PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Anger Management (page 4 of 4)

Manajemen Marah

BERTERIMA KASIH KEPADA MUSUH ANDA

DJAJENDRA2013“Berpikir positif berarti berpikir dengan akal sehat. Fokuskan pikiran dan hati hanya untuk melihat hal-hal baik di setiap peristiwa kehidupan, tetapi jangan mengabaikan semua energi negatif yang mengikuti peristiwa tersebut. Bila mengabaikan energi negatif dan menganggap energi negatif tersebut sebagai sesuatu yang boleh dimaafkan, maka energi negatif tersebut akan kembali hadir untuk merusak hidupmu. Tetaplah berpikir positif dan jagalah jarak yang jauh dengan energi negatif tersebut. Tidak perlu membenci, marah, atau takut dengan energi negatif; biarkan energi negatif hidup di dunia negatif, dan hidupkan dirimu di dunia energi positif.”~Djajendra

Musuh adalah orang yang sedang memberitahukan risiko dan bahaya yang berpotensi Anda temukan. Oleh karena itu, jangan memusuhi musuhmu, jadikan musuhmu sebagai energi negatif yang wajib untuk diwaspadai. Melawan musuh dengan marah dan takut hanya akan memperkuat musuh Anda, sebaliknya belajar untuk lebih berhati-hati dari sikap musuh, akan menjadikan Anda dapat mengantisipasi bahaya yang dimunculkan oleh musuh.

Dalam kehidupan dan pekerjaan, Anda tidak bisa memaksa semua orang untuk suka kepada Anda, atau untuk satu persepsi dengan cara hidup Anda. Semua orang pasti memiliki kepentingannya masing-masing, dan semua orang pasti membawa energi kehidupan di dalam dirinya. Energi kehidupan ini bisa positif dan juga bisa negatif. Semuanya ini sangat tergantung dari nilai-nilai kehidupan dan keyakinan hidup yang terbentuk di dalam pikiran bawah sadar seseorang.

Musuh bisa muncul dari mana saja, dan orang-orang yang paling dekatpun sangat berpotensi menjadi musuh dalam selimut, yang setiap saat dapat membawa Anda ke dalam bahaya dan risiko. Intinya, musuh itu ada yang terlihat dan ada juga yang tidak terlihat. Musuh yang tidak terlihat biasanya sangat pandai berpura-pura, yang membuat Anda menjadi sangat percaya kepadanya. Biasanya, begitu ada kesempatan, maka musuh yang berpura-pura ini akan mencurangi Anda dari belakang, sehingga Andapun menjadi kalang-kabut, dan sedih akan perbuatannya.

Musuh adalah sebuah realitas di dalam kehidupan. Tidak ada seorangpun yang tidak memiliki musuh. Karena musuh adalah realitas kehidupan, maka sangatlah penting untuk mengelola potensi risiko di dalam semua hubungan Anda dengan siapapun. Jangan biarkan musuh membuat Anda takut, dan jangan biarkan musuh mengalahkan hidup Anda.

Musuh akan muncul di dalam rasa senang yang berlebihan, di dalam rasa percaya yang berlebihan. Jadi, pastikan untuk tidak terlalu senang, dan tidak mempercayai siapapun secara berlebihan. Sangatlah diperlukan aturan yang tegas di dalam setiap hubungan, termasuk limit kepercayaan yang terukur, sehingga bila ada risiko, maka batas risikonya sudah dilimit dalam jumlah tertentu.

Musuh adalah potensi untuk menghadirkan konflik di dalam kehidupan, termasuk dapat menciptakan dilema, sehingga Anda harus sangat berhati-hati dalam mengambil sikap dan keputusan. Apalagi bila musuh itu bersumber dari lingkar dalam kehidupan Anda, maka diperlukan ketenangan pikiran dan emosi cerdas untuk menentukan sikap dan keputusan yang tepat.

Jangan menyerah kepada musuh, dan jangan biarkan musuh mengganggu kehidupan Anda. Miliki sikap tegas dan jauhkan diri Anda dari semua energi negatif yang berpotensi menjadi musuh Anda. Fokuskan hidup Anda agar mengalir di dalam integritas, dan pastikan semua orang di sekitar Anda memiliki budaya akuntabilitas dan terbuka, sehingga sejak awal Anda sudah bisa memonitor segala sesuatu secara tegas dan bijak.

