MOTIVASI DJAJENDRA

Leadership Organization Business Personal Interpersonal Entrepreneurs and Employed Professionals

Tag: MOTIVASI (page 45 of 52)

KECERDASAN EMOSIONAL MEMBUAT DIRI BERASAL DARI DIRI SEJATINYA

DJAJENDRA“Manusia diciptakan untuk terhubung dari hati ke hati; untuk berkomunikasi dari hati ke hati; untuk membangun kebersamaan dari hati ke hati. Pikiran dan emosi harus tunduk pada kekuatan hati. Itulah inti keharmonisan; inti kebahagiaan. Mampukah?”~Djajendra  

Diri yang asli yang sejati berasal dari hati nurani. Diri yang asli mampu mengendalikan emosi dan pikiran. Diri yang asli sangat cerdas emosi: selalu tenang, terkendali, berhati-hati emosinya, perilaku yang beretika, kebiasaan-kebiasaan hidup yang mengalir dalam kesadaran tertinggi. Orang-orang yang cerdas emosional tidak mudah digoyang oleh hal-hal negatif. Mereka tetap tenang dan selalu menguatkan intelektualitasnya, emosionalnya, dan fisik tubuhnya. Keseimbangan antara intelektual, emosi, fisik, jiwa, dan alam semesta, adalah kebiasaan yang terjaga sejak bangun pagi.

Orang-orang yang cerdas emosional sangat mengerti untuk hidup bahagia. Sangat mengerti untuk menikmati indahnya kehidupan dengan rasa senang dan syukur. Tidak akan membiarkan atau mengijinkan seorang pun untuk membatasi kebahagiaan dan kehidupan senang mereka. Mereka berasal dari dalam dirinya, dan bukan berasal dari luar dirinya. Mereka tidak pernah tergoda untuk membandingkan dirinya dengan orang lain. Mereka sangat merdeka untuk menikmati hidupnya dengan sikap rendah hati. Mereka sangat merdeka untuk mengeluarkan pendapat yang tak menyakitkan siapapun. Mereka menghormati hak dan kehidupan orang lain, sehingga tidak akan tergoda untuk menghakimi atau menilai orang lain.

Orang-orang cerdas emosional tidak akan bernafsu untuk mematikan reaksi negatif orang lain. Tidak akan bernafsu membandingkan kebaikan dirinya, lalu menjadikan dirinya sebagai teladan yang patut untuk ditiru. Orang-orang yang cerdas emosional berasal dari kesadaran tertinggi. Mereka ikhlas untuk mengambil reaksi dan perilaku orang lain dengan rendah hati. Mereka fokus untuk memperkuat diri sendiri, dan tidak fokus untuk merubah atau menjadikan orang lain cerdas emosi.

Pengalaman dari berbagai peristiwa hidup tidak akan pernah dilupakan. Orang-orang yang cerdas emosi menjadikan pengalaman hidup sebagai guru terbaik. Mereka pasti memaafkan semua peristiwa buruk, tetapi mereka tidak akan melupakannya. Mereka sadar untuk memaafkan karena ingin menghindarkan dirinya dari stres oleh dendam dan marah. Mereka tahu bahwa pengampunan membebaskan mereka dari stres. Mereka sadar bahwa keikhlasan membebaskan mereka dari penderitaan. Oleh karena itu, mereka pasti memaafkan dan mengampuni kesalahan dan perbuatan buruk orang lain, tetapi tidak untuk dilupakan. Memaafkan dan mengampuni akan melindungi diri sendiri dari penderitaan.

Tidak akan ngotot, lebih suka mengalir. Orang-orang cerdas emosional pasti cerdas spiritual. Setiap situasi, kondisi, realitas, dan beragam kepribadian, pasti dilayani dan dihadapi dengan cerdas. Mereka tidak akan bertempur atau berkonflik oleh perbedaan. Mereka tidak akan mati-matian untuk membela keyakinan. Mereka tetap tenang dan emosinya terkendali di dalam intelektualitas dan wawasan kehidupan yang cerdas. Mereka selalu dapat menjadi diri sendiri yang hebat di setiap situasi, ataupun saat berhadapan dengan orang-orang yang berbeda.

Hidup itu milik banyak orang dan semua orang memiliki persepsinya sendiri. Tidak ada kesempurnaan yang bersumber dari satu orang. Kesempurnaan hanyalah bersumber dari kolaborasi kehidupan dengan alam semesta. Siapapun yang mengejar kesempurnaan pastilah menghasilkan rasa kecewa. Orang-orang cerdas emosional percaya bahwa jalan hidup terbentuk dari impian, cita-cita, rencana, harapan, keinginan, kebutuhan, dan takdir. Oleh karena itu, mereka tidak akan ngotot dengan kesempurnaan sebuah pencapaian. Mereka sadar bahwa ada jalan takdir yang berada di luar kemampuan diri sendiri, juga sadar bahwa ada kekuatan orang-orang lain dan alam semesta, yang berpotensi merubah arah pencapaian.

Manusia jalan ke depan menuju masa depan. Hati nurani harus bergerak ke dapan. Mungkin pikiran dan emosi masih mencoba membawa kita ke masa lalu, tetapi hati harus bergerak ke depan. Hidup itu singkat, semua orang punya batas waktu untuk hidup. Saat nafas berhenti total, maka selesai cerita hidup. Orang-orang yang cerdas emosional sangat sadar bahwa mereka tidak hidup selamanya. Mereka sangat sadar bahwa waktu hidup dari hari ke hari terus-menerus berkurang, sehingga setiap detik menjadi sangat berharga untuk bisa menikmati keindahan dan kebahagiaan.

Orang baik dan tidak baik hanyalah sebuah persepsi. Seseorang mungkin sangat buruk untuk kita, tetapi dia mungkin seperti malaikat untuk orang lain. Kita hanya perlu menghindari nilai-nilai kehidupan yang negatif. Sikap, perilaku, kebiasaan, kepentingan, dorongan, dan karakter orang lain, adalah seperti sebuah buku pelajaran. Kita cukup memperlajari buku tersebut, ambil yang bermanfaat, dan tinggalkan yang tidak bermanfaat. Orang-orang yang cerdas emosional tidak akan mengeluh atau membiarkan dirinya melihat keburukan dari orang lain. Orang-orang cerdas emosional sangat menguasai empati, sehingga mampu memanfaatkan setiap orang untuk kebaikan dirinya.

