MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Page 302 of 318

Mencontoh Cara Presiden Merekrut Menteri

“Sikap Mental Anda Adalah Kunci Yang Paling Bisa Diandalkan Bagi Kepribadian Anda.” – Napoleon Hill

Presiden dan Wakil Presiden terpilih, Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono, mulai melakukan wawancara terhadap para calon menteri selama dua hari ini. Setelah diwawancara, sekitar 34 kandidat itu akan langsung menandatangani dua macam kontrak yaitu pakta integritas dan kontrak kinerja. – KOMPAS.com, 17 October 2009.

Kontrak integritas dan kontrak kinerja  adalah dua hal yang sangat penting dalam rekrutmen. Integritas adalah mutu, kualitas, kompetensi, kejujuran, kemampuan berdedikasi, loyalitas, dan kemampuan untuk bekerja dengan prinsip-prinsip good governance. Sedangkan kinerja adalah kemampuan untuk menjadi lebih produktif dan kecerdasan untuk menghasilkan nilai tambah kehidupan yang lebih besar.

Perusahaan-perusahaan mungkin perlu mencontoh cara presiden merekrut menteri. Cara presiden ini terlihat sangat efisien, efektif, dan langsung tepat sasaran. Tidak berbelit-belit, tapi langsung fokus kepada inti persoalan. Jelas sekali, inti persoalan kita di dalam pembangunan  adalah integritas dan kinerja.  Tanpa integritas dan kinerja tidak akan ada hasil yang maksimal. Hanya melalui kekuatan integritas seseorang bisa menghasilkan kinerja dan nilai tambah kehidupan yang maksimal.

Kita semua harus jujur bahwa ada dua hal yang selalu mengganggu dunia bisnis, yaitu integritas dari para stakeholder yang membuat kinerja bisnis menjadi tidak konsisten.  Integritas dari para stakeholder untuk bisa menjalankan prinsip-prinsip good corporate governance dengan baik. Sebab, prinsip-prinsip good corporate governance dapat menjadi langkah awal yang menentukan keberhasilan sebuah bisnis yang berkualitas tinggi. Dan bila sebuah bisnis mampu dioperasionalkan dengan kualitas tinggi, maka kinerja bisnis tersebut juga akan secara otomatis meningkat tajam.

Pandangan atau mind set dari setiap karyawan  di perusahaan harus diarahkan untuk membangun integritas dan kinerja yang maksimal. Bila integritas dan kinerja maksimal dapat diwujudkan secara baik, maka para karyawan secara otomatis akan menjadi pribadi-pribadi yang tangguh yang tak tergoncangkan oleh situasi dan kondisi apa pun.

Perusahaan yang baik pastinya didukung oleh para pimpinan dan para karyawan yang berintegritas tinggi, sehingga setiap kalimat  baik  yang diucapkan dari mulut mampu direalisasikan sesuai ucapan tersebut. Artinya, setiap rencana dapat dijalankan sesuai rencana dan dapat menghasilkan kinerja yang sesuai rencana.

Pantaskah Membanggakan Pengalaman Dan Pendidikan Masa Lalu Di Tempat Kerja?

”Prestasi Sekolah Yang Hebat Dan Prestasi Kerja Yang Hebat Di Masa Lalu, Bukanlah Sebuah Jaminan Untuk Pekerjaan Yang Hebat Di Masa Depan. Sebab, Masa Depan Penuh Dengan Hal-Hal Yang Tak Terduga.” – Djajendra

Pengalaman dan pendidikan di masa lalu Anda adalah sejarah. Sukses yang ingin Anda raih di hari ini dan di masa depan tergantung kepada kecerdasan Anda memahami perubahan. Sekarang ini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi terus berubah kearah yang lebih spektakuler. Dan, Anda butuh pengalaman-pengalaman baru dari perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut, untuk menjawab tantangan yang ada. Jadi, jangan pernah membanggakan kehebatan resume atau curiculum vite Anda untuk sukses di masa depan. Anda perlu bergerak dan belajar hal-hal baru, agar Anda bisa tetap eksis dan berkualitas tinggi dalam pekerjaan Anda.

Adalah sebuah kesalahan dalam rekrutmen pegawai, jika dalam rekrutmen itu tidak melihat motivasi dan gairah si calon pegawai terhadap tantangan dan hambatan masa depan. Rekrutmen yang hanya mengandalkan kepada kehebatan curriculum vite atau resume calon pegawai tidaklah akan mendatangkan manfaat besar buat perusahaan di masa depan. Masa depan membutuhkan orang-orang yang mau belajar dan mau berlatih untuk hal-hal baru secara kreatif dan strategis dari hari ke hari.

Bisnis di masa depan tidak akan peduli seberapa hebat pendidikan Anda; tidak akan peduli seberapa hebat pengalaman Anda; tidak akan peduli seberapa hebat tanggung jawab Anda di masa lalu. Bisnis di masa depan hanya akan peduli pada seberapa hebat dan seberapa bertanggungjawab Anda dalam menyikapi perubahan dan tantangan yang ada di hari ini. Oleh karena itu, mulai hari ini belajarlah hal-hal baru, untuk memperkuat sikap baik Anda dalam memahami perkembangan dunia kerja. Lalu, miliki antusias untuk melakukan perubahan-perubahan kepada diri sendiri, agar diri Anda mampu menghadapi realitas dengan sikap profesional untuk pekerjaan yang berkualitas tinggi.

