MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Page 302 of 312

Jujurkah Stakeholders dalam Praktik Good Corporate Governance?

“Ketika Orang Bijaksana Meragukan Kejujuran Lingkungannya Untuk Menciptakan Kebaikan, Maka Keyakinan Dan Kepercayaan Diri Telah Tergoncangkan Oleh Badai Keraguan.” – Djajendra

Kejujuran adalah sifat dan perilaku yang sangat mulia. Ketika kejujuran menjadi kesepakatan dalam setiap hubungan dengan para stakeholders, maka semangat good corporate governance di perusahaan pasti dapat diwujudkan secara baik.

Persoalannya, sering sekali perusahaan sudah berjuang keras untuk menjalankan praktik-praktik bisnis yang sehat dan bersih, tapi kelakukan tidak sehat dan tidak bersih dari segelintir stakeholders membuat kerja keras perusahaan tersebut kandas dalam ketidakjujuran.

Di sela-sela makan siang pelatihan etika bisnis di Grand Jatra Hotel, Pekan Baru, Riau. Saya duduk satu meja dengan dirut dari perusahaan yang sedang saya training tersebut. Sambil mencicipi makan siang yang nikmat itu, si dirut curhat, si dirut merasa telah berjuang mati-matian untuk menjalankan etika bisnis dan prinsip-prinsip good corporate governance dengan sebersih-bersihnya, dan di internal perusahaan hal ini berhasil, tapi saat perusahaan berhubungan dengan para stakeholdersnya, perusahaan sangat sulit untuk mempertahankan nilai-nilai praktik bisnis yang bersih, jujur, dan penuh tanggung jawab.

Sebagai trainer dan motivator, saya harus membesarkan hati si dirut, saya harus memperbesar semangatnya agar beliau tidak menyerah diperjalanan suci untuk membangun korporasi yang sehat dan kuat. Beliau adalah seorang dirut yang luar biasa jujur dan bersih, beliau telah banyak memberikan contoh-contoh keteladanan yang baik di internal perusahaan, sehingga para karyawan tertular sikap jujur si dirut, dan pada umumnya standar kejujuran para karyawan di perusahaan ini sudah cukup tinggi. Artinya, integritas para karyawan sudah tidak perlu diragukan lagi, semuanya telah menjalankan tugas, tanggung jawab, fungsi, dan peran kerja mereka secara bijaksana. Semuanya telah menunjukkan kuantitas dan kualitas kerja yang luar biasa berbobot.

Setelah saya mendengar curhat si dirut, saya katakan bahwa tantangan akan selalu datang untuk menggoyang setiap niat baik dan kerja keras, tapi pemimpin yang unggul tidak akan pernah tergoncangkan oleh sikap dan perilaku tidak jujur dari pihak luar perusahaan.

Batas kekuasaan si dirut hanya sebatas perusahaan, begitu batasnya sudah di luar perusahaan, maka yang bertanggung jawab adalah seluruh masyarakat bersama-sama pemerintah. Jadi, kerja keras para pemimpin di internal perusahaan wajib didukung dengan kerja keras yang lebih jujur, lebih bersih, dan lebih penuh tanggung jawab dari setiap fungsi dan peran pemerintah dan masyarakat dalam menciptakan lingkungan bisnis yang bersih, jujur, terbuka, adil, dan penuh tanggung jawab.

Bila masyarakat dan pemerintah kompak untuk membersihkan dan membuat setiap fungsi pelayanan menjadi jujur, bersih, terbuka, dan penuh tanggung jawab, maka si dirut yang jujur ini pasti akan lebih bersemangat  dalam dedikasinya untuk membangun perekonomian bangsa yang kuat melalui bidang usahanya.

Apakah Anda Bisa Dipercaya?

“Hubungan Kepercayaan Yang Dibangun Atas Fondasi Integritas Untuk Saling Memberi Dan Saling Bertoleransi, Tetap Akan Abadi Dan Tidak Akan Pernah Rusak Oleh Kepentingan Pribadi.” – Djajendra

Ketika saya diminta oleh sebuah perusahaan untuk membangun mental karyawannya dalam rangka mempersiapkan organisasi yang saling mempercayai (trust),  mind set saya hanya berpikir kepada sebuah tema “Apakah Anda Bisa Dipercaya?”

Kepercayaan adalah landasan terpenting dalam bisnis,  dalam kehidupan pribadi, dan dalam berperusahaan. Tetapi, sering sekali kebanyakan orang menganggap remeh kepada aspek kepercayaan. Padahal hanya melalui lingkungan kerja yang saling mempercayai, perusahaan akan dapat meningkatkan pelaksanaan good corporate governance secara lebih baik.

Konsep Trust (saling percaya) seharusnya menjadi sebuah awal untuk memantapkan kekuatan sumber daya manusia, agar sdm perusahaan bisa menjadi kekuatan yang terpercaya dan yang dapat dipercaya.

Ketika setiap pimpinan dan karyawan sudah menjadi pribadi yang dapat dipercaya, maka perusahaan sesungguhnya telah menjadi perusahaan yang mampu menjalankan semua prinsip good corporate governance dengan luar biasa.

Integritas sdm kepada semua aspek kehidupan perusahaan secara total akan mengantar perusahaan kepada kekuatan untuk menjadi perusahaan yang terpercaya dan yang selalu dapat dipercaya oleh stakeholder.