Orang-orang yang cerdas emosional terlatih untuk menjaga keseimbangan dan keselarasan hidupnya. Mereka mudah beradaptasi dengan semua situasi dan orang-orang. Mereka mampu menjadi pengamat yang optimis dan positif terhadap dirinya sendiri. Mereka mampu tersenyum dan bahagia di saat  stres, kelelahan, tantangan, cobaan, dan ketakutan hadir di dalam hidupnya. Mereka cerdas menjaga diri sendiri, mampu memenuhi harapan dan komitmen hidupnya, serta mampu menjalankan keikhlasan hatinya dengan cerdas emosi.

Untuk pelatihan hubungi www.djajendra-motivator.com

EMPATI MENYATUKAN HATI DAN MEMBUAT HIDUP LEBIH DAMAI

DJAJENDRAEMPATI MENYATUKAN HATI DAN MEMBUAT HIDUP LEBIH DAMAI

“Kita semua hanya sedang melewati hal-hal yang sudah pernah dilewati oleh orang-orang sebelum kita. Tidak ada yang baru dalam kemanusiaan. Manusia lahir, tumbuh, dan berakhir. Tidak ada yang baru di bawah matahari bumi. Semua kehidupan hanya mengulang dan sedang melewati yang sebelumnya.”~Djajendra

Tidak seorang pun hidup sendirian dengan pikiran dan perasaannya, di luar dirinya masih banyak orang yang berpikir dan merasakan hidup seperti dirinya. Intinya, apapun yang dirasakan oleh seseorang pasti pernah dirasakan yang lain. Merasakan dan memikirkan merupakan bagian inti dari kemanusiaan. Apapun yang sedang dialami seseorang mungkin pernah dialami yang lain. Hidup tidak membuat seseorang berdiri sendiri. Semua orang memiliki hati, pikiran, dan emosi yang sama.

Bila manusia hidup dalam keterpisahan, maka disitulah kesepian dan kesengsaraan akan lahir. Kasih sayang menyatukan manusia. Kepedulian menyatukan manusia. Dan yang paling penting, manusia membawa hadiah terindah dari Tuhan di dalam potensi hebatnya, yaitu: empati. Empati membuat manusia bersatu, tidak tercerai-berai, tidak saling merusak, tetapi saling peduli dan saling menolong. Sayangnya, sangat sedikit orang-orang yang mampu memanfaatkan empati untuk kebaikan hidupnya. Ya, empati menyatukan hidup di dalam kemanusiaan dan kedamaian.

Rasa sakit, takut, malu, khawatir, berani, percaya diri, dan semua rasa-rasa yang lainnya bersifat universal. Artinya, pasti dirasakan oleh semua orang, tidak peduli apa sistem keyakinan dan nilai-nilai kehidupan. Semua perasaan itu pasti dialami atau akan dialami oleh siapapun, tanpa terkecuali. Apapun bisa terjadi pada siapapun. Setiap orang tidak mungkin bisa menghindari hadirnya realitas yang menguji daya tahan dirinya, menguji kehebatan dirinya, menguji kesabaran dan keikhlasannya.

Empati adalah sebuah kekuatan yang bisa memetakan dan memahami diri orang lain dengan sangat detail dan rinci. Tuhan memberikan anugerah khusus untuk orang-orang tertentu yang memiliki empati luar biasa, yang tidak mungkin bisa dimiliki oleh orang kebanyakan. Semua orang pasti memiliki potensi empati di dalam dirinya, tetapi ada orang-orang khusus yang sejak lahir kemampuan empatinya sudah sangat tinggi. Mempelajari kemampuan empati dari orang-orang khusus tersebut merupakan sebuah anugerah. Logika tidak mungkin dapat memahaminya. Sebagai orang kebanyakan, bukan orang khusus, kita masih bisa memanfaatkan potensi empati untuk membangun hubungan baik dengan orang lain. Minimal empati kita bisa sekelas TK, mungkin empati orang-orang khusus tersebut sudah sekelas S3. Jadi, benih empati tetap ada di dalam potensi setiap orang, dan tinggal dilatih menjadi lebih tajam.

Empati menyatukan sebuah keluarga. Empati membuat anggota keluarga memiliki hati, dan tidak sekedar hidup dalam logika dan emosi. Empati tidak dapat diukur dengan logika, apalagi emosi. Empati hanya dapat diukur dengan hati nurani. Suatu ketika, saat sedang makan di sebuah tempat umum. Hadir dua orang pria yang badannya penuh tato, rambutnya acak-acakan, wajah terlihat sangat frustasi. Mereka berdua berkata, “bapak ibu semoga punya hati nurani, kami butuh makan.”  Kalau pakai logika dan emosi pasti kita menilai mereka malas, ataupun berbagai penilaian negatif dan menghakimi mereka sesuai logika atau emosi kita. Tetapi, kalau kita gunakan hati nurani, sesuai permintaan mereka, maka empati kita akan langsung memberikan bantuan agar mereka bisa makan. Empati menyatukan manusia dalam damai dan aman.

Empati membuat semua interaksi terhubung di dalam kebaikan. Empati memahami kebutuhan orang lain. Empati peduli pada keadaan orang lain. Empati selalu ramah dan baik hati, tidak akan melecehkan ataupun menghakimi. Empati mau mengurangi penderitaan orang lain. Empati mampu bekerja di ruang perasaan orang lain, dan tidak akan menggunakan logika untuk menilai atau menghakimi perasaan orang lain.

Dunia tanpa empati adalah dunia yang kacau dan tidak aman. Tuhan sudah memberikan hadiah sebuah empati untuk setiap orang. Tetapi, manusia suka mentuankan logika, dan merasa bahwa logikanya yang paling benar, serta tidak peduli pada perasaan orang lain, ataupun menganggap perasaan orang lain bukan urusannya. Empati menyatukan dan meningkatkan keamanan hidup di dalam damai dan keindahan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENDAMAIKAN HUBUNGAN

DJAJENDRA“Hubungan baik gagal karena hati nurani mati, lalu logika dan emosi mengatur segalanya.”~Djajendra

Hidup bukan untuk menang ataupun kalah. Hidup untuk damai. Hidup untuk bahagia. Hidup untuk sejahtera. Hidup untuk keindahan. Sering sekali keindahan hidup lenyap oleh hubungan yang tidak baik. Hubungan baik dan hidup dalam kedamaian pastilah sesuatu yang sangat indah. Tetapi, jiwa tidak baik, pikiran tidak baik, selalu menjadi akar konflik, sehingga hubungan baik itupun menjadi tidak baik. Damai dan baik tidak muncul secara spontan, dia muncul dari kesadaran empati dan toleransi.  Empati dan toleransi mampu menangani konflik dan menciptakan kehidupan yang damai.

