PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Self Awareness (page 34 of 35)

Kesadaran Diri

SAHABAT SEJATI

“Sahabat Sejati Adalah Tentang Hubungan Yang Abadi Dalam Keutuhan Di Setiap Kondisi Dan Situasi Kehidupan.” – Djajendra

Sahabat sejati adalah teman sejati yang mampu memahami dan menemani dalam situasi dan kondisi apa pun. Termasuk, memiliki empati yang sangat tinggi dan selalu merasa cocok satu sama lain di sepanjang kehidupan. Sahabat sejati tidak akan pernah memperbesar kekurangan dan kesalahan dari sahabatnya, tapi dia akan menjadi sahabat yang paling membantu dengan solusi yang hebat.

Sahabat sejati tidak pernah mencari kesempurnaan dari sahabatnya, tapi dia ada untuk mengasihi sahabatnya dengan tulus dan bijak. Sahabat sejati selalu memiliki hubungan dengan sahabatnya melalui kecerdasan emosional yang sempurna. Dia selalu berharap hubungan dengan sahabatnya tersebut akan baik dan damai selamanya. Dia akan belajar seumur hidup untuk menjadi energi positif agar persahabatannya selalu abadi dan tak tergoyah oleh hal apa pun.

Sahabat sejati tetap akan menjadi sahabat terbaik saat uang, jabatan, kekuasaan, nasib baik, ketenaran, dan kekayaan merubah keadaannya. Dia tidak akan memilih ulang persahabatannya dan menjaga jarak dengan sahabat-sahabat yang tidak selevel dengannya. Dia akan tetap bersikap rendah hati dan tidak akan berubah oleh teman-teman barunya yang selevel. Dia adalah pribadi cerdas yang memahami bahwa kehidupan selalu bisa berubah, tapi sahabat sejati selalu abadi untuk setiap keadaan.

Sahabat sejati selalu bersedia untuk belajar dari satu sama lain. Dia selalu melihat dirinya sendiri dalam cermin kehidupan, dan berupaya untuk menjadi sahabat yang lebih baik melalui sifat dan sikap baik. Sahabat sejati tidak pernah memanfaatkan persahabatannya untuk menguntungkan diri sendiri secara tidak adil, tapi selalu memberikan cinta dan kepedulian yang tinggi kepada sahabatnya.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGOREKSI DIRI

“Mengoreksi Terhadap Diri Sendiri Akan Membuat Dirimu Memahami Siapa Dirimu Di Hari Ini.” – Djajendra

Salah satu cara untuk meningkatkan kualitas diri adalah dengan sering-sering melakukan koreksi terhadap diri sendiri. Kenapa diri sendiri harus dikoreksi? Sebab, manusia tidak pernah sempurna, manusia sangat mudah tergelincir ke dalam kesalahan, manusia sangat mudah ke luar dari jalur visinya oleh berbagai godaan kehidupan. Bila Anda tulus untuk mengoreksi diri sendiri, itu berarti Anda telah memahami bahwa diri Anda tidak sempurna, dan hal ini akan menjadikan Anda lebih rendah hati untuk selalu belajar tentang hal-hal baru untuk menumbuhkan kualitas diri.

Setiap hari adalah hari perubahan; setiap hari adalah hari pembelajaran terhadap realitas baru; setiap hari adalah hari untuk mengevaluasi diri sendiri; dan setiap hari adalah hari untuk mengoreksi diri sendiri dari hal-hal yang salah arah. Dengan pemahaman seperti itu, Anda akan menemukan diri Anda menjadi sangat kuat dan tidak rentan terhadap hal-hal yang memudarkan harapan dan keinginan. Saya selalu berpendapat bahwa lebih baik kita tampak bodoh, tapi tetap berada di jalur visi yang terang menderang, daripada kita merasa sangat pintar, tapi bingung dengan arah perjalanan diri kita sendiri.

Kehidupan selalu beriringan dengan risiko dan peluang. Risiko berpotensi menimbulkan rasa takut dan ragu, sedangkan peluang selalu menimbulkan antusias dan senang. Persoalannya, risiko dan peluang sering sekali sangat sulit untuk dibedahkan. Sesuatu yang terlihat sangat berisiko mungkin saja menjadi sebuah peluang yang luar biasa. Dan sebaliknya, sebuah peluang besar mungkin saja menjadi risiko yang merugikan. Diri yang tercerahkan dalam kerendahanhati untuk melakukan koreksi terhadap sikap, pikiran, perasaan, tindakan, rencana, dan keadaan; akan menjadi diri yang mampu memiliki naluri untuk membedahkan mana risiko dan mana peluang.

