Memperkaya Integritas Diri

“Kekayaan Sejati Seseorang Akan Terlihat Dari Kekayaan Integritas Dirinya Buat Kehidupan Banyak Orang.” – Djajendra

Sehebat apapun  Profesionalisme dan kecerdasan seseorang,  bila integritas dirinya miskin maka dia akan menjadi pribadi yang paling tidak jujur, dan paling sering berbohong kepada kehidupan. Dan, Anda tidak mungkin dapat membuat kesepakatan yang baik dengan orang yang suka berbohong.

Kecerdasan, profesionalisme, kekuatan, kekuasaan, dan senyum baik dari orang yang miskin integritas diri; pastinya tidak akan berguna buat kehidupan orang lain. Artinya, integritas diri buat melayani kehidupan lain dengan benar adalah kunci sukses keberhasilan sebuah jabatan. Ingat, jabatan yang bersih dan berguna itu tidak akan pernah masuk ke dalam jebakan kekuasaan dan hawa nafsu.

Sebenarnya sangat sederhanan untuk memiliki integritas diri yang kaya dan berempati, yaitu dengan cara mulai berlatih dengan jujur untuk memiliki kekuatan sifat jujur. Nantinya, melalui kekuatan sifat jujur, Anda akan menjadi pribadi merdeka yang hidup dalam integritas diri yang hebat.

Orang-orang yang miskin integritas selalu mencari seribu satu cara untuk mengakali orang lain, dan bertindak tidak jujur buat keuntungan pribadi. Apalagi bila orang tersebut memiliki jabatan, kekuasaan, dan kesempatan, maka dia akan menjadi pribadi serakah yang tidak pernah kenyang.

Kemiskinan integritas adalah hal yang paling berbahaya dalam kehidupan. Semakin banyak orang-orang yang miskin integritas, maka semakin serakah dan tamak orang-orang tersebut. Setiap kesempatan dan setiap kebutuhan pasti akan dikonversi dalam bentuk materi untuk menjadi keuntungan pribadi.

Artikel ini karya djajendra

Etika Bisnis Menyelamatkan Para Karyawan Dan Pimpinan Dari Perangkap Masalah

“Hitung Hari Yang Hilang Di Mana Matahari Yang Tenggelam Mendapati Anda Tanpa Perbuatan Baik.” – Napoleon Hill

Aktifitas bisnis dilaksanakan dan ditujukan untuk kesejahteraan dan kebahagiaan manusia, dan agar aktifitas bisnis mampu berjalan secara baik diperlukan etika bisnis. Di mana, etika bisnis mampu memagari perilaku pekerjaan sehari-hari di kantor untuk membuat para pemimpin dan karyawan agar tidak terperangkap dalam masalah.
Bila etika bisnis mampu dijalankan secara tegas dan konsisten, maka nilai-nilai yang ada di dalam etika bisnis tersebut dapat menciptakan sebuah aktifitas bisnis yang sehat dan berkualitas tinggi.

Menjadikan panduan etika bisnis dan code of conduct perusahaan sebagai pedoman kerja, akan menciptakan  praktik bisnis yang bebas dari konspirasi buruk, yang bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme, sehingga mampu mengoptimalkan shareholders value perusahaan.

