MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: Kepribadian (page 43 of 48)

Merasa Lelah

“Kendalikan Hidup Untuk Menaklukkan Masa-Masa Sulit, Lalu Kembangkan Pikiran Dan Perasaan Kaya.” – Djajendra

Di saat Anda merasa lelah dengan kesengsaraan dan cobaan hidup, Anda perlu berdiam diri sejenak untuk mencari perasaan syukur Anda atas semua kebaikan yang Anda peroleh dari kehidupan.

Jangan biarkan pikiran dan perasaan Anda terfokus pada kesengsaraan, tapi fokuskan pikiran dan perasaan Anda pada keunggulan dan kenikmatan yang Anda miliki. Walaupun keunggulan dan kenikmatan itu hanya setitik dari selautan kesengsaraan Anda.

Di saat hidup menguras semua energi positif Anda dengan berbagai cobaan dan kesengsaraan hidup, jangan berkeluh – kesah dan menangis, tapi temukan kelebihan dan kehebatan diri Anda melalui tekad dan motivasi diri yang tak padam oleh hal apa pun.

Kehidupan selalu memiliki siklus turun-naik. Dan di saat turun, cobalah belajar kembali untuk meningkatkan kualitas diri Anda. Dan di saat naik, janganlah tertawa dan merasa sombong, tapi kendalikan diri Anda untuk meningkatkan kualitas diri Anda buat kehidupan yang lebih berintegritas.

Di saat semua langkah-langkah kehidupan Anda menjadi berat, tidakpasti, penuh perasaan cemas, penuh pikiran takut, dan putus asa. Kendalikan  ambisi Anda yang berlebihan, walaupun Anda harus menguras tenaga dan pikiran untuk bisa mengatasi semua persoalan Anda.

Kehidupan selalu akan memberikan kejutan-kejutan yang tidak terpikirkan sebelumnya. Oleh karena itu, biasakan diri Anda untuk menghadapi hal apa pun dalam hidup dengan jiwa besar dan pikiran positif.

Di saat tekanan hidup membuat Anda sengsara, maka Anda tidak boleh takut dan cemas. Tetapi, miliki sikap positif dalam percaya diri yang sempurna, lalu rangkullah semua cobaan dan perubahan, dan kendalikan diri Anda dalam sikap sabar, tegar, dan cerdas secara emosional.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Self Leadership – Memimpin Diri Sendiri

“Ciptakanlah Sebuah Film Kehidupan Anda Seperti Yang Anda Angan-Angankan.” -Djajendra

Hidup adalah sebuah proses menuju harapan dan impian yang sering sekali harus dilalui dengan berbagi jalan kemenangan, kemunduran, masalah, kekecewaan, keuntungan dan kerugian. Berbagai jalan tersebut sering sekali muncul begitu saja dan selalu menjadi sesuatu hal yang berada di luar kendali diri. Oleh karena itu, Anda harus punya kekuatan mental dan fisik yang luar biasa untuk dapat menaklukkan berbagai hambatan menuju harapan dan impian hidup Anda. Anda harus dapat memimpin diri sendiri untuk mendengarkan suara di dalam diri Anda dan menyadari bahwa Anda punya banyak pilihan dalam hidup Anda.

Memimpin diri sendiri berarti Anda harus menemukan kejelasan visi hidup Anda. Anda harus fokus pada visi kehidupan Anda dan selalu percaya diri untuk menemukan sukses Anda dimanapun sukses itu berada.

Memimpin diri sendiri berarti Anda sendiri yang menulis skenario kehidupan Anda, Anda sendiri yang menyutradarai kehidupan Anda, Anda sendiri yang menjadi produser dalam kisah kehidupan Anda, Anda sendiri yang menjadi bintang yang memerankan isi skenario yang Anda tulis tersebut, dan Anda sendiri yang memilih rekan- rekan bintang pendukung untuk memuluskan cerita di skenario Anda.  Ciptakanlah sebuah film kehidupan Anda seperti yang Anda angan-angankan.