Pemimpin Harus Berkomunikasi Tentang Masa Depan Perusahaan Kepada Karyawannya

“Pemimpin Yang Bila Sudah Buruk Mental Pasti Akan Mencari Seribu Satu Cara Untuk Mengatakan Semua Cara Menuju Kebaikan Sebagai Teori Yang Tak Dapat Dijalankan.” – Djajendra

Pemimpin yang baik akan tahu bahwa dirinya diangkat menjadi pemimpin untuk tujuan berkomunikasi dengan kreatif dan strategis kepada para karyawannya, agar dirinya mampu menjadi energi yang menggerakkan motivasi karyawan dalam membangun masa depan perusahaan dan stakeholder yang cemerlang.

Jika sasaran utama atau goal tertinggi perusahaan dapat dipahami dan dikerjakan oleh semua karyawan, termasuk para karyawan di level paling bawah, maka pemimpin akan dengan mudah memimpin untuk membawa para karyawan dan perusahaan menuju sukses tertinggi.

Pemimpin tidaklah boleh memisahkan dirinya dari para karyawan di semua level. Walaupun ada birokrasi dan prosedur kerja, pemimpin harus menjadi pemimpin sejati yang merangkul setiap kepentingan untuk dua tujuan utama. Tujuan pertama, membangun dan mengelola perusahaan untuk selalu berkinerja tinggi dan sehat dalam semua aspek bisnis dan organisasi. Tujuan kedua, menjadikan perusahaan sebagai sumber kebahagian dan kemakmuran para stakeholder. Nah! Jangan bilang dua tujuan ini sebagai teori, tapi dua tujuan inilah yang harus menjadi perhatian dan fokus pemimpin. Tetapi dari pengalaman saya para pemimpin yang tidak jujur, yang lebih mengutamakan untuk mencari keuntungan dan kepentingan pribadi pasti akan berkata bahwa dua tujuan diatas sebagai teori. Ini adalah masalah mental, moral, dan etika dari seorang pemimpin. Pemimpin yang bila sudah buruk mental pasti akan mencari seribu satu cara untuk mengatakan semua cara menuju kebaikan sebagai teori yang tak dapat dijalankan.

Pemimpin adalah kesadaran tertinggi organisasi untuk memahami fungsi dan perannya sebagai perekat dan pemersatu semua kekuatan yang ada dalam organisasi. Pemimpin juga harus menjadi motivator yang membangkitkan semua potensi hebat karyawan dan stakeholder lainnya untuk menciptakan nilai tambah ekonomi yang besar buat kekuatan fondasi perusahaan.

Pemimpin harus mampu menyingkirkan semua beban mental atau mental blocks karyawan, dan sekaligus membangun mental positif yang searah dengan semangat perjuangan perusahaan.

Pemimpin harus mengarahkan dan membantu semua karyawan untuk fokus kepada pekerjaan masing-masing. Pemimpin harus menjadi energi sukses untuk memotivasi karyawan, agar para karyawan mau menjadi diri sendiri yang kreatif dan strategis terhadap pekerjaannya.

Suatu hari, Presiden Kennedy sedang melakukan tour ke NASA, dalam tournya itu beliau bertemu dengan seorang cleaning service di NASA. “Apa pekerjaanmu disini?” Tanya Presiden Kennedy kepada cleaning service tersebut. Kemudian cleaning service itu menjawab, “ Saya sedang membantu NASA untuk mengirim orang ke bulan.” Percakapan antara Presiden Kennedy dengan seorang petugas cleaning service ini adalah sebuah pesan kepemimpinan yang sangat penting kepada para pemimpin dan para karyawan, yaitu walaupun si karyawan berada diposisi paling bawah, ia harus tahu visi dan misi perusahaannya, ia harus tahu apa yang sedang ia kerjakan. Jadi, pemimpin harus memiliki sikap yang terbuka untuk menjelaskan tentang visi dan misi perusahaannya secara rinci kepada setiap karyawan, apa pun levelnya.

“Saya Bisa Diubah Oleh Apa Yang Terjadi Pada Diri Saya. Tapi Saya Tidak Mau Dihancurkan Oleh Hal Itu.” – Maya Angelou.

Pemimpin Semakin Akan Diawasi Dan Dievaluasi

“Pemimpin Yang Baik Harus Memiliki Niat Dan Upaya Untuk Membuat Orang Lain Menjadi Lebih Bahagia, Lebih Sejahtera, Lebih Sehat, Dan Lebih Berguna. Artinya, Pemimpin Harus Bekerja Untuk Membuat Orang Lain Menjadi Lebih Hebat.” – Djajendra