Setiap orang bisa menjadi pemicu marah, benci, konflik, permusuhan, dan semua hal lain yang memisahkan hubungan baik. Hubungan baik gagal karena hati nurani mati. Hati yang mati mudah dikendalikan oleh pikiran negatif dan emosi yang penuh angkara murka. Hal ini menjadi kekuatan yang memisahkan, kekuatan yang menguatkan konflik dan kebencian. Hubungan baik hanya dapat dipertahankan dan ditingkatkan diantara jiwa-jiwa yang ikhlas dan penuh cinta. Hubungan baik tidak mungkin hidup diantara jiwa-jiwa yang serakah, palsu, frustasi, salah tapi merasa benar, merendahkan yang lain, menyakitkan yang lain, melelahkan yang lain, dan membuat perjuangan orang lain sia-sia.

Selama dendam dan benci menjadi keyakinan di dalam sebuah hubungan, maka selama itu kabut tebal menutupi hubungan sehingga tidak ada jarak pandang yang jelas untuk memulihkan hubungan tersebut. Hubungan baik butuh perjuangan, butuh keikhlasan, butuh niat baik, butuh berjalan di trek yang menyatukan. Nilai-nilai negatif membutakan hati sehingga hati tidak mampu melihat indahnya sebuah kebaikan. Komitmen untuk hidup dalam nilai-nilai positif, dan keikhlasan hati untuk menerima segala realitas, adalah jalan untuk menghidupkan hati.

Jiwa yang ikhlas mendamaikan hubungan. Jiwa besar mampu berekonsiliasi. Selama nafas belum berhenti damai pasti dapat diwujudkan asalkan memiliki niat baik. Membangun hubungan baik bukan berarti harus menerima perasaan orang lain, atau harus mengikuti maunya orang lain. Hubungan baik tercipta dari kesadaran semua pihak, bukan salah satu pihak saja. Kesadaran untuk menciptakan damai dan mengakui kesalahan, lalu memperbaiki kekurangan.

Kadang-kadang; konflik, kemarahan, kebencian, permusuhan, dan salah paham dapat berlangsung puluhan tahun, seumur hidup, bahkan turun-temurun. Hubungan tanpa niat baik untuk saling menghormati dan menyelesaikan akar masalah, akan menjadi permusuhan abadi. Diperlukan jiwa-jiwa baik untuk menyadari kenapa miskomunikasi itu terjadi. Diperlukan jiwa yang baik untuk menghentikan argumentasi dan menyadari kesalahan. Adil akan mendamaikan. Keseimbangan akan menghentikan konflik. Melepaskan keserakahan dan rasa paling benar akan mendamaikan. Jiwa yang jujur pasti mampu tumbuh dalam jiwa jujur yang lainnya. Jiwa yang jujur dan ikhlas akan menyatukan kebaikan dalam damai. Hidup ini tempat untuk saling berdampingan secara damai, dan tempat saling menghormati satu sama lain dengan peduli.

Mendamaikan hubungan dimulai dari hati yang bersih, hati yang hidup, hati yang mulia, hati yang berhenti berbohong kepada diri sendiri, hati yang ikhlas menerima apapun hasil akhirnya. Hubungan baik tidak mungkin bisa dibangun oleh hati yang penuh dusta, hati yang bersandiwara, hati yang selalu tidak jujur kepada dirinya sendiri, hati yang senang menampilkan kepribadian semu tanpa menguatkan karakter baiknya.

Hati yang jujur dan ikhlas adalah sumber kedamaian. Dia mampu membangun kepercayaan untuk hidup damai. Dia mampu mendengarkan dan merespon kehidupan dengan damai. Hati yang jujur dan ikhlas selalu memegang tanggung jawab untuk menjaga hubungan tumbuh dalam damai. Hati yang jujur dan ikhlas merupakan sumber kehidupan yang menciptakan rasa damai dan aman, yang menciptakan kehidupan bersama dalam keharmonisan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MENGHIDUPKAN KARAKTER ANDA

DJAJENDRA“Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.”~Djajendra

Karakter terbentuk dari kebiasaan sehari-hari. Kebiasaan buruk berakumulasi dan membentuk karakter buruk. Kebiasaan baik berakumulasi membentuk karakter baik. Tanpa karakter yang positif seseorang sulit mewujudkan impian dan harapan. Karakter positif yang kuat mampu menjalankan misi dan mewujudkan visi. Karakter positif yang kuat mampu memperbaiki kekurangan karakternya. Karakter positif yang kuat mampu menjalankan ide-ide baru yang hebat dan mencapai target tepat waktu.

Karakter menciptakan gaya untuk bertindak. Karakter adalah alat untuk bertindak. Karakter adalah alat komunikasi yang paling efektif. Biasakan atau berlatihlah secara terus-menerus untuk memiliki karakter komunikasi yang tepat dan profesional. Miliki karakter positif yang kuat saat Anda berbicara, saat Anda mendengarkan, saat Anda merespon dan tidak sekedar bereaksi, serta saat Anda berinteraksi secara verbal dan non verbal. Pilih kata-kata atau gaya berbicara yang membuat Anda berbeda dengan orang lain. Miliki nada suara yang tegas, jelas, dan berkarakter unik. Jadilah diri sendiri saat berkomunikasi. Miliki kepribadian yang terkelola secara baik di dalam nilai-nilai positif kehidupan. Miliki pola pikir, pola emosi, dan gaya komunikasi yang menjadikan Anda berbeda dan unik.

Siapkan kompetensi dan kualitas untuk mengedit ulang karakter Anda. Petakan diri dan pahami asal mula kebiasaan-kebiasaan hidup Anda. Miliki kesadaran untuk mengevaluasi karakter Anda. Mungkin saja sebagian besar dari kebiasaan-kebiasaan hidup Anda berasal dari ruang ketidaksadaran, berasal dari sesuatu di luar kemampuan Anda. Pengalaman, peristiwa, logika, dan emosi dari masa lalu dapat menjadi akar pembentukan karakter. Kembalilah ke masa kecil dan remaja, pahami siapa Anda saat itu. Bagaimana hubungan kehidupan sosial, keluarga, sekolah, dan yang lainnya?  Karakter selalu berasal dari dunia ketidaksadaran. Jadilah sadar dan berniat untuk memperbaiki semua karakter buruk, sehingga Anda dapat memiliki karakter positif yang kuat, untuk mengantar Anda meraih sukses.