Secara prinsip etika bisnis itu mengatur agar para pemimpin dan karyawan di perusahaan tidak menjadi korban dari kegiatan bisnis tersebut. Oleh karena itu, pemahaman etika bisnis harus diikuti dengan kekuatan sifat baik yang didukung oleh nilai-nilai moral kehidupan yang tinggi.
Etika bisnis wajib diimplementasikan secara baik oleh setiap orang di perusahaan, agar mampu memainkan peran dan fungsi manajemennya secara profesional, tanpa keluar dari aturan main yang ada di perusahaan, serta mampu memahami apa yang baik dan apa yang tidak baik secara bijaksana.
Etika bisnis itu seperti cahaya yang menerangi semua fungsi dan peran kerja karyawan dan pimpinan. Semakin terang pikiran si karyawan dan pimpinan untuk memahami dan mematuhi etika bisnis, akan semakin tinggi kualitas integritas dan kinerja mereka.
Bila para karyawan dan pimpinan mampu mematuhi etika bisnis secara sempurna, maka secara otomatis mereka akan menjadi energi positif perusahaan; mereka akan menjadi pribadi yang membangun kebaikan di organisasi; mereka akan menjadi pribadi istimewa yang berpotensi meraih sukses tertinggi; mereka akan menjadi pribadi yang dicari-cari oleh perusahaan lain untuk direkrut.
Etika bisnis tidak sekedar aturan yang mengikat para karyawan dan pimpinan di perusahaan, tapi etika bisnis menjadi sebuah energi yang mampu menciptakan nilai tambah buat organisasi.
Etika bisnis adalah perilaku moral dan sikap baik yang menjadi inti dari kekuatan sebuah manajemen, dan inti dari sebuah kekuatan bisnis.

Artikel ini karya djajendra

Karyawan Adalah Harta KarunYang Harus Dirawat

“Karyawan Adalah Harta Karun Yang Harus Dirawat Dan Dikelola Secara Sistematik Dan Profesional. Perusahaan Tanpa Karyawan-Karyawan Yang Hebat Dan Andal, Pastilah Akan Mengalami Kesulitan Dalam Mencapai Kinerja Yang Diinginkan.” – Djajendra

Dalam sebuah penelitian kecil yang kami lakukan, kami menemukan bahwa hampir sebagai besar karyawan tidak memahami visi, misi, dan slogan perusahaannya; dan sepertinya para karyawan masa bodoh soal visi misi perusahaannya, yang mereka pikirkan hanya setiap bulan dapat bayaran yang utuh dari perusahaan. Dipertegas lagi oleh sikap para manajernya yang tidak terlalu peduli pada sikap dan pola pikir karyawannya, dan akhirnya perusahaan hanya berjalan sesuai mood dari para manajer dalam pola rutinitas kerja yang tidak konsisten.

Kesadaran para manajer untuk mengeksplorasi bakat, potensi, dan gairah kerja dari para karyawan sama sekali tidak ditemuhkan. Semua ini disebabkan oleh lemahnya sikap kepemimpinan, yang mana para manajer masih dalam batas kemampuan maksimalnya sebagai seorang mandor, yang belum mampu menunjukkan kualitas kompetensinya sebagai seorang pemimpin.

Secara formil semua kebijakan, prosedur, dan peraturan perusahaan menunjukkan kualitas yang sangat mengagumkan, tapi secara kultur semua kebijakan, prosedur, dan peraturan itu tidak dipedulikan, baik oleh para manajer maupun oleh para karyawan. Semua ini mengakibatkan kinerja perusahaan hanya tergantung pada faktor eksternal, yaitu bila sektor usaha tersebut sedang boming, maka kinerja akan naik pesat. Tetapi bila bisnis perusahaan sedang tidak boming, maka kinerja perusahaan turun pesat juga. Kesannya perusahaan seperti sedang menjalankan bisnis musiman, dan tidak ada upaya serius dari para manajer dan karyawan untuk memperkuat etos kerja di internal perusahaan, termasuk tidak ada upaya untuk menata sistem dan kultur perusahaannya dengan praktik-praktik perusahaan yang sehat dan baik, agar perusahaan bisa tumbuh secara sehat dan kuat.

Sikap karyawan yang masa bodoh pada visi misi perusahaan adalah sebuah beban berat buat masa depan perusahaan. Akibatnya, perusahaan tidak mungkin bisa membangun sistem dan kultur kerja yang andal untuk bisa memacu kinerja maksimal perusahaan secara konsisten. Bila sikap masa bodoh manajer dan karyawan ini terus berlangsung dalam jangka panjang, maka perusahaan sangat berpotensi kehilangan kredibilitasnya di mata para stakeholders.