Berterima kasihlah kepada musuh Anda, sebab musuh selalu menunjukkan titik lemah kehidupan Anda. Kuatkan titik lemah kehidupan Anda, dan pastikan untuk selalu belajar dari musuh daripada memusuhi musuh Anda tersebut.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

MARAH ADALAH TANDA JIWA SEDANG KALAH

djajendra“Kemarahan adalah emosi yang dihasilkan dari kehidupan. Semua yang hidup pasti memiliki energi marah. Marah itu emosi yang sifatnya universal, bila tidak dikelola dengan baik berpotensi merugikan diri sendiri.”~ Djajendra

Marah itu mudah, tidak perlu sekolah untuk bisa marah, tidak perlu ada syarat apapun untuk bisa marah, tidak perlu ada pelatihan khusus untuk bisa marah. Marah itu emosi yang wajar, dan pasti dimiliki oleh semua mahkluk hidup. Jadi, semua yang hidup pasti bisa marah.

Diri yang sedang marah adalah diri yang sedang kalah dengan realitas yang dihadapinya. Jadi, marah itu ekspresi dari diri yang sedang kehilangan ketenangan dan ketegasan saat menghadapi kenyataan hidup.

Orang-orang yang cerdas emosi pasti menyadari bahaya dari emosi marah. Apalagi marah itu emosi yang sangat mudah terekspresikan, dan secara pasti menimbulkan dampak negatif.

Perlu latihan yang sifatnya seumur hidup untuk menenangkan diri agar tidak mudah mengekspresikan marah. Diri sejati yang terkelola di dalam emosi cerdas dan pikiran baik, pasti mampu menggunakan bahasa positif dan merespon segala sesuatu dengan tenang, rasional, dan percaya diri.

Kemarahan berpotensi melukai hati orang lain, dan juga berpotensi menjadikan diri sendiri hidup dalam tekanan. Bila marah itu dipelihara, maka dia akan menjadi emosi yang membahayakan diri sendiri, termasuk menjadikan diri sulit menikmati damai dan bahagia.

Dalam kondisi sedang marah sangatlah sulit untuk berkonsentrasi dan berpikir jernih. Emosi marah akan menanggapi segala sesuatu dengan pikiran ego, sehingga berpotensi memperumit persoalan dan membuat situasi menjadi lebih buruk.

Marah haruslah dibatasi dengan tingkat toleransi tertentu. Miliki pengetahuan empati yang baik, lalu berikan respon dengan tenang dan penuh percaya diri saat menghadapi peristiwa yang membangkitkan rasa marah. Pastikan Anda terlatih untuk merespon dan tidak sekedar bereaksi atas peristiwa yang terjadi. Bersikaplah secara profesional dan redakan situasi emosional dengan emosi Anda yang cerdas. Perankan diri dengan cerdas emosi dan pikiran positif di setiap realitas yang memancing emosi kemarahan.

Jangan biarkan emosi negatif orang lain membangkitkan emosi marah Anda. Hadapi setiap peristiwa yang tidak menyenangkan hati dengan lebih tenang dan lebih cerdas emosi.

Bila emosi marah tidak dapat Anda kendalikan, maka Anda pasti berpotensi terjebak di ruang stres, dan juga berpotensi mengalami ketidakbahagiaan akibat pikiran negatif yang membiarkan energi marah mendominasi jiwa Anda.

Ketika Anda sedang menghadapi orang marah, Anda wajib menjadi lebih tenang, lebih berpikir positif, dan memberikan respon untuk memperkecil marah.

Marah dalam sikap diam sangatlah berbahaya untuk kesehatan. Kemarahan pasif berpotensi menimbulkan berbagai macam penyakit mental. Oleh karena itu, pastikan Anda selalu menghadapi realitas yang menyakitkan ataupun yang tidak menyenangkan hati dengan tenang dalam pikiran positif dan emosi cerdas.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGELOLA EGO DENGAN KESADARAN DIRI

DJAJENDRA 2013“Tidak banyak orang yang mampu menjinakan ego-nya. Sebab, ego secara otomatis akan berjuang untuk menjaga kepentingan diri sendiri. Ego pasti bersikap ngotot dalam menjaga kepentingannya dan semua ini berlangsung dalam alam bawah sadar. Bila ego terlalu dominan di dalam diri, maka diri akan sulit menemukan damai, bahagia, dan juga keharmonisan terhadap diri sendiri maupun terhadap kehidupan sosial. Ego tidaklah mudah untuk dikendalikan kecuali Anda menjadi sangat sadar, dan sangat tercerahkan untuk tidak memiliki kepentingan dalam hidup.” ~ Djajendra

Ego adalah pelindung diri yang otomatis. Ego selalu fokus pada kepentingan untuk mengutamakan diri sendiri, dan tidak peduli pada realitas orang lain. Akibatnya, secara sosial, ego menjadi sifat yang kurang terpuji ataupun dianggap anti sosial.