Percaya atau tidak di masa depan para pemimpin akan semakin ketat diawasi dan dievaluasi oleh masyarakat yang merasa peduli pada kualitas dan kenyamanan hidup. Manusia sedang memasuki tahap kehidupan yang lebih tinggi dengan target terciptanya kemanusiaan yang lebih adil dan lebih beradab. Semua ini disebabkan oleh kuatnya arus informasi yang tercipta setiap detik untuk memberikan pengetahuan dan wawasan hidup kepada manusia di mana pun mereka berada. Pemimpin sudah bukan lagi sebagai sang pengendali yang bisa memanipulasi data untuk membohongi masyarakat, tetapi pemimpin justru akan dikendalikan oleh masyarakat dalam hal apa pun. Tak terkecuali para konsumen yang akan menilai kualitas kepemimpinan dari seorang eksekutif perusahaan berdasarkan nilai – nilai kejujuran yang dijual kepada konsumen. Sudah waktunya buat para pemimpin untuk mulai mendidik dan melatih diri sendiri, agar mampu menjawab tantangan masa depan yang semakin menuntut sisi kemanusiaan yang lebih dari sebelumnya. Hal ini disebabkan keberanian masyarakat semakin hari semakin tinggi untuk memantau, melihat, dan menilai tentang integritas dan kredibilitas dari para pemimpin dalam melayani masyarakat di berbagai aspek kehidupan.
Diperlukan kesadaran total dari diri pemimpin untuk mau membangun kualitas mental yang andal dalam upaya menciptakan persepsi positif tentang jati diri sebuah kepemimpinan berasas positif. Persepsi positif tentang jati diri bukanlah dengan cara – cara lama yang terkesan lebih pada penampilan luar diri, tapi saat ini diperlukan integritas diri yang andal dalam membangun keunggulan kepemimpinan dari sisi internal diri seorang pemimpin.
Pemimpin hari ini tidak hanya cukup menguasai berbagai tehnik kepemimpinan untuk menjawab semua tantangan yang menunggu di hari esok, dengan cara memoles gaya dan penampilan fisik secara sempurna. Sebab, hari esok telah menjadi lebih cerdas untuk menuntut para pemimpin dalam memberikan totalitas kepemimpinannya secara adil dan jujur dalam sebuah integritas yang dikendalikan oleh sikap dan sifat positif untuk lebih memperhatikan masyarakat dengan tulus dan ikhlas.
Untuk menjawab tantangan hari esok, pemimpin sudah harus menata dan memahami tentang diri sendiri di hari ini. Khususnya, melalui dua belas kualitas kepemimpinan positif yang wajib dimiliki oleh para pemimpin untuk bisa menjadikan dirinya sebagai seorang pemimpin positif.
Kualitas pertama adalah kepemimpinan yang tidak berprasangka buruk terhadap siapa pun, apalagi terhadap para stafnya. Di sini, pemimpin harus menunjukkan sikap tidak berpihak dan selalu merangkul semua orang secara bijak, dan mampu menjadi penengah yang bijaksana dalam menyelesaikan semua potensi konflik secara cepat dan tepat. Sikap tidak berprasangka buruk haruslah dijadikan sebagai kekuatan mental positif dari seorang pemimpin dalam membangun dan melayani semua aspek kepemimpinannya.
Kualitas kedua adalah kepemimpinan yang mampu menjadi sumber kekuatan batin buat memanajemani tugas dan tanggung jawab dari para staf. Sikap yang penuh empati, serta membantu staf secara jernih dan tepat sasaran akan menciptakan kualitas kepemimpinan positif yang mampu mengatasi keyakinan dan kepercayaan diri dari para staf secara baik.
Kualitas ketiga adalah kepemimpinan sebagai sumber kebijaksanaan dalam semua aspek kehidupan organisasi. Dalam hal ini, pemimpin harus benar – benar terlibat dalam semua proses kerja dengan tidak mengabaikan prinsip kerja yang konsisten, serta tidak ragu terhadap semua kemungkinan yang masuk akal. Pemimpin yang mau secara bijaksanaan bersikap terhadap semua aspek kepemimpinan akan menjadi kunci keberhasilan.
Kualitas keempat adalah kepemimpinan sebagai pembersih pikiran negatif. Pikiran negatif tidak memiliki kebaikan apa pun, untuk itu pemimpin harus mampu menata pikiran semua staf secara bijak agar bisa berkontribusi secara optimal buat organisasi.
Kualitas kelima adalah kepemimpinan sebagai energi vital organisasi. Di sini pemimpin harus bisa melepaskan semua sikap dan perilaku penghambat sukses, dan menjadi pusat energi sukses buat organisasi.
Kualitas keenam adalah kepemimpinan sebagai kesadaran spiritual. Pemimpin harus melibatkan kesadaran spiritual dalam upaya mengatasi rasa cemas dan rasa takut dalam menghadapi tantangan hari esok. Pemimpin harus mampu membangun nilai – nilai spiritual yang menjaga dan merawat etos kerja dalam sebuah keharmonisan bersama.
Kualitas ketujuh adalah kepemimpinan tanpa serakah. Pemimpin tidak akan dihormati dan dicintai bila ia masih merampas hak orang lain dalam bentuk dan wujud apa pun. Pemimpin hari ini haruslah mempersiapkan hari esok untuk kesejahteraan dan kebahagiaan semua orang.
Kualitas kedelapan adalah kepemimpinan yang hidup sederhana. Pemimpin yang mampu mempraktikkan kehidupan sederhana, sesungguhnya telah memiliki kekuatan untuk tidak diombang – ambing oleh kesenangan dan sensasi sesaat, ia juga telah memiliki prinsip memimpin yang bebas dari segala beban, konflik, dan kekacauan.
Kualitas kesembilan adalah kepemimpinan yang terbuka terhadap semua situasi dan kondisi organisasi. Sikap keterbukaan akan memberikan kekuatan buat pemimpin untuk melaksanakan kepemimpinan yang tidak mencari – cari alasan untuk memojokkan seseorang oleh sebuah situasi buruk, tapi pemimpin akan bertindak secara jujur, adil, bijaksana, dan penuh rasa tanggung jawab dalam menyelesaikan semua situasi buruk dengan solusi jitu.
Kualitas kesepuluh adalah kepemimpinan sebagai guru kebajikan. Di sini pemimpin haruslah menjadi seorang guru yang baik dan bijaksana dalam menyikapi semua persoalan yang ada. Sebagai seorang guru yang baik, ia harus memberi contoh keteladanan dalam bersikap terhadap semua stafnya dalam keadaan apa pun. Ketenangan dan kewibawaan harus bisa terpancar secara sempurna.
Kualitas kesebelas adalah kepemimpinan sebagai penyempurna kultur. Kultur yang usang haruslah disingkirkan, dan segera disempurnakan dengan kultur yang sesuai dengan tuntutan zaman. Pemimpin harus bersikap fleksible dalam menjalankan perannya sebagai seorang penyempurna kultur yang andal dan efektif.
Kualitas keduabelas adalah kepemimpinan sebagai pusat sukses. Masa depan merupakan sebuah harapan buat semua orang, dan pemimpin harus bisa menjalankan peran dan fungsinya secara bijaksana untuk menjadi pusat sukses buat organisasi dan staf.