Manajer dan karyawan seharusnyalah bersatupadu untuk membangun sebuah etos kerja yang penuh disiplin dan penuh perhatian pada makna yang diinginkan oleh visi dan misi perusahaannya, dan tidak bersikap masa bodoh sambil melalaikan visi dan misi yang seharusnya diperjuangkan dengan tekun dan serius dalam sebuah kolaborasi kerja yang harmonis.

Artikel ini karya djajendra

Pelayanan Prima Melalui Komunikasi Yang Cerdas

“Saat Anda Mampu Berkomunikasi Secara Bijak, Saat Anda Mampu Memberi Pelayanan Prima Secara Cerdik, Maka Sejak Detik Itu Anda Akan Menjadi Bintang Yang Bersinar Terang Bersama Organisasi Anda, Dan Anda Akan Menjadi Pengalaman Yang Menyenangkan Di Hati Dan Pikiran Pelanggan Anda.”-Djajendra

Ada dua hal terpenting saat Anda melayani pelanggan, yaitu komunikasi dan pelayanan prima.  Komunikasi yang bijak adalah seperti darah bagi sistem pelayanan organisasi, sedangkan pelayanan prima yang berkualitas adalah seperti zat-zat terpenting untuk kesehatan sistem organisasi. Jadi, jika tidak ada komunikasi maka tidak ada pelayanan prima, dan jika tidak ada pelayanan prima maka bisnis dan organisasi akan terseok-seok dalam ketidakpastian.

Pelayanan prima adalah hubungan berkualitas dalam bisnis , dan komunikasi menjadi sangat penting dalam membuat hubungan bisnis menjadi lebih sempurna.

Komunikasi dalam sikap profesionalisme akan mendorong setiap pribadi untuk proaktif melakukan pelayanan prima yang berkualitas terbaik.

Sebuah hubungan bisnis yang kuat harus mau memahami dua persepsi secara bijak, yaitu persepsi perusahaan dan persepsi konsumen. Perusahaan dengan tanggung jawab total dalam pelayanan berkualitas prima, akan selalu melibatkan konsumen untuk meraih sukses tanpa batas. Sedangkan perusahaan tanpa visi pelayanan yang jelas, akan bingung memahami kedua persepsi tersebut secara bijak, sehingga tanggung jawabnya untuk pelayanan berkualitas prima menjadi kabur dan tidak fokus.

Anda yang mewakili perusahaan haruslah selalu bijak untuk bersikap baik kepada semua pelanggan. Anda harus mau dan mampu berkomunikasi dengan kekuatan total dari sikap baik Anda. Tanpa pelanggan, Anda adalah pengangguran, tanpa pelanggan Anda sulit untuk menjalankan bisnis dengan wajar, tanpa pelanggan Anda tidak akan mampu memenuhi kebutuhan hidup perusahaan Anda. Jadi, berkomunikasilah dengan sikap baik kepada setiap pelanggan; dengar suara keluh kesah pelanggan, dan berikan solusi terbaik; jelaskan semua pelayanan Anda untuk memudahkan pelanggan menerimanya; berbicaralah secara persuasif untuk membantu semua kebutuhan pelanggan, tanpa menyakiti perasaan mereka; pastikan Anda adalah pribadi berintegritas yang baik hati, serta santun dalam bertutur kata.

Bangunlah fondasi kokoh bersama tiang-tiang pelayanan yang kuat dan tangguh. Pastikan Anda memiliki hubungan komunikasi yang akrab dalam bingkai kekuatan sikap baik, agar para pelanggan menyukai pelayanan prima Anda.

Pelanggan adalah bagian utama dari kisah perjalanan sukses Anda.  Pastikan untuk selalu meningkatkan kemampuan komunikasi dengan pelanggan.

Kemampuan komunikasi yang baik adalah sikap mendengarkan, berbicara, membaca, menulis, presentasi, meminta maaf atas kesalahan, memberi penjelasan atas kekurangan, dan menanggapi semua komplain secara bijak yang pro pelanggan.

