PT DJAJENDRA MOTIVASI UNGGUL

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Category: KATA-KATA MOTIVASI TERBAIK (page 45 of 46)

Memantau Perilaku Kerja Karyawan

“Perkembangan Teknologi Di Kantor Mengharuskan Karyawan Untuk Menghilangkan Kepentingan Pribadi Di Kantor, Dan Meningkatkan Pelayanan Berkualitas Kepada Perusahaan Dan Stakeholders.” – Djajendra

Sekarang ini semakin banyak perusahaan yang memiliki kebijakan untuk memantau aktivitas kerja karyawan mereka secara elektronik. Kemajuan teknologi membuat setiap orang dapat dipantau dari jarak jauh. Dengan sistem kerja yang terintegrasi semua orang yang berwenang di kantor dapat memonitor tentang apa yang dilakukan oleh bawahannya. Voice mail, email, internet  dari setiap karyawan di kantor masuk ke dalam sistem  yang dapat dipantau oleh atasan. Artinya, para atasan memiliki hak untuk membaca email karyawannya, mendengarkan voice mail karyawannya, dan mencek pemakaian atau pemanfaatan internet karyawannya di kantor.

Sisi positif dari pemantauan aktif  terhadap karyawan oleh sistem di perusahaan adalah menciptakan disiplin terhadap etos kerja, sedangkan sisi negatifnya adalah para karyawan merasa tidak bebas dan takut dinilai buruk. Akibatnya, tingkat stres dapat meningkat tajam di lingkungan tempat kerja.

Pemantauan aktif terhadap karyawan umumnya dilakukan untuk tujuan menjalankan konsep good governance dengan benar. Di sini, pemantauan terfokus kepada pelaksanaan etika bisnis dan etika kerja.Sebab, kedua hal tersebut dianggap memiliki tingkat risiko penyimpangan yang cukup tinggi, sehingga harus dibuat sebuah sistem kerja yang terintegrasi dalam konsep pengawasan yang terbuka.

Melalui sistem pemantauan ini diharapkan karyawan menjadi lebih patuh pada etika bisnis; karyawan lebih patuh pada kewajiban kerja; kinerja karyawan dapat dipantau secara terbuka dan adil; produktivitas karyawan dapat diukur secara adil dan terbuka; dan dapat menjaga keamanan informasi perusahaan dari penyalahgunaan.

Kebijakan perusahaan untuk memantau karyawan harus dilakukan secara transparan dan bertanggung jawab. Hak-hak pribadi karyawan harus dijaga dan dihormati. Karyawan juga harus tahu bahwa mereka sedang dimonitor secara elektronik. Karyawan juga harus tahu hal apa dari perilaku mereka yang sedang dipantau dan untuk apa. Karyawan juga harus tahu apa yang dapat diterima dari perilaku mereka dan apa yang tidak dapat diterima oleh pimpinan dari perilaku mereka.

Pimpinan wajib memberikan pencerahan dan motivasi kepada setiap karyawan tentang manfaat positif dari kebijakan perusahaan untuk memantau perilaku kerja karyawan.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

MEMODEL KOMPETENSI

“Produktivitas Yang Tinggi Dengan Kualitas Dan Standar Kerja Yang Tinggi Akan Memberikan Jaminan Kualitas Untuk Visi Berkelanjutan Organisasi.” – Djajendra

Kompetensi di tempat kerja sering diartikan sebagai kemampuan untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan berkualitas. Kompetensi diperlukan untuk meningkatkan kinerja organisasi menjadi lebih cemerlang. Kompetensi dengan kinerja yang cemerlang akan memperlihatkan produktivitas individu yang cemerlang.

Memodel kompetensi  individu berarti harus memiliki keterampilan dan pengetahuan dasar yang kuat dibidang pekerjaan yang digeluti. Keterampilan dan pengetahuan dasar ini harus diisi dengan roh dari budaya organisasi. Kompetensi individu adalah fondasi individu untuk dapat berkontribusi secara maksimal buat keberhasilan organisasi. Ukuran dari kompetensi individu adalah produktivitas. Produktivitas yang tinggi dengan kualitas dan standar kerja yang tinggi akan memberikan jaminan kualitas untuk visi berkelanjutan organisasi.