Pemimpin Sejati Memimpin Melalui Suara Hati Yang Jujur

“Hasil Kepemimpinan Terbaik Harus Dalam Bentuk Kepuasan Dan Kenyamanan Hati Yang Dipimpin. Hal Ini Hanya Bisa Terwujud. Jika, Pemimpin Mau Bekerja Melalui Suara Hati Nya Yang Jujur Dan Adil.” – Djajendra

Untuk mencapai kepemimpinan yang optimal, dalam arti menjalankan nilai-nilai kepemimpinan yang adil, jujur, dan penuh kebenaran universal, pemimpin harus memimpin melalui suara hatinya yang jujur.

Memimpin melalui suara hati yang jujur memerlukan tindakan yang konsisten untuk mengembangkan keahlian dan kemampuan diri si pemimpin. Khususnya, dalam hal berpikir positif, beremosi baik, dan kemampuan untuk menyatu dalam nilai-nilai segala kebaikan.

Suara hati adalah simbol keaslian jiwa dan pikiran. Suara hati yang jujur akan bertindak untuk menghasilkan kebenaran, keadilan, dan kebahagian. Oleh karena itu, seorang pemimpin sejati selalu memahami tujuan kepemimpinannya secara jelas dan terang.  Seorang pemimpin sejati tidak akan menghabiskan waktu dan energinya hanya untuk mencari-cari tujuan kepemimpinannya. Dia tahu bahwa para pengikut akan kecewa kepada pemimpin, yang bekerja dengan tujuan yang tak jelas dalam arah yang penuh teka teki.

Pemimpin sejati akan menyingkirkan ego, nafsu, dan kepentingan diri sendiri. Lalu, secara jujur membangun tujuan kepemimpinan yang dapat dimengerti oleh setiap pengikutnya melalui nilai-nilai positif pribadi. Nilai-nilai positif pribadi yang solid dan kuat akan menginternal di dalam diri, dan menjadi sumber kekuatan identitas, dalam bentuk karakter kepemimpinan yang dihormati dan dikagumi orang banyak.

Pemimpin sejati selalu mendengarkan suara hatinya untuk memberikan kebaikan kepada para pengikut. Suara hati yang baik menjadi energi positif yang menyatukan hati dan pikiran, untuk memahami semua kebutuhan orang lain dengan penuh empati, toleransi, dan niat baik.

Suara hati yang jujur akan memberikan kekuatan kepada si pemimpin untuk membangun relasi yang solid dan tangguh dengan yang dipimpin.

Dunia kerja sekarang ini membutuhkan cara kerja yang bersinergi dalam kolaborasi yang terkoordinasi secara solid.  Jadi, relasi antar pribadi menjadi begitu penting untuk dipahami dan dijalankan secara sempurna. Relasi yang cerdas dan penuh empati merupakan syarat terpenting untuk menghasilkan kinerja yang optimal.

Pemimpin sejati pasti tahu dan sadar untuk memimpin melalui relasi yang saling peduli dalam kerja sama dari hati ke hati.

Pemimpin sejati pasti mendisiplinkan dirinya untuk bisa memimpin melalui suara hati yang jujur. Termasuk, dengan mendisiplinkan dirinya untuk fokus kepada nilai-nilai kebaikan universal dan nilai-nilai yang memberi manfaat kepada orang banyak.

Pengaruhi Orang Lain Dengan Hal-Hal Baik, Jangan Dengan Hal-Hal Tidak Baik

”Untuk Mencapai Hal-Hal Besar Tidak Hanya Perlu Kerja Keras Dan Kecerdasan Intelektual, Tetapi Juga Harus Cerdas Mempengaruhi.” – Djajendra

Saat Anda memiliki bakat, kemampuan dan keterampilan untuk mempengaruhi orang lain, maka pengaruh Anda itu dapat menjadi modal yang sangat kuat untuk meyakinkan orang lain tentang misi dan visi yang sedang Anda perjuangkan, serta pengaruh Anda yang hebat itu dapat membuat orang lain menjadi patuh dan setia kepada Anda.

Pengaruh Anda yang kuat akan membuat orang-orang secara alami mengikuti apa yang Anda lakukan sehari-hari, tanpa ada yang berani bertanya dan membantah sikap dan perbuatan Anda. Sebab, pengaruh itu sesungguhnya adalah sebuah energi superkuat yang mampu mengubah mind set orang lain.

Anda wajib memiliki tanggung jawab untuk tidak mempengaruhi orang lain dengan hal-hal yang tidak baik.

