PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Author: DJAJENDRA (page 299 of 304)

Ciri-Ciri Karyawan Yang Beretos Kerja Terbaik

”Jangan Meremehkan Anak Tangga Terbawah Dalam Pendakian Menuju Kesuksesan.” – Publilius Syrus

”Menyatu Adalah Awal; Tetap Bersama Adalah Kemajuan; Bekerja Bersama Adalah Kesuksesan.” – Henry Ford

Bila semua karyawan di perusahaan mampu bekerja dengan etos kerja terbaik, maka budaya perusahaan akan bertransformasi menjadi budaya high trust.  Budaya high trust akan menghasilkan kredibilitas yang menciptakan rasa percaya setiap stakeholder kepada reputasi perusahaan. Untuk itu, perusahaan harus memiliki tindakan nyata untuk menanam etos kerja yang berkualitas dalam perilaku organisasi. Penanaman ini harus dimulai dari mind set karyawan dan pimpinan perusahaan.

Pada umumnya karyawan – karyawan yang beretos kerja terbaik itu akan berperilaku atau pun berciri-ciri seperti berikut:

1. Mereka akan bekerja untuk membangun reputasi dan kredibilitas dirinya, agar dirinya dihargai perusahaan. Mereka sadar bahwa prestasi dan karir kerja mereka hanya akan berjalan baik, bila mereka mampu berdedikasi total kepada pekerjaan mereka.

2. Mereka sangat loyal kepada pimpinan dan perusahaan. Mereka juga tidak pernah hitung-hitungan jam kerja. Apa pun kejadiannya, mereka akan mengutamakan tanggung jawab pada pekerjaan.

3. Mereka bergabung ke perusahaan dengan membawa misi dan visi pribadi mereka. Yang pasti, mereka akan menggunakan perusahaan sebagai kendaraan untuk memperbaiki kualitas hidup mereka, baik itu dari sisi finansial, maupun dari sisi status sosial mereka.

4. Mereka selalu fokus dan memiliki Komitmen tinggi untuk menjalankan semua rencana kerja perusahaan secara total dan berkualitas. Mereka akan mendedikasikan dirinya untuk bekerja keras mengejar target-target yang diberikan perusahaan.

5. Demi untuk keberhasilan perusahaan, mereka selalu bekerja dengan cara melakukan kolaborasi, koordinasi, komunikasi dengan atasan dan bawahan mereka.

6. Mereka adalah pribadi-pribadi yang kreatif dalam mencari solusi buat setiap masalah di pekerjaan mereka. Termasuk, mereka juga selalu berpikir dan bertindak secara strategis untuk kepentingan masa depan mereka dan perusahaan.

7. Mereka adalah pribadi-pribadi yang pintar membangun suasana kerja yang harmonis dan kompak di tempat kerja.

8. Mereka selalu belajar hal-hal baru untuk bisa menghasilkan kinerja melalui cara kerja yang unggul.

9. Mereka adalah pribadi-pribadi cerdas yang sangat mencair dan sangat mudah menyatu dalam struktur organisasi.

10. Mereka sangat memahami nilai-nilai dan semangat SOP perusahaan, dan mampu bekerja secara fleksible untuk memuaskan perusahaan dan pelanggan.

11. Mereka adalah pribadi-pribadi yang sangat mencair dalam pergaulan mereka di kantor, sehingga sangat pintar meningkatkan pengaruh mereka ke dalam organisasi

12. Mereka adalah pribadi-pribadi yang melaksanakan pekerjaan dengan berpedomankan etika bisnis yang berintegritas.

13. Mereka selalu terlebih dahulu mengumpulkan informasi sebelum mengambil sikap.

14. Mereka selalu bekerja dengan fakta dan jarang mau berasumsi.

15. Mereka selalu bekerja sesuai rencana dan tidak pernah menyerah untuk mencapai target sesuai rencana.

16. Mereka adalah pribadi-pribadi yang selalu bersikap murah hati dan sangat peduli untuk menolong rekan kerja yang lain

17. Mereka adalah pribadi-pribadi yang selalu bertindak tegas dengan memahami risiko.

18. Mereka adalah pribadi yang selalu berambisi untuk menciptakan kinerja terbaik buat perusahaan dan buat diri mereka sendiri.

Customer Service Adalah Kerja Tim, Bukan Kerja Individu

” Layanan Pelanggan Merupakan Permainan Tim Untuk Memenangkan Kompetisi Bisnis. Jadi, setiap orang diperusahaan wajib untuk Saling Menyatu Dalam Semangat Untuk Menarik Lebih Banyak Pelanggan.”-Djajendra

Membangun tim pelayanan yang tangguh berarti mendidik setiap orang dari unit kerja apa pun, untuk cerdas melayani bisnis dengan cara memberikan pelayanan pelanggan berkualitas. Artinya, layanan pelanggan harus mampu memberikan semua harapan dan kebutuhan pelanggan secara total dari semua kekuatan sumber daya perusahaan.