Di setiap aspek dan fungsi perusahaan diperlukan peran kepercayaan. Peran kepercayaan dalam penjualan, peran kepercayaan dalam manajemen, peran kepercayaan  dalam operasional, peran kepercayaan dalam pengawasan, peran kepercayaan dalam branding dan pemasaran, peran kepercayaan dalam layanan pelanggan, peran kepercayaan  dalam administrasi perusahaan, peran kepercayaan dalam  kepemimpinan, dan peran kepercayaan dalam setiap aspek dan aktivitas perusahaan secara tidak terbatas.

Peran kepercayaan ini harus menjadi alat yang memperkuat setiap orang di perusahaan untuk saling merangkul, saling berkontribusi secara profesional, saling berkolaborasi secara baik,  saling mendapatkan kepercayaan, saling memetik hasil kinerja terbaik, dan  saling menghormati dan menghargai satu sama lain.

Kebenaran tentang Trust di Bisnis akan membantu sdm memperkuat semua hubungan positif dan memungkinkan mereka untuk membangun bisnis dan kehidupan pribadi yang kokoh berdasarkan visi, misi, dan nilai-nilai terbaik.

Kepercayaan yang mendalam di organisasi akan memperkuat core value perusahaan kepada penyatuan ke dalam batin para pegawai, dan semua ini pada akhirnya akan menciptakan cara kerja yang efektif dan yang berkinerja maksimal.

RAPAT

“Pengambilan Keputusan Yang Hebat Didasari Oleh Mempercayai Dan Mengikuti Intuisi Serta Insting Anda.” – Ruben Gonzalez

Tanpa sadar sering sekali para pimpinan masuk dalam perangkap rapat, di mana terus-menerus berdebat sambil mempertahankan ide. Biasanya akan berlangsung berlarut-larut tanpa ada yang dapat menghentikannya, serta sangat melelahkan dan membosankan semua pihak.

Sebuah perilaku rapat adalah gambaran utuh tentang organisasi, kepemimpinan, keterampilan manajemen, kompetensi, dan budaya kerja.

Saat para pimpinan sibuk berdebat tanpa solusi, maka organisasi tersebut menggambarkan cara kerja yang tidak efektif dan tidak efisien. Oleh karena itu, rapat atau pertemuan harus dikelola dengan komitmen yang jelas untuk menghasilkan solusi-solusi yang andal, tanpa memikirkan ego dan kepentingan pribadi.

Para eksekutif dan pimpinan wajib menjadikan  rapat sebagai ajang mencari solusi, sambil menyediakan pokok-pokok pikiran dan pokok-pokok masalah yang sesuai dengan tema pertemuan tersebut. Dan, setiap pihak wajib menjaga etika dan sopan santun untuk tidak mencederai semangat pertemuan.

Rapat harus mampu menghapus kekecewaan yang ada, harus mampu menciptakan kepuasan buat setiap pihak, harus mampu membangkitkan semangat, gairah, kreativitas, dan semua potensi unggul yang lain.

Para pimpinan wajib menghindari setiap potensi konflik dengan mengajak setiap pihak untuk berpikir positif, agar mampu meningkatkan kualitas meeting melalui partisipasi, interaksi, produktivitas dan output. Dengan hasil akhir merangkul semua kekuatan organisasi dan Mengarahkannya pada kinerja bisnis yang hebat.

Berikut tips untuk membuat pertemuan, meeting, atau rapat menjadi berkualitas tinggi:

1. Jangan pernah membahas tentang urusan pribadi di ruang pertemuan.

2. Hindari kata-kata negatif dalam percakapan yang dapat merusak moods orang lain.

3. Fokus dan perhatikan setiap orang dengan penuh perhatian dan kepedulian.

4. Jangan memulai rapat dalam bahasa yang bertele-tele. Gunakan kata-kata yang dramatis, pernyataan yang relevan dengan tema pertemuan, dan ajak setiap orang untuk proaktif berdiskusi secara cerdas dan profesional.

5. Tuntaskan semua materi rapat di ruang rapat, dan jangan biarkan perbedaan pendapat keluar dari ruang rapat.

6. Jangan ada yang secara sepihak mempengaruhi hasil rapat. Pastikan hasil rapat melalui diskusi dan brainstorming, yang  merangkul setiap ide secara efektif sebelum proses pengambilan keputusan dan resolusi.

7. Pastikan setiap pemimpin memiliki kearifan kolektif, untuk menggunakan forum rapat sebagai forum diskusi yang sehat, dalam upaya membangun kualitas unit kerja yang diwakili menjadi lebih unggul.

8. Pastikan semua pihak memiliki mental, sikap dan karakter  untuk mendukung keputusan akhir rapat dengan sepenuh hati.

Learning Centre

“Seumur Hidup Saya Tak Pernah Bekerja. Yang Saya Lakukan Hanyalah Bersenang-Senang.” – Thomas Edison

Perusahaan pembelajar. Di zaman pemberdayaan ini, hanya perusahaan-perusahaan pembelajarlah yang akan mampu melakukan transformasi semangat dan nilai-nilai organisasi ke dalam batin sumber daya manusia,  sehingga harapan perusahaan pada kualitas sumber daya manusia dapat dicapai dengan maksimal.