Karakter itu tampil dan dilihat semua orang. Siapkan penampilan Anda sehari-hari. Miliki konsep diri yang jelas dan terkelola secara profesional. Penampilan fisik dan jiwa harus harmonis dan memancarkan sesuatu yang menarik orang lain. Jadilah seperti yang ingin Anda dilihat, dirasakan, dan dipahami oleh orang lain. Satukan pikiran, emosi, jiwa, dan penampilan fisik dalam satu kekuatan yang utuh dan solid.

Cara Anda terhubung dan memelihara hubungan baik. Karakter dalam hubungan menjadi sangat penting. Tidak semua orang memiliki persepsi, keyakinan, pemikiran, dan pandangan hidup seperti Anda. Manusia bukan malaikat dan manusia juga bukan sesuatu yang sangat buruk. Orang-orang selalu hadir dengan ambisi untuk memenangkan kepentingannya. Mereka bisa memoles penampilan dan gaya hanya untuk mendapatkan kepercayaan dari siapapun, termasuk Anda. Pastikan Anda mampu menyiapkan karakter yang berhitung risiko, tetapi mampu menyambut semua yang berbeda dengan sikap baik dan profesional.

Karakter adalah sesuatu yang hidup. Karakter harus memperlihatkan ambisi, keinginan, gairah, motivasi, keberanian, dan berbagai nilai-nilai kehidupan lainnya. Karakter harus mengalir, menerima, memperbaiki, dan meningkatkan segala sesuatu di sepanjang jalan menuju kemenangan. Karakter harus cerdas mengalir di dalam proses, di dalam sistem, di dalam budaya, di dalam strategi, di dalam taktik, di dalam semua dimensi lainnya yang dibutuhkan untuk kemajuan Anda. Karakter harus mampu memainkan peran yang andal untuk mencapai atau memenuhi kebutuhan akhir.

Manusia tidak sempurna. Manusia bukan malaikat. Tidak pernah ada karakter hidup yang mampu diperankan dengan sempurna. Kekurangan dan kesalahan adalah sesuatu yang pasti di dalam setiap karakter kehidupan. Sehebat apapun Anda menyiapkan karakter diri yang andal dan profesional, tetaplah rendah hati, dan ikhlas untuk memperbaiki kekurangan secara terus-menerus dan berkelanjutan. Selalu ada sesuatu yang kurang dalam karakter, ataupun cacat karakter, karena manusia bukan malaikat.

Berbicaralah dengan diri sendiri. Amati pikiran dan emosi. Pahami dialog internal antara pikiran dengan hati nurani. Pikiran pasti menggunakan logika, hati nurani yang hidup pasti menggunakan kebijaksanaan. Pastikan karakter Anda tampil di luar setelah hati nurani dan pikiran berada dalam satu persepsi, berada dalam satu semangat untuk melayani kehidupan dengan profesional dan berkualitas.

Karakter diri yang diterima oleh semua orang, semua budaya dan pola kehidupan. Hati-hati dalam membentuk karakter. Jangan sampai menciptakan karakter diri yang eksklusif. Sering orang terjebak dalam ruang kehidupan yang sempit dan hanya berkemampuan melihat satu dimensi kehidupan. Orang yang eksklusif sama seperti memakai kaca mata kuda. Tidak mampu melihat kiri-kanan kehidupan. Karakter yang eksklusif selalu mengkhususkan dan membatasi ruang perannya. Karakter eksklusif tidak mampu melayani semua dimensi kehidupan, dia sangat terbatas pada satu wilayah kehidupan, sehingga sulit berhubungan dengan beragam pribadi dan budaya kehidupan. Karakter yang terlalu khusus atau terlalu elit sulit tumbuh menjadi besar, sulit hidup di tengah perbedaan yang dinamis.

Tubuh dan jiwa adalah wadah karakter. Berolahragalah, makanlah secukupnya, dan buat tubuh selalu berenergi dan bertenaga untuk menjalankan peran hidupnya. Tubuh yang sehat dan kuat membantu karakter untuk menjalankan perannya dengan berkualitas. Jiwa yang positif dan jernih membantu kepribadian Anda, untuk menjalankan karakter dengan sepenuh hati.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

BUDAYA KERJA YANG INOVATIF

DJAJENDRA 0988“Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.”~Djajendra

Dunia bisnis selalu dinamis. Diperlukan budaya kerja yang siap berubah dan beradaptasi dengan segala kemungkinan. Sumber daya manusia yang berbudaya kerja inovatif mampu bergerak mengikuti kedinamisan bisnis dan organisasi. Budaya kerja yang inovatif mendorong karyawan untuk memiliki solusi, memperkenalkan sesuatu yang baru dan unggul, berkreasi dan melakukan pembaruan, serta memecahkan masalah dengan solusi yang tepat.

Perubahan itu pasti dan nyata. Dunia bisnis tidak boleh ragu menghadapi perubahan. Dunia bisnis tidak boleh diam menghadapi kedinamisan. Sikap diam menghadapi perubahan berarti menyerah dan menggiring perusahaan menuju keusangan. Budaya kerja inovatif tidak akan membuat karyawan diam dan bingung saat kehidupan bisnis memanggil untuk pembaruan.  Budaya kerja inovatif di perusahaan membuat karyawan dan pimpinan mampu proaktif terhadap kedinamisan.

Budaya inovatif mengharuskan karyawan dan pimpinan menjadi pembelajar yang rendah hati. Tanpa ilmu, pengalaman, pemahaman, wawasan, dan keterampilan baru, sulit untuk benar-benar menjalankan budaya inovatif. Budaya inovatif membutuhkan kecerdasan kreatif yang luar biasa. Ide-ide baru yang hebat harus dapat dilahirkan, harus dapat diwujudkan menjadi karya dan produk sesuai harapan pasar.