Memimpin diri sendiri berarti Anda harus benar-benar tahu tentang cara kerja menuju sukses dengan mengoptimalkan semua potensi diri sendiri. Anda harus menunjukkan kekuatan yang menakjubkan dari pikiran Anda. Anda harus berpikir untuk memenangkan semua impian dan harapan Anda. Anda harus berani melihat diri Anda telah berhasil. Anda harus konsisten untuk mengharapkan hal-hal besar hadir ke dalam kehidupan Anda. Anda harus bekerja keras dalam tanggung jawab untuk membuat hidup Anda bahagia, sehat, sejahtera, dan melanjutkan perjalanan kehidupan Anda ke level sukses yang lebih tinggi.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

16 Kemampuan Dasar Seorang Profesional

“Profesional Artinya Bekerja, Berpikir, Bertindak, Dan Bersikap Untuk Melayani Pekerjaan Dan Tanggung Jawab Dengan Berkualitas.” – Djajendra

Apakah Anda merasa pantas untuk dikatakan sebagai profesional dibidang pekerjaan Anda? Apakah Anda telah memiliki kemampuan dasar seorang profesional? Untuk menjawab pertanyaan di atas Anda harus memastikan bahwa Anda telah menjalankan hal-hal berikut dengan sempurna:

  1. Seorang profesional sejati bekerja dengan cara menetapan tujuan yang jelas dan tepat sasaran.
  2. Seorang profesional sejati memiliki harga diri dan kehormatan diri dalam menjawab tantangan.
  3. Seorang profesional sejati bekerja dan bertindak berdasarkan etika dari semua aspek pekerjaan.
  4. Seorang profesional sejati mempelajari bahasa bisnis dan bahasa kepentingan dengan sempurna.
  5. Seorang profesional sejati selalu bekerja dan bertindak dengan menghormati keragaman.
  6. Seorang profesional sejati hidup dan bekerja dalam integritas diri yang sempurna.
  7. Seorang profesional sejati bekerja tekun dalam disiplin diri yang tinggi untuk menyelesaikan semua tugas dan tanggung jawab.
  8. Seorang profesional sejati adalah seorang pekerja kerja tim yang sempurna.
  9. Seorang profesional sejati adalah pribadi yang akrab dengan manajemen waktu.
  10. Seorang profesional sejati adalah seorang yang ahli dalam pemecahan masalah.
  11. Seorang profesional sejati memiliki keterampilan dan pengetahuan yang unik dan rinci tentang ruang lingkup pekerjaan.
  12. Seorang profesional sejati akrab dengan perubahan, dan memiliki kemampuan untuk menangani perubahan dan melanjutkan pembaharuan.
  13. Seorang profesional sejati tidak akan takut untuk berada dalam kesulitan, dia  akan bertindak tegas mengatasi kesulitan apapun.
  14. Seorang profesional sejati memiliki kemampuan untuk mengubah dengan menumbuhkan keterampilan dan kemauan untuk beradaptasi.
  15. Seorang profesional sejati akan mengakui semua kebutuhan stakeholders, dan bekerja dengan solusi yang tepat buat stakeholders.
  16. Seorang profesional sejati selalu mempersiapkan diri untuk memenuhi kebutuhan pasar dan kehidupan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMODEL KOMPETENSI

“Produktivitas Yang Tinggi Dengan Kualitas Dan Standar Kerja Yang Tinggi Akan Memberikan Jaminan Kualitas Untuk Visi Berkelanjutan Organisasi.” – Djajendra

Kompetensi di tempat kerja sering diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas. Kompetensi diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi menjadi lebih cemerlang. Kompetensi dengan kinerja yang cemerlang akan memperlihatkan produktivitas individu yang cemerlang.

Memodel kompetensi  individu berarti harus memiliki keterampilan dan pengetahuan dasar yang kuat dibidang pekerjaan yang digeluti. Keterampilan dan pengetahuan dasar ini harus diisi dengan roh dari budaya organisasi. Kompetensi individu adalah fondasi individu untuk dapat berkontribusi secara maksimal buat keberhasilan organisasi. Ukuran dari kompetensi individu adalah produktivitas. Produktivitas yang tinggi dengan kualitas dan standar kerja yang tinggi akan memberikan jaminan kualitas untuk visi berkelanjutan organisasi.

Kompetensi setiap individu harus ditumbuhkan dengan cara memberikan pelatihan, pencerahan, dan motivasi secara rutin dan konsisten untuk mendorong kualitas individu dalam menghasilkan kinerja yang maksimal.

Setiap individu di organisasi perlu tahu bagaimana kinerja masa lalu mereka dilihat, dinilai, dan dihargai oleh manajemen. Lalu, apa yang harus mereka siapkan untuk memberikan yang terbaik buat masa depan organisasi.