Sabtu, 8 Agustus 2009, ketika saya menjadi nara sumber di acara peluncuran kartu core value sebuah perusahaan finance, yang diadakan di Learning Centre perusahaan tersebut di Rancamaya – Bogor.

Saya melihat ada sebuah semangat yang luar biasa besar  dalam perusahaan tersebut, untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan yang dapat dipercaya.

Keseriusan perusahaan finance tersebut diwujudkan melalui sebuah Learning Centre yang dilengkapi dengan fasilitas kampus termodern plus fasilitas hotel berbintang. Lebih dari dua ratus kamar berkualitas tinggi disiapkan untuk menampung para karyawan, agar para karyawan tidak sekedar belajar tapi juga benar-benar berlibur untuk melakukan penyegaran diri.

Saya percaya bahwa setelah selesai proses pembelajaran di Learning Centre tersebut, para karyawan pasti mendapatkan pengetahuan dan pengalaman baru, untuk kemudian lebih memantapkan diri berjuang bersama visi perusahaan.

Kembali ke soal acara peluncuran kartu core value. Saya melihat ada semangat yang begitu besar, baik itu dari level top manajemen, maupun sampai ke level terbawah, untuk membangun komitmen yang tulus terhadap core value perusahaan.

Para peserta acara tersebut sangat paham betul bahwa core value akan menjadi efektif, bila butir-butir di dalam core value tersebut diterima secara tulus dan sukarela oleh setiap karyawan dan pimpinan. Mereka juga paham bahwa core value harus menjadi alat untuk membangun perilaku baru sesuai dengan visi dan misi perusahaan. Intinya, mereka semua kompak untuk bekerja berdasarkan core value yang mereka miliki.

Kembali ke soal Learning Centre.

Saya benar-benar kagum dengan konsep dan metode pembelajaran yang digunakan di Learning Centre tersebut. Upaya mensosialisasikan core value perusahaan kepada para karyawan dilakukan secara visual, konseptual, dan juga pencerahan. Di mana, ada proses untuk menggugah kesukarelaan para karyawan untuk mempersatukan barisan dan memperkuat komitmen kerja dengan core value.

Ada konsep untuk membuang mind set lama dan diganti ke mind set baru yang sesuai dengan core value perusahaan.

Learning centre merupakan kampusnya perusahaan, yang berfungsi sebagai tempat pembelajaran hal-hal yang baru yang strategis.

Learning Centre juga bisa berfungsi sebagai laboratorium perusahaan untuk melakukan berbagai penelitihan terhadap sistem manajemen, model kerja, model bisnis, etos kerja, budaya perusahaan, membangun visi pribadi, visi kepemimpinan di perusahaan, dan juga untuk membangun visi bersama.

Sudahkah perusahaan Anda membangun learning centre buat memberdayakan semua potensi sumber daya manusia perusahaan?

CASH FLOW

“Cash Flow Itu Sangat Penting, Karena Itu Sumber Dana Apa Pun Menjadi Sah-Sah Saja Untuk Dialirkan Ke Cash Flow.” – Djajendra

Cash flow selalu diasumsikan sebagai darah yang mengaliri tubuh perusahaan, dan dianggap paling penting dibandingkan keuntungan atau penjualan. Dan biasanya untuk cash flow dana boleh mengalir dari mana saja, asal perusahaan bisa bernafas menjalankan bisnisnya.

Persoalannya, jika cash flow terisi oleh sumber-sumber dana pinjaman yang mahal, maka pengusaha harus bekerja ekstra keras untuk menutup biaya operasional yang lebih tinggi dari seharusnya. Seharusnya, cash flow yang sehat itu di isi oleh keuntungan perusahaan, bukan dari pinjaman atau dana-dana lain yang tidak berasal dari operasional perusahaan.

Sering sekali sebagian besar pengusaha tidak mau mempedulikan asal-usul aliran cash flow, mereka cendrung asyik-asyik saja menjalani rutinitas perusahaan dengan menggunakan dana bank dan dana sejenis yang lain untuk membiayai operasional perusahaan, tetapi begitu ada krisis kecil mereka pasti berteriak-teriak kesakitan, panik, kehilangan akal sehat, dan kehilangan kekuatan untuk bergerak; begitu ada krisis besar mereka pasti langsung mati suri, sehingga bank yang membiayai mereka harus ikut menanggung beban dari ketidakpedulian pengusaha dalam meningkatkan penjualan dengan tingkat keuntungan yang baik.

Dalam keadaan terdesak sah-sah saja para pengusaha memanfaatkan dana dari manapun untuk mengisi cash flow, agar sejenak bisa bernafas lega untuk menghadapi persoalan-persoalan yang mendesak, tapi hal ini tidak boleh dibiarkan berlangsung terus-menerus.

Pengusaha yang baik pasti tidak akan berspekulasi untuk  mengisi  cash flow dengan dana-dana pinjaman, serta lupa diri bahwa keuntungan dan nilai tambah dari setiap operasional perusahaan seharusnya menjadi komponen terbesar di dalam cash flow.

Memang betul cash flow sebagai hal terpenting untuk menjalankan operasional perusahaan, tapi bila isi cash flow itu lebih besar dana pinjaman dibandingkan keuntungan perusahaan, maka cash flow itu akan memangsa semua modal yang ditanamkan  dalam perusahaan. Dan, begitu zaman krisis ekonomi global tiba seperti saat ini, maka setiap pengusaha yang selama ini menggunakan cash flow berisikan dana-dana pinjaman dan dana-dana sejenis yang lainnya pasti bingung dan kehilangan akal sehat untuk menjalankan perusahaan.