Ego yang berlebihan akan menjadikan diri sangat sulit memiliki empati. Saat ego menguasai pola pikir dan pola rasa kepribadian Anda, saat itu Anda akan menjadi pribadi yang kurang mau menerima realitas di sekitar Anda. Diri Anda akan ngotot dengan persepsinya sendiri, untuk memaksa orang lain mematuhi persepsinya. Akibatnya, orang-orang menjadi sulit berkomunikasi dengan Anda, dan Anda akan kehilangan hati untuk hidup sesuai dengan realitas dan fakta.

Mengelola ego dengan kesadaran diri adalah penting. Sebab, walaupun Anda cerdas menggunakan intelektualitas Anda untuk berbagai interaksi di dalam kehidupan Anda. Tetapi, bila semua itu berada di bawah kendali ego Anda, maka kecerdasan dan intelektualitas Anda itu tidak akan menyentuh hati kehidupan sosial.

Latihlah ego untuk selalu menilai situasi, mempertimbangkan data, dan kemudian mengambil waktu untuk merasa dengan empati. Kemampuan untuk membiasakan ego cerdas bersama intelektualitas akan mendorong ego menjadi sahabat yang membantu kehidupan sosial Anda.

Ego yang tidak dilatih untuk mematuhi kesadaran diri akan menjadi ego yang selalu ingin berjuang sendiri di bawah kekuasaan alam bawah sadar diri untuk hasil tertentu. Ego haruslah dicerdaskan dan diberikan intelektualitas, termasuk memberikan kekuatan kecerdasan emosional agar setiap upaya gigi dan perjuangan ego untuk membela diri Anda, tetap dalam kesadaran untuk membuat Anda cerdas sosial.     

Ego selalu berwujud sebagai perasaan batin.Walaupun perasaan batin tidak hanya dihuni oleh ego, sebab di situ masih ada intuisi, empati, naluri, dan lain sebagainya. Tetapi, ego sangat pintar untuk menguasai perasaan batin dan kadang juga menguasai suara hati nurani. Jadi, ego akan memiliki caranya sendiri untuk menyusup dan menguasai diri agar diri bersikap dan bertindak sesuai perintah ego.

Ketika ego belum di bawah kendali pikiran sadar Anda, maka ego akan memperkuat energinya untuk tetap berada di modus melawan pikiran sadar Anda. Walaupun logika dan akal sehat Anda menilai sesuatu dengan penuh integritas, tetapi ego akan menyusup ke dalam perasaan batin Anda, lalu memaksa Anda untuk menurutinya. Hasilnya, Anda akan bersikap di luar logika dan akal sehat integritas, sebab ego Anda akan menciptakan logika dan persepsinya sendiri sebagai akal sehat.

Ketika Anda ingin memperbaiki pola pikir dan mempersiapkan kepribadian positif, Anda harus masuk ke dalam kesadaran diri tertinggi, lalu menemukan ego di dalam dialog batin Anda. Anda harus memahami bahwa ego bertugas untuk melindungi kepentingan diri Anda. Persoalannya, ego hanya mementingkan diri Anda sendiri dan tidak memperdulikan hal-hal di luar diri Anda. Apapun akan dilakukan oleh ego untuk melindungi diri Anda, tanpa mau memahami arti kehidupan sepenuhnya. Jadi, ego ini adalah sesuatu yang baik, tetapi dia tidak memiliki ataupun mengetahui wawasan kehidupan, selain hanya bertugas menjaga diri secara sepihak.

Ego adalah penjaga diri yang paling setia, tetapi dia penjaga yang tidak memiliki penglihatan terhadap realitas di sekitar dirinya. Ego sangat fokus untuk mengurus “KEAKUAN” diri sendiri. Jadi, ego tidak bisa diharapkan untuk memberikan kontribusi atau pelayanan yang ikhlas dan tulus kepada orang lain. Sebab, ego hanya akan melakukan kebaikan, bila kebaikan itu membawa keuntungan langsung untuk dirinya.