Layanan pelanggan adalah kerja tim dan kerja organisasi yang total dan utuh, bukan sebatas kerja individu atau kerja customer service. Oleh karena itu, tidaklah cukup sekedar mendidik dan melatih para front liner yang berhubungan langsung dengan pelanggan, tapi perusahaan juga harus mendidik setiap orang di perusahaan, apa pun jabatan dia, apa pun fungsi kerjanya, untuk menjadi pelayan pelanggan yang berkualitas.

Pelayanan berkualitas sangat tergantung dari komitmen back office untuk mendukung front office dalam memberikan pelayanan pelanggan berkualitas prima. Semakin cerdas perusahaan mengkombinasikan kekuatan back office dan front office untuk memberikan pelayanan pelanggan berkualitas, maka semakin sempurna fungsi dan peran customer service, teller, public relation, resepsionos, salesman, dan front liner lainnya dalam mencapai target pelayanan berkualitas. Sehingga perusahaan yang berorientasi kepada pelayanan pelanggan akan menjadi semakin mudah untuk mewujudkan misi dan target pelayanan.

Untuk dapat memenangkan hati pelanggan, perusahaan harus mengetahui semua sifat, perilaku, sikap, dan karakter dari pelanggan dengan lebih baik daripada para pesaing. Termasuk, perusahaan harus menyediakan setiap jenis informasi yang dibutuhkan pelanggan dengan cepat dan mudah. Perusahaan juga harus mendidik semua orang-orangnya untuk menjadi sahabat terbaik buat para pelanggan.

Layanan pelanggan yang berkualitas harus berkarakter untuk menyenangkan dan memberi kemudahan buat pelanggan, dengan pelayanan yang lebih cepat, lebih baik, lebih murah, daripada para pesaing.

Kekuatan kolaborasi, koordinasi, dan komunikasi di antara back office dengan front office, untuk memberikan pelayanan yang efisien dan efektif, adalah sangat penting buat kesuksesan perusahaan dalam mencapai target penjualan seperti yang diinginkan.

Penjualan yang hebat perlu memiliki komitmen dan dedikasi untuk memperlakukan pelanggan dengan baik, dalam sikap jujur front liner untuk memberikan informasi yang benar dan yang tidak membohongi pelanggan.

Setiap orang di perusahaan, apa pun jabatannya, apa pun fungsi kerjanya, apa pun perannya, ia perlu tahu apa-apa saja yang dibutuhkan oleh pelanggannya. Dan ketika pelanggan membutuhkannya, maka setiap orang harus tahu cara memberikan pelayanan berkualitas.

Pelanggan pasti tidak peduli apakah seseorang dari back office atau front liner, pelanggan hanya tahu pelayanan perusahaan itu satu, yaitu pelayanan berkualitas yang diberikan atas nama perusahaan. Jadi, setiap orang di kantor, atau juga di pabrik,  harus berjuang keras untuk menjaga kehormatan perusahaan.

Layanan pelanggan adalah sebuah tanggung jawab yang melebihi tugas dan tanggung jawab yang ada di jobdesk. Layanan pelanggan adalah seni yang harus dilatih secara tim dengan sikap baik individu yang unik, tapi menyenangkan pelanggan.

Good Values Good Moral Good Ethics

“ Saudara-Saudara Sekalian, Saya Sebagai Pimpinan Anda Tidak Begitu Mempersoalkan Masalah Kejeniusan Dan Kepintaran Anda. Buat Saya Hal Yang Paling Penting Adalah Etika, Moral, Dan Kepatuhan Anda Semua Kepada Nilai-Nilai Kerja Perusahaan. Sepintar Apa Pun Anda, Jika Anda Melanggar Etika, Moral, Dan Nilai-Nilai Kerja Perusahaan; Saya Pasti Akan Mengeluarkan Surat Peringatan, Dan Mungkin Juga Meminta Anda Untuk Segera Meninggalkan Perusahaan.” – Direktur Sdm Sebuah Perusahaan Swasta

Dengan memiliki nilai-nilai etos kerja terbaik,perusahaan akan mendapatkan peluang untuk menuju pada keberhasilan. Dengan memiliki panduan etika bisnis dan code of conduct terbaik, perusahaan akan memiliki integritas untuk memenangkan kompetisi secara total di semua aspek. Berbisnis itu tidak sekedar butuh kepintaran dan kejeniusan saja, tapi bisnis yang baik selalu lebih mementingkan etika terpuji.