Kompetensi karyawan pada akhirnya berujung pada penilaian kinerja. Di sini, diperlukan para pemimpin yang berintegritas dalam memberikan penilaian atas kompetensi individu secara profesional, mandiri, dan bertanggung jawab. Jika manajemen dan pemimpin organisasi ingin serius meningkatkan produktivitas kerja, maka mereka perlu menerapkan konsep penilaian kinerja yang terbuka, adil, bertanggung jawab, yang memotivasi, yang menumbuhkan karir, dan yang mengefektifkan proses kerja.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Membuat Diri Seperti yang Diinginkan

“Diri Sejati Anda Dapat Anda Bentuk Kembali Dengan Nilai-Nilai Kehidupan Baru Anda.” – Djajendra

Bila Anda mempunyai niat untuk menjadikan diri Anda seperti yang Anda inginkan. Berikut adalah saran dari saya untuk dapat Anda pertimbangkan.

  1. Gambarkan secara utuh dan jelas sosok diri yang Anda inginkan.
  2. Ciptakan deskripsi tentang nilai-nilai kehidupan yang ingin Anda tanamkan ke dalam diri Anda.
  3. Jelaskan secara rinci arti kehidupan yang ingin Anda lakoni dalam hidup Anda.
  4. Ciptakan gaya hidup yang Anda inginkan.
  5. Tegaskan kepada diri Anda sendiri untuk menjalani kehidupan sesuai dengan definisi Anda sendiri.
  6. Disiplin diri Anda untuk hidup bersama nilai-nilai Anda.
  7. Miliki kualitas diri yang sesuai dengan gaya kehidupan Anda.
  8. Ciptakan karakter Anda yang sesuai dengan tujuan hidup Anda.
  9. Miliki komitmen, konsistensi, integritas, dan tanggung jawab untuk menjadi orang yang seperti Anda inginkan.
  10. Jangan pernah menyerah bila ada tantangan, tapi terus arahkan diri Anda untuk mencapai harapan dan impian Anda.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Menjaga Diri Selalu Positif

“Kesadaran Dan Kemauan Diri Sendiri Untuk Menjaga Diri Sendiri Selalu Positif, Akan Menghapus Perilaku Mengeluh Tentang Hidup Diri Sendiri.” – Djajendra

Hal terpenting dalam setiap proses kehidupan adalah menjaga diri agar selalu positif. Diri yang positif mampu mengontrol semua keadaan dan situasi dengan tenang bersama pikiran dan perasaan terbaik. Diri yang positif akan menghasilkan sugesti baik buat lingkungan di sekitar Anda.

Di saat Anda sedang  berjuang mendaki puncak karir dan puncak kehidupan Anda , Anda mungkin dihadang dengan berbagai masalah di rumah dan di tempat kerja. Artinya, diri Anda sedang mendapatkan ujian dari lingkungan Anda. Bila Anda kalah oleh lingkungan Anda, maka Anda pasti akan mengeluh tentang keadaan Anda tersebut. Tetapi, bila Anda tetap berpikir positif dan dapat mengubah lingkungan yang negatif menjadi positif melalui persepsi Anda, Anda pasti akan menjadi semakin tangguh untuk dikalahkan oleh persoalan rumah dan tempat kerja.

Di saat Anda dapat menjaga diri Anda tetap positif, maka semua masalah akan menciptakan solusi yang inovatif. Dan Anda akan menemukan cara yang ampuh untuk hidup bahagia bersama perusahaan, keluarga, dan kehidupan pribadi Anda sendiri. Hal ini disebabkan, ketika diri Anda positif, Anda akan berpikir tenang dan jernih untuk dapat memberdayakan diri Anda untuk fokus pada solusi dan bukan pada masalah. Dengan cara ini, Anda tidak akan mengeluh oleh masalah, tapi bersikap mengubah keluhan dan masalah dalam tindakan yang positif dengan solusi yang cerdas.

Setiap orang dalam hidup ini pasti dapat mengubah tantangan terbesar dirinya dalam keberhasilan terbesar dirinya. Asalkan, dirinya mau mengubah sikap negatif menjadi sikap positif. Apapun persoalan dan tantangannya, Anda harus dapat mengubah apa yang tampaknya “negatif” menjadi “positif.”