BOSAN DENGAN PEKERJAAN

“Kalau Anda Sering Bosan Pada Pekerjaan, Coba Pelajari Kembali Visi Dan Misi Hidup Anda.” – Djajendra

Perasaan jenuh dalam pekerjaan adalah hal yang wajar dan sangat manusiawi. Tetapi, kalau Anda merasa pekerjaan Anda membosankan, maka ini adalah tanda bahwa Anda harus mulai memikirkan untuk menukar pekerjaan Anda dengan jenis pekerjaan yang benar-benar Anda sukai.

Masalah bosan dengan pekerjaan adalah masalah kecerdasan emosional. Bila Anda cerdas memahami turun naiknya suasana hati Anda terhadap pekerjaan Anda, maka Anda akan selalu memiliki berbagai cara yang hebat untuk mengatasi rasa bosan pada pekerjaan. Tetapi, bila Anda belum mampu memiliki kualitas diri yang cerdas secara emosional, maka pilihan Anda adalah pindah kerja, dan cari pekerjaan baru yang membuat Anda tidak bosan.

Hal yang harus Anda pahami adalah jangan pernah bekerja dengan alasan terpaksa. Sebab, bila Anda merasa terpaksa dengan pekerjaan Anda sekarang, maka Anda akan menjadi pribadi yang tidak tulus dan tidak ikhlas terhadap pekerjaan Anda. Hasilnya, prestasi Anda tidak akan pernah naik, dan Anda juga akan sulit berkontribusi secara optimal buat perusahaan Anda. Artinya, Anda hanya akan menjadi beban buat perusahaan Anda.

Bila Anda sudah merasa sangat bosan dengan pekerjaan, sebaiknya ambil cuti dan pergi beristirahat di tempat yang paling Anda sukai, lalu merenunglah sejenak tentang pekerjaan dan kehidupan Anda. Jadilah pribadi yang paling jujur dalam perenungan ini, dan miliki sikap yang jelas untuk meraih sesuatu yang lebih besar.

Bila setelah masa istirahat Anda masih dalam sikap ragu-ragu, sikap tidak ikhlas, sikap tidak tulus, dan sikap tidak bersyukur terhadap keberadaan Anda bersama pekerjaan sekarang, maka Anda akan tetap berada dalam situasi seperti yang ada di hari ini. Yaitu bosan dan terus bosan.

Hidup ini harus dijalani dengan penuh perjuangan. Mungkin akan ada sejumlah rasa sakit dalam setiap proses perjuangan menuju puncak sukses, tapi bila Anda memiliki tekad dan rajin untuk menjalani setiap proses hidup  Anda dengan perasaan senang dan pikiran positif, Anda pasti akan mendapatkan hasil yang luar biasa buat karir dan kehidupan Anda.

Bila perasaan bosan Anda sudah sangat kronis, maka kembalilah pada visi dan misi hidup Anda. Buat visi dan misi hidup Anda menjadi terang dan jelas dalam karir dan kehidupan Anda sekarang. Lalu, teruslah berjuang! Tidak ada istilah berhenti di tengah jalan, tidak ada sifat takut dan malas, tidak ada alasan untuk hal apa pun. Teruslah berjuang hingga perasaan bosan Anda hilang untuk selama-lamanya.

Hanya Anda seorang dirilah yang memiliki solusi untuk persoalan hidup Anda. Bertanyalah pada suara hati Anda, apakah Anda harus tetap tinggal bersama perusahaan dengan kepastian penghasilan tiap bulan, atau Anda harus meninggalkan perusahaan dengan ketidakpastian hari esok? Semua keputusan akhir memang Anda yang harus memutuskan!

Kekurangan Pemimpin Wajib Ditutupi dengan Kelebihan Bawahan

“Anda Pasti Tidak Mampu Berprestasi Hebat Dengan Pemimpin Yang Kaku Dan Keras Kepala. Untuk Itu, Bantulah Kekurangan Pemimpin Anda Itu Dengan Cara Kerja Anda Yang Lebih Cerdas.” – Djajendra

Pemimpin adalah simbol dalam organisasi yang harus dijaga kehormatannya oleh semua staf pendukung. Oleh karena itu, dukunglah pemimpin Anda dengan semua keahlian dan keterampilan yang Anda miliki. Jangan biarkan pemimpin Anda bingung dengan keputusan-keputusan keliru dari informasi dan sumber yang keliru.

Kerja organisasi adalah kerja kolaborasi yang saling mendukung secara positif dan cerdas antara pemimpin dan bawahan. Apa pun alasanya, hubungan kerja yang saling membantu dan saling berempati adalah sebuah keharusan yang tidak dapat ditawar-tawar lagi. Hubungan kerja pimpinan dan bawahan dalam organisasi yang tidak didasari integritas untuk saling menjaga kehormatan, reputasi, kredibilitas, dan kinerja, adalah hubungan semu yang akan membahayakan eksistensi organisasi.

Berikut tips agar kekurangan pimpinan dapat ditutupi dengan kelebihan bawahan.