Kompetensi setiap individu harus ditumbuhkan dengan cara memberikan pelatihan, pencerahan, dan motivasi secara rutin dan konsisten untuk mendorong kualitas individu dalam menghasilkan kinerja yang maksimal.

Setiap individu di organisasi perlu tahu bagaimana kinerja masa lalu mereka dilihat, dinilai, dan dihargai oleh manajemen. Lalu, apa yang harus mereka siapkan untuk memberikan yang terbaik buat masa depan organisasi.

Kompetensi karyawan pada akhirnya berujung pada penilaian kinerja. Di sini, diperlukan para pemimpin yang berintegritas dalam memberikan penilaian atas kompetensi individu secara profesional, mandiri, dan bertanggung jawab. Jika manajemen dan pemimpin organisasi ingin serius meningkatkan produktivitas kerja, maka mereka perlu menerapkan konsep penilaian kinerja yang terbuka, adil, bertanggung jawab, yang memotivasi, yang menumbuhkan karir, dan yang mengefektifkan proses kerja.

Untuk seminar/training hubungi www.djajendra-motivator.com

Menemukan Puzzle Pelayanan

“Kepemimpinan Yang Baik Adalah Memperlihatkan Cara Kerja Orang-Orang Yang Unggul Kepada Orang-Orang Yang Tidak Menonjol.” – John Rockefeller (1839-1937)

Pelayanan adalah sebuah kata yang bermakna luar biasa. Pelayanan adalah sebuah sikap yang akan mengantar Anda ke puncak sukses kehidupan Anda. Pelayanan adalah sebuah perilaku yang pasti menciptakan kebahagiaan di hati semua orang. Pelayanan Anda kepada kehidupan adalah langkah awal Anda untuk memulai perjalanan panjang Anda menuju puncak kehidupan tertinggi Anda.

Hari minggu kemarin, tanggal 30 Mei 2010, seorang klien dan juga teman lama saya menelpon saya, dan meminta tolong untuk direview materi presentasi yang harus dia sampaikan pada hari Senin, tanggal 31 Mei 2010, dihadapan manajemen di Medan.

“Baik Bos, tapi sekarang saya sedang di jalan menuju hotel,” jawab saya

“Bapak lagi dimana sekarang?” Tanya dia,  “saya sekarang sedang berada di kota Solo.” Jawab saya , “maaf pak … maaf pak, saya sudah mengganggu hari minggu bapak.” Kata dia

Saya senang dengan permintaan tolong klien saya ini, buat saya semua hari adalah hari untuk menemukan sesuatu yang baru, dan klien saya ini mengirimkan persepsi dia dalam bentuk materi presentasi, jelas hal ini sangat berguna buat saya.

Sesampai di hotel, saya langsung menghidupkan internet di notebook saya, dan segera membuka email untuk mempelajari apa yang dikirimkan oleh klien saya, dan juga teman baik saya.

Setelah melihat slide show yang berjumlah 20 slide, saya berkata dalam hati “Luar Biasa”. Sungguh luar biasa, klien saya ini bukan seorang trainer, dia seorang eksekutif puncak di perusahaannya di bidang cpo kelapa sawit, tapi dia bisa menyusun materi presentasi dengan struktur yang sangat saya kagumi. Judul presentasinya adalah  Menemukan Puzzle Pelayanan. Presentasi ini dibuat untuk membangkitkan motivasi dan keyakinan di internal perusahaan untuk melayani perusahaan secara proaktif. Materi disusun dengan kata-kata penuh rayuan yang sangat mesugesti perasaan dan pikiran. Saya sangat percaya bahwa materi puzzle pelayanan yang sangat holistic  ini akan mampu melengkapi semua misteri pelayanan di internal perusahaan. Biasanya kebanyakan perusahaan terlalu fokus untuk melayani pelanggan pembeli untuk mengejar target penjualan, dan selalu melupakan untuk melayani pelanggan yang bekerja di internal perusahaan, yaitu karyawan.

Kegeniusan dan keluarbiasaan para trainer di internal perusahaan adalah sebuah hal yang telah lama saya pahami. Tetapi, klien dan teman saya ini adalah sosok pembelajar yang memiliki ide-ide yang diterangi oleh semangat, antusiasme, dan keyakinan untuk menciptakan sustainable pelayanan di internal perusahaannya secara sangat mendasar. Solusi yang dia berikan melalui materi presentasi tersebut sangat optimal, dan saya sangat yakin, bila para karyawan cerdas menangkap pesan-pesan dari Puzzle Pelayanan, maka mereka pasti dapat bertahan dan bekerja sama dengan manajemen secara elegan dan berkinerja.