Merawat Pikiran dan Perasaan dengan Nilai – Nilai Kehidupan yang Seimbang

“Segala Sesuatu Yang Berlebihan Pasti Tidak Baik, Jadi Selalu Sesuaikan Semua Hal Sesuai Kadar Dan Kepantasan.” – Djajendra

Dalam diri setiap orang ada dua kekuatan yang luar biasa, dua kekuatan yang harus terus-menerus dipelajari untuk dapat merawatnya dengan baik. Dua kekuatan itu adalah pikiran dan perasaan.

Pikiran dan perasaan sifatnya seperti tanaman yang harus selalu disiram dan dipupuk dengan jumlah dan kadar yang pas, tidak boleh terlalu lebih, ataupun terlalu kurang. Bila salah perawatan, maka tanaman bisa stres dan mengering. Demikian juga dengan pikiran dan perasaan harus dirawat dengan nilai-nilai kehidupan yang seimbang dan yang pantas. Segala sesuatu yang berlebihan pasti tidak baik, sesuaikan semua hal sesuai kadar dan kepantasan.

Kehidupan bila tidak dijalankan dengan perasaan dan pikiran positif, maka kehidupan akan menghadirkan kondisi dan situasi negatif di setiap hari. Jadi, jangan heran bila ada orang-orang yang setiap harinya hidup dengan berkeluh kesah dan selalu berbicara tentang kekurangan kondisi keuangan, kesehatan, keluarga, lingkungan kerja, sahabat, ekonomi, politik, keyakinan orang lain, dan masih banyak lagi hal-hal negatif yang dipikirkan dan dirasakan. Semua ini terjadi karena tangan selalu menunjuk untuk menyalahkan pihak lain atas kekurangan dalam hidup, tanpa sekalipun tangan menunjuk kepada diri sendiri sebagai aktor utama yang harus bertanggungjawab atas semua kekurangan hidup.

Bila pikiran dan perasaan Anda tidak dirawat dengan nilai-nilai kehidupan positif, maka pikiran dan perasaan Anda akan menciptakan kondisi kehidupan yang frustasi dan menderita. Kondisi frustasi dan penderitaan Anda akan menghapus hak Anda untuk hidup damai dan bahagia. Jika hak Anda untuk damai dan bahagia hilang oleh ketidakcerdasan Anda dalam mengelola dan merawat perasaan dan pikiran Anda, maka seharusnya Anda bangkit untuk melakukan perubahan dan perbaikan secara fundamental pada nilai-nilai dan keyakinan diri Anda.

Untuk melakukan perubahan dan perbaikan secara fundamental pada nilai-nilai dan keyakinan Anda,  Anda harus menjalankan beberapa prosedur berikut:

  1. Jawablah dengan tulus dan jujur. Apakah nilai-nilai kehidupan yang Anda miliki sekarang telah menciptakan perasaan dan pikiran yang Anda inginkan?
  2. Lakukan dengan integritas. Lakukan identifikasi terhadap nilai-nilai kehidupan yang saat ini ada di dalam pikiran dan perasaan Anda.
  3. Lakukan untuk kebahagiaan dan kedamaian hidup Anda. Tentukan apakah nilai-nilai dan keyakinan Anda  yang sekarang sudah tepat untuk membuat  Anda damai dan bahagia?
  4. Bertindaklah. Lakukan perubahan pada nilai-nilai dan keyakinan diri yang menghambat proses pengembangan nilai menuju perasaan damai dan bahagia.
  5. Kuasai cara dan teknik untuk mengembangkan dan mengartikulasikan nilai-nilai kehidupan baru Anda ke dalam kepribadian yang Anda inginkan.
  6. Pahami nilai-nilai berikut dan apakah Anda mampu melihatnya dari pikiran dan perasaan positif Anda? Ambisi, kompetensi, individualitas, kesetaraan, integritas, pelayanan, tanggung jawab, ketepatan, hormat, dedikasi, keragaman, perbaikan, kesenangan, loyalitas, kredibilitas, kejujuran, inovasi, kerja sama tim, keunggulan, akuntabilitas, pemberdayaan, kualitas, efisiensi, martabat, kolaborasi, pelayanan, empati, prestasi, keberanian, kearifan, kemandirian, keamanan, tantangan, pengaruh, pembelajaran, kasih sayang, ramah, disiplin, kemurahan hati, persistensi, optimisme, ketergantungan, fleksibilitas,…..