Budaya kerja inovatif tidak boleh dibiarkan dalam ruang skeptisisme, tetapi harus selalu di ruang optimisme. Sikap optimis dan keyakinan untuk menang, adalah kekuatan dari budaya inovatif. Semangat inovatif harus selalu dimotivasi agar karyawan bahagia menghabiskan jam kerjanya untuk inovatif.

Budaya inovatif hanya tumbuh di ruang yang penuh perbedaan, beragam persepsi, dan kaya dengan skenario. Setiap orang harus berani berbeda dan tidak harus satu pemikiran. Tetapi, ketika keputusan akhir sudah diambil dan ditentukan, maka semua orang harus bersatupadu dalam soliditas dan kolaborasi untuk mewujudkan keputusan tersebut.

Tidak ada ruang nyaman dan jangan biasakan bersembunyi di dalam zona nyaman. Budaya kerja inovatif tidak menyiapkan ruang nyaman untuk siapapun. Semua orang harus terlatih dan terbiasa hidup dalam kreativitas dan bergerak dinamis menuju ke depan. Gerak dan langkah yang tak terhenti merupakan kekuatan, yang membantu terciptanya budaya kerja yang inovatif.

Semua orang harus terbiasa untuk melakukan sesuatu yang baru. Berani mencoba hal-hal baru. Tidak membiasakan diri untuk mencari kenyamanan, tetapi menjadikan diri kreatif dalam menghadapi perubahan dan kedinamisan.

Dalam budaya kerja inovatif, tidak ada yang permanen dan bersifat tetap. Semuanya bisa berubah, semuanya bisa melakukan pembaruan, semuanya bisa beradaptasi terhadap dunia nyata. Tidak boleh ada kefanatikan terhadap struktur, sistem, budaya, keyakinan, dan nilai-nilai. Bila semua itu harus berubah, maka segeralah menjadi energi inovatif untuk melakukan pembaruan.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

KEBAHAGIAAN KARYAWAN MENINGKATKAN KINERJA DAN PRODUKTIVITAS KERJA

DJAJENDRA 17 07 2014“Dalam hati yang bahagia; loyalitas, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan realitas yang mengalir bersama proses kerja.”~Djajendra

Kebahagiaan di tempat kerja bukanlah sebatas masalah pribadi, tetapi merupakan sesuatu yang strategis dalam proses mencapai keuntungan dan kinerja. Karyawan yang bahagia mampu bekerja dengan sepenuh hati, untuk melayani dan berkontribusi bagi kemajuan perusahaan. Kekuatan bahagia di tempat kerja meningkatkan penjualan, pemasaran, keuangan, operasional, dan budaya kerja perusahaan. Karyawan bahagia mampu menciptakan budaya perusahaan yang positif dan kuat.

Perusahaan-perusahaan yang hebat selalu berinvestasi dalam proses untuk menghasilkan karyawan bahagia. Mereka tidak sekedar menuntut karyawan untuk bahagia dan disiplin terhadap budaya perusahaan, tetapi terlibat secara langsung dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian bahagia. Sekarang ini, perusahaan sadar untuk fokus pada cara untuk mewujudkan karyawan bahagia. Sebab, mereka tahu bahwa karyawan yang tidak bahagia tidak bisa diharapkan untuk membawa kemajuan bagi perusahaan. Karyawan yang tidak bahagia mudah stres, sulit fokus, membawa banyak masalah ke tempat kerja, tidak mampu membedakan persoalan kerja dan persoalan pribadi, selalu negatif, dan tidak produktif.

Bisnis yang kuat dihasilkan dari budaya kerja, yang membuat para pelakunya bahagia dan menikmati proses dengan senang hati. Budaya menggambarkan sikap, perilaku, karakter, kebiasaan, dan etika kerja. Bisnis yang hebat membutuhkan kekuatan dari orang-orang bahagia, yang selalu bekerja dengan optimis dan penuh percaya diri. Kebahagiaan menguatkan lingkungan perusahaan, untuk mendukung produktivitas dan pencapaian kinerja. Karyawan yang bahagia selalu berenergi positif dan merasa mendapatkan kesejahteraan dan kepedulian dari perusahaan. Dalam hati yang bahagia; loyalitas, integritas, dan rasa tanggung jawab merupakan realitas yang mengalir bersama proses kerja.

Karyawan bahagia memiliki komitmen dan keikhlasan dalam bekerja. Komitmen menjadi kekuatan yang menjauhkan karyawan dari perilaku tidak pasti, atau perilaku kerja yang tidak bertanggung jawab. Sedangkan keikhlasan menjadi kekuatan, untuk tetap berdaya tahan tinggi dan bermental hebat, dalam menghadapi realitas yang tidak menguntungkan karyawan. Intinya, kombinasi dari komitmen dan keikhlasan menjadikan karyawan mampu memberikan keunggulan kompetitif kepada perusahaan, sehingga perusahaan mampu tampil kuat dan unggul dalam memenangkan pasarnya.

Karyawan bahagia selalu fokus untuk melihat sisi terang dalam setiap persoalan. Mereka tidak akan terjebak dalam perasaan mengasihani diri sendiri, stres, marah, kewalahan, sedih, putus asa, keluh-kesah, protes, menghakimi, melempar tanggung jawab, ataupun energi negatif lainnya. Mereka mampu menjaga suasana hati yang tenang dan damai. Mereka mampu mendapatkan kekuatan yang luar biasa, untuk tetap tenang, berpikir optimis, dan kreatif dalam menemukan solusi.

Orang-orang bahagia memiliki keyakinan bahwa mereka sangat merdeka, dan tidak pernah tertawan atau terjebak dalam keadaan tak berdaya. Mereka selalu optimis dan kreatif dalam menemukan cara baru. Semua realitas dijadikan sebagai pengalaman, untuk membangun karakter diri yang lebih andal menuju masa depan. Orang-orang bahagia selalu memiliki ketenangan dan rasa damai ketika menghadapi sesuatu yang buruk, dan tetap optimis untuk melakukan sesuatu yang baik, sebagai jalan keluar dari sesuatu yang buruk tersebut.  

Kebahagiaan meningkatkan kemampuan untuk cepat bangkit dari keterpurukan. Orang-orang bahagia memiliki berjuta-juta kali kekuatan untuk cepat pulih dari realitas terburuk. Mereka tidak akan lama-lama bersedih. Mereka sangat cepat sadar dan memahami realitas, lalu bangkit dengan motivasi diri yang kuat, untuk menemukan gairah diri dalam solusi yang hebat.