Dalam sebuah acara pelatihan perusahaan. Saat salah satu direktur dari perusahaan peserta pelatihan itu memberikan kata sambutan. Si direktur berkata, “ saudara-saudara sekalian, saya sebagai pimpinan Anda tidak begitu mempersoalkan masalah kejeniusan dan kepintaran Anda. Buat saya hal yang paling penting adalah etika, moral, dan kepatuhan Anda semua kepada nilai-nilai kerja perusahaan. Sepintar apa pun Anda, jika Anda melanggar etika, moral, dan nilai-nilai kerja perusahaan; saya pasti akan mengeluarkan surat peringatan, dan mungkin juga meminta Anda untuk segera meninggalkan perusahaan.”

Kata-kata si direktur itu begitu lugas, tegas, dan jelas. Saya pikir pesan-pesan seperti itulah yang harus di sampaikan oleh para pimpinan perusahaan kepada para karyawannya. sebab, saya sangat yakin bahwa ketika etika, moral, dan nilai-nilai kerja perusahaan didukung dengan disiplin yang tinggi; energi positif akan mengisi batin terdalam para karyawan, untuk kemudian mendorong semangat juang para karyawan secara total buat keberhasilan perusahaan dengan cara-cara yang terhormat dan beretika.

Perusahaan yang baik pasti akan memiliki semangat yang luar biasa untuk menjalankan etika bisnis dengan nilai-nilai organisasi yang terpuji di semua aspek kerja perusahaan. Demikian juga dengan kepemimpinan yang terpuji di perusahaan, pasti akan membangun iklim dan suasana kerja perusahaan dengan berlandaskan etika bisnis dengan nilai-nilai profesionalisme terbaik.

Salah satu cara terbaik untuk menjadikan etika bisnis, code of conduct, core value perusahaan, dan moral terpuji sebagai bagian dari perilaku kerja sehari-hari, adalah melalui proses memodifikasi karakter para karyawan dan pimpinan perusahaan. Proses memodifikasi ini harusnya menjadi sebuah proses menginternalisasian nilai-nilai perusahaan ke dalam karakter pribadi dan karakter kerja karyawan. Sehingga perusahaan mampu menjalankan setiap nafas dari core value perusahaan dengan bijak dan profesional.

Nilai-nilai terpenting yang harus ada dalam core value perusahaan adalah nilai-nilai yang dapat membuat karyawan menjadi loyal untuk berdedikasi secara utuh dan total terhadap visi dan misi perusahaan. Intinya, diperlukan nilai-nilai integritas yang tinggi, nilai-nilai profesionalisme, nilai-nilai kecintaan dan kepedulian kepada perusahaan, nilai-nilai untuk menjaga kebersamaan dalam komunikasi positif yang efektif, dan nilai-nilai untuk melayani semua kepentingan customer, shareholder, dan stakeholder lainnya dengan sikap dan perilaku terpuji.

Jangan Ganggu Ketenangan Batin Dengan Persoalan Kecil

“Ketenangan Batin Akan Menjadi Milik Anda, Saat Anda Mampu Menjalani Kehidupan Dalam Perasaan Syukur Dan Terima Kasih.”-Djajendra

Menjadi pribadi yang kuat sehingga tidak ada persoalan yang bisa mengganggu ketenangan batin, adalah harapan dan keinginan dari semua orang. Persoalannya, harapan dan keinginan tersebut tidak mungkin bisa dimiliki tanpa sebuah usaha, upaya, perjuangan, kerja keras dan latihan. Untuk itu, jadilah pribadi yang membiasakan diri untuk hidup dalam keunggulan sikap baik, emosional baik, kesehatan yang berkualitas, kebahagiaan dalam perasaan syukur, dan kesejahteraan yang berkelimpahan.

Bagaimana cara memulainya? Mulailah dengan kebiasaan untuk menceritakan tentang hal-hal baik kepada setiap orang yang Anda temui dalam hidup Anda; hindari segala pikiran dan perasaan negatif yang mengecilkan arti kehidupan Anda; pastikan mind set Anda bisa terisi oleh nilai-nilai kehidupan dari persepsi positif Anda untuk membangun pertahanan mental Anda yang kuat dan solid.

Jangan ganggu ketenangan batin Anda dengan persoalan kecil. Artinya, Anda harus selalu hidup dalam integritas diri dengan kekuatan emosional yang terkendali, pikiran positif, intelektualitas yang terupdate terus, dan kepasrahan kepada takdir Tuhan.

Jangan lupa untuk selalu berpikir dan berprasangka baik terhadap siapa pun dan apa pun. Lebih baik Anda berpikir positif tentang orang-orang lain, sambil menjaga diri sendiri dari segala sabotase hal-hal negatif yang mungkin bisa muncul dari luar diri Anda.

Anda harus membuat semua orang disekitar Anda merasa damai dan nyaman. Sebab, rasa nyaman dan damai itu akan mengantar energi baik ke dalam batin Anda, sehingga batin Anda semakin damai, nyaman dan bahagia.

Lihatlah semua sisi kehidupan dari persepsi positif dan wujudkan pola hidup yang optimis; berpikirlah tentang hal-hal baik dan wujudkan pikiran jernih; bekerjalah hanya untuk hal-hal terbaik dan wujudkan karya-karya terbaik; berharaplah hanya pada hal-hal terbaik dan wujudkan suasana batin yang damai.