Jalankan pengaruh Anda dengan sikap baik,  perlihatkan perilaku dan tindakan yang penuh dengan nilai-nilai cinta, kepedulian, kemanusiaan, dan kebaikan. Sebab, bila Anda gagal memperlihatkan sikap baik dalam pola hidup yang penuh tanggung jawab moral dan etika hidup, maka Anda akan ditentang oleh orang-orang berpengetahuan yang cerdas dengan logika dan akal sehat.

Sebagai pribadi yang berpengaruh Anda harus memberikan contoh-contoh yang bijak dan profesional kepada para pengikut Anda. Ingat, Anda akan dijadikan sebagai cermin, panutan, penasehat pribadi, dan sahabat batin pengikut Anda. Oleh karena itu, Anda harus bersikap, bertindak, berkata, dan bertanggungjawab secara jelas dan konsisten.

Jaga dan rawatlah antara perkataan dan tindakan dalam bingkai sikap baik, yakinkan diri Anda bahwa orang-orang akan memperhatikan kredibilitas Anda, dan jadilah pribadi yang mempengaruhi diri Anda sendiri agar bertumbuh bersama sikap positif dan pikiran positif.

Pengaruh yang kuat akan melahirkan hubungan dengan tingkat emosi yang sangat kuat. Setiap ucapan dan perkataan Anda pasti akan mempengaruhi orang lain.

Anda harus memiliki tanggung jawab yang besar, untuk mendorong setiap orang agar memahami setiap ucapan dan perkataan Anda dengan mind set positif.

Pengaruh Anda yang positif akan membangun lingkungan menjadi lebih bertanggung jawab pada semua aspek kehidupan . Perilaku bijak dan positif Anda akan meningkatkan kekuatan positif untuk mengubah diri Anda dan orang lain menjadi pribadi-pribadi unggul yang baik hati.

Anda harus lebih berfokus pada sikap baik Anda dalam membangun setiap orang untuk mendapatkan hasil yang lebih baik. Anda harus mempengaruhi mereka dengan semangat untuk meningkatkan rasa percaya diri mereka, serta membantu mereka untuk tumbuh bersama sikap baik mereka. Dan, jangan pernah membiarkan mereka tumbuh bersama sikap negatif yang merugikan banyak orang.

Tugas Pemimpin Adalah Menyalakan Cahaya Spiritual Pada Visi Yang Diperjuangkan

“Visi Yang Ragu Itu Seperti Berada Di Dalam Kegelapan, Anda Sulit Untuk Mencapainya. Sebab, Di Dalam Kegelapan Anda Tidak Mampu Melihat Visi Anda. Tetapi, Jika Anda Mampu Menyalakan Cahaya Spiritual Di Dalam Visi Anda, Anda Pasti Sampai Dengan Bahagia.” – Djajendra

Kepemimpinan adalah hal yang paling mendasar di dalam perjalanan menjemput visi kehidupan yang cemerlang. Kepemimpinan berarti kemampuan mengelola semua aspek, fungsi, dan peran organisasi dengan cemerlang. Kepemimpinan juga berarti  kemampuan mengelola semua perasaan, emosi, dan energi manusia dengan cara-cara profesional.

Visi kepemimpinan haruslah menjadi sinar spiritual yang dilihat pemimpin untuk kebahagiaan, kesejahteraan, kesehatan, kedamaian, dan kemakmuran dirinya bersama-sama dengan para pengikutnya.

Pemimpin yang bijak akan memulai perjalanan menjemput visi, dengan terlebih dahulu mendisain program-program kerja, yang terencana secara profesional untuk dapat dihubungkan ke dalam batin setiap pengikut.

Semua program kerja tersebut harus dilakukan dengan partisipasi aktif setiap pengikut melalui feedback yang dapat dipertanggungjawabkan dengan benar.

Pemimpin wajib membangun kepercayaan dan keyakinan  diri yang tinggi, terhadap integritas dan kemampuan para pengikut. Sekali pemimpin meragukan kemampuan dan kesetiaan para pengikut, maka visi yang dikejar akan terhalang di dalam kegelapan dan keraguan hati.

Pemimpin harus memfokuskan dirinya kepada hal-hal positif;  menciptakan tekad, motivasi, dan menyalurkan energi kemenangan kepada setiap pengikut; serta membantu diri sendiri dan para pengikut untuk meraih tujuan sesuai visi.

Pemimpin harus memastikan bahwa dirinya telah bekerja dengan prinsip-prinsip kerja terbaik. Termasuk, telah mampu mengoptimalkan semua potensi, bakat, dan kualitas organisasi dangan sempurna; serta mampu menggambarkan visi yang dituju secara jelas dan sederhana kepada setiap pengikut.

Pemimpin harus tahu semua alasan dari para pengikut untuk membantu dirinya dengan setia. Pemimpin harus memahami dan merawat sumber motivasi para pengikut, yang berdedikasi dan berjuang total bersama dirinya.

Pemimpin harus memperlihatkan sikap dan perilaku hebat, yang dapat membangkitkan rasa percaya pengikut kepada dirinya secara total.