Artikel ini karya djajendra

Memahami Bahasa Pelanggan

”Seorang Penjual Yang Cerdas Selalu Berupaya Untuk Bisa Memahami Bahasa Pelanggan, Agar Dia Bisa Memberikan Pelayanan Berkualitas Buat Pelanggan.” – Djajendra

Jika saja seorang penjual cerdas memahami bahasa pelanggan, maka dia tidak akan pernah kesulitan meyakinkan pelanggan, untuk setia dengan produk dan jasa yang ia tawarkan.

Bahasa pelanggan adalah bahasa keinginan dan kebutuhan pelanggan atas sebuah produk atau pun jasa.

Pelanggan pasti menderita jika semua janji-janji dan komitmen penjual hanya sebatas kebohongan. Dan, tak akan ada pelanggan yang merasakan kepuasan dan kenyamanan saat kebutuhan dan keinginan mereka dibohongi oleh penjual.

Seorang penjual yang berintegritas pasti berupaya untuk bisa memahami bahasa pelanggan, agar dia bisa memberikan yang terbaik buat pelanggannya. Buat dirinya sangatlah mudah untuk mempelajari bahasa perusahaan daripada bahasa pelanggan, tapi dia tahu bahwa bila dia ingin berprestasi tinggi, maka dia wajib memahami bahasa pelanggan.

Seorang penjual terbaik pasti peduli dengan harapan pelanggan. Kalaupun dia sulit memahami bahasa pelanggan, dia akan selalu berpikir dengan kreatif untuk memberikan kualitas dan pelayanan terbaik. Dia akan fokus untuk merawat dan menjaga reputasinya sebagai penjual terbaik.

Penjual terbaik tidak  akan mengejar target maksimal dengan mengabaikan bahasa pelanggan. Sebab, dia tahu bahwa untuk mendapatkan keuntungan maksimal secara terus-menerus, penjual wajib membangun loyalitas pelanggan kepada perusahaan, produk, dan jasa yang ditawarkan. Dan loyalitas pelanggan ini hanya bisa dibangun, saat perusahaan dan penjual memiliki empati dan integritas untuk memahami bahasa pelanggan.

Bahasa pelanggan ini hanya bisa dipahami dengan cara melakukan riset dan pengembangan, untuk memahami setiap titik perubahan perilaku pelanggan.

Perusahaan dan penjual tidak boleh berpikir bahwa relasi dengan pelanggan adalah sebagai rutinitas dan kewajiban. Tetapi, mampu melihat relasi dengan pelanggan sebagai kreativitas tanpa batas, yang selalu harus diperbaruhi dengan hal-hal hebat. Termasuk, melalui inovasi terbaru yang membuat pelanggan semakin loyal kepada perusahaan, produk, jasa, dan pelayanan.

Kreativitas tanpa batas ini harus bisa memuaskan selera pelanggan. Dan semunya harus disosialisasikan sedemikian rupa dalam beragam pendekatan, untuk menanamkan kebenaran dan kejujuran tentang brand image perusahaan dibenak pelanggan.

Nilai – nilai yang terkandung dalam bahasa pelanggan adalah nilai – nilai yang memudahkan, memuaskan, memanjakan, dan menyenangkan perasaan dan pikiran pelanggan. Artinya, perusahaan dan penjual harus berkomitmen untuk bersikap konsisten dalam mendistribusikan segala kebaikan dan segala kemanfaatan buat para pelanggan.

Artikel ini karya Djajendra

15 Kemampuan yang Wajib Dimiliki Manajer

”Manajer Hari Ini Tidak Sekedar Cukup Memiliki Keterampilan Kuantitatif Dan Analitik Yang Luar Biasa Hebat, Tapi Wajib Memiliki Perspektif Fungsional Dan Teknis Kepemimpinan Yang Luas, Yang Mampu Melewati Sekat-Sekat Emosi Dan Pikiran.” – Djajendra

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin bijak yang dapat dengan mudah memimpin melewati sekat-sekat emosi dan pikiran dalam membangun sebuah keharmonisan. Manajer harus mampu mengajak semua staf-staf nya untuk bekerja bersama nilai-nilai sejati perusahaan; manajer harus mampu menyemangati, mendorong, memberdayakan, dan memberi kekuatan kepada setiap staf-staf nya untuk bekerja sesuai rencana dan target perusahaan.