1. Pimpinan dan bawahan wajib membangun hubungan kerja yang didasari oleh kecerdasan emosional yang saling menguntungkan. Jadi, gunakan kecerdasan emosional untuk berpikir jernih, untuk mendapatkan hubungan komunikasi yang berkualitas tinggi dalam bingkai profesionalisme. Fokuskan semua hubungan baik tersebut ke dalam visi organisasi secara jujur dalam tanggung jawab total, miliki komitmen total untuk menjalankan semua tujuan, rencana, visi, nilai, misi dari organisasi yang sedang Anda perjuangkan bersama pimpinan dan kolega.

2. Bawahan wajib mengidentifikasi semua kekuatan diri dan menghormati semua keunggulan yang dimiliki atasan. Walaupun pimpinan tidak lebih pintar dari diri bawahan, tapi secara organisasi bawahan wajib menjaga kehormatan, reputasi, dan kredibilitas pimpinan. Ingat, pimpinan adalah simbol kekuatan organisasi. Sebagai bawahan Anda wajib menjaga dan merawat semua simbol-simbol organisasi dengan penuh hormat dalam integritas tinggi. Jangan pernah mempermalukan eksistensi organisasi dengan cara melecehkan kemampuan pemimpin.

3. Miliki niat baik untuk bekerja cerdas membantu kepemimpinan di organisasi. Kemudian, dukung pemimpin dengan nilai tambah yang memperkuat kemampuan pemimpin dalam memimpin organisasi. Sekali Anda mampu berniat baik untuk mendukung semua kekurangan kompetensi pemimpin, dan saat organisasi mendapatkan kekuatan positif dalam menjalankan semua visi dan misi. Berati, Anda telah mampu menunjukan kualitas diri yang hebat buat kesuksesan organisasi dan kepemimpinan.

4. Isilah semua kelemahan dan kekurangan pimpinan dengan kerja cerdas . Ingat, kecerdasan berorganisasi itu ada pada pribadi-pribadi yang mampu memahami semua fungsi dan aspek kerja organisasi sebagai proses menuju sukses tanpa merasa diri super pintar.

5. Dukunglah pemimpin dengan pengetahuan dan informasi yang benar. Dan, pastikan menjadi pribadi berharga mahal dengan pengetahuan dan informasi yang memberi kekuatan dan pencerahan buat organisasi.

6. Jangan pernah menggosipkan kekurangan pemimpin, tapi gosipkan saja kehebatan dan keunggulan pemimpin. Selanjutnya, bangunlah opini-opini positif yang memperkuat rasa percaya diri dan keyakinan sukses dari pemimpin.

presentation helper 3

RAWAT KARYAWAN ANDA

“Pemimpin Tidak Hanya Harus Cerdas Dalam Memimpin, Tapi Juga Harus Cerdas Mengikuti Aturan, Prosedur, Sistem, Kebijakan, Etika, Dan Moralitas Yang Ada Di Organisasi.” – Djajendra

Tugas terpenting dari seorang pimpinan perusahaan adalah menjaga etika, efektifitas, dan kekompakan karyawan dalam menyelesaikan setiap proses kerja. Bila pimpinan sukses mengendalikan dan mengarahkan karyawan untuk menghasilkan kinerja terbaik. Maka perusahaan akan menjadi semakin kuat dengan etos kerja yang luar biasa efektif.

Pimpinan harus memiliki kekuasaan dan kekuatan untuk mengendalikan, memotivasi, dan menanamkan rasa tanggung jawab karyawan kepada perusahaan. Di samping itu, pimpinan juga tidak boleh lari dari tanggung jawab untuk memberikan hal-hal terbaik buat karyawan.

Salah satu wujud tanggung jawab pimpinan adalah memberikan pelatihan, pengalaman, wawasan, dan pengetahuan kepada karyawan . Termasuk, mengembangkan semua potensi karyawan menjadi harta tak ternilai buat kesuksesan perusahaan.

Pimpinan juga harus bertanggung jawab terhadap kenyamanan dan kebahagiaan karyawan di tempat kerja, dan tidak boleh ada karyawan yang ditelantarkan tanpa perhatian. Sebab, nanti karyawan yang ditelantarkan tersebut akan merasa perlu mencari kerja di tempat lain.  Artinya, perusahaan akan kehilangan seorang karyawan terbaik, dan hal ini berarti perusahaan harus memulai lagi untuk merekrut karyawan baru, dan biasanya memerlukan biaya yang tidak sedikit, serta berpotensi mengganggu produktivitas kerja.

Pimpinan tidak boleh berspekulasi dalam hal menjaga dan merawat karyawan-karyawan terbaik, dan tidak boleh membiarkan yang terbaik kabur dari perusahaan. Karyawan terbaik merupakan tulang punggung dari kekuatan perusahaan dan bisnis.

Pimpinan perusahaan bertanggung jawab untuk meningkatkan keterampilan kepemimpinan dan manajemen di semua level organisasi, agar setiap pemimpin di setiap level mampu menjadi inspirator yang andal buat membangkitkan antusias dan semangat kerja dari setiap karyawan. Dan, mampu memberi perintah yang jelas agar para karyawan tahu apa yang diinginkan perusahaan, serta mampu menjawab semua tantangan dengan cara kerja yang terukur dan terprogram secara berkualitas.