Sudah Akrabkah Anda dengan Atasan Anda?

“Anda Perlu Bantuan Dari Orang-Orang Disekitar Anda Untuk Menciptakan Daya Dorong Anda Menuju Puncak Karir Anda, Dan Salah Satunya Adalah Atasan Anda.” – Djajendra

Membangun hubungan baik dengan atasan Anda adalah tanggung jawab Anda. Bila Anda ingin berprestasi dan menjadi cemerlang ditempat kerja, maka jangan pernah melupakan faktor atasan. Atasan Anda memiliki kekuasaan yang cukup besar untuk mendorong Anda menuju puncak sukses. Artinya, disamping perjuangan dan kerja keras Anda pribadi untuk mencapai puncak karir tertinggi, Anda perlu bantuan dari orang-orang disekitar Anda untuk membantu daya dorong Anda menuju puncak karir Anda, dan salah satunya adalah atasan Anda.

Berbicaralah dengan atasan Anda tentang rencana karir Anda di masa depan; berkomitmenlah kepada atasan Anda untuk membantunya dengan total dan maksimal; perlihatkan kepada atasan Anda bahwa Anda adalah pribadi yang sangat loyal kepada perusahaan dan atasan melalui etos kerja Anda yang cemerlang; jadilah pribadi yang membawa keberuntungan buat atasan Anda dan perusahaan Anda. Lalu, lihatlah semua keajaiban akan hadir ke dalam diri Anda untuk menjadikan Anda sebagai profesional yang cemerlang.

Bila Anda akrab dengan atasan, maka Anda akan memiliki kesempatan besar untuk berbagi gagasan dan mengembangkan ide-ide besar Anda di organisasi Anda. Tetapi, hubungan akrab Anda dengan atasan Anda haruslah berlandaskan kecerdasan, kegeniusan, dan kecemerlangan diri Anda yang terikat dalam batas-batas etika kerja yang berintegritas. Bila tidak, maka keakraban Anda akan dinilai negative oleh banyak pihak, termasuk mungkin oleh atasan Anda sendiri. Jadi, jangan pernah lupa untuk terus-menerus belajar dan menjadikan diri Anda lebih cemerlang dari hari ke hari, dan tetap bersikap rendah hati dengan penuh tanggung jawab kepada pekerjaan Anda.

Persiapkan diri untuk Anda menjadi cemerlang, dan pastikan Anda menjadi cemerlang. Berikut tips untuk Anda:

  1. Kerjakan pekerjaan Anda dengan prioritas yang tepat sasaran.
  2. Kerjakan dan pelajari poin- poin kunci tentang cara membangun hubungan kepada atasan, bawahan dan kolega.
  3. Jadilah pribadi yang tulus, ikhlas, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam setiap hubungan Anda dengan setiap kepentingan di organisasi.
  4. Jadilah pribadi yang cerdas membaca situasi di tempat kerja.
  5. Jika atasan tidak tertarik dengan gagasan Anda, maka jangan dipaksa, tapi  berterima kasihlah atas waktu dan kesempatan yang atasan berikan kepada Anda.
  6. Pastikan Anda selalu bersikap konsisten dalam semua situasi dan kondisi.
  7. Miliki kesadaran untuk menyesuaikan diri dalam semua keadaan dan tantangan.

Persaingan Karir

“Walaupun Profesi Saya Adalah Mengajar Dan Memotivasi, Tapi Saya Tetaplah Seorang Murid Yang Akan Terus Belajar Dari Setiap Momen Kehidupan.” –  Djajendra

Sebagian besar karyawan di tempat kerja selalu berharap mendapatkan karir, jabatan, dan gaji yang terbaik. Untuk itu, mereka selalu mempersiapkan dirinya dengan ilmu pengetahuan, motivasi, karakter, keterampilan, dan semangat untuk menjadi yang terbaik. Persoalannya, dalam proses pengejaran karir, ada sangat banyak faktor x yang  diperlukan, dan tidak sekedar tergantung kepada kegeniusan atau pun kepada kehebatan keterampilan kerja individu. Peluang untuk mendapatkan karir terbaik sering sekali ditentukan oleh sikap murah hati para pimpinan. Apakah Anda menyadari bahwa kecemerlangan karir Anda di saat ini mungkin ditentukan oleh sikap murah hati para atasan Anda di mana pun itu?