Miliki sikap untuk selalu jujur terhadap integritas diri sendiri, agar hati nurani mampu mengatakan mana yang benar dan mana yang salah dari semua tindakan Anda. Bila hati nurani Anda sudah mampu menjadi alat pengendali diri, maka diri Anda akan menjadi sangat kuat untuk berjalan ke arah visi kehidupan Anda dengan penuh percaya diri.

untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

VISUALISASI YANG DIINGINKAN

“Menginginkan Keadaan Baik Dalam Hidup Harus Dimulai Dengan Menghapus Keadaan Yang Tidak Diinginkan.” – Djajendra

Anda dapatkan apa yang Anda pikirkan, rasakan, mimpikan, inginkan, dan berikan. Tantangannya, hidup setiap orang selalu akan  dikelilingi oleh berbagai kepentingan dan keinginan orang lain. Diperlukan kerja keras dan upaya terus-menerus untuk membuat diri mandiri dengan kehidupannya sendiri, tanpa diintervensi oleh kepentingan dari luar diri.

Dalam keadaan sadar atau pun tidak sadar setiap orang setiap hari harus melayani kehidupannya melalui interaksi dengan orang-orang lain. Interaksi yang akan terkompensasikan secara otomatis untuk memberikan kontribusi kepada perilaku kehidupan. Hukum interaksi adalah apa pun yang diberikan akan menuainya kembali. Hukum ini menjelaskan bahwa apa pun nilai interaksi Anda kepada orang lain, nilai tersebut akan menghasilkan sesuatu untuk Anda.

Mengingat  nilai-nilai keyakinan diri terhadap kehidupan akan sangat menentukan hasil akhir dari kualitas kehidupan diri, maka diri wajib meningkatkan kualitas dari nilai-nilai kehidupan yang diyakini untuk membawa kehidupan diri sesuai keinginan. Salah satu teknik terbaik adalah dengan cara melakukan visualisasi terhadap keadaan baik yang diinginkan melalui nilai-nilai kehidupan diri.

Menginginkan keadaan baik dalam hidup harus dimulai dengan menghapus keadaan yang tidak diinginkan. Pertama, lakukan evaluasi secara jujur terhadap diri sejati. Lalu, pahami realitas yang sedang dihadapi diri terhadap keadaan yang tidak diinginkan. Biarkan diri sejati memasuki kawasan pikiran bawah sadarnya, dan besarkan hati dan jiwa untuk menerima keadaan yang tidak diinginkan tersebut. Segera gantikan hal-hal yang tidak diinginkan dengan hal-hal yang diinginkan melalui visualisasi. Biarkan hal-hal yang tidak diinginkan tersebut secara otomatis dihapus oleh keadaan yang diinginkan. Sekali lagi, lakukan semua ini dengan jiwa besar dengan tidak lagi memikirkan hal-hal yang tidak dikehendaki.

Sikap mental terbentuk dari nilai-nilai yang menghasilkan perasaan, pikiran, suara hati, dan perilaku. Bila hasil visualisasi diri mampu menghadirkan perasaan dan pikiran yang bahagia dan puas terhadap realitas kehidupan, maka diri akan menikmati kehidupan dalam kenyamanan yang ada. Jika diri berdisiplin tinggi dan tekun untuk mengisi pikirannya sendiri dengan pikiran positif, visi dan ide-ide kesuksesan, kebahagiaan dan optimisme, maka diri sejati akan menarik semua hal-hal yang diinginkan ke dalam hidupnya. Diri sejati yang berkualitas akan selalu memastikan semua nilai-nilai kehidupannya mampu membentuk pengalaman-pengalaman positif dalam kegiatan sehari-hari.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

SUSAH SENANG DIHASILKAN DARI PERILAKU SENDIRI

“Ketika Mata Hati Tidak Mau Melihat Kebaikan Hidup, Saat Itu Diri Sedang Menarik Energi Negatif Untuk Mengisi Hidup.” – Djajendra

“Komitmen Pada Diri Sendiri Untuk Menafsirkan Hidup Dari Pikiran Dan Perasaan Positif Akan Menciptakan Kesenangan Dalam Hidup.” – Djajendra

Setiap orang berhak untuk menjalani hidup sesuai keyakinan. Setiap nilai-nilai keyakinan akan menjadi pemicu untuk memberitahukan perasaan diri terhadap pengalaman dari pancaindra. Keyakinan akan membuat diri merasa baik, buruk, pintar, tidak pintar, damai, bahagia, senang, susah, kejam, tidak kejam, peduli, tidak peduli, suka, tidak suka, dan perasaan-perasaan lainnya. Diperlukan sikap yang sangat berhati-hati dalam membangun nilai-nilai keyakinan di dalam diri. Salah memasukan nilai keyakinan ke dalam diri berpotensi menghadirkan hal-hal yang tidak diinginkan.