Jadilah pribadi yang selalu antusias membantu kesuksesan orang lain, seperti Anda membantu diri Anda sendiri untuk meraih sukses. Sebab, saat Anda mau membantu orang lain meraih sukses, maka energi positif akan menyiram batin dan pikiran Anda dengan kekuatan damai, nyaman dan bahagia.

Anda harus bersedia untuk melupakan kejadian masa lalu dan terus belajar memperbaiki kekurangan, untuk pencapaian ketenangan batin dan kebahagiaan diri yang lebih besar di masa depan. Hindari pola hidup yang mengkritik kehidupan orang lain, jalani pola hidup yang membantu orang lain dengan segala sikap baik.

Hidup ini sesungguhnya tidaklah sempurna. Oleh karena itu, Anda perlu berjuang dan bekerja keras untuk membangun keseimbangan hidup dalam diri Anda, agar ketenangan batin menjadi milik Anda.

Marketing dari Mulut ke Mulut

“ Gaya Marketing Dari Mulut Ke Mulut Yang Dilakukan Dengan Komunikasi Persuasif Akan Menjadi Magnet Besar Yang Menarik Customer Mencintai Produk Dan Jasa Anda.” – Djajendra

Salah satu strategi marketing yang paling ampuh untuk meyakinkan customer adalah gaya marketing dari mulut ke mulut, atau pun gaya marketing yang bergerilya dari satu orang ke orang yang lain, yang terus ditularkan kepada banyak orang lain tentang kehebatan dan keunggulan dari produk dan layanan yang Anda tawarkan tersebut.

Kekuatan gaya marketing dari mulut ke mulut ini terletak kepada cara persuasif yang Anda gunakan untuk meyakinkan customer. Ketika Anda mampu memberikan yang terbaik kepada satu customer, maka satu customer ini akan menjadi loyal dan menyebarkan berita bagus tentang produk dan jasa Anda kepada customer-customer lain disekitarnya.

Dalam realitas bisnis, ada begitu banyak pebisnis yang menggunakan gaya marketing lisan dari mulut ke mulut, disamping budget biaya marketingnya menjadi nol rupiah, juga gaya marketing ini akan menjadi sangat efektif untuk membangun basis customer setia. Karena sifatnya lisan, maka strategi marketing dari mulut ke mulut ini harus bisa mempengaruhi emosi dan pikiran customer. Selanjutnya, strategi marketing dari mulut ke mulut ini harus dibuat mengakar di level batin terdalam customer.

Pada umumnya, strategi marketing dari mulut ke mulut ini terjadi karena si pengusaha tidak memiliki budget atau modal untuk melakukan promosi dalam bentuk iklan di media masa. Dan, terpaksa dia hanya mampu melakukan pemasaran secara lisan sambil berharap banyak dari kebaikan orang-orang yang pernah berbisnis dengan dirinya, untuk mau secara sukarela mengabarkan berita bagus tentang bisnisnya kepada sahabat-sahabat mereka. Sebenarnya, strategi marketing lisan ini lebih mampu menyentuh hati customer dibandingkan strategi pemasaran dalam bentuk iklan dan promosi jenis lainnya. Walaupun luas pangsa pasarnya sangat terbatas, yaitu sebatas orang-orang yang mendengarkan tentang kehebatan produk dan pelayanan Anda.

Strategi marketing lisan dari mulut ke mulut ini membutuhkan fondasi yang kuat dalam bentuk kredibilitas dan kejujuran dari produk dan jasa yang ditawarkan. Strategi pemasaran lisan ini merupakan strategi pemasaran tertua yang paling ampuh untuk mempengaruhi dan membuat customer menjadi setia dengan produk dan jasa Anda. Dalam ilmu komunikasi marketing, pebisnis selalu disarankan untuk membayar sebuah media untuk mengirimkan pesan tentang kehebatan produk dan jasa, dalam bentuk iklan yang menarik kepada pelanggan. Sedangkan dalam marketing lisan, Anda harus bekerja keras membangun kredibilitas dan kejujuran yang tinggi untuk mempengaruhi customer Anda melalui cara-cara persuasif.

Strategi marketing lisan harus didukung dengan kualitas pelayanan yang hebat dalam bentuk kecepatan pelayanan dengan kualitas produk dan jasa yang unggul. Keputusan Anda untuk memberikan semua nilai-nilai terbaik dari setiap proses pemasaran akan menjadi senjata yang hebat untuk mempertahankan loyalitas pelanggan Anda kepada produk dan jasa Anda. Pastikan strategi pemasaran lisan yang Anda terapkan itu mampu membangun kesadaran dan antusias pelanggan Anda untuk merekomendasikan produk dan layanan Anda kepada orang-orang lain. Jagalah kesederhanaan, kemudahan, dan hal-hal yang menyenangkan dalam semua proses penjualan Anda. Gaya marketing lisan dari mulut ke mulut akan menjadi sangat efektif bila Anda lakoni dengan kekuatan empati, intuisi, dan sikap baik Anda.