Saya pribadi tidak pernah menyangkal bahwa sebagian besar karyawan pasti menyimpan harapan kepada para pimpinannya. Namun, ada juga sebagian karyawan yang terlalu percaya diri dan cendrung bersikap sombong, dan mengabaikan faktor x di dalam mendapatkan karir kerja terbaik. Mereka selalu berpikiran kegeniusan, pendidikan, dan kehebatan keterampilan mereka pasti mampu mengantar mereka kepada puncak karir dan puncak prestasi tertinggi. Padahal di dalam dunia kerja, hubungan baik dan komunikasi yang persuasif sangat menentukan untuk mendapatkan yang terbaik di dalam setiap proses perjalanan karir ke puncak prestasi.

Setiap karyawan  harus bekerja keras dan berinteraksi dengan baik kepada setiap orang di internal kantor. Setiap karyawan harus berpikir bahwa tugas mereka adalah berjuang, bekerja keras, beretika, memiliki etos kerja terbaik, melayani perusahaan dan stakeholders dengan tulus, ikhlas dan penuh tanggung jawab. Setiap karyawan harus bersikap rendah hati, dan berperilaku seolah-olah perjalanan karir mereka tidak sepenuhnya atas kendali diri sendiri, tapi masih ada faktor x yang diperlukan untuk memenangkan persaingan karir di tempat kerja.

Mungkin di saat ini Anda telah memenangi berbagai kompetisi karir di tempat kerja Anda. Artinya, Anda telah meraih sukses. Namun, memenangi karir di saat ini bukanlah berarti Anda telah sampai di puncak prestasi, masih ada puncak – puncak prestasi yang lebih tinggi yang harus Anda daki, dan mungkin juga ada tantangan-tantangan sulit yang harus Anda lalui untuk sampai di puncak prestasi yang lebih tinggi.

Di dalam hidup, Anda tak bisa memenangi semua perlombaan karir menuju puncak prestasi di setiap waktu. Anda tak bisa berada di puncak prestasi di setiap waktu. Meski begitu, Anda harus selalu bersikap rendah hati, optimistis, berjuang, bekerja keras, dan tidak pernah menyerah oleh hal apa pun. Ingat! Kadang-kadang, Anda harus menjadi lebih kuat untuk menerima momen terburuk dari perjalanan karir Anda, dan selalu mau menjadi murid terbaik untuk belajar dari momen terburuk itu.

10 Menit untuk Tidak Mencela Orang Lain

“Jangan Mencela, Maka Kau Tidak Akan Dicela.” – Abraham Lincoln

Sebagian besar orang lebih suka mencela dan menceritakan kekurangan orang lain daripada mencela dan memperbaiki diri sendiri.

Perilaku mencela orang lain adalah hasil dari emosional negatif, dan akan ada dua hal yang muncul dari perilaku mencela, yaitu: akan dibenci orang lain dan akan mengundang banyak musuh untuk merusak perasaan damai dan bahagia.

Setiap orang tidak pernah menginginkan ada orang lain yang mencelanya, demikian juga dengan Anda, mungkin tidak akan membiarkan diri Anda dicela oleh siapa pun.

Pekerjaan mencela adalah pekerjaan yang paling gampang, tapi dampak negatifnya luar biasa merusak mental dan hubungan. Setiap kali Anda mencela seseorang, semakin sakit hati dan semakin dendam orang tersebut kepada Anda.  Hasilnya, Anda akan dikelilingi oleh musuh yang terlihat dan yang tidak terlihat oleh mata dan perasaan Anda.

Agar Anda tidak menjadi seorang yang suka mencela orang lain, Anda harus menjalani kehidupan Anda dengan memfokuskan semua perhatian Anda kepada sisi baik orang lain. Jangan pernah melihat sisi negatif siapa pun, tapi lihatlah sisi baik, dan layani orang lain dengan sikap baik Anda, yang membuat orang lain terlihat hebat dan penting.

Gunakan setiap hari 10 menit dari waktu Anda, khusus untuk melatih mind set Anda, agar Anda mampu untuk tidak mencela orang lain. Gunakan 10 menit itu untuk merenungkan sisi baik dari orang lain, dan gunakan 10 menit itu untuk membuat diri Anda mendapatkan sifat dan perilaku yang menghormati orang lain.

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