Singkirkan nilai-nilai yang dapat menantang tujuan hidup Anda. Gunakan nilai-nilai keyakinan untuk menanggapi impian dan cita-cita hidup Anda, dan manfaatkan nilai-nilai keyakinan tersebut untuk memicu dan mengubah hal-hal yang tidak Anda inginkan menjadi yang Anda inginkan. Hidup adalah pilihan dari nilai-nilai kehidupan yang nantinya akan terakumulasi untuk memberikan hasil akhir sesuai harapan.

Suatu hari seorang teman bercerita tentang kehidupanya yang penuh penderitaan. Dia berkeluh-kesah dan merasa telah berkali-kali mencoba hal-hal yang dianjurkan oleh buku-buku cara mudah menjadi kaya, tapi realitas kehidupannya tetap belum berubah dari lingkaran kesulitan. “Aku benar-benar telah berjuang dan mencoba segala hal, tapi nasib saya memang belum mujur.” Kata dia sambil putus asa.

“Walaupun seribu buku Anda baca, seribu motivator Anda dengar, dan seribu ahli Anda undang untuk berlatih ilmu tentang kekayaan. Tapi, bila nilai-nilai keyakinan dalam diri Anda bertentangan dengan yang Anda dengar, baca dan latih; maka Anda tetap tidak akan pernah berubah. Semua buku, motivator, dan para ahli tidak akan berguna sama sekali untuk kemajuan Anda, bila Anda tidak mengevaluasi kembali nilai-nilai keyakinan lama yang ada di dalam diri Anda.” Kata saya kepadanya.

Rasa aman dan nyaman dengan nilai-nilai keyakinan lama yang tidak produktif akan membuat diri diam bersama realitas. Diri tidak akan berkutik dan tidak bisa berbuat apa-apa untuk berjalan ke arah impian dan tujuan, karena nilai-nilai keyakinan yang tidak sesuai dengan impian dan tujuan akan melarang diri untuk bergerak ke arah yang diimpikan tersebut. Oleh karena itu,  Anda harus berani berubah dan benar-benar secara serius membongkar kembali semua penghambat dari dalam diri Anda. Hilangkan perasaan takut saat menempatkan nilai-nilai baru yang mungkin bertentangan dengan nilai-nilai lama, dan hal ini biasanya berpotensi memunculkan keraguan dan konflik di dalam batin. Pastikan Anda dapat menaklukkan perasaan ragu dan menciptakan perasaan yakin yang kuat untuk dapat menerima nilai-nilai baru.

Susah dan senang dihasilkan dari perilaku Anda sendiri. Kesusahan dan kesenangan Anda di hari ini dihasilkan oleh nilai-nilai kehidupan yang Anda yakini sebelumnya. Nilai-nilai keyakinan baru yang Anda tanam hari ini di dalam diri Anda, akan menghasilkan perilaku kehidupan Anda untuk masa depan. Oleh karena itu, setiap keinginan dan harapan di masa depan harus dibantu dengan penanaman nilai-nilai kehidupan baru secara terus-menerus agar keinginan dan harapan di masa depan tersebut dapat terwujud dengan sempurna.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BEKERJA DAN BAHAGIA

“Masa Depan Pasti Terletak Di Depan. Bila Mulai Hari Ini Anda Mampu Memberikan Totalitas Kepada Pekerjaan Anda, Maka Pekerjaan Anda Akan Menciptakan Masa Depan Anda Yang Cemerlang.” – Djajendra

Hidup Anda adalah pilihan Anda sendiri. Anda berhak bekerja untuk menjadi orang bahagia di tempat kerja Anda, dan tidak ada seorang pun yang bisa mengendalikan pikiran Anda untuk menjadikan Anda tidak bahagia. Orang lain hanya dapat mengendalikan reaksi anda terhadap mereka, bukan pikiran dan harapan hidup anda. Demikian juga, Anda tidak dapat mengendalikan pikiran orang lain, Anda hanya dapat memberikan reaksi Anda kepada mereka.

Beberapa minggu yang lalu, saya bertemu dengan seorang pekerja yang sangat menikmati pekerjaannya. Walaupun jabatan dia tidak tinggi di tempat kerja tersebut, tapi dia selalu terlihat bersemangat dan sangat antusias bersama pekerjaannya. Saya melihat konsistensi dari pekerja tersebut untuk menjalankan pekerjaannya dengan totalitas yang luar biasa. Tidak ada keluh-kesah, yang ada hanya senyum untuk memberikan pelayanan melalui pekerjaannya.