Sukses Berinteraksi Melalui Kecerdasan Emosional

“Anda Tidak Hidup Sendirian Di Kehidupan Ini, Tapi Hidup Menyatu Bersama Berbagai Macam Karakter Dan Emosi Kehidupan Lainnya. Cerdaskan Emosi Anda Untuk Sukses Dalam Setiap Interaksi Anda Dengan Pihak Lain.” – Djajendra

Sebagian besar kehidupan kita berlangsung melalui interaksi dengan orang-orang lain atau kehidupan lain. Kita semua adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan alam semesta. Kita semua adalah emosi-emosi yang menciptakan perilaku kehidupan sehari-hari.

Pribadi-pribadi yang damai, bahagia, sehat, dan sejahtera adalah pribadi-pribadi yang mampu mengendalikan emosi dirinya di setiap interaksinya dengan kehidupan lain.

Saat seseorang memahami bahwa emosi yang cerdas adalah emosi yang penuh taktik dan strategi untuk meraih tujuan hidup terbaik, maka dia pun akan menjadi pribadi yang selalu melakukan interaksi dengan kekuatan kecerdasan emosional.

Hidup adalah sebuah pilihan, dan pilihan itu ada di tangan Anda. Hanya Anda seorang yang bisa menentukan arah emosi diri Anda. Hanya Anda seorang yang bisa membuat emosi diri Anda terkendali  dalam prinsip-prinsip hidup Anda yang luar biasa untuk meraih impian sukses Anda. Hanya Anda sendiri yang mampu membuat emosi diri Anda dicintai dan disukai oleh orang-orang lain.

Emosi yang cerdas selalu mampu memasuki pikiran dan perasaan orang lain. Emosi yang cerdas mampu mencitrakan dirinya dengan kekuatan-kekuatan unggul seperti yang diinginkan diri. Emosi yang cerdas mampu membuat setiap situasi dan kondisi menjadi lebih berenergi positif.

Banyak kisah sukses sesungguhnya diawali dengan kesediaan diri untuk berinteraksi dengan pihak lain melalui emosi yang cerdas, melalui pikiran positif yang penuh strategi dan taktik untuk  memenangkan kompetisi kehidupan.

Ketika Anda bersedia untuk melayani orang lain dengan kecerdasan emosional dan pikiran positif, maka Anda sesungguhnya telah memutuskan diri Anda untuk menjadi pribadi sukses. Oleh sebab itu, hanya perasaan sabar dan waktu yang akan menentukan saat yang tepat buat sukses Anda.

Kehidupan sehari-hari Anda dikelilingi oleh berbagai macam kekuatan emosi, dan agar Anda mampu mengendalikan semua kekuatan emosi dari luar diri Anda, Anda harus menjadi pribadi yang lebih  fokus dan lebih berkonsentrasi untuk membangun fondasi emosi diri yang tangguh dan kokoh yang tak tergoncangkan oleh badai emosi lainnya.

Anda dilahirkan untuk meraih apa pun yang Anda inginkan di kehidupan ini, tapi semua impian dan keinginan kehidupan Anda hanya dapat terwujud saat Anda bersedia memahami perilaku emosi orang-orang yang berpotensi mendukung sukses Anda. Anda tidak hidup sendirian dikehidupan ini, tapi hidup menyatu bersama berbagai macam karakter dan emosi kehidupan lainnya. Jadi, cerdaskan emosi Anda untuk sukses dalam setiap interaksi Anda dengan pihak lain.

Loyalitas Anda Pada Perusahaan Atau Manajer?

“Ingatlah Selalu Bahwa Tekad Kita Sendiri Untuk Meraih Sukses Adalah Jauh Lebih Penting Daripada Apapun Juga.” – Abraham Lincoln

Pekerjaan adalah sebuah tanggung jawab. Dan kalau Anda melalaikan tanggung jawab itu, Anda akan kehilangan komitmen untuk berdedikasi kepada pekerjaan Anda. Hasilnya, Anda sulit mendapatkan prestasi dan karir kerja yang terbaik.

Dalam beberapa kasus yang saya temui di tempat kerja, ada orang-orang yang sangat bergantung kepada figure manajer. Loyalitas orang-orang tersebut tidak pada perusahaan, tapi pada manajer. Bila manajer pindah kerja, mereka pun segerombolan pindah kerja mengikuti si manajer. Dan hal ini selalu menjadi pola dan cara mereka memperlihatkan loyalitas mereka kepada si manajer.