Saat pemimpin mampu memberikan ketenangan dan kenyamanan pada karyawan, maka karyawan akan bekerja lebih sabar, lebih berenergi, lebih bersemangat, lebih antusias, dan lebih cerdas. Di mana, semua ini akan meningkatkan produktivitas kerja dan keuntungan yang lebih maksimal buat stakeholder.

Pemimpin wajib berpikir dan berprasangka positif terhadap setiap karyawan, dengan berasumsi bahwa setiap karyawan menginginkan untuk mengerjakan pekerjaan mereka dengan efektif dan berkualitas. Sikap positif pemimpin terhadap karyawan, adalah jembatan terkokoh untuk membangun keyakinan dan kepercayaan diri karyawan dalam upaya menghasilkan kualitas kerja terbaik. Berilah perintah dalam bahasa dan kata-kata yang mudah dimengerti oleh karyawan, jangan sekedar berteriak-teriak tanpa arah dan makna. Jadilah pemimpin sejati yang melayani setiap karyawan dengan kepercayaan dan kehormatan. Pemimpin harus menjadi pribadi yang paling bertanggungjawab untuk membangun lingkungan kerja dengan kekuatan etika dan integritas yang penuh tanggung jawab.

presentation helper 4

Memimpin Melalui Facebook

“Internet Adalah Senjata Kekuasaan Di Masa Depan. Siapa Saja Pemimpin Yang Mampu Memanfaatkan Internet Untuk Membangun Kekuatan Positif Dirinya, Maka Dia Akan Dengan Mudah Mendapatkan Kepercayaan Dari Orang Lain.”-Djajendra

Dunia hari ini adalah dunia yang dikendalikan melalui kekuatan internet. Anak-anak muda di hari ini lebih mengenal facebook dibandingkan nama sebuah majalah atau pun Koran.

Facebook hanyalah sebuah trend yang setiap waktu bisa digantikan oleh nama lain untuk sebuah trend kehidupan yang baru, tapi kekuatan internet sepertinya tidak bakal tergantikan di sepanjang abad ini.

Beberapa hari yang lalu, saat saya di kota Medan, saya bertemu dengan seseorang yang bercerita tentang dirinya yang mampu memimpin orang-orang lain untuk sebuah aktifitas melalui facebook. Menurut dia, bermodalkan facebook dan hp dia bisa chating kepada teman-teman sekelompoknya untuk membicarakan, memutuskan, dan menindaklanjutkan setiap rencana mereka. Artinya, fungsi-fungsi kepemimpinan seperti komunikasi, kolaborasi, koordinasi, dan yang lain sebagainya cukup mereka lakukan melalui fasilitas facebook. Luar biasa!

Salah satu cerita sukses kepemimpinan modern adalah kisah president Amerika Serikat, Mr. Barack Obama. Obama sangat cerdas memanfaatkan kekuatan internet dengan berbagai fasilitas yang ada untuk membuat dirinya sekuat hari ini. Dan, ada begitu banyak lagi kisah-kisah sukses pemimpin yang lahir dari kekuatan internet. Ada yang terekspos, ada juga yang tidak terekspos ke permukaan kehidupan sosial masyarakat. Yang perlu disadari oleh setiap orang adalah bahwa internet telah menjadi sebuah kekuatan komunikasi yang tidak boleh diabaikan oleh siapa pun. Internet adalah senjata kekuasaan di masa depan. Siapa saja pemimpin yang mampu memanfaatkan internet untuk membangun kekuatan positif dirinya, maka dia akan dengan mudah mendapatkan kepercayaan dari orang lain. Silakan mencoba, miliki integritas, dan yakinlah bahwa waktu akan menjadi saksi keberhasilan Anda.

Facebook sebagai salah satu kekuatan ‘social networks’ telah bekerja dengan luar biasa hebat. Apalagi saat sekarang, dukungan teknologi telepon seluler membuat facebook semakin menjadi alat yang menghubungkan orang-orang yang seminat.

Kekuatan internet dengan berbagai fasilitas pendukungnya secara perlahan-lahan, tapi pasti, sedang menggusur pola kepemimpinan dengan cara-cara lama yang penuh rahasia dan birokrasi rumit. Sekarang ini jamannya transparansi, sekarang ini jamannya bersikap jujur dan benar. Sebab, tidak ada lagi tempat buat para pemimpin untuk memimpin sambil menyimpan seribu rahasia  dalam kepura-puraan. Dunia telah berubah, dunia sekarang sangat berbeda dengan dunia sepuluh tahun yang lalu. Anak-anak muda sekarang lebih hebat dengan kekuatan informasi di tangan mereka. Anak-anak muda sekarang lebih cerdas dan lebih memahami banyak hal yang mungkin tidak diduga oleh para orang tua. Anak-anak muda di hari ini sudah begitu cerdas untuk memimpin melalui kekuatan facebook.

Saat Pemimpin Memotivasi Jiwa-Jiwa Lelah

“Saat Jiwa-Jiwa Bawahan Anda Lelah; Saat Jiwa-Jiwa Pengikut Anda Jenuh; Saat Semua Kehidupan Melihat Hari Esok Dengan Rasa Takut; Maka Saatnya Pemimpin Bangkit Untuk Memotivasi Semua Aspek Kehidupan Dengan Cinta Dan Kepedulian Yang Tulus.”-Djajendra

Saat bawahan dan pengikut terus-menerus didera rasa lelah dan rasa jenuh pada rutinitas yang ada, maka saatnya pemimpin bangkit untuk menjadi pribadi yang bijaksana. Pribadi bijaksana yang tidak dungu, tidak tuli, dan tidak buta terhadap semua kondisi yang dialami oleh para bawahan dan pengikut. Pemimpin haruslah pribadi yang penuh empati, untuk memulai memasuki jiwa-jiwa lelah para bawahan dan pengikut dengan inspirasi, motivasi, dan segala niat baik, agar para bawahan mampu mengatasi semua rasa lelah dan jenuh yang ada.