“Anda sangat bersemangat dengan pekerjaan Anda, apa yang membuat Anda bekerja dengan luar biasa?” Tanya saya kepada pekerja tersebut.

“Saya bekerja untuk membuat diri saya bahagia, dan bahagia itu bisa saya dapatkan kalau saya melayani pekerjaan untuk membuat orang lain bahagia.” Jawab pekerja tersebut dengan santai sambil tersenyum.

Sejenak saya diam dalam senyum terhadap jawaban dari pekerja tersebut. Lalu dalam hati, saya mencoba mencari makna dari jawaban yang dia berikan. Maknanya sangat dalam, dan intinya adalah dia bekerja untuk memberikan pelayanan ekselen kepada setiap orang di tempat kerjanya. Pekerja ini bekerja dengan hati yang tulus untuk memberikan yang terbaik, dan dia menyadari bahwa dengan memberikan yang terbaik, melalui sikap baik, dia telah mengundang energi bahagia ke dalam dirinya.

Menurut pengamatan saya, pekerja tersebut  memiliki kesadaran yang sangat tinggi untuk mengelola kecerdasan emosionalnya terhadap setiap interaksi kepada siapa pun dan apa pun, sehingga dia menjadi pribadi yang sangat menyenangkan di tempat kerja. Perasaan syukur atas pekerjaan yang dia miliki, dan kecerdasan emosional untuk menjawab reaksi-reaksi dari orang lain membuat pekerja tersebut terlihat luar biasa.

Kebahagiaan itu adalah pilihan melalui kerangka pikiran untuk melihat kehidupan dari perspektif  positif. Bila diri Anda mampu menghargai dan berkomunikasi dengan orang lain melalui sikap baik dan emosi cerdas, maka Anda sesungguhnya sedang mengundang energi bahagia untuk menghuni jiwa Anda.

Berikan penghargaan dan rasa syukur kepada pekerjaan Anda, dan susunlah langkah-langkah kecil untuk menciptakan nilai-nilai positif  di setiap nafas kehidupan Anda. Dan, yakinlah bahwa Anda sedang bekerja untuk menjadi orang bahagia.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

AMBIL SECUKUPNYA

Dialog Antara Mr.Serakah Dan Mr.Tidak Serakah: AMBIL SECUKUPNYA

Mr. Serakah: ”Kau itu sangat pintar dalam mencari kekayaan. Apa pun pekerjaan yang kau sentuh langsung menciptakan uang yang sangat banyak. Tapi, mengapa kau tidak total berjuang untuk mengumpulkan uang sebanyak mungkin? Mumpung..lohh…lagi ada peluang, ambil…ambillah sebanyak mungkin, biar harta bendamu terkumpul untuk seribu turunanmu!”

Mr. Tidak Serakah: “Mengumpulkan harta untuk seribu turunanku? Apa aku tidak salah dengar? Kalau aku menghabiskan waktuku untuk seribu turunanku yang belum ada, aku pastinya adalah seorang pribadi dengan penyakit keterkebelakangan sosial.”

Mr. Serakah: “Seribu turunan itukan hanya sebuah istilah. Maksudku, kau punya kesempatan dan peluang yang sangat luar biasa untuk bisa mengumpulkan uang sebanyak mungkin. Kau dapat dengan mudah memanfaatkan orang-orang disekitarmu untuk mengumpulkan kekayaan. Kenapa tidak kau lakukan, ayoooooo…..lakukan segera, aku siap membantumu!”

Mr. Tidak Serakah: “Kepribadianku tidak gila uang dan tidak gila harta benda. Aku tidak mau mengambil semua peluang yang ada. Aku hanya akan mengambil sesuai kebutuhanku, dan untuk urusan turunanku, biarlah mereka belajar sendiri untuk memahami arti hidup dan arti mengambil hak hidupnya di bumi ini.”

Mr. Serakah: “Tidakkah kau menyadari bahwa dengan memiliki kekayaan yang banyak, maka dirimu akan dihormati dan dipuja-puji oleh lingkunganmu?”

Mr. Tidak Serakah: “ Aku tidak gila pujian dan aku tidak gila hormat. Aku hanya menjalani hidupku sesuai logika berpikirku untuk tujuan kesejahteraan, kedamaian, kebahagiaan, dan kesehatan diriku. Termasuk, mendoakan agar semua orang-orang  di bumi ini hidup dalam sejahtera, damai, bahagia, dan sehat.”

Mr. Serakah: “Apakah kau tidak takut namamu hilang oleh para pencari kekayaan dan nama besar? Kau kan tahu, semua orang berlomba-lomba mencari uang dan kekayaan agar mereka dan keluarganya mendapatkan kedudukan yang sangat terhormat di tengah masyarakat. Padahal dirimu jauh lebih pintar dan memiliki jaringan yang sangat luas untuk mengumpulkan kekayaan. Ingat! Tanpa uang dan kekayaan seseorang tidak akan dianggap di dalam kehidupan ini!”