Mengelola Perusahaan Dengan Lebih Produktif Dan Mengurangi Mental Konsumtif

“Saat Anda Berpikir Good Corporate Governance Itu Teori; Saat Anda Berpikir Risk Management Itu Lelucon; Saat Anda Berpikir Bisnis Itu Milik Anda Pribadi. Saatnya Anda Melakukan Interospeksi Diri Secara Mendalam Untuk Menjadi Pribadi Yang Lebih Jujur Dan Lebih Berintegritas Pada Dunia Bisnis.” – Djajendra

Tahun-tahun penuh tantangan telah menunggu di depan Anda, telah menunggu bersama hari esok yang penuh dengan ketidakpastian, dan hari esok yang sangat tergantung kepada keputusan Anda untuk berkerja lebih produktif dan sekaligus menghapus mental konsumtif Anda.

Selama ini para pimpinan perusahaan tergantung kepada gaji yang jumlahnya sangat besar dan terasa tidak adil dengan stakeholder lainnya. Padahal kerja perusahaan adalah kerja kolektif yang membutuhkan kebersamaan dan kesederhanaan dalam bersikap. Pemimpin merupakan sang inspirator dan motivator yang harus bersahabat dengan semua situasi dan kondisi, untuk merangkul semua kekuatan perusahaan agar bisa tetap survive untuk selama-lamanya.

Di masa-masa yang akan datang bila perilaku gaji-gaji besar yang tak masuk akal ini terus berlangsung, maka bersiap-siaplah untuk hidup dalam kesulitan.

Perusahaan-perusahaan saat ini harus dijalankan dengan efisien, efektif, produktif, dan bersinergi.

Langkah pertama yang harus dilakukan oleh para pemimpin korporasi adalah ketulusan hati untuk menurunkan gaji yang diterima saat ini; mengikhlaskan hati untuk mengurangi semua fasilitas-fasilitas yang cendrung konsumtif dan berlebihan; termasuk tidak royal dengan budget kepemimpinan yang dialokasikan perusahaan, untuk ruang gerak pemimpin dalam melakukan operasional bisnis perusahaan.

Keberanian para pemimpin untuk melakukan perubahan agar dirinya dan keluarganya tulus untuk menjalankan pola hidup yang lebih sederhana, adalah cara terhormat untuk melangkah dengan bijak dan bahagia ke hari esok.

Mencintai dan peduli pada perusahaan tempat memberi nafkah untuk stakeholdernya adalah tugas utama dari setiap stakeholdernya.

Pemimpin harus merangkul setiap stakeholder untuk menjadi patner bisnis yang memperkuat semua fondasi perusahaan. Oleh karena itu, pemimpin atau pun pemilik perusahaan harus berani untuk menjadi lebih jujur, lebih berintegritas, tidak serakah, serta berani menjadi pejuang bisnis yang mengutamakan kepentingan stakeholder dari pada kepentingan diri sendiri. Mungkin saja buat Anda semua kata-kata ini terkesan sangat teoritis sekali, tapi ingatlah bahwa masa depan bisnis Anda hanya akan sukses, jika Anda mampu bertindak super efisien, efektif, produktif, dan bersinergi secara total dengan semua stakeholder Anda.

Saatnya Anda bersikap jujur untuk menjaga loyalitas stakeholder, dengan cara hidup yang lebih produktif dan tidak lagi menjadi budak konsumtif.

Di hari ini, pimpinan harus mampu melihat dan merasakan tentang pentingnya bekerja cerdas untuk tetap survive, serta secara tekun fokus pada biaya dan pendapatan perusahaan.

Berbicara tentang efisiensi biaya tidaklah berarti harus mem-PHK karyawan-karyawan yang berjasa, tetapi berbicara tentang bagaimana perusahaan bertindak lebih produktif dan tidak konsumtif, agar biaya produksi bisa menjadi lebih rendah dari sebelumnya, sehingga perusahaan bisa tetap survive dalam pasar yang daya belinya sedang turun.

Ada banyak cara untuk menyelamatkan perusahaan dari krisis ekonomi saat ini. Salah satunya adalah dengan menjadikan semua karyawan sebagai bisnis patner yang harus bekerja cerdas dalam efisiensi yang supertinggi dengan produktifitas yang hebat.

Pimpinan harus bersikap jujur dan memberikan semua informasi yang membuka hati dan pikiran karyawan, untuk berjuang sampai titik darah penghabisan buat menjaga periuk nasi mereka melalui perusahaan yang solid dan kuat.

5Tantangan Manajer

“Setiap Tantangan Harus Di Kerjakan Dengan Kalkulasi Yang Benar.” – Djajendra

Pekerjaan yang paling penting yang harus dihadapi manajer di masa depan. Dalam pemikiran saya, ada lima tantangan serius yang harus dihadapi manajer puncak. Pertama, harus memiliki kompetensi yang sempurna untuk mampu mengelola semua sumber daya berwujud yang di miliki perusahaan. Kedua, memiliki kualitas untuk memotivasi sumber daya manusia. Ketiga, memiliki kualitas untuk membangun hubungan positif dengan stakeholders. Keempat, memiliki kualitas dan wawasan untuk menghadapi perubahan keinginan pasar. Kelima, memiliki kreatifitas, dan kualitas dalam memahami produk atau jasa. Beberapa tahun terakhir ini, perubahan keinginan pasar yang begitu cepat, produk – produk yang semakin berusia singkat merupakan tonggak penunjuk dan batu peringatan bagi seorang manajer. Manajer masa depan haruslah seorang pemimpin yang telah belajar bersama waktu untuk mengerjakan semua tugas dan tanggung jawab berdasarkan rencana yang baik dan seimbang dengan perubahan dahsyat yang sedang terjadi pada saat ini. Manajer masa depan juga berarti manajer hari ini yang seharusnya mulai membangun dirinya dan mengembangkan potensi dirinya untuk mengembangkan kualitas, karakter, perilaku, nilai positif, prinsip sukses, dan keberanian dalam menghadapi setiap tantangan dan perubahan.