Di zaman krisis kehidupan seperti saat ini, pekerjaan terpenting pemimpin adalah membangun rasa percaya diri dari setiap bawahan dan pengikut.

Pemimpin harus sadar bahwa saat ini berbagai jenis krisis, mulai dari krisis ekonomi, krisis jati diri, krisis kehidupan, serta berbagai jenis krisis lainnya, telah membuat kehidupan menjadi sangat kompleks dan rumit. Oleh sebab itu, pemimpin harus mau menjadi motivator, inspirator, dan sahabat yang baik, buat membantu mengatasi semua rasa lelah dan rasa jenuh dari para bawahan dan pengikut.

Pemimpin yang cerdik pasti tahu cara-cara hebat untuk memotivasi jiwa-jiwa lelah dari para bawahan dan pengikutnya. Ia adalah seorang pemimpin yang bijak dan sekaligus seorang sahabat buat semua bawahan dan pengikut. Ia tidak akan pernah membiarkan jiwa-jiwa bawahan dan pengikutnya merana dan tidak bahagia. Ia tahu dan selalu mengajarkan kepada para bawahan dan pengikutnya untuk memahami bahwa kebahagiaan dan kedamaian adalah milik abadi mereka. Dan untuk itu, mereka harus rajin dan tekun memperjuangkan diri mereka secara terus-menerus tanpa henti, agar mampu menjadi pribadi-pribadi yang bahagia, dengan jiwa-jiwa yang penuh semangat dan optimis dalam melihat hari esok cerah.

Pemimpin yang bijak pasti mengarahkan semua pengikutnya untuk menjadi pribadi-pribadi yang membangun peradaban perdamaian dan peradaban kebahagiaan, agar semua jiwa-jiwa pengikutnya ada dalam rasa damai dan rasa bahagia yang abadi.

Pemimpin haruslah pribadi yang memiliki kekuatan spiritual untuk kebahagiaan dan kedamaian semua orang, agar ia bisa menjadi cahaya penerang buat jiwa-jiwa yang lelah.

Pemimpin yang bijak adalah pribadi pembangun kultur; pribadi pencipta keadilan; pribadi pemberi cinta dan kepedulian; pribadi yang menjadikan orang lain berharga; pribadi yang memiliki suara hati kebenaran; pribadi yang memiliki keberanian untuk berjuang membawa kemakmuran; pribadi yang cerdas membangun rasa percaya diri pengikutnya; pribadi yang memiliki kecerdasan spiritual tanpa batas untuk kebahagiaan dan kedamaian alam semesta.

Dalam hal memotivasi jiwa-jiwa lelah para bawahan dan pengikut, pemimpin tidak boleh merasa ragu, tapi harus yakin dan percaya diri, bahwa sesungguhnya kekuatan motivasi dan inspirasi mampu menaklukkan semua jiwa-jiwa lelah dan jiwa-jiwa lemah yang ada disekitar pemimpin.

Keteguhan hati dan pikiran pemimpin untuk menghadirkan sejuta kebaikan kepada bawahan dan pengikut, akan menjadi motivasi tersendiri buat jiwa-jiwa lelah, untuk bangkit dan menyegarkan diri dari rasa lelah dan jenuh.

Pemimpin bijak pasti menjadi motivator penuh empati, yang mampu menyegarkan dan mencerahkan jiwa-jiwa lelah. Ia seorang pemimpin dengan sikap hidup sederhana, yang penuh dengan semangat, gairah, cinta, kepedulian, dan perhatiaan.

Ia adalah sang pemimpin sejati, si guru kebenaran, yang mengajarkan kebahagian sejati buat setiap bawahan dan pengikutnya. Ia tidak pernah lelah untuk memotivasi jiwa-jiwa lelah dari pengikutnya.

Pemimpin Tidak Hanya Sekedar Mengelola Harta Berwujud dan Harta Tak Berwujud Perusahaan

“Yang Sepele Menghasilkan Kesempurnaan, Dan Kesempurnaan Bukan Hal Yang Sepele.” – Michelangelo

“Saya Harus Menciptakan Suatu Sistem, Atau Saya Akan Diperbudak Oleh Sistem Yang Diciptakan Orang Lain.”- William Blake

“Pemimpin Yang Terlahir Dari Jalan Proses Yang Panjang Akan Memiliki Kekuatan Dalam Bentuk Kedewasaan Pikiran Dan Perasaan Yang Hebat. Anda Hanya Perlu Menjadi Pribadi Pembelajar Yang Setia Dengan Pikiran, Perasaan, Dan Tindakan Positif.” – Djajendra

“Membuat Yang Sederhana Menjadi Rumit Adalah Hal Yang Lumrah; Membuat Yang Rumit Menjadi Sederhana; Sangat Sederhana, Itulah Kreativitas.” – Charles Mingus

EWSI 7Pemimpin hari ini harus bertindak cerdas dengan  cara mempersiapkan diri menjadi pribadi yang andal untuk memenangkan kompetisi di hari ini.