Untuk itu semua, seorang manajer hari ini haruslah memiliki kompetensi atau keahlian di berbagai bidang, agar dirinya dapat memimpin secara maksimal untuk memenuhi semua kebutuhan perusahaan.

Berikut ini ada lima belas keahlian atau kompetensi yang wajib di miliki manajer hari ini.

1. Kepemimpinan

Manajer hari ini wajib memiliki kompetensi kepemimpinan yang andal dan dipercaya oleh setiap bawahan.

2. Keterampilan Kerja

Manajer hari ini wajib memiliki keterampilan kerja yang optimal. Manajer harus selalu mengupdate pengetahuan dan cara kerjanya setiap saat, untuk diselaraskan dengan realitas kerja hari ini.

3. Kemampuan Memberdayakan

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang cerdas memberdayakan semua fungsi dan peran organisasinya, dengan tujuan menghasilkan kualitas kerja dan kinerja yang maksimal.

4. Kemampuan Memotivasi Dan Memberi Inspirasi

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang berkemampuan untuk memotivasi dan memberi inspirasi kepada staf-staf nya. Di mana, setiap motivasi dan inspirasi ini harus bisa menyentuh lubuk hati terdalam dari para staf untuk bekerja lebih maksimal.

5. Kemampuan Meningkatkan Produktifitas Kerja

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk meningkatkan dan menjaga tingkat produktifitas kerja yang tinggi. Setiap staf harus di beri petunjuk dan pedoman kerja dalam upaya meningkatkan produktifitas kerja secara maksimal.

6. Kemampuan Meningkatkan Kinerja

Manajer hari ini haruslah pemimpin yang ahli dalam hal memacu potensi para staf dan memacu semua potensi organisasi untuk menghasilkan kinerja yang maksimal.

7. Kemampuan Kerja Sama

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu mendorong setiap stafnya untuk bekerja dalam kelompok, saling membantu, berjuang bersama, selalu menjaga kebersamaan, mau berbagi informasi kerja dengan sesama kolega, dan selalu berkomunikasi secara terbuka dalam hal pekerjaan.

8. Kemampuan Mengelola Waktu

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang bijak, yang mampu memanfaatkan waktu kerja secara optimal untuk menghasilkan out put yang maksimal.

9. Kemampuan Mengelola Konflik Kerja

Manajer hari ini haruslah menjadi seorang pemimpin yang sabar dan tegar dalam hal mengelola semua konflik di pekerjaan. Di mana, setiap konflik kerja harus dikelola dengan sikap tenang, hati penuh kasih sayang dan kepedulian, serta pikiran positif yang di ikuti dengan niat baik untuk menyelesaikan setiap konflik melalui bahasa cinta.

10. Kemampuan Membangun Hubungan Positif

Manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin positif, yang cerdas menggunakan sikap baik untuk membangun hubungan positif terhadap setiap orang. Hubungan positif yang saling melengkapi di antara para staf, untuk kemudian memberikan yang terbaik buat kemajuan perusahaan.

11. Kemampuan Mengurangi Tingkat Stress Dan Depresi

manajer hari ini haruslah menjadi pemimpin yang mampu bekerja untuk mengurangi ketegangan di tempat kerja. Khususnya, memiliki kemampuan untuk menghapus atau pun mengurangi tingkat stres dan depresi di organisasi.

12. Kemampuan Mengarahkan Staf Untuk Mencapai Sasaran Kerja Tertinggi

Manajer hari ini harus menjadi pemimpin yang mampu memberikan pedoman dan arahan yang jelas kepada setiap staf, agar para staf mampu bekerja dan bergerak ke arah pencapaian sasaran kerja yang optimal.

13. Kemampuan Membangun Nilai-Nilai Sukses

Manajer hari ini wajib memiliki kemampuan untuk menanam nilai-nilai sukses di dalam organisasi, dan mampu meyakinkan setiap orang untuk bekerja keras sesuai nilai-nilai sukses terbaik.