Sudah Akrabkah Anda dengan Atasan Anda?

“Anda Perlu Bantuan Dari Orang-Orang Disekitar Anda Untuk Menciptakan Daya Dorong Anda Menuju Puncak Karir Anda, Dan Salah Satunya Adalah Atasan Anda.” – Djajendra

Membangun hubungan baik dengan atasan Anda adalah tanggung jawab Anda. Bila Anda ingin berprestasi dan menjadi cemerlang ditempat kerja, maka jangan pernah melupakan faktor atasan. Atasan Anda memiliki kekuasaan yang cukup besar untuk mendorong Anda menuju puncak sukses. Artinya, disamping perjuangan dan kerja keras Anda pribadi untuk mencapai puncak karir tertinggi, Anda perlu bantuan dari orang-orang disekitar Anda untuk membantu daya dorong Anda menuju puncak karir Anda, dan salah satunya adalah atasan Anda.

Berbicaralah dengan atasan Anda tentang rencana karir Anda di masa depan; berkomitmenlah kepada atasan Anda untuk membantunya dengan total dan maksimal; perlihatkan kepada atasan Anda bahwa Anda adalah pribadi yang sangat loyal kepada perusahaan dan atasan melalui etos kerja Anda yang cemerlang; jadilah pribadi yang membawa keberuntungan buat atasan Anda dan perusahaan Anda. Lalu, lihatlah semua keajaiban akan hadir ke dalam diri Anda untuk menjadikan Anda sebagai profesional yang cemerlang.

Bila Anda akrab dengan atasan, maka Anda akan memiliki kesempatan besar untuk berbagi gagasan dan mengembangkan ide-ide besar Anda di organisasi Anda. Tetapi, hubungan akrab Anda dengan atasan Anda haruslah berlandaskan kecerdasan, kegeniusan, dan kecemerlangan diri Anda yang terikat dalam batas-batas etika kerja yang berintegritas. Bila tidak, maka keakraban Anda akan dinilai negative oleh banyak pihak, termasuk mungkin oleh atasan Anda sendiri. Jadi, jangan pernah lupa untuk terus-menerus belajar dan menjadikan diri Anda lebih cemerlang dari hari ke hari, dan tetap bersikap rendah hati dengan penuh tanggung jawab kepada pekerjaan Anda.

Persiapkan diri untuk Anda menjadi cemerlang, dan pastikan Anda menjadi cemerlang. Berikut tips untuk Anda:

  1. Kerjakan pekerjaan Anda dengan prioritas yang tepat sasaran.
  2. Kerjakan dan pelajari poin- poin kunci tentang cara membangun hubungan kepada atasan, bawahan dan kolega.
  3. Jadilah pribadi yang tulus, ikhlas, bertanggung jawab, dan berintegritas dalam setiap hubungan Anda dengan setiap kepentingan di organisasi.
  4. Jadilah pribadi yang cerdas membaca situasi di tempat kerja.
  5. Jika atasan tidak tertarik dengan gagasan Anda, maka jangan dipaksa, tapi  berterima kasihlah atas waktu dan kesempatan yang atasan berikan kepada Anda.
  6. Pastikan Anda selalu bersikap konsisten dalam semua situasi dan kondisi.
  7. Miliki kesadaran untuk menyesuaikan diri dalam semua keadaan dan tantangan.

Perusahaan Menciptakan Tren Baru, Konsumen Menciptakan Budaya Baru

“Menjalankan Bisnis Berarti Harus Siap Melayani Dan Menghormati Keanekaragaman Budaya Dan Persepsi Konsumen.” – Djajendra

Bisnis adalah tujuan utama dari keberadaan sebuah perusahaan, dan hanya melalui bisnis perusahaan bisa menciptakan nilai tambah buat pemegang saham, serta menciptakan keberuntungan buat para stakeholdersnya. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi perusahaan untuk memasuki segmen pasar tanpa batas wilayah, budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan membuat perusahaan tumbuh menjadi raksasa.