Mr. Tidak Serakah: “Wah… pembicaraanmu kok sudah sangat jauh begini….aku suka uang dan aku suka kekayaan, tapi aku tidak gila uang dan tidak gila kekayaan. Aku punya prinsip untuk mengambil secukupnya dari kehidupan ini, tanpa berlebihan. Aku juga tidak ikhlas bila diriku dihormati dan dihargai oleh orang lain hanya karena tumpukan harta benda ku. Aku juga tidak keberatan bila diriku tidak mendapatkan tempat di tengah-tengah kehidupan masyarakat.”

Mr. Serakah: “Logika berpikirmu dan logika berpikirku sangat bertolak belakang. Kita berdua sepertinya pasti tidak mungkin bisa bekerja sama untuk sebuah keuntungan. Kau dan aku adalah seperti gelap dan terang, tidak mungkin saling bertemu, kalau bertemu yang ada hanya kelabu yang kelam.”

Mr. Tidak Serakah: “Bagiku dirimu adalah sebuah pengorbanan yang luar biasa, kau sangat aku kasihani, karena kau membiarkan dirimu menjadi tempat pijakan untuk nafus serakah kehidupan. Aku tidak ingin menyuruhmu untuk menjadi seperti diriku, karena hidup adalah pilihan, dan hidup harus selalu menjadi hidup dengan berbagai keramaian perilaku kehidupan. Oleh karena itu, biarlah dirimu menjadi dirimu, dan diriku menjadi diriku.”

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEPERCAYAAN DALAM HUBUNGAN

“Bila Kepercayaan Menjadi Berkurang, Maka Pikiran Negatif Akan Mengambil Alih Semua Hubungan, Dan Menciptakan Situasi Yang Saling Mencurigai.” – Djajendra

“Kepercayaan Timbul Dari Kekuatan Pikiran Positif Terhadap Potensi Dan Kemampuan Orang Lain Untuk Keberhasilan Misi Bersama.” – Djajendra

Kepercayaan adalah hasil dari keadaan pikiran positif. Saat Anda mempercayai seseorang untuk melakukan sebuah tugas penting dari Anda, berarti Anda telah berpikir positif tentang kemampuan orang tersebut dan hubungan Anda dengan orang tersebut. Kepercayaan adalah awal untuk menciptakan hubungan yang saling mengerti dalam sebuah keharmonisan kehidupan. Bila kepercayaan menjadi berkurang, maka pikiran negatif akan mengambil alih semua hubungan, dan menciptakan situasi yang saling mencurigai.

Kepercayaan juga biasanya muncul saat seseorang melihat prospek orang lain di masa depan, dan mengharapkan sebuah nilai tambah dari hubungan tersebut di masa depan. Artinya, kepercayaan bisa muncul oleh pikiran positif  yang melihat sebuah manfaat atau keuntungan di masa depan. Di sini, hubungan kepercayaan itu terbangun oleh sebuah kepentingan terselubung; sama seperti saat seseorang hendak melakukan investasi untuk mendapatkan keuntungan maksimal di masa depan, dia percaya kepada investasi tersebut karena melihat keuntungan di masa depan.

Sering sekali saya menemukan sekelompok orang yang baru saling mengenal dengan pengalaman bekerja sama yang minim, tapi dapat saling percaya untuk memenuhi peran mereka masing-masing dalam kerja sama tersebut. Hubungan kepercayaan ini terlihat langsung berakar dalam hubungan interaksi mereka. Seketika mereka bisa kompak dan saling melayani dengan kepercayaan yang sangat tinggi, tanpa memikirkan hal-hal negatif dari hubungan kepercayaan tersebut. Biasanya, hubungan kepercayaan ini terjadi karena adanya sebuah kepemimpinan yang kuat dari seorang individu, yang mampu mempersatukan semua orang ke dalam satu misi bersama.

Mempercayai satu sama lain dalam sebuah lingkungan yang penuh etika dan integritas akan membuat semua persoalan mudah untuk ditindaklanjutkan untuk manfaat dan keuntungkan semua orang. Termasuk, akan meningkatkan proses interaksi sosial melalui kesadaran dan kecerdasan sosial yang tinggi. Hal ini juga berlaku dalam hubungan keluarga. Bila sebuah keluarga terbangun atas dasar nilai-nilai etika dan integritas, maka pikiran positif akan mengendalikan keluarga tersebut  untuk berkehidupan dalam hubungan yang saling percaya, serta selalu menjadi kokoh tak tergoncangkan oleh badai apa pun. Selanjutnya, nilai-nilai kepercayaan akan membuat keluarga tersebut menjadi solid dan kuat untuk mendapatkan kebahagiaan dan kedamaian bersama dalam keragaman cita-cita dan impian.

