan selalu berkonsentrasi untuk menyelaraskan antara visi dengan realitas, ia tidak akan membiarkan kekuatan sumber daya manusianya bekerja dalam kebingungan arah dan kultur. Ia adalah seorang pencerah yang mampu membangkitkan semangat dan motivasi dari semua orang -orangnya untuk berpikir dan berimajinasi searah visi perusahaan. Ia selalu menerangi pikiran dan imajinasi dari orang – orangnya untuk selalu fokus pada misi, strategi, dan memberi kesadaran akan arah perjuangan perusahaan secara jelas untuk mendapatkan hasil terbaik.

LARANGAN UNTUK SEORANG PEMIMPIN

“Temukan Harapan Dan Impian Bawahan Anda, Dan Bantulah Mereka Untuk Menemukan Potensi Sukses Mereka Bersama Perusahaan.” – Djajendra

“Setiap Sikap Baik, Setiap Ucapan Baik, Setiap Pikiran Baik, Setiap Senyum Tulus, Akan Mengantar Anda Untuk Menjadi Pribadi Yang Dihormati Dan Disenangi Oleh Orang Lain.”-Djajendra

Pemimpin adalah panutan yang harus memiliki keterampilan untuk merangkul setiap bawahan dengan sikap baik.

Pemimpin tidak sekedar menjadi seorang bos, tapi harus tahu tentang bagaimana cara terefektif untuk berhasil menjadi teman dan sahabat buat para bawahan. Untuk itu, seorang pemimpin wajib menjadi pendengar yang bijak dan penuh empati.

Berikut ini delapan hal yang harus dipahami seorang pemimpin:

1. Pemimpin tidak boleh mengganggu ide dan pemikiran bawahan, biarkan berkembang dan arahkan ke jalur yang benar.

2. Pemimpin tidak boleh mengabaikan antusias bawahan yang bermaksud menyampaikan pesan tertentu, biarkan bawahan menyampaikan pesan dan menyelesaikan semua kalimat secara utuh dan jelas.

3. Pemimpin tidak boleh memotong dan menghentikan pembicaraan bawahan dengan berkata ”Saya sudah tahu”, atau kalimat sejenis. Dengarkan saja dalam sikap sabar sampai bawahan selesai berbicara.

4. Pemimpin tidak boleh secara terang-terangan menyatakan tidak setuju dengan bawahan, tapi memberi pujian atas ide dan konsep bawahan, sambil berkata ”Terima kasih”.

5. Pemimpin sebaiknya jangan menggunakan kata-kata “Tidak”, “Tetapi”, dan “Namun”. Pastikan semua kata-kata bermakna tegas, lugas, jelas, dan tidak ragu.

6. Pemimpin tidak boleh bimbang saat mendengar penjelasan bawahan. Fokuskan diri untuk mendengarkan semua kalimat bawahan secara baik. Untuk itu, jangan biarkan mata dan perhatian berkeliaran di tempat lain saat bawahan sedang berbicara.

7. Pemimpin harus menyimak semua kata dan kalimat bawahan, kemudian pada akhir dialog menanyakan pertanyaan yang cerdas kepada bawahan, untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian yang besar pada ide bawahan tersebut.

8. Pemimpin harus memberi kesan positif dan dan profesional, saat mendengar semua kata dan kalimat dari bawahan.

Pemimpin Adalah Pelaksana Strategi

“ Orang Yang Berani Menyia-Nyiakan Satu Jam Dalam Hidupnya Berarti Belum Mengetahui Nilai Kehidupan.” – Charles Darwin

Pemimpin terbaik adalah pelaksana strategi yang hebat, dan mampu mengeksekusi setiap rencana dengan cara-cara yang hebat.

Dia selalu disiplin untuk mempersiapkan diri buat kreativitas yang hebat. Dia Selalu fokus pada visi, misi, strategi, dan nilai-nilai perusahaan. Dia Mampu bekerja untuk menciptakan struktur yang berfungsi dengan efektif.  Dan dia selalu melakukan tindakan positif untuk mengawali perjalanan menuju puncak sukses.