Ego tidak akan pernah meninggalkan jiwa, raga, dan pikiran Anda. Jadi, apapun yang Anda lakukan, ego akan selalu setia mendampingi hidup Anda untuk selamanya. Ego selalu mengungkapkan jati dirinya dalam berbagai wujud, seperti: marah, frustasi, dan kesal untuk hal-hal yang merugikan diri Anda; atau sebaliknya, merasa bahagia, senang, beruntung, dan sukacita untuk hal-hal yang menguntungkan diri Anda. Ego adalah sahabat jiwa yang harus selalu dijaga dan dikendalikan dalam alam sadar Anda.

Anda tidak bisa berpura-pura sadar tanpa integritas pribadi yang konsisten untuk mengendalikan ego Anda. Sebab, ego Anda itu energi aktif, dan dia mampu masuk ke dalam realitas kepribadian Anda, kemudian secara otomatis melakukan investigasi terhadap kejujuran Anda. Bila hasil investigasi ego memperlihatkan kebohongan integritas batin Anda, maka ego akan secara otomatis mengambil kendali untuk mengontrol alam sadar Anda. Oleh karena itu, hiduplah dengan jujur, tanpa pernah membohongi diri sendiri, apalagi orang lain. Jadilah diri sendiri yang asli dengan jati diri Anda agar ego Anda dapat bersahabat dengan alam sadar Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MARAH MEMBUAT ANDA TIDAK BAHAGIA

031“Satu detik Anda marah, satu jam atau lebih dari itu Anda pasti kehilangan perasaan damai dan nyaman. Marah membuat diri kehilangan kebahagiaan. Marah membuat diri kehilangan sifat baik. Marah menunjukkan diri tidak cerdas emosi.”~ Djajendra

Kemarahan pasti merusak kesehatan Anda. Semakin sering Anda marah-marah, semakin tubuh dan jiwa Anda menjadi tidak sehat oleh energi negatif marah. Marah adalah racun yang secara perlahan-lahan meracuni tubuh dan jiwa untuk menjadi tak berguna.

Anda yang gemar marah-marah berpotensi untuk bersahabat dengan penyakit sakit hati, darah tinggi, dan penyakit jantung. Marah berbahaya untuk kesehatan Anda. Marah membuat Anda hidup dalam respon negatif terhadap realitas. Marah menandakan Anda tidak dewasa dalam menyikapi kehidupan yang penuh dinamika dan tantangan.

Ketika marah, saat itu tubuh mengaktifkan energi agresi untuk melawan sistem ketahanan tubuh yang sudah dijaga oleh sistem kekebalan otomatis tubuh. Marah menyebabkan sistem penjaga daya tahan tubuh kehilangan arah dan respon positif. Dampaknya, tubuh akan merasa lelah dan tidak nyaman dengan suasana hatinya sendiri. Selain itu, orang-orang akan menjauh dari tukang marah, dan tukang marah secara bertahap akan kehilangan persahabatan sejati di kehidupan sosialnya. Marah hanya membuat seseorang terlihat menjengkelkan dan tidak pantas untuk didekati.

Kebiasaan marah-marah akan membuat Anda kehilangan harga diri dan simpati dari orang lain. Sebab, orang yang suka marah-marah identik dengan kepribadian yang tidak memiliki kasih sayang, toleransi, empati, serta tidak dapat dipercaya untuk menciptakan energi damai dan nyaman untuk di sekitarnya.

Bila Anda mudah terperangkap dalam respon marah otomatis, maka mulailah memiliki kesadaran diri untuk mengelola diri Anda agar menjadi tidak marah. Sadari bahwa respon marah otomatis dari dalam diri Anda merupakan gejala dari tidak cerdasnya emosi Anda untuk menyikapi realitas penyebab marah. Sadari bahwa marah akan merugikan kebahagiaan diri Anda. Sadari bahwa Anda memiliki hak mutlak untuk merasakan bahagia dengan sukacita, dan perilaku suka marah menjauhkan Anda dari rasa damai dan nyaman.

Luangkan waktu sejenak untuk merenungkan tentang perilaku marah Anda. Lalu, pahami bahwa marah Anda itu berbahaya untuk kesehatan diri Anda sendiri. Jadi, sadarkan diri Anda untuk mencerdaskan emosional Anda, dan siapkan diri Anda dengan komitmen dan disiplin untuk menjauhi energi marah. Setiap hari latih diri Anda untuk tenang dan damai, perbaiki kekacauan diri sendiri, dan biasakan diri Anda mampu melepaskan ikatan dari energi marah.