Para pengelola perusahaan selalu sadar bahwa bisnis yang hebat membutuhkan modal, investasi, kinerja karyawan, sistem yang efisiensi dan efektif, pelanggan yang setia, tren baru,  hubungan kerja yang harmonis antara karyawan, direksi, manajemen, dan pemegang saham. Namun, sering kali mereka lupa bahwa bisnis yang hebat tercipta dari kecerdasan perusahaan untuk melayani keanekaragaman budaya, keyakinan, kepercayaan dan persepsi masyarakat dengan sepenuh hati, melalui penciptaan tren-tren baru yang sesuai dengan mind set masyarakat. Artinya, produk dan layanan perusahaan tidak boleh bertentangan dengan mind set dan daya beli masyarakat secara umum.

Tidak semua konsumen puas dengan apa yang mereka miliki dan yakini saat ini, dan ada sangat banyak konsumen yang terus mencari nilai-nilai kehidupan baru sambil mempertanyakan apa yang mereka miliki dan apa yang mereka yakini secara kritis. Jelas, hal ini harus dijawab oleh perusahaan melalui cara berbisnis yang tepat sasaran untuk memenuhi harapan dan keinginan target pasar secara maksimal.

Budaya – budaya baru di tengah masyarakat terus berkembang, ada yang terekspos, tapi banyak juga yang tidak terekspos. Budaya – budaya yang bersifat normatif sepertinya sangat mudah untuk dianalisa dan dipahami, tapi di luar hal-hal yang bersifat normatif memerlukan intuisi dan kecerdasan bisnis yang luar biasa dalam memahami realitas baru yang terus tumbuh bersama perubahan perilaku masyarakat.

Budaya, keyakinan, dan kepercayaan akan menjadi perilaku yang bersifat sistematik untuk mempengaruhi cara orang melakukan bisnis. Salah satu contoh dari budaya baru di dunia bisnis adalah perilaku konsumen yang menjadikan mall mewah sebagai tempat wisata untuk menikmati suasana mewah mall. Padahal mall dan pusat perbelanjaan mewah dibangun untuk menjadi tempat berbelanja aneka kebutuhan buat konsumen segmen eksklusif tertentu, tapi para konsumen dari berbagai latar belakang masyarakat telah menciptakan budaya baru, yaitu mall mewah dijadikan sebagai tempat untuk berwisata. Oleh karena itu, jangan heran bila para pedagang atau pemilik toko di mall pada berkeluh-kesah, karena sepi pembeli, tapi ramai pengunjung yang hanya melihat-lihat saja.

Di saat dunia bisnis melalui kreativitas dan inovasinya menciptakan tren baru, maka masyarakat dari berbagai latar belakang budaya masuk ke dalam tren baru bisnis tersebut, lalu menciptakan perilaku baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah terpikirkan oleh pebisnis. Artinya, bisa saja tren bisnis yang dibangun tidak membawa keuntungan secara finansial buat perusahaan yang menciptakan tren baru tersebut, tapi bisa menciptakan nilai tambah ekonomi buat pebisnis lain yang mampu menangkap semangat dari perilaku baru konsumen terhadap tren baru tersebut.

Menghindari Percakapan Emosional dan yang Membosankan

“Komunikasi Terburuk Adalah Di Saat Anda Atau Pun Lawan Bicara Anda Berbicara Secara Agresif, Yang Tak Meyakinkan, Penuh Emosional, Membosankan, Dan Yang Saling Menyakitkan Perasaan.” – Djajendra

Tanpa sadar sering sekali kita terjebak di dalam ruang rapat dengan percakapan yang tidak menyenangkan, yang sangat membuang-buang waktu, dan tidak bermanfaat buat siapa pun, kecuali buat kepuasaan ego diri sendiri.

Kesadaran diri sendiri untuk bisa mengontrol semua interaksi dan komunikasi dengan orang lain, akan membantu diri sendiri untuk menjadi lebih positif dalam setiap komunikasi.

Bila  Anda sudah terlanjur berada dalam percakapan yang penuh emosional atau yang membosankan, maka segeralah ambil sikap positif untuk menghindar dari komunikasi yang penuh energi negatif tersebut.

Anda harus segera keluar dari percakapan yang penuh emosi dan membosankan itu. Mulailah dengan senyum dan katakan bahwa Anda harus segera pergi untuk sebuah urusan yang tidak bisa ditunda. Jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih.