Dia juga memiliki mental super-optimis untuk bekerja buat kuantitas kerja yang sesuai target dan harapan perusahaan; buat kualitas kerja yang mampu menghasilkan hasil kerja yang baik, ditinjau dari ketelitian, kerapian, kebersihan, biaya, serta berdaya guna.  Dia selalu Bekerja melalui proses pencapaian hasil yang sesuai dengan standar kerja perusahaan. Dia selalu Berdisiplin dalam memanfaatkan waktu yang ada untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab dengan efektif, serta cerdas memanfaatkan alat-alat bantu kerja untuk pelayanan yang hebat.

Dia tahu bahwa pemimpin harus pintar memahami perencanaan kerja jangka pendek maupun jangka panjang; pintar melakukan koordinasi dan komunikasi dengan semua pihak secara efektif, tegas, lugas, yang dilandasi dengan sikap baik; pintar melakukan delegasi dengan cara mendelegasikan tugas dan tanggung jawab sesuai perencanaan kerja.

Dia adalah seorang pemimpin yang mampu melakukan pembinaan, pengawasan, kerja sama, serta memiliki sikap disiplin, dedikasi, loyalitas, kemandirian, dan tanggung jawab yang konsisten.

Dia selalu sadar bahwa pemimpin yang baik pasti mampu membangkitkan semangat dan motivasi dirinya sendiri untuk mendapatkan sukses tanpa batas.

Kutu Loncat

” Karyawan Kutu Loncat Sifatnya Tidak Mampu Melakukan Pengabdian Total Tanpa Ada Bayaran Yang Wajar.” – Djajendra

Ada dua tipe karyawan yang selalu berjuang untuk meraih karier yang lebih baik dipekerjaan. Pertama, tipe karyawan yang secara setia fokus kepada sebuah perusahaan untuk mencapai jenjang karier tertinggi. Dan yang kedua, tipe karyawan yang suka mencari peluang melalui pindah-pindah kerja, yang biasanya disebut juga sebagai karyawan kutu loncat.

Tipe karyawan kutu loncat selalu memiliki pemikiran bahwa hanya melalui pindah kerja dia mampu mencapai jabatan, gaji, dan kekuasaan yang lebih tinggi. Untuk itu, tipe karyawan kutu loncat ini selalu secara sempurna mempersiapkan diri dengan berbagai kualitas yang unggul, agar dalam persaingan dia mampu mendapatkan pekerjaan baru dengan gaji yang lebih besar. Masalah loyalitas sangat jauh dari mind set para karyawan kutu loncat. Buat mereka pekerjaan itu sifatnya profesional yang harus saling menguntungkan. Mereka bukan pribadi yang mampu melakukan pengabdian total tanpa ada bayaran yang wajar.

Mereka juga tidak mudah diperdaya dan dimanfaatkan oleh perusahaan. Sifat dan karakter  karyawan kutu loncat ini biasanya sangat percaya diri dan sangat yakin bahwa ada jutaan perusahaan yang siap memberikan hal-hal lebih baik kepada mereka dari pada perusahaan mereka yang sekarang. Dan mereka juga sangat terdidik, pintar, cerdik, serta memiliki hubungan pergaulan yang luas.

Sebenarnya karyawan kutu loncat ini adalah aset yang sangat berharga buat perusahaan, tapi karena tidak semua perusahaan pintar untuk memanfaatkan potensi dan kecerdasan mereka, maka para kutu loncat ini selalu berpetualang dari satu perusahaan ke perusahaan lain untuk mendapatkan semua impian dan harapan mereka. Jarang sekali seorang karyawan kutu loncat bisa bertahan lebih dari tiga tahun di sebuah perusahaan. Dengan kemampuan pengetahuan dan keterampilan yang mereka miliki, mereka tidak pernah kesulitan untuk mendapatkan pekerjaan baru yang lebih baik.