Manajer masa depan harus mengisi pikirannya dengan fakta, bahwa manusia adalah harta terbesar dan terpenting dari organisasi perusahaan. Sebagai pemimpin ia wajib menunjukan kekuatan manajerialnya dalam bentuk perilaku dan hubungan kerja bersama tim besarnya di perusahaan. Para manajer yang berwawasan luas dan berpengetahuan positif sudah lama membuang hierarki, dan banyak melibatkan pikiran positif, niat sukses bersama, dan kekuatan kualitas keterampilan dalam membangun struktur kerja yang lebih bersemangat dan produktif. Bangunan struktur kerja baru tersebut mengeluarkan sumber daya manusia dari dalam kotak hierarki lama dan menggerakkan mereka ke dalam sistem manajemen yang lebih efisien, disiplin, fleksible, produktif, berkualitas, berketerampilan tinggi, dan mencuatkan kreatifitas dalam semangat tanggung jawab sukses bersama.
Manajer masa depan sudah waktunya untuk mengembangkan kepemimpinan yang terpancar dan beragam membagi kepemimpinan pada sudut terjauh dari lingkar untuk mengungkap kekuatan tanggung jawab bersama. Pemimpin membangun sumber daya perusahaan yang meliputi manusia, organisasi, uang, modal, utang, dan pasar. Keragaman lingkup pekerjaan, para pelanggan, dan stakeholders yang terkait akan menyadari sendiri saat mereka melihat kekuatan dan kemampuan perusahaan dalam menjawab tantangan masa depan.
Manajer masa depan mampu mempertahankan visi masa depan organisasi dan dengan setengah memaksa mengobarkan semangat yang dibutuhkan untuk membangun perusahaan. Manajer memobilasi orang – orang di sekitar misi organisasi, memantapkan suatu kekuatan dalam masa yang tidak menentu di masa depan. Koordinasi sekitar misi ini menggerakan suatu kekuatan yang ditransformasikan menjadi satu ke tempat kerja, dimana karyawan dan tim dapat menyatakan diri mereka sendiri dalam pekerjaan dan menemukan signifikasi melampaui tugas, saat mereka mengelola misi. Melalui suatu fokus yang tetap pada misi, manajer puncak seharusnya memberi kepada staf – stafnya yang tersebar dan beraneka ragam suatu kesadaran arah yang jelas dan peluang untuk menemukan makna dalam pekerjaan mereka.
Manajer seharusnya tahu bahwa mendengarkan pelanggan dan belajar apa yang ia beri nilai “sambil menggali di lapangan” akan merupakan komponen penting, bahkan lebih penting di masa depan ketimbang masa kini. Persaingan global dan lokal makin cepat, dan kebutuhan untuk memfokuskan pada apa yang dibutuhkan pelanggan akan makin kuat.
Setiap orang akan mengamati manajer masa depan, sama seperti kita mengamati yang sekarang ini ada, untuk melihat apakah praktik bisnis dari organisasi sudah sejalan dengan prinsip yang dianut oleh manajer. Dalam semua interaksi, dari yang terkecil sampai yang terbesar, perilaku dari manajer yang baik akan menghargai keluhuran dan harga diri dari mereka yang membangun perusahaan.
Makna sosial terpenting dari manajer masa depan adalah cara mereka menghayati totalitas kepemimpinan, tidak sekedar memasukkan “organisasi saya” tetapi juga menjangkau ke luar dinding organisasi. Manajer yang baik menyadari arti penting mereka yang membangun perusahaan, nilai dari tempat kerja yang mengembangkan sumber daya manusia untuk berprestasi adalah penting untuk kelanjutan misi, serta perlunya suatu tim kerja yang sehat untuk tercapainya sukses perusahaan. Manajer yang bijaksana akan merangkul semua yang terlibat dalam lingkaran yang mengitari perusahaan, organisasi, orang, kepemimpinan, dan masyarakat.
Tantangan yang berasal dari luar organisasi memerlukan banyak perhatian, komitmen, dan semangat sebagai tugas yang paling penting di dalam organisasi. Manajer masa depan akan membangun sumber daya manusia yang sehat dengan semangat yang sama dengan semangat saat mereka membangun perusahaan yang sehat, produktif, dengan menyadari bahwa organisasi dengan kinerja tinggi tidak dapat hidup jika perusahaan tersebut mengecewakan orang – orangnya dan hidup dalam suatu perusahaan tanpa sistem dan kepastian masa depan.
Pada saat ini kesetiaan karyawan kepada perusahaan semakin berkurang, dan kepercayaan perusahaan kepada karyawan juga semakin berkurang. Hal ini merupakan pesan yang jelas bagi manajer masa depan. Persaingan yang keras dalam dunia bisnis dan semakin materialistisnya manusia mengakibatkan hancur dan punahnya filosofi kesetiaan dan kerja sama abadi. Pengurangan tenaga kerja bukanlah solusi yang sehat, tetapi memompa semangat, etos kerja dalam memandu visi, prinsip, dan nilai perusahaan akan membangun kepercayaan, semangat, dan kreatifitas internal perusahaan.
Manajer yang cerdas akan mampu meramalkan waktu yang menguntungkan, dan waktu untuk lebih waspada menghadapi tantangan. Manajer adalah seorang pemimpin yang memiliki kompetensi terbaik untuk memberi harapan dan motivasi bagi kehidupan semua sumber daya manusia yang ada di perusahaannya, serta mempunyai keberanian untuk mengambil sikap dan tindakan tepat mengenai semua isu, prinsip, visi, misi, operasional, kebijakan strategi perusahaan, dan mampu secara bijaksana mengendalikan semua potensi risiko yang bisa terjadi. Manajer masa depan sebaiknya bersikap lebih hati – hati dalam menghadapi berbagai spekulasi bisnis. Kualitas kepemimpinan seorang manajer masa depan dan manajer hari ini harus terjawab dari perilaku, wawasan, pengetahuan, karakter, kekuatan positif, dan mental sukses seorang manajer pemenang yang harus ada di dalam lubuk hati terdalam.