Suatu waktu ketika saya sedang berbincang-bincang dengan beberapa karyawan. Salah seorang dari mereka berkata, “Saya masih bekerja disini karena saya tidak bisa meninggalkan manajer saya, saya menemukan kembali gairah kerja karena motivasi dan kepercayaan yang diberikan manajer kepada saya. Untuk itu saya harus menunjukkan kesetiaan saya pada manajer.”

Saya pribadi sangat kagum kepada loyalitas si karyawan tersebut kepada manajernya, tapi saya ragu, apakah si manajer mampu mewujudkan semua impian dan harapan si karyawan tersebut. Sebab, si karyawan begitu menggantungkan dirinya kepada si manajer, sehingga dirinya kehilangan motivasi untuk menjadi pribadi mandiri yang bekerja secara profesional.

sering sekali seorang manajer yang hebat mampu menyelamatkan para karyawan yang hampir putus asa dengan pekerjaannya. Kondisi ini membangkitkan kembali rasa percaya diri si karyawan, dan pada akhirnya si karyawan mampu menemukan kembali gairah kerja bersama perusahaan.

Kemampuan manajer untuk menemukan kembali gairah kerja karyawan, merupakan hasil kerja manajer yang sangat mulia. Tetapi, manajer tidak boleh memanfaatkan kelemahan si karyawan tersebut sebagai keuntungan buat petualangannya dalam meraih karir kerja tertinggi.

Manajer yang baik pastinya menjadi pemimpin yang mulia, pemimpin yang memperlihatkan reputasi dan kredibilitas diri yang kuat, agar para karyawan yang kehilangan gairah kerja itu bisa bangkit kembali dengan sikap optimistis. Untuk kemudian menyiapkan diri sedemikian rupa, untuk menjadi pribadi yang lebih mandiri, dan lebih profesional dalam pendakian ke puncak karir.

Stakeholder Dalam Sebuah Bisnis

”Bisnis Itu Seperti Air Yang Selalu Mengalir Dengan Caranya Sendiri, Tanpa Perduli Pada Apapun, Dan Terus Mengalir Menerobos Setiap Hambatan Untuk Mencapai Hasrat Dan Kepentingan Dari Yang Lebih Kuat Dan Lebih Cerdik. ” – Djajendra

Dunia bisnis adalah dunia komitmen, di mana para stakeholder yang terkait dalam sebuah bisnis wajib untuk saling terikat secara moral dan etika, serta memelihara komitmen untuk tidak melalaikan dan merugikan stakeholder yang lain.

Setiap stakeholder wajib menjaga kehormatan melalui integritas demi kepentingan para stakeholder yang lain. Sebab, bisnis hidup dari hubungan saling percaya dan saling mendukung.

Hubungan bisnis yang tidak tidak beretika biasanya cendrung merugikan para stakeholder yang posisi tawarnya lemah di bisnis tersebut. Hal ini disebabkan, para profesional yang mengelola bisnis tersebut tidak memiliki integritas dan niat baik pada stakeholder secara keseluruhan.

Pada dasarnya setiap stakeholder memiliki kebutuhan yang berbedah, kecuali dalam hal pelayanan, di mana semua stakeholder memiliki kebutuhan yang sama, yaitu mengharapkan mereka dilayani secara jujur, terbuka, penuh tanggung jawab, wajar, berkualitas, dan adil.

Para pengelola bisnis seharusnya bersikap profesional untuk memberikan yang terbaik buat kepentingan para stakeholder.

Seorang  pendiri bisnis pasti bermaksud untuk mendapatkan keuntungan semaksimal mungkin buat dirinya. Keuntungan yang maksimal ini sangat tergantung dari loyalitas stakeholder kepada perusahaan. Khususnya, pelanggan, pemasok, dan karyawan.

Keberadaan stakeholder merupakan bagian dari mata rantai bisnis yang hadir dengan beragam misi, target, dan kepentingan. Dan untuk melayani semua kepentingan yang berbeda tersebut, para pengelola bisnis wajib menjalankan praktik bisnis berdasarkan etika bisnis yang berintegritas.

Dalam dunia bisnis hubungan antara para pengelola bisnis dengan pemegang saham adalah hubungan pegawai dan majikan, sedangkan hubungan antara pengelola bisnis dengan stakeholder adalah hubungan etika dan moral untuk tidak merugikan kepentingan masing-masing dalam bisnis.

Persoalan muncul pada saat pengelola bisnis memprioritaskan keinginan dan tujuan dari para pemegang saham mayoritas. Mengingat kekuatan pemegang saham mayoritas sangat kuat untuk memberi perintah pada manajemen secara langsung, sedangkan stakeholder di luar shareholder adalah kepentingan yang tidak dapat langsung memiliki pengaruh pada manajemen.

Hubungan harmonis antara stakeholder adalah sebuah obsesi yang wajib diwujudkan oleh para pengelola bisnis, dan harus menjadi komitmen untuk menjaga kepentingan dari para stakeholder dalam sebuah lingkaran bisnis yang harmonis dan seimbang.