Dalam banyak peristiwa yang saya amati, para karyawan kutu loncat ini selalu mencapai prestasi tinggi lebih cepat dibandingkan para karyawan yang fokus pada sebuah perusahaan. Apakah Anda tertarik menjadi karyawan kutu loncat?

Saat Pemimpin Menjadi Supertrainer

“Walaupun Mungkin Seorang Pemimpin Tidak Terlibat Dalam Proses Perekrutan Dan Pemberhentian Para Stafnya, Tapi Ia Masih Bisa Melatih Mereka Untuk Menjadi Pribadi-Pribadi Yang Andal Dan Profesional.”-Djajendra

Organisasi masa depan menuntut pemimpin tidak hanya sekedar menjadi bos yang perintah sana perintah sini, tapi menjadi pemimpin yang mampu membimbing, mengarahkan, dan memberi rasa nyaman kepada semua bawahan.

Pemimpin harus bertindak dengan efektif untuk menemukan keberhasilan dengan dukungan dari para staf yang terlatih secara profesional. Dan untuk itu, pemimpin wajib memposisikan dirinya sebagai supertrainer yang membantu para stafnya menemukan kualitas kerja terbaik dalam diri mereka masing-masing.

Walaupun mungkin seorang pemimpin tidak terlibat dalam proses perekrutan dan pemberhentian para stafnya, tapi ia masih bisa melatih mereka untuk menjadi pribadi-pribadi yang andal dan profesional dalam upaya menyelesaikan pekerjaan mereka di kantor secara bijak.

Peran pemimpin sebagai supertrainer berbeda dengan peran bos dalam proses penyelesaian pekerjaan. Pemimpin sebagai supertrainer wajib menjalankan peran sebagai seorang pengamat, pembimbing, pengarah, pengkritik, pendidik, dan pemberi solusi.

Pemimpin harus mampu menggabungkan antara pengalaman akademis dan pengalaman praktis, sehingga mampu menjalankan peran secara optimal untuk menjadikan para trainee atau pun para staf memiliki wawasan dan keterampilan yang berkualitas tinggi.

Istilah supertrainer yang digunakan dalam tulisan ini menunjukkan bahwa peran pemimpin sebagai trainer itu total dan tidak sama seperti peran, fungsi, dan tanggung jawab trainer-trainer biasa. Seorang supertrainer harus dekat dengan trainee dan harus memiliki intuisi, empati, dan niat baik untuk menegakkan nilai-nilai profesionalisme di tempat kerja secara total dan utuh.

Fungsi pemimpin sebagai supertrainer adalah sebagai pelaku inti dalam proses transformasi pengetahuan, wawasan, dan keterampilan menjadi nilai-nilai yang siap untuk dikerjakan dan dikembangkan oleh trainee.

Pemimpin tidak boleh sekedar menjadi trainer, tapi juga menjadi komunikator yang mampu menyampaikan semua pesan secara jelas, efisien, dan efektif.

Tanggung jawab pemimpin sebagai supertrainer adalah mempersiapkan tema pelatihan yang tepat sasaran dan sesuai kebutuhan trainee. Sebaiknya, pemimpin bersama para trainee menentukan pokok-pokok pikiran yang akan menjadi materi pelatihan.

Pemimpin juga memiliki tanggung jawab untuk mengarahkan trainee ke dalam proses belajar yang berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas karakter, kemampuan personal, skill yang sesuai dengan tuntutan kerja, dan kesadaran untuk memiliki perusahaan.

Pemimpin sebagai supertrainer harus mampu mengamati dan mempelajari semua bakat dan potensi trainee. Selanjutnya, semua bakat dan potensi itu di motivasi untuk berprestasi di tingkatan yang lebih tinggi.

Pemimpin juga tidak boleh membiarkan orang-orang yang berkualitas tinggi diam dan tidak berkontribusi buat kemajuan organisasi.

Sebagai supertrainer pemimpin wajib mengeksplorasi semua bakat dan potensi trainee secara maksimal, agar para trainee yang juga merupakan para staf dapat berprestasi secara maksimal, serta dapat berperan aktif dalam menciptakan solusi-solusi hebat buat kesuksesan organisasi.