Pahami semua efek buruk dari sifat marah Anda. Positifkan pikiran Anda, cerdaskan emosi Anda, dan lenturkan perilaku Anda dengan sikap baik. Tumbuhkan cinta, kesabaran, dan toleransi di setiap hubungan Anda dengan orang lain. Tenangkan diri Anda, dan jauhkan sikap Anda dari perilaku agresif.

Marah adalah musuh dalam selimut yang membuat Anda terjebak dalam jerat energi negatif kemarahan. Anda harus sadar untuk mengelola emosi Anda, dan mengubah semua persepsi negatif Anda  terhadap realitas penyebab marah. Jadilah pembelajar seumur hidup untuk mengubah energi penyebab kemarahan, menjadi energi yang menciptakan sukacita dan kebahagiaan dalam diri Anda.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MARAH ITU GAMPANG

DJ876“Ketika emosi marah Anda menyakiti seseorang, jangan berbangga atau tersenyum menang. Sebab, orang yang Anda marah itu berpotensi menyimpan dendam terhadap Anda. Lebih baik Anda menjadi cerdas emosi dan tidak mudah mengucapkan kata-kata marah, yang membuat orang lain sakit hati kepada Anda.” ~ Djajendra

Memarahi orang lain itu sangat gampang, siapapun bisa marah, dan marah itu energi emosi terburuk yang ada di dalam diri Anda. Persoalannya bukanlah membiarkan diri Anda hidup bersama emosi marah, tapi Anda harus bekerja keras untuk mengendalikan dan menghapus energi marah dari diri Anda, agar Anda terlihat pintar, baik, tulus, cerdas, sabar, percaya diri, dan enak dilihat oleh orang lain.

Mampukah atau maukah Anda hidup tanpa emosi marah? Jawabannya hanya Anda yang tahu, hanya Anda sendiri yang bisa menjawabnya. Anda hanya perlu ingat bahwa emosi marah hanya mempercepat Anda diserang oleh berbagai macam penyakit komplikasi yang berpotensi mengurangi rasa nyaman Anda dalam hidup.

Anda yang cerdas dengan emosi baik adalah Anda yang tercerahkan oleh sifat-sifat baik, yang tekun melatih semua emosi marah untuk dijadikan emosi cinta, dan selalu menggunakan akal sehat untuk melihat hidup dari persepsi positif.

Mengendalikan emosi marah berarti Anda antusias untuk mengidentifikasi semua kebiasaan buruk Anda dan menghentikannya segera mungkin, agar kebiasaan buruk itu tidak menjadi kekuatan yang merusak reputasi dan kredibilitas Anda.

Hidup ini memang tidak sempurna. Dan setiap orang memiliki keterbatasan dan kesulitannya tersendiri untuk mengendalikan dan menghapus emosi marah dari dirinya. Tetapi, ketidaksempurnaan dan keterbatasan itu janganlah dibiarkan menjadi sebuah persetujuan  buat membiarkan emosi marah hidup dan berkembang dalam diri Anda. Anda harus tegas dalam komitmen yang jujur untuk mendepak dan menghapus semua emosi marah dari diri Anda. Sebab, tanpa emosi marah Anda adalah pribadi yang tercerahkan untuk hidup sehat dan bahagia.

Tingkatkan kualitas diri Anda dengan cara-cara kebaikan yang penuh dengan sikap sabar dalam toleransi pergaulan, yang saling menghormati dan saling menghargai.

Jadilah pribadi yang memilih untuk berbicara tanpa dipengaruhi rasa marah. Jadilah pribadi yang penuh sabar dalam melihat realitas hidup hari ini. Jadilah pribadi yang peduli dan langsung memberi jalan keluar terbaik buat siapapun.

Bangun citra diri Anda sebagai pribadi yang cerdas, pintar, sabar, tulus, berkomitmen, percaya diri, dan peduli pada orang lain. Untuk itu, Anda tidak boleh jatuh ke dalam perangkap emosi  marah. Sebab, sekali Anda bersatu dalam emosi marah, maka  diri Anda akan dikenal oleh orang lain sebagai tukang marah-marah. Jadi hindari gambar buruk Anda dengan cara melatih dan berlatih terus-menerus untuk menghapus semua emosi marah dari diri Anda. Anda yang tercerahkan adalah Anda yang sabar dengan tanpa setitikpun emosi marah dalam diri Anda.

“Marah itu gampang, marah itu sifat orang barbar, sedangkan sifat orang tercerahkan adalah sabar dan penuh peduli.” ~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Newer posts