6 KETERAMPILAN YANG HARUS DIMILIKI PEMIMPIN

002“Keterampilan Seorang Pemimpin Seperti Anak-Anak Panah Yang Tajam Dan Kuat, Yang Siap Menancapkan Dirinya Pada Sasaran Yang Paling Tepat.” – Djajendra

Pemimpin tidak sekedar cukup hanya bermodalkan rasa percaya diri dan pesona diri yang hebat, tapi juga wajib bermodalkan keterampilan dasar kepemimpinan untuk bisa menyatu dengan yang dipimpin. Berikut ini ada enam keterampilan yang perlu dimiliki setiap orang untuk bisa memperkuat dasar-dasar kepemimpinan dirinya.

1. Keterampilan Presentasi. Seorang pemimpin harus kreatif melakukan presentasi kepada pengikutnya. Presentasi ini harus meliputi visi, misi, goal, action plan, dan fokus. Di mana, dalam setiap presentasi pemimpin harus secara cerdas mampu mentransformasikan nilai-nilai yang kuat dan positif kepada rencana tindakan yang jelas. Pemimpin harus memanfaatkan keterampilan presentasi ini untuk mengkomunikasikan dan meyakinkan kepada para pengikut, bawahan, tim, atau kelompoknya tentang ide dan visi yang harus diperjuangkan bersama.

2. Keterampilan Membangun Tim Yang Kuat. Pemimpin yang sesungguhnya adalah seorang pekerja tim. Jadi, keterampilan membangun tim adalah keterampilan yang sangat strategis untuk mensukseskan kepemimpinan yang sedang diperjuangkan tersebut. Pemimpin harus bersikap bijak dan profesional dalam merakit sebuah tim yang tangguh dan dinamis. Pemimpin harus menciptakan sebuah tim yang kreatif dan strategis untuk membangun kinerja organisasi yang hebat. Pemimpin harus membangun tim yang mampu meningkatkan rasa percaya diri organisasi untuk berprestasi secara maksimal. Ingat! Pemimpin besar meraih hasil-hasil yang luar biasa melalui timnya yang kuat, dan yang bertanggung jawab secara total pada fungsi dan peran kerja masing-masing.

3. Keterampilan Negosiasi. Negosiasi adalah bagian dari komunikasi yang terfokus untuk mencari kesepakatan. Jadi, peran seorang pemimpin sebagai seorang negosiator ulung tidaklah boleh diabaikan. Pemimpin harus bijak dan cerdas melihat semua tantangan yang ada, dan cerdas menggunakan keterampilan negosiasi tersebut untuk mentransformasikan semua tantangan menjadi peluang yang menguntungkan organisasi yang di pimpin. Pemimpin adalah seorang negosiator untuk mendapatkan kesepakatan terbaik, bukan seorang negosiator yang ngotot dan tak mau kompromi terhadap tantangan.

4.  Keterampilan Bersikap Baik. Seorang pemimpin tidak zamannya lagi memanfaatkan kekuasaan dan posisi kepemimpinannya untuk bersikap arogan dan bersikap diktator terhadap pengikut. Sekarang ini zamannya pemimpin harus merangkul semua kekuatan dan potensi sukses pengikutnya untuk dijadikan sebagai kekuatan kepemimpinan yang ia miliki. Oleh karena itu, pemimpin wajib bersikap baik dengan sikap tulus dan jujur kepada setiap orang, di mana pun dan kapan pun.

5. Keterampilan Memotivasi. Seorang pemimpin adalah seorang motivator yang harus mampu membangkitkan energi positif dari pengikut dan bawahannya, untuk secara proaktif bergairah dan bersemangat tinggi dalam meraih prestasi yang hebat. Oleh karena itu, pemimpin wajib memiliki keterampilan untuk memotivasi pengikutnya, dan menggerakan para pengikut untuk melakukan hal-hal terpenting buat kesuksesan organisasi. Motivasi bukan berarti sekedar berteriak-teriak dengan semangat tinggi, tapi lebih kepada cara untuk merangkul hati dan pikiran positif para pengikut. Lalu, membangun harapan dan rasa percaya diri mereka untuk menjadi lebih hebat.

6. Keterampilan Mengorganisasi. Seorang pemimpin adalah seorang organisator yang ulung. Kemampuan pemimpin dalam mengorganisasi semua kekuatan yang ada akan menjadikan kepemimpinan itu kuat dan solid. Melalui kebersamaan dalam organisasi yang solid dan kuat, pemimpin pasti membawa setiap orang menuju puncak harapan.

« Older posts Newer posts »

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