PEMIMPIN DAN MOTIVASI

Seorang pemimpin harus cerdas mencapai kesepakatan dengan pemimpin-pemimpin lain buat kebaikan orang banyak.

Seorang pemimpin harus pintar berbicara untuk membangun komunikasi yang hebat dengan banyak orang.

Seorang pemimpin harus memperlihatkan contoh kepemimpinan yang efektif melalui kemampuan berkomunikasi yang konsisten dalam komitmen yang dipercaya oleh banyak orang.

Pemimpin yang baik akan selalu menjadikan semua pihak sebagai sahabat sejati untuk kemajuan orang banyak.

Pemimpin yang baik selalu sadar diri bahwa ia merupakan alat untuk menciptakan keadilan, kesejahteraan, dan perdamaian buat kehidupan banyak orang.

Pemimpin yang baik selalu bekerja cerdas untuk mencapai kesepakatan buat menciptakan kemakmuran dan perdamaian buat banyak orang.

Pemimpin yang baik selalu siap menjadikan dirinya sebagai alat untuk membantu kehidupan orang lain secara jujur dan adil.

Pemimpin yang baik tidak akan memanfaatkan sebagian besar waktu-waktunya untuk memperkaya diri sendiri, tapi dia akan menggunakan semua waktunya untuk meningkatkan kesejahteraan hidup orang banyak.

Pemimpin yang baik selalu fokus untuk membangun kepercayaan diri dari orang banyak melalui komunikasi yang membangkitkan harapan dan gairah hidup.

Pemimpin yang baik selalu akan menjelaskan semua rencananya dalam bahasa sehari-hari yang mudah dipahami oleh siapa pun.

Pemimpin yang baik tidak akan merahasiakan apa pun dari orang-orang yang membantunya sejak awal.

Pemimpin yang baik selalu mengajak semua orang untuk berlari ke arah visi yang sama.

Pemimpin yang baik selalu membuat ucapannya menjadi realitas yang membahagiakan semua orang.

Pemimpin yang baik selalu memberikan contoh yang nyata dalam membangun karakter positif dari orang banyak.

KEPRIBADIAN YANG MISKIN INTEGRITAS PASTI TAK MAMPU MEMATUHI ETIKA

“Kekayaan Sejati Seseorang Akan Terlihat Dari Kekayaan Integritas Dirinya Buat Kehidupan Banyak Orang.” – Djajendra

Sehebat apapun  Profesionalisme dan kecerdasan seseorang,  bila integritas dirinya miskin maka dia akan menjadi pribadi yang paling tidak jujur, dan paling sering berbohong kepada kehidupan. Dan, Anda tidak mungkin dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang suka berbohong.

Kecerdasan, profesionalisme, kekuatan, kekuasaan, dan senyum baik dari orang yang miskin integritas diri, pastinya tidak akan berguna buat kehidupan orang lain. Artinya, integritas diri buat melayani kehidupan lain dengan benar adalah kunci sukses keberhasilan sebuah jabatan. Ingat, jabatan yang bersih dan berguna itu tidak akan pernah masuk ke dalam jebakan kekuasaan dan hawa nafsu.

Sebenarnya sangat sederhanan untuk memiliki integritas diri yang kaya dan berempati, yaitu dengan cara mulai berlatih dengan jujur untuk memiliki kekuatan sifat jujur. Nantinya, melalui kekuatan sifat jujur, Anda akan menjadi pribadi merdeka yang hidup dalam integritas diri yang hebat.

Orang-orang yang miskin integritas selalu mencari seribu satu cara untuk mengakali orang lain, dan bertindak tidak jujur buat keuntungan pribadi. Apalagi bila orang tersebut memiliki jabatan, kekuasaan, dan kesempatan, maka dia akan menjadi pribadi serakah yang tidak pernah kenyang.