Menjaga kepentingan stakeholder haruslah menjadi kunci kekuatan dalam sebuah hubungan bisnis yang berintegritas tinggi. Sikap independen dan profesional dari pengelola bisnis untuk bertindak jujur dan adil kepada stakeholder adalah sebuah tindakan yang akan membuat perusahaan mendapatkan reputasi dan kredibilitas yang tinggi.

Pengabdian para pengelola bisnis pada pemegang saham mayoritas adalah mutlak. Sebab, shareholder dengan kekuatan RUPS (rapat umum pemegang saham) secara absolut menentukan eksistensi dari para pengelola bisnis. Bila para pengelola bisnis tidak patuh pada pemegang saham, maka mereka berpotensi kehilangan jabatan dan fasilitas. Tetapi, hal ini bukanlah berarti para pengelola bisnis boleh melalaikan para stakeholder dan bertekuklutut pada setiap permintaan shareholder.

Para pengelola bisnis harus selalu ingat bahwa suksesnya bisnis sangat dipengaruhi oleh stakeholder, khususnya para konsumen dan penyuplai. Jadi, pengelola bisnis tidak boleh kehilangan akal sehatnya dalam menjaga semua kepentingan shareholder dan stakeholder secara utuh dalam sebuah integritas yang adil dan bermoral tinggi.

Shareholder dan stakeholder adalah dua kekuatan terpenting  dalam dunia bisnis, yang harus dipahami secara jujur dan adil oleh para pengelola bisnis, tanpa merugikan siapapun.

Stres Karyawan Menggerogoti Produktivitas Perusahaan

“Perjalanan Hidup Itu Ternyata Merupakan Pengalaman Yang Berat, Di Mana Pendampingan Dan Dukungan Sangat Diperlukan.” – Julie Cameron

Semakin tinggi stres yang dirasakan karyawan di tempat kerja, semakin hilang kualitas diri si karyawan untuk menghasilkan kinerja yang optimal. Dan hal ini akan menggerogoti produktivitas perusahaan sampai ke level yang merusak kekuatan fundamental perusahaan. Harga yang harus ditanggung perusahaan terhadap stres di tempat kerja adalah sangat besar dan menimbulkan ketidakefisienan terhadap rencana perusahaan. Di samping itu, stres juga akan menjadi sumber utama dari ketidakbahagian karyawan di tempat kerja. Saat karyawan merasa tidak bahagia bersama perusahaan, mereka tidak akan memiliki motivasi dan antusiasme yang besar untuk membantu menjalankan rencana-rencana perusahaan secara bijak dan profesional.

Akumulasi dari stres karyawan yang tidak diperhatikan oleh perusahaan akan menjadi benih risiko yang akan tumbuh menjadi bencana buat perusahaan. Oleh karena itu, secara periodik perusahaan harus melakukan penilaian terhadap daya tahan karyawan dalam menghadapi pekerjaan; melakukan monitoring terhadap semua disiplin dan attitude karyawan pada perusahaan dan pekerjaan; melakukan evaluasi secara total tentang motivasi, tekad, sikap, dan gairah kerja karyawan untuk berjuang demi perusahaan. Dari hasil evaluasi ini perusahaan harus melakukan pencerahan dan brainstorming agar mind set karyawan searah dengan tujuan dan rencana perusahaan. Perusahaan juga harus mengambil tindakan-tindakan profesional untuk memindahkan, menghindari, dan mengurangi semua efek negatif dari stres karyawan terhadap kinerja perusahaan. Perusahaan harus bersikap berani dan tegas untuk menampung sebagian atau semua konsekuensi dari ancaman stres karyawan tersebut. Lalu, berupaya melakukan pencerahan total terhadap mental karyawan, termasuk mencerdaskan emosi baik dan pikiran positif karyawan.

Pimpinan dan karyawan harus berada dalam satu visi yang jelas untuk membangun keseimbangan tubuh, jiwa, dan pikiran mereka dalam sebuah keharmonisan yang menciptakan kebahagian di tempat kerja, dan menyingkirkan semua benih stres dari lingkungan kerja.

Ketika tubuh, jiwa, dan pikiran tidak berada dalam keseimbangan yang baik, maka daya tahan tubuh akan melemah dan kesehatan diri menjadi terganggu. Jelas, hal ini akan menjadi persoalan yang merugikan kepentingan perusahaan, selain perusahaan akan kehilangan produktivitas oleh ketidakhadiran karyawan di kantor, perusahaan juga harus mengeluarkan biaya rumah sakit untuk mengobati karyawan yang sakit tersebut.

Stres yang berlarut-larut akan berubah menjadi depresi yang berpotensi membuat karyawan sering sakit-sakitan. Jika karyawan sudah sering sakit-sakitan, jangankan berharap prestasi dari dirinya, sekedar menuntaskan tugas dan tanggung jawab saja pasti dia tidak mampu.