Kekuatan kepercayaan dapat digunakan dalam penguatan nilai-nilai budaya organisasi untuk keunggulan organisasi. Bagaimanapun, kepercayaan dapat menjadi alat manajemen yang sangat berharga untuk membangun kolaborasi yang solid di internal organisasi atas dasar nilai-nilai organisasi yang diinginkan. Pihak manajemen harus memiliki niat yang tulus dan pikiran positif yang kompak untuk merangsang kepercayaan di dalam organisasi. Bila setiap individu di dalam organisasi mampu memperkuat pikiran positif untuk saling percaya, maka organisasi akan menghilangkan energi saling mencurigai, yang berpotensi membuat semua rencana hebat organisasi tidak berjalan sebagaimana mestinya.

Sepuluh tahun yang lalu, saat seorang manajer bercerita kepada saya tentang sulitnya memotivasi para karyawan untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Saat itu, secara sepontan saya menjawab untuk segera membangun iklim kerja yang saling percaya sebagai dasar sebelum memberikan motivasi. Saya juga menyarankan untuk membiasakan setiap karyawan dan pimpinan bekerja dengan budaya kolaborasi. Sebab, saya sangat percaya bahwa sebelum memotivasi karyawan dan pimpinan, pihak manajemen harus terlebih dahulu mempersiapkan lingkungan kerja yang saling percaya dalam sebuah hubungan kolaborasi yang saling menguntungkan.  Setelah beberapa tahun ini saya melakukan riset  mengenahi kekuatan kepercayaan di dalam organisasi, dan hasilnya adalah jawaban spontan saya di sepuluh tahun lalu masih sangat relevan sampai dengan hari ini.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEYAKINAN DAN KEHORMATAN DIRI

“Kehormatan Diri Hanya Dapat Dihasilkan Melalui Nilai-Nilai Keyakinan Untuk Kemanusiaan Dan Keadilan Dalam Tanggung Jawab Sosial Kehidupan.” – Djajendra

Tindakan selalu dipandu oleh pertimbangan dari keyakinan diri terhadap sebuah hal atau nilai. Keyakinan itu sendiri berasal dari berbagai sumber, misalnya: keyakinan yang bersumber dari ego atau perilaku ngotot diri sendiri; keyakinan yang bersumber dari sifat normatif, yaitu dari sumber etika, moral, dan hukum; keyakinan yang bersumber dari pengalaman hidup, yang pada akhirnya diri akan mengontrol diri sendiri untuk hal-hal yang tidak dikehendaki atas dasar pengalaman masa lalu; keyakinan yang bersumber dari kesadaran diri sendiri, yaitu saat diri memiliki integritas terhadap kehidupan dan dirinya sendiri; keyakinan yang bersumber dari pengaruh lingkungan, yaitu nilai-nilai dan kepercayaan lingkungan terhadap sebuah hal atau nilai kehidupan yang berpotensi merubah pandangan individu.

Beberapa waktu yang lalu ada seseorang yang bertanya kepada saya tentang cara membangun keyakinan untuk menjaga dan merawat kehormatan diri. Pertanyaan ini muncul karena orang yang bertanya tersebut sedang sangat bingung melihat orang-orang disekitarnya menjadi tidak konsisten dengan nilai-nilai keyakinan hidup mereka. “Secara formal orang-orang di sekitar saya terlihat sangat luar biasa holistik dalam menjalankan nilai-nilai keyakinan untuk menjadi jujur dan baik. Tapi, realitas memperlihatkan sebagian besar dari mereka menjadi tidak jujur saat menggunakan kekuasaan, jabatan, uang, dan kekuatan untuk keuntungan pribadi atau kelompok mereka sendiri. Kenapa bisa begitu?” Tanya orang tersebut kepada saya.

“Hidup adalah pilihan, dan hanya Anda sendiri yang mampu memilih diri Anda untuk menjadi jujur terhadap diri sendiri dan orang lain. Keyakinan untuk kehormatan diri bisa didapatkan melalui latihan dalam ketekunan dan disiplin tinggi. Oleh karena itu, latihlah pikiran, dan setiap detik ucapkan kata-kata melalui hati nurani terdalam atas nilai-nilai keyakinan Anda untuk membuat diri Anda selalu berada dalam kehormatan seperti yang Anda inginkan. Bila seseorang menjadi tidak jujur terhadap diri sendiri dan orang lain, maka dia berpotensi menciptakan hal-hal negatif untuk kehidupan sosial. Misal, dengan menjadi orang yang tidak jujur; maka secara tidak langsung dia berpotensi menyakiti kehidupan orang lain, menyinggung perasaan orang lain, menciptakan kemiskinan dalam kehidupan, menciptakan kemunduran peradaban, menciptakan kebodohan, dan menambah satu musuh baru setiap hari.” Kata saya kepada orang tersebut.