Kemiskinan integritas adalah hal yang paling berbahaya dalam kehidupan. Semakin banyak orang-orang yang miskin integritas, maka semakin serakah dan tamak orang-orang tersebut. Setiap kesempatan dan setiap kebutuhan pasti akan dikonversi dalam bentuk materi untuk menjadi keuntungan pribadi.

PERILAKU MENULAR

“Saat Semua Orang Dilingkungan Anda Adalah Orang-Orang Dengan Aura Baik, Dengan Tutur Kata Yang Sopan Dan Santun, Dalam Ruang Lingkup Sikap Baik, Maka Pikiran Dan Emosi Anda Akan Selalu Berada Dalam Kondisi Damai, Nyaman, Bahagia, Dan Senang.” – Djajendra

Apakah lingkungan kantor dan lingkungan sosial Anda? Siapakah kolega Anda?  Siapakah Atasan Anda?

Sebaiknya, Anda pahami semua pertanyaan di atas untuk kemudian membentuk sikap positif atas semua realitas yang ada.

Hal terpenting yang perlu Anda ingat adalah jangan mau tenggelam dalam lautan pikiran dan emosi negatif orang lain. Kendalikan diri Anda dengan segala kekuatan dan kemauan untuk meraih nilai-nilai kehidupan positif yang membahagiakan hati Anda.

Sifat dan sikap itu bisa menular layaknya seperti virus, Anda wajib membangun daya tahan mental yang kuat, agar virus-virus negatif tidak membuat kualitas dari sifat dan sikap baik Anda menurun.

Pikiran bawah sadar dan pikiran sadar memiliki kemampuan telepathy untuk terhubung dengan pikiran-pikiran lain dalam sebuah suasana emosi yang sama.

Nah, inilah bahayanya bila pikiran bawah sadar dan pikiran sadar dari orang-orang disekitar Anda mengeluarkan energi negatif. Sebab, energi negatif itu akan terhubung kedalam diri Anda, yang pada akhirnya menghasilkan badmood untuk Anda.

Pengaruh lingkungan sangat besar dalam membawa diri Anda menuju kepada puncak sukses yang Anda impikan. Artinya, Anda harus bersyukur bila lingkungan Anda terdiri dari orang-orang berpikiran positif yang sangat optimistis dengan masa depan dan hari ini.

Jika dilingkungan Anda terdiri dari orang-orang yang suka berjuang dengan cara saling memotivasi untuk meraih sukses, maka semua sifat dan sikap baik itu akan menular ke dalam diri Anda, dan menjadikan Anda sebagai pribadi yang kuat untuk meraih sukses.

Saat semua orang dilingkungan Anda adalah orang-orang baik dengan tutur kata yang sopan dan santun dalam ruang lingkup sikap baik, maka pikiran dan emosi Anda akan selalu berada dalam kondisi damai, nyaman, bahagia, dan senang.

MENJUAL DENGAN PROSES YANG BENAR

”Penjual Yang Profesional Tidak Akan Pernah Mau Memperdayakan Atau Merugikan Pembeli.” – Djajendra

Tugas terpenting dari seorang penjual adalah melakukan penjualan yang melampaui target-target yang diberikan perusahaan kepada dirinya.

Selain membutuhkan kesadaran diri sendiri untuk menjadi penjual yang kreatif dan dinamis, penjual juga wajib mempelajari keterampilan cara menjual yang profesional. Seorang penjual yang profesional tidak akan pernah mau memperdayakan atau merugikan pembeli. Dia akan selalu mempersiapkan dirinya untuk memberikan kualitas produk dan kualitas layanan terbaik buat pembeli.

Adalah sah-sah saja seorang penjual bersikap agresif untuk menjual produk dan jasanya, tapi sikap agresif itu harus diikuti dengan mind set menjual yang terfokus untuk memberikan yang terbaik dari yang baik buat pembeli.