Untuk interaksi atau komunikasi berikutnya, pastikan Anda telah menyarankan atau menyampaikan informasi yang ingin Anda bicarakan. Katakan secara jujur kepada rekan bicara Anda bahwa Anda hanya tertarik untuk berbicara terhadap materi yang disepakati. Dengan tegas Anda harus meminta rekan bicara Anda untuk berkomitmen terhadap materi pembahasan.

Komunikasi yang penuh emosional berpotensi mengaburkan semua informasi penting, dan hal ini akan menyebabkan Anda dan rekan-rekan komunikasi Anda akan gagal meletakkan keputusan dasar untuk kerjasama yang berkualitas.

Berbicaralah secara efektif pada sasaran yang dituju. Jangan terlalu banyak berasumsi dan berteori, tapi fokuskan semua energi, kecerdasan, dan pengetahuan Anda untuk topik yang sedang Anda bicarakan.

Jadilah pribadi yang bersikap terbuka terhadap semua informasi pendukung. Berikan yang terbaik, dan pastikan Anda cerdas membaca pikiran dan motivasi orang lain.

Miliki kekuatan untuk menggali informasi secara lebih mendalam. Jangan hanya sekedar menerima jawaban, tapi dapatkan informasi yang lebih detail untuk semua persoalan.

Uang adalah Benteng Pertahanan Diri

“Uang Bisa Menjadi Benteng Pertahanan Diri Dan Sekaligus Berpotensi Menjadi Lubang Ancaman Yang Memusnahkan Diri.” – Djajendra

Ketika Anda tidak memiliki uang, maka banyak pengalaman sedih yang harus Anda jalani. Tetapi, di saat Anda memiliki uang banyak dan tidak memahami fungsi dan peran uang tersebut, maka Anda juga berpotensi untuk mengalami banyak pengalaman sedih bersama uang Anda yang banyak itu.

Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri atau pun bisa menjadi lubang yang menciptakan ancaman buat keselamatan diri. Untuk itu, Anda harus cerdas memahami fungsi dan peran uang di dalam hidup Anda, agar uang Anda itu mampu menjadi benteng yang kokoh buat pertahanan diri Anda dalam setiap proses perjalanan hidup Anda.

Memiliki uang yang banyak adalah dambaan dan harapan banyak orang. Semua orang tahu bahwa uang yang banyak akan sangat membantu dalam memenuhi semua keinginan hidup.Tetapi, tidak semua orang tahu bahwa uang yang banyak itu bisa menjadi benteng pertahanan hidup dan sekaligus menjadi lubang ancaman keselamatan hidup. Artinya, Anda tidak sekedar cukup memiliki uang yang banyak buat memudahkan kehidupan Anda, tapi Anda juga harus cerdas memahami fungsi dan peran uang agar bisa menjadi kekuatan pertahanan diri Anda terhadap ancaman, kekurangan, dan risiko kehidupan dalam bentuk apa pun.

Uang yang baik selalu berasal dari proses nilai tambah dengan integritas diri pada kejujuran dan kebenaran. Biasanya uang yang berasal dari jalan jujur dan benar ini akan menjadi kekuatan yang luar biasa untuk menciptakan kepercayaan diri yang tinggi dalam sikap rendah hati.  Sebaliknya uang yang didapatkan melalui jalan yang tidak jujur dan tidak beretika berpotensi menciptakan lubang ancaman yang sewaktu-waktu bisa merusak reputasi dan kehormatan.

Uang adalah sebuah alat yang sangat menentukan kualitas hidup. Artinya, di saat uang Anda banyak, dan Anda mampu mengendalikan diri dari segala godaan yang ditawarkan uang, maka Anda berpotensi untuk meningkatkan dan merawat kualitas diri Anda ke arah yang lebih sempurna. Tetapi, di saat uang Anda banyak, dan Anda tidak mampu mengendalikan diri dari ketidakcerdasan Anda memanfaatkan uang Anda, maka Anda berpotensi menurunkan kualitas diri Anda.

Uang bisa menjadi benteng pertahanan diri dan sekaligus berpotensi menjadi lubang ancaman yang memusnahkan diri. Hanya kecerdasan memahami uang lah yang bisa membuat seseorang bahagia bersama uangnya.