Pemimpin hari ini harus mampu mengelola harta berwujud dan tidak berwujud perusahaan menjadi kekuatan yang membuat perusahaan menjadi semakin unggul.

Pemimpin hari ini harus memiliki integritas dan kompetensi yang mampu untuk menerangi pikiran dan imajinasi kreatif diri sendiri.

Pemimpin hari ini harus memiliki kualitas yang hebat, karakter yang hebat, etos kerja yang hebat, mind set yang hebat, nilai- nilai kehidupan yang hebat, prinsip-prinsip cara kerja yang hebat, keberanian untuk bertindak yang hebat, dan kecerdikan diri yang hebat agar bisa menjadi pribadi terefektif dalam memenangkan kompetisi bisnis di hari ini dan di masa depan.

Pemimpin yang andal tidak akan tergoda kepada cara-cara instan untuk mendapatkan posisi atau jabatan. Dia akan berjuang keras mengikuti jalan proses menuju kepemimpinan sejati yang andal, sebab dia tahu bahwa pemimpin yang terlahir dari jalan proses yang panjang akan memiliki kekuatan dalam bentuk kedewasaan pikiran dan perasaan yang hebat. Dia selalu menjadi pribadi pembelajar yang setia dengan pikiran, perasaan, dan tindakan positif.

Pemimpin yang hebat tidak akan duduk tenang sambil memerintah melalui kekuatan hierarki jabatan, tapi dia memimpin dengan sikap yang tegas, lugas, dan jelas. Lalu, melalui kekuatan pikiran positif  menggerakkan kekuatan orang lain melalui sistem dan kultur yang memberi ruang kebebasan, untuk bertindak dalam batas – batas tanggung jawab yang telah disepakati bersama.

Pemimpin terbaik akan selalu berkonsentrasi untuk menyelaraskan antara visi dengan realitas, ia tidak akan membiarkan kekuatan sumber daya manusianya bekerja dalam kebingungan arah dan kultur. Ia adalah seorang pencerah yang mampu membangkitkan semangat dan motivasi dari semua orang -orangnya untuk berpikir dan berimajinasi searah visi perusahaan. Ia selalu menerangi pikiran dan imajinasi dari orang – orangnya untuk selalu fokus pada misi, strategi, dan memberi kesadaran akan arah perjuangan perusahaan secara jelas untuk mendapatkan hasil terbaik.

LARANGAN UNTUK SEORANG PEMIMPIN

“Temukan Harapan Dan Impian Bawahan Anda, Dan Bantulah Mereka Untuk Menemukan Potensi Sukses Mereka Bersama Perusahaan.” – Djajendra

“Setiap Sikap Baik, Setiap Ucapan Baik, Setiap Pikiran Baik, Setiap Senyum Tulus, Akan Mengantar Anda Untuk Menjadi Pribadi Yang Dihormati Dan Disenangi Oleh Orang Lain.”-Djajendra

Pemimpin adalah panutan yang harus memiliki keterampilan untuk merangkul setiap bawahan dengan sikap baik.

Pemimpin tidak sekedar menjadi seorang bos, tapi harus tahu tentang bagaimana cara terefektif untuk berhasil menjadi teman dan sahabat buat para bawahan. Untuk itu, seorang pemimpin wajib menjadi pendengar yang bijak dan penuh empati.

Berikut ini delapan hal yang harus dipahami seorang pemimpin:

1. Pemimpin tidak boleh mengganggu ide dan pemikiran bawahan, biarkan berkembang dan arahkan ke jalur yang benar.

2. Pemimpin tidak boleh mengabaikan antusias bawahan yang bermaksud menyampaikan pesan tertentu, biarkan bawahan menyampaikan pesan dan menyelesaikan semua kalimat secara utuh dan jelas.

3. Pemimpin tidak boleh memotong dan menghentikan pembicaraan bawahan dengan berkata ”Saya sudah tahu”, atau kalimat sejenis. Dengarkan saja dalam sikap sabar sampai bawahan selesai berbicara.

4. Pemimpin tidak boleh secara terang-terangan menyatakan tidak setuju dengan bawahan, tapi memberi pujian atas ide dan konsep bawahan, sambil berkata ”Terima kasih”.

5. Pemimpin sebaiknya jangan menggunakan kata-kata “Tidak”, “Tetapi”, dan “Namun”. Pastikan semua kata-kata bermakna tegas, lugas, jelas, dan tidak ragu.

6. Pemimpin tidak boleh bimbang saat mendengar penjelasan bawahan. Fokuskan diri untuk mendengarkan semua kalimat bawahan secara baik. Untuk itu, jangan biarkan mata dan perhatian berkeliaran di tempat lain saat bawahan sedang berbicara.

7. Pemimpin harus menyimak semua kata dan kalimat bawahan, kemudian pada akhir dialog menanyakan pertanyaan yang cerdas kepada bawahan, untuk menunjukkan perhatian dan kepedulian yang besar pada ide bawahan tersebut.

8. Pemimpin harus memberi kesan positif dan dan profesional, saat mendengar semua kata dan kalimat dari bawahan.

« Older posts Newer posts »

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