Penjual harus menjadi pribadi yang membantu pelanggan untuk membuat pilihan terbaik, serta memecahkan semua kebutuhan pelanggan dengan jujur dan bijaksana.  Penjual tidak hanya melakukan penjualan sebatas layanan, tapi juga harus menjadi sahabat pelanggan, untuk memenuhi kebutuhan dan harapan pelanggan terhadap produk dan jasa yang dijual.

”Untuk menjadi penjual yang profesional, Anda harus memahami tentang semua kebiasaan dan perilaku pelanggan Anda,” tulis Frank McNair dalam bukunya berjudul How You Make Sale.

Selanjutnya, Frank McNair juga menulis bahwa penjual harus memiliki pengetahuan untuk memecahkan masalah pelanggan dengan cara memberikan produk, layanan, solusi, dan program yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan. Jadi, Jangan pernah membuat pelanggan Anda menderita oleh cara penjualan Anda yang tanpa solusi buat kenyamanan pelanggan.

Penjual dengan sikap baik plus solusi yang hebat akan menjadi pribadi yang dicintai oleh pelanggan. Sebab, pelanggan selalu membutuhkan layanan dari penjual-penjual yang profesional, baik hati, jujur, dan yang bertanggung jawab.

Sangatlah penting buat si penjual untuk selalu meningkatkan kualitas dirinya, khususnya kualitas dari karakter diri yang mampu mewujudkan semua kebutuhan pelanggan dengan penuh peduli, perhatian, dan tanggung jawab.

”Penjual harus menyadari pentingnya proses penjualan. Proses penjualan yang baik akan menunjukkan tanggung jawab penjual untuk membantu memecahkan masalah pelanggan. Ingat, penjualan adalah berdisiplin dalam proses langkah demi langkah. Jika penjual mempelajari setiap langkah-langkah dari proses penjualan dengan cerdas, penjual akan membuat dirinya menjadi seorang profesional yang mampu melakukan penjualan besar.” Tulis Frank McNair dalam buku How You Make The Sale, What Every New Salesperson Needs To Know

Berikut 7 proses penjualan yang ditulis Frank McNair dalam buku How You Make The Sale:
1. Research prior to the Sale

Lakukan riset sebelum penjualan. Bagaimana produk Anda dibandingkan dengan produk dari pesaing? Bagaimana pelanggan menggunakan produk Anda? Apa masalah terpenting yang tidak terpecahkan dari produk Anda?

2. Meet and Greet

Bertemu dan menyapa. Langkah ini dalam proses penjualan adalah ketika Anda menemui pelanggan. Ini adalah tahap proses penjualan dan jalan untuk terjadinya pembelian. Pada tahap ini, Anda harus mengetahui atau memastikan apa langkah pelanggan ketika Anda bertemu untuk dapat bertindak sesuai yang mereka butuhkan.

3. Discovery

Pada proses penjualan yang ketiga ini, Anda harus menemukan apa yang pelanggan perlukan atau masalah apa yang pelanggan miliki terhadap pelayanan dan produk Anda, sehingga Anda dapat mulai menemukan solusi yang tepat sasaran buat pelanggan Anda.

4. Features and Benefits

Sebagai penjual Anda selalu ingin berbicara tentang kehebatan dari produk Anda kepada pelanggan, sementara pelanggan hanya membeli manfaat. Jadi Anda harus tahu apa manfaat yang berkaitan dengan features produk, program atau layanan yang Anda tawarkan kepada pelanggan.

5. Making the Case/Presenting the Solution

Bagaimana cara Anda menyampaikan presentasi solusi terhadap masalah-masalah yang pelanggan hadapi? Bagaimana cara Anda menggunakan kata-kata positif untuk mengatasi keberatan pelanggan terhadap solusi Anda?

6. The Objective is Objections: Dealing with Resistance

Penolakan pelanggan dapat terjadi pada setiap tahap dari proses penjualan. Walaupun mungkin Anda telah menyelesaikan penyebab penolakan tersebut. Anda harus selalu menyiapkan informasi yang lebih untuk meyakinkan pelanggan. Sebab, pelanggan selalu merasa menjadi objek dan tidak yakin masalah mereka telah diselesaikan sepenuhnya.