Kehormatan diri membutuhkan kekuatan positif untuk menghasilkan pribadi jujur yang dapat diandalkan untuk kebaikan. Termasuk,  diperlukan komitmen, dedikasi, disiplin, tanggung jawab, integritas, tindakan nyata, cinta, dan perilaku untuk memperkuat pengaruh positif diri sendiri.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

5 PILAR KESADARAN DIRI

“Orang-Orang Dalam Kesadaran Diri Tertinggi Selalu Berpikir Melalui Emosional Cerdasnya Sebelum Bersikap.” – Djajendra

Kesadaran diri  adalah sebuah dasar untuk mengembangkan kecerdasan emosional. Bila Anda sangat sadar diri terhadap semua aspek kehidupan Anda, maka Anda berpotensi untuk menjadi cerdas secara emosional. Melalui kesadaran diri, Anda akan mampu mengelola emosional diri sendiri untuk kebahagiaan, kesehatan, keluarga, pekerjaan, persahabatan, karir, uang, kesejahteraan, dan mengelola hubungan dengan setiap orang yang berada di luar inti kehidupan Anda.

Orang-orang yang sangat sadar diri terhadap realitas kehidupan selalu menjadi sangat cerdas untuk mengidentifikasi, mengenali, dan mengendalikan emosi mereka sendiri serta mengenali dan merespons dengan tepat terhadap emosi orang lain. Mereka sangat peduli untuk mengembangkan nilai-nilai pribadi atas dasar etika, moralitas, dan integritas. Mereka selalu membangun dan mengelola dirinya melalui standar kehidupan yang tidak berbenturan dengan realitas sosial di sekitar mereka. Mereka sangat mencintai kehidupan dan kemanusiaan. Oleh karena itu, nilai-nilai pribadi (personal core values) mereka selalu mengacu kepada kebersatuan dalam keragaman dan perbedaan melalui perilaku toleransi dan kemanusiaan yang sangat tinggi.

Dalam sebuah penelitian yang saya lakukan, saya menemukan ada sebuah persamaan di antara orang-orang yang berkehidupan dalam kesadaran diri tertinggi. Mereka pada umumnya berkehidupan atas dasar nilai-nilai inti diri mereka. Secara garis besar, saya berkesimpulan ada lima pilar dasar yang dimiliki oleh orang-orang dalam pengembangan kesadaran diri, yaitu: jujur dengan diri sendiri, kemurnian visi dan emosi, tidak membiarkan kelemahan pribadi, merawat kehormatan diri, dan  memiliki keunggulan spiritual.

Pilar pertama adalah jujur dengan diri sendiri. Jujur dengan diri sendiri merupakan awal untuk mendapatkan informasi tentang diri sendiri. Orang-orang dalam kesadaran diri selalu menyelami dirinya secara sangat mendalam sehingga mereka menjadi sangat mengerti tentang diri sendiri. Mereka sangat mengenal siapa dirinya, apa yang diinginkan dirinya, dan bagaimana mewujudkan keinginan dirinya tersebut. Setelah itu, mereka selalu mampu berdamai dengan diri sendiri melalui rasa syukur yang luar biasa terhadap realitas kehidupan mereka. Mereka menjadi sangat tenang dan sangat sabar menjalani realitas kehidupan mereka melalui integritas diri yang tinggi.

Pilar kedua adalah kemurnian visi dan emosi. Mereka yang berkehidupan dalam kesadaran diri tertinggi selalu menjaga kemurnian visi mereka dalam kestabilan emosi diri yang sangat luar biasa. Mereka selalu konsisten dengan visinya, dan tetap patuh menjalankan kehidupannya menuju visi melalui nilai-nilai inti kepribadian mereka. Artinya, mereka tidak pernah tergoda oleh hal apa pun untuk merubah pandangan atau keyakinan mereka menuju visi mereka.

Pilar ketiga adalah tidak membiarkan kelemahan pribadi. Mereka selalu tampil sangat kuat melalui prinsip dan nilai-nilai kehidupan mereka. Mereka berkepribadian yang sangat kokoh tak tergoncangkan oleh rayuan dan godaan apapun. Mereka terlihat sangat percaya diri dan sangat kuat dalam semua aspek kehidupan mereka. Mereka sangat cerdas emosional untuk tidak memperlihatkan kelemahan pribadi mereka kepada orang lain. Mereka juga sangat cerdas emosional untuk mengevaluasi kembali kebutuhan diri, menafsirkannya kembali, menilainya kembali, dan menanggapinya melalui kekuatan kepribadian yang tangguh.