Karyawan bahagia merupakan kekuatan yang menyempurnakan sistem kerja, dan meningkatkan kualitas di dalam proses kerja. Suasana hati mereka selalu positif dan bergerak dengan penuh percaya diri yang optimis. Mereka berpikir dan bertindak dengan yakin dan tenang. Mereka tidak pernah menjadi kritikus terhadap satu sama lain, tetapi memiliki soliditas untuk mengalir bersama kolaborasi kerja yang hebat. Mereka tampil sebagai prajurit korporasi yang andal, yang siap menang di segala medan kompetisi bisnis. Mereka berkonsentrasi pada apa yang seharusnya dilakukan, dan segera bertindak dengan sepenuh hati dan totalitas. Karyawan bahagia sangat produktif, kreatif, berkinerja, konstruktif, positif, murah hati, mengalir, dan menerima semua realitas di dalam suasana hati yang positif dan optimis.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

MOTIVASI 04 02 2015

Keikhlasan adalah hadiah termahal yang hanya dapat diberikan oleh orang yang jiwanya paling kaya.~Djajendra

Tindakan produktif adalah gerak untuk mencari kunci, membuka pintu, menemuka peta kesuksesan, dan mewujudkan sukses dengan penuh semangat.~Djajendra

Kehidupan kadang-kadang suka melewati jalur/rute yang tidak diinginkan, yang tak pernah diharapkan. Walaupun Anda hebat dengan akal sehat, pengetahuan , kekayaan, hubungan, kekuasaan, dan semua kehebatan lainnya. Tetapi, semua itu belum tentu bisa menolong Anda dari rute kehidupan yang tak Anda inginkan. Saat semua jalan tertutup dan hanya ada rute yang tak disenangi, maka tetaplah tersenyum dan bersyukur sambil mencari pengalaman baru, pandangan baru dari rute yang tak diharapkan tersebut.~Djajendra

Hidup itu mengalir seluas nafas yang ditarik dan dilepas. Selalulah hadir di dalam kehidupan diri sendiri. Berikan perhatian dan kepedulian kepada diri sendiri. Lengkapi gerak dan sikap dengan prinsip, nilai, moral, gaya hidup, dan jiwa yang terpelihara di dalam keikhlasan dan kekayaan. Jiwa yang bijak tidak akan membiarkan pikirannya sebagai alat yang menjebak hidup dalam cerita pikiran.~Djajendra

Logika adalah cara pikiran memahami sebuah peristiwa. Logika adalah alat pikiran untuk menyampaikan sesuatu secara rasional. Logika mampu fokus pada akal sehat. Logika mampu memanfaatkan emosi untuk memperkuat kebenarannya. Logika suka menjebak pikiran dan emosi dalam sebuah penafsiran cerita hidup. Ketika logika menjadi tidak berdaya menghadapi realitas hidup, maka emosi dan pikiran akan kecewa dan menjebak diri dengan stres yang berlebihan. Rawat logika yang cerdas dan hebat itu di dalam jiwa besar, di dalam keikhlasan hati, di dalam kesabaran, dan di dalam kejernihan jiwa. Logika hanyalah alat bantu, dan jangan menjadikan logika sebagai majikan yang menguasai hidup.~Djajendra

Ketika hati dan pikiran bersatu di dalam energi positif, maka kehidupan diri akan tumbuh dan selalu menjadi baik-baik saja.~Djajendra

Diri yang bijak tidak mudah terbawa arus emosi, arus peristiwa, dan arus logika. Diri yang bijak mampu menjadi kekuatan yang tegas, jelas, cepat, pasti, dan menciptakan jalan keluar terbaik.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

EMOSI, PERISTIWA, DAN LOGIKA DI DALAM JIWA YANG BIJAK

DJAJENDRA PROFILE“Hidup itu mengalir seluas nafas yang ditarik dan dilepas. Lengkapi gerak nafas hidup dengan prinsip, nilai, moral, gaya hidup, dan jiwa yang terpelihara dalam keikhlasan dan kekayaan. Jiwa yang bijak tidak akan membiarkan pikirannya sebagai alat yang menjebak hidupnya di dalam cerita pikiran.”~Djajendra

Ketika hati dan pikiran bersatu dalam energi positif, maka kehidupan diri tumbuh dan selalu menjadi baik-baik saja. Diri yang bijak tidak mudah terbawa arus emosi, arus peristiwa, dan arus logika. Diri yang bijak mampu menjadi kekuatan yang tegas, jelas, cepat, pasti, dan menciptakan jalan keluar terbaik.

Emosi, peristiwa, dan logika adalah urutan yang selalu menciptakan realitas hidup.  Orang-orang yang mampu mengelola emosi, peristiwa, dan logika secara bijak; dapat menciptakan realitas hidup yang menyenangkan. Sedangkan orang-orang yang gagal mengelola emosi, peristiwa, dan logika; berpotensi menciptakan realitas kehidupan yang menyusahkan dirinya sendiri dan orang lain.

Sifat bijak selalu dikuatkan atau dikayakan oleh nilai-nilai positif. Walaupun emosi, peristiwa, dan logika berpikir menciptakan perlawanan yang keras terhadap hati nurani. Tetapi, sifat bijak mampu belajar dan mencari yang terbaik sebagai solusi. Sifat bijak tidak akan ikut-ikutan memprovokasi maunya emosi dan pikiran. Sifat bijak memiliki kekuatan ikhlas dan jiwa besar, sehingga selalu bersedia untuk rendah hati dan mencari yang terbaik dari semua kemungkinan.

Emosi yang cerdas selalu bijak bertanya kepada dirinya sendiri,”apa yang saya rasakan di dalam diri saya?”, “apa yang saya pahami dan kuasai tentang diri saya?”, “apa yang harus saya lakukan dan yang tidak saya lakukan?”, “apa yang saya rasakan dan pahami tentang orang lain?”, “apa yang harus saya lakukan yang terbaik untuk orang lain?”. Emosi yang cerdas selalu menjawab perasaannya, kebutuhannya, memahami perasaan orang lain, dan melayani orang lain dengan baik.

Peristiwa apapun bisa terjadi. Kehidupan ini kaya dengan peristiwa-peristiwa. Diperlukan sikap bijak untuk memahami berbagai peristiwa. Tidak cukup hanya dengan pengetahuan, pengalaman, logika, emosi, dan kekuasaan untuk menjawab peristiwa. Diperlukan hati yang bijak dan tercerahkan, untuk dapat mengalir di dalam peristiwa dengan positif dan penuh kemenangan.