Stres sangat berpotensi menyerang karyawan saat karyawan tidak mampu memenuhi target kerja; saat karyawan tidak mampu mengendalikan emosi dari tantangan dan tekanan kerja; saat karyawan belum mampu berpikir positif terhadap semua persoalan dengan tempat kerjanya; saat karyawan terlibat konflik dengan kolega, pimpinan, keluarga, atau dengan yang lainnya; serta saat perusahaan memberikan beban kerja yang terlalu besar kepada karyawan.

Stres akan merusak tubuh, emosi , dan mental sukses karyawan, yang mana semua ini secara otomatis akan menurunkan produktivitas dan keuntungan perusahaan. Saatnya pimpinan dan karyawan bersatupadu memfokuskan diri untuk mencapai kinerja optimal melalui tubuh, jiwa, pikiran yang sehat dan penuh semangat.

Kepemimpinan Adalah Masalah Waktu, Mengetahui Kapan Harus Bergerak Cepat, Dan Kapan Harus Bergerak Lambat

“Masa-Masa Sulit Haruslah Diakhiri Dengan Upaya Keras Untuk Mencari Peluang-Peluang Yang Hebat Melalui Kreativitas Yang Hebat.” – Djajendra

Pemimpin yang efektif pasti tahu kapan harus mempercepat aksi untuk mengerjakan rencana, dan kapan harus memperlambat aksi dalam pengerjaan rencana tersebut. Pemimpin yang efektif  berarti cerdas untuk memimpin diri sendiri dan mengatur ritme kehidupan sesuai rencana.

Dalam masa krisis, satu-satunya hal terpenting yang harus dilakukan pemimpin adalah melihat kedepan bersama visi masa depan yang cemerlang. Pemimpin tidak boleh jatuh dalam perangkap kepanikan, lalu menyuruh setiap orang untuk bereaksi secara cepat tanpa memahami ancaman yang ada, atau pemimpin tidak boleh menyuruh setiap orang untuk bereaksi secara hati-hati dan lambat tanpa melihat peluang-peluang besar yang mungkin muncul dari sebuah keadaan.

Pemimpin wajib tahu bahwa visi haruslah dilihat dalam satu persepsi yang sama dalam organisasi; visi yang dipahami setiap orang akan memancarkan energi sukses buat organisasi, dan organisasi akan menjadi cemerlang dan terang buat siapa pun untuk melihat masa depan yang jelas.

Visi adalah senjata paling sakti untuk membantu pemimpin bersama tim untuk berkonsentrasi dan fokus pada tujuan yang ingin diraih. Visi yang jelas dan yang dipahami semua orang akan menentukan seberapa cepat atau seberapa lambat organisasi boleh bergerak untuk menjawab tantangan yang ada.

Masa-masa sulit haruslah diakhiri dengan upaya keras untuk mencari peluang-peluang yang hebat melalui kreativitas yang hebat. Lalu, berikan rasa percaya diri yang seimbang kepada setiap orang, dan ajak semua orang untuk proaktif berjuang melewati waktu-waktu sulit dengan sikap sabar dalam perjuangan yang penuh tanggung jawab buat masa depan yang cemerlang.

Masa-masa sulit sesungguhnya adalah sebuah ujian untuk setiap orang terhadap integritas, komitmen, konsistensi, dan tanggung jawab kepada diri sendiri dan organisasi.

Ketika semua hal berjalan mulus dan gampang, adalah sangat mudah untuk menjadi hebat dan terbaik, termasuk sangat mudah untuk berucap dan berkata-kata tentang hal-hal yang hebat, tentang diri kita dan tentang kehebatan organisasi kita. Tetapi, hidup tidaklah selalu akan menghadirkan hal-hal hebat kepada kita, akan ada waktu-waktu sulit yang hadir untuk mengoreksi semua langkah-langkah masa lalu yang keliru.

Apa pun keadaan diri Anda dan organisasi Anda, janganlah merasa panik untuk mengkonsolidasi semua langkah-langkah buat masa depan yang lebih baik. Lakukan evaluasi kembali terhadap semua kondisi dari organisasi Anda, lalu fokuskan pada visi dengan integritas, temukan keputusan-keputusan yang bijaksana untuk menentukan kecepatan atau pun perlambatan aksi yang harus Anda lakukan. Pastikan semua itu dilakukan berdasarkan pengalaman dan komitmen dari setiap orang untuk mau berjuang meraih hasil terbaik.

Setiap pemimpin besar selalu mampu mengatasi masa-masa sulit dan bangkit dengan lebih hebat. Sebab, pemimpin besar akan selalu kembali kepada visi yang diperjuangkan untuk mencari tahu penyebab kegagalan yang terjadi pada dirinya, dan akhirnya ia akan menemukan jawaban-jawaban yang lebih berkualitas dari visi yang ia miliki.

Older posts Newer posts