Pilar keempat adalah merawat kehormatan diri. Mereka adalah orang-orang yang sangat cerdas emosional untuk mengendalikan nasib mereka sendiri. Mereka selalu memiliki kepribadian Mahatma Gandhi untuk kemandirian kehidupan mereka. Apa pun tantangan hidup yang mereka alami, mereka mampu dengan sangat cerdas untuk menginterpretasikannya ke dalam semangat yang memperkuat kemandirian kehidupan mereka.

Pilar kelima adalah memiliki keunggulan spiritual. Orang-orang dalam kesadaran diri tertinggi selalu berkehidupan melalui kekuatan spiritual. Mereka mampu merasakan kekuatan besar di atas diri mereka. Mereka lebih tenang dan sabar melalui perasaan cinta dan kasih sayang. Sebab, mereka sangat kuat keyakinannya bahwa Sang Maha Pencipta adalah sumber cinta dan kemanusiaan. Oleh karena itu, mereka menjadi sangat spiritual dan memiliki hubungan yang sangat harmonis dengan Sang Pencipta dan makhluk ciptaan Tuhan secara total.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

PENGUATAN KEPRIBADIAN

“Sadarlah Untuk Memahami Kekayaan Potensi Diri, Dan Bentuklah Kepribadian Yang Mampu Membawa Harapan Kehidupan.” – Djajendra

“Kosongkan Diri Anda Dari Kesombongan Pengetahuan, Agar Anda Dapat Mengembangkan Kekayaan Pengetahuan Diri Anda Dengan Lebih Maksimal.” – Djajendra

Diri terdiri dari banyak dimensi, tapi semuanya terpusat di dalam otak. Otak sebagai penghasil pikiran dan emosi adalah titik awal dari munculnya kesadaran diri. Melalui kekuatan pikiran dalam kesadaran diri yang penuh integritas, Anda dapat belajar tentang kekayaan pengetahuan diri Anda. Untuk kemudian, memberikan fondasi bagi penguatan kepribadian Anda, agar dapat mengelola kekayaan potensi hidup dengan berkualitas. Mengetahui diri sendiri melalui nilai-nilai integritas adalah hal yang sangat luar biasa untuk membawa diri menuju puncak kehidupan terbaik.

Diri sejati seperti sebuah perpustakaan yang kaya dengan buku-buku kehidupan untuk membekali diri menuju masa depan yang lebih cemerlang. Untuk membuat perpustakaan diri sejati Anda agar tetap kaya dengan pengetahuan, Anda tidak boleh menghindari pengetahuan baru. Anda harus selalu membuka diri untuk mendapatkan umpan balik dari orang lain, dan terus-menerus belajar untuk mendapatkan nilai-nilai positif dari pandangan orang lain. Kosongkan diri Anda dari kesombongan pengetahuan, agar Anda dapat mengembangkan kekayaan pengetahuan diri Anda dengan lebih maksimal. Sekali Anda menganggap banyak tahu dan sangat pintar, maka perpustakan diri Anda akan ketinggalan zaman, dan hanya akan terisi oleh buku-buku lama yang mungkin sudah tidak sesuai dengan realitas zaman.

Kepribadian manusia sangat tergantung kepada keunggulan kesadaran diri. Semakin sadar seseorang tentang diri sejatinya, maka dia akan semakin unggul untuk berjalan bersama proses kehidupannya melalui kecerdasan sejati. Dia akan semakin cerdas untuk berinteraksi dengan orang lain, serta semakin cerdas untuk memperlihatkan kepribadian unggul kepada kehidupan. Dia semakin unggul untuk mengelola potensi diri dan mampu memanfaatkan semua keunggulan diri melalui kepribadian yang rendah hati. Termasuk, selalu sadar diri untuk memahami dan menghargai perbedaan dan menciptakan hubungan saling percaya dengan orang yang berbeda.

Proses sadar diri untuk penguatan kepribadian selalu harus diperkuat dengan nilai-nilai inti kepribadian (self core values). Kemauan untuk selalu berkaca diri melalui evaluasi diri dengan mengacu pada nilai-nilai inti kepribadian akan mengungkapkan jati diri yang asli. Di sini, integritas diri sangat menentukan, apakah diri sudah betul-betul berada di titik tertinggi kesadaran termulia, atau masih dalam belenggu kepentingan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

artikel self awareness

Older posts Newer posts