Logika adalah cara pikiran memahami sebuah peristiwa. Logika adalah alat pikiran untuk menyampaikan sesuatu secara rasional. Logika mampu fokus pada akal sehat. Logika mampu memanfaatkan emosi untuk memperkuat kebenarannya. Logika suka menjebak pikiran dan emosi dalam sebuah penafsiran cerita hidup. Ketika logika menjadi tidak berdaya menghadapi realitas hidup, maka emosi dan pikiran akan kecewa dan menjebak diri dengan stres yang berlebihan. Rawat logika yang cerdas dan hebat itu dalam jiwa besar, dalam keikhlasan hati, dalam kesabaran, dan dalam kejernihan jiwa. Logika hanyalah alat bantu, dan jangan menjadikan logika sebagai majikan yang menguasai hidup.

Orang bijak mengatakan bahwa pikiran adalah segalanya. Apa yang Anda pikirkan, akan menjadikan Anda sesuai pikiran tersebut. Intinya, berpikirlah yang baik-baik agar hidup selalu baik. Berpikirlah tentang hal-hal yang menyenangkan hati agar hidup selalu senang. Apapun peristiwa hidup,  satukan emosi dan pikiran dalam hati nurani yang bijak dan cerdas. Jangan pernah mau hidup dipermainkan oleh peristiwa, emosi, dan logika. Gunakan kekuatan bijak dan ikhlas untuk merasakan hal-hal baik di sepanjang kehidupan. Katakan,”aku setiap hari baik-baik saja” Lakukan sambil menarik nafas dalam-dalam. Fokuskan pikiran dan emosi pada hasil terindah yang Anda inginkan. Hidup sangat indah bila cerdas memahami peristiwa, logika, dan emosi dengan jiwa yang ikhlas dan indah.

Miliki ruang kehidupan yang bisa menumbuhkan sikap bijak. Dapatkan jarak pandang kehidupan yang membuat Anda jernih bersikap, sudut pandang yang membuat Anda cerdas bersikap, dan kesadaran dari makna yang dihasilkan oleh setiap peristiwa kehidupan.

Hidup itu mengalir seluas nafas yang ditarik dan dilepas. Selalulah hadir di dalam kehidupan diri sendiri. Berikan perhatian dan kepedulian kepada diri sendiri. Lengkapi gerak dan sikap dengan prinsip, nilai, moral, gaya hidup, dan jiwa yang terpelihara di dalam keikhlasan dan kekayaan. Jiwa yang bijak tidak akan membiarkan pikirannya sebagai alat yang menjebak hidup dalam cerita pikiran.

Hiduplah dalam jiwa yang bijak, hadirlah dalam setiap peristiwa kehidupan dengan emosi yang cerdas dan pikiran positif. Miliki komitmen dan keikhlasan hati, untuk tetap bahagia dan berkinerja di setiap peristiwa kehidupan. Walaupun peristiwa kehidupan bisa menciptakan pasang surut, miliki kesadaran dan daya tahan yang andal untuk tetap menjalani hidup dengan ikhlas dan optimis.

Hormati semua kekuatan baik dari luar diri, yang mencoba membantu Anda untuk melewati peristiwa-peristiwa yang tidak menguntungkan Anda. Mungkin teman baik bisa membantu Anda, orang-orang yang dicintai membantu Anda, sistem kehidupan membantu Anda, Tuhan membantu Anda. Tetapi, yang paling penting Anda harus dapat membantu diri sendiri. Kuatkan diri sendiri dengan jiwa ikhlas dan jiwa bijak. Perkaya diri sendiri dengan pengetahuan, pengalaman, doa, dan sikap rendah hati untuk menjadi pembelajar seumur hidup.

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

HOLISTIC MOTIVATION 1-2-2015

DJAJENDRAMerencanakan dengan baik, bekerja dengan cerdas dan sepenuh hati, berdoa, berharap, dan menerima apapun yang datang dengan bahagia dan ikhlas. Ada jalur takdir yang wajib dilalui, ikuti saja kehidupan, mengalirlah bersama kehidupan, dan nikmati sepanjang jalan dengan bahagia. Semoga saja jalan takdir sejalan dengan jalan keinginan dan impian.~Djajendra

Sekolah terbaik adalah pengalaman hidup. Lulusan terbaik dihasilkan dari sekolah pengalaman hidup. Orang paling jenius dihasilkan dari pengalaman hidup. Kehebatan dan keandalan dihasilkan dari pengalaman hidup. Orang tersukses dihasilkan dari pengalaman hidup. Jangan takut untuk berproses bersama pengalaman hidup. Pengalaman hidup tidak memberikan gelar, karena lulusannya diharapkan selalu rendah hati, dan tidak pernah berhenti untuk belajar terus.~Djajendra

Aku seorang penumpang di dalam tubuh yang melintasi bumi. Aku hanya tamu di bumi ini. Kendaraanku disebut tubuh. Bila ingin melihat indahnya kehidupan di bumi. Maka, mulailah dengan menghidupkan hati (jiwa), mendengarkan kata hati (jiwa), dan melihat dengan mata hati (jiwa). Tubuh tidak abadi, jiwa selalu abadi. Jiwa yang hidup selalu menikmati indahnya kehidupan.~Anonim

Jangan berharap orang lain sepaham dengan Anda. Jangan paksa orang lain mengikuti arah hidup Anda. Sebab, setiap orang memiliki impiannya sendiri, memiliki jalurnya sendiri, memiliki takdirnya sendiri. Jadi, fokuskan saja energi dan waktu Anda, untuk mengoptimalkan kualitas dari kehidupan yang Anda impikan dan harapkan.~Djajendra

Jiwa yang sadar tidak memerlukan kata-kata, tidak memerlukan perdebatan, hanya membutuhkan tindakan.~Djajendra

Kehidupan berproses melalui salah dan benar. Salah dan benar tidak perlu diperdebatkan, yang paling penting adalah menjadi jujur dengan diri sendiri.~Djajendra