Mempertahankan Standar Hidup

“Ketika Kehidupan Anda Kalah Dengan Inflasi, Maka Anda Akan Hidup Dalam Kekurangan. “ – Djajendra

Anda mungkin merasa telah bekerja dengan rajin, tekun, dan disiplin, tapi gaji yang Anda terima semakin lama semakin tidak cukup untuk mempertahankan standar hidup Anda, dan semakin sulit untuk menutupi biaya hidup yang meningkat, padahal Anda tidak boros, dan selalu berhemat. Bila hal ini terjadi artinya kehidupan Anda kalah dengan inflasi. Lemahnya efisiensi dan efektifitas ekonomi akan menciptakan angka inflasi yang tinggi, dan akan menggerogoti daya beli.

Untuk menciptakan efisiensi dan efektifitas ekonomi yang mampu mengalahkan inflasi sangatlah mudah, yaitu dengan menciptakan sistem ekonomi dan keuangan yang bersih, jujur, beretika, adil, terbuka, berintegritas, dan penuh tanggung jawab. Bila hal ini terwujud berarti Anda bisa menabung buat menjamin hari tua Anda, tapi bila tidak, maka kualitas kehidupan Anda akan selalu menurun dari tahun ke tahun.

Motivasi dan etos kerja masyarakat yang hebat, yang bila tidak diikuti dengan sistem ekonomi dan keuangan yang efektif dan efisien, maka akan ada banyak keluhan dan rasa frustasi di masyarakat.

Saya sangat kagum dengan etos kerja orang Indonesia, yang tidak kalah dengan etos kerja bangsa Jepang maupun bangsa-bangsa super produktif  yang lainnya, tapi sayangnya etos kerja yang luar biasa hebat itu, terpaksa harus kalah oleh serangan inflasi, yang secara tradisi telah menjadi sebuah titik lemah dari sistem dan kultur perekonomian Indonesia.

Inflasi yang rajin menggerogoti penghasilan akan membuat etos kerja yang hebat itu kropos, dan akan menciptakan pemikiran-pemikiran untuk mendapatkan segala sesuatu secara instan, tanpa percaya pada jalan proses yang penuh etika, integritas, dan tanggung jawab. Kondisi ini akan menghasilkan praktik bad governance di dalam semua aspek kehidupan masyarakat.

Inflasi yang tidak terkendali akan selalu memiskinkan kehidupan, dan hanya orang-orang yang cerdas berinvestasi dalam bidang-bidang yang mampu menahan nilai aset dari bahaya inflasi akan selamat.

Ada Banyak Jawaban Untuk Sebuah Solusi

“Ada Banyak Jalan Menuju Keberhasilan, Dan Ada Banyak Jawaban Untuk Solusi Keberhasilan.” -Djajendra