7. Closing: It’s Okay to Ask For the Order

Jika Anda bekerja setia dengan setiap proses penjualan, Anda tidak akan sulit untuk menutup penjualan-penjualan besar kepada pelanggan Anda. Pelanggan Anda sudah siap untuk membeli, dan berkata terima kasih kepada Anda.

Di Zaman Krisis Anda Butuh Pelanggan yang Loyal

“Berkeluh-Kesah Di Zaman Krisis Tidaklah Bijak, Mencari Solusi Cerdas Di Zaman Krisis Adalah Bijak. Anda Butuh Langkah-Langkah Bijak Untuk Membuat Pelanggan Anda Loyal, Agar Bisnis Anda Survive Di Zaman Krisis.”-Djajendra

Hari ini di banyak negara-negara ekonomi kuat sedang terjadi resesi ekonomi. Hal ini mungkin akan berdampak buruk pada bisnis Anda, tetapi jika Anda mampu membuat para pelanggan Anda tetap datang untuk membeli pada Anda, maka Anda akan tetap survive di zaman krisis ini.

Saat Anda membangun bisnis, Anda harus mengembangkan sistem untuk membangun loyalitas pelanggan di setiap kondisi dan situasi, Anda harus menciptakan kebijakan yang membuat pelanggan tetap kembali walau zaman sedang guncang, Anda harus membangun strategi bisnis untuk meningkatkan loyalitas pelanggan Anda di sepanjang zaman, dan Anda harus membangun sikap baik untuk memotivasi pelanggan agar tetap setia membeli dari Anda.

Situasi ekonomi global dan lokal boleh saja sedang memasuki gerbang resesi, tapi bukan berarti Anda harus diam dan pasrah. Anda harus bangkit dan menata kelangsungan kesuksesan bisnis Anda melalui kekuatan loyalitas pelanggan Anda.

Bila semua pelanggan dengan setia berbisnis dengan Anda, maka bisnis Anda tidak akan menghadapi kondisi keuangan yang sulit, tidak akan menghadapi persaingan tidak sehat, tidak akan menghadapi buruknya kinerja, dan tidak akan menghadapi keraguan untuk meraih keuntungan yang lebih besar. Sebab, pelanggan setia Anda akan memberikan kontribusi keuangan yang sangat besar buat kesuksesan bisnis Anda yang berkelanjutan.

Saya percaya bahwa tidak semua perusahaan memiliki basis pelanggan setia, tapi saya juga percaya bahwa semua perusahaan pasti ingin memiliki basis pelanggan setia yang kuat dan solid, dalam upaya menghadapi situasi dan kondisi ekonomi seperti apa pun.

Basis pelanggan setia akan membangun fondasi perusahaan yang kuat dengan tingkat keuntungan yang lebih besar, dan mampu bertahan selama masa sulit seperti apa pun. Loyalitas pelanggan adalah puncak keunggulan kompetitif.

Perusahaan yang mempromosikan dan menikmati loyalitas pelanggan pasti lebih stabil daripada perusahaan yang selamanya mencari pelanggan baru dalam berbagai segmen pasar yang tidak jelas. Oleh karena itu, strategi perusahaan untuk membangun basis pelanggan setia, adalah kunci untuk terus berhubungan dengan pelanggan lama sambil mengajak pelanggan baru bergabung ke dalam pelayanan sempurna Anda.

Perusahaan wajib membangun fondasi pelayanan berkualitas prima di internal perusahaan, agar para pelanggan menjadi lebih loyal. Untuk itu, miliki fondasi pelayanan yang membuat para pelanggan memiliki rasa puas atas layanan Anda, miliki fondasi pelayanan yang membuat para pelanggan mendapatkan semua kebutuhan dan keinginan mereka secara sempurna, dan miliki fondasi pelayanan yang membuat para pelanggan mendapatkan loyalitas pelayanan dari Anda dalam respon pelayanan berkualitas tinggi.

« Older posts Newer posts »

© 2018 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