Kehidupan itu rangkaian dari momen ke momen. Sukses itu sebuah momen. Gagal juga sebuah momen. Sukses tidak perlu dibanggakan, gagal tidak perlu disedihkan. Hari ini bukanlah Hasil akhir dari kehidupan. Tidak ada yang pasti, semua kemungkinan selalu ada. Tetaplah berani, tetaplah semangat, tetaplah rendah hati, dan tetaplah fokus untuk yang diinginkan.~Djajendra

Anda tidak sendirian dengan pikiran, perasaan, keyakinan, sikap, perilaku, keputusan dan pendapat Anda. Ada orang lain yang akan berdampak atas apa yang Anda lakukan. Anda bisa menciptakan situasi baik ataupun situasi buruk untuk orang lain. Ingat! Hukum sebab-akibat adalah hukum alam. Kebaikan pasti mendapatkan berjuta kali kebaikan. Ketidakbaikan pasti mendapatkan berjuta kali ketidakbaikan. Miliki empati, sikap baik, menolong, toleransi, dan belas kasih agar selalu beruntung dalam hidup.~Djajendra

1+1 = 2
1+1= 3-1
1+1= 4-2
1+1= 2×1
1+1= 0+2
1+1= 4:2
Dan seterusnya…..

Semuanya benar, hanya caranya yang berbeda, dan cara yang berbeda itu tidak salah. Jadi, tidak perlu berdebat, berbeda pendapat itu biasa.~ Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Motivasi 29 01 2015

DJAJENDRA-DSCN0857

Kesempurnaan adalah harapan. Tetapi, manusia tidak mungkin bisa mewujudkan kesempurnaan. Manusia tidak bisa memuaskan semua orang dengan sempurna. Bila Anda mengejar kesempurnaan, Anda akan gagal. Pahami hidup dan layani dengan tegas. Miliki keberanian, ketegasan, dan kepastian. Jangan ragu atau takut. Pemimpin yang baik adalah dia yang berani, tegas, pasti, dan tidak fokus pada kesempurnaan.~Djajendra

Pada waktu tertentu, pada momen tertentu, Anda bisa saja dinilai baik atau buruk oleh orang lain. Terlepas dari apa yang orang lain pikirkan tentang Anda, Anda tidak harus membiarkan pendapat orang lain tersebut membatasi rasa bahagia ataupun sikap rendah hati Anda. Hiduplah dari dalam diri yang dikuatkan oleh nilai-nilai positif. Jangan pernah membiarkan pikiran, pendapat, dan perilaku orang lain terhadap Anda, menjadikan Anda gagal memiliki kepribadian positif. ~Djajendra

Orang-orang positif disekeliling Anda adalah obat yang menyembuhkan. Orang-orang negatif disekitar Anda adalah racun yang mematikan. Bila mau bahagia dan sukses ciptakan lingkungan hidup positif. Bila masih suka hidup dalam tekanan mental dan stres, hiduplah dengan orang-orang negatif. Hidup itu bisa dipilih, asal kita tegas dan berani.~Djajendra

Cerita hidup tentang diri sendiri. Mau jadi apa? Mau punya apa? Mau dikenal sebagai apa? Semua orang ingin cerita hidupnya baik. Walau ada garis takdir yang secara otomatis mendorong diri ke sebuah jalan yang tak terpikirkan, tetapi diri harus memiliki keyakinan dan harapan untuk menulis cerita baik tentang dirinya. Jangan biarkan waktu hilang percuma tanpa sebuah upaya untuk mendapatkan yang terbaik dari hidup. Mulailah menulis cerita hidup dengan sebuah visi yang penuh harapan. Lepaskan kepada takdir semua yang dikerjakan dengan sepenuh hati. Jangan ambil beban dari kehidupan. Buang semua beban dan bergeraklah tanpa beban. Tulislah ceritamu searah visi besarmu.~Djajendra

Kepentingan melawan niat baik. Ketika kepentingan menjadi raja, dan niat baik dianggap tidak baik. Maka, kepentingan akan memenangkan pertarungan. Bila kepentingan sudah sangat berkuasa, jangan harap niat baik mendapatkan kehormatan dalam hidup.~Djajendra

Integritas mendorong diri untuk membangun kesadaran di dalam diri, kemudian secara terus-menerus, secara berkelanjutan, memperbaiki diri dan meningkatkan kemampuan. Menjalankan integritas butuh kesadaran bahwa manusia bukan malaikat. Manusia adalah kombinasi dari baik dan tidak baik, dari damai dan tidak damai, dari gelap dan terang, dari cinta dan benci, dari jujur dan tidak jujur. Manusia memiliki ancaman terhadap kepribadiannya oleh dirinya sendiri. Oleh karena itu, diperlukan kesadaran untuk merawat dan menjaga suasana hati yang baik dan penuh integritas, pikiran baik yang penuh integritas, dan tindakan-tindakan baik yang penuh integritas. Manusia tidak bisa melepaskan dirinya secara bebas untuk mengikuti egonya. Manusia wajib mengelola dirinya, wajib mengelola hidupnya, dan wajib mengelola prilakunya.~Djajendra

Tidak mudah untuk memperkirakan hasil masa depan. Segala sesuatu bisa terjadi di masa depan. Orang bijak tidak akan berasumsi, memprediksi, dan menciptakan kesimpulan tentang masa depannya. Orang bijak hidup untuk menyempurnakan hari ini. Hidup untuk mensyukuri hari ini. Hidup dengan penuh disiplin untuk menciptakan hari ini yang indah dan produktif. Hari esok, masa depan, adalah sesuatu yang dibiarkan mengalir dan dilayani dengan penuh tanggung jawab.~Djajendra

Bertindaklah dengan memahami budaya yang hidup. Mungkin budaya yang ada tidak baik, tidak profesional, dan harus dirubah. Betul! Semua yang tidak baik haruslah dirubah dan diperbaiki. Tetapi, ingatlah selalu bahwa budaya itu hidup, bernafas, dan memiliki kreativitas yang hebat untuk mempertahankan dirinya. Perlu mencerdaskan diri dengan strategi, taktik, waktu yang tepat, dan mengukur kekuatan dalam memperbaiki budaya yang tidak baik. Bila asal terjun dan langsung bertindak, tanpa menghitung risiko, hanya bermodalkan idealisme, maka budaya (sikap+perilaku yang tidak baik) akan menguatkan dirinya dan melawan balik.~Djajendra

Untuk training hubungi www.djajendra-motivator.com

Older posts Newer posts

© 2019 MOTIVASI DJAJENDRA

Theme by Anders NorenUp ↑