Masa depan selalu menginginkan sikap tegas untuk bertindak dalam arah yang meningkatkan kualitas hidup kita di segala aspek. Kadangkala ada begitu banyak jawaban untuk sebuah solusi, tapi orang – orang tidak berani bersikap untuk memilih sebuah jawaban terbaik untuk sebuah solusi yang tepat guna. Orang selalu lupa diri bahwa hidup itu memerlukan antisipasi terhadap semua persoalan penting di hari esok, memerlukan kreatifitas untuk mencari solusi terbaik buat hari esok, memiliki inovasi untuk menghasilkan masa depan yang cemerlang, memiliki semangat juang tinggi untuk selalu unggul dan menang atas semua situasi buruk, dan memiliki niat suci untuk memberikan terbaik buat hari ini dan masa depan.
Sering sekali orang – orang terjebak dalam perang opini dan wacana yang tak menghasilkan sebuah jalan keluar. Semua orang dengan kaca mata masing – masing secara kaku mempertahankan ide dan konsep mereka sebagai yang terbenar. Padahal mereka lupa bahwa hampir selalu ada lebih dari satu jawaban yang tepat untuk sebuah solusi jitu. Tidak ada satu hal pun dalam hidup ini bersifat mutlak. Oleh karena itu, semua orang harus memiliki tanggung jawab untuk memilih satu solusi terbaik, daripada berwacana dengan cara sikut kiri sikut kanan yang mengakibatkan timbulnya gejolak dan kebingungan, seharusnya orang – orang pintar harus membantu mengurangi rasa bingung dengan cara memiliki niat baik untuk menerima sebuah solusi atas rasa tanggung jawab tinggi.
Saya ingin mengambil potret kehidupan kota Jakarta sebagai sebuah ilustrasi dari realitas tentang ada banyak jawaban untuk sebuah solusi. Ada dua hal terpenting dan sangat mendesak untuk harus dituntaskan dalam waktu yang sesingkat-singkatnya, yaitu banjir dan kemacetan jalan raya. Persoalan banjir dan kemacetan jalan raya di Jakarta telah diramalkan, diantisipasi, dan dipahami sejak puluhan tahun lalu, tetapi tidak ada sikap tegas untuk menindaklanjutkan semua ramalan, antisipasi, dan pengetahuan yang ada. Seolah-olah semua orang takut bergerak dan tak memiliki niat suci untuk mengatasi dua masalah yang sangat penting tersebut. Para pemimpin terlihat lebih dikendalikan oleh pro-kontra terhadap kebijakan yang baru diambil, dan tidak ada yang mau mengerti tentang permasalahan yang sangat serius tersebut. Semua orang ramai – ramai saling berbicara sambil melemparkan energi negatif ke mana – mana, dan tidak ada niat untuk ramai – ramai bergotongroyong mengatasi permasalahan yang ada.
Semua kondisi ini disebabkan oleh para pemimpin yang tidak memiliki sikap tegas dalam melakukan sebuah tindakan, yang membawa manfaat buat masa depan yang lebih baik. Mungkin saja untuk hari ini semua orang harus menderita dan merasa lelah untuk berbuat apa pun, tetapi bila ada solusi masa depan yang cerah, penderitaan hari ini hanyalah bersifat sementara, dan di masa depan segala penderitaan dan kebingungan hari ini akan ditebus dengan rasa nyaman dan aman. Sudah sewajarnya semua orang melihat hari esok yang lebih cerah dengan kerja keras dan pengorbanan di hari ini. Para tukang kritik juga seharusnya memiliki hati dan logika berpikir yang berniat baik, jangan semua gerak dilihat dan dibaca dari prasangka buruk, tetapi lihat semua upaya dari hati terbaik. Tidak ada yang sempurna dalam kehidupan ini, semua hal memiliki risiko masing – masing, dan besarnya kadar risiko yang merugikan harus dikendalikan dan dijinakan dengan tepat.
Kekuatan mental dari seorang pemimpin sangat menentukan nasib dari sebuah situasi dan kondisi, bila pemimpin takluk kepada opini dan wacana yang membingungkan semua orang, dapat dipastikan pemimpin tersebut akan mengakhiri masa jabatannya tanpa menghasilkan sebuah solusi yang bertanggungjawab terhadap semua persoalan penting tersebut. sikap tegas dan berani dari seorang pemimpin sangat menentukan tentang sukses tidaknya sebuah realitas buruk menjadi realitas yang cemerlang. Pemimpin adalah pemegang kunci sukses, dan sekarang semuanya berada ditangan pemimpin, apakah kunci sukses tersebut akan dimanfaatkan seoptimal mungkin untuk menata dan memperbaiki semua permasalahan buruk yang ada?, atau kunci tersebut hanya disimpan dalam brangkas besi supaya tidak dicuri oleh orang lain.
Tugas terpenting dari pemimpin adalah menemukan sebuah jawaban terbaik untuk sebuah solusi, dalam upaya konsisten untuk mengatasi semua keadaan buruk menjadi keadaan terbaik. Pemimpin harus menanggalkan semua ego pribadi, dan harus berani melangkah seperti seorang pemenang yang siap menaklukkan semua situasi terburuk. Pemimpin tidak dilahirkan untuk menjadi bimbang dan takut dengan berbagai risiko akibat sebuah keputusan beraninya. Pemimpin tidak melihat untung rugi buat posisi dirinya, tetapi dia seorang pejuang yang melihat hari ini untuk kebaikan hari esok. Pemimpin tidak boleh hidup dalam sebuah dilema, tetapi pemimpin harus hidup dalam sebuah ketegasan dan keberanian untuk menjawab semua situasi dan kondisi yang ada, dengan mempertaruhkan segala kehormatan dan kekayaan dirinya.
Ada banyak jawaban untuk sebuah solusi harus bisa dipahami oleh banyak orang, agar tidak ngotot beropini untuk memaksakan ide mereka yang dipilih pemimpin dalam menuntaskan semua masalah. Para pemimpin harus memiliki sikap dan niat yang konsisten untuk berbuat terbaik buat orang banyak, dan para pemimpin juga harus bisa melatih dan merawat syaraf – syarat akal sehat dan logika agar tetap berfungsi dengan optimal dalam melihat semua persoalan dan permasalahan secara total.
Pemimpin tidak perlu bermain kata – kata yang tidak perlu, tetapi lebih baik bersikap tegas dalam berbagai tindakan untuk menghasilkan kualitas hidup yang selalu meningkat ketaraf kesempurnaan buat kualitas kehidupan dari banyak orang.