14. Kemampuan Bekerja Berdasarkan Core Value Perusahaan

Manajer hari ini harus secara tegas dan tanpa kompromi, mengarahkan setiap staf untuk patuh pada setiap nilai-nilai kerja perusahaan. Nilai-nilai kerja perusahaan ini harus diperlihatkan melalui etos kerja yang baik.

15. Kemampuan Bekerja Sesuai Visi Dan Misi Perusahaan

Manajer hari ini harus memiliki kemampuan untuk bekerja sesuai visi dan misi perusahaan. Tidak boleh ada pertentangan antara tugas-tugas harian dengan misi atau pun visi perusahaan.

Artikel ini adalah karya Djajendra

Motivasi Adalah Seni Untuk Memberi Sugesti Sukses

”Ketika Gairah Hidup Mengalir Bebas Di Dalam Diri Anda, Energi Motivasi Akan Menguat Dalam Sugesti Sukses Anda.” – Djajendra

Kemampuan diri menyalakan api motivasi dengan kekuatan sugesti sukses akan berfungsi untuk menggerakan semangat pantang menyerah di dalam diri, di sepanjang masa.

Setiap orang memiliki energi motivasi dan tingkat sugesti sukses dalam level yang berbeda. Ada orang-orang yang sangat mudah termotivasi kepada sebuah inspirasi atau pun pada sebuah kata-kata, tapi ada juga orang-orang yang sangat sulit menerima arti motivasi, termasuk tidak mudah membangun sugesti sukses di dalam dirinya. Di sinilah peran seorang motivator sangat diperlukan, yaitu kemampuan motivator untuk melakukan pencerahan agar mampu menaikkan sugestivitas seseorang terhadap sukses.

Ketika seseorang memiliki sugesti terhadap sukses, maka secara otomatis energi motivasi di dalam dirinya akan bergerak dan mendorong dirinya untuk meraih sukses tersebut. Oleh karena itu, tugas utama seorang motivator haruslah memberi pencerahan dan membangun sugesti sukses ke dalam diri audiencenya.

Kekuatan motivator ada pada kesediaan batin dan pikiran audience untuk menerima kata-kata dari si motivator. Jika para audience menganggap ucapan dan kata-kata si motivator itu sebatas teori, maka si motivator akan gagal memberi motivasi kepada audience, sebab audience tidak membuka batin dan pikiran terdalam mereka untuk mau menerima kata-kata dan ucapan motivator.

Seluruh proses memberi motivasi adalah kejadian “Self Motivation”, artinya seseorang yang diberi motivasi itu sesungguhnya adalah pribadi yang sangat berperan dalam membangun sugesti sukses di dalam dirinya.

Jika Anda pernah melihat seorang motivator melakukan motivasi dengan begitu hebatnya, sadarilah bahwa kemampuan yang luar biasa itu justru datangnya dari para audience yang bersedia dirinya dimotivasi oleh si motivator. Bila para audience sejak awal sudah menolak dan tidak suka kepada si motivator, maka si motivator akan mengalami kesulitan dalam mengembangkan teknik dan cara memotivasi yang luar biasa itu.

Motivasi adalah masalah hati! Saat hati para audience tertutup oleh keyakinan lama dirinya, maka setiap kata dan ucapan si motivator akan terdengar seperti tanpa nilai dan makna.

Setiap orang dapat dimotivasi selama yang bersangkutan mau atau tidak menolak untuk dimotivasi; mau berkomunikasi dan berinteraksi dengan motivator bersama sikap baik; memiliki kemampuan untuk fokus pada setiap proses motivasi; memiliki kemampuan untuk menyimak secara mendalam setiap ucapan dan kata-kata motivator; memiliki antusiasme untuk terlibat dalam pembahasan tentang besarnya potensi diri yang harus diaktifkan melalui energi motivasi.

Para audience harus memiliki respek yang tinggi terhadap motivator, respek yang tinggi ini akan mengembangkan kemampuan audience untuk fokus kepada semua hal yang dibicarakan oleh motivator.

Artikel ini adalah karya Djajendra