Saat Krisis Datang Reputasi Pemimpin Bisnis Pun Terpuruk

”Ketika Manajemen Dengan Reputasi Yang Cemerlang Menangani Bisnis Dengan Reputasi Ekonomi Fundamental Yang Buruk, Maka Reputasi Bisnis Manajemen Itu Tetap Utuh.” – Warren Buffett’s Words Of Wisdom

Badai krisis global tidak hanya sibuk memPHK karyawan, tapi juga sekaligus menghancurkan reputasi dan kredibilitas para pemimpin bisnis.

Reputasi para pemimpin bisnis yang selama ini diagung-agungkan sebagai manusia ekonomi yang hebat dan spesial, mulai ditertawakan dan dicemoho oleh banyak orang. Gaji selangit, fasilitas super hebat, dan bonus yang luar biasa, tanpa prestasi dan kredibilitas merupakan realitas yang ada diposisi puncak dunia bisnis.

Dunia bisnis harus bangkit untuk memformat ulang semua kebijakan yang tidak efisien. Keadilan dan keterbukaan di semua aspek dan fungsi kerja haruslah menjadi agenda penting di hari ini agar dapat menata hari esok yang lebih baik dan lebih adil.

Saat ini kesadaran para pemimpin bisnis untuk membangun fondasi bisnis yang tangguh menjadi sangat penting. Untuk itu, para pemimpin bisnis tidak boleh lagi mendominasi panggung bisnis dengan segala kemewahan dan kebohongan, tapi seharusnya memulai dengan segala penghematan dan kejujuran.

Pemimpin bisnis harus berani untuk menjadi tidak serakah, serta mau memotong atau mengurangi besaran gaji dan fasilitas untuk diri sendiri.

Di berbagai negara yang terkena dampak krisis ekonomi, berkembang persepsi negatif dari masyarakatnya tentang reputasi, prestasi, dan kredibilitas buruk para pemimpin bisnis. Jelas, hal ini merupakan sebuah tantangan bagi para pemimpin bisnis untuk melakukan interospeksi diri, dan kemudian segera memperbaiki kekurangan yang ada. Ingat, kredibilitas dan integritas Anda sebagai pemimpin bisnis sedang dipertaruhkan dalam badai krisis ekonomi kali ini. Tahun 2009 adalah tahun kerja keras buat pemimpin bisnis, dan harus berani memformat ulang semua kekeliruan masa lalu untuk tidak terulang di masa depan.

Berikut beberapa opini dari sebuah artikel Kompas.com 31 Januari 2009.

Pemimpin News Corporation, Rupert Murdoch, menyebutkan, reputasi para eksekutif puncak memang sudah punah sejak September 2008 atau sejak kebangkrutan Lehman Brothers.

PM Brown mengatakan, dia tidak bermaksud menyerang individu-individu di perusahaan. ”Namun jelas kita tidak bisa memberi penghargaan atau memaafkan tindakan tidak bertanggung jawab dan pengambilan risiko bisnis yang berlebihan,” kata PM Brown.

”Kita harus memiliki pemikiran yang jelas, ke mana kita kini akan melangkah, dengan tujuan agar krisis serupa tidak lagi terulang,” kata Merkel.

”Kita kini menghadapi dua ancaman, yakni risiko keresahan sosial dan risiko bangkitnya proteksionisme,” kata Menteri Keuangan Perancis Christine Lagarde.

Tindakan AS dengan kampanye ”beli produk AS” dianggap berbahaya karena dilakukan oleh negara penyerap terbesar ekspor dunia. ”Proteksionisme adalah penyakit yang paling mudah menular,” kata Menteri Luar Negeri Brasil Celso Amorim.

Older posts